Anda di halaman 1dari 5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kerangka Teori

2.1.1 Pengertian Manajemen

Terdapat beberapa pengertian tentang manajemen, antara lain:

 Menurut Encylopedia of The Social Science, manajemen adalah suatu


proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan, dan
diawasi.

 Menurut Haiman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu


tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang
dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

 Menurut Georgy R. Terry, manajemen adalah cara pencapaian tujuan


yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang
lain.

 Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah sebuah proses


perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

2.1.2 Pengertian Strategi

 Menurut Gerry Johnson dan Kevan Scholes (dalam buku “Exploring


Corporate Strategy”), Strategi adalah arah dan cakupan jangka panjang
organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi sumber
daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan
pasar dan memenuhi harapan pihak yang berkepentingan (stakeholder).
 Pengertian strategi secara umum, strategi itu adalah rencana tentang
serangkaian manuver, yang mencakup seluruh elemen yang kasat mata
maupun yang tak-kasat mata, untuk menjamin keberhasilan mencapai
tujuan.

2.1.3 Pengertian Manajemen Strategik

Manajemen strategik memiliki beberapa pengertian, antara lain:

Menurut Hadari Nawawi (2005:148-149), pengertian manajemen strategik

ada 4 (empat), yaitu:

 Manajemen Strategik adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan


keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara
melaksanakannya, yang dibuat oleh manajemen puncak dan
dimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organiasasi, untuk
mencapai tujuannya.

 Manajemen Strategik adalah usaha manajerial menumbuhkembangkan


kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna
mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah
ditentukan.

 Manajemen Strategik adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah


pada pengembangan strategi yang efektif untuk membantu mencapai
tujuan organisasi.

 Manajemen strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut


Perencanaan Strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan
yang jauh (disebut VISI), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen
puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar
memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI),
dalam usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang
berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan
(disebut Tujuan Strategik) dan berbagai sasaran (Tujuan Operasional)
organisasi.”

2.1.4 Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) adalah


metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau
proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan
yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset
pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan
menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

2.1.5 Tujuan Analisis SWOT

Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan


eksternal yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses
yang dirancang dapat berjalan optimal, efektif, dan efisien.

2.1.6 Penjabaran Analisis SWOT

S = Strength merupakan kondisi internal yang menunjang suatu organisasi untuk


mencapai objektif yang diinginkan

W = Weakness merupakan kondisi internal yang menghambat suatu organisasi


untuk mencapai objektif yang diinginkan

O = Opportunity merupakan kondisi eksternal yang menunjang suatu organisasi


untuk mencapai objektifnya
T = Threat merupakan kondisi eksternal yang menghambat suatu orgaisasi untuk
mencapai objektifnya

2.1.7 SWOT Matrix

SWOT Matrix menggambarkan berbagai alternatif strategi yang dapat


dilakukan oleh perusahaan yang disarakan pda hasil analisis SWOT. Karenanya
tidaklah mengherankan jika kemudian ada 4 alternatif strategi yang tersedia yaitu
strategi SO, WO, ST dan WT. Data dan informasi yang digunakan oleh masing-
masing strategi ini diperoleh dari matrix EFE dan IFE. Oleh karena itu sebelum
menghasilkan SWOT Matrix, pembuatan EFE (External Factor Evaluation) dan
IFE (Internal Factor Evaluation) tentu saja menjadi hal yang harus didahulukan
terlebih dahulu.

Strategi SO dalam SOWT Matrix ini adalah strategi yang digunakan


perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang
dimilikinya/Strength (S) untuk memanfaatkan berbagai peluang/Opportunities (O)
yang ada. Sedangkan WO strategi adalah strategi yang digunakan perusahaan
dengan seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan/Weakness (W) yang ada
untuk memanfaatkan berbagai peluang/Opportunity (O). Strategi ST adalah
strategi yang digunakan perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan
kekuatan/Strength (S) untuk mengurangi berbagai ancaman/Threats (T) yang
mungkin melingkupi perusahaan. Dan yang terakhir, strategi WT adalah strategi
yang digunakan untuk mengurangi kelemahan/Weaknesses (W) dalam rangka
meminimalisir menghindari ancaman/Threats (T).

2.1.8 Penyusunan Strategi Berdasarkan Analisis SWOT

• Setelah kondisi-kondisi teridentifikasi, maka strategi dapat disusun berdasarkan


analisis SWOT:

1) Bagaimana menggunakan Strength?


2) Bagaimana memperbaiki Weakness?

3) Bagaimana mengeksploitasi setiap Opportunity?

4) Bagaimana melunakkan Threat?

• Terancang suatu proses yang dapat dieksekusi secara optimal.

Jadi, antara kekuatan maupun kelemahan, peluang ataupun ancaman bila


digunakan sudut pandang yang berbeda dapat menjadi terbalik. Oleh karena itu,
hal utama sebelum menentukan SWOT adalah memahami tujuan (objektif) dari
suatu organisasi itu sendiri sehingga konteks SWOT pun tentu sesuai dengan
pencapaian objektif SWOT.

Sebaiknya, alangkah bijaksana jika tidak mengeliminasi kandidat daftar


SWOT terlalu terburu-buru. Pentingnya masing-masing SWOT akan
diungkapakan oleh nilai dari strategi yang akan dikembangkan. Jadi, item SWOT
yang tidak menghasilkan strategi tidaklah penting. Analisis SWOT hanyalah salah
satu metode untuk mengidentifikasi dan memiliki kelemahan. Analisis SWOT
juga terkadang menampilkan hasil daftar yang tanpa prioritas yang jelas, sehingga
dapat terjadi “peluang kecil terlihat seperti ancaman besar”

Anda mungkin juga menyukai