Anda di halaman 1dari 14

Lipoma

Definisi

Lipoma adalah tumor lemak yang pertumbuhannya lambat dan berada di antara kulit dan
lapisan otot. Seringkali lipoma mudah diidentifikasi karena tumor ini langsung bergerak jika
ditekan dengan jari. Lipoma dapat terjadi pada segala usia dan tumor ini dapat bertahan di
kulit selama bertahun-tahun.

Gejala

Adapun gejala-gejala lipoma antara lain:


•   predileksi : Lipoma terletak di bawah kulit dan tidak menonjol.. Lipoma sering terjadi di
leher, punggung, lengan dan paha.
•    Lipoma jika disentuh terasa empuk dan mudah bergerak jika sedikit ditekan dengan jari.
•    Paling sering lipoma berukuran kecil, dengan diameter kurang dari 2 inci (5 cm). Tapi
lipoma dapat tumbuh besar dengan diameter mencapai lebih dari 4 inci (10 cm).
•   Lipoma bisa juga menyakitkan jika tumor lemak ini tumbuh dan ditekan di dekat saraf,
atau jika mengandung banyak pembuluh darah. Karena pertumbuhannya lambat, kita
mungkin baru tahu memiliki lipoma setelah bertahun-tahun.

Etiologi

Penyebab pasti dari lipoma belum jelas hingga saat ini.

Penatalaksanaan

Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali berkembang
menjadi nyeri dan mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang menjalani operasi
bedah untuk alasan kosmetik. Operasi yang dijalani merupakan operasi kecil, yaitu
dengan cara menyayat kulit diatasnya dan mengeluarkan lipoma yang ada. Namun
hasil luka operasi yang ada akan sesuai dengan panjangnya sayatan. Untuk
mendapatkan hasil operasi yang lebih minimal, dapat dilakukan liposuction. Sekarang
ini dikembangkan tehnik dengan menggunakan gelombang ultrasound untuk
menghansurkan lemak yang ada. Yang perlu diingat adalah jika lipoma yang ada tidak
terangkat seluruhnya, maka masih ada kemungkinan untuk berkembang lagi di
kemudian hari.
Fibroma desmoplastik

Definisi

Fibroma desmoplastik adalah tumor dengan progresivitas lambat dengan sel yang
berdiferensiasi baik yang memproduksi kolagen . tempat yang paling sering terkena
adalah mandibula, femur dan pelvis .

Epidemiologi

Dapat ditemukan baik pada wanita maupun pria

Gejala klinis

Biasanya ditemukan sebagai efusi yang terletak dekat dengan sendi. Hanya 12 %
kasus yang disetai dengan fraktur.

Pemeriksaan radiologi
Menunjukkan osteolitik meluas , lesi sklerotik meduler dengan batas tegas.
biasanya ditemukan tumor berbentuk oval dalam metaphysis sejajar dengan sumbu
panjang tulang. Terdapat penipisan pada korteks, dan trabekula memberikan
tampilan yang berlobul seperti “sabun berbuih”

Pemeriksaan histopatologi

Biasanya ditemukan banyak serat kolagen padat namun sedikit kandungan sel. Sel-
sel fusiform yang ditemukan biasanya memiliki inti yang bulat atau memanjang.
Penatalaksanaan

Dapat diatasi dengan eksisi bedah marjinal atau meluas. Tingkat kekambuhan 55%-
72% tanpa reseksi dan 17% dengan reseksi.

Liposarkoma

Definisi

Merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan adiposit.

Etiologi

Belum diketahui

Epidemiologi

Tidak berkaitan dengan ras ataupun letak geografis. Umumnya lebih sring terjadi
pada pria dibandingkan dengan wanita.

Gejala klinis
Biasanya muncul sebagai massa yang tumbuh secara perlahan-lahan tanpa rasa
sakit , namun pada beberapa kasus tumbuh pesat dan menjadi ulserasi .

Klasifikasi

WHO mengklasifikasikan liposarkoma menjadi 5 kategori :

1. Liposarkoma berdiferensiasi baik


2. Dediferensiasi
3. Liposarkoma myxoid
4. Lipsarkoma sel bulat
5. Liposarkoma pleomorfik

Liposarkoma berdiferensiasi baik

Liposarkoma dediferensiasi
Liposarkoma myxoid

Liposarkoma sel bulat

Liposarkoma pleomorfik
Patofisiologi

Terdapat kelainan translokasi pada kromosom band 12q13 . translokasi kromosom


yang paling umum adalah fusi FOS-CHOP gen , yang mengkode factor transkripsi
yang diperlukan untuk diferensiasi adiposit.

Frekuensi

Dengan kejadian tahunan sebesar 2,5 kasus per juta penduduk, liposarcoma adalah
sarkoma jaringan lunak yang paling umum.

Angka hidup

Dalam 5 tahun terakhir kurang dari 50% dapat bertahan hidup . biasanya sering
terjadi metastasis , terutama ke hati dan paru-paru melalui hematogen.

Gejala klinis

Liposarcomas yang paling sering ditemukan di ekstremitas, dalam retroperitoneum, dan,


lebih jarang, di daerah kepala dan leher. Tumor ini paling sering timbul dari dalam
vascularisasi daripada dari lemak submukosa atau subkutan.

Liposarcomas dari semua subtipe dapat terjadi di Cutis dan subkutis. Kebanyakan pasien
dengan liposarcoma tidak memiliki gejala sampai tumor besar, menyebabkan nyeri atau
gangguan fungsional. Di daerah retroperitoneal, di mana liposarcoma terdeteksi pada tahap
akhir, tumor bisa tumbuh sampai ukuran besar, beratnya beberapa kilo pada saat diagnosis.

Anamnesa :

    * Asosiasi episode trauma pada daerah yang mengandung massa


    * Nyeri pembengkakan
    * Penurunan fungsi
    * Mati rasa
    * Pembesaran varises
    * Kelelahan
    * Nyeri abdomen
    * Berat badan
    * Mual
    * Muntah

Fisik :

predileksi : 3 lokasi paling umum yaitu paha, retroperitoneum, dan daerah inguinal.

Liposarcoma biasanya muncul sebagai sebuah massa. Massa cenderung tumbuh perlahan-
lahan dari waktu ke waktu. Lesi biasanya tidak teraba pada palpasi. Diffuse pembesaran
perut dapat diamati pada pasien dengan penyakit retroperitoneal.

Penatalaksanaan

Bedah eksisi , dan radiotheraphy.

Fibrosarkoma
Fibrosarcoma merupakan salah satu neoplasma ganas yang berasal dari sel
mesenkim yang terdiri dari malignant fibroblast dengan latar belakang kolagen dan
dapat juga dijumpai komponen tulang rawan dan jaringan osteoid.

Fibrosarcoma ini dapat terjadi pada semua umur, tetapi paling sering umur antara
30- 55 tahun. Secara klinis tidak terdapat gejala khusus pada penyakit ini, sehingga
tidak bisa dibedakan dari tumor lainnya. Pertumbuhan tumor ini sangat cepat, dan
sering terjadi lokal rekuren setelah dilakukan tindakan eksisi. Metastase sering
terjadi pada paru, otak, ginjal dan tulang.

Tumor ini merupakan tumor dapat terjadi pada soft tissue dimana saja, tetapi
paling sering mengenai deep soft tissue pada ekstermitas bawah terutama pada
daerah paha dan lutut, kemudian pada ektremitas atas dan batang tubuh. Banyak
juga dilaporkan adanya fibrosarcoma pada cavum nasal, sinus paranasal dan
nasopharyng, Pada kasus yang jarang juga dilaporkan dapat terjadi pada payudara,
tyroid , jantung, paru , liver dan susunan saraf pusat.

Etiologi

Pada fibrosarkoma , tidak ada penyebab yang pasti terjadinya tumor ini. Pada
penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa diduga adanya hubungan antara
fibrosarkoma dengan mutasi genetik. Defek genetik yang paling sering antara lain
yaitu : hilangnya allel, poin mutasi dan translokasi kromosom.
Faktor - faktor lain yang diduga dapat menimbulkan tumor ini adalah :

1. Infeksi virus
Pada penelitian terhadap hewan primata, kanker payudara dapat timbul akibat
infeksi virus mause mammary tumor virus

2. Faktor endokrin
Terdapat hubungan antara pertumbuhan kanker pada payudara dengan
gangguan metabolisme hormon, seperti: produksi estrogen yang berlebihan ,
produksi androgen yang subnormal , abnormalitas prolaktin.

3. Fungsi reproduktif
Dari statistik diketahui bahwa kanker payudara 2,3 x lebih sering pada wanita
yang tidak menikah, 2x lebih sering pada wanita yang hamil kurang dari dua kali ,
1,7 x pada wanita dengan menarche dini.

4. Radiasi
Radiasi merupakan suatu karsinogenik

Diagnosis

Sejumlah prosedur pemeriksaan secara histologi maupun sitologi dapat dilakukan


pada jaringan sebelum dilakukan terapi. Aktivitas tumor dapat diperiksa pada darah
melalui tumor marker Ca 15.3 (Karbohidrat antigen 15.3 , epithelial mucin ) .
A. Gejala Klinis

Gejala pada awal penyakit sering tidak tampak ataupun tanpa rasa nyeri. Biasanya
tumor pada awalnya tidak diketahui, sampai kemudian timbul gejala, baik
secara radiografi maupun teraba benjolan .
Pada lesi yang besar dapat terjadi peregangan kulit sehingga tampak berkilat dan
berwarna keunguan, dan terjadi perubahan pada kulit disekitar lesi. Pada
massa sangat besar dapat timbul pelebaran pembuluh vena.

B. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan imaging dilakukan untuk mendeteksi adanya metastase,


fibrosarkoma memberikan gambaran yang mirip dengan lesi jinak seperti pada
kista ataupun fibroadenoma. Gambaran yang tampak berupa bayangan yang sangat
padat dengan batas yang jelas.dan tidak terlihat adanya aktifitas infasif.

C. Pemeriksaan Patologi

1. Gambaran Makroskopis

Secara umum tumor ini soliter, konsistensinya lunak kenyal, massa berbentuk
bulat ataupun berlobus, warna putih keabuan sampai kuning kecoklatan.
Diameter sekitar 3 - 8 cm, tetapi kadang-kadang lebih besar dari 10 cm. Pada
tumor yang kecil cenderung berbatas jelas dan sering sebagian atau
seluruhnya ditutupi oleh kapsul. Pada tumor yang besar batas tidak jelas,
sering meluas ke jaringan disekitarnya ataupun tumbuh dengan cara invasif
difus ataupun destruktif.

Pada tumor dengan poorly differensiasi tampak adanya fokus nekrosis dan
perdarahan

2. Gambaran Mikroskopis

Gambaran fibrosarkoma tampak adanya :


- sejumlah sel yang malignan yang terpisah - pisah tidak beraturan.
- sel bentuk spindel dengan inti yang memanjang, pleomorfis dan hiperkromatin .
- kromatin kasar bergranul.
- Adanya nekrosis
- Adanya mitosis
- Dapat dijumpai multinukleated giant sel dan bizzare nukleus.

B. Pemeriksaan Histopatologi

Fibrosarkoma mempunyai gambaran pola pertumbuhan fascicula sel bentuk


fusiform ataupun spindel, sitoplasma sedikit dengan batas sel yang tidak jelas dan
dibagi dalam anyaman serabut kolagen yang tersusun paralel. Pada kenyataannya ,
jumlah dan orientasi dari keterlibatan serabut kolagen berperan dalam menentukan
bentuk sel tumor dan menggambarkan derajat diferensiasi seluler. Jarang dijumpai
multinukleated giant sel ataupun giant sel pada sel yang bentuk bizzare.

Histologi grading pada fibrosarkoma terutama berdasarkan derajat selularitas,


derajat diferensiasi selular, jumlah gambaran mitotik dan sejumlah kolagen yang
dihasilkan oleh sel tumor dan nekrosis yang luas.

Well differentiated fibrosarcoma


Karakteristik : susunan sel-sel bentuk spindel yang uniform, yang secara khas
memperlihatkan adanya fibrogenesis. Pada beberapa kasus sel-sel tersebut
berkelompok membentuk untaian yang berkelok membentuk gambaran herring bone
pattern. Pada keadaan yang lainnya sel-sel dipisahkan oleh serabut kolagen yang
tebal, wire like dan dapat mengalami hialinisasi. Pada beberapa tumor
memperlihatkan gambaran sel yang lebih bulat dengan inti yang kecil dan sitoplasma
yang jernih, sel tersebut dapat menjadi padat oleh karena serabut kolagennya
mengalami hialinisasi. Dijumpai adanya sedikit selular pleomorfik. Lesi seperti ini
merupakan lesi yang low grade.

Poorly differentiated fibrosarcoma

Karakteristik : Sel-sel tumor bentuknya lebih padat, bentuk sel kecil, ovoid
ataupun bulat dan tanpa kolagen. Sel-sel sangat anaplastik dan pleomorfik dengan
inti yang bizzare. Herring bone pattern sulit dijumpai, banyak terlihat mitosis dan
dapat terlihat adanya nekrosis ataupun perdarahan. Gambaran sel yang seperti ini
sering disebut dengan malignant fibrous histiocytoma. Lesi yang seperti ini
merupakan lesi yang high grade.
STAGING

Staging pada tumor fibrosarcoma ini berdasarkan pada tiga grade system ataupun
sebagian ahli menggunakan empat grade system . Kriteria yang digunakan untuk
grading pada sarkoma ini adalah berdasarkan : derajat anaplasia dan pleomorfik,
derajat selularitas, aktifitas mitosis dan adanya nekrosis serta derajat diferensiasi
tumor.

TERAPI

Pembedahan dapat dilakukan pada tumor fibrosarkoma berupa eksisi, mastektomi.


Pada tindakan eksisi harus diperhatikan dengan baik batas sayatan, karena sering
terjadi lokal rekuren pada batas sayatan yang inadekuat. Total mastektomi
dianjurkan
pada tumor yang high grade. Terapi radiasi sebagai ajuvant dapat dilakukan
terutama bila diduga terjadi inkomplit eksisi. Sedangkan kemoterapi dapat
dikombinasi pada tumor yang high grade.

PROGNOSIS

Prognosis tergantung pada jumlah mitosis per lapangan pandang , ukuran tumor dan
sifat tumor pada jaringa. Tumor yang mempunyai jumlah mitosis
kurang dari 5 per HPF mempunyai prognosa yang baik dibandingkan dengan tumor
mempunyai mitotic 8 - 10 per HPF. Adanya tulang dan tulang rawan juga mempunyai
prognosa yang buruk. Pada usia dewasa muda terdapat korelasi yang baik antara
gambaran histologi tumor dengan kecepatan rekuren lokal dan metastase serta
survival. Metastase terjadi melalui pembuluh darah, sangat jarang melalui pembuluh
lymph. Metastase dapat timbul pada 50 % kasus. Lokal rekuren sering terjadi, yaitu
sekitar 60% kasus fibrosarcoma yang low grade.