BAB V EVALUASI KEADAAN TAHUN 2005 DAN 2006

APBD Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan sesuai dengan sistem pengelolaan Keuangan Daerah yang ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun landasan hukum yang digunakan adalah Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No. 105 Tahun 2000, serta Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2001. Secara umum pelaksanaan APBD 2005 dan 2006 adalah sebagai berikut, realisasi pelaksanaannya terutama dari sisi belanja belum sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditetapkan baik untuk anggaran tahun 2005 maupun anggaran 2006 yang sedang berjalan. Dari sisi pendapatan, pada tahun 2005 terjadi pelampauan pendapatan sebesar Rp 1,02 triliun atau mencapai 108,23 persen dari anggaran, sementara realisasi pendapatan tahun 2006 sampai dengan bulan Juni baru mencapai 41,11 persen dari penetapan. Dari sisi belanja, realisasi penyerapan APBD tahun 2005 sampai dengan Desember mencapai 87,52 persen, dan penyerapan tahun 2006 sampai dengan bulan Juni mencapai 25,29 persen.

A.

Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Realisasi pendapatan daerah tahun 2005 adalah sebesar Rp. 13,46 triliun atau telah melampaui target anggaran sebesar Rp 1,02 triliun dari perubahan anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 12,44 triliun. Pelampauan anggaran tersebut diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) utamanya pajak daerah dan Dana Perimbangan bagi hasil pajak.

43

Tabel V.1. Realisasi Penerimaan Daerah Provinsi DKI Jakarta Menurut Komponen Penerimaan Januari – Desember 2005 (Miliar Rp.)
SUMBER PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain Pendapatan yang sah Pendapatan Daerah
Sumber: Biro Keuangan Provinsi DKI Jakarta

ANGGARAN 7.073,74 6.115,19 372,95 103,4 482,20 5.256,26 4.393,24 90.000 773,02 0,00 109,06 12.439,06

REALISASI 7.585,06 6.499,78 419,67 103,22 562,46 5.770,01 4.858,54 138,45 773,03 0,00 109,06 13.464,13

(3):(2) (%) 107,22 106,29 112,53 99,83 116,47 109,77 104,11 153,83 100,00 0,00 100,00 108,23

PAD sebagai kontributor terbesar dalam pendapatan daerah mampu melampaui target sebesar 107,22 persen dari anggaran. Pelampauan ini pada dasarnya tidak lepas dari beberapa faktor yang ikut mempengaruhi seperti faktor kebijakan dalam upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah, faktor kesadaran hukum masyarakat yang semakin tumbuh tentang makna pentingnya pajak dan retribusi dalam pembangunan daerah, dan faktor kerja keras untuk meningkatkan PAD yang telah dilakukan oleh petugas-petugas pemungut di lapangan. Sementara pendapatan daerah yang berasal dari dana

perimbangan melampau target sebesar 109,77 persen. Pendapatan dari bagi hasil pajak maupun bukan pajak masing-masing melampaui target 104,11 persen dan 153,83 persen. Sedangkan pendapatan dari Dana Alokasi Umum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pelampauan dana perimbangan yang merupakan bagian dari pendapatan Pemerintah Pusat tidak dapat lepas dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan koordinasi dan kerja sama yang intensif dengan instansi terkait.

44

2. Januari – Juni 2006 (Miliar Rp.06 6. Bila dibandingkan dengan tahun 2005 pada kurun waktu yang sama maka realisasi pendapatan tahun 2006 sedikit mengalami penurunan. dengan pencapaian terbesar diperoleh dari PAD yaitu Rp.16 54.512.203.) SUMBER PENDAPATAN 1 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah Lain-lain Pendapatan Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-lain Pendapatan yang sah Pendapatan Daerah 772 0 109.11 APBD 2006 (Penetapan) 2 8.400.28 Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Pada tahun 2006.92 145. 6. pendapatan dari Dana Perimbangan mencapai Rp.084.597. 3.62 49.11 persen dari penetapan.597.173.00 5.45 0 2.675.62 miliar atau sebesar 41. Disamping itu nilai tukar dan harga minyak dunia yang belum stabil juga mempengaruhi kinerja perekonomian daerah dan sumber-sumber pendapatan daerah.57 37.00 100 REALISASI 3 3. Realisasi Penerimaan Daerah Provinsi DKI Jakarta Menurut Komponen Penerimaan.82 57.89 41.00 440. 8. 6. 2.01 39.34 129.06 miliar. dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp.38 6.00 miliar.75 42.06 15.56 miliar.21 3.56 384. 109. Dana Perimbangan sebesar Rp.090.384.Tabel V.384.28 (3):(2) (%) 4 42. yang terdiri dari: Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. penetapan pendapatan sebesar Rp 15.35 miliar dan Lain-lain Pendapatan yang sah sebesar Rp.50 miliar.526.39 17.78 627.50 7.02 13.675.203.82 2.2.090. 45 . Selanjutnya. Hal ini disebabkan adanya perlambatan ekonomi secara makro pada semester pertama akibat adanya kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM pada triwulan terakhir tahun 2005.08 338.35 2.526.06 miliar.62 57.89 33.00 1. Realisasi pendapatan tahun 2006 hingga bulan Juni mencapai Rp.80 0.21 miliar.

8.56 539.24 179.20 832. namun demikian pemerintah daerah akan berupaya dalam memenuhi target anggaran dengan meningkatkan sumber penerimaan daerah melalui ekstensifikasi PAD. Ketenteraman. BIDANG PEMBANGUNAN (1) 1. Hukum.52 persen yang mampu terserap oleh kegiatan pembangunan.12 81.049. Kurangnya 46 .83 769.Dampak yang paling terlihat adalah penurunan pendapatan daerah yang bersumber dari PAD.36 3.74 956.34 3.701. 5.28 526.15 persen). 12.43 triliun atau sebesar 87.89 843.50 3. 7. Penyerapan Belanja Daerah Provinsi DKI Jakarta Penyerapan belanja daerah tahun 2005 belum dapat memenuhi target anggaran dengan realisasi belanja 2005 sebesar Rp.3.04 91.15 87.Desember 2005 (Miliar Rp. penyerapan belanja 2005 terbesar dicapai oleh bidang ekonomi (97.86 3. Penyerapan Belanja Daerah Menurut Bidang Pembangunan Januari .68 84.52 2.435. Tabel V.35 (3):(2) (%) (4) 88. dan Dana Perimbangan yang lebih proporsional.98 3.) No. 6. Ketertiban Umum dan Kesatuan Bangsa Pemerintah Ekonomi Pendidikan dan Kesehatan Kependudukan dan Ketenagakerjaan Sosial Budaya Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Sarana dan Prasarana Kota JUMLAH ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN (2) 645. B.208.71 94.15 12. Bagi Hasil Pajak.80 87.607.41 REALISASI (3) 572.31 90.96 3. 4.490.030. 3.734. Sumber: Biro Keuangan Provinsi DKI Jakarta Menurut bidang pembangunan.18 14.71 persen) dan yang terendah adalah bidang sarana dan prasarana kota (81.52 97.69 163.

Sumber: Biro Keuangan Provinsi DKI Jakarta 47 .62 17.penyerapan belanja pada umumnya terjadi pada kegiatan fisik yang memerlukan proses administrasi lebih rumit.497.30 212.98 279.44 REALISASI (3) 193.55 22. Ketertiban Umum dan Kesatuan Bangsa Pemerintah Ekonomi Pendidikan dan Kesehatan Kependudukan dan Ketenagakerjaan Sosial Budaya Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Sarana dan Prasarana Kota JUMLAH JAN . 2. Penyerapan Belanja Daerah Menurut Bidang Pembangunan Januari . sebesar 10.166.JUNI 2006 PENETAPAN (2) 696. 5.637.Juni 2006 (Miliar Rp.90 4.57 25.497 miliar dari total penetapan sebesar Rp.39 25. 6. sedangkan yang terkecil adalah belanja bidang Sarana dan Prasarana Kota.81 4. Tabel V.45 33.781 miliar.4.23 30.25 persen.427.04 4.781.83 1.85 919.352.53 299. Hukum. yaitu sebesar 35. 4. Sementara penyerapan belanja untuk tahun 2006 sampai dengan bulan Juni mencapai Rp.36 (%) (4) 27.90 4. Dengan demikian realisasi penyerapan baru mencapai 25. Penyerapan belanja yang masih rendah ini pada umumnya terjadi pada kegiatankegiatan fisik berskala besar yang proses administrasi dan penyediaan lahannya membutuhkan waktu relatif lama. 3. Ketenteraman.68 10. Penyerapan belanja terbesar menurut bidang pembangunan adalah belanja kependudukan dan ketenagakerjaan.43 490.28 1.80 30.34 169. 4.960.23 persen. 8.29 No.4).29 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan penyerapan pada periode yang sama tahun 2005 sebesar 26.19 74.70 1.01 35.09 753. 17. 7.) BIDANG PEMBANGUNAN (1) 1.57 persen (Tabel V.644.

Rehab total gedung sekolah. didasarkan pada tujuan untuk menyediakan perumahan rakyat yang sederhana. Pembangunan Rumah Susun. f. dapat dijelaskan sebagai berikut: a. sementara sampai akhir tahun 2004 baru mencapai 36 ha. Banjir Kanal Timur (BKT). berupa pembebasan lahan dengan pertimbangan bahwa kebutuhan biaya keseluruhan pembebasan tanah yang harus ditanggung Pemprov seluas 401. didasarkan pada pertimbangan bahwa kebutuhan terhadap tersedianya angkutan massal yang aman.2 ha.C. nyaman dan terjangkau sudah sangat mendesak mengingat semakin menurunnya kondisi lalu lintas di Kota Jakarta. 1. d. murah dan sehat. Busway. Program Dan Kegiatan Prioritas Tahun 2005 dan 2006 Belanja Daerah tahun 2005 dan 2006. e. SMPN dan SMAN/SMKN yang dikategorikan rawan ambruk. didasarkan mengurangi simpul kemacetan di perempatan sebidang dan tidak sebidang. Pelestarian Kali Angke. c. b. Flyover dan Underpass. selain dikenal adanya struktur program menurut 8 (delapan) bidang pembangunan (Renstrada) juga dikenal adanya Dedicated Program (Program Prioritas) yang merupakan kegiatan yang bersifat strategis dan berskala besar. Kali Ciliwung dan Situ-situ. 48 . didasarkan pada keinginan kuat Pemerintah Daerah untuk mewujudkan kali dan situ yang tertata baik dan sehat serta mampu menjalankan fungsinya bagi lingkungan kehidupan kota. Program Dan Kegiatan Prioritas Tahun 2005 APBD tahun 2005 lebih difokuskan pada pelaksanaan kegiatan skala besar dan prioritas (dedicated program). dengan pertimbangan bahwa terdapat sejumlah SDN. Adapun kegiatan yang dikategorikan ke dalam belanja dedicated program beserta beberapa pertimbangannya.

website Pemda DKI dan juga melalui dialog publik dengan masyarakat. h. sehingga dapat mewujudkan suatu civil society yang lebih nyata. Penghijauan. dimaksudkan sebagai upaya untuk membangun pusat ke-Islaman yang besar sebagai pusat kegiatan dan pustaka ilmu ke-Islaman. sekaligus upaya mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). didasarkan pada kebutuhan pelayanan untuk menghadirkan kenyamanan lingkungan perkotaan yang dinilai sangat strategis dalam meningkatkan citra Ibukota Jakarta. tersedianya bantuan dan pelayanan hukum bagi masyarakat miskin. k. Ketertiban Umum dan Kesatuan Bangsa 1) Fungsi Hukum Terlaksananya sosialisasi produk hukum daerah melalui media massa. j. dimaksudkan sebagai upaya terus menerus Pemda dalam memperbaiki kesejahteraan para guru. dan peran meningkatkan kemampuan kecamatan dan kelurahan dalam mengelola pelayanan masyarakat secara langsung dan lebih bertanggung jawab. Islamic Center. Tambahan Kesra Guru. meningkatnya koordinasi dengan para penegak hukum.g. Penguatan dimaksudkan Manajemen untuk Kecamatan dan Kelurahan. Ketentraman. Paramedis dan Pegawai. melalui penataan dan pengindahan infrastruktur perkotaan khususnya pertamanan. Bidang Hukum. Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK). paramedik dan pegawai diikuti dengan keharusan pegawai untuk mampu meningkatkan produktivitas dan kinerjanya. i. melalui radio/televisi. terlaksananya 49 . dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun ketahanan sosial-ekonominya secara mandiri. Sementara kegiatan prioritas tahun 2005 menurut bidang pembangunan adalah sebagai berikut : a.

2) Fungsi Ketenteraman Ketertiban dan Penanggulangan Bencana Tersusunnya peta kerawanan sosial dan tersedianya kebutuhan banpol/linmas. terwujudnya kesadaran masyarakat terhadap disintegrasi bangsa dan terbinanya hubungan antar lembaga. meningkatnya semangat kebangsaan dan ketahanan masyarakat Jakarta. meningkatnya jumlah penertiban pelanggaran perda dan operasi bersih. terbinanya kesiapan potensi masyarakat dalam rangka pengendalian dan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana.pelatihan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum daerah. meningkatnya jumlah balakar di masyarakat. meningkatnya hubungan Eksekutif dengan Legislatif dalam penanganan masalah politik. dan meningkatnya jumlah bantuan perlindungan hukum kepada aparat/unit. meningkatnya kualitas dan kuantitas banpol/linmas dengan rasio 1:1500. 3) Fungsi Kesatuan Bangsa Meningkatnya menciptakan partisipasi stabilitas masyarakat Jakarta dalam keamanan ibukota. tersedianya sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang sesuai kebutuhan. b. terlaksananya sosialisasi pelimpahan kewenangan wilayah kepada aparat SKPD terkait 50 . meningkatnya ”respons time” aparat di lapangan terhadap kejadian bencana. Bidang Pemerintahan 1) Fungsi Pemerintahan Umum Tersusunnya materi masukan dan sinkronisasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan berlakunya UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah baik dalam rangka perumusan maupun penyempurnaan peraturan perundangan yang terkait.

di tingkat provinsi. badan. kecamatan dan kelurahan 2) Fungsi Aparatur Tersusunnya rumusan standar kompetensi spesifik pada SKPD (dinas. tersedianya informasi pemerintah daerah yang mutakhir. serta terlaksananya sistem monitoring keuangan daerah. tersusunnya sistem akuntansi keuangan daerah. Shopping. Dining. tersusunnya SIMKEU daerah. Marine and Island. terselenggaranya sosialisasi 51 . 5) Fungsi Sistem Informasi Terwujudnya SIM terpadu lintas bidang yang berbasis web. dan tersedianya laporan hasil pengawasan/pemeriksaan reguler serta evaluasi tindak lanjut. Bidang Ekonomi 1) Fungsi Pariwisata Terselenggaranya kegiatan Enjoy Jakarta Golf. kotamadya/kabupaten. dan tersusunnya rencana implementasi Master Plan Teknologi Informasi. pengakuntansian dan penyusunan perhitungan anggaran dan LPJ. serta tersusunnya kurikulum dan modul diklat berbasis kompetensi melalui analisis kebutuhan diklat. dan kantor). 3) Fungsi Perencanaan dan Pengawasan Tersusunnya pedoman perencanaan berjenjang. terwujudnya sistem informasi perencanaan provinsi dan terintegrasi di 5 (lima) wilayah (online system). biro. tersusunnya rencana keuangan daerah. tersedianya sistem promosi dan mutasi jabatan yang obyektif dan transparan. terlaksananya kegiatan perangkat keras dan perangkat jaringan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 4) Fungsi Pengelolaan Keuangan Daerah Tersusunnya manajemen keuangan daerah. c.

terlaksananya verifikasi standar ukuran. terlaksananya penataan PIK Pulogadung sebagai kawasan pariwisata. dan terlaksananya pengadaan peralatan uji laboratorium Balai Bahan. terevaluasinya pelaksanaan perjanjian kerjasama pemanfaatan aset daerah tahun 2005 sebanyak dua perjanjian kerjasama. Elektronik dan Aneka. terlaksananya pemutahiran data aset yang potensial untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga tahun 2004 sebanyak 6 aset dan tahun 2005 sebanyak 3 aset. terselenggaranya kegiatan pembinaan polisi pariwisata.brand pariwisata Jakarta. terlaksananya pemeliharaan/rehab gedung Balai Bahan dan Barang Teknik. terlaksananya tera dan tera ulang timbangan elektronik dan mekanik. Logam. terlaksananya pengembangan wawasan terlaksananya monitoring perusahaan Industri dan Perdagangan yang mengimplementasikan dokumen pengelolaan lingkungan. terlaksananya standarisasi pelayanan di obyek wisata dan terlaksananya penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). 2) Fungsi Industri dan Perdagangan Terlaksananya pelatihan persiapan sertifikasi ISO 9001-2000 perusahaan Industri. 52 . terlaksananya sosialisasi certificate of origin ASEAN/China/India. terselenggaranya atraksi di Anjungan DKI Jakarta TMII. Mesin. terselenggaranya workshop ISO 9000 bagi pengelola industri pariwisata. terlaksananya pemeliharaan status akreditasi laboratorium kegiatan uji balai bahan/balai kerajinan. terlaksananya penerapan fasilitator ISO 9001-2000 dan penerapan ISO 9001-2000. staf. 3) Fungsi Pengembangan Usaha Daerah Terlaksananya pelatihan teknis Sumber Daya Manusia PD/BUMD/PT Patungan tahun 2004 sebanyak 40 orang dan tahun 2005 sebanyak 42 orang. terlaksananya regulasi pasar ritel modern di DKI Jakarta.

termasuk didalamnya anak usia sekolah yang bekerja. tersusunnya Perda Sisdikda (Wajar 9 Tahun) yang juga memuat mekanisme pembiayaan bagi siswa tidak mampu. meningkatnya angka kesembuhan pengobatan TBC 85 persen. komite sekolah.263 siswa SMP). 5) Fungsi Peternakan. koordinasi dan supervisi pelayanan kesehatan hewan. serta pemeriksaan kesehatan pemotongan hewan. kerjasama dengan daerah produsen hasil hutan. dan guru perbantuan. dan tersedianya sertifikasi usaha skala mikro. meningkatnya prosentase kelurahan UCI 100 persen.187 siswa SD dan 2. terbentuknya LKM sebanyak 50 unit . pengawasan peredaran hasil hutan di checkpoint. 2) Fungsi Kesehatan Meningkatnya case detection rate TBC menjadi 70 persen.7 ha. Perikanan Dan Kelautan Terlaksananya pematangan tanah di rumah pemotongan hewan (RPH) Babi Kapuk seluas 1. kursus juru mudi kapal penangkap ikan lepas pantai sebanyak 40 orang. dewan pendidikan. penanaman. Bidang Pendidikan dan Kesehatan 1) Fungsi Pendidikan Terlaksananya identifikasi dan analisa serta penyusunan data penyebab anak putus sekolah (1. pengurugan dan pembangunan instalasi pengairan di Kebun Buah Cengkareng. 6) Fungsi Pertanian Dan Kehutanan Pengadaan tanaman instant penghijauan di permukiman.4) Fungsi Usaha Kecil. serta rehabilitasi lahan dan hutan mangrove Tol Sedyatmo. tertatanya usaha skala mikro. d. Menengah Dan Koperasi Tersusunnya informasi kondisi penampungan PKL/USIT. 53 .

meningkatnya keluarga pengguna air bersih menjadi 80 persen. meningkatnya peran serta masyarakat dalam pencegahan penyakit menular. meningkatnya cakupan pemberian Vitamin A pada Bayi sebesar 90 persen. pemeliharaan sinetron operasionalisasi aplikasi pembuatan kependudukan. meningkatnya respons time dan screening penyakit potensial KLB berbasis rumah sakit dengan median 24 jam. menurunnya IR DBD menjadi 30/100. penyusunan peta demografi di Provinsi DKI Jakarta dan penyuluhan aktaakta catatan sipil di Kepulauan SIMDUK. Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan 1) Fungsi Kependudukan Terlaksananya pendataan penyebaran penduduk. meningkatnya status gizi balita dengan D/S sebesar 60 persen. 54 . pengadaan alat penyimpanaan registrasi akta. tersedianya Puskesmas yang mampu melayani kasus narkoba. berkurangnya jumlah jentik nyamuk. e. pelatihan. pendaftaran. meningkatnya jumlah pelatihan berdasarkan program prioritas. meningkatnya keluarga pengguna jamban sehat menjadi 75 persen.meningkatnya prosentase darah PMI yang dilakukan screening HIV/AIDS. menurunnya kunjungan gangguan jiwa di Puskesmas dan RS 3 persen. meningkatnya status gizi ibu hamil.000. serta meningkatnya respons time penyakit potensial KLB berbasis rumah sakit dengan median 24 jam. transmigrasi. seleksi. terlaksananya sosialisasi. Seribu. pengadaan perangkat dokumen akta catatan sipil. 2) Fungsi Ketenagakerjaan Terlaksananya expo bursa kerja dua kali setahun. dan mengoptimalkan tenaga kerja dari wilayah DKI Jakarta dengan mengutamakan masyarakat sekitar perusahaan dan tetap memperhatikan kualitas dan kompetensi.000 dari 50/100. penyuluhan.

Bidang Sosial dan Budaya 1) Fungsi Keagamaan Penetapan master plan tempat ibadah di Prov. koordinasi lintas sektor bidang keagamaan. pembangunan panti sosial asuhan anak di Cengkareng. pengawasan dan pengendalian pembinaan kegiatan kesejahteraan anak. keluarga dan lansia.f. remaja. komunitas potensi rawan PMKS jalanan. Pembuatan pedoman asistensi keluarga miskin. bimbingan dan penyantunan panca tubuh tingkat lanjutan. 137/2002. panca indra. penyusunan master plan dan pedoman pola pelayanan PMKS psikotik. penataran 150 kader mubalig tingkat lanjutan. pemberian perawatan dan penyantunan WBS serta penyaluran penyandang cacat ganda asal DKI Jakarta di Yayasan Bhakti Luhur Malang sebanyak 50 orang. perencanaan pembangunan PSTW BM2 Cengkareng dan pelayanan pemakaman WBS panti sosial/non panti. 145/2002. 2) Fungsi Kesejahteraan Sosial Bimlat tingkat lanjutan kemandirian yang meliputi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan. penyelenggaraan MTQ tuna netra Provinsi. remaja bermasalah. anak jalanan. DKI Jakarta. penyelenggaraan lokakarya keagamaan. bina potensi mualaf dan pemberdayaan potensi guru ngaji. penertiban PMKS jalanan dan pemulangan ke daerah asal. anak terlantar. penyusunan dan penetapan mekanisme penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama. lansia terlantar potensial. penyusunan pedoman dan publikasi pembinaan mental spiritual untuk PMKS.1571/2002. 3) Fungsi Pemberdayaan Masyarakat Terlaksananya penyuluhan terpadu bina ketahanan masyarakat dalam penanggulangan bencana di enam wilayah 55 . sosialisasi dan pengawasan pelaksanaan SK Gub.

kota/kabupaten. Australia dan Jepang). penetapan produk hukum tentang pengaturan benda cagar budaya dan pertunjukan seni budaya di DKI Jakarta. terlaksananya pembangunan jalur hijau seluas 12. penanggulangan terlaksananya kemiskinan. serta pembinaan kegiatan seni budaya.800 M2.000 838. 2) Fungsi Lingkungan Hidup Terlaksananya terlaksananya terlaksananya pembangunan penataan penataan taman seluas 22.800 M2. Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan 1) Fungsi Sumber Daya Alam Terkendalinya pemakaian air bawah tanah.000 M2. karnaval Jakarta tahun 2005.242.000 M2. dan penyusunan master plan kepramukaan di DKI Jakarta. 4) Fungsi Pelestarian Budaya dan Permuseuman Terlaksananya penyusunan dan perancangan naskah direktori galeri di Jakarta. Canada. Jambore Daerah menuju Jambore Nasional 2006. taman jalur seluas seluas hijau terlaksananya refungsi taman/jalur hijau seluas 6. seleksi pertukaran pemuda antar negara (Asean. M2. 160 titik sumur resapan di 2 wilayah Kotamadya. terbangunnya Reserve Osmosis di Kecamatan Cengkareng dan Penjaringan. g. dan tersedianya data muka air tanah dari sumur pantau wilayah DKI Jakarta. M2 . terlaksananya pemeliharaan jalur hijau kota seluas 1. terlaksananya pemeliharaan taman kota seluas 733. pemantauan serta dan evaluasi terlaksananya pengembangan koran komunitas di 25 kelurahan.300 80.800 56 . sumur bor di Kecamatan Makasar dan Ciracas . inventarisasi sejarah lokal di lima wialayah DKI Jakarta. 5) Fungsi Kepemudaan dan Olahraga Terlaksananya seleksi dan pengiriman pemuda pelopor tingkat Provinsi DKI Jakarta menuju tingkat Nasional.

serta junction Tol Sedyatmo. terlaksananya kegiatan dedicated program pembebasan tanah Banjir Kanal Timur luasnya sekitar 44 ha. serta terlaksananya pengolahan dan pengangkutan air kotor dari sumber ke Instalansi Pengolahan Air Kotor (IPAK). terlaksananya layanan pembersihan saluran di tiga sistem aliran yang melewati DKI Jakarta. pertokoan. serta operasional dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir. Kali Sekretaris dan Kali Sunter Perintis Kemerdekaan. air bersih serta air limbah.846 batang. tersedianya Early Warning System untuk peringatan dini terjadinya banjir yang berada di hulu dari sungaisungai yang melewati Jakarta. 2) Fungsi Tata Air Terbangunnya sistem pengendali banjir antara lain rumah pompa dan pompa Waduk Sunter Utara. 57 .M2. restoran dan meningkatnya mutu pelayanan air bersih. Waduk Grogol dan Pulomas. terlaksananya penataan pedestrian seluas 1. Bidang Sarana dan Prasarana Kota 1) Fungsi Kelengkapan Kota Tertatanya jaringan listrik gas. 3) Fungsi Kebersihan Terlaksananya pengangkutan dan pengelolaan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Stasiun Peralihan Antara (SPA) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. terlaksananya pemagaran flyover seluas 455 M2 . dan terlaksananya penanaman pohon sebanyak 96. saringan sampah Waduk Pluit. bertambahnya jumlah dan kualitas titik lampu penerangan jalan dan tempat umum. meningkatkan pemeliharaan dan pengembangan jaringan air limbah buangan pabrik.000 M2. h. Waduk Pluit.

58 . tersedianya data dasar perencanaan untuk kebutuhan penataan ruang dan pelayanan masyarakat. Martadinata). tersedianya lahan baru untuk pembangunan rusun seluas 150.278 M2. tersedianya fasilitas trotoar. suku dinas dan Dinas Tata Kota. tersedianya lahan yang telah diurug seluas 26. Roxy dan FO.480 unit. dan terbangunnya Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). terlaksananya kegiatan peningkatan jalan dan jembatan pada busway koridor 2 dan 3.371 M3. terlaksananya kegiatan peningkatan jalan dan jembatan (arteri. terselesaikannya pembangunan 1 underpass (UP. 4) Fungsi Perumahan dan Permukiman Tersedianya perencanaan rusun 4 lokasi dan amdal rusun 6 lokasi. terlaksananya kajian kawasan dan lingkungan di 5 lokasi. 5) Fungsi Tata Ruang Tersusunnya peraturan perangkat insentif dan disinsentif dalam implementasi rencana tata ruang (Keputusan Gubernur). tersedianya lahan untuk jalan dan jembatan arteri/kolektor dan lokal. tersedianya lahan jalan untuk jalan dan jembatan pada busway koridor 2 dan 3. tersedianya excavator standar dan terpeliharanya alatalat besar. tersedianya rusun sewa baru 1. kolektor dan lokal). tersedianya metode dan materi sosialisasi dan pembinaan tentang perencanaan kota pada tingkat seksi DTK kecamatan. Senen) serta dimulainya pembangunan 1 underpass (UP. terkendalinya lalu lintas dan angkutan di jalur busway. serta perbaikan rusun di 6 lokasi.3) Fungsi Perhubungan Terlaksananya perbaikan darurat ringan dan ringan (tutup lubang) di lima wilayah DKI Jakarta. tersedianya angkutan umum busway koridor 2 dan 3. Kebayoran Lama) dan 2 flyover (FO. tersedianya rumah susun sewa dan dikelola dengan nilai subsidi tepat menjangkau target sasaran.

kegiatannya meliputi: lanjutan pembebasan lahan Banjir Kanal Timur (BKT). terbangun dan beroperasinya gedung utama (8 lantai) dan bangunan penunjang lainnya (gedung serbaguna. Satlantas) Kantor Samsat dan Sudin Pendapatan Daerah Kotamadya Jakarta Utara. 7. rehab berat dan rehab total gedung 59 . pembangunan rumah susun dan perbaikan kampung di lima kawasan Kotamadya. Program dan Kegiatan Prioritas 2006 Penyusunan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2006 lebih difokuskan pada upaya mempercepat pencapaian sasaran Renstrada 2002-2007 dan indikator kinerja sebagaimana diamanatkan dalam RKPD Tahun 2006 melalui Dedicated Program. pembangunan hutan kota. lengkap dengan meubelair dan sarana luarnya Kantor Walikotamadya Jakarta Barat dan Kantor Walikotamadya Jakarta Utara. tertata serta terjaminnya pengoperasian sistem dan peralatan mekanikal dan elektrikal serta tertanggulanginya kebocoran terowongan Tugu Monas dalam rangka peningkatan keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun struktur tanah dan bangunan Tugu Monas. gedung cek fisik. 2. Traffic Management prakonstruksi. gudang. 6.6) Fungsi Tata Bangunan Terbangun dan beroperasinya gedung Blok B (6 lantai) dari 16 lantai yang direncanakan dan gedung serba guna/annex (2 lantai). pembangunan Busway Koridor 4. normalisasi enam lokasi sungai/kali. peningkatan kualitas pelayanan publik Kecamatan. 5. lanjutan pemberian dana block grant PPMK sebesar Rp500 juta/kelurahan. taman kota dan taman interaktif di lima wilayah Kotamadya. penyediaan lokasi dalam rangka penataan kaki lima dan pembangunan terminal agribisnis. peningkatan kualitas pelayanan publik Kelurahan. pembangunan/penyelesaian Flyover dan Underpass (FO/UP) secara bertahap. lima lokasi situ dan penataan sistem saluran. pengerukan dan pembangunan dermaga Muara Angke dan Jakarta New Port. pembebasan tanah dalam rangka pembangunan Mass Rapid Transit (MRT)/Subway.

Pengembangan crisis centre. Ketentraman Ketertiban Umum dan Kesatuan Bangsa 1) Fungsi Hukum a). c). Sedangkan alokasi anggaran untuk masing-masing program dan fungsi menurut 8 (delapan) bidang pembangunan adalah sebagai berikut : a.SDN/SMPN. Penyempurnaan Perda. Pengembangan dan Penataan Administrasi Pemerintahan Kotamadya/Kabupaten Kelurahan. Penyusunan Raperda. Peningkatan kesadaran demokrasi dan HAM. pembangunan gedung SMA baru. Ketentraman. b). b). Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Personil Tramtib. Kecamatan dan Otonomi Daerah. dan Gakin). serta peningkatan balakar di masyarakat. c). 3) Fungsi Kesatuan Bangsa a). Ketertiban dan Penanggulangan peningkatan pelayanan keluarga miskin (JPK- b. Bidang Pemerintahan 1) Fungsi Pemerintahan Umum a). b). peningkatan keterampilan dan kemampuan aparat. Bidang Hukum. Peningkatan pemberdayaan masyarakat di bidang tramtib dan penanggulangan bencana. Koordinasi dan Fasilitasi Pelimpahan Kewenangan. Gema Hukum Ibukota Jakarta dan Penyuluhan Hukum terpadu. dan Revisi Undang-Undang No. SMA Unggulan serta SMK Kelautan. Perumusan Kebijakan dan Pemantapan Pelaksanaan Adiministrasi. 60 . b). Peningkatan kerukunan kehidupan masyarakat Jakarta. 2) Fungsi Bencana a). 34 tahun 1999.

c). Penyusunan rencana tindak (action plan) fungsi-fungsi strategis bidang ekonomi. Pembinaan Administrasi Kepegawaian. Pengelolaan Kesra Pegawai. Pengelolaan Administrasi Kepegawaian. Pengembangan dan Pengelolaan SI Pegawai. b). penyusunan APBD. 3) Fungsi Perencanaan dan Pengawasan a). pendokumentasian pengembangan SDM Bapeda dan pembenahan arsip Bapeda. b). Pengembangan Kapasitas Penyelenggaraan Pemerintah Wilayah. peningkatan kualitas penelitian referensi penunjang penelitian. c). f). monitoring dan pengendalian pembangunan daerah. Spending Assesment serta Kerjasama Penelitian dengan Perguruan Tinggi. 2) Fungsi Aparatur a). kebijakan. d). penyusunan rencana tahunan. pengembangan informasi pembangunan daerah.d). Peningkatan pengawasan dan penanganan kasus KKN. Penyusunan Kebijakan dan Penyempurnaan Peraturan Kepegawaian. 4) Fungsi Pengelolaan Keuangan Daerah a). dan bidang SPKLH. penyempurnaan sistem keuangan SDM/Pelaksanaan Diklat Fungsional daerah. penyusunan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang. Penempatan dan Pendayagunaan Pegawai. e). Pengembangan indikator Renstrada. e). Peningkatan proses dan mekanisme kerja pelayanan keuangan daerah. peningkatan dan pengawasan/pemeriksaan reguler dan pengembangan Auditor. 61 . Peningkatan Manajemen Pemerintahan Kelurahan dan Kecamatan Provinsi DKI Jakarta. penyusunan master plan dan rencana aksi fungsifungsi strategis bidang aparatur. pembinaan administrasi keuangan daerah.

b). kegiatan penunjang operasional. peningkatan pelayanan pajak daerah terpadu. b). Tersedianya master plan kebijakan sektor pariwisata DKI Jakarta. peningkatan peningkatan peningkatan sistem koordinasi potensi informasi pendapatan bagi hasil daerah. 5) Fungsi Sistem Informasi a). pengembangan dan optimalisasi sarana dan prasarana teknologi informasi. peningkatan dan penagihan pajak daerah. peningkatan pelayanan PKB dan BBN-KB Jakarta Timur. c. peningkatan pengendalian pemungutan dan penerimaan pendapatan daerah. peningkatan pengawasan pemeriksaan pajak daerah. untuk pembangunan dan pengembangan mendukung manajemen pemerintah. peningkatan tertib administrasi dengan sistem informasi PKB dan BBNKB. 62 . peningkatan dan perencanaan dan pengembangan. penerimaan pendapatan daerah. peningkatan pen. peningkatan sosialisasi penyuluhan. peningkatan penatausahaan dan kualitas SDM. peningkatan penerimaan PKB dan BBN-KB. pembangunan dan pengintegrasian berbagai sistem informasi lintas sektoral. peningkatan layanan unit PKB dan BBN-KB Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. pengembangan kawasan aparatur dan masyarakat dalam bidang teknologi informasi. pajak.gendalian kinerja pendapatan daerah. Bidang Ekonomi 1) Fungsi Pariwisata a). Peningkatan fasilitas layanan pendapatan daerah. Sosialisasi kebijakan dan program pembangunan daerah melalui media massa. Pembangunan dan pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelayanan sistem publik.

5) Fungsi Peternakan. 63 . 6) Fungsi Pertanian dan Kehutanan a). Tersusunya peta kawasan unggulan (blue print) investasi di Provinsi DKI Jakarta. Meningkatnya wisata. d). Meningkatnya pemanfaatan lahan dan teknologi pertanian lahan sempit.erintah Provinsi DKI Jakarta. e). Menengah dan Koperasi a). distribusi dan penyaluran bahan pangan yang efisien dan efektif. Meningkatnya produksi tanaman hias. c). Tersusunnya standarisasi dan sistem SDM BUMD sehingga mampu meningkatkan SDM BUMD di lingkungan Pem. Terselenggaranya pengadaan. b). 4) Fungsi Usaha Kecil. Tertibnya para pedagang kaki lima. d). Terciptanya usaha skala mikro yang sehat dan dinamis. 3) Fungsi Pengembangan Usaha Daerah a). b). Tersedianya hasil penilaian pelaksanaan perjanjian kerjasama aset eks BPIPM Jaya. c). Terbentuknya sistem informasi manajemen aset komersial daerah. Terselenggaranya Jakarta Investment Forum. Meningkatnya produksi hortikultura bernilai tinggi. Tertatanya para pedagang kaki lima ke lokasi binaan (lokbin).b). perikanan. Perikanan dan Kelautan Pembangunan pada Fungsi Peternakan. jumlah serta kualitas produk/obyek 2) Fungsi Industri dan Perdagangan Terjaminnya ketersediaan dan kelancaran distribusi barang yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Perikanan dan Kelautan antara lain diarahkan pada peningkatan pendapatan masyarakat kelompok usaha peternakan. b). c).

b).d. Bidang Sosial Budaya 1) Fungsi Keagamaan Terlaksananya intensif pembinaan keagamaan ditingkat RT/RW sehingga terwujud kerukunan antar umat beragama. Bidang Kependudukan Dan Ketenagakerjaan 1) Fungsi Kependudukan Pengembangan catatan sipil. e. pelatihan ketrampilan yang meliputi sistem komputerisasi kependudukan dan las. penyandang cacat dan anak terlantar. Peningkatan Pemerataan dan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Dasar. montir mobil dan sepeda komputer dan pelatihan dunia industri. Indikator yang ingin dicapai meningkatnya perlindungan dan pelayanan sosial terhadap usia lanjut. b). operator dan programmer keterampilan lainnya yang dibutuhkan f. 2) Fungsi Kesejahteraan Sosial a). Peningkatan sarana prasarana pemakaman. motor. Penyediaan Sistem Manajemen Pembiayaan Pendidikan Dasar. Penempatan tenaga kerja. b). 64 . Bidang Pendidikan dan Kesehatan 1) Fungsi Pendidikan a). Pelatihan ketrampilan kerja di seluruh BLKD Provinsi DKI Jakarta (5 BLKD dan 2 BLK Khusus). keluarga dan lanjut usia. c). Pembinaan dan pelayanan Tenaga Kerja Indonesia. remaja. 2) Fungsi Kesehatan Peningkatan layanan kesehatan dengan prioritas pada keluarga miskin (gakin). Pembinaan kesejahteraan anak. 2) Fungsi Ketenagakerjaan a).

b).3) Fungsi Pemberdayaan Masyarakat a). Pengembangan aktivitas kepemudaan. c). Pengawasan Benda Cagar Budaya (BCB) dan kegiatan seni budaya. Pembinaan olahraga prestasi. 2) Fungsi Lingkungan Hidup a). Penyusunan dan pengembangan program pertamanan. Pengembangan dan pengelolaan data geologi struktur bawah tanah. pengembangan dan pemanfaatan seni 5) Fungsi Olahraga dan Kepemudaan a). Peningkatan penanggulangan kemiskinan. pelestarian dan pemulihan sumber daya air. b). d). Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 1) Fungsi Sumber Daya Alam a). c). budaya. g. b). b). peningkatan peran serta masyarakat untuk pelestarian air. c). kali bersih. Pembinaan dan pengendalian teknis AMDAL. peningkatan pengendalian udara bersih dari sumber bergerak dan tidak bergerak sebagai implementasi Perda nomor 2 tahun 2005. Pencegahan tingkat kerawanan sosial di lingkungan masyarakat. Peningkatan kreatifitas dan kualitas pelaku seni budaya. Perlindungan. 4) Fungsi Pelestarian Budaya Dan Permuseuman a). b). pengembangan. Program Pantai Bersih Laut Lestari (PBLL). Peningkatan ketahanan masyarakat Kelurahan. Pemberdayaan organisasi kepemudaan dan pramuka. Pengembangan dan pengelolaan pengusahaan ESDM. c). peningkatan sarana dan prasarana laboratorium lingkungan. Peningkatan manajemen pembinaan dan pelayanan seni budaya dan permuseuman. 65 .

Malakasari. pembangunan dan peningkatan simpang tak sebidang. perencanaan dan kajian pengembangan prasarana jalan dan jembatan. Pembangunan sarana jaringan utilitas terpadu di jalan Rasuna Said dan penataan jaringan utilitas di kawasan Medan Merdeka. kantor pemerintahan dan pemulihan pencemaran air di Waduk Melati. pembebasan tanah Banjir Kanal Timur serta penurapan Banjir Kanal Barat. b). perbekalan dan peralatan besar konstruksi.d). Pembangunan pemeliharaan situ-situ dan pemeliharaan saluran-saluran penghubung dan mikro/permukiman yang tersebar di lima wilayah kotamadya. Perencanaan/perancangan taman kota. b). Waduk Tomang. pembangunan dan peningkatan jalan arteri/kolektor (busway). 3) Fungsi Kebersihan Tersedianya sarana dan prasarana kebersihan dan tersedianya lokasi ITF (Intermediate Treatment Facility) untuk pengolahan sampah dengan teknologi tinggi dan penanganan yang tepat guna. Bidang Sarana dan Prasarana Kota 1) Fungsi Kelengkapan Kota a). pengadaan lahan 66 . e). Pembangunan dan pemeliharaan sarana pengendali banjir serta irigasi termasuk kegiatan dedicated seperti penataan Kali Angke. laboratorium konstruksi. Pembangunan sarana air limbah di Pondok Kelapa. Refungsionalisasi taman dan jalur hijau. perbaikan jembatan arteri/kolektor. h. 3) Fungsi Perhubungan a). 2) Fungsi Tata Air a). Pembangunan penerangan jalan dalam rangka menunjang pembangunan Busway. c). Perbaikan jalan arteri sekunder.

perencanaan teknik jalan. pembangunan. pengembangan busway. peningkatan dan penunjang SDM perhubungan. flyover dan jembatan. Pengembangan MRT/angkutan massal. pengembangan dan pengendalian terminal bus dan mobil barang. pengembangan sarana dan fasilitas perhubungan laut. pembangunan dan peningkatan jembatan arteri/kolektor. peningkatan trotoar. rekayasa lalu lintas dan pengembangan teknologi. pengembangan dan pembinaan usaha angkutan umum. pembangunan. peningkatan disiplin pengemudi. kegiatan untuk menunjang subway. pelaksanaan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas pos dan telekomunikasi. penertiban. pengembangan dan pemeliharaan fasilitas pendukung lalu lintas jalan. pembenahan simpang sebidang. Pengendalian lalu lintas. pengguna jasa angkutan dan pemakai jalan lainnya. pengawasan dan pengendalian jalur busway. flyover. pembangunan. jembatan. pembangunan dan peningkatan jalan arteri/kolektor. perencanaan dan evaluasi sarana dan prasarana perhubungan. pembangunan prasarana penunjang pool busway. b). pengembangan dan pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor. pengembangan dan pemeliharaan fasilitas pendukung sarana dan prasarana angkutan umum. pengadaan lahan jalan. pengembangan 67 . pelaksanaan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas perhubungan laut. dan jembatan (subway). pengawasan dan operasi pembangunan dan penertiban angkutan jalan.jalan. pelaksanaan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas angkutan jalan rel. c). kegiatan pembangunan sarana/prasarana dan kegiatan lainnya untuk menunjang busway. pelaksanaan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas perhubungan udara. pelaksanaan dan pemeliharaan sarana dan fasilitas penyeberangan. pengembangan pelayanan angkutan laut. pengembangan dan pemeliharaan sarana pengaturan lalu lintas.

Marunda. c). b). operasional dan pelayanan perhubungan laut. water ratio dan road ratio. 5) Fungsi Tata Ruang a). perbaikan rumah susun Petamburan dan Karang Anyar. Tersedianya trace jalur bus priority (koridor 7 dan 8). 4) Fungsi Perumahan dan Permukiman Terbangunnya rumah susun di lokasi Kapuk Muara. Pembangunan gedung Blok B & D Gedung Arsip Provinsi DKI Jakarta. pembangunan pelabuhan Muara Angke dan operasi dan pemeliharaan sarana UPT penyeberangan laut. d). pembuatan advis planning. pengembangan kualitas layanan angkutan umum. Pembangunan gedung Kantor Samsat/Sudin Pendapatan Daerah Kotamadya. peningkatan SDM perhubungan. h). tersedianya konsep pencapaian standar green ratio.pelayanan penyeberangan. pekerjaan Amdal. Tersusunnya pedoman pembuatan rencana tata ruang bawah tanah. 68 . f). b). serta sosialisasi pengelolaan rusun yang dibangun oleh pengembang. e). d). sosialisasi panduan pengelolaan dan tertib penghunian rumah susun. Pembangunan gedung PKP Provinsi DKI Jakarta. Peningkatan kualitas dan keandalan bangunan tugu Monas. terlaksananya observasi rencana ruang makro kota. Jatirawasari dan Pondok Bambu. Penguatan Organisasi Ketatakotaan. Pembangunan fasilitas gedung Jakarta Islamic Centre. Pengembangan gedung Balaikota Provinsi DKI Jakarta. Tersedianya tambahan peta dasar operasional pelayanan. Pembangunan gedung Prasada Sasana Karya Provinsi DKI Jakarta. Pembangunan gedung Kantor Walikotamadya. g). c). 6) Fungsi Tata Bangunan a). Pegadungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful