Anda di halaman 1dari 3

PETERNAKAN

PERUSAHAAN SWASTA MODAL PETERNAK AYAM

KONSUMEN KOTORAN

PETERNAK IKAN

(SEBAGAI PAKAN)

Penduduk desa Padawaras juga memiliki mata pencaharian sampingan


sebagai peternak ayam, kambing, dan sapi. Namun sebagian besar dari
mereka beternak ayam. Mereka hanya bermodalkan lahan untuk kandang
beserta kandangnya serta jasa, dan selebihnya dimodalkan oleh perusahaan
swasta (contoh : perusahaan Bagja) untuk memproduksi dan merawat ayam
tersebut. Setelah menghasilkan ayam sesuai dengan keperluan perusahaan,
maka perusahaan tersebut mengambil ayam tersebut lalu dijual ke
konsumen dimana perusahaan tersebut sebagai bandar besar. Dikarenakan
ayam tersebut di produksi dalam jumlah yang banyak, otomatis kotorannya
pun banyak. Sehingga para warga sekitar yang peternak ikan langsung
membeli kotorannya dari peternak ayam tersebut untuk dijadikan pakan ikan
mereka.

PERTANIAN
PETANI MODAL KARET BANDAR KECIL
BANDAR BESAR
(DESA DARAWATI)
PASAR

Penduduk Desa Padawaras, ada juga yang bermata pencaharian


sebagai petani karet. Mereka memulai usaha mereka tersebut dengan modal
sendiri. Lalu hasilnya di berikan ke Bandar kecil dan Bandar kecil menjualnya
ke Bandar besar di desa Darawati. Dan dari Bandar besar tersebut dijual
langsung ke konsumen.

PERIKANAN
PETERNAK IKAN MODAL IKAN
DIKONSUMSI SENDIRI

DIJUAL KE KONSUMEN (WARGA SEKITAR)

Penduduk Desa Padawaras, ada juga yang bermata pencaharian


sebagai peternak ikan. Mereka memulai usaha mereka tersebut dengan
modal sendiri. Lalu hasil ikan-ikannya itu untuk dikonsumsi sendiri. Dan jika
ada kelebihan , mereka biasanya dijual ke warga sekitar dengan harga
disesuaikan dengan jenis dan berat ikannya.

PERKEBUNAN
PERKEBUNAN MILIK PERUSAHAAN SWASTA MENGGAJI BURUH
(WARGA) UNTUK

DIKELOLA

KARET

USAHA KECIL MENENGAH

MUKENA
BANDAR MODAL BAHAN PENGRAJIN BORDIR
MODAL MESIN DAN JASA

BANDAR BESAR

(CIAMIS, JAWA BARAT & TANAH ABANG (JAKARTA) )

PASAR (KONSUMEN)

Penduduk desa Padawaras ada yang memiliki mata pencaharian sebagai


pengrajin bordir. Pengrajin bordir tersebut, hanya bermodalkan mesin dan
jasa untuk pembuatan pembordiran mukena. Selebihnya dimodalkan oleh
Bandar dari Cikululu , Tasikmalaya. Bandar tersebut memodalkan bahan
kain, benang , dan perlengkapan lainnya untuk pembuatan pembordiran
mukena tersebut. Setelah mukena tersebut jadi, pembordir tersebut,
memberikan hasil pekerjaannya itu ke Bandar tersebut dan Bandar tersebut
menjualnya ke Bandar besar di Ciamis dan di Tanah Abang , Jakarta. Lalu
Bandar besar di kota besar tersebut menjualnya ke konsumen.