P. 1
SPT Masa PPh_21_26

SPT Masa PPh_21_26

|Views: 82|Likes:
Dipublikasikan oleh azwara_9

More info:

Published by: azwara_9 on Feb 23, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as XLS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2011

pdf

text

original

Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak

SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26
Formulir ini digunakan untuk melaporkan kewajiban Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26

SPT Normal SPT Pembetulan Ke-____

Tahun Kalender

Formulir

20 11
(Bulan/Tahun)

1721
20

Masa Pajak

0 1
Bagian A – Informasi Identitas Wajib Pajak

/
0

2 0 1 1

1 2 3 4

NPWP
Nama WP

3

1

2

3

0

8

8

9

3

-

4

1

6

0

0

PT MITRADUTA KRIYA UTAMA JL DAAN MOGOT KM 19.8 NO.59 RT 04 RW 01 KELURAHAN KEBON BESAR KECAMATAN BATU CEPER - TANGERANG 021 6293803

Alamat
Nomor Telepon

5

Alamat Email

hrd_mitradutaku@yahoo.com

Bagian B – Objek Pajak
No (1) Golongan Penerima Penghasilan (2) Jumlah Penerima Penghasilan (3) Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) (4) Jumlah Pajak Terutang (Rp) (5)

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Pegawai Tetap Penerima Pensiun Berkala Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas Distributor MLM Petugas Dinas Luar Asuransi Penjaja Barang Dagangan Tenaga Ahli Anggota Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas yang tidak Merangkap sebagai Pegawai Tetap Mantan Pegawai yang Menerima Jasa Produksi, Tantiem, Bonus atau Imbalan Lain Pegawai yang Melakukan Penarikan Dana Pensiun Peserta Kegiatan Bukan Pegawai yang Menerima Penghasilan yang Bersifat Berkesinambungan Bukan Pegawai yang Menerima Penghasilan yang Tidak Bersifat Berkesinambungan Pegawai atau Pemberi Jasa sebagai Wajib Pajak Luar Negeri Jumlah Bagian B (Penjumlahan Angka 6 s.d. 19) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang telah Disetor pada Masa Pajak Januari s.d. November (Diisi hanya pada Masa Pajak Desember)

3

2,812,813

0

3

2,812,813

0

STP PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 (hanya Pokok Pajak) Kelebihan setor PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dari: Masa Pajak Tahun Kalender

23

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12
0 0

24 25

Jumlah (angka 21 + angka 22 + angka 23) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor (angka 20 – angka 24) 25a. Penyetoran dengan SSP PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah 25b. Penyetoran dengan SSP

Jika SPT Pembetulan, maka dilanjutkan ke angka 26 dan 27

26 27 28

PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor pada SPT yang Dibetulkan (merupakan pindahan dari Bagian B Angka 25 dari SPT yang Dibetulkan) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 yang Kurang (Lebih) Disetor karena pembetulan (angka 25 – angka 26) Kelebihan setor pada angka 25 atau angka 27 akan dikompensasikan ke Masa Pajak Tahun

Catatan:
Khusus Untuk Masa Pajak Desember, Jumlah Penghasilan Bruto (kolom 4) dan Jumlah Pajak Terutang (kolom 5) pada angka 6 sampai dengan angka 20 diisi jumlah kumulatif dalam Tahun Kalender yang bersangkutan.

00 setahun atau Rp 200. Penerima pensiun yang dibayarkan secara bulanan. Peserta kegiatan setiap kali menerima pembayaran yang bersifat utuh dan tidak dipecah. (Pasal 20 PMK 252/PMK. bagi wanita kawin. 3.d 30) 30 31 0 0 0 Bagian D – Lampiran a) Surat Setoran Pajak ____ lembar b) Surat Setoran Pajak PPh Pasal 21 DTP e) Daftar Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Final c) Surat Kuasa Khusus/Surat Keterangan Kematian d) Daftar Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Tidak Final f) Formulir 1721 – I (Disampaikan hanya pada Masa Pajak Desember) i) g) Formulir 1721 – II (Disampaikan hanya pada Masa Pajak terjadi perubahan Pegawai Tetap) h) Daftar Biaya untuk Wajib Pajak yang Tidak Wajib Menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan (Disampaikan hanya pada Masa Pajak Desember) Bagian E – Pernyataan dan Tanda Tangan Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi .sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Peserta program pensiun yang berstatus sebagai pegawai yang melakukan penarikan Dana Pensiun. upah satuan.03/2008). Anggota TNI/POLRI dan Pensiunan yang Menerima Honorarium dan Imbalan Lain yang Dibebankan Kepada Keuangan Negara/Daerah Jumlah Bagian C (Penjumlahan Angka 29 s.03/2008). Biaya Pensiun ditetapkan sebesar 5% dari penghasilan bruto dengan jumlah setinggi-tingginya Rp 2. Pegawai tetap.00 setahun atau Rp 500. dikenakan Pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan dalam PPh Pasal 21.000. tantiem. gratifikasi.03/2008) BATAS UPAH HARIAN YANG TIDAK DIPOTONG PPh PASAL 21 Batas penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh pegawai harian. 7. Bukan pegawai yang menerima pembayaran yang bersifat tidak berkesinambungan. kepada pemotong PPh Pasal 21 (Pasal 12 PMK 252/PMK. dan Pembayaran Lain Sejenis yang Dibayarkan Sekaligus Pejabat Negara. (Pasal 13. upah borongan dan uang saku harian yang tidak dibayarkan secara bulanan. (Pasal 1 PMK 250/PMK. 5. Pemotongan tersebut hanya berlaku untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final. Bukan pegawai yang menerima imbalan yang berkesinambungan. Anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap yang menerima atau memperoleh honorarium atau imbalan yang bersifat tidak teratur. maka suaminya harus memiliki NPWP) dan memberikan fotokopi kartu NPWP miliknya (atau milik suaminya.00 sebulan. 4.00 sebulan.000. saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar.03/2008) PTKP BAGI PENERIMA PENGHASILAN BUKAN PEGAWAI PTKP Bagi orang pribadi bukan Pegawai seperti petugas dinas luar asuransi yang tidak berstatus sebagai pegawai. BIAYA JABATAN Biaya Jabatan ditetapkan sebesar 5% dari penghasilan bruto dengan jumlah setinggi-tingginya Rp 6. 6. Uang Manfaat Pensiun. Pegawai Negeri Sipil. penjaja barang dagangan yang tidak berstatus pegawai atau penerima penghasilan lainnya yang menerima penghasilan dari pemotong PPh Pasal 21 secara berkesinambungan. Namun ketentuan ini tidak berlaku jika penghasilan bruto ini telah melebihi Rp 1.320. distributor MLM atau direct selling. 8. sehingga jumlah PPh yang dipotong tarifnya menjadi 120% dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong.000 (jika upah tersebut diakumulasikan selama sebulan) atau jika penghasilan upah harian ini dibayarkan secara bulanan (Pasal 1 dan Pasal 2 PMK 254/PMK. PEMOTONG PAJAK (PIMPINAN) Kuasa Wajib Pajak Diisi oleh Petugas SPT Masa Diterima: Langsung dari WP Melalui Pos Tanggal (dd/mm/yyyy) Tanda Tangan Nama M 2 A 6 D E 3 6 S 0 U K 3 A 2 R 3 M A 5 NPWP - 4 1 3 0 0 0 Tanda Tangan Tanggal (dd/mm/yyyy) ___/___/_____ ___/___/_____ TARIF PPh PASAL 21 MENGGUNAKAN TARIF PASAL 17 UU PPh Dalam ketentuan baru ini. . 15 dan 16 PMK 252/PMK. bonus atau imbalan lain yang bersifat tidak teratur. 14. Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas berupa upah harian. Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang dibayarkan secara bulanan. Mantan pegawai yang menerima atau memperoleh jasa produksi.000. tarif pemotongan PPh Pasal 21 adalah dengan menggunakan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas penghasilan yang diterima oleh: 1.00 sehari tidak dipotong PPh Pasal 21. Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua. mingguan dan pegawai tidak tetap lainnya sampai dengan jumlah Rp 150. upah mingguan. Syarat bagi penerima penghasilan bukan pegawai untuk mendapatkan pengurangan PTKP yaitu orang pribadi bukan pegawai penerima penghasilan tersebut harus memiliki NPWP (untuk wanita kawin.000.400.000. 2. 10.03/2008). 9.Bagian C – Objek Pajak – Final No Golongan Penerima Penghasilan Jumlah Penerima Penghasilan Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) (4) Jumlah Pajak Terutang (Rp) (5) (1) (2) (3) 29 Penerima Uang Pesangon.000. PEMOTONGAN PPh PASAL 21 YANG TIDAK MEMILIKI NPWP Atas penghasilan yang dibayarkan kepada pegawai dan bukan pegawai yang tidak memiliki NPWP. lengkap dan jelas.

18. A1. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 4. 15. 9.d. 17. 12. 16. Orang C. 8. 14. B. 7. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 20. 5. 10. DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) 1. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP ……. 3. 11. 6. Halaman ke 1 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 2.Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 172 2 Tahun K A. 19. 13.

I Tahun Kalender 0 THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) APAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI .1721 .

Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 172 2 Tahun K A. 24. 28. 33. 34. 32. 40. 30. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP …….d. Halaman ke 2 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. Orang C. 31. 35. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 26. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 38. DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) 21. B. 36. 27. 23. 22. 29. 37. 39. A1. 25.

1721 . 57. 56. 47. 52. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 46. Orang C. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP ……. DAPAT DIBUAT SENDIRI SE . B. 60. 51.d. Halaman ke 3 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman UK INI JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 44. PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHAS MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) 41. 42. 45. 50.I Tahun Kalender 0 Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA A. 55. 48. 49. 58. 54. 59. 43. 53. A1.

67. 79.I Tahun Kalender 2 0 Departemen Keuangan RI DAFTA SAL 26 P DAN RKALA Direktorat Jenderal Pajak PA UN PE PENGHASILAN NETONYA PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) A. 77. Halaman ke 4 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yan ENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUK . B. 68. 73. Orang C. A1. 78. 71. 65. 80. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yan Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 64. 63.AN PAJAK 1721 . 74. DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP No (1) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) NPWP (2) N 61. 62. 70. 75. 76.d Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP ……. 72. 66. 69.

84. 88. B.DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 1721 . 100. 83.d.I Tahun Kalender 2 0 PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA JAK (PTKP) Nama Wajib Pajak (3) A. 85. 96. 82. Penghasilan Netonya t + B) Halaman ke K MENCUKUPI. 92. 90. 95. PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) DAFTAR PEGAWAI T MELEBIHI PENGHAS No (1) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) N 81. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI JIKA . 99. 93. HT/JHT yang Pegawai Tetap dan Pe nomor 1 s. 89. 94. 91. 97. 20) Penghasilan Netonya M HT/JHT yang Pegawai Tetap dan Pe …. 86. 87. A1. 98. Orang C.

20) Netonya tidak Melebihi PTKP …….Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 1721 . Orang Jumlah (A1 + B) 5 dari 8 Halaman ap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI.I Tahun Kalender 2 0 GAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA ENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) ap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s.d. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI .

114. 104. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 111. 109. B. 119. 103. 117. DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) 101. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP …….Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 172 2 Tahun K A. 102. Orang C. 112. 106. 113. 118. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 108. 107. Halaman ke 6 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 120. 105. A1. 116.d. 110. 115.

140. 128. 125. 126. 134. 130. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHAS MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) 121. 139. 132.1721 . 137. 123. 127. 20) Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yang Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP ……. A1. 124. 129. DAPAT DIBUAT SENDIRI SE . 133. B. 136. 138. Halaman ke 7 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman UK INI JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 135.d. Orang C. 122. 131.I Tahun Kalender 0 Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA A.

143. 159. Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yan Penghasilan Netonya Melebihi PTKP (jumlah nomor 1 s. 160. 157. A1. DAFTAR PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN MELEBIHI PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP No (1) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) NPWP (2) N 141. 147. 149. Orang C.AN PAJAK 1721 . 142. 158. 148. 156. 153. 152. 151. 154. 145. 150. 146. 144. 155.d Penghasilan Netonya tidak Melebihi PTKP …….I Tahun Kalender 2 0 Departemen Keuangan RI DAFTA SAL 26 P DAN RKALA Direktorat Jenderal Pajak PA UN PE PENGHASILAN NETONYA PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) A. Halaman ke 8 dari Jumlah (A1 + B) 8 Halaman Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau THT/JHT yan ENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUK . B.

DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 UNTUK PEGAWAI TETAP DAN PENERIMA PENSIUN BERKALA 1721 .d. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI .I Tahun Kalender 2 0 DAN PENERIMA PENSIUN ATAU THT/JHT YANG PENGHASILAN NETONYA DAK KENA PAJAK (PTKP) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) Pensiun atau THT/JHT yang i PTKP (jumlah nomor 1 s. 20) Pensiun atau THT/JHT yang elebihi PTKP ……. Orang Jumlah (A1 + B) MULIR INI TIDAK MENCUKUPI.

2. 4. 4. C. HB) (4) Jumlah Tanggungan (5) (1) (2) (3) 1. Halaman ke dari halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI.5-413. 3. 5.Departemen Keuangan RI 1721 . K. PH. 4.II DAFTAR PERUBAHAN PEGAWAI TETAP 0 1 MASA PAJAK (Bulan/Tahun) Direktorat Jenderal Pajak / 2 0 1 1 A. Pegawai Tetap yang Keluar PPh Pasal 21 Dan/Atau Pasal 26 Terutang (Rupiah) (5) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (3) Penghasilan Bruto (Rupiah) (4) 1.323. Pegawai Tetap yang Masuk Status Karyawan No NPWP Nama Wajib Pajak (TK. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 3. 2. 26. B.000 MADE SUKARMA YANU EKA WAHYU DARSANA AZWAR ANAS K/I K/I TK 1 1 Pegawai yang Baru Memiliki NPWP Tanggal Terdaftar (3) No (1) NPWP (2) Nama Wajib Pajak (4) 1.360. 5. 2. 5. 3. K/I.

27. 15. 11.T MASA PAJAK (Bulan/Tahun) 0 1 / 2 0 1 1 Status Karyawan No (1) NPWP* (2) Nama Wajib Pajak (3) (TK. 14. 26. HB) (4) Jumlah Tanggungan (5) 1. 19. 3.323. PH. 2. maka kolom NPWP dikosongkan Halaman ke dari Halaman JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI. 24. 6. 8. K/I. 10. 25. 22. 29. 4. 13.5-413. 9. 18. 7. 20. 21. 28. 23. 16. 5. 26. DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI . 30. K.Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak DAFTAR PEGAWAI TETAP/PENERIMA PENSIUN BERKALA 1721 .360. 12.000 MADE SUKARMA YANU EKA WAHYU DARSANA AZWAR ANAS K/I K/I TK 1 1 * Untuk Pegawai yang tidak memiliki NPWP. 17.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->