Anda di halaman 1dari 2

Evaluasi Kurikulum

Model evaluasi kurikulum jenisnya cukup banyak, tetapi dari sejumlah teori
dapat dikelompokkan atas dua model yaitu model kuantitatif dan
kualitatif (Hasan, 1988). Model kuantitatif merentang dari Model Tyler,
model Sistem Alkin, ModelCountenance Stake, model CIPP (Context,
Input, Process, dan Product), dan model ekonomio mikro. Sebaliknya,
menurut Sukmadinata (2004) terdapat empat jenis model yang paling
menonjol yaitu model: (1) Discrepancy evaluation Model, yaitu pendekatan
yang membandingkan pelaksanaan dengan standar baik disain,
pelaksanaan program, biaya dan lain-lain, (2) Contingency Congruence
Model, yaitu menilai kesesuaian antara rancangan, pelaksanaan dan hasil
ideal dengan yang nyata/teramati, (3) EPIC (Evaluation Programs fot
Innovative Curriculum), dan (4) model CIPP (Context, Input, Process, dan
Product).

Model yang cukup terbuka dalam mengevaluasi kurikulum yang akan


dikembangkan di masa depan adalah model CIPP. Sesuai dengan namanya,
model ini terbentuk dari 4 jenis evaluasi yaitu evaluasi Context, Input,
Process, dan Product yang dikembangkan kali pertama oleh Stufflebeam.
Keempat evaluasi ini merupakan suatu rangakaian keutuhan yaitu:
• Evaluasi konteks ditujukan untuk menilai kedaan yang sedang dilakukan oleh
suatu lembaga pendidikan Evaluasi konteks dilakukan dari keadaan awal
sebelum suatu inovasi kurikulum direncanakan, bahkan adalah fungsi dari
evaluasi konteks untuk melihat apakah diperlukan adanya suatu inovasi atau
tidak. Dalam desentralisasi kurikulum, evaluasi konteks dapat dilakukan oleh
pihak sekolah untuk melakukan inovasi kurikulumnya.
• Evaluasi input orientasinya untuk mengemukakan suatu program yang dapat
mencapai apa yang diinginkan lembaga tersebut. Program yang dimaksudkan
adalah program yang membawa perubahan berskala penambahan dan
pembaharuan. Evaluasi masukan tidak hanya melihat apa yang ada pada
lingkungan lembaga tersebut tetapi juga harus dapat memperkirakan
kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi di waktu mendatang
ketika suatu inovasi kurikulum dilaksanakan.
• Evaluasi proses adalah evaluasi mengenai pelaksanaan dari suatu inovasi
kurikulum. Evaluasi ini baru dapaty dilakukan apabila inovasi kurikulum
tersebut telah dilkaksanakan di lapangan bukan pada waktu ia dirancang.
• Evaluasi hasil (product) bertujuan untuk menentukan sampai sejauh mana
kurikulum yang diimplementasikan tersebut telah dapat memenuhi kebutuhan
kelompok yang mempergunakannya. Evaluasi hasil memperlihatkan pengaruh
program yang tidak hanya bersifat langsung tapi juga yang berpengaruh tidak
langsung. Pengaruh tersebut tidak saja yang bersifat positif tetapi juga
pengaruh negarif dari kurikulum tersebut.