Anda di halaman 1dari 47

Lampiran II

Peraturan Presiden Tentang RTR Pulau Sumatera


Strategi Pengembangan Sistem Pusat Permukiman di Pulau Sumatera

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan


I Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
1.1 Lhokseumawe PKN Jasa Pemerintahan, Industri, • Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada
Pertanian, Pertambangan, Perikanan, upaya mendorong perkembangan sektor produksi seperti industri, pertambangan,
Perdagangan, dan Perkebunan . perikanan tambak dan perkebunan
• Memantapkan peran Lhokseumawe sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional,
terutama di pesisir Timur Sumatera dengan memperhatikan lokasi strategis pada Jalur
Selat Malaka melalui peningkatan tujuan pelabuhan Lhokseumawe sebagai satu kesatuan
sistem yang didukung oleh peningkatan kualitas serta kapasitas jaringan jalan menuju
tujuan-tujuan pemasaran di Medan dan Banda Aceh.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas
perdagangan untuk mendukung peran Lhokseumawe sebagai pusat pelayanan regional
dan nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan bertaraf internasional meliputi perdagangan,
pendidikan, kesehatan, dan jasa-jasa sosial lainnya
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung
kegiatan eksport-import
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 1


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
1.2 Sabang PKW / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Nanggroe Aceh Darussalam bagian utara.
transhipment point, Perdagangan, • Diarahkan sebagai kota perdagangan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah
Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata. Sumatera.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang mendukung fungsi
pelayanan kota berskala nasional.
• Mengembangkan pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan laut internasional untuk
mendukung fungsi Sabang sebagai pusat pertumbuhan wilayah Sumatera dan nasional.
• Membangun pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan.
• Meningkatkan kualitas aksesibilitas dari pusat-pusat produksi ke tujuan-tujuan pemasaran,
khususnya ke Pelabuhan Sabang dan Banda Aceh.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional Nanggroe Aceh Darussalam
meliputi perdagangan, kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

1.3 Banda Aceh PKW Jasa Pemerintahan serta Pusat • Diarahkan sebagai pusat pemerintahan Provinsi NAD sekaligus sebagai pusat koleksi dan
Pelayanan Sekunder Pertanian, distribusi skala regional untuk produksi pertanian, pariwisata, perikanan laut, dan industri.
Pariwisata, Perikanan, Perdagangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
dan Industri
fungsi kota Banda Aceh dan pusat pelayanan antar kota berskala lintas wilayah provinsi
• Meningkatkan kualitas aksesibilitas dari pusat-pusat produksi di Sigli dan Janthoi ke tujuan-
tujuan pemasaran, khususnya ke Pelabuhan Banda Aceh.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 2


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Memantapkan aksesibilitas di sepanjang koridor Banda Aceh – Sigli – Bireun –
Lhokseumawe – Langsa – Binjai – Medan dalam rangka mendukung proses distribusi dan
koleksi di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan bertaraf nasional, meliputi perdagangan, kesehatan,
pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan ekowisata berskala provinsi dengan
memanfaatkan potensi kawasan andalan laut Lhokseumawe dsk.
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota .

1.4 Langsa PKW Jasa Pemerintahan, Industri, • Diarahkan sebagai kota tujuan/pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat koleksi dan
Pertanian, Pertambangan, Perikanan distribusi skala lokal yang mendorong pertumbuhan produksi pertanian, pertambangan,
dan Perkebunan perikanan, dan perkebunan
• Memantapkan aksesibilitas menuju sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan,
perikanan dan pertambangan di Idi Rayeuk, Lhok Sukon, dan Karang Baru.
• Meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi)yang mendukung fungsi
kota pelabuhan dan pusat pelayanan antar kota berskala provinsi.
• Membangun prasarana pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan.
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional NAD meliputi perdagangan,
kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 3


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
1.5 Takengon PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota tujuan yang berfungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi wilayah
Pariwisata, dan Kehutanan provinsi yang mendorong pertumbuhan produksi pertanian, dan kehutanan.
• Memantapkan aksesibilitas menuju sentra-sentra pemasaran hasil-hasil produksi,
khususnya ke Kota Lhokseumawe, Bireun, Lhok Sukon, dan sekitarnya.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang mendukung fungsi
kota agropolitan dan pusat pelayanan antar kota berskala provinsi
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional Provinsi NAD meliputi
perdagangan, kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya
• Mempertahankan kondisi Danau Laut Tawar dari ancaman pencemaran dan pendangkalan
• Mengembangkan fasilitas akomodasi ekowisata berskala nasional dengan memanfaatkan
potensi keanekaragaman hayati TN Gunung Leuser
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
1.6 Meulaboh PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota agropolitan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan skala
Perikanan, Pertambangan dan regional, khususnya untuk wilayah provinsi NAD bagian Barat, yang mendukung sektor
Perkebunan produksi wilayah seperti pertanian, perkebunan, perikanan laut dan pertambangan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, perikanan, pertambangan dan perkebunan, serta yang
melayani kota-kota lain di pantai Barat seperti Blang Pidie, Tapaktuan, Labuhan Haji,
Singkil, Subulussalam, Sinabang, Calang, Blang Kejeren dan Kutacane.
• Meningkatkan aksesibilitas menuju pusat-pusat pemasaran ke Banda Aceh dan ke Medan
melalui Blang Pidie – Tapaktuan – Kutacane dan Blang Kejeren.
• Membangun fasilitas pemrosesan hasil-hasil pertanian dan perkebunan (agroindutri) untuk
meningkatkan nilai tambah dan daya saing produksi wilayah di Kawasan Andalan Pesisir
Barat Selatan.
• Mengembangkan Bandara Perintis untuk meningkatkan aksesibilitas orang dan barang
menuju Banda Aceh dan Medan.
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional NAD, meliputi perdagangan,

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 4


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
II Provinsi Sumatera Utara
2.1 Medan PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
Kota Inti : Medan administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Sumatera Utara bagian timur.
transhipment point, Industri, • Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang
Kota Satelit : Lubuk Perkebunan, Perdagangan, mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh
Pakam, Binjai, Deli Pariwisata, Peternakan, Perikanan wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat
Serdang, dan Kota dan Pertanian. pertumbuhan wilayah internasional
Lainnya
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perdagangan dan jasa, termasuk
jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung kegiatan eksport-import.
• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Perkotaan Mebidang dengan
kawasan perbatasan di wilayah Johor.
• Diarahkan sebagai tujuan utama pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera yang
ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) serta kedekatan
dengan wilayah pemasaran utama, yaitu diantaranya Malaysia dan Singapura.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Internasional.
• Membangun pelabuhan perikanan.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Medan dsk. menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau
Sumatera (Lhokseumawe, Pekanbaru, Batam, Padang) dan wilayah nasional lainnya
(Jakarta), melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan udara.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 5


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
lainnya
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Medan dsk.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Medan dsk.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.2 Tebingtinggi PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Perdagangan mendorong potensi produksi pertanian.
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian dan perdagangan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Tebingtinggi menuju Kota Medan selaku kota berfungsi
PKN di Provinsi Sumatera Utara dan kota-kota PKW lain seperti Pematang Siantar – Balige
melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tebingtinggi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Medan dsk .
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.3 Sidikalang PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Pertanian dan Peternakan mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan, sekaligus sebagai
kota transit ke Propinsi Nanggroe Aceh Darusssalam

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 6


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
kota transit ke Propinsi Nanggroe Aceh Darusssalam
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, dan
peternakan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Sidikalang menuju Kota Kabanjahe – Binjai – Medan serta
menuju Kota Singkil dan Kutacane melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi
darat.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Sidikalang.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Medan dsk.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kopi
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.4 Pematang Siantar PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Pertanian, Industri, Perdagangan, mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, industri, perdagangan, dan pariwisata.
dan Pariwisata
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, industri
dan perdagangan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 7


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Pematang Siantar ke Tebingtinggi dan Medan serta ke
Danau Toba dan Balige melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut
dan udara.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Pematang Siantar.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pematang Siantar dsk
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.5 Balige PKW Jasa Perkebunan, Pertanian, Industri • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
dan Pariwisata mendorong potensi produksi pertanian, industri dan pariwisata.
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan, industri
dan jasa.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Balige menuju Kota Medan melalui Kabanjahe dan
Pematang Siantar, serta menuju Kota Sibolga dan Padang Sidempuan melalui peningkatan
kualitas sistem jaringan transportasi darat.
• Mempertahankan kondisi Danau Toba dan Kota Balige dari ancaman degradasi kualitas
lingkungan
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala internasional dengan
memanfaatkan keindahan panorama Danau Toba
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 8


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pematang Siantar dsk .
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.6 Rantau Prapat PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Kehutanan, Pertanian, dan Industri mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, kehutanan dan industri.
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan
dan industri
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Rantau Prapat ke Kisaran – Tebingtinggi – Medan serta ke
Dumai dan Pekanbaru melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat..
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Rantau Prapat.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rantau Prapat – Kisaran..
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk kelapa sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
2.7 Kisaran PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, pertambangan.
Industri
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan,
perkebunan, industri dan perikanan.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 9


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Kisaran ke Tanjung Balai, ke Medan melalui Tebingtinggi,
serta ke Rantau Prapat melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Kisaran.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rantau Prapat – Kisaran.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk kelapa sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.8 Sibolga PKW Jasa Pemerintahan, Perikanan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Pertambangan, Pariwisata, dan mendorong potensi produksi perikanan, industri dan pertambangan.
Industri
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Sibolga menuju Padang Sidempuan – Lubuk Sikaping –
Payakumbuh – Padang serta menuju Kota Balige melalui peningkatan kualitas sistem
jaringan transportasi darat.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Sibolga.
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 10


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Tapanuli dsk.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.9 Padang Sidempuan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Pertambangan, Pertanian dan mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, pertambangan.
Industri
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan, industri
dan jasa.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Padang Sidempuan menuju Kota Tarutung - Balige dan
menuju Kota Padang sebagai Kota PKN di Sumatera melalui peningkatan kualitas sistem
jaringan transportasi darat.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Padang Sidempuan.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Tapanuli dsk.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
2.10 Gunung Sitoli PKW Jasa Pemerintahan, Pariwisata, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang
Perikanan, dan Pertambangan mendorong potensi produksi perikanan, pariwisata, dan pertambangan, serta sebagai
pusat koleksi dan distribusi skala regional
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perikanan, pariwisata dan
pertambangan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 11


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Gunung Sitoli ke mainland Pulau Sumatera, khususnya ke Kota
Sibolga melalui jalur pelabuhan laut maupun langsung ke Medan melalui Bandara Binaka
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan
memanfaatkan potensi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang
komplementer dengan Kep. Banyak (Simeueleu – NAD)
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Gunung Sitoli.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.11 Tanjung Balai PKSN Pelayanan admininstrasi pelintas • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
batas negara, perdagangan-jasa, dan pemasaran untuk wilayah Sumatera Utara bagian timur.
transhipment point. • Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan utilitas perkotaan (jalan, persampahan, air
bersih, dst) dan fasilitas perdagangan serta fasilitas pendukung sebagai pintu gerbang
lintas Negara.
• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Perkotaan Mebidang dengan
kawasan perbatasan di wilayah Johor.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kawasn dengan Negara
tetangga.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas
masyarakat Kota Tanjung Balai.

III Provinsi Sumatera Barat


3.1 Padang PKN Jasa Pemerintahan, Perdagangan, • Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang
Industri, Perikanan, Pertanian dan mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh
Pariwisata
Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 12
No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
Pariwisata wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat
pertumbuhan wilayah internasional.
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi sektor industri, perikanan laut, pertanian,
pariwisata dan perdagangan dan jasa.
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena memiliki
tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi serta mengupayakan pengendalian
banjir melalui pengembangan sistem drainase regional.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Internasional.
• Membangun pusat industri perikanan dan penelitian perikanan untuk wilayah pesisir barat
Sumatera.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Padang menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau Sumatera
(Medan dan Pekanbaru) serta wilayah nasional lainnya (Jakarta dan Denpasar), melalui
peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan udara.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia – Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Padang.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan
memanfaatkan potensi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Kawasan
Andalan Kepulauan Siberut dsk, serta komplementer dengan Kawasan Andalan Agam-
Bukittinggi yang juga memiliki sektor andalan pariwisata.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Padang Pariaman dsk.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 13


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.2 Pariaman PKW Jasa Pemerintahan, Perikanan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian, Pariwisata, dan Pariwisata produksi, koleksi dan distribusi skala regional untuk mendukung sektor produksi wilayah
sekitarnya seperti kegiatan perikanan, pertanian, pariwisata, dan perdagangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, pariwista, dan perdagangan
• Meningkatkan aksesibilitas kota Pariaman menuju Kota Padang dan Kota Bukittinggi
melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut, khususnya menuju
Pelabuhan Laut Internasional Teluk Bayur.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan
memanfaatkan potensi kawasan Kawasan. Andalan Laut Kepulauan Siberut dsk dan
wisata alam dengan memanfaatkan keindahan panorama Danau Maninjau.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Pariaman.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.3 Bukittingi PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang
Pariwisata dan Pertanian mendorong pertumbuhan potensi perkebunan, pariwisata, dan pertanian.
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pariwisata dan pertanian.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Nasional.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 14


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Bukittinggi menuju Kota Padang selaku kota berfungsi
PKN di Provinsi Sumatera Barat, menuju kota-kota PKW di sekitarnya (Pariaman,
Payakumbuh dan Padang Sidempuan) serta menuju Kota Pekanbaru sebagai Kota PKN di
Sumatera melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala internasional dengan
memanfaatkan potensi keindahan alam pada kawasan andalan Agam – Bukittingi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Bukittinggi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di kaw. Agam-Bukittinggi dsk.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.4 Muarasiberut PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pariwisata, Perdagangan, dan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Perikanan. kegiatan perikanan, pertanian, dan perdagangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota perikanan, pertanian, pariwisata dan perdagangan.
• Meningkatkan aksesibilitas kota Muarasiberut ke daerah-daerah belakangnya di Kawasan
Andalan Mentawai dsk, serta ke Kota Padang dan Pariaman melalui peningkatan kualitas
prasarana transportasi yang terpadu antara moda jalan raya dan laut
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan
memanfaatkan potensi pada Kawasan Andalan Laut Kepulauan Siberut dsk.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 15


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muarasiberut.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.5 Sawahlunto PKW Jasa Pemerintahan, Pertambangan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi dengan spesialisasi kegiatan
Pertanian, Perkebunan, dan pertanian, perkebunan pariwisata, dan pertambangan.
Pariwisata,
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pariwisata, pertanian tanaman pangan dan perkebunan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Sawahlunto ke Kota Padang melalui Solok, serta ke Muara
Bungo sebagai Kota PKW di Provinsi Jambi melalui peningkatan kualitas prasarana
transportasi darat
• Meningkatkan aksesibilitas menuju tujuan/pusat koleksi distribusi di Kota Padang
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala nasional dengan memanfaatkan
potensi keindahan panorama alam pada Kawasan Andalan Solok dsk, seperti Danau
Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagainya.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Sawahlunto.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di kaw. Solok dsk
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 16


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

IV Provinsi Riau
4.1 Pekanbaru PKN Jasa Pemerintahan, Jasa dan • Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada
Perdagangan, Industri, Perkebunan, upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti perkebunan, industri,
dan Pertambangan perdagangan, dan pertambangan
• Memantapkan peran Kota Pekanbaru sebagai pusat koleksi dan distribusi skala nasional,
terutama pada wilayah Sumatera bagian Tengah
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas
perdagangan untuk mendukung peran Pekanbaru sebagai pusat pelayanan regional dan
nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Pekanbaru ke Kota-Kota PKN di Sumatera (Batam –
Medan – Padang) dan kota-kota PKW di Provinsi Riau, seperti Rengat, Bengkalis, dan
Dumai melalui sistem transportasi terpadu antar-moda darat dan udara.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan bertaraf internasional meliputi perdagangan,
pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya
• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung
kegiatan eksport-import
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan produk-produk unggulan wilayah untuk
meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya, khususnya untuk industri migas.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.2 Dumai PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Riau bagian timur.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 17


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Riau bagian timur.
transhipment point, Industri, • Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada
Pertambangan, Perkebunan, upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti perkebunan, industri,
Perdagangan, dan Perikanan perdagangan, pertambangan dan perikanan
• Memantapkan peran Dumai sebagai pusat koleksi dan distribusi skala nasional, terutama
bagian Timur Sumatera dengan memperhatikan lokasi strategis pada jalur Selat Malaka
melalui peningkatan tujuan pelabuhan Dumai yang komplementer dengan Pelabuhan
Belawan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Dumai ke sentra-sentra produksi pada Kawasan Andalan
Duri – Dumai dan menuju pusat-pusat pemasaran lainnya, baik di dalam negeri (Pekanbaru
dan Medan) maupun di luar negeri (Singapura).
• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Pekanbaru dsk dengan kawasan
perbatasan di wilayah Singapura.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas
perdagangan untuk mendukung peran Dumai sebagai pusat pelayanan nasional melalui
kerjasama dengan pihak swasta secara selektif
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan bertaraf internasional meliputi perdagangan,
pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya
• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung
kegiatan eksport-import
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit dan hortikultura,
pertambangan dan perikanan tangkap) yang komplementer dengan keberadaan kandidat
pelabuhan internasional Dumai.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Duri – Dumai dsk

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 18


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.3 Bangkinang PKW Jasa Industri, Perkebunan, Pertanian • Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang
dan Pertambangan berorientasi pada kegiatan industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bangkinang ke sentra-sentra produksi pada daerah
belakangnya pada Kawasan Andalan Pekanbaru dsk melalui peningkatan kualitas
prasarana transportasi darat yang terpadu
• Meningkatkan aksesibilitas menuju pusat koleksi dan distribusi hasil-hasil produksi di
Pekanbaru dan Padang.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota ((jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Bangkinang.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit dan
pertambangan)
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.4 Siak Sri Indrapura PKW Jasa Pemerintahan, Industri, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan provinsi yang berfungsi sebagai pusat produksi
Perkebunan, Pertanian dan dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti kegiatan
Pertambangan industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 19


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Siak Sri Indrapura ke Kota Pekanbaru dan ke Bengkalis
melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut yang terpadu
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Siak Sri Indrapura.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk

4.5 Bengkalis PKW Jasa Pemerintahan, Industri, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah pulau yang berfungsi sebagai pusat
Pertambangan, Perkebunan dan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Perikanan kegiatan industri, pertambangan, perkebunan dan perikanan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, industri, pertambangan, perkebunan dan perikanan
• Meningkatkan aksesibilitas kota Bengkalis ke Kota Dumai dan Pekanbaru melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi laut dan darat secara terpadu
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 20


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
masyarakat Kota Bengkalis.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit, perikanan, dan
pertambangan)
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.6 Bagan Siapi-api PKW Jasa Pemerintahan, Industri, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah pulau yang berfungsi sebagai pusat
Perdagangan, Perikanan, dan kegiatan wilayah pesisir untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Budidaya Kelautan kegiatan industri, perdagangan, perikanan, dan budidaya kelautan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perdagangan, dan perikanan serta budidaya kelautan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bagan Siapi-api menuju Kota Dumai, serta menuju
Malaysia dan Singapura melalui Kota Batam dan Medan dengan cara meningkatkan
kualitas prasarana transportasi darat dan laut
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Bagan Siapi-api.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Duri – Dumai dsk
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.7 Tembilahan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian, Industri, Perikanan, dan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Kehutanan kegiatan pertanian, industri, perikanan dan kehutanan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 21


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
fungsi kota pemerintahan, pertanian, industri, perikanan dan kehutanan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tembilahan ke Rengat dan Pekanbaru serta ke Kota Kuala
Tungkal melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut yang terpadu
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tembilahan.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Kuala Enok – Rengat dsk
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.8 Rengat PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian, Industri, dan Perikanan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perkebunan, pertanian, industri dan perikanan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pertanian, industri dan perikanan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Rengat menuju Kota Pekanbaru, menuju Kota Tembilahan
dan ke Muara Bungo melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 22


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Rengat.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rengat – Kuala Enok dsk
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
4.9 Pasir Pangarayan PKW Jasa Pemerintahan, Industri Migas • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi provinsi yang berfungsi sebagai pusat
dan Perkebunan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan industri migas dan perkebunan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, industri migas dan perkebunan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Pasir Pangarayan ke Kota Pekanbaru dan Kota Rantau
Prapat melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Pasir Pangarayan.
4.10 Taluk Kuantan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perkebunan beserta industri pengolahannya
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan beserta industri pengolahannya
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Taluk Kuantan ke Kota Pekanbaru dan kota-kota di
Sumatera Barat melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat , khususrnya
jalur jalan lintas tengah Sumatera dan transportasi sungai
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 23


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Taluk Kuantan.

V Provinsi Kepulauan Riau


5.1 Batam PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Kepulauan Riau bagian timur.
transhipment point, Industri, • Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada
Perdagangan dan Jasa, Perikanan upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti industri, perdagangan
dan Pariwisata dan jasa, perikanan laut dan pariwisata.
• Diarahkan sebagai tujuan utama pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera yang
ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) bertaraf
internasional
• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Zona Batam-Tanjung Pinang dsk
dengan kawasan perbatasan di wilayah Singapura.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pariwisata, pertanian tanaman pangan dan perkebunan
• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Dumai ke sentra-sentra produksi pada Kawasan Andalan
Batam – Tanjung Pinang dan menuju pusat-pusat pemasaran lainnya, baik di dalam negeri
(Pekanbaru dan Medan) maupun di luar negeri (Singapura) melalui keterpaduan sistem
jaringan transportasi laut dan udara.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 24


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas
perdagangan untuk mendukung peran Batam sebagai pusat pelayanan regional dan
nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif
• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan berskala internasional meliputi perdagangan,
pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata perkotaan (urban tourism)
berskala internasional
• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung
kegiatan eksport-import
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan produk-produk unggulan kawasan yang
komplementer dengan keberadaan kandidat pelabuhan hub Internasional Batu Ampar
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.2 Ranai PKSN Pelayanan Administrasi Pelintas • Diarahkan sebagai pusat pelayanan administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai
Batas Negara, Perdagangan-Jasa tujuan pemasaran untuk wilayah Kepulauan Natuna.
dan Transhipment Point
• Meningkatkan aksesibilitas menuju Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan wilayah
nasional.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas
perdagangan serta fasilitas pendukung sebagai pintu gerbang lintas negara.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kawasan dengan wilayah
negara tetangga, misal dalam hal penyelundupan hasil-hasil produksi.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat kota Ranai.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 25


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
5.3 Tanjung Pinang PKW / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan • Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet
administrasi pelintas batas negara, pemasaran untuk wilayah Kepulauan Riau bagian timur.
transhipment point, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai
Kelautan, Pariwisata dan Industri pendukung pengembangan kawasan Batam, khususnya bagi pengembangan perikanan,
pertanian, pariwisata dan industri
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian tanaman pangan dan perdagangan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Pinang ke Kota Batam dan Pekanbaru melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut dan udara yang terpadu.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional IMS-GT, Asia Pasifik, dan kawasan lainnya.
• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Zona Batam-Tanjung Pinang dsk
dengan kawasan perbatasan di wilayah Singapura.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Pinang.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.4 Tanjung Balai Karimun PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Kelautan, Pariwisata dan Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 26


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan
Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan
prasarana transportasi laut dan udara.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.5 Tarempa (kawasan PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Natuna) Kelautan, Pariwisata dan Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan
Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan
prasarana transportasi laut dan udara.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 27


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.6 Daik LIngga (kawasan PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Natuna) Kelautan, Pariwisata dan Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan
Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan
prasarana transportasi laut dan udara.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.7 Dabo/Singkep PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Kelautan, Pariwisata dan Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 28


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan
Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan
prasarana transportasi laut dan udara.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

VI Provinsi Jambi
6.1 Jambi PKN Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Pulau yang
Pertanian Tanaman Pangan, berorientasi mendorong pertumbuhan produksi wilayah propinsi
Pertambangan, Industri,
• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perdagangan dan jasa,
Perdagangan dan Pariwisata
perkebunan, industri dan pariwisata.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, dst) yang memenuhi standar Nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Jambi menuju Kota Rengat di Riau, Muara Bulian, dan
Kota Palembang selaku kota berfungsi PKN di Provinsi Sumsel melalui peningkatan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 29


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
kualitas sistem jaringan transportasi darat.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia – Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) bertaraf nasional dengan
memanfaatkan potensi taman-taman nasional Berbak dan Bukit Tiga Puluh.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Jambi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Muara Bulian dsk.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas dan kelapa
sawit
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

6.2 Muara Bulian PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian Tanaman Pangan, produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Pertambangan, dan Industri. kegiatan perkebunan, pertanian tanaman pangan, pertambangan, dan industri.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkebunan, pertanian
tanaman pangan, pertambangan, dan industri tanaman pangan dan perdagangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muara Bulian ke Kota Jambi, serta ke Kota Muara Bungo
dan Kota Palembang kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu antara moda jalan
raya dan sungai
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 30


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muara Bulian.
• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas dan kelapa
sawit
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Muara Bulian dsk

6.3 Muara Bungo PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian Tanaman Pangan, produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Pariwisata, dan Kehutanan kegiatan perkebunan, pertanian tanaman pangan, dan kehutanan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pertanian tanaman pangan, dan kehutanan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muara Bungo menuju Solok – Sawahlunto, menuju Bangko
– Lubuk Linggau serta menuju ke Muara Bulian – Jambi melalui peningkatan kualitas
prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) bertaraf nasional dengan
memanfaatkan potensi taman-taman nasional Kerinci Seblat.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muara bungo.

6.4 Sarolangun PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Industri Pengolahan, Pertambangan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perkebunan, industri pengolahan, dan pertambangan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 31


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, industri, dan pertambangan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Sarolangun menuju Muara Tembesi dan kota-kota tujuan
pemasaran lainnya melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, khususnya
dengan memanfaatkan jaringan jalan lintas tengah Sumatera dan jaringan jalan
pengumpan Sungai Penuh – Sarolangun – Tembesi – Jambi
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Sarolangun.

6.5 Kuala Tungkal PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Industri Pengolahan, dan Perikanan kegiatan perdagangan, pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, industri
pengolahan, dan perikanan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perdagangan, pertanian tanaman pangan, perkebunan,
kehutanan, industri pengolahan, dan perikanan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Kuala Tungkal menuju Tanjung Pinang, Jambi, Batam
melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, khususnya jaringan jalan
pengumpan, serta prasarana transportasi laut dan udara
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 32


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Kuala Tungkal.

VII Provinsi Sumatera Selatan


7.1 Palembang PKN Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang
Industri, Pertambangan, Perikanan mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh
dan Perdagangan. wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat
pertumbuhan wilayah internasional.
• Memantapkan fungsi Kota Palembang dengan spesialisasi pada sektor pertambangan
migas dan sektor industri.
• Mengupayakan mengupayakan pengendalian banjir melalui pengembangan sistem
drainase regional.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
Internasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Palembang menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau
Sumatera (Bandar Lampung, Pangkal PInang, Batam dan Medan) dan wilayah nasional
lainnya (Jakarta), melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan
udara secara terpadu.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Palembang.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 33


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Palembang dsk.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.2 Muara Enim PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pertambangan dan agropolitan yang berfungsi sebagai pusat
Pertambangan dan Perkebunan pertumbuhan wilayah provinsi yang mendukung perkembangan sektor produksi wilayah
seperti perkebunan, pertanian dan pertambangan
• Pemantapan aksesibilitas menuju Kota Muara Enim ke Kota Palembang, Lahat dan Lubuk
Linggau serta menuju ke Kota Baturaja – Menggala – Bandar Lampung melalui transportasi
darat.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muara Enim
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.3 Lahat PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong
Pertambangan dan Perkebunan pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, dan pertambangan
• Pemantapan aksesibilitas Kota Lahat menuju sentra-sentra produksi perkebunan pada
Kawasan Andalan Muara Enim dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi, yakni
ke Kota Muara Enim - Palembang, serta ke Kota Lubuk Linggau dan Bengkulu.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan
• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi
perkebunan dan pertanian.
• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran
proses produksi kegiatan perkebunan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 34


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
7.4 Lubuk Linggau PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan • Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong
dan Jasa, Pertanian, Perkebunan, pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
dan Industri.
• Pemantapan aksesibilitas Kota Lubuk Linggau menuju sentra-sentra produksi agropolitan
pada Kawasan Andalan Lubuk Linggau, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,
terutama Bengkulu, Bangko, Muara Enim dan Palembang.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota agropolitan
• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi
perkebunan
• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran
proses produksi kegiatan perkebunan pada Kawasan Andalan Lubuk Linggau
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Lubuk Linggau

7.5 Sekayu PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong
Pertambangan dan Kehutanan pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, pertambangan dan kehutanan
• Pemantapan aksesibilitas Kota Sekayu menuju sentra-sentra produksi perkebunan pada
Kawasan Andalan Palembang dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,
terutama Palembang dan Lubuk Linggau.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan
• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran
proses produksi kegiatan perkebunan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 35


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
masyarakat Kota Sekayu
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.6 Kayu Agung PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan • Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong
Perkebunan pertumbuhan produksi perkebunan dan perikanan.
• Pemantapan aksesibilitas Kota Kayu Agung menuju sentra-sentra produksi perkebunan
pada Kawasan Andalan Palembang dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,
terutama Kota Palembang
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan
• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi
perkebunan dan pertanian
• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran
proses produksi kegiatan perkebunan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Kayu Agung

7.7 Baturaja PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong pertumbuhan
Industri Pengolahan, dan Pariwisata kegiatan pertanian, industri pengolahan, dan pariwisata.
• Memantapkan aksesibilitas Kota Baturaja menuju sentra-sentra produksi serta menuju
pusat-pusat koleksi dan distribusi melalui peningkatan kualiatas jaringan transportasi darat,
terutama jaringan jalan lintas tengah Sumatera dan jaringan jalan pengumpan serta
jaringan jalur kereta api lintas utama
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional
• Meningkatkan kapasitas prasarana pendukung kegiatan pariwisata alam yang bertaraf

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 36


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
internasional
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Baturaja
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
Baturaja

7.8 Prabumulih PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong pertumbuhan
Pertambangan produksi perkebunan dan pertambangan.
• Pemantapan aksesibilitas Kota Kayu Agung menuju sentra-sentra produksi perkebunan
pada Kawasan Andalan Muara Enim dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,
terutama Kota Palembang
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional
• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi
perkebunan dan pertambangan
• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran
proses produksi kegiatan perkebunan dan pertambangan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Prabumulih
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota
Prabumulih

VIII Provinsi Bengkulu


8.1 Bengkulu PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang
Industri, Perkebunan, Pariwisata, dan berorientasi pada aktivitas pertanian, perikanan laut, pariwisata, dan perkebunan, serta
Perikanan.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 37


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
Perikanan. sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, perikanan, pariwisata, dan perkebunan
• Mengembangkan prasarana pelabuhan perikanan dan pusat penelitian.
• Meningkatkan aksesibilitas kota Kota Bengkulu dengan kota-kota PKN lain seperti
Palembang dan Jakarta, serta ke Kota Manna, Curup, dan Lubuk Linggau melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan udara yang terpadu
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) dan bahari bertaraf nasional
dengan memanfaatkan potensi Taman Nasional Kerinci Seblat dan potensi Kawasan
Andalan Laut Bengkulu dsk
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Bengkulu, termasuk meningkatkan upaya mitigasi bencana gerakan tanah
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

8.2 Manna PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Perkebunan, Perikanan, dan Industri produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perikanan, perkebunan, pertanian, dan industri
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian tanaman pangan dan perdagangan

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 38


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Manna menuju Kota Bengkulu dan Kota Liwa melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan industri pengolahan pertanian, perkebunan dan perikanan untuk
meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil-hasil produksi.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Manna.
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

8.3 Muko Muko PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Perikanan, Pariwisata, Pertambangan kegiatan perkebunan kelapa sawit, perikanan laut, pariwisata, pertambangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, perikanan, pariwisata, pertambangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muko Muko menuju Kota Bengkulu dan Kota Padang
melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut, dan udara
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muko Muko.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 39


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

IX Provinsi Kepulauan Bangka Belitung


9.1 Pangkal Pinang PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan, • Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang
Perkebunan, Perikanan, Industri dan berorientasi pada aktivitas perdagangan, perkebunan, industri dan pariwisata, serta untuk
Pariwisata mendukung pengembangan sumberdaya kelautan di wilayah Bangka Belitung
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, aktivitas perdagangan, perkebunan, industri dan pariwisata
• Mengembangkan prasarana pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan
• Meningkatkan aksesibilitas kota Pangkal Pinang ke kota-kota PKN lain di Sumatera
(Palembang, Medan, Batam), ke Kota PKN Jakarta serta ke kota-kota PKW seperti Sungai
Liat dan Tanjung Pandan melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut
dan udara secara terpadu.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari bertaraf nasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Bangka dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bangka dsk
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Pangkal Pinang.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

9.2 Tanjung Pandan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Industri, Perikanan, dan Pariwisata produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 40


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
kegiatan perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan kota yang
mendukung fungsi kota pemerintahan, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri
• Meningkatkan aksesibilitas Tanjung Pandan ke sentra-sentra produksi pada Kawasan
Andalan Belitung dsk serta menuju tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke Pangkal
Pinang dan Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut dan
udara secara terpadu
• Membangun pusat penelitian perikanan.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Belitung dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam dan bahari bertaraf nasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Bangka dsk
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Tanjung Pandan.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

9.3 Muntok PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Perikanan, Perkebunan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perdagangan, perikanan dan perkebunan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perdagangan, perikanan dan perkebunan
• Meningkatkan aksesibilitas Muntok ke tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke Pangkal
Pinang dan Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 41


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Muntok.

9.4 Manggar PKW Jasa Pemerintahan, Pariwisata, dan • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertambangan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan pariwisata dan pertambangan
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pariwisata, dan pertambangan
• Meningkatkan aksesibilitas Sungai Liat menuju tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke
Tanjung Pandan dan Ketapang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
dan laut
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bangka dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi pasar modal.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Manggar.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 42


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
X Provinsi Lampung
10.1 Bandar Lampung PKN Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang
Pariwisata, Industri, Perdagangan, berorientasi pada aktivitas Perkebunan, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Perikanan.
dan Perikanan.
• Diarahkan tujuan pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera bagian Selatan yang
ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) serta kedekatan
dengan wilayah pemasaran utama, yaitu ke wilayah Pulau Jawa
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, Perkebunan, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Perikanan
• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bandar Lampung ke kota-kota PKN lain di Sumatera
(Palembang, Medan, Batam), ke Kota PKN Jakarta serta ke kota-kota PKW seperti
Menggala, Kotabumi, Kalianda, Kota Agung melalui peningkatan kualitas prasarana
transportasi darat, laut dan udara secara terpadu.
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
internasional
• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan
export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-
Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan
lainnya
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari bertaraf internasional dengan
memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian
pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bandar Lampung Metro dsk
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Bandar Lampung.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 43


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

10.2 Metro PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Industri, dan Pertanian Tanaman produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Pangan. kegiatan perkebunan, industri, dan pertanian tanaman pangan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, industri, dan pertanian tanaman pangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Metro menuju Kota Bandar Lampung dan Kota Menggala
dan Kotabumi melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Metro.
• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

10.3 Kalianda PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pariwisata, Perikanan dan Pertanian produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Tanaman Pangan kegiatan perkebunan, pariwisata, perikanan dan pertanian tanaman pangan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pariwisata, perikanan dan pertanian tanaman
pangan
• membangun prasarana pelabuhan perikanan.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 44


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Kalianda menuju Kota Bandar Lampung melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata alam bertaraf nasional
dengan memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk dan Gunung
Rajabasa
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Kalianda.

10.4 Kota Agung PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian Tanaman Pangan dan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Pariwisata kegiatan perkebunan, pariwisata, perikanan laut dan pertanian tanaman pangan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pariwisata, perikanan laut dan pertanian tanaman
pangan
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Agung menuju Kota Bandar Lampung dan Liwa melalui
peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata alam bertaraf nasional
dengan memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 45


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Agung.

10.5 Menggala PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Perkebunan, Agro Industri, dan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Peternakan. Pertanian, Perkebunan, Agro Industri, dan Peternakan..
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, Pertanian, Perkebunan, Agro Industri, dan Peternakan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Menggala menuju Kota Bandar Lampung dan Kota
Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan peternakan
untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Menggala.

10.6 Kotabumi PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan, • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Pertanian, Industri, dan Perkebunan produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
Pertanian, Perkebunan, Industri, dan Perdagangan.
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, pertanian, perkebunan, industri, dan perdagangan.
• Meningkatkan aksesibilitas Kotabumi menuju Kota Bandar Lampung, Liwa dan Baturaja -
Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 46


No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian dan perkebunan untuk
meningkatkan nilai tambah dan daya saing.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kotabumi.

10.7 Liwa PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan • Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat
Perkebunan. produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti
kegiatan perkebunan dan pertanian
• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung
fungsi kota pemerintahan, perkebunan dan pertanian
• Meningkatkan aksesibilitas Kota Liwa menuju Kota Manna, Bengkulu, Kotabumi dan Kota
Agung melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat
• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,
persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar
nasional.
• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat
investasi.
• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas
masyarakat Kota Liwa.
• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena
memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera 47