LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2009

DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI
Jln. Suryakencana No.45 Sukabumi Telp. (0266) 221213

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenannya Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dapat menyelesaikan penyusunan Lapora Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2009, walaupun dengan penuh keterbatasan dan kekurangan namun dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja ini pada dasarnya merupakan amanat dari Undang-undang nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta Instruksi Presiden nomor 7 tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang tata cara penyusunannya diatur dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang secara subtantif mewajibkan kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah sebagai wujud pertanggungjawaban. Kami sadar bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran senantiasa kami harapkan untuk perbaikan atau penyempurnaan dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) di tahun mendatang . Akhir kata, semoga Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah ini bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan juga pihak-pihak berkepentingan dalam mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Sukabumi, Januari 2010 KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA SUKABUMI

Dr. Boyke Priyono, M.Kes Pembina Utama Muda NIP. 140 127 965

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………... DAFTAR ISI ………………………………………………………………………… DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………… I.1. Latar Belakang……………………………………………………………. I.2. Landasan Hukum ………………………………..……………………… I.3. Bidang Kewenangan ……………………………………………………... I.4. Core Area ………………………………………………………………… I.5. Aspek Stratejik …………………………………………………………… I.6. Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi …………………………………… I.7. Sistematika Penulisan ……….…………………………………………….. BAB II RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA …………………….. II.1. Rencana Strategis ……………………………………………………… II.2. Visi dan Misi …………………………………………………………… II.3. Tujuan dan Sasaran …...………………………………… …………….. II.4. Kebijakan dan Program .………………………………… …………….. II.5. Rencana Kinerja …...….………………………………… …………….. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA …………………….. …………………… III.1. Kerangka Pengukuran Kinerja ………………………………………… III.2. Evaluasi dan Analisis Kinerja ………...………………………………… III.3. Hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan …………………………………… III.4. Evaluasi dan Analisis Efisiensi dan Efektifitas Kegiatan ……………… III.5. Laporan Realisasi Anggaran ……….………………………………….. III.6. Pencapaian Indikator Makro ..……….…………………………………. BAB IV PENUTUP……………………. ……………………………………………

i ii iii

1 3 4 6 6 11 25

28 28 29 31 33

37 38 78 85 91 103 104

LAMPIRAN-LAMPIRAN

ii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Rencana Strategis Rencana Kinerja Tahunan Pengukuran Kinerja Kegiatan Pengukuran Pencapaian Sasaran Efisiensi dan Efektifitas Kegiatan

iii

DAFTAR TABEL Tabel
1.1

Judul
Keadaan Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2008-2009 Jenis dan Jumlah Sarana Kesehatan Di Kota Sukabumi Tahun 2008-2009 Alokasi Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi T.A 2008-2009 Jarak Puskesmas Hubungannya dengan Situasi Geografis Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (1) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (2) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (3) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (4) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (5) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (6) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (7) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (8) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (9) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (10) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (11) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (12) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (13) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (14) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Evaluasi Pencapaian Sasaran (15) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

Hal
7-8

1.2 1.3 1.4 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 3.11 3.12 3.13 3.14 3.15

8-9 10 11 39 46 50 54 56-57 60 62 63-64 66 68 70 70 72 74 75

iv

Tabel
3.16

Judul
Pencapaian Sasaran Berdasarkan Indikator Kinerja Utama Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009 Analisis Efesiensi dan Efektifitas Kegiatan Pada Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2009 Realisasi Anggaran Bersumber APBD Kota Sukabumi, Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat dan DAK Bidang Kesehatan Di Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2009 Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Bersumber DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2009 Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Bersumber Bantuan Gubernur Jawa Barat Tahun Anggaran 2009

Hal
77

3.17

79-82

3.18

86-89

3.19

91-98

3.20

100101 102

3.21

v

DAFTAR GRAFIK Grafik
3.1 3.2 3.3 3.4

Judul
Kematian Ibu Berdasarkan Waktu Kehamilan Kota Sukabumi Tahun 2009 Kematian Ibu Berdasarkan Penyebab Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009 Kematian Bayi Berdasarkan Usia Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009 Kematian Bayi Berdasarkan Penyebab Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009

Hal
104 104 105 105

vi

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal dan terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, maka sumber daya kesehatan bidang kesehatan dituntut untuk lebih bekerja secara profesional yang menjamin out come yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat, hal ini terdapat dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan. Hal ini juga terdapat dalam piagam PBB Tahun 1948 yang menetapkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi setiap orang. Pemerintah berkewajiban menyediakan pelayanan kesehatan yang bersifat public goods artinya pelayanan yang harus tersedia dan dapat dijangkau oleh setiap orang untuk memperoleh peluang dan

mengembangkan kemampuan hidup sehat, yang pada akhirnya kesehatan merupakan gaya hidup masyarakat Indonesia. Disamping itu pemerintah berkewajiban memfasilitasi pengembangan pelayanan kesehatan yang bersifat private goods yang memberikan peluang kepada masyarakat untuk memilih pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan

kemampuannya. Pemerintah bertugas mengatur, membina dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat, serta menggerakkan peran serta masyarakat dalam

penyelenggaraan dan pembiayaan kesehatan dengan memperhatikan fungsi sosial sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu tetap dapat terjamin. Selaras dengan semangat Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, terbentang peluang dan tantangan bagi sektor kesehatan dan sumber daya

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

1

manusia kesehatan untuk

mampu menyusun rencana serta menetapkan

strategi yang lebih sesuai dengan kondisi daerah dan dapat menjamin lebih efektifnya upaya pelayanan kesehatan sehingga diharapkan lebih

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan untuk mendukung tercapainya Visi Kota sukabumi yaitu ”Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat Berlandaskan Iman dan Taqwa” melalui perwujudan Visi Dinas Kesehatan yaitu ” Masyarakat Terlindung dari Masalah Kesehatan” ditetapkan berbagai program kesehatan yang telah disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan yang terdapat di masyarakat, dengan

mengutamakan upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan serta ketersediaan sumber daya yang ada. Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program yang

dilaksanakan apakah tujuan dan sasaran program mencapai hasil yang diharapkan, berhasil guna dan berdaya guna yang optimal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta dapat meningkatkan kinerja pembangunan kesehatan di Kota Sukabumi, perlu disusun laporan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) selama T.A 2009, sebagai pelaksanaan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 1999 yang mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan Negara untuk mempertanggung- jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan suatu perencanaan stratejik yang ditetapkan oleh masing-masing instansi, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. LAKIP merupakan laporan yang berisi informasi capaian kinerja instansi pemerintah yang dapat digunakan sebagai komunikasi

pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. LAKIP juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai dan alat pendorong

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

2

terwujudnya Good Governance yaitu pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

I.2

Landasan Hukum Penyusunan Laporan Kinerja Kegiatan Instansi Pemerintah Dinas

Kesehatan Kota Sukabumi tahun 2009 berlandaskan kepada: 1) Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Kolusi, Korupsi dan Nepotisme 2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme 3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah 4) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah 5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah 6) Instruksi Presiden Nomor Kinerja Instansi Pemerintah 7) Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas

239/IX/6/8/2003

Tentang

Perbaikan

Pedoman

Penyusunan

Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 8) Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kewenangan Pemerintah Kota Sukabumi 9) Keputusan Walikota Sukabumi nomor 227 tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) 10) Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor : 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Sukabumi 11) Keputusan Walikota Sukabumi Nomor : 17 Tahun 2008 tentang Kedudukan, Tugas pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Sukabumi

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

3

I.3

Bidang Kewenangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tentang Pemerintahan

Daerah pasal 14 ayat 1 terdapat 16 urusan wajib yang menjadi kewenangan Kabupaten / Kota yaitu: a. Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan b. Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengawasan Tata Ruang c. Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat d. Penyediaan Sarana dan Prasarana Umum e. Penanganan Bidang Kesehatan f. Penyelenggaraan Pendidikan g. Penaggulangan Masalah Sosial h. Pelayanan Bidang Ketenagakerjaan i. Fasilitas Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah j. Pengendalian Lingkungan Hidup

k. Pelayanan Pertanahan l. Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil m. Pelayanan Administrasi Umum Pemerintahan n. Pelayanan administrasi Penanaman Modal Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Propinsi sebagai Daerah Otonom, pemerintah Kota Sukabumi telah menetapkan 23 Bidang Kewenangan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah nomor 14 tahun 2000 tentang

Kewenangan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, bidang kewenangan tersebut antara lain: a. Pekerjaan Umum b. Kesehatan c. Pendidikan dan Kebudayaan d. Pertanian e. Perhubungan f. Perindustrian dan Perdagangan g. Penanaman Modal

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

4

h. Lingkungan Hidup i. Pertanahan j. Koperasi

k. Ketenagakerjaan l. Tata Ruang m. Kepariwisataan n. Pertambangan dan Energi o. Sosial p. Politik Dalam Negeri dan Administrasi Publik q. Pengembangan Otonomi Daerah r. Administrasi Pemerintahan s. Perimbangan Keuangan t. Kependudukan dan Catatan Sipil u. Hukum dan PerUndang-Undangan v. Informasi dan Komunikasi w. Pemberdayaan Masyarakat Dan berdasarkan Keputusan Walikota Sukabumi nomor 227 tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kewenangan Wajib Bidang Kesehatan terdapat 12 rincian kewenangan bidang kesehatan yaitu: a. b. c. d. e. f. g. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Dasar Penyelenggaraan Perbaikan Gizi Masyarakat Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan Rujukan dan Penunjang Penyelenggaraan Pemberantasan Penyakit Menular Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar Penyelenggaraan Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Obat,

Narkotika, Psikotropika, Zat adiktif lainnya yang berbasis masyarakat h. i. j. Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian (obat) Penyediaan Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Pelayanan dan Pemberian Perizinan pada Dinas Kesehatan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

5

k.

Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas

I.4

Core Area Core area Bidang kesehatan merupakan suatu program yang

mendominasi jumlah kontribusi terhadap peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, dimana UHH tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain Angka Kematian Bayi (AKB), Angka kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKABA), Angka Kematian Kasar (AKK) dan angka kesakitan. Core area bidang Kesehatan meliputi: a. b. c. Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan dasar Penyelenggaraan Pelayanan Gizi Penyelenggaraan Pelayanan pemberantasan penyakit menular dan penyehatan Lingkungan d. e. I.5 Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian (obat ) Penyelenggaraan Upaya Promosi Kesehatan

Aspek Stratejik Aspek strategis adalah aspek yang mendukung dan merupakan

sumber daya dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan menuju perwujudan visi dan misi Dinas kesehatan dan mendukung visi Kota Sukabumi, aspekaspek tersebut antara lain:

A.

Aspek Sumber Daya Manusia Kesehatan Pada tahun 2009, perubahan yang terjadi pada jumlah Sumber Daya

Manusia (SDM) kesehatan tidak terlalu berarti. Karena meskipun terjadi pengurangan pegawai yang diakibatkan pensiun/perpindahan pegawai, diiringi pula dengan penambahan pegawai, baik dari hasil penerimaan pegawai baru maupun pindahan. Secara kuantitas, SDM berkurang 1 orang (0.24%). Namun secara kualitas mengalami peningkatan dalam hal kualifikasi

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

6

pendidikan, terutama pendidikan kesehatan. Hal ini sesuai dengan Misi ke-1 Dinas Kesehatan, yaitu Memberikan Pelayanan Kesehatan Terpadu,

Menyeluruh dan Profesional. Berikut keadaan sumber daya manusia di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2008 dan 2009. Tabel 1.1 Keadaan Tenaga Kesehatan Berdasarkan Jumlah dan Kualifikasi Pendidikan Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2008-2009
NO I. MEDIS 1. 2. II. Dokter Umum Dokter Gigi 27 17 28 19 PENDIDIKAN JUMLAH 2008 2009

SARJANA KESEHATAN LAIN 1. 2. 3. Magister Kesehatan Masyarakat Sarjana Kesehatan Masyarakat Apoteker 11 12 3 10 12 3

III.

PARAMEDIS 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sarjana Keperawatan Bidan Akademi Keperawatan Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) Akademi Keperawatan Gigi Sekolah Pendidikan Perawat Gigi (SPRG) 4 47 49 28 8 7 4 56 59 26 9 7

IV.

PARAMEDIS NON PERAWAT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. S1 IPB Gizi Akademi Gizi Akademi Kesehatan Lingkungan/APK Akademi Analisis Kesehatan Sekolah Pendidikan Analis (SPA) Sekolah Pendidikan Analis Gizi (SPAG) Sekolah Penilik Pembantu Hygiene (SPPH) Sekolah Menengah Farmasi (SMF) 0 13 13 14 6 4 6 11 1 12 12 16 5 2 5 16

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

7

NO V

PENDIDIKAN PARAMEDIS PEMBANTU Pekarya Kesehatan (SMA +) Pekarya Kesehatan (SMP +) SPK-C / Juru Kesehatan

JUMLAH 2008 2009 23 1 3 17 0 3

VI

NON KESEHATAN/ ADMINISTRASI/ TATAUSAHA Sarjana Non Kesehatan (S2) Sarjana Non Kesehatan (S1) Sarjana Muda Non Kesehatan (D3) Sekolah Menengah Ekonami Atas (SMEA) Sekolah Teknik Mesin (STM) Sekolah Menengah atas (SMA) & (SMKK) Kursus Pegawai Administrasi Atas (KPAA) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Dasar (SD) JUMLAH 4 11 3 18 6 38 6 8 11 415

3 10 2 18 5 34 4 7 10 414

Sumber Data: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

B.

Aspek Sarana Pelayanan Kesehatan Berikut adalah data sarana kesehatan yang ada di Kota Sukabumi

Tahun 2008 dan 2009 dilihat dari jenis dan jumlah. Tabel 1.2 Jenis dan Jumlah Sarana Kesehatan Di Kota Sukabumi Tahun 2008-2009
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. JENIS SARANA KESEHATAN Puskesmas Non DTP Puskesmas DTP Puskesmas pembantu Puskesmas keliling Rumah Sakit Umum Daerah Rumah Sakit Polri JUMLAH 2008 12 3 20 20 1 1 2009 12 3 20 16 1 1

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

8

NO 7. 8. 9. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 21. 22. 23. 24.

JENIS SARANA KESEHATAN Rumah Sakit TNI AD Rumah Sakit Swasta Rumah Sakit Bersalin Rumah Sakit Ibu dan Anak Balai Pengobatan Laboratorium Swasta Optikal Apotik Toko Obat Praktek Dokter Umum perorangan Praktek Dokter Spesialis Praktek Dokter Gigi Praktek Dokter Gigi Spesialis Praktek Bidan Industri Kecil Obat Tradisional Posyandu Rehabilitasi Korban Napza Pengobat Tradisional

JUMLAH 2008 1 1 1 1 17 5 15 38 16 79 36 27 3 60 6 434 0 26 2009 1 2 1 1 15 6 12 42 12 107 62 35 3 81 6 438 0 28

Sumber Data: Seksi Bina Sarana Kesehatan

Dari tabel 1.2 diatas dapat dilihat bahwa sarana kesehatan yang ada di Kota Sukabumi cukup banyak dan merata di seluruh kecamatan terutama sarana pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat yaitu Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu. C. Aspek Pembiayaan Kesehatan Pada tahun 2009, pembiayaan kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi hanya bersumber dari APBD Kota, APBD Propinsi (Bantuan Propinsi) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Jumlah APBD Kota meningkat dibandingkan tahun lalu.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

9

Tabel 1.3 Alokasi Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi T.A 2008-2009
NO 1. 2. 3. 4. JENIS SUMBER BIAYA APBD Kota Bantuan Propinsi Jawa Barat APBN DAK JUMLAH
Sumber Data : Sub Bag Keuangan

JUMLAH ALOKASI 2008 19.976.561.000 1.250.692.000 80.275.000 3.931.000.000 26.353.957.900 2009 24.050.586.000 3.110.541.000 0 5.460.000.000 32.621.127.000

Tabel 1.3 menunjukan bahwa setiap tahun, anggaran Dinas Kesehatan meningkat kecuali anggaran yang bersumber dari dana APBN, Namun besarnya alokasi pembiayaan kesehatan bersumber APBD Kota tidak hanya diperuntukkan untuk program kesehatan melainkan juga diperuntukkan untuk belanja tidak langsung (gaji pegawai).

D.

Aspek Wilayah Wilayah administrasi Kota Sukabumi terdiri dari 7 Kecamatan, 33

Kelurahan, 343 RW dan 1410 Rt. Dengan luas wilayah 48,00 KM2 dan tipologi daerah rata-rata datar, kondisi tersebut menguntungkan bagi masyarakat karena mudah dalam menjangkau dan mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, hal ini disebabkan jarak terjauh dari kelurahan dalam satu Kecamatan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) hanya ± 3 Km. Untuk jelasnya mengenai jarak dan lama tempuh dari kelurahan ke Puskesmas terdekat

dalam satu wilayah kecamatan dapat dilihat pada tabel 1.4 di bawah ini:

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

10

Tabel 1.4 Jarak Puskesmas Hubungannya dengan Situasi Geografis Kota Sukabumi Tahun 2009
Tipologi Kec Jumlah Desa/kel per Kategori
I 1 2 3
4

N o

Nama Kecamatan

Luas Wilayah

Jumlah RT/RW

Nama Puskesmas

Jarak Terjauh ke PKM

Rata-rata Waktu Tempuh ke Puskesmas
Roda 2 Roda 4 12

Kondisi Keterjangkauan Desa

II 6

III 7 8 9 10

Roda 2
13

Roda 4
14

Jln
15

5

11

1

Baros

2

Citamiang

Jalan datar keramaian rendah Jalan datar keramaian tinggi
Jalan datar keramaian sedang

6.1

~

~

4

140/39

Baros
Tipar Gd.Panjang Nanggeleng Pabuaran Benteng Sukakarya Cipelang Krng Tengah

2 Km

15'

20'

V

V

V

4.04 7.6 5.5 7.35 8.89 8.77 48.25

~ ~ ~ ~ ~ ~

~ ~ ~ ~ ~ ~

5 5 4 6 5 4 33

204/39 239/55 202/50 307/67 175/52 111/34

1,2 Km

9'

12' 20' 30' 23'

V V V V

V V V V

V V V V

3 4

Warudoyong Gunung Puyuh Cikole Lembur Situ Cibeureum TOTAL

2 Km 3 Km

15'

Jalan datar keramaian sedang
Jalan datar keramaian tinggi Jalan datar keramaian rendah Jalan datar keramaian rendah

22,5'

5 6 7

Selabatu Sukabumi Lb. Situ Cikundul
Lm Nunggal

2,3 Km

17,5'

3 Km

22,5' 22,5'

30' 30'

V V

V V

V V

3 Km

Cbrm.Hilir

Sumber: Profil Kesehatan Kota Sukabumi Th. 2009

Dengan melihat jarak dan waktu tempuhnya, semua Puskesmas di Kota Sukabumi dapat terjangkau oleh kendaraan roda 4 dan roda 2 karena letaknya yang berada dekat dengan jalan Kelurahan, sehingga memudahkan semua lapisan masyarakat untuk mengakses sarana kesehatan tersebut, dengan demikian diharapkan akan terpenuhinya kebutuhan kesehatan dasar masyarakat secara merata dan murah. I.6 Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi Organisasi merupakan salah satu fungsi dari administrasi, yang merupakan wadah dari orang-orang atau unit kerja untuk dapat

melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

11

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Sukabumi, susunan organisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terdiri dari: a. Sekretariat, membawahkan : 1. Sub-Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub-Bagian Keuangan; dan 3. Sub-Bagian Perencanaan Program. b. Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), membawahkan : 1. Seksi Kesehatan Komunitas; 2. Seksi Gizi; dan 3. Seksi Kesehatan Khusus. c. Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), membawahkan : 1. Seksi Surveillance dan Imunisasi; 2. Seksi Pengendalian Penyakit Menular; dan 3. Seksi Penyehatan Lingkungan. d. Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan, membawahkan : 1. Seksi Perbekalan Kesehatan; 2. Seksi Bina Sarana Kesehatan; dan 3. Seksi Promosi Kesehatan. e. UPTD; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

12

Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi
KEPALA DINAS KESEHATAN SEKRETARIAT

SUB.BAG. UMUM & KEPEGAWAIAN

SUB.BAG. KEUANGAN

SUB.BAG. PERENCANAAN PROG RAM

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN

BIDAN G PENGENDALIAN PENYAKIT & PENYEHATAN LINGKUNGAN

BIDANG PROMOSI DAN SARANA KESEHATAN

SEKSI KESEHATAN KOMUNITAS

SEKSI GIZI

SEKSI KESEHATAN KHUSUS

SEKSI SURVEILANS DAN IMMUNISASI

SEKSI SEKSI PENGENDALIAN PENYEHATAN PENYAKIT LINGKUNGAN MENULAR

SEKSI PERBEKALAN KESEHATAN

SEKSI \BINA SARANA KESEHATAN

SEKSI PROMOSI KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS (15) LABKESDA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Berdasarkan Keputusan Walikota Nomor 17 tahun 2008 tentang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi, dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Dalam Bab II pasal 2 menyatakan, Dinas merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang Kesehatan, dipimpin oleh seorang Kepala Dinas berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Selanjutnya dalam pasal 3 dinyatakan

Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Dalam penyelenggaraan tugas pokok tersebut Dinas Kesehatan Kota Sukabumi mempunyai fungsi : a. perumusan kebijaksanaan teknis bidang kesehatan; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang kesehatan; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kesehatan; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah di bidang kesehatan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

13

Sedangkan tugas dan Fungsi (TUPOKSI) Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut :

KEPALA DINAS (1) Kepala Dinas Kesehatan mempunyai tugas sebagai berikut : a. membantu Kepala Daerah dalam merumuskan kebijakan umum dan teknis bidang kesehatan; b. memimpin, mengkoordinasikan, mengawasi, mengevaluasi, dan

mengendalikan semua kegiatan Dinas; c. membuat Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), dan laporan akuntabilitas kinerja dalam rangka pelaksanaan tugas dinas; d. mengadakan kerja sama dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; e. membina dan memotivasi seluruh pegawai di lingkungan Dinas dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja; f. melaksanakan pembinaan teknis di bidang kesehatan; g. mengkaji dan menyiapkan bahan penetapan kebijakan Kepala Daerah di bidang kesehatan; h. mengkaji dan mengoreksi perizinan, rekomendasi, dan sertifikasi di bidang kesehatan; i. memberi saran dan pertimbangan kepada Kepala Daerah di Bidang Kesehatan; j. mempertanggungjawabkan tugas Dinas secara administratif kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah; k. mempertanggungjawabkan tugas Dinas secara operasional kepada Wakil Kepala Daerah; dan l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kepala Dinas dibantu oleh : 1. Sekretariat;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

14

2. Bidang Pelayanan Kesehatan; 3. Bidang Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan; 4. Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan; 5. UPTD; dan 6. Kelompok Jabatan Fungsional.

SEKRETARIAT (1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, dalam hal : a. pemberian pelayanan administrasi umum, perlengkapan,

kepegawaian, perencanaan, dan keuangan di lingkungan Dinas; b. penyusunan rencana kerja Sekretariat c. penyediaan dan pengolahan data untuk penyusunan dan laporan akuntabilitas kinerja Dinas; d. pengkoordinasian penyusunan rencana kerja dan penyelenggaraan tugas bidang secara terpadu; e. penyelenggaraan dan pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK); f. penyelenggaraan (Litbangkes); g. penyusunan anggaran dan penatausahaan keuangan Dinas; h. pengumpulan kesehatan; i. pengadaan, pemeliharaan, dan pengelolaan perlengkapan barang inventaris dinas; j. pembinaan dan pengendalian di bidang administrasi umum, dan penyusunan peraturan-peraturan di bidang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

perlengkapan, kepegawaian, perencanaan, dan keuangan; k. penyelenggaraan dan pengelolaan system informasi keuangan; l. pengelolaan kebersihan, keamanan, dan ketertiban Dinas; m. pemonitoran, evaluasi, dan pelaporan tugas Sekretariat; n. pengkoordinasian dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait untuk kelancaran pelaksaan tugas; dan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

15

o. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan. (2) Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretaris dibantu oleh : a. Subbagian Umum dan Kepegawaian; b. Subbagian Keuangan; dan c. Subbagian Perencanaan Program.

a) Subbagian Umum dan Kepegawaian Dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian, mempunyai tugas

membantu dan bertanggung jawab kepada Sekretaris dalam hal : a. pelaksanaan urusan administrasi umum dan kepegawaian yang diperlukan Dinas; b. penyiapan bahan dan keperluan rumah tangga Dinas; c. penerimaan, pencatatan, penyimpanan, dan pendistribusian

perlengkapan Dinas; d. pemeliharaan dan pengendalian barang-barang inventaris Dinas; e. penyiapan bahan usulan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, cuti, mutasi, pensiun, dan penghargaan pegawai; f. penyiapan bahan usulan program diklat dan pengembangan pegawai g. pelaksanaan administrasi surat menyurat yang diperlukan oleh Dinas; h. pengelolaan kebersihan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan Dinas; dan i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

b) Sub bagian Keuangan Subbagian Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada sekretaris dalam hal : a. penyiapan bahan rencana anggaran keuangan Dinas; b. pelaksanaan pengendalian dan pengelolaan keuangan Dinas;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

16

c. penyusunan laporan pertanggungjawaban pengelolaan administrasi keuangan Dinas; d. pengamanan uang kas, tanda bukti brankas, dan surat-surat berharga; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

c) Subbagian Perencanaan Program Subbagian perencanaan program dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Sekretaris dalam hal : a. penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja); b. pengkoordinasian program dan kegiatan di lingkungan Dinas; c. pengkoordinasian dan penyiapan bahan penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Dinas; d. pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK); e. pelaksanaan Penelitian & Pengembangan Kesehatan (Litbangkes); f. pemonitoran dan evaluasi kegiatan di lingkungan Dinas; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN (1) Bidang Pelayanan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan komunitas, gizi masyarakat, dan kesehatan khusus; b. pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), anak prasekolah, remaja, dan lanjut usia, program kesehatan wilayah yang spesifik, dan program perawatan kesehatan masyarakat

(Perkesmas);

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

17

c. pelayanan gizi masyarakat termasuk penanggulangan KEP, Vitamin A, GAKY, dan Zat Besi; d. pelayanan kesehatan khusus yang meliputi kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata, kesehatan jiwa, NAPZA, kesehatan sekolah (UKS), kesehatan kerja (UKK), Kesehatan Olah Raga, pelayanan P3K, penanggulangan bencana pengungsi, serta gawat darurat medis; e. monitoring dan evaluasi kegiatan; f. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan. (2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dibantu oleh : a. Seksi Kesehatan Komunitas (Keskom) b. Seksi Gizi c. Seksi Kesehatan Khusus

a). Seksi Kesehatan Komunitas (Keskom) Seksi Kesehatan Komunitas dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan komunitas; b. pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), dan Lanjut Usia (Lansia); c. penyelenggaraan program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas); d. pemonitoran dan evaluasi program kesehatan komunitas; e. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

18

b). Seksi Pelayanan Gizi Masyarakat (Gizi) Seksi Gizi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan pelayanan gizi masyarakat; b. pelayanan gizi masyarakat termasuk penanggulangan KEP, vitamin A, GAKY, dan Zat Besi. c. d. pemonitoran dan evaluasi program gizi masyarakat; koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

c). Seksi Kesehatan Khusus Seksi Kesehatan Khusus dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya meningkatkan pelayanan

kesehatan khusus; b. pelayanan kesehatan khusus yang meliputi kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata, kesehatan jiwa, NAPZA, kesehatan sekolah (UKS), anak usia pra sekolah dan usia sekolah, kesehatan remaja, kesehatan kerja (UKK), kesehatan olah raga, pelayanan P3K, penanggulangan bencana pengungsi, serta gawat darurat medis; c. program kesehatan wilayah spesifik;

d. pemonitoran, dan evaluasi program kesehatan khusus; e. Koordinasi dan konsultasi dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

19

BIDANG PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN (1) Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan; b. pengendalian penyakit menular dan tidak menular; c. pengamatan penyakit/surveilance; d. penyelenggaraan upaya pelayanan imunisasi dan pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi; e. penyelenggaraan upaya penyehatan lingkungan; f. penyelenggaraan upaya kesehatan haji; g. pemonitoran, dan evaluasi program Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; h. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan (2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dibantu oleh : a. Seksi Surveilance, dan Imunisasi; b. Seksi Pengendalian Penyakit Menular; dan c. Seksi Penyehatan Lingkungan.

a) Seksi Surveilans, dan Immunisasi Seksi Surveillance dan Imunisasi dipimpin oleh seorang Kepala seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya meningkatkan program surveillance dan immunisasi;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

20

b. pelaksanaan upaya pelayanan immunisasi dan pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi; c. pengamatan penyakit/ surveillance; d. pelaksanaan dan pemantauan kesehatan haji; e. pemonitoran dan evaluasi kegiatan surveillance dan imunisasi; f. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

b) Seksi Pengendalian Penyakit Menular Seksi Pengendalian Penyakit Menular dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya pengendalian penyakit menular dan tidak menular; b. pelaksanaan pengendalian penyakit menular dan tidak menular; c. pemonitoran dan evaluasi kegiatan pengendalaian penyakit menular dan tidak menular; d. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

c) Seksi Penyehatan Lingkungan Seksi Penyehatan Lingkungan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya penyehatan lingkungan; b. pembinaan higiene sanitasi pada Tempat Tempat Umum dan Industri (TTUI), Tempat Pengolahan Makanan (TPM), dan Tempat Umum

Pengolahan Makanan (TUPM) dengan rekomendasi laik sehat;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

21

c. pengawasan pengelolaan limbah medis dan infectious dari sarana kesehatan; d. penilaian resiko pencemaran air, udara, tanah, dan makanan; e. pencegahan dan penanggulangan keracunan; f. pemonitoran dan evaluasi kegiatan program penyehatan lingkungan; g. Koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan;

BIDANG PROMOSI DAN SARANA KESEHATAN (1). Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan mutu

pengelolaan obat dan alat kesehatan, bina sarana kesehatan, perizinan, pengawasan terhadap perbekalan kesehatan, promosi kesehatan, peran serta masyarakat, dan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat; b. penyelenggaraan program promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat; c. pengembangan Upaya Kesehatan berbasis Masyarakat (UKBM), seperti Posyandu, Posbindu, Poskestren dan Saka Bhakti Husada (SBH); d. peningkatan kemitraan dan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan; e. penyelenggaraan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Masyarakat (JPKM); f. pengelolaan obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kesehatan bagi pelayanan kesehatan masyarakat di UPT;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

22

g. pelayanan administrasi dan rekomendasi perizinan sarana-sarana perorangan, badan, kelompok, maupun institusi yang berkaitan dengan kesehatan; h. pemonitoran dan evaluasi kegiatan pada bidang promosi kesehatan dan sarana kesehatan; i. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

(2). Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan dibantu oleh : a. Seksi Perbekalan Kesehatan b. Seksi Bina Sarana Kesehatan. c. Seksi Promosi Kesehatan,

a). Seksi Perbekalan Kesehatan Seksi Perbekalan Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi, mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam rangka upaya meningkatkan pengelolaan obat dan alat kesehatan pada dinas; b. penyusunan rencana kebutuhan obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kedokteran di lingkungan dinas; c. pengendalian mutu obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kedokteran di lingkungan dinas; d. penyimpanan dan pemeliharaan obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kesehatan pada gudang obat dan alat kesehatan dinas; e. pendistribusian obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kesehatan ke UPTD;

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

23

f. pencatatan dan pelaporan data logistik obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kesehatan pada dinas; g. pemonitoran ketersediaan dan evaluasi pengelolaan obat, reagensia, Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP), dan alat kesehatan pada dinas; h. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

b) Seksi Bina Sarana Kesehatan Seksi Bina Sarana Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam upaya peningkatan, pembinaan sarana kesehatan pemerintah dalam bidang kesehatan; b. pelayanan administrasi dan rekomendasi perizinan, sarana-sarana perorangan, badan, kelompok, maupun institusi yang berkaitan dengan kesehatan; c. pengawasan produk dan peredaran obat, alat kesehatan, kosmetika, makanan dan minuman, serta bahan berbahaya; d. pelaksanaan sampling produk obat, alat kesehatan, kosmetika, makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat kesehatan, palsu, dan kadaluarsa; e. pengamanan dan sertifikasi produk makanan dan minuman kemasan; f. penyelidikan bersama unsur terkait terhadap produk palsu dan tidak memenuhi syarat kesehatan; g. Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) bidang obat, alat kesehatan, kosmetika, makanan dan minuman; h. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan. maupun swasta, dan pelayanan perizinan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

24

c). Seksi Promosi Kesehatan Seksi Promosi Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan dalam hal : a. perencanaan kegiatan dalam peningkatan upaya promosi kesehatan, peran serta masyarakat, dan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat; b. penyelenggaraan program promosi dan pendidikan kesehatan

masyarakat dalam rangka pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); c. pengembangan Upaya Kesehatan berbasis Masyarakat (UKBM), seperti Posyandu, Posbindu, Poskestren dan Saka Bhakti Husada (SBH); d. peningkatan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan; e. pengelolaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM); f. pemonitoran dan evaluasi kegiatan promosi kesehatan; g. koordinasi dan konsultasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; dan h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan.

I.7

Sistematika Penulisan Sistematika penyusunan Laporan sebagai berikut : Bab I Pendahuluan :

I.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 Bidang Kewenangan Core Area Aspek Stratejik Struktur Organisasi Sistematika Penyusunan.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

25

Bab. II Perencanaan Stratejik 2.1 2.2 2.3 Rencana Stratejik Visi dan Misi Tujuan dan Sasaran 2.3.1 2.3.2 2.4 Tujuan Sasaran

Kebijakan dan Program 2.4.1 Kebijakan 2.4.2 Program

2.5

Rencana Kinerja

Bab. III Akuntabilitas Kinerja 3.1 3.2 Kerangka Pengukuran Kinerja Evaluasi dan Analisis Kinerja 3.2.1 3.2.2 3.3 3.4 3.5 Evaluasi dan Analisis Kinerja Sasaran Pencapaian Indikator Kinerja Utama

Hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan Evaluasi dan Analisis Efesiensi dan Efektifitas Kegiatan Laporan Realisasi Anggaran 3.5.1 Program dan Kegiatan Bersumber APBD Kota, DAK Bidang Kesehatan dan Bantuan Propinsi Jawa Barat 3.5.2 Alokasi dan Realisasi Anggaran Bersumber DAK Bidang Kesehatan 3.5.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran Bersumber Bantuan Gubernur Jabar 3.5.4 Alokasi dan Realisasi Anggaran Bersumber APBN

3.6

Capaian Indikator Makro

Bab. IV Penutup

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

26

Lampiran Lampiran I : Rencana Strategis Lampiran II : Rencana Kinerja Tahunan Lampiran III : Pengukuran Kinerja Kegiatan Lampiran IV : Pengukuran Pencapaian Sasaran Lampiran V : Efesiensi dan Efektifitas Kegiatan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

27

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA

2.1 Rencana Stategis Rencana stratejik sebagaimana yang tertuang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai lima tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. Suatu rencana strategis setidaknya memuat visi, misi, tujuan, sasaran, stratejik (kebijakan dan program) serta ukuran keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya. Rencana strategis Dinas Kesehatan Kota Sukabumi merupakan suatu perencanaan startegis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun yang menggambarkan visi, misi, tujuan, saran, program dan kegiatan Dinas Kesehatan yang mengedepankan isu-isu lokal dan merupakan rencana yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan anggaran pembiayaan yang ada.

2.2 Visi dan Misi. Visi berkaitan dengan pandangan ke depan menyangkut kemana instansi pemerintah harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten, eksis, antisipasif, inovatif serta produktif. Dimana visi instansi tersebut perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi sehingga menjadi visi bersama (shared vision) yang pada gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakan segala sumber daya instansi. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta untuk mendukung dan mewujudkan Visi Pemerintah dan Visi Walikota Kota Sukabumi terpilih 2008-2013 maka Visi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi adalah ” Masyarakat Terlindung dari Masalah Kesehatan.” Konsepsi dari Visi tersebut di atas yaitu : terlindunginya

seluruh masyarakat yang berada di Kota Sukabumi dari masalah kesehatan melalui

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

28

pelayanan yang profesional dengan melibatkan peran aktif masyarakat sehingga terwujud masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera. Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut di atas, Dinas Kesehatan Kota

Sukabumi telah menetapkan 4 (empat) misi yaitu : 1. Memberikan Pelayanan Kesehatan Terpadu, Menyeluruh dan Profesional 2. Mengendalikan Penyakit Tidak Menular dan Menular Berbasis Lingkungan dengan Komprehensif 3. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Kesehatan dan Teknologi 4. Mendorong Peran Aktif Masyarakat dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

2.3 Tujuan dan Sasaran. 2.3.1 Tujuan Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis stratejik yang menunjukan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang. berdasarkan Visi , Misi dan faktor–faktor kunci keberhasilan (Critical Succes Factor). Tujuan umum Pembangungan Kesehatan di Kota Sukabumi adalah ” Terwujudnya Masyarakat yang Sehat “ Fokus dari pembangunan kesehatan di Kota Sukabumi diarahkan agar masyarakat Kota Sukabumi dalam kehidupan sehari harinya sudah mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat yang dilandasi dengan Iman dan Taqwa, mampu memelihara dan menjaga kesehatannya serta lingkungannya juga memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar selain untuk mengobati sakitnya juga sebagai tempat untuk berkonsultasi tentang kesehatannya. Dari tujuan umum tersebut di atas dikembangkan tujuan khusus yang ingin dicapai pada tahun 2009, sebagai berikut: a. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan komunitas b. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan khusus c. Meningkatnya kualitas pengendalian penyakit menular berbasis lingkungan d. Meningkatnya kualitas pelayanan imunisasi dan surveilans e. Meningkatnya kualitas lingkungan f. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan dan teknologi

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

29

g. Terwujudnya Kelurahan Siaga Aktif dan Utama 2.3.2 Sasaran Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Dinas Kesehatan dalam kurun waktu satu tahun, triwulanan atau bulanan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur. Sasaran yang ditetapkan Dinas Kesehatan dalam tahun 2009, adalah : 1. 2. 3. 4. Meningkatnya pelayanan kesehatan ibu dan anak Meningkatnya kualitas pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan pada kelompok khusus Meningkatnya kualitas pencegahan dan pemberantasan penyakit menular bersumber binatang 5. Meningkatnya kualitas pencegahan dan pemberantasan penyakit menular berbasis lingkungan 6. 7. 8. Meningkatnya kualitas pelayanan imunisasi Meningkatnya kualitas penyehatan lingkungan Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana gedung Puskesmas,

Puskesmas Pembantu, Laboratorium, Rumah Dinas Dokter dan Perawat, Kendaraan Pusling serta Perlengkapan Kantor 9. Terpenuhinya kebutuhan obat-obatan, reagen laboratorium san Alat Kesehatan Habis Pakai (AKHP) 10. Meningkatnya Kualitas pelayanan sarana kesehatan dasar dan penunjang kesehatan 11. 12. Terpenuhinya SDM Kesehatan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan Terpenuhinya sumber dana (anggaran) kesehatan dari berbagai sumber untuk penyusunan program 13. 14. 15. Meningkatnya PHBS pada masyarakat Meningkatnya upaya kesehatan berbasis masyarakat Meningkatnya pembiayaan kesehatan untuk masyarakat miskin

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

30

2.4 Kebijakan dan Program Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai ditempuh melalui berbagai kebijakan dan program yang telah ditetapkan dalam rencana stratejik.

2.4.1

Kebijakan Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan

oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan atau pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta visi dan misi instansi pemerintah. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran menuju terwujudnya Visi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, maka Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dalam

penyelenggaraan pembangunan kesehatan dilaksanakan berdasarkan pada kebijakan ” MENYELENGGARAKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG PROFESIONAL, SERTA MENDORONG KEMANDIRIAN MASYARAKAT UNTUK HIDUP

SEHAT, MELALUI KEMITRAAN DENGAN STAKEHOLDER”.

2.4.2

Program Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu guna

mencapai sasaran dan tujuan. Program kesehatan tahun 2009 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah beserta perubahannya Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 2007 namun demikian inti program kesehatan tersebut sesuai dengan Renstra pemerintah Kota 2008-2013 dan merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya. Program-program kesehatan yang ada dalam Permendagri 13 Tahun 2006 meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pelayanan Administrasi Perkantoran Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Peningkatan Program Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kerja Obat dan Perbekalan Kesehatan Upaya Kesehatan Masyarakat Pengawasan Obat dan Makanan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

31

8. 9. 10. 11. 12. 13.

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Perbaikan Gizi Masyarakat Pengembangan Lingkungan Sehat Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Standarisasi Pelayanan Kesehatan Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas / Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

14. 15. 16.

Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

2.5 Rencana Kinerja Rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis yang rencana jangka pendek akan dilaksanakan melalui kegiatan tahunan. Penyusunan rencana kinerja dilaksanakan seiring dengan agenda penyusunan dari kebijakan anggaran yang merupakan komitmen bagi Dinas Kesehatan untuk mencapainya pada tahun 2009. Didalam Rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan, dimana indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Pada tahun 2009 telah disusun rencana kinerja yang bersumber anggaran APBD Kota, selain itu disusun pula rencana kegiatan bersumber bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan serta bersumber APBN dan APBD Provinsi yang Kegiatan telah ditentukan dari Propinsi dan Pusat. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: A. Program dan Kegiatan Bersumber APBD Kota 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Penyediaan jasa surat menyurat b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

32

c. Penyediaan jasa administrasi keuangan d. Penyediaan jasa kebersihan kantor e. Penyediaan alat tulis kantor f. Penyediaan barang cetakan dan penggamdaan g. Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor h. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan i. j. Penyediaan makanan dan minuman Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daearh

k. Penyediaan jasa administrasi perencanaan Kesehatan 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur a. Pengadaan Perlengkapan gedung kantor b. Pengadaan Peralatan gedung kantor c. Pengadaan meubelair d. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor e. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional f. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur a. Sosialisasi peraturan perundang-undangan 4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kerja a. Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran 1. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan a. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan b. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan c. Peningkatan mutu pelayanan farmasi dan Rumah Sakit d. Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan 6. Program Upaya Kesehatan Masyarakat a. Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan b. Revitalisasi sistem kesehatan c. Pelayanan kefarmasian dan perbekalan kesehatan d. Peningkatan kesehatan masyarakat e. Peningkatan pelayanan dan penaggulangan Masalah kesehatan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

33

f. Penyediaan Biaya Operasional dan pemeliharaan g. Peningkatan Manajemen Usaha Kesehatan Masyarakat (APBD Provinsi) 7. Program Pengawasan Obat dan Makanan a. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan Bahan Berbahaya 8. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat a. Pengembangan media promosi dan informasi kesehatan b. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat c. Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan 9. Program Perbaikan Gizi Masyarakat a. Penanggulangan Kurang energi Protein, Gangguan Akibat Kurang Yodium, Anemia dan Kurang Vitamin A dan Kekurangan Zat Gizi Mikro lainnya b. Pemberdayaan Masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi c. Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) 10. Program Pengembangan Lingkungan Sehat a. Sosialisasi kebijakan lingkungan sehat 11. Program P2M a. Fogging sarang nyamuk b. Pengadaan alat dan bahan fogging c. Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah d. Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular e. Peningkatan Imunisasi f. Peningkatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit 12. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan a. Penyusunan Satndar Pelayanan Kesehatan b. Evaluasi dan Pengembangan standar pelayanan kesehatan 13. Program Pengadaan, Peningkatandan Perbaikan Sarana dan prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya a. Pembangunan rehabilitasi Puskesmas (DAK) b. Pengadaan Puskesmas Keliling (DAK) c. Pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas (DAK)

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

34

d. Pengadaan sarana dan Prasarana Laboratorium Puskesmas 14. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan a. Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat b. Peningkatan kemitraan dokter dan paramedis c. Peningkatan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan (Bantuan Provinsi) d. Pelaksanaan Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) (Bantuan Provinsi) 15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia a. Pendidikan dan Pelatihan Perawatan 16. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak e. Peningkatan kapasitas kota dalam penanggulangan komplikasi kebidanan (Bantuan Provinsi) Secara rinci rencana stratejik dan rencana kinerja Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dapat dilihat pada lampiran.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

35

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas merupakan hal yang penting untuk menjamin nilai-nilai seperti efisiensi dan efektivitas. Efisiensi merupakan suatu ukuran

keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Sedangkan efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Dalam sistem pemerintahan dikenal akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP). Akuntabilitas kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai

keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan dengan kegiatan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Dinas Kesehatan Kota Sukabumi selaku unsur pelaksana Pemerintah Daerah dalam bidang kesehatan, berkewajiban untuk melakukan

akuntabilitas kinerja melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang disusun berdasarkan Keputusan Kepala LAN nomor 239/IX/6/8/2003 Kinerja tentang Pedoman Penyusunan dimana LAKIP Pelaporan tersebut

Akuntabilitas

Instansi

Pemerintah,

menggambarkan tingkat keberhasilan ataupun kegagalan selama kurun waktu tahun 2009 berdasarkan sasaran, program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana strategi.

III.1

Kerangka Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang

sistematik dan berkesinambungan yang didasarkan pada kelompok indikator

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

37

kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Pengukuran kinerja mencakup antara lain: a. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masingmasing kelompok indicator kinerja kegiatan b. Tingkat pencapaian sasaran instansi pemerintah yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indicator sasaran yang telah ditetapkan.

Pengukuran kinerja dimaksud dilakukan dengan menggunakan formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS), yang selanjutnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan ataupun kegagalan dari kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk lebih mempermudah interpretasi atas pencapaian kinerja kegiatan, indicator sasaran dan indicator makro maka dipergunakan skala ordinal dan makna dari nilai tersebut yaitu: 80 - 100 60 - 79 < 60 : Baik : Cukup Baik : Tidak Baik

III.2

Evaluasi dan Analisis Kinerja

III.2.1 Evaluasi dan Analisis Kinerja Sasaran Dinas Kesehatan pada tahun 2009 menetapkan 52 (lima puluh dua) sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan serta untuk mengetahui sasaran yang telah dan belum mencapai target pada tahun anggaran 2009 dapat dilihat pada tabel berikut:

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

38

Tabel 3.1 Evaluasi Pencapaian Sasaran (1) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 INDIKATOR SASARAN Cakupan kunjungan ibu hamil K4 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan kunjungan neonatus (bayi umur 0-28 hari) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani Cakupan kunjungan bayi Cakupan pelayanan nifas (6 jam s/d 42 hari pasca partus) Cakupan peserta KB aktif Cakupan balita yang naik berat badannya (N/D) Persentase anak balita BGM Cakupan balita mendapat kapsul vit. A 2kali per tahun Cakupan bumil mendapat 90 tablet Fe Cakupan MP-ASI pada balita gakin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan SATUAN % TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 80 83.92 104.89 Baik

2

%

80

84.40

105.50

Baik

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

% % % % % % % % % % % %

74 77 77 78 84 69.5 70 <15 90 65 100 100

95.75 82.59 100.00 54.78 76.18 76.36 60.18 2.90 98.06 75.85 100.00

129.39 107.27 129.87 70.23 90.69

Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Tidak Ada Data Baik

109.87
85.97 517.66 108.96 116.70 100.00

Sasaran pertama adalah meningkatnya pelayanan kesehatan ibu dan anak, mempunyai 14 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 diperoleh dari perhitungan persentase jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

39

care (ANC) minimal 4 kali sesuai dengan standar (dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester ke-1, 1 kali pada trimester ke-2, dan 2 kali pada trimester ke-3) oleh tenaga kesehatan dibagi dengan estimasi jumlah ibu hamil di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009 terdapat, dari 7765 orang ibu hamil sebanyak 6516 orang telah mendapat pelayanan ANC sesuai standar (83,92%). Pencapaian ini sudah melebihi target 80%. Dan jika dibandingkan dengan tahun lalu (83,8%) terdapat peningkatan sebesar 0,1%. Pencapaian cakupan yang sudah cukup baik ini disebabkan aksesibilitas pelayanan kesehatan masyarakat terutama untuk ibu hamil sudah baik. Tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang kehamilan juga senantiasa bertambah, terutama dengan diaktifkannya kelurahan siaga. 2. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, dihitung dari persentase jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan kompeten dibagi dengan jumlah seluruh ibu bersalin di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, terdapat 6565 orang ibu bersalin. Sedangkan ibu bersalin yang mendapatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten sebanyak 5541 orang (84,40%) meningkat 0,8% dari tahun lalu. Walaupun angka tersebut sudah melebihi target, tetapi jumlah paraji masih cukup banyak, yaitu sebanyak 95 orang tersebar tidak merata di 33 kelurahan. Sehingga beberapa wilayah yang jumlah parajinya masih banyak tidak dapat melebihi target yang ditetapkan, yaitu 80%. Menjadi tantangan besar terutama bagi tenaga kesehatan di puskesmas yang mengalami peningkatan fungsi sebagai Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Dasar) sedangkan cakupan pertolongan persalinan belum memenuhi target, seperti Baros dan Sukabumi. Selebihnya kerjasama dengan bidan praktek swasta dan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

40

paraji yang terbina menjadi faktor yang mempengaruhi pencapaian yang baik di beberapa wilayah. Selain juga pemanfaatan fungsi kelurahan siaga oleh masyarakat yang semakin baik terutama kelurahan siaga maternal. 3. Cakupan komplikasi kebidanan jumlah yang ditangani, didapat dari yang

perhitungan

persentase

komplikasi

kebidanan

mendapatkan penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan yang kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan dibagi dengan estimasi jumlah ibu hamil beresiko di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Penanganan definitif adalah penanganan/ pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan setiap kasus komplikasi kebidanan. Pada tahun 2009, estimasi jumlah ibu hamil beresiko adalah 1553 orang, dan terdapat 1487 komplikasi kebidanan tertangani (95,75%). Target 74% telah tercapai dan terjadi peningkatan sebesar 8,33% dari tahun lalu. Pencapaian yang sudah baik ini dikarenakan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar ataupun rujukan sudah cukup baik dan diimbangi dengan tersedianya sumber daya kesehatan yang kompeten. 4. Cakupan kunjungan neonatus, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah neonatus (bayi 0-28 hari) yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6-48 jam setelah lahir dibagi dengan estimasi jumlah bayi di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, sebanyak 5939 bayi telah mendapatkan pelayanan sesuai standar, dari jumlah estimasi 7193, atau sekitar 82,59%. Meskipun jika dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan sebesar 3,50%, pencapaian ini sudah melebihi target 77%. Hal tersebut dikarenakan keaktifan kader siaga dalam penjaringan bayi baru lahir dan kesiapan tenaga kesehatan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

41

dalam memberikan pelayanan terutama pemberian imunisasi hepatitis B pertama (HB 0). 5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah neonatus dengan komplikasi yang mendapat penanganan dibagi dengan jumlah keseluruhan neonatus yang ada di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, terdapat sebanyak 230 kasus neonates dengan komplikasi dan seluruhnya telah tertangani (100%). Sedangkan target yang ditetapkan 77%, sehingga dengan demikian target telah tercapai. Hal ini dikarenakan kesiapan tenaga kesehatan untuk memberikan

penanganan baik di pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Dibantu dengan adanya peran kader siaga sehingga dapat

meningkatkan hasil penjaringan neonatus dengan komplikasi. 6. Cakupan kunjungan bayi, didapat dari perhitungan persentase jumlah bayi yang telah memperoleh 4 kali pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi dengan jumlah bayi yang ada di wilayah kerja pada ku run waktu tertentu. Diasumsikan bayi yang berusia 12 bulan telah mendapat 4 kali pelayanan kesehatan sesuai standar, maka cakupan kunjungan bayi dilihat dari cakupan kunjungan bayi B12. Dari 6902 bayi, hanya 3781 bayi yang melakukan kunjungan dan mendapatkan pelayanan (54,78%). Pencapaian mengalami penurunan sebesar 1,61% dari tahun lalu. Angka tersebut juga belum mencapai target yang ditetapkan, yaitu 78%. Hal ini disebabkan masih banyak orang tua balita menganggap tidak perlu lagi datang ke posyandu apabila imunisasi anak sudah lengkap. Padahal posyandu sebagai tempat yang paling efektif untuk menjaring dan memberikan pelayanan kesehatan dasar sebagai perpanjangan tangan puskesmas.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

42

7. Cakupan pelayanan nifas, dihitung dari jumlah ibu nifas yang memperoleh 2 kali pelayanan sesuai standar oleh tenaga kesehatan dibagi dengan jumlah seluruh ibu bersalin di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009 terdapat 5001 orang ibu bersalin yang mendapat pelayanan dari jumlah 6565 orang ibu bersalin atau sekitar 76,18%. Angka tersebut masih jauh di bawah target yang ditetapkan yaitu 84%. Meskipun demikian terjadi peningkatan sebesar 1,7% dari tahun lalu. Pencapaian yang masih belum mencapai target ini dikarenakan masih kurangnya koordinasi dengan bidan praktek swasta dan kader/fasilitator kelurahan siaga serta paraji dalam sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan nifas. 8. Cakupan peserta KB aktif, didapat dari perhitungan persentase jumlah peserta KB baru dan lama yang masih aktif dibagi dengan jumlah pasangan usia subur (PUS) yang ada pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, terdapat sebanyak 50.413 pasangan usia subur. Sedangkan peserta KB aktif yang ada sejumlah 38.494 atau sekita 76,36%. Angka ini telah memenuhi target 69,5%. Keberhasilan ini dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk ber-KB san cukup baiknya koordinasi lintas sektor dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (PMKB). 9. Cakupan balita yang naik berat badannya (N/D) didapat dari perhitungan persentase rata-rata jumlah balita ditimbang yang naik berat badannya dibagi dengan jumlah rata-rata balita yang ditimbang di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Dari 17.704 balita yang ditimbang terdapat 10.654 balita yang naik berat badannya (60,18%). Sehingga persen pencapaian pada tahun 2009 adalah 85,97% dari target yang seharusnya (70%). Seperti terjadi pada tahun sebelumnya, cakupan N/D yang masih dibawah target ini dikarenakan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

43

tingginya standar yang ditetapkan Departemen Kesehatan untuk kenaikan berat badan balita yaitu 4 ons atau lebih, sehingga kenaikan berat badan 1 atau 2 ons belum disebut naik. Mengingat hal tersebut, yang dapat dilakukan selain meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai standar dan cara untuk memenuhi standar kenaikan berat badan itu adalah mengubah target menjadi meningkat sedikit demi sedikit, tidak konstan, disesuaikan dengan kemampuan sumber daya kesehatan. 10. Persentase anak balita BGM diperoleh dari perhitungan persentase jumlah balita yang memiliki berat badan di bawah garis merah p ada KMS dibagi dengan jumlah rata-rata balita yang ditimbang di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Dari 17.704 balita ditimbang terdapat 513 balita BGM (2,90%). Target yang ditetapkan adalah kurang dari 15%, sehingga pada tahun 2009 pencapaian sudah jauh melampaui target. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kualitas sumber daya kesehatan yang berimbas pada pelayanan kesehatan khususnya balita di posyandu. Dan jika dibandingkan dengan tahun lalu pun terjadi peningkatan sebesar 0,4%. Rendahnya persentase balita BGM ini menandakan secara umum status gizi balita di Kota Sukabumi sudah cukup baik. 11. Cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2 kali per tahun, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah balita yang mendapat kapsul vitamin A sebanyak dua kali dalam setahun dibagi dengan jumlah seluruh sasaran balita yang ada di wilayah kerja pada tahun yang sama. Dari 20.533 balita yang ada, sekitar 20.153 balita telah mendapatkan 2 kapsul vitamin A dalam setahun (98.06%), sehingga pencapaian pada tahun 2009 sebesar 98,06% sudah mencapai target yang ditetapkan (90%). Dibandingkan dengan cakupan tahun lalu

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

44

mengalami peningkatan sebesar 2,46%. Tingginya cakupan balita mendapat kapsul vitamin A disebabkan oleh semakin banyaknya keluarga balita yang mengerti pentingnya vitamin A bagi kesehatan anaknya. Sehingga petugas tidak mengalami kesulitan yang berarti. Peran kader pun dalam sweeping pemberian vitamin A tidak dapat dinilai kecil. Oleh karena itu, perlu diperhatikan penghargaan untuk peran kader tersebut. 12. Cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe, didapat dari perhitungan persentase jumlah ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe dibagi dengan perkiraan jumlah ibu hamil yang ada di satu wilayah kerja pada waktu yang sama. Dari 7765 perkiraan jumlah ibu hamil yang ada terdapat 5890 ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe (75,85%). Angka tersebut sudah melebihi target 65% dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan cakupan tahun lalu (18.35%). Hal ini dikarenakan adanya optimalisasi pencatatan dan pelaporan oleh tenaga kesehatan, disamping peningkatan pelayanan ibu hamil, terutama di posyandu. 13. Cakupan MP-ASI pada balita gakin, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah balita gakin yang mendapat MP-ASI dibagi dengan jumlah seluruh balita gakin yang ada. Cakupan MP-ASI merupakan hasil dari kegiatan pemberian MP-ASI pada balita gakin. Namun pada tahun 2009, kegiatan pemberian MP-ASI tidak dilaksanakan karena selama ini kegiatan tersebut merupakan kegiatan dari pusat yang dibebankan ke daerah dengan sumber dana APBN. Sampai saat ini, Kota Sukabumi belum dapat melaksanakannya secara mandiri, karena keterbatasan sumber daya yang ada. 14. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah balita gizi buruk yang mendapat

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

45

perawatan di sarana pelayanan kesehatan dibagi dengan jumlah seluruh balita gizi buruk yang ada di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari 12 balita gizi buruk yang ada di Kota Sukabumi, seluruhnya telah mendapatkan perawatan (100%). Seperti tahun lalu, angka ini sudah mencapai target yang ditentukan, yaitu 100%. Hal ini dikarenakan semakin baiknya tingkat kesadaran di masyarakat terutama keluarga balita gizi buruk, untuk memeriksakan kesehatan anaknya, sehingga petugas tidak menemukan kesulitan yang berarti saat melakukan perawatan. Perawatan yang dilakukan adalah pemantauan secara intensif oleh tenaga kesehatan di puskesmas maupun penyelenggaraan klinik gizi di dinas kesehatan secara rutin setiap bulannya dengan mendatangkan dokter spesialis anak.

Tabel 3.2 Evaluasi Pencapaian Sasaran (2) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 INDIKATOR SASARAN Cakupan perkesmas individu Cakupan perkesmas keluarga Cakupan Kelompok Khusus Cakupan pelayanan kesehatan MTBM Cakupan pelayanan kesehatan MTBS Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut Meningkatnya jumlah kelompok posbindu SATUAN kasus kasus kasus % % % % kelompok TARGET (%) 20 10 7 80 65 3.4 8.6 145 REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN 181 0 0 93.49 56.81 2.80 8.95 158 905.00 0 0 116.87 87.40 82.41 104.10 108.97 Baik Tidak Baik Tidak Baik Baik Baik Baik Baik Baik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

46

Sasaran kedua adalah meningkatnya kualitas pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat, mempunyai 8 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan perkesmas individu, diperoleh dari jumlah kasus kesehatan individu yang ditangani di Klinik Kesuma puskesmas hingga selesai. Pada tahun 2009, dari 20 kasus yang ditargetkan, terdapat 181 kasus yang tertangani. Pencapaian ini sangat jauh di atas target. Hal ini dikarenakan kemampuan sumber daya kesehatan sebanding dengan jumlah kasus yang ada ditambah dengan kerjasama yang baik dengan pasien sehingga kasus dapat tertangani. 2. Cakupan perkesmas keluarga diperoleh dari jumlah kasus kesehatan keluarga yang ditangani di Klinik Kesuma puskesmas hingga selesai. Pada tahun 2009, tidak terdapat data kasus yang tertangani hingga selesai sehingga dianggap tidak ada pencapaian. Hal ini dikarenakan kasus jarang ditemukan. Kasus yang ada biasanya memiliki tingkat kesulitan kerjasama yang tinggi dengan pasien keluarga dibandingkan dengan pasien individu, karena melibatkan banyak pihak sehingga kasus lebih sulit ditangani. Perlu dipelajari atau bahkan dicari lagi cara pendekatan yang lebih meyakinkan kepada keluarga pasien. 3. Cakupan kelompok khusus, diperoleh dari jumlah kasus kesehatan kelompok khusus yang ditangani di Klinik Kesuma puskesmas hingga selesai. Serupa dengan kasus perkesmas keluarga, kasus pada kelompok khusus pada tahun 2009 ini tidak ada pencapaian. Hal ini dikarenakan selain kasus jarang ditemukan juga adanya tingkat kesulitan kerjasama dengan pasien yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien individu atau keluarga. Karena selain melibatkan banyak pihak, kelompok khusus juga memiliki eksklusivitas berbeda di tengah masyarakat. Misalnya kelompok pengguna narkoba, tidak sembarang orang dapat diterima di dalamnya.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

47

4. Cakupan pelayanan kesehatan MTBM (manajemen terpadu bayi muda), didapat dari perhitungan persentase jumlah pasien MTBM yang diperiksa di puskesmas dibagi dengan jumlah kunjungan bayi kurang dari 2 bulan pada waktu tertentu. Pada tahun 2009, kumulatif dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Sukabumi terdapat 2.351 kunjungan bayi kurang dari 2 bulan. Sedangkan kasus MTBM yang ada sebanyak 2.198. Sehingga cakupan pelayanan kesehatan MTBM melebihi target 80% yang ditetapkan, yaitu 93,49%. Hal ini dikarenakan sumber daya kesehatan (terutama bidan) secara kuantitas sudah mencukupi kebutuhan di wilayah sehingga mempermudah

masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, ditambah kesadaran masyarakat untuk kontak dengan pelayanan kesehatan sudah cukup baik. 5. Cakupan pelayanan kesehatan MTBS (manajemen terpadu balita sakit), didapat dari perhitungan persentase jumlah pasien MTBS yang diperiksa di puskesmas dibagi dengan jumlah kunjungan balita, usia 2 bulan sampai 5 tahun pada waktu tertentu. Pada tahun 2009, kumulatif dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Sukabumi terdapat 38.116 kunjungan. Sedangkan kasus MTBS yang ada sebanyak 21.654. Sehingga cakupan pelayanan kesehatan MTBS dibawah target 65% yang ditetapkan, yaitu 56,81%. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber daya kesehatan (terutama perawat) belum mencukupi secara kuantitas. Rangkap tugas yang terjadi menyebabkan pelaksanaan program tidak maksimal. 6. Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (lansia), didapat dari perhitungan persentase jumlah pasien pra lansia yang diperiksa di pelayanan kesehatan dibagi dengan jumlah sasaran pra lansia yang ada di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pelayanan kesehatan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

48

yang dimaksud disini adalah posbindu, karena jangkauan posbindu cukup luas mengingat beberapa sasaran di kelompok lansia sering ditemukan mengalami keterbatasan kemandirian. Pada tahun 2009, dari jumlah sasaran pra lansia 43.186, terdapat 1.210 pasien pra lansia yang mendapat pelayanan kesehatan (2,80%). Angka tersebut masih di bawah target 3,4% yang ditetapkan. Masih rendahnya cakupan tersebut dikarenakan pra lansia belum menjadi fokus program lansia, mengingat pra lansia masih dianggap mampu mengakses pelayanan kesehatan yang ada. 7. Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut, didapat dari perhitungan persentase jumlah pasien lansia yang diperiksa di pelayanan kesehatan dibagi dengan jumlah sasaran lansia yang ada di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari jumlah sasaran 22.999 orang lansia, terdapat sebanyak 2.059 orang yang mendapat pelayanan kesehatan (8,95%). Angka tersebut sudah melebihi target yang ditetapkan, yaitu 8,6%. Dari pencapaian itu tampak bahwa pelayanan posbindu memang terbukti dibutuhkan dan perlu terus ditingkatkan untuk memberikan jangkauan yang lebih luas. 8. Meningkatnya jumlah kelompok posbindu, diketahui dari jumlah total posbindu yang ada di Kota Sukabumi pada kurun waktu tertentu. Dari target 145 posbindu yang harus ada, pada tahun 2009 ternyata terdapat 158 posbindu. Jumlah ini jauh lebih banyak dari yang ditargetkan. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat terutama para lansia cukup tinggi akan pelayanan kesehatan yang mudah diakses.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

49

Tabel 3.3 Evaluasi Pencapaian Sasaran (3) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (Guru UKS atau Dokter Kecil) Cakupan pelayanan kesehatan remaja Cakupan pelayanan kesehatan kerja pada pekerja formal Prevalensi karies gigi kesehatan gigi dan mulut (Prevalensi karies) Cakupan pelayanan kesehatan pada tempattempat olahraga massal Cakupan penyelenggaraan P3K dalam peringatan hari raya dan hari besar nasional Cakupan pengembangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat Cakupan pelayanan kesehatan mata Cakupan pelayanan kesehatan jiwa di sarana pelayanan kesehatan umum SATUAN TARGET (%) REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN

1

%

91

118.08

129.76

Baik

2 3

% %

75 0.8

73.52 1.49

98.03 185.80

Baik Baik

4

%

18

9.68

186.00

Baik

5

%

21

100.00

476.19

Baik

6

%

100

92.00

92.00

Baik

7

%

10

0.00

0.00

Tidak Baik

8

%

0.03

0.84

2,799.98

Baik

9

%

0.6

4.33

720.84

Baik

Sasaran ketiga adalah meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan pada kelompok khusus, mempunyai 9 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (Guru UKS atau Dokter Kecil) didapat

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

50

dari hasil pemeriksaan siswa SD dan setingkat pada kegiatan penjaringan yang dilakukan kepada seluruh siswa SD kelas 1. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain: pemeriksaan mata, gigi dan mulut, gizi, dan kesehatan secara umum. Persentase dari jumlah siswa kelas 1 SD/setingkat yang diperiksa dibagi dengan keseluruhan jumlah siswa kelas 1 SD/setingkat. Pada tahun 2009, terdapat 5680 siswa yang diperiksa dari jumlah keseluruhan 6707 siswa (84,69%). Sehingga target 91% belum tercapai. Hal ini dikarenakan masih sulitnya kerjasama dengan siswa kelas 1 SD padahal pemeriksaan yang dilakukan ada beberapa jenis. Beberapa puskesmas melakukan penjaringan bersamaan dengan imunisasi anak sekolah sehingga kesulitan semakin besar karena imunisasi memberikan rasa takut pada sebagian siswa SD kelas 1. Sehingga tidak semua siswa mendapat pemeriksaan lengkap, bahkan ada beberapa yang pulang atau tidak masuk pada saat pemeriksaan. 2. Cakupan pelayanan kesehatan remaja diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan siswa pada sekolah menengah pertama dan atas (aspek formal) sedangkan aspek non formal melalui kegiatan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) penjaringan remaja di luar sekolah belum optimal dilakukan. Hal ini mengakibatkan target (75%) pada tahun 2009 belum tercapai. Dari 11.677 remaja siswa sekolah menengah yang ada, sebanyak 8.585 siswa diperiksa (73,52%). 3. Cakupan pelayanan kesehatan kerja pada pekerja formal didapat dari perhitungan persentase jumlah pekerja yang diperiksa dibagi dengan jumlah seluruh pekerja formal yang ada. Dikarenakan keterbatasan sumber daya maka pada tahun 2009 pemeriksaan dibatasi hanya pada pekerja wanita. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan kadar haemoglobin (Hb) untuk mengetahui prevalensi anemia. Anemia

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

51

adalah kondisi kurangnya kadar Hb dalam darah seseorang. Status anemia terutama pada pekerja berhubungan dengan produktivitas pekerja itu sendiri. Dari 17.559 orang pekerja wanita yang ada di Kota Sukabumi, hanya 261 orang yang diperiksa (1,49%). Sudah melampaui target yang ditetapkan, yaitu 0,8%. Dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan ditemukan 49,43% pekerja dengan status anemia. 4. Prevalensi karies gigi kesehatan gigi dan mulut diperoleh dari persentase kasus karies gigi yang ditemukan dibagi dengan seluruh kasus kelainan gigi pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di puskesmas dan sekolah. Pada tahun 2009, dari 12262 kasus kelainan gigi terdapat 1772 kasus karies gigi (14,45%). Jika dibandingkan dengan target 18%, maka prevalensi karies gigi masih di bawah target. Pencapaian yang cukup baik ini dikarenakan

pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut sudah cukup baik pula. Ditambah dengan sudah terjalinnya kemitraan dengan pihak sponsor (Pepsodent) dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat, seperti pelatihan kader, terutama usaha kesehatan gigi masyarakat (UKGM) dalam rangka mencegah peningkatan penyakit gigi di masyarakat. 5. Cakupan pelayanan kesehatan pada tempat-tempat olahraga massal, didapat dari perhitungan persentase jumlah tempat-tempat olahraga massal yang dilayani dibagi dengan jumlah seluruh tempat-tempat olahraga massal yang ada di Kota Sukabumi. Ada tiga tempat olahraga massal yang terdata oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, yaitu Lapangan Merdeka, Depan Gedung Walikota, dan di Jalur. Pelayanan dilakukan seminggu sekali, setiap hari minggu pagi. Pelayanan yang dilakukan adalah pengukuran tensi darah, timbang badan dan konsultasi kesehatan gratis. Selama tahun 2009, ketiga tempat tersebut

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

52

telah terlayani secara rutin (100%). Sedangkan target yang ditetapkan 21%. Perlu diadakan pendataan ulang tempat-tempat olahraga massal sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih memberikan manfaat kepada masyarakat luas. 6. Cakupan penyelenggaraan P3K dalam peringatan hari raya dan hari besar nasional didapat dari perhitungan persentase jumlah pelayanan P3K yang dilakukan dalam peringatan hari raya dan hari besar nasional dibagi dengan jumlah peringatan yang ada pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 25 peringatan hanya 23 peringatan yang dilengkapi dengan pelayanan P3K. Hal ini berkaitan dengan masalah sumber daya kesehatan terutama pendanaan dan kesiapan tenaga kesehatan. 7. Cakupan pengembangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat diperoleh dari jumlah kelurahan yang sudah menerapkan program kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat dibagi dengan jumlah kelurahan yang ada. Pada tahun 2009, telah ditargetkan 3 kelurahan menerapkan program tersebut atau sekitar 10%, namun karena keterbatasan sumber daya maka hanya dilakukan sosialisasi kegawatdaruratan dan bencana kepada 33 kelurahan. Sehingga cakupan tetap dianggap belum memenuhi target, karena belum ada kelurahan yang sudah menerapkan program tersebut. 8. Cakupan pelayanan kesehatan mata, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah kunjungan pasien dengan masalah kesehatan mata dibagi dengan jumlah kunjungan total pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 59167 kunjungan pasien, terdapat 497 pasien dengan masalah kesehatan mata (0,84%). Angka tersebut melebihi yang ditetapkan, yaitu 0,03%. Tingginya jumlah kunjungan pasien kesehatan mata berhubungan dengan diselenggarakannya operasi

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

53

katarak gratis untuk masyarakat pada bulan November sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional. 9. Cakupan pelayanan kesehatan jiwa di sarana pelayanan kesehatan umum, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah kunjungan pasien dengan masalah gangguan jiwa di sarana pelayanan kesehatan dasar dibagi dengan jumlah kunjungan total pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 59167 kunjungan pasien, terdapat 2559 pasien dengan masalah kesehatan mata (4,33%). Angka tersebut melebihi yang ditetapkan, yaitu 0,6%. Hal ini berkaitan dengan tingkat stress di masyarakat.

Tabel 3.4 Evaluasi Pencapaian Sasaran (4) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD Persentase rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes Persentase pencucian luka gigitan HPR Cakupan mikro filarial rate (MFR) SATUAN TARGET (%) 100 REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN 100.00 100.00 Baik

1

%

2

%

75

93.15

124.20

Baik

3

%

85

92.31

108.60

Baik

4

%

<1

0

0

Baik

Sasaran keempat adalah meningkatnya kualitas pencegahan dan pemberantasan penyakit menular bersumber binatang, mempunyai 1 indikator pencapaian sasaran, yaitu:

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

54

1. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah penderita DBD yang ditemukan dan ditangani sesuai standar operasional prosedur yang berlaku dibagi dengan jumlah penderita DBD yang ditemukan di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, ditemukan 1045 penderita DBD, dan seluruhnya sudah mendapat penanganan sesuai standar (100%). Hal ini dikarenakan proporsi rumah sakit dan penduduk Kota Sukabumi yang cukup baik, sehingga kasus-kasus yang ditemukan dapat segera ditangani, seperti halnya kasus DBD. 2. Persentase rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes, dihitung dari persentase jumlah rumah/bangunan yang berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan jentik dibagi dengan jumlah seluruh rumah/bangunan yang diperiksa pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 13.200 rumah/bangunan yang diperiksa, diperoleh hasil 12.296 rumah/bangunan bebas jentik (93,15%). Angka tersebut jauh di atas target 75%. Dengan keterbatasan yang ada sehingga tidak seluruh rumah/bangunan di Kota Sukabumi dapat diperiksa pada waktu yang sama. Meskipun demikian, diketahui capaian yang cukup baik ini merupakan hasil kinerja tenaga kesehatan yang terus berusaha mensosialisasikan perlunya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit. 3. Persentase pencucian luka gigitan HPR, dihitung dari persentase jumlah kasus gigitan yang mendapat penanganan pertama dengan pencucian luka menggunakan sabun/detergen dibagi dengan jumlah seluruh kasus gigitan pada kurun waktu tertentu. Dari 13 kasus terdapat 12 kasus gigitan yang langsung ditangani dengan pencucian luka dengan sabun/detergen (92,31%). Sedangkan target yang

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

55

ditetapkan adalah 85%. Pencapaian yang baik ini dikarenakan sudah sosialisasi penanganan kasus gigitan HPR pada masyarakat oelh puskesmas sudah cukup baik sehingga dapat meningkatkan cakupan penanganan gigitan. Namun di beberapa rumah sakit belum sepenuhnya dilakukan. 4. Cakupan mikro filarial rate (MFR), diperoleh dari perhitungan persentase jumlah sediaan yang posistif mikrofilaria dibagi seluruh sediaan diperiksa. Pada tahun 2009, dari hasil survey darah jari (SDJ) yang dilakukan di sekitar kasus klinis filaria semua hasilnya negatif ( -). Artinya resiko penyebaran tidak ada dan sumber penularan

kemungkinan dari luar Kota Sukabumi.

Tabel 3.5 Evaluasi Pencapaian Sasaran (5) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA (+) Cure Rate TB > 85% Error Rate Persentase kasus baru ISPA Cakupan penemuan kasus baru diare Persentase penderita kusta yang selesai berobat (RTF Rate) Persentase klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS Cakupan penjangkauan populasi risti SATUAN TARGET (%) 80 75 <5 80 11 REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN 104.56 98.94 3.76 125.00 18.54 130.70 131.92 132.98 156.25 168.53 Baik Baik Baik Baik Baik Belum selesai pengobatan

1 2 3 4 5

% % % % %

6

%

90

-

-

7 8

% %

15 35

100.00 66.57

666.67 190.20

Baik Baik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

56

NO

INDIKATOR SASARAN Persentase desa/kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 jam Cakupan pengamatan penyakit potensial KLB

SATUAN

TARGET (%) 100

REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN 100.00 100.00 Baik

9

%

10

%

42

28.08

66.85

Cukup Baik

Sasaran kelima adalah meningkatnya kualitas pencegahan dan pemberantasan penyakit menular berbasis lingkungan, mempunyai 10 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA (+), didapat dari perhitungan persentase jumlah penderita TBC BTA (+) yang ditemukan dan diobati dibagi dengan jumlah perkiraan penderita baru TBC BTA (+) di wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Dari 307 jumlah perkiraan penderita baru TBC BTA (+), ditemukan 321 penderita baru (104,56%). Sehingga realisasi pada tahun 2009 melampaui target 80%. Hal ini dikarenakan aksesibilitas masyarakat akan pelayanan kesehatan terutama puskesmas sudah cukup baik. 2. Cure rate TB > 85%, adalah tingkat kesembuhan penderita TB. Diperoleh dari perhitunagan persentase jumlah penderita TB yang sembuh dibagi dengan jumlah keseluruhan kasus TB yang ada di satu wilayah kerja pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari 284 penderita TB yang ada, sebanyak 281 orang dinyatakan sembuh (98,94%). Hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat terutama penderita TB sudah cukup baik sehingga drop out pengobatan dapat ditekan dan angka kesembuhan meningkat (Jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi peningkatan sebesar 4,94%). 3. Error rate adalah tingkat kesalahan dari pembacaan sediaan. Diperoleh dari perhitungan persentase jumlah sediaan yang salah dibaca dibagi

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

57

dengan jumlah seluruh sediaan yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 585 sediaan yang ada, terdapat sebanyak 22 sediaan salah dibaca (3.76%). Pencapaian sudah baik karena sesuai target yang ditetapkan , yaitu dibawah 5%. Hal ini dikarenakan peningkatan kemampuan sumber daya kesehatan dalam rangka memberikan pelayanan yang terpadu, menyeluruh dan professional. 4. Persentase kasus baru ISPA, diperoleh dari jumlah penderita ISPA/ Pneumonia yang ditemukan dan diobati selama kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah perkiraan penderita ISPA/Pneumonia dalam kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, ditemukan 3.955 kasus dari 3.164 kasus yang ditargetkan (125,00%). Pencapaian melebihi target 80% ini dikarenakan peningkatan kinerja penjaringan kasus (case finding). Selain itu dukungan dari masyarakat juga cukup baik terutama para kader dan fasilitator kelurahan siaga. 5. Cakupan penemuan kasus baru diare, diperoleh dari jumlah penderita diare yang ditemukan dan diobati selama kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah perkiraan penderita diare dalam kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, ditemukan 22.555 kasus dari 121.664 kasus yang diperkirakan (18,54%). Meskipun pencapaian telah melebihi target 11% tetapi masih perlu mendapat perhatian karena jumlah kasus yang ditemukan masih jauh dari perkiraan ini. Hal ini dikarenakan pencatatan dan pelaporan yang masih kurang, ditambah dengan keterbatasan sumber daya manusia sehingga rangkap tugas membuat program tidak dapat dilaksanakan secara optimal. 6. Persentase penderita kusta yang selesai berobat (RTF Rate), diperoleh dari jumlah penderita kusta yang selesai berobat pada kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah penderita Kusta yang berobat dalam kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari tiga orang penderita

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

58

kusta, semuanya masih menjalani pengobatan, sehingga tidak dihasilkan data RTF Rate. 7. Persentase klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS, diperoleh dari jumlah ODHA yang mendapat pelayanan program

penanggulangan HIV-AIDS dibagi dengan jumlah ODHA yang tercatat. Pada tahun 2009, tercatat 365 ODHA, dan seluruhnya telah mendapat pelayanan program penanggulangan HIV-AIDS (100%), target yang ditetapkan (15%) sudah tercapai. Pencapaian ini tidak luput dari keberadaan LSM Peduli HIV-AIDS yang semakin aktif menjangkau klien dan mendorong klien untuk memanfaatkan layanan penanganan HIV-AIDS. 8. Cakupan penjangkauan populasi risti, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah ODHA dalam populasi risti yang mendapat pelayanan program dibagi dengan total estimasi jumlah populasi risti pada kurun waktu yang sama. Ada empat kelompok yang termasuk dalam populasi risti, yaitu injection drug user (IDUS), wanita penjaja seks (WPS), laki-laki suka laki-laki (LSL), dan waria. Pada tahun 2009, total estimasi dari empat populasi tersebut adalah 2.800 orang, sedangkan yang mendapat pelayanan program sebanyak 1.864 orang (66,57%). Pencapaian telah melebihi target 35% yang ditetapkan. Hal ini erat kaitannya dengan adanya dukungan dari LSM Peduli AIDS. Namun keberadaan LSM tersebut tidak dapat dipastikan untuk waktu yang lama, sehingga perlu difikirkan untuk ke depannya, terutama masalah pendanaan. 9. Persentase desa/kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 jam, diperoleh dari jumlah kelurahan mengalami KLB yang ditangani kurang dari 24 jam dibagi dengan jumlah kelurahan dengan KLB yang ada pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, terjadi lima KLB

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

59

yang seluruhnya dapat ditangani kurang dari 24 jam. Sehingga pencapaian menjadi 100%. Hal ini disebabkan kesiagaan tenaga kesehatan yang telah dilatih tentang penanggulangan bencana. 10. Cakupan pengamatan penyakit potensial KLB, diperoleh dari jumlah laporan W2 puskesmas yang dilaporkan ke dinas kesehatan tepat waktu dibagi dengan jumlah laporan yang seharusnya dilaporkan pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari 780 laporan yang seharusnya masuk, terdapat hanya 219 laporan yang masuk (28,08%). Angka tersebut masih jauh di bawah target 42%. Hal ini dikarenakan masih banyak tenaga kesehatan yang tidak mengerti akan pentingnya surveilans melalui laporan tersebut untuk pencegahan penyakit potensial. Sehingga pelatihan tentang surveilans masih perlu

dilaksanakan.

Tabel 3.6 Evaluasi Pencapaian Sasaran (6) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Cakupan desa/ kelurahan Universal Child Immunization Persentase imunisasi anak sekolah Persentase laporan imunisasi SATUAN TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 66 84.85 128.56 Baik

1

%

2

%

91

86.76

95.34

Baik

3

%

82

100.00

121.95

Baik

Sasaran keenam adalah meningkatnya kualitas pelayanan imunisasi, mempunyai 3 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI), diperoleh dari perhitungan persentase jumlah desa/kelurahan UCI

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

60

dibagi dengan jumlah keseluruhan desa/kelurahan yang ada. Pada tahun 2009, 28 dari 33 kelurahan sudah termasuk dalam kategori UCI (84,85%). Berdasarkan angka tersebut, target 66% memang telah tercapai, namun masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pencapaian di 5 kelurahan yang belum memenuhi target. Adapun salah satu masalah yang ditemukan adalah adanya perbedaan yang cukup signifikan antara jumlah penduduk riil dengan estimasi yang dikeluarkan oleh BPS, sehingga ini berdampak pada perhitungan pencapaian di beberapa wilayah kerja puskesmas. Selain itu koordinasi lintas sektor pun perlu diadakan di tingkat kecamatan/kelurahan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan dukungan masyarakat juga akan meningkat terhadap program imunisasi, terutama imunisasi yang menjadi indikator UCI, yaitu BCG, DPT-HB 3, Polio 4 dan Campak. 2. Persentase imunisasi anak sekolah, diperoleh dari perhitungan persentase Jumlah anak sekolah yang menjadi sasaran program yang divaksinasi dibagi jumlah keseluruhan anak sekolah yang menjadi sasaran program imunisasi pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 19.728 sasaran yang ada hanya 17.116 anak yang mendapat imunisasi (86,76%). Angka yang belum mencapai target (91%) ini dikarenakan masih ditemukan kesulitan kerjasama dengan anak sekolah, terutama anak kelas 1 SD. 3. Persentase laporan imunisasi, dihitung dari jumlah ketepatan laporan imunisasi dari tempat-tempat pelayanan imunisasi di Kota Sukabumi dibagi dengan jumlah keseluruhan tempat-tempat pelayanan imunisasi di Kota Sukabumi pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, semua tempat pelayanan imunisasi, sebanyak 264 tempat telah memberikan laporan secara rutin kepada dinas kesehatan (100%).

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

61

Tabel 3.7 Evaluasi Pencapaian Sasaran (7) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 INDIKATOR SASARAN Persentase institusi dibina (TTU, TUPM, TPM) Cakupan kunjungan lapangan ke rumah pasien/klien yang diduga sebagai penyebab terjadinya penyakit menular berbasis lingkungan yang berkunjung ke klinik sanitasi di 15 puskesmas SATUAN % TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 42.5 67.76 159.43 Baik

2

%

65

91.72

141.11

Baik

Sasaran

ketujuh

adalah

meningkatnya

kualitas

penyehatan

lingkungan, mempunyai 2 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Persentase institusi dibina (TTU, TUPM, TPM), dihitung dari jumlah institusi yang diperiksa dibagi dengan jumlah institusi yang ada di Kota Sukabumi pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009 pencapaiannya sudah mencapai target. Dari 1191 tempat yang ada telah dilakukan pemeriksaan/pembinaan kepada 807 tempat (67,76%). Hal ini disebabkan adanya peningkatan pembinaan kepada pelaksana petugas klinik sanitasi di Puskesmas. 2. Cakupan kunjungan lapangan ke rumah pasien/klien yang diduga sebagai penyebab terjadinya penyakit menular berbasis lingkungan yang berkunjung ke klinik sanitasi di 15 puskesmas. Cakupan ini dihitung berdasarkan jumlah pasien/klien klinik sanitasi yang dilakukan kunjungan rumah dibagi dengan jumlah kunjungan pasien/klien yang datang ke klinik sanitasi pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari 906 kunjungan di klinik sanitasi dilakukan 831 kunjungan rumah (home visit) sebagai bentuk intervensi lanjutan.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

62

Pencapaian tersebut telah melebihi target 65% yang ditetapkan, yaitu 91,72%. Hal ini dikarenakan pelaksana klinik sanitasi sudah melakukan kinerja yang optimal.

Tabel 3.8 Evaluasi Pencapaian Sasaran (8) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Terpenuhinya kebutuhan administrasi perkantoran di 16 UPTD dan kantor Dinas Kesehatan setiap tahunnya Terpenuhinya kebutuhan pembangunan/ rehab Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Laboratorium Kesehatan Daerah dan Gudang Farmasi Terpenuhinya kebutuhan pembangunan/ rehab Puskesmas, Rumah Dinas untuk Dokter dan Perawat Terpenuhinya kebutuhan kendaraan roda 2 dan roda 4 dalam pelaksanaan operasional program dan kegiatan Terpenuhinya kebutuhan alat kedokteran, kesehatan dan laboratorium untuk 16 UPTD dan Dinas Kesehatan setiap tahunnya SATUAN TARGET (%) REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN

1

%

100

100.00

100.00

Baik

2

unit

6

6

100.00

Baik

3

unit

4

4

100.00

Baik

4

unit

0

0

0

Tidak ada target untuk tahun ini

5

%

100

100.00

100.00

Baik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

63

NO

INDIKATOR SASARAN Terpenuhinya kebutuhan meubelair, peralatandan perlengkapan kantor di 16 UPTD dan Dinas Kesehatan setiap tahunnya

SATUAN

TARGET (%)

REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN

6

%

100

100.00

100.00

Baik

Sasaran

kedelapan

adalah

tercapainya

kebutuhan

sarana

dan

prasarana gedung puskesmas, puskesmas pembantu, laboratorium, rumah dinas dokter dan perawat, kendaraan pusling serta perlengkapan kantor, mempunyai 6 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Terpenuhinya kebutuhan administrasi perkantoran di 16 UPTD dan Kantor Dinas Kesehatan setiap tahunnya. Pencapaiannya dilihat dari berjalannya kegiatan administrasi perkantoran di 16 UPTD dan Kantor Dinas Kesehatan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, seperti juga tahun sebelumnya, kegiatan administrasi perkantoran di 16 UPTD dan Kantor Dinas Kesehatan berjalan dengan lancar (100%) sesuai dengan yang ditargetkan. 2. Terpenuhinya kebutuhan pembangunan/rehab puskesmas, puskesmas pembantu, laboratorium kesehatan daerah dan gudang farmasi. Pencapaiannya dilihat dari keberhasilan pembangunan yang

dilaksanakan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dilakukan pembangunan/rehabilitasi terhadap 6 unit bangunan, yaitu:

Puskesmas Selabatu (2 unit), Puskesmas Cikundul, Puskesmas Nanggeleng, Laboratorium Kesehatan Daerah dan Gudang Farmasi. Sehingga pencapaiannya 100%. 3. Terpenuhinya kebutuhan pembangunan/rehab puskesmas, rumah dinas untuk dokter dan perawat. Sama dengan indikator sebelumnya, pencapaian ini dilihat dari keberhasilan pembangunan yang

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

64

dilaksanakan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dilakukan pembangunan/rehabilitasi terhadap 4 unit bangunan rumah dinas, yaitu: 2 unit di Puskesmas Selabatu, dan 2 unit di Puskesmas Nanggeleng. Sehingga pencapaiannya 100%. 4. Terpenuhinya kebutuhan kendaraan roda 2 dan roda 4 dalam pelaksanaan operasional program dan kegiatan. Pencapaian ini dilihat dari ketersediaan kendaraan roda 2 dan roda 4 sesuai target yang ditetapkan pada kurun waktu tertentu. Namun pada tahun 2009, tidak ada target yang harus dicapai oleh Dinas Kesehatan, karena pengadaan kendaraan baru akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Sehingga tahun ini hanya dilakukan re-inventarisasi kendaraan. 5. Terpenuhinya alat kedokteran, kesehatan, dan laboratorium untuk 16 UPTD dan Dinas Kesehatan setiap tahunnya. Pencapaian ini dilihat dari ketersediaan alat kedokteran, kesehatan dan laboratorium sesuai yang direncanakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, setiap alat kedokteran/ kesehatan/ laboratorium yang dianggarkan telah tersedia, sehingga

pencapaiannya 100%. Adapun alat-alat dimaksud adalah sebagai berikut. a. Alat Kedokteran, berupa alat kedokteran kebidanan dan penyakit kandungan. b. Alat Kesehatan, berupa Sanitarian Field Kit, Soil Test Kit, Food Contaminant Test Kit, dan Alat pengambil sampel usap makanan. c. Alat Laboratorium Kesehatan, berupa Alat pengujian dan

penyimpanan darah (Refrigerator centrifuge) 6. Terpenuhinya kebutuhan meubelair, peralatan dan perlengkapan kantor di 16 UPTD dan Dinas Kesehatan setiap tahunnya.

Pencapaiannya dilihat dari ketersediaan meubelair, peralatan, dan

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

65

perlengkapan kantor sesuai yang direncanakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, meubelair/ peralatan/ perlengkapan kantor yang dianggarkan telah tersedia, sehingga pencapaiannya 100%.

Tabel 3.9 Evaluasi Pencapaian Sasaran (9) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 2 3 4 INDIKATOR SASARAN Persentase ketersediaan obat sesuai dengan kebutuhan Persentase pengadaan obat esensial Persentase pengadaan obat generic Terpenuhinya kebutuhan reagen dan AKHP di 16 UPTD setiap tahunnya SATUAN % % % % TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 94 96 96 100 89.80 99.28 98.63 100.00 95.53 103.42 102.74 100.00 Baik Baik Baik Baik

Sasaran kesembilan adalah tercapainya kebutuhan obat-obatan, reagen laboratorium dan alat kesehatan habis pakai (AKHP), mempunyai 4 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Persentase ketersediaan obat sesuai dengan kebutuhan, diperoleh dari jumlah obat pelayanan kesehatan dasar di unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan yang tersedia dibagi dengan jumlah obat pelayanan kesehatan dasar yang dibutuhkan pada kurun waktu yang sama. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan dihitung berdasarkan jumlah dan item obat yang dibutuhkan. Jika dilihat berdasarkan item obat, maka obat yang dibutuhkan sudah terpenuhi, yaitu 147 item. Tetapi hanya 132 item obat yang jumlah obatnya sudah memenuhi target persediaan (89,80%) atau pencapaiannya di tahun 2009 hanya

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

66

95,53% dari target yang ditetapkan, yaitu 94%. Hal ini dikarenakan, produksi obat yang terbatas. Selain itu ketidaktersediaan tempat penyimpanan karena rehabilitasi gedung gudang farmasi yang belum selesai menjadi kendala tersendiri, sehingga pengiriman obat tertunda. 2. Persentase pengadaan obat esensial, diperoleh dari jumlah obat esensial pelayanan kesehatan dasar yang tersedia dibagi dengan jumlah obat esensial yang dibutuhkan pada kurun waktu yang sama. Pada tahun 2009, dari 139 item obat esensial yang dibutuhkan terdapat 138 item yang secara jumlah obat sudah memenuhi target persediaan (99,28%), sama seperti tahun lalu. Pencapaian sudah di atas target yang ditetapkan yaitu 96%, meskipun secara target nasional (100%) belum tercapai. Pengadaan obat sangat bergantung pada ketersediaan obat di pasaran, sehingga tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangannya. 3. Persentase pengadaan obat generik, diperoleh dari jumlah obat generik pelayanan kesehatan dasar yang tersedia dibagi dengan jumlah obat generik yang dibutuhkan pada kurun waktu yang sama. Serupa dengan pengadaan obat esensial, pengadaan obat generic pun mengalami hal yang relatif sama. Pada tahun 2009, dari 146 item obat yang dibutuhkan terdapat 144 item obat yang tersedia sesuai target persediaannya (98,63%). 4. Terpenuhinya kebutuhan reagen dan AKHP di 16 UPTD setiap tahunnya. Pencapaiannya dilihat dari ketersediaan regen dan AKHP di 16 UPTD pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, reagen dan AKHP telah tersedia sesuai dengan yang direncanakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran. Oleh karena itu, pencapaiannya adalah 100%.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

67

Tabel 3.10 Evaluasi Pencapaian Sasaran (10) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan penyedia obat ke Dinas Kesehatan setiap bulannya Cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan, praktek dokter dan bidan ke Dinas Kesehatan setiap bulannya Tersedianya produk makanan industri rumah tangga dan kosmetik yang beredar sesuai dengan standar kesehatan Terbentuknya 1 Puskesmas BLUD, serta terakreditasinya Labkesda SATUAN TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 62.5 88.10 140.95 Baik

1

%

2

%

52.5

3.45

6.57

Tidak Baik

3

sarana

20

22.00

110.00

Baik

4

%

0

0

0

Tidak ada target

Sasaran kesepuluh adalah meningkatnya kualitas pelayanan sarana kesehatan dasar dan penunjang kesehatan, mempunyai 4 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan penyedia obat ke Dinas Kesehatan setiap bulannya, dihitung dari persentase apotek yang telah melaporkan rutin kegiatannya ke Dinas Kesehatan dibagi dengan jumlah apotek yang ada pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 42 apotek yang ada, sekitar 88,10% telah melaporkan kegiatannya secara rutin ke Dinas Kesehatan. Hal ini dikarenakan kemudahan sistem yaitu berupa software pelaporan narkotika/psikotropika yang telah disosialisasikan sehingga semakin banyak apotek yang

melaporkan kegiatannya. 2. Cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan, praktek dokter dan bidan ke Dinas Kesehatan setiap bulannya, dihitung dari persentase praktek

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

68

dokter dan bidan yang telah melaporkan kegiatannya secara rutin kepaa Dinas Kesehatan dibagi dengan keseluruhan jumlah praktek dokter dan bidan yang ada pada kurun waktu tertentu. Seperti juga tahun sebelumnya masih ditemukan banyak kendala untuk

pencapaian indikator ini. Karena masih kurang terbinanya koordinasi antara dinas kesehatan selaku pemerintah pembina sarana kesehatan masyarakat dengan praktek kesehatan swasta baik dokter maupun bidan. Oleh karena itu pencapaian masih sangat rendah dan jauh di bawah target 52,5%, yaitu sekitar 3,45%. 3. Tersedianya produk makanan industri rumah tangga dan kosmetik yang beredar sesuai dengan standar kesehatan, dihitung dari persentase jumlah sarana industri yang telah sesuai standar kesehatan dibagi dengan jumlah sarana industri yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 30 sarana industri yang diperiksa, terdapat 22 sarana telah sesuai dengan standar kesehatan. Sehingga pencapaian berdasarkan target adalah 110,00%. Meskipun pencapaiannya telah memenuhi target namun jumlah sarana industri ini masih terlalu sedikit jumlahnya. Hal ini karena disesuaikan dengan keberadaan sumber daya kesehatan yang ada. 4. Terbentuknya 1 Puskesmas BLUD, serta terakreditasinya Labkesda. Tahun 2009 merupakan tahun awal pembangunan jangka menengah 2008-2013, sehingga belum ada target yang harus dicapai untuk indikator ini.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

69

Tabel 3.11 Evaluasi Pencapaian Sasaran (11) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Tercapainya pemenuhan SDM Kesehatan dengan kompetensi yang dibutuhkandi 16 UPTD dan Dinas Kesehatan melalui pelatihan dan pengajuan usulan SATUAN TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN

1

%

80

100.00

125.00

Baik

Sasaran kesebelas adalah terpenuhinya SDM Kesehatan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, mempunyai 1 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Tercapainya pemenuhan SDM Kesehatan dengan kompetensi yang dibutuhkan di 16 UPTD dan Dinas Kesehatan melalui pelatihan dan pengajuan usulan. Pencapaiannya dilihat dari adanya SDM kesehatan yang dikirimnya dalam pelatihan-pelatihan sesuai dengan

kompetensinya. Seperti pelatihan bidan untuk Puskesmas PONED. Sehingga pencapaiannya 100%.

Tabel 3.12 Evaluasi Pencapaian Sasaran (12) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Terpenuhinya dan digunakannya Dokumen Laporan Kinerja Program dan Kegiatan Kesehatan Terpenuhinya dan digunakannya Dokumen Anggaran Dinas Kesehatan SATUAN TARGET (%) REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN

1

%

100

100.00

100.00

Baik

2

%

100

100.00

100.00

Baik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

70

NO

INDIKATOR SASARAN Terpenuhinya dan digunakannya Dokumen Perencanaan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program dan kegiatan kesehatan Tersedianya dan digunakannya data dan informasi kesehatan dalam penyusunan program dan kegiatan kesehatan

SATUAN

TARGET (%)

REALISASI % KETERANGAN (%) CAPAIAN

3

%

100

100.00

100.00

Baik

4

%

100

100.00

100.00

Baik

Sasaran kedua belas adalah terpenuhinya sumber dana (anggaran) kesehatan dari berbagai sumber untuk penyusunan program, mempunyai 4 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Terpenuhinya dan digunakan dokumen laporan kinerja program dan kegiatan kesehatan. Pencapaiannya dilihat dari ketersediaan laporan pertanggungjawaban dan laporan akuntabilitas kinerja instansi

pemerintah pada Dinas Kesehatan dalam kurun waku tertentu. Pada tahun 2009, dokumen dimaksud terpenuhi (100%). 2. Terpenuhinya dan digunakannya dokumen anggaran dinas kesehatan. Pencapaiannya dilihat dari ketersediaan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Dinas Kesehatan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dokumen dimaksud terpenuhi (100%). 3. Terpenuhinya dan digunakannya dokumen perencanaan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program dan kegiatan kesehatan. Pencapaian dilihat dari ketersediaan dokumen rencana strategis, rencana kerja anggaran, penetapan kinerja Dinas Kesehatan pada kurun waku tertentu. Pada tahun 2009, dokumen dimaksud terpenuhi (100%).

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

71

4. Tersedianya dan digunakannya data dan informasi kesehatan dalam penyusunan program dan kegiatan kesehatan. Pencapaiannya dilihat dari ketersediaan dokumen profil kesehatan Kota Sukabumi pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dokumen dimaksud terpenuhi (100%).

Tabel 3.13 Evaluasi Pencapaian Sasaran (13) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 2 3 4 5 INDIKATOR SASARAN Cakupan PHBS Rumah Tangga Sehat 40% Cakupan PHBS Pendidikan 30% Cakupan PHBS Sarana Kesehatan 50% Cakupan PHBS Tempattempat Umum 30% Cakupan PHBS Tempat Kerja 30% SATUAN % % % % % TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 20 10 10 10 10 29.23 5.36 32.81 6.38 50.00 146.13 53.57 328.13 63.83 500.00 Baik Tidak Baik Baik Cukup Baik Baik

Sasaran ketiga belas adalah meningkatnya PHBS pada masyarakat, mempunyai 5 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan PHBS Rumah Tangga Sehat, dihitung dari persentase jumlah rumah tangga diperiksa yang sudah memenuhi 10 indikator PHBS dibagi dengan jumlah seluruh rumah tangga yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 13.916 rumah tangga yang diperiksa, hanya 4.067 rumah tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS (29,23%). Meskipun pencapaiannya rendah namun sudah memenuhi target ditetapkan yaitu 20%. Pencapaian tersebut erat kaitannya dengan pengetahuan, sikap dan perilaku tiap keluarga dalam menerapkan PHBS di rumah tangganya. Pengetahuan yang cukup, tapi tidak disertai dengan sikap

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

72

dan perilaku yang menunjang maka menghasilkan pencapaian yang rendah. Atau memang ketiga faktor tersebut masih kurang. 2. Cakupan PHBS Pendidikan, dihitung dari persentase jumlah sekolah diperiksa yang sudah memenuhi 10 indikator PHBS dibagi dengan jumlah seluruh sekolah yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 112 sekolah yang diperiksa, hanya 6 sekolah yang memenuhi 10 indikator PHBS (5,36%). Meskipun pencapaiannya rendah namun sudah memenuhi target ditetapkan yaitu 10%. Hal ini dikarenakan belum seluruh sekolah menerapkan PHBS pada para siswanya. Karena kepedulian akan kesehatan masih rendah dan lebih bersifat formalitas insidental. Selain itu kurang berfungsinya dokter kecil sebagai kader kesehatan sekolah menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian, mengingat Kota Sukabumi cukup terkenal dengan Usaha Kesehatan Sekolahnya. 3. Cakupan PHBS Sarana Kesehatan, dihitung dari persentase jumlah sarana kesehatan diperiksa yang sudah memenuhi 10 indikator PHBS dibagi dengan jumlah seluruh sarana kesehatan yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 64 sarana yang diperiksa, hanya 21 sarana yang memenuhi 10 indikator PHBS (32,81%). Meskipun pencapaiannya rendah namun sudah memenuhi target ditetapkan yaitu 10%. Hal ini dikarenakan sosialisasi dan pengawasan yang kurang dari petugas kesehatan karena fokus programnya masih pada rumah tangga. 4. Cakupan PHBS Tempat-tempat Umum (TTU), dihitung dari persentase jumlah TTU diperiksa yang sudah memenuhi 10 indikator PHBS dibagi dengan jumlah seluruh TTU yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 94 TTU yang diperiksa, hanya 6 tempat yang memenuhi 10 indikator PHBS (6,38%). Pencapaiannya belum memenuhi target ditetapkan yaitu 10%. Hal ini dikarenakan sosialisasi dan pengawasan yang

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

73

kurang dari petugas kesehatan karena fokus programnya masih pada rumah tangga. 5. Cakupan PHBS Tempat Kerja, dihitung dari persentase jumlah tempat kerja diperiksa yang sudah memenuhi 10 indikator PHBS dibagi dengan jumlah seluruh tempat kerja yang diperiksa. Pada tahun 2009, dari 10 tempat kerja yang diperiksa, hanya 5 sarana yang memenuhi 10 indikator PHBS (50,00%). Hal ini dikarenakan sosialisasi dan pengawasan yang kurang dari petugas kesehatan, keterbatasan sumber daya juga menyebabkan pemeriksaan dilakukan dalam jumlah minimal.

Tabel 3.14 Evaluasi Pencapaian Sasaran (14) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO 1 2 3 INDIKATOR SASARAN Cakupan Peningkatan Kinerja Forum Masyarakat Desa 50% Cakupan Krida SBH Cakupan Dana Sehat di Poskestren dan Sekolah Menengah SATUAN % % % TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 10 50 30 12.12 50.00 8.00 121.21 100.00 26.67 Baik Baik Tidak Baik

Sasaran keempat belas adalah meningkatnya upaya kesehatan berbasis masyarakat, mempunyai 3 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Cakupan peningkatan kinerja forum masyarakat desa, diperoleh dari perhitungan persentase Jumlah forum kelurahan yang aktif, minimal sudah melakukan pertemuan 2 bulan sekali, dibagi dengan jumlah seluruh forum kelurahan yang ada pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 33 kelurahan yang ada, baru 4 kelurahan (12,12%) yang kinerja forum masyarakatnya termasuk baik. Pencapaiannya

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

74

masih rendah namun sudah memenuhi target 10% yang ditetapkan. Kurangnya pembinaan dan dukungan lintas sektor menjadi kendala berarti dalam pemberdayaan masyarakat melalui forum masyarakat desa. 2. Cakupan krida SBH, diperoleh dari perhitungan persentase Jumlah Krida SBH yang terbina dibagi dengan jumlah seluruh krida yang harus dibina pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, dari 6 krida yang ada, sebanyak 3 krida telah terbina (50%). Pencapaiannya tersebut telah mempertimbangkan kemampuan sumber daya kesehatan yang ada, sehingga target 50% dapat tercapai. 3. Cakupan dana sehat di Poskestren dan Sekolah Menengah, diperoleh dari perhitungan persentase jumlah Poskestren dan Sekolah Menengah yang mempunyai Dana Sehat dibagi dengan jumlah seluruh poskestren dan sekolah menengah yang ada. Pada tahun 2009, dari 75 sasaran yang ada, hanya 6 yang sudah memiliki dana sehat (8,00%). Pencapaian masih di bawah target 30% ini dikarenakan kurangnya pembinaan karena keterbatasan sumber daya kesehatan.

Tabel 3.15 Evaluasi Pencapaian Sasaran (15) Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR SASARAN Persentase cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan gakin dan masyarakat rentan Cakupan pelayanan kesehatan pasien masyarakat miskin di pelayanan kesehatan dasar SATUAN TARGET REALISASI % KETERANGAN (%) (%) CAPAIAN 71 95.48 134.48 Baik

1

%

2

%

70

12.26

17.52

Tidak Baik

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

75

Sasaran kelima belas adalah meningkatnya upaya kesehatan berbasis masyarakat, mempunyai 2 indikator pencapaian sasaran, yaitu: 1. Persentase cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan gakin dan masyarakat rentan, dihitung dari jumlah pasien gakin dan masyarakat rentan yang mendapat jaminan kesehatan dibagi dengan jumlah keseluruhan masyarakat miskin dan rentan pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2009, terdata 48.732 masyarakat miskin dan rentan. Namun hanya 46.530 yang mendapat jaminan kesehatan yang kemudian di SK-kan dalam SK Walikota Sukabumi. 2. Cakupan pelayanan kesehatan pasien masyarakat miskin di pelayanan kesehatan dasar

Dari 79 indikator sasaran, 65 indikator (82,28%) telah mencapai kategori baik dengan capaian indikator sasaran 80 – 100%, 3 indikator masuk dalam kategori cukup (3,80%) dengan capaian sasaran 60 -79% dan 7 indikator masuk dalam kategori tidak baik (8,86%) dengan capaian indikator sasaran < 60%. Indikator sasaran yang belum mencapai target, dengan kategori cukup baik, antara lain: 1. Cakupan kunjungan bayi 2. Cakupan PHBS Tempat-tempat Umum

Sedangkan indikator sasaran yang belum mencapai target, dengan kategori tidak baik, antara lain: 1. Cakupan perkesmas keluarga 2. Cakupan perkesmas kelompok khusus 3. Cakupan pengembangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

76

4. Cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan, praktek dokter dan bidan ke Dinas Kesehatan setiap bulannya 5. Cakupan PHBS Pendidikan 6. Cakupan dana sehat di poskestren dan sekolah menengah 7. Cakupan pelayanan kesehatan pasien masyarakat miskin di pelayanan kesehatan dasar

III.2.2 Pencapaian Indikator Kinerja Utama Pencapaian indikator sasaran yang merupakan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.16 Pencapaian Sasaran Berdasarkan Indikator Kinerja Utama Pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA Persentase cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Persentase cakupan kunjungan bayi Persentase ibu hamil resiko tinggi/komplikasi yang tertangani persentase balita gizi buruk mendapat perawatan Persentase penderita DBD yang ditangani Persentase desa/kelurahan UCI Persentase kesembuhan penderita TBC BTA + Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat rentan dan miskin SATUAN CAPAIAN TAHUN 2009 84.40 TARGET

1

%

80

2 3 4 5 6 7

% % % % % %

54.78 95.75 100 100 84.85 104.56

78 74 100 100 66 80

8

%

95.48

71

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

77

Dari tabel 3.6, dapat dilihat bahwa dari delapan indikator kinerja utama Dinas Kesehatan terdapat tujuh indikator yang telah mencapai target (87.5%). Hanya satu indikator (12.5%) yang belum mencapai target, yaitu cakupan kunjungan bayi.

III.3

Hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan Pengukuran kinerja kegiatan dilakukan dengan menggunakan rumus

perhitungan antara lain: a. Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin tinggi, maka menggunakan rumus:

Realisasi Persentase pencapaian = X 100% Rencana tingkat capaian Rencana b. Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya pencapaian, maka menggunakan rumus:

Rencana – (Realisasi-Rencana) Persentase pencapaian Rencana tingkat capaian = Rencana X 100%

Kegiatan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan tahun anggaran 2009, dibiayai dari berbagai sumber anggaran antara lain APBD Kota, APBD Provinsi (Bantuan Gubernur), dan bersumber DAK Bidang Kesehatan.

Anggaran Program dan kegiatan yang bersumber Bantuan Gubernur dan DAK Bidang Kesehatan dialirkan melalui Kas Daerah sehingga bersatu dalam Dokumen Pelaksanaan dan Anggran (DPA) Bersumber APBD Kota. Adapun hasil pengukuran kinerja kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dapat dilihat pada tabel berikut:

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

78

Tabel 3.17 Hasil Pengukuran Kinerja Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009
NO
1

PROGRAM
2

KEGIATAN
3

% INPUT
4

% OUTPUT
5

% HASIL
6

SUMBER DANA
7

1

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Penyediaan Jasa Peralatan, dan Perlengkapan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyediaan Bahan Bacaan dan Perundang-undangan Penyediaan Bahan Logistik Kantor Penyediaan Makanan Minuman Rapat-rapat dan Konsultasi ke Luar Daerah Penyediaan Jasa Administrasi dan Perencanaan Penyediaan Jasa Administrasi dan Perencanaan DAK Kesehatan Pembangunan Rumah Dinas Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mebeulair Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

84.33 71.78 77.72 117.35 100 100 100 95.93 99.99 100 100 95.4 80.73 99.95 83.47

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

16 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

90.09

100

100

APBD KOTA DAK BIDANG KESEHATAN APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

2

1 2 3 4 5

98.58 94.33 83.51 90.67 100

100 100 100 100 100

100 100 100 100 100

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

79

NO
1

PROGRAM
2

KEGIATAN
3

% INPUT
4

% OUTPUT
5

% HASIL
6

SUMBER DANA
7

6 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Kinerja dan Keuangan 1 2

4

1 2 3

Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Sosialisasi peraturan perundang-undangan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Penyusunan Laporan Prognosis Realisasi Anggaran Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Komunitas dan Rumah Sakit Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Revitalisasi Sistem Kesehatan Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Kesehatan Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan Peningkatan Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah Peningkatan Pemberdayaan Konsumen Masyarakat di Bidang Obat dan Makanan Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat

99.2 85.77 100

100 100 100

100 100 100

APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

73.55 92.75 93.64 95.95 99.96

100 100 100 100 100

100 100 100 100.26 100.26

APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

5

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

1 2

3

100

100

140.95

APBD KOTA

4 6 Program Upaya Kesehatan Masyarakat 1 2 3 4 5 6 7 7 Program Pengawasan Obat dan Makanan 1

100 49.47 64.9 92.87 40.95 91.95 100 92.74 100

100 100 66.67 100 53.33 92 100 100 100

100 100 6.57 117.16 60.85 92 137.93 137.93 100

APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA BANGUB 2008 APBD KOTA APBD KOTA

2 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan

82.13

50

100

APBD KOTA

8

1

89.64

91.67

147.91

APBD KOTA

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

80

NO
1

PROGRAM
2

KEGIATAN
3

% INPUT
4

% OUTPUT
5

% HASIL
6

SUMBER DANA
7

Masyarakat

2 3 4

Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan Peningkatan Pendidikan Tenaga Penyuluh Kesehatan Penyusunan Peta Informasi Masyarakat Kurang Gizi Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A (KVA) dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan/ PMTP Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-bahan Fogging Pelayanan Vaksinasi bagi Balita dan Anak Sekolah Pelayanan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Pencegahan Penularan Penyakit Endemik/ Epidemik Peningkatan Imunisasi Peningkatan Surveilans Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah Peningkatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan

97.75 99.73 88.71 100

100 100 83.33 100

147.91 100 123.07 100

APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

9

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

1

2

86.41

100

98.56

APBD KOTA

3

95.05

100

97.6

APBD KOTA BANGUB 2008 APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA

4 10 Program Pengembangan Lingkungan Sehat 1 2 3 11 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 1 2 3 4 5 6 7

79.29 97.11 100 82.26 97.62 99.34 94.04 89.92 95.03 98.39 94.86

78.67 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

100 150.27 150.27 150.27 100 100 115.28 105.25 145.1 128.56 100

8 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

96.45

100

127.45

APBD KOTA

12

1

70.22

66.67

100

APBD KOTA

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

81

NO
1

PROGRAM
2

KEGIATAN
3

% INPUT
4

% OUTPUT
5

% HASIL
6

SUMBER DANA
7

13

Program Pengadaan Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

1 2 3 4 5 6 7 8

Pembangunan/ Rehabilitasi Puskesmas Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Pembantu Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah Pembangunan/ Rahabilitasi Gudang Obat Instalasi Farmasi Pengembangan Puskesmas Menjadi Puskesmas PONED Pengadaan Perlengkapan Pengujian dan Penyimpanan Darah Pengadaan Perlengkapan Kesehatan Puskesmas Pengadaan Perlengkapan Sarana Alat Kesehatan Posyandu Kemitraan Asuransi Kesehatan Masyarakat Kemitraan Pengobatan bagi Pasien Kurang Mampu Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) Jawa Barat Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Luar Kuota SK Walikota Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan Lansia Pendidikan dan Pelatihan Perawatan Kesehatan Lansia Pelayanan Kesehatan Lansia Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Anak Peningkatan Kapasitas dalam Penanggulangan Komplikasi Kebidanan dan Bayi

89.93 83.06 99.04 99.19 99.71 96.32 97.78 97.73

100 100 100 100 100 100 100 100

100 100 100 100 100 100 100 100

DAK BIDANG KESEHATAN DAK BIDANG KESEHATAN DAK BIDANG KESEHATAN APBD KOTA DAK BIDANG KESEHATAN BANGUB 2009 APBD PROPINSI BANGUB 2009 BANGUB 2009 APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA BANGUB 2008 BANGUB 2009 APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA APBD KOTA BANGUB 2008

9 Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

94.11

100

100

14

1 2 3

99.6 97.31 100

100 100 100

95.48 95.48 95.48

4

56.7

100

95.48

5 15 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 1 2 3 16 1

100 97.12 93.32 32.9 94.29

100 100 100 100 66.67

95.48 98.49 98.49 98.49 100.1

2

99.97

233.33

95.48

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

82

Dari tabel 3.17 dapat dilihat bahwa Pencapaian indicator kinerja dari 79 kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada tahun anggaran 2009, antara lain: 1. Indikator masukan a. Kategori baik (80-100%) sebanyak 69 kegiatan (87.34%). b. Kategori Cukup (60-79%) sebanyak 6 kegiatan (7.59%), antara lain

kegiatan penyediaan jasa komunikasi; sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan, penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD, pelayanan kefarmasian dan perbekalan, pemberian makanan tambahan

pemulihan/ PMT-P, evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan. c. Kategori Kurang (<60%) sebanyak 4 kegiatan (5.06%), Penyerapan anggaran yang tidak optimal tersebut adalah kegiatan revitalisasi sistem kesehatan, peningkatan pelayanan dan penanggulangan kesehatan, pelaksanaan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat miskin (JPKMM) Jawa Barat, dan pelayanan kesehatan lansia. Penjelasan selengkapnya diuraikan pada bagian 3.4. Laporan Realisasi Anggaran.

2. Indikator keluaran a. Kategori baik (80-100%) sebanyak 73 kegiatan (92.41%) b. Kategori Cukup (60-79%) sebanyak 4 kegiatan (5.06%), antara lain kegiatan pelayanan kefarmasian dan perbekalan kesehatan, pemberian makanan tambahan pemulihan / PMT-P, evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan, dan penyelenggaraan kesehatan ibu dan anak.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

83

c. Kategori Kurang (<60%) sebanyak 2 kegiatan (2.53%), yaitu kegiatan peningkatan pelayanan dan penanggulangan kesehatan, dan

peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. Dikarenakan ada beberapa sub kegiatan yang tidak terlaksana, karena keterbatasan sumber daya.

3. Indikator hasil a. Kategori baik (80-100%) sebanyak 77 kegiatan (97.47%) b. Kategori Cukup (60-79%) sebanyak satu kegiatan (1.27%). Kegiatan tersebut adalah Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan

Kesehatan. c. Kategori Kurang (<60%) sebanyak satu kegiatan (1.27%), Kegiatan tersebut adalah Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan. Pencapaian outcome dari dua kegiatan yang termasuk kategori cukup dan kurang, yang belum mencapai target yaitu persentase cakupan perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) keluarga dan kelompok khusus disamping cakupan laporan kegiatan sarana kesehatan, praktek dokter dan bidan.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

84

III.4

Evaluasi dan Analisis Efesiensi dan Efektifitas Kegiatan Dinas Kesehatan pada tahun 2009 telah melaksanakan berbagai

kegiatan dari berbagai sumber anggaran, untuk mengukur kinerja kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut dilakukan evaluasi dan analisis dengan efesiensi dan efektifitas dari kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2009. Pengukuran efesiensi dilakukan dengan cara membandingkan antara output dan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efesiensi yang dilakukan dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu. Efesiensi umumnya ditandai dengan adanya penghematan penggunaan dana pada input dalam menghasilkan output. Adapun rumus yang digunakan dalam pengukuran efesiensi adalah sebagai berikut:

Rencana – ( Realisasi – Rencana ) Efesiensi = Rencana Pengukuran efektivitas dilakukan dengan cara membandingkan antara outcome dengan outputnya baik rencana maupun realisasinya. Efektifitas umumnya ditandai dengan berfungsinya seluruh output pada tingkat outcome. Adapun rumus yang digunakan dalam pengukuran efektifitas adalah sebagai berikut: X 100%

Rencana – ( Realisasi – Rencana ) Efektifitasi= Rencana Adapun standar pencapaian tingkat efesiensi dan efektifitas suatu kegiatan adalah sebagai berikut: X 100%

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

85

> 100% < 100% = 100%

= Efesien/Efektif = Inefesien/Inefektif = Sesuai harapan

Tabel 3.18 Analisis Efesiensi dan Efektifitas Kegiatan Pada Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2009
NO
1

KEGIATAN
2

% EFISIENSI
3

% EFEKTIVITAS
4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Penyediaan Jasa Peralatan, dan Perlengkapan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyediaan Bahan Bacaan dan Perundangundangan Penyediaan Bahan Logistik Kantor (15 Puskesmas dan 1 Labkesda) Penyediaan Makanan Minuman Rapat-rapat dan Konsultasi ke Luar Daerah Penyediaan Jasa Administrasi dan Perencanaan Penyediaan Jasa Administrasi dan Perencanaan DAK Kesehatan Pembangunan Rumah Dinas Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

116 128 122 83 100 100 100 104 100 100 100 105 119 100 117 110 101 106

100 100 100 100 100 100 100 110 130 100 130 100 100 130 100 100 100 100

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

86

NO
1

KEGIATAN
2

% EFISIENSI
3

% EFEKTIVITAS
4

19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan Mebeulair Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Sosialisasi peraturan perundang-undangan Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Penyusunan Laporan Prognosis Realisasi Anggaran Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Komunitas dan Rumah Sakit Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Revitalisasi Sistem Kesehatan Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Kesehatan Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan Peningkatan Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah Peningkatan Pemberdayaan Konsumen Masyarakat di Bidang Obat dan Makanan Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat

116 109 100 100 114 100 126 107 106 104 100 100 100 151 103 107 123 100 100 107 100 36 102 102

100 100 100 100 100 100 130 100 100 104 104 156 100 130 -300 172 38 114 114 142 120 160 138 119

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

87

NO
1

KEGIATAN
2

% EFISIENSI
3

% EFEKTIVITAS
4

43 44 45

Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan Peningkatan Pendidikan Tenaga Penyuluh Kesehatan Penyusunan Peta Informasi Masyarakat Kurang Gizi Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A (KVA) dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan/ PMT-P Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk Pengadaan Alat Fogging dan Bahan-bahan Fogging Pelayanan Vaksinasi bagi Balita dan Anak Sekolah Pelayanan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Pencegahan Penularan Penyakit Endemik/ Epidemik Peningkatan Imunisasi Peningkatan Surveilans Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah Peningkatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan Pembangunan/ Rehabilitasi Puskesmas Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Pembantu Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah Pembangunan/ Rahabilitasi Gudang Obat Instalasi Farmasi

100 94 100

100 93 100

46

114

99

47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65

105 99 103 100 118 102 101 106 110 105 102 105 104 95 110 117 101 101 100

99 159 115 129 133 109 109 112 137 140 122 140 114 153 100 100 100 100 100

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

88

NO
1

KEGIATAN
2

% EFISIENSI
3

% EFEKTIVITAS
4

66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79

Pengembangan Puskesmas Menjadi Puskesmas PONED Pengadaan Perlengkapan Pengujian dan Penyimpanan Darah Pengadaan Perlengkapan Kesehatan Puskesmas Pengadaan Perlengkapan Sarana Alat Kesehatan Posyandu Kemitraan Asuransi Kesehatan Masyarakat Kemitraan Pengobatan bagi Pasien Kurang Mampu Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) Jawa Barat Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Luar Kuota SK Walikota Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan Lansia Pendidikan dan Pelatihan Perawatan Kesehatan Lansia Pelayanan Kesehatan Lansia Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Anak Peningkatan Kapasitas dalam Penanggulangan Komplikasi Kebidanan dan Bayi

104 102 102 106 100 103 100 143 100 103 107 167 59 100

115 100 100 100 127 116 116 127 101 129 133 99 101 116

Dari tabel 3.18 dapat dilihat bahwa berdasarkan perhitungan efesiensi dan efektifitas kegiatan didapat bahwa tingkat efesiensi dan efektifitas dari 79 kegiatan pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tahun anggaran 2009 yaitu: a. Sebanyak 23 kegiatan, telah efesien dan efektif (29.11%) b. Sebanyak 23 kegiatan, telah efisien dan efektifitasnya telah sesuai harapan (29.11%) c. Sebanyak 12 kegiatan, tingkat efisiensi dan efektifitasnya telah sesuai harapan (15.19%) d. Sebanyak 10 kegiatan, tingkat efisiensi sesuai harapan dan telah efektif (12.66%)

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

89

e. Sebanyak 4 kegiatan, inefesiensi tetapi efektif (5.06%) f. Sebanyak 1 kegiatan, inefesiensi tetapi tingkat efektifitasnya sesuai harapan (1.27%) g. Sebanyak 5 kegiatan, telah efisien tetapi inefektif (6.33%) h. Sebanyak 1 kegiatan, inefisien dan inefektif (1.27%) Kegiatan yang tidak efisien tetapi efektif, antara lain kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, Peningkatan Pengawasan

Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan/ PMT-P, Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan, Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Anak. Hal ini dikarenakan adanya beberapa sub kegiatan yang tidak dilaksanakan dalam satu kegiatan yang sama, padahal persentase alokasinya tidak dapat dibandingkan sehingga memberi kesan tidak efisien. Adapun kegiatan yang belum efektif adalah kegiatan Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan, Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Lansia, Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP); Anemia Gizi Besi (AGB); Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY); Kurang Vitamin A (KVA) dan Kekurangan Zat Gizi Mikro lainnya, Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi. Kegiatan yang dinilai telah efisien ataupun tingkat efisiensinya sesuai harapan tetapi belum efektif, hal tersebut dikarena adanya pencapaian indikator sasaran yang belum tercapai, faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaiannya dapat dilihat pada tabel 3.3 yaitu tabel pencapaian sasaran. Terdapat satu kegiatan yang tidak efisien dan tidak efektif, yaitu Peningkatan Pendidikan Tenaga Penyuluh Kesehatan. Dikarenakan kegiatan yang dilaksanakan belum memberikan dampak yang optimal terhadap pencapaian sasaran.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

90

III.5

Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan pembangunan kesehatan Kota Sukabumi tahun 2009 didanai

dari berbagai sumber anggaran yaitu APBD Kota, Bantuan Gubernur Jawa Barat, serta Dana Alokasi Khusus (DAK).

III.5.1 Realisasi Anggaran Program dan Kegiatan Bersumber APBD Kota, Bantuan Gubernur Jawa Barat serta Dana Alokasi Khusus. Tahun anggaran 2009 semua kegiatan yang anggarannya baik bersumber DAK bidang kesehatan maupun Bantuan Gubernur dialirkan melalui kas daerah sehingga pembuatan Dokumen Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran (DPA) bersatu dengan kegiatan bersumber APBD Kota. Untuk jelasnya mengenai alokasi dan realisasi anggaran pada belanja langsung pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dari berbagai sumber APBD Kota dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.19 Realisasi Anggaran Bersumber APBD Kota Sukabumi, Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat dan DAK Bidang Kesehatan Di Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2009 NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

I II A. A B.

Pendapatan Belanja Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Langsung

1,664,769,000,-

1,925,462,300,-

115.66 105,94 115.79 115.79 98.81

31,502,594,000,- 33,374,830,500,13,240,465,000,- 15,329,947,300,13,240,465,000,- 15,329,947,300,18,262,129,000,- 18,044,883,200,-

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

91

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

1 a b c d e f

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Surat Menyurat Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan komponen instalasi listrik bangunan kantor Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan perundangan Penyediaan bahan logistik Kantor (15 Puskesmas dan 1 Labkesda) Penyediaan makanan minuman Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah Penyediaan Jasa Administrasi dan Perencanaan DAK Kesehatan

2,186,091,000,1,950,000,63,600,000,28,500,000,62,880,000,12,625,000,17,050,000,-

2,061,860,858 1,644,500,45,654,000,22,150,000 73,788,000,12,625,000,17,050,000,-

94.32 84.33 71.78 77.71 117,35 100.00 100.00

g h

11,805,000,418,569,000,-

11,805,000,401,522,425,-

100.00 95.93

i

5,614,000,-

5,613,200,-

99.99

j

3,300,000,-

3,300,000,-

100.00

k l

4,788,000 1,246,224,000

4,788,000 1,188,888,008

100.00 95.40

m n

20,978,000,88,620,000,-

16,935,900,88,580,000,-

80.73 99.95

o

199,588,000,-

167,516,824,-

83.93

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

92

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

2.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pembangunan rumah dinas Pengadaan perlengkapan gedung kantor

450,032,000,-

441,039,703,-

98.00

a. b.

245,300,000,19,670,000,-

241,818,500,18,555,500,-

98.58 94.33

d.
c. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Pengadaan meubelair Pemeliharaan Rutin Gedung kantor Pemeliharaan Rutin Kendaraan Dinas operasional Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Sosialisasi Peraturan Per UndangUndangan Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Penyusunan Pelaporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi kinerja SKPD Penyusunan laporan keuangan semesteran Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran 10,670,000,8,910,000,83.51

d. e.

21,905,000,78,449,000,-

19,860,500,78,448,863,-

90.67 99.99

f

74,038,000,-

73,446,340,-

99.20

3 a.

26,237,000,15,395,000,-

24,047,000,13,205,000,-

91.65 85.77

b.

10,842,000,-

10,842,000,-

100.00

4

96,951,000,-

87,342,500

90.09

a.

15,459,000,-

11,370,500,-

73.55

b.

38,089,000,-

35,329,000,-

92.75

c.

43,403,000,-

40,643,000,-

93.64

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

93

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

5 a b c d 6 a. b.

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Pengadaan obat-obatan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi, Komunitas dan RS Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Revitalisasi Sistem Kesehatan Pelayanan kefarmasian dan perbekalan kesehatan Peningkatan kesehatan masyarakat Peningkatan pelayanan dan penanggulangan kesehatan Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan Peningkatan Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Anak sekolah Program Pengawasan Obat dan Makanan Peningkatan Pemberdayaan Konsumen /masyarakat di bidang Obat dan Makanan

2,314,768,000,2,238,815,000,37,150,000,8,580,000,30,223,000,520,165,000,34,000,000,7,785,000,-

2,223,982,910,2,148,044,910 37,135,000,8,580,000,30,223,000,429,941,000,16,820,000,5,052,500,-

96.08 95.95 99.96 100.00 100.00 82.65 49.47 64.90

c.

55,252,000,-

51,312,000,-

92.87

d.

84,785,000,-

34,717,000,-

40.95

e.

56,945,000,-

52,361,000,-

91.95

f.

120,000,000,-

120,000,000,-

100.00

g.

161,398,000,-

149,678,500,-

92.74

7 a.

32,301,000,24,466,000,-

30,901,000,24,466,000,-

95.66 100.00

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

94

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

b.

Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya b. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Media Promosi dan Informasi sadar Hidup sehat Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat Peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan Peningkatan pendidikan Tenaga Penyuluh Kesehatan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi Penanggulangan KEP, GAKY, ANEMIA dan KVA Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan

7,835,000,-

6,435,000,-

82.13

8. a. b. c.

252,857,000,79,910,000,65,674,000,27,520,000,-

234,023,125 71,634,000,64,198,000,27,445,000,-

92.55 89.64 97.75 99.73

d. 9 a.

79,753,000,587,994,000,42,319,000,-

70,746,125,512,179,460,42,319,000,-

88.70 87.11 100.00

b.

426,613,000,-

368,654,450,-

86.41

c.

43,162,000,-

41,026,000,-

95.05

d.

75,900,000,-

60,180,000,-

79.29

10

Program Pengembangan Lingkungan Sehat Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat Sosialisasi kebijakan lingkungan sehat

110,508,000,-

98,983,000,-

89.57

a.

28,712,000,-

27,882,000,-

97.11

b.

22,602,000,-

22,602,000,-

100.00

c.

59,194,000,-

48,889,000,-

82.59

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

95

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

11

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Foging Sarang Nyamuk Pengadaan Alat Foging dan Bahan-Bahan Foging Pelayanan Vaksinasi Bagi Balita dan Anak Sekolah Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Pencegahan Penularan Penyakit endemic/epidemic Peningkatan Imunisasi Peningkatan Surveilan Epidemiologi dan penanggulangan wabah Peningkatan KIE pencegahan dan pemberantasan penyakit Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan

649,952,000,-

622,303,000,-

95.75

a. b. c. d.

24,570,000,145,313,000,79,636,000,90,205,000,-

23,985,000,144,353,000,74,891,000,81,110,000,-

97.62 99.34 94.04 89.92

e. f. g.

78,167,000,34,247,000,50,488,000,-

74,283,000,33,697,000,47,893,000,-

95.03 98.39 94.86

h. 12

147,326,000,54,893,000,54,893,000,-

142,091,000,38,548,000,38,548,000,-

96.45 70.22 70.22

13

Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Pustu dan Jaringannya Pembangunan/Rehabilitasi Puskesmas (DAK) Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas

7,966,563,000,-

7,367,436,399

92.48

a.

3,458,950,000,-

3,110,674,599,-

89.93

b.

1,165,450,000,-

968,072,000,-

83.06

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

96

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

c. d.

Rehabilitasi Puskesmas pembantu Pembangunan/Rehabilitasi Laboratorium Kesehatan Daerah Pembangunan/Rehabilitasi Gudang Obat Instalasi Farmasi Pengembangan Puskesmas Menjadi Puskesmas PONED Pengadaan perlengkapan pengujian dan penyimpanan darah Pengadaan perlengkapan kesehatan puskesmas Pengadaan perlengkapan sarana alat kesehatan posyandu

250,800,000,-

248,396,500,-

99.04

921,263,000,-

913,763,300,-

99.19

e.

870,100,000,-

867,618,400,-

99.71

f.

200,000,000,-

192,641,400,-

96.32

g.

600,000,000,-

586,667,000,-

97.77

h.

250,000,000,-

244,322,700,-

97.73

i.

250,000,000,-

235,280,500,-

94.11

14 a. b. c.

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemitraan Asuransi Kesehatan Masyarakat Kemitraan Pengobatan Bagi Pasien kurang mampu Monitoring evaluasi dan pelaporan Jaminan Pelaksanaan Kesehatan Masyarakat Miskin Pelayanan kesehatan masyarakat miskin di luar kuota SK Walikota

3,342,583,000,624,000,000,600,000,000,71,018,000,-

3,108,725,603,621,515,377,583,839,586,71,018,000,-

93.00 99.60 97.31 100.00

d.

497,024,000,-

281,811,640,-

56.70

e.

1,550,541,000,-

1,550,541,000,-

100.00

e.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

97

NO
1

URAIAN
2

ALOKASI
3

REALISASI
4

%
5

15 a.

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Pelayanan pemeliharaan kesehatan Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan Program pelayanan kesehatan Program Peningkatan Keselamatan Ibu dan Anak Peningkatan Kapasitas dalam Penanggulangan komplikasi Kebidanan dan Bayi Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Anak

157,170,000,103,683,000,-

143,876,500,100,694,500,-

91.54 97.18

b.

42,347,000,-

39,517,000,-

93.32

c. 16 a.

11,140,000,631,597,000,422,106,000,-

3,665,000,619,498,144,421,968,144,-

32.90 98.08 99.97

b.

209,491,000,-

197,530,000,-

94.29

Pada tabel 3.19 dapat dilihat bahwa realisasi pendapatan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tahun anggaran 2009 sebesar Rp. 1.925.462.300,melebihi target yang hanya sebesar Rp. 1.664.769.000,- atau sekitar 115,66%. Sedangkan untuk belanja langsung program dan kegiatan sebesar Rp 18.044.883.200,- atau mencapai 98.81% dari total alokasi anggaran sebesar Rp. 18.262.129.000,-. Walaupun penyerapan anggaran belanja langsung sudah cukup tinggi namun ada beberapa kegiatan yang penyerapannya masih rendah dibawah 50% yaitu : a. Revitalisasi sistem kesehatan, hanya menyerap anggaran sebesar 49.47%. Penyerapan yang rendah disebabkan karena kegiatan pemeliharaan dan penggantian suku cadang tower Sistem Informasi Kesehatan berbasis website sebesar 35,29% dari total anggaran kegiatan revitalisasi sistem kesehatan tidak direalisasikan. Hal ini disebabkan karena tower di 15

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

98

puskesmas belum berfungsi dan pengoperasiannya baru dianggarkan tahun 2010. b. Peningkatan pelayanan dan penanggulangan kesehatan menyerap

anggaran 40.95%. Kegiatan yang tidak terrealisasikan adalah case conference kasus penyakit yang ada di wilayah Puskesmas. Dari 10 puskesmas yang dialokasikan untuk kegiatan case conference hanya 3 puskesmas yang dapat merealisasikan kegiatan tersebut, hal ini disebabkan karena manajemen yang kurang optimal baik tingkat

pemegang program dalam hal ini seksi kesehatan komunitas maupun tingkat puskesmas terutama dalam hal pengaturan waktu dan tenaga. c. Pelayanan kesehatan lansia hanya menyerap anggaran 32.90% hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kegiatan yang tidak sesuai antara sumber daya yang ada dengan ketentuan yang telah tertera di DPA tahun 2009. Seperti kegiatan bimbingan teknis yang mengalokasikan anggaran untuk tenaga kesehatan golongan III sedangkan kenyataan yang ada lebih banyak tenaga golongan II. Selain itu kegiatan pelatihan yang mengalokasikan narasumber dari tingkat provinsi Jawa Barat pada kenyataannya tidak bisa hadir sehingga hanya menggunakan narasumber lokal dari Kota Sukabumi. Dengan demikian untuk kegiatan- kegiatan yang akan datang dalam penyusunan Rencana Usulan Kegiatan harus lebih memperhatikan peluang atau kemampuan dan juga hambatan atau tantangan yang mungkin ada. Sedangkan untuk kegiatan jaminan pelaksanaan kesehatan masyarakat miskin tahun 2009 dengan penyerapan 56,70% sebenarnya sebesar 23,80% atau sekitar Rp. 118.289.855,- telah diserap bulan desember 2008 sehingga penyerapan anggaran yang sebenarnya adalah sebesar 80,50%.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

99

III.5.2 Alokasi dan Realisasi Anggaran Bersumber DAK Bidang Kesehatan. Adapun kegiatan – kegiatan yang bersumber anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Bidang Kesehatan meliputi rehabilitasi Puskesmas

Nanggeleng, rehabilitasi dan pembangunan Puskesmas Selabatu 2 lantai dan infrastruktur, pembangunan Puskesmas Cikundul yang meliputi pekerjaan halaman parkir, pemagaran puskesmas serta perluasan puskesmas menjadi 2 lantai. Selain itu juga rehabilitasi Puskesmas Pembantu Kebonjati , rehabilitasi rumah dinas medis Puskesmas Nanggeleng dan rumah dinas medis Puskesmas Selabatu masing-masing sebanyak 2 (dua) unit. Selain kegiatan pembangunan dan rehabilitasi puskesmas realisasi anggaran DAK juga diperuntukan kepada pengadaan sarana dan prasarana puskesmas yaitu pengadaan alat-alat studio, alat laboratorium kesehatan lingkungan serta alat kedokteran. Juga pengadaan sarana pendukung penyimpanan obat di instalasi farmasi. Lebih jelasnya mengenai alokasi dan realisasi kegiatan bersumber DAK Bidang Kesehatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.20 Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Bersumber DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2009 NO I KEGIATAN ALOKASI REALISASI %

(Rp) (Rp) PEMBANGUNAN/REHABILITASI 3,595,500,000,- 3,273,536,000,- 91.05 PUSKESMAS 1 Rehabilitasi Puskesmas Nanggeleng 140,000,000,137,546,000,- 98.25 2 Pembangunan / Rehabilitasi Puskesmas Selabatu a. Pembangunan Puskesmas Selabatu 2 lantai dan infrastruktur b. Rehabilitasi Puskesmas Selabatu

1,418,685,000,- 1,332,123,000,- 93.89 381,315,000,363,755,000,- 95.39

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

100

3 Pembangunan Puskesmas Cikundul a. Pekerjaan halaman parker b. Pemagaran puskesmas c. Pembangunan /perluasan puskesmas 2 lantai 4 Pembangunan Pustu Kebonjati 5 Pembangunan/Rehabilitasi rumah dinas a. Rehabilitasi rumah dinas medis Puskesmas Nanggeleng sebanyak 2 unit b. Pembangunan rumah dinas medis Puskesmas Selabatu 2 unit II PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PUSKESMAS 1 Pengadaan alat-alat studio 2 Pengadaan alat laboratorium Kesehatan lingkungan 3 Pengadaan alat kedokteran III PEMBANGUNAN/PENGADAAN SARANA PENDUKUNG PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI TOTAL

69,000,000,185,500,000,950,000,000,228,000,000,-

67,103,636,- 97.25 180,513,364,- 97.31 746,845,000,- 78,62 225,815,000,- 99.04

59,000,000,-

57,995,000,- 98.30

164,000,000,1,059,500,000,38,850,000,531,500,000,489,150,000,-

161,840,000,- 98.68 880,065,455,- 83.06 38,295,455,- 98.57 439,870,000,- 82.76 401,900,000,- 82.16

791,000,000,-

788,744,000,- 99.71

5,446,000,000,- 4,942,345,456,- 90.75

Alokasi

anggaran kegiatan bersumber DAK Bidang Kesehatan di

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi tahun anggaran 2009 sebesar Rp. 5.446.000.000,- dengan dana pendamping bersumber APBD Kota sebesar Rp. 544.600.000,- sehingga jumlah totalnya sebesar Rp. 5.990.600.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 5.436.579.999,- atau sebesar 90.75 %.

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

101

III.5.3 Alokasi dan Realisasi Anggaran Bersumber Bantuan Gubernur Jabar Kegiatan bersumber Bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Kota Sukabumi yaitu kegiatan pengembangan puskesmas menjadi puskesmas PONED yang meliputi pengadaan alat-alat kedokteran, bahan bangunan penyekatan ruangan serta kursus singkat /pelatihan APN. Penanggulangan komplikasi kebidanan dan bayi berat lahir rendah serta rujukan pasien masyarakat miskin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.21 Realisasi Anggaran Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Bersumber Bantuan Gubernur Jawa Barat Tahun Anggaran 2009 NO 1. PROGRAM/KEGIATAN Program Pengembangan Puskesmas menjadi Puskesmas PONED Pengadaan alat-alat kedokteran Bahan bangunan penyekatan ruangan Kursus singkat / pelatihan APN Jaminan pelaksanaan kesehatan masyarakat miskin : Desember 2008 Tahun 2009 Peningkatan kapasitas dalam penanggulangan komplikasi kebidanan dan bayi Rujukan pasien miskin tahun 2009 Total ALOKASI ANGGARAN REALISASI %

a. b. c. 2

140,000,000,37,500,000,22,500,000,497,024,000,-

133,760,000,37,481,400,21,400,000,-

95.54 99.95 95.11

3

422,106,000,-

118,289,855,281,811,640,421,968,144,-

23.80 56.70 99.97

4

1,550,541,000,- 1,550,541,000,- 100.00 2,669,671,000,- 2,565,252,039,96.08

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

102

Realisasi anggaran kegiatan bersumber Bantuan Gubernur Jawa Barat kepada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sebesar Rp 2,565,252,039,-atau

96.08% dari total anggaran sebesar Rp. 2.669.671.000,-. Termasuk kegiatan jaminan pelaksanaan kesehatan masyarakat miskin yang penyerapannya dilakukan bulan desember 2008 sebesar Rp. 118,289,855,- atau 23,80%.

Alokasi anggaran untuk kegiatan jaminan pelaksanaan kesehatan masyarakat miskin dan peningkatan kapasitas dalam penanggulangan komplikasi kebidanan dan bayi merupakan dana silfa tahun 2008.

III.6

Pencapaian Indikator Makro Indikator makro adalah tolok ukur yang digunakan untuk mengukur

kinerja pembangunan secara keseluruhan baik aspek sosial maupun aspek ekonomi yang mengarah pada pencapaian Visi dan Misi Kota Sukabumi secara umum dan bertahap menurut skala waktu tertentu yang biasanya diukur tahunan. Indikator makro didukung oleh adanya indicator mikro yang dikelompokkan pada tiga bidang yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan dan Bidang ekonomi. Indikator makro untuk bidang kesehatan berdasarkan Renstra Kota Sukabumi Tahun 2008-2013 adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Angka Kematian ibu sulit untuk dihitung hal ini

dikarenakan pembaginya kurang dari 100.000 Kelahiran Hidup, sehingga untuk memudahkan baik kematian ibu maupun kematian bayi menggunakan angka absolute, dengan demikian pencapaian indicator makronya adalah: a. Jumlah kematian Ibu Jumlah kematian ibu di Kota Sukabumi pada tahun 2009 sebanyak 7 Kasus. Meningkat dari tahun lalu (6 orang). Sedangkan target kematian ibu tahun 2009 adalah kurang dari 8 kasus kematian, dengan demikian mencapai target. Dari 7 kematian ibu, hanya 1 kematian yang penyebab

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

103

kematiannya merupakan penyebab langsung, yaitu karena infeksi. Selebihnya dikarenakan penyakit bawaan seperti jantung, anemia dan terjadi pada masa nifas. Grafik 3.1 Kematian Ibu berdasarkan Waktu Kehamilan Kota Sukabumi Tahun 2009 Bumil 14%
Hamil

Bufas 86%

Bersalin Nifas

Grafik 3.2 Kematian Ibu berdasarkan Penyebab Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009 Infeksi 14% Shock 14%
Infeksi Anaphylactic Shock Dispneu Anemia Plastik Peny. Jantung

Jantung 44%

Anemia 14% Dispneu 14%

b.

Jumlah Kematian Bayi Jumlah kematian bayi di Kota Sukabumi pada tahun 2009 sebanyak 34 kasus. Menurun dari tahun lalu (35 orang). Sedangkan target kematian bayi tahun 2009 adalah kurang dari 40 kasus kematian, dengan demikian mencapai target. Kematian bayi terbanyak terjadi pada usia 0-7 hari, yaitu 17 kasus (50%). Sedangkan penyebab kematian bayi terbanyak adalah asfiksia (37%).

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

104

Grafik 3.3 Kematian Bayi berdasarkan Usia Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009

1-12 bulan 41% 0-28 hr 9%

0-7 hr 50%

0-7 hari 8-28 hari 1-12 bulan

Grafik 3.4 Kematian Bayi berdasarkan Penyebab Kematian Kota Sukabumi Tahun 2009 3% 6% 12% 15% 37% 12% 15%
Asfiksia Pneumonia BBLR Diare Aspirasi ASI Kejang Lain-lain

LAKIP Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Tahun 2009

105

BAB IV PENUTUP

Dari seluruh uraian yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa secara umum Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah memperlihatkan pencapaian sasaran sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategisnya. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2009 adalah sebagai berikut. 1. Dari program/kegiatan yang dilaksanakan menghasilkan pencapaian sasaran jangka pendek yang telah ditetapkan. 2. Untuk dapat mencapai sasaran jangka menengah dan panjang, perlu dilaksanakan kegiatan yang lebih fokus pada pencapaian sasaran dan berkelanjutan. 3. Pencapaian kinerja kegiatan dari masing-masing indikator kegiatan secara umum menunjukkan kinerja yang baik, dengan pencapaian 80100%, antara lain indikator input 87.34%, indikator output sebesar 92.41%, dan indikator outcome sebesar 97.47%. 4. Dari 52 indikator sasaran yang telah ditetapkan, pencapaian kinerja sasaran hasil pelaksanaan program, kegiatan ataupun subkegiatan menghasilkan 86.54% sasaran termasuk dalam kategori baik, 3.85% dalam kategori cukup dan 9.61% belum tercapai. 5. Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi dan efektifitas kegiatan, dari 79 kegiatan, sebanyak 23 kegiatan, telah efesien dan efektif (29.11%), 23 kegiatan, telah efisien dan efektifitasnya telah sesuai harapan (29.11%), sebanyak 12 kegiatan, tingkat efisiensi dan efektifitasnya telah sesuai harapan (15.19%), sebanyak 10 kegiatan, tingkat efisiensi sesuai harapan dan telah efektif (12.66%), dan 4 kegiatan, inefesiensi tetapi efektif (5.06%). Kemudian kegiatan yang inefesiensi tetapi tingkat efektifitasnya sesuai harapan terdapat 1 kegiatan (1.27%), dan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

104

sebanyak 5 kegiatan, telah efisien tetapi inefektif (6.33%), serta 1 kegiatan, inefisien dan inefektif (1.27%). 6. Hambatan yang ditemukan dalam pencapaian sasaran, antara lain keterbatasan kemampuan sumber daya dalam manajemen

program/kegiatan, baik dalam hal pencatatan/pelaporan maupun pelaksanaan program/kegiatan, padahal terdapat indikator sasaran yang harus dipenuhi dari kegiatan yang tidak terlaksana tersebut. Selain itu masih kurangnya koordinasi dengan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan

hasil

analisis

dari

capaian

kinerja,

selanjutnya

dirumuskan beberapa langkah penting sebagai upaya peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, antara lain: 1. Perencanaan program hendaknya dilakukan secara menyeluruh, sehingga program dan kegiatan yang dihasilkan dapat lebih mendukung pada pencapaian sasaran, tujuan dan visi, misi. 2. Peningkatan peran serta sektor terkait dan masyarakat sebagai dukungan pelaksanaan program dan kegiatan 3. Peningkatan kualitas sumber daya kesehatan melalui pendidikan, pelatihan, maupun pembinaan langsung pada masing-masing

pemegang program di Puskesmas 4. Efisiensi dan efektivitas program sebaiknya menjadi perhatian bersama sehingga dalam penganggaran dapat dilaksanakan lebih proporsional.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

105

BAB IV PENUTUP

Dari seluruh uraian yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa secara umum Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah memperlihatkan pencapaian sasaran sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategisnya. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2009 adalah sebagai berikut. 1. Dari program/kegiatan yang dilaksanakan menghasilkan pencapaian sasaran jangka pendek yang telah ditetapkan. 2. Untuk dapat mencapai sasaran jangka menengah dan panjang, perlu dilaksanakan kegiatan yang lebih fokus pada pencapaian sasaran dan berkelanjutan. 3. Pencapaian kinerja kegiatan dari masing-masing indikator kegiatan secara umum menunjukkan kinerja yang baik, dengan pencapaian 80100%, antara lain indikator input 87.34%, indikator output sebesar 92.41%, dan indikator outcome sebesar 97.47%. 4. Dari 52 indikator sasaran yang telah ditetapkan, pencapaian kinerja sasaran hasil pelaksanaan program, kegiatan ataupun subkegiatan menghasilkan 86.54% sasaran termasuk dalam kategori baik, 3.85% dalam kategori cukup dan 9.61% belum tercapai. 5. Berdasarkan hasil perhitungan efisiensi dan efektifitas kegiatan, dari 79 kegiatan, sebanyak 23 kegiatan, telah efesien dan efektif (29.11%), 23 kegiatan, telah efisien dan efektifitasnya telah sesuai harapan (29.11%), sebanyak 12 kegiatan, tingkat efisiensi dan efektifitasnya telah sesuai harapan (15.19%), sebanyak 10 kegiatan, tingkat efisiensi sesuai harapan dan telah efektif (12.66%), dan 4 kegiatan, inefesiensi tetapi efektif (5.06%). Kemudian kegiatan yang inefesiensi tetapi tingkat efektifitasnya sesuai harapan terdapat 1 kegiatan (1.27%), dan

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

104

sebanyak 5 kegiatan, telah efisien tetapi inefektif (6.33%), serta 1 kegiatan, inefisien dan inefektif (1.27%). 6. Hambatan yang ditemukan dalam pencapaian sasaran, antara lain keterbatasan kemampuan sumber daya dalam manajemen

program/kegiatan, baik dalam hal pencatatan/pelaporan maupun pelaksanaan program/kegiatan, padahal terdapat indikator sasaran yang harus dipenuhi dari kegiatan yang tidak terlaksana tersebut. Selain itu masih kurangnya koordinasi dengan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan

hasil

analisis

dari

capaian

kinerja,

selanjutnya

dirumuskan beberapa langkah penting sebagai upaya peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, antara lain: 1. Perencanaan program hendaknya dilakukan secara menyeluruh, sehingga program dan kegiatan yang dihasilkan dapat lebih mendukung pada pencapaian sasaran, tujuan dan visi, misi. 2. Peningkatan peran serta sektor terkait dan masyarakat sebagai dukungan pelaksanaan program dan kegiatan 3. Peningkatan kualitas sumber daya kesehatan melalui pendidikan, pelatihan, maupun pembinaan langsung pada masing-masing

pemegang program di Puskesmas 4. Efisiensi dan efektivitas program sebaiknya menjadi perhatian bersama sehingga dalam penganggaran dapat dilaksanakan lebih proporsional.

LAKIP Dinkes Kota Sukabumi Tahun 2009

105

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful