Anda di halaman 1dari 10

c 


I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang


Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan, dan
(4) Manfaat Percobaan.

dd Latar Belakang Percobaan


Metode yang tersedia untuk mendeteksi anion tidaklah
sistematik seperti metode yang telah diuraikan sebelumnya.
Sampai kini, belum pernah dikemukakan suatu skema yang
benar-benar memuaskan yang memungkinkan pemisahan
anion-anion yang umum kedalam golongan-golongan utama dan
pemisahan berikutnya yang tanpa dapat diragu-ragukan lagi dari
masing-masing golongan menjadi anggota-anggota golongan
tersebut berdiri sendiri. Namun, harus kita sebutkan disini bahwa
kita memisahkan anion-anion kedalam golongan-golongan
utama, bergantung pada kelarutan garam peraknya, garam
kalsium atau bariumnya, dan garam zinknya. Namun, ini hanya
boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari
keterbatasan-keterbatasan metode ini (Anonim, 2010).
Uji untuk anion hendaknya dilakukan urutan: uji sulfat, uji
untuk zat pereduksi, uji untuk zat pengoksid, uji dengan larutan
perak nitrat, uji dengan larutan kalsium klorida, dan uji dengan
larutan besi (III) klorida (Svehla, 1979, Hal 599).
Perlu dilakukan uji pemastian untuk anion, seperti anion-
anion: klorida, iodide, fluorida, nitrit, nitrat, sulfida, sulfit, tiosulfat,
sulfat, karbonat, hipoklorit, klorat, kromat, arsenit, arsenat, fosfat,
sianida, tiosianat, asetat, dan oksalat (Svehla, 1979, Hal 601).
c

d Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan identifikasi anion adalah untuk
mengetahui adanya anion yang terkandung dalam suatu sampel,
menggolongkan anion dalam sampel pada masing-masing
golongannya dan untuk mengetahui analisis kuantitatif sistematik
dengan cara pemisahan dan mereaksikan dengan garam suatu
zat untuk mengetahui adanya perubahan warna dan endapan.

d Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan identifikasi ion adalah
berdasarkan pada hasil pengendapan dari sampel yang dapat
menimbulkan warna, bau, dan bentuk berdasarkan kelompok
garam-garam logamnya.reaksi spesifik antara suatu anion
terhadap suatu reagensia sehingga menimbulkan suatu reaksi
yang khas yang dapat membedakan satu anion dengan anion
yang lain.

d Reaksi Percobaan
-
Cl : Filtrat + HNO3 + AgNO3 x Endapan Putih (+)
-
I : Filtrat + HNO3 + AgNO3 + KSCN x larut
NO2- : Filtrat + H2SO4 + difenil amin x Kuning Muda
2-
CrO4 : Filtrat + AgNO3 x Merah Coklat
2-
SO4 : Filtrat + BaCl2 x Endapan Putih (+)
-
CH3COO : Filtrat + FeCl2 + HCl x Merah Darah
-
Br : Filtrat + AgNO3 x Kuning (+)
CO32- : Filtrat + H2SO4 x Putih
c

II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Bahan yang


Digunakan, (2) Alat yang Digunakan, dan (3) Metode Percobaan.

d Bahan yang Digunakan


Bahan yang digunakan dalam percobaan identifikasi
anion adalah: sampel 13, Na2CO3 HNO3, AgNO3, KSCN, H2SO4,
difenil amin, BaCl2, FeCl3, dan HCl.

 Alat yang Digunakan


Alat yang digunakan dalam percobaan identifikasi anion
adalah: gelas kimia, tabung reaksi, batang pengaduk, pipet tetes,
kertas saring, dan plat tetes.

 Metode Percobaan
2.3.1 Metode Pelarutan Sampel

Gambar 8 Metode Pembuatan Sampel


c

2.3.2 Metode Percobaan Identifikasi Anion

PEMBUATAN EKSTRAK SODA

Sampel awal (1 1 sampel) + 5ml Na2CO3 jenuh

Diaduk hingga larut

Diamkan 5 / 10 menit

Saring

EKSTRAK SODA
(simpan secara merata pada plat tetes)

Gambar 9. Metode Percobaan Identifikasi Kation


Filtrat direaksikan dengan:
-
Cl : Filtrat + HNO3 + AgNO3 (Endapan putih)
-
I : Filtrat + HNO3 + AgNO3 + KSCN (Larut)
-
NO3 : Filtrat + H2SO4 + Difenilamin (Kuning muda)
2-
CrO4 : Filtrat + AgNO3 (Endapan merah coklat)
SO42- : Filtrat + BaCl2 (Endapan putih)
-
CH3COO : Filtrat + FeCl3 + HCl (Merah darah hilang)
cc

-
Br : Filtrat + AgNO3 (Kuning)
CO32- : Filtrat + H2SO4 (Putih)
c

III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan,


dan (2) Pembahasan.

d Hasil Pengamatan
No. Sampel : 13
Larut dalam : HCl encer
Tabel 6. Hasil Identifikasi Pemisahan Golongan Anion
Unsur +/- Tanda
-
Cl - Coklat
-
I - Endapan
NO3- - Putih
CrO4- + Endapan merah coklat
2-
SO4 - Kuning
-
CH3COO - Endapan coklat
-
Br - Endapan kuning
-
CO3 - Gelembung
(Sumber: Firda Fadhilasania, Meja 10, 2010)

 Pembahasan
Pemeriksaan Anion terdiri dari pemeriksaan ion-ion
pengoksidasi, pemeriksaan ion-ion pereduksi, dan pemeriksaan
ion-ion melalui pengendapan garam barium dan kalsium,
dan pemeriksaan ion-ion melalui pengendapan garam perak
(Team Dosen, 2010).
Larutan ekstrak soda adalah larutan yang terbuat dari
Na2CO3 jenuh yang direaksikan lalu didiamkan selama 10 menit
agar endapan yang terbentuk dapat turun ke dasar filtrate,
setelah itu endapan disaring. Filtrat digunakan untuk identifikasi
c

anion sedangkan endapannya digunakan untuk identifikasi
senyawa Sulfida, Flourida, Iodida, Bromida, dan Klorida.
Pada identifikasi anion Cl-, filtrat ditambahkan larutan
HNO3 yang berfungsi sebagai pengasam suasana larutan, lalu
ditambahkan AgNO3 yang berfungsi untuk mengendapkan anion
-
Cl membentuk endapan putih AgCl.
Kebanyakan klorida larut dalam air. Merkurium (I) klorida,
Hg2Cl2, perak klorida (AgCl), timbel klorida (PbCl2) (yang ini larut
sangat sedikit dalam air dingin, tetapi mudah larut dalam air
mendidih), tembaga (I) klorida (CuCl), bismut oksiklorida (BiOCl),
stibium oksiklorida (SbOCl), dan merkurium (II) oksiklorida
(Hg2OCl2), tidak larut dalam air. Untuk mempelajari reaksi ini,
dapat menggunakan larutan natrium klorida (NaCl) 0,1M
(Svehla, 1990, Hal 345).
Pada identifikasi anion I-, filtrat ditambah HNO3 yang
berfungsi sebagai pengasam suasana larutan, lalu ditambahkan
-
AgNO3 yang berfungsi untuk mengendapkan anion l membentuk
endapan Agl, lalu ditambahkan KSCN untuk melarutkan endapan
AgI.
Kelarutan iodida adalah serupa dengan klorida dan
bromida. Perak, merkurium (I), merkurium (II), tembaga (I), dan
timbel iodida adalah garam-garamnya yang paling sedikit larut.
Reaksi-reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium iodida
(KI) 0,1M (Svehla, 1990, Hal 350).
-
Pada identifikasi anion NO2 , filtrat ditambah H2SO4 yang
berfungsi sebagai pengasam suasana larutan, lalu ditambahkan
c

difenilamin yang berfungsi sebagai pereaksi pembentuk larutan
yang berwarna kuning.
Pada identifikasi anion CrO4-, filtrat ditambah AgNO3
yang berfungsi untuk mengendapkan anion CrO4- membentuk
endapan merah coklat AgCrO4.
Kromat dari logam alkali dan dari kalsium serta magnesium
larut dalam air, strontium kromat larut sangat sedikit. Kebanyakan
kromat logam-logam lain tidak larut dala air. Natrium, kalsium,
dan amonium dikromat larut dalam air. Untuk mempelajari
reaksi ini dapat menggunakan larutan kalium kromat (K2CrO4)
atau kalium dikromat (K2Cr2O7) 0,1M
(Svehla, 1990, Hal 385).
-
Pada identifikasi anion CH3COO , filtrat ditambah FeCl3
-
yang berfungsi untuk mengendapkan anion CH3COO , lalu
ditambahkan HCl untuk melarutkan endapan membentuk
senyawa berwarna merah.
-
Pada identifikasi anion Br , filtrat AgNO3 yang berfungsi
untuk mengendapkan anion Br- membentuk larutan AgBr yang
berwarna kuning.
Pada identifikasi anion CO32-, filtrat ditambah H2SO4 yang
2-
berfungsi sebagai pengoksid CO3 membentuk gas CO2.
c

IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan, dan


(2) Saran.

d Kesimpulan
Berdasarkan hasil identifikasi, sampel No. 13 terdiri dari
-
anion CrO4 .

 Saran
Saat akan melakukan percobaan pastikan bahwa alat-
alat yang digunakan dalam keadaan bersih agar tidak terjadi
kesalahan pada hasil pengamatan. Begitu pula dengan metoda
percobaan harus benar-benar diperhatikan agar tidak terjadi
kesalahan. Optimalkanlah waktu agar dalam melakukan
praktikum ini dan mendapatkan hasil yang maksimal.
c 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, (2008), Analisis Anion, (http://blogkita.info/analisis-


anion/), Akses: 30 Oktober 2010
Svehla, (1979), Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif
Makro Dan Semimikro, Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.
Team Dosen, (2010), Penuntun Praktikum Kimia Analitik,
Bandung: Universitas Pasundan.