Anda di halaman 1dari 4

c    

Setiap organisme memerlukan makanan untuk tetap dapat menjaga kelangsungan


hidupnya. Aktivitas makan dilakukan semua makhluk hidup tidak memandang
usia,spesies, dan jenis kelamin. Makanan yang dikonsumsi selanjutnya akan dicerna oleh
tubuh melalui beragam proses. Hasil dari proses tersebut selanjutnya akan berguna untuk
pertumbuhan maupun aktivitas makhluk hidup.

Namun dari proses pencernaan makanan di dalam tubuh tentunya tidak hanya
menghasilkan zat/senyawa yang diperlukan tubuh, tetapi juga dihasilkan zat-zat yang
bersifat racun (toksin) bagi tubuh. Misalnya senyawa hydrogen peroksida (H2O2 ) yang
berbahaya bagi tubuh. Namun berkat kekuasaan Allah SWT, tubuh manusia telah
dilengkapi dengan organ hati (hepar) yang memiliki jutaan peroksisom. Organel sel ini
menghasilkan enzim katalase yang mampu menguraikan H2O2 menjadi senyawa yang tidak
berbahaya. Bagaimanakah cara kerja dari enzim katalase ini? Apa saja yang mempengaruhi
kerjanya? Akan terjawab dalam praktikum ini.

  

mengetahui dan memahami cara kerja enzim katalase terhadap hydrogen peroksida. Serta
hal apa saja yang mempengaruhi kerjanya.



Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki ciri-
ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat
keasaman lingkungannya.

| |  



    

1. Tabung reaksi 4 buah 6. H2 O2 10%


2. Rak tabung reaksi 1 buah 7. HCl 5 %
3. Pipet 3 buah 8. NaOH 5%
4. Pembakar spiritus 9. Air suling/aquades
5. Ekstrak hati 10. Lidi,korek api

c   

1. Menyediakan 4 tabung reaksi berlabel A,B,C,D.

v Mengisi tabung A ekstrak hati maksimal 2cm + aquades.

v Mengisi tabung B ekstrak hati maksimal 2cm + 5 tetes HCl 5% kemudian


mengocoknya.

v Mengisi tabung C ekstrak hati maksimal 2cm + 5 tetes NaOH 5% kemudian


mengocoknya.
v Mengisi tabung D dengan ekstrak hati maksimal 2cm kemudian memanaskan pada air
mendidih.

1. Menambahkan 5 tetes H2 O2 10% pada tabung A dan menutup mulut tabung A


dengan ibu jari. Mengamati yang terjadi pada campuran. Melepaskan ibu jari
penutup itu dan memasukkan lidi yang membara ke dalam tabung.
2. Menambahkan 5 tetes H2 O2 10%. Mengamati yang terjadi pada campuran. Menguji
dengan lidi yang membara ke dalam tabung.
3. Menambahkan 5 tetes H2 O2 ke dalam tabung C. Mengamati yang terjadi pada
campuran. Menguji dengan lidi yang membara ke dalam tabung.
4. Menambahkan 5 tetes H2 O2 10% ke dalam tabung D. Mengamati yang terjadi pada
campuran. Menguji dengan lidi yang membara ke dalam tabung.

ï 
 

Enzim katalase (ekstrak hati) ditempatkan pada derajat pH dan suhu yang berbeda ketika
proses penguraian H2 O2 berlangsung. Hati ayam dibuat ekstrak karena bila dihancurkan
(dibuat ekstrak) maka makin luas penapang dari hati tersebut dan reaksinya jadi lebih
cepat. bila tidak dihancurkan maka reksi akan lambat karena kurangnya penyerapan oleh
dinding hati sehingga reaksi akan sulit untuk diamati.

|    


      

    


c     
   
j   ++ nyala

 ! - - - --

  j  + nyala

    + --

Faktor suhu dan keasaman ternyata berpengaruh sangat signifikan terhadap kerja enzim
katalase. Hal ini dapat dilihat pada hasil reaksi berbagai macam keadaaan/kondisi yang
memberikan hasil berlainan antara kondisi satu dengan yang lainnya.

 ï 

Reaksi di atas dapat dituliskan

H2O2 katalase> H2O + O2

Senyawa H2O2 yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikan
H2 O2 menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan
menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung
tersebut. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi
(kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase
bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.

Hal ini dapat dilihat pada suasana asam, basa, dan suhu tinggi, laju reaksi menjadi sangat
lambat. Bahkan terhenti sama sekali. Indikasinya adalah sedikitnya gelembung yang
dihasilkan dan bara api tidak menyala. Sedangkan pada suhu normal dan pH netral, reaksi
berjalan dengan lancar.

  " 

` Mengapa H2O2 dipakai sebagai bahan percobaan untuk mengamati kerja enzim
katalase?

Jawab : Karena enzim katalase dapat menguraikan H2 O2 menjadi H2O dan O2 sehingga
kita dapat mengamati kerja enzim itu sendiri. Dengan persamaan reaksi

H2 O2 katalase H2 O + O2

` Mengapa reaksi berkurang jika ekstrak hati + H2 O2 dimasukkan HCl (asam) dan
NaOH (basa)?

Jawab : karena suasana asam dan basa dapat menghambat laju reaksi. Enzim katalase
dalam hati mengalami denaturasi (kerusakan).

` Hasil proses apakah H2 O2 yang terdapat ditubuh?

Jawab : proses metabolism yang menghasilkan H2O2 dalam tubuh. Seperti hasil proses
pencernaan makanan dalam lambung.

` Berilah kesimpulan dari hasil percobaanmu!

Jawab : kerja enzim katalase dipengaruhi oleh derajat keasaman/pH dan suhu. Jika suhu
terlalu rendah ( < 10 0C) , maka enzim ini akan berhenti bekerja, tetapi tidak mengalami
kerusakan dan akan bekerja kembali jika suhu telah normal. Jika suhu terlalu tinggi ( >40
0
C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali.

pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 7,5 ), sedangkan pada lingkungan
yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian
reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di
lingkungan asam maupun basa .

|  


# 
Enzim katalase dari mamalia seperti manusia, ataupun sapi, ayam ataupun mikroba
moderat (jamur) misalnya, hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat celcius. Jika
suhu terlalu rendah ( < 10 0C) , maka enzim ini akan berhenti bekerja, tetapi tidak
mengalami kerusakan dan akan bekerja kembali jika suhu telah normal. Jika suhu terlalu
tinggi ( >40 0C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai
kembali.

pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 7,5 ), sedangkan pada lingkungan
yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian
reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di
lingkungan asam maupun basa .

$  

Setelah melaksanakan praktikum, kami menyarankan:

1. Hati ayam dibuat ekstrak untuk mempercepat laju reaksi sehingga mudah diamati.
2. Berhati-hati dalam mencampur larutan, karena enzim katalase akan rusak apabila
tercampur dengan sedikit saja larutan HCl atau NaOH.
3. Masukkan bara api pada lidi ke dalam tabung reaksi. Bukan nyala api yang
dimasukkan.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjadi, Bagod dan Laila. 2006.  $   # . Surabaya:
Yudhistira.

Syamsuri, Istamar dkk.2004.  %$&# '((. Malang: Erlangga.