P. 1
SLE

SLE

|Views: 91|Likes:
Dipublikasikan oleh mesenteric

More info:

Published by: mesenteric on Feb 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2012

pdf

text

original

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS (SLE

)
Faridin Edu S.Tehupeiory Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUH-RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK(SLE) • Penyakit inflamasi multisistem yg tidak diketahui etiologinya dengan manifestasi klinik dan laboratorik beragam. • Prototipe penyakit otoimun. • Produksi Ab terhadap komponen inti sel • • • • MANIFESTASI KLINIS SLE-I Konstitusional-demam, fatik Muskuloskeletal-artritis, myositis Mukokutaneus-ulkusoral, ruamruam, Alopesia Retikuloendotelial-limfadenopati Gangguan neuro-psikiatrik Serositis-perikardial atau efusi pleura, asites lain : Interfalangeal proksimal, lutut, siku, dan pergelangan kaki. 2. Muko-kutan: kulit, rambut dan selaput lendir ( Ketiganya85% ). Kelainan pada kulit dikenal sebagai “Butterfly Rash” yaitu eritema yang edematos pada pipi dan hidung. Alopecia, lesi diskoid, ulserasi pada palatum durum. 3. Ginjal(68%): Proteinuria, hematuria, sindroma nefrotik, 25% disertai kelainan urine. Kelainan pada ginjal berupa: nefritislupus difus, nefritislupus membranosa dan pyelonefritis chronik. 4. Kardiovakuler: Perikarditis dan efusi perikard 5. Paru-paru: efusi pleura dan pneumonitis 6. Saluran cerna: nyeri abdomen terdapat 25% kasus, mungkin disertai mual, muntah, dan diare.Gejala akan menghilang jika gangguan sistemiknya mendapat terapi adekwat. MANIFESTASI KLINIS SLE-II Sindrom-Sindrom •Nefritis/Sindrom nefrotik •Purpura trombositopenik idiopatik •Anemia hemolitik autoimun •Demam yang tidak diketahui sebabnya •Artritis reumatoid •Penyakit jaringan ikat tak terdiferensiasi KRITERIA DIAGNOSIS SLE (ACR, 1982) 1. Ruam malar 2. Ruam diskoid 3. Fotosensitifitas 4. Ulserasi di mulut atau nasofaring 5. Artritis 6. Serositis (pleuritis, perikarditis) 7. Kelainan ginjal (proteinuria persisten > 0,5 gr/hr, silinder sel)

• •

GEJALA KLINIS Sangat bervariasi, timbulnya dapat spontan disertai terkenanya berbagai organ tubuh. Atau dapat timbul dengan didahului oleh faktor pencetus seperti: • Kontak dengan sinar matahari • Infeksi Virus atau bakteri • Obat-obatan, misalnya sulfa • Terminasi kehamilan • Trauma fisis atau psikis

Setiap serangan didahului oleh gejala umum seperti: demam, malaise, kelemahan, anoreksia, berat badan menurun, mudah tersinggung.  Penyakit ini disebut juga multi-organ-disease, karena dapat mengenai berbagai organ, antaralain: 1. Muskuloskeletal : contoh artritis (93%) yang biasanya simetris, Antara

ANA (+) KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN SLE RINGAN •Diagnosis SLE atau dicurigai kuat SLE •Secara klinis stabil •Tidak mengancam jiwa •Sistem tubuh normal dan stabil: ginjal. anti hipertensi dll) SEROSITIS -Analgesik. Pengawasan infeksi -Demam . Intralesi (triamsinolon) 2. Anti TNF-a LUPUS KUTANEUS -Hindari paparan sinar matahari -Sunscreen -Glukokortikoid topikal -Anti malaria -Glukokortikoid sistemik -Dapson FATIGUE & KELUHAN SISTEMIK -Gejala ikutan -Efek obat (glukokortikoid. Kelainan neurologik (kejang. hati TD. hati Hematologik. K. Topikal (hidrokortison. hemoragik. hematologi. atau anti Sm +atau STS + palsu) 11. atau anti DNA +. infeksi Makulopati Hematologik. infertilitas Hematologik. Ruam a. triamsinolon. atau trombositopeni) 10. khususnya saat kobaran penyakit •Glukokortikoid dosis rendah. OAINS -Anti malaria -Glukokortikoid GLUKOKORTIKOID PADA SLE 1. sendi. SLE minor Prednison < 0. SLE major Prednison 1 mg/kgBB/hari atau didahului Bolus metilprednisolon 1 gr/hari (15 mg/kgBB/hari) selama 3 hari berturut2 SIKLOFOSFAMID PADA SLE 1. dislipidemia 2. dosis tunggal/terbagi 3. Imunosupresan agresif OBAT-OBATAN YANG SERING DIPAKAI UNTUK SLE . ginjal. Kelainan hematologik (anemia hemolitik. lipid. Oral PENGOBATAN SLE 1. atau psikosis) 9.5 mg/kgBB/hari. betametason) b.8.pikirkan infeksi -Profilaksis antibiotika 4. azatioprin -Leflunomid. infeksi. Evaluasi berkala -Aktifitas lupus -DPL. misalnya prednison < 10 mg per hari PENATALAKSANAAN UMUM SLE 1. Urinalisis. udem. atau limfopeni. sistitis. Biokimia -Tekanan darah. atau lekopeni. paruparu. Terapi konservatif 2. GI. TD. glukosa. Pengawasan kehamilan -Kontrasepsi -Kehamilan risiko tinggi OBAT-OBATAN •NSAID •Glukokortikoid •Hidrosiklorokui n. SSP •Tidak ada toksisitas bermakna karena terapi SLE PENGOBATAN SLE RINGAN •Edukasi pasien •Analgesik sesuai kebutuhan •NSAID sesuai kebutuhan (hati-hati efek samping) •Steroid topikal dan tabir surya •Istirahat yang cukup. Fotoproteksi -Hindari paparan sinar matahari -Sun screens 3. jantung. Kelainan imunologik (Sel LE +. klorokuin. hati. ARTRALGIA. kulit. klorokuin •Azatioprin •Siklofosfamid •Metotreksat YANG DIPANTAU GI. MIALGIA -Analgesik sederhana -Obat anti inflamasi non steroid -Anti malaria -Kortikosteroid dosis rendah -Metotreksat. paru-paru ARTRITIS.

Cyc kontraindikasi Azatioprin? -Riw.Evaluasi rutin minimal 3 bulan sekali * Anamnesis. tx (-) -Trombosis arteri / vena heparinisasi.stop 3 bulan -Anti Ro(SS-A) & Anti La (SS-B) +veeko intrauterin -SN. trombosit> 50. min. txa-metildopa. MCI. mata secara berkala -Risiko keganasan? SLE pada kehamilan -Persiapan yang baik. C3/C4.9% selama 60 mnt 1 x/bulan Cairan 2-3 liter/24 jam stl drip Monitoring: DPL (10-14 hr stl drip) Urinalisis (4-6 minggu) Sitologi urin (hematuria) INDIKASI SKLOFOSFAMID PADA SLE -Steroid sparing agent -Kontra indikasi steroid dosis tinggi -Kambuh -Glomerulonefritis difus awal -Trombositopenia. 6 bl remisi -Kontrol Reumatologis& Obstetrikus tiap bulan -Kontra-indikasi hamil * Pengguna siklofosfamid * Pengguna warfarin Mtx. dislipidemia -Obati infeksi secara adekuat(ISK.Dosis : 1-3 mg/kgBB/hari setiap hari Cairan 2-3 L/hari Monitoring : DPL (4-6 minggu) Urinalisis (4-6 minggu) Sitologi urin (hematuria) 2.risiko meningkat -HT. hidralazin. nefropati membranosa -Monitoring : Tekanan darah Kreatinin darah Evaluasi penderita SLE . UL. anti koagulan oral jangka panjang Target : INR 3-4. resisten steroid -GFR turun.5-1 gr/m2 dalam 150 ml NaCl 0.000/ml konsul Hematologis -Penatalaksanaan khusus CVD. Intravena Dosis : 0.berat. Kreatinin naik. Renal insuf. Cr. Anti dsDNA -Terapi hipertensi * Hindariß-blocker * ACE-inhibitor -Hindari merokok. obesitas. trombosis arteri perifer Rewrite by Mimang Alfa (Avicenna C59) *** . Antifosfolipid -Tanpa trombosis. TD * DPL. tanpa faktor ekstrarenal lainnya -SLE pada SSP AZATIOPRIN PADA SLE -1-3 mg/kgBB/hari -6-12 bulan SIKLOSPORIN-A PADA SLE -3-6 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis -Tanpa manifestasi renal. pemeriksaan fisik. klorokuin. labetolol -Tx: steroid (Prednison) 20-40 mg/hari Pulse metrilprednisolon pd keadaan berat OAINS. risiko prematur. Kol/TG. ISPA) -Evaluasi gigi. Abortus: * Cek ACA * Heparinisasi * Aspirin dosis rendah * Konsul Hematologis SLE dengan sind.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->