Anda di halaman 1dari 45

MAKALAH

OKSIGEN
Diajukkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Anorganik I
Yang dibina oleh Ibu Dra. Ida Farida. M.Pd

Disusun Oleh :

Irma Rahmawati 208 204 117

Iskandar Nugraha 208 204 118

Rizky Maulana Akbar 208 204 135

Siti Fatmawati 208 204 143

Sri Rahayu 208 204 145

PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2009
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, yang

telah memberikan segala nikmat dan hidayah-Nya kepada umat manusia supaya

selalu dekat kepada-Nya. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurah

limpahkan kehadirat Rasulullah SAW baik kepada keluarga, sahabat maupun

kepada kita selaku umatnya.

Makalah ini penulis sampaikan kepada pembina mata kuliah kimia

anorganik I sebagai salah satu tugas mata kuliah tersebut. Tidak lupa kami

ucapkan terima kasih kepada Ibu Dra.Ida Farida, M.Pd yang telah membimbing

kami dan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penulisan

makalah ini.

Alhamdulillah makalah ini akhirnya dapat diselesaikan oleh kami

walaupun masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun dari segi

sub-materinya. Untuk itu kami memohon kritik dan saran yang bersifat

membangun guna perbaikan makalah ini.

Akhirnya hanya kepada Allah jualah kita memohon perlindungan dan

hanya kepada Allah-lah kita memohon ampun. Mudah-mudahan makalah ini

bermanfaat bagi yang membacanya kelak. Amin.

Bandung, 10 November 2009

Penulis

|i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................i

DAFTAR ISI..............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1

1. Latar Belakang ...............................................................................................1

2. Rumusan Masalah ..........................................................................................2

3. Tujuan ............................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................3

1. Sejarah Oksigen .............................................................................................3

2. Sifat dan Karakteristik Oksigen .....................................................................11

3. Pembuatan Oksigen .......................................................................................19

4. Penggunaan Oksigen dalam Industri .............................................................21

5. Senyawa-Senyawa Oksigen ...........................................................................21

6. Ozon ...............................................................................................................28

BAB III PENUTUP ...................................................................................................37

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................40

LAMPIRAN ...............................................................................................................iii

| ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Oksigen adalah unsur yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Unsur golongan VI A ini, sangat penting bagi proses pernafasan makhluk hidup.

Oksigen lebih banyak berada dalam keadaan senyawanya daripada sebagai unsur

bebas. Sebagai unsur bebas (O2) terdapat dalam udara, yaitu kira-kira 21%

volume udara kering.

Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel

periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur

golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua

unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan standar,

dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik

dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen

merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan

unsur paling melimpah di kerak Bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9%

volume atmosfer bumi.

Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme

hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian

pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan.

Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan

tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir

semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang

|1
merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi

kehidupan. O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 milyar

tahun yang lalu. Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan

ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun

pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari

asbut.

Oleh karena itu oksigen adalah salah satu unsur yang menarik untuk

dibahas, karena oksigen ini dapat dengan mudah kita deskripsikan sesuai dengan

kelimpahannya di alam dan mudah bereaksi dengan unsur lain.

2. RUMUSAN MASALAH

Adapun berbagai masalah yang muncul dari unsur oksigen yang akan

dibahas dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Bagaimana sejarah mengenai perkembangan oksigen?


b. Bagaimana sifat-sifat dan karakteristik oksigen?
c. Bagaimana cara pembuatan oksigen ?
d. Apa macam-macam senyawa oksida ?
e. Apa yang dimaksud dengan ozon ?

3. TUJUAN MAKALAH

Dari rumusan masalah di atas maka dapat ditarik tujuan-tujuan

pembahasan yang akan dicapai diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Mengetahui sejarah dan perkembangan oksigen.


b. Mengetahui sifat-sifat dan karaktristik oksigen
c. Mengetahui berbagai cara pembuatan oksigen
d. Mengetahui macam-macam senyawa oksida
e. Mengetahui apa yang dimaksud ozon beserta penjelasannya

|2
BAB II

PEMBAHASAN

1. SEJARAH OKSIGEN

Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di

Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774.

Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang

pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada

tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori

flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri

dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit

untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis

air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga

digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai penyokong

kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan

penyelaman.

a. Percobaan awal

Percobaan Philo yang menginspirasi para

peneliti selanjutnya. Salah satu percobaan pertama yang

menginvestigasi hubungan antara pembakaran dengan

udara dilakukan oleh seorang penulis Yunani abad ke-2,

Philo dari Bizantium. Dalam karyanya Pneumatica, Philo

mengamati bahwa dengan membalikkan labu yang di

dalamnnya terdapat lilin yang menyala dan kemudian

|3
menutup leher labu dengan air akan mengakibatkan permukaan air yang terdapat

dalam leher labu tersebut meningkat. Philo menyimpulkan bahwa sebagian udara

dalam labu tersebut diubah menjadi unsur api, sehingga dapat melepaskan diri

dari labu melalui pori-pori kaca. Beberapa abad kemudian, Leonardo da Vinci

merancang eksperimen yang sama dan mengamati bahwa udara dikonsumsi

selama pembakaran dan respirasi. Pada akhir abad ke-17, Robert Boyle

membuktikan bahwa udara diperlukan dalam proses pembakaran.

Kimiawan Inggris, John Mayow, melengkapi hasil kerja Boyle dengan

menunjukkan bahwa hanya sebagian komponen udara yang ia sebut sebagai

spiritus nitroaereus atau nitroaereus yang diperlukan dalam pembakaran. Pada

satu eksperimen, ia menemukan bahwa dengan memasukkan seekor tikus

ataupun sebatang lilin ke dalam wadah penampung yang tertutup oleh permukaan

air akan mengakibatkan permukaan air tersebut naik dan menggantikan

seperempatbelas volume udara yang hilang. Dari percobaan ini, ia menyimpulkan

bahwa nitroaereus digunakan dalam proses respirasi dan pembakaran.

Mayow mengamati bahwa berat antimon akan meningkat ketika

dipanaskan. Ia menyimpulkan bahwa nitroaereus haruslah telah bergabung

dengan antimon. Ia juga mengira bahwa paru-para memisahkan nitroaereus dari

udara dan menghantarkannya ke dalam darah, dan panas tubuh hewan serta

pergerakan otot akan mengakibatkan reaksi nitroaereus dengan zat-zat tertentu

dalam tubuh. Laporan seperti ini dan pemikiran-pemikiran serta percobaan-

percobaan lainnya dipublikasikan pada tahun 1668 dalam karyanya Tractatus duo

pada bagian "De respiratione".

|4
b. Teori flogiston

Stahl membantu mengembangkan dan

mempopulerkan teori flogiston. Dalam percobaan

Robert Hooke, Ole Borch, Mikhail Lomonosov, dan

Pierre Bayen, percobaan mereka semuanya

menghasilkan oksigen, namun tiada satupun dari

mereka yang mengenalinya sebagai unsur. Hal ini

kemungkinan besar disebabkan oleh prevalensi filosofi pembakaran dan korosi

yang dikenal sebagai teori flogiston.

Teori flogiston dikemukakan oleh alkimiawan Jerman, J. J. Becher

pada tahun 1667, dan dimodifikasi oleh kimiawan Georg Ernst Stahl pada tahun

1731. Teori flogiston menyatakan bahwa semua bahan yang dapat terbakar

terbuat dari dua bagian komponen. Salah satunya adalah flogiston, yang

dilepaskan ketika bahan tersebut dibakar, sedangkan bagian yang tersisa setelah

terbakar merupakan bentuk asli materi tersebut.

Bahan-bahan yang terbakar dengan hebat dan

meninggalkan sedikit residu (misalnya kayu dan batu

bara), dianggap memiliki kadar flogiston yang sangat

tinggi, sedangkan bahan-bahan yang tidak mudah

terbakar dan berkorosi (misalnya besi), mengandung

sangat sedikit flogiston. Udara tidak memiliki peranan dalam teori flogiston.

Tiada eksperimen kuantitatif yang pernah dilakukan untuk menguji keabsahan

teori flogiston ini, melainkan teori ini hanya didasarkan pada pengamatan bahwa

|5
ketika sesuatu terbakar, kebanyakan objek tampaknya menjadi lebih ringan dan

sepertinya kehilangan sesuatu selama proses pembakaran tersebut.

Fakta bahwa materi seperti kayu sebenarnya bertambah berat dalam

proses pembakaran tertutup oleh gaya apung yang dimiliki oleh produk

pembakaran yang berupa gas tersebut. Sebenarnya pun, fakta bahwa logam akan

bertambah berat ketika berkarat menjadi petunjuk awal bahwa teori flogiston

tidaklah benar (yang mana menurut teori flogiston, logam tersebut akan menjadi

lebih ringan).

Carl Wilhelm Scheele mendahului Priestley dalam penemuan oksigen,

namun publikasinya dilakukan setelah Priestley.

c. Penemuan

Oksigen pertama kali ditemukan oleh seorang

ahli obat Carl Wilhelm Scheele. Ia menghasilkan gas

oksigen dengan mamanaskan raksa oksida dan berbagai

nitrat sekitar tahun 1772. Scheele menyebut gas ini

'udara api' karena ia murupakan satu-satunya gas yang

diketahui mendukung pembakaran. Ia menuliskan pengamatannya ke dalam

sebuah manuskrip yang berjudul Treatise on Air and Fire, yang kemudian ia

kirimkan ke penerbitnya pada tahun 1775. Namun, dokumen ini tidak

dipublikasikan sampai dengan tahun 1777. Joseph Priestley biasanya diberikan

prioritas dalam penemuan oksigen

Pada saat yang sama, seorang pastor Britania, Joseph Priestley,

melakukan percobaan yang memfokuskan cahaya matahari ke raksa oksida

|6
(HgO) dalam tabung gelas pada tanggal 1 Augustus 1774. Percobaan ini

menghasilkan gas yang ia namakan 'dephlogisticated air'. Ia mencatat bahwa lilin

akan menyala lebih terang di dalam gas tersebut dan seekor tikus akan menjadi

lebih aktif dan hidup lebih lama ketika menghirup udara tersebut.

Setelah mencoba menghirup gas itu sendiri, ia menulis: "The feeling

of it to my lungs was not sensibly different from that of common air, but I

fancied that my breast felt peculiarly light and easy for some time afterwards."

Priestley mempublikasikan penemuannya pada tahun 1775 dalam sebuah laporan

yang berjudul "An Account of Further Discoveries in Air". Laporan ini pula

dimasukkan ke dalam jilid kedua bukunya yang berjudul Experiments and

Observations on Different Kinds of Air. Oleh karena ia mempublikasikan

penemuannya terlebih dahulu, Priestley biasanya diberikan prioritas terlebih

dahulu dalam penemuan oksigen.

Seorang kimiawan Perancis, Antoine Laurent Lavoisier kemudian

mengklaim bahwa ia telah menemukan zat baru secara independen. Namun,

Priestley mengunjungi Lavoisier pada Oktober 1774 dan memberitahukan

Lavoisier mengenai eksperimennya serta bagaimana ia menghasilkan gas baru

tersebut. Scheele juga mengirimkan sebuah surat kepada Lavoisier pada 30

September 1774 yang menjelaskan penemuannya mengenai zat yang tak

diketahui, tetapi Lavoisier tidak pernah mengakui menerima surat tersebut

(sebuah kopian surat ini ditemukan dalam barang-barang pribadi Scheele setelah

kematiannya).

|7
d. Lavoisier

Apa yang Lavoisier tidak terbantahkan

pernah lakukan (walaupun pada saat itu dipertentangkan)

adalah percobaan kuantitatif pertama mengenai oksidasi

yang mengantarkannya kepada penjelasan bagaimana

proses pembakaran bekerja. Ia menggunakan percobaan

ini beserta percobaan yang mirip lainnya untuk meruntuhkan teori flogiston dan

membuktikan bahwa zat yang ditemukan oleh Priestley dan Scheele adalah unsur

kimia.

Antoine Lavoisier mendiskreditkan teori flogiston. Pada satu

eksperimen, Lavoisier mengamati bahwa tidak terdapat keseluruhan peningkatan

berat ketika timah dan udara dipanaskan di dalam wadah tertutup. Ia mencatat

bahwa udara segera masuk ke dalam wadah seketika ia membuka wadah tersebut.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian udara yang berada dalam wadah

tersebut telah dikonsumsi. Ia juga mencatat bahwa berat timah tersebut juga telah

meningkat dan jumlah peningkatan ini adalah sama beratnya dengan udara yang

masuk ke dalam wadah tersebut. Percobaan ini beserta percobaan mengenai

pembakaran lainnya didokumentasikan ke dalam bukunya Sur la combustion en

général yang dipublikasikan pada tahun 1777.

Hasil kerjanya membuktikan bahwa udara merupakan campuran dua

gas, 'udara vital', yang diperlukan dalam pembakaran dan respirasi, serta azote

(Bahasa Yunani ἄζωτον "tak bernyawa"), yang tidak mendukung pembakaran

maupun respirasi. Azote kemudian menjadi apa yang dinamakan sebagai

|8
nitrogen, walaupun dalam Bahasa Perancis dan beberapa bahasa Eropa lainnya

masih menggunakan nama Azote.

Lavoisier menamai ulang 'udara vital' tersebut menjadi oxygène pada

tahun 1777. Nama tersebut berasal dari akar kata Yunani ὀξύς (oxys) (asam,

secara harfiah "tajam") dan -γενής (-genēs) (penghasil, secara harfiah penghasil

keturunan). Ia menamainya demikian karena ia percaya bahwa oksigen

merupakan komponen dari semua asam. Ini tidaklah benar, namun pada saat para

kimiawan menemukan kesalahan ini, nama oxygène telah digunakan secara luas

dan sudah terlambat untuk menggantinya. Sebenarnya gas yang lebih tepat untuk

disebut sebagai "penghasil asam" adalah hidrogen.

Oxygène kemudian diserap menjadi oxygen dalam bahasa Inggris

walaupun terdapat penentangan dari ilmuwan-ilmuwan Inggris dikarenakan

bahwa adalah seorang Inggris, Priestley, yang pertama kali mengisolasi serta

menuliskan keterangan mengenai gas ini. Penyerapan ini secara sebagian

didorong oleh sebuah puisi berjudul "Oxygen" yang memuji gas ini dalam sebuah

buku populer The Botanic Garden (1791) oleh Erasmus Darwin, kakek Charles

Darwin.

e. Sejarah selanjutnya

Robert H. Goddard dengan roket berbahan

bakar campuran bensin dan oksigen cair rancangannya.

Hipotesis atom awal John Dalton berasumsi bahwa semua

unsur berupa monoatomik dan atom-atom dalam suatu

senyawa akan memiliki rasio atom paling sederhana terhadap

satu sama lainnya. Sebagai contoh, Dalton berasumsi bahwa rumus air adalah HO,

|9
sehingga massa atom oksigen adalah 8 kali massa hidrogen (nilai yang sebenarnya

adalah 16).

Pada tahun 1805, Joseph Louis Gay-Lussac dan Alexander von

Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari dua volume hidrogen dengan

satu volume oksigen; dan pada tahun 1811, berdasarkan apa yang sekarang

disebut hukum Avogadro dan asumsi molekul unsur diatomik, Amedeo

Avogadro memperkirakan komposisi air dengan benar.

Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan menyadari bahwa udara dapat

dicairkan dan komponen-komponennya dapat dipisahkan dengan mengkompres

dan mendinginkannya. Kimiawan dan fisikawan Swiss, Raoul Pierre Pictet,

menguapkan cairan sulfur dioksida untuk mencairkan karbon dioksida, yang

mana pada akhirnya diuapkan untuk mendinginkan gas oksigen menjadi cairan.

Ia mengirim sebuah telegram pada 22 Desember 1877 kepada Akademi Sains

Prancis di Paris dan mengumumkan penemuan oksigen cairnya. Dua hari

kemudian, fisikawan Perancis Louis Paul Cailletet mengumumkan metodenya

untuk mencairkan oksigen molekuler.

Hanya beberapa tetes cairan yang dihasilkan sehingga tidak ada

analisis berarti yang dapat dilaksanakan. Oksigen berhasil dicairkan ke dalam

keadaan stabil untuk pertama kalinya pada 29 Maret 1877 oleh ilmuwan Polandia

dari Universitas Jagiellonian, Zygmunt Wróblewski dan Karol Olszewski.

Pada tahun 1891, kimiawan Skotlandia James Dewar berhasil

memproduksi oksigen cair dalam jumlah yang cukup banyak untuk dipelajari.

Proses produksi oksigen cair secara komersial dikembangkan secara terpisah

| 10
pada tahun 1895 oleh insinyur Jerman Carl von Linde dan insinyur Britania

William Hampson. Kedua insinyur tersebut menurunkan suhu udara sampai ia

mencair dan kemudian mendistilasi udara cair tersebut. Pada tahun 1901,

pengelasan oksiasetilena didemonstrasikan untuk pertama kalinya dengan

membakar campuran asetilena dan O2 yang dimampatkan. Metode pengelasan

dan pemotongan logam ini pada akhirnya digunakan secara meluas.

Pada tahun 1923, ilmuwan Amerika Robert H. Goddard menjadi

orang pertama yang mengembangkan mesin roket; mesin ini menggunakan

bensin sebagai bahan bakar dan oksigen cair sebagai oksidator. Goddard berhasil

menerbangkan roket kecil sejauh 56 m dengan kecepatan 97 km/jam pada 16

Maret 1926 di Auburn, Massachusetts, USA.

2. SIFAT DAN KARAKTERISTIK OKSIGEN

a. Struktur

Pada temperatur dan tekanan standar, oksigen berupa gas tak

berwarna dan tak berasa dengan rumus kimia O2, di mana dua atom oksigen

secara kimiawi berikatan dengan konfigurasi elektron triplet spin. Ikatan ini

memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskan secara sederhana sebagai ikatan

ganda ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektron dengan dua ikatan tiga

elektron.

Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2. Konfigurasi

elektron molekul ini memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki dua

orbital molekul yang berdegenerasi. Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai

| 11
antiikat (melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi dua), sehingga ikatan oksigen

diatomik adalah lebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen.

Gambar Oksigen triplet

Dalam bentuk triplet yang normal, molekul O2 bersifat paramagnetik,

karena spin momen magnetik memiliki elektron tak berpasangan pada molekul

tersebut, sehingga terjadi energi pertukaran negatif antara molekul O2 yang

bersebelahan. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet, sedemikiannya pada

percobaan laboratorium, jembatan oksigen cair akan terbentuk di antara dua

kutub magnet kuat.

Oksigen singlet, adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan

spin elektronnya berpasangan. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada

umumnya. Konfigurasi electron dengan energy terendah dari molekul O2 yang

mengandung dua electron orbital , memberikan kenaikan ketiga keadaan,

seperti diperlihatkan dibawah ini.

Keadaan Energi
1 +
155 kJ (~13.000 cm-1)
1
92 kJ (~8.000 cm-1)
3 -
0 (keadaan dasar)

| 12
Molekul oksigen dalam keadaan tereksitasi singlet, khususnya
1
keadaan , yang mempunyai waktu hidup yang jauh lebih panjang daripada
1 +
keadaan , bereaksi dengan berbagai substrat organic tidak jenuh

menyebabkan oksidasi spesifik, terbatas, yaitu reaksi yang sangat khas berupa

reaksi Diels-Alder seperti adisi 1,4- pada suatu 1,3-dien :

+ O2(singlet)

Secara alami, oksigen singlet umumnya dihasilkan dari air selama

fotosintesis. Ia juga dihasilkan di troposfer melalui fotolisis ozon oleh sinar

berpanjang gelombang pendek, dan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sumber

oksigen aktif. Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis (kemungkinan

juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerap oksigen

singlet dan mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum ia

menyebabkan kerusakan pada jaringan.

b. Alotrop

Alotrop oksigen elementer yang umumnya ditemukan di bumi adalah

dioksigen O2. Ia memiliki panjang ikat 121 pm dan energi ikat 498 kJ·mol-1.

Alotrop oksigen ini digunakan oleh makhluk hidup dalam respirasi sel dan

merupakan komponen utama atmosfer bumi.

Trioksigen (O3), dikenal sebagai ozon, merupakan alotrop oksigen

yang sangat reaktif dan dapat merusak jaringan paru-paru. Ozon diproduksi di

atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan dari

pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV). Oleh karena ozon menyerap

| 13
gelombang UV dengan sangat kuat, lapisan ozon yang berada di atmosfer

berfungsi sebagai perisai radiasi yang melindungi planet. Namun, dekat

permukaan bumi, ozon merupakan polutan udara yang dibentuk dari produk

sampingan pembakaran otomobil.

Molekul metastabil tetraoksigen (O4) ditemukan pada tahun 2001, dan

diasumsikan terdapat pada salah satu enam fase oksigen padat. Hal ini dibuktikan

pada tahun 2006, dengan menekan O2 sampai dengan 20 GPa, dan ditemukan

struktur gerombol rombohedral O8. Gerombol ini berpotensi sebagai oksidator

yang lebih kuat daripada O2 maupun O3, dan dapat digunakan dalam bahan bakar

roket. Fase logam oksigen ditemukan pada tahun 1990 ketika oksigen padat

ditekan sampai di atas 96 GPa. Ditemukan pula pada tahun 1998 bahwa pada

suhu yang sangat rendah, fase ini menjadi superkonduktor.

c. Sifat Fisik

Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang

ditemukan berlimpah di matahari, dan memainkan peranan dalam

siklus karbon-nitrogen, yakni proses yang diduga menjadi

sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Oksigen dalam

kondisi tereksitasi memberikan warna merah terang dan kuning-

Gambar hijau pada Aurora Borealis. Warna oksigen cair adalah biru
oksigen cair
seperti warna biru langit. Fenomena ini tidak berkaitan; warna

biru langit disebabkan oleh penyebaran Rayleigh.

Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Air mengandung

sekitar satu molekul O2 untuk setiap dua molekul N2, bandingkan dengan rasio

| 14
atmosferik yang sekitar 1:4. Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada suhu.

Pada suhu 0 °C, konsentrasi oksigen dalam air adalah 14,6 mg·L−1, manakala

pada suhu 20 °C oksigen yang larut adalah sekitar 7,6 mg·L−1. Pada suhu 25 °C

dan 1 atm udara, air tawar mengandung 6,04 mililiter (mL) oksigen per liter,

manakala dalam air laut mengandung sekitar 4,95 mL per liter. Pada suhu 5 °C,

kelarutannya bertambah menjadi 9,0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per

liter untuk air murni dan 7,2 mL (45% lebih) per liter untuk air laut.

Oksigen mendidih pada 90,20 K (−182,95 °C, −297,31 °F), dan

membeku pada 54.36 K (−218,79 °C, −361,82 °F). Baik oksigen cair dan oksigen

padat berwarna biru langit. Hal ini dikarenakan oleh penyerapan panjang

gelombang warna merah. Oksigen cair dengan kadar kemurnian yang tinggi

biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair. Oksigen cair juga

dapat dihasilkan dari pengembunan udara, menggunakan nitrogen cair dengan

pendingin. Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari

bahan-bahan yang mudah terbakar. Pada suhu dan tekanan biasa, oksigen

didapati sebagai dua atom oksigen dengan formula kimia O2.

Oksigen merupakan gas yang dibebaskan oleh tumbuhan ketika proses

fotosintesis, dan diperlukan oleh hewan untuk pernafasan. Perkataan oksigen

terdiri daripada dua perkataan Greek, oxus (asid) dan gennan (menghasilkan).

Oksigen cair dan pepejal mempunyai warna biru lembut dan mempunyai sifat

paramagnet (mudah menjadi magnet). Oksigen cair biasanya dihasilkan dengan

proses perbedaan suhu dari udara cair (disejukkan sehingga menjadi cair).

| 15
Berikut ini perbandingan sifat fisik oksigen dengan unsur-unsur segolongannya,

yaitu Sulfur, Selenium, Tellurium dan Polonium.

Tabel sifat-sifat Fisik Oksigen dan Unsur-unsur Segolongannya

Lambang Titik Leleh Titik Didih Bentuk (pada suhu


Unsur
Atom (°C) (°C) kamar)

Oksigen O -218 -183 Gas tak berwarna

Belerang S 113 445 Kuning, serbuk

padat

Selenium Se 217 685 Hijau kebiru-

biruan

Tellurium Te 452 1390 Putih keperakan-

logam

Polonium Po 254 962 Radioaktif

d. Isotop

Oksigen yang dapat ditemukan secara alami adalah 16O, 17O, dan 18O,
16
dengan O merupakan yang paling melimpah (99,762%). Isotop oksigen dapat

berkisar dari yang bernomor massa 12 sampai dengan 28.


16
Kebanyakan O di disintesis pada akhir proses fusi helium pada

bintang, namun ada juga beberapa yang dihasilkan pada proses pembakaran neon.
17
O utamanya dihasilkan dari pembakaran hidrogen menjadi helium semasa

siklus CNO, membuatnya menjadi isotop yang paling umum pada zona
18 14
pembakaran hidrogen bintang. Kebanyakan O diproduksi ketika N (berasal

| 16
dari pembakaran CNO) menangkap inti 4He, menjadikannya bentuk isotop yang

paling umum di zona kaya helium bintang.

Empat belas radioisotop telah berhasil dikarakterisasi, yang paling


15 14
stabil adalah O dengan umur paruh 122,24 detik dan O dengan umur paruh

70,606 detik. Isotop radioaktif sisanya memiliki umur paruh yang lebih pendek

daripada 27 detik, dan mayoritas memiliki umur paruh kurang dari 83 milidetik.
16
Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih ringan dari O

adalah penangkapan elektron, menghasilkan nitrogen, sedangkan modus


18
peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih berat daripada O adalah

peluruhan beta, menghasilkan fluorin.

e. Keberadaan

Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah

di biosfer, udara, laut, dan tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling

melimpah ketiga di alam semesta, setelah hidrogen dan helium. Sekitar 0,9%

massa Matahari adalah oksigen. Oksigen mengisi sekitar 49,2% massa kerak

bumi dan merupakan komponen utama dalam samudera (88,8% berdasarkan

massa). Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer

bumi, menduduki 21,0% volume dan 23,1% massa (sekitar 1015 ton) atmosfer.

Bumi memiliki ketidaklaziman pada atmosfernya dibandingkan

planet-planet lainnya dalam sistem tata surya karena ia memiliki konsentrasi gas

oksigen yang tinggi di atmosfernya. Bandingkan dengan Mars yang hanya

memiliki 0,1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan memiliki kadar

konsentrasi yang lebih rendah. Namun, O2 yang berada di planet-planet selain

| 17
bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul

beratom oksigen, misalnya karbon dioksida.

Konsentrasi gas oksigen di Bumi yang tidak lazim ini merupakan

akibat dari siklus oksigen. Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan

oksigen di dalam dan di antara tiga reservoir utama bumi: atmosfer, biosfer, dan

litosfer. Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini adalah fotosintesis.

Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer, manakala respirasi dan proses

pembusukan menghilangkannya dari atmosfer. Dalam keadaan kesetimbangan,

laju produksi dan konsumsi oksigen adalah sekitar 1/2000 keseluruhan oksigen

yang ada di atmosfer setiap tahunnya.

Gambar Siklus Oksigen

Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan. Peningkatan

kelarutan O2 pada temperatur yang rendah memiliki implikasi yang besar pada

| 18
kehidupan laut. Lautan di sekitar kutub bumi dapat menyokong kehidupan laut

yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih tinggi. Air yang

terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. Para ilmuwan

menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah

O2 yang diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu

seperti semula.

3. PEMBUATAN OKSIGEN

Secara komersial, oksigen diperoleh dari destilasi bertingkat udara

yang dicairkan. Berikut bagan destilasi bertingkat udara cair :

Bagan Destilasi Bertingkat Udara Cair

Prosesnya sebagai berikut :

Mula-mula udara disaring untuk menghilangkan debu lalu

dimasukkan ke dalam kompresor. Pada kompresi ini suhu udara akan naik,

kenudian didinginkan dalam pendingin. Udara dingin mengembang melalui

celah, dan hasilnya adalah udara yang suhunya lebih dingin, cukup untuk

| 19
menyebabkan mencair. Udara cair disaring untuk memisahkan CO2(s) dan air

yang telah membeku. Kemudian udara cair itu memasuki bagian puncak kolom

dimana nitrogen, komponen yang paling mudah menguap, keluar sebagai gas.

Pada pertengahan kolom, gas argon keluar dan selanjutnya oksigen cair.

Komponen lain yang paling sulit menguap akan terkumpul didasar. Berturut-turut

titik didih normal nitrogen, argon, dan oksigen adalah -195,8, -187,7, dan-

183,0°C.

Untuk membuat gas oksigen dalam skala kecil (di laboratorium) dapat

dilakukan dengan cara antara lain :

a. Memanaskan serbuk kalium kromat KClO3 dengan katalisator mangan

oksida (batu kawi), MnO2, sebagai katalis.

Reaksinya :

2 KClO3(s) → 2KCl(s) + O2(g)

Pembuatan gas oksigen dalam skala lab

| 20
b. Menguraikan hydrogen peroksida H2O2 dengan MnO2 sebagai katalis :

H2O2(l) H2O(l) + O2(g)

c. Elektrolisis air yang diberi asam sulfat H2SO4

2H2O(l) H2(g) + O2(g)

d. Memanaskan barium peroksida BaO2

BaO2(s) 2BaO(s) + O2(g)

4. PENGGUNAAN OKSIGEN DALAM INDUSTRI

Sebagian besar dari produksi oksigen digunakan pada industry baja.

Besi tuang yang diperoleh dari tanur tinggi (besi kasar) mengandung karbon

sekitar 3 - 4 %. Kadar karbon yang terlalu tinggi itu menyebabkan besi tuang

kurang kuat dan rapuh. Kadang karbon dalam besi tuang dikurangi dengan

oksidasi yang terkendali.

Sebagian kecil oksigen digunakan bersama-sama dengan gas asetilen

(etuna) untuk mengelas. Pembakaran gas asetilen bisa mencapai suhu 3000°C.

Selain itu oksigen cair digunakan sebagai bahan bakar roket.

5. SENYAWA-SENYAWA OKSIGEN

Oksigen dengan konfigurasi elektron [He] 2s2 2p4 adalah unsur yang

sangat elektronegatif (skala paulling = 3,5), nomor dua terbesar seelah fluor

(skala paulling = 4,1). Oleh karena itu, semua unsur bereaksi dengan oksigen

membentuk senyawa oksida, kecuali gas mulia. Selain itu, juga membentuk

senyawa peroksida dan superoksida. Ini dimungkinkan karena oksigen dapat

mempunyai bebrapa bilangan oksidasi, dalam senyawanya, seperti pada tabel

berikut ini :

| 21
Biloks Dalam
Pada Senyawa Contoh
Oksigen Bentuk
-1/2 O2- Superoksida KO2

-1 O22- Peroksida Na2O2, BaO2

-2 O2- Oksida H2O, Na2O, Cl2O5,


MgO
0 Unsur oksigen dan O2 dan O3
alotropinya
+2 O2+ Senyawaan Fluor OF2

Tabel Bilangan Oksidasi Oksigen Dalam Senyawanya

a. Senyawa Oksida

Oksida adalah senyawa biner suatu unsur dengan oksigen. Sebagain

besar oksida diperoleh langsung dengan mereaksikan unsurnya langsung dengan

oksigen.oksida biner dari unsurnya melengkapi ranah jenis ikatan mulia yang

benmar-benar ionic sampai yang benar-benar kovalen. Oksida dapat

diklasifikasikan ke dalam lima golongan,yaitu oksida logam, oksida nonlogam,

oksida amfoter, oksida netral dan oksida campuran.

1) Oksida Logam

Oksida logam terbentuk antara unsur IA dan IIA dengan oksigen.

Oksida logam alkali atau alkali tanah kurang lebih akan larut dalam air dan

menunjukkan sifat basa. Natrium oksida Na2O adalah cntoh khas oksida basa.

Jadi,

Na2O(s) + H2O → 2Na+(aq) + 2OH¯(aq)

(aq) menunjukkan bahwa spesi ini ada dalam larutan dalam air. Bahkan bila

oksida ini sedikit larut dalam air, oksida ini tetap basa bila bereaksi dengan

air.

| 22
Semua oksida logam golongan IA bersifat mudah larut dalam air.

Kelarutan ini disebabkan terjadinya reaksi hidrolisis ion oksida menjadi ion

hidroksida. Sifat basa kuatnmya disebabkan oleh OH- contohnya:

K2O(S) + H2O 2KOH(aq)

Semua oksida logam IA maupun IIA bersifat sangat reaktif terhadap

air, sehingga harus disimpan dalam udara kering.

Semua oksida logam IIA juga bersifat basa,kecuali BeO yang bersifat

amfoter. Makin kebawah dalam satu golongan, sifat basa oksida logam IIA

semakin kuat. Namun karena MgO tidak larut dalam air, sifat basanya

ditunjukkan oleh kemampuannya bereaksi dengan H+ (karena bereaksi

dengan asam) reaksinya:

MgO(s) + 2H+(aq) Mg2+(aq) +H2O

MgO(s) + H2O tidak larut

Semua oksida logam mempunyai titik leleh di atas 19000C yang

menunjukkan sebagai senyawa ionik yang mengandung ion oksida, kecuali

berilium oksida merupakan senyawa kovalen.

2) Oksida Non-Logam

Oksida ini terbentuk dari oksigen dengan unsur-unsur nonlogam

seperti,nitrogen,sulfur,posfor,dan golongan ahalogen serta karbon dioksida.

Sebagian besar oksida non logam bersifat asam. Kekuatan asamnya

meningkat dari kiri ke kanan dalam satu periode dalam tabel periodik.

| 23
Dengan kata lain, keasaman menjadi lebih kuat dengan meningkatnya sifat

non logamnya.

Contoh oksida nonlogam SO2,SO3,CO2,NO2,P2O5. Seperti pada

Sebagaimana unsur golongan 14, karbon memiliki dua oksida, CO dan CO2,

dan keasaman CO2 lemah (H2CO3 adalah asam lemah). Oksida karbon

berwujud gas tetapi oksida silikon dan unsur-unsur di bawahnya berwujud

padat. SiO2 tidak larut dalam air, tetapi oksida ini bersifat asam karena

bereaksi dengan basa.

SiO2 + 2NaOH → Na2SiO3 + H2O

SO3 dan P4O10 adalah oksida asam karena oksida ini bereaksi dengan

air menghasilkan proton.

3) Oksida Amfoter

Oksida amfoter terbentuk antara oksigen dengan logam amfoter antara

lain Al,Sn,Zn,Pb,Sb,Cr. Oksida ini berlaku sebagai basa terhadap asam kuat

dan sebagai asam terhadap basa kuat.contoh:

ZnO + HCl ZnCl2 + H2O

ZnO + 2H+(aq) Zn2+ + H2O

4) Oksida netral (oksida inert)

Oksida netral atau inert adalah oksida yang tidak bereaksi dengan

asam maupun basa. Disamping itu oksida netral juga bila dilarutkan dalam air

tidak menghasilkan asam maupun basa.misalnya:N2O,CO dan MnO2. bila

MnO2 (atau PbO2) larut dalam asam,misalnya dalam HCl, pekat, reaksinya

| 24
adalah reaksi redoks, menhhasilkan Mn2+ dan Cl2 namun bukan reaksi asam

basa.

5) Oksida campuran

Oksida campuran terdiri dari dua macam oksida dari unsur sejenis,tapi

berbeda tingkat oksidasinya,oksida ini merupakan oksida ion yang

nonstoikiometri,contoh Fe3O4 merupakan campuran dari FeO dan Fe2O3. Bila

suatu unsur membentuk beberapa oksida yang biloksnya lebih tinggi bersifat

asam,contohnya Cr membentuk oksida CrO bersifat basa, Cr2O3 Bersifat

amfoter dan CrO3 bersifat asam.

b. Senyawa Peroksida

Senyawa peroksida yang banyak digunakan adalah hydrogen peroksida

H2O2, yaitu untuk pemutih pulp kertas, tekstil, kulit, lemak dan minyak rambut.

Dalam industry digunakan sebagai pereaksi kimia organic, polimer, obat-obatan,

dan produksi makanan. Hydrogen peroksida encer digunakan dalam rumah

tangga untuk antiseptic ringan dan pemutih kain.

Hidrogen peroksida murni merupakan cairan tak berwarna yang membeku

pada -0,46oC dan mendidih 150,2oC. Cairannya lebih kental dari pada air dengan

massa jenisnya 1,44225 g/mL (pada 25oC). molekulnya menunjukan ikatan O-O

seperti yang ditunjukkan oleh struktur Lewis :

| 25
Namun strukturnya tidak planar, tetapi membentuk struktur yang disebut

skew-chain. Seperti yang ditunjukan dalam gambar berikut ini :

Bentuk geometri Molekul H 2O2

Hidrogen peroksida mempunyai nilai pKa = 11,75, bersifat asam sangat

lemah dan sebagai proton akseptor, seperti ditunjukan dalam reaksi berikut ini :

H2O2 (aq) + H3O+(aq) H2O(aq) + H3O+ (aq)

Namun demikian, hydrogen peroksida merupakan oksidator kuat dalam

suasana asam maupun basa. Ini terlihat dari potensial reduksi standarnya :

H2O2 (aq) + 2H+(aq) + 2e- 2 H2O E0=+1,77 V (1)

O2(g) + 2H+(aq) + 2e- ↔ H2O2 (aq) E0=+0,69 V (2)

HO2-(aq) + H2O + 2e- ↔ 3OH-(aq) E0=+0,87 V (3)

Laju reaksi Hidrogen peroksida mudah terurai menjadi air dan oksigen

setelah disimpan lama. Reaksinya, sebagai berikut:

2 H2O2 (l) → 2 H2O + O2(g) ∆H= -197 kJ/mol

Penguraian ini dipercepat oleh adanya, panas , ion logam berat, dan

kotoran. Bahkan air dan oksigen yang menjadi produk penguraiannya juga

mempercepat proses penguraian selanjutnya. Terbentuknya oksigen dari hasil

penguraian itu dapat memicu terjadinya ledakan dan api. Oleh karena itu

| 26
hydrogen peroksida pekat harus disimpan dalam botol plastic khusus yang bagian

dalamnya dilapisi lilin dan tidak boleh menggunakan botol gelas. Permukaan

gelas umumnya mengandung alkali yang dapat mempercepat proses penguraian.

Peroksida yang dijual di toko obat konsentrasinya hanya 2-3%. Biasanya

hidrogen peroksida yang dijual secara komersial adalah larutan encer yang berisi

sedikit stabilizer, dalam botol kaca atau polietilena untuk menurunkan tingkat

dekomposisi. 6% (w/v) hidrogen peroksida dapat merusak kulit, menimbulkan

bisul-bisul putih yang disebabkan oleh gelembung oksigen.

Hydrogen peroksida dapat dibuat melalui berbagai metode. Untuk

pembuatan di laboratorium dalam jumlah yang kecil, sering dilakukan melalui

penambahan barium peroksida ke dalam larutan asam sulfat, encer dan dingin.

Reaksinya sebagai berikut :

BaO2 (s) + H2SO4 (aq) → BaSO4 (s)+ H2O2 (aq)

c. Senyawa Superoksida

Senyawa superoksida Na, K, dan Rb dibuat dari peroksidanya.

Contohnya sebagai berikut :

K2O2 + O2 2KO2

Dalam sistem tertutup seperti pada kapal selam, kalium superoksida

digunakan untuk menghilangkan gas karbon dioksida hasil pernafasan para kru

kapal selam.

Reaksinya sebagai berikut :

4 KO2 (s) + 2CO2 (g) ↔2K2CO3 (s) + 3O2 (g)

| 27
Reaksi diatas memungkinkan terjadinya regenerasi gas oksigen yang diperlukan

untuk pernafasan.

Superoksida ionic, MO2, dibentuk oleh interaksi O2 dengan K, Rb,

atau Cs sebagai padatan Kristal kuning sampai jingga. NaO2 dapat diperoleh

hanya dengan reaksi Na2O2 dengan O2 pada 300 atm dan 500°C. LiO2 tidak dapat

diisolasi. Superoksida alkali tanah, Mg, Zn, dan Cd hanya terdapat dalam

konsentrasi kecil sebagai larutan padat dalam peroksida. Ion O2- mempunyai satu

elektron tidak berpasangan. Superoksida adalah zat pengoksidasi yang sangat

kuat. Mereka bereaksi kuat dengan air :

2 O2- + H2O → O2 + HO2- + OH-

2 HO2- → 2OH- + O2 (lambat)

Reaksi dengan CO2, yang melibatkan intermediet peroksokarbonat,

diguanakan untuk menghilangkan CO2 dan meregenerasi O2 dalam system

tertutup (misalnya kapal selam). Reaksi keseluruhan adalah

4MO2(s) + 2CO2(g) → 2M2CO3(s) + 3O2(g)

6. OZON

Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30

km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan

ozon'. Ozon terhasil dengan berbagai percampuran

kimiawi, tetapi mekanisme utama penghasilan dan

perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari

matahari.

| 28
Ozon adalah salah satu gas yang membentuk atmosfer. Molekul

oksigen (O2) yang dengannya kita bernafas membentuk hampir 20% atmosfer.

Pembentukan ozon (O3), molekul triatom oksigen kurang banyak dalam atmosfer

di mana kandungannya hanya 1/3.000.000 gas atmosfer.

Ozon adalah salah satu bentuk alotropi dari oksigen. Ozon murni

adalah gas berwarna biru muda dan berbau tajam ozon cair berwarna biru tua,

sedangkan ozon paat berwarna ungu tua. Ozon cair mendidih pada -1800C. Ozon

bersifat tidak stabil, baik daam bentuk gas, cair atau padat. Ozon cair mudah

meledak.

Ozon adalah oksidator yang jauh lebih kuat daripada oksigen. Ozon

mempnyai potensial redksi standar yang sangat tinggi baik dalam suasana asam

maupun basa. Hal ini mennjukkan bahwa ozon merupakan oksidator yang sangat

kuat.

O3 (g) + 2H+ (aq) + 2e- ↔ O2 (g) + H2O E0 = +2,08 V

O3 (g) + H2O + 2e- ↔ O2 (g) + 2OH- E0 = +1,24 V

Dalam suasana asam, kekuatan oksidator ozon urutan kedua setelah flour,

sehingga ozon seringkali digunakan sebagai oksidator untuk pembuatan senyawa.

Sifat oksidator ozon ini juga dimanfaatkan untuk mensterilkan air minum, karena

dapat membunuh mikroorganisme.

Reaksi utama yang menghasilkan O3 (g) pada stratosfer adalah :

O2 + uv → O + O …(a)

O2 + O + M → O3 + M …(b)

| 29
Persamaan (a) menjelaskan penguraian ozon setelah menyerap radiasi

uv. Reaksi atom dan molekul oksigen menghasilkan ozon seperti yang diuliskan

pada persamaan (b). M adalah ‘spesi ketiga’ (misalnya N2 (g) ) yang diperlukan

untuk menangkap kelebihan energi tumbukkan. Adanya M sangat penting, karena

ozon sangat energetic dan terurai spontan.

Ozon (O3) dihasilkan apabila O2 menyerap sinar UV pada jarak

gelombang 242 nanometer dan disingkirkan dengan fotosintesis dari sinar bagi

jarak gelombang yang besar dari 290 nm. O3 juga merupakan penyerap utama

sinar UV antara 200 dan 330 nm. Penggabungan proses-proses ini efektif dalam

meneruskan ketetapan bilangan ozon dalam lapisan dan penyerapan 90% sinar

UV.

UV dikaitkan dengan pembentukan kanker kulit dan kerusakan

genetik. Peningkatan tingkat UV juga mempunyai dampak kurang baik terhadap

sistem imunisasi hewan, organisme akuatik dalam rantai makanan, tumbuhan dan

tanaman. Penyerapan sinaran UV berbahaya oleh ozon stratosfer amat penting

untuk semua hidupan di bumi.

a. Sifat ozon

Ozon amat mengkakis dan dipercayai sebagai bahan beracun dan

bahan cemar biasa. Ozon mempunyai bau yang tajam, menusuk hidung. Ozon

juga terbentuk pada kadar rendah dalam udara akibat arus listrik seperti kilat, dan

oleh tenaga tinggi seperti radiasi eletromagnetik.

UV dikaitkan dengan pembentukan kanker kulit dan kerusakan

genetik. Peningkatan tingkat uv juga mempunyai dampak kurang baik terhadap

| 30
sistem imunisasi hewan, organisme akuatik dalam rantai makanan, tumbuhan dan

tanaman. Penyerapan sinar UV oleh ozon di stratosfer amat penting bagi

kehidupan di bumi.

b. Ozon di muka bumi

Ozon di muka bumi terbentuk oleh sinar ultraviolet yang menguraikan

molekul O3 membentuk unsur oksigen. Unsur oksigen ini bergabung dengan

molekul yang tidak terurai dan membentuk O3 (trioksigen). Kadangkala unsur

oksigen akan bergabung dengan N2 untuk membentuk nitrogen oksida; yang

apabila bercampur dengan cahaya mampu membentuk ozon.

c. Keseimbangan ozon

Jumlah ozon dalam atmosfer berubah menurut lokasi geografi dan

musim. Ozon ditentukan dalam satuan Dobson (Du) di mana, sebagai contoh, 300

Du setara dengan 3 mm tebal lapisan ozon yang tulen jika dimampatkan ke

tekanan permukaan laut. Sebagian besar ozon stratosfer dihasilkan di kawasan

tropis dan diangkut ke ketinggian yang tinggi dengan skala-besar putaran

atmosfer semasa musim salju hingga musim semi. Umumnya kawasan tropis

memiliki ozon yang rendah.

d. Kegunaan ozon

Ozon digunakan dalam bidang pengobatan untuk mengobati pasien

dengan cara terawasi dan mempunyai penggunaan yang meluas seperti di Jerman.

Di antaranya ialah untuk perawatan kulit terbakar. Sedangkan dalam

perindustrian, ozon digunakan untuk:

mengenyahkan kuman sebelum dibotolkan (antiseptik),

| 31
menghapuskan pencemaran dalam air (besi, arsen, hidrogen sulfida, nitrit,

dan bahan organik kompleks yang dikenal sebagai warna),

membantu proses flokulasi (proses pengabungan molekul untuk

membantu penapis menghilangkan besi dan arsenik),

mencuci, dan memutihkan kain (dipaten),

membantu mewarnakan plastik,

menentukan ketahanan getah.

e. Ancaman dari klorofluorokarbon (CFC)

Ancaman yang diketahui terhadap keseimbangan ozon adalah

kloroflorokarbon (CFC) buatan manusia yang meningkatkan kadar penipisan

ozon menyebabkan kemerosotan berangsur-angsur dalam tingkat ozon global.

CFC digunakan oleh masyarakat modern dengan cara yang tidak terkira

banyaknya, dalam kulkas, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan busa dan

bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik.

Masa hidup CFC berarti 1 molekul yang dibebaskan hari ini bisa ada

50 hingga 100 tahun dalam atmosfer sebelum dihapuskan. Dalam waktu kira-kira

5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 – 50 km). Di

atas lapisan ozon utama, pertengahan julat ketinggian 20 – 25 km, kurang sinar

UV diserap oleh ozon. Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan UV, dan

membebaskan atom klorin. Atom klorin ini juga berupaya untuk memusnahkan

ozon dan menghasilkan lubang ozon. Setiap satu molekul CFC mampu

menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC

dalam aerosol dilarang di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia.

| 32
Bahan-bahan kimia lain seperti bromin halokarbon, dan juga nitrogen oksida dari

pupuk, juga dapat menyerang lapisan ozon.

f. Dampak akibat penipisan ozon

1) Timbul beberapa penyakit

Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan

menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada

manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan

berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat

pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya,

terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut

campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit

pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.

2) Kemerosotan ozon global

Pengukuran latar dan satelit

menunjukkan pengurangan signifikan terhadap

jumlah kolom ozon pada musim dingin dan panas

bagi kedua hemisfer utara dan selatan pada garis

lintang tengah dan tinggi. Didapati aliran ke bawah

ini pada tahun 1980 agak besar bila dibandingkan

dengan tahun 1970. Tiada statistik aliran signifikan dapat ditentukan bagi

kawasan tropika semasa tahun 1980. Dengan kemajuan komputer model bagi

pemusnahan stratosfer ozon dapat menjelaskan pemerhatian aliran jumlah ozon

di ketinggian pertengahan pada musim panas, tetapi hanya sebagian darinya pada

| 33
musin sejuk. Ini bermakna pada masa depan perubahan global ozon belum bisa

diramalkan lagi.

3) Satelit

Penggunaan satelit mengelilingi kutub seperti Satelit NASA Nimbus7

yang membawa peralatan "Total Ozone Mapping Spectrometer" (TOMS) telah

merevolusikan pemantauan ozon sejak 20 tahun yang lalu. Kedudukan yang baik

di atas cakrawala dan kemampuan setiap satelit untuk perjalanan mendatar

seluruh dunia, menyediakan liputan yang lebih baik dari stasiun darat. Ini sangat

tinggi nilainya untuk menentukan aliran global. Ketepatan sensor satelit

menggunakan prinsip yang sama dengan spektrofotometer Dobson.

4) Spektrofotometer Dobson

Spektrofotometer pertama diciptakan pada tahun 1920 oleh Gordon

Dobson untuk mengukur jumlah ozon. Kini terdapat kurang lebih 80 jenis alat ini

untuk digunakan di seluruh dunia dalam mengukur jumlah ozon.

Spektrofotometer Dobson mengukur ozon dengan membandingkan jumlah

penyinaran pada jarak dua UV. Satu jarak gelombang terlacak kuat dengan ozon

manakala yang satu lagi tidak. Perbedaan antara jumlah dua sinar secara langsung

berhubungan dengan jumlah ozon.

5) Ozon sonde

Ozon sonde adalah sel elektrokimia dan penghantar radio yang

dilekatkan kepada balon yang berisi gas hidrogen yang dapat mencapai

ketinggian kira-kira 35 km. Udara dimasukkan ke dalam sel kecil dengan pompa.

Pelarut dalam sel bercampur dengan ozon, menghasilkan arus eletrik yang

| 34
berkadar sama dengan jumlah ozon. Isyarat dari sel diubah atas kode dan

diantarkan melalui radio kepada penerima stasiun. Dari pelepasan balon hingga

kegagalan, lazimnya kira-kira 35 km, sonde ini menyediakan taburan menegak

ozon.

6) Tindakan dunia

Dalam tahun 1975, dikhawatirkan aktivitas manusia akan mengancam

lapisan ozon. Oleh itu atas permintaan "United Nations Environment

Programme" (UNEP), WMO memulai Penyelidikan Ozon Global dan Proyek

Pemantauan untuk mengkoordinasi pemantauan dan penyelidikan ozon dalam

jangka panjang. Semua data dari tapak pemantauan di seluruh dunia diantarkan

ke Pusat Data Ozon Dunia di Toronto, Kanada, yang tersedia kepada masyarakat

ilmiah internasional.

Pada tahun 1987, ditandatangani Protokol Montreal, suatu perjanjian

untuk perlindungan terhadap lapisan ozon. Protokol ini kemudian diratifikasi oleh

36 negara termasuk Amerika Serikat. Pelarangan total terhadap penggunaan CFC

sejak 1990 diusulkan oleh Komunitas Eropa (sekarang Uni Eropa) pada tahun

1989, yang juga disetujui oleh Presiden AS George Bush. Pada Desember 1995,

lebih dari 100 negara setuju untuk secara bertahap menghentikan produksi

pestisida metil bromida di negara-negara maju. Bahan ini diperkirakan dapat

menyebabkan pengurangan lapisan ozon hingga 15 persen pada tahun 2000. CFC

tidak diproduksi lagi di negara maju pada akhir tahun 1995 dan dihentikan secara

bertahap di negara berkembang hingga tahun 2010.

| 35
Hidrofluorokarbon atau HCFC, yang lebih sedikit menyebabkan

kerusakan lapisan ozon bila dibandingkan CFC, digunakan sementara sebagai

pengganti CFC, hingga 2020 pada negara maju dan 2016 di negara berkembang.

Untuk memonitor berkurangnya ozon secara global, pada tahun 1991, National

Aeronautics and Space Administration (NASA) meluncurkan Satelit Peneliti

Atmosfer. Satelit dengan berat 7 ton ini mengorbit pada ketinggian 600 km (372

mil) untuk mengukur variasi ozon pada berbagai ketinggian dan menyediakan

gambaran jelas pertama tentang kimiawi atmosfer di atas.

Protokol ini memperkenalkan serangkaian kapasitas, termasuk jadwal

tindakan, mengawasi produksi dan pembebasan CFC ke alam sekitar. Ini

memungkinkan tingkat penggunaan dan produksi terkait CFC untuk turun ke

tingkat semasa 1986 pada tahun 1989, dan pengurangan sebanyak 50% pada

1999.

| 36
BAB III

PENUTUP

1. SIMPULAN

Oksigen merupakan salah satu unsur yang berada dalam keadaan

bebas di alam yang berwujud gas diatomic (O2). Gas oksigen merupakan

komponen paling umum kedua dalam atmosfer bumi, menduduki 21,0%

volume dan 23,1% massa (sekitar 1015 ton) atmosferOksigen dalam bentuk gas

merupakan satu unsur yang sangat reaktif dan bahkan kereaktifannya melebihi

hydrogen dalam bentuk gas.

Oksigen dalam system periodic menempati golongan VI bersama

dengan Sulfur, Selenium, Tellurium dan Poloniu karena mempunyai electron

valensi 6 pada kulit electron terluarnya. Untuk mencapai kaidah octet maka

oksigen ini memerlukan pemasukan electron sebanyak 2elektron sehingga

menjadi O2-. Oksigen ini gas yang tak berwarna, tetapi oksigen dalam bentuk

padat dan cair berwarna biru terang. Oksigen dapat dibuat dengan

memanaskan serbuk KClO3 dengan katalisator MnO2, lalu melalui penguraian

H2O2 dengan katalisator MnO2, Elektrolisis air yang diberi H2SO4,

Memanaskan BaO2. Sebagian besar oksigen digunakan pada industry baja, dan

sebagian kecil digunakan bersama gas asitilen untuk mengelas. Tetapi

penggunaan terpenting dari oksigen adalah sebagai bahan pernafasan bagi

manusia dan hewan.

Semua unsur dapat bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa

oksida kecuali dengan golongan gas mulia karena oksigen sendiri merupakan

| 37
unsur yang derajat keelektronegatifannya kedua terbesar setelah fluor. Selain

itu juga oksigen dapat membentuk senyawa peroksida dan senyawa

superoksida ini dikarenakan oksigen memiliki bilangan oksidasi yang

bervariatif.

Ozon merupakan salah satu bentuk oksigen yang terdapat di

atsmosfer. Ozon memiliki rumus kimia O3 dan ozon murni berwarna biru

muda. Ozon dalam bentuk pada,cair ataupun gas ini tidak stabil. Ozon

merupakan oksidator yang lebih kuat daripada oksigen. Ozon digunakan

dalam industry pensterilan air minum karena mampu membunuh

mikroorganisme tertentu. Lapisan ozon dalam stratosfer berperan sebagai

penyerap radiasi sinar ultraviolet.

2. SARAN

Telah kita ketahui bersama segala penjelasan konsep mengenai

unsur oksigen baik dalam makalah ini maupun dari sumber lain dan bahkan

dari pengetahuan kita. Kelimpahan oksien di bumi kita ini sangat melimpah,

tentunya kelimpahan ini semakin lama akan semakin berkurang kuantitasnya.

Apa yang terjadi ? ya bumi ini dari hari ke hari semakin panas contohnya saja

di perkotaan yang padat penduduk dan terdapat berbagai pencemaran ini

menandakan kadar oksigen yang menipis dan semakin banyaknya kadar gas

CO2, orang-orang sering menyebutnya sebagai gejala pemanasan global.

Berbagai macam factor dan alasan penyebabnya bermunculan

tetapi tak ada perubahan yang berarti. Dulu kita dapat merasakan pagi hari

yang sangat dingin dan sejuk sekali,tetapi hanya karena ulah dari tangan-

| 38
tangan manusia yang tak berilmu dan berakhlak semuanya terjadi. Lapisan

ozon semakin menipis, bumi semakin panas dan tidak dapat dibantah lagi

kalau terjadi hal yang lebih parah lagi yaitu kehidupan akan mulai menyusut.

Tuhan telah memberi kita nikmat yang begitu luar biasa, kita

dapat bernafas, oksigen melimpah dan dapat terlindung dari sinar UV

matahari, dan sebagai manusia yang beriman dan berilmu mulai dari sekarang

mari kita tanamkan gaya hidup alami yang segala sesuatunya menghormati ala

mini, karena alam sewaktu-waktu adalah teman kita sekaligus musuh kita

semuanya tergantung dari bagaimana kita berinterasi dengannya. STOP

GLOBAL WARMING !

| 39
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Hiskia. 1992. KIMIA UNSUR DAN RADIOKIMIA. Bandung : PT. Citra

Aditya Bakti.

Cotton, F.Albert dan Geoffrey Wilkinson. 2007. KIMIA ANORGANIK DASAR.

Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

Dra. Ida Farida. M.Pd. 2009. Modul Perkuliahan KIMIA ANORGANIK I.

Bandung : Pendidikam Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen

http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/oksigen/

http://www.e-smartschool.com

http://www.bawanacamp.co.cc/

http://iqbalali.com/2008/03/24/menipisnya-lapisan-ozon

| 40
LAMPIRAN

1. Bagaimana ion oksida jika bereaksi dengan logam magnesium? Apakah

Mg(OH)2 ada atau tidak?

o Semua oksida logam IIA juga bersifat basa, kecuali BeO yang bersifat amfoter.

Makin kebawah dalam satu golongan, sifat basa oksida logam IIA semakin kuat.

Namun karena MgO tidak larut dalam air, sifat basanya ditunjukkan oleh

kemampuannya bereaksi dengan H+ (karena bereaksi dengan asam) reaksinya:

MgO(s) + 2H+(aq) Mg2+(aq) +H2O

o MgO(s) + H2O tidak larut

Karena itu Mg(OH)2 berasal dari Mg bukan MgO, jika magnesium yang kita

lihat masih berwarna hitam,berarti itu adalah MgO artinya magnesium yang

sudah bereaksi dengan oksigen.

Mg (s) + O2 (g) → MgO (S)

Oleh karena itu kita harus menghampelasnya terlebih dahulu. Mg(OH)2 berasal

dari reaksi antara Mg dan H2O, tetapi agar dapat bereaksi Mg harus

dibakar terlebih dahulu.

Mg (s) + H2O (l) → Mg(OH)2 (l)

2. Bagaimana unsur oksigen terbentuk di atmosfer?

o Konsentrasi gas oksigen di atmosfer ini merupakan akibat dari siklus

oksigen. Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan oksigen di dalam

dan di antara tiga reservoir utama bumi: atmosfer, biosfer, dan litosfer.

Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini adalah fotosintesis.

Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer, manakala respirasi dan

proses pembusukan menghilangkannya dari atmosfer.

| iii
3. Jika di Laboratorium tangan kita terkena senyawa peroksida, bagaimana

reaksi yang terjadi ?

o Jika tangan kita terkena senyawa peroksida (yang sering kita gunakan

adalah H2O2), tangan kita akan memerah, terasa perih dan infeksi. Hal ini

disebabkan karena laju reaksi hidrogen peroksida mudah terurai menjadi

air dan oksigen setelah disimpan lama. Penguraian ini dipercepat oleh

adanya, panas , ion logam berat, dan kotoran. Bahkan air dan oksigen

yang menjadi produk penguraiannya juga mempercepat proses penguraian

selanjutnya. Terbentuknya oksigen dari hasil penguraian itu dapat

memicu terjadinya ledakan dan api. Oleh karena itu hydrogen peroksida

pekat harus disimpan dalam botol plastic khusus yang bagian dalamnya

dilapisi lilin dan tidak boleh menggunakan botol gelas.

4. Terbuat dari apakah tabung oksigen yang biasa ada di Rumah Sakit?

o Terbuat dari besi yang dilapisi dengan logam yang sukar bereaksi, yaitu

dengan logam mulia, yang biasa dipakai adalah logam tembaga (Cu),

karena oksigen sangat mudah bereaksi, sehingga dibutuhkan logam yang

sukar bereaksi agar oksigen yang berada di dalam tabung tidak bereaksi

dengan logam itu.

| iv