ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PEGAWAI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PENGUJIAN

KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN DAN PARAWISATA KABUPATEN TEGAL Kamis/14/Jun/2007/14:44 WIB dikirim oleh staffmm ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS PEGAWAI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN DAN PARAWISATA KABUPATEN TEGAL Oleh : Raden Djoko Lelono M2A806897 ABSTRAK Penelitian ini berjudul ³Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pelaksanaan Tugas Pegawai Di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Dan Parawisata Kabupaten Tegal´. Tujuan penelitian ini pertama untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perencanaan, pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. Kedua untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perencanaan, pengawasan dan koordinasi secara parsial terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. Ketiga untuk mengetahui faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dari variabel perencanaan, pengawasan dan variabel koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur, sedangkan untuk menguji tingkat signifikansi menggunakan uji F dan uji t.

checking. The aims of this research were first. and coordination partially toward affectivity of employee¶s duties implementation. checking.4750. The analysis tools that used in this research were stripe analysis. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. whereas to test signification level used F test and t test. to know the impact of planning. Third aim was to know the factors that gave the most dominant impact of planning.Hasil dari analisis jalur adalah variabel perencanaan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0. and coordination variable toward the affectivity of employee¶s duties implementation in UPTD Motor Vehicle Testing of Relations and Tourism Services of Tegal Regency.2783. Kedua perencanaan. checking variable toward the affectivity of employee¶s duties implementation had a stripe . checking. and coordination collectively toward implementation affectivity of employee¶s duties. Ketiga perencanaan mempunyai pengaruh paling besar terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. The result of stripe analysis was planning variable toward the affectivity of employee¶s duties implementation had a stripe coefficient of 0. Second aim was to know the impact of planning.3585. variabel pengawasan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0. pengawasan dan koordinasi secara parsial berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai.4750. Kesimpulan penelitian ini pertama bahwa perencanaan. dan variabel koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0. ABSTRACT This research was entitled ³The Analysis of Factors that Influence the Affectivity of Employees Duties Implementation in UPTD Motor Vehicle Testing of Relations and Tourism Services of Tegal Regency´.

checking and coordination collectively influenced toward the affectivity of employee¶s duties implementation. karena alat produksi dan teknologi pada hakekatnya akan tergantung pada manusia yang menangan inya. and coordination variable toward the affectivity of employee¶s duties implementation had a stripe coefficient of 0.3585. A. that planning. 2001).2783. Manusia memegang peranan utama dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas. pengawasan . Third. Perencanaan yang efektif. Latar Belakang Masalah Seringkali dikemukakan bahwa aplikasi yang sebenarnya untuk manajemen ialah kemampuan mengorganisasi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam tugas mencapai dan memelihara suatu tingkat operasi yang efektif (Handoko. planning had the greatest impact toward the affectivity of employee¶s duties implementation. dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di samping adanya faktor pengawasan pegawai dan koordinasi yang optimal. The conclusions of this research were first. Second. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal berusaha menggunakan dan memelihara pegawainya agar dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal.coefficient of 0. checking. Perencanaan menjadi permasalahan utama. Untuk mencapai tujuan organisasi. . Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbankan. and coordination partially influenced toward the affectivity of employee¶s duties implementation. planning.

A. Faktor manakah yang memberikan pengaruh paling besar terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal? B. Tujuan Penelitian 1. Untuk meningkatkan kembali produktivitas pegawai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. merupakan masalah tersendiri bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal dalam usahanya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas para pegawai. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal? 2. Seberapa besar pengaruh perencanaan. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan . pengawasan dan koordinasi secara parsial terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal? 3. Seberapa besar pengaruh perencanaan. Perumusan Masalah 1. pihak manajemen harus selalu memperhatikan fakktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas.yang memadai dan koordinasi yang baik. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perencanaan.

Efektivitas pelaksanaan tugas Efektifitas menurut Gibson (1996) adalah pencapaian sasaran yang telah disepakati atas usaha bersama. 3. pengawasan dan variabel koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. pengawasan dan koordinasi secara parsial terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. 2. menekankan pada tingkat pencapaian tujuan. Sementara itu Emerson (Handayaningrat. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perencanaan. Landasan Teori 1. Untuk mengetahui faktor yang memberikan pengaruh paling dominan dari variabel perencanaan. Perencanaan . sehingga untuk mengukur tingkat efektifitas organisasi dapat diukur dari tingkat sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuannya. Efektifitas didasarkan pada gagasan bahwa organisasi diciptakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengertian yang dikemukakan oleh Gibson. C. Konsep tersebut didasarkan pada pendekatan tujuan.Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. Sehingga jika tujuan atau sasarannya tidak tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan maka pelaksanaan pekerjaan itu tidak efektif dan begitu pula sebaliknya. 2. 1995) mengemukakan bahwa efektifitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. yang bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi.

pengawasan adalah suatu proses penentuan apa yang dicapai yaitu standar. the standard. that is. that is. Penggunaan pengetahuan dan teknik secara ilmiah. 3. in confermity with the standard ´. Menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana yaitu sesuai dengan standar. 2000) berpendapat bahwa ³Planning is a process by which a scientific and technical knowledge is joined to organized action´. Pengawasan Terry (1997) mengemukakan bahwa ³ Controling can be defined as theprocess of determining what is to be accomplished. Sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut. Prinsip-prinsip tersebut mencakup proses pengambilan keputusan. Definisi tersebut mengandung pengertian bahwa. apa yang sedang dihasilkan yaitu pelaksanaan. evaluating the performance and if necessary appliying corrective measures so that performance takes place according to plants. Sedangkan Siagian (2003) mengartikan bahwa pengawasan sebagai proses pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh kegiatan untuk menjamin agar . what is being accomplished.Perencanaan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. that is the performance . 2000) mengemukakan ³Planning is the process of preparing a set of decision for actionin the future directed at achieving goals by preferable means´ (Perencanaan adalah proses untuk mempersiapkakn seperangkat keputusan tentang kegiatankegiatan pada masa yang akan datang dengan diarahkan pada pencapaian tujuantujuan melaluill penggunaan saran yang tersedia). serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. Disebut sistematis karena perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Dalam hal ini Y Dror (dalam Sudjana. Fridman (dalam Sudjana.

Metode Penelitian Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional yaitu menganalisis hubungan antar variabel yang saling mempengaruhi dalam mewujudkan tujuan organisasi. Koordinasi Koordinasi (coordination) adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (dengan departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Kebutuhan akan koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksanaannya. Bila tugas-tugas tersebut memerlukan aliran informasi antar satuan. individu-individu dan departemen-departemen akan kehilangan pegangan atas peranan mereka dalam organisasi. Derajat koordinasi yang tinggi ini sangat bermanfaat untuk pekerjaan yang tidak rutin dan tidak dapat diperkirakan. 4. D. Tanpa koordinasi. faktor-faktor lingkungan selalu berubah-ubah serta saling ketergantungan adalah tinggi.supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas . (Handoko. 2001) Kegiatan-kegiatan dari satuan-satuan organisasi berbeda-beda dalam kebutuhan integrasi. 2001). yang sering merugikan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Mereka akan mulai mengejar kepentingan sendiri. Koordinasi juga sangat dibutuhkan bagi organisasi-organisasi yang menetapkan tujuan yang tinggi. derajat koordinasi yang tinggi adalah paling baik. (Handoko.

2002). dan koordinasi (X3) terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Y yaitu . Metode penelitian survai. maka dalam penelitian ini mempergunakan cara pengumpulan data kuesioner. Analisis Jalur Untuk mengetahui pengaruh variabel perencanaan. 2003) c. Adapun mengenai besarnya sampel penelitian menurut Mantra bahwa untuk mendapatkan data representatif besarnya sampel tidak boleh kurang dari 10% (Singarimbun dan Effendi. Umumnya pengertian survai sampel dibatasi pada pengertian survai sampel yang mana informasi dikumpulkan dari sebagian populasi untuk mewakili seluruh populasi (Singarimbun dan Sofian Effendi. 2002). 1994) F. 2002).Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. Uji Validitas Instrumen Penelitian (Azwar. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang dapat diambil sebanyak 50 persen berdasarkan strata pendidikan. dokumentasi dan observasi. informasi dikumpulkan melalui responden dengan menggunakan kuisioner. sedangkan metode yang digunakan adalah metode survei. yaitu teknik penentuan sampel bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono. Sedangkan sumber datanya primer dan sekunder. Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian (Sugiyono. wawancara. pengawasan (X2). E. Sehingga jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 43 orang responden. Analisis Yang Digunakan a. 1997) b. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metodestratified proportionate random sampling. pengawasan dan koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai digunakan analisis jalur (path Analysis). (X1). Untuk memperoleh data yang diperlukan. Untuk mengetahui pengaruh perencanaan. (Sitepu.

Total pengaruh proporsional setiap variabel yaitu 0. dengan menggunakan tingkat keyakinan 95 persen dan alfa 0. pengawasan dan koordinasi akan meningkat maka akan diikuti dengan peningkatan pada efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal.05 serta derajat kebebasan (n-k-1) diperoleh F tabel sebesar 2.1650 adalah sebesar 0.83. Untuk menguji koefisien jalur secara keseluruhan digunakan uji F.6961.39 persen dijelaskan dari variabel lain yang tidak diteliti seperti pendidikan.2783. variabel pengawasan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0. pengawasan dan koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal adalah positif. kemampuan kerja dan kepemimpinan. pengawasan dan koordinasi dapat menjelaskan perubahan efektivitas pelaksanaan tugas pegawai sebesar 69. Jadi F hitung . Artinya variabel perencanaan. Dari hasil perhitungan uji F diperoleh F hitung sebesar 32. dan koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai.61 persen sedangkan sebesar 30.6961 atau 69.4750.3585. Dari hasil perhitungan tersebut terlihat bahwa pengaruh variabel perencanaan.3139 + 0. untuk variabel perencanaan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0.61 persen. pengawasan. dan variabel koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai mempunyai koefisien jalur sebesar 0.menggunakan analisa jalur. Pengujian koefisien jalur ini menggambarkan pengaruh secara keseluruhan dari variabel perencanaan. Nilai koefisien jalur dari setiap variabel. Nilai tersebut sama dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0. Artinya jika perencanaan.2172 + 0.83.

Sehingga hipotesis yang menyatakan perencanaan.021).609. Sehingga secara parsial variabel pengawasan (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai (Y).021). Sehingga secara parsial variabel koordinasi (X3) mempunyai pengaruh .83) > F tabel (2.021).741 > 2. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai.05 serta derajat kebebasan (n-k-1) sebesar 2. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal dapat diterima Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95 persen dan alfa 0.(32.021. Sedangkan hasil perhitungan yang dilakukan menghasilkan t hitung variabel perencanaan (tYX1) sebesar 5.032. Jadi nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (5.05 serta derajat kebebasan (n-k-1) sebesar 2. sedangkan nilai t tabel dengan menggunakan tingkat keyakinan 95 persen dan alfa 0. Berdasarkan uji F di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang berarti dari variabel perencanaan.021. sehingga secara parsial variabel perencanaan (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai (Y). sedangkan nilai t tabel dengan menggunakan tingkat keyakinan 95 persen dan alfa 0.05 serta derajat kebebasan (n-k-1) diperoleh t tabel sebesar 2. 3) Nilai t hitung variabel koordinasi (tYX3) sebesar 2.032 >2.021. pengawasan dan koordinasi secara keseluruhan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. Jadi nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (3.83). Jadi nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (2. sehingga terdapat pengaruh yang berarti dari variabel perencanaan.741.609 > 2. Nilai t hitung variabel pengawasan (tYX2) sebesar 3.

pengawasan dan koordinasi secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal dapat diterima. variabel pengawasan sebesar 0. pengawasan dan koordinasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. Perencanaan.yang signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai (Y). pengawasan dan koordinasi secara parsial terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai. Berdasarkan uji t di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang berarti dari variabel perencanaan. pengawasan dan koordinasi secara parsial berpengaruh . Perencanaan.72% dan variabel koordinasi sebesar 0. Untuk menguji variabel bebas yang paling dominan diantara variabel perencanaan. Pengaruh proporsional total variabel perencanaan sebesar 0.39%. 2. Kesimpulan 1.3139 atau 31.2172 atau 21. Sehingga hipotesis yang menyatakan perencanaan. Diantara nilai pengaruh proporsional total tersebut nilai pengaruh proporsional total variabel perencanaan nilainya paling besar. pengawasan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan variabel perencanaan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal dapat diterima. koordinasi terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai dapat digunakan pengaruh totalnya.50%.1650 atau 16. G.

DAFTAR PUSTAKA Azwar.Erlangga. Saifuddin. hal ini dapat dilakukan bahwa dalam penentuan tujuan harus dirumuskan secara jelas. 2000 .terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal 3. Perencanaan mempunyai pengaruh paling besar terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal. Reliabilitas dan Validitas. Saran 1. pengawasan dan koordinasi. Organisasi±Perilaku-Struktur-Proses. Ghalia. Sedangkan faktor yang paling utama perlu diperhatikan adalah faktor perencanaan. 1997. Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen. perencanaan harus sederhana dan realistis. H. Jakarta Sarwoto. Jakarta . Yogyakarta Gibson . tenaga dan sumberdaya yang tersedia. ada keseimbangan baik untuk kepentingan luar maupun dalam sistem serta efektif dan efesien dalam penggunaan biaya. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pegawai Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan dan Parawisata Kabupaten Tegal hal yang perlu terus diperhatikan adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas pegawai antara lain perencanaan.Ivancevich & Donnelly. bersifat luwes. Pustaka Pelajar. 1996. 2. memuat analisis dan penjelasan sdari usaha yang direncanakan.

Analysis Jalur. BPFE. Bandung Sugiyono. Nana dan Ibrahim. Bandung. Jakarta _________. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Sudjana. Statistik Untuk Penelitian. Jakarta . 2001. 2001. Rue. 2002.Terry George R dan L. 2003. LP3ES. Padjajaran. Universitas. Jakarta. Dasar . Alfabeta. YogyakartaSitepu Nirwana. 1994. Diktat Kuliah. Percetakan Sinar Baru Algesindo Offset. Bandung Singarimbun.Handoko T Hani.dasar Manajemen. Manajemen. 2000. 1997.B. Metode Penelitian Survey. Masri dan Sofyan Efendi. Cetakan II. Bumi Aksara. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Manajemen Sumber Daya Manusia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times