Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ANALISIS BAHAN ALAM

OLEH :

Oleh:

A.ARMISMAN EDY PATURUSI P2500210001


M.RUSDI P2500210005
DZULKARNAIN P2500210012

PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU FARMASI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2011
Soal : B
Jawaban :
a. Golongan senyawa adalah flavanoid-o- glikosida (glikosida flavanol/Kaempferol)
b. Cara penyiapan sampel adalah
1. Pengumpulan bahan baku
Buah Brassica napus dipanen pada saat pertumbuhan buah atau polong
dan biji yang di dalamnya telah terbentuk dengan sempurna. Kemudian
buahnya dikupas dan diambil bijinya
2. Sortasi basah
Dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing,
3. Pencucian
Pencucian dilakukan agar menghilangkan tanah dan kotoran lainnya yang
melekat pada bahan simplisia. Sebaiknya air yang digunakan adalah air yang
mengalir dan sumbernya dari air bersih seperti air PAM, air sumur atau mata
air
4. Perajangan
Biji di potong-potong kecil untuk memudahkan proses pengeringan
5. Pengeringan
Pengeringan dilakukan agar memperoleh simplisia yang tidak mudah
rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Pengeringan dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeringan secara alami dan secara buatan.
6. Sortasi kering
Dilakukan untuk memisahkan bahan-bahan lain/pengotor yang muncul
pada saat pengeringan
7. Penyerbukan
Sampel diserbukkan dengan derajat kehalusan tertentu untuk memeperluas
permukaan simplisia.
C. Cara Ekstraksi, isolasi dan identifikasi
Karena struktur senyawa berupa glikosida maka harus diekstraksi dengan pelarut
agak polar (Metanol) atau Metanol air. Oleh karenanya kami menggunakan ekstraksi
bertingkat dengan pelarut hexan dan metanol.
Skema

Sampel

Soxhletasi dengan n-Heksan

Ekstrak n-Heksan
Ampas

Soxhletasi dengan metanol

Ekstrak Metanol cair

Dipekatkan dengan rotavapor

Ekstrak Metanol pekat

Fraksinasi dengan kromatografi kolom


kompensional dgn eluen landa yang bertahap

Fraksi-fraksi
KLT, yang mempunyai profil
KLT yang sama digabung

Fraksi gabungan
Identifikasi dgn
AlCL3 /Uap amoniak

Fraksi positif

Kromatografi kertas preparatif


dengan eluen BAW
Isolat Uji kemurnian
Kristalisasi

Isolat murni

Karakteristik isolat dengan IR,


UV, NMR dan MS
d. Biosintesis Glikosida
Biosintesa dari heterosida umumnya terdiri dari dua bagian yang penting. Yang
pertama adalah reaksi umum bagaimana bagian gula terikat dengan bagian aglikon,
diperkirakan reaksi transfer ini sama pada semua sistem biologik. Ini kemudian
dilanjutkan dengan pembicaraan secara mendetail tentang jalannya reaksi biosintesa
untuk berbagai jenis aglikon yang akan menyusun glikosida. Hasil-hasil penyelidikan
telah menunjukkan bahwa jalan reaksi utama dari pembentukan glikosida meliputi
pemindahan (transfer) gugusan uridilil dari uridin trifosfat kesuatu gula-l-fosfat. Enzim-
enzim yang bertindak sebagai katalisator pada reaksi ini adalah uridilil transferase (a) dan
telah dapat diisolasi dari binatang, tanaman dan mikroba. Sedang gula fosfatnya dapat
pentosa, heksosa dan turunan gula lainnya. Pada tingkat reaksi berikutnya enzim yang
digunakan adalah glikolisis transferase (b), dimana terjadi pemindahan (transfer) gula
dari uridin difosfat kepada akseptor tertentu (aglikon) dan membentuk glikosida

U T P + Gula-l-fosfat UDP – gula + PP1


UDP – Gula + akseptor Akseptor – gula + UDP
(glikosida)
Apabila glikosida telah terbentuk, maka suatu enzim lain akan bekerja untuk
memindahkan gula lain kepada bagian monosakarida sehingga terbentuk bagian
disakarida. Enzim serupa terdapat pula dalam tanaman yang mengandung glikosida
lainnya yang dapat membentuk bagian di-, tri- dan tetrasakarida dari glikosidanya dengan
reaksi yang sama.
Biosintesis aglikon : Flavanoid/flavanol (kaempferol)
Spekulasi awal mengenai biosintesis flavonoid dijelaskan oleh Robinson (1936)
mengatakan bahwa kerangka C6 – C3 – C6. dari flavonoid berkaitan dengan kerangka C6 –
C3 dari fenilpropana yang mempunyai gugus fungsi oksigen pada para, para dan meta
atau dua meta dan satu para pada cincin aromatik. Akan tetapi, senyawa-senyawa
fenilpropana, seperti asam amino fenil- alanin dan tirosin, bukannya dianggap sebagai
senyawa yang menurunkan flavonoid melainkan hanya sebagai senyawa yang bertalian
belaka.
Pola biosintesis flavonoid pertama kali diusulkan oleh Birch, yang menjelaskan
bahwa tahap pertama biosintesis flavonoid suatu unit C6 – C3 berkombinasi dengan 3 unit
C2 menghasilkan unit C6 – C3 – (C2+C2+C2). Berdasarkan atas usul tersebut maka
biosintesis dari flavonoid melalui 2 jalur bisosintesis yaitu poliketida (asam asetat atau
mevalonat) dalam membentuk cincin A berkondensasi 3 molekul unit asetat, sedang
cincin B dan tiga atom karbon dari rantai propana berasal dari jalur fenilpropana
(shikimat).
Selanjutnya, sebagai akibat dari berbagai perubahan yang disebabkan oleh enzim,
ketiga atom karbon dari rantai propana dapat menghasilkan berbagai gugus fungsi, seperti
ikatan rangkap, gugus hidroksil, gugus karbonil dan sebagainya.
Pokok-pokok biosintesis flavonoid

HO O
HO OH

O
OH O
OH

FLAVANON KHALKON
Pembentukan flavonoid dimulai dengan memperpanjang unit fenilpropanoid (C6 –
C3) yang berasal dari turunan sinamat seperti asam p-kumarat, kadang-kadang asam
kafeat, asam ferulat atau asam sinapat. Percobaan menunjukkan bahwa khalkon dan
isomer flavanon yang sebanding juga berperan sebagai senyawa antara dalam biosintesis
berbagai jenis flavanoid lainnya
OH OH OH
H
HO O HO OH HO O
[O] O

OH O OH O OH O

Flavanon Khalkon

OH OH
Ha
HO O a HO O
b +OH-

+ H OH
OH O OH O
[O]
a Flavanonol
-H+ b H
-H+
OH OH OH

HO O HO O HO O

OH OH OH
OH O OH O OH O

Flavon Auron Flavonol

H
HO O HO O
O

H
OH O OH O
OH
Katekin
Antosianidin

Hubungan Biogenetik Berbagai jenis Flavonoid (Grisebach)