Anda di halaman 1dari 8

interaksi antar organisme

Pola interaksi organisme dalam ekosistem dapat berupa Predasi, Simbiosis, Kompetisi.
dan Netralisasi.

Kalian pernah dengar nggak si tentang predasi..???


Kayak ya si jarang banget ya yang tau tentang predasi itu..!!!
Predasi itu adalah suatu bentuk hubungan antara pemangsa dan mangsanya. Contohnya
kayak interaksi kucing dengan tikus yang kadang-kadang nanti berteman nanti musuhan
juga.

Simbiosis adalah bentuk hidup bersama dari organisme yang berbeda dengan hubungan
yang erat. Sementara Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.
Simbiosis pun dapat dibedakan menjadi empat macam simbiosis sebagai berikut.
1. Simbiosis mutualisme, adalah cara hidup dengan timbal balik antara dua makhluk
hidup yang saling menguntungkan antar individu makhluk hidup yang berlainan jenis
atau berbeda spesies. Contohnya kayak :
a. Jamur dan ganggang
b. Lebah atau kupu-kupu dan bunga
c. Badak dan burungjalak
d. Burung pelatukdan musang

2. Simbiosis komensalisme adalah cara hidup bersama atau tinmbal balik antara dua
makhluk hidup yang berlainan jenis atau berbeda spesies dengan salah satu spesies
mendapatkan keuntungan dari yang lain sementara spesies yang lainnya tidak dirugikan.
Contohnya kayak :
a. Tumbuhan paku/anggrek dan pohon yang tinggi di hutan
b. Ikan remora dan hiu
c. Tumbuhan dan serangga atau laba-laba

3. Simbiosis parasitisme, yakni cara hidup bersama atau timbal balik antara dua
makhluk hidup yang berbeda spesies, dengan salah satu makhluk hidup memperoleh
keuntungan dan yang lainnya dirugikan. Contohnya kayak :
a. Benalu dan pohon mangga
b. Tali putri dan tanaman beluntas
c. Cacing pita dan tubuh manusia.

4. Simbiosis protokooperasi, yakni cara hidup bersama atau timbal balik antara dua
makhluk hidup yang berbeda spesies, di mana jika kedua makhluk hidup bersimbiosis
atau bersatu akan menjadi lebih baik. Namun, tanpa melakukan simbiosis pun kedua
makhluk hidup ini tetap dapat hidup normal. Simbiosis tipe ini umumnya akan
membentuk spesies yang baru dan lebih unggul dari pada individu pembentuknya.
Contohnya kayak lumut kerak yang merupakan perpaduan antara simbiosis jamur dan
ganggang.

Kompetisi ialah persaingan di antara makhluk hidup yang berada di dalam suatu
ekosistem, mengapa demikian..???
karena lebih dari satu jenis spesies membutuhkan bahan atau makanan yang sama dari
lingkungan hidupnya.

Netralisasi adalah suatu bentuk hubungan antara makhluk hidup yang tidak saling
merugikan atau diuntungkan. Contohnya kayak burung bangau yang memakan siput, ikan
dengan burung pipit yang memakan padi di sawah.

Antibiosis adalah suatu bentuk hubungan antara makhluk hidup yang berbeda jenis atau
berseda spesies di mana nakhluk hidup yang satu menghambat dalam pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup yang lain. Contohnya itu kayak hubungan antara jamur
yang mengeluarkan racun sehingga menghambat pertumbuhan organisme lain di
sekitarnya.

Interaksi antar organisme


Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu
akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu
dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian
banyak kita lihat di sekitar kita.

Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang
erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang
bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral.
Contohnya : antara capung dan sapi.

b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat
erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi
sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang,
rusa,dan burung hantu dengan tikus.

c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu
organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya
sehingga bersifat merugikan inangnya.

contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan
pohon inang. Perhatikan Gambar 6.15

d. Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam
bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies
diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang
ditumpanginya.

e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling
menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil
akar kacang-kacangan.

Organisme tidak dapat hidup sendiri di alam, tetapi selalu bersama-sama dengan spesies
lain, akan tetapi pada beberapa spesies, kehadiran spesies lain tidak berpengaruh, tetapi
pada beberapa kasus, spesies-spesies tersebut akan saling berinteraksi. Keberadaan
interaksi ini menuju satu arah yaitu populasi suatu spesies akan berubah dengan
kehadiran spesies kedua

Klasifikasi Interaksi Spesies


Interaksi populasi dapat dikelompokkan berdasarkan mekanisme interaksi atau efek dari
interaksi
Ada 6 macam tipe interaksi yang terjadi antara individu-individu pada spesies yang
berbeda berdasarkan mekanismenya
Enam tipe interaksi:

Kompetisi
Competition is the outcome of shared, limiting resources
Sharing implies that the species share resources that are important to their ecological
success
Not all individuals of each competing species will receive sufficient resource to
maximaze their survival and reproduction (thus the use term of the limiting)Notice that
they do not need to die directly, only overall performance must be reduced
Kompetisi Intraspesific Vs Interspesific
Both types can affect individual (doesn’t matter who ate the food if it is gone)
If competition arises out of the need for resource, the organism most likely to need a
resource one competitor wants is another individuals of the some species)
Scramble (resource) competition
No need for individual to interact directly, as each takes from a common resources
Each competitor affect all other competitors by reducing the amount of resource available
to others
Schoener divided this into:
Exploitative – consumption of the same food item or abiotic resource
Preemtive – taking space on a surface needed for living (rocks for mussels, land for plant,
etc)

Interference (contest) competition


Competitor interact directly, outcome of one contest need not affect any other
competitors
Competition for territory
Inhibitory chemicals
Contest for individual resource items
Kompetisi Intraspesies
Density and Stress
Dispersal
Social Interactions
Social dominance
Territoriality
Home range
Density and Stress
Increased density can result increased social stress
Stress in animal, evidence suggests, can act on the individual through a physiological
feedback involving the endocrine system

Stress triggers hyperactivation of the hyphothalamus pituitary-adrenocorticular system,


which in turn alters gonadotrophic secretions.
Such profound hormonal changes result in a suppression of growth, a curtailment of
reproductive functions, and delayed sexual activity.
Further, these hormonal change may supress the immune system and cause breakdowns
in white blood cell, increasing an individual vulnerability to disease
Social stress among pregnant female may increase intrauterine mortality and cause
inadequate lactation and subsequent stunting of nurslings
Thus stress can result in decreased births and increase mortality

Dispersal
Social pressure and crowding may also induce emigration or dispersal
Dispersal appears to be density-independent except at the highest population levels;most
dispersal appears to take place when populations are increasing rather than at the peak
population levels.

Dispersal may function in population regulation by encouraging mostly subaduls and


subdominant individuals to leave their natal area and occupy vacant habitats
Although risk of moving are great, successful dispersing individuals, which may be
genetically programmed to do so, improve their fitness

Social Interaction
Aggressive or agonistic interaction are the basis of social organization, which take two
form: dominance and territoriality
Dominance, based on individual distance (the distance from an other individual that
provokes aggression or avoidance behavior) and a set of relationship, result in space
being shared among individuals.

Territoriality involves the division and exclusive occupation of space by a social unit or
an individual with a defended boundary
Social Dominance
Based on intraspesific aggressiveness and intolerance and on the dominance of one
individual over an other
Two opposing forces are at work simultaneously: mutual attraction versus sosial
intolerance, a negative reaction againts crowding

(a) one direction


(b) triangular
(c) complex dominace
Dominansi pada kelompok singa
Kompetisi Interspesifik
Interaksi Interspesies

Kompetisi
Kompetisi merupakan hasil dari pembagian (shared), sumberdaya yang terbatas (limiting
resources)
Sharing menunjukkan bahwa spesies berbagi sumberdaya yang sangat penting untuk
menunjang keberhasilan ekologis.
Tidak semua individu spesies yang berkompetisi akan mendapatkan sumberdaya yang
cukup untuk memaksimalkan kelangsungan hidup (survival) dan reproduksinya (maka
digunakan istilah limiting atau terbatas).
Catatan bahwa spesies yang berkompetisi tidak akan mati secara langsung, hanya
performance secara keseluruhan akan berkurang.
Amensalisme: interaksi yang terjadi antara dua spesies dimana satu spesies rugi
sedangkan spesies yang lain tidak mendapatkan keuntungan:
Saat babi liar mencari makan, akan merusak lapisan teratas tanah, dan beberapa
organisme akan keluar dari liangnya dan lebih mudah dimakan oleh predatornya,
walaupun hewan penggali lubang rugi, babi tidak mendapatkan keuntungan dari situasi
tersebut.
Allelopati: pelepasan toksin ke dalam lingkungan
Bisa situasi dimana suatu spesies rugi dengan pelepasan toksin, tetapi spesies yang
melepaskan toksin tidak mendapatkan keuntungan (pada kasus ini disebut amensalisme)
Bisa berupa spesies yang melepaskan toksin mendapatkan keuntungan dari toksin yang
dikeluarkannya (penghindaran diri dari predator atau kompetisi dengan spesies lain)

Simbiosis: (living in intimate contact) dapat terjadi dalam bentuk: interaksi mutualisme,
komensalisme dan parasitisme.
Mutualisme
Hubungan antara dua organisme yang saling menguntungkan keduanya
mutualisms carry both costs to each partner and benefits as well
mutualisms are favored when the benefits are greater than the costs, so it is the net
benefits (or benefit cost ratio) that determine the outcome of these interactions

Obligat - organisme tidak dapat survive tanpa kehadiran organisme partnernya


Fakultatif: organisme dapat hidup tanpa kehadiran organisme yang lain (partner dalam
interaksinya)

Contoh Mutualisme:
Penyerbukan:
Pollinator mendapat:
Makanan (nektar, polen, makanan berenergi tinggi atau berprotein)
Bahan untuk sarang – lebah mendapatkan lilin untuk membuat sarang
Tumbuhan mendapat:
Transfer polen lebih efisien (compared to wind)
Menghindari inbreeding

;’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’

Interaksi antarkomponen ekologi dapatmerupakan interaksi


antarorganisme,antarpopulasi, dan antarkomunitas.

A. Interaksi antar organisme


Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap
individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis,
baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain.
Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita.

Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang
kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang
bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut
netral. Contohnya : antara capung dan sapi.

b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini
sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator
juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan
mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.

c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu
organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari
hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.

contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu


dengan pohon inang. Perhatikan Gambar 6.15
d. Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies
dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu
spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan
pohon yang ditumpanginya.

e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang
saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup
pada bintil akar kacang-kacangan.

B. Interaksi Antarpopulasi

Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara
langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi
adalah sebagai berikut.

Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan


zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon
walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan
zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai
anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat
menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.

Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat


kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang
diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di
padang rumput.

C. Interaksi Antar Komunitas


Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan
saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai.
Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi,
belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang,
zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah
terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan
peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut.

Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme,


tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati,
misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda
misalnya laut dan darat. Lihat Gambar 6.16.

D. Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik


Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem.
Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran
energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga
struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.

Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan


keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini
merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh
maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai
keseimbangan baru.