Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Demam adalah peningkatan suhu tubuh lebih dari 38 °C. Demam
merupakan suatu gejala dari suatu penyakit seperti DHF, infeksi saluran
pernafasan atas, otitis media , pneumonia, gastroenteritis maupun infeksi pada
saluran kencing. Demam yang berlarut dan suhu yang dapat mencapai lebih dari
38 °C dapat menyebabkan bangkitan kejang.
Demam dapat terjadi pada anak untuk itu perlu diberitahukan kepada
orang tua cara penatalaksanaan demam untuk menurunkan suhu tubuh melalui
pendidikan kesehatan. Berdasarkan observasi dan wawancara di ruang anak C1
lantai 1, banyak dari orang tua yang tidak tahu cara penatalaksanaan demam
yang tepat. Hal inilah yang mendorong kami untuk melakukan pendidikan
kesehatan tentang penatalaksanaan demam pada anak.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit orang tua mengerti
tentang penatalaksanaan demam pada anak.
2. Tujuan Khusus :
Diharapkan keluarga mampu :
a. menyebutkan pengertian demam
b. menyebutkan tanda dan gejala dari demam
c. menyebutkan komplikasi dari demam
d. mendemontrasikan cara mengatasi demam dengan
mengompres yang tepat

C. SASARAN
Orang tua yang belum mengetahui cara mengatasi demam pada anak
BAB II
DESKRIPSI KASUS

A. KARAKTERISTIK SASARAN
1. Orang tua dengan anak yang demam
2. Orang tua yang mempunyai kurang pengetahuan tentang cara
mengatasi demam
3. Orang tua dengan tingkat pendidikan rendah

B. Analisa Kasus
Pada keadaan demam dengan kenaikan suhu tubuh 1 ° C akan mengakibatkan
kenaikan metabolisme basal mencapai 10 – 15 % dan meningkatkan kebutuhan
oksigen sebesar 20%, sirkulasi otak juga meningkat mencapai 65% , oleh
karena itu kenaikan suhu tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran
sel neuron dan dalam waktu yang singkat terjadi difusi dari ion kalium maupun
ion natrium melalui membran tersebut yang berakibat lepasnya muatan listrik
dan terjadi kejang.
Diharapkan dengan pendidikan kesehatan ini nantinya keluarga/ orang tua bisa
mengerti dan bisa menanggulangi komplikasi dari demam.

C. Prinsip belajar
Prinsip belajar dari pendidikan kesehatan ini adalah untuk menerapkan suatu
konsep dalam praktek kehidupan sehari – hari. sehingga diharapkan terjadi
pola hidup yang lebih baik.

D. Karakteristik Media Belajar


1. Sesuai dengan materi pendidikan kesehatan yang diberikan
2. Menarik
3. Mudah dipahami oleh audience atau sasaran
4. Bahasa sederhana dan mudah dimengerti
5. Tidak melelahkan / menghemat energi
6. Sesuai dengan karakteristik sasaran ( tingkat pendidikan dan budaya)
7. Dapat dipraktekan oleh audience
BAB III
METODOLOGI PENDIDIKAN KESEHATAN

A. Deskripsi Media Belajar


Deskripsi dalam pendidikan kesehatan ini adalah mahasiswa keperawatan yang
sedang menjalani program profesi ners dengan menggunakan media berupa
poster leaflet serta demonstrasi dengan menggunakan alat peraga. Informasi
dalam media tersebut meliputi pengertian demam, tanda dan gejala demam,
komplikasi dan cara penatalaksanaan demam .

B. Tujuan Belajar
Meningkatkan pengetahuan orang tua cara mengatasi demam untuk mencegah
komplikasi lebih lanjut

C. Ketrampilan yang diperlukan


Ketrampilan yang diperlukan dalam pendidikan kesehatan ini adalah
ketrampilan dalam berkomunikasi terutama menyampaikan informasi kepada
sasaran, sehingga mudah diterima dan dimengerti oleh sasaran dan ketrampilan
dalam mendemonstrasikan dengan baik sehingga tidak salah persepsi oleh
audience.

D. Jenis Media
Jenis media yang digunakan adalah:
1. Poster
2. Leaflet
3. Alat peraga

E. Alat yang digunakan


1. Boneka
2. air hangat dalam baskom
3. waslap/handuk kecil
4. termometer

F. Proses Pendidikan Kesehatan


 Persiapan lingkungan
 Menjelaskan materi yang akan disampaikan
 Memberikan kesempatan kepada orang tua untuk bertanya
 Memperagakan cara melakukan kompres water topid sponging
 Meminta audience untuk mempraktekan kembali
 Memberikan feed back
 Melakukan evaluasi dan menyimpulkan kegiatan
 Menutup kegiatan

G. Waktu Pelaksanaan
 Hari/tanggal: Kamis, 24 Oktober 2005
 Waktu : 09.00 – 09.30 WIB ( 30 menit)

H. Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai


 Kelelahan orang tua selama diberikan pendidikan kesehatan
 Kebosanan orang tua
 Anak rewel
 Penggunaan bahasa yang tidak sesuai
 Tingkat pendidikan orang tua

I. Antisipasi Untuk Meminimalkan Hambatan


 Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
 Waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan tidak terlalu lama
 Menggunakan media yang menarik
 Melibatkan peran serta dari audience

J. Pengorganisasian
Pelaksana : 1. Indriyani
2. Mariyam
Setting tempat :

3 3 3 Keterangan:
1,2 : pemberi materi
3 3 3
3 : Orang tua / audience
4 4 : Meja
1 2
K. Sistem Evaluasi
a. Evaluasi struktur
- Proposal pendidikan kesehatan sudah siap
- Media telah dipersiapkan
- Orang tua siap diberikan pendidikan kesehatan
- Kontrak waktu dan tempat sudah disepakati
- Perawat siap memberikan pendidikan kesehatan
b. Evaluasi proses
- Waktu dan tempat sesuai kontrak
- Orang tua kooperatif saat dilakukan pendidikan kesehatan
- Terjadi diskusi antara orang tua dan perawat
c. Evaluasi hasil
- Orang tua dapat memahami materi dan mempraktekannnya dengan baik
DAFTAR PUSTAKA

1. Wong, Donna L . Keperawatan pediatric, Jakarta. EGC. 2003


2. Beltz, Ccitty L. Buku saku keperawatan Pediatrik. Edisi 3. Jakarta . EGC. 2002
3. Ngastiyah, Perawatan anak sakit .Jakarta. EGC. 1997
Lampiran materi
DEMAM

A. PENGERTIAN
Demam adalah kenaikan suhu tubuh lebih dari 37.8 ºC pada aksila atau suhu
tubuh diatas 38.4º C melalui pemeriksaan rectal.

B. TANDA DAN GEJALA DEMAM


Anak rewel
Kulit kemerahan
Hangat pada sentuhan
Peningkatan frekuensi pernafasan
Menggigil
Dehidrasi

C. PENATALAKSANAAN DEMAM
1. Persiapan alat
a. air hangat pada baskom
b. waslap 4 buah
c. Handuk 1 buah
d. Perlak dan kain pengalas 1 buah
2. langkah-langkah
a. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan mengawasi anak
b. Ukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer
c. Kompres anak dengan air hangat pada kedua ketiak dan
selangkangan
d. Hindari dengan air es karena anak dapat menggigil
e. Lakukan surface cooling yaitu menyibin anak dengan
menggunakan air hangat setelah kering ulangi kembali sampai suhu
tubuh menurun
f. Berikan obat penurun panas
g. Beri anak cairan lebih banyak dari biasa seperti air matang,
air the, kuah sayur bening dan istirahat yang cukup
h. Jangan beri pakaian / selimut tebal
i. Beri makanan bergizi yang mengandung nutrien yang dapat
meningkatkan daya tahan tubuh
j. Bila anak masih mendapat ASI, beri ASI lebih sering dan
lebih banyak
LAPORAN PELAKSANAAN
PENDIDIKAN KESEHATAN
PENATALAKSANAAN DEMAM PADA ANAK
DI RUANG C1 LANTAI 1 RSDK SEMARANG

DISUSUN OLEH:
INDRIYANI : G6B205019
MARIYAM : G6B205023

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS ANGKATAN VI


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2005
BAB IV
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN

1. KONTRAK AWAL
Kontrak awal dengan keluarga penderita yaitu ibu dan ayah dilakukan
pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2005 pukul 8.00 WIB. Kontrak yang
dilakukan secara lisan meliputi waktu pelaksanaan kegiatan, materi kegiatan
dan persiapan lainnya yaitu keikutsertaan keluarga dalam pendidikan kesehatan.
Kontrak juga dilakukan dengan pembimbing klinik ( Ns. Donasiana,
S.Kep ) untuk mendapatkan persetujuan dan bimbingan selama pelaksanaan
pendidikan kesehatan.

2. TAHAP ORIENTASI
Waktu pelaksanaan kegiatan pendidikan kegiatan tepat waktu sesuai
kontrak yang disepakati yaitu jam 8.00. Pada pukul 8.00 WIB mulai dilakukan
pendidikan kesehatan dihadiri oleh ayah klien, An. N dan nenek klien, An. V
Persiapan yang dilakukan yaitu menyiapkan tempat kegiatan sesuai
kondisi klien (klien tetap di tempat tidur) sedang keluarga klien duduk di kursi
yang telah dipersiapkan bersama dengan petugas kesehatan. Petugas kesehatan
mengawali dengan memperkenalkan diri kembali pada keluarga, mengulang
kontrak yang telah disepakati hari sebelumnya yaiatu pada hari Kamis,
menyepakati waktu kegiatan selama 30 menit dan menawarkan bahasa yang
akan digunakan, dan keluraga menyepakati untuk menggunakan bahasa
Indonesia. Tahap orientasi dilakukan selama 5 menit.

3. TAHAP KERJA
Petugas kesehatan memulai tahap kerja dengan memberi kesempatan
keluarga klien untuk memberikan persepsi tentang penatalaksanaan demam
pada anak. Persepsi ibu klien (keluarga) tidak sepenuhnya benar sehingga perlu
diberikan penjelasan lebih lanjut. Berikutnya petugas kesehatan memberikan
penjelasan lebih lanjut mengenai penatalaksanaan demam pada anak Pada saat
menjelaskan petugas kesehatan juga menunjukkan tanda-tanda (kondisi) yang
ditemukan pada klien sesuai dengan perihal yang disampaikan. Keluarga klien
diberi kesempatan juga untuk mencoba mempraktekkan penatalaksanaan
demam dengan kompres air hangat.
Selama tahap kerja klien juga dilibatkan dalam komunikasi dengan
bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti klien sehingga menunjukkan
penerimaan terhadap penjelasan dari tenaga kesehatan.
Fase kerja berlangsung selama 20 menit sesuai dengan rencana yanag
ditetapkan, semua materi tersampaikan sesuai dengan rencana yang disusun dan
selanjutnya keluarga klien diberikan leaflet sesuai materi yang dijelaskan untuk
diperlajari lebih lanjut di rumah.

4. TAHAP TERMINASI
Pada akhir kegiatan, ibu klien (keluarga) diberi kesempatan kembali
untuk menyampaikan materi pendidikan kesehatan yang telah dilakukan yaitu
meliputi pengertian pengertian dan penatalaksanaan demam pada anak. Secara
garis besar keluarga klien mampu menjelaskan dengan bahasa yang sederhana
sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Pada kesempatan yang berikutnya petugas kesehatan mengakhiri
kegiatan pendidikan kesehatan dengan menyampaikan terima kasih atas
partisipasinya dalam pendidikan kesehatan dan menutup dengan salam.
Kegiatan pendidikan kesehatan selesai pukul. 8.30 WIB.
BAB V
PENUTUP

Pendidikan kesehatan diperlukan pada keluarga yang mempunyai masalah


terhadap nutrisi yang diperlukan pada anak yang mengalami DHF. Diharapkan dapat
merubah terhadap ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
Setelah diberikan pendidikan kesehatan secara efektif, keluarga klien dapat
menyebutkan pengertian demam dan penatalaksanaan demam pada anak. Keluarga
klien setelah diberikan pendidikan kesehatan mampu memahami tentang
penatalaksanaan demam pada anak sehingga diharapkan bila klien mengalami
demam, keluarga klien tidak panik.