Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

( Contoh Surat Gugatan )

Oleh Kelompok I

- RIFAI USMAN ( 2006-21-066) - JUNAEN


- HAMKA KAREPESINA - EVILIEN PATTIASINA
- FRANGKLIN LUTURMAS - ELISABETH BATFIOR
- FRANSISKA SALAMOR - HENDRA
- MARISSA LIKUR - ABDUL RAHMAN ELSUNAN
- PIER TUANAKAOTA - DEDI HENDRA
- ROY. WATTIMENA - RECHY
- ASRIYADI TANAMA - PITER
- RIANDRA TUPAN - JUNI
- AMELIA WABULA - ISWAN NURLETE
- INTAN GAYATRI ( 2006 – 21- 186 )- JULHAM SAMAL
- M. YAHYA - DENIS TITALEI
- M. BASRI TUARITA - ROMEL HIARIEJ
- CHARLIN RUHULESIN -
- HENDRI TUASUN
Contoh Gugatan
Hal : Gugatan Nomor : 053/G/1995/Ij/PTUN-Amq

Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara
Ambon
di
Ambon

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Ir.M.S.ZULKARNAEN.
Warga Negara : Indoneisa
Pekerjaan : Badan Pengurus Yayasan Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia
Alamat : Jln AY PAtty

Yang dalam perkara ini telah memberi Kuasa Kepada Nama . RIFAI , SH.,
Warganegara Indonesia, Pekerjaan Advocat dan Pengacara pada Kantor Yayasan
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia, alamat Jln. Parlente, Nomor 01 Ambon.

Advocat dan Pengacara tersebut diatas, sepakat untuk memilih Domisili di Kantor
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia, beralamat di Jalan Ay. PAtty
Nomor : 01 Ambon

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 01 juni 2008 untuk selanjutnya disebut
sebagai PENGGUGAT ;

MELAWAN

SEKRETARIS JENDRAL DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI


REPUBLIK INDONESIA, Beralamat di Jalan Selatan Nomor : 18, Ambon untuk
selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT

Adapun yang menjadi DASAR gugatan Penggugat adalah sebagai berikut:


 Bahwa Keputusan Tergugat Nomor : 600/0115/SJ.T/2008 yang dibuat pada
tanggal 17 Februari 2008 dan baru diketahui oleh Para Penggugat setelah
adanya pemberitaan di media massa tanggal 1 Maret 2008 sedangkan gugatan
ini diajukan pada tanggal 16 Mei 2008 Dengan demikian gugatan ini telah
diajukan dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari sebagaimana yang
ditentukan oleh Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang
Peradilan Tata Usaha Negara ;
 Bahwa Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat a quo telah memenuhi
ketentuan sebagaimana tersebut dalam pasal 1 angka (3) Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dengan alasan-
alasan sebagai berikut :
 Bahwa keputusan Tergugat a quo berupa suatu Penetapan tertulis
(Beschikking)
 Nomor : 600/0115/SJ.T/20008 yang dibuat pada tanggal 17 Pebruari 2008 ,
perihal Persetujuan kegiatan Pertambangan Tembaga di Kabupaten Maluku
Tengah , Propinsi Maluku
 Bahwa Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Tergugat sebagai Sekretaris
Jenderal Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia yang
menerima pelimpahan wewenang dari Menteri Pertambangan dan Energi
Republik Indonesia yang merupakan Badan atau Pejabat yang melaksanakan
urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, sehingga Tergugat merupakan Badan atau Pejabat yang melaksanakan
Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud oleh Pasal 1 angka 2 Undang-
undang Nomor 5 Tahun 1986
 Bahwa Surat Keputusan Tergugat a quo bersifat Konkrit, Individual dan final
dengan alasan sebagai berikut
 Bahwa Keputusan Tergugat a quo telah nyata ada, yaitu berupa Surat
Persetujuan Nomor : 600/0115/SJ.T/2008 yang telah dikeluarkan oleh
Tergugat pada tanggal 17 Pebruari 2008, perihal persetujuan RKL dan RPL
Kegiatan Pertambangan di Kabupaten Maluku Tengah provinsi Maluku,
sehingga surat dimaksud dapat dikualifikasikan bersifat konkrit ;
 Bahwa Keputusan Tergugat a quo telah nyata-nyata hanya ditujukan kepada
Direktur Utama PT. Beringin Dua beralamat di Masohi , Jalan Abd. Soulissa
Maluku dan tidak ditujukan untuk umum. Dengan demikian Keputusan
dimaksud harus dikualifikasi sebagai bersifat Individual ;
 Bahwa Keputusan Tergugat a quo sudah definitif dan karenanya menimbulkan
akibat Hukum, berupa timbulnya suatu hak dan kewajiban kepada PT.Beringin
Dua untuk melaksanakan kegiatan berdasarkan persetujuan RKL (Rencana
Pengelolaan Lingkungan) dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) yang
dikeluarkan oleh Tergugat, yaitu untuk melakukan kegiatan penambangan
tembaga di Kabupaten Maluku tengah, Propinsi Maluku, keputusan tersebut
juga tidak memerlukan persetujuan instansi lain. Oleh karena itu, keputusan
dimaksud harus dikualifikasi bersifat Final ;
 Bahwa Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat itu merupakan
perbuatan yang melanggar ketentuan pasal 53 ayat 2 (a) dan (c) Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1986, dengan alasan-alasan sebagai berikut :
 Bahwa Surat Keputusan yang dikeluarkan Tergugat bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu bertentangan dengan :
⇒ Pasal 9 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang menyatakan :
"Berdasarkan hasil penilaian komisi analisis dampak lingkungan
Rencana Pengelolaan Lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan
yang diajukan pemrakarsa, instansi yang bertanggung jawab
menetapkan keputusan terhadap analisis dampak lingkungan, Rencana
Pengelolaan Lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan" ;
 Bahwa ternyata Tergugat telah mengabaikan ketentuan-ketentuan tersebut oleh
karena bukti a quo telah dikeluarkan tanpa mempertimbangkan penilaian dari
komisi Amdal Pusat Departemen Pertambangan dan Energi , padahal yang
demikian itu menjadi kewajiban hukum Tergugat yang diperintahkan oleh
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 ;

Dari seluruh uraian diatas, maka tindakan Tergugat yang mengeluarkan Surat
Keputusan a quo telah menimbulkan akibat hukum yang merugikan kepentingan
maupun kepentingan pelestarian daya dukung lingkungan secara langsung, sehingga
dengan demikian Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Tergugat a quo terbukti
melanggar Pasal 53 ayat (2) sub a,b dan c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, dan
oleh karenanya harus dinyatakan batal demi hukum. Bahwa atas pelanggaran tersebut
layaklah apabila Tergugat dihukum untuk membayar ganti rugi, namun karena
kepentingan Penggugat mengajukan gugatan ini lebih didasarkan pada akibat yang
ditimbulkan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup, maka Penggugat lebih
mementingkan Pembatalan Keputusan Tergugat a quo daripada tuntutan yang bersifat
materiil ; Berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas, Penggugat mohon agar Majelis
Hakim yang terhormat berkenan untuk memutuskan hal-hal sebagai berikut :
1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya
2. Menyatakan bahwa Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor :
600/0115/SJ.T/2008 tertanggal : 17 Februari 2008 perihal persetujuan
RKL dan RPL kegiatan Pertambangan Tembaga di Kabupaten Maluku
Tengah, Propinsi Maluku, adalah tidak sah dan dinyatakan batal demi
hukum
3. Menghukum Tergugat untuk mengeluarkan Surat Keputusan
Pencabutan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pertambangan
dan Energi Republik Indonesia Nomor : 600/0115/SJ.T/2008 tersebut
4. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara hingga
keputusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap.

Hormat Penggugat / Kuasa,

( RIFAI, SH.)