Anda di halaman 1dari 11

ASPEK PERILAKU

DALAM KESEHATAN
PROF. DR. SOEKIDJO NOTOATMODJO
DEPARTEMEN PROMOSI DAN PERILAKU KESEHATAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
PERILAKU, PENDIDIKAN, DAN
KESEHATAN

KETURUNAN

PENDIDIKAN KESEHATAN
PERILAKU
(HEALTH) PEL.KES.

LINGKUNGAN
PERILAKU (BEHAVIOR)
• Sinonim perilaku:
– Tingkah laku
– Tindakan
– Karya
– Kegiatan atau aktivitas, dsb.
• Batasan perilaku:
– Respons atau reaksi seseorang terhadap
stimulus atau rangsangan.
DITERMINAN PERILAKU
(L.GREEN, 1980)

PREDISPOSING FACTORS:
pengetahuan, sikap, tradisi,dsb

ENABLING FAKTORS: PERILAKU HEALTH


Sarana dan prasarana

REINFORCING FAKTORS:
Penguat Perilaku kesehatan
CONTOH 1: IBU HAMIL MEMERIKSAKAN
KEHAMILANNYA (ANC=Ante Natal Care):
(Perilaku Positif)
• Faktor-faktor pemudah (predisposing):
– Pengetahuan tentang manfaat periksa hamil
– Keyakinan periksa hamil dapat melahirkan anak yang sehat
– Keyakinan Periksa hamil dapat memperlancar melahirkan, dsb.
• Faktor-faktor pemungkin (enabling):
– Dekat dengan Puskesmas, dokter, bidan
– Mampu membayar periksa hamil
• Faktor-faktor penguat (reinforcing):
– Ibu-ibu tokoh masyarakat memeriksakan kehamilan
– Adanya anjuran/perintah atau aturan periksa hamil, dsb
CONTOH 2: Seorang ibu tidak mau
mengimunisasikan anaknya:
(Perilaku Negatif)
• Faktor-faktor pemudah:
– Tidak tahu manfaat imunisasi
– Tidak yakin imunisasi dapat menyehatkan anaknya.
– Kepercayaan bayi tidak boleh dibawa keluar rumah, dsb.
– Takut kalau dimunisasi bayi menjadi sakit, dsb.
• Faktor-faktor pemungkin:
– Jauh dari tempat untuk imunisasi
– Tidak punya ongkos untu imunsasi, dsb
• Faktor-faktor penguat:
– Anak-anak tokoh masyarakat setempat tidak pernah diimunisasi
– Tidak ada keharusan atau aturan mengimunisasikan anak, dsb.
DOMAIN PERILAKU

Tertutup (Reaksi tertutup):


a. Pengetahuan (Knowledge)
b. Sikap (Attitude)

PERILAKU TERTUTUP
STIMULUAS------------- RESPONS (COVERT BEHAVIOR)

Terbuka (Reaksi terbuka):


Tindakan (praktek)

PERILAKU TERBUKA
(OVERT BEHAVIOR)
DOMAIN PERILAKU
• Pengetahuan (Knowledge):
– Apa saja yang diketahui tentang obyek oleh subyek
misal: Pengetahuan tentang penyakit, penyebabnya,
cara penularannya, cara pencegahannya, dsb.
• Sikap (Attitude):
– Pendapat atau sikap subyek terhadap obyek, misal:
pendapatnya tentang penderita penyakit HIV/AIDS,
harus diisolasi?
• Praktek (Practice):
– Apa yang dilakukan oleh subyek terhadap obyek,
misal:melakukan 3M untuk mencegah penyakit DBD.
PERILAKU KESEHATAN
• Respons seseorang terhadap stimulus yang
mencakup:
a. Sakit dan penyakit
b. Makanan dan minuman, termasuk rokok
c. Lingkungan
d. Sarana dan prsarana kesehatan

• Perilaku kesehatan meliputi:


a. Perilaku pencegahan dan peningkatan (Perilaku
Sehat=Healthy behavior)
b. Perilaku pengobatan dan pemulihan (Perilaku pencarian
penyembuhan =Health Seeking Behavior)
PERILAKU SEHAT
(HEALTHY BEHAVIOR)
• Perilaku seseorang yang berkaitan
dengan pencegahan dan peningkatan
kesehatan (preventif dan kuratif),
sekurang-kurangnya meliputi:
a. Makan dengan menu seimbang
b. Melakukan aktivitas fisik secara teratur
c. Tidak merokok dan minum minuman keras
d. Dapat mengelola stres
e. Cukup waktu untuk istirahat
PERILAKU PENCARIAN PENYEMBUHAN
(HEALTH SEEKING BEHAVIOR)
• Perilaku seseorang yang terkait dengan pencarian
penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif)
pada waktu sakit atau mengalami masalah kesehatan.
Perilaku ini mencakup antara lain:
a. Mengobati sendiri
. Secara tradisinal
. Secara modern
b. Mencari pertolongan ke pengobat tradisional
(dukun)
c. Mencari pertolongan ke tenaga kesehatan
profesional
d. Mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan
(Puskesmas, Poliklinik, Rumah Sakit, dsb.)