Anda di halaman 1dari 3

Penggunaan kb di Kalimantan timur 2007 2008 2009

Sedang menggunakan alat KB Persen 55,80 52,47 55,75


Pernah Menggunakan Alat KB Persen 23,52 26,74 23,51
Tidak pernah menggunakan alat KB persen 20,68 20,79 20,74

Berdasarkan data The United National bahwa penduduk Indonesia hanya

akan berjumlah 250 juta pada 2015 dengan catatan pembangunana KB tetap seperti

ini. Selanjutnya, jika antara 2010-2015 tiap keluarga rata-rata memiliki 2 anak, maka

jumlah penduduk pada tahun 2050 akan berkisar pada angka 293,7 juta jiwa setelah

itu akan tumbuh seimbang (BKKBN, 2008).

Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, bahwa dari

jumlah 30.931 wanita, pemakaian suatu alat/cara KB oleh wanita berstatus kawin

mengalami peningkatan dari 50% pada tahun 1991 menjadi 61% pada tahun 2007

dimana kontrasepsi yang banyak digunakan adalah metode suntik (31,8%), pil

(13,2), AKDR (4,9%), AKBK (2,8%), MOW (3%), kondom (1,3%), dan MOP (0,2%)

(SDKI, 2007).

Diharapkan dengan tambahan PKB ini, kedepannya bisa memaksimalkan

penyuluhan KB di masyarakat. Sehingga tingkat peserta KB aktif untuk pasangan

usia subur (PUS) usia 15-49 tahun bisa lebih baik lagi, dibandingkan dengan

pencapaian 2010 lalu. Untuk diketahui, peserta KB aktif mencapai 14.538 dari

jumlah PUS di Bulungan yang mencapai 20.894 pasangan. Tambahan PKB ini juga

merupakan bentuk kepedulian Pemkab Bulungan dalam rangka menyuskeskan


program KB di Bulungan. Pasalnya, KB sendiri sangat bermanfaat bagi peserta KB,

baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Sedangkan rincian peserta KB baru hingga November 2010 lalu

sebanyak 88.931 peserta dengan persebaran-nya di Kutai Kartanegara (Kukar)

sebanyak 16.906 orang, Berau 3.430 orang, Bulungan 2.256 orang, Paser 7.628

orang, Balikpapan 10.966 orang, Samarinda 17.874 orang, Tarakan 6.027

orang, Bontang 4.162 orang, Ku-tai Barat 4.481 orang, Kutai Timur 3.944,

Nunukan 6.420 orang, Malinau 2.234, Penajam Paser Utara (PPU) 2.038 orang

dan Tana Tidung 565 orang. “Rincian ini sesuai laporan diterima dari petugas

KB di setiap daerah. Jumlah peserta KB baru di Kaltim mampu melebihi target

nasio-nal sebanyak 91.027 orang. Karena realisasi tercapai hingga November

88.931 orang atau 97.70 persen kemudian bertambah 10.669 peserta baru

sehingga mencapai 99.600 pada Desember 2010,” jelasnya.

BALIKPAPAN

Dari data penggunaan tahun 2007, hanya 241 peserta KB yang bersedia

memakai kondom, alat kontrasepsi yang paling banyak penggunanya adalah suntik

sebanyak 5.735 peserta dan pil sebanyak 2.561 peserta.

Banyaknya peserta KB aktif tahun 2005, yaitu sebesar 70,68 persen terhadap

Pasangan Usia Subur merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan program KB di

Kabupaten Bulungan. Selain itu bila kita bandingkan dengan tahun sebelumnya

jumlah akseptor KB Aktif juga mengalami peningkatan sebanyak 3.036 peserta yaitu

dari 11.468 akseptor pada tahun 2004 menjadi 14.504 akseptor pada tahun 2005.
Jika ditinjau dari jenis alat kontrasepsi yang dipakai, masih sama dengan tahun-

tahun sebelumnya, alat kontrasepsi pil masih merupakan pilihan bagi sebagian

besar peserta KB. Pada tahun 2005 pemakai alat kontrasepsi pil sebesar 47,65

persen, disusul dengan alat kontrasepsi suntikan 32,23 persen sedangkan alat

kontrasepsi kondom merupakan yang paling sedikit pemakainya yaitu hanya

sebesar 1,41 persen.

Terbukti jumlah akseptor KB di Indonesia sebesar 5.704.111 akseptor,

dimana 97,34% adalah perempuan sedangkan akseptor KB pria dengan jumlah

sebesar 2,66% (BKKBN, 2008).

Penggunaan kontrasepsi KB di Indonesia dengan umur antara 15-49 tahun

dengan penggunaan metode IUD sebesar 7,23%, Suntikan 58,25%, Pil KB 24,37%,

Susuk KB 4,16%, Kondom 0,68%, MOP 1,03%, MOW 3,13%, Intravaginal Tissue

0,11% dan metode tradisional 1,04%. Dengan data yang didapatkan di atas,

penggunaan KB kontrasepsi hormonal lebih tinggi daripada kontrasepsi non

hormonal dengan jumlah sebesar 86,78 % (Departemen Kesehatan RI, 2008).