Anda di halaman 1dari 15

c    merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang radioaktivitas,

reaksi nuklir, dan sifat-sifat nuklir.



     

Pada tahun 1895 



   melakukan percobaan dengan sinar katode. Ia
menemukan bahwa tabung sinar katode menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus
besar yang dapat menghitamkan film foto. Selanjutnya sinar itu diberi nama sinar X.
Sinar X tidak mengandung elektron, tetapi merupakan gelombang elektromagnetik.
Sinar X tidak dibelokkan oleh bidang magnet, serta memiliki panjang gelombang yang
lebih pendek daripada panjang gelombang cahaya.

Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut, maka       pada
tahun 1896 bermaksud menyelidiki sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan
gejala keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa garam-garam uranium
dapat merusak film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam. Menurut
Becquerel, hal ini karena garam-garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu
sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan V    



4    merasa tertarik dengan temuan Becquerel, selanjutnya dengan


bantuan suaminya      berhasil memisahkan sejumlah kecil unsur baru dari
beberapa ton bijih uranium. Unsur tersebut diberi nama V  . Pasangan Currie
melanjutkan penelitiannya dan menemukan bahwa unsur baru yang ditemukannya
tersebut telah terurai menjadi unsur-unsur lain dengan melepaskan energi yang kuat
yang disebut V  .

Ilmuwan Inggris, G  menjelaskan bahwa inti atom yang tidak stabil
(V 
 u mengalami peluruhan radioaktif. Partikel-partikel kecil dengan kecepatan
tinggi dan sinar-sinar menyebar dari inti atom ke segala arah. Para ahli kimia
memisahkan sinar-sinar tersebut ke dalam aliran yang berbeda dengan menggunakan
medan magnet. Dan ternyata ditemukan tiga tipe radiasi nuklir yang berbeda yaitu sinar
alfa, beta, dan gamma. Semua radionuklida secara alami memancarkan salah satu atau
lebih dari ketiga jenis radiasi tersebut.


    c    
Suatu atom memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai nomor atom, berlambang Z dan nomor
massa, berlambang A. Nomor atom dituliskan dengan angka diposisi bawah kiri dari
symbol unsur, yang menyatakan nomor atau jumlah proton dalam inti. Nomor massa
dituliskan dibagian atas sebelah kiri symbol unsur yang menyatakan nucleon, yaitu
jumlah dari proton dan netron.

Atom dengan nomor atom yang sama namun memiliki nomor massa yang berbeda
disebut  . Isotop-isotop di bumi ini ada yang bersifat stabil namun adapula yang
tidak besifat stabil atau cenderung bersifat radioaktif. Isotop ini disebut isotop radioaktif
atau unsur radioaktif. Unsur-Unsur radioaktif tersebut memiliki sifat-sifat fisika dan kimia
sebagai berikut ;

ë   
 VV  

Inti atom terdiri atas neutron. Massa suatu inti selalu lebih kecil dari jumlah
massa proton dan neutron. Selisih antara massa inti yang sebenarnya dan jumlah
massa proton dan neutron penyusunnya disebut   


Massa sebuah atom 42 He yang ditentukan dengan spektrograf massa adalah
4,002603 sma. Massa proton 1,007277 sma, massa elektron 0,0005486 sma, dan
massa netron 1,008665 sma.
Massa atom 42 He terhitung adalah :
= (2 × 0,0005486 smau + (2 × 1,007277 smau + (2 × 1,008665 smau
= 4,032981 sma
Defek massa = 4,032981 sma ± 4,002603 sma
= 0,030378 sma

Massa ini merupakan ukuran energi pengikat neutron dan proton. Energi
pengikat inti merupakan energi yang diperlukan untuk menguraikan inti (energi yang
dilepaskan jika inti terbentuku. Energi pengikat inti dapat dihitung dengan mengalikan
defek massa dalam satuan massa atom per nukleon dengan faktor konversi massa
energi yang besarnya 932 MeV/sma.

     
 VV  

 Mengalami peluruhan radioaktif


 Pembelahan spontan
 Mengalami transmutasi inti



 c ! "  

Suatu unsur menjadi tidak stabil atau bersifat radioaktif tidak terjadi begitu
saja, ada faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan suatu unsure menjadi
radioaktif, untuk itu suatu unsur di alam perlu ditinjau kestabilan intinya.

Kestabilan inti tidak dapat diramalkan dengan suatu aturan. Namun, ada
beberapa petunjuk empiris yang dapat digunakan untuk mengenal inti yang stabil dan
yang bersifat radioaktif/tidak stabil, yaitu:

1. Semua inti yang mempunyai proton 84 atau lebih tidak stabil


2. Aturan ganjil genap, yaitu inti yang mempunyai jumlah proton genap dan jumlah
neutron genap lebih stabil daripada inti yang mempunyai jumlah proton dan
neutron ganjil
3. Bilangan sakti ( 
Vu
Nuklida yang memiliki neutron dan proton sebanyak bilangan sakti umumnya
lebih stabil terhadap reaksi inti dan peluruhan radioaktif.

Bilangan tersebut adalah:

Untuk neutron : 2, 8, 20, 28, 50, 82 dan 126

Untuk proton : 2, 8, 20, 28, 50 dan 82.

Pengaruh bilangan ini untuk stabilitas inti sama dengan banyaknya elektron
untuk gas mulia yang sangat
stabil.

4. Kestabilan inti dapat


dikaitkan dengan perbandingan
neutron-proton.


# c ! 

Grafik antara banyaknya


neutron versus banyaknya
proton dalam berbagai isotop
yang disebut pita kestabilan
menunjukkan inti-inti yang stabil.
Inti-inti yang tidak stabil
cenderung untuk menyesuaikan
perbandingan neutron terhadap
proton, agar sama dengan
perbandingan pada pita
kestabilan. Kebanyakan unsur
radioaktif terletak di luar pita ini.

1. Di atas pita kestabilan, Z


<>
Untuk mencapai kestabilan :
inti memancarkan (emisiu
neutron atau memancarkan
partikel beta

2. Di atas pita kestabilan


dengan Z > 83, terjadi kelebihan
neutron dan proton
Untuk mencapai kestabilan :
Inti memancarkan partikel alfa
3. Di bawah pita kestabilan, Z <>
Untuk mencapai kestabilan :
Inti memancarkan positron atau menangkap electron


$G    " 

Satu ukuran kuantitatif dari stabilitas inti adalah energi ikatan inti (
 V


 
V, yaitu energi yang diperlukan untuk memecah inti menjadi komponen-
komponennya, proton dan neutron. Kuantitas ini menyatakan konversi massa menjadi
energi yang terjadi selama berlangsungnya reaksi inti eksotermik yang menghasilkan
pembentukan inti .

Konsep energi ikatan berkembang dari kajian sifat-sifat inti yang menunjukkan
bahwa massa inti selalu lebih rendah dibandingkan jumlah massa nukleon.

Contoh : isotop fluorine (Fu, intinya memiliki 9 proton, 9 elektron dan 10 neutron dengan
massa atom yang terukur sebesar 18, 9984 sma.

Analisis perhitungan teoritis massa atom F:

Massa atom = (9 x massa protonu +(9 x massa elektronu + (10 x massa neutronu

= (9 x 1,00728 smau + ( 9 x 0,000549 smau + (10 x 1,00867u

= #%&#'()*

Harga massa atom F berdasarkan perhitungan ternyata lebih besar


dibandingkan dengan massa atom terukur, dengan kelebihan massa sebesar 0,1578
sma.

Selisih antara massa atom dan jumlah massa dari proton, elektron dan neutron disebut
 (mass defectu.

Menurut teori relativitas, kehilangan massa muncul sebagai energi (kaloru yang dilepas
ke lingkungan. Banyaknya energi yang dilepas dapat ditentukan berdasarkan hubungan
kesetaraan massa-energi Einstein ( E = m c2u.

ǻE = ǻm c2

Dengan faktor konversi : 1 kg = 6,022 x 1026 sma

1 J = 1 kg m2/s2

Untuk atom F tersebut:


ǻE =( -0,1578 smau (3x 108 m/su2

= (-1,43 x 1016 sma m2/s2u x (1 kg/6,022 x 1026 smau x (1 J/1 kg m2s2u

= -2,37 x 10-11 J

Ini merupakan banyaknya energi yang dilepas bila satu inti fluorin-19 dibentuk dari 9
proton dan 10 neutron. Energi yang diperlukan untuk menguraikan inti menjadi proton
dan neutron yang terpisah adalah sebesar -2,37 x 10-11 J. Untuk pembentukan 1 mol inti
fluorin, energi yang dilepaskan adalah:

ǻE = (-2,37 x 10-11 Ju (6,022 x 1023/molu

= -1,43 x 1013 J/mol

Dengan demikian, energi ikatan inti adalah 1,43 x 1013 J/mol untuk 1 mol inti fluorin-19,
yang merupakan kuantitas yang sangat besar bila dibandingkan dengan entalpi reaksi
kimia biasa yang hanya sekitar 200 kJ.


+
    
Inti atom yang tidak stabil slalu mencari cara untuk menjadi stabil. Caranya
adalah dengan meluruh dan menjadi unsur lain dengan memancarkan sinar
alfa,beta,gamma,dll

O V 

V 
Rutherford menemukan bahwa radiasi sinar alfa terdiri dari gelombang
partikel yang ditolak oleh electrode bermuatan positif, namun dapat ditarik
oleh electrode bermuatan negative, dan mempunyai massa atau muatan
yang sama seperti helium. Partikel alfa terdiri dari 2 proton dan 2 netron.

Karena pemancaran dari sinar alfa, mengakibatkan inti kehilangan 2 proton


dan 2 netron, hal ini mengurangi nomor masa dari inti sebanyak 4 dan nomor
atom sebanyak 2.
Cotoh :
O V 

V 
Lebih lanjut Rutherford mengetahui bahwa radiasi sinar Beta merupakan
gelombang partikel yang ditarik oleh electrode positif, namun ditolak oleh
electrode bermuatan negative, dan mempunyai massa atau muatan yang
sama seperti electron. Pemancaran sinar Beta terjadi ketika netron yang
terdapat dalam inti tiba-tiba meluruh menjadi proton dan electron,yang
kemudian dikeluarkan.

Contoh :

O V 

V 
Radiasi sinar Gamma tidak terpengaruh oleh medan magnet, tidak
mempunyai massa, dan radiasi elektromagnetiknya memiliki energy yang
sangat tinggi dan memiliki panjang gelombang yang sangat pendek. Radiasi
sinar Gamma selalu mengikuti pemancaran sinar alfa dan sinar beta oleh
radionuklida, namun biasanya tidak dituliskan karena sinar gamma tidak
memiliki perubahan nomor massa ataupun nomor atom dalam inti produknya.

O
 V
OV

O


V

O
 V
OV
terjadi dengan cara perubahan proton dalam inti
menjadi netron dan positron, partikel ini dapat juga disebut dengan elektron
positif. Positron memiliki massa yang sama dengan electron namun dengan
muatan yang berbeda. Hasil dari pemancaran positron adalah mengurangi
nomor atom dari inti produk namun tidak ada perubahan dalam nomor
massanya.
Contoh :

O


V
adalah proses diman inti menangkap electron pada
orbital dalam, kemudian diubah protonnya ke neutron. Nomor massa dari inti
produk tidak berubah, tetapi nomor atom berkurang 1, seperti pada
pemancaran positron.
Contoh :

6       
ë  
V 
Sinar alfa merupakan partikel yang bermuatan positif dan bermassa empat kali
massa atom hidrogen. Partikel ini merupakan inti atom helium yang terdiri atas 2
proton dan 2 netron.
a. Mempunyai daya tembus kecil. Sinar Į hanya mempunyai daya jangkau 2,8
sd 8,5 cm dalam udara
b. Dapat membelok ke arah kutub negatif dalam medan listrik
c. Dapat mengionkan molekul yang melewatinya. Sinar alfa dapat
menyebabkan satuatau lebih elektron suatu molekul lepas sehingga molekul
menjadi ion.

  
V 
Sinar beta merupakan partikel yang identik dengan electron. Jadi, Sinar ȕ
bermuatan negative dan bermasa sangat kecil, yaitu 5,5 x 10 -4 satuan massa
atom atau amu, diberi simbol ȕ atau Õe. sifat-sifat sinar beta adalah :
a. Bermuatan listrik negatif, karena itu dalam medan listrik membelok ke kutub
yang positif.
b. Bergerak dengan kecepatan tinggi.
c. Mempunyai daya tembus yang jauh lebih besar dari sinar Į. Sinar ȕ dapat
menembus lempeng timbal atau lempeng aluminium yang cukup besar.

D  
V 
Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik, sejenis dengan sinar X,
yaitu berpanjang gelombang pendek. Sifat-sifat sinar adalah :
Ê Tidak bermuatan listrik karena itu, tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.
 Tidak mempunyai massa
 Mempunyai daya tembus yang sangat kuat.

G
 , - 

KV
  
  V
  
V adalah perubahan suatu unsur kimia
atau isotop menjadi unsur kimia atau isotop lain melalui reaksi nuklir. Di alam
berlangsung transmutasi nuklir natural yang terjadi pada unsur radioaktif yang secara
spontan meluruh selama kurun waktu bertahun-tahun dan akhirnya berubah menjadi
unsur yang lebih stabil. Transmutasi nuklir buatan dapat dilakukan dengan
menggunakan reaktor fisi, reaktor fusi atau alat pemercepat partikel (particle
acceleratoru. Transmutasi nuklir buatan dilakukan dengan tujuan mengubah unsur kimia
atau radioisotop dengan tujuan tertentu. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari reaktor
nuklir yang mempunyai umur sangat panjang dapat saja ditransmutasikan menjadi
radioisotop yang lebih stabil dan memancarkan radioaktivitas dengan umur yang lebih
pendek.

Reaksi fisi dan reaksi fusi sebenarnya juga dapat digolongkan sebagai transmutasi inti,
karena dalam kedua reaksi nuklir tersebut terjadi perubahan inti atom yang dapat
menyebabkan perubahan unsur kimia atau isotop.

G
#    ./ ! 

Reaksi fisi merupakan reaksi antara neutron dengan suatu nuklida dari atom
berat,
menghasilkan 2 macam nuklida lain yang lebih ringan. Pertama kali ditemukan oleh
0 
(1939u. !V (1914u menemukan transuranium dengan cara menembak
Uranium menggunakanneutron. Neutron cepat adalah neutron yang memiliki energi
tinggi (energi kinetiku 14 MeV, dihasilkan dari generator neutron, kemudian dilewatkan
pada akselerator.

Reaksi yang terjadi dalam reaktor : (n*,2nu. Nuklida yang bereaksi dengan neutron
cepat umumnya 92U238 .
238 138
92U + n* 56Ba + 37Rb99 + 2n

Reaksi fisi dengan neutron termal banyak dijumpai pada reaktor inti. Nuklida 92U235
paling sering bereaksi fisi dengan neutron termal. Bila 92U235 ditembak dengan neutron
termal akan
menghasilkan nuklida baru dengan 2 atau 3 neutron dan energi sebesar 200 MeV.
235 138
92U +n 56Ba + 36Kr 96 + 3n + 200 MeV
Neutron baru yang dihasilkan mempunyai energi 2 MeV. Jika digunakan untuk reaksi
fisi
selanjutnya neutron ini masih mempunyai energi yang cukup tinggi, sehingga perlu
diperlambat
dengan moderator (misalnya: air, air berat, grafit, beriliumu hingga 0,025 eV. Bila
reaktor inti
dilengkapi moderator, maka reaksinya dapat dikendalikan dengan batang kendali untuk
menyerap neutron, dan reaksi berlangsung secara berantai.

0"c " " ""-,"

¢ m At m

Penerapan pertamakali fisi inti ialah dalam pengembangan bom atom. Faktor krusial
dalam rancangan bom ini adalah penentuan massa kritis untuk bom itu. Satu bom atom
yang kecil setara dengan 20.000 ton TNT. Massa kritis suatu bom atom biasanya
dibentuk dengan menggunakan bahan peledak konvensional seperti TNT tersebut,
untuk memaksa bagian-bagian terfisikan menjadi bersatu. Bahan yang pertama
diledakkan adalah TNT, sehingga ledakan akan mendorong bagian-bagian yang
terfisikan untuk bersama-sama membentuk jumlah yang lebih besar dibandingkan
massa kritis.

Uranium-235 adalah bahan terfisikan dalam bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan
plutonium-239 digunakan dalam bom yang meledak di Nagasaki.

Reakt  Nukli

Suatu penerapan damai tetapi kontroversial dari fisi inti adalah pembangkitan listrik
menggunakan kalor yang dihasilkan dari reaksi rantai terbatas yang dilakukan dalam
suatu reaktor nuklir. Ada 3 jenis reaktor nuklir yang dikenal, yaitu:

a. Reaktor air ringan. Menggunakan air ringan (H2Ou sebagai moderator (zat yang
dapat mengurangi energi kinetik neutronu.
b. Reaktor air berat. Menggunakan D2O sebagai moderator.
c. Reaktor Pembiak (VV" Vu. Menggunakan bahan bakar uranium, tetapi
tidak seperti reaktor nuklir konvensional, reaktor ini menghasilkan bahan
terfisikan lebih banyak daripada yang digunakan.

G
$   ./ !


Reaksi fusi merupakan reaksi penggabungan inti-inti ringan menjadi inti baru
yang lebih
berat. Reaksi ini hanya berlangsung pada suhu tinggi (juta °Cu, untuk memperoleh
energi aktivasi agar inti-inti ringan dapat bergabung. Dalam proses penggabungan ini
dihasilkan energi yang besar.

Diperkirakan energi yang dipancarkan matahari adalah hasil fusi nuklir inti-inti hidrogen
menjadi inti helium:
4 1H1 4
2He + 2 1e
0

Reaksi fusi terjadi pada bom hidrogen, yang energi aktivasinya diperoleh dari reaksi fisi
yang
terjadi dalam bom:
2 3 4 1
1H + 1H 2He + 0n + energi
Sebagai sumber energi, penggunaan reaksi fusi lebih menguntungkan karena energi
yang
dihasilkan lebih besar dan tidak menghasilkan isotop radioaktif. Isotop yang dihasilkan
bersifat
setabil, misalnya helium. Kesulitannya, reaksi fusi terkontrol perlu tempat yang dapat
menahan
suhu tinggi ( 50 juta°C sampai dengan 200 juta°Cu.


 +  0  

c      

Semua peluruhan radioaktif mengikuti kinetika orde pertama, sehingga laju peluruhan
radioaktif pada setiap waktu  adalah:

Laju peluruhan pada waktu  = ȜN

Ȝ = konstanta laju orde pertama

N = banyaknya inti radioaktif pada waktu 

ln Nt/N0 = - Ȝt

dengan waktu paruh : t1/2 = 0,693/Ȝ

1 #2

Proses peluruhan atom radioaktif sebenarnya merupakan kejadian yang bersifat


acak. Akan tetapi jika jumlah atom radioaktif sangat besar maka peristiwa peluruhan
tersebut dapat dijelaskan seperti berikut. Dalam peluruhan radioaktif mengikuti hukum
laju reaksi orde kesatu, artinya laju peluruhan berbanding lurus dengan jumlah atom
radioaktif yang tertinggal. Dengan demikian laju peluruhan radioaktif setiap waktu (tu
dapat dirumuskan seperti berikut.

Keterangan:

N0 = jumlah zat radioaktif mula-mula

Nt = jumlah zat radioaktif yang masih tersisa pada waktu t 1

2 K= waktu paruh

6
c "/  

1. Industri
a. Pengawetan Makanan
Radiasi sinar gamma juga dapat digunakan untuk mengawetkan makanan.
Radiasi ini membunuh mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan
pada sayuran dan buah-buahan.
b. Pengontrolan Ketebalan Bahan Ajar
Radiasi sinar gamma memberikan data dan mengontrol alat pengatur
ketebalan bahan. Cara kerjanya didasarkan atas prinsip bahwa intensitas
sinar akan berkurang bila sinar melalui benda, sesuai dengan ketebalannnya.
c. Penyelidikan tentang Kebocoran
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk penelitian tentang ada tidaknya
kebocoran.
d. Penyelidikan tentang Sambungan Dua Logam
Penggunaan zat radioaktif dapat membantu manusia untuk meneliti apakah
sambungan las antara dua logam misalnya, untuk kapal laut sudah baik atau
masih ada yang kurang. Konsep yang digunakan adalah bahwa intensitas
sinar akan berkurang bila sinar melalui benda. Jadi, bila ada kebocoran,
maka intensitas sinar radioaktif yang keluar sama dengan intensitas sinar
radioaktif yang masuk.

2. Kedokteran
a. Pensterilan alat-alat kedokteran
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan alat-alat
kedokteran. Sebagai sumber radiasi adalah radioisotop Co-60 atau Cs-137.

b. Pengobatan penyakit
Pengobatan dengan menggunakan dampak radiasi disebut radioterapi.
Orang yang menderita penyakit tertentu dapat diobati dengan radiasi sinar
gamma dari isotop Co-60. Radioisotop P-32, yang memancarkan sinar beta
dengan waktu paruh 14,3 hari, digunakan untuk menyembuhkan penyakit
pada sistem darah, yaitu polycythemia ruba vera.

c. Penyelidikan efisiensi kerja organ tubuh


Isotop radioaktif dapat digunakan untuk menentukan letak tumor pada
manusia. Otak manusia sangat rumit sehingga sulit untuk mengetahui letak
tumor otak. Oleh karena itu, digunakan radioisostop I-131 yang disuntikkan
ke dalam tubuh pasien.

3. Hidrologi
a. Kecepatan gerak lumpur
Untuk mengetahui kecepatan gerak lumpur dalam sungai, isotop radioaktif
Na-24 dicampur dengan lumpur sungai. Isotop Na-24 memancarkan sinar
gamma kemudian dimasukkan ke dalam sungai pada tempat tertentu.
Dengan mengukur radiasi yang dipancarkan oleh isotop radioaktif para ahli
dapat mengikuti perjalanan dan kecepatan gerak lumpur.

b. Debit air sungai


I-131 dan Na-24 adalah isotop radioaktif yang tepat untuk mengetahui berapa
jumlah air sungai mengalir per detik atau debit air sungai. Selain itu, isotop-
isotop tersebut dapat digunakan untuk mengetahui pola aliran air permukaan,
misalnya air danau dan air laut daerah pantai.

4. Pertanian
a. Pemupukan
Untuk mengetahui tempat pemupukan yang tepat sehingga tanaman dapat
tumbuh dengan baik. Unsur karbon dalam pupuk urewa diberi label 14. Isotop
C-14 ini memancarkan sinar beta dan berfungsi sebagai perunut. Pupuk
kemudian ditempatkan pada tempat yang berbeda-beda dalam tanah.
Setelah beberapa hari dapat diteliti keadaan tanaman dan beberapa banyak
pupuk yang diserap oleh tanaman.

b. Pemberantasan hama
Isotop radioaktif dapat merusak sel tubuh. Bila sel tubuh itu adalah sel
kelamin, maka radiasi yang efektif dapat menyebabkan kemandulan. Prinsip
ini yang digunakan untuk memandulkan hama jantan. Hama jantan yang
telah dimandulkan dilepaskan ke daerah yang terserang hama. Perkawinan
antara hama jantan dan hama betina tidak akan menghasilkan keturunan.
Dengan demikian, perkembangbiakan hama akan terganggu.

c. Mutasi pada tanaman


Penyinaran untuk memperoleh mutasi-mutasi pada tanaman dilakukan
terhadap biji-biji atau kecambah dari tanaman yang memiliki nilai ekonomis
tinggi. Hasilnya bervariasi yang nantinya akan menghasilkan produk yang
lebih baik dan memiliki keunggulan lebih.

5. Biologi
Kegiatan dalam bidang biologi yang menggunakan radioisotope sebagai sumber
radiasi adalah kegiatan mengubah gen. Misalnya, gen pembawa warna. Radiasi
pada gen pembawa warna dapat menghasilkan aneka ragam warna bunga.

6. Kimia
Teknik perunut juga dapat digunakan dalam penyelidikan mekanisme reaksi.
Misalnya, dal esterifikasi antara alkohol dan asam karboksilat.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN u


Banyak reaksi kimia yang membebaskan banyak kalor, tetapi reaksi inti atau
reaksi nuklir memberikan lebih banyak kalor. Energy yang sangat besar itu dapat
digunakan baik untuk menghasilkan atau merusak sesuatu. Pusat Tenaga Nuklir
mengendalikan reaksi nuklir sehingga energi yang dilepaskan dapat digunakan
untuk pembangkit listrik. Pusat listrik tenaga nuklir (PLTNu adalah salah satu
contoh yang sangat populer. PLTN ini memanfaatkan efek panas yang dihasilkan
reaksi inti suatu radioisotop , misalnya U-235.


c
  3 -  +"4 c," 

Oengauh Radiasi pada Mahluk Hidup Khususnya Manusia

Pengertian atau arti definisi 


 V
 V   adalah suatu
pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya
ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari
pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma
yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-
partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar
lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang
dan 131J.

Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang
berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur
zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik
tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.

Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia
seperti berikut di bawah ini :

1. Pusing-pusing
2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel
darah putih yang jumlahnya berkurang

Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada mahluk hidup relatif
kecil tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang serius. Hal ini karena sinar
radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau
membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan
pada struktur DNA dalam kromosom. Perubahan yang terjadi pada struktur DNA
akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat mengakibatkan kelainan
genetik, kanker dll.

Pengaruh radiasi pada manusia atau mahluk hidup juga bergantung pada waktu
paparan. Suatu dosis yang diterima pada sekali paparan akan lebih berbahaya
daripada bila dosis yang sama diterima pada waktu yang lebih lama.

Secara alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar kosmis
atau radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, dari berbagai kegiatan seperti
diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotop. Orang yang tinggal
disekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih dalam
batas aman.

Beberapa gejala akibat radiasi berlebih antara lain sebagai berikut.


1. Kerusakan somatik berbentuk lokal.
a. Kerusakan kulit berupa penyakit kulit
b. Kerusakan sel pembuat sel darah
c. Kerusakan sistem saraf
2. Kerusakan Genetis
Kerusakan genetis dapat mengakibatkan mahkluk menjadi steril atau mandul
atau terjadi kelainan pada keturunannya.

3. Kerusakan sel-sel lain


a. Lensa mata menjadi pudar ( mata katarak u
b. Leukimia ( kanker darah u

1. Waktu paruh peluruhan unsur radioaktif Bi-210 adalah 5,0 hari. Hitung:
a. tetapan peluruhan (dalam s- 1u,
b. waktu yang diperlukan agar 0,016 mg Bi-210 meluruh menjadi 0,001 mg!