Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

KASIAT BUAH KURMA DAN DAUN UBI JALAR UNTUK MENINGKATKAN


TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH

PKM GT

Diusulkan oleh:

Ni Wayan Pitriani (0911031619/2009)

Ni Putu Mita Ardani (0911031078/2009)

Ni Made Widya Mahadiani (0911031641/2009)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

SINGARAJA

2010
LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : Kasiat Buah Kurma dan Daun Ubi Jalar untuk Meningkatakan
Trombosit pada Penderita Demam Berdarah
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI (√) PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Ni Wayan Pitriani
b. NIM : 0911031619
c. Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
d. Universitas : Undiksha Singaraja
e. Alamat Rumah dan No. HP : BTN banyuning Indah b20
085739071377
f. Alamat email : pitriani@.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap : Dr. MG. Rini Kristiantari, M.Pd
b. NIP : 19590321 198303 2 003
c. No. HP : 081555615965

Singaraja, 1 Maret 2010


Menyetujui,
Ketua Jurusan Ketua Pelaksana Kegiatan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Drs. Ign I Wayan Suwatra,M.Pd


Ni Wayan Pitriani
Ni Made Widya Mahadiani
Nim. 0911031619
NIP. 19560423 198303 1 002

Mengetahui,
a.n Rektor Undiksha Dosen Pendamping
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan,

Drs. I Putu Sriartha, M.S. Dr..MG.RiniKristiantari, M.Pd


NIP. NIP. 19590321 198303 2 003

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nyalah penulisan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tulis (PKM-GT) yang
berjudul “ Kasiat Buah Kurma dan Daun Ubi Jalar untuk Meningkatkan Trombosit pada Penderita
Demam Berdarah” dapat selesai tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kelancaran penelitian, antara lain kepada Ibu Dr. MG. Rini Kristiantari, M.Pd,
selaku dosen pendamping, dan semua pihak yang telah membantu pembuatan PKM-GT ini.
Penulis menyadari bahwa apa yang penulis sajikan dalam KKTM ini masih jauh dari
sempurna. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca demi kebaikan dan kesempurnaan penulisan ini. Namun demikian, penulis berharap
karya tulis ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Gianyar, 21 Februari 2011

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
LEMBAR PENGESAHAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .iii
DAFTAR ISI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .iv
RINGKASAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .v
PENDAHULUAN
Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Tujuan Penulisan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Manfaat Penulisan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Landasan Teori. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
GAGASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .4
IMPLEMENTASI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .7
KESIMPULAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
SARAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
Daftar Pustaka
RINGKASAN
Salah satu dampak dari pemanasan global adalah cuaca yang tidak menentu. Perubahan
cuaca seperti ini mengakibatkan daya tahan tubuh kita melemah sehingga mudah terserang
penyakit. Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat adalah demam berdarah
yang disebabkan oleh suatu virus yaitu infeksi virus dengue yang menyebabkan gangguan pada
pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan-
perdarahan yang kita kenal dengan istilah DBD (Demam Berdarah Dengue). Pada penderita
DBD trombosit (keping darah) akan menurun sangat drastis sehingga menyebabkan perdarahan.
Dalam kasus DBD sering pula dilakukan transfusi trombosit atau mengkonsumsi obat yang yang
dapat meningkatkan trombosit. Hal tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, belum
lagi efek samping yang ditimbulkan.
Transfusi trombosit mengundang resiko cukup tinggi, ada kemungkinan pasien akan
mengalami infeksi berbagai virus, terutama bila (komponen) darah tidak melalui proses
screening. Permasalahan lain yang memicu tingginya angka kematian akibat penyakit ini adalah
kurang tanggapnya masyarakat terhadap gejala-gejala penderita DBD. Mengatasi kasus seperti
ini transfusi trombosit sebenarnya tidak perlu dilakukan. Pasien hanya mengalami kekurangan
cairan, sehingga penanganannya dengan memberikan infus cairan elekrolit. Cairan ini berfungsi
untuk mengencerkan darah sehingga darah tidak pekat dan oksigen dapat dialirkan. Komponen
darah yang bertugas mengalirkan oksigen itu adalah eritrosit (sel darah merah). Sementara
trombosit sebagai pencegah perdarahan, leukosit (sel darah putih) untuk pertahanan hidup, dan
plasma darah untuk pembekuan darah.
Dimasa sekarang, saat kebanyakan manusia sibuk dan mempunyai banyak aktivitas, sehingga
menginginkan sesuatu yang serba cepat atau instan dan dapat bertahan lama, salah satunya
adalah produk makanan atau minuman,maka dalam penanganan kasus DBD ini pun masyarakat
kebanyakan hanya mengandalkan cairan siap saji yang banyak dijual di swalayan maupun toko-
toko untuk meningkatkan trombosit yang belum tentu terbebas dari zat-zat kimia buatan yang
dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
Mengingat hal tersebut maka penulis ingin memberikan solusi kepada masyarakat yaitu,
dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit pada
penderita demam berdarah. Yaitu dengan menggunakan buah kurma, atau dapat pula dengan
menggunakan bahan yang lebih murah dan sangat mudah didapat yaitu daun ubi jalar.
KASIAT BUAH KURMA DAN DAUN UBI JALAR UNTUK MENINGKATKAN
TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Salah satu dampak dari pemanasan global adalah cuaca yang tidak menentu seperti yang
dapat kita rasakan saat ini musim penghujan tidak hanya datang pada akhir tahun melainkan
berlanjut hingga saat ini. Kadang kita merasa sangat panas namun kemudian hujan turun dengan
derasnya. Perubahan cuaca seperti ini mengakibatkan daya tahan tubuh kita melemah sehingga
mudah terserang penyakit.
Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat adalah demam berdarah.
Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yaitu infeksi virus dengue yang menyebabkan gangguan
pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan
perdarahan-perdarahan yang kita kenal dengan istilah DBD (Demam Berdarah Dengue). Vektor
yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes Aegypti. Pada penderita DBD
trombosit (keping darah) akan menurun sangat drastis sehingga menyebabkan perdarahan.
Dalam kasus DBD sering pula dilakukan transfusi trombosit atau mengkonsumsi obat yang yang
dapat meningkatkan trombosit. Hal tersebut tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, belum
lagi efek samping yang ditimbulkan.
Transfusi trombosit mengundang resiko cukup tinggi, ada kemungkinan pasien akan
mengalami infeksi berbagai virus, terutama bila (komponen) darah tidak melalui proses
screening.
Permasalahan lain yang memicu tingginya angka kematian akibat penyakit ini adalah
kurang tanggapnya masyarakat terhadap gejala-gejala penderita DBD. Sebagian besar dari kita
akan mengganggap panas biasa sehingga hanya melakukan perawatan dirumah saja. Namun
ketika panas tidak kunjung reda atau setelah terjadi perdarahan barulah di bawa kerumah sakit.
Saat hal itu terjadi dinding pembuluh darah penderita menjadi mudah ditembus cairan tubuh.
Akibatnya air dari pembuluh darah akan masuk ke dalam jaringan. Pembuluh darah pun menjadi
kekurangan cairan dan oksigen. Bila terus berlanjut penderita akan mengalami shock, yang dapat
menggiring pasien ke arah kematian .
Mengatasi kasus seperti ini transfusi trombosit sebenarnya tidak perlu dilakukan. Pasien
hanya mengalami kekurangan cairan, sehingga penanganannya dengan memberikan infus cairan
elekrolit. Cairan ini berfungsi untuk mengencerkan darah sehingga darah tidak pekat dan oksigen
dapat dialirkan. Komponen darah yang bertugas mengalirkan oksigen itu adalah eritrosit (sel
darah merah). Sementara trombosit sebagai pencegah perdarahan, leukosit (sel darah putih)
untuk pertahanan hidup, dan plasma darah untuk pembekuan darah.
Pada penderita DBD penurunan trombosit ini biasa terjadi pada hari keempat sampai
kelima. Penurunan berlangsung selama 3-4 hari. Namun jumlah trombosit akan meningkat
kembali setelah pasien diberikan cairan dalam jumlah cukup.
Selain cairan infus, cairan yang sering diberikan kepada penderita DBD adalah cairan
siap saji yang banyak dijual di swalayan maupun toko-toko yang belum tentu terbebas dari zat-
zat kimia buatan yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Mengingat hal
tersebut maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi ramuan
tradisional yang terbuat dari bahan alami yang mudah didapat dan tidak menimbulkan efek
samping.
Dari paparan tersebut maka penulis mengangkat judul “Kasiat Kurma dan Ubi Jalar untuk
Meningkatkan Trombosit pada Penderita Demam Berdarah”

Rumusan Masalah
1. Apa khasiat daun ubi jalar dan buah kurma bagi kesehatan?
2. Bagaimana proses pembuatan ramuan kurma dan daun ubi jalar untuk meningkatkan
trombosit pada penderita demam berdarah?

Tujuan
1. Untuk mengetahui khasiat daun ubi jalar dan buah kurma bagi kesehatan.
2. Untuk mengetahui proses pembuatan ramuan kurma dan daun ubi jalar untuk
meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah.

Manfaat
1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang khasiat buah kurma dan daun ubi jalar
yang merupakan obat tradisional dan berguna untuk menambah trombosit.
2. Masyarakat dapat memanfaatkan tanaman sebagai obat sehingga terhindar dari dampak
negatif mengkonsumsi obat kimia buatan.

Landasan Teori
Tanaman kurma telah menjadi identitas negara Gurun Pasir, dan seolah-olah menjadi
mitos hanya bisa bisa hidup di Gurun Pasir. Pohon kurma memang begitu banyak terdapat di
Arab akan tetapi buah kurma telah dikonsumsi masyarakat dunia, termask Indonesia
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea Batatas.L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Ubi
jalar adalah pembersih usus dan menciptakan enzim demi kestabilan pembelahan sel. Di Asia
selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran yang kaya akan serat.

1. Buah Kurma
a. Klasifikasi ilmiah Buah Kurma:
• Kerajaan : Plantae
• Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
• Kelas : Lilipsida (monokotil)
• Ordo : Arecales
• Familli : Arecaceae
• Genus : Phoenix
• Species : P. dactylifere

b. Kandungan buah kurma


1. Vitamin A
Untuk memelihara kulit dan mata agar selalu sehat
2. Riboflavin dan niasin
Untuk membantu mengolah produksi energy yang berasal dari makanan.
3. Kadar besi
Mengatur pembentukan hemoglobin pada sel darah merah dan mencegah anemia.
4. Kalsium dan Pospat
Untuk mengatur kepadatan tulang pada anak-anak
5. Kadar energi yang tinggi
Cocok untuk olahragawan dan pekerja berat.
6. Mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
7. Tiamin
Untuk membantu melepaskan energy dari karbohidrat dan sangat penting bagi sel – sel
saraf.
8. Glukosa
Sama dengan jenis gula sederhana yang terdapat dalam tubuh.
9. Fruktosa
Gula yang biasanya terdapat dalam sebagian besar buah – buahan.
c. Manfaat buah kurma
1. Efektif meningkatkan kadar trombosit bagi penderita DBD
2. Jika dimakan tanpa membuang kulitnya , dapat melancarkan peredaran dan mencegah
peradangan usus.
3. Kurma berperan untuk membantu dalam pembentukan darah dan sumsum tulang bagi
bayi yang disusui.

2. Daun Ubi Jalar


a. Klasifikasi ilmiah Ubi Jalar
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionto (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Magnoliophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliopsida (dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Familli : Convolvulaceae (kangkung-kangkungan)
Genus : Pomoea
Spesies : Ipomoea Batatas Poir
b. Kandungan pada ubi jalar adalah protein, lemak, karbohidrat, kalori, serat, abu, kalsium,
fospor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C, dan asam nikotinat. Ubi jalar memiliki sifat kimia
manis, dingin, astingen. Selain hal tersebut daun ubi jalar juga mengandung Polifeol. Menurut
dr Arijanto Djonosewodjo SpPD, ahli penyakit dalam dan herbalis di RSUD Dokter Sutomo,
Surabaya, kandungan polifenol dalam daun ubijalar berperan sebagai antioksidan untuk
memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terdongkrak mampu
melawan virus yang menyerang tubuh. Rebusan herbal biasanya berguna jika trombositnya
belum turun sekali, di bawah 50.000.Hasil riset Dr Shahidul Islam, peneliti dari Universitas
Arkansas, Amerika Serikat, menunjukkan setiap 100 gram daun ubijalar segar kultivar suioh
mengandung 117 mg kalsium, 1,8 mg besi, 3,5 mg karoten. Selain itu daun Ipomoea batatas
itu juga mengandung 7,2 mg vitamin C, 1,6 mg vitamin E, dan 0,5 mg vitamin K, vitamin B,
betakaroten, serta protein.Hasil riset itu membuktikan bahwa daun ubijalar kaya akan
kandungan 15 antosianin dan 6 jenis polifenol dan asam fenolik. Asam fenolik yang
terkandung seperti dicaffeoilqynat, asam dicaffeoilquinat, mokodaffeoilquinat, dan kaffeat.
Menurut Shahidul kandungan antosianin dan polifenol dalam ubijalar berguna sebagai
antioksidan, antiperadangan, bahkan antikanker.
GAGASAN

Dimasa sekarang, saat kebanyakan manusia sibuk dan mempunyai banyak aktivitas,
sehingga menginginkan sesuatu yang serba cepat atau instan dan dapat bertahan lama, salah
satunya adalah produk makanan atau minuman. Produk makanan instan atau produk yang
mengandung kolesterol dan juga zat tambahan atau zat additive (zat pewarna, pengawet, penguat
rasa seperti MSG) sangat berlimpah tersedia dipasaran, kita kadang tak menyadari sangat
seringnya kita mengkonsumsi produk-produk tersebut, minimal mengandung pengawet dan
penguat rasa. Akumulasi bahan bahan ini dapat menstimulasi dan menyebabkan timbulny
penyakit. Disamping itu dampak dari pemanasan global adalah perubahan cuaca yang tidak
menentu. Berbagai penyakit pun timbul dalam keadaan seperti ini. Salah satunya adalah demam
berdarah.

Pada penderita DBD trombosit (keping darah) akan menurun sangat drastis sehingga
menyebabkan perdarahan. Mengingat paparan di atas mengenai aktivitas manusia menginginkan
sesuatu yang serba cepat atau instan dan dapat bertahan lama, salah satunya adalah produk
makanan atau minuman, maka dalam penanganan kasus DBD ini pun masyarakat kebanyakan
hanya mengandalkan cairan siap saji yang banyak dijual di swalayan maupun toko-toko untuk
meningkatkan trombosit yang belum tentu terbebas dari zat-zat kimia buatan yang dapat
memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Adapun zat-zat berbahaya tersebut antara lain,
pengawet. Pengawet adalah bahan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi,
pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan mikroorganisme. Zat
pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. Ada dua
jenis pengawet makanan yaitu alami dan sintetik (buatan). Pengawet yang paling aman adalah
bahan-bahan alam, misalnya asam cuka (untuk acar), gula (untuk manisan), dan garam (untuk
asinan ikan/telur). Selain itu beberapa bahan alam misalnya saja penambahan air jeruk atau air
garam yang dapat digunakan untuk menghambat terjadinya proses reaksi waktu coklat (browing
reaction) pada buah apel.

Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh
negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk
yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu
ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain “food additive”.

Penggunaan bahan makanan pangan tersebut di Indonesia telah ditetapkan oleh


pemerintah berdasarkan Undang-undang, Peraturan Menteri Kesehatan dan lain-lain disertai
dengan batasan maksimum penggunaannya. Di samping itu UU Nomor 7 tahun 1996 tentang
Pangan Pasal 10 ayat 1 dan 2 beserta penjelasannya erat kaitannya dengan bahan tambahan
makanan yang pada intinya adalah untuk melindungi konsumen agar penggunaan bahan
tambahan makanan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan.

Namun demikian penggunaan bahan tambahan makanan tersebut yang melebihi ambang
batas yang ditentukan ke dalam makanan atau produk-produk makanan dapat menimbulkan efek
sampingan yang tidak dikehendaki dan merusak bahan makanan itu sendiri, bahkan berbahaya
untuk dikonsumsi manusia. Semua bahan kimia jika digunakan secara berlebih pada umumnya
bersifat racun bagi manusia. Tubuh manusia mempunyai batasan maksimum dalam mentolerir
seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan yang disebut ADI atau Acceptable Daily
Intake. ADI menentukan seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan setiap hari yang
dapat diterima dan dicerna sepanjang hayat tanpa mengalami resiko kesehatan. ADI dihitung
berdasarkan berat badan konsumen dan sebagai standar digunakan berat badan 50 kg untuk
negara Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Satuan ADI adalah mg bahan
tambahan makanan per kg berat badan. Contoh: ADI maksimum untuk B-karoten = 2,50 mg/kg,
kunyit (turmerin) = 0,50 mg/kg dan asam benzoat serta garam-garamnya = 0,5 mg/kg.

Ada beberapa jenis pewarna makanan yang beredar saat ini. Ada yang buatan (sintetik),
ada yang alami (natural). Pewarna sintetik biasanya terbuat dari bahan kimia, seperti tartrazin
untuk warna kuning, blilliant blue untuk warna biru, alura red untuk warna merah, dan
seterusnya. Sedangkan pewarna alami biasanya diekstrak dari tanaman atau mikroba, seperti
klorophil (hijau), xanthaxanthine (merah) dan sebagainya. Pada umumnya pewarna sintetis ini
tidak mengandung bahan haram, tetapi kurang sehat apabila dipakai berlebihan. Ia dapat
berdampak buruk pada kesehatan. Sebaliknya pewarna alami lebih aman dan tidak menimbulkan
efek negatif bagi kesehatan. Namun demikian pewarna jenis ini perlu dikaji, apakah
mengandung bahan haram atau tidak. Sebab biasanya pewarna ini kurang stabil, sehingga perlu
bahan tambahan untuk membuat lebih stabil. Bahan tambahan inilah yang perlu diwaspadai.
Misalnya penggunaan gelatin sebagai bahan pelapis (micro enkapsulasi) pada pewarna
xanthaxanthine.

Masih rendahnya pengetahuan masyarakat soal mutu dan keamanan pangan


menyebabkan maraknya kasus keracunan makanan. Hal ini diperparah dengan berbagai jenis
bahan tambahan makanan (BTM) yang bersumber dari produk-produk senyawa kimia dan
turunannya. Mengingat beredarnya beberapa bahan tambahan makanan yang berisiko,
hendaknya konsumen lebih kritis dan berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi aneka
makanan yang ada. Atau dapat membiasakan dengan menambahkan bahan tambahan makanan
alami semisal kunyit, daun pandan dan lain sebagainya. Sebagai konsumen, tentunya kita
mempunyai hak untuk memperoleh kebutuhan pokok yang memadai, mendapatkan keamanan
dari makanan dan minuman yang kita akan konsumsi. Bila konsumen mengalami kerugian dalam
mengonsumsi makanan dan minuman, dapat mengajukan klaim pada instansi yang berwenang.
Dalam hal ini instansi yang berwenang tersebut adalah Direktorat Pengawasan Obat dan
Makanan, dan Departemen Kesehatan.

Masyarakat konsumen sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dan atau minuman yang tidak
mencantumkan batas tanggal kedaluwarsa. Ada beberapa informasi penting yang harus
diketahui konsumen. Pertama, harga, konsumen berhak mendapatkan informasi dan
membandingkannya dengan informasi lain sehingga ia dapat membeli dengan harga sesuai daya
beli mereka. Kedua, label, sebelum mengonsumsi makanan, konsumen perlu memperhatikan
informasi pada kemasan atau label produksi yang harus meliputi nama produk, daftar bahan
yang digunakan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen dan tanggal kadaluwarsa.
Pemberian label pada makanan kemasan itu bertujuan agar konsumen mendapatkan informasi
yang benar dan jelas tentang produk tersebut. Ketiga, kemasan dan perubahan fisik, produk
makanan dengan kemasan yang sudah rusak tidak layak dikonsumsi. Perhatikan jika bau tidak
sedap, perubahan warna, bentuk, dan rasa adalah tanda-tanda makanan dalam kemasan telah
rusak.

Secara umum bahan pewarna yang sering digunakan dalam makanan olahan terbagi atas
pewarna sintetis (buatan) dan pewarna natural (alami). Pewarna sintetis pada umumnya terbuat
dari bahan-bahan kimia. Misalnya tartrazin untuk warna kuning, allura red untuk warna merah,
dan seterusnya. Kadang-kadang pengusaha yang nakal juga menggunakan pewarna bukan
makanan (non food grade) untuk memberikan warna pada makanan. Misalnya saja penggunaan
rhodamin B yang sering digunakan untuk mewarnai terasi, kerupuk dan minuman sirup.
Penggunaan pewarna jenis ini tentu saja dilarang keras, karena bisa menimbulkan kanker dan
penyakit-penyakit lainnya. Bahan pewarna sintetis yang boleh digunakan untuk makanan (food
grade) pun harus dibatasi jumlahnya. Karena pada dasarnya, setiap benda sintetis yang masuk ke
dalam tubuh kita akan menimbulkan efek. Beberapa negara maju, seperti Eropa dan Jepang
bahkan telah melarang penggunaan pewarna sintetis tersebut. Misalnya saja pewarna tartrazine,
telah mulai ditinggalkan oleh negara tertentu. Mereka lebih merekomendasikan pewarna alami,
seperti beta karoten.

Mengingat hal tersebut maka penulis ingin memberikan solusi kepada masyarakat yaitu,
dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit pada
penderita demam berdarah. Yaitu dengan menggunakan buah kurma, atau dapat pula dengan
menggunakan bahan yang lebih murah dan sangat mudah didapat yaitu daun ubi jalar.

Adapun beberapa keunggulan menggunakan obat yang terbuat dari bahan alami atau herbal
adalah sebagai berikut:

1. Tidak ada efek samping

Obat herbal adalah produk alami yang ditemukan di alam dan benar-benar bebas dari semua jenis
efek samping. Orang Indonesia telah berabad-abad meminum berbagai macam jamu tradisional
dan belum pernah tercatat ada kasus efek samping yang mematikan. Namun Anda tetap perlu
berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional diproduksi tidak secara higienis dan bahkan
dicampur zat-zat kimia sehingga berbahaya bagi tubuh. Dalam hal ini yang berbahaya bukan
jamunya, namun kontaminasi jamur dan zat tambahannya.

2. Bebas toksin

Obat farmasi adalah racun. Anda tidak boleh mengkonsumsinya sembarangan. Obat herbal
bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek
meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).

3. Mudah diproduksi

Obat herbal adalah hasil pengolahan yang sederhana atas akar, umbi, buah, bunga, kulit kayu dan
bagian tanaman lainnya. Kesederhanaan prosesnya membuat pengolahan obat herbal tidak
memerlukan teknologi canggih dan modal riset yang besar.
Banyak obat herbal yang diproduksi oleh usaha rumah tangga yang dipasarkan dari pintu ke
pintu. Berkat internet, kini distribusi obat herbal semakin mudah dan mendunia.

4. Menghilangkan akar penyebab penyakit

Obat herbal tidak hanya berkhasiat menyembuhkan gejala penyakit, tetapi juga
menghilangkannya hingga ke akar penyebabnya. Hal ini karena efek obat herbal bersifat holistik
(menyeluruh) sehingga tidak hanya berfokus pada penghilangan penyakit tapi juga pada
peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

5. Bisa dibeli siapa saja dan di mana saja

Siapa pun boleh membeli obat herbal di mana pun. Anda tidak perlu resep dokter atau pergi ke
apotik untuk membelinya. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter bila
mengkonsumsi obat herbal bersamaan dengan obat farmasi karena dikhawatirkan terjadi
interaksi obat.

6. Murah

Dibandingkan dengan obat-obatan farmasi, obat herbal relatif lebih murah. Hal ini karena obat
herbal tidak perlu membayar biaya paten atau dana riset yang besar. Di masa mendatang, harga
obat-obatan herbal bahkan dapat jauh lebih murah bila skala produksinya lebih efisien.

7. Multi-khasiat

Obat herbal dapat digunakan untuk pengobatan lebih dari satu penyakit.

IMPLEMENTASI
Penerapanan dari penggunaan kurma dan daun ubi jalar untuk meningkatkan jumlah trombosit
dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Pengolahan buah kurma menjadi sari kurma
a. Bahan
- Buah Kurma
- Air hangat
- Gula non kalori
b. Alat
- Blender
- Sendok
- Gelas
c. Cara kerja
1. Bersihkan buah kurma dan hilangkan bijinya
2. Siapkan blender
3. Masukkan buah kurma secukupnya lalu
4. tambahkan air hangat 1 gelas dan sedikit
5. gula non kalori ( sesuai selera )
6. Blender hingga menjadi halus
7. Setelah itu saring sari buah kurma tersebut
8. Sari buah kurma kurma siap dikonsumsi.

2. Pengolahan Daun Ketela Rabat


a. Bahan :
- Air (1 setengah gelas )
- Daun ketela rambat yang masih muda (5 helai)
b. Alat :
- Panci
- Kompor
- Saringan
- Gelas
c. Cara Kerja :
1. Cuci daun ketela rambat yang masih muda terlebih dahulu.
2. Panaskan air 1 setengah gelas , lalu masukkan daun ketela rambat rebus hingga
berwarna hijau.
3. Setelah matang tunggu sampai hangat,
4. Lalu disaring dan akan menghasilkan gelas air daun ketela rambat.
5. Air daun ketela rambat siap diminum.

KESIMPULAN
Ternyata banyak sekali obat-obatan tradisional yang sangat berkhasiat bagi tubuh kita
salah satunya adalah dengan memanfaatkan buah kurma, selain itu ada yang lebih murah
dengan hasil yang sangat memuaskan yaitu dengan memanfaatkan daun ubi jalar.
SARAN
1. masyarakat sebaiknya mangusahakan kesehatan atau kesembuhan dengan menggunakan
bahan-bahan dari alam seperti memenfaatkan tumbuhan.
2. Masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya kembali ke alam untuk menyembuhkan
berbagai penyakit. Alam dari dulu sebenarnya telah menyediakan berbagai macam obat
yang selama ribuan tahun dimanfaatkan manusia secara turun-temurun. Manusia
modern-lah yang kemudian cenderung mengabaikan anugerah alam tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Akhyar,Salman.2004. Biologi Untuk SMA Kelas 1.Bandung : Grafindo Media Utama

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2006/09/05/got-an-ant-problem-use-
aspartame.aspx

http://proliberty.com/observer/20060612.htm

http://www.newswithviews.com/NWVexclusive/exclusive27.htm

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2004/01/07/aspartame-disease-part-
two.aspx
CURRICULUM VITAE

Nama : Ni Wayan Pitriani

Tempat/ tanggal lahir : Celuk, 16 April 1991

NIM : 0911031619

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas : Ilmu Pendidikan

Perguruan Tinggi : Universitas Pendidikan Ganesha

Alamat : Br. Celuk Sukawati

Karya tulis:
CURRICULUM VITAE

Nama : Ni Made Widya Mahadiani

Tempat/ tanggal lahir : Tabanan 6 oktober 1990

Alamat : 0911031641

Jurusan : Pendidikan guru sekolah dasar

Fakultas : Ilmu Pendidikan

Perguruan Tinggi : Universitas Pendidikan Ganesha

Alamat : btn Banyuning Indah blok b20 Singaraja - Bali

Karya tulis-
CURRICULUM VITAE

Nama : Ni Putu Mita Ardani

Tempat/ tanggal lahir : Kapal ,29 November 1990

Alamat : 0911031078

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar


Fakultas : Ilmu Pendidikan

Perguruan Tinggi : Universitas Pendidikan Ganesha

Alamat : Br. Langon Kapal

Karya tulis yang pernah dibuat: