Anda di halaman 1dari 34

KAWASAN BERIKAT

1. Barang dan bahan yang dimasukkan ke kawasan berikat mendapatkan fasilitas antara
lain:

a. Diberikan BM dan PDRI-nya

b. Ditangguhkan BM dan PDRI-nya

c. Tidak dipungut BM dan PDRI-nya

d. Menaruh jaminan untuk memperoleh pembebasan BM dan PDRI-nya

2. Tujuan lain fasilitas Kawasan Berikat selain meningkatkan daya tarik kepada investor
baik perusahaan PMa,PMDN, dan non PMA/PMDN untuk menananmkan modal di
Indonesia adalah…

a. Memperoleh penerimaan dari BM dan PDRI dari barang dan bahan yang
diimpor ke KB

b. Mendorong ekspor dan meningkatkan penerimaan devisa yang sangat


dibutuhkan dalam perdagangan internasional

c. Menjadikan KB suatu kawasan bebas BM dan PDRI

d. Meningkatkan penerimaan Negara dari bidang impor

3. Barang asal impor yang dimasukkan ke Kawasan Berikat yang harus dilunasi BM dan
PDRI-nya yaitu…

a. Barang konsumsi berupa makanan/minuman

b. Kendaraan bermotor

c. Mesin

d. Peralatan kantor

4. Untuk mendapatkan fasilitas, maka bangunan KB harus memenuhi persyaratan fisik


meliputi:

a. Lokasi KB tidak dapat langsung dimasuki dari jalan umum dan dilalui oleh
kendaraan pengangkut barang

b. Lokasi KB harus berhubungan langsung dengan bangunan lain


c. Lokasi KB mempunyai fasilitas system satu pintu utama untuk pemasukan /
pengeluaran barang ke/dari KB

d. Lokasi KB mempunyai pagar keliling dengan ketinggian vertikal tidak lebih


dari 2,5 meter

5. John adalah investor asal AS yang ingin menyelenggarakan KB di Indonesia,ia akan


mendirikan perusahhan . Agar memperoleh persetujuan, perusahaannya harus telah
mempunyai kawasan yang berlokasi di kawasan industry atau dalam hal tidak ada
kawasan industry, maka kawasan tersebut harus termasuk di dalam rencana kawasan
industry yang ditetapkan oleh:

a. Menteri Perdagangan

b. Menteri Keuangan

c. Pemda tk.I

d. Pemda tk.II

6. Permohonan persetujuan PKB dapat diajukan setelah fisik bangunan berdiri atau
belum berdiri dengan mengajukan permohonan kepada…

a. Menteri Keuangan melalui Dirjen BC

b. Dirjen BC melalui Kepala KPPBC

c. Menteri Keuangan melalui Kepala KPPBC

d. Kepala KPPBC

7. Pengusaha yang akan melakukan kegiatan usaha di KB wajib melaporkan kepada


Dirjen BC atau pejabat yang ditunjuknya dalam waktu ….

a. 7 hari sebelum memulai kegiatannya

b. 14 hari sebelum memulai kegiatannya

c. 30 hari sebelum memulai kegiatannya

d. 60 hari sebelum memulai kegiatannya


8. Pemohon/kuasa mengajukan permohonan untuk memperoleh penetapan sebagai KB
dan persetujuan sebagai PKB atau sebagai PKB merangkap PDKB setelah fisik
bangunan berdiri kepada Menkeu dengan melampirkan hal-hal berikut, kecuali …

a. Fotocopy bukti kepemilikan atau penguasaan bangunan, tempat, atau kawasan


yang mempunyai batas-batas yang jelas

b. Keterangan tertulis dari pemilik kawasan industri atau kawasan peruntukan


industri bahwa perusahaan tersebut berlokasi di kawasan industri atau
kawasan peruntukan industry yang bersangkutan

c. Peta atau lokasi yang akan diusahakan sendiri sebagai PDKB

d. BAP lokasi KB yang dibuat oleh Dirjen atau pejabat yang ditunjuknya

9. Penetapan lokasi sebagai KB dan persetujuan sebagai PKB atau PKB merangkap
PDKB diberikan oleh Menkeu selambat-lambatnya dalam jangka waktu …

a. 7 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

b. 14 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

c. 30 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

d. 60 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

10. Berdasarkan penetapan lokasi sebagai KB dan persetujuan PKB atau PKB merangkap
PDKB yang dikeluarkan oleh Menteri maka PKB merangkap PDKB segera
melaporkan keapada Kepala KPPBC setempat dengan melampirkan…

a. Saldo awal persediaan bahan baku

b. Saldo akhir persediaan bahan baku

c. Saldo awal dan akhir persediaan bahan baku

d. Saldo akhir persediaan barang jadi

11. Berdasarkan penetapan lokasi berdasarkan KB dalam tatacara memperoleh


persetujuan sebagai PKB atau PDKB merangkap PDKB, setelah bangunan berdiri
PKB menyampaiakan laporan kepada…
a. Kepala KWBC

b. Menteri Keuangan

c. Dirjen BC

d. Kepala KPPBC setempat

12. Penolakan penetapan lokasi sebagai PKB dan persetujuan sebagai PKB atau PKB
merangkap PDKB diberikan oleh ….

a. Menteri Keuangan berdasar pendapat Dirjen BC

b. Menteri Keuangan berdasar pendapat Kapala KWBC

c. Dirjen BC berdasar pendapat Menteri Keuangan

d. Kepala KWBC berdasar pendapat Menteri Keuangan

13. Penolakan penetapan lokasi sebagai PKB dan persetujuan sebagai PKB atau PKB
merangkap PDKB diberikan selambat-lambatnya …

a. 30 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

b. 14 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

c. 7 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

d. 60 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh menteri
keuangan

14. Setelah fisik bangunan selesai dibangun dan KB siap operasional KB atau PKB
merangkap PDKB segera melaporkan kepada Kepala Kantor selambat-lambatnya …

a. 2 tahun sejak diberikannya persetujuan PKB atau PDKB merangkap PDKB

b. 1 tahun sejak diberikannya persetujuan PKB atau PDKB merangkap PDKB

c. 2 tahun sejak bangunan selesai

d. 1 tahun sejak bangunan selesai


15. Yang bukan merupakan fasilitas kepabeanan dan perpajakan yang diberikan kepada
perusahaan pemakai fasilitas KB adalah …

a. Atas impor barang dan atau bahan asal impor untuk diolah di PDKB diberikan
penangguhan BM, pembebasan cukai, tidak dipungut PPN dan PPh pasal 22
impor

b. Atas pengiriman barang hasil produksi PDKB ke PDKB lainnya untuk diolah
lebih lanjut tidak dipungut PPN dan PPnBM

c. Atas pemasukan BKC dari DPIL ke PDKB untuk diolah lebih lanjut diberikan
pembebasan

d. Penyerahan pemasukan barang dan atau bahan dari PDKB ke perusahaan


industry dalam rangka subkontrak tidak dipungut PPN dan PPnBM

16. PDKB dapat mengeluarkan barang yang telah diolah dengan tujuan DPIL dengan
menggunakan…

a. BC 2.0

b. BC 2.4

c. BC 2.6

d. BC 2.7

17. Barang yang tidak diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam Kawasan Berikat
adalah…

a. berasal dari impor langsung

b. berasal dari gudang berikat

c. barang hasil ekspor

d. barang dari DPIL

18. Permohonan pemasukan barang modal dan/atau peralatan untuk keperluan


pembangunan /konstruksi/perluasan dan peralatan perkantoran minimal memuat…

a. Nomor dan tanggal pemberian persetujuan PKB atau PKB merangkap


PDKB.
b. Daftar rincian barang yang dibutuhkan meliputi packing list, airway
bill, jumlah, jenis/ tipe dan nilai pabean.

c. jawaban A dan B benar

d. jawaban A dan B salah

19. Selain BC 2.3, pemasukan barang dari TPS ke KB harus dilampiri dengan dokumen
sebagaimana tersebut di bawah ini, kecuali…

a. BC 2.4

b. Bill of Lading atau Air Way Bill

c. Invoice

d. Packing List

20. Pemasukan barang dari TPS ke TPB menggunakan formulir BC 2.3 yang telah
disahkan oleh pejabat bea dan cukai dibuat dalam 3 rangkap diperuntukkan untuk:

a. dokumen perlindungan pengangkutan

b. pejabat bea dan cukai di kawasan berikat

c. untuk biro pusat statistic Jakarta

d. untuk bank Indonesia

21. Pemasukan barang dari gudang berikat ke kawasan berikat harus dilampiri dokumen
pelengkap pabean sebagaimana tersebut di bawah ini yaitu:

a. invoice

b. bill of lading atau airway bill

c. packing list

d. dokumen pelengkap lainnya

22. Pemasukan barang dari Gudang berikat ke Kawasan berikat menggunmakan formulir
pemberitahuan pabean berupa :

a. SPPB
b. BC 2.4

c. BC 2.6

d. BC 2.7

23. Pemasukan barang atau bahan dari Kawasan Berikat lainnya ke Kawasan Berikat
hanya dapat dilakukan dengan syarat:

a. dalam rangka sub kontrak

b. pemindah tanganan barang yang telah diganti

c. untuk diolah lebih lanjut atau untuk pengemasan hasil produksi

d. pemindah tanganan barang dalam hal persetujuan kawasan berikat dicabut

24. Pengeluaran barang hasil olahan PDKB dari suatu kawasan berikat dapat dilakukan
dengan tujuan…

a. Kawasan Berikat lainnya

b. ETP

c. peredaran bebas dalam negeri

d. a,b,c benar

25. Tujuan utama pemberian fasilitas di kawasan berikat adalah...

a. mendorong ekspor

b. meningkatkan impor barang

c. peningkatan pengawasan di kawasan berikat

d. meningkatkan pendapatn Negara

26. Pengeluaran barang Impor yang tidak diolah di KB dan akan di ekspor kembali
dilakukan dengan menggunakan dokumen pabean yaitu:

a. BC 2.0

b. BC 3.0
c. BC 2.4

d. BC 2.3

27. Atas pemberian fasilitas kepabeanan yang diberikan kepada PKB (Penyelenggara
Kawasan Berikat) harus dapat dipertanggungjawabkan fasilitas yang telah diberikan
kepadanya, dengan melaksanakan ketentuan sebagai berikut:
a. Memberikan rekomendasi kepada importir.
b. Menyelenggarakan pembukuan.
c. Menyimpan dokumen impor atas barang modal dan peralatan yang
dimasukkan untuk keperluan pembangunan/konstruksi dan peralatan
perkantoran KB.
d. Melaporkan kepada Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai apabila terdapat
PDKB yang tidak beroperasi.

28. PKB dan PDKB bertanggung jawab terhadap BM, Cukai, PPN, PPnBM dan PPh
pasal 22 yang terutang atas barang yang dimasukkan atau yang dikeluarkan dari KB
tanggung jawab tersebut dibebaskan dalam hal...
a. Telah diekspor, dire-ekspor, atau diimpor untuk dipakai.
b. Barang yang digabung dengan barang lain yang mendapatkan fasilitas
KITE.
c. Dimusnahkan secara sengaja oleh PKB/PDKB.
d. Dimasukkan ke TPS

29. Eksportir di Kawasan berikat atau eksportir dalam satu kelompok perusahaan dapat
melakukan sendiri konsolidasi barang ekspornya,dengan ketentuan sebagai berikut...

a. Eksportir yang melakukan sendiri konsolidasi barang ekspornya, wajib


memberitahukan pelaksanaan konsolidasi dalam PKBE.
b. Eksportir wajib memberitahukan perusahaan-perusahaan yang merupakan
kelompoknya, pada kantor Bea dan Cukai yang mengawasi.
c. Eksportir wajib memberitahukan perusahaan-perusahaan yang merupakan
kelompoknya, pada kantor pusat Bea dan Cukai
d. Jawaban A dan B benar

30. Barang ekspor konsolidasi yang berasal dari KB wajib diawasi pelaksanaan
stuffingnya, kecuali...

a. Barang ekspor yang digabung dengan barang lain yang mendapat KITE
b. Barang ekspor yang diperiksa fisik
c. Barang ekspor yang diperiksa fisik, digabung \atau tidak digabung dengan
barang lain yang tidak diperiksa fisik.
d. Barang ekspor dari TPB, digabung atau tidak digabung dengan barang yang
bukan dari TPB.

31. Dalam hal konsolidator mengajukan PKBE kepada Bea dan Cukai konsolidasi, pada
kolom PKBE diisi…
a. Nomor/tanggal PEB, BC 2.3 dan BC 4.0 yang dikonsolidasi.
b. Nomor/tanggal PEB dan BC 4.0 yang dikonsolidasi.
c. Nomor/tanggal BC 2.3 dan BC 4.0 yang dikonsolidasi.
d. Jawaban A dan C benar

32. Sebagai konsekuensi pemberian fasilitas penangguhan bea masuk,jika dalam audit
ditemukan adanya selisih kurang jumlah dan/atau jenis barang atau ditemui adanya
penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya maka terhadap PKB/PDKB
tersebut...

a. Harus bertanggung jawab atas pelunasan BM, Cukai, PPN, PPnBM, PPh pasal
22 impor yang terutang.
b. Berupa sangsi administrasi berupa denda sebesar 100% dari pungutan bea
masuk dan PDRI yang terutang.
c. Pembekuan atau pencabutan persetujuan PKB/PDKB.
d. Harus bertanggung jawab atas pelunasan BM, Cukai, PPN, PPnBM, PPh pasal
22 impor yang terutang dan sangsi administrasi berupa denda sebesar 100%
dari pungutan bea masuk yang terutang.

33. Persetujuan pembekuan PKB dapat dilakukan apabila:


a. Berdasarkan hasil audit ditemukan pelanggaran atas ketentuan kepabeanan
yang meng akibatkan kerugian Negara
b. Atas permohonan PKB yang bersangkutan
c. PKB tidak bertindak jujur dalam usahanya
d. Tidak dapat melunasi utangnya dalam waktu yang telah ditentukan.

34. Dalam hal persetujuan KB dicabut , barang modal atau peralatan dan/atau peralatan
perkantoran yang ada di KB dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal
pencabutan, harus dilakukan...
a. Diimpor kembali
b. Dikeluarkan dari DPIL dengan membayar BM, PPN, PPnBM, dan PPh pasal
22 impor.
c. Dipindah tangankan ke PKB lain
d. Dimusahkan sendiri oleh PKB.

35. Sebelum dilakukan pencabutan persetujuanan PDKB,dilakuakn audit oleh Bea dan
Cukai. Pencabutan dapat diproses tanpa menunggu hasil audit dalam hal PDKB
melakukan….
a. Menyerahkan persyaratan diatas segel yang ditandatangani KB (PKB) serta
kepada kantor pabean,yang menyatakan bahwa yang bersangkutan
bertanggung jawab atas hasil audit
b. Menyerahkan persyaratan diatas segel yang ditandatangani KB (PKB) yang
menyatakan bahwa yang bersangkutan bertanggung jawab atas hasil audit
c. Menyerahkan persyaratan yang ditandatangani KB (PKB) serta kepada kantor
pabean,yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bertanggung jawab atas
hasil audit
d. Menyerahkan persyaratan diatas segel yang ditandatangani serta kepada kantor
pabean,yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bertanggung jawab atas
hasil audit
36. Pengeluaran barang hasil olahan PDKB untuk tujuan pameran di ETP harus
dikembalikan ke KB asal dalam jangka waktu selambat-lambatnya…
a. satu bulan
b. dua bulan
c. tiga bulan
d. empat bulan

37. Pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB dapat dijual ke dalam negeri
(DPIL) dengan ketentuan
a. komponen, maksimal 25 % dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan
b. komponen, maksimal 50 % dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan
c. komponen, maksimal 60 % dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan
d. komponen, maksimal 75 % dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan

38. Pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB dapat dijual ke dalam negeri
(DPIL) dengan dasar pembayaran pungutan negara
a. BM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan dan kurs valuta asing
yang berlaku saat impor ke PDKB dan nilai pabean bahan baku pada saat
diimpor ke PDKB
b. BM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan dan kurs valuta asing
yang berlaku saat dikeluarkan dari PDKB dan nilai pabean bahan baku pada
saat diimpor ke PDKB
c. BM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan dan kurs valuta asing
yang berlaku saat dikeluarkan dari PDKB dan nilai pabean bahan baku
berdasarkan harga penyerahan
d. BM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan dan kurs valuta asing
yang berlaku saat impor ke PDKB dan nilai pabean bahan baku berdasarkan
harga penyerahan

39. Pengeluaran barang yang tidak diolah oleh PDKB dapat diekspor kembali dengan
ketentuan
a. menggunakan formulir PEB, tidak wajib membayar bea masuk
b. menggunakan formulir PEBT, wajib membayar bea masuk
c. menggunakan formulir PEB, wajib membayar bea masuk
d. menggunakan formulir PEBT, tidak wajib membayar bea masuk

40. Mesin dan/ peralatan pabrik dapat dikeluarkan dari KB ke DPIL (sub kontrak) untuk
tujuan peminjaman dengan ketentuan
a. wajib menyerahkan jaminan dan jangka waktu peminjaman paling lama 12
bulan
b. tidak wajib menyerahkan jaminan dan jangka waktu peminjaman paling lama
12 bulan
c. wajib menyerahkan jaminan dan jangka waktu peminjaman paling lama 24
bulan
d. tidak wajib menyerahkan jaminan dan jangka waktu peminjaman paling lama
24 bulan

41. Barang modal dan peralatan pabrik asal impor milik PKB/PDKB dapat
dipindahtangankan ke DPIL jika telah lewat jangka waktu
a. 1 tahun sejak dimasukkan ke KB
b. 2 tahun sejak dimasukkan ke KB
c. 3 tahun sejak dimasukkan ke KB
d. 4 tahun sejak dimasukkan ke KB

42. Pekerjaan sub kontrak harus diselesaikan selambat-lambatnya...


a. 30 hari sejak dikeluarkan barang atau bahan dari KB
b. 45 hari sejak dikeluarkan barang atau bahan dari KB
c. 60 hari sejak dikeluarkan barang atau bahan dari KB
d. 90 hari sejak dikeluarkan barang atau bahan dari KB

43. Dalam perjanjian sub kontrak sekurang-kurangnya memuat sebagai berikut, kecuali..
a. uraian pekerjaan yang dilakukan
b. jangka waktu pengerjaan
c. jumlah barang/bahan baku,hasil pekerjaan yang dikembalikan,barang sisa atau
potongan
d. harga barang jadi

44. Jaminan yang diserahkan ke bendahara BC dalam rangka sub kontrak dapat berupa
jaminan sebagaimana tersebut di bawah ini, kecuali...
a. jaminan tunai
b. jaminan bank
c. customs bond
d. Surat Sanggup Bayar (SSB) yang dikeluarkan oleh perusahaan non whitelist

45. Daftar putih diberikan kepada PDKB yang memenuhi syarat sebagai berikut,
kecuali...
a. selama 12 bulan berturut-turut tidak pernah melakukan pelanggaran
b. hasil audit menunjukkan profil perusahaan baik
c. selalu memenuhi kewajiban pabean dan perpajakan dengan baik dan tepat
waktu
d. mendapat rekomendasi DJBC

46. Sub kontrak yang tidak dapat dilakukan adalah antara...


a. PDKB dengan PDKB dalam satu KB
b. PDKB dengan PDKB lain tidak dalam satu KB
c. PDKB dengan perusahaan industri di DPIL
d. PDKB dengan PGB

GUDANG BERIKAT

47. Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu yang di
dalamnya dilakukan kegiatan….
a. penimbunan, pengemasan, pengepakan, dan pengolahan bahan baku
b. memamerkan barang-barang hasil pengolahan bahan baku asal impor
c. penyortiran, penimbunan, pengemasan, pemberian label, dan pengepakan
d. melakukan kegiatan daur ulang atas barang-barang yang impor
48. Salah satu persyaratan fisik untuk mendirikan Gudang Berikat adalah….
a. Bangunan Gudang Berikat berhubungan langsung dengan gudang lain di sebelahnya
b. Hanya mempunyai satu pintu utama untuk memasukkan dan mengeluarkan barang
c. Tidak dapat langsung dimasuki dari jalan umum
d. Tinggi bangunan minimal 2,5 meter

49. Persetujuan sebagai Penyelenggara Gudang Berikat diberikan oleh….


a. Menteri Keuangan atas nama Presiden
b. Dirjen Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan
c. Kepala Kantor Pabean yang mengawasi atas nama Menteri Keuangan
d. Kepala Kantor Wilayah tempat Gudang Berikat

50. Tujuan utama pendirian Gudang Berikat adalah….


a. Mengolah bahan baku asal impor untuk diekspor
b. Menjual barang-barang impor yang memperoleh penangguhan BM
c. Pusat distribusi barang-barang asal impor tanpa adanya pengolahan
d. Mendistribusikan barang-barang dari dalam daerah pabean ke Kawasan Berikat

51. Perusahaan yang memperoleh izin prinsip pendirian Gudang Berikat harus memulai
pembangunan Gudang Berikat dalam waktu….
a. 3 tahun
b. 6 bulan
c. 12 bulan
d. 2 tahun

52. Barang impor yang berada di dalam Gudang Berikat memperoleh fasilitas….
a. pembebasan BM dan Cukai
b. pembebasan BM dan PDRI tidak dipungut
c. keringanan BM dan PDRI dibebaskan
d. penangguhan BM dan PDRI tidak dipungut

53. Perusahaan yang memperoleh izin prinsip pendirian Gudang Berikat harus mengajukan izin
Penyelenggara Gudang Berikat (PGB) selambat-lambatnya….
a. tiga tahun sejak izin prinsip diberikan
b. dua tahun sejak izin prinsip diberikan
c. dua tahun sejak pembangunan Gudang Berikat
d. enam bulan sejak keputusan izin prinsip dari Kepala Kantor Pabean

54. Gudang Berikat yang pengelolaannya tidak di bawah pengawasan langsung oleh DJBC maka
PPGB wajib menyerahkan jaminan kepada….
a. Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai
b. Bendahara Bea dan Cukai
c. Kantor Pusat DJBC
d. Kepala KPPBC yang mengawasi

55. Jaminan atas Gudang Berikat yang tidak berada di bawah pengawasan langsung oleh DJBC
berlaku selama….
a. enam bulan dan wajib diperbaharui 14 hari sebelum jatuh tempo
b. satu tahun dan wajib diperbaharui setiap awal tahun takwim
c. enam bulan dan wajib diperbaharui 7 hari sebelum tanggal jatuh tempo
d. satu tahun dan wajib diperbaharui setiap akhir bulan

56. Barang dan bahan yang dimasukkan ke Gudang Berikat untuk dikonsumsi di dalam Gudang
Berikat memperoleh fasilitas….
a. pembebasan BM dan PDRI tidak dipungut
b. penangguhan BM dan PPN, PPnBM tidak dipungut
c. pembebasan BM dan PPn, PPnBM tidak dipungut
d. tidak memperoleh fasilitas

57. Barang dan bahan yang digunakan untuk pendirian Gudang Berikat dapat diimpor dengan
memperoleh fasilitas….
a. pembebasan BM dan PDRI tidak dipungut
b. penagguhan BM dan PPN, PPh tidak dipungut
c. keringanan BM dan pembebasan PDRI
d. tidak memperoleh fasilitas

58. Barang impor dapat langsung dikeluarkan dari Kawasan Pabean tanpa harus mengajukan
dokumen penyelesaian barang impor dan pungutan bea masuk yang terutang dapat
ditangguhkan pembayarannya apabila...
a. barang tersebut ditimbun di Gudang Berikat
b. barang tersebut merupaan impor sementara
c. barang tersebut merupakan barang kiriman pos
d. barang tersebut merupakan barang penumpang atau awak sarana pengangkut

59. Fasilitas yang diberikan terhadap barang impor yang dimasukkan ke gudang berikat dapat
berupa...
a. tidak dipungut PPN, PPn BM, dan PPh pasal 22 atas barang dan peralatan yang
digunakan dalam rangka pembangunan dan kegiatan di Gudang Berikat
b. penangguhan bea masuk atas barang dan bahan asal impor yang dimasukkan ke
Gudang Berikat untuk dikonsumsi
c. penangguhan bea masuk atas barang dan bahan asal impor yang dimasukkan ke
Gudang Berikat oleh PPGB, PGB maupun pihak lain yang akan membeli barang
dari Gudang Berikat
d. Cukai atas impor BKC yang di timbun di Gundang Berikat tetap dipungut.

60. Penyelenggara Gudang Berikat (PGB), memiliki beberapa kewajiban sebagai berikut,
kecuali...
a. PGB harus mengusahakan sendiri Gudang Berikatnya
b. menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan
c. memberikan rekomendasi kepada orang yang akan mengusahakan Gudang Berikat
d. bertanggung jawab atas BM dan PDRI yang terutang atas barang yang dimasukkan
atau dikeluarkan dari perusahaannya.

61. Pengusaha Pada Gudang Berikat (PPGB)wajib menyampaikan laporan mengenai


persediaan barang yang di timbun di GB, serta pemasukkan dan pengeluaran barang
setiap
a. 30 hari kepada Ka KPPBC
b. 30 hari kepada PGB
c. 2 bulan kepada Ka KPPBC
d. 2 bulan kepada PGB

62. PPGB yang melakukan usaha penimbunan barang di Gudang Berikat memiliki
kewajiban:
a. menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan standar perusahaannya
b. menyimpan dan memelihara buku, catatan, ataupun dokumen usahanya di tempat
usaha sampai dilakukan audit oleh bea cukai.
c. menyimpan, mengatur, dan menatausahakan barang secara tertib dan baik
mengenai pemasukan, pengeluaran, maupun penimbunan barang di dalam GB
d. menyampaikan laporan setiap 30 hari kepada Ka KPPBC.

63. PPGB dalam melakukan usaha di GB dilarang melakukan hal-hal tertentu, kecuali…
a. mempergunakan barang dan peralatan asal impor untuk kegiatan di dalam GB
b. menimbun barang asal DPIL di dalam GB yang dikelolanya
c memindahtangankan barang asal impor tanpa persetujuan DJBC
d. bukan merupakan importir dari barang yang di timbun dalam GB yang
dikelolanya

64. Atas kegiatan usaha yang dilakukan oleh PPGB, maka PPGB tersebut wajib
mempertaruhkan jaminan, dengan ketentuan:
a. jaminan diserahkan ke Bendahara Bea Cukai sebesar pungutan yang terutang dari
importasi yang akan dilakukan selama 3 bulan
b. jaminan tidak perlu dipertaruhkan jika kunci gudang dipegang oleh PPGB dan
DJBC bersama-sama
c. jawaban a dan b salah
d. jawaban a dan b benar

65. Dari barang yang dikeluarkan dari GB maka PPGB dapat menerbitkan invoice yang
memuat…
a. nomor dan tanggal BC 2.3
b. nama dan NPWP yang dimiliki oleh PPGB
c. Negara tujuan barang
d. jawaban a,b, dan c benar

66. Jangka waktu jaminan yang dipertaruhkan oleh PPGB adalah selama…
a. 1 tahun dan harus diperbaharui 5 hari kerja sebelum jangka waktu jaminan habis
b. 1 tahun dan harus diperbaharui setiap awal tahun takwim
c. 3 bulan dan harus diperbaharui 5 hari kerja sebelum jangka waktu jaminan habis
d 3 bulan dan tidak perlu diperbaharui jika PPGB akan menghentikan usahanya

67. Pemasukan barang atau peralatan oleh PGB dalam rangka pembangunan/ pendirian gudang
berikat mendapat fasilitas…
a. Pembebasan BM,dan atau cukai, serta tidak dipungut PPN, PPnBM, PPh pasal 22
impor
b. Keringanan BM, dan atau cukai, serta tidak dipungut PPN, PPnBM, PPh pasal 22
impor
c. Penangguhan BM, cukai, serta tidak dipungut PPN, PPnBM, PPh pasal 22 impor
d. Pembebasan BM, dan atau cukai serta membayar PPN, PPnBM, PPh pasal 22 impor

68. Persetujuan permohonan penangguhan BM dan PDRI atas barang impor yang akan dimasukkan
ke gudang berikat diberikan oleh…
a. Kepala KPPBC pelabuhan bongkar
b. Kepala KPPBC yang mengawasi gudang berikat
c. Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menkeu
d. Direktur Teknis Kepabeanan DJBC
69. Dokumen yang digunakan untuk melindungi pengangkutan barang impor dari kawasan pabean /
TPS ke dalam gudang berikat adalah…
a. B.C 2.0 c. B.C 2.5
b. B.C 2.3 / SPPB d. B.C 2.6

70.Barang impor yang dimasukkan ke gudang berikat dengan mendapat fasilitas penangguhan
pembayaran BM dan atau cukai serta PDRI adalah sebagai berikut, kecuali…
a. Barang-barang konstruksi untuk mendirikan gudang berikat
b. Barang konsumsi yang semata-mata ditimbun di dalam gudang berikat untuk
kemudian dikeluarkan dari gudang berikat dengan tujuan untuk dipakai
c. Peralatan kantor untuk pendirian gudang berikat
d. Makanan dan atau minuman yang dikonsumsi di dalam gudang berikat

71.Dokumen yang tidak perlu dilampirkan bersama dengan B.C 2.3 ketika pemasukan barang
impor dari pelabuhan bongkar / TPS ke gudang berikat yaitu …
a. Packing list
b. PIB
c. B/L atau AWB
d. Invoice

72. 1. Barang yang terkena ketentuan larangan impor


2. Barang konstruksi eks impor untuk pendirian Gudang Berikat
3. Peralatan permesinan yang diimpor oleh PPGB
4. Bahan baku industri yang berasal dari dalam negeri
5. Barang yang diatur tata niaganya
6. BKC impor
Berdasarkan kondisi barang di atas, barang-barang yang dapat ditimbun di dalam gudang
berikat adalah…

a. 2, 3, 4, 5
b. 1, 2, 3, 4
c. 2, 3, 5, 6
d. 3, 4, 5, 6

73. Penyelenggara Gudang Berikat yang merangkap sebagai PPGB tidak diwajibkan untuk…
a. Menyelenggarakan pembukuan atau catatan, serta menyimpan dokumen impor atas
barang dan peralatan yang dimasukkan/diimpor untuk keperluan pembangunan/konstruksi
dan kegiatan GB
b. Memberikan rekomendasi kepada orang /pengusaha yang akan mengusahakan GB
c. PGB tidak bertanggung jawab terhadap BM dan pajak yang terutang atas barang yang
dimasukkan atau dikeluarkan dari perusahaanya
d. Tidak diijinkan memindahtangankan barang atau peralatan asal impor tanpa
persetujuan DJBC

74. Kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh PPGB yang melakukan usaha
penyimpanan atau penimbunan barang di dalam GB antara lain, kecuali…
a. Menyelenggarakan pembukuan tentang pemasukan dan pemngeluaran barang ke dan
dari PPGB sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
b. Menyimpan dan memelihara dengan baik pada tempat usahanya buku dan catatan
serta dokumen yang berkaitan dengan usahany dalam waktu sepuluh tahun
c. Menyediakan ruangan dan sarana kerja yang memadai untuk pejabat BC
d. Menyampaikan Laporan setiap dua bulan kepada Ka KPPBC mengenai persediaan
barang yang dfitimbun didalam GB,serta pemasukan atau pengeluaran barang selama
sepuluh bulan terakhir
75. Penyampaian laporan kepada Ka KPPBC mengenai persedaan bnarang yang ditimbun
didalam GB,serta pemasukanya atau pengeluaran barnag wajib dilakukan oleh PPBG setiap…
a. 1 bulan
b. 2 bulan
c. 3 bulan
d. 4 bulan

76. Waktu yang diberikan untuk penimbunan barang di dalam Gudang Berikat adalah
selama…
a. 12 bulan
b. 30 hari
c. 60 hari
d. Tanpa batas

77. Untuk barang yang yang dikeluarkan dari Gudang Berikat diterbitkan invoice yang
memuat data sebagaimana tersebut di bawah ini, kecuali…
a. Jumlah, jenis dan spesifikasi teknis barang
b. Rincian barang yang setara dengan harga transaksi
c. No dan tanggal BC 2.1
d. Nama dan NPWP pembeli di DPIL

78. PPGB dan PGB wajib menyerahkan jaminan ke Bendahara Bea dan Cukai yang besarnya
berdasarkan pada perhhitungan BM, Cukai, dan PDRI dari importasi yang akan dilakukan oleh
PPGB selama:
a. 1 bulan
b. 2 bulan
c. 3 bulan
d. 4 bulan

79. Proses audit yang dilakukan oleh auditor DJBC terhadap PPGB dan PGB dapat
menggunakan audit secara…
a. periodic
b. insidential
c. periodic dan insidential
d. tidak ada audit

80. Proses audit periodic yang dilakukan oleh auditor DJBC terhadap PPGB dan PGB
berdasarkan pada…
a. DROA
b. Informasi dari Dierktur Audit dan Verifikasi bahwa terkadi pelanggaran
c. Inisiatif Auditor yang ditunjuk DJBC
d. Permintaan PPGB dan PGB

81. Audit dilakukan atas pembukuan, catatan dan dokumen PGB dan PPBG yang berkaitan
dengan, kecuali…
a. Pemasukan barang ke dalam GB
b. Pemindahan barang dalam GB
c. Pencacahan sediaan barang
d. Penjualan barang dalam GB

82. DJBC melakukan audit atas pembukuan, catatan, dan dokumen PGB dan PPGB yang
berkaitan dengan…..

a. Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari GB


b. Pemindahan barang dalam GB
c. Pencacahan sediaan barang
d. Pemusnahan barang yang ada dalam GB.

83. Pemeriksaan audit secara periodic dilakukan sesuai dengan….


a. DROA.
b. Permintaan Direktur Audit
c. Permintaan Auditor
d. Permintaan Dirjen Bea & Cukai

84. Audit insidentil dilakukan berdasarkan…..


a. Informasi adanya pelanggaran
b. Permintaan dari Direktur Audit
c. Jawaban a dan b benar.
d. DROA

85. Dalam hal hasil audit kedapatan selisih kurang jumlah dan/ jenis barang yang ditimbun di
dalam GB, maka PPGB bertanggung jawab atas pelunasan BM, Cukai, PPN, PPnMB, PPh pasal
22 Impor yang terutang dan sanksi administrasi berupa denda sebesar…

a. 100% dari pungutan Negara yang terutang.


b. 200% dari pungutan Negara yang terutang
c. 300% dari pungutan Negara yang terutang
d. 500% dari pungutan Negara yang terutang

86. Selain sanksi administrasi, terhadap penyimpangan atau penyalahgunaan fasilitas GB yang
diberikan dapat diberikan sanksi seperti di bawah ini, kecuali…
a. Pembekuan sementara persetujuan PPGB
b. Pencabutan persetujuan PGB
c. Pembekuan sementara PGB.
d. Pencabutan persetujuan PPGB

87. Kepala KPPBC yang mengawasi GB dapat membekukan untuk sementara waktu persetujuan
PPGB dalam hal telah diterbitkan peringatan tertulis kepada PPGB yang tidak melaksankan
kewajiban sekurang-kurangnya…
a. 1 kali
b. 2 kali
c. 3 kali.
d. 5 kali

88. PGB yang telah dicabut persetujuan izinnya dibebaskan dari kewajibannya, serta barang dan
peralatan yang telah diimpor dengan mendapat fasilitas penangguhan BM diperlakukan ….
a. Dipindahtangankan kepada pihak lain yang telah mendapat persetujuan sebagi PGB
atau PPKB
b. Diekspor kembali
c. Dijadikan milik Negara.
d. Dimusnahkan dengan persetujuan Kepala KPPBC yang mengawasi GB

89. Apabila PPGB dinyatakan pailit oleh pengadilan, maka persetujuan PPGB dapat dicabut oleh…
a. Kepala KPPBC yang mengawasi GB
b. Kepala Kanwil Bea & Cukai atas nama Menteri Keuangan
c. Dirjen BC atas nama Menteri Keungan.
d. Direktur Audit atas nama Dirjen BC
90. Dirjen Bea & Cukai atas nama Menkeu dapat mencabut persutujuan PPGB dalam hal PGB tidak
melakukan kegiatan dalam jangka waktu…
a. 24 bulan berturut-turut selama berlakunya persetujuan
b. 12 bulan berturut-turut selama berlakunya persetujuan.
c. 6 bulan berturut-turut selama berlakunya persetujuan
d. 3 bulan berturut-turut selama berlakunya persetujuan

ENTREPOT TUJUAN PAMERAN

91. Tempat penyelenggaran pameran berikat (TPPB) adalah…

a. Suatu bangunan atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya


dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor dan/atau barang hasil industri dalam Daerah Pabean yang
penyelenggaranya bersifat nasional.
b. Suatu bangunan atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya
dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor yang penyelenggaranya dapat bersifat nasional maupun internasional.
c. Suatu bangunan atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya
dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor dan/atau barang hasil industri dalam Daerah Pabean yang
penyelenggaranya dapat bersifat nasional maupun internasional.
d. Suatu bangunan atau kawasan dengan batas-batas tertentu yang di dalamnya
dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor dan/atau barang hasil industri dalam Daerah Pabean yang
penyelenggaranya bersifat internasional.

92. Penetapan suatu bangunan atau kawasan sebagai Entreport Tujuan Pameran (ETP)
dan persetujuan sebagai Penyelenggara ETP diberikan oleh Dirjen Bea dan Cukai atas
nama Menteri Keuangan hanya kepada perusahaan yang berbentuk...
a. Perseroan Terbatas atau Koperasi
b. Firma atau CV
c. BUMN atau BUMD
d. Yayasan

93. Penetapan suatu bangunan atau kawasan sebagai Entrepot (ETP) yang akan digunakan
khusus untuk Penyelenggara Entrepot tersebut (PETP), diberikan oleh…
a. Departemen Perindustrian
b. Menteri Keuangan
c. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan
d. Direktur Jenderal Bea dan Cukai

94. Persetujuan atau penolakan izin penyelenggara ETP diberikan dalam jangka waktu…
a. 14 (empat belas) hari sejak permohonan diterima dengan lengkap dan benar
b. 30 (tiga puluh) hari sejak permohonan diterima dengan lengkap dan benar
c. 7 (tujuh) hari sejak permohonan diterima dengan lengkap dan benar
d. 14 (empat belas) hari kerja
95. Untuk mendapatkan persetujuan sebagai tempat penyelenggaran pameaan berikat
( TPPB ), suatu TPPB harus memenuhi persyaratan fisik bangunan, di antaranya...
a. Harus didirikan di pusat kota besar
b. Tidak boleh secara langsung berhubungan dengan bangunan lain
c. Mempunyai fasilitas sistem dua pintu guna kelancaran pengunjung
d. Memasang papan nama di lokasi perusahaan dengan tulisan:
Nama Perusahaan :
NIPER :

96. Jenis jaminan yang dapat dipertaruhkan setelah diberikan persetujuan atas perusahaan
sebagai TPPB antara lain adalah...
a. Bank garansi
b. Customs Bond
c. Jaminan tertulis
d. Jawaban benar semua

97. Dokumen-dokumen yang harus dilampirkan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai
untuk memperoleh persetujuan fasilitas terhadap barang yang di impor untuk
penyelenggaran pameran internasional, yaitu
a. Foto copy persetujuan dari Departemen Luar Negeri.
b. Surat rekomendasi ( asli ) dari Deperindag.
c. Foto copy persetujuan sebagai PETP dari Ka KPBC a.n. Dirjen Bea dan
Cukai.
d. Judul, jadwal, dan pelaksanaan pameran yang akan menyelenggarakan
pameran dalam periode 1 Januari s.d. 31 Desember tahun yang bersangkutan.

98. Persetujuan TPPB dapat dicabut oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama
Menteri Keuangan apabila pengusaha TPPB tidak melakukan kegiatan secara
berturut-turut dalam jangka waktu...
a. 6 bulan
b. 12 bulan
c. 2 tahun
d. 3 tahun
99. Persetujuan ETP dapat dibekukan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama
Menteri Keuangan karena alasan-alasan seperti tersebut di bawah ini, kecuali
apabila...
a. Pengusaha ETP berada dalam pengawasan ourator sehubungan dengan
utangnya
b. Hasil Audit Kepabeanan menunjukkan terjadinya pelanggaran ketentuan
Kepabeanan sehingga mengakibatkan kerugian hak keuangan Negara
c. Pengusaha ETP menunjukkan ketidakmampuan dalam penyelenggaraan ETP
d. Pengusaha ETP dinyatakan pailit oleh pengadilan

100. Pencabutan persetujuan Penyelenggara Entreport Tujuan Pameran (PETP)


dilakukan bila PETP...
a. Tidak mampu melunasi hutangnya dalam jangka waktu yang ditetapkan
b. Dinyatakan pailit oleh pengadilan
c. Tidak melakukan kegiatan dalam jangka waktu 12 bulan
d. Jawaban a, b, dan c benar

101. Dalam terminologi TPPB, barang yang dikelompokkan dalam golongan B


adalah...
a. Barang pameran yang akan dijual
b. Barang cetakan untuk keperluan promosi dalam pameran
c. Barang untuk keperluan Stand Pameran
d. Barang untuk keperluan reklame atau souvenir yang diberikan secara gratis
kepada pengunjung pameran

102. Barang untuk keperluan pendirian Entrepot dan perlengkapannya diberikan


fasilitas…
a. Penangguhan bea masuk
b. Pembebasan bea masuk
c. Keringanan bea masuk
d. Tidak diberikan fasilitas

103. Barang-barang yang akan dipamerkan di ETP yang dapat diberikan fasilitas
penangguhan/pembebasan bea masuk adalah…
a. Barang dari DPIL
b. Barang yang berasal dari impor
c. Barang antarpulau
d. Jawaban diatas benar semua
104. Barang impor yang masih tersisa pada ETP yang telah dicabut persetujuan usahanya
harus……
a. dikeluarkan ke DPIL dengan BC 2.4
b. dikeluarkan ke DPIL dengan membayar BM, cukai, dan PDRI
c. dikeluarkan ke DPIL dengan penangguhan BM,cukai, dan PDRI
d. dikeluarkan ke DPIL dengan penangguhan BM,cukai, tetapi PDRI dipungut

105. Apabila terdapat kelebihan jumlah senilai FOB US$ 1000 terhadap barang pameran
golongan C yang dimasukkan ke dalam ETP, harus dipertaruhkan jaminan berupa……
a. Jaminan bank
b. Customs declaration
c. SBB
d. SSB

106. Fasilitas yang diberikan untuk barang pameran golongan A adalah……


a. penangguhan BM, pembebasan cukai serta tidak dipungut PDRI
b. pembebasan BM, pembebasan cukai serta tidak dipungu PDRI
c. penangguhan BM, tidak dipungut cukai serta tidak dipungut PDRI
d. pembebasan BM, tidak dipungut cukai serta tidak dipungut PDRI

107. Pemasukan barang-barang impor untuk keperluan pameran internasional


golongan A s.d. golongan G dari TPS ke ETP, harus menggunakan formulir...
a. BC 2.1 di lampiri B / L atau AWB.
b. BC 2.3 di lampiri B / L atau AWB, serta uraian, jenis, jumlah, harga, dan Bea
Masuknya barang.
c. BC 2.3 di lampiri B / L atau AWB, serta uraian, jenis, jumlah, harga, dan Nilai
Pabeannya.
d. BC 2.1 di lampiri B / L atau AWB, serta uraian, jenis, jumlah, harga, dan Nilai
Pabeannya.

108. Dalam hal barang pameran rusak/busuk, pengusaha ETP dapat mengeluarkan barang
ke DPIL dengan…
a. penangguhan BM
b. membayar BM berdasar harga penyerahan, dalam hal barang tersebut laku dijual
c. membayar BM berdasar harga impor
d. membayar BM berdasar harga FOB

109. PETP dapat dibebaskan tanggung jawabnya terhadap kewajiban pabeannya


atas barang impor untuk keperluan pameran apabila barang yang ada di ETP
tersebut...
a. Musnah tidak tanpa sengaja.
b. Akan di ekspor kembali.
c. Di pindahkan ke TPB.
d. Dimasukkan kembali ke KB, terhadap barang yang berasal dari KB.

110. Pengusaha ETP dibebaskan dari tanggung jawab atas pelunasan BM, cukai,
PPN, PPnBM, dan PPh pasal 22 impor dan/atau denda administrasi yang terutang jika
barang yang berada dalam ETP…
Musnah tanpa sengaja
Dijual
Diekspor tanpa sepengetahuan Pabean
Digunakan untuk tujuan selain pameran

111. Pemasukan barang impor golongan A sampai golongan G ke Entreport Tujuan


Pameran dapat dilakukan dari tempat-tempat sebagai berikut, kecuali:
a. TPS
b. Toko bebas bea
c. Kawasan Berikat
d. ETP lainnya

112. PETP dapat mengimpor barang modal dan/atau peralatan untuk pembangunan
konstruksi ETP dengan mendapat fasilitas penangguhan BM dan PPN, PPnBM, serta
PPh pasal 22 tidak dipungut berdasarkan keputusan……
a. departemen perindustrian
b. kepala kantor wilayah tempat ETP a.n direktur jenderal
c. direktur jenderal BC a.n menteri keuangan
d. kepala KPPBC a.n menteri keuangan

TOKO BEBAS BEA

113. Yang dimaksud Toko Bebas Bea Kedatangan adalah Toko Bebas Bea yang berlokasi
di:
a. Terminal Kedatangan Bandara Internasional/Pelabuhan Laut, sesudah pos
pemeriksaan imigrasi dan sebelum Pos Pemeriksaan Bea dan Cukai
b. Terminal Kedatangan Bandara Internasional/Pelabuhan Laut, sesudah pos
pemeriksaan imigrasi dan sesudah Pos Pemeriksaan Bea dan Cukai
c. Terminal Kedatangan Bandara Internasional/Pelabuhan Laut, sebelum pos
pemeriksaan imigrasi dan sebelum Pos Pemeriksaan Bea dan Cukai
d. Terminal keberangkatan Bandara Internasional/Pelabuhan Laut, Sesudah pos
pemeriksaan imigrasi dan sebelum Pos Pemeriksaan Bea dan Cukai

114. Tempat atau bangunan yang akan dipergunakan untuk mendirikan Toko Bebas Bea
Kedatangan harus memenuhi persyaratan fisik bangunan dan mempunyai ruangan-ruangan
antara lain di bawah ini, kecuali:
a. Gudang Penimbunan
b. Ruang Pamer
c. Ruang Pemeriksaan
d. Ruang Penjualan
115. Toko Bebas Bea yang berlokasi di Terminal Bandara Internasional/Pelabuhan Utama
dapat memiliki Ruang Pamer dan Ruang Penyerahan, yang dimaksud dengan Ruang Pamer
adalah...
a. Ruang yang dimiliki PTBB Kedatangan yang berlokasi didalam area bandara
Internasional/Pelabuhan Utama ang khusus untuk memamerkan barang
b. Ruang yang dimiliki PTBB Keberangkatan dan kedatangan yang berlokasi diluar area
bandara Internasional/Pelabuhan Utama ang khusus untuk memamerkan barang
c. Ruang yang dimiliki PTBB Keberangkatan yang berlokasi didalam area bandara
Internasional/Pelabuhan Utama ang khusus untuk memamerkan barang
d. Ruang yang dimiliki PTBB Keberangkatan yang berlokasi diluar area bandara
Internasional/Pelabuhan Utama ang khusus untuk memamerkan barang

116. Keterangan/Dokumen yang tidak dilampirkan saat pengajuan permohonan antara


lain...
a. Foto copy izin usaha
b. Peta lokasi/tempat yang dijadikan TBB
c. Berita acara Pemeriksaan lokasi dari kantor pabean setempat
d. customs bond

117. Suatu tempat atau bangunan dapat disebut sebagai Toko Bebas Bea(TBB) jika
memenuhi unsur di bawah ini, kecuali….
a. Adanya suatu bangunan atau tempat dengan batas-batas tertentu
b. Di dalamnya dilakukan kegiatan usaha menjual barang asal impor dan/atau barang
asal daerah pabean
c. Di dalamnya dilakukan kegiatan kegiatan produksi bahan baku menjadi barang jadi
d. Adanya fasilitas pembebasan bea masuk, cukai dan PDRI atas barang impor yang
dijual kepada mereka yang berhak

118. Berdasarkan lokasi tempat berada, TBB dapat dibedakan menjadi..........


a. 2 jenis c. 4 jenis
b. 3 jenis d. 5 jenis

119. Yang merupakan ciri-ciri TBB kedatangan adalah.........


a. TBB yang berlokasi di terminal kedatangan bandara internasional/pelabuhan laut
b. Letaknya sesudah pos pemeriksaan imigrasi
c. Letaknya sebelum pos pemeriksaan bea cukai
d. Semua jawaban benar

120. Pihak-pihak yang dapat membeli barang di TBB dalam kota dengan mendapat
pembebasan BM dan PDRI, kecuali......
a. Korps diplomatik yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik
b. Tenaga ahli bangsa asing yang bekerja pada lembaga intenasional di Indonesia
c. Anggota keluarga dari korps diplomatik yang berdomisili di Indonesia
d. Warga negara asing yang bekerja di perusahaan PMA/PMDN

121. Barang-barang yang dibeli di TBB kedatangan diberikan pembebasan sesuai dengan
ketentuan mengenai barang penumpang yaitu untuk barang dengan harga.......
a. Tidak lebih dari FOB US$ 1000 perkeluarga yang terdiri dari suami dan istri
b. Tidak lebih dari FOB US$ 1000 perkeluarga yang terdiri dari suami, istri, dan 1 orang
anak
c. Tidak lebih dari FOB US$ 1000 perkeluarga yang terdiri dari suami, istri, dan 2 orang
anak
d. Tidak lebih dari FOB US$ 300 perorang
122. Orang-orang tertentu yang dapat membeli barang-barang dari Toko Bebas Bea meliputi…
A. Anggota Korps Diplomatik yang berdomisili di Indonesia
B. Tenaga Ahli Bangsa Asing yang bekerja pada lembaga internasional di
Indonesia
C. Penumpang penerbangan domestic
D. Turis yang akan keluar negeri

123. Pembatasan penjualan terhadap barang-barang di toko bebas bea kepada orang yang baru tiba
dari luar negeri diberikan sebanyak-banyaknya…

A. 10 Liter MMEA dan 300 batang sigaret dan 100 batang cerutu dan 500 gram
tembakau iris per orang/bulan
B. 10 Liter MMEA dan 300 batang sigaret atau 100 batang cerutu atau 500 gram
tembakau iris per orang/bulan
C. 1 Liter MMEA dan 200 batang sigaret atau 50 batang cerutu atau 200 gram
tembakau iris per orang/bulan
D. Senilai USD 250.- per orang per hari atau USD 1.000,- per keluarga per hari.

124. Orang-orang tertentu yang dapat melakukan pembelian BKC di toko bebas bea, tanpa
pembatasan adalah…
A. Tenaga Ahli bangsa asing yang bekerja di Indonesia pada lembaga
internasional
B. Orang yang baru tiba dari luar negeri
C. Orang yang bepergian ke luar negeri
D. Turis asing yang bekerja di perusahaan penanaman modal dalam negeri.

125. Untuk melakukan pembelian di toko bebas bea, tenaga ahli bangsa asing harus
terlebih dahulu mempunyai…
A. KITAS
B. Kartu Tanda Pengenal Diplomatik
C. Kartu Kuning ( yellow card )
D. Boarding pass

126. Penumpang yang akan keluar negeri dapat melakukan transaksi pembelian di ruang
pamer toko bebas bea dengan cara…
A. Menunjukkan paspor dan KITAS sewaktu di ruang pamer
B. Menunjukkan paspor dan boarding pass sewaktu di ruang pamer
C. Menunjukkan paspor di ruang pamer kemudian menunjukkan paspor dan
boarding pass di ruang penyerahan
D. Menunjukkan paspor di ruang pamer kemudian menunjukkan paspor dan
KITAS di ruang penyerahan.

127. Pemasukan barang dari TBB ke TBB lainnya dilakukan dengan menggunakan
dokumen….
a. BC 2.3
b. BC 2.4
c. BC 2.6
d. BC 2.7
128. Dokumen untuk pemasukan barang dari GB ke TBB diterbitkan oleh…
a. Pejabat Bea dan Cukai
b. PPGB
c. PTBB
d. PDKB

129. Formulir PPB-1 berfungsi sebagai dokumen untuk…


a. Pemasukan barang dari TPS ke TBB
b. Pemasukan barang dari GB ke TBB
c. Pemasukan barang dari DPIL ke TBB
d. Pemasukan barang dari TBB ke TBB lainnya

130. Pengeluaran barang impor dari TBB dapat dilakukan untuk beberapa tujuan,
kecuali…
a. Untuk dijual kepada masyarakat umum
b. Untuk dijual kepada orang yang berhak
c. Untuk ditimbun di TBB lainnya
d. Untuk diekspor kembali

SOAL BENAR/ SALAH


1. B-S TPS merupakan salah satu jenis KB
2. B-S Barang konsumsi yang dimasukkan ke dalam KB harus membayar BM dan
PDRI
3. B-S Lokasi KB harus mempunyai pagar keliling dengan ketinggian vertical 2,5
meter

4. B-S Barang dan bahan yang dimasukkan ke KB memperoleh pembebasan atas BM


dan PDRI-nya

5. B-S Pihak yang menyelenggarakan KB disebut Penyelenggara di Kawasan Berikat


(PDKB) dan pihak yang mengusahakan KB disebut pengusaha Kawasan
Berikat

6. B-S PDKB tidak dapat memberikan pekerjaan subkontrak kepada perusahaan di


DPIL dan PDKB lainnya

7. B-S Atas impor barang dan /bahan asal impor untuk diolah di PDKB diberikan
pembebasan BM,penangguhan cukai,tidak dipungut PPN dan PPh pasal 22
impor

8. B-S Pengusaha yang akan melakukan kegiatan usaha industry di KB sebagai


PDKB dalam waktu 14 hari sebelum memulai kegiatan wajib melaporkan
kepada dirjen atau pejabat yang ditunjuknya melalui PKB

9. B-S PDKB dapat mengeluarkan barang yang telah diolah dengan tujuan ke DPIL
menggunakan BC 2.4

10. B-S Pengeluaran barang DPIL sebanyak-banyaknya 75% dari jumlah hasil
produksi tahun berjalan, khusus untuk PDKB yang hasil produksinya
digunakan untuk PDKB yang hasil produksinya digunakan untuk menyuplai
perusahhan pertambangan, minyak, dan gas

11. B-S Pemasukan barang modal dilakukan setelah kawasan berikat siap digunakan.
12. B-S Pemasukan barang dan bahan dilakukan setelah kawasan berikat siap
berproduksi.
13. B-S Atas semua pemasukan barang di kawasan berikat dilakukan pemeriksaan
fisik.

14. B-S Pemasukan barang dari gudang berikat ke kawasan berikat harus dilampiri bill
of lading atau airway bill, invoice, packing list dan dokumen pendukung
lainnya.

15. B-S pengelauaran barang hasil olahan PDKB untuk tujuan ekspor. dengan
persetujuan muat diberikan oleh pejabat bea dan cukai di pelabuhan
muat/TPS, dan pejabat bea dan cukai di kawasan berikat mencocokkan nomor
petikemas/kemasan barang dengan data yang tercantum pada formulir BC 2.3
16. B-S PKB maupun PDKB berkewajiban menyimpan dan memelihara dengan baik
pada tempat usahanya buku dan catatan serta dokumen yang berkaitan dengan
kegiatan usahanya dalam kurun waktu 10 tahun.

17. B-S Jika persetujuan PKB/PDKB dicabut, barang modal atau peralatan / barang
dan bahan yang ada di KB dalam waktu 10 hari sejak tanggal pencabutan
persetujuan, harus diselesaikan.

18. B-S Berkaitan dengan fasilitas pabean dalam hal ini fasilitas penangguhan bea
masuk atas kawasan berikat, maka untuk menjaga agar segala ketentuan dan
persyaratan pemberian fasilitas tersebut dipenuhi dan untuk mencegah
terjadinya kerugian negara, atas kawasan berikat tersebut perlu dilakukan
pengawasan pabean.

19. B-S PKB dan PDKB diwajibkan menyediakan ruangan dan sarana kerja untuk
pejabat Bea dan Cukai serta wajib menyerahkan dokumen yang berkaitan
dengan KB apabila dilakukan audit oleh Direktorat Jendral Pajak.

20. B-S konsolidasi barang ekspor asal kawasan berikat dapat dilakukan di KB, di
TPS atau di tempat lain diluar kawasan pabean.

21. B-S Pemberian fasilitas penangguhan BM dan PDRI tidak dipungut serta
pembebasan cukai, hanya diberikan selama barang tersebut ditimbun di
Gudang Berikat.

22. B-S GB fungsinya hampir sama dengan TPS, hanya berbeda jangka waktu
penimbunannya saja, tetapi maksud dan tujuannya berbeda, GB sebagai pusat
distribusi.

23. B-S PPGB wajib mempertaruhkan jaminan ke bendahara Bea Cukai yang
besarnya didasarkan pada perhitungan BM dan PDRI rata –rata perbulan dari
importasi yang telah dilakuakan 1 tahun yang lalu.

24. B-S Pemberian fasilitas penangguhan BM berlaku bagi barang impor yang
ditimbun didalam GB, termasuk barang impor yang dimasukkan ke GB untuk
dikonsumsi di dalam GB tersebut.

25. B-S Pengeluaran barang dari GB dapat dilakukan secara sekaligus atau sebagian-
sebagian tergantung kebutuhan dan pada saat pengeluaran sebagian barang
tersebut invoicenya dipecah.

26. B-S Semua barang impor dapat ditimbun di gudang berikat, termasuk barang-
barang yang terkena larangan impor

27. B-S Pemasukan barang impor berupa makanan dan minuman untuk dikonsumsi di
dalam gudang berikat mendapat penangguhan BM dan cukai, serta tidak
dipungut PPN, PPnBM, PPh Pasal 22 impor .

28. B-S Barang impor yang tiba di pelabuhan Indonesia dapat dimasukkan ke gudang
berikat setelah mengajukan PIB terlebih dahulu.
29. B-S BC.2.3 diajukan kepada pejabat pabean di KPPBC pelabuhan bongkar untuk
disahkan dan diberi nomor.

30. B-S B.C 2.3 yang telah diberi catatan hasil pengawasan petugas Bea Cukai di GB
wajib diserahkan oleh PPGB kepada Kepala KPPBC atau pejabat yang
ditunjuk selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah barang keluar dari kawasan
pabean.

31. B-S PPGB tidak wajib mempertaruhkan jaminan karena GB yang dikelolanya
berada dibawah pengawasan langsung BC hal ini juga berlaku bilaBG yang
dikelolanya tidak berada langsung dibawah pengawasan BC

32. B-S PPGB/PGB dalam melakukan kegiatanya harus berstatus importer dari barang
yang ditimbun di dalam GB yang dikelolanya.

33. B-S Audit terhadap pembukuan dan sedian barang di GB dapat dilakukan secara
periodic dan imsidemtial.

34. B-S Untuk pengeluaran barang dari GB formalitas pabean harus dipenuhi.
Pengajuan PIB dan dokumen pelengkap pabean hanya dapat diajukan oleh
PPGB.

35. B-S PGB dapat memberikan izin kepada orang lain untuk menjalankan usaha pada
GB sebgai PPGB.

36. B-S Persetujuan PPGB dapat dicabut oleh Kepala KPPBC yang mengawasi GB.

37. B-S Pemeriksaan audit periodik dilakukan berdasarkan permintaan Direktur Audit.

38. B-S Audit insidentil dilakukan berdasarkan informasi adanya pelanggaran.

39. B-S Dalam hal hasil audit kedapatan selisih kurang jumlah dan/ jenis barang yang
ditimbun di dalam GB, maka PPGB bertanggung jawab atas pelunasan BM,
Cukai, PPN, PPnMB, PPh pasal 22 Impor yang terutang dan sanksi
administrasi berupa denda sebesar 100% dari pungutan Negara yang terutang.

40. B-S Dirjen Bea & Cukai atas nama Menkeu dapat mencabut persutujuan PPGB
dalam hal PGB tidak melakukan kegiatan dalam jangka waktu 24 bulan
berturut-turut selama berlakunya persetujuan.

41. B-S Gudang Berikat digunakan untuk menimbun barang asal impor dan dari
dalam daerah pabean agar lebih efisien dalam hal waktu dan biaya.
42. B-S Permohonan persetujuan Gudang Berikat hanya dapat diberikan setelah fisik
bangunan berdiri oleh Dirjen Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan.

43. B-S PPGB wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Wilayah Bea dan
Cukai yang mengawasi.

44. B-S Lokasi Gudang Berikat tidak boleh langsung dapat dimasuki dari jalan umum
dalam rangka mempermudah pengawasan.

45. B-S Pengolahan barang atau bahan asal impor di dalam Gudang Berikat dilakukan
paling lama satu tahun sejak impor barang atau bahan tersebut.

46. B-S Dalam pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB keDPIL, dasar
pemungutan BM, apabila pembebanan tarif BM untuk bahan baku lebih tinggi
dari pembebanan barang jadi, maka BM berdasar pada pembebanan tarif BM
barang jadi pada saat dikeluarkan dari PDKB.

47. B-S Pengeluaran barang ke DPIL maksimal 75% dari jumlah nilai produksi tahun
berjalan untuk industri perminyakan,gas,perkapalan, dan oleochemical.

48. B-S Pekerjaan yang boleh disub kontrakkan meliputi produksi,pengepakan, dan
pelabelan.

49. B-S Perbedaan KB BATAM dengan KB di daerah lain antara lain di BATAM
tidak dijaga pejabat BC,sedangkan didaerah lain dijaga BC

50. B-S Penyelenggaraan Entreport Tujuan Pameran Bersifat Internasional.

51. B-S Penyelenggara Entreport Tujuan Pameran tidak dapat bertindak sekaligus
sebagai penyelenggara pameran dagang yang bersifat internasional.

52. B-S Penetapan suatu bangunan atau kawasan sebagai Entrepot (ETP) yang akan
digunakan khusus untuk penyelenggaraan pameran internasional dan
persetujuan sebagai Penyelenggara Entrepot (PETP) diberikan oleh Direktur
Jenderal Bea dan Cukai.

53. B-S Karena barang-barang impor yang dimasukkan ke Entreport Tujuan Pameran
(ETP) masih terutang bea masuk, maka untuk memudahkan pengawasannya,
suatu ETP harus mempunyai ruangan atau tempat yang terpisah, berupa
tempat penimbunan, tempat pameran, ruang pemeriksaan, dan ruang kerja
petugas bea dan cukai. Berkaitan dengan terminologi tersebut, pengertian
Ruang Pemeriksaan adalah tempat yang dimiliki Penyelenggara ETP yang
berada di luar tempat penimbunan untuk melakukan pemeriksaan barang.

54. B-S Permohonan persetujuan sebagai Penyelenggara ETP (PETP) dapat diajukan
baik sebelum bangunan Entreport berdiri maupun setelah bangunan fisik
bangunan berdiri.

55. B-S Jika permohonan persetujuan sebagai PETP disetujui, maka PETP harus
memepertaruhkan jaminan yang antara lain berupa jaminan tunai yang
besarnya ditetapkan oleh Dirjen BC.

56. B-S Persetujuan ETP dicabut oleh Menteri Perindustrian/perdagangan.

57. B-S Pengusaha ETP mengajukan permohonan fasilitas kepada Dirjen BC dengan
melampirkan fotokopi rekomendasi berupa izin penyelenggaraan dari
Deperindag.
58. B-S Barang untuk keperluan pendirian entrepot dan perlengkapannya diberikan
fasilitas keringanan bea masuk.

59. B-S Dalam penyelenggaraan Entreport Tujuan Pameran (ETP), barang-barang


yang dimintakan fasilitas kepabeanan berupa penangguhan/pembebasan bea
masuk, pembebasan cukai, dan PPN, PPnBM, serta PPh pasal 22 tidak
dipungut, hanya untuk barang impor saja, tidak termasuk barang produk
dalam negeri.

60. B-S Pengawasan yang dapat dilakukan guna mengetahui dipatuhinya peraturan
kepabeanan yang berlaku pada ETP adalah hanya dengan mekainsme audit.

61. B-S Izin Penyeleggaran ETP dapat dicabut jika hasil audit kepabeanan
menunjukkan terjadinya pelanggaran atas ketentuan Kepabeanan sehingga
mengakibatkan kerugian hak keuangan negara.

62. B-S Pengusaha ETP yang barang pamerannya rusak atau busuk dapat dikeluarkan
ke DPIL dengan membayar bea masuk yang dihitung berdasarkan harga
penyerahan dalam hal barang tersebut laku dijual

63. B-S Barang pameran yang rusak maupun tidak rusak harus di re-ekspor dan
dilarang untuk di pindahkan ke DPIL.

64. B-S Pengeluaran barang impor untuk keperluan pameran yang telah selesai
dipamerkan dapat dilaksanakan dengan menggunakan Formulir BC 2.3
apabila dikeluarkan dari ETP ke Kawasan Berikat(KB) atau ETP lainnya.

65. B-S Pengeluaran barang impor keperluan pameran yag telah selesai di pamerkan
dapat dilaksanakan dengan menggunakan formulir BC 2.3 dan PEB (BC 3.0)
apabila dikeluarkan dari ETP ke KB atau ETP lainnya.

66. B-S Pengusaha ETP yang barang pameran yang tidak terjual dan/ atau tidak habis
dipakai sesuai golongan barang yang diizinkan wajib mengekspor kembali
barangnya.

67. B-S Barang yang dimasukkan ke ETP yang digolongan dalam golongan F adalah
barang atau bahan yang habis dipakai untuk melakukan peragaan, demonstrasi
atau percobaan mesin-mesin.

68. B-S Pemasukan barang impor golongan A sampai dengan golongan G ke ETP
dapat dilakukan dari DPIL.

69. B-S Barang pameran eks-impor yang dikenakan sanksi dapat di kuasai negara
apabila dalam waktu 60 ( enam puluh ) hari jika belum juga diselesaikan
kewajibannya sejak barang tersebut di nyatakan tidak di kuasai.

70. B-S Barang yang dinyatakan dikuasai oleh Negara dapat dilakukan pelelangan
atau di gunakan untuk kepentingan lain sesuai dengan surat keputusan DirJen
Bea dan Cukai.
71.. B-S Dalam hal di temukannya selisih kurang jumlah dan / atau jenis barang impor
tujuan pameran yang seharusnya ada oleh auditor pabean, maka PETP
dikenakan sanksi berupa denda sebesar 100 % dari BM yang terutang.

72. B-S Persetujuan pengusaha TBB diberikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai
atas nama menteri keuangan kepada perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas
atau Koperasi.

73. B-S Yang dimaksud dengan Ruang Penyerahan adalah ruang yang dimiliki PTBB
Kedatangan yang digunakan untuk menyerahkan barang ang telah dilakukan
transaksi pembelian di ruang pamer berdasarkan bukti pembelian yang
diserahkan.

74. B-S Barang yang boleh dibeli di TBB kedatangan sesuai dengan ketentuan yang
dikenakan terhadap Barang Penumpang.

75. B-S Persetujuan atau penlakan permohonan pendirian TBB diberikajn selambat-
lambatnya dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan disampaikan
kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai yang mengawasi wilayah tersebut.

76. B-S Berita Acara Pemeriksan Lokasi dibuat oleh Pejabat yang secara nyata-nyata
memeriksa lokasi TBB tersebut.

77. B-S TBB adalah bangunan dengan batas-batas tertentu yang dipergunakan untuk
melakukan kegiatan usaha menjual barang asal impor dan/atau barang asal
daerah pabean kepada warga negara asing tertentu yang bertugas di Indonesia,
orang yang berangkat ke luar negeri atau orang yang tiba dari luar negeri
dengan mendapatkan BM, Cukai, dan PDRI.

78. B-S PTBB adalah perseroan terbatas yang khusus menjual barang-barang asal
impor saja kepada pembeli/orang-orang tertentu.

79. B-S Pada TBB dilakukan kegiatan mengolah barang asal impor dan/atau asal
DPIL menjadi suatu barang dengan tujuan untuk diekspor.

80. B-S TBB keberangkatan terletak sebelum pos pemeriksaan imigrasi untuk
melayani penumpang yang akan berangkat ke luar negeri.

81. B-S Persetujuan untuk menjadi PTBB hanya diberikan kepada perusahaan yang
berbentuk PT atau koperasi.

82. B-S Barang-barang untuk mendirikan Toko Bebas Bea tidak perlu membayar bea
masuk karena sama fungsinya dengan Gudang berikat dan Kawasan berikat.

83. B-S BKC berupa 10 Liter MMEA dan 150 batang sigaret dan 400 gram tembakau
iris melebihi jumlah pembatasan pembelian oleh tenaga ahli bangsa asing di
Toko Bebas Bea, sehingga kelebihan tersebut harus dimusnahkan.

84. B-S Turis asing yang bekerja di Perusahaan Penanaman Modal Asing berdasarkan
kotrak kerja sama dapat membeli barang di Toko Bebas Bea dengan batasan
USD 250,- per orang per bulan.

85. B-S Terhadap setiap pembelian, Pengusaha TBB membuat faktur pembelian yang
akan digunakan sebagai dasar pencatatan pengeluaran oleh pejabat bea dan
cukai yang mengawasi TBB.

86. B-S Untuk memperoleh kartu kuning, tenaga ahli bangsa asing mengajukan
permohonan kepada Dirjen Bea dan Cukai dengan melampirkan fotocopy
paspor saja.

87. B-S Pemasukan barang dari GB ke TBB dilakukan dengan menggunakan formulir
BC 2.3 dilampiri dengan B/L, invoice, dan packing list.

88. B-S Terhadap barang-barang yang dimasukkan ke TBB yang berasal dari barang
impor dilakukan pemeriksaan pabean.

89. B-S Untuk pengeluaran Barang Kena Pajak (BKP) asal Daerah Pabean dari TBB
ke DPIL tidak dipungut pungutan pajaknya.

90. B-S Dokumen yang digunakan untuk pemasukan barang dari DPIL ke TBB adalah
formulir BC 2.3

91. B-S Barang yang berada di TBB, jika akan dilakukan pemindahan dari satu
ruangan ke ruangan lainnya harus diberitahukan kepada Bea Cukai yang
mengawasi dengan menggunakan dokumen pemberitahuan pemindahan
barang.

92. B-S Dalam hal barang impor dikeluarkan ke dalam daerah pabean(peredaran
bebas), maka harus dibuat PIB dan dibayar BM dan PDRInya serta dikenakan
denda.

93. B-S Jika PTBB tidak melakukan penyelesaian terhadap barang impor yang masih
tersisa di TBB yang telah dicabut persetujuan pengusahanya melebihi jangka
waktu 30 hari, maka barang tersebut dinyatakan sebagai barang tidak
dikuasai.

94. B-S Persetujuan PTBB yang dibekukan dapat diberlakukan kembali bila PTBB
telah melunasi utangnya atau mampu kembali mengusahakan TBB.

95. B-S Persetujuan PTBB dapat dicabut oleh Dirjen Bea Cukai dalam hal PTBb
dinyatakan pailit oleh pengadilan.

96. B-S Barang impor yang masih tersisa di TBB yang telah dicabut persetujuan
pengusahanya dapat dilakukan penyelesaian dengan dikeluarkan ke DPIL
tanpa perlu membayar BM dan PDRInya.

KUNCI JAWABAN
PILIHAN GANDA

1. C 31. A 61. C 91. D 121.C


2. B 32. D 62. C 92. A 122.C
3. A 33. A 63. A 93. C 123.C
4. C 34. C 64. D 94. B 124.C
5. D 35. A 65. A 95. B 125.C
6. A 36. A 66. B 96. D 126.C
7. B 37. C 67. C 97. D 127.D
8. B 38. B 68. C 98. B 128.B
9. C 39. D 69. B 99. D 129.C
10. A 40. A 70. D 100.D 130.A
11. D 41. B 71. B 101.B
12. A 42. C 72. C 102.A
13. A 43. D 73. C 103.B
14. A 44. D 74. D 104.B
15. D 45. D 75. B 105.D
16. C 46. D 76. D 106.A
17. C 47. C 77. C 107.C
18. A 48. B 78. C 108.B
19. A 49. B 79. C 109.D
20. A 50. C 80. A 110.A
21. B 51. B 81. D 111.B
22. D 52. D 82. D 112.C
23. C 53. B 83. A 113.A
24. D 54. B 84. C 114.B
25. A 55. B 85. A 115.D
26. D 56. D 86. C 116.D
27. D 57. B 87. C 117.C
28. A 58. A 88. C 118.B
29. D 59. A 89. C 119.D
30. B 60. A 90. B 120.D
BENAR/
SALAH

1. S 21. B 41. S 61. S 81. B


2. B 22. B 42. S 62. B 82. S
3. S 23. S 43. S 63. S 83. B
4. S 24. S 44. S 64. S 84. S
5. S 25. B 45. S 65. B 85. B
6. S 26. S 46. B 66. S 86. S
7. S 27. S 47. B 67. S 87. S
8. B 28. S 48. S 68. S 88. B
9. S 29. S 49. B 69. S 89. S
10. B 30. S 50. B 70. S 90. S
11. S 31. S 51. S 71. B 91. B
12. B 32. B 52. S 72. B 92. S
13. S 33. B 53. S 73. S 93. B
14. S 34. S 54. B 74. B 94. B
15. S 35. B 55. S 75. S 95. B
16. B 36. S 56. S 76. S 96. S
17. S 37. S 57. B 77. B
18. B 38. B 58. S 78. S
19. S 39. B 59. B 79. S
20. B 40. S 60. S 80. S