P. 1
Audit BPK Kabupaten Bima Tahun 2006

Audit BPK Kabupaten Bima Tahun 2006

4.5

|Views: 753|Likes:
Dipublikasikan oleh Center of Development Studies
Laporan Pemeriksaan Keuangan BPK Tahun 2006
Laporan Pemeriksaan Keuangan BPK Tahun 2006

More info:

Published by: Center of Development Studies on Aug 22, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2012

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006 DI RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor Tanggal

: :

02.2A/ /Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 30 April 2007

DAFTAR ISI
Halaman DAFTAR ISI…………………………………………………………… i 1

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN……..……
LAPORAN KEUANGAN POKOK…………………………………... 1. 2. 3. 4. NERACA KOMPARATIF……………………………..…… LAPORAN REALISASI ANGGARAN……………..……… LAPORAN ARUS KAS……………………………….……. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN........................ 1 4 6 9 11 56

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN................

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor: 02.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006

Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, Pasal 56 Undang-Undang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan Keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh pemerintah daerah, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.

Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pemerintah Kabupaten Bima merupakan tanggung jawab pemerintah daerah tersebut. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, BPK RI melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan Pemerintah Kabupaten Bima terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Namun, tujuan pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan adalah tidak menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Oleh karena itu, BPK RI tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.

Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 02.2.B/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007 kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan pihak berwenang yang terkait.

Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian intern Pemerintah Kabupaten Bima dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Pengendalian Intern Nomor 02.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007.

Hasil Pemeriksaan BPK RI mengungkapkan hal-hal yang mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan, yaitu: 1. Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 masih mengacu pada Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 dan belum dikonversi sesuai PP No. 24 Tahun 2005; 2. Pengeluaran Kas bersifat Investasi sebesar Rp5.000.000.000,00 pada Setda Kabupaten Bima direalisasikan melalui Belanja Barang dan Jasa pada Pos Belanja Operasi dan Pemeliharaan Setda dengan Objek Belanja Biaya Jasa Pihak Ketiga, sehingga akun Belanja Biaya Jasa Pihak Ketiga dan akun Pembiayaan pada Laporan Realisasi Anggaran serta akun Investasi pada Neraca belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya. 3. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 belum didukung dengan bukti pengeluaran yang lengkap yaitu Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Sekretariat Daerah sebesar Rp365.530.000, Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan Dokumentasi Setda sebesar Rp55.150.000,00, Belanja Tidak Tersangka sebesar Rp240.631.000,00, Biaya

Pengembangan SDM Sekretariat DPRD sebesar Rp278.125.000,00 dan Biaya Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD sebesar Rp865.854.500,00;

Menurut pendapat BPK RI, kecuali atas hal yang diuraikan dalam paragraf di atas laporan keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, realisasi anggaran, dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Denpasar, 30 April 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggung Jawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak. Akuntan Register Negara Nomor D-6407

PEMERINTAH KABUPATEN BIMA NERACA
PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 (dalam rupiah) No Pos Neraca/Uraian 31-Des-06 3 31-Des-05 4 2 1 AKTIVA AKTIVA LANCAR 1 Kas di Kas Daerah 2 Kas di Pemegang Kas 3 Piutang Pajak 4 Piutang Retribusi 5 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran 6 Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi 7 Persediaan Jumlah Aktiva Lancar INVESTASI PERMANEN 1 Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2 Pinjaman kepada BUMD Jumlah Investasi Permanen AKTIVA TETAP 1 Tanah 2 Gedung dan Bangunan 3 Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan 4 Peralatan dan Mesin 5 Aktiva Tetap Lainnya Jumlah Aktiva Tetap PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN 6 Pekerjaan dalam Pelaksanaan AKTIVA LAINNYA 1 Tagihan Penjualan Angsuran 2 Dana Bergulir 3 Kemitraan dengan Pihak III 4 Dana Penguatan Modal & Penjaminan Jumlah Aktiva Lainnya JUMLAH AKTIVA HUTANG HUTANG JANGKA PENDEK 1 Hutang Kepada Pihak III 2 Hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 3 Hutang TGR Jumlah Hutang Jangka Pendek HUTANG JANGKA PANJANG 1 Hutang Dalam Negeri Jumlah Hutang Jangka Panjang JUMLAH HUTANG

13.981.689.433,77 116.483.856,00 11.593.453,00 1.075.816.825,00 233.495.650,00 141.681.637,00 4.488.313.962,00 20.049.074.816,77 15.364.411.411,00 40.000.000,00 15.404.411.411,00 514.712.464.120,00 205.094.318.653,00 181.403.554.609,00 66.424.923.455,00 2.938.586.095,00

24.281.157,15 112.563.549,00 10.425.000,00 495.171.196,00 245.518.879,00 141.681.637,00 2.195.587.669,60 3.225.229.087,75 12.776.700.911,00 40.000.000,00 12.816.700.911,00 513.855.815.000,00 194.325.303.473,00 164.083.682.474,00 41.088.381.350,00 1.934.863.895,00

970.573.846.932,00
0,00 0,00 774.035.233,00 5.947.954.000,00 1.770.000.000,00

915.288.046.192,00
16.908.336.860,00 260.860.452,00 1.138.419.247,00 7.908.954.000,00 1.770.000.000,00

8.491.989.233,00 1.014.519.322.392,77

11.078.233.699,00 959.316.546.749,75

0,00 0,00 0,00

4.895.350.000,00 0,00 0,00

0,00
499.000.000,00

4.895.350.000,00
499.000.000,00

499.000.000,00 499.000.000,00

499.000.000,00 5.394.350.000,00

4

2 1 EKUITAS DANA I. EKUITAS DANA UMUM 1 Ekuitas Dana Lancar 2 Ekuitas Dana Diinvestasikan II. EKUITAS DANA DICADANGKAN 1 Ekuitas Dana Dicadangkan III. EKUITAS DANA DONASI 1 Ekuitas Dana Donasi JUMLAH EKUITAS JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS

3

4

20.049.074.816,77 993.971.247.576,00 0,00 0,00 0,00

(1.670.120.912,25) 955.592.317.662,00 0,00 0,00

1.014.020.322.392,77 1.014.519.322.392,77

953.922.196.749,75 959.316.546.749,75

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

Denpasar, 30 April 2007 Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

4

PEMERINTAH KABUPATEN BIMA LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2006 (dalam rupiah) No Uraian Anggaran Realisasi

1 1 1. 1. 1. 1. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 2. 2. 1. 2. 3. 4. 5.

2 PENDAPATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah. Retribusi Daerah. Bagian Laba Usaha Daerah. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak. Bagi Hasil Bukan Pajak. Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak & Bantuan Keuangan Dari Propinsi

3

4

21.116.852.714,00 1.502.085.000,00 7.519.079.750,00 825.000.000,00 11.270.687.964,00 399.008.824.778,42 12.800.000.000,00 11.439.186.234,42 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.467.638.544,00

19.169.052.677,02 1.595.506.551,00 7.188.091.581,00 784.435.864,00 9.601.018.681,02 398.507.860.230,60 18.076.768.623,00 5.900.459.809,50 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.228.631.798,10

I. 3. LAIN - LAIN PENDAPATAN YANG SAH 3. 1. 1. Dana Kontijensi / Dana Penyeimbang dari Pemerintah JUMLAH PENDAPATAN : 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 1. 1. 1. 1. 1. 1. BELANJA BELANJA APARATUR Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang & Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang & Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan Belanja Modal

104.696.200,00 104.696.200,00 420.230.373.692,42

104.696.200,00 104.696.200,00 417.781.609.107,62

264.643.246.065,57 230.257.725.530,57 184.308.789.648,57 33.703.024.630,00 6.236.300.000,00 6.009.611.252,00 13.057.350.635,00 1.479.797.000,00 8.394.660.535,00 1.077.091.000,00 2.105.802.100,00 21.328.169.900,00

258.969.192.547,00 225.946.601.618,00 183.272.408.874,00 31.717.148.433,00 5.641.499.700,00 5.315.544.611,00 12.131.806.604,00 1.294.563.875,00 8.042.630.729,00 747.891.500,00 2.046.720.500,00 20.890.784.325,00

1 1 1 1 1

1 2 3 4

1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 3.

1 2 3 4

6

2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2.

1 2. 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 1 2. 2. 2. 2. 2. 2 2 2 2 2

1 2 3 4

2 BELANJA PUBLIK Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai Belanja Barang & Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi & Pemeliharaan Belanja Pegawai Belanja Barang & Jasa Belanja Perjalanan Belanja Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS / ( DEFISIT )

3
152.923.972.333,00 2.811.977.675,00 360.000.000,00 2.451.977.675,00 0,00 0,00 84.908.325.673,00 3.988.362.200,00 36.656.163.740,00 4.061.483.600,00 40.202.316.133,00 36.033.593.985,00

4
142.051.087.977,00 2.108.773.869,00 352.060.000,00 1.756.713.869,00 0,00 0,00 78.284.804.193,00 3.270.422.000,00 32.913.636.925,00 2.664.230.800,00 39.436.514.468,00 35.924.768.915,00

1 2 3 4

2. 2. 3. 2. 2. 4. 2. 2. 5.

28.148.175.000,00 1.021.900.000,00 417.567.218.398,57 2.663.155.293,85

25.019.277.050,00 713.463.950,00 401.020.280.524,00 16.761.328.583,62

3. 3. 1. 3. 3. 3. 3. 1. 1. 1. 2. 1. 3. 1. 4.

PEMBIAYAAN PENERIMAAN DAERAH Sisa Perhitungan Anggaran Tahun lalu Transfer dari Dana Cadangan Transfer dari Dana Depresiasi Penerimaan Pinjaman & Obligasi PENGELUARAN DAERAH Penyertaan Modal PT. Bank NTB BPR - LKP PD. Wawo PDAM Sisa lebih perhitungan tahun berjalan JUMLAH PEMBIAYAAN

136.844.706,15 136.844.706,15 0,00 0,00 0,00 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00 1.000.000.000,00 1.500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00

136.844.706,15 136.844.706,15 0,00 0,00 0,00 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00 1.000.000.000,00 1.500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00 14.098.173.289,77

3. 2. 3. 2. 2. 2. 2. 2

1 2 3 4

3 2 4

(2.663.155.293,85)

(16.761.328.583,62)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Denpasar, 30 April 2007 Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

6

PEMERINTAH KABUPATEN BIMA LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
(dalam rupiah) NO 1 URAIAN 2
JUMLAH

4

1 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 2 Aliran Kas Masuk 3 PENDAPATAN ASLI DAERAH 4 Pendapatan Pajak Daerah 5 Pendapatan Retribusi Daerah 6 Pendapatan Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan 7 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 8 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (4 s.d. 7) 9 PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN 10 Bagi Hasil Pajak 11 Bagi Hasil Bukan Pajak 12 Dana Alokasi Umum 13 Dana Alokasi Khusus 14 Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Dari Propinsi 15 Jumlah Pendapatan Dana Perimbangan (10 s.d. 14) 16 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH 17 Dana Kontinjensi/Dana Penyeimbang dari Pemerintah 18 Dana Darurat/Bencana Alam 19 Jumlah Lain-lain Pendapatan Yang Sah (17 s.d. 18) 20 Jumlah Aliran Kas Masuk (8 + 15 + 19) 21 Aliran Kas Keluar 22 BELANJA ADMINISTRASI UMUM 23 Belanja Pegawai / Personalia 24 Belanja Barang dan Jasa 25 Belanja Perjalanan Dinas 26 Belanja Pemeliharaan 27 Jumlah Belanja Administrasi Umum (23 s.d. 26) 28 BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN 29 Belanja Pegawai / Personalia 30 Belanja Barang dan Jasa 31 Belanja Perjalanan Dinas 32 Belanja Pemeliharaan 33 Jumlah Belanja Operasi dan Pemeliharaan (29 s.d. 32) 34 BELANJA BANTUAN KEUANGAN DAN BAGI HASIL 35 Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil 36 Jumlah Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan (35) 37 BELANJA TIDAK TERSANGKA 38 Belanja Tidak Tersangka 39 Jumlah Belanja Tidak Tersangka (38) 40 Jumlah Aliran Kas Keluar (27 + 33 + 36 + 39) 41 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (20 - 40)

1.595.506.551,00 7.188.091.581,00 784.435.864,00 9.601.018.681,02 19.169.052.677,02 18.076.768.623,00 5.900.459.809,50 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.228.631.798,10 398.507.860.230,60 104.696.200,00 104.696.200,00 417.781.609.107,62

183.624.468.874,00 33.473.862.302,00 5.641.499.700,00 5.315.544.611,00 228.055.375.487,00 4.565.210.875,00 40.956.042.654,00 3.412.122.300,00 41.483.234.968,00 90.416.610.797,00 25.019.277.050,00 25.019.277.050,00 713.463.950,00 713.463.950,00 344.204.727.284,00 73.576.881.823,62

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

8

1 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77

2 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Aliran Kas Masuk PENJUALAN INVESTASI JANGKA PANJANG PENJUALAN AKTIVA TETAP Jumlah Aliran Kas Masuk (44 s.d. 45) Aliran Kas Keluar BELANJA MODAL/PEMBANGUNAN Belanja Modal/Pembangunan Jumlah Belanja Modal Pembangunan (49) Jumlah Aliran Kas Keluar (50) Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (46 - 51) ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN Aliran Kas Masuk Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Hasil Penjualan Asset Daerah yang Dipisahkan Jumlah Aliran Kas Masuk (55 s.d. 57) Aliran Kas Keluar Transfer dana ke Cadangan Penyertaan Modal Pembayaran utang pokok yang telah jatuh tempo Jumlah Aliran Kas Keluar (60 s.d. 62) Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (58 - 63) ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Aliran Kas Masuk PENERIMAAN PERHITUNGAN PIHAK KETIGA (PFK) POS-POS LUAR BIASA Jumlah Aliran Kas Masuk (67 s.d. 68) Aliran Kas Keluar PENGELUARAN PERHITUNGAN PIHAK KETIGA (PFK) POS-POS LUAR BIASA Jumlah Aliran Kas Keluar (71 s.d. 72) Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran (69 - 73) Kenaikan (Penurunan) Kas Selama Periode (41 + 52 + 66 + 76) SALDO AWAL KAS SALDO AKHIR KAS

4

0,00 0,00 0,00

56.815.553.240,00 56.815.553.240,00 56.815.553.240,00 (56.815.553.240,00)

0,00 0,00 0,00 0,00

2.800.000.000,00 0,00 2.800.000.000,00 (2.800.000.000,00)

14.959.285.942,00 0,00 14.959.285.942,00 (14.959.285.942,00) 0,00 (14.959.285.942,00) 0,00 13.961.328.583,62 136.844.706,15 14.098.173.289,77

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

Denpasar, 30 April 2007 Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

8

PEMERINTAH KABUPATEN BIMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. Kebijakan akuntansi Kebijakan akuntansi penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. a. Kebijakan Umum 1) Basis Akuntansi Basis Akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Bima adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam neraca. a) Pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima di Kas Daerah, sedangkan belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Kas Daerah. b) Eksistensi aset, di samping dipengaruhi oleh transaksi penerimaan dan pengeluaran dari Kas Daerah (transaksi kas), juga dipengaruhi oleh transaksi non-kas dan atau karena tibanya waktu yang menimbulkan hak dan kewajiban tersebut. 2) Azas bruto Pembukuan pendapatan berdasarkan jumlah bruto, tidak ada kompensasi antara penerimaan dan pengeluaran. 3) Historical cost Nilai aset diakui sebesar harga perolehan yaitu seluruh pembayaran yang dilakukan pada waktu memperoleh barang tersebut, mulai harga

pembelian/pengadaan barang tersebut di tambah biaya-biaya lainnya (jika ada) yang dikeluarkan sampai barang tersebut siap di tempat dan siap digunakan. 4) Pengukuran dalam rupiah Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing harus dinyatakan dalam mata uang rupiah. 5) Periode akuntansi Informasi disajikan berdasarkan periode akuntansi dengan memakai tahun anggaran. 6) Dana Umum (dengan pengecualian untuk aset) Pertanggungjawaban keseluruhan penerimaan dan pengeluaran termasuk aset, hutang dan ekuitas dana, pada prinsipnya adalah melalui dana umum berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, khusus untuk aset apabila terdapat perolehan aset berupa hibah dan dropping dari pemerintah pusat/instansi lebih tinggi yang tidak melalui mekanisme APBD, asalkan terdapat perpindahan hak kepemilikan, tetap diakui sebagai aset daerah.

b. Kebijakan Akuntansi Pos-Pos Laporan Keuangan 1) Neraca Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan pemerintah mengenai Aktiva, Hutang dan Ekuitas Dana pada suatu tanggal tertentu. Susunan dan isi neraca dibagi atas 2 (dua) bagian yaitu Aktiva di sisi Aktiva dan Hutang serta Ekuitas di sisi Pasiva.

Aktiva terdiri dari : a. Aktiva Lancar b. Investasi Permanen c. Aktiva Tetap d. Aktiva Lainnya

Hutang dan Ekuitas Dana terdiri dari: a. Hutang Jangka Pendek b. Hutang Jangka Panjang c. Ekuitas Dana Lancar d. Ekuitas Dana yang Diinvestasikan e. Ekuitas Dana yang Dicadangkan

a) Akuntansi Aktiva Lancar Aktiva Lancar adalah kas dan sumber daya lainnya yang diharapkan dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau dipakai habis dalam 1 (satu) periode akuntansi. Aktiva Lancar terdiri dari Kas di Kas Daerah, Kas di Pemegang Kas, Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran, Bagian Lancar dari TGR, Piutang Pajak, Piutang lain-lain dan Persediaan. (1) Kas di Kas Daerah (a) Kas adalah alat pembayaran yang sah yang setiap saat dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah. Kas di Kas Daerah merupakan saldo kas pemerintah daerah yang berada di rekening Kas Daerah pada PT Bank NTB Cabang Bima atau bank lain yang ditunjuk Pemkab Bima. (b) Kas di Kas Daerah dinyatakan dalam nilai rupiah, jika ada kas dalam valuta asing maka harus dikonversi berdasarkan nilai kurs tengah BI pada tanggal neraca. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah : Rincian jumlah Kas di Kas Daerah.

(2) Kas di Pemegang Kas (a) Kas di Pemegang Kas adalah kas dalam pengelolaan Pemegang Kas (Bendaharawan satuan kerja) yang masih harus dipertanggungjawabkan kepada Bendahara Umum (Uang Untuk Dipertanggungjawabkan / UUDP) maupun pungutan-pungutan bendaharawan (pajak dan lain-lain) yang belum disetor ke Kas Negara/ Daerah.

(b)

Kas di Pemegang Kas dinyatakan dalam nilai rupiah, jika ada kas dalam valuta asing harus dikonversi berdasarkan nilai kurs tengah BI pada tanggal neraca.

(c)

Hal-hal yang diungkapkan adalah : Rincian jumlah Kas di masing-masing Pemegang Kas.

(3) Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran (a) Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran merupakan reklasifikasi tagihan angsuran jangka panjang ke dalam piutang jangka pendek yang disebabkan adanya tagihan angsuran jangka panjang yang jatuh tempo tahun berikutnya atas penjualan inventaris/aktiva milik Pemerintah Kabupaten Bima. (b) Perkiraan Tagihan Penjualan Angsuran dicatat sebesar nilai nominal. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi tagihan penjualan angsuran menurut debitur dan Klasifikasi tagihan penjualan angsuran menurut umur.

(4) Bagian Lancar dari Tuntutan Ganti Rugi (TGR) (a) Bagian Lancar TGR merupakan reklasifikasi lain-lain aktiva yang berupa TGR ke dalam aktiva lancar disebabkan adanya TGR jangka panjang yang jatuh tempo tahun berikutnya. Saldo TGR merupakan saldo TGR yang belum dilunasi per tanggal neraca. (b) Perkiraan Bagian Lancar TGR dicatat sebesar nilai nominal. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah : Klasifikasi Bagian Lancar TGR menurut debitur dan Klasifikasi Bagian Lancar TGR menurut umur.

(5) Piutang Pajak/Retribusi (a) Piutang Pajak/Retribusi merupakan piutang yang diakui atas pajak-pajak / retribusi daerah yang sudah ada ketetapannya (SKP/SKPT).

(b) Perkiraan Piutang Pajak/Retribusi dicatat sebesar nilai nominal. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi Piutang Pajak/Retribusi menurut debitur, menurut umur, dan menurut jenisnya.

(6) Piutang Lain-lain (a) Piutang lain-lain merupakan piutang selain tagihan penjualan angsuran, TGR dan piutang pajak/retribusi. (b) Perkiraan Piutang Lain-lain dicatat sebesar nilai nominal. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi Piutang Lainlain menurut debitur, menurut umur, dan menurut jenisnya.

(7) Persediaan (a) Persediaan adalah barang habis pakai yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang dimaksudkan untuk

dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat. (b) Perkiraan Persediaan dicatat sebesar: (i) Physical Method artinya persediaan dicatat berdasarkan hasil opname. (ii) Harga pembelian terakhir jika diperoleh dengan pembelian. (iii) Harga standar jika diperoleh dengan memproduksi sendiri. (iv) Harga/nilai wajar atau estimasi nilai penjualan jika diperoleh dengan cara lain, seperti donasi. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi

persediaan dan jumlah masing-masing klasifikasi.

b) Akuntansi Investasi Permanen Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang diadakan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomis dan atau manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari 1 (satu) periode akuntansi.

Investasi Permanen terdiri dari: 1. Penyertaan modal / ekuitas dalam Badan Usaha Milik Negara / Daerah (BUMN/D), lembaga keuangan negara, badan hukum milik negara, badan internasional dan badan usaha lainnya bukan milik negara, 2. 3. Pinjaman kepada BUMN/D dan pihak lainnya, Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat dipertukarkan atau dialihkan kepada pihak ketiga, 4. Investasi permanen lainnya yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan.

(1)

Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten (a) Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten

menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Bima untuk penyertaan modal dalam badan usaha milik negara/daerah di dalam dan di luar negeri serta lembaga-lembaga keuangan. (b) Penyertaan modal dalam BUMN/D dan lembaga keuangan dibukukan berdasarkan harga perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang syah atas investasi tersebut. Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan

menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku pada tanggal neraca. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi penyertaan klasifikasi. tersebut dan jumlah masing-masing

(2)

Pinjaman kepada BUMN/D dan Pihak Lainnya (a) Pinjaman kepada BUMN/D dan Pihak Lainnya

menggambarkan jumlah yang dibayar oleh pemerintah dicatat sebagai pinjaman. (b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal.

(c)

Hal-hal

yang

diungkapkan

dalam

perkiraan

ini

disesuaikan dengan kebutuhan daerah antara lain: Klasifikasi Pinjaman BUMN/D dan Pihak Lainnya menurut umur Klasifikasi Pinjaman BUMN/D dan Pihak Lainnya menurut debitur

(3)

Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan (a) Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan adalah akumulasi dana yang dikeluarkan ke proyek yang dilaksanakan dengan maksud untuk mengalihkan

sepenuhnya atau sebagian kepemilikan proyek tersebut kepada pihak ketiga setelah proyek mencapai tingkat penyelesaian tertentu. (b) Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan

dibukukan berdasarkan harga perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi tersebut. Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan

menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku pada tanggal neraca. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi penyertaan klasifikasi. tersebut dan jumlah masing-masing

(4)

Investasi Permanen Lainnya (a) Investasi Permanen Lainnya menggambarkan semua biaya investasi permanen lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam perkiraan penyertaan modal di atas. (b) Investasi permanen lainnya dibukukan berdasarkan harga perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi tersebut.

Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan

menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku pada tanggal neraca. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi penyertaan klasifikasi. tersebut dan jumlah masing-masing

c) Akuntansi Aktiva Tetap Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) periode akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aktiva Tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau seluruh APBD melalui pembelian, pembangunan, hibah atau donasi, pertukaran dengan aktiva lainnya dan dari sitaan atau rampasan. Secara umum Aktiva Tetap Pemerintah Kabupaten Bima dinilai berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut. Apabila nilai perolehan tidak diketahui, Aktiva Tetap dinilai berdasarkan estimasi Harga Pasar Wajar dengan memperhatikan kondisi aktiva tersebut. Khusus nilai aktiva tetap sampai dengan 31 Desember 2003, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen. Aktiva Tetap terdiri dari: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan Aktiva Tetap Lainnya Pekerjaan dalam Pelaksanaan

(1) Tanah Tanah menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh tanah sampai dengan tanah tersebut siap dipakai. Biaya ini meliputi antara lain harga pembelian serta biaya untuk memperoleh hak, biaya yang berhubungan dengan pengukuran dan

penimbunan. Nilai tanah juga meliputi biaya pembelian bangunan tua yang terletak pada sebidang tanah yang dibeli untuk melaksanakan pembangunan sebuah gedung baru jika bangunan tua itu dimaksudkan untuk dibongkar.

(2) Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh peralatan dan mesin sampai siap pakai. Biaya ini meliputi antara lain harga pembelian dan biaya instalasi serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan aktiva sehingga dapat digunakan.

(3) Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan bangunan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi antara lain harga beli, biaya pembebasan, biaya pengurusan IMB, notaris dan pajak. Biaya konstruksi yang dicakup oleh suatu kontrak konstruksi akan meliputi harga kontrak ditambah dengan biaya tidak langsung lainnya yang dilakukan sehubungan dengan konstruksi dan dibayar pada pihak selain dari kontraktor. Biaya ini juga mencakup biaya bagian dari

pembangunan yang dilaksanakan secara swakelola jika ada.

(4) Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh jalan, instalasi, jaringan dan jembatan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi antara lain biaya perolehan dan biaya lain-lain sampai dengan jalan, irigasi, dan jaringan tersebut siap pakai.

(5) Aktiva Tetap Lainnya Aktiva Tetap Lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap lainnya sampai siap pakai. Biaya ini meliputi antara lain biaya perolehan semua aktiva

tetap lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan dengan tepat ke dalam aktiva tetap yang telah diuraikan sebelumnya.

(6) Pekerjaan dalam pelaksanaan Konstruksi dalam pengerjaan menggambarkan biaya yang

diakumulasikan sampai pada tanggal neraca dari semua jenis aktiva tetap dalam pengerjaan yang belum selesai dibangun.

(7) Pengukuran Aktiva tetap baru dicatat sebagai aktiva Pemda pada saat diterima dan hak kepemilikan berpindah. Aktiva tetap dinyatakan dalam neraca dengan nilai historis, yaitu nilai perolehan atau jika nilai historis tidak memungkinkan digunakan nilai historis yang diestimasikan atau perkiraan harga pasar yang wajar.

(8) Pengungkapan Hal-hal yang diungkapkan dalam aktiva tetap adalah: (1) Aktiva tetap tidak mengenal adanya depresiasi/penyusutan. (2) Aktiva tetap akan dihapuskan apabila rusak berat, hilang dan sebagainya mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah, pasal 22 ayat 3, yaitu: setiap penghapusan barang daerah diatur sebagai berikut: (i) Barang bergerak seperti Kendaraan Perorangan Dinas dan Kendaraan Operasional Dinas ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah memperoleh persetujuan DPRD,

sedangkan untuk barang-barang inventaris lainnya cukup ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. (ii) Barang tidak bergerak ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah memperoleh persetujuan DPRD. (iii) Untuk bangunan dan gedung yang akan dibangun kembali (rehab total) sesuai peruntukan semula serta yang sifatnya mendesak atau membahayakan, penghapusannya cukup ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

b) Akuntansi Aktiva Lainnya Aktiva Lainnya adalah aktiva yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aktiva lancar, aktiva tetap dan investasi permanen. Aktiva lainnya terdiri dari: (1) Tagihan Penjualan Angsuran (2) Kemitraan dengan Pihak Ketiga (3) Dana Cadangan (4) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat (5) Lain-lain Aktiva

(1)

Tagihan Penjualan Angsuran (a) Tagihan Penjualan Angsuran menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan rumah dan kendaraan dan tagihan angsuran lainnya kepada pegawai pemerintah. (b) Perkiraan ini dinilai dengan nilai nominal dari transaksi penjualan tersebut. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan tagihan penjualan angsuran antara lain klasifikasi tagihan penjualan angsuran menurut debitur dan jenisnya.

(2)

Kemitraan dengan Pihak Ketiga (a) Kemitraan dengan Pihak Ketiga menggambarkan nilai hak yang akan diperoleh atas suatu aktiva yang dibangun dengan cara kemitraan antara pemerintah dengan pihak ketiga berdasarkan perjanjian (b) Aktiva Pemerintah Kabupaten Bima yang diserahkan pengelolannya berdasarkan kemitraan dengan pihak ketiga dinilai berdasarkan nilai perolehan. Sedangkan aktiva kemitraan yang dibangun oleh pihak ketiga dinilai berdasarkan biaya perolehannya atau sebesar biaya yang tercantum dalam perjanjian. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi kemitraan dengan pihak ketiga menurut jenisnya.

(3)

Dana Cadangan (a) Dana Cadangan adalah dana yang dibentuk untuk membiayai kebutuhan dana (special fund) yang tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran. (b) Dana Cadangan dinilai sebesar akumulasi dana yang berasal dari pembentukan dana cadangan yang

tercantum dalam APBD (nominal) ditambah dengan hasil perolehannya. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi dana cadangan menurut tujuan pembentukannya

(4)

Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat (a) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat adalah akumulasi dana yang diserahkan kepada kelompok masyarakat berupa dana bergulir yang harus

dikembalikan dalam jangka waktu tertentu beserta bagian keuntungannya untuk digulirkan kembali kepada kelompok masyarakat lainnya. (b) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat dibukukan berdasarkan nilai nominal pinjaman tersebut. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi dana bergulir/pinjaman tersebut dan jumlah masing-masing klasifikasinya.

(5)

Lain-lain Aktiva (a) Lain-lain aktiva adalah aktiva diluar Tagihan Penjualan Angsuran, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Lain-lain Aktiva dan Dana Cadangan. (b) (c) Lain-lain Aktiva dinilai berdasarkan nilai nominalnya. Hal-hal yang perlu diungkapkan yang berkaitan dengan penjualan angsuran adalah klasifikasi tagihan penjualan angsuran menurut debitur.

c) Akuntansi Hutang Jangka Pendek Hutang Jangka Pendek merupakan hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo dalam satu periode akuntansi. Hutang jangka pendek terdiri dari Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang, Hutang Biaya Pinjaman dan Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK). (1) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang (a) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang merupakan sebagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu periode akuntansi. (b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal transaksi. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah: (1) Rincian dari masing-masing jenis hutang (2) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan jaminan hutang.

(2)

Hutang Biaya Pinjaman (a) Hutang Biaya Pinjaman merupakan hutang yang terdiri sebagai ikatan hutang pokok, yang berupa bunga, denda dan committment fee. (b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal transaksi. Hutang Biaya Pinjaman diakui pada akhir tahun anggaran. (c) Hal-hal yang diungkapkan adalah: (3) Rincian dari masing-masing jenis hutang (4) Selisih kurs hutang dalam valuta asing yang terjadi antara kurs transaksi dan kurs tanggal neraca (5) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan jaminan hutang

(3)

Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) (a) Hutang Pihak Ketiga (PFK) adalah hutang jangka pendek kepada pihak ketiga yang berasal dari jumlah yang dipotong dari Surat Perintah Membayar (SPM) dan pungutan yang dilakukan oleh bendaharawan (b) (c) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal Hal-hal yang diungkapkan adalah: (1) Rincian dari masing-masing jenis hutang (2) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan jaminan hutang

d) Akuntansi Hutang Jangka Panjang Dan Hutang Bunga Hutang Jangka Panjang merupakan hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. Hutang Jangka Panjang terdiri dari Hutang Pokok Jangka Panjang dan Hutang Bunga. (1) Hutang Jangka Panjang (a) Hutang Jangka Panjang adalah hutang yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. Hutang Jangka Panjang dapat berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Hutang Jangka Panjang hanya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aktiva daerah dan dapat menghasilkan penerimaan (baik langsung maupun tidak langsung) untuk pembayaran kembali pinjaman, serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. (b) Perkiraan ini diakui saat dana tersebut diterima dan dicatat sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing dikonversikan dalam rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal neraca. (c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah: (1) Rincian dari masing-masing jenis hutang (2) Selisih kurs hutang dalam valuta asing yang terjadi antara kurs transaksi dan kurs tanggal neraca. (3) Adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan jaminan hutang.

(4) Jangka waktu, nilai nominal, tingkat bunga dan masa tenggang

(2) Hutang Bunga (a) Hutang bunga adalah kewajiban pembayaran bunga kepada kreditur atas pinjaman yang harus dibayar kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. (b) Hutang bunga diakui pada saat hutang tersebut terjadi dan dibukukan sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal transaksi. (c) Hal-hal yang diungkapkan: (1) Rincian dari masing-masing jenis hutang bunga (2) Selisih kurs yang terjadi

h) Akuntansi Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara jumlah nilai aktiva lancar dengan jumlah nilai hutang lancar. Ekuitas Dana Lancar terdiri dari: (1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Pelaporan (2) Akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (3) Cadangan untuk Piutang (4) Cadangan untuk Persediaan (5) Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka pendek

(1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Pelaporan (a) SiLPA Tahun Pelaporan adalah perkiraan ringkasan operasi pemerintah selama tahun berjalan yang diperoleh dari selisih antara pendapatan dan belanja. (b) SiLPA Tahun Pelaporan diukur berdasarkan nilai nominal. (c) SiLPA Tahun Pelaporan diungkapkan sesuai kebutuhan.

(2) Akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (a) Akumulasi SiLPA adalah perkiraan yang menampung

akumulasi saldo SiLPA tahun-tahun sebelumnya setelah dikurangi dengan penggunaannya dalam anggaran. (b) Akumulasi SiLPA disajikan sebesar sisa lebih perhitungan anggaran dari tahun sebelumnya. (c) Akumulasi SiLPA diungkapkan sesuai kebutuhan.

(3) Cadangan untuk Piutang (a) Cadangan untuk Piutang adalah kekayaan bersih pemerintah yang tertanam dalam piutang jangka pendek. (b) Cadangan untuk Piutang dinilai sebesar saldo piutang jangka pendek. (c) Cadangan untuk Piutang diungkapkan sesuai kebutuhan.

(4) Cadangan untuk Persediaan (a) Cadangan untuk Persediaan adalah kekayaan bersih pemerintah yang tertanam dalam persediaan. (b) Cadangan untuk Persediaan dinilai sebesar nilai persediaan yang ada pada akhir tahun/tanggal neraca. (c) Cadangan untuk Persediaan diungkapkan sesuai kebutuhan.

(5) Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek (a) Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek adalah perkiraan lawan ekuitas dana lancar yang merupakan pengurang kekayaan bersih pemerintah. (b) Perkiraan ini disajikan sebesar nilai nominal hutang jangka pendek. (c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

i) Akuntansi Ekuitas Dana Yang Diinvestasikan Ekuitas dana yang diinvestasikan merupakan selisih antara jumlah nilai investasi permanen, aktiva tetap, aktiva lainnya (tidak termasuk dana cadangan) dengan jumlah nilai hutang jangka panjang. Ekuitas dana yang diinvestasikan meliputi dana yang : diinvestasikan dalam investasi permanen, diinvestasikan dalam aktiva tetap, diinvestasikan dalam aktiva lainnya, dan sebagai perkiraan yang mengurangi (contra acount) adalah dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka panjang. (1) Dana yang Diinvestasikan dalam Investasi Permanen (a) Dana yang diinvestasikan dalam investasi permanen adalah dana pemerintah yang tertanam dalam bentuk investasi jangka panjang. (b) Pengukuran ini disajikan sebesar nilai yang

diinvestasikan dalam investasi permanen. (c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

(2)

Dana yang diinvestasikan dalam Aktiva Tetap (a) Dana yang diinvestasikan dalam Aktiva Tetap adalah dana pemerintah yang ditanam dalam bentuk aktiva tetap seperti tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan mesin, jalan dan irigasi, dan aktiva tetap lainnya. (b) Pengukuran ini disajikan sebesar nilai yang

diinvestasikan dalam aktiva tetap. (c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

(3)

Dana yang Diinvestasikan dalam Aktiva Lainnya (a) Dana yang diinvestasikan dalam aktiva lainnya adalah dana pemerintah yang tertanam dalam bentuk aktiva lainnya. (b) Perkiraan ini disajikan sebesar nilai yang diinvestasikan dalam aktiva lainnya.

(c)

Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

j) Akuntansi Ekuitas Dana Yang Dicadangkan (1) Ekuitas Dana yang Dicadangkan adalah ekuitas dana yang dicadangkan untuk tujuan tertentu. Perkiraan ini merupakan pasangan perkiraan dana cadangan. (2) Saldo perkiraan ini disajikan sebesar dana yang diinvestasikan dalam dana cadangan. (3) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan

perkiraan ini harus cukup misalnya peruntukan, batasan dan jenis investasi.

2) LAPORAN ALIRAN KAS Laporan Aliran Kas adalah laporan yang memberikan informasi aliran masuk dan keluar kas dan setara kas Pemerintah Kabupaten Bima selama 1 (satu) periode akuntansi atau satu tahun anggaran serta saldo kas per tanggal laporan. Metode penyusunan Laporan Arus Kas adalah Metode Langsung yaitu dilakukan dengan cara menyajikan kelompok-kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi secara lengkap, dilanjutkan dengan kegiatan aktivitas transaksi aktiva tetap dan pembiayaan serta non anggaran. Susunan dan isi Laporan Arus Kas terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu: a) Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Operasi adalah indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasional pemerintah. b) Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari aktivitas investasi adalah mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan perolehan dan pelepasan sumberdaya yang bertujuan untuk meningkatkan operasi pemerintah dan menghasilkan pendapatan di masa yang akan datang.

Arus masuk kas dari aktivitas investasi antara lain : hasil penyerahan modal pemerintah, pengembalian pinjaman pemerintah dari BUMN/D, dan penjualan aktiva tetap. Arus keluar kas dari aktivitas investasi antara lain : penyertaan modal pemerintah, pinjaman pemerintah kepada BUMN/D, dan pembelian aktiva tetap. c) Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan adalah mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan defisit atau surplus anggaran. Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik penerimaan maupun pengeluaran yang dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran dan atau memanfaatkan surplus anggaran. Penerimaan pembiayaan dapat berasal dari pinjaman, hasil divestasi dan saldo lebih perhitungan anggaran. Sedangkan pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembiayaan kembali pokok pinjaman. d) Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran adalah mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran, meliputi penerimaan dan pengeluaran kas dari dan kepada pihak ketiga (PFK). PFK menggambarkan hutang yang berasal dari jumlah yang dipotong dari SPM khusus untuk pihak ketiga seperti Taspen, Askes, Iuran Wajib Pegawai serta Pajak-pajak negara termasuk pajak negara yang dipungut oleh bendaharawan.

3) PENDAPATAN DAN BELANJA a) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah dalam periode tahun anggaran yang menjadi hak daerah. Pendapatan diakui atas dasar kas, yaitu pada saat diterima pada Kas Daerah. Pencatatan pendapatan berdasarkan azas bruto yaitu mencatat penerimaan bruto dan tidak diperbolehkan mencatat jumlah neto (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber antara lain: Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat, Lain-lain pendapatan yang sah. Pengembalian atau koreksi atas pendapatan yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan maupun periode sebelumnya, dicatat sebagai pengurang pendapatan. b) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun anggaran yang menjadi beban daerah. Belanja diakui atas dasar kas, yaitu pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Daerah. Belanja diklasifikasikan menurut bagian belanja, yaitu: belanja aparatur dan belanja publik. Belanja aparatur diklasifikasikan menurut kelompok belanja yaitu: belanja administrasi umum, belanja

operasional & pemeliharaan dan belanja modal. Belanja publik diklasifikasikan menurut kelompok belanja: belanja administrasi umum, belanja operasional & pemeliharaan, belanja modal, belanja bantuan keuangan & bagi hasil dan belanja tidak tersangka. c) Dana Cadangan Pemerintah Daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai kebutuhan dana yang tidak dapat dibebankan dalam 1 (satu) tahun anggaran. Dana cadangan dapat dibentuk dari kontribusi tahunan APBD kecuali dari dana alokasi khusus, pinjaman daerah dan dana darurat. d) Pembiayaan Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah yang memerlukan pembayaran kembali dari pemerintah dan penerimaan kembali dari pemerintah. Pembiayaan dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran atau untuk memperoleh aktiva finansial/melunasi kewajiban finansial, apabila terjadi surplus anggaran.

B. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan 1. Penjelasan Pos-Pos Neraca 31 Desember 2006 a. Aktiva 1) Aktiva Lancar a) Kas di Kas Daerah Rp13.981.689.433,77 Rp24.281.157,15 Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005, berdasarkan hasil rekonsiliasi antara Buku Bendaharawan IX dengan Rekening Kas Daerah, dengan rincian sebagai berikut :
Saldo Kas di Pemegang Kas (Rp) No Uraian

31 Desember 2005

31 Desember 2006
2.987.953.764,38 11.029.655,00 108.569.579,37 26.688,00 8.231,00 32.586,00 802,24 27.802,00 666.468,78 11.247,00 2.172.212.114,00 8.701.150.496,00 13.981.689.433,77

1 PT Bank NTB Cabang Bima #005.21.00001.00-00 2 PT Bank NTB Cabang Bima #005.21.04008.00-1 3 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000258-30-5 4 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000351-30-7 5 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000350-30-1 6 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000349-30-0 7 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000352-30-3 8 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000353-30-9 9 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000354-30-5 10 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01000348-30-4 11 PT. Bank BNI Cabang Bima # 0567899998 12 PT. Bank BNI Cabang Bima # 053761815 Jumlah

31 Desember 2005 10.829.956,00 5.238.257,78 5.150.378,00 271.360,00 2.791.205,37 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 24.281.157,15

b)

Kas Dipemegang Kas Rp116.483.856,00 Rp112.563.549,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah dalam bentuk UUDP yang berada pada masing-masing Pemegang Kas unit kerja dalam lingkup Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :

No

Uraian 1 Saldo UUDP atas belanja tidak langsung/Bendaharawan Rutin 2 Saldo UUDP atas belanja langsung/Bendaharawan Proyek Jumlah

Saldo Kas di Pemegang Kas (Rp) 31 Desember 2006 46.243.174,00 70.240.682,00 31 Desember 2005 45.224.018,00 67.339.531,00

116.483.856,00

112.563.549,00

c)

Piutang Pajak

Rp11.593.453,00

Rp10.425.000,00

Jumlah tersebut merupakan saldo piutang per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
No 1 2 3 4 Saldo Piutang Pajak (Rp) Uraian Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Reklame Pajak Galian C Jumlah 31 Desember 2006 31 Desember 2005 79.000,00 0,00 536.250,00 100.000,00 291.250,00 325.000,00 10.686.953,00 10.000.000,00 11.593.453,00 10.425.000,00

Jumlah Piutang Pajak Galian C per 31 Desember 2005 sebesar Rp10.000.000,00 merupakan piutang pajak Galian C pada PT. Waskita Karya sampai dengan tanggal 31 Januari 2006, belum ada pelunasannya.

d)

Piutang Retribusi Rp1.075.816.825,00 Rp495.171.196,00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
Saldo Piutang Retribusi (Rp)

No 1 2 3 4

Uraian 31 Desember 2006 Retribusi Pasar Grosir Retribusi Sewa Rumah Dinas Retribusi Sewa Tanah Retribusi Produksi Perikanan Jumlah 123.038.825,00 33.663.000,00 915.115.000,00 4.000.000,00 1.075.816.825,00 31 Desember 2005 83.084.196,00 8.962.000,00 403.125.000,00 0,00 495.171.196,00

Jumlah Piutang Retribusi Pasar Grosir per 31 Desember 2006 sebesar Rp123.038.825,00 merupakan piutang yang terdapat pada enam lokasi pasar dari tujuh lokasi pasar yang ada, yaitu :
Saldo Piutang Pasar Grosir (Rp) 31 Desember 2006 23.834.000,00 11.000,00 504.000,00 2.001.879,00 57.540.346,00 3.523.000,00 35.624.600,00 123.038.825,00 31 Desember 2005 17.387.000,00 162.000,00 108.000,00 2.730.000,00 42.114.196,00 2.340.000,00 18.243.000,00 83.084.196,00

No Lokasi Pasar 1 2 3 4 5 6 7 Pasar Sila Pasar Kore Pasar Wera Pasar eks Terminal Pasar Tente Pasar Sape Lama Pasar Sape Baru Jumlah

Jumlah Piutang Retribusi Sewa Rumah Dinas per 31 Desember 2006 sebesar Rp33.663.000,00 merupakan piutang terhadap 141 pegawai. Jumlah Piutang Retribusi Sewa Tanah per 31 Desember 2006 sebesar Rp915.115.000,00 merupakan piutang atas sewa tanah eks jaminan yang tersebar di 15 Kecamatan dan Kota.

e)

Tagihan Penjualan Angsuran Rumah Dinas 2006 sebesar Rp233.495.650,00

Rp233.495.650,00

Rp245.518.879,00

Jumlah Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran per 31 Desember merupakan tagihan lancar cicilan atas

penjualan rumah dinas terhadap 56 pegawai/mantan pegawai.

f)

Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi

Rp141.681.637,00

Rp141.681.637,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Tuntutan Ganti Rugi (TGR) kepada Pegawai Negeri Sipil yang belum dilunasi per 31 Desember 2006 dan 2005, berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Daerah Kabupaten Bima dan BPK Perwakilan Denpasar.

No 1 2 3 4 5

Uraian Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Puskesmas – Puskesmas Dinas Peternakan Dinas KB & KS Jumlah

Saldo Persediaan Obat- obatan (Rp) 31 Desember 2006 1,604,128,148.00 128,506,750.00 0,00 135,690,000.00 0,00 1,868,324,898.00 31 Desember 2005 942,317,204.00 67,874,642.00 0,00 0,00 0,00 1,010,191,846.00

g)

Persediaan Rp4.488.313.962,00 Rp2.195.587.670,00 Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan barang pakai habis yang ada pada Dinas/Badan/Kantor/Sekolah dan Unit Kerja lainnya di lingkungan Kabupaten Bima per 31.Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 5 6 7 Uraian Persediaan Alat Tulis Kantor Persediaan Alat Tulis Kantor (Dispenda) Persediaan Barang Cetakan Persediaan Obat – Obatan Persediaan Barang Kuasi (Karcis) Persediaan Hewan Ternak Jumlah Saldo Persediaan (Rp) 31 Desember 31 Desember 2006 2005 1.960.400,00 11.695.900,00 44.276.500,00 0,00 54.475.000,00 1.868.324.898,00 2.720.000,00 2.516.557.164,00 4.488.313.962,00 145.251.260,00 1.010.191.846,00 41.940.500,00 986.508.163,60 2.195.587.669,60

Saldo Persediaan Obat-Obatan per tanggal 31 Desember 2006 sebesar Rp1.868.324.898,00 dan per 31 Desember 2005 sebesar

Rp1.010.191.846,00 dapat dirinci sebagai berikut :

Saldo persediaan hewan ternak per tanggal 31 Desember 2006 sebesar Rp2.516.557.164,00 merupakan persediaan hewan ternak yang dikelola Dinas Peternakan melalui Kegiatan Penyebaran dan Pengembangan Ternak. 2) Investasi Permanen h) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Rp15.364.411.411,00 Rp12.776.700.911,00

Jumlah tersebut merupakan nilai penyertaan modal pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005 pada:
Penyertaan Modal Pemerintah (Rp) 31 Desember 2006 4.818.770.440,00 6.605.430.478,00 2.987.435.493,00 0,00 952.775.000,00 Jumlah 15.364.411.411,00 31 Desember 2005 3.818.770.440,00 6.717.619.978,00 1.487.435.493,00 0,00 752.875.000,00 12.776.700.911,00

No 1 2 3 4 5

Uraian PT. Bank NTB Cabang Bima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) LKP/ BPR Dinas Koperasi dan UKM PD. Wawo

(1)

Penyertaan pada PT. Bank NTB

Rp4.818.770.440,00

Rp3.818.770.440,00

Penyertaan pada PT Bank NTB per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :

Penyertaan pada PT. Bank NTB (Rp) No Uraian 31 Desember 2006 1 Penyertaan s.d. Tahun 2005 2 - Penyertaan tahun ini - Koreksi nilai penyertaan yang belum dicatat tahun 2004 Jumlah 3.818.770.440,00 1.000.000.000,00 31 Desember 2005 3.258.000.000,00 560.770.440,00

4.818.770.440,00

3.818.770.440,00

(2)

Penyertaan pada Rp 6.605.430.478,00 Rp6.717.619.978,00 PDAM Penyertaan pada PDAM per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut :

No 1 2

Uraian Penyertaan s.d. Tahun 2005 - Penyertaan tahun ini - Koreksi nilai penyertaan yang belum dicatat tahun 2004 - Koreksi dengan data PDAM Jumlah

Penyertaan pada PDAM 31 Desember 2006 6.717.619.978,00 100.000.000,00 0,00 0,00 (212.189.500,00) 6.605.430.478,00 31 Desember 2005 6.717.619.978,00 0,00 0,00 0,00 0,00 6.717.619.978,00

(3)

Penyertaan pada PD. BPR LKP

Rp2.987.435.493,00

Rp 1.487.435.493,00

Penyertaan pada PD BPR LKP per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan rincian sebagai berikut : No Uraian Penyertaan pada PD. BPR LKP 31 Desember 2006 31 Desember 2005 1.487.435.493,00 0,00 0,00 200.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00
0,00 0,00 0,00 300.000.000,00 2.987.435.493,00

1 Penyertaan s.d. Tahun 2005 2 Penyertaan tahun ini : BPR Sarae, Rasanae Barat BPR Tente, Woha BPR Naru, Sape BPR Belo, Belo BPR Rato, Bolo BPR Bajo, Donggo
LKP Nipa, Ambalawi LKP Maria, Wawo LKP Kore, Sanggar BPR Pesisir Akbar Jumlah

0,00 233.651.368,00 238.535.051,00 320.776.201,00 201.450.887,00 267.456.850,00 175.564.936,00
20.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 0,00 1.487.435.293,00

(4)

Penyertaan pada PD.Wawo Rp952.775.000,00 Rp 752.875.000,00 Penyertaan pada PD Wawo per 31 Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 dengan rincian sebagai berikut :
Penyertaan pada PD. Wawo 31 Desember 2006 752.875.000,00 200.000.000,00 0,00 (100.000,00) 952.775.000,00 31 Desember 2005 592.375.000,00 160.500.000,00 0,00 0,00 752.875.000,00

No 1 2

Uraian Penyertaan s.d. Tahun 2005 - Penyertaan tahun ini - Koreksi nilai penyertaan yang belum dicatat tahun 2004 - Koreksi dengan data PD. Wawo Jumlah

i)

Pinjaman kepada BUMD

Rp40.000.000,00

Rp40.000.000,00

Jumlah tersebut merupakan saldo sisa pinjaman yang diberikan pada PD Wawo per 31 Desember 2006 dan 2005. Pinjaman tersebut berdasarkan keputusan Bupati Bima Nomor 248 Tahun 2002 tanggal 25 September 2002 tentang Pemberian Pinjaman Modal Usaha kepada PD Wawo sebesar Rp100.000.000,00 yang digunakan sebagai modal pembelian garam rakyat sebagai bahan baku pembuatan garam beryodium. 3) Aktiva Tetap Jumlah Aktiva Tetap Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp970.573.846.932,00 dan per 31 Desember 2005 sebesar Rp915.288.046.192,00, dengan rincian sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 Uraian Tanah Gedung dan Bangunan Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan Peralatan dan Mesin Aktiva Tetap Lainnya Jumlah Aktiva Tetap (Rp) 31 Desember 2006 514,712,464,120.00 205,094,318,653.00 181,403,554,609.00 66,424,923,455.00 2,938,586,095.00 970,573,846,932.00 31 Desember 2005 513,855,815,000.00 194,325,303,473.00 164,083,682,474.00 41,088,381,350.00 1,934,863,895.00 915,288,046,192.00

Jumlah tersebut tidak termasuk aset Pemerintah Kabupaten Bima yang diserahkan kepada Kota pada tahun 2003 (Kecamatan Rasanae Barat, Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Asakota) sehubungan dengan

adanya pembentukan Pemerintah Kota Bima. a) Tanah Rp513.855.815.000,00 Saldo per 31 Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 termasuk Tanah Pemerintah Kabupaten Bima senilai Rp37.685.260.000,00 yang dipergunakan oleh Pihak Ketiga/Kantor Polisi, yang tersebar diseluruh Kecamatan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Bima. Rp514.712.464.120,00

b) Gedung dan Bangunan Rp194.325.303.473,00

Rp205.094.318.653,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Gedung dan Bangunan Milik Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo per tanggal 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

c) Jalan, Instalasi, Rp164.083.682.474,00 dan Jembatan

Jaringan

Rp181.403.554.609,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo per 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

d) Peralatan dan Mesin Rp41.088.381.350,00

Rp66.424.923.455,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo per 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

e) Aktiva Tetap Lainnya Rp1.934.863.895,00

Rp2.938.586.095,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap Lainnya, yang berupa buku-buku, alat musik & olah raga dan benda purbakala milik Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo per 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

f) Pekerjaan dalam Pelaksanaan Rp16.908.336.860,00

Rp0,00

Perkiraan Pekerjaan dalam Pelaksanaan merupakan reklasifikasi dari kelompok Aktiva Lainnya ke dalam kelompok Aktiva Tetap. Jumlah tersebut diatas merupakan saldo Pekerjaan Dalam Pelaksanaan per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai berikut :
No Uraian Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (Rp) 31 Desember 2006 0,00 16,908,336,860.00 (16,908,336,860.00) 31 Desember 2005 16,803,686,860.00 0,00 104,650,000.00

1 Proyek Pemda yang belum diserahkan kepada PDAM 2 Proyek yang telah selesai belum diserahkan ke Pemda 3 Kegiatan yang belum selesai dikerjakan atau kemajuan fisik kurang dari 100 % Jumlah

0,00

16,908,336,860.00

Proyek senilai Rp16.908.336.860,00 adalah proyek-proyek BLN sejak tahun 1997 sampai dengan tahun 2000 yang belum ada penyerahan hasil kegiatannya dari pihak Proyek kepada Dinas maupun ke Pemda/PDAM. Hasil kegiatan tersebut berupa instalasi pengolahan air, dimana oleh PDAM telah digunakan dalam proses produksinya. 4) Aktiva Lainnya a) Tagihan Penjualan Angsuran Rp0,00

Rp260.860.452,00 Jumlah tersebut merupakan tagihan penjualan angsuran atas penjualan rumah dinas per 31 Desember 2006 dan 2005 terdapat kesalahan pencatatan ganda yaitu yang seharusnya dicatat pada pos bagian lancar tagihan penjualan angsuran, akan tetapi dicatat juga pada tagihan penjualan angsuran dan telah dikoreksi ke pos Equitas Dana Diinvestasikan. b) Dana Bergulir Rp774.035.233,00

Rp1.138.419.247,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Dana Bergulir per 31 Desember 2006 dan per 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut :

No

Uraian

Saldo Dana Bergulir (Rp) 31 Desember 2006 178.241.000,00 31 Desember 2005 178.241.000,00

1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (penyaluran tahun 2001) 2 Dinas Perindustrian dan Perdagangan (penyaluran tahun 2002) 3 Dinas Peternakan Jumlah

161.678.333,00 434.115.900,00 774.035.233,00

145.736.000,00

814.442.247,00 1.138.419.247,00

(1) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Penyaluran Dana Bergulir tahun 2001 yang disalurkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar Rp197.200.000,00 sebagai sarana pemberdayaan ekonomi rakyat. Agar dana tersebut dapat terus berjalan dan berkembang, Dinas

Perindustrian dan Perdagangan menetapkan ketentuan bagi masyarakat yang menggunakan dana tersebut dikenakan bunga. Posisi Dana Bergulir pada akhir tahun 2006 dan 2005 sebesar Rp178.241.000,00 dan Rp178.241.000,00 sebagai berikut :
No Uraian Saldo Dana Bergulir Thn 2001 (Rp) 31 Desember 2006 140.523.750,00 37.717.250,00 178.241.000,00 0,00 0,00 0,00 178.241.000,00 31 Desember 2005 150.000.000,00 47.200.000,00 197.200.000,00 (9.476.250,00) (9.482.750,00) (18.959.000,00) 178.241.000,00

dengan rincian

1 Jumlah Pinjaman 2 Pengenaan Bunga Sub Jumlah 3 Angsuran Pokok 4 Angsuran Bunga Sub Jumlah Jumlah

(2) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Penyaluran Dana Bergulir tahun 2002 yang disalurkan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar Rp188.100.000,00

Posisi Dana Bergulir ini per 31 Desember 2006 sebesar Rp161.678.133,28 Rp145.736.000,00. dan per 31 Desember 2005 sebesar

No

Uraian

Saldo Dana Bergulir Thn 2002 (Rp) 31 Desember 2006 141.833.333,29 19.844.999,99 161.78,333.28 0,00 0,00 0,00 161.678.333,28 31 Desember 2005 165.000.000,00 23.100.000,00 188.100.000,00 (28.313.600,00) (14.050.400,00) (42.364.000,00) 145.736.000,00

1 Jumlah Pinjaman 2 Pengenaan Bunga Sub Jumlah 3 Angsuran Pokok 4 Angsuran Bunga Sub Jumlah Jumlah

(3) Dinas Peternakan Penyaluran Dana Bergulir kepada kelompok masyarakat untuk penggemukan sapi bakalan dikelola sendiri oleh masyarakat. Keuntungan hasil penjualan sapi sebesar 50% disetorkan ke Kas Daerah dan 50% untuk petani. Posisi Dana Bergulir pada akhir tahun 2006 dan tahun 2005 sebesar Rp434.115.900,00 dan Rp814.442.247,00 merupakan sisa dana dan persediaan sapi per 31 Desember 2005 dan per 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut :
No 1 2 3 Uraian Uang di Bank Tagihan kepada Petani Persediaan Sapi Jumlah Saldo Dana Bergulir Tahun 2002 (Rp) 31 Desember 2006 31 Desember 2005 0,00 9.061.247,00 420.065.900,00 419.626.500,00 14.050.000,00 385.754.500,00 434.115.900,00 814.442.247,00

Uang di Bank telah disetor pada PT Bank NTB rekening nomor 22.19814.01-7 atas nama Dinas Peternakan dan kemudian dari PT Bank NTB disetor ke kas daerah. Tagihan kepada petani per 31 Desember 2006 sebesar Rp420.065.900,00 dan per 31 Desember 2005 sebesar Rp419.626.500,00 adalah hasil penjualan yang belum dibayar oleh petani dan telah dimintakan bantuan penagihannya kepada Kantor Polisi Pamong Praja.

Persediaan sapi per 31 Desember 2006 senilai Rp14.050.000,00 dan per 31 Desember 2005 senilai Rp385.754.000,00 adalah persediaan sapi yang masih ada di masyarakat sejumlah 222 ekor dan 392 ekor.

c)

Kemitraan dengan Pihak Ketiga

Rp5.947.954.000,00

Rp7.908.954.000,00 Jumlah tersebut merupakan nilai hak yang akan diterima Pemerintah Kabupaten Bima atas pengusahaan sarang burung walet dari CV. Karya Tunggal dengan Kontrak Nomor : 500/132/006/2005 dan CV.Bersama Indah Nomor : 500/135/006/2005.

d) Dana Penguatan Modal Rp1.770.000.000,00 dan Penjaminan Pada tahun 2005

Rp1.770.000.000,00

terdapat pengeluaran Pembiayaan Dana Bergulir

dalam bentuk Dana Penguatan Modal dan Penjaminan sebesar Rp1.770.000.000,00, yang terdiri dari Dana Penguatan Modal pada KUD Sebesar Rp870.000.000,00, dan Dana Penjaminan di BRI An. Dinas Koperasi dan PKM sebesar Rp900.000.000,00 a. Kewajiban 1) Kewajiban Lancar Hutang Kepada Pihak III Rp4.895.350.000,00 Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang kepada Pihak III per 31 Desember 2005 telah dilunasi pada triwulan pertama tahun anggaran 2006. 2) Kewajiban Jangka Panjang Hutang Dalam Negeri Rp499.0000.000,00 Rp499.0000.000,00 Rp0,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang Jangka

Panjang per 31

Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 yang diperoleh dari Bantuan Kredit sejak tahun 1976 sampai tahun 1988 yang belum dilunasi.

Ekuitas 3) Equitas Dana Lancar Rp(1.670.120.912,25) Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Bima yang bersifat lancar per 31 Desember 2006 dan 2005, yang merupakan selisih antara jumlah nilai Aktiva Lancar dengan jumlah nilai Hutang Lancar/Hutang Jangka Pendek. Saldo Ekuitas Dana Lancar per 31 Desember 2006 dan 2005 sebagai berikut:
No Uraian 1 2 3 4 SILPA Cadangan Untuk Piutang Cadangan Untuk Persediaan Dana Untuk Pembayaran Hutang Jangka Pendek Jumlah Equitas Dana Lancar 31 Desember 2006 14.098.173.289,77 1.462.587.565,00 4.488.313.962,00 0,00 20.049.074.816,77 31 Desember 2005 136.844.706,00 892.796.712,00 2.195.587.670,00 (4.895.350.000,00) (1.670.120.912,00)

Rp20.049.074.816,77

2) Equitas Dana Diinvestasikan Rp955.592.317.662,00 Jumlah tersebut

Rp993.971.247.576,00

merupakan kekayaan bersih Pemerintah Daerah

Kabupaten Bima yang diinvestasikan per tanggal 31 Desember 2006 dan 2005, yang merupakan selisih antara jumlah nilai investasi permanen, aktiva tetap dan aktiva lainnya dengan jumlah nilai hutang jangka panjang, tidak termasuk dana cadangan dan dana donasi. Saldo Ekuitas Dana yang Diinvestasikan per 31 Desember 2006 dan 2005 dirinci sebagai berikut:
No Uraian Equitas Dana Diinvestasikan 31 Desember 2006 1 Dana Diinvestasikan dalam Investasi Permanen 2 Dana Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap 3 Dana Diinvestasikan dalam Aktiva Lainnya 4 Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang Jangka Panjang Jumlah 15,404,411,411.00 970,573,846,932.00 8,491,989,233.00 (499,000,000.00) 993,971,247,576.00 31 Desember 2005 12,816,700,911.00 932,196,383,052.00 11,078,233,699.00 (499,000,000.00) 955,592,317,662.00

2. Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran A. Pendapatan Daerah. Jumlah Pendapatan dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp420.230.373.692,42 Rp417.781.609.107,62 atau 99,42%. Jumlah pendapatan tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Pendapatan Asli Daerah, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp21.116.852.714,00 terealisasi sebesar Rp19.169.052.677,02 atau terealisasi sebesar

90,76%. Rincian atas Pendapatan Asli Daerah tersebut sebagai berikut :
No Uraian Anggaran setelah Perubahan 1.502.085.000,00 7.519.079.750,00 825.000.000,00 11.270.687.964,00 21.116.852.714,00 Realisasi Rp 1.595.506.551,00 7.188.091.581,00 784.435.864,00 9.601.018.681,02 19.169.052.677,02 85,19 90,76 % 106,22 95,60 95,08

1 Pajak Daerah 2 Retribusi Daerah 3 Bagian Laba Usaha Daerah 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Jumlah

Adapun gambaran angka realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terperinci adalah sebagai berikut : 1) Pajak Daerah Pajak daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp1.502.085.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp1.595.506.551,00 atau 106,22%. Rincian atas penerimaan pajak daerah tersebut sebagai berikut :

No 1 2 3 4 5 6 7

Uraian Pajak Hotel Pajak Restoran Pajak Hiburan Pajak Reklame Pajak Penerangan Jalan PLN & Non PLN Pajak Pengamb. & Peng. Bahan Galian GOL. C. Pajak Kendaraan Tidak Bermotor Jumlah

Anggaran setelah Perubahan 2543.000,00 16.542.000,00 7.000.000,00 11.500.000,00 962.000.000,00 475.000.000,00 27.500.000,00 1.502.085.000,00

Realisasi Rp % 2.464.000,00 96,89 16.005.750,00 96,76 7,390.000,00 105,57 11.208.750,00 97,47 1.184.452.704,00 123,12 354.279.097,00 19.706.250,00 74,59 71,66

1.595.506.551,00 106,22

2) Retribusi Daerah Retribusi Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp7.519.079.750,00 realisasi penerimaan sebesar Rp7.188.091.581,00 atau 95,60%.Rincian atas penerimaan retribusi daerah tersebut sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Uraian Penjualan Produk Daerah Uang Leges Retr. Pasar, Khusus Karcis Pasar Retr. pengambilan hasil hutan ikutan Retribusi Pelayanan Kesehatan Retr Pemakaian Kekayaan Daerah Lain - lain Pendapatan yang Sah Lain-lain Penerimaan dan Ambulance Pengujian Mutu / Tes Laboratorium PHB / ASKES Anggaran setelah perubahan 18.225.000,00 198.600.000,00 351.172.000,00 2.137.270.000,00 1.556.039.250,00 2.109.680.000,00 20.000.000,00 8.000.000,00 40.000.000,00 12.000.000,00 120.687.500,00 20.000.000,00 4.625.000,00 100.000.000,00 13.250.000,00 22.500.000,00 28.000.000,00 175.000.000,00 3.240.000,00 75.410.000,00 116.586.000,00 30.000.000,00 120.000.000,00 26.500,000.00 16,000.000,00 119.800.000,00 41.075.000,00 14.500.000,00 20.920.000,00 7.519.079.750,00 Realisasi Rp % 18.895.000,00 103,68 173.007.000,00 282.855.121,00 87,11 80,55

2.160.396.558,00 101,08 1.578.471.105,00 101,44 2.101.884.000,00 99,63 20.000.000,00 100,00 34.683.000,00 43,.54 23.595.000,00 8.070.000,00 58,99 67,25

Retr. Jasa Usaha Penj. Produksi Usaha Daerah 12 Retribusi Ijin Gangguan (HO) 13 14 15 16 17 18 19 20 Retribusi Ijin Industri Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan Retribusi Ijin Trayek Retribusi Ijin Usaha Dagang Retribusi Ijin Usaha Perikanan : Retribusi Jasa Usaha Terminal Retribusi Pelabuhan

120.724.750,00 100,03 20.466.000,00 102,33 4.425.000,00 40.706.732,00 9.101.300,00 18.665.000,00 24.569.000,00 91,519,000.00 850,000.00 11.188.475,00 113.703.000,00 95,68 40,71 68,69 82,96 87,75 52,30 26,23 14,84 97,53

Retribusi Pelataran Parkir ditepi Jalan Umum 21 Retribusi Pendaftaran & Pengkartuan Ternak 22 Retribusi Pengesahan Gambar 23 24 25 26 27 28 29 Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP Retribusi penginapan / Pasanggerahan / Villa Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Retribusi Rumah Potong Hewan Retribusi Tanda Daftar Perusahaan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga : Jumlah

32.045.990,00 106,82 116.400.500,00 14.470.000,00 14.202.550,00 81.800.000,00 97,00 54,60 88,77 68,28

41,740,000.00 101,62 13.625.000,00 16.032.500,00 7.188.091.581,00 93,97 76,64 95.60

3) Bagian Laba Usaha Daerah Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil Pengelolaan/Pemanfaatan

Kekayaan Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp825.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp784.435.864,00 atau 95,08 %. Rincian atas penerimaan Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil Pengelolaan/Pemanfaatan Kekayaan Daerah sebagai berikut :
Anggaran Setelah Perubahan 550.000.000,00 75.000.000,00 0,00 200.000.000,00 825.000.000,00 Realisasi Rp 582.274.300,00 15.097.460,00 0,00 187.064.104,00 784.435.864,00 % 105,87 20,13 0,00 93,53 95,08

No 1 2 3 4

Uraian PT Bank NTB PDAM Perusahaan Daerah (PD. Wawo) Laba BPR LKP Jumlah

Dari tabel di atas terlihat bahwa realisasi penerimaan hasil perusahaan daerah mencapai 95,08% dari target anggaran yang telah ditetapkan. Persentase realisasi penerimaan terbesar bersumber dari penerimaan laba PT. Bank NTB yakni 105,87%, sedangkan PD. WAWO tidak memberikan kontribusi terhadap penerimaan hasil Perusahaan Daerah. 4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp11.270.687.964,00 realisasi penerimaan sebesar Rp9.601.018.681,02 atau 85,19%. Rincian atas penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 Uraian Sumbangan Pihak Ke III Pengembalian Dana Pemberday. Usaha IKM Penerimaan Jasa Giro Penerimaan Bunga Deposito Pendapatan KSO Merpati Kontribusi SHU Koperasi Hasil Penjualan Asset Daerah yg dipisahkan Anggaran setelah Perubahan 4.670.000.000,00 53.375.000,00 2.510.000.000,00 85.000.000,00 2.100.000.000,00 93.025.000,00 1.133.895.000,00 Realisasi Rp 2.733.854.840,00 62.600.000,00 2.748.000.992,00 81.197.000,00 2.156.040.672,00 96.900.000,00 1.133.895.000,00 % 58,54 117,28 109,48 95,53 102,67 104,17 100,00

8 9 10 11

Hasil Pengelolaan Kebun Kopi Tambora Biaya Pembuatan Plat Nomor dll Angsuran Rumah Dinas Lain-lain Pendapatan Jumlah

160.000.000,00 33.060.000,00 215.582.964,00 216.750.000,00 11.270.687.964,00

160.000.000,00 48.852.850,00 66.994.025,00 312.683.302,00 9.601.018.681,00

100,00 147,77 31,08 144,26 85,19

2) Dana Perimbangan, target anggaran setelah

perubahan sebesar

Rp399.008.824.778,42 terealisasi sebesar Rp398.507.860.230,60 atau 99,87%. Rincian atas Dana Perimbangan tersebut sebagai berikut :
Anggaran Setelah Perubahan 12.800.000.000,00 11.439.186.234,42 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.467.638.544,00 Realisasi Rp 18.076.768.623,00 5.900.459.809,50 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.228.631.798,10 % 141,22 51,58 100,00 100,00 96,80

No 1 2 3 4 5

Uraian Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA/IHPH Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Propinsi Jumlah

399.008.824.778,42

398.507.860.230,60

99,87

Adapun gambaran angka realisasi Dana Perimbangan secara terperinci adalah sebagai berikut : a) Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Pajak dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp12.800.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp18.076.768.623,00 atau 141,22%. Rincian penerimaan Bagi Hasil Pajak dapat dilihat pada tabel berikut :
No URAIAN Anggaran setelah Perubahan 10.000.000.000,00 800.000.000,00 2.000.000.000,00 12.800.000.000,00 REALISASI Rp 15.777.032.777,00 1.262.821.234,00 1.036.914.612,00 18.076.768.623,00 % 157,77 157,85 51,85 141,22

1 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2 BPHTB 3 Bagi Hasil Pajak PPH Ps 21 Jumlah

Dari komponen bagi hasil pajak diatas, Bagi hasil pajak PPh pasal 21 dari target sebesar Rp2.000.000.000,00 hanya terealisasi sebesar Rp1.036.914.612,00 yakni 51,85%, disebabkan karena perhitungan

pembagian PPh pasal 21 tersebut didasari oleh tempat domisili pembayaran pajak,sehingga menyebabkan pembagian pajak dimaksud lebih banyak masuk ke pemerintah kota Bima. b) Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam/IHH Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam/IHH dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp11.439.186.234,42 realisasi penerimaan sebesar Rp5.900.459.809,50 atau 51,58%. Rincian atas penerimaan Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam/IHH sebagai berikut:
Anggaran Setelah Perubahan 761.164.800,00 78.021.434,42 10.000.000.000,00 600.000.000,00 11.439.186.234,42 Realisasi Rp 106.291.882,00 5.128.203,50 5.531.010.065,00 258.029.659,00 5.900.459.809,50 % 13,96 6,57 55,31 43,00 51,58

No

Uraian

1 Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) 2 Iuran Tetap (Landrent) 3 Iuran Eksplorasi (Royalti) 4 Penerimaan Pungutan Hasil Perikanan Jumlah

Realisasi bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam/IHH hanya 51,58% dari anggarannya. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya alokasi/realisasi oleh pemerintah pusat. c) Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp330.942.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar

Rp330.942.000.000,00 atau 100.00%. d) Dana Alokasi Khusus Dana Alokasi Khusus dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp36.360.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar

Rp36.360.000.000,00 atau 100,00%. e) Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp7.467.638.544,00 realisasi penerimaan sebesar Rp7.228.631.798,00 atau 96,80%. Rincian atas penerimaan Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi sebagai berikut :

No 1 2

Uraian Pajak Kendaraan Bermotor

Anggaran Setelah Perubahan 1.300.000.000,00 1.155.770.815,00 2.142.549.987,00 61.655.742,00 607.662.000,00 2.200.000.000,00 7.467.638.544,00

Realisasi Rp 792.563.874,00 % 60,97

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 3 Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 4 Pajak Pengambilan & Pemanfaatan Air Bawah 5 Bantuan Untuk Guru Kontrak 6 Bantuan Dana Pemb.Propinsi Jumlah

1.376.734.171,00 119,12 2.129.982.709,00 10.236.333,00 99,41 16,60

847.037.026,10 139,39 2.072.077.685,00 7.228.631.798,10 94,19 96,80

3) Lain-lain Pendapatan yang Sah, merupakan Dana Kontinjensi / Dana Penyeimbang dari Pemerintah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp104.696.200,00 terealisasi sebesar Rp104.696.200,00 atau 100,00 %. Adapun gambaran angka realisasi Lain-lain Pendapatan yang Sah secara terperinci adalah sebagai berikut : (1) Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang dari Pemerintah Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang dari Pemerintah untuk

rekruitmen CPSD dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp104.696.200,00 realisasi penerimaan sebesar Rp104.696.200,00 atau 100,00%.

B. Belanja Daerah Belanja daerah terdiri dari dua bagian yaitu Belanja Aparatur dan Belanja Pelayanan Publik. Bagian Belanja Aparatur terbagi atas kelompok Belanja Administrasi Umum, Belanja Operasional & Pemeliharaan dan Belanja Modal. Sedangkan Bagian Belanja Pelayanan Publik, terbagi atas tiga kelompok seperti Belanja Aparatur, Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil serta Belanja Tidak Tersangka. Belanja Administrasi Umum adalah belanja tidak langsung yang dialokasikan/digunakan untuk kegiatan non-investasi (kegiatan yang tidak menambah aktiva tetap). Belanja tidak langsung adalah belanja yang eksistensinya tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu program/kegiatan, atau bukan merupakan konsekuensi dari adanya suatu

program/kegiatan. Belanja ini merupakan belanja yang digunakan secara bersama-sama (common cost) untuk melaksanakan seluruh program/kegiatan unit kerja/proyek, serta digunakan secara periodik (umumnya bulanan) dalam rangka koordinasi penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah yang bersifat umum. Belanja Operasional dan Pemeliharaan adalah belanja langsung yang dialokasikan/ digunakan untuk membiayai kegiatan non-investasi (kegiatan yang tidak menambah aktiva). Belanja langsung adalah belanja yang eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu

program/kegiatan. Karakteristik dari belanja langsung adalah input (alokasi belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output yang dihasilkan. Belanja Modal adalah belanja langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi, yaitu yang menambah aktiva tetap. Jumlah Belanja dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp417.567.218.399,57 realisasinya sebesar

Rp401.020.280.524,00 atau 96,04%. Jumlah belanja tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Belanja Aparatur Daerah, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp264.643.246.065,57 realisasi pengeluaran sebesar

Rp258.969.192.547,00 atau 97,86%. Rincian atas belanja aparatur daerah tersebut sebagai berikut :
No Uraian Anggaran setelah Perubahan 230.257.725.530,57 13.057.350.635,00 21.328.169.900,00 264.643.246.065,57 Realisasi Rp 225.946.601.618,00 12.131.806.604,00 20.890.784.325,00 258.969.192.547,00 % 98,13 92,91 97,95 97,86

1 Belanja Administrasi & Umum 2 Belanja Operasional & Pemeliharaan 3 Belanja Modal Jumlah

Adapun gambaran angka realisasi Belanja Aparatur Daerah secara terperinci adalah sebagai berikut : a) Belanja Administrasi umum Belanja Administrasi Umum untuk Aparatur Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp230.257.725.530,57 realisasi pengeluaran sebesar Rp225.946.601.618,00 atau 98,13%.

Rincian atas belanja Administrasi Umum Aparatur Daerah tersebut sebagai berikut:
No Uraian Anggaran Setelah Perubahan Realisasi % 99,44 94,11 90,46 88,45 98,13

1 Belanja Pegawai/ Personalia 2 Belanja Barang dan Jasa 3 Belanja Perjalanan Dinas 4 Belanja Pemeliharaan Jumlah

Rp 184.308.789.648,57 183.272.408.874,00 33.703.024.630,00 6.236.300.000,00 6.009.611.252,00 31.717.148.433,00 5.641.499.700,00 5.315.544.611,00 225.946.601.618,00

230.257.725.530,57

b) Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Aparatur Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp13.057.350.635,00 realisasi pengeluaran sebesar Rp12.131.806.604,00 atau 92,91%. Rincian atas Belanja Operasional dan Pemeliharaan Aparatur Daerah sebagai berikut :
No Uraian Anggaran Setelah Perubahan 1.479.797.000,00 8.394.660.535,00 1.077.091.000,00 2.105.802.100,00 13.057.350.635,00 Realisasi Rp 1.294.563.875,00 8.042.630.729,00 747.891.500,00 2.046.720.500,00 12.131.806.604,00 % 87,48 95,81 69,44 97,19 92,91

1 Belanja Pegawai/ Personalia 2 Belanja Barang dan Jasa 3 Belanja Perjalanan Dinas 4 Belanja Pemeliharaan Jumlah

c) Belanja Modal Belanja Modal Aparatur Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp21.328.169.900,00 realisasi pengeluaran sebesar Rp20.890.784.325,00 atau 97,95%.

2) Belanja Pelayanan Publik, target anggaran setelah perubahan sebesar Rp152.923.972.333,00 Rp142.051.087.977,00 realisasi pengeluaran sebesar

atau 92,89%. Rincian atas belanja pelayanan

publik tersebut sebagai berikut :

No

URAIAN

Anggaran setelah Perubahan 2.811.977.675,00 84.908.325.673,00 36.033.593.985,00 28.148.175.000,00 1.021.900.000,00

REALISASI Rp 2.108.773.869,00 78.284.804.193,00 35.924.768.915,00 25.019.277.050,00 713.463.950,00 % 74,99 92,20 99,70 88,88 69,82 92,89

1 Belanja Administrasi & Umum 2 Belanja Operasional & Pemeliharaan 3 Belanja Modal 4 Belanja Bantuan Keuangan & Bagi Hasil 5 Belanja Tidak Tersangka Jumlah

152.923.972.333,00 142.051.087.977,00

Adapun gambaran angka realisasi Belanja Pelayanan Publik secara terperinci adalah sebagai berikut : a) Belanja Administrasi Umum Belanja Administrasi Umum Pelayanan Publik dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp2.811.977.675,00 realisasi pengeluaran sebesar Rp2.108.773.869,00 atau 74,99%. Rincian atas Belanja Administrasi Umum Pelayanan Publik tersebut sebagai berikut :
No Uraian Anggaran Setelah Perubahan 360.000.000,00 2.451.977.675,00 0,00 0,00 2.811.977.675,00 Realisasi Rp 352.060.000,00 1.756.713.869,00 0,00 0,00 2.108.773.869,00 % 97,79 71,64 0,00 0,00 74,99

1 Belanja Pegawai/ Personalia 2 Belanja Barang dan Jasa 3 Belanja Perjalanan Dinas 4 Belanja Pemeliharaan Jumlah

b) Belanja Operasional dan Pemeliharaan Belanja Operasional dan Pemeliharaan Pelayanan Publik dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp84.908.325.673,00 realisasi pengeluaran sebesar Rp78.284.804.193,00 atau 92,20%. Rincian atas Belanja Operasional dan Pemeliharaan Pelayanan Publik sebagai berikut:

No

Uraian

1 Belanja Pegawai/ Personalia 2 Belanja Barang dan Jasa 3 Belanja Perjalanan Dinas 4 Belanja Pemeliharaan Jumlah

Anggaran Setelah Perubahan 3.988.362.200,00 36.656.163.740,00 4.061.483.600,00 40.202.316.133,00 84.908.325.673,00

Realisasi Rp 3.270.442.000,00 32.913.636.925,00 2.664.230.800,00 39.436.514.468,00 78.284.804.193,00 % 82,00 89,79 65,60 98,10 92,20

c) Belanja Modal Belanja Modal Pelayanan Publik dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp36.033.593.985,00 Rp35.924.768.915,00 atau 99,69%. d) Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp28.148.175.000,00 realisasinya sebesar Rp25.019.277.050,00 atau 88,88%. e) Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp1.021.900.000,00 realisasinya sebesar realisasinya sebesar

Rp713.463.950,00 atau 69,82%.

C. Pembiayaan Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk menutup selisih antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah. Kegiatan Pembiayaan dibagi menjadi dua yaitu Penerimaan Daerah dan Pengeluaran Daerah.

1) Penerimaan Daerah Penerimaan Daerah dalam lingkup pembiayaan terdiri dari Sisa Perhitungan Tahun Lalu, Transfer dari Dana Cadangan, Transfer dari Dana Depresiasi, dan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi. Penerimaan Daerah sebagai sumber pembiayaan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp136.844.706,15 realisasi penerimaan sebesar Rp136.844.706,15 atau 100,00%.

Rincian atas sumber-sumber Penerimaan Daerah sebagai sumber pembiayaan tersebut sebagai berikut:

No

Uraian

1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu 2 Transper dari Dana Cadangan 3 Penerimaan Pinjaman dan Obligasi 4 Hasil Penjualan Aset Daerah yang dipisahkan Jumlah

Anggaran Setelah Perubahan 136.844.706,15 0,00 0,00 0,00 136.844.706,15

Realisasi Rp 136.844.706,15 0,00 0,00 0,00 136.844.706,15 % 100,00 0,00 0,00 0,00 100,00

2) Daerah Pengeluaran Daerah dalam lingkup pembiayaan terdiri dari Penyertaan Modal dengan target anggaran setelah perubahan sebesar atau

Rp2.800.000.000,00 terealisasi sebesar 100,00%.

Rp2.800.000.000,00

Rincian atas pengeluaran daerah (pembiayaan) sebagai berikut:
Anggaran Setelah Perubahan 1.000.000.000,00 1.500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00 2.800.000.000,00 Realisasi Rp 1.000.000.000,00 1.500.000.000,00 200.000.000,00 100.000.000,00 2.800.000.000,00 % 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

No 1 2 3 4

Uraian PT. Bank NTB BPR – LKP PD. Wawo PDAM Jumlah

3. Penjelasan atas Laporan Arus Kas B. Aliran Kas Dari Aktivitas Operasi Aliran kas bersih aktivitas operasi tahun anggaran 2005 sebesar

Rp27.062.682.759,00 meningkat menjadi sebesar Rp73.576.881.823,62 hal ini menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasional pemerintah. Aliran kas bersih aktivitas operasi merupakan selisih dari aliran masuk kas dengan aliran keluar kas yang terdiri dari : 1) Aliran Masuk Kas Aliran masuk kas tahun anggaran 2005 dari aktivitas operasi diperoleh dari:
No Uraian 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Total Pendapatan Asli Daerah PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN Bagi Hasil Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Dari Propinsi 3 Total Pendapatan Dana Perimbangan LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Dana Penyeimbang dari Pemerintah Dana Darurat/Bencana Alam Total Lain-lain Pendapatan Yang Sah Total Aliran Kas Masuk Tahun 2006 Tahun 2005

1.595.506.551,00 7.188.091.581,00 784.435.864,00

2.003.365.723,00 5.785.645.934,00 853.046.820,00

9.601.018.681,02 19.169.052.677,02

2.268.268.269,00 10.910.326.746,00

2

18.076.768.623,00 5.900.459.809,50 330.942.000.000,00 36.360.000.000,00 7.228.631.798,10 398.507.860.230,60

15.023.024.327,00 8.698.527.549,00 203.455.174.822,00 34.864.485.355,00 4.025.754.626,00 266.066.966.679,00

104.696.200,00 0,00 104.696.200,00 417.781.609.107,62

11.983.610.000,00 0,00 11.983.610.000,00 288.960.903.425,00

2) Aliran Keluar Kas Aliran keluar kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari aktivitas operasi terutama untuk operasional pemerintah, yakni :
No Uraian 1 Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Jumlah Belanja Administrasi Umum Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai / Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Jumlah Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan Belanja Tidak Tersangka Total Aliran Kas Keluar Tahun 2006 Tahun 2005

183.624.468.874,00 150.893.805.976,00 33.473.862.302,00 27.184.397.716,00 5.641.499.700,00 3.462.040.300,00 5.315.544.611,00 2.679.861.521,00 228.055.375.487,00 184.220.105.513,00

2

4.565.210.875,00 40.956.042.654,00 3.412.122.300,00 41.483.234.968,00 90.416.610.797,00 25.019.277.050,00

1.978.056.250,00 15.321.346.600,00 1.066.286.700,00 18.708.160.471,00 37.073.850.021,00 40.113.632.132,00

3

4

713.463.950,00 344.204.727.284,00

490.633.000,00 261.898.220.666,00

C. Aliran Kas Dari Aktivitas Investasi Aliran kas bersih dari aktivitas investasi meningkat sebesar

Rp30.445.298.205,00 atau 115,34%, yaitu dari Rp26.395.195.035,00 pada tahun 2005 menjadi Rp56.815.553.240,00 pada tahun 2006, hal ini

mencerminkan adanya pengeluaran kas bruto sehubungan dengan perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah di masa yang akan datang. Aliran kas bersih tahun anggaran 2006 dari aktivitas investasi merupakan selisih dari aliran masuk kas dengan aliran keluar kas atas aktivitas investasi, yang terdiri dari : 1) Aliran Masuk Kas Dalam tahun anggaran 2006 tidak ada aliran masuk kas dari aktivitas investasi.

2) Aliran Keluar Kas Aliran keluar kas dari aktivitas investasi dalam tahun anggaran 2006 sebesar Rp56.815.553.240,00 yang merupakan belanja modal/pembelian aktiva tetap.

D. Aliran Kas Dari Aktivitas Pembiayaan Aliran kas bersih tahun anggaran 2006 dari aktivitas pembiayaan sebesar Rp2.800.000.000,00 mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas brutto sehubungan dengan defisit/surplus anggaran yang bertujuan untuk

memprediksi klaim pihak yang terkait terhadap arus kas pemerintah di masa yang akan datang. Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan merupakan selisih dari aliran masuk kas dengan aliran keluar kas atas aktivitas pembiayaan, yang terdiri dari : 1) Aliran Masuk Kas Aliran masuk kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari aktivitas pembiayaan diperoleh dari : No 1 2 3 4 Uraian Transfer dari Dana Cadangan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan Penerimaan Piutang Pajak Tahun Lalu Jumlah Tahun 2006 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Tahun 2005 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

2) Aliran Keluar Kas Aliran keluar kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 atas aktivitas pembiayaan terdiri dari : No Uraian 1 Pembayaran Pinjaman dan Obligasi 2 Transfer ke Dana Cadangan 3 Penyertaan Modal Jumlah Tahun 2006 0,00 0,00 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00 Tahun 2005 0,00 0,00 2.548.046.820,00 2.548.046.820,00

E. Aliran Kas Dari Aktivitas Non Anggaran Aliran kas dari aktivitas non anggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran. Aliran kas bersih tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari aktivitas non anggaran sebesar Rp 0,00 (nihil). Dari penjumlahan keempat aliran kas bersih tersebut diatas, maka selama tahun anggaran 2006 terjadi kenaikan kas sebesar

Rp13.961.328.583,62

sedangkan tahun anggaran 2005 menunjukkan sehingga saldo kas per 31

penurunan sebesar Rp(1.880.559.096,00),

Desember 2006 adalah sebesar Rp14.098.173.289,77 dan per 31 Desember 2005 sebesar pemegang kas. Rp136.844.706,15 yang terdiri kas di bank dan kas di

GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN
1. Dasar Hukum Pemeriksaan Dasar hukum pelaksanaan Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima adalah sebagai berikut: a. Pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. b. Pasal 56 UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. c. Pasal 2 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara d. Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan. e. Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) BPK RI Tahun Anggaran 2007.

2. Tujuan Pemeriksaan Tujuan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima adalah untuk untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan mendasarkan kepada kriteria: a. Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah dan atau prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. b. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosure) c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan d. Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).

3. Sasaran Pemeriksaan Sasaran pemeriksaan adalah pengujian atas penyajian dan saldo akun-akun pada laporan keuangan dan pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan sistem pengendalian intern.

4. Standar Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan BPK RI Nomor 01 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

5. Metode Pemeriksaan Metoda Pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) secara ringkas meliputi perencanaan yang difokuskan pada pemahaman terhadap Sistem Pengendalian Intern (SPI), pelaksanaan pemeriksaan yang difokuskan pada pengujian analisa, pengujian atas efektifitas SPI dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo akun secara uji petik serta pelaporan hasil pemeriksaan. 6. Waktu Pemeriksaan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima dilaksanakan selama 30 hari kalender, mulai dari tanggal 1 s.d. 30 April 2007. 7. Obyek Pemeriksaan Obyek pemeriksaan adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006. 8. Batasan Pemeriksaan Dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah oleh BPK RI, tidak ada usaha pembatasan dari auditee untuk mengakses dokumen dan informasi lain baik dari Biro Keuangan maupun unit kerja terkait. Secara umum dalam pelaksanaan pemeriksaan tim BPK RI tidak mengalami batasan yang dapat mempengaruhi independensi pemeriksaan.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN BIMA UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006 DI RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor Tanggal

: :

02.2C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 30 April 2007

DAFTAR ISI

Halaman RESUME PEMERIKSAAN GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH................. TEMUAN PEMERIKSAAN A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005………………………………… 2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan, sehingga masih dicantumkan dalam Neraca........................................................................................................................ B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik tidak sesuai ketentuan……………………………………………………............……..... 2. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat mendukung nilai aset di Neraca................................................................................ 3. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa BPKB......................................................................... 16 14 10 7 6 1

4

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
RESUME LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN

Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, dan Pasal 56 UndangUndang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2006 yang memuat pendapat wajar dengan pengecualian dengan nomor 02.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007 dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan dalam kerangka pemeriksaan laporan keuangan Nomor 02.2.B/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007.

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas pelaporan keuangan.

Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima yang ditemukan BPK RI : 1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005 2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat yang sudah dijual milik Pemerintah Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan, sehingga masih dicantumkan dalam Neraca 3. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik tidak sesuai ketentuan 4. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat mendukung nilai aset di Neraca 5. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa BPKB.

Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut, BPK RI menyarankan Bupati Bima agar : 1. Memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan Setda yang belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran dan memerintahkan agar Laporan Keuangan tahun mendatang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005; 2. Memberi sanksi kepada Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang belum menyampaikan laporan kepada Bupati Bima atas hasil penjualan/pelelangan asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati; 3. Tahun mendatang dalam merealisasikan bantuan Parpol menerapkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik dan memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan selaku pihak yang menyerahkan bantuan keuangan yang belum menerapkan ketentuan perundangundangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik; 4. Memberi sanksi kepada Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan Bagian

Keuangan yang kurang berkoordinasi dalam menyusun aset daerah sebagai bahan dukungan Neraca; Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang terlambat dalam

menyusun Daftar Inventaris Barang; dan Kepala unit kerja yang belum menyampaikan laporan aset daerah yang dikuasainya. 5. Memerintahkan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima lebih intensif dalam mengurus bukti kepemilikan kendaraan Pemkab Bima dengan berkoordinasi dengan Satlantas.

Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian temuan Pemeriksaan Sistem Pengendalian Intern.

Denpasar, 30 April 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggungjawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak Akuntan Register Negara Nomor D-6407

GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima dilakukan secara terpusat oleh Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima sesuai

dengan Pedoman Organisasi dan Tata Kerja yang diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bima No. 13 Tahun 2000 tanggal 4 September 2000 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bima. Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2005 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan tunggal dengan dasar kas (cash basis) untuk penyusunan Laporan Perhitungan APBD dan Laporan Aliran Kas Tahun 2006 serta dasar akrual (accrual basis) untuk penyusunan Neraca per 31 Desember 2006, mengacu pada Peraturan Pemerintah 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pada Tahun Anggaran 2005, Pemerintah Kabupaten Bima telah menyusun Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Nomor 6 Tahun 2005 tanggal 6 Oktober 2005 tentang Pokok-pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Keputusan Bupati No. 296 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2005, sedangkan sistem dan Prosedur tentang Pengelolaan Keuangan Daerah belum dibuat. Berdasarkan Pasal 31 ayat (2) UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara, Pemerintah Kabupaten Bima berkewajiban menyusun Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah. Pada Tahun Anggaran 2006 Pemerintah Kabupaten Bima telah menyusun Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari Perhitungan APBD, Neraca Daerah, Laporan Aliran Kas, Catatan atas Laporan Keuangan. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Bima belum melakukan konversi atas penyajian Laporan Keuangannya kedalam bentuk laporan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang diatur dalam PP No. 24 Tahun 2005.

TEMUAN PEMERIKSAAN
A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005

Penyusunan dan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima yaitu untuk Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2006 masih berdasarkan Kepmendagri 29/2002. Antara Kepmendagri 29 Tahun 2002 dengan PP No.24 Tahun 2005 terdapat perbedaan dalam hal klasifikasi pendapatan, menurut PP No.24 Tahun 2005 pendapatan diklasifikasikan berdasarkan sumbernya yaitu Pendapatan Asli Daerah, Transfer yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemda Lain, serta Lain-lain Pendapatan yang sah. Sedangkan Kepmendagri 29 Tahun 2002 pendapatan diklasifikasikan menjadi Pendapatan Asli Daerah, Dana

Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Dengan adanya perbedaan tersebut maka perlu adanya reklasifikasi pendapatan. Disisi belanja terjadi perbedaan dalam struktur anggaran belanja. PP No.24 Tahun 2005 mengatur penyajian Laporan Realisasi Anggaran pada lembar muka berdasarkan karakter belanja dan jenis belanja sedangkan Kepmendagri 29 Tahun 2002 mengklasifikasikan belanja kedalam Belanja Aparatur dan Belanja Publik. Selanjutnya baik pada Belanja Aparatur maupun Belanja Publik, belanja diklasifikasikan menjadi Belanja Administrasi Umum, Belanja Operasi dan Pemeliharaan, dan Belanja Modal. Karena perbedaan tersebut perlu dilakukan konversi penyajian Laporan Realisasi Anggaran dari Kepmendagri 29 Tahun 2002 ke PP No.24 Tahun 2005.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 100 ayat (2) menyebutkan ”PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah daerah terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan dan ayat (3) yang menyebutkan “Laporan

Keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintah”.

Dengan belum dikonversinya Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 mengakibatkan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 belum sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, dan

mengurangi komparabilitas laporan keuangan.

Hal tersebut disebabkan karena Kepala Bagian Keuangan selaku penanggungjawab dalam penyusunan Laporan Keuangan Daerah belum memahami ketentuan yang mengatur mengenai mekanisme konversi laporan keuangan.

Kasubag Pembukuan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima menegaskan ”Penyusunan dan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima untuk realisasi pendapatan dan belanja daerah masih mempedomani Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 karena Perda APBD Tahun 2006 masih mempedomani Kepmendagri No.29 Tahun 2002.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan Setda yang belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran dan memerintahkan agar Laporan Keuangan tahun mendatang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005.

2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat yang sudah dijual milik Pemerintah Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan, sehingga masih dicantumkan dalam neraca

Pemeriksaan atas mutasi Aktiva Tetap Tahun Anggaran 2006 dengan membandingkan aktiva tetap yang tercantum dalam Neraca Awal Kabupaten Bima per 1 Januari 2006 diketahui bahwa aktiva tetap yang dimiliki seluruhnya per 1 Januari 2006 sebesar per 31 Desember 2006 sebesar

Pemerintah Kabupaten Bima Rp915.288.046.192,00 dan

Rp972.671.077.832,00, sehingga terjadi mutasi aktiva tetap di Tahun 2006 sebesar Rp57.383.031.640,00. Penelusuran lebih lanjut secara uji petik atas mutasi aktiva tetap pada Lampiran Neraca per 31 Desember 2006 antara lain berupa Tanah, Gedung dan Bangunan, Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan, Peralatan dan Mesin dan Asset Tetap Lainnya diketahui mutasi penambahan Aktiva Peralatan dan mesin adalah sebesar Rp25.336.542.105,00. Mutasi penambahan aktiva tersebut merupakan nilai realisasi Belanja Modal yang diantaranya adalah Belanja Modal Kendaraan Roda Empat. Dari hasil konfirmasi kepada Bagian Umum dan Perlengkapan diketahui bahwa pada T.A 2006 terdapat penjualan aset Pemerintah Kabupaten Bima berupa kendaraan roda empat dan sudah disetujui oleh DPRD dengan Keputusan DPRD Kabupaten Bima No. 13 Tahun 2006 tanggal 18 April 2006 tentang Persetujuan Penghapusan Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang diantaranya menetapkan persetujuan terhadap penghapusan aset-aset Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yaitu barang bergerak berupa 59 unit mobil. Untuk mencapai validitas penilaian/perhitungan nilai ekonomis dan kelancaran proses penghapusan aset milik Pemerintah Kabupaten Bima maka ditetapkan SK Bupati No. 161 Tahun 2006 dan telah diubah dengan SK Bupati No. 409 Tahun 2006 tentang Pembentukan Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Aset Milik Pemerintah Kabupaten Bima. Tugas Panitia tersebut antara lain melakukan pemeriksaan, penaksiran dan penilaian harga terhadap aset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang telah memperoleh persetujuan penghapusan dari DPRD dan menyampaikan laporan kepada Bupati atas hasil penjualan/pelelangan aset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Pelelangan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2006 oleh Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Mataram berdasarkan SK Bupati No.540 Tahun 2006 tanggal 7 Juni 2006 tentang Pelimpahan Wewenang Pelelangan Kendaraan Dinas Roda Empat Milik Pemerintah Kabupaten Bima. Hasil lelang sebesar Rp1.132.795.000,00 dan sudah disetorkan ke Kas Daerah dengan bukti sektor berupa STS No. 26/VI/009/2006 tanggal 26 Juni 2006 sebesar Rp1.097.795.000,00, STS No.

42/VIII/009/2006 tanggal 3 Agustus 2006 sebesar Rp15.000.000,00 dan STS No. 61/X/009/2006 tanggal 2 Oktober 2006 sebesar Rp20.000.000,00. Dari hasil konfirmasi kepada Bagian Umum dan Perlengkapan atas penghapusan kendaraan tersebut, belum dicatat dalam Daftar Inventaris Barang Daerah karena belum ada Surat Keputusan Bupati tentang penghapusan dari Daftar Inventaris, sehingga penghapusan kendaraan tersebut belum diperhitungkan sebagai pengurangan Aktiva dalam penyusunan Neraca per 31 Desember 2006.

Hal tersebut tidak sesuai dengan : a. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 11 Tahun 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Pasal 27 ayat (3) yang menyatakan ”Penghapusan dari daftar inventaris ditetapkan dengan keputusan Kepala Daerah setelah harga penjualan kendaraan dimaksud dilunasi”. b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD Pasal 69 yang menyatakan ”Penambahan atau pengurangan nilai aset Daerah akibat perubahan status hukum dibukukan pada rekening Aset Daerah yang bersangkutan dan dicatat dalam Daftar Inventaris Barang Daerah”.

Hal tersebut mengakibatkan jumlah dan nilai Aktiva Tetap Peralatan dan Mesin yang disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2006 tidak mencerminkan jumlah dan nilai yang sebenarnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Bima.

Hal tersebut disebabkan kelalaian Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang tidak

menyampaikan Laporan kepada Bupati Bima atas hasil penjualan/pelelangan asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima sepakat dengan temuan tim BPK RI dan segera akan berkoordinasi dengan Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk menyampaikan laporan kepada Bupati agar SK tentang Pelepasan Hak Pemda segera diproses.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang belum menyampaikan laporan kepada Bupati Bima atas hasil penjualan/pelelangan asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan

1. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik tidak sesuai ketentuan

Prosedur pengajuan dan penyerahan bantuan keuangan partai politik di Kabupaten Bima dalam Tahun 2006 dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Masing-masing Parpol mengajukan permohonan dana Bantuan kepada Pemda melalui surat permohonan yang diajukan kepada Bupati Kabupaten Bima dilengkapi dengan Proposal atau Rencana Anggaran Biaya Kegiatan. Surat permohonan bantuan yang disertai proposal dari Parpol diverifikasi oleh Bupati untuk selanjutnya diterbitkan disposisi persetujuan jumlah bantuan yang disetujui. Dalam rangka pemberian bantuan, Bagian Keuangan hanya berdasarkan proposal dari masing-masing Parpol yang telah diverifikasi oleh Bupati yang disertai dengan disposisi Bupati merealisasikan anggaran belanja bantuan parpol. Tidak ada koordinasi dengan unit kerja lain, dhi Badan Kesbang Linmas dan KPUD sebagai tim peneliti dan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengajuan, penyerahan dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik. b. Bagian Keuangan Setda menyerahkan bantuan keuangan kepada partai politik penerima bantuan hanya dalam bentuk surat tanda terima uang

(kwitansi) ditandatangani diatas meterai oleh penerima uang bantuan, tanpa disertai Berita Acara Serah Terima. Hasil pemeriksaan atas SPJ dari masing-masing partai politik yang mendapat dana bantuan Pemda diketahui kelemahan atas prosedur yang diterapkan tersebut adalah : a. Keabsahan kelengkapan dokumen yang diajukan/diserahkan tidak terjamin karena tidak sesuai ketentuan yang disyaratkan, terbukti terdapat partai yang mengajukan permohonan bantuan keuangan dokumen pengajuan tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Parpol; b. Tidak ada pengujian dokumen yang memadai dalam Prosedur pengajuan dan penyerahan bantuan keuangan partai politik karena tidak dibentuk Tim penelitian dan Pemeriksaan Persyaratan Administrasi Pengajuan,

Penyerahan dan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik di tingkat Kabupaten, yaitu terdapat penerima bantuan keuangan adalah yang tidak berhak sesuai ketentuan

Keadaan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tanggal 28 Juli 2005 tentang Pedoman Pengajuan, Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik yaitu; a. pasal 4 ayat (1) Pengajuan bantuan keuangan tingkat Kabupaten/Kota disampaikan secara tertulis oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota ditandatangani Ketua dan Sekretaris atau sebutan lainnya kepada Bupati/Walikota dengan menggunakan kop surat dan cap stempel partai politik dengan melampirkan: a) Surat Keputusan DPP Partai Politik yang menetapkan Susunan Kepengurusan DPC Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Politik atau sebutan lainnya; b) Foto copy surat keterangan NPWP yang dilegalisir Pejabat yang berwenang; c) Surat keterangan autentikasi hasil penetapan perolehan kursi partai politik di DPRD tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir Ketua atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;

d) Surat pernyataan Partai Politik yang menyatakan bersedia dituntut sesuai peraturan perundangan apabila memberi keterangan yang tidak benar yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPC atau sebutan lainnya diatas meterai dengan menggunakan kop surat partai politik. e) Lampiran tersebut pada huruf a,b,c dan d dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan ayat (2) Surat pengajuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tembusannya disampaikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dan Kepala Badan/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten/Kota atau sebutan lainnya. b. Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan bahwa penelitian dan pemeriksaan

kelengkapan administrasi pengajuan, penyerahan dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik tingkat Kabupaten/Kota dilakukan oleh Tim penelitian dan Pemeriksaan Persyaratan Administrasi Pengajuan, Penyerahan dan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik di tingkat Kabupaten/Kota; c. pasal 14 yang menyebutkan “Penyerahan bantuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dengan persyaratan administrasi : a) surat keterangan bank yang menyatakan memiliki nomor rekening bank atas nama DPC Partai Politik; b) surat tanda terima uang bantuan yang dibuat dalam bentu kwitansi ditandatangani diatas meterai oleh Ketua dan Bendahara DPC partai politik dengan menggunakan kop surat dan cap stempel partai politik; c) berita acara serah terima dibuat dalam rangkap 4(empat) yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten/Kota atau sebutan lainnya sebagai Pihak Pertama dan oleh Ketua dan Bendahara DPC partai politik atau sebutan lainnya sebagai Pihak Kedua;

Hal tersebut mengakibatkan : a. Kelengkapan dokumen sebagai syarat pengajuan bantuan tidak sesuai ketentuan, yaitu Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) pada saat pengajuan bantuan keuangan kepada Pemda,surat pengajuan oleh Dewan Pimpinan Cabang PPIB Kabupaten Bima tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretarisnya, serta pembayaran kepada yang tidak berhak menerima;

b. Parpol yang tidak mendapat kursi di DPRD Kabupaten Bima mendapat bantuan keuangan.

Kondisi tersebut disebabkan oleh : a. Bupati Bima belum mengetahui ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik; b. Kepala Bagian Keuangan selaku pihak yang menyerahkan bantuan keuangan belum mengetahui ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik dan tidak berkoordinasi dengan Kepala Badan Kesbanglinmas dan Ketua/Sekretaris KPUD Kabupaten Bima.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima sepakat dengan temuan tim BPK RI, untuk pelaksanaan prosedur pemberian dan pertanggungjawaban bantuan terhadap Parpol, akan diusahakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BPK RI menyarankan kepada : a. Bupati Bima agar tahun mendatang dalam merealisasikan bantuan Parpol menerapkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik; b. Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan selaku pihak yang menyerahkan bantuan keuangan yang belum menerapkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik dan tidak berkoordinasi dengan Kepala Badan Kesbanglinmas dan Ketua/Sekretaris KPUD Kabupaten Bima

2. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat mendukung nilai aset di Neraca

Sesuai dengan Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 diketahui saldo Aktiva Tetap sebesar Rp972.671.077.832,00 yang terdiri dari Tanah, Gedung dan Bangunan, Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan, Mesin dan Peralatan dan Aktiva Tetap Lainnya. Saldo tersebut merupakan akumulasi Saldo per 31 Desember 2004 yang merupakan hasil penilaian oleh

Konsultan Penilai Independen ditambah dengan realisasi belanja modal pada T.A 2005 dan 2006. Sehingga saldo tersebut hanya merupakan hasil pencatatan Bagian keuangan yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Laporan Keuangan. Penyusunan Neraca akun Aktiva Tetap dengan cara tersebut dilakukan oleh Bagian Keuangan karena data pendukung penyusunan Neraca Akun Aktiva Tetap berupa Daftar Asset Daerah belum dibuat oleh Bagian Umum dan Perlengkapan. Seharusnya penyajian nilai aktiva tetap dalam Neraca memperhatikan mutasi aset dalam satu tahun anggaran. Hal ini terjadi karena koordinasi Bagian Keuangan dan Bagian Umum dalam penyusunan neraca kurang optimal. Keadaan ini terbukti pula Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 baru selesai dibuat tanggal 27 April 2007. Sehingga Penyusunan Neraca per 31 Desember 2006 tidak didukung data mengenai Aset Daerah. Sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah, Bagian Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pengelolaan barang daerah dan mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah pada unit-unit kerja. Sebagai pusat inventarisasi barang, Bagian Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab menghimpun hasil inventarisasi seluruh barang dari masing-masing unit kerja. Namun Bagian Umum dalam mengamankan asset milik daerah belum menghimpun data tentang aktiva tetap dari masing-masing unit kerja dan belum menghimpun seluruh Asset Daerah kedalam Daftar Aset Daerah, karena masing-masing unit kerja belum menyerahkan laporan aset yang dikuasainya.

Keadaan tersebut tidak sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah : a. Pasal 8 ayat (2) Kepala Biro Perlengkapan/Kepala bagian perlengkapan bertanggung jawab untuk membuat daftar hasil pengadaan barang daerah yang merupakan kompilasi realisasi pengadaan dalam satu tahun anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan merupakan lampiran perhitungan APBD tahun bersangkutan.

b. Pasal 10 ayat (2) Bendaharawan barang atau pejabat yang ditunjuk melakukan tugas-tugas Bendaharawan barang berkewajiban melaksanakan administrasi per bendaharaan barang daerah. c. Pasal 18 ayat (1) Biro perlengkapan/bagian perlengkapan sebagai pusat invetarisasi barang bertanggung jawab untuk menghimpun hasil

inventarisasi barang dan menyimpan dokumen kepemilikan.

Keadaan tersebut mengakibatkan : a. Sulitnya pemantauan atas asset tetap daerah, karena tidak ada data mengenai keberadaan, jumlah dan kondisi aset yang dimiliki; b. Membuka peluang terjadinya kehilangan dan/atau penyalahgunaan asset daerah.

Hal tersebut disebabkan karena : a. Kurangnya koordinasi Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan Kepala Bagian Keuangan; b. Kelalaian Kepala Bagian Umum yang terlambat dalam menyusun Daftar Inventaris Barang. c. Kelalaian Kepala unit kerja yang belum menyampaikan laporan aset daerah yang dikuasainya.

Kabag Umum dan Perlengkapan sepakat dengan temuan tim BPK, keadaan tersebut juga disebabkan karena menunggu laporan penyerahan aset daerah dari masing-masing unit satuan kerja yang sampai sekarang belum diserahkan ke Bupati melalui Bagian Umum dan Perlengkapan.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada : a. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan Bagian Keuangan yang kurang berkoordinasi dalam menyusun aset daerah sebagai bahan dukungan Neraca; b. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang terlambat dalam menyusun Daftar Inventaris Barang. c. Kepala unit kerja yang belum menyampaikan laporan aset daerah yang dikuasainya.

3. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa BPKB.

Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 diketahui bahwa Rincian Obyek Belanja Modal Alat Angkutan Darat Bermotor Roda Empat (2.01.03.3.9.01.01.1) Tahun Anggaran 2006 dianggarkan sebesar Rp7.335.200.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp7.001.935.000,00 atau 95,46%. Dari realisasi sebesar Rp7.001.935.000,00 tersebut diantaranya senilai Rp2.002.075.001,00 berupa lima unit kendaraan sampai dengan saat pemeriksaan tanggal 25 April 2007 belum didukung dengan bukti kepemilikan yang sah berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) atas nama Pemerintah Kabupaten Bima. Adapun rincian asset tetap berupa kendaraan yang belum ada bukti kepemilikannya tersebut adalah sebagai berikut:
No 1 1 2 3 4 5 Jenis Kendaraan 2 Toyota Camry 2,4 AT Sedan Altis Isuzu ELF Mobil Pemadam Kebakaran Bus Sedang Jumlah No SPMU 3 200/BT/2006 200/BT/2006 765/BT/2006 775/BT/2006 1853/BT/2006 Tgl SPMU 4 08/03/2006 08/03/2006 13/06/2006 14/06/2006 13/10/2006 Harga Perolehan (Rp) 5 389.400.000,00 248.675.001,00 199.000.000,00 770.000.000,00 395.000.000,00 2.002.075.001,00

Kondisi tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Pasal 38 Ayat (1) yaitu upaya pengurusan barang daerah agar dalam pemanfaatan terhindar dari penyerobotan, pengambilalihan atau klaim dari pihak lain dilakukan antara lain dengan cara Pengamanan administratif yaitu dengan melengkapi sertifikat dan kelengkapan bukti-bukti kepemilikan;

Kendaraan yang belum memiliki BPKB atas nama Pemerintah Kabupaten Bima ini mengakibatkan keabsahan kepemilikan asset daerah kurang terjamin dan apabila ada pengambilalihan atau klaim dari pihak lain Pemerintah Kabupaten Bima akan kesulitan membuktikannya.

Hal ini terjadi karena kurang optimalnya kinerja Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima dalam menangani ketepatan waktu penyelesaian BPKB yang menjadi tugasnya serta kurangnya upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan Satlantas.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan mengakui temuan BPK RI dan akan mengurus penyelasaian BPKB lima unit kendaraan roda empat tersebut secepatnya.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memerintahkan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima lebih intensif dalam mengurus bukti kepemilikan kendaraan Pemkab Bima dengan berkoordinasi dengan Satlantas.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ATAS KEPATUHAN DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BIMA TAHUN ANGGARAN 2006 DI RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor Tanggal

: :

02.2B /Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 30 April 2007

DAFTAR ISI

Halaman DAFTAR ISI……………………………………………………………………………. RESUME PEMERIKSAAN…………………………………………………………… TEMUAN PEMERIKSAAN KEPATUHAN A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Pengeluaran Kas bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00.......................................................................... 2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar Rp5.871.614.385,00............... 3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan bukti pengeluaran yang lengkap.................................................................................................................. B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Penganggaran dan Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan................................................... 2. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp9.842.000.950,00 mendahului Penetapan APBD Kabupaten Bima ……………………………………… 16 13 9 6 4 i 1

DAFTAR LAMPIRAN: Lampiran 1 Daftar belanja T.A 2006 dibebani T.A 2004 dan 2005 Lampiran 2 Lampiran 3 Daftar Belanja belum lengkap Daftar belanja mendahului penetapan APBD

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, dan Pasal 56 UndangUndang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksan yang dilakukan.

Ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima, sebagai bagian dalam perolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, BPK RI melakukan pengujian kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang berkaitan dengan pelaporan keuangan. Namun pemeriksaan yang BPK RI lakukan tidak dirancang khusus untuk menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan BPK RI tidak mengeluarkan pendapat atas laporan kepatuhan. Standar Pemeriksan Keuangan Negara (SPKN) mengharuskan BPK RI untuk melaporkan kepada pihak peraturan berwenang yang terkait apabila terjadi serta

ketidakpatuhan

terhadap

perundang-undangan,

kecurangan

ketidakpatutan, apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan menemukan hal-hal tersebut.

Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 yang memuat pendapat Wajar Dengan Pengecualian dengan Nomor : 02.2.A/Pwk.BPK RI

di Dps/04/2007, tanggal 30 April 2007 dan Laporan atas Pengendalian Intern dalam kerangka pemeriksaan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima dengan Nomor: 02.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007, tanggal 30 April 2007

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut dilakukan berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan, mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar

tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan dalam pelaporan keuangan.

Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dalam pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut: 1. Pengeluaran Kas bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00; 2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar Rp5.871.614.385,00; 3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan bukti pengeluaran yang lengkap; 4. Penganggaran dan Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan; 5. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai mendahului Penetapan APBD Kabupaten Bima; Berdasarkan temuan tersebut, BPK RI menyarankan Bupati Bima agar: 1. Memberi sanksi kepada Tim Anggaran Eksekutif yang pada saat penganggaran Kerjasama Operasi Tahun 2006 tidak mencermati ketentuan yang berlaku; 2. Memberi sanksi kepada Pengguna Anggaran Tahun 2004 dan 2005 dalam hal ini Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan pengikatan kontrak pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia; Rp9.842.000.950,00

3. Memberi sanksi kepada Pemegang Kas dan Atasan Langsung Pemegang Kas yang belum melengkapi bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPMU BT dan Kepala Sub Bagian Verifikasi yang mengesahkan surat pertangungjawaban yang belum dilengkapi bukti yang lengkap. 4. Dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol memperhatikan ketentuan yang berlaku dan mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No. 29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005 ; 5. Memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif dalam membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas waktu penetapan APBD dan memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam membuat Keputusan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mendahului penetapan APBD Tahun Anggaran 2006; Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan atas Kepatuhan. Denpasar, 30 April 2007 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Perwakilan BPK RI di Denpasar Kuasa Penanggungjawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak Akuntan Register Negara Nomor D-6407

TEMUAN PEMERIKSAAN
A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Pengeluaran Kas Bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00 tidak sesuai ketentuan

Dalam

Tahun

Anggaran

2006

Pemerintah

Kabupaten

Bima

mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT.(Persero) Merpati Nusantara Airline dalam rangka memperlancar pelayanan penerbangan dari dan ke Bima. Perjanjian tersebut dilakukan dengan Kontrak Perjanjian Kerjasama Operasi Nomor : E.9/01/I/2006 dan Nomor : 04 Tahun 2006 tanggal 28 Januari 2006. Dalam perjanjian tersebut menyebutkan, Pemda Kabupaten Bima setuju bekerjasama operasi penerbangan dengan PT.(Persero) Merpati untuk menyediakan Dana Kerjasama Operasi sebesar Rp5.000.000.000,00 dan dari hasil operasi penerbangan tersebut masing-masing pihak mendapat bagian Pendapatan (Revenue) sesuai prosentase yang ditetapkan yaitu Pemda mendapatkan bagian 6,21% dari Pendapatan Kerjasama Operasi dan PT.Merpati mendapatkan 93,79 %. Jangka waktu perjanjian ini ditetapkan selama 22 bulan 15 hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini. Perjanjian berakhir tanggal 12 Desember 2007. Pemda tidak berhak menerima pendapatan (revenue) lagi apabila telah tercapai maksimum pendapatan secara akumulasi sebesar Rp6.360.405.356,00 dalam masa kerjasama. Sebagai tindaklanjut atas perjanjian tersebut Pemda Kabupaten Bima telah menganggarkan dana Kerjasama Operasi dalam APBD Tahun Anggaran 2006 melalui Belanja Barang dan Jasa pada Pos Belanja Operasi dan Pemeliharaan Setda dengan Objek Belanja Biaya Jasa Pihak Ketiga (2.01.03.2.2.02.01.2) dengan anggaran sebesar Rp5.006.000.000,00. Dari anggaran tersebut telah direalisasikan untuk dana Kerjasama Operasi sebesar Rp5.000.000.000,00. Dalam tahun anggaran 2006 Pemda Kabupaten Bima juga telah mendapat pembagian hasil kerjasama yang dicatat dalam rekening Lain-lain PAD yang sah, sebesar Rp2.156.040.672,00.

Atas investasi sebesar Rp5.000.000.000,00 tersebut seharusnya dianggarkan dan direalisasikan dalam pengeluaran pembiayaan, sehingga tidak dapat dikoreksi karena tidak dianggarkan dalam akun Pengeluaran Pembiayaan pada APBD induk, sedangkan atas penerimaan hasil kerjasama sebesar Rp2.156.040.672,00 pada akun Lain-lain PAD yang sah tidak dapat dikoreksi karena dalam jumlah tersebut tidak dapat dipisahkan antara pengembalian pembiayaan dengan pendapatan. Pemeriksaan atas Catatan Laporan Keuangan Pemda Kabupaten Bima Tahun 2006, Perjanjian Kerjasama Operasi senilai Rp5.000.000.000 belum diungkapkan dalam Rancangan Laporan Keuangan Daerah Tahun 2006, mengenai model kerjasama yang dilakukan dan pola kerjasama yang diterapkan, baik dalam Neraca maupun dalam informasi tambahan dalam catatan atas laporan keuangan.

Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan : a. Pernyataan No. 02 Paragraf 8 menyebutkan bahwa : 1) Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh

pembayarannya kembali oleh pemerintah. 2) Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan dalam maupun tahun-tahun pemerintah anggaran terutama

berikutnya,

penganggaran

dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran. b. Pernyataan No.06 Paragraf 20 yaitu suatu pengeluaran kas atau asset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria : (a) Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa potensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah; (b) Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai.

Kondisi tersebut mengakibatkan: a. Realisasi belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan T.A 2006 masingmasing sebesar Rp5.000.000.000,00 dan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp2.156.040.672,00 belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. b. Investasi Pemda dalam Neraca per 31 Desember 2006 belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya;

Hal tersebut disebabkan karena Tim Anggaran Eksekutif pada saat penganggaran Kerjasama Operasi tidak menaati ketentuan yang berlaku.

Kasubag Anggaran Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima menegaskan pada perjanjian kerjasama yang akan datang, kami mencatat sebagai investasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Tim Anggaran Eksekutif yang pada saat penganggaran Kerjasama Operasi Tahun 2006 tidak mencermati ketentuan yang berlaku.

2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar

Rp5.871.614.385,00

Pemeriksaan secara uji petik terhadap SPMU dan SPJ atas belanja pada beberapa unit kerja dilingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 diketahui belanja daerah Tahun Anggaran 2006

dibebani kewajiban Tahun Anggaran 2004 dan 2005, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Belanja Sekretariat Daerah pada Belanja Aparatur menganggarkan Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan dan Dokumentasi (2.01.03.1.2.10.01.1) sebesar Rp1.025.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar

Rp997.968.725,00 atau 97,36%. Dari realisasi tersebut sebesar Rp109.964.500,00 atau Anggaran 2005. 11,02%

diantaranya

merupakan belanja Tahun

b. Dinas Kimpraswil menganggarkan Belanja Modal Jalan dan Jembatan lanjutan (2.15.01.3) pada Belanja Publik sebesar Rp4.888.628.885,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp4.888.574.885,00 atau 99,999% yang terdiri dari: Belanja Modal Jalan (2.15.01.3.2.01) dianggarkan sebesar

Rp1.073.228.885,00 telah direalissaikan sebesar Rp1.073.228.885,00 atau 100% dan Belanja Modal Jembatan (2.15.01.3.2.02) dianggarkan sebesar Rp3.815.346.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp3.815.292.000,00 atau 99,999%. Dari realisasi sebesar Rp4.888.574.885,00 tersebut

seluruhnya merupakan Belanja Modal Jalan dan Jembatan Tahun Anggaran 2004 yang baru dibayarkan pada Tahun Anggaran 2006. c. Dinas Perhubungan menganggarkan Belanja Operasi dan Pemeliharaan lanjutan (2.16.01.2.4) pada Belanja Publik sebesar Rp104.650.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp104.650.000,00 atau 100%. Dari realisasi tersebut seluruhnya merupakan Belanja Pemeliharaan Pembangunan Gedung Kantor Terminal Tente Tahun Anggaran 2005. d. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan Biaya Jasa Pihak Ketiga (2.11.01.2.2.02.2) sebesar Rp4.799.648.940,00 dan telah

direalisasikan sebesar Rp4.673.966.300,00 atau 97,38%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp377.610.000,00 atau 8,07% merupakan Belanja Tahun Anggaran 2004 dan sebesar Rp390.815.000,00 atau 8,36% merupakan Belanja Tahun Anggaran 2005 yaitu Kegiatan Kerja sama Kegiatan Belajar mengajar Sistem Belajar Jarak Jauh Program Penyetaraan D2 dan S1 Guru SD di Universitas Terbuka Tahun Anggaran 2004. Rincian pada Lampiran 1.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : a. Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan

Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada :

-

Pasal 1 huruf (q) yang menyebutkan ”Belanja Daerah adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode Tahun Anggaran tertentu yang menjadi beban daerah”;

-

Pasal 55 ayat (1) : ” Pengguna Anggaran dilarang melakukan tindakan yang mengakibatkan beban APBD jika dana untuk pengeluaran tersebut tidak tersedia atau dananya tidak cukup tersedia”

b. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 54 ayat (1) yang menyatakan bahwa ”SKPD dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja daerah untuk tujuan yang tidak tersedia anggarannya, dan /atau yang tidak cukup tersedia anggarannya dalam APBD”. Belanja Tahun Anggaran 2006 yang dibebani kewajiban Tahun Anggaran 2004 dan 2005 bersangkutan dalam Laporan tersebut mengakibatkan realisasi belanja Realisasi APBD Tahun 2006 belum

mencerminkan realisasi kegiatan Tahun 2006 sebesar Rp5.871.614.385,00

Hal tersebut disebabkan kelalaian pengguna anggaran Tahun 2004 dan 2005 dalam hal ini Sekretaris Daerah, Dinas Kimpraswil, Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan pengikatan kontrak pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia.

Pengguna anggaran dalam hal ini Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena kegiatan yang telah dianggarkan tahun 2004 dan 2005 belum diselesaikan, maka kegiatan tersebut baru dapat diselesaikan tahun 2006.

BPK RI menyarankan Bupati agar memberi sanksi kepada Pengguna Anggaran Tahun 2004 dan 2005 dalam hal ini Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan pengikatan kontrak pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia.

3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Anggaran 2006

Kabupaten Bima

Tahun

Sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan

bukti pengeluaran yang lengkap

Pemeriksaan secara uji petik atas Belanja Daerah pada Satuan Kerja Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Dinas Perhubungan berupa SPMU, SPJ dan bukti-bukti

pendukung pengeluaran Tahun Anggaran 2006, diketahui bahwa terdapat pengeluaran sebesar Rp514.719.350,00 pada Rp240.631.000,00 pada Belanja Sekretariat Daerah, sebesar Tersangka, sebesar

Tidak

Rp1.143.979.500,00 pada Sekretariat DPRD dan sebesar Rp28.000.000,00 pada Dinas Perhubungan belum didukung dengan rincian bukti pengeluaran yang lengkap dengan rincian sebagai berikut; a. Sekretariat Daerah 1) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (2.01.03.1.2.11.01.1) dianggarkan sebesar Rp5.083.500.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp5.083.046.835,00 atau 99,99%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp365.530.000,00 atau 7,19% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada rincian penggunaan, namun hanya berupa kwitansi tanda terima 2) Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal (2.01.03.1.1.04.01.1)

dianggarkan sebesar Rp230.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp127.185.700,00 atau 55,30% Pengobatan Lanjut Luar Daerah dan Biaya Perawatan dan dianggarkan sebesar

Rp180.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp107.250.000,00 atau 59,58%. Dari + realisasi sebesar Rp234.435.700,00 diantaranya sebesar

(Rp127.185.700,00

Rp107.250.000,00)

Rp46.012.000,00 (Rp34.512.000,00 + Rp11.500.000,00) atau 19,63% belum didukung dengan bukti yang lengkap yaitu berupa bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga, namun hanya berupa kuitansi tanda terima 3) Biaya Kesejahteraan Pegawai (2.01.03.1.2.12.01.1) dianggarkan sebesar Rp1.800.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar

Rp1.799.206.147,00 atau 99,96%. Dari realisasi tersebut diantaranya

sebesar Rp25.045.250,00 atau 1,39% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada rincian penggunaan, namun hanya berupa kwitansi tanda terima 4) Biaya Pemeliharaan Angkutan Darat Bermotor (2.01.03.1.4.08.01.1) dianggarkan sebesar Rp1.524.095.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp1.523.578.975,00 atau 98,80%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp22.982.100,00 atau 1,51% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada nota dari toko, namun hanya berupa kwitansi tanda terima 5) Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan Dokumentasi

(2.01.03.1.2.10.01.1) dianggarkan sebesar Rp1.025.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp997.968.725,00 atau 97,36%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp55.150.000,00 atau 5,53% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada rincian penggunaan, namun hanya berupa kwitansi tanda terima

b. Belanja Tidak Tersangka (2.01.03.5) Belanja Tidak Tersangka (2.01.03.5) Dalam Konsep Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2006 dianggarkan sebesar Rp1.021.900.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp713.463.950,00 atau 69,82%. Realisasi sebesar Rp713.463.950,00 digunakan untuk Bantuan Bencana Alam seperti banjir, kebakaran dan keracunan yang didistribusikan melalui Dinas Sosial. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar

Rp240.631.000,00 atau 33,37% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada Proposal, hanya berupa telaah dari staf Dinas Sosial dan kwitansi tanda terima

c.

Sekretariat DPRD 1) Biaya Pengembangan SDM (2.01.04.1.1.05.1) Biaya Pengembangan SDM pada Sekretariat DPRD, dianggarkan sebesar Rp1.280.000.000,00, dengan realisasi sebesar

Rp1.077.200.000,00, atau 84,16%. Dari jumlah realisasi tersebut, diantaranya sebesar Rp278.125.000,00 belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu hanya berupa bukti internal tanpa disertai bukti

pendukung yang terinci dari fihak yang menyelenggarakan pelatihan serta tidak ada laporan hasil pelaksanaan kegiatan: 2) Biaya Perjalanan Dinas (2.01.04.1.3. 1) Pemeriksaan secara uji petik atas Biaya Perjalanan Sekretariat DPRD, yang dianggarkan sebesar Rp1.515.000.000,00, dengan realisasi sebesar Rp1.454.326.500,00, atau 96,00%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp865.854.500,00 atau 60,00% belum didukung dengan bukti yang lengkap yaitu tidak ada Surat Tugas dan SPPD, namun hanya berupa kwitansi tanda terima.

d. Dinas Perhubungan Biaya Perjalanan Dinas (2.16.01.1.3.03.1) yang dianggarkan sebesar Rp75.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp73.270.000,00 atau 97,69%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp28.000.000,00 atau 38,21% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada Surat Tugas dan SPPD, namun hanya berupa Kwitansi tanda terima.

Dengan demikian jumlah realisasi pengeluaran yang tidak didukung dengan rincian bukti + + yang lengkap sebesar + + Rp1.927.329.850,00 Rp25.045.250,00 Rp240.631.000,00 + +

(Rp365.530.000,00 Rp22.982.100,00

Rp46.012.000,00 Rp55.150.000,00

Rp278.125.000,00 + Rp865.854.500,00 + Rp28.000.000,00) dengan rincian terlampir (Lampiran 2)

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dalam pasal 61 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap ”setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih; b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD :

1) Pasal 52 ayat (2) disebutkan bahwa ”pembayaran atas SPP-BT dapat dilakukan setelah pejabat yang melaksanakan fungsi perbendaharaan menyatakan lengkap dan sah terhadap dokumen yang dilampirkan, antara lain: daftar rincian penggunaan anggaran belanja, tanda terima pembayaran, kuitansi, nota atau faktur yang disetujui oleh Kepala Unit Pengguna Anggaran”; 2) Pasal 57 Ayat (1) menyatakan uang ”Pengguna Anggaran wajib digunakan dengan cara

mempertanggungjawabkan

yang

membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah”.

Pengeluaran yang belum didukung dengan rincian bukti-bukti yang lengkap tersebut mengakibatkan realisasi belanja sebesar Rp1.927.329.850,00 kurang dapat menjamin syarat keabsahan pertanggungjawaban dan membuka peluang penyalahgunaan keuangan.

Hal ini terjadi karena : a. Kelalaian dari pemegang kas dan atasan langsung pemegang kas yang belum melengkapi bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang; b. Kelalaian dari Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPMU BT dan Kepala Sub Bagian Verifikasi yang mengesahkan surat pertanggungjawaban yang belum dilengkapi bukti yang lengkap.

Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima dan Pejabat yang mewakili Sekretaris DPRD Kabupaten Bima sepakat dengan temuan tim BPK dan untuk pelaksanaan realisasi anggaran belanja akan datang akan dilengkapi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada : a. Pemegang kas dan atasan langsung pemegang kas yang belum melengkapi bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang; b. Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPMU BT dan Kepala Sub Bagian Verifikasi yang mengesahkan surat

pertanggungjawaban yang belum dilengkapi bukti yang lengkap.

B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan 1. Penganggaran dan realisasi Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan

Berdasarkan Konsep Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 Bantuan Keuangan kepada Parpol telah dianggarkan melalui Pos Belanja Bantuan Keuangan Setda dengan Dari anggaran anggaran setelah perubahan direalisasikan sebesar sebesar

Rp700.000.000,00.

tersebut

Rp617.000.000,00. Berdasarkan APBD, DASK, SPMU dan dokumen pendukung lainnya berupa Penetapan Hasil Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Partai Politik Pemilu 2004 di ketahui hal sebagai berikut : a. Penelitian atas dokumen Penetapan Hasil Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Partai Politik Pemilu 2004 untuk DPRD Kabupaten Bima dikaitkan dan SK Bupati Bima No.941 Tahun 2006 tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol Kabupaten Bima TA.2006 sebesar Rp15.000.000,00 per kursi di DPRD dapat disusun tabel sebagai berikut :
Jumlah Kursi di DPRD 3 7 6 4 4 4 4 3 3 2 1 1 1 40 Nilai per Kursi (Rp) 4 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 Jumlah Anggaran Seharusnya (Rp) 5(3X4) 105.000.000,00 90.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 45.000.000,00 45.000.000,00 30.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 600.000.000,00

No

Nama Partai

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2 Partai Golkar Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan (PDI-P) Partai Merdeka Partai Indonesia Baru (PIB) Partai Bintang Reformasi (PBR) JUMLAH

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terdapat 12 Partai politik yang mendapat kursi di DPRD Kabupaten Bima dengan jumlah anggota DPRD seluruhnya sebanyak 40 orang. Dalam tahun 2006 Partai politik yang mendapat kursi DPRD tersebut mendapat dana Bantuan Partai Politik sebesar Rp15.000.000,00 per kursi. Dari 40 kursi yang ada seharusnya dianggarkan dalam APBD tahun 2006 mendapat bantuan keuangan seluruhnya sebesar Rp15.000.000,00 x 40= Rp600.000.000,00. Namun dalam APBD Tahun 2006 dianggarkan sebesar Rp700.000.000,00, sehingga terdapat kelebihan penganggaran sebesar Rp100.000.000,00. Berdasarkan penjelasan dari Kepala Bagian Keuangan dan Kasubag Anggaran bahwa kelebihan penganggaran tersebut direncanakan untuk partai politik yang tidak mendapat kursi di DPRD sesuai dengan yang diatur dalam SK Bupati Bima No.941 Tahun 2006 tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol Kabupaten Bima TA.2006. b. Penelitian atas SPJ berupa SPMU dan Kwitansi Pembayaran bantuan keuangan kepada seluruh parpol yang menerima bantuan keuangan diketahui Partai Politik yang tidak mendapat kursi di DPRD Kabupaten Bima mendapat bantuan keuangan sebesar Rp17.000.000,00 sesuai SPMU no.804/BT/2006 tanggal 22 Juni 2006 dan SPMU no.138/BT/2006 tanggal 21 Februari 2006. Dengan demikian terdapat realisasi anggaran bantuan keuangan parpol yang tidak sesuai ketentuan seluruhnya sebesar Rp17.000.000,00

Keadaan ini tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah RI No.29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik pasal 2 ayat (2) yang menyebutkan “ Bantuan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan kepada partai politik yang mendapatkan kursi di Lembaga Perwakilan Rakyat hasil Pemilihan Umum Tahun 2004;

Penganggaran dan pemberian bantuan keuangan kepada parpol yang tidak sesuai ketentuan tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan daerah sebesar Rp17.000.000,00.

Kondisi tersebut disebabkan karena kebijakan Bupati Kabupaten Bima dalam menerbitkan SK tentang tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol yang tidak mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No.29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005.

Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima menegaskan untuk penganggaran dan pelaksanaan APBD tahun mendatang Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima akan lebih ketat sesuai peraturan yang berlaku.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar dalam menerbitkan SK tentang tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol memperhatikan ketentuan yang berlaku dan mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No.29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005.

2. Realisasi belanja daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp9.842.000.950,00 mendahului penetapan APBD Kabupaten Bima

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006 pada tanggal 16 Mei 2006 yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Tahun 2006 Nomor 1 tanggal 20 Mei 2006. Keterlambatan penetapan APBD Tahun Anggaran 2006 terjadi karena menunggu pembahasan Perhitungan APBD Tahun 2005. Pemeriksaan secara uji petik, terdapat realisasi atas belanja daerah yang realisasinya mendahului penetapan APBD, diluar yang diperkenankan yaitu pada unit kerja Sekretariat Daerah (2.01.03.1) sebesar Rp9.752.751.350,00. Dinas Kesehatan (2.10.01.1) sebesar Rp23.019.600,00 dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (2.01.06.1) sebesar Rp66.230.000,00. Realisasi Belanja Daerah seluruhnya sebesar Rp9.842.000.950,00 tersebut, dengan menerbitkan 220 buah SPMU berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006 tentang Pelaksanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului Penetapan APBD Tahun Anggaran 2006. Rincian dapat dilihat pada Lampiran 3.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD Pasal 49 dalam ayat (1) menyebutkan bahwa “Pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD, tidak dapat dilakukan sebelum Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disahkan dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah”.

Belanja yang mendahului penetapan APBD tersebut mengakibatkan belanja sebesar Rp9.842.000.950,00 tidak mempunyai landasan hukum yang mengikat.

Kondisi tersebut disebabkan oleh a. Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif dalam membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas waktu penetapan APBD. b. Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006 tentang Pelaksanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului Penetapan APBD Tahun Anggaran 2006. Kasubag Anggaran Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima menjelaskan, realisasi belanja yang mendahului penetapan APBD telah diperkuat dengan Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006 tentang Pelaksanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului Penetapan APBD Tahun Anggaran 2006 yaitu sebagai dasar pelaksanaan kegiatan organisasi dan kegiatan-kegiatan prioritas Pemda Kab.Bima TA.2006.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar : a. Memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif dalam membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas waktu penetapan APBD;

b. Memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam membuat Keputusan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mendahului penetapan APBD Tahun Anggaran 2006.

Lampiran 1
DAFTAR BELANJA T.A 2006 DIBEBANI T.A 2005 DAN 2004 No & Tgl SPMU Uraian 2 3 Sekretarat Daerah 146 Kaplingan Koran Harian Bima Ekspres 1 20-01-2006 142 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan dan 2 20-01-2006 Dokumentasi ( Lain-lain) pada Syarifudin 138 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi ( 20-01-2006 Pembuatan CD Kilas Balik perintah Kabupaten Bima pada 3 Syarifuddin) pada Syarifudin 295 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan & Dokumentasi 4 25-01-2006 (Biaya Peliputan) pada Yasin 232 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi 24-01-2006 (Biaya untuk Pembayaran koran pada Bagian Humas) 5 pada Yasin 230 Biaya Iklan dan langganan Koran NTB Post Pada Bagian 6 24-01-2006 Humas 168 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi 7 (Biaya Rutin Humas) 168 Biaya Iklan dan langganan Koran Bima Ekspres 8 Jumlah Dinas Kimpraswil 1 117/BT/2006 Pembayaran Termin ke III dan IV atas Pekerjaan Jalan 15-02-2006 Sep, 1.552 Km No. 1 2 085/BT/2006 06-02-2006 086/BT/2006 06-02-2006 Pembayaran Termin I sd. IV dan Retansi atas Pekerjaan Pembangunan Jembatan Sori Umba Hami, W = 19 M' Pembayaran Angsuran Ke IV atas Pekerjaan Pengadaan Baja bergelombang Type Multy Plate Underpasas dan Accossoris pipa 1 (satu) unit kegiatan Penangan Jalan dan Jembatan Kabupaten Pembayaran Termin I sd IV dan Retensi atas Kegiatan Penanagan Jalan dan Jembatan Sori Mango XVIII, W 30 M' Pembayaran Angsuran Ke IV atas Pekerjaan Pengadaan Baja bergelombang Type Multy Plate Underpasas dan Accossoris pipa 1 (satu) unit kegiatan Penangan Jalan dan Jembatan Kabupaten Pembayaran Termin I sd IV atas kegiatan Penanganan Jalan dan Jembatan Jurusan Maria-Riamau SEP 800. Pembayaran Retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Jumlah 4 15.000.000,00 2.000.000,00 12.700.000,00

10.000.000,00 40.337.000,00

3.650.000,00 6.277.500,00 20.000.000,00 109.964.500,00 118.023.885,00 473.376.000,00

3

567.180.000,00

4

084/BT/2006 06-02-2006 087/BT/2006 06-02-2006

895.500.000,00

5

760.300.000,00

6 7

027/BT/2006 06-02-2006 0020/BT/2006 10-03-2006

453.361.500,00 50.373.500,00

1 8 9

2 0088/BT/2006 06-03-2006 00192/BT/2006 06-03-2006 00191/BT/2006 06-03-2006 00196/BT/2006 06-03-2006 00194/BT/2006 06-03-2006 00195/BT/2006 06-03-2006 00193/BT/2006 06-03-2006 00218/BT/2006 06-03-2006

10

11

12

13

14

15

3 Pembayaran Termin III & IV atas Kegiatan Penanganan Jalan dan Jembatan SP PAI-PAI dalam SEP 4.80 Km. Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan Jembatan Jurusan Sori Ngguwu Panja II W 15 M' Kegiatan Penangan Jalan dan Jembatan Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Sori Ngguwu Panja V w 15 M, Penanganan Jalan dan Jembatan Pembayaran Retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jembatan jurusan Sori Ngguwu Panja V w 15 M, Penanganan Jalan dan Jembatan Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Sori Ngguwu Panja V w 15 M, Penanganan Jalan dan Jembatan Pembayaran retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan Sori Manggo VII W 15 M, Kegiatan Penanganan Jalan dan Jembatan Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan Jembatan Jurusan Sori Ngguwu Panja II W 15 M' Kegiatan Penangan Jalan dan Jembatan Pembayaran retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jembatan Jurusan PAI-PAI dalam SEP4.800 km Jumlah Belanja Pemeliharaan Pembangunan Terminal Tente Tahun Anggaran Jumlah Belanja Peningkatan Kualitas Pendidikan Jumlah Jumlah total Gedung Kantor

4 362.070.000,00 335.601.000,00

335.700.000,00

37.300.000,00

335.790.000,00

37.310.000,00

37.289.000,00

89.400.000,00 4.888.574.885,00 104.650.000,00 104.650.000,00 768.425.000,00 768.425.000,00 5.871.614.385,00

Dinas Perhubungan 1 461/BT/2006 4-005-2006 Dinas P dan K 1 2894/PK/2006 11-12-2006

Lampiran 2

Daftar Bukti Belum Lengkap
No 1 No. & Tgl.BKU 2 Uraian 3 Jumlah (Rp) 4 Keterangan 5

I Sekda Pendukung Pelaksanaan Tugas a. 1 2 3 4 5 6 7 2688 2841 6-06-2006 2849 6-06-2006 3251 16-06-2006 3305 19-06-2006 3692 4-07-2006 3693 4-07-2006 3694 4-07-2006 3695 4-07-2006 6551 2-10-2006 6548 2-10-2006 6549 2-10-2006 6550 2-10-2006 6553 2-10-2006 4699 2-08-2006 4702 2-08-2006 4665 1-08-2006 8382 14-12-2006 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Bulan Juni 2006 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Lembaga Pengawasan ) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Bagian Operasional ) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Peningkatan Stabilitas Komandan daerah) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Dinas) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Bagian Umum) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 30.280.000,00 Hanya berupa Tanda terima 2.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 4.500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 28.400.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 6.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 3.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

1
25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

2
8184 14-12-2006 7942 5-12-2006 7899 4-12-2006 7882 1-12-2006 5789 24-08-2006 5693 6-09-2006 5521 4-09-2006 5292 4-09-2006 5493 4-09-2006 5495 4-09-2006 6099 25-09-2006 7169 1-11-2006 7201 1-11-2006 7207 1-11-2006 7201 1-11-2006 7201 1-11-2006 7205 1-11-2006 7370 7-11-2006 7546 14-11-2006 7607 15-11-2006 7622 15-11-2006

3
Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas DinasDinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( Bagian Sosial) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Pertambangan / Energi Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (BPMPP) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Bagian Umum) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Bagian Ekonomi) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Sekda bulan September 2006) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( Asisten Administrasi Pembangunan) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( Dinas-Dinas) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Perhubungan Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas untuk Bulan Nopember 2006 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas untuk Bulan Nopember 2006 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas untuk Bulan Nopember 2006 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Lainnya Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Pembrantas KKN) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Bagian Pemerintahan Desa Setda Bima

4

5
kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

30.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 20.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 6.200.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 12.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 2.500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 3.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 16.500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 5.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 15.650.000,00 Hanya berupa Tanda terima 365.530.000,00

36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

47

b.

Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (Lembaga Pengawasan) Jumlah a Biaya Perawatan dan Pengobatan Pengobatan Lokal

kwitansi

1

4211 19-07-2006 4217 19-07-2006 7030 20-10-2006 8140 8-12-2006 8426 14-12-2006 8124 7-12-2006 8125 7-12-2006 8625 22-12-2006 8650 26-12-2006 8652 26-12-2006

Biaya Pengobatan an. Ridwan Har

1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 3.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 2.012.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 2.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga

2

Biaya Pengobatan Lanjutan an. Sahada Pada Munir Biaya Perawatan / Pengobatan an. Erman Farid, SE Biaya Perawatan Pegawai an. Suryansyah

3

4

5

Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai an. Hidayat Biaya Perawatan dan Pengobatan an. H. Talib

6

7

Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai an. Budi Harta A. Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai an. H Irmadi Kusuma Biaya Pengobatan an. Kurniawan, S.Sos

8

9

10

Biaya Pengobatan an. Romiliar, SE

1
11

2
8653 26-12-2006 5482 4-09-2006 5484 4-09-2006 -

3
Biaya Pengobatan an. Muhtar, S.Sos

4

5

2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga an. 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 5.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 34.512.000,00

12

Biaya Perawatan Abdurahman

dan

Pengobatan

13

Biaya Pengobatan Pegawai an. Syarifudin Jafar A Md Biaya SE Pengobatan Pegawai an. Rohmiliar,

14

15

7344 7-11-2006 7723 20-11-2006 7762 30-11-2006

Biaya Pengobatan Lanjutan an. Suryansah

16

Biaya Pengobatan Pegawai an. Ratmah Rauf

17

Biaya Pengobatan Pegawai an. Hamon

Jumlah 1 Pengobatan Luar Dearah 2 8008 6-12-2006 5592 6-09-2006 5715 11-09-2006 7345 7-11-2006 7146 7-11-2006 Biaya Perawatan / Pengobatan Lanjut ke Luar Daerah an. Drs. Effendi Sulaiman Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah an. Helmi Jafar Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah (Mataram) an. Drs. Hairuddin Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah an. Muhtar. S.Sos Biaya Pengobatan Pegawai Lanjut ke Luar Daerah an. Lukman M. Tayeb Jumlah Jumlah b. c. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Biaya Kesejahteraan Pegawai 3087 12-06-2006 3233 16-06-2006 3325 22-06-2006 4858 7-08-2006 4857 7-08-2006 4788 3-08-2006 4914 9-08-2006 5051 6049 21-09-2006 5406 9-08-2006 Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Kantin Tratai Bima Belanja Kesejahteraan Pegawai pada UD Nafassah Bima Belanja Kesejahteraan Pegawai Belanja Kesejahteraan Pegawai Belanja Kesejahteraan Pegawai Belanja Kesejahteraan Pegawai Belanja Kesejahteraan Pegawai an. Juhra pada Nuraini Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Sahada Biaya Kesra Pegawai Belanja Kesejahteraan Darmawan, S.Sos Pegawai an.

3.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 4.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan pengobatan pihak ketiga 11.500.000,00 46.012.000,00

3

4

5

6

4.562.500,00 Hanya berupa Tanda terima 3.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 6.928.750,00 Hanya berupa Tanda terima 2.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 2.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 354.000,00 Hanya berupa Tanda terima 1.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 1.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 2.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 1.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 700.000,00 Hanya berupa Tanda terima 25.045.250,00

kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Drs. H. Ruslan Biaya Kesra Pegawai Jumlah c.

1
d. 1 2 3 4

2
027 6-01-2006 028 6-01-2006 096 19-01-2006 101 19-01-2006 187 1010 15-02-2006 4164 18-07-2006 3928 14-07-2006 Biaya Propangganda 1 2 3 4 5 666 2-02-2006 885 10-02-2006 980 13-02-2006 1062 20-02-2006 -

3
Biaya Pemeliharaan mobil Pendopo EA 9616 pada Toko Baru Motor Bima Biaya Pemeliharaan kendaraan Oprasional mobil patroli EA 9616 X biaya Perbaikan KendaraanOp Pemkab. EA 57R Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat Bermotor (Perbaikan kendaraan EA 24 X dllnya) Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat Bermotor Biaya Servis Kendaraan Operasional Assisten II Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat Pendopo Biaya Perbaikan Kendaraan pada Bagian Umum Jumlah d. Biaya Propaganda Pameran Penerangan/Dokumentasi (BiayaIklan dan Biaya Propaganda Pameran Penerangan/Dokumentasi (Biaya Novel Cinta B tL k ) Biaya Langganan Koran pada NTB Post Biaya Iklan Ucapan Selamat Tahun Baru pada SKU Dialog Biaya untuk pembuatan Pesangi dan Siki Lanta untuk Pejabat dilingkungan Pemda dalam rangka hari jadi Bima ke 366 Tahun 2006 Biaya Cuci Cetak Foto dan Album untuk kegiatan Bupati dan Wakil Bupati

4

5

Biaya Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor 4.617.000,00 Tidak ada Nota dari Toko 3.123.700,00 Tidak ada Nota dari Toko 1.503.150,00 Tidak ada Nota dari Toko 2.315.500,00 Tidak ada Nota dari Toko

5 6 7 8

1.103.000,00 Tidak ada Nota dari Toko 2.059.750,00 Tidak ada Nota dari Toko 4.235.000,00 Tidak ada Nota dari Toko 4.025.000,00 Tidak ada Nota dari Toko 22.982.100,00 6.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 10.000.000,00 Hanya berupa Tanda terima 1.800.000,00 Hanya berupa Tanda terima 1.500.000,00 Hanya berupa Tanda terima 33.750.000,00 Hanya berupa Tanda terima kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi kwitansi

e.

6

3112 13-06-2006

2.100.000,00 Hanya berupa Tanda terima 55.150.000,00 514.719.350,00

kwitansi

II

Jumlah e Jumlah I Belanja Tidak Tersangka 1 Biaya Bantuan untuk korban kebakaran an. 782 6-02-2006 Syarifuddin Ds. Jardonggo 2 2406 17-04-2006 2254 15-05-2006 Biaya Tidak Tersangka (Bantuan untuk bencana alam banjir Disampungan Donggo Biaya Tidak Tersangka (Bantuan kepada Masyarakat Kec. Donggo, Kec. Ambalawi/Kec. Wera yang mengalami musibah banjir ) Biaya Tidak Tersangka (Bencana Alam di Desa nevarada, Tegali dan Desa Kawinda) Biaya Bnatuan KorbanKebakaran Rumah di Desa Rabakodo Belanja Bantuan Keuangan untuk Belanja Tidak Tersangka Bantuan untuk korban keracunan di Desa Kuta Kec. Parado Kab. Bima Biaya Tidak tersangka (Bencana Keracunan di Kec. Parado) Biaya Tidak tersangka (Bencana Keracunan di Kec. Parado) Biaya Tidak tersangka (Bantuan Bencana Keracunan di Kec. Parado) Jumlah II Korban

1.500.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 2.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 10.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima

3

4

3345 22-06-2006 5545 4-04-2006 7532 10-11-2006

191.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 2.500.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 10.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima

5

6

7

7588 14-11-2006 7746 30-11-2006 7776 30-11-2006

5.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 5.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 13.631.000,00 Tidak ada Proposal hanya kwitansi tanda terima 240.631.000,00

8

9

1
III

2
Dinas Perhubungan 1 25 31-07-2006

3
Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas Perhubungan bulan Maret dan April 2006 an. Abdul Hamid dkk Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas Perhubungan bulan Mei dan Juni 2006 an. Zaidun Abdul Hamid, BE dkk Biaya Perjalanan Dinas Tetap bulan Juli dan Agustus 2006 an. Zaidun Abdul Hamid, BE dkk Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas Perhubungan bulan September s/d Oktober 2006 an. ST Aminah dkk Biaya Perjalanan Dinas Tetap bulan Nopember s/d Desember 2006 an. ST Aminah dkk jumlah III

4

5

7.000.000,00 Tidak ada Surat Tugas dan SPPD

2

24-08-2006

7.000.000,00 Tidak ada Surat Tugas dan SPPD

3

5-09-2006 18-10-2006

6.710.000,00 Tidak ada Surat Tugas dan SPPD 6.710.000,00 Tidak ada Surat Tugas dan SPPD

4

5

20-12-2006

580.000,00 Tidak ada Surat Tugas dan SPPD 28.000.000,00

IV

Sekretariat DPRD Biaya Pengembangan SDM a. No. Tanggal 1 13/07/2006 2 3 4 5 6 7 8 b. 1 10/07/2006 14/08/2006 23/08/2006 24/08/2006 26/09/2006 16/11/2006 04/12/2006

No. SPMU 2083 1016 2443 1252 2548 2971 3624 3844 Jumlah a.

Keterangan Jumlah (Rp) 4.125.000,00 Adkasi 10.000.000,00 Lokakarya tidak ada penerima 7.500.000,00 Diklat tidak jelas 72.000.000,00 Diklat 4.000.000,00 Diklat 5.000.000,00 Diklat 3.500.000,00 Diklat 172.000.000,00 Diklat tidak ada nama penerima 278.125.000,00 35.940.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 3.594.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 3.174.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya kwitansi 280.980.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas 50.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 3.975.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat

Biaya Perjalanan Dinas Ke Luar Daerah 00023/PK/2006 Bima-Jakarta

2

00081/PK/2006

Bima-Jakarta

3

00081/PK/2006

Bima-Surabaya

4

00274/PK/2006

Bima-Jakarta

5 6

00404/PK/2006 00519/PK/2006

Bima-Makassar Bima-Jakarta

7

00519/PK/2006

Bima-Surabaya

1
8

2
00533/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

5.625.000,00 -Tidak Ada Cap dan Tandatangan Pejabat/kantor yang dikunjungi -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.725.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya kwitansi 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.800.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 2.945.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat

9

00533/PK/2006

Bima-Jakarta

10

000804/PK/2006

Bima-Jakarta

11

000804/PK/2006

Bima-Jakarta

12

910/PK/2006

Bima-Jakarta

13

1655/PK/2006

Bima-Semarang

14

1698/PK/2006

Bima-Surabaya

15

1698/PK/2006

Bima-Denpasar

16

1698/PK/2006

Bima-Jakarta

17

1841/PK/2006

Bima-Jakarta

18

1888/PK/2006

Bima-Jakarta

19

1960/PK/2006

Bima-Jakarta

20

1960/PK/2006

Bima-Jakarta

1
21

2
1960/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat -Tidak Ada Nama Penandatangan 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 22.500.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat - Tanpa tandatangan Pemegang Kas

22

1960/PK/2006

Bima-Jakarta

23

1960/PK/2006

Bima-Jakarta

24

2084/PK/2006

Bima-Jakarta

25

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

26

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

27

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

28

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

29

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

30

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

31

2208/PK/2006

Bima-Jakarta

1
32

2
2208/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat - Tanpa tandatangan Pemegang Kas 33.750.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 101.250.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.725.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat

33

2441/PK/2006

Bima-Jakarta

34

2482/PK/2006

Bima-Jakarta

35

2519/PK/2006

Bima-Jakarta

36

2796/PK/2006

Bima-Jakarta

37

2796/PK/2006

Bima-Jakarta

38

2901/PK/2006

Bima-Jakarta

39

3024/PK/2006

Bima-Jakarta

40

3024/PK/2006

Bima-Jakarta

41

3024/PK/2006

Bima-Jakarta

42

3101/PK/2006

Bima-Jakarta

43

3101/PK/2006

Bima-Jakarta

1
44

2
3174/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 4.897.500,00 -Tidak Ada Surat Tugas

45

3174/PK/2006

Bima-Jakarta

46

3326/PK/2006

Bima-Jakarta

47

3326/PK/2006

Bima-Jakarta

48

3326/PK/2006

Bima-Jakarta

49

3327/PK/2006

Bima-Jakarta

50

3483/PK/2006

Bima-Jakarta

51

3483/PK/2006

Bima-Jakarta

52

3483/PK/2006

Bima-Jakarta

53

3483/PK/2006

Bima-Jakarta

54

3483/PK/2006

Bima-Surabaya

55

3483/PK/2006

Bima-Jogjakarta

1
56

2
3636/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya kwitansi 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 4.045.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas -Tidak Ada Nama Penandatangan -Tidak Ada Tanggal Datang dan Berangkat

57

3636/PK/2006

Bima-Jakarta

58

3636/PK/2006

Bima-Jakarta

59

3636/PK/2006

Bima-Jakarta

60

3703/PK/2006

Bima-Jakarta

61

3776/PK/2006

Bima-Jakarta

62

3843/PK/2006

Bima-Jakarta

63

3855/PK/2006

Bima-Jakarta

64

4055/PK/2006

Bima-Jakarta

65

4055/PK/2006

Bima-Jakarta

66

4088/PK/2006

Bima-Denpasar

67

4088/PK/2006

Bima-Jakarta

1
68

2
00046/PK/2006

3
Bima-Jakarta

4

5

4.294.000,00 Tanpa tanggal kedatangan dan keberangkatan lagi; ada stempel kantor yang dituju, nama dan tandatangan

69

00046/PK/2006

Bima-Mataram

1.180.000,00 Ada stempel dan tandatangan kantor yang dituju, tidak ada nama penandatangan, tidak ada tanggal kedatangan dan keberangkatan lagi

70

00046/PK/2006

Bima-Mataram

1.180.000,00 Ada stempel, nama dan tandatangan kantor yang dituju, tidak ada tanggal kedatangan dan keberangkatan lagi.

71

1698/PK/2006

Bima-Jakarta

5.625.000,00 Maksud perjalanan adalah konsultasi dengan MenPan di Jakarta, namun stempel instansi dari Kantor Penghubung Pemda NTB di Jakarta

72

1698/PK/2006

Bima-Mataram

2.500.000,00 Ada stempel dan tandatangan kantor yang dituju, tidak ada nama penandatangan, tidak ada tanggal kedatangan dan keberangkatan lagi

Jumlah b. Jumlah IV Jumlah Total I, II, III dan IV

865.854.500,00 1.143.979.500,00 1.927.329.850,00

Lampiran 3

Daftar Rekap SPMU Mendahului APBD
No. No & Tgl SPMU 1 2 Sekretariat Daerah 1 01/PK/06 01-01-2006 3 03/BT/06 05-01-2006 4 04/BT/06 06-01-2006 5 05/BT/06 06-01-2006 6 06/BT/06 06-01-2006 7 08/BT/06 09-01-2006 8 09/BT/06 09-01-2006 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 10/BT/06 09-01-2006 14/BT/06 11-01-2006 15/BT/06 11-01-2006 16/BT/06 17-01-2006 17/BT/06 19-01-2006 18/BT/06 19-01-2006 19/BT/06 19-01-2006 20/BT/06 19-01-2006 22/BT/06 19-01-2006 23/BT/06 19-01-2006 24/BT/06 19-01-2006 28/BT/06 23-01-2006 29/BT/06 23-01-2006 Uraian 3 Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal Belanja Bantuan untuk Organisasi Profesi (Seni Budaya) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Pemuda) Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik Belanja Bantuan Keuangan pada Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal/Otonomi Daerah (Honor Badan Pertimbangan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Koni) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai PKPI) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PDIP) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan PWRI) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan MahasiswaI) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Koni) Belanja Bantuan Keuangan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada tempat (Bantuan Mesjid Baburahman Bolo) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi (Lain-lain diarahkan) Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Lainnya (Bantuan Pengadilan Negeri) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi (Pramuka) Belanja Kegiatan Partisifasi Pembangunan Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan Ibadah Profesi Vertikal Profesi Jumlah Rp 4 5.000.000,00 4.845.000,00 5.000.000,00 10.000.000,00 30.000.000,00 5.000.000,00 11.000.000,00

3.000.000,00 20.000.000,00 5.000.000,00 3.500.000,00 2.500.000,00 27.500.000,00 51.731.750,00 10.000.000,00 5.000.000,00 15.000.000,00 3.000.000,00 35.431.000,00 5.250.000,00

1 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

2 30/BT/06 23-01-2006 33/BT/06 23-01-2006 34/BT/06 23-01-2006 35/BT/06 23-01-2006 36/BT/06 23-01-2006 37/BT/06 23-01-2006 38/BT/06 23-01-2006 39/BT/06 23-01-2006 42/BT/06 25-01-2006 44/BT/06 25-01-2006 45/BT/06 25-01-2006 46/BT/06 25-01-2006 47/BT/06 25-01-2006 48/BT/06 25-01-2006 49/BT/06 25-01-2006 50/BT/06 26-01-2006 53/BT/06 27-01-2006 54/BT/06 27-01-2006 55/BT/06 27-01-2006 56/BT/06 27-01-2006 59/BT/06 30-01-2006 60/BT/06 30-01-2006 61/BT/06 30-01-2006

3 Belanja Tidak Tersangka Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum / Keamanan (Bantuan Dandim) Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal Lainnya (Bantuan Kodim) Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum / Keamanan (Bantuan Polres) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Lain-lain diarahkan Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PPP) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PDIP Kab. Bima) Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan an. Kegiatan Bagi Hasil dan Bnatuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBR) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PKB) Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum dan Keamanan (Bantuan Pengadilan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan PWT) Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah ( Masjid Baturahman Desa Bojo Donggo)

4 5.750.000,00 3.807.000,00 3.210.000,00 4.000.000,00 15.562.000,00 3.600.000,00 7.000.000,00 4.127.500,00 12.800.000,00 20.000.000,00 10.000.000,00 5.000.000,00 28.884.500,00 9.000.000,00 10.000.000,00 21.275.000,00

38 39 40 41 42

8.000.000,00 10.000.000,00 9.234.000,00 10.000.000,00 5.750.000,00

43 44

10.000.000,00 10.000.000,00

1 45 46 47 48

2 62/BT/06 30-01-2006 63/BT/06 2-02-2006 64/BT/06 2-02-2006 65/BT/06 3-02-2006 66/BT/06 3-02-2006 67/BT/06 3-02-2006 68/BT/06 3-02-2006 70/BT/06 3-02-2006 71/BT/06 3-02-2006 74/PK/06 3-02-2006 81/BT/06 6-02-2006 82/BT/06 6-02-2006 83/BT/06 6-02-2006 88/BT/06 7-02-2006 89/BT/06 7-02-2006 91/BT/06 7-02-2006 92/BT/06 7-02-2006 93/BT/06 7-02-2006 94/BT/06 8-02-2006 95/BT/06 8-02-2006 97/BT/06 13-02-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Pramuka) Belanja Kegiatan Pengembangan Sistem Anggaran (Bagian Keuangan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Darma Wanita) Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial Kemasyarakatan Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Bencana Alam) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan /Sarana Peribadatan (LPTQ/IPQOH) Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum dan Keamanan (Bantuan Kodim) Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Bencana Alam) Belanja Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkantoran Pemkab Bima (Bagian Umum Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Karang Taruna dan LSM) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Organisasi Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Lain-lain yang diarahkan) Belanja Bantuan Kegiatan Hukum dan Keamanan (Bantuan untuk Polres Kab. Bima) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Kegiatan Penyelesaian Sengketa Hukum (Bagian Hukum) Belanja Bantuan Keuangan untuk keiatan Keagamaan Belanja kegiatan Penyusunan Peraturan Daerah Rencana Induk dan Evaluasi Kinerja (bagian Hukum) Biaya Pengawasan dan Pekerjaan Rehab Wakil Bupati Bima Kegiatan Partisipatif Pembangunan Daerah

4 2.000.000,00 39.940.000,00 5.650.000,00 4.400.000,00

49 50 51 52 53 54

4.250.000,00 11.450.000,00 2.400.000,00 2.500.000,00 3.400.000,00 5.000.000.000,00

56 57 58 59 60 61 62 63 64 65

4.294.000,00 6.000.000,00 1.000.000.000,00 35.906.400,00 5.000.000,00 5.000.000,00 10.000.000,00 4.290.000,00 7.694.000,00 13.955.000,00

66

3.129.000,00

1 67

2 98/BT/06 13-02-2006 103/BT/06 13-02-2006 106/BT/06 14-02-2006 107/BT/06 14-02-2006 108/BT/06 14-02-2006 109/BT/06 14-02-2006 110/BT/06 14-02-2006 111/BT/06 14-02-2006 112/BT/06 14-02-2006 113/BT/06 14-02-2006 114/BT/06 15-02-2006 118/BT/06 16-02-2006 119/BT/06 16-02-2006 121/BT/06 16-02-2006 122/BT/06 16-02-2006 124/BT/06 17-02-2006 125/BT/06 20-02-2006 126/BT/06 20-02-2006 128/BT/06 20-02-2006 129/BT/06 20-02-2006 130/BT/06 20-02-2006 131/BT/06 20-02-2006 132/BT/06 20-02-2006 133/BT/06 21-02-2006

3 Biaya Prencanan atas Pekerjaan Rehab Rumah Wakil Bupati Bima Kegiatan Partisipatif Pembangunan Daerah Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan PKK) Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Bantuan Penanggulangan Narkoba) Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik (PDIP) Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Sosial Kemasyarakatan (Bantuan Listrik/air bersih pada Camat Tambora Belanja Partisipasif Pembangunan Daerah Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan Keagamaan (Bantuan Keagamaan) Belanja tidak Tersangka (Perbaikan Jembatan jurusan San Utara -Compa Kec. Mada Pangga) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bnatuan Olah Raga) Biaya Pengendalian Pembangunan Kab. Bima Tahun 2006 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid Muwahidin Bima) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Musola Asti Sholihin) Belanja Partisipasif Pembangunan Daerah Belanja Bantuan Kegiatan Hukum / Keamanan (Bantuan Pengadilan Negeri) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan PBVST) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bnatuan Mahasiswa HMT cabang Bima) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan (Bantuan MTQ) Kegitan Penyelesaian Hukum dan Ham

4 4.945.000,00

68 69 70 71

3.000.000,00 10.000.000,00 75.000.000,00 25.000.000,00

72 73 74 75 76 77

5.000.000,00 50.000.000,00 2.000.000,00 20.000.000,00 8.580.000,00 4.000.000,00

78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90

17.892.000,00 22.719.000,00 14.836.000,00 5.000.000,00 10.800.000,00 250.000.000,00 3.500.000,00 8.242.500,00 10.000.000,00 15.000.000,00 3.000.000,00 15.000.000,00 15.800.000,00

1 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106

2 134/BT/06 21-02-2006 135/BT/06 21-02-2006 136/BT/06 21-02-2006 138/BT/06 21-02-2006 139/BT/06 21-02-2006 143/BT/06 23-02-2006 144/BT/06 23-02-2006 150/BT/06 23-02-2006 151/BT/06 24-02-2006 152/BT/06 24-02-2006 153/BT/06 24-02-2006 154/BT/06 24-02-2006 154/BT/06 24-02-2006 157/BT/06 24-02-2006 162/BT/06 27-02-2006 163/BT/06 27-02-2006 164/BT/06 27-02-2006 165/BT/06 1-03-2006 166/BT/06 1-03-2006 167/BT/06 1-03-2006 168/BT/06 1-03-2006 171/BT/06 2-03-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan Mahasiswa) Bantuan untuk lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai Demokrat Lainya) Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial Kemasyarakatan (Bantuan SMA Mahdar BOLO) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan Koni) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan Vetran) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan untuk PKK) Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan Keagamaan/Sarana Peribadatan Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PDIP) Bantuan untuk lembaga Tilawatil Quran (LPTQ), IPQOH Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Bantuan Mahasiswa) Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Bantuan Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Gorda Bangsa) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan untuk Lembaga/Instansi Otonomi Daerah (Bantuan Operasional Muspida) Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid Al'Ihwan Risa) Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan Keagamaan (Bantuan Kegiatan Keagamaan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( Lain-lain yang diarahkan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi kegiatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan

4 10.000.000,00 20.000.000,00 6.250.000,00 5.000.000,00 3.000.000,00 77.000.000,00 6.000.000,00 14.000.000,00 5.000.000,00 6.000.000,00 10.000.000,00 5.000.000,00 5.000.000,00 5.000.000,00 28.791.500,00 3.000.000,00

107 108 109 110 111 112

3.000.000,00 11.000.000,00 10.000.000,00 7.000.000,00 10.000.000,00 21.850.000,00

1 113

2 172/BT/06 2-03-2006 174/BT/06 2-03-2006 177/BT/06 3-03-2006 178/BT/06 3-03-2006 184/BT/06 6-03-2006 185/BT/06 6-03-2006 186/BT/06 6-03-2006 187/BT/06 6-03-2006 190/BT/06 6-03-2006 198/BT/06 7-03-2006 199/BT/06 7-03-2006 201/BT/06 8-03-2006 202/BT/06 8-03-2006 203/BT/06 8-03-2006 204/BT/06 8-03-2006 206/BT/06 9-03-2006 209/BT/06 9-03-2006 210/BT/06 9-03-2006 212/BT/06 9-03-2006 216/BT/06 9-03-2006 217/BT/06 9-03-2006 224/BT/06 13-03-2006

114 115 116 118 119 120 121 122

123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Seni Budaya) kegiatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid M-Assobri) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( KNPI) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan/sarana peribadatan (MUI) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( IMBI) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan (Bantuan MTQ) Belanja Kegiatan perencanaan dan Pengawasan Pembangunan Musola dan garasi kegiatan partisipatif Pembangunan Belanja Bantuan Keuangan untuk Desa (Biaya asuransi Kepala Desa) Belanja Bantuan Keuangan untuk Desa (Biaya Oprasional Kepala Desa) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( KNPI) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Wanita Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Lembaga Adat Dana Mboja) Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Profesi (Bantuan Mahasiswa) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan SPRI) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Persabi) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan keamanan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PPP)

4 11.420.000,00

10.000.000,00 5.000.000,00 20.000.000,00 15.000.000,00 15.000.000,00 5.000.000,00 279.750.000,00 40.200.000,00

11.025.000,00 90.000.000,00 9.534.000,00 5.000.000,00 25.000.000,00 5.000.000,00 10.000.000,00 3.500.000,00 3.000.000,00 6.000.000,00 6.500.000,00 5.000.000,00 20.000.000,00

1 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157

2 225/BT/06 13-03-2006 228/BT/06 13-03-2006 229/BT/06 14-03-2006 236/BT/06 15-03-2006 242/BT/06 16-03-2006 244/BT/06 16-03-2006 245/BT/06 16-03-2006 246/BT/06 16-03-2006 252/BT/06 17-03-2006 253/BT/06 17-03-2006 256/BT/06 17-03-2006 258/BT/06 17-03-2006 259/BT/06 17-03-2006 263/BT/06 20-03-2006 268/BT/06 20-03-2006 269/BT/06 20-03-2006 270/BT/06 20-03-2006 271/BT/06 21-03-2006 273/BT/06 21-03-2006 274/BT/06 21-03-2006 276/BT/06 21-03-2006 277/BT/06 21-03-2006 278/BT/06 22-03-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan keamanan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Organisasi Wanita) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / keamanan (Bantuan Pengadilan Negeri) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan Partai PKPB) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PKPI) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid ) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / keamanan (Bantuan Pengadilan Negeri) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid ) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid ) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / keamanan (Bantuan Brimob) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PIB) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan (Bantuan untuk Bazda) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid ) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Mahasiswa) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Kegiatan Penyertaan modal (PD BPR LKPD Kab. Bima) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid Besar Al-Munawarah Kec. Sape) Belanja Bantuan Keuangan pada Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan (Bantuan untuk Persiapan menghadapi MTQ Tingkat Kab. Bima) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / keamanan (Bantuan Kodim)

4 5.000.000,00 7.500.000,00 5.000.000,00 15.000.000,00 20.000.000,00 10.000.000,00 20.000.000,00 7.500.000,00 20.000.000,00 20.000.000,00 25.965.950,00 5.000.000,00 15.000.000,00 7.894.000,00 30.000.000,00 5.000.000,00 5.000.000,00 600.000.000,00 20.000.000,00 4.437.500,00 20.000.000,00 12.500.000,00

158

5.000.000,00

1 159 160 161

2 278/BT/06 23-03-2006 282/BT/06 24-03-2006 284/BT/06 27-03-2006 286/BT/06 27-03-2006 292/BT/06 28-03-2006 293/BT/06 28-03-2006 295/BT/06 28-03-2006 296/BT/06 28-03-2006 301/BT/06 29-03-2006 303/BT/06 3-04-2006 306/BT/06 4-04-2006 309/BT/06 4-04-2006 310/BT/06 4-04-2006 316/BT/06 7-04-2006 319/BT/06 7-04-2006 320/BT/06 7-04-2006 321/BT/06 7-04-2006 322/BT/06 7-04-2006 323/BT/06 7-04-2006 323/BT/06 12-04-2006 330/BT/06 12-04-2006 331/BT/06 12-04-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan pada Persebi) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Asrama Mahasiswa di Luar Daerah) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan untuk kegiatan Olah Raga) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Bantuan PKPI) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan keamanan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan (Bantuan pada Pondok Pesantren Kab. Bima) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai Merdeka) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Seni Budaya) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Pemuda Pancasila) Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah Belanja Bantuan Keuangan untuk Partisipatif Pembangunan Daerah Belanja Kegiatan Penggandaan dan Sosialisasi Kota Naskah Dinas Kab. Bima Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Musolah AS Salam Wawo) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Olah Raga ) Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi Otonomi Daerah (Op. Muspida) Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Golkar)

4 7.000.000,00 39.875.000,00 10.000.000,00

162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 173 174 175 176 177 178 179 180 181

5.000.000,00 10.000.000,00 25.000.000,00 4.500.000,00 5.000.000,00 25.400.000,00 5.000.000,00 15.000.000,00 5.000.000,00 6.000.000,00 20.000.000,00 5.000.000,00 12.245.000,00 5.057.000,00 6.744.000,00 5.000.000,00 20.000.000,00 11.000.000,00 50.000.000,00

1 182 183 184 185

2 332/BT/06 12-04-2006 333/BT/06 12-04-2006 334/BT/06 12-04-2006 337/BT/06 12-04-2006 404/BT/06 26-04-2006 409/BT/06 26-04-2006 413/BT/06 26-04-2006 414/BT/06 26-04-2006 428/BT/06 2-05-2006 432/BT/06 2-05-2006 440/BT/06 2-05-2006 451/BT/06 3-05-2006 455/BT/06 3-05-2006 456/BT/06 3-05-2006 457/BT/06 3-05-2006 458/BT/06 3-05-2006 469/BT/06 4-05-2006 471/BT/06 4-05-2006 473/BT/06 5-05-2006 474/BT/06 5-05-2006 475/BT/06 5-05-2006 477/BT/06 5-05-2006 490/BT/06 8-05-2006 493/BT/06 8-05-2006 497/BT/06 8-05-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBB) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Pemuda) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan untuk guru ngaji) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Darma Wanita) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah (Bantuan Masjid) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Lain-lain yang diarahkan) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Lain-lain yang diarahkan) Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi Otonomi Daerah (Op. Muspida) Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi Otonomi Daerah (Op. Muspida) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Persebi) Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Seni Budaya) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBR) Belanja Bantuan Keuangan Partisipasi Pembangunan Daerah

4 30.000.000,00 27.340.000,00 4.000.000,00 90.100.000,00

186 187 188 189 190 191 192 193 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207

10.000.000,00 20.000.000,00 10.000.000,00 12.000.000,00 15.000.000,00 5.000.000,00 7.894.000,00 10.000.000,00 5.000.000,00 6.000.000,00 11.000.000,00 11.000.000,00 25.000.000,00 10.000.000,00 10.200.000,00 11.090.750,00 25.875.000,00 10.000.000,00 11.500.000,00 7.000.000,00 12.245.000,00

1 208 209 210 211 212

Pendukung Kegiatan Pelaksanan dan Ketertiban (Pengadilan Negeri) Jumlah Kepala Dinas Kesehatan 1 99/BT/06 Kegiatan Pembrantas Penyakit Manular 13-02-2006 2 267/BT/06 Belanja Kegiatan Peningkatan Kualitas Kesehatan 20-03-2006 Masyarakat melalui Pembrantasan Penyakit Manular Jumlah Bappeda 1 304/BT/06 3-04-2006 2 305/BT/06 3-04-2006 3 312/BT/06 5-04-2006 4 438/BT/06 2-05-2006 5 480/BT/06 5-05-2006 6 482/BT/06 5-05-2006 Belanja kegiatan Perencanaan Umum Pembangunan Bappeda Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda Identifikasi dan Penyusunan Kawasan Sentra Produksi (KSP) Pembinaan Pendampingan Monitoring dan Evaluasi Jumlah Total

2 498/BT/06 8-05-2006 526/BT/06 11-05-2006 529/BT/06 11-05-2006 550/BT/06 15-05-2006 551/BT/06 15-05-2006

3 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Bantuan Alat Olah Raga) Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi (Kegiatan Olah Raga) Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Musibah Banjir)

4 10.167.500,00 7.215.000,00 6.354.500,00 10.000.000,00 10.000.000,00 9.752.751.350,00 10.670.600,00 12.349.000,00

23.019.600,00 29.972.500,00 16.510.000,00 2.947.500,00 4.800.000,00 6.000.000,00 6.000.000,00 66.230.000,00 9.842.000.950,00

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->