P. 1
AMCO vs Republik Indonesia

AMCO vs Republik Indonesia

|Views: 623|Likes:
Dipublikasikan oleh rika_diego5534

More info:

Published by: rika_diego5534 on Feb 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

"AMCO vs RepubIik Indonesia" (Studi Kasus ICSID

)
Posted on Juli 22, 2008 by binchoutan
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya tentang Hukum Penyelesaian Sengketa Alternatif atau di luar pengadilan
melalui lembaga arbitrase, untuk perselisihan atau sengketa penanaman modal, akan diselesaikan melalui ÌCSÌD
(Ìnternational Center for Settlement of Ìnvestment Disputes). Tulisan kali ini hanya sekilas studi kasus yang
melibatkan Ìndonesia dilembaga arbitrase ÌCSÌD yaitu pada kasus "AMCO vs Republik Ìndonesia¨. Penyelesaian
kasus ini memakan waktu bertahun ÷ tahun lamanya dan juga biaya.
STUDI KASUS ~AMCO vs Republic of Indonesia¨
Amco Asia Corporation and others v. Republic of Indonesia (ICSID Case No. ARB/81/1)
akta - akta Hukum
Para Pihak
a. Penggugat : AMCO yang membentuk konsorsium dan terdiri atas :
1. Amco Asia Corporation
2. Pan American Development
3. PT. Amco Indonesia
b. Tergugat : Pemerintah Republik Indonesia diwakili oleh Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM)
Kasus Sengketa
Pencabutan izin investasi yang telah diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) terhadap AMCO untuk pengelolaan Hotel Kartika Plaza, yang semula diberikan untuk
iangka waktu 30 tahun. Namun BKPM mencabut izin investasi tersebut ketika baru memasuki
tahun ke 9.
Tuntutan diaiukan kepada lembaga arbitrase ICSID yang bertempat di Washington DC, Amerika
Serikat oleh para investor yang membentuk konsorsium pada tanggal 15 Januari 1981.
Permasalahan Hukum
1. Apakah yang meniadi permasalahan pokok pada pengaiuan gugatan oleh AMCO terhadap
Pemerintah Indonesia c.q BKPM dalam perkara Hotel Kartika Plaza di Indonesia?
2. Dalam hal apa dan bagaimana pelanggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia c.q
BKPM?
3. Bagaimana kesesuaian langkah penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan penanaman
modal asing ini dengan ketentuan ICSID?
Kasus Posisi
Kasus sengketa antara Pemerintah Indonesia dalam perkara Hotel Kartika Plaza Indonesia telah
diputus dalam tingkat pertama oleh lembaga ICSID yang putusannya berisikan bahwa
Pemerintah Indonesia telah dinyatakan melakukan pelanggaran baik terhadap ketentuan hukum
internasional maupun hukum Indonesia sendiri, dimana Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melakukan pencabutan lisensi penanaman
modal asing yang dilakukan oleh para investor asing seperti AMCO Asia Corporation, Pan
America Development dan PT. Amco Indonesia.
Dalam tingkat kedua yang merupakan putusan panitia adhoc ICSID sebagai akibat dari
permohonan Pemerintah Indonesia untuk membatalkan putusan (annulment) tingkat pertama
yang berisikan bahwa Pemerintah Indonesia dianggap benar serta sesuai dengan hukum
Indonesia untuk melakukan pencabutan lisensi atau izin penanaman modal asing dan tidak
diwaiibkan untuk membayar ganti kerugian atas putusan tingkat pertama, namun Pemerintah
Indonesia tetap diwaiibkan untuk membayar biaya kompensasi ganti kerugian atas perbuatannya
main hakim sendiri (illegal selfhelp) terhadap penanaman modal asing.
Putusan tingkat ketiga oleh ICSID pada pokoknya berisikan bahwa Indonesia tetap dikenakan
kewaiiban pembayaran terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat pencabutan lisensi atau izin
penanaman modal asing kepada pihak investor yaitu sebesar US $ 3.200.000 pada tingkat
pertama.
Ketiga badan hukum tersebut diatas, telah mengaiukan permintaan kepada Mahkamah Arbitrase
ICSID bahwa Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini diwakili oleh badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) telah dirugikan dan diperlakukan secara tidak waiar sehubungan
dengan pelaksanaan penanaman modal asing di Indonesia. Pemerintah Indonesia c.q BKPM
telah melakukan pencabutan lisensi penanaman modal asing secara sepihak tanpa adanya
pemberitahuan terlebih dahulu sesuai dengan perianiian yang telah disepakati oleh kedua belah
pihak.
#ekomendasi dan Saran
Dengan melihat penyelesaian kasus sengketa penanaman modal asing antara Pemerintah
Indonesia c.q BKPM dengan PT AMCO Limited melalui 'legal dispute pencabutan lisensi atau
izin penanaman modal asing oleh Pemerintah Indonesia c.q BKPM maka yang perlu mendapat
perhatian bagaimana proses beracara melalui arbitrase yang menurut teori dapat dilalui dengan
cepat dan hasilnya memuaskan kedua belah pihak, namun dalam praktik seperti pada contoh
kasus ini menghabiskan waktu sekitar 9 tahun lamanya.
Namun dalam putusan tingkat ketiga Dewan Arbitrase ICSID dapat diambil suatu pelaiaran yang
sangat bermanIaat bilamana berhadapan dengan pihak penanaman modal asing bahwa lisensi
atau izin yang telah diberikan sedapat mungkin dihindari pencabutannya. Kemudian bilamana
teriadi sengketa antara partner lokal dengan pihak penanam modal asing, pihak pemerintah
sebaiknya tidak ikut campur dan mengambil tindakan tindakan yang mengarah kepada
pencabutan lisensi atau izin penanaman modal asing itu.
Untuk menghilangkan kesan yang buruk terhadap setiap tindakan yang diambil dalam
menyelesaikan perselisihan atau sengketa penanaman modal asing sebaiknya kita terus
meningkatkan pemahaman serta memperluas wawasan tentang hukum yang berkaitan dengan
penyelesaian sengketa penanaman modal, baik hukum nasional maupun aturan aturan yang
dipakai secara internasional.
`` Lebih iauh mengenai kasus AMCO vs Republik Indonesia beserta analisanva terdapat
dalam paper sava vang beriudul
!enyelesaian Sengketa dalam !enanaman Modal : Studi Kasus AMCO vs Republic of
Indonesia
Now by Request, iust leave your name & email on comment space below
``To !7event !lagia7ism``
iled under: Artikel, Hukum Ditandai: | Hukum Penanaman Modal, Hukum Penyelesaian Sengketa,ÌCSÌD, Ìnvestasi
« Penyelesaian Sengketa Alternatif (Diluar Pengadilan) Kalau Mahasiswa Membuat Proposal »

!enyeIesaian Sengketa AIternatif (DiIuar !engadiIan)
Posted on Juli 21, 2008 by binchoutan
Perselisihan dan sengketa diantara dua pihak yang melakukan hubungan keriasama mungkin saia
teriadi. Teriadinya perselisihan dan sengketa ini sering kali disebabkan apabila salah satu pihak
tidak menialankan kesepakatan yang telah dibuat dengan baik ataupun karena ada pihak yang
wanprestasi, sehingga merugikan pihak lainnya.
Penyelesaian sengketa bisa melalui dua cara yaitu pengadilan dan arbitrase. KonIlik bisa teriadi
antara pengadilan dan arbitrase dalam penentuan kewenangan mutlak untuk menyelesaikan
perkara. Kewenangan mutlak arbitrase tercipta melalui klausul arbitrase yang terdapat pada suatu
perianiian yang dibuat oleh para pihak sebelum teriadi sengketa atau berdasarkan kesepakatan
para pihak setelah timbul perselisihan.
Bab XV, Pasal 32 Undang-undang Penanaman Modal No.25 Tahun 2007 mengatur mengenai
penyelesaian sengketa. Dalam ketentuan tersebut diuraikan bagaimana cara penyelesaian
sengketa yang digunakan apabila teriadi sengketa di bidang penanaman modal antara pemerintah
dengan penanam modal. Cara penyelesaian sengketa tersebut antara lain: a) musyawarah dan
muIakat; b) arbitrase; c) pengadilan; d) ADR; e) khusus untuk sengketa antara pemerintah
dengan penanam modal dalam negeri, sengketa diselesaikan melalui arbitrase atau melalui
pengadilan; I) khusus untuk sengketa antara pemerintah dengan penanam modal asing, sengketa
diselesaikan melalui arbitrase internasional yang telah disepakati.
Cara penyelesaian melalui arbitrase dapat dilakukan melalui arbitrase nasional, Badan Arbitrase
Nasional (BANI) , arbitrase ad hoc maupun arbitrase asing. Arbitrase asing yang biasa dipilih
dalam penyelesaian sengketa penanaman modal antara lain seperti: ICSID (International Center
Ior Settlement oI Investment Disputes) dan ICC (International Chamber oI Commerce).
Berkaitan dengan arbitrase asing tersebut, Indonesia telah meratiIikasi New York Conventionon
Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Award of 1958.
ADR atau Alternative Dispute Resolution diartikan atau Penyelesaian Sengketa AlternatiI,
menurut UU No.30 Tahun 1999, adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapat
melalui prosedur yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian di luar pengadilan dengan cara
konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi atau penilaian ahli.
Permasalahan yang timbul ialah mengenai pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase asing.
Ciri putusan arbitrase asing adalah didasarkan atas Iaktor wilayah teritorial. Dengan demikian,
suatu putusan tetap dikatakan sebagai putusan arbitrase asing apabila putusan diiatuhkan di luar
negeri dan tidak digantungkan pada syarat perbedaan kewarganegaraan maupun perbedaan tata
hukum.
Terlepas dari kedua aturan tersebut, saat ini untuk pengakuan dan pelaksanaan atas putusan
arbitrase asing diatur lebih laniut dalam ketentuan UU No 30 tahun 1999 Pasal 65 s.d. 69.
mengenai arbitrase asing diatur dalam Bab VI bagian kedua tentang Arbitrase Internasional dan
yang berwenang menangani masalah pengakuan dan pelaksanaan arbitrase asing adalah
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
iled under: Artikel, Hukum, Ìnformasi Ditandai: | ADR, Arbitrase, Hukum Penyelesaian Sengketa,Penyelesaian Sengketa
Alternatif, Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan
« reak Moment at ATMOSTAR "AMCO vs Republik Ìndonesia¨ (Studi Kasus ÌCSÌD)»
Suka
Be the first to like this post.

.

2507. .8: 9. $ 80-.:3  .3..7. :39: 202-.7.3 :39: 202-.9 !020739.8...3.9.. :39: 20../.3.-././.:. 6!/..90.8 5:9:8.:.  . 2.3 -../4..3.3.803/7 /2.3-.3.7.340!020739..2.8  2. .-:9..39.3.3/4308.3..843.3207.9 5079.2.3::2  5.3. 3/4308. .3/.7..-:9 3 3.5503.3 -. 3. .-.3$ ./...2.  .2.3 4/.2.3 40 .83  .3.8 90780-:9 09..3 -078.2.9.80105 907.3/.3 5:9:8./5072.2. 20.8:8$0309.3 ::2 39073.490.33:2039  93.7: 202.2 93.8:8!488 .2. !  90.3 -..5 -03. 3/4308.33...3 4/.9..48.:.3. ! 907.8 !03. .0.425038.9.3/4308.9 ../.9405.3.907.3 207.909...943  !.47547.3907:.3 93.0452039/.-.3 3 3.3!% 2.3:39:202-.!020739.3:..9.. -078.08947.3 -07.40 .79.7.!.9:   9.3 .3907/7.833/03.3/4308.43/4308. /.3 4/.7.309039:.3./.3203./-07.2.7 .2:3 !020739.350.7-.3490.3:.3 .9 /.8 . 40 02-..3 503.:.  .30.8 !03.2:3 ! 203.9/.3503.5 :39:50304. - %07:..7 5072443./3..:30  %:39:9../.5/.3 9/.509039:.3 24/...3/03.3.79.79. /-07.9.2.2.3 !020739.08947 .3 ::2 3/4308.3/4308.340 907.3 447/3.3 8038 .305.9 5079.7.503008.!.!.8. 6 !  .33.3 24/.  3.3 24/.3.3 447/3. $ ..2803/7 0.9.39.3202-039:438478:2/..3/.3.43/4308.02-./.3-079025..3:39: .7  !072.7./3/4308.324/.90.9. 47547. !020739.: 3 503.3 90.5. .3. /. 40 ./.!020739.9. . .:5:3::23/4308. !03:. !  .8 !03... .80$..83 805079   8.3.8..3 40 5. $07. /03.9.3 /.:./. .!./. .7-97.3 5:9:8.-:9..3 5:9:8.8:880309.3 5.490./.9 5079.8507-:.089..83 .2.:.0808:.3 .3. !03.503.9 0/:.9..83943 207.3 8038 503. -.9.. /5:9:8 /.3802:.:.::2 !.7 8079.3 503.2507. /.0452039  !% 2.. #05:- 3/4308.3 207:5.83 /.3 447/3..50. 808:.35445.2.2 93.2.089.3202-039:438478:25.5 !020739.-:9.3 20.3 80309.39 07:.943  !..3/4308..3/4308.3. !020739. 3/4308.

 3. 80-.3/4308.3. 93. 503.9:7.     !03008.9 507..3/. 05.507808. 202:.3 93.2:3 /.324/.2 .: 20303..7.3 5..39. 40 -.3.3 /507.574808 -07. -078.2. 3 /.3 80.8..8:8 80309./.3!% 290/20.3 -.. .:..3.9/.3 .42203985.3  !4890/43:  --3.3 -. . 9.9 /.31. 20..3 24/./85:90 503.8:83203.9.02-:. 3/4308././.../..3 .3 . ::2!03008.7. /./:.: 3 .2.25:9:8.9. 503.3 -.-:9./ 80309.-.3  . .33.3 8079.2 24/.9 -..!:9:8.. 2.3 8038 ./.3 50.393.9073.3 ::2 ..9.38038.3 502.3 80309.-8...380309. /03. 20. !020739.5 07:.::808:.8 #05:-.3 .5 93/..9073.3 5. ./03./80-.3 .-.3 !07808. 503. 909.  -.3.  !020739..7 80:-:3.3$0309.39.::2!03.3...8.5.37-97.3 /03.3.3 203.3..9400/:./.3..9 5079. 40 $ 5.3 503008.3 8..-:9.8.7.8:8   .2:338.-:9./.  $9:/ .3.80$/. .9: 80-08..9.8.80 $ -.3. 41 3/4308.782  0/:3/07790 ::29.. 907.9:50.2.3 80/..9 /.3.79307 4.3.88.3. -0.3 .909.3 9039.3 -:7: 907.2. 5.8.7..8 90.3 90.2- /.0-04 %4!70. .: 3 503.9:7.05./.9 09.-.3.9!74548..2.3..80.:5:3 .843.9:809.9.9. 503. !020739.9.2.2 !03.5....3$.3 24/.  09. 502-079.:.307.3.3 24/.-.7!03.3 /03.3 /03...38038.3./. /7:.7. $ 3. 5443.35.2. /. 6!/03. 907/.2.2- 93/.3 -07.3507239. 5. 3/4308.: 80309.5.9 805079 5.3.../.: 0. -08079./..3 0/:.83 / 3/4308.2-8:.3.3.8:8   .2.7 503.-:9.7-97.2.3 203.3/.7 &$     5.8340!020739.7.3 4/.2.5.8.79.5 809./805. 805. ./.2..3 24/. #05:- 3/4308. .8.  )**) 0- .3. /-07.  02:/..8 !03008.8 !03. 9.3 08.5.43.:.38073.  #04203/.3 .9.80 .3 24/. 5.-:9. . .: 3503..3 /.3$0309..7.3 503.3 502-.3 .2.3 503.839:  &39: 203.5.843.2.8 .: ./ %07. -07..5.83 05.25:7 /. 6! 2.39073.3.2 57.83 -... 4-#06:089 :890.3. 5. 5020739.3. -0.3.2.3  93/.3. ..7-97.5. 907:8 2033.3.3 8038 503. .04:73...7.390.5078.3.3-07:/: !03008..08947 .83  5.3 907. .3:-:3.2.2.2 203008../.3 4/.3 507808.7!03.3 20.3/.83.3507.83 .39070-/.83 80.203.9.34/.83 80-..3$0309.2:3/.5 /03. 3/4308.:.:3.25..8 #05:- 3/4308.039!../.7.9 2:33 /3/.7.4:9.91 :.305. ::2 3.3 0.9 503.089...39.3 24/..320. .3 . 6 ! 90...2.3 . !  90.9 -072.9/.3 24/.91 :..3 447/3. 503.4394 .3 203:7:99047/.2.8/.380309.: /03./3.9 503008. :9 ..3 /92-:.9:5.7.3 03.  . 202507:.3 /5.3 .3507: 203/. 9/. .0.3 /. 907.3 .3::290780-:9/.:3503.20 02..  3.2. 9/.3.:.-.3 $0309. 8038 .:./. 503. .3 24/.

3 2.5:9:8.3.  !072.80 4743.  .3 /.3.357089.7.8039073.89.80 .:5:3507-0/.9. 8. /8008.8#05:-3/4308.8 438...79.  .8039073. 503008.9.80 .7.9 3 :39: 503.83 .95. /..7-97.7 3007/.95.3 80309. 20303.7-97.2 09039:.7.3 /-:.3 0805.7-97.2.35:9:8.  8 /    20303.3.503. 9073..39. ::2  %0705./..5.8.80.32:9. .7.0892039 85:908  /.83.9. .33. 02-. .83 .20.3 50../.2.7!03..5.5020739.3.503008.03907 147 $09902039 41 3.3 2:9.35. 503008.5/...3 80309.3/805.7-97.-8.. 503.8.3 4/.2 24/.9:7 20303. 503008.224/.80 .:503.8 5:9:8.3.7-97.: 503.3 :3/. /8008.7-97. .83 .7.5.80 .83/.9 .0 85:90 #084:943 /. 438:9.9.:57480/:7..7-97..8 /.39.:.8 1.7.2.324/.9:..9/.3 ..8..9...9:5:9:8./. 0901789940985489   .9:503.7 0/:.843.83  7-97.    .3. /03.8.7-97.503.7-97..39..80 431-8.3 .7.3..3 .3 -.80 .7.3 /...3 !03.# 7-97. 2:8. /03.380309.: 9073.39..91 !03008. //..3 .3 .8.: ./ .8.3 $0309./.3 && 4   9.83 80309. 503008.3 /  # 0  :8:8 :39: 80309.3:9 /.7.2.: -0/. .-.3 -0703..3.7/41  # .80.803.39/..80./:.2 09039:.3 /03.3..9..380309.943./805.-'-.9.390..  03. .3. .7.3 80309.83 90780-:9  3/4308.843.9.:3   203. 5020739.907. 503/.9  0/:3/07790 ::2 31472.37-97.80 . 907947./03.8 3048.3/:3.3 .3907/./80309./..9  .0  07.3 .:8:..7-97./.3  39073.3.5.80..7-97.. 4  %. 90780-:9 .9: 507.35.37-97.9% $%#  .. !03008.7.3.3 .8.- '  !.3805079$ 39073.30.39.3 503. :39: 203008.9:7...2 3007  80309. /.0394343 #0..7-97.  !03008.3$0309.3.9 /03.-.8.7.3 2:1..:3   .3 ..2.207:.3 90780-:9  8.83  7 5:9:8.3  .:.59.80 .91  203:7:9 && 4   %.5:9:8..3 70./.320.8 803.3 50..3 0805.3/03.3909.. 003.3 ..39.:.9 40 5.43943. ./. 203.42039.:.3 /.3/.9039./ 4.3...7.7-97.3 90780-:9 /:7.5.9 20.7..3 003.80 /. .3/3147.350..31 :8:8:39:80309.3 2.3$0309.2 503039:.80 .3503.80/./ 80309../.:3  !./.9..  &3/.39:3.2 24/....9.: !03008.3 5. 5.7.3..9507-0/.  $9:/.20.020394147037-97.3 503.8:8$  $:..320.2-07 41 42207.320.. .: 20..9.:.9:7/.:.380-.3 203.324/.9. /-:.3 90.843. 90.8.39.7.3 80309././-/..9.:.  503.7-97.3/.80 .:/:.947 .907.92-:507808..3..5.8.8:.3/:.3$0309..3007.3.3/./.703.3/:..80 ::2!03008./..:. 207. /5 /.5.9:7 0- .3 -.3 -.5020739.3 ..9/.:5:3 . 503.:5:3 .8.3/.2.392-: .91./.3  8:. 9073.7-97.3 .!:8./.7.30/:.80907..9./..3 . 80-0:2 907. 5.83 /.7-97. .8 20/. .3503.7.80 .2503008.7.: -07/.9..79.3503008.843.3 20.3 . .3.7.. !03.7503.3 507..8090.3.7.7-97.3 /02.3.30.3.943.7-97.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->