Anda di halaman 1dari 6

ALAT REPRODUKSI PADA MANUSIA :

A. wanita
Gambar bagian-bagian alat reproduksi pada wanita

KETERANGAN TENTANG ALAT REPRODUKSI WANITA

Sistem Reproduksi Wanita DEFINISI


Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh
wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi.
Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga
mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan.
Mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:
 Ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
 Tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan
 Rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin
 Vagina, merupakan jalan lahir.

B. Pria
Gambar bagian-bagian pada alat reproduksi pria

Gambar alat reproduksi pria secara lebih detail.

KETERANGAN ALAT REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI

 Reproduksi Pria dan proses pembentukan sperma.


Organ reproduksi pada pria dibedakan menjadi dua, yaitu alat reproduksi yang tampak dari luar
dan alat reproduksi yang ada di bagian dalam tubuh dan tidak tampak dari luar. Alat reproduksi
luar yang dapat dilihat adalah penis dan buah zakar. Alat-alat ini terletak di pangkal paha, lebih
mudah dilihat daripada alat reproduksi wanita yang letaknya tersembunyi.

Organ-organ reproduksi pria akan mulai berkembang pada masa anak laki-laki menginjak usia 9-
15 tahun dan berhenti perkembangannya pada usia 20 tahun.

1. Penis
Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk
memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina. Penis terdiri dari jaringan otot, jaringan
spons yang lembut, pembuluh-pembuluh darah dan syaraf. Urine keluar dari bagian tubuh pria
melalui lubang kecil yang terletak di ujung kepala penis. Untuk tujuan kesehatan dan kebersihan,
kulit yang menutup penis dipotong (dikhitan) kira-kira 1-1,5 centimeter sehingga penis mudah
dibersihkan.

2. Buah Zakar
Buah zakar terdiri dari kantong zakar (kantong pelir), yang didalamnya terdapat sepasang testis
dan bagian-bagian yang lainnya. Kulit luar tersebut disebut dengan skrotum.

Gambar 1.1 susunan organ reproduksi pria

3. Testis
Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel
sperma serta hormon testosteron. Untuk memproduksi sel sperma diperlukan suhu yang sedikit
lebih rendah dari tubuh, oleh karena itu testis letaknya turun menjauhi tubuh. Dalam testis
banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus, tubulus seminiferus ini disebut
juga sebagai saluran penghasil sperma. Dinding sebelah dalam dari tubulus seminiferus ini terdiri
dari jaringan epithelium dan jaringan ikat. Di jaringan epithelium terdapat:
a. Sel induk sperma ( spermatogonium)
b. Sel sertoli yang berfungsi member makan sperma
c. Sel leydig yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron.

Proses pembentukan sperma dipengaruhi oleh:

a. Hormom gonadotropin
Dihasilkan hipotalamus yang merangsang kelenjar hipofisis bagian depan (anterior) agar
mengeluarkan hormon FSH dan LH.

b. FSH ( folikel stimulating hormone)


Berfungsi mempengaruhi dan merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli
untuk menghasilkan ABP ( androgen binding protein) yang memacu pembentukan sperma.

c. LH ( luteinizing hormone)
Berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel leydig) agar mensekresikan hormon testosteron.

d. Hormone testosterone
Dihasilkan oleh testis, yang berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada saat
embrio belum lahir, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder
misalnya; jambang, kumis, jakun, pembesaran suara, dan produksi sperma.

Proses pembentukan sperma di dalam testis disebut dengan spermatogenesis. Spermatogenesis


dimulai dari pembelahan mitosis sel-sel induk sperma (spermatogonium) beberapa kali hingga
dihasilkan lebih banyak spermatogonium. Setengah dari sel-sel spermatogonium tersebut terus
melanjutkan pembelahan mitosis. Sedangkan setengah yang lain membesar menjadi spermatosit
primer. Oleh karena pembentukan spermatosit primer melalui pembelahan mitosis, maka
hasilnya memiliki kromosom diploid (2n) sama dengan spermatogoniumnya. Spermatosit primer
berikutnya membelah secara meiosis (tahap I) menghasilkan spermatosit sekunder, dengan
kondisi kromosom haploid (n). Spermatosit sekunder melanjutkan pembelahan meiosis (tahap II)
menghasilkan dua sel yang juga haploid, disebut dengan spermatid. Sehingga diperoleh 4
spermatid. Sel-sel spermatid ini akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa.

Jika proses pembentukan sperma telah selesai, maka protein pengikat androgen tidak diperlukan,
sehingga sel sertoli akan menghasilkan inhibin untuk memberikan umpan balik supaya hipofisis
menghentikan produksi FSH dan LH. Spermatozoa yang telah terbentuk dapat sampai ke urethra
(saluran keluar pada penis) jika dibantu oleh cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis,
kelenjar prostat, dan kelenjar cowper. Cairan yang dihasilkan vesikula seminalis berfungsi
membantu spermatozoa agar mudah bergerak, member nutrient, dan menormalkan keasaman PH
saluran reproduksi wanita pada saat kopulasi. Spermatozoa bersama cairan tersebut disebut
dengan istilah semen atau air mani. Seorang laki-laki saat kopulasi dapat mengeluarkan sekitar
350-360 juta sel sperma dari 3ml air mani. Struktur sperma terdiri dari tiga bagian berikut ini:

1. Kepala: mengandung inti sel, pada bagian ujungnya terdapat akrosom yang tebentuk dari
badan golgi. Akrosom menghasilkan enzim yang berfungsi membantu sperma menembus sel
telur.

2. Bagian tengah: terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel untuk membentuk
energy sehingga sperma dapat bergerak aktif.

3. Ekor: sebagai alat gerak sperma agar mencapai ovum.


Sperma yang terbentuk akan mengalir ke saluran pengumpul yang disebut dengan epididimis.
Dari epididimis, sperma meninggalkan testis melalui vas deferens, kemudian ditampung dalam
kantung sperma (vesikula seminalis). Dari kantong sperma, sperma dialirkan melalui saluran
penyembur (duktus ejakulatories). Sperma mendapat tambahan cairan dari kelenjar prostat.
Cairan prostat merupakan media sperma yang memberi makan sperma dan menjaga pH sperma.

Anda mungkin juga menyukai