Anda di halaman 1dari 17

TOPIK

Dalam ciri apakah keanekaragaman intraspesies dan interspesies pada daun


dapat kita temukan?

TUJUAN
mengidentifikasai ciri-ciri struktural organ daun dari beberapa contoh yang
telah disiapkan.
Menemukan kesamaan dan perbedaan ciri antar daun sejenis dan daun antar
jenis.
Menemukan keanekaragaman ciri structural daun intraspesies maupun
interspesies
Menyimpulkan hasil pengamatan dan mengkomunikasikan

LATAR BELAKANG
Objek biologi di alam ini sangat banyak jumlah dan jenisnya.
Untuk memudahkan mempelajari objek yang sedemikian banyaknya itu,
dalam ilmu biologi dikenal metode klasifikasi. Klasifikasi didasarkan pada
kesamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki oleh mahluk hidup. Semakin
banyak kesamaan yang ditemukan pada objek maka semakin dekat
kekerabatannya. Sebaliknya, bila ditemukan banyak perbedaan pada objek,
maka semakin jauh pula kekerabatannya.
Keanekaragaman mahluk hidup dapat ditinjau dari segi interspesies
maupun intraspesies. Keanekaragaman interspesies adalah
keanekaragaman hayati di level spesies atau jenis. Spesies merupakan
kategori dasar dalam klasifikasi, di mana batasannya yang tepat sulit
ditentukan. Keanekaragaman spesies merupakan kombinasi dari kekayaan
dan keseimbangan spesies. Kekayaan spesies adalah jumlah spesies yang
terdapat di dalam komunitas dan keseimbangan spesies adalah distribusi
dari individu-individu di dalam spesies tersebut.
Komposisi spesies dalam komunitas bervariasi. Pola
keanekaragamannya adalah, sedikit spesies dengan jumlah individu yang
besar yang diasosiasikan dengan banyak spesies dengan jumlah individu
yang sedikit.
Daerah dengan keanekaragaman tumbuhan yang melimpah
biasanya diikuti dengan kelimpahan hewan pula, karena sifat
ketergantungan hewan akan makanan yang berupa tumbuhan. Hubungan
antara hewan dengan tumbuhan dapat bersifat positif atau negatif.
Keanekaragaman spesies dalam tanaman seringkali
menguntungkan dalam budidaya tanaman pangan. Karena ada tanaman
yang bersifat sebagai perangkap serangga-serangga yang merupakan
hama. Mikroorganisme tertentu juga mempunyai peranan dalam
memparasitik serangga.
Organisme-organisme yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang
bermanfaat dalam penelitian bioteknologi, diisolasi gen yang dibutuhkan,
disisipkan ke dalam genom bakteri, kemudian di kloning, dan akhirnya
dihasilkan klon bakteri yang mengandung gen yang akan dimanfaatkan
dalam bioteknologi melalui rekayasa genetika.
Keanekaragaman intraspesies adalah keanekaragaman di bawah
level jenis atau spesies. Kategori intraspesies ini dipakai untuk
membedakan adanya variasi yang timbul di dalam spesies yang
disebabkan oleh perbedaan geografi, iklim, tanah atau habitat yang
mencolok. Intraspesies dibedakan dalam subspesies, varietas dan forma.
Batasan yang pasti untuk kategori subspesies dan varietas tidak terlalu
jelas dan berbeda antara ahli satu dengan lainnya.
Keanekaragaman intraspesies ini sangat penting bagi
perkembangan bioteknologi modern, yang dalam kegiatan penelitian
memanfaatkan keanekaragaman sumber daya genetik untuk menghasilkan
organisme baru hasil rekayasa genetika, untuk kesejahteraan manusia.
Pelestarian keanekaragaman intraspesies perlu ditingkatkan untuk
perkembangan bioteknologi yang lebih berkualitas.

KAJIAN PUSTAKA
Keanekaragaman merupakan fenomena normal pada mahluk hidup
baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Keanekaragaman merupakan
suatu gejala yang di hasilkan dari interaksi faktor genetik dan faktor
lingkungan. Keanekaragaman dapat di lihat baik dari aspek struktural
(morfologis – anatomis), fisiologis maupun perilakunya keanekaan dapat di
lihat dari tingkat sel – molekuler sampai tingkat komunitas, pada
intraspesies (antar individu sejenis) maupun interspesies (antar individu lain
jenis).

Keanekaragaman Individu

Masing – masing dari kita manusia merupakan individu mahluk hidup.


(individu berasal dari bahasa latin : in = tidak + dividuus = dapat di bagi).
Begitu pula halnya dengan setiap ekor sapi dalam kawannya, setiap ekor ikan
dalam kelompoknya,setiap batang pohon karet dalam suatu perkebunan, dan
lain sebagainya, merupakan individu – individu mahluk hidup. Dengan
demikian, maka di dunia ini penuh dengan individu mahluk hidup yang tidak
terhingga banyaknya, berupa manusia, hewan, tumbuhan, dan juga protista.

Pada ummnya kita dapat membedakan antara satu individu mahluk hidup
dengan individu – individu mahluk lainnya, karna pada dasarnya di dunia ini
tidak ada dua individu mahluk hidup apapun yang benar – benar sama segala
– galanya. Setiap individu mahluk hidup memiliki ciri – ciri khusus menjadi
faktor pembeda dengan individu mahluk hidup lain sehingga terdapat
keanekeragaman individu mahluk hidup di dunia ini.

Keanekaragaman Populasi

Setiap individu mahluk hidup di samping memiliki ciri – ciri dengan individu
– individu mahluk hidup yang lain, yang merupakan faktor pengikat individu
– individu mahluk hidup itu ke dalam satu kelompok mahluk hidup sejenis.
Sekumpulan atau sekelompok individu mahluk hidup yang sejenis (satu
spesies) di sebut populasi. (populasi berasal dari bahasa latin : populasi =
rakyat, penduduk). suatu mahluk hidup di sebut sebagai satu spesies apabila
di antara anggota spesies tersebut masih di mungkinkan terjadi pertukaran
Gen melalui perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil dan tidak
dapat saling mengadakan pertukaran Gen dengan anggota spesies yang lain
karna adanya berbagai macam mekanisme isolasi (rintangan). Populasi
mahluk hidup selalu menyangkut tentang nama jenis individu, waktu, dan
tenpat.

Setiap populasi mahluk memiliki ciri – ciri khususnya sendiri – sendiri


yang menyebabkan populsi mahluk itu berbeda antara satu dengan yang lain
sehingga terdapat keanekaragaman populasi mahluk hidup di dunia ini.

Dalam tingkat populasi di kenal adanya unggun Gen (gene pool) yaitu
sekumpulan gen yang terdapat dalam satu populasi mahluk hidup. Dengan kata
lain suatu spesies dapat di anggap sebagai suatu kumpulan gen (gen pools). Oleh
sebab itu setiap populasi mahluk hidup memiliki unggun gen tersendiri yang
berbeda antara populasi mahluk hidup dengan yang lainnya. Di dalam satu
kumpulan unggun gen (satu spesies) dapat di jumpai adanya kesamaan pola dan
keanekaragaman tipe.kesamaan pola di antara sesama anggota spesies terjadi
akibat adanya variasi rekombinasi gen ( pada mahluk hidup seksual).

Ciri – ciri khusus yang di miliki setiap individu mahluk hidup yang dapat
membedakan antara individu yang satu terhadap individu yang lain dapat berupa
ciri yang nampak maupun ciri yang tidak tampak. ciri yang nampak dapat
menimbulkan keanekaragaman fenotip antara lain keanekaragaman morfologis
dari individu – individu mahluk hidup itu, misalnya pada tumbuhan terdapat
keanekaragaman dalam hal kelebatan daun, buah, warna bunga, daun, bentuk
daun, tinggi tanaman, dan lain sebagainya.sedangkan ciri yang tidak nampak
dapat menimbulkan keanekaragaman genotip antar lain keanekaragaman jumlah
kromosom yang terdapat pada inti nucleus setiap sel penyusun tubuh inidividu
mahluk hidup.

Ciri – ciri khusus yang di miliki oleh setiap individu mahluk hidup,baik
yang nampak maupun yang tidak nampak, merupakan peristiwa – peristiwa
kehidupan dalam mahluk hidup. Peristiwa ini merupakan sifat – sifat menurun
atau hereditas yang di wariskan dari induk (orang tua) kepada keturunannya
(anak), sifat – sifat menurun (hereditas) yang di wariskan tersebut keadaannya
mungkin sama atau berbeda pada tubuh induk (orang tua) dan pada tubuh
keturunannya. Hal itu sangat tergantung kepada cara reproduksi yang di lakukan
oleh induk (orang tua) sehingga faktor – faktor keturunan merupakan sumber
keanekaragaman atau variasi. Beberapa mekanisme yang menyebabkan timbulnya
variasi antara lain :

Adanya adaptasi sebagai respon dalam berinteraksi dengan


lingkungannya

Rekombinasi genotip akibat perkawinan di alam yang teracak (bebas).

Adanya variasi genotip yang timbul akibat pemisahan gen yang acak
saat meosis atau pembentukan gamet.

Adanya mutasi gen atau perubahan mendadak pada perangkat


pewarisan sifat ( DNA, Gen, Kromosom).

METODE
Alat dan Bahan
Alat
Panca indra
Penggaris
Kertas
Ballpoint
Bahan
Daun sejenis 10 helai
Daun beda jenis 10 macam
Cara Kerja
Pengamatan Intraspesies
Menyiapkan 10 helai daun tumbuhan sejenis di meja

Mengamati gejala-gejala pada daun seperti : Bentuk

Tulang daun Luas daun Warna daun Permukaan


daun,
Ujung daun Berat daun Penyakit
dan lain-lain.
Bagian daun Tebal daun Tepi daun

Memasukan data pada tabel

Mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antar daun tumbuhan sejenis tersebut

Mendiskusikan atau membahas hasil pengamatan

. Pengamatan Intraspesies
Menyiapkan 10 macam daun di meja

Mengamati gejala-gejala pada daun seperti : Bentuk

Tulang daun Berat daun Tepi daun

Ujung daun Tebal daun Permukaan daun,

Bagian daun Warna daun dan lain-lain.

Luas daun Penyakit

Memasukan data pada tabel

Mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antar daun tumbuhan tersebut

Mendiskusikan atau membahas hasil pengamatan


HASIL PENGAMATAN
Gejala yg
diamati
Jenis daun
A B C D E F G H I J
Bentuk

-pita +

-lonjong + + + + + + +

-bulat +

-yg lain +
Tulang daun

-menyirip + + + + + + + +

-menjari +

-sejajar +

-melengkung
Ujung daun

-runcing + + + + + + + +

-tumpul +
Bagian daun

- helaian + + + + + + + + +

- tangkai

-pelepah +
2 97,5 19,98 104 600 243 88,2 192 35 38 66
Luas daun cm
±
Berat daun
Tebal daun
Warna daun H HK H HP HM HM H HU HH H
Penyakit
- tidak ada + + + + + + + + +

- ada +
Tepi daun

- rata + + + + + + + + +

- bergerigi +

-berbulu
Permukaan daun

- licin + + + + + + +

-kasar

-halus + +

- berbulu

KET:

H : hijau

HK: hijau kekuningan

HP : hijau pudar

HM : hijau campur merah

HU: hijau ungu

HH: hijau berujung hitam

Gejala yg
diamati
Jenis daun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Bentuk

-pita

-lonjong + + + + + + + + +
-bulat

-yg lain SL
Tulang daun

-menyirip + + + + + + + + + +

-menjari

-sejajar

-melengkung
Ujung daun

-runcing + + + + + + + + + +

-tumpul
Bagian daun

- helaian + + + + + + + + + +

- tangkai

-pelepah
2 36,75 22,5 28,5 31,5 25,5 33,25 34 20 27 38
Luas daun cm
±
Berat daun
Tebal daun
Warna daun H H H H H H H H HH HH
Penyakit

- tidak ada + + + + + + + +

- ada + +
Ket:

H : hijau

HH: hijau dengan ujung hitam


PEMBAHASAN
Dalam pengamatan tentang keanekaragaman intraspesies, mahasiswa dituntut
untuk menemukan kesamaan dan perbedaan daun pada satu jenis daun dengan
menggunakan klasifikasi tertentu. Pengamatan ini dilakukan dengan mengamati
10 daun dari satu jenis tanaman. Dari pengamatan ini ditemukan banyak
kesamaan ciri namun juga ditemukan perbedaan- perbedaan.

1. Bentuk daun:

Lonjong diwakili oleh daun no. 1,2,3,5,6,7,8,9,10


Setengah lingkaran diwakili oleh daun no. 4
2. Tulang daun:

Semua menyirip

3. Ujung daun:

Semua runcing

4. Bagian daun:

Semua helaian

5. Luas daun bervariasi dengan rincian no 1 hingga no 10 yaitu

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Daun
Luas 36,75 22,5 28,5 31,5 25,5 33,25 34 20 27 38

6. Warna daun:

Hijau kecuali no 9 dan 10 yaitu hijau tapi ujungnya hitam

7. Penyakit pada daun:

Tidak ditemukan kecuali no 9 dan 10


Dibuktikan dengan adanya bintik- bintik hitam

8. Berat daun:

Tidak dapat diukur karena keterbatasan alat

9. Tebal daun:

Tidak dapat diukur karena keterbatasan alat

Dalam satu jenis daun ini dapat ditemukan kesamaan- kesamaan tetapi juga
ditemukan perbedaan- perbedaan.

Dalam praktikum ini, selain dilakukan pengamatan keanekaragaman intraspecies,


juga dilakukan pengamatan keanekaragaman intraspecies yaitu dengan cara
mengamati sepuluh daun dari jenis yang berbeda.

Daun A dengan bentuk lonjang tulang daunnya menyirip ujung daunnya runcing,
daunnya berupa helaian, mempunyai luas sekitar 97,5 cm2 berklorofil, tidak
berpenyakit dengan tepi daun rata dan permukaannya licin atau di lapisi lilin.

Daun B hampir sama dengan daun A dengan ujung tumpul, tetapi luasnya lebih
kecil sekitar 19,98cm2, waran hijau kekuningan ( mungkin sudah tua) dan
permukaannya berbulu halus.

Daun C dengan bentuk bulat, tulang daunnya menyirip, ujung kancing berupa
helaian,luasnya sekitar 104cm2, berklorofil, tidak berpenyakit, tepi daunnya
rata & permukaannya licin.

Daun D bentuknya seperti bintang dengan banyak ujung tulang daun menjari,
ujungnya runcing, bertangkai dengan panjang sekitar kurang lebih 20cm,
luas daunnya sekitar 600cm2, berklorofil, tepi daunnya rata, da berlicin.

Daun E berbentuk lonjang dengan pertulangan daunnya menyirip dan tulang daun
kelihatan berwarna merah. Ujung daun runcing, bagian daun berbentuk
helaian dengan luas kurang lebih 243cm2. Daun berwarna hijau bercampur
merah dengan tidak ada penyakit, tepi daun rata dan permukaan daunnya
licin.
Daun F berbentuk lonjang, tulang daun menyirip dan ujung daun runcing, daun
berbentuk helaian dengan luas kurang lebih 88,2cm2, permukaan berwarna
hijau dan bagian bawah berwarna merah kekuningan,tepi daunnya rata dan
permukaan daun licin.

Daun G berbentuk lonjang, pertulangan daun menyirip dan ujung daun runcing,
bagian daun berupa helaian dengan luas daun kurang lebih 192cm2. Warna
daun hijau, tepi daun rata dan permukaannya luas.

Daun H berbentuk pita dengan tulang daun sejajar dan ujung daun runcing,
bagian daun berupa pelepah. Luas daun kuranag lebih 35cm2. Warna daun
hijau ungu dengan tepi daun rata dan permukaan daun halus.

Daun I berbentuk lonjong denfgan pertulangan daun menyirip dan ujung daun
runcing dan bagian daun berupa helaian, luas daun kuarng lebih 38cm 2.
Warna daun hijau dengan ujung hitam permukaan daunnya licin.

Daun berbentuk lonjong dengan tulang daun menyirip. Ujung daunnya runcing
dan bagian daun berupa helaian helaian. Luas daun kurang lebih 66cm2. tepi
daunnya bergerigi dan permukaannya licin.

Dari cirri- ciri yang teramati pada daun di atas dapat di simpulkan bahwa semakin
jauh kekerabatannya semakin banyak pula keanekaragamannya.

KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun.2003.Biologi 1a.Klaten:Intan Pariwara.

Suryadarma, IGP.1997.Diktat Kuliah Biologi Umum.Yogyakarta:FMIPA


UNY.

Suyitno.2006.Petunjuk Praktikum Biologi Umum.Yogyakarta:FMIPA UNY

http://pustaka.ut.ac.id/puslata/online.php?
menu=bmpshort_detail2&ID=209 . Diakses tanggal 13 November
2008
Yogyakarta, 14 November 2008

LAMPIRAN
daun I daun J daun C

daun E daun H daun B daun A

daun F daun G

15
17

Anda mungkin juga menyukai