Anda di halaman 1dari 13

SIKAP & BEBERAPA DEFINISI UNTUK

MEMAHAMINA

Secara bahasa, sikap (attitude), bahasa Italia attitudine


yaitu sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara

merasakan, jalan pikiran, dan perilaku.


 Sikap merupakan suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan terhadap
sesuatu objek.
 Sikap adalah perasaan seseorang tentang obyek, aktifitas, peristiwa dan
orang lain.
 sikap adalah suatu respon untuk bereaksi secara positif atau negatif
terhadap suatu obyek,seseorang, atau keadaan dikarenakan interaksi
seseorang denganlingkungannyapendapat

 Anastasi (1965:541) dalam definisinya tentang sikap, yang mengatakan bahwa


sikap tidak dapat langsung diamati tetapi harus diterjemahkan dalam perilaku
tampak. Sikap tidak langsung menunjukkan tentang perilaku
Dunia Fisik

OBYEK Dunia Sosial


SIKAP
Sikap setiap individu
itu terbatas, individu
hanya dapat memiliki
sikap terhadap obyek-
Diri Sendiri obyek yang ada dalam
dunia psikologisnya
Sikap
memiliki tiga komponen
 Komponen kognisi yang hubungannya
dengan beliefs, ide dan konsep
 Komponen afeksi yang menyangkut
kehidupan emosional seseorang, dan
 Komponen konasi yang merupakan
kecenderungan bertingkah laku.
Karakteristik Komponen-komponen
Sikap

1. Valensi (Valence) : Valensi mengacu pada tingkat


kesukaan atau ketidaksukaan, mendekati atau
menghindari situasi, benda, orang, kelompok; dan
aspek lingkungan yang merupakan obyek sikap.
2. Multipleksitas : Variasi kompleksitas pada masing-
masing komponen sikap juga mengacu pada jumlah
atau variasi elemen-elemen atau bagian-bagian yang
membentuk suatu komponen.
Karakteristik Sikap
1. Arah
Sikap akan menunjukkan apakah seseorang menyetujui atau tidak
menyetujui, mendukung atau tidak mendukung.
2. Intensitas
Walaupun arahnya sama, kedalaman atau kekuatan sikap
terhadap sesuatu belum tentu sama.
3. Keluasan
Karakteristik keluasan sikap menunjuk pada luas tidaknya cakupan
aspek obyek sikap yang disetujui atau tidak oleh seseorang.
4. Konsistensi
Konsistensi sikap ditunjukkan oleh kesesuaian antara pernyataan
sikap yang dikemukakan oleh subyek dengan responnya terhadap
obyek sikap termaksud.
5. Spontanitas
Spontanitas yaitu sejauh mana kesiapan subyek untuk
menyatakan sikap secara spontan.
Fungsi Sikap
 Fungsi Organisasi : keyakinan yang
terkandung dalam sikap, memungkinkan kita
untuk dapat mengorganisasikan pengalaman
sosial kita membebankan padanya perintah
sesuatu dan memberikan makna.
 Fungsi Kegunaan : Kita menggunakan sikap
untuk menegaskan sikap orang lain dan
selanjutnya memperoleh persetujuan sosial.
 Fungsi Perlindungan : Sikap menjaga kita
dari ancaman terhadap harga diri kita.
Menurut Katz
 Fungsi instrumen, menyatakan bahwa individu dengan
sikapnya berusaha memaksimalkan hal-hal yang
diinginkan dan meminimalkan yang tidak diinginkan.
 Fungsi pertahanan ego yang bekerja ketika individu
mengalami hal yang tidak menyenangkan baginya dan
dirasa akan mengancam egonya.
 Fungsi pernyataan nilai menunjukkan keinginan
individu memperoleh kepuasan dalam menyatakan nilai
yang dianutnya yang sesuai dengan penilaian pribadi
dan konsep dirinya.
 Fungsi pengetahuan menunjukkan adanya dorongan
dalam diri individu untuk ingin tahu, mencari
penalaran, dan mengorganisasikan pengalamannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI SIKAP

Faktor-faktor yang dapat mendukung


pembentukan sikap positif diantaranya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
3. Pengaruh kebudayaan
4. Media massa
5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama
6. Pengaruh faktor emosional
Sumber Sikap
 Pengalaman pribadi : sikap dapat merupakan hasil
pengalaman yang menyenangkan atau menyakitkan
terhadap objek sikap.
 Pemindahan perasaan yang menyakitkan : secara
tidak sadar mengalihkan perasaan yang menyakitkan (
terutama permusuhan) jauh dari objek yang
sebenarnya kepada objek lain yang lebih aman.
 Pengaruh Sosial : yang mungkin akan menjadi sumber
utama kita diberitahu tentang dunia sebelum kita
melihatnya. Pengaruh social sering membentuk sikap
kita jauh sebelum kita pernah berjumpa dengan objek
sikap tersebut.
Pembentukan dan Perubahan
Sikap
1. Perubahan kongruen, adalah peningkatan
dalam positivitas dari sikap aslinya yang positif
atau peningkatan dalam negativitas dari sikap
aslinya yang negatif.
2. Perubahan inkongruen, adalah berkurangnya
positivitas dari sikap aslinya yang positif atau
berkurangnya negativitas dari sikap aslinya
yang negatif
Teori-teori Pembentukan dan
Perubahan Sikap
1. Teori Belajar dan Penguatan
Cara terbentuknya sikap seseorang sama dengan cara terbentuknya kebiasaan-
kebiasaan lainnya, yaitu melalui proses belajar.
2. Teori Konsistensi Kognitif
Teori Konsistensi Kognitif beranggapan bahwa seseorang selalu berusaha
mencari konsisten diantara kognisi mereka. Jika kognisi seseorang yang konsisten
dihadapkan pada kognisi baru yang menimbulkan ketidakkonsistenan, ia akan
berusaha untuk meminimalkan ketidakkonsistenan itu. Jadi, menurut teori ini
motif utama dalam pembentukan sikap adalah untuk memperbaiki atau
mempertahankan konsistensi kognisi.
3. Teori Disonansi Kognitif ( Leon Festinger )
Menurut teori ini, ada semacam dorongan untuk mencapai keseimbangan kognitif.
Dua kognisi yang tidak bersesuaian satu sama lain akan menimbulkan
ketidaksenangan yang memotivasi orang tersebut menghilangkan disonansi
(ketidaksesuaian) tersebut dengan menyesuaikan kedua kognisi itu.
4. Teori Insentif
Teori ini menyatakan bahwa sikap terbentuk setelah seseorang
mempertimbangkan baik-buruknya suatu obyek, kemudian ia mengambil alternatif
terbaik.
NUR ARFA EFRILEGA
Twitter : @ega_psyclinic