Anda di halaman 1dari 5

Konsep Penyakit Stroke

1. Pengertian Stroke

Stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena gangguan peredaran darah di otak yang menyebabkan
terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau
kematian. Sedangkan menurut Hudak (1996), stroke adalah deficit neurologis yang mempunyai
serangan mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari cardiovaskuler disease (CVD).

2. Faktor Penyebab (Etiologi)

a. Kekurangan suplai oksigen yang menuju otak

b. Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah otak

c. Adanya sumbatan bekuan darah di otak

Menurut Smeltzer (2001) stroke biasanya diakibatkan dari salah satu dari
empat kejadian yaitu:

a. Trombosis serebral

Arteriosklerosis serebral dan perlambatan sirkulasi serebral adalah penyebab utama trombosis serebral,
yang merupakan penyebab paling umum dari stroke. Tanda-tanda trombosis serebral bervariasi. Sakit
kepala adalah awitan yang tidak umum. Beberapa pasien dapat mengalami pusing, perubahan kognitif,
atau kejang, dan beberapa mengalami awitan yang tidak dapat dibedakan dari haemorrhagi
intracerebral atau embolisme serebral. Secara umum, trombosis serebral tidak terjadi dengan tiba-tiba,
dan kehilangan bicara sementara, hemiplegia, atau parestesia pada setengah tubuh dapat mendahului
awitan paralisis berat pada beberapa jam atau hari.

b. Embolisme serebral

Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengah atau cabang – cabangnya, yang merusak sirkulasi
serebral. Awitan hemiparesis atau hemiplegia tiba-tiba dengan afasia atau tanpa afasia atau kehilangan
kesadaran pada pasien dengan penyakit jantung atau pulmonal adalah karakteristik dari embolisme
serebral.

c. Iskemia serebral

Iskemia serebral (insufisiensi suplai darah ke otak) terutama karena konstriksi ateroma pada arteri yang
menyuplai darah ke otak.

d. Haemorrhagi serebral

1) Haemorrhagi ekstradural (haemorrhagi epidural) adalah kedaruratan bedah neuro yang memerlukan
perawatan segera. Keadaan ini biasanya mengikuti fraktur tengkorak dengan robekan arteri tengah
arteri meninges lain, dan pasien harus diatasi dalam beberapa jam cedera untuk mempertahankan
hidup.

2) Haemorrhagi subdural pada dasarnya sama dengan haemorrhagi epidural,


kecuali bahwa hematoma subdural biasanya jembatan vena robek. Karenanya periode pembentukan
hematoma lebih lama dan menyebabkan tekanan pada otak. Beberapa pasien mungkin mengalami
haemorrhagi subdural kronik tanpa menunjukkan tanda atau gejala.

3) Haemorrhagi subarakhnoid dapat terjadi sebagai akibat trauma atau hipertensi, tetapi penyebab
paling sering adalah kebocoran aneurisme pada area sirkulus Willisi dan malformasi arteri vena
kongenital pada otak.

4) Haemorrhagi intracerebral adalah perdarahan di substansi dalam otak


paling umum pada pasien dengan hipertensi dan aterosklerosis serebral, karena perubahan degeneratif
karena penyakit ini biasanya menyebabkan ruptur pembuluh darah. Biasanya awitan tiba -tiba, dengan
sakit kepala berat. Bila hemorrhagi membesar, makin jelas defisit neurologik yang terjadi dalam bentuk
penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital.

3. Faktor Risiko

a. Hipertensi atau tekanan darah tinggi

Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang potensial. Hipertensi dapat


mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak.
Apabila pembuluh darah otak pecah maka timbullah perdarahan otak dan
apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan
terganggu dan sel – sel otak akan mengalami kematian.

b. Hipotensi atau tekanan darah rendah

Penurunan tekanan darah yang berlebihan atau dalam jangka panjang dapat
menyebabkan iskemia cerebral umum.

c. Obesitas atau kegemukan

d. Kolesterol darah tinggi

Meningginya angka kolesterol dalam darah, terutama low density lipoprotein


(LDL), merupakan faktor risiko penting untuk terjadinya arteriosklerosis
(menebalnya dinding pembuluh darah yang kemudian diikuti penurunan
elastisitas pembuluh darah). Peningkatan kadar LDL dan penurunan kadar
HDL (High Density Lipoprotein) merupakan faktor risiko untuk terjadinya
penyakit jantung koroner.

e. Riwayat penyakit jantung


Berbagai penyakit jantung berpotensi untuk menimbulkan stroke. Faktor risiko
ini akan menimbulkan hambatan/sumbatan aliran darah ke otak karena
jantung melepas gumpalan darah atau sel–sel/jaringan yang telah mati ke
dalam aliran darah.

f. Riwayat penyakit diabetes mellitus

Diabetes Mellitus mampu menebalkan dinding pembuluh darah otak yang


berukuran besar. Menebalnya dinding pembuluh darah otak akan
menyempitkan diameter pembuluh darah tadi dan penyempitan tersebut
kemudian akan mengganggu kelancaran aliran ke otak, yang pada akhirnya
akan menyebabkan infark sel – sel otak.

g. Merokok

h. Stress, dan lain-lain

i. GEJALA

j. Sebagian besar kasus terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan
kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Stroke bisa menjadi
bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya
jaringan otak yang mati (stroke in evolution). Perkembangan penyakit bisasanya
(tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang
mati berhenti sementara atau tejadi beberapa perbaikan.

Gejala yang terjadi tergantung kepada daerah otak yang terkena: ---- U/ tanda dan
gejala ditambahkan bagaimana mekanismenya sehingga hal tsb bisa terjadi
• Adanya  serangan defisit neurologis fokal, berupa kelemahan atau kelumpuhan
lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

k. • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah
satu sisi tubuh. Baal atau mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, terasa seperti
terkena cabai, rasa terbakar

l. • Mulut, lidah mencong bila diluruskan

m. • Gangguan menelan : sulit  menelan, minum suka keselek

n. • Bicara tidak jelas (rero), sulit berbahasa, kata yang diucapkan tidak sesuai keinginan
atau gangguan bicara berupa pelo, sengau, ngaco, dan kata-katanya tidak dapat
dimengerti atau tidak dipahami  (afasia). Bicara tidak lancar, hanya sepatah-
sepatah kata yang  terucap

o. • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat


p. • Tidak  memahami  pembicaraan  orang lain

q. • Tidak  mampu  membaca  dan menulis, dan tidak memahami tulisan

r. • Tidak dapat berhitung, kepandaian menurun

s. • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

t. • Hilangnya kendalian terhadap kandung kemih, kencing yang tidak disadari

u. • Berjalan menjadi sulit, langkahnya kecil-kecil

v. • Menjadi pelupa ( dimensia)

w. • Vertigo ( pusing, puyeng ), atau perasan berputar yang menetap


saat tidak beraktifitas

x. • Awal  terjadinya  penyakit  (Onset) cepat, mendadak dan biasanya terjadi pada  saat 
beristirahat atau bangun  tidur

y. • Hilangnya penglihatan, berupa penglihatan terganggu, sebagian lapang pandangan


tidak terlihat, gangguan pandangan tanpa rasa nyeri, penglihatan gelap atau ganda
sesaat

z. • Kelopak  mata sulit  dibuka  atau  dalam keadaan terjatuh  

aa. • Pendengaran hilang atau gangguan pendengaran, berupa tuli satu telinga atau 


pendengaran  berkurang

bb. • Menjadi lebih sensitif: menjadi mudah menangis atau tertawa

cc. • Kebanyakan tidur atau selalu ingin tidur

dd. • Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi dengan baik,


sempoyongan, atau terjatuh

ee. • Gangguan kesadaran, pingsan sampai tidak sadarkan diri

Farmakologi

1. Aspirin sebagai analgetik dan antiplatelet untuk terapi stroke untuk melancarkan darah ke otak
namun dalam dosis rendah
2. Tiklopidin ntuk menghalalngi ikatan antara platelet dengan fibrinogen yang diinduksi oleh ADP,
mengurabngi resiko stroke trombolitik
3. Alteplase ( recombinant tissue plasminogen activator ) agen trombolisis untuk menghancurkan
thrombus.dosis 0.9 mg/kg melalui IV selama 60 menit dengan dosis 10 % diberikan sebagai
bolus awal selama 1 menit . dosis maksimum 90 mg. efek sampingnya terjadi pendarahan
khususnya ditempat suntika, demam, kedinginan dengan sakit bagian punggung dan perut.