Anda di halaman 1dari 25

Kota Medan

Kota Medan

Sumatera Sumatera Utara

Menara Tirtanadi, ikon Kota Medan


Motto: Bekerja sama dan sama- sama bekerja untuk
kemajuan dan kemakmuran Kota Medan metropolitan[1]

Hari jadi 1 Juli 1590


Walikota Rahudman Harahap[2][3]
[4]

Wilayah 265,10 km²


Kecamatan 21
Penduduk 2.109.339 (sensus 2010)[5]
-Kepadatan [6][7]

2.121.053 (2009)[8]
2.102.105 (2008)[9]
2.036.018 (2005)
8.001/km²[8]

Suku bangsa Batak, Jawa, Tionghoa,


Mandailing,
Minangkabau, Melayu,
Karo, Aceh
Bahasa Indonesia, Batak, Jawa,
Hokkien, Minangkabau
Agama Islam (67,83%), Katolik
(2,89%), Protestan
(18,13%), Buddha
(10,4%), Hindu
(0,68%), lainnya
(0,07%)[9]
Zona waktu WIB
Kode telepon 061
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota
terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian
barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata
Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau
Toba.

Sejarah
Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson,
orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung
yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama
Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak
dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara
resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur serta
Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa,
terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.
Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan
seorang Tionghoa.[10]

Pemandangan udara kota Medan di tahun 1920-an


Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan.
Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak
perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang
Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan
kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli
perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk
mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang
Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai
buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.
Istana Maimun

Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha
menjadi 26.510 ha di tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah
penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.

Pemerintahan
Kota Medan dipimpin oleh seorang walikota. Saat ini, jabatan walikota Medan dijabat oleh
Rahudman Harahap dengan jabatan wakil walikota dijabat oleh Dzulmi Eldin. Wilayah Kota
Medan dibagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan.

Medan Tuntungan

Medan Johor

Medan Amplas

Medan Denai

Medan Area
Medan Helvetia
Medan Kota
Medan Petisah
Medan Maimun
Medan Barat
Medan Polonia
Medan Timur
Medan Baru
Medan Perjuangan
Medan Selayang
Medan Tembung
Wali kota
Medan Deli

Medan Labuhan
No. Nama Masa jabatan
Medan Marelan

Medan Belawan

Medan Sunggal
Daniël Mackay 1918 – 1931

J.M. Wesselink 1931 – 1935

G. Pitlo 1935 – 1938

C.E.E. Kuntze 1938 – 1942

Shinichi Hayasaki (早崎真一?) 1942 – 1945

1 Luat Siregar 3 Oktober - 10 November 1945

2 M. Yusuf 10 November 1945 - Agustus 1947

3 Djaidin Purba 1 November 1947 - 12 Juli 1952

4 A.M. Jalaluddin 12 Juli 1952 - 1 Desember 1954

5 Hadji Muda Siregar 6 Desember 1954 - 14 Juni 1958

6 Madja Purba 3 Juli 1958 - 28 Februari 1961

7 Basyrah Lubis 28 Februari 1961 - 30 Oktober 1964

8 P.R. Telaumbanua 10 Oktober 1964 - 28 Februari 1965

9 Aminurrasyid 28 Agustus 1965 - 26 September 1966

10 Sjoerkani 26 September 1966 - 3 Juli 1974

11 M. Saleh Arifin 3 Juli 1974 - 31 Maret 1980


12 Agus Salim Rangkuti 1 April 1980 - 31 Maret 1990

13 Bachtiar Djafar 1 April 1990 - 31 Maret 2000

14 Abdillah 1 April 2000 - 20 Agustus 2008

15 Afifuddin Lubis (penjabat) 20 Agustus 2008 - 22 Juli 2009

16 Rahudman Harahap (penjabat) 23 Juli 2009- 16 Februari 2010

17 Syamsul Arifin (penjabat) 16 Februari 2010 - 25 Juli 2010

18 Rahudman Harahap 26 Juli 2010 - sekarang

Pemilihan umum kepala daerah Kota Medan 2010


Pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh jumlah suara terbanyak pada
Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Medan yang dilaksanakan dalam 2 putaran. Putaran
pertama diikuti oleh 10 pasangan calon walikota dan calon wakil walikota. Dalam putaran
kedua, pasangan Rahudman-Dzulmi bertemu dengan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti.
Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin dilantik pada tanggal 26 Juli 2010 di gedung DPRD
Kota Medan. Mereka dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, atas nama
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Geografi
Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah
Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan
memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara
geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur
Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada
ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif, batas wilayah Medan adalah sebagai berikut:

Utara Selat Malaka

Selatan Kabupaten Deli Serdang

Barat Kabupaten Deli Serdang

Timur Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan sumber daya alam
(SDA), khususnya di bidang perkebunan dan kehutanan. Karena secara geografis Medan
didukung oleh daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, seperti Deli Serdang, Labuhan
Batu, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Karo, Binjai dan
lain-lain. Kondisi ini menjadikan kota Medan secara ekonomi mampu mengembangkan
berbagai kerjasama dan kemitraan yang sejajar, saling menguntungkan, saling memperkuat
dengan daerah-daerah sekitarnya.

Di samping itu sebagai daerah pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, Medan memiliki
posisi strategis sebagai gerbang (pintu masuk) kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik
perdagangan domestik maupun luar negeri (ekspor-impor). Posisi geografis Medan ini telah
mendorong perkembangan kota dalam dua kutub pertumbuhan secara fisik, yaitu daerah
Belawan dan pusat Kota Medan saat ini.

Sungai
Sedikitnya ada sembilan sungai yang melintasi kota ini:

Sungai Belawan

Sungai Badera

Sungai Sikambing

Sungai Putih

Sungai Babura

Sungai Deli

Sungai Sulang-Saling

Sungai Kera
Sungai Tuntungan

Selain itu, untuk mencegah banjir yang terus melanda beberapa wilayah Medan, pemerintah
telah membuat sebuah proyek kanal besar yang lebih dikenal dengan nama Medan Kanal
Timur.

Demografi

Tahun Penduduk

2001 1.926.052

2002 1.963.086

2003 1.993.060

2004 2.006.014

2005 2.036.018

2007 2.083.156

2008 2.102.105

2009 2.121.053

2010 2.109.339

Berdasarkan data kependudukan tahun 2005, penduduk Medan diperkirakan telah mencapai
2.036.018 jiwa, dengan jumlah wanita lebih besar dari pria, (1.010.174 jiwa > 995.968 jiwa).
Jumlah penduduk tersebut diketahui merupakan penduduk tetap, sedangkan penduduk tidak
tetap diperkirakan mencapai lebih dari 500.000 jiwa, yang merupakan penduduk komuter.
Dengan demikian Medan merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk yang besar.

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk Medan berjumlah 2.109.339 jiwa
Penduduk Medan terdiri atas 1.040.680 laki-laki dan 1.068.659 perempuan

Di siang hari, jumlah ini bisa meningkat hingga sekitar 2,5 juta jiwa dengan dihitungnya
jumlah penglaju (komuter). Sebagian besar penduduk Medan berasal dari kelompok umur 0-
19 dan 20-39 tahun (masing-masing 41% dan 37,8% dari total penduduk).

Dilihat dari struktur umur penduduk, Medan dihuni lebih kurang 1.377.751 jiwa berusia
produktif, (15-59 tahun). Selanjutnya dilihat dari tingkat pendidikan, rata-rata lama sekolah
penduduk telah mencapai 10,5 tahun. Dengan demikian, secara relatif tersedia tenaga kerja
yang cukup, yang dapat bekerja pada berbagai jenis perusahaan, baik jasa, perdagangan,
maupun industri manufaktur.

Laju pertumbuhan penduduk Medan periode tahun 2000-2004 cenderung mengalami


peningkatan—tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun 2000 adalah 0,09% dan menjadi
0,63% pada tahun 2004. Sedangkan tingkat kapadatan penduduk mengalami peningkatan
dari 7.183 jiwa per km² pada tahun 2004. Jumlah penduduk paling banyak ada di Kecamatan
Medan Deli, disusul Medan Helvetia dan Medan Tembung. Jumlah penduduk yang paling
sedikit, terdapat di Kecamatan Medan Baru, Medan Maimun, dan Medan Polonia. Tingkat
kepadatan Penduduk tertinggi ada di kecamatan Medan Perjuangan, Medan Area, dan Medan
Timur. Pada tahun 2004, angka harapan hidup bagi laki-laki adalah 69 tahun sedangkan bagi
wanita adalah 71 tahun.

Mayoritas penduduk kota Medan sekarang ialah Suku Jawa, dan suku-suku dari Tapanuli
(Batak, Mandailing, Karo). Di Medan banyak pula orang keturunan India dan Tionghoa.
Medan salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi orang Tionghoa cukup banyak.

Keanekaragaman etnis di Medan terlihat dari jumlah masjid, gereja dan vihara Tionghoa
yang banyak tersebar di seluruh kota. Daerah di sekitar Jl. Zainul Arifin dikenal sebagai
Kampung Keling, yang merupakan daerah pemukiman orang keturunan India.

Secara historis, pada tahun 1918 tercatat bahwa Medan dihuni 43.826 jiwa. Dari jumlah
tersebut, 409 orang berketurunan Eropa, 35.009 berketurunan Indonesia, 8.269 berketurunan
Tionghoa, dan 139 lainnya berasal dari ras Timur lainnya.

Perbandingan Etnis di Kota Medan pada Tahun 1930, 1980, 2000

Etnis Tahun 1930 Tahun 1980 Tahun 2000

Jawa 24,89% 29,41% 33,03%

Batak 2,93% 14,11% -- (lihat Catatan)

Tionghoa 35,63% 12,8% 10,65%

Mandailing 6,12% 11,91% 9,36%

Minangkabau 7,29% 10,93% 8,6%

Melayu 7,06% 8,57% 6,59%

Karo 0,19% 3,99% 4,10%


Aceh -- 2,19% 2,78%

Sunda 1,58% 1,90% --

Lain-lain 14,31% 4,13% 3,95%

Sumber: 1930 dan 1980: Usman Pelly, 1983; 2000: BPS Sumut[9]
Catatan: Data BPS Sumut tidak menyenaraikan "Batak" sebagai salah satu suku bangsa, namun total
Simalungun (0,69%), Tapanuli/Toba (19,21%), Pakpak, (0,34%), dan Nias (0,69%) adalah 20,93%

Angka Harapan Hidup penduduk kota Medan pada tahun 2007 adalah 71,4 tahun, sedangkan
jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 adalah 148.100 jiwa.[9]

Kehidupan sosial
Pekerjaan
Sebagai kota terbesar di Pulau Sumatra dan di Selat Malaka, penduduk Medan banyak yang
berprofesi di bidang perdagangan. Biasanya pengusaha Medan banyak yang menjadi
pedagang komoditas perkebunan. Setelah kemerdekaan, sektor perdagangan secara konsisten
didominasi oleh etnis Tionghoa dan Minangkabau. Bidang pemerintahan dan politik,
dikuasai oleh orang-orang Mandailing. Sedangkan profesi yang memerlukan keahlian dan
pendidikan tinggi, seperti pengacara, dokter, notaris, dan wartawan, mayoritas digeluti oleh
orang Minangkabau.[14]

Komposisi Etnis Berdasarkan Okupasi Profesional[15]

Etnis Pengacara Dokter Notaris Wartawan

Minangkabau 36,8% 20,6% 29,7% 37,7%

Mandailing 23,6% 14,1% 14,8% 18,3%

Batak 13,2% 15,9% 18,5% 8,5%

Jawa 5,3% 15,9% 11,1% 10,4%

Karo 5,3% 10% 7,4% 0,6%

Melayu 5,3% 5,9% 3,7% 17,7%


Tionghoa -- 14,7% 7,4% 1,2%

Aceh 2,6% 3,9% -- 3,7%

Sunda -- -- 3,7% 10,4%

Pola pemukiman
Perluasan kota Medan telah mendorong perubahan pola pemukiman kelompok-kelompok
etnis. Etnis Melayu yang merupakan penduduk asli kota, banyak yang tinggal di pinggiran
kota. Etnis Tionghoa dan Minangkabau yang sebagian besar hidup di bidang perdagangan,
75% dari mereka tinggal di sekitar pusat-pusat perbelanjaan. Pemukiman orang Tionghoa
dan Minangkabau sejalan dengan arah pemekaran dan perluasan fasilitas pusat perbelanjaan.
Orang Mandailing juga memilih tinggal di pinggiran kota yang lebih nyaman, oleh karena itu
terdapat kecenderungan di kalangan masyarakat Mandailing untuk menjual rumah dan tanah
mereka di tengah kota, seperti di Kampung Mesjid, Kota Maksum, dan Sungai Mati.[14]

Pendidikan
Medan memiliki jumlah universitas dan sekolah yang lumayan banyak. 827 sekolah dasar,
337 sekolah menengah pertama, 288 sekolah menengah atas, dan 72 perguruan tinggi telah
terdaftar ke pemerintah kota Medan. [16]

Situs pariwisata

Mesjid Raya Medan


Istana Maimun

Ada banyak bangunan-bangunan tua di Medan yang masih menyisakan arsitektur khas
Belanda. Contohnya: Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air (yang
merupakan ikon kota Medan), Titi Gantung - sebuah jembatan di atas rel kereta api, dan juga
Gedung London Sumatera.

Selain itu, masih ada beberapa bangunan bersejarah, antara lain Istana Maimun, Mesjid Raya
Medan, dan juga rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani (Kesawan).

Daerah Kesawan masih menyisakan bangunan-bangunan tua, seperti bangunan PT. London
Sumatra, dan ruko-ruko tua seperti yang bisa ditemukan di Penang, Malaysia dan Singapura.
Ruko-ruko ini, kini telah disulap menjadi sebuah pusat jajanan makan yang ramai pada
malam harinya. Saat ini Pemerintah Kota merencanakan Medan sebagai Kota Pusat
Perbelanjaan dan Makanan. Diharapkan dengan adanya program ini menambah arus
kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke kota ini.

Di daerah Kesawan ini, terdapat Kantor Notaris/PPAT Hj. Chairani Bustami, S.H. yang
merupakan salah satu Notaris tertua di Medan, setelah Alm. A.P. Parlindungan, S.H. Saat ini
Hj. Chairani telah pensiun dan aktif mengajar di Universitas Sumatera Utara. Aktivitas
kantor ini kemudian digantikan oleh putra-putrinya yang juga meneruskan profesi orang
tuanya sebagai Notaris.

Transportasi
Darat
Tampak dua becak motor sedang melintas di
jalanan Medan.

Terminal yang melayani warga Medan:

Terminal Sambu

Terminal Pinang Baris

Terminal Amplas

Keunikan Medan terletak pada becak bermotornya ("becak motor") yang dapat ditemukan
hampir di seluruh Medan. Berbeda dengan becak biasa ("becak dayung"), becak motor dapat
membawa penumpangnya kemana pun di dalam kota. Selain becak, dalam kota juga tersedia
angkutan umum berbentuk minibus (angkot/"oplet") dan taksi. Becak di Medan berbeda
dengan becak di Jakarta ataupun di kota-kota Jawa lainnya. Pengemudi becak berada di
samping becak, bukan di belakang becak seperti halnya di Jawa. Ini memudahkan becak
Medan untuk melalui jalan yang berliku-liku. Selain itu, ini juga memungkinkan becak
Medan untuk diproduksi dengan harga yang minimal, karena hanya diperlukan sedikit
modifikasi saja agar sepeda atau sepeda motor biasa dapat digunakan sebagai penggerak
becak. Desain ini mengambil desain dari sepeda motor gandengan perang Jerman di perang
dunia ke-2.

Akan tetapi bagi penduduk Medan, sebutan paling khas untuk angkutan umum adalah
Sudako. Sudako pada awalnya menggunakan minibus Daihatsu S38 dengan mesin 2 tak
kapasitas 500cc. Bentuknya merupakan modifikasi dari mobil pick up. Pada bagian
belakangnya diletakkan dua buah kursi panjang sehingga penumpang duduk saling
berhadapan dan sangat dekat sehingga bersinggungan lutut dengan penumpang di depannya.
Ongkosnya pun relatif murah, yaitu Rp 2.000 untuk para pelajar, dan Rp 3.000 untuk
penumpang umum.

Trayek pertama kali Sudako adalah Lin 01, (Lin sama dengan trayek) yang menghubungkan
antara daerah Pasar Merah (Jl. HM. Joni), Jl. Amaliun dan terminal Sambu, yang merupakan
terminal pusat pertama angkutan penumpang ukuran kecil dan sedang. Saat ini Daihatsu S38
500 cc sudah tidak digunakan lagi karena faktor usia, dan berganti dengan mobil-mobil baru
seperti Toyota Kijang, Isuzu Panther, Daihatsu Zebra, dan Espass yang sering disebut Jumbo,
karena memuat penumpang lebih banyak. Istilahnya 68 (maksudnya 6 penumpang duduk di
bagian kiri, 8 penumpang duduk di bagian kanan).

Selain itu, masih ada lagi angkutan lainnya yaitu bemo, yang berasal dari India. Beroda tiga
dan cukup kuat menanjak dengan membawa 11 penumpang. Bemo kemudian digantikan oleh
Bajaj yang juga berasal dari India, yang di Medan dikenal dengan nama Toyoko. Sekarang
Toyoko pun kabarnya akan digantikan dengan kendaraan baru yaitu Kancil.

Kereta api menghubungkan Medan dengan Tanjungpura di sebelah barat laut, Belawan di
sebelah utara, dan Binjai-Tebing Tinggi-Pematang Siantar dan Tebing Tinggi-Kisaran-
Rantau Prapat di tenggara. Jalan Tol Belmera menghubungkan Medan dengan Belawan dan
Tanjung Morawa. Jalan tol Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai juga sedang
direncanakan pembangunannya.

Laut
Pelabuhan Belawan terletak sekitar 20 km di utara kota. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan
terbesar dan teramai kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pelabuhan
ini merupakan yang terpenting di Wilayah Selat Malaka karena aktivitas pelabuhan tersebut
yang sangat sibuk dan padat.

Udara
Bandar Udara Internasional Polonia yang terletak tepat di jantung kota, menghubungkan
Medan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Banda Aceh, Padang, Pekanbaru,
Batam, Palembang, Jakarta, Gunung Sitoli serta Kuala Lumpur, Penang, Ipoh, Alor Setar di
Malaysia, dan Singapura. Sebuah bandara internasional baru di Kuala Namu di kabupaten
Deli Serdang sedang dalam pembangunan.

Media massa
Televisi
Stasiun televisi yang ada di Kota Medan antara lain adalah TVRI Medan, Deli TV, Space
Toon dan DAAI TV. Karena memiliki nilai berita yang sangat tinggi, seluruh stasiun TV
swasta nasional memiliki koresponden dan biro di Medan. Stasiun TV yang mendirikan biro
di kota ini adalah Metro TV dan akan menyusul stasiun TV lainnya. Metro TV bahkan secara
khusus menempatkan mobil satellite news gathering (SNG) agar dapat bergerak cepat dan
real-time dalam menyiarkan berita dari Medan.

Surat kabar
Orang Mandailing, Minangkabau, Jawa, dan Aceh biasa berlangganan harian Harian
Waspada. Orang Batak, Karo, dan Simalungun lebih suka membaca Harian Sinar Indonesia
Baru, sedangkan etnis Tionghoa menjadi pembaca Harian Analisa]

Beberapa surat kabar kota Medan yang lain: Harian Medan Bisnis, Posmetro Medan, Harian
Global, dan Harian Berita Sore.

Pusat perbelanjaan
Plaza dan Mal
Deli Plaza, Sinar Plaza, Menara Plaza, digabung menjadi satu dengan nama Deli
Grand City.

Grand Palladium

Plaza Medan Fair

Medan Mall, terletak di Pusat Pasar.

Medan Plaza, salah satu plaza tertua di Medan. Plaza ini berhasil bertahan karena
tetap mempertahankan penyewa kios yang menyediakan beragam barang dan jasa
yang ekonomis.

Millenium Plaza, pusat penjualan telepon genggam, dulu bernama Tata Plaza namun
akhirnya tutup karena sepi pengunjung. Tahun 1999 Tata Plaza berganti nama
menjadi Millenium Plaza.

Sun Plaza, terletak di dekat Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Cambridge City Square, di atasnya terdapat 4 bangunan yang berupa apartemen.

Thamrin Plaza, terletak di Medan Area, Medan.

Perisai Plaza, sejak tahun 2006 Perisai Plaza mulai tutup secara perlahan.

Olympia Plaza, salah satu plaza tertua di Medan (yang masih dibuka), bersebelahan
dengan Medan Mall. Namun kini sudah tidak beroperasi sebagai pusat perbelanjaan
modern. Olympia Plaza saat ini lebih sebagai tempat grosir pakaian, sepatu dan
barang pecah belah)
Brastagi Mall, awalnya bernama Price Mart. Selanjutnya berganti nama menjadi The
Club Store. Setelah direnovasi, plaza ini berganti nama menjadi Mall The Club Store.
Dan akhirnya berganti nama menjadi Brastagi Mall.

Hong Kong Plaza - Novotel Soechi

Macan Group (Macan Yaohan, Macan Syariah, Macan Mart, Macan Mart Syariah)

Makro

Yuki Pasar Raya

Yuki Simpang Raya

Yanglim Plaza

Pasar
Pusat Pasar, salah satu pasar tradisional tua di Medan yang sudah ada sejak zaman
kolonial. Menyediakan beragam kebutuhan pokok dan sayur mayur.

Pasar Petisah. pemerintah kota menggabungkan pasar tradisional dan pasar modern.
Tak heran jika sekarang tampilannya tidak kumuh dan becek seperti pasar tradisional
umumnya. Pasar Petisah menjadi acuan berbelanja yang murah dan berkualitas.

Pasar Beruang, terletak di Jalan Beruang.

Pasar Simpang Limun, salah satu pasar tradisonal yang cukup tua dan menjadi merek
dagang kota Medan. Terletak di persimpangan Jalan Sisingamangaraja dan Jalan
Sakti Lubis. Saat ini sedang dalam tahap penataan untuk mengatasi kemacetan lalu
lintas akibat kesibukan pasar ini.

Pasar Ramai, pasar ini terletak di Jalan Thamrin yang bersebelahan dengan Thamrin
Plaza.

Pasar Simpang Melati, pasar ini terkenal sebagai tempat perdagangan pakaian bekas
dan menjadi lokasi favorit baru para pemburu pakaian bekas setelah Pasar
Simalingkar dan Jl. Pancing. Pasar Simpang Melati ramai dikunjungi pada akhir
pekan.

Pasar Ikan Lama, meskipun memiliki nama pasar ikan tetapi nyatanya tidak ada satu
ekor ikan pun yang dijual di pasar ini. Pasar ini menjadi pemasaran tekstil yang
cukup terkenal, bahkan tak jarang dijadikan sebagai obyek kunjungan wisata bagi
para turis asing.

Wisata Kuliner
Kesawan Square, sejak 16 November 2007 tempat ini ditutup.

Merdeka Walk, pusat jajanan 24 jam yang terletak di Lapangan Merdeka Medan dan
tepat berada di seberang Balai Kota Medan.

Ramadhan Fair, khusus dibuka pada saat bulan puasa (Ramadhan) terletak
bersebelahan dengan Mesjid Raya Medan.

Jalan Semarang, masakan Tionghoa pada malam hari.

Jalan Pagaruyung, masakan India & Indonesia di daerah "Kampung Keling"


("Kampung Madras").

Jalan Dr. Mansyur (Kampus USU), pilihan berbagai kafe yang menawarkan beragam
hidangan.

Olahraga
Beberapa klub olah raga yang terdapat di Medan antara lain PSMS Medan (sepak bola),
Medan Jaya (sepak bola) dan Angsapura Sania (basket). Gelanggang olah raga yang terdapat
di Medan antara lain Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga dan GOR Angsapura.
Sedangkan Lapangan untuk berolah raga (Jogging, dll) bisa menggunakan Lapangan
Merdeka dan Lapangan Persit Chandra Kirana yg terletak di Jalan Gaperta.

Kota kembar
Beberapa kota di Asia telah mendorong pembentukan Persatuan Kota Kembar, antara Medan
dengan:

Penang, Malaysia (1984)

Ichikawa, Jepang (1989)

Kwangju, Korea Selatan (1997)

Chengdu, Republik Rakyat Cina

Melbourne, Australia

Chicago, Amerika Serikat

Forum ini telah menjadi ajang saling tukar-menukar informasi dan perundingan untuk
membincangkan berbagai masalah ekonomi dan perkotaan.
Berbagai kerangka kerjasama antara kota bersaudara, kenyataannya terus berkembang dalam
bidang-bidang yang semakin luas, baik sosial maupun pendidikan. Di bidang sosial, misalnya
Ichikawa memanfaatkan forum ini untuk membantu pengadaan alat bantu pendengaran untuk
melengkapi kemudahan kesehatan kota Medan. Di bidang pengembangan sumber daya
manusia, Ichikawa juga memberikan bantuan latihan bagi Pemerintah Kota Medan dalam
bentuk magang, termasuk mengadakan program pertukaran pelajar diantara kedua kota.

Hal yang sama juga berlangsung antara Medan dengan kota kembar lainnya, baik Kwangju
maupun Pulau Pinang. Di bidang perdagangan, forum ini telah menguruskan Pameran
Perdagangan Kota Kembar (Sister City Trade Fair) yang bertaraf internasional, sehingga
mampu mendorong pertemuan pengusaha-pengusaha kota masing-masing. Dengan nyata, hal
ini mampu mendorong peningkatan perdagangan dan pelaburan di kota masing-masing di
samping memberikan kepastian dan perluasan pasaran produk yang dihasilkan.
Keberkesanan forum ini juga telah memunculkan minat kota-kota lainnya di Asia seperti
Chennai, India untuk memasuki persatuan ini.

Tokoh
Tokoh terkenal yang lahir di Medan:

Peter Alma, seniman Belanda

Chairil Anwar, penyair termasyur di Indonesia

Jan Gualtherus van Breda Kolff, pemain sepak bola Belanda

Tom Degenaars, insinyur dan rohaniwan Belanda

Let. Jend. Djamin Ginting, Mantan Panglima Kodam I/BB

Tengku Amir Hamzah, Pujangga

Burhanuddin Harahap, Perdana Menteri Indonesia ke-9

Kees Hoving, perenang Belanda

Cees Korvinus, politikus dan advokat Belanda

Bernardus Cornelis Johannes Lievegoed, dokter dan pengarang Belanda

Djaga Sembiring Depari, komponis


John Juanda, pemain poker Amerika Serikat

Guru Patimpus Sembiring Pelawi, pendiri Kota Medan

Amir Sjarifuddin, Perdana Menteri Indonesia ke-2

Soegiarto, Menteri Negara BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu

Babs van Wely, ilustrator Belanda

Ruhut Sitompul, pengacara dan politikus terkenal di Indoneisa

Referensi
1. Pemko Medan - Lambang Kota Medan. Diakses pada 28 Mei 2010.

2. "Pelantikan Walikota Medan diwarnai Demonstrasi", Detikcom, 26 Juli 2010. Diakses pada
26 Juli 2010.

3. "Ribuan orang hadiri pelandikan Walikota Medan", Okezone, 26 Juli 2010. Diakses pada 26
Juli 2010.

4. "Drs Rahudman Harahap MM-Drs T Dzulmi Eldin Dilantik, Warga Kota Optimis, Medan
Semakin Tertata dan Maju", Harian Sinar Indonesia Baru, 26 Juli 2010. Diakses pada 26 Juli
2010.

5. "Penduduk Hasil SP 2010", BPS Kota Medan, 19 Agustus 2010. Diakses pada 25 Agustus
2010.

6. "Hasil Sensus Penduduk 2010 : Jumlah Penduduk Sumut 12.985.075 Jiwa", Harian Sinar
Indonesia Baru, 18 Agustus 2010. Diakses pada 25 Agustus 2010.

7. "Penduduk Sumut paling padat di Medan", 17 Agustus 2010. Diakses pada 25 Agustus 2010.

8. BPS Kota Medan - Jumlah Penduduk & Kepadatan Penduduk Kota Medan tahun 2009.
Diakses pada 5 Juli 2010.

9. Indikator Statistik Esensial Provinsi Sumatera Utara 2009, Badan Pusat Statistik Sumatera
Utara, Januari 2009, diakses 9 Januari 2010

10.Perret, Daniel. Kolonialisme dan Etnisitas, Batak dan Melayu di Sumatera Timur Laut.
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 278.

11.Website Pemko Medan. Diakses pada 27 Desember 2010.

12.Gubsu jadi Walikota Medan - Waspada Online. Diakses pada 11 Maret 2010.

13."KPU: Rahudman-Eldin, Walikota dan Wakil Walikota Medan", Harian Analisa, 20 Juni
2010. Diakses pada 5 Juli 2010.

14.(id) Orang Melayu di Kota Medan.


15.DI, Peradin, Ikatan Notaris Cabang Medan, PWI, 1980.

16.(en) Medan City, Education. Diakses pada 12 Maret 2010.

Daftar pustaka
(id) Suti, Bayo Medan Menuju Kota Metropolitan (Yayasan Potensi
Pengembangan Daerah, Medan, 1979)

Selat Malaka

Kabupaten Deli Kabupaten Deli


Serdang Kota Medan Serdang

Kabupaten Deli
Serdang

Kota-kota besar di Indonesia


Provins Populas Provins Populas
Kota Kota
i i i i
DKI 9.588.19 Jawa 1.751.69
Jakarta 7 Depok
Jakarta 8 Barat 6
Jawa 2.765.90 Semaran Jawa 1.553.77
Surabaya 8
Timur 8 g Tengah 8
Sumate
Jawa 2.417.58 Palemba 1.452.84
Bandung 9 ra
Barat 4 Kota Medan ng 0
Selatan
Sulawe
Jawa 2.378.21 1 Makassa 1.339.37
Bekasi si
Barat 1 0 r 4
Selatan
Medan Sumate 2.109.33 1 Tangeran Banten 1.303.56
ra Utara 9 1 g Selatan 9
Tangeran 1.797.71 1 Jawa
Banten Bogor 952.406
g 5 2 Barat

Kota Medan, Sumatera Utara

Kecamata Medan Amplas • Medan Area • Medan Barat • Medan Baru • Medan Belawan •
n Medan Deli • Medan Denai • Medan Helvetia • Medan Johor • Medan Kota • Medan
Labuhan • Medan Maimun • Medan Marelan • Medan Perjuangan • Medan Petisah •
Medan Polonia • Medan Selayang • Medan Sunggal • Medan Tembung • Medan
Timur • Medan Tuntungan

Sumatera Utara
Pusat pemerintahan: Kota Medan
Asahan · Batubara · Dairi · Deli Serdang · Humbang Hasundutan · Karo ·
Kabupate
Labuhanbatu · Labuhanbatu Selatan · Labuhanbatu Utara · Langkat · Mandailing
n
Natal · Nias · Nias Barat · Nias Selatan · Nias Utara · Padang Lawas · Padang
Lawas Utara · Pakpak Bharat · Samosir · Serdang Bedagai · Simalungun ·
Tapanuli Selatan · Tapanuli Tengah · Tapanuli Utara · Toba Samosir
Binjai · Gunungsitoli · Medan · Padang Sidempuan · Pematangsiantar · Sibolga ·
Kota
Tanjungbalai · Tebing Tinggi
Lihat pula: Daftar kabupaten dan kota Indonesia
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan"

Foto Jembatan Rangka Baja di Medan


Jalan ...........
...............................................................................
Jalan
Jalan
Jalan