Anda di halaman 1dari 3

Ringkasan hal. 180-194.

Anggota Kelompok : Cindy, Giordy, Tomi, Vincentia

1. Ada 3 fungsi politik yang tidak - Mewujudkan kesejahteraan


secara langsung terlibat dalam masyarakat
pembuatan dan pelaksanaan b. Sistem politik negara Republik
pemerintahan (public policy), Rakyat Cina (komunis), cirinya :
tetapi sangat penting dalam - Menolak adanya
menentukan cara kerjanya sistem persamaan HAM
politik. Ketiga fungsi tersebut - Sukesi nasional tidak
adalah : melalui mekanisme pemilu
a. Sosial politik - Berupaya menjamin
b. Rekrutmen politik kebutuhan materi secara
c. Komunikasi politik merata
2. Setiap negara memiliki sistem - Kepentingan individu
politik yang berbeda- beda. tunduk pada kehendak
3. Carter dan Hers menggunakan 2 partai, negara dan bangsa
kriteria untuk membedakan c. Sistem politik negara Indonesia
berbagai sistem politik di dunia, Adapun isi pokok pelaksanaan
yaitu siapa yang memerintah dan demokrasi pancasila adalah :
ruang lingkup jangkauan - Harus berdasarkan
kewenangannya. pancasila
4. Sistem politik berbagai negara - Harus menghargai dan
dipengaruhi oleh faktor- faktor : melindungi HAM
a. Latar belakang sejarah - Harus berdasarkan atas
b. Kondisi sosiologis kelembagaan (institusional)
c. Kondisi kultural/ budaya - Harus bersendikan atas
d. Kondisi psiko-sosial/ kejiwaan hukum
masyarakat 6. Aspek yang terkandung dalam
e. Pedoman filsafat Demokrasi Pancasila :
f. Paham/ ideologi yang a. Aspek formal
diterapkan b. Aspek materiil
g. Pedoman konstitusi dan c. Aspek normatif
hukum d. Penerapan prinsip- prinsip
5. 3 contoh negara yang diharapkan demokrasi Pancasila, yang
dapat mewakili komunitas negara- dijabarkan dalam :
negara yang ada di dunia, yaitu : 1. Pemerintahan berdasarkan
a. Sistem politik negara Inggris hukum
(liberal ), cirinya: 2. Perlindungan terhadap
- Sangat menekankan HAM
kemerdekaan individu 3. Pengambilan keputusan
- Sangat menjunjung tingi berdasarkan musyawarah
HAM 4. Peradilan yang bebas dan
merdeka
Ringkasan hal. 180-194. Anggota Kelompok : Cindy, Giordy, Tomi, Vincentia

5. Parpol dan orsospol dalam tujuan kebaikan sebagai kehendak


6. Pelaksanaan pemilu bersama.
e. Pelaksanaan demokrasi
11. Contoh bentuk partisipasi politik :
Pancasila dalam pengambilan
keputusan, menekankan pada - Terbentuknya organisasi- organisasi
4 prinsip penting yaitu : politik maupun organisasi masyarakat
1. Keseimbangan antara hak
dan kewajiban - Lahirnya LSM sebagai kontrol sosial
2. Persamaan, yakni prinsip maupun pemberi input terhadap
yang menekankan bahwa kebijakan pemerintah
semua orang memiliki
- Pelaksanaan pemilu yang memberi
kedudukan, hak dan
kesempatan kepada warga negara untuk
kewajiban yang sama
dipilih atau memilih
3. Kebebasan yang
bertanggung jawab - Munculnya kelompok- kelompok
4. Mengutamakan persatuan kontemporer yang memberi warna pada
dan kesatuan sistem input dan output kepada
pemerintah
7. Partisipasi politik dapat diartikan
sebagai penentuan sikap dan keterlibatan 12. MilbrathM.L Goel mengidentifikasi 7
hasrat setiap individu dalam situasi dan bentuk partisipasi politik individual yaitu :
kondisi organisasinya, sehingga pada
a. Aphatetic inactives
akhirnya mendorong individu untuk
b. Passive supporters
berperan serta dalam Pencapaian tujuan
c. Contact specialist
organisasi.
d. Communicators
8. Kemerdekaan menyampaikan pendapat e. Party and campaign workers
di publik sebagai bentuk partisipasi politik f. Communitry activist
warga negara dijamin oleh konstitusi g. Protesters
negara berdasarkan pasal 28 UUD’45 dan
13. Menurut Huntington dan Nelson, ada
UU no.9 tahun 1998 tentang tatacara
2 kriteria tingkat- tingkat partisipasi politik
menyampaikan pendapatdi muka umum.
yaitu :
9. Bentuk- bentuk partisipasi politik yang
- dilihat dari ruang lingkup atau proporsi
terjadi di berbagai negara dibagi menjadi
dari suatu kategori warga negara yang
kegiatan politik yang berbentuk
melibatkan diri
konvensional dan nonkonvensional.
- dilihat dari intensitas atau ukuran,
10. Dalam hal partisipasi politik, Rousseau
lamanya dan arti penting dari kegiatan
menyatakan bahwa hanya melalui
khusus itu bagi sistem politik
partisipasi seluruh warga negara dalam
kehidupan politik secara langsung dan
berkelanjutan, negara dapat terikat ke
Ringkasan hal. 180-194. Anggota Kelompok : Cindy, Giordy, Tomi, Vincentia

14. Semakin luas ruang lingkup partisipasi menunjukkan relevansinya dengan sistem
politik, maka semakin rendah hasil politik.
intensitasnya, begitu juga sebaliknya.
17. Manfaat pendidikan politik yaitu :
15. Tingkatan yang terdapat pada
a. dapat memperluas pemahaman,
partisipasi politik sangat tergantung dari
penhghayatan, dan wawasan terhadap
akibat yang disebabkannya terhadap
masalah yang bersifat politis
sistem politik. Tingkatan partisipasi ini
disampaikan sebagai berikut : b. mampu meningkatkan kualitas diri
dalam berpolitik dan berbudaya politik
a. menduduki jabatan politik
c. lebih meningkatkan kualitas kesadaran
b. mencari jabatan politik
politik rakyat menuju peran aktif dan
c. keanggotaan aktif suatu organisasi partisipasinya terhadap pembangunan
politik politik bangsa secara keseluruhan

d. keanggotaan pasif suatu oranisasi 18. sosialisasi politik adalah istilah yang
politik digunakan untuk menggambarkan proses
dengan jalan mana orang belajar tentang
e. voting ( pemberian suara )
politik dan mengembangkan orientasi
16. Faktor pendukung partisipasi politik pada politik.
yaitu :
19. Adapun alat yang dapat dijadikan
a. pendidikan politik sebagai perantara/ sarana dalam
sosialisasi politik, yaitu :
Menurut Ramdlon Naning, pendidikan
politik adalah usaha untuk 1. keluarga (family)
memasyarakatkan politik.
2. sekolah
b. kesadaran politik
3. partai politik
Menurut Drs. M. Topan, kesadaran
20. Sistem politik memiliki ciri- ciri sebagai
politik adalah suatu proses batin yang
berikut :
menampakkan keinsafan dari setiap
warga negara akan urgensi urusan a. pasti mempunyai struktur politik
kenegaraan dalam kehidupan
b. menjalankan fungsi yang sama
bermasyarakat dan bernegara.
walaupun frekuensinya berbeda
c. sosialisasi politik
c. mempunyai sifat multifngsional
Ada 2 alasan yang melatarbelakangi
d. merupakan “campuran” jika dipandang
sehingga sosialisasi politik menjadi kajian
dari pengertian kebudayaan
tersendiri yaitu sosialisasi politik berfungsi
untuk memelihara suatu sistem dan ingin