P. 1
Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit

Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit

4.0

|Views: 606|Likes:
Dipublikasikan oleh Fang Marga Lai Seng

More info:

Published by: Fang Marga Lai Seng on Feb 23, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

LEMBARAN TEKNIS

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN MEDAN

PEDOMAN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN MEDAN 1990

LEMBARAN TEKNIS

PEDOMAN PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN (ruSPA) MEDAN

1990

PEDOMAN PEMUPUKAN KELAPA SA WIT

1. Pendahuluan

Perkebunan kelapa sawit dibangun pada berbagai jenis dan macam tanah yang bereaksi masam sampai agak masam. Tanah-tanah masam tersebut umumnya miskin hara dan tingkat kesuburannya berbeda tergantung pada bahan induk dari mana asal tanah tersebut dibentuk.

Kelapa sawit termasuk salah satu tanaman yang banyak membutuhkan unsur-unsur hara untuk pertumbuhan vegetatif dan produksi tandan. Kekurangan unsur hara dapat mengakibatkan pertumbuhan vegetatif terhambat dan produksi tandan turun karena kekurangan unsur hara menyebabkan terjadinya aborsi (keguguran) bunga dan tandan.

Beberapa unsur hara yang sering kurang dipasok oleh tanah antara lain ialah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan magnesium (Mg). Berdasarkan pengalaman praktek, pada tanaman muda belum menghasilkan (TBM) unsur Boron (B) perlu diberikan secara rutin tiap tahun karena kekurangan unsur Boron yang akut dapat mematikan pohon tanaman mud a terutama pada tanah yang berpasir.

2. Prinsip Umum

Pemberian pupuk pada kelapa sawit bertujuan untuk menambah unsur-unsur hara yang kurang dipasok oleh tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif yang normal dan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi. Juga pemberian pupuk akan meningkatkan ketersediaan unsur-unsur hara sepanjang tahun yaitu dengarr meningkatkan kadar hara di dalam larutan tanah sampai

ketingkat tertentu untuk menjamin kesinambungan serapan hara oleh tanaman pada setiap waktu dalam jumlah ~ang cukup.

Kebijakan pemberian pupuk selalu harus rnempertimbangkan efisiensi untuk rnernperoleh keuntungan yang rnaksirnal dengan mernanipulasi Iaktor-faktor produksi seoptirnal rnungkin. Efisiensi pernupukan yang tinggi dapat dicapai dengan pernakaian pupuk yang tepat takaran, tepat ramuan (kombinasi pupuk), tepat jenis dan tepat waktu. Ernpat tepat tersebut di atas dapat ditentukan dari hasil-hasil percobaan lapangan, analisa tanah dan daun serta pola curah hujan di lokasi. Cara pengambilan contoh tanah dan daun yang baku dapat dibaca pada Lernbaran Teknis BPPM No. 2.1.1. dan No. 2.1.2.

3. Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

Takaran dan jenis pupuk untuk tanarnan belum rnenghasilkan (TBM) diberikan pada Tabel 1 dan 2 ..

Tabel I. Takaran dan jenis pupuk tanaman belum menghasilkan pada tanah Podsolik.

Takaran dan jenis pupuk (kg / pohon)

Umur (thn)

Urea

TSP

KCl

Kiserit

Borax

0,65

0,60

1.00

0,50

0,030

2

0,75

0.90

1.50

1.00

0,045

3

1,00

1,00

2,00

1,25

0,060

4

Tabel 2. Takaran dan jenis pupuk tanaman belum menghasilkan
pada tanah Aluvial dan Hidromorfik
Takaran dan jenis pupuk (kg I pohon)
Urnur (thn)
Urea TSP KCI Kiserit Borax
0,50 0,60 0,80 0,60 0,030
2 0,70 0,75 1,00 0,75 0,060
3 0,80 0,90 1,20 1,00 0,100 4. Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM)

Takaran pupuk untuk yang sudah menghasilkan ditetapkan berdasarkan hasil analisa daun dan tanah serta data agronomi dari setiap blok.

Kebun dibagi dalam beberapa Blok Pengarnbilan Contoh daun (BPC). Luas setiap BPC antara 25 - 40 ha, satu umur tanaman dan jenis tanah yang sarna: Persyaratan Blok Pengarnbilan Contoh Jebih terinci dapat dibaca pada Lembaran Teknis BPPM No. 2.1.2.

Berdasarkan pengalarnan praktek dan hasil beberapa percobaan pemupukan, taka ran pupuk yang dianjurkan untuk memperoleh tingkat produksi 25 - 30 ton TBS per hektar per tahun adalah sebagai berikut, ([abel 3).

Tabel 3.

5

Tabel 3. Takaran pupuk tanaman menghasilkan untuk mencapai tingkat produksi 25·30 ton TBS / ha / tahun.

Takaran dan jenis pupuk (kg / pohon)

Jenis tanah

Urea

TSP

KCI

Kiserit

Podsolik

1,5-2,5

1,5-2,0

2,5 - 3,5

1,0-1,5

AluviaJ /

Hidromorfik 2,0 - 3,0

1,0-1,5

2,0- 3,0

1,5-2,0

Ketemngan: Bila Dolomit dipakai sebagai pengganti Kiserit maka takaran dolomit ialah 1,4 x takaran Kiserit,

5. Waktu pemberian pupuk.

Waktu pemberian pupuk di perkebunan keJapa sawit disesuaikan dengan poJa curah hujan di Jokasi. Pada kebun yang mempunyai poJa curah hujan dengan dua musim hujan yaitu musim hujan kecil dan hujan besar, pupuk sebaiknya diberikan pada setiap awal musim hujan. Sedangkan pada kebun dengan pola curah hujan yang merata sepanjang tahun, pupuk dapat diberikan pada setiap bulan yang diinginkan.

6. Kekerapan pemberian pupuk

Pemberian pupuk Urea, TSP dan KCI pada tanarnan beJum menghasilkan (TBM) dilakukan 3 kali setahun, sedangkan pupuk Kiserit diberikan 2 kali yaitu pada pemberian ke-2 dan ke-3 dan pupuk Borax pada pemberian ke-I dan ke-3. Bila pupuk diberikan 3 kali setahun, maka pada setiap pemberian berikan 1/3 takaran pupuk setahun dan bila pupuk diberikan 2 kali setahun diberikan 1/2 takaran pupuk setahun.

6

Pada tanaman menghasilkan (TM) umumnya pada tanah Podsolik pupuk diberikan 2 kali setahun. Pada tanah Aluvial dan Hidromorfik pemberian pupuk Urea disarankan 3 kali setahun.

7. Tempat penyebaran pupuk

Pada tanaman belum menghasilkan (TBM) pupuk ditabur merata melingkar pohon di alas piringan pohon mulai dari batas piringan sampai 0,3 - 0,5 meter dari pohon. Sedangkan pada tanaman menghasilkan (TM), pupuk ditabur merata melingkar pohon di atas piringan pohon mulai dari batas piringan sampai 1,0 meter dari pohon (lihat gam bar 1 dan 2),

Abner Panjaitan

7

Gbr. 1. Penaburan pupuk pada pohon kelapa sawit muda

8

./

: .: .: .: . ;~./'

Gbr. 2. Penaburan pupuk Pada pohon kelapa sawit dewasa

9

LEMBARAN TEKNIS KELAPA SAWIT

A. Umum

No. 0.2.1. Kalibrasi Alai Semprot Ed. 1. Sept. 1985

B. Agronomi

No. 1.0.1. Pedcman Bercocoktanam Kelapa Sawit (Elacis guincensis Jacq.) Ed. 4. Nop. 1988

1.3.1. Pedoman Pengecambahan Biji Kelapa Sawit yang sudah dipanaskan (Preheated Seed). Ed. 1. Juni 1985.

1.3.2. Pedoman Pembibitan Kelapa Sawit.

Ed. 3. Nop. 1988

1.6.1. Kastrasi pada Tanaman Kelapa Sawit Ed. 1. Nop. 1988

C. Tanah dan Pemupukan

No. 2.1.1. Pedoman Pengambilan Contoh Tanah Kesuburan.

Ed. 1. Des. 1984

2.1.2. Pedoman Mengambil Coruoh Daun Kelapa Sawit Ed. 2. Jan. 1985

2.0.1. Jenis Pupuk, Sifat dan Kandungan Haranya Ed. 1. Okt. 1989

2.3.1. Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit Ed. 1. Maret 1990

D. Tekno1ogi

No. 4.0.1. Pedoman Pengarnbilan Contoh Minyak Nabau dan l.emak.

Ed.2. Pebr. 1985.

4.6.1. Pedoman Cara Penentuan Asam l.emak Bebas.

Ed. 1. Pebr. 1985.

4.6.2. Pedoman Car. Penentuan K.da'r Kotoran Ed. 1-;- Pebr. 1985.

4.6.3. Pedoman Car. Penentuan Zat Menguap.

Ed. 1. Pebr. 1985.

4.6.4. Pedoman Cara Penentuan Bilangan Peroksida Ed. 1. Des. 1974.

==000=

10

4.6j. Pedoman Cara Penenruan Bilangan lodida (Metoda Wijs.) Ed. I. Des. 1983.

4.6.6. Pedoman Cara Penentuan Logarn Besi.

Ed. I. Jan. 1984.

4.6.7. Pedornan Cara Penentuan Logam Tembaga.

Ed. I. Pebr. 1984.

4.6.8. Pedoman Melalrukan Pemucatan (Bleaching J.

Ed. I. Des. 1983.

4.0.2. Pengendalian dan pengoperasian limbah paberik kelapa sawit.

Ed. I. Agus. 1989.

E. Hama dan penyakJt.

No. 3.2.1. Penyakit Pembusukan Pangkal Batang Kelapa Sawn ("Penyakit Ganoderma"). Ed. I. Des. 1985.

==000===

II

Address:

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN (RISPA) MEDAN Jalan Brigjen Katamso

Kampung Baru

P.O. Box 104

Medan

Indonesia

Phone

324047 324220 324850

RISPA Medan (061) 324444

Telegram Fax

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->