Anda di halaman 1dari 12

Nama : Rizka Britania Study Case – Starbucks

NPM : 0706275025 Dikumpulkan : 9 Des 09


Tugas : - Menjawab Pertanyaan
- Mencari Perkembangan Starbucks

PERTANYAAN DAN JAWABAN MENGENAI STARBUCKS

1. What is the core product that Starbucks offers? What are the actual and
augmented levels of that product?
Sesuai dengan quote yang diberikan oleh pendiri Starbucks, Howard Schultz
“We aren’t in the coffee business, serving people.
We are in the people business, serving coffee”
Core Product atau produk utama yang ditawarkan oleh Starbucks adalah
minuman berbahan dasar kopi dengan wadah berupa cup dari kertas maupun
plastic.
Actual Level dari Starbucks:
a. Brand name
‘Starbucks’ merupakan nama seorang pelaut yang dianggap
merepresentasikan importer terbaik berkelas dunia. Nama ini diambil dari tokoh
dalam novel Moby Dick. Nama ‘Starbucks’ mengalami perubahan di beberapa
Negara, sesuai dengan pelafalan huruf-huruf di Negara tersebut, misalnya di
China (xing ba ke), Jepang (sutaabakkusu), dan Korea (seu-ta-beok-seu)

b. Features
Starbucks memungkinkan pelanggannya untuk memodifikasi sendiri
minuman yang ingin diminumnya. Fitur ini disebut “You Call It”

c. Quality Level
Starbucks menggunakan biji kopi terbaik dari seluruh dunia untuk
memuaskan rasa dan keinginan pelanggannya yang berbeda-beda. Hal ini
disebabkan karena Starbucks memiliki pelanggan yang berbeda-beda, berasal dari
Amerika Latin, Asia Pasific, Afrika/Arabia, dan lain-lain.

d. Design
Starbucks mengalami beberapa kali perubahan desain dalam logonya.
Logo Starbucks yang pertama mengalami banyak kritikan dan protes karena
digambarkan dengan seorang wanita yang topless. Pada logo ini juga
dimunculkan dua buah ekor ikan. Selanjutnya, Strabucks mengganti logonya
dengan menutupi bagian tubuh wanita pada gambar dengan menggunakan
rambut. Kedua ekor ikan tetap ada, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada
logo yang terakhir, bagian tubuhnya tidak ditampakkan lagi dan ekor ikan yang
ada juga hanya dimunculkan bagian ujungnya.

e. Packaging
Untuk kemasan, Starbucks menggunakan kemasan berupa recyclable cups
yang memiliki logo Starbucks pada bagian depannya

Augmented Level dari Starbucks:

a. after sales service


Starbucks memberikan koneksi wireless pad setiap outletnya yang dapat
dinikmati oleh pelanggan setelah membeli minuman. Selain itu, Starbucks juga
berusaha menciptakan suasana yang nyaman pada setiap outletnya karena
Stucrbucks menyadari bahwa pelanggan tidak datang hanya karena kopi, tetapi
juga karena atmosfir yang ada

b. delivery and credit


Starbucks memberikan fasilitas yang untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan berupa bebas biaya kirim dan adanya kartu Starbucks yang
memudahkan pelanggan untuk bertransaksi
c. Installation
d. Warranty
Starbucks memberikan jaminan akan penggunaan biji kopi yang berkelas
dunia. Biji kopi ini diolah dengan baik, sehingga kenikmatan Starbucks dapat
terjamin.
2. How would you classify the Starbucks product using the marketing
considerations for a consumer product outlines in the chapter? What
individual product decisions has Starbucks made?
Consumer products dapat diklasifikasikan kedalam convenience produk,
shopping product, speciality product, dan unsought product. Adapun Starbuck
dapat dimasukkan ke dalam convenience product. Hal ini sesuai dengan beberapa
karakteristik yang dimilikinya, seperti :
a. Starbucks dibeli secara berkala dan tanpa pemikiran matang
b. Starbucks terdistribusi secara baik pada daerah-daerah yang strategis
c. Harga produk yang ditawarkan Starbucks dapat dikategorikan tidak terlalu
tinggi pada Negara - Negara berkembang
d. Starbucks melakukan promosi secara missal, mislanya dnegan pemasangan
banner, iklan di televisi, website, dll

Individual product decision yang dibuat Starbucks adalah :


1. Product attributes
a. Kualitas
Starbucks sangtn menjaga kualitas produknya, dan karyawannya. Hal ini
dilakukan dengan melakukan quality control dan training pada karyawan-
karyawannya.
b. Fitur – Hal yang membedakan Starbucks dengan pesaingnya
Starbucks memiliki fitur yang mengizinkan pelanggannya untuk
memodifikasi minuman yang akan diminumnya
c. Style – Gaya dan keindahan
Starbucks memiliki coffeehouse yang memiliki desain yang simple namun
tetap colourful
d. Desain – estetika : mempengaruhi penampilan produk
Starbucks menyediakan mug berbahan anti karat dan tahan pada temperature
tinggi. Selain itu, Starbucks juga menggunakan extreme timbler dengan
gagang sehingga memudahkan bagi pelanggan untuk memegangnya

2. Branding
Branding adalah pemberian merek pada produk memberikan keuntungan baik
pada produsen maupun pelanggan. Keuntungan pada produsen adalah
diberikannya perlindungan secara hukum pada produknya karena adanya lisensi
untuk menggunakan brand tersebut. Keuntungan pada konsumen adalah
memberikan nilai tambah pada produk tersebut, memudahkan dalam
mengidentifikasi produk, dan mengetahui tentang kualitas produk.

3. Packaging
Starbucks membuat kemasan yang ramah lingkuangan berupa cup yang dapat
didaur ulang. Pembuatan cup pada Starbucks juga dbuat sedemikian rupa,
sehingga Starbucks dapat dikenali dengan mudah oleh masyarakat

4. Labelling
Starbucks menggunakan labeling yang sederhana agar memudahkan dalam
pengidentifikasian produk

5. Product Support Service


Starbucks memiliki beberapa fasilitas yang dapat menambah nilai actual level,
yaitu berupa akses internet pada coffeehouse, pelayanan antar, dan kartu
pembayaran.

3. How has Starbuck dealt with issues of brand equity, customer equity, and
brand positioning?

a. Brand equity
Brand equity dapat diartikan sebagai dampak positif dari produk yang berbeda
dengan produk lain, sehingga produk tersebut memiliki respon yang baik dari
pelanggan. Starbucks mencapai brand equity ini dengan beberapa cara, yaitu :
- Membuat kopi berkelas dunia
Hal ini diwujudkan dengan membuat kopi yang memiliki kualitas tinggi,
memiliki cita rasa yang khas, dan banyak pilihan
- Membuat suasana yang nyaman
- Memberikan kontribusi kepada lingkungan, masyarakat sekitar, dan
karyawan

b. Customer equity
Customer equity dapat diartikan sebagai total nilai yang diberikan pelanggan
kepada perusahaan. Untuk mencapai customer equity yang tinggi, sangat penting
bagi Starbucks untuk memperoleh pelanggan yang konstan, dan loyal
c. Brand Positioning
Brand Positioning adalah memposisikan produk dipasar dengan tujuan
mendapatkan sambutan positif dibandingkan dengan produk pesaing lainnya.
Starbucks memposisikan dirinya sebagai pelanggan yang mengharapkan dapat
mengkonsumsi kopi dengan kualitas yang baik, sehingga Starbucks
memfokuskan dirinya untuk menggunakan biji kopi dengan kualitas terbaik.
Starbucks juga mampu memposisikan dirinya sebagai sebuah coffeehouse di
daerah sibuk (Seattle), sehingga Starbucks menawarkan pembelian kopi dalam
bentuk cup. Starbucks juga memposisikan dirinya dalam lingkup
internasional dengan membuka cabang-cabangnya di beberapa Negara.

4. Is Starbucks a product or a service? How are the concepts of service


marketing important to Starbucks?
Starbucks adalah perusahaan penjual minuman kopi yang memetingkan
pelayanan. Konsep dari pemasaran di bidang jasa sangat penting bagi Starbucks
karena bisnis yang dijalaninya memiliki beberapa pesaing yang telah ada sejak
lama. Untuk itu, Starbucks harus mampu memainkan strategi-strategi
pemasarannya agar dapat menang dari pesaing-pesaingnya.

5. How has Starbucks dealt with the issues it faces in international marketing?
Dalam menghadapi pasar internasional, ada dua strategi inti yang dimiliki
Starbucks:
• Mempertahankan dan menajalankan kebijakan khas Starbucks Amerika
• Melakukan kerja sama dengan perusahaan minuman kopi pada daerah
tempat cabang akan berada

Di Jepang
Ketika akan membuka cabang di Jepang, Starbucks dihadapi dengan masalah
bahwa warga Jepang seringkali merokok. Dalam pelaksanaannya, Starbucks tetap
menjalankan kebijakannya dengan tetap membuat area bebas rokok pada
coffeehousenya. Ternyata rencana ini berhasil dan menarik pihak pelanggan yang
pada awalnya tidak menyadari akan Starbucks.

Di Eropa
Untuk Eropa, Starbucks mengakuisisi beberapa perusahaan minuman lainnya
seperti Seattle Coffee Company dan Ally Svenson. Karena Inggris adalah
penyedia kopi berkualitas buruk, maka pembuatan Starbucks di Inggris dapat
dikatakan berhasil

Benua Eropa
Tantangan yang dihadapi oleh Starbucks adalah buruknya pandangan masyarakat
yang menganggap kopi Amerika adalah kopi dengan reputasi buruk. Sebelum
memasuki sebuah Negara untuk membuka cabang, Starbucks terlebih dahulu
melakukan research untuk menemukan variasi yang dapat menarik pihak
pelanggan.
Switzerland menjadi pasar uji coba pada tahun 2010. Strategi yang digunakan
adalah bekerja sama dengan rekan bisnis local. Pada akhir tahun 2001, cabang
Starbucks memasuki daerah ribuan. Starbucks menghadapi persaingan, namun
tetap berpegang teguh prinsip kerjanya. Starbucks menyediakan kemasan take
away, dimana kopi dimasukkan ke dalam cup dari kertas. Selain itu, Starbucks
tetap menjalankan kebijakan ‘dilarang merokok’ nya pada coffeehouse nya

6. What marketing recommendations would you make to Starbucks as it


continues its international expansion?
- Saya merekomendasikan agar Starbucks tetap mempertahankan nilai-nilai
yang ditanamnya dalam melakukan bisnisnya, misalnya larangan merokok di
dalam coffeehouse, menggunakan kemasan yang ramah lingkungan, serta
mengeepankan pelayanan konsumen dan memberikan perhatian kepada
karyawan. Jika hal ini dapat dilakukan Starbucks dengan baik, maka
Starbucks akan memiliki brand equity dan mudah diingat oleh pelanggannya.
- Saya juga merekomendasikan agar Starbucks selalu memberikan dan
menjaga kontribusi pada negara-negara lain dimana Starbucks memasukkan
cabangnya. Selain itu, Starbucks juga sebaiknya berusaha semaksimal
mungkin untuk tidak mematikan pasar minuman kopi tradisional pada
Negara-negara tersebut.

PERKEMBANGAN YANG DIALAMI STARBUCKS


Starbucks adalah sebuah “coffeehouse” internasional yang berpusat di Seattle,
Washington, USA. Starbucks memiliki 16.635 cabang di 49 negara. Starbucks menjual
kopi berbasis espresso yang telah diolah, dan minuman panas dan dingin lainnya.
Starbucks juga menjual makanan kecil (snacks), dan biji kopi. Melalui kerja samanya
dengan beberapa perusahaan entertainment, Starbucks juga memasarkan buku, music, dan
film.
Starbucks yang kita lihat pada masa sekarang telah mengalami banyak perubahan
sejak awal kemunculannya. Pada tulisan ini akan dijelaskan perkembangan yang dialami
Starbucks dari tahun ke tahun, serta strategi yang diterapkan oleh Starbucks untuk dapat
tetap bertahan pada pasar internasional. Pada bagian akhir akan dijawab beberapa
pertanyaan yang berkaitan dengan Starbucks.

Pada bagian ini akan dijelaskan perkembangan secara umum yang dialami Starbucks dari
tahun ke tahun dan perkembangan yang dialami Starbucks dalam Marketing Mix - nya

PERKEMBANGAN STARBUCKS SECARA UMUM

1971 : Starbucks dimulai ketika tiga orang sahabat – Jerry Baldwil, Zev Siegel, dan
Gordon Bowker membuka sebuha took bernama Starbucks Coffee, Tea, and
Spice di daerah Seattle. Toko ini menjual biji kopi, dan alat pembuat kopi.
1972 : Setelah toko pertama sukses, dibuka toko kedua, masih di daerah Seattle
1982 : Seorang pengusaha, Howard Schultz bergabung dengan Starbucks sebagai
Direktur Pemasaran.
1983 : Setelah mengunjungi Milan dan melihat pesatnya pertumbuhan coffeehouse
disana, Schultz sadar bahwa Starbucks juga seharusnya menjual espresso,
cappuccino, dan minuman kopi lainnya selain menjual biji kopi.
1984 : Schultz meyakinkan pemilik Starbucks untuk membuka enam toko percobaan
untuk menjual minuman espresso, kopi, dan cappuccino. Toko-toko tersebut
sukses menjualnya.
1985 : Schultz meninggalkan Starbucks untuk memenuhi idenya dalam membuat
kafe espresso di daerah Seattle. Ia membuka Il Giornale. Dalam waktu satu
setengah tahun, sudah dibuka dua kafe Il Giornale.
1987 : Il Giornale mengakuisisi Starbucks dengan biaya $3.84 juta. Il Giornale
mengakuisisi nama, mesin pembuat kopi, dan toko pada Starbucks. Nama baru
untuk coffeehouse ini adalah Starbucks Corporation, dan Schultz bertindak
sebagai CEO. Schultz memiliki strategy dan menargetkan untuk membuka
125 cabang di sekitar Seattle dalam waktu 5 tahun. Pada tahun ini, total
Starbucks Coffeehouse adalah 17.
1988 : Starbucks memperkenalkan mail – order catalog. Pada akhir tahun ini,
Starbucks telah mampu melayani pelanggan dengan mail-order dan
mengoperasikan 33 cabang.
1989 : Starbucks membuka cabangnya di Portland, Oregon. Sampai tahun ini telah
dibuka 55 cabang
1990 : Starbucks menyewa dua eksekutif, Howard Behar, dan Orin Smith. Starbucks
memasang jaringan computer dan menyewa para ahli IT dari Mc Donald
untuk mendesain system yang membuat informasi penjualan dapat tercatat di
kantor pusat. Starbucks juga membangun pabrik pembuatan biji kopi.
1991 : Starbucks menjalin hubungan dengan CARE, sebuah organisasi internasional
di bidang social. Pada tahun ini, Starbucks menjadi perusahaan pertama yang
memperkenalkan pekerja paruh waktu. Starbucks juga membuka cabangnya di
Bandar Udara Internasional Sea-Tac, dan di Los Angeles. Pada akhir tahun
ini, total cabang yang dimiliki adalah 116.
1992 : Starbucks berhasil menawarkan sahamnya yang go public. Pada tahun ini,
Starbucks membuka cabangnya di San Fransisco, san Diego, Orange County,
California, dan Denver. Total cabang yang dimiliki adalah 165
1993 : Pada tahun ini, Starbucks membuka cabangnya di Wahshington DC, membuka
pabriknya lagi, dan menjalin hubungan kerjasama dengan Barnes & Noble
untuk menjual kopi di toko bukunya. Total cabang yang dimiliki oleh 272
1994 : Membuka cabanynya di Minneapolis, Boston, New York, Atlanta, Dallas, dan
Houston. Total cabang adalah 425.
1995 : Starbucks menjual CD. Pada tahun ini juga Starbucks menyediakan
Frappuccino, lini porduknya yang baru dengan karakteristik rendah lemak,
dan creamy. Starbucks juga menjalin kerjasama dengan toko buku Canadian.
Starbucks juga menjalin kerjasama dengan Perusahaan Sazaby untuk
membuka Starbucks di Jepang. Pada tahun ini Starbucks juga membuka
cabangnya di Philadelpia, Pittsburgh, Las Vegas, Cincinnati, Baltimore, San
Antonio, dan Austin. Total cabang pada tahun ini adalah 676.
1996 : Starbucks membuka cabangnya di Jepang, Hawai , dan Singapore. Starbucks
bersama Dreyer’s Grand Ice Cream memperkenalkan Ice Cream Starbucks
yang kemudian menjadi ice cream nomor satu di USA. Starbucks dan Pepsi-
Cola mulai menjual versi botol dari Starbucks Frappuccino. Pada tahun ini
Starbucks membuka cabangnya di Rhode Island, Idaho, North Carolina,
Arizona, Utah, dan Ontario. Total cabang pada tahun ini adalah 1.015
1997 : Membangun kerjasama dengan delapan perusahaaan untuk memberikan
320.000 buku baru kepada anak-anak, mendirikan Starabucks Foundation,
membuka cabang di Florida, Michigan, dan Wisconsin, dan Philipina. Pada
tahun ini, total cabang adalah 1.412
1998 : Starbucks membuka cabang di Taiwan, Thailand, New Zealand, dan Malaysia,
memperkenalkan Tiazzi – minuman berbahan dasar teh, dan jus. Starbucks
mengakuisisi Perusahaan Kopi Seattle di UK dengan lebih dari 60 lokasi
cabang. Starbucks juga menjalin kerjasama dengan Jhonson Development
Corp untuk membangun lokasi cabang di daerah pedalaman. Pada tahun ini
juga, Starbucks menandatangani kintrak kerja sama dengan Kraft Foods untuk
memperluas penjualan Starbuks ke dalam jalur kebutuhan sehari-hari di
sekitar USA. Starbucks juga meluncurkan Starbucks.com, membuka dua
konsep coffeehouse; Café Starbucks di Seattle dan Circadia Coffee House di
San Fransisco. Pada tahun ini juga, Starbucks membangun cabangnya di St
Louis, Kansas City, Missouri, dan Portland. Total cabang sampai tahun ini
adalah 1.886
1999 : Starbucks membuka lokasinya di China, Kuwait, Korea, dan Lebanon. Pada
tahun ini juga Starbucks mengakusisi Tazo, sebuah perusahaan teh yang
berbasis Portland, mengakuisisi Hear Music, sebiah perusahaan music di San
Fransisco. Pada tahun ini juha Starbucks membuat kerjasama dengan
Perusahaan Alberton untuk membuka 100 lokasi Starbucks di
supermarketnya pada tahun 2000. Selain itu, Starbucks juga membuka cabang
di Memphis, Nashville, Tennessee, dan Saskatchewan, Canada. Total lokasi
sampai tahun ini adlaah 2.135
2000 : Howard Schultz menyerahkan posisi CEO kepada Orin Smith. Pada tahun ini,
Starbucks menjalin kerjsama dengan Transfair USA untuk memasarkan kopi
bersertifikat, selain itu Starbucks juga memperbesar kontribusinya di bdiang
social dengan berkontribusi dengan Bdan Konservasi International untuk
membangun usaha lima situs konservasi. Pada tahun ini, Starbucks membuka
lokasinya di Dubai, Hong Kong, Shanghai, Qatar, Bahrain, Saudi Arabia, dan
Australia. Hingga tahun ini, total cabang adalah 3.501
2001 : Pada tahun ini, Starbucks mulai menawarkan fasilitas high speed wireless
akses internet di kafenya, dan menawarkan kastu Starbucks – sebuah kartu
untuk melakukan transaksi yang dapat diisi nominalnya. Pada tahun ini
Starbucks membuka lokasinya di Switzerland, Israel, dam Austria. Hingga
tahun ini total cabang adalah 4.709
2002 : Untuk pertama kalinya, Starbucks mempublikasikan laporan tahunan dari CSR
nya. Pada tahun ini, Starbucks meluncurkan fasilitas akses internetnya pada
lebih dari 1.200 kafe. Pada tahun ini juga, Starbucks membuka lokasinya di
Indonesia, Oman, Germany, Spain, Puerto Rico, Mexico, Greece, dan CIna
Selatan. Sampai saat ini, total cabang adalah 5.886
2003 : Pada tahun ini, Starbucks memperkenalkan Starbucks Card Duetto Visa – cara
pembayaran pertama dengan menggunakan kartu kredit dan dapat mengisi
ulang kartu Starbucknya. Selain itu, Starbucks juga menambah akses
internetnya pada lebih dari 2.700 kafenya. Lokasi baru yang dibuka adalah di
Turkey, Chile, dan Peru, sehingga total cabang sampai tahun ini adalah 7.225
2004 : Starbucks membuka lokasinya di Paris. Starbucks juga meluncurkan fasilitas
burning CD, dengan didukung HP, meluncurkan minuman kopi Frappuccino
berkadar kopi yang rendah. Hingga saat ini, total cabang adalah 8.337
2005 :Starbucks menjadi pembeli terbesar pada Fair Trade Certified Coffee di
Amerika Utara. Selain itu Starbucks juga membuka lokasi barunya di
Bahamas, Ireland, dan Dalian – Cina Utara, sehingga total lokasi yang dimiliki
adalah 10.241
2006 : Starbucks mengakuisisi Coffee Partners Hawaii secara penuh, dan Café del
Caribe – Perusahaan yang sebelumnya bekerja sama dengan Starbucks. Total
Lokasi Starbucks pada tahun ini adalah 10.801.
2007 : Pada tahun ini, Starbucks menutup lokasinya di Beijing karena semakin
gencarnya protes yang diberikan warga Beijing tentang penolakan adanya
usaha yang berkaitan dengan Amerika karena takut akan merusak budaya.
Pada tahun ini juga, Starbucks membatalkan rencananya untuk melebarkan
cabangnya ke India. Sebagai gantinya, Starbucks membuka toko pertamanya
di Rusia, Argentina, Bulgeria, Czech Republic, Portugal, dan Buenos Aires.
2008 : Pada tahun ini, Schultz meminta posisinya kembali sebagai CEO setelah
selama delapan tahun digantikan oleh beberapa orang. Starbucks memutuskan
untuk memberhentikan produk sarapan paginya berupa sandwich, dengan
tujuan untuk focus kepada pelayanan produk minuman kopi. Namun,
kebijakan ini mendapat beberapa protes , sehingga lini produk ini tetap
dipertahankan.
2009 : Pada tahun ini Starbuck merevisi menunya dan menjual salad dan makanan
berkadar gula rendah. Kebijakan ini diambil untuk menarik minat pelanggan
yang memperhatikan kesehatan. Pada tahun ini juga, Starbucks memberikan
pelayanan fasilitas wi-fi gratis kepada pelanggan yang memiliki Starbucks
card. Selain itu, Starbucks juga meluncurkan produk kopi instantnya – Via.

PERKEMBANGAN DALAM STARTEGY MARKETING OLEH STARBUCKS

Sejak awal kemunculannya, Starbucks telah mengalami kemajuan pada kegiatan-kegiatan


yang merupakan inti dari sistem pemasarannya, yaitu pada produk, harga, tempat, dan
promosi.

a. Produk
Pada awalnya, Starbucks hanya menjual biji kopi dan alat pembuat kopi. Setelah
melakukan riset, ternyata masyarakat memerlukan adanya sebuah coffeehouse
yang nyaman sebagai tempat ketiga mereka selain rumah, dan tempat bekerja.
Oleh karena itu, pada tahun 1984 mulai diujicoba menjual produk berupa
minuma kopi berbasi espresso. Hal ini merupakan startegi dalam perluasan
(ekspansi) nauran produk yaitu menambah kedalaman lini produk. Setelah sukses
dengan minuman kopi berbasis espresso nya, pada tahun 1995 Starbucks
meluncurkan produknya berupa Frappuccino. Starbucks melakukan pelebaran
dalam lini produksinya. Pada tahun – tahun berikutnya, Starbucks terus
menambah lini produknya baik dalam hal kedalaman maupun lebarnya misalnya
dengan menjual makanan berkadar gula rendah, hingga menjual kopi dalam
bentuk instant seperti yang dilakukan pada tahun 2009. Pada umumnya, setiap
outlet Starbucks menjual 61 % minuman kopi, 15 % biji kopi, 16 % makanan
kecil, dan 8% peralatan dalam membuat kopi.
b. Harga
Starbuck bermain pada pangsa pasar menengah ke atas, sehingga pada penentuan
harganya disesuaikan dengan kondisi ekonomi pangsa pasarnya. Sejak awal
kemunculannya, Starbucks tidak banyak memainkan harga karena memiliki
pelanggan yang loyal. Kemunculan produk barunya berupa New Frappuccino
yang merupakan minuman untuk musim panas, memiliki pesaing yang berat,
yaitu Jamba Juice, sehingga Starbucks perlu melakukan penetapan harga yang
hati-hati untuk produk ini. Untuk produk ini, Starbucks memilih penetapan harga
Loss Leader untuk menarik minta pelanggan barunya.

c. Tempat
Dapat dilihat dengan jelas bahwa untuk hal tempat, Starbuck sangat mengalami
kemajuan. Berawal dari satu buah toko di daerah Seattle pada tahun 1971, setiap
tahunnya Starbucks terus memperluas tempat pemasaran produknya hingga ke
luar negri. Hingga saat ini telah ada ribuan cabang Starbucks di beberapa negara.

d. Promosi
Cara paling mudah dalam mempromosikan produknya adalah melalui iklan pada
tempat-tempat tertentu. Dalam mencari media promosi yang paling tepat,
Starbucks melakukan survey dan analisis sehingga dicapai tiga media yang paling
dominan, yaitu melalui koran, network TV, dan saluran TV. Selain itu, media
promosi Starbucks juga berkembang hingga penggunaan website.

Sumber :

http://www.starbucks.com/aboutus/timeline.asp

http://www.dinesh.com/history_of_logos/worlds_best_brands_and_logos/starbuc
ks_logo_-_design_and_history.html

http://www.lotsofessays.com/viewpaper/1710353.html

http://www.oppapers.com/essays/Marketing-Audit-Starbucks/83292

http://www.wikinvest.com/stock/Starbucks_(SBUX)