Anda di halaman 1dari 9

PROGRAM PENGAJARAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN


UNIVERSITAS GUNADARMA T.A. 2005 / 2006

*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

Koordinator :
Pengajar :

JAKARTA - INDONESIA
PROGRAM PENGAJARAN SEMESTER III ILMU SOSIAL & BUDAYA
DASAR
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA T.A. 2005/2006

PENDAHULUAN

Sesuai dengan kalender akademik program studi D-III Kebidanan


Universitas Gunadarma Jakarta bahwa program pengajaran semester
genap tahun akademik 2005/2006 akan dimulai pada tanggal 12
September s/d 30 January 2005
Mata kuliah Ilmu Sosial budaya Dasar semester III mempunyai
bobot 2 SKS (T=1 ), Proses belajar ceramah adalah kegiatan belajar
ceramah yang lebih mengutamakan kemampuan kognitif dengan
menggunakan metode ceramah, diskusi dan penugasan.

A. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini memberi kemampuan pada mahasiswa untuk


memahami konsep- ilmu- ilmu sosial dan budaya dasar yang berkaitan
dengan pelayanan kebidanan dan cara- cara pendekatan sosial budaya
dalam praktek kebidanan di masyarakat. Adapun pokok- pokok
bahasan yang diberika meliputi : Konsep ilmu sosial budaya dasar,
sosial budaya yang banyak mempengaruhi dalam pelayanan
kebidanan dan cara- cara pendekatan sosial budaya dalam praketek
kebidanan serta pemanfaatan unsur- unsur sosial budaya yang ada
dimasyarakat sebagai media dalam peningkatan akses masyarakat
terhadap pelayanan kebidanan.

B. TUJUAN MATA AJAR

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu :


1. Menjelaskan konsep Ilmu sosial budaya dasar.
2. Menjelaskan perkembangan nilai- nilai budaya terhadap individu,
keluarga dan masyarakat.
3. Menjelaskan berbagai aspek kehidupan, perkembangan dan
masalah- masalah masyarakat pedesaan dan masyarakat kota.
4. Menjelaskan aspek sosial budaya yang mempengaruhi perilaku
sehat dalam kaitan status kesehatan ibu bayi dan anak balita
dan keluarga.
5. Menjelaskan cara- cara pendekatan sosial, budaya dalam praktek
kebidanan
C. LINGKUP MATERI

1. Keadaan kesehatan bayi dan balita di Indonesia


2. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita.
3. Imunisasi
4. Perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir.
5. Pemeriksaan fisik pada bayi dan balita.
6. Pertolongan pertama pada kecelakaan.

D. KEGIATAN BELAJAR MENGA JAR

Kegiatan belajar dikelola untuk mencapai tujuan yaitu :


• PBC
Dengan bobot 1 SKS = 1 x 50 menit x 16 minggu = jam
Kegiatan kuliah merupakan kegiatan memberikan teori / materi
kuliah dalam kelas serta diskusi untuk materi-materi persalinan

E. PERSYARATAN PESERTA DIDIK

Untuk mengikuti mata kuliah Ilmu kesehatan anak mahasiswa harus


:
1. Sedang mengikuti kuliah semester III .
2. Selama kegiatan belajar mengajar mahasiswa tidak boleh absen
dengan alasan apapun lebih dari 10% dari jumlah kehadiran. Jika
karena suatu hal penting mahasiswa tidak mengikuti kegiatan
belajar, maka sebagai gantinya mahasiswa dapat menyusun
makalah penugasan sesuai dengan topik yang ditentukan
pendidikan.
3. Izin yang diperoleh hanya melalui unit pendidikan.
4. Selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, mahasiswa harus
tertib dan mematuhi segala peraturan dan memenuhi kewajiban
untuk mata kuliah tersebut.
5. Setiap mahasiswa dapat mengikuti ujian semester jika :
a. Telah menyelesaikan administrasi keuangan.
b. Mengikuti kegiatan belajar mengajar > 90%.
c. Telah menyerahkan seluruh penugasan-penugasan selama
kegiatan belajar mengajar

F. SISTEM PENILAIAN

Penilaian untuk mata kuliah Ilmu kesehatan anak dilaksanakan


secara menyeluruh mencakup seluruh materi, keterampilan dan
sikap yang secara utuh dapat dilihat dalam bentuk “kompetensi”.
Penilaian diperoleh dari kegiatan kuliah, seminar, penugasan dan
kuis.

Teori :
1. UTS : 50 % ( N1 )
2. UAS : 30 % ( N2 )
3. Penugasan : 20 % ( N3 )

Nilai akhir mata kuliah adalah :

MA = (30% x N1) + (10% x N2) + (20% x N3)

Nilai batas lulus untuk mata ajar = 2 = C ; dengan ketentuan


sebagai berikut :

NILAI NILAI LAMBANG


MENTAH MUTU
0 - 40 0 E
41 - 55 1 D
56 - 70 2 C
71 - 85 3 B
86 - 100 4 A

Atau

NILAI NILAI LAMBANG


MENTAH MUTU
<1 0 E
1,0 - 1,75 1 D
1,76 - 2,50 2 C
2,51 - 3,50 3 B
3,51 - 4 4 A

TIM PENGAJAR
Koordinator :
Anggota :

Jadwal kegiatan PBC terlampir.

Jakarta, 01 Agustus 2005

MENGETAHUI

Koordinator Akademik Koordinator M.A.

( Willhelmina Fasya S.ST ) ( Drs. Widyo Nugroho


Msi )

JADWAL PROSES BELAJAR MENGAJAR ILMU SOSIAL BUDAYA


DASAR
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN GUNADARMA JAKARTA
SEMESTER I JALUR UMUM T.A 2005 / 2006

N HARI/TGL TOPIK METODE PENGAJAR

Cerama
1 Kontrak Program h

1.1 Konsep Ilmu sosial dan


budaya dasar.
1.1.1. Latar belakang Ilmu sosial
budaya dasar.
1.1.2. Lingkup iLmu sosial budaya
dasar.
1.1.3. Pokok bahasan Ilmu sosial
dan budaya dasar.
1.1.4. Masalah- masalah budaya Cerama
dalam ilmu sosial dan h
budaya dasar.
1.1.5. Pengertian.
2 1.1.6. Kerangka kebudayaan.

1.2 Kelompok Sosial.


1.2.1. Pengertian.
1.2.2. Kelompok sosial teratur.
1.2.3. Kelopmpok sosial tidak
3. teratur.
1.2.4. Bentuk kelompok sosial.

1.3 Interaksi sosial.


1.3.1. Pengertian
4. 1.3.2. bentuk dan interaksi sosial
1.3.3. Fungsi interaksi sosial.

2.1. Konsep keluarga sebagai


anggota masyarakat.
2.2. Pengertian keluarga, fungsi
keluarga, bentuk- bentuk
keluarga, peran dan fungsi
5 anggota keluarga.
2.2.1. Pengertian kebudayaan.
( dari beberapa pendapat )

2.2.2. Tujuan ruang lingkup


kebudayaan.
2.2.3. Unsur- unsur kebudayaan.
6 2.2.4. Sistem budaya dan sistem
sosial.
2.2.5. Jenis- jenis kebudayaan di
Indonesia
2.2.6. Ciri- ciri khusus
kebudayaan yang ada di
7 Indonesia.

2.3. Perkembangan nilai


budaya.
2.3.1. Sistem budaya dan sistem
sosial.
2.3.2. Konsep nilai, sistem nilai
8. dan orientasi nilai.
2.3.3. Sistem nilai di masyarakat.

2.3.4. Faktor- faktor yang


mempengaruhi
perkembangan nilai
budaya.
9 2.3.5. Perbedaan nilai dan moral
2.3.6. Pandangan dari nilai
masyarakat terhadap
individu keluarga dan
masyarakat.

3.1. Perkembangan nilai


budaya
1 4.1. Konsep masyarakat
0 dan sosial budaya
masyarakat
indonesia.
4.2. Masyarakat
pedesaan dan
perkotaan
4.2.1. Pengertian
Masyarakat
4.2.2. Unsur- unsur
masyarakat.
1
1 4.2.3. Syarat – syarat masyarakat.
4.2.4. Ciri- ciri masyarakat desa
dan kota.
4.2.5. Sumber daya yang ada di
pedesaan dan perkotaan
dalam upaya kesehatan ibu
dan anak.
4.2.6. Masalah- masalah
masyarakat pedesaan dan
1 perkotaan.
2.
5.1. Aspek sosial budaya
kesehatan dalam
pelayanan kebidanan
5.1.1. Aspek sosial budaya yang
berhubungan dengan
kesehatan anak.
5.1.2. Aspek sosial budaya yang
1 berhubungan dengan
3. kesehatan ibu.
5.1.3. Hubungan aspek sosial
terhadap pembangunan
kesehatan.

5.1.4. Pengertian pembangunan


1 kesehatan
4 5.1.5. Tujuan pembangunan
masyarakat.
5.1.6. Nilai- nilai filosofi dalam
pembangunan.
5.1.7. Faktor- faktor pendorong
dan penghambat dalam
1 pembangunan
5

6.1. Aspek sosial budaya yang


berkaitan dengan pra
1 perkawinan, perkawinan
6 dan kehamilan, persalinan
nifas dan bayi baru lahir.
6.1.1. Aspek sosial budaya pada
setiap perkawinan.
6.1.2. Aspek sosial budaya pada
setiap trimester kehamilan.

6.1.3. Aspek sosial budaya


selama persalinan kala
I,II,III
6.1.4. Aspek sosial budaya dalam
masa nifas.
6.1.5. Aspek sosial budaya yang
berkaitan dengan bayi baru
lahir.

7.1. Cara- cara pendekatan


sosial budaya dalam
praktek kebidanan
7.1.1. Pendekatan melalui agama.
7.1.2. Pendekatan melalui
kesenian tradisional

7.1.3. Pendekatan melalui


paguyuban.
7.2. Pendekatan melalui
pesantren
7.3. Pendekatan sistem banjar
( Bali )
7.4. Indikasi dan kontra indikasi.

Evaluasi

KEPUSTAKAAN
BUKU UTAMA
1. FK-UI Ilmu kesehatan Anak I,II,III, Jakarta 1985
2. FK-UI Ilmu kesehatan Anak I,II,III, Jakarta 1985
3. Eirenberg, Bayi pada tahun pertama 1997.
BUKU ANJURAN
1. Rendle John, Penyakit Anak, EGC Jilid I
2. Stanway P. New Guide to Pregnancy and Baby Care, She Hon
Broks London.
3. Nelsen, Ilmu Kesehatan Anak Jakarta 1991
4. Markum, Ilmu Kesehatan Anak Jakarta, 1990
5. Depkes, Profil kesehatan tahun 2000
6. Depkes, Modul manajement terpadu Balita sakit, 2000.
7. Harlock E, Perkembangan Anak I,II,1995
8. Depkes, Modul Imunisasi 1999
9. Depkes, Pedoman Operasional program imunisasi, Ditjen
Ppmol,2001