P. 1
makalah aljabar lengkap

makalah aljabar lengkap

|Views: 1,211|Likes:
Dipublikasikan oleh zutamitaf

More info:

Published by: zutamitaf on Feb 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

2.

1 FUNGSI DETERMINAN
Untuk setiap matriks persegi A dengan elemen-elemen bilangan real, terdapat tepat satu nilai yang berhubungan dengan matriks tersebut. Satu nilai real ini disebut determinan. Determinan dari matriks A ditulis det(A) atau |A|. A= → det(A) = 7 B= → det(B) = 25

Bagaimana menghitung nilai determinan? Cara menghitung nilai determinan : 1. Definisi determinan 2. Sifat-sifat determinan 3. Ekspansi minor dan kofaktor 4. Kombinasi cara 2 dan 3  Melalui definisi determinan Determinan adalah produk (hasil kali) bertanda dari unsur-unsur matriks sedemikian hingga berasal dari baris dan kolom yang berbeda kemudian hasilnya dijumlahkan. • Determinan dari matriks 2 x 2 → det(A) =

A=

Bagaimana cara menentukan tanda + dan – tiap suku? Sebelum kita mengetahui cara menentukan tanda + dan - , kita perlu memahami definisi dari permutasi. Definisi Permutasi dari himpunan bilangan bulat atau integer {1, 2, 3, . . . , n} adalah susunan integer-integer ini menurut suatu aturan tanpa adanya penghilangan atau pengulangan. Definisi Suatu permutasi dikatakan genap (even) jika total banyaknya inverse adalah integer genap dan dikatakan ganjil (odd) jika total bnyaknya inverse adalah integer ganjil.

1. 3) (1. 2) (3. 2. 3. 1) Genap Ganjil Ganjil Genap Genap Ganjil . 2) (2.Cara menentukan tanda + dan – dengan cara hasil kali elementer matriks 2x2 Hasil kali elementer Permutasi Ganjil atau Hasilkali Elementer bertanda (1. 3) (2. 1) (3. • Determinan dari matriks 3 x 3 B= det (B) = + + – – - Cara menentukan tanda + dan – dengan cara hasilkali elementer matriks 3 x3 Hasilkali elementer Permutasi yang berkaitan Ganjil atau Genap Hasilkali Elementer bertanda (1. 3. 2. 2) (2. 1) genap ganjil Yang berkaitan Genap Determinan dari matriks 2 x 2 dengan cara mengalikan entri-entri dengan arah panah ke kanan dan mengurangkannya dengan hasil perkalian dari entri-entri dengan arah panah ke kiri. 1.

1. Contoh soal 1. yang merupakan jumlah dari semua hasil kali dasar bertanda adalah nol. dan det(A).2. maka det(A)=0 (b) Det(A) = det ( ) Bukti teorema 2. det(A) = (3)(-2) (1)(4) = -10 dan B= det(B) = (45) + (84) + (96) – (105) – (-48) – (-72) = 240 2. sehingga terbukti bahwa A = . Hitunglah determinan dari A= Penyelesaian: Dengan menggunakan metode di atas kita dapatkan.1. perlu ditekankan bahwa metode yang ditunjukkan pada gambar 2. Dalam kasus-kasus seperti ini. setiap hasil kali dasar bertanda adalah nol.Perhatikan .2 MENGHITUNG DETERMINAN DENGAN REDUKSI BARIS Teorema 2.2 tidak dapat digunakan untuk menghitung determinan dari matriks 4 x 4 atau matriks yang lebih besar. maka setiap hasil kali dasar bertanda perlu mempunyai sebuah faktor dari suatu baris nol atau sebuah faktor dari suatu kolom nol.1 (a) Karena setiap hasil kali dasar bertanda dari A mempunyai satu faktor dari masing-masing baris dan satu faktor dari masing-masing kolom. (a) Jika A mempunyai sebuah baris nol atau sebuah kolom nol. Anggap A adalah suatu matriks bujur sangkar.2. (b) Suatu hasil kali dasar mempunyai satu faktor dari setiap baris dan setiap kolom.

kita harus mempunyai j2.2. kita harus mempunyai j2 = 2 agar kita mempunyai suatu hasil kali tak-nol. a2j. 1.1 (a) Hitung determinan dari matriks berikut A= Det(A) = 0+0+0-0-0-0 = 0 (b) Hitung determinan dari matriks berikut.2.Contoh penerapan dari teorema 2. karena a23 = 0. tinjau suatu hasil kali dasar umum a1j.2. Lebih jauh lagi. Jika j1 = 1. ) det( ) = 12+108+245- Jika A adalah suatu matriks segitiga n x n maka determinan dari A sama dengan hasil kali elemen-elemen diagonal dari A Bukti teorema 2. karena tidak ada dua faktor yang berasal dari kolom yang sama.untuk melihat adalah demikian halnya. a3j karena a12 = a13 = 0. Dengan meneruskan cara ini kita .2 (kasus segitiga bawah 3 x 3). kita harus mempunyai j1 = 1 supaya kita mempunyai suatu hasil kali dasar tak-nol. Satu-satunya hasil kali dasar dari A yang bias tak nol adalah ….2. lalu apakah benar bahwa untuk ) suatu matriks berorde n x n berlaku det(A) = det( A= = Det(A) = 12+245+108-30-63-168 = 108 30-63-168 = 108 Jadi. terbukti bahwa det(A) = det( Teorema 2.

2.3 MisalkanAadalahsuatumatriks n x n a) Jika B adalahmatriks yang diperolehketikasatubarisatausatukolomdari A dikalikandengansuatuskalar k. makadet (B) = -det(A) c) Jika B adalahmatriks yang diperolehketikakelipatandarisatubaris A ditambahkankebarislainnyaatauketikakelipatandarisatukolomditambahlkan kekolom yang lain.2.2 maka determinan dari matriks berikut adalah 2 x 5 x 1 = 10 Operasi Baris Elementer Teorema 2.2.3 Diterapkanuntukdeterminan 3 x 3 . b) Jika B adalahmatriks yang diperolehketikaduabarisatauduakolomdari A dipertukarkan.memperoleh j3 = 3. Karena a11a22a33 dikalikan dengan +1 dalam membentuk hasil kali dasar kita peroleh Det(A) = a11a22a33 Contoh penerapan dari teorema 2. makadet (B) = k det (A). makadet (B) = det (A) ContohTeorema 2.

a33 a21( a12 + ka22) + (a13 +ka23) a21a32 .det (A) a11 +ka21 a21 a31 a12 + ka22 a22 a32 a13 +ka23 a23 a33 a11 = a21 a31 a12 a22 a32 a13 a23 a33 Suatukelipatandaribariskedu adari A di tambahkankebarispertama det (B) = det (A) Bukti pada baris pertama det (B)= (ka11 a22a33+ ka12 a23a31+ ka13a21a32)-( a31 a22ka13+a32 a23ka11+a33a21ka12) =k (a11 a22 a33 +a12 a23 a31 + a13 a21 a32) – k ( a31a22a13 +a32 a23 a11 +a33 a21a12 ) =k((a11 a22 a33 + a12 a23 a31 + a13 a21 a32) –( a31 a22a13 +a32 a23 a11 +a33 a21a12 )) = k det (A) Bukti pada baris ke dua Det (B) = (a21 a12 a33 + a22 a13 a31 + a23 a11 a32 ) – (a31 a12 a23 + a32 a13 a21 + a33 a11 a22) = -((a31 a12 a23 + a32 a13 a21 + a33 a11 a22) + (a21 a12 a33 + a22 a13 a31 + a23 a11 a32 )) Bukti pada baris ke tiga Det (B) = (a11 +ka21) a22 a33 + (a12 + ka22) a23 a31+ (a13 +ka23) a21a32 – (a31 a22 (a13 +ka23)+ a32 a23(a11 +ka21) + a33 a21( a12 + ka22)) = (a11 +ka21) a22 a33 .a31 a22 (a13 +ka23) .a32 a23(a11 +ka21) + (a12 + ka22) a23 a31 .Hubungan ka11 a21 a31 ka12 a22 a32 ka13 a23 a33 = Operasi a11 a12 a22 a32 a13 a23 a33 Barispertamadari A dikalikandengan k k a21 a31 det (B) =kdet (A) a21 a11 a31 a22 a12 a32 a23 a13 = a33 a11 a21 a31 a12 a22 a32 a13 a23 a33 Barispertamadankeduadari A dipertukarkan det (B) = .

a33 a21 a22 +a23a21a32 .= a11 a22 a33 + ka21 a22 a33.a31 a22ka23 = ( a11 a22 a33+ a12 a23 a31+ a13a21a32. maka det (E) = -1 c) Jika E adalah hasil penjumlahan kelipatan satu baris dari In ke baris lainnya. maka det (E) = 1 Contoh Determinan dari matriks Elementer 1 0 0 0 0 3 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 =3 Baris kedua dari I4 dikalikan dengan 3 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 = -1 . maka det (E) = k b) Jika E adalah pertukaran dua baris dari In.a31 a22a13 ) + k (a21 a22 a33.4 Misalkan E adalah suatu matriks elementer n x n a) Jika E adalah hasil perkalian suatu baris dari In dengan k.2.a32a23a11.a31 a22a23) = det ( A) + 0 = det (A) Matriks Elementer Teorema 2.a31 a22a13 .a33 a21a12 .a33 a21a12 .a32a23a11.a32 a23ka21+ a12 a23 a31 + ka22 a23 a31 .a32 a23a21 + a22 a23 a31 .a33 a21 ka22 + a13a21a32 + ka23a21a32 .

B = − 4 2  −2 8 −4 7 0  5 = 0  0 3   −2 8 −4 7 5  3  Dua kali kolom pertama ditambah kolom kedua untuk membentuk satu kolom nol. sehingga : Det(B) = 0 .5 Jika A adalah suatu matriks bujursangkar dengan dua baris atau dua kolom yang proposional. sehingga : Det(A) = 0 1  2.Baris pertama dan terakhir dari I4 dipertukarkan 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 7 0 0 1 =1 7 kali baris terakhir dari I4 ditambahkan ke baris pertama Teorema 2. maka suatu baris bilangan nol dapat dibentuk dengan cara menjumlahkan kelipatan yang sesuai dari salah satu baris ke baris lainnya. Hal ini berlaku juga untuk kolom. A =  − 2 4 0  = − 2 8  0 8  Dua kali baris pertama dikurangi baris kedua untuk membentuk satu baris nol.2. Contoh : membentuk baris nol −1 1. maka det(A) = 0 Jika suatu matriks bujursangkar A memiliki 2 baris yang proposional.

A =  0 − 2  6 0 1 3 0 −2 −9  − 2  5   6 0 1 −9 −2 5 Det(A) = = (-) 3 −2 0 6 1 0 −9 5 −2 ( Baris ke 2 dan ke 3 dipertukarkan) 1 −2 0 2 1 0 −3 5 −2 = (-)(3) ( Suatu faktor bersama yaitu 3 dari baris pertama dikeluarkan melewati tanda determina ) 1 −2 0 2 1 0 −3 5 1 = (-)(3)(-2) ( Suatu faktor bersama yaitu -2 dari baris ketiga dikeluarkan melewati tanda determinan ) = (-)(3)(-2) 1 0 0 2 5 0 − 3 − 1 1 ( Baris kedua ditambah dua kali baris pertama ) .3 6 3. sehingga : Det(C) = 0 MENGHITUNG DETERMINAN DENGAN REDUKSI BARIS Contoh : 3  1. C =  5  − 9 −1 −2 8 3 4 5 1 −12 − 5 0  6 2  =  5 4    15  − 9 0 −2 8 3 0 5 1 −12 0 2  4  15  Dua kali baris pertama ditambah baris keempat untuk membentuk satu baris nol.

= (-)(3)(-2)(5) 1 0 0 2 1 0 −3 − /5 1 1 ( Suatu faktor bersama yaitu 5 dari baris kedua dikeluarkan melewati tanda determinan ) = (1)(-)(3)(-2)(5) = 30 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->