Anda di halaman 1dari 1

Gemerincing cinta mengalun dalam benakku.

Aku lebih baik darinya, tapi dia tak


memilih aku.
Hingar bingar warna kehidupan membutakan mata.
Menggelayut memanjaku.
Mempesona dengan keindahan akan kelebihannya dari hanya sekedar hitam atau putih.
Walau...
Pun ketika mata bersimbah dengan air dan darah, dia tak memalingkan muka walau hanya sejenak.
........................................................................................................................................................................................................................................
Semilir angin berhembus membuatku lupa sejenak.
Aku terpana terpukau terlupa, tapi hanya sejenak.
Benakku sudah terlalu biasa menggemakan namanya.
Gembara jiwaku tak pernah luput untuk mengingat dirinya.
Kemarin sekarang esok hingga nanti pun aku takkan berpaling darinya.
Aku miliknya.
Seakan dia milikku.

(Psi screen, 23 Feb. 11)