A. Pengertian Hipertensi Istilah ³hipertensi´ diambil dari bahasa Inggris ³hypertension´.

Kata ³hypertension´ itu sendiri berasal dari bahasa latin, yakni ³hyper´ dan ³tension´. ³Hyper´ berarti super atau luar biasa dan ³tension´ berarti tekanan atau tegangan. Hypertension akhirnya menjadi istilah kedokteran yang popular untuk menyebut penyakit tekanan darah tinggi. Disamping itu, dalam bahasa Inggris digunakan istilah ³high blood pressure´ yang berarti tekanan darah tinggi. (Bangun. 2002) Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ? 140 mmHg dan tekanan darah diastolic ? 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat hipertensi. (Mansjoer, Arif. 1999) Dalam rekomendasi penatalaksanaan hipertensi yang kesemuanya didasarkan atas bukti penelitian (evidence based) antara lain dikeluarkan oleh The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evalution, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-7), 2003, World Health Organization/International Society of Hypertension (WHO-ISH), 1999, British Hypertension Society, European Society of Hypertension/European Society of Cardiology (ESH/ESC), definisi hipertensi sama untuk semua golongan umur. (Sudoyo, Aru W. 2006) Klasifikasi Hipertensi Menurut Dr. Marvin Moser dalam bukunya, Lower Your Blood Pressure and Live Longer, sebenarnya yang dinamakan tekanan darah normal atau tinggi, batasnya cukup luas. Karenanya, masih banyak dokter yang tidak setuju dengan klasifikasi batas tekanan darah normal dan batas mulainya hipertensi. 1. Klasifikasi Menurut The National Committee on the Detection and Treatment of Hypertension. Klasifikasi hipertensi menurut The National Committee on the Detection and Treatment of Hypertension jilid keempat (1988) adalah tekanan darah untuk orang dewasa berumur 18 tahun atau lebih. Pada umumnya orang yang berusia diatas 55 tahun akan menderita isolated systolic hypertension (hipertensi sistolik terisolasi). Namun, jika hal ini terjadi pada orang yang lebih muda, dapat diramalkan bahwa dikemudian hari orang itu akan menderita hipertensi sistolik. 2. Klasifikasi menurut WHO Menurut WHO (World Health Organization), organisasi kesehatan dunia dibawah PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), klasifikasi tekanan darah tinggi sebagai berikut.
y y y

Tekanan darah normal, yakni jika sistolik kurang atau sama dengan 140 dan diistolik kurang atau sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah perbatasan, yakni sistolik 141-149 dan diastolic 91-94 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yakni jika sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolic lebih besar sama dengan 95 mmHg.

Pengukuran Tekanan Darah

kondisi. kopi. Huon H. Semua orang dewasa harus mengkur tekanan darahnya secara teratur setidaknya setiap 5 tahun sampai umur 80 tahun.Pada usia lanjut terdapat berbagai keadaan yang sering menjadi masalah dalam penentuann tekanan darah. sistem renin-angiotensin. amat dipengaruhi oleh keadaan pembuluh pasien yang sudah mengalami kekakuan akibat aterosklerosis dan barorefleks yang berkurang. (Mansjoer. yaitu : 1.5 cm dan harus menutup paling sedikit 2/3 bagian atas lengan. 2003) B. Ani W. 2002) Hipertensi primer juga disebut hipertensi ³esensial´ atau ³idiopatik´ dan merupakan 95 % dari kasus-kasus hipertensi. dkk. Etiologi Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan. Selama 75 tahun terakhir telah banyak penelitian untuk mencari etiologinya. Timbulnya penyakit hipetensi sekunder sebagai akibat dari suatu penyakit. penyakit hipertensi primer baru diketahui pada waktu memeriksa kasehatan kedokteran. dan minuman ringan yang mengandung kafein. Hipertensi Sekunder Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang telah diketahui penyebabnya. karena karet yang lebih kecil dengan cakupan yang kecil akan memberikan angka yang lebih tinggi. Huon H. Beberapa jam sebelumnya tidak dibenarkan minum zat perangsang (stimulant) seperti teh. lingkungan. hiperaktivitas susunan saraf simpatis. seperti obesitas. dan faktor-faktor yang meningkatkan risiko. alcohol. Jika hasilnya berada pada nilai batas. serta polisitemia. peningkatan Na & Ca interselular. Contoh kelainan yang menyebabkan hipertensi sekunder adalah sebagai hasil dari salah satu atau kombinasi hal-hal berikut : . Mereka yang menderita hipertensi primer. Dalam bahasa sederhana atau menurut istilah orang awam adalah hipertensi yang penyebabnya tidak atau belum diketahui. Selain itu pada pengukuran tekanan darah sering terdapat pseudohipertensi akibat manset pengukuran tekanan darah harus menekan lebih keras arteri brachialis yang kaku. Terdapat sekitar 95 % kasus. disebut juga hipertensi idiopatik. merokok. defek dalam ekskresi Na. kurang lebih selama 5-10 menit. (Gray. Pada umumnya. Oleh karena pada usia lanjut pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan juga pada posisi berdiri. (Sudoyo. 2006) Pasien dibiarkan istirahat dalam kamar yang tenang. pengukuran perlu dilakukan setiap 3-12 bulan. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetic. Tekanan darah dapat menurun secara berlebihan pada posisi berdiri. dkk. Tekanan Darah yang akurat yang dianggap mewakili nilai sebenarnya. (Gray. Arif. Karet lingkar lengan sfigmomanometer memiliki ukuran lebar 12. Keadaan ini harus dipertimbangkan apabila terdapat hipotensi ortostatik atau respon pengobatan yang kurang. (Bangun. tidak menunjukkan gejala apapun. dan kebiasaan seseorang. 2001) 2. sesudah makan atau sesudah aktivitas. Hipertensi Primer Hipertensi primer adalah penyakit hipertensi yang tidak langsung disebabkan oleh penyebab yang telah diketahui. mengeras karena klasifikasi. 2003) Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya.

otak. Hal ini memerlukan pengobatan semua faktor risiko reversible yang ditemukan seperti merokok. Cedera dikepala atau perdarahan diotak yang berat. Penyakit atau gangguan ginjal. gagal jantung (54 %). Tanda dan Gejala Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala. 2001) D. (Mansjoer. dan sindrom Cushing. peningkatan cholesterol. 2006) Tujuan utama pengobatan penderita dengan hipertensi ialah tercapainya penurunan maksimum risiko total mordibitas dan mortalitas kardiovaskuler. Pada studi SHEP yang melibatkan pasien dengan usia lebih 60 tahun dan tekanan darah lebih dari 160/90 mmHg. Terdapat hasil 2 penelitian yang terkontrol yang mempengaruhi cara pengobatan hipertensi sistolik pada usia lanjut. Pemakaian obat terlarang seperti heroin. pemberian diuretic klortalidon (tanpa atau dengan penghambat beta) mengurangi kejadian strok (36 %). 2001) Hipertensi pada usia lanjut sama seperti hipertensi pada usia lainnya. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan. koarktasio aorta. dkk. hipertensi vascular renal. E. Intensitas pengobatan sesuai dengan stratifikasi risiko absolute kardiovaskuler seperti diberikut ini : F. Tumor diotak atau sebagai reaksi dari pembedahan. feokromositoma. atau dengan obat antihipertensi. infark miokard (27 %) dan seluruh komplikasi kardiovaskular (32 %) dibandingkan dengan kelompok placebo. Penatalaksanaan Farmakologi : . (Bangun. Strategi penatalaksanaan 1. (Sudoyo. epistaksis. penyakit ginjal. gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada ginjal. 2002) Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Penatalaksaan Tujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan. marah. atau jantung. (Mansjoer. dll. yaitu systolic Hypertension in the Elderly Program (SHEP) dan Systolik Hypertension in Europe (SystEur). Gejala lain yang sering ditemukan adalah sakit kepala. kokain. atau jenis narkoba lainnya. rasa berat ditengkuk. Terdapat sekitar 5 % kasus. diabetes mellitus dan pengobatan yang memadai kondisi klinik yang berhubungan selain pengobatan tekanan darah tingginya sendiri. telinga berdengung. sukar tidur. mata. Kehamilan atau pemakaian pil pencegah hamil. mata berkunang-kunang.y y y y y y Akibat stres yang parah. Arif. Hal ini dapat dicapai melalui modifikasi gaya hidup saja. Bahkan risiko terjadinya komplikasi lebih besar. dan pusing. Arif. Tujuan terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik dibawah 140 mmHg dan tekanan diastolic dibawah 90 mmHg dan mengontrol faktor risiko. dkk. Penyebab spesifiknya diketahui seperti penggunaan estrogen. Aru W. Bila demikian. hiperaldosteronisme primer.

Penurunan diet natrium dari 180 mmol (10. tetapi efek presor ini menghilang dalam 1-2 minggu dengan mengurangi konsumsi alcohol dibatasi 20-30 g etanol per hari untuk pria dan 10-20 g etanol per hari pada wanita.8 g) per hari menurunkan tekanan darah sistolik 4-6 mmHg. Alcohol menurunkan efek obat antihipertensi. Penurunan diet garam Diet tinggi garam dihubungkan dengan penigkatan tekanan darah dan prevalensi hipertensi.y y y Segera berikan pengobatan farmakologi untuk penderita hipertensi dengan risiko tinggi dan sangat tinggi. 2). Untuk penderita yang sulit untuk menghentikan merokok dapat dibantu dengan pengobatan penggantian nikotin. Tujuan intervensi gaya hidup : y y y y Untuk menurunkan tekanan darah Untuk mengurangi kebutuhan dan meningkatkan efikasi obat antihipertensi. Berhenti merokok Merupakan perubahan gaya hidup yang paling kuat untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler dan nonkardiovaskuler pada penderita hipertensi. 4). 5). Penurunan berat badan sebesar 5 kg pada penderita hipertensi dengan obesitas (kelebihan berat badan > 10 %) dapat menurunkan tekanan darah. 3). Konsumsi alkohol sedang Terdapat hubungan linier antara konsumsi alcohol. Penurunan berat badan juga bermanfaat untuk memperbaiki faktor risiko yang lain (resistensi insulin. Monitor tekanan darah. hiperlipidemia dan LVH). 1). 2. Efek diperkuat dengan diet kalium yang rendah. Perubahan diet yang komplek .5 g) per hari menjadi 80-100 mmol (4. Untuk mengobati faktor risiko lain yang ada Untuk pencegahan primer hipertensi dan kelainan kardiovaskuler yang berhubungan dimasyarakat.7-5. tingkat tekanan darah dan prevalensi hipertensi pada masyarakat. Observasi penderita selama waktu tertentu sebelum memberikan pengobatan farmakologi (risiko ringan). faktor risiko dan dapatkan informasi lain untuk beberapa minggu sebelum menentukan untuk memberikan pengobatan farmakologi (risiko sedang). diabetes mellitus. Pengobatan non farmakologi Diberikan pada semua tingkatan dan stratifikasi hipertensi. Penurunan berat badan Obesitas merupakan faktor predisposisi penting terjadinya hipertensi.

Makan ikan secara teratur sebagai cara mengurangi berat badan akan meningkatkan penurunan tekanan darah pada penderita gemuk dan memperbaiki profil lemak. Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran menurunkan tekanan darah TDS/TDD 3/1 mmHg sedangkan mengurangi diet lemak menurunkan tekanan darah 6/3 mmHg. Tagged with: hipertensi . Adanya diet tinggi kalsium. Tekanan darah sistolik turun 4-8 mmHg. kombinasi keduanya dapat menurunkan tekanan darah 11/6 mmHg. jogging. Boedi Soesetyo. Pada penderita tekanan darah tinggi. 2003). magnesium dan kalium mungkin berperanan terhadap efek tersebut. (Joewono. 6). Peningkatan aktifitas fisik Latihan fisik aerobic sedang secara teratur (jalan atau renang selama 30 -45 menit 3-4 × seminggu) mungkin lebih efektif menurunkan tekanan darah dibandingkan olah-raga berat seperti lari. Latihan fisik isometric seperti angkat besi dapat meningkatkan tekanan darah dan harus dihindari pad penderita hipertensi a (WHO-ISH 1999).Vegetarian mempunyai tekannan darah lebih rendah dibandingkan pemakan daging dan diet vegetarian pada penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah.