Anda di halaman 1dari 33

TUGAS MAKALAH ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR:

d
i
s
u
s
u
n
Oleh :
KELOMPOK VI
Aulia Wati (408231014)
Ficka Prameidia Utami (408231027)
Ikhmam Peristiawan (082244710003)
Muhammad Alsya Rinaldhy (408231033) (KETUA)
Reza Zulmi (082244710009)
Zainiati (082244710010) (SEKRETARIS)
Jurusan : KIMIA
Prodi : Non Dik 2008
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas rahmat dan hidayah-Nya maka makalah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ini
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun judul dari
makalah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ini adalah “Manusia, Sains, Teknologi
dan Seni” dimana didalam makalah ini akan dibahas atau disajikan bagaimana
manusia menyesuaikan diri dengan alam dan pengertian maupun penggolongan
mannusia, sains (ilmu pengetahuan) yang merupakan bagian dari informasi dan
pengaruhnya terhadap dunia, pemahaman teknologi secara tradisional ataupun
modern (baru), seni yang mrupakan produk sosial dan hubungan seni dengan ilmu
pengetahuan.serta pengaruh sains, teknologi dan seni bagi manusia dan budaya.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah atas tujuan untuk
memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Nelson Tarigan selaku dosen mata
kuliah umum, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, serta untuk menambah ilmu
pengetahuan, mengenai Manusia, Sains, Teknologi dan Seni.

Pada kesempatan ini kami juga berterimakasih kepada Bapak Nelson


Tarigan yang telah banyak membimbing kami dalam penulisan makalah ini,
sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan kami meminta maaf
apabila terdapat kesalahan pada penulisan makalah ini dimana tidak ada unsur
kesengajaan dan dengan tangan terbuka saya menerima saran terhadap makalah
yang saya sajikan ini untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Medan, 1 September 2010

Tim Penulis

2
Kelompok VI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I : PENDAHULUAN 1
1.1.Latar Belakang 1
1.2.Rumusan Masalah 2
1.3.Tujuan Permasalahan 2
BAB II : PEMBAHASAN 3
2.1. Manusia 3
2.2. Sains (Ilmu Pengetahuan) 5
2.2.1. Pengetahuan Bebas Nilai 8
2.2.2. Ilmu Pengetahuan Dan Pengaruhnya Terhadap Dunia 10
2.2.3. Contoh-Contoh Sains : 11
2.3. Teknologi 12
2.3.1. Pemahaman Tentang Teknologi 13
2.3.1.1. Secara Tradisional 13
2.3.1.2. Pemahaman Baru Tentang Teknologi 15
2.3.2. Contoh-Contoh Teknologi 17
2.4. Seni 17
2.4.1. Seni Sebagai Intraestetik Dan Ekstraestetik 20
2.4.1.1. Seni Sebagai Intraestetik 20
2.4.1.2. Seni Sebagai Ekstraestetik 21
2.4.2. Hubungan Seni Dengan Ilmu Pengetahuan 22
2.5. Budaya 24
2.6. Pengaruh Sains, Teknologi, Dan Seni Bagi Manusia Dan Budaya 24
BAB III : PENUTUP 27
3.1.Kesimpulan 27
3.2.Saran 28
DAFTAR PUSTAKA 29

3
LEMBAR PENGESAHAN 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Banyak sekali pengertian tentang manusia maupun penggolongannya.


Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani dan
istilah kebudayaan atau secara campuran. Secara biologis manusia dikatakan
sebagai homo sapiens artiya spesies mamalia yang memiliki tingkat kecerdasan
yang tinggi dibandingkan dengan spesies lainnya, selain itu dapat diartikan
sebagai manusia berfikir. Manusia sebagai homo sapiens atau manusia berfikir,
akan menghasilkan buah fikir yang beragam, seperti sains, teknologi (homo
faber), dan seni (homo esteticus). Hal tersebut merupakan hal terpenting dalam
peradaban.

Pada hakekatnya manusia telah diberi anugrah oleh Allah SWT berupa
akal dan nafsu, akal dan nafsu inilah yang mendorong manusia untuk menciptakan
sesuatu yang dapat mewujudkan cita-cita atau penghargaannya. Dalam
mewujudkan cita-cita tersebut manusia telah menciptakan sains, teknologi dan
seni sebagai salah satu sarana sehingga sejak saat itu kehidupan manusia mulai
berubah. Selain itu sains, teknologi, dan seni juga telah mempengaruhi peradapan
manusia dalam kehidupannya terutama dalam bidang budaya.

Seiring dengan perkembangan sains, teknologi dan seni diharapkan dapat


memberikan pengaruh yang positif terhadap bidang-bidang lain, khususnya
budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pemanfaatan kemajuan sains,
teknologi, dan seni secara baik haruslah diterapkan, sehingga dapat menjaga
kelestarian budaya bangsa.

4
1.2. RUMUSAN MASALAH

Pengaruh apa saja yang diberikan sains, teknologi dan seni bagi kehidupan
manusia dan budaya.

1.3. TUJUAN PERMASALAHAN

Tujuan dari permasalahan ini adalah mengkaji pengaruh yang diberikan


oleh sains, teknologi dan seni bagi kehidupan manusia dan budaya. Mengetahui
lebih dalam mengenai hubungan antara manusia dengan sains, teknogi dan seni
serta terhadap globalisasi.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. MANUSIA

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna


dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna
karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai
nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk
berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat
diperlukan dalam kehidupan manusia.

Manusia dengan komponen fisik maupun psikis mampu memenuhi


kebutuhan fisik maupun psikisnya. Upaya untuk memenuhi kebutuhan belum
tentu mudah. Manusia harus menyesuaikan diri dengan alam seperti yang
tercermin dalam pandangan-pandangan hidup tradisional. Dengan kearifan
tradisionalnya manusia tidak mengeksploitasi alam tetapi mengambil sesuatu dari
alam berdasarkan kebutuhannya saat tertentu. Manusia “modern” yang dibekali
dengan ilmu pengetahuan modern ketika berhadapan dengan alam,
mempertanyakan bagaimana kita mengolah alam tersebut. Di sini muncul
pertanyaan teknologi apa yang harus dipersiapkan dalam mengeksploitasi alam
untuk memenuhi kebutuhan yang makin kompleks.

Dalam mengatasi hambatan fisik, tangan yang lemah dan tumpul tidak
memungkinkan untuk merobohkan pohon besar. Untuk merobohkan maka
manusia menggunakan alat-alat seperti kampak, parang, gergaji yang merupakan
buatan manusia. Tindakan manusia dalam membuat dan menghasilkan alat-alat
tersebut berarti manusia bertingkah laku secara teknologi. Sedangkan alat-alat
tersebut adalah artefak teknologi. Selain ilmu, teknologi dikatakan sebagai paket
untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan yaitu seni. Seni berkembang dari

6
kebutuhan dalam menciptakan symbol-simbol, suara, ranah persepsi yang
mengekspresikan lebih dari hedonistis dan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk


yang terdapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya
terdapat pada satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai makhluk
monopluralis tersebut diantaranya:
1. Susunan kodrat
Susunan kodrat manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu:
a. Jasmani
Sebagai bodi/badan atau rangka, yang terlihat oleh indera kita.
b. Rohani
Ruh atau yang mengisi dan menjalankan badan tersebut. Di mana
dalam dimensi rohani manusia terdapat cipta, rasa, dan karsa.

2. Sifat kodrat
Secara kodrati sifat kodrat manusia yaitu sebagai berikut:
a. Makhluk individu
Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap
manusia tercipta dengan kepribadian, keunikan, serta kekurangan
dan kelebihan masing-masing sehingga setiap individu manusia
berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing.
b. Makhluk sosial
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena manusia
tidak dapat hidup sendiri. Setiap manusia saling membutuhkan
untuk dapat melangsungkan hidupnya.

3. Kedudukan kodrat
Dalam kodratnya manusia memiliki kedudukan sebagai:
a. Makhluk pribadi
Sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai hak dan
kewajiban. Dalam menjalankan hak dan kewajiban ini haruslah

7
berlandaskan moral dan tanggung jawab sehingga dapat berjalan
seimbang sebagaimana mestinya.
b. Makhluk Tuhan
Sebagai makhluk tuhan manusia memiliki kewajiban
beribadah kepada Allah SWT serta segala sesuatu tindakan
manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Selain
mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat,
diantaranya yaitu:
1) Sebagai makhluk yang berakal
2) Sebagai makhluk yang berbahasa
3) Sebagai makhluk yang beragama

Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri manusia selalu


mempunyai pola pikir, pengharapan atau cita-cita serta kehendak untuk
mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari dalam kehidupannya dengan cara
menciptakan sesuatu.

2.2. SAINS (ILMU PENGETAHUAN)

Sains merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam


pengetahuan alamiah, dan berisikan informasi yang memberikan gambaran
tentang struktur dari suatu sistem serta penjelasan tentang pola laku sistem
tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem alami maupun sistem yang
merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam
tatanan kehidupan bermasyarakat.

Kita dapat mempelajari sains dari alam semesta yang dimulai dengan
bertanya kepada alam atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alam. Dari
pertanyaan itulah kemudian muncul sebuah hipotesis yang akan diajukan secara
empiris sehingga dari pengujian empiris tersebut diperoleh informasi yang valid
dan dapat dipercaya.

8
Sains dan hasilnya dapat dirasakan dalam semua aspek kehidupan
manusia. Untuk itu sains harus menjadi bagian internal dari sistem pendidikan
nasional supaya para siswa menjadi warga negara dan masyarakat yang sadar
akan pentingnya sains di era masa kini.

Namun pada kenyataanya sains tidak selamanya berjalan dengan baik


dalam memberikan manfaat kepada umat manusia, karena sains dapat berakibat
buruk jika dipersalahgunakan.

Selain ditafsirkan dari arti katanya, beberapa ahli juga telah


mengemukakan arti sains, antara lain :
1. Ralf Ross dan Ernest Van Den Haag, sains adalah yang empirik, yang
rasional, yang umum dan bertimbun-susun dan keempat-empatnya serentak.
2. Mohammd Hatta, sains adalah pengetahuan yang teratur hasil pekerjaan
sebab-musabab dalam satu golongan yang sama tabiatnya maupun
kedudukkannya, yang tampak dari luar maupun dari dalam.
3. Karl Pearson (1857-1936), sains adalah lukisan atau keterangan yang lengkap
dan konsisten tentang pengalaman dengan istilah yang sederhana sesedikit
mungkin.
4. Herbert L Searles, sains adalah pengetahuan yang tepat, disahkan secara
paling cermat dan paling umum yang diperoleh oleh manusia.
5. Shahrir Mohd Zain, sains berupa analisis fenomena secara bersistem, logik,
dan objektif khusus yang diperantikan (alat) untuk mengwujudkan
pengetahuan yang boleh dipercayai.
6. Berdasarkan webster new collegiate dictionary definisi dari sains adalah
“pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian” atau
“pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum – hukum
alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode
ilmiah”. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk
mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan
eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena
yang terjadi di alam .

9
7. Ensiklopedia Indonesia, sains ialah suatu sistem dari berbagai pengetahuan
yang masing-masing mengenai bidang pengalaman tertentu disusun demikian
rupa menurut asas-asas tertentu hingga menjadi kesatuan, suatu sistem dari
berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil
pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan kaedah
tertentu.

Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara
sistematis, dan bukan hanya pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-
konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Medawar (1984), sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata
sienz, ciens, cience, syence, scyense, sciens, scians. Sains adalah aktifias
pemecahan masalah yang dilakukan oleh manusia yang dimotivasikan oleh rasa
ingin tahu tentang dunia sekitar mereka dan keinginan. untuk memahami alam
tersebut, serta keingian memanipulasi alam dalam rangka meluaskan keinginan
atau kebutuhannya.

Kata dasar yang diambil dari katascientia yang berartiknowledge (ilmu).


Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains
adalah: Ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya)
kebenarannya dan dikembangkan secara sistematis dengan kaidah-kaidah tertentu
berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang
ditemukan tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara tepat.

Dalam memperoleh pengetahuan yang merupakan penjelasan terhadap


fenomena-fenomena alam maupun sosial ada etika yang harus di taati yaitu :
1. Objektif. Dalam praktek objektif artinya secara terus menerus memperbaiki
pengukuran agar semakin akurat dan kemudian meminta kepada rekan
sejawat untuk me-review.
2. Metode. Masing-masing disiplin ilmu pengetahuan mengembangkan
seperangkat teknik-teknik dalam mengumpulkan dan mengolah data. Namun,
secara umum metode penelitian berasumsi bahwa:

10
a. Realitas harus ditemukan
b. Observasi langsung untuk menemukannya.
c. Penjelasan material dari fenomena yang dapat diobservasi harus selalu
memadai sedangkan penjelasan metafisik tidak perlu.
3. Dapat dipercaya. Sesuatu yang benar di Rusia benar pula di Amerika. Tidak
pernah ada “fisika orang Venezuela”,” kimia orang Amerika” atau “geologi
orang Kenya “(Bernard, 1994 :3)

2.2.1. PENGETAHUAN BEBAS NILAI

Sesuatu yang umum dikalangan kaum terdidik mengatakan bahawa ilmu


pengetahuan adalah bebas nilai. Apakah ini suatu fakta atau nilai. Kuhn dalam
Lasey (1999) mengatakan bahwa ada hukum yang tak tertulis dalam kehidupan
ilmiah yaitu pemerintah atau warga kebanyakan tidak boleh melarang dalam
kegiatan-kegiatan sains. Kelompok anggota profesional ilmuwan adalah pemilik
tunggal hukum-hukum permainan.

Bebas nilai adaiah tuntutan yang ditujukan pada ilmu pengetahtuan agar
ilmu pengetahuan dikembangkan dengan tidak memperhatikan nilai-nilai lain di
luar nilai-nilai yang diperjuangkan ilmu pengetahuan. Tujuan dari tuntutan bebas
nilai ini adalah agar ilmu pengetahuan tidak tunduk pada pertimbangan lain di luar
ilmu pengetahuan sehingga mengalami distorsi dan agar kebenaran tidak
dikorbankan untuk nilai-nilai di luar ilmu pengetahuan.

Terdapat dua konteks bebas nilai dalam ilmu pengetahuan, yakni context
of discovery dan context of justification. Context of discovery merupakan konteks
di mana ilmu pengetahuan ditemukan. Dalam konteks ini ilmu pengetahuan tidak
bebas nilai. Banyak penemuan ilmu pengetahuan dilatarbelakangi oleh nilai-nilai
di luar ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam context of justification, yaitu konteks
pengujian ilmiah terhadap hasil penelitian dan kegiatan ilmiah, ilmu pengetahuan
harus bebas nilai. Hanya kebenaran data, fakta, dan keabsahan metode ilmiah
yang diperhitungkan.

11
Pemikiran ilmu pengetahuan bebas nilai berasal dari pendapat tentang
fakta-fakta alam yang merupakan tatanan utama yang mengandung struktur,
proses, dan hukum. Semua objek-objek alam dapat dihitung melalui persamaan-
persamaan matematis sehingga kita mendapatkan hukum-hukum alam. Kesemua
hukum-hukum alam adalah fakta, tidak berhubungan dengan kehidupan manusia.
Selain dari hukum-hukum alam, kiranya alasan metodologi turut menyumbang
bahwa ilmu pengetahuan adalah bebas nilai. Alasan metodologinya adalah suatu
hipotesis dapat diterima atau ditolak berdasarkan bukti empirik tidak ada
pertimbangan nilai disana. Stok ilmu pengetahuan semakin lama semakin
bertambah sehingga melahirhan penemuan-penemuan atom, radiasi
elektromagnetik, virus, gen, dan lain-lain. Teori-teori tentang gerak lplanet, kimia
molekuler, teori-teori tentang virus dan lain-lain. Kebanyakan hasil-hasil
penemuan tersebut telah diterapkan dalam teknologi kedokteran (Lacey, 1999).

Lacey mempertanyakan bahwa ilmu pengetahuan sebagai bebas nilai


adalah fakta, idealisasi, atau nilai. Untuk menjawab pertanyaan ini Lasey
mengemukakan gagasan tentang isi dan konsekuensi dari produk teoritik.
Tidaklah cukup mengisolasi ilmu pengetahuan sebagai teori saja. Teori-teori
ilmiah adalah produk dari kepentingan instrumental kepada praktek-praktek
ilmiah sehingga sikap-sikap kognitif kita dibentuk melalui praktek-praktek ini.
Komunitas ilmiah diarahkan dalam berbagai institusi-isntitusi ilmiah. Institusi ini
tergantung kepada institusi-institusi lain di masyarakat luas demi suplai materi
kebutuhan mereka dan kondisi-kondisi sosial (Lacey, 1999). Bolehlah ketika
kegiatan ilmiah diisolasi hanya sampai mengkonstruksi teori dengan metode yang
khas dan bebas nilai, tapi bagaimana dengan penerapan sebuah teori. Bisa dilihat
bagaimana reaksi orang ketika produk tanaman pangan hasil dari rekayasa
genetik. Bagaimana reaksi dunia barat ketika Iran berhasil memperkaya
uraniumnya. Reaksi barat terhadap Iran dan Korea Utara sangat keras mulai dari
sanksi ekonomi sampai kepada ancaman militer. Sanksi yang keras terhadap
kedua negara ini dikarenakan nilai-nilai dari kedua negara (Islam dan Komunis)
tidak kompatibel atau bertentangan dengan nilai-nilai barat. Bagaimana pula
reaksi barat terhadap Israel yang telah mempunyai senjata nuklir.

12
Dalam ilmu sosial misalnya etnologi (antropologi menurut orang Amerika)
Perancis pada masa kolonial meneliti pengetahuan-pengetahuan lokal dan visi-visi
masyarakat Afrika untuk memberdayakan masyarakat Afrika (de Sardan,
2005:42). Dalam ilmu-ilmu sosial seperti antropologi pembangunan isu bebas
nilai, kurang signifikan karena tujuan penelitiannya adalah pemberdayaan
masyarakat. Penelitian dengan tema-tema secara ilmiah untuk kepentingan
langsung maupun tidak langsung dari pemberi dana. Dari pada meneliti subject
matter tradisional antropologi seperti (kekerabatan, mitos, ritual) lebih
memfokuskan pada tema-tema kontemporer seperti: korupsi, arena publik,
pemerintah lokal, dan pelayanan publik (de Sardan, 2005:222).

Berkaitan dengan kepentingan pembelajaran ISBD kita berkepentingan


untuk memenuhi kompetensi yang telah dicanangkan sangatlah tergantung kepada
kepedulian mahasiswa dan dosen terhadap masalah-masalah sosial dan budaya:
misalnya saja persoalan-persoalan dunia pendidikan kontemporer,
mengembangkan etika-etika ilmiah pada era digital yang memudahkan, isu-isu
korupsi, lingkungan dan lain-lain. Dengan demikian kita terlibat dalam persoalan
nilai.

2.2.2. ILMU PENGETAHUAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP


DUNIA

Beberapa dekade sekitar 1600 terjadi perubahan yang sebelumnya tidak


kelihatan dalam filsafat tentang alam. Perubahan itu menyangkut tiga cara dalam
mendapatkan pengetahuan tentang alam, yaitu:
1. Galileo dan Kepler menjadikan matematika yang merupakan
warisan Yunani dan diperkaya oleh peradaban Islam serta
Renaissance, sebagai matematisasi alam yang prosesnya didukung
dan diartikulasi melalui eksperimen.
2. Descartes memperkaya pengetahuan tentang atom, sebagai
warisan paling tua Yunani, dengan konsepsi matematika tentang
gerak oleh

13
3. Francis Bacon melakukan reformasi pengetahuan dengan menjadi
seorang empirikis dan berorientasi praktek dari sains eksperimental
(Cohen, 2005: 9-42).

Tiga cara ini dianggap Cohen sebagai Revolusi Ilmiah yang menentukan
perkembangan dunia ilmiah selanjutnya. Eksperimen-eksperimen yang telah
dilakukan melahirkan metode dan teori-teori yang lebih mutakhir. Ilmu
pengetahuan dapat merencanakan teknologi baru berdasarkan matematika abstrak
yang memberikan arah kepada penerapan yang berbeda dari teknologi yang
bersifat trial dan error dari teknologi pramodern. Contohnya adalah atom yang
bisa dijadikan sumber energi dan bom dimana penemuan atom berdasarkan teori
bukan trial dan error, eksperimen tetap dilakukan tetapi hanya sebatas uji coba
keberhasilan yang bersifat teknik (Ferre, 2005: 179-190).

Manusia dengan akumulasi ilmu pengetahuan yang mempunyai daya


prediksi, mempunyai bayangan ke depan, bagaimana menata dunia ini demi
kesenangan manusia yang hidup di dunia. Alam dan juga sosial telah dimodifikasi
oleh manusia. Refleksivitas yang didasarkan oleh ilmu pengetahuan modern
dalam praktek-praktek sosial, secara terus-menerus diuji dan direformasi
mengingat banyaknya informasi-informasi. Dengan demikian secara konstitutif,
reformasi tersebut merubah karakter hubungan sosial sehingga jauh dari kekakuan
tradisi (Giddens, 1990).

2.2.3. CONTOH-CONTOH SAINS :

1. Terlihatnya kembali ikan purba spesies coelancath di dasar laut


Sulawesi selama ekspedisi penelitian antara 31 mei - 4juni 2006.
2. Pengobatan migran dengan memanfaatkan medan magnet melalui
teknik Transcanial Magnetic Stimulation.
3. Ditemukannya spesies baru katak pohon di hutan Papua.

14
2.3. TEKNOLOGI

Teknologi merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk


dalam pengetahuan ilmiah yang berisikan informasi preskriptif mengenai
penciptaan sistem-sistem ciptaan tersebut. Penggunaan teknologi bertujuan untuk
memudahkan segala aktifitas yang berkaitan dengan efisien waktu dan tenaga.

Penciptaan teknologi ini didorong oleh ciri otomatisme dari fenomena


teknik kehidupan masa kini yang menginginkan segala sesuatu menjadi lebih
cepat dan mudah, sama dengan sains, penggunaan teknologi dan hasilnya juga
memberikan kontribusi yang besar dari kesejahteraan hidup manusia disegala
aspek kihidupan. Namun sayangnya sekarang ini tidak semua teknologi dapat
membantu pekerjaan manusia, justru adapula teknologi yang malah membantu
menjadi boomerang akibat salah dalam memanfaatkannya. Oleh karena itu dalam
memanfaatkan teknologi haruslah didasari dengan moral dan etika yang baik serta
tanggung jawab sosial yang beradab.

Ada tiga macam teknologi yang sering di kemukakan oleh para ahli, yaitu:
a. Teknologi Modern :
- Padat modal
- Mekanis elektris setempat
- Menggunakan bahan import
- Berdasarkan penelitian mutakhir, dll.
b. Teknologi Madya :
- Padat karya
- Dapat dikejakan oleh keterampilan setempat
- Menggunakan alat setempat
- Berdasarkan alat penelitian
c. teknologi tradisional
- Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)
- Menggunakan keterampilan setempat
- Menggunakan alat setempat
- Menggunakan bahan setempat

15
- Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan

2.3.1. PEMAHAMAN TENTANG TEKNOLOGI

2.3.1.1. SECARA TRADISIONAL

Pada masa lalu sebelum revolusi industri teknologi didefinisikan secara


luas bahkan berkaitan dengan konsep seni. Plato mengkategorikan teknologi
sebagai berikut:

Technology of
Learning / knowledge

profit

Technology
Of
acquisition
Technique of agon /
hunting

Architecture
/ tools
Technology Practical
manufacturing
Farming / ancient
Technology medical practies
Of
manufacture Imitation
image
manufacturing
Image manufacturing
(art)
Idolization
image
manufacturing

16
Dalam arti sempit teknologi menyangkut cara untuk mencapai tujuan
penggunanya dalam menggunakan alat - alat yang bersifat artificial dan yang
merupakan hasil implementasi kecerdasan manusia. Dengan demikian teknologi
secara umum merupakan sebuah cara. Secara terbatas teknollogi adalah hasil
manifestasi manusia yang berupa artefak, misalnya bajak, traktor, komputer, dan
lain-lain.

Ferre membagi teknologi berdasarkan penalaran praktis dan penerapan


teoretis. Teknologi pramodern merupakan penalaran praktis sedangkan teknologi
modern merupakan penerapan teoretis. Penalaran praktis adalah kemampuan
untuk merancang , memahami, dan mengulang metode-metode yang efektif untuk
mencapai tujuan-tujuan yang sudah di bayangkan secara mental. Metode di buat
melalui proses coba-coba dan kesalahan, dilestarikan oleh tradisi dan aturan
umum.

Teknologi pramodern pada umumnya bersifat tidak eksak, didasarkan


hanya pada pengetahuan praktis bahwa sesuatu bisa berjalan, bukan mengapa itu
bisa berjalan. Dengan kata lain, teori itu mengikuti, bukannya mendahului
keberhasilan praktis.

Sebaliknya penalaran teoretis merupakan teori yang mulai mengarah


kepada aplikasi teknologi dan munculnya penemuan baru yang menurut
whitehead sebagai metode penemuan. Teknologi tidak lagi harus muncul melalui
peristiwa-peristiwa pada saat krisis dan dilestarikan oleh tradisi. Teknologi
modern di kembangkan dan “kebutuhan“ potensial (atau paling tidak oleh pasar
potensialnya) dibayangkan oleh pemikiran teoretis tentang hal-hal yang bisa
berjalan, apa yang mungkin bisa dilakukan atau dibuat.

Selama abad industry, defenisi teknologi semakin dipersempit menjadi


sebagai cara untuk menguasai alam, mengontrol alam, cara mengubah dan
mengontrol lingkungan eksternal. Selama abad industri produk material
memainkkan peranan penting dalam ekonomi. Dengan penemuan-penemuan dan

17
aplikasi teknologi baru seperti mesin uap, teknologi elektrik, rekayasa kimia,
telpon, komunikasi, wireless, computer, dan lain-lain telah mempromosikan
produktifiitas merubah kondisi keberlangsungan manusia dan gaya hidup baru.

Di dalam industri efisiensi sangat diperlukan, namun dalam kenyataannya


terdapat factor-fakktor ”non-teknologis“ yang mempengaruhi produktifits. Factor-
faktor non teknologis tersebut antara lain: gangguan ekosistem, polusi lingkungan,
kriminalitas, penyakit mental, dan lain-lain.

Manusia selalu berusaha untuk tidak gagal sehingga perlu perencanaaan


matang dalaam menjalankan perekonomian dan industri. Berkenaan dengan
teknologi para ahli dalam sistem kapitalis berusaha untuk merumuskan kembali
teknologi itu sendiri dengan mempersempit teknologi sebagai system alat dan
penggunaannya untuk efisiensi industry, namun dalam perjalanaannya ternyata
efisiensi tidak tercapai karena tidak menyangkut faktor-faktor lainnya. Akhirnya,
lagi-lagi dalam rangka efisiensi dalam industry definisi tentang teknologi meluas
kembali kendati berlainan dengan kategori teknologi dari plato.

2.3.1.2. PEMAHAMAN BARU TENTANG TEKNOLOGI

Secara luas teknologi adalah sebuah metode tentang bagaimana cara-cara


mencapai tujuan dan yang menyangkut pennggunaan cara-cara. Sebuah cara
adalah sebuah medium yang menengahi antara titik awal dan hasil yang
diinginkan. Denngan demikian seseorang dapat menyebut teknologi sosial
(contohnya psikoterapi) sebagai sebuah teknologi [Herdin (et.al) dalam
Hongladarom dan Ess (2007 : 55-67). Mesin-mesin, peralatan-peralatan lain untuk
menguasai alam dan efesiensi yang disebut sebagai hard technology terbukti gagal
dalam memenuhi efesiensi. Kegagalan ini memaksa orang merubah paradigma
tentang teknologi sehingga menimbulkan tentang pemahaman baru tentang
teknologi yang tidak saja bersifat hard technology melainkann juga soft
technology. Kalau hard technologi lebih menekankan system peralatan sedangkan
soft technology menekankan segi manusia dari aspek simbolik dan manajerial. Jin
(2006 : 22) membuat katagori soft technology.

18
1. Teknologi software : teknologi ini merupakan hasil rekayasa simbol-simbol
digital menghasilkan program-program computer. Teknologi ini sangat
strategis bagi industry dan mendominasi sebanyak 61% sedangkan hak
teknologi hanya 39%.
2. Teknologi tentang transfer teknologi. Demi kepentingan efesiensi pembagian
kerja internasional adalah perlu. Teknologi ini menyangkut bagaimana
membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, sharing dalam
platform, investasi asing, regulasi standar mutu. Kesemuanya bermuara
kepada efesiensi industry.
3. Teknologi komersil seperti manajemen global, penanaman modal dalam
perusahaan (venture capital), inovasi pasar uang, teknik-teknik merger
transnasional, teknik organisasi melalui dunia maya dan bioteknologi.
4. Teknologi sosial. Teknologi ini merupakan cara mengatasi problema-
problema sosial sebagai dampak dari industry. Teknologi ini mengelolah
spiritual manusia etika pendidikan psikologi.
5. Teknologi cultural. Teknologi ini menekankan pemenuhan kebutuhan batin
dan gaya hidup tertentu. Yang masuk katagori ini adalah puisi, lukisan, music
dan lain-lain.
5. Pengobatan cina.
6. Teknologi human mind. Teknologi ini imemfokuskan fikiran manusia dalam
rangka mencari keseimbangan psikis dan fisik untuk mencapai kesehatan
jiwa.

Dari pelajaran diatas pengertian teknologi bisa disimpulkan menurut


katagori zaman teknologi diabagi menjadi 2 yaitu pramodern dan modern. Dari
segi metodenya teknologi dibagi menjadi dua yaitu penalaran praktis (pramodern)
dan penalaran teoritis (teknologi modern). Dari segi sifatnya, ada hard technology
dan ada soft technology.

Dalam rangka pembelajaran ISBD kita dapat mengidentifikasi masalah-


masalah tersebut sehingga dapat memberikan solusi permasalahan-permasalahan
dan juga merubah tingkah laku kitadalam menghadapi kondisi-kondisi teknologi

19
kontenporer. Perlu juga memperluas wawasan yang tidak hanya sebatas text books
ini dalam rangka perbaikan mutu pendidikan yang semakin lama menghadapi
tantangan berat untuk mengejar ketertinggalan kita dalam segala bidang dengan
negara-negara lain.

2.3.2. CONTOH-CONTOH TEKNOLOGI

1. Teknologi komunikasi
Yaitu suatu sistem yang memungkinkan kita dapat
berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tidak
terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet, handphone,
bairless, dll.
2. Teknologi informasi
Yaitu suatu sistem yang memudahkan kita untuk memperoleh
berbagai macam info yang dibutuhkan secara praktis dan dalam waktu
yang relative singkat. Misal: internet, tv.
3. Bioteknologi
Yaitu suatu teknologi yang mampu memanipulasi proses alami
secara dramatis. Misal: cloning pada hewan dan tumbuhan.

2.4. SENI

Menurut Janet Woll mengatakan bahwa seni dalah produk sosial.


Sedangakan menurut KBBI, seni adalah keahlian membuata karya yamg bermutu
(dilihat dari segi kehalusan, keindahan dan sebagainnya),sepertitari,lukis,ukir,dll.

Menurut bahasa ”seni” berarti indah, tetapi menurut istilah ”seni”


merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa keindahan, pemikiran,
kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu
aktiviti.

Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para
seniman yang berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan inspirasi

20
serta tenaga seniman itu sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam bentuk garis,
warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa bentuk yang bersifat kreatif dan
imajinatif dari suatu kemahiran.

Namun dijaman sekarang ini kita sering melihat ketidaksenonohan


mengenai suatu karya yang lahir dari diri seseorang dan di atas namakan sebagai
satu karya seni.
Sebagai contoh:
1. Body painting (suatu lukisan yang berkanfaskan tubuh
manusia hingga kebagian yang tabu untuk diperlihatkan kepada orang
lain)
2. Lukisan telanjang yang mengekspose bagian-bagian
dan lekuk tubuh manusia, yang umumnya adalah pada kaum wanita.
3. Goyang-goyang erotis yang sekarag ini sedang marak
dikalangan para penyanyi dangdut wanita.

Dari contoh-contoh di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa suatu


seni yang baik haruslah mengandung nilai-nilai keindahan, kebaikan, moral,
pendidikan serta tanggung jawab sosial yang tinggi baik kepada diri sendiri, orang
lain, dan masyarakat pada umumnya.
Macam-macam seni menurut Leo Toltoy:
a) Seni halus
b) Seni ukir
c) Seni tembikar ( keramik)
d) Seni logam
e) Seni tekstil
f) Seni pementasan
g) Seni sastra
h) Seni musik

Seni menjadi bagian yang tak terlepaskan dalam kehidupan sehari-hari.


Ketika kita menonton tv, kita mendengar lagu, menikmati sen peran

21
(performance) dan tayangan iklan, baik iklan produk industry maupun
perumahan. Jika menonton TVRI masih sering disaksikan tampilan kesenian-
kesenian tradisional. Kalau pergi ke kota kita dapat menyempatkan diri
mengunjungi galeri untuk menonton pameran seni rupa. Dari kegiatan seperti itu
dapat dipertanyakan bagaimana reaksi pemirsa terhadap kesenian-kesenian yang
ditonton tersebut dan bagaimana hubungan antara seniman dan pemirsanya.
Persoalan ini menjadi kajian teoritis seni. Persoalan-persoalan lain misalnya
bagaimana keterkaitan kondisi sosial budaya dimana seni itu dilahirkan dan fungsi
seni bagi individu dan masyarakat. Juga dapat dipertanyakan bagaimana
pertemuan seni dengan iptek dan bagaimana seni berperan dalam kehidupan kita.
Pokok-pokok pikiran itulah yang kita bahas disini.

Setelah manusia hidup dalam keadaan yang lebih daripada sekedar


bertahan hidup ia mempunyai dorongan untuk elaborasi kreatif. Rumah tidak
hanya sekedar untuk tempat berlindung tetapi perlu memberikan sebuah tempat
berlindung dengan cita rasa keindahan. (Manfredi, 1982 : 20). Seni adalah produk
yang bekerja dalam pengalaman dan dengan pengalaman. Produknya dapat saja
berupa pertunjukkan, obyek fisik atau text (drama, lukisan, patung atau sastra).
Produk-produk ini agar berfungsi sebagai seni harus mempunyai materi ekspresi
dan konkrit dalam pengalaman manusia agar dapat membangkitkan perasaan :
senang, cemas atau takut baik dari sudut pembuat maupun audiennya. perasaan-
perasaan ini menyatu antara pembuat seni dan audiennya karena pengalaman
antara kedua belah pihak menjadi tertata (tuned) (Eldrige, R, 2003 : 8). Keindahan
merupakan nilai hakiki dari suatu seni. Merupakan citarasa yang timbul dari
pilihan rasional dalam penggunaan materialnya dan selain itu subject matter-nya
terkontrol sehingga membangun bentuk dan isi dari suatu karya seni. Ketika
seseorang akrab dengan sistem simbolik dan kebudayaan dimana seni tersebut
dilahirkan bukanlah suatu seni yang bersifat sembarangan. Semua tradisi artistik
mempunyai konvensi baik secara sadar maupun secara otomatis tertanam dalam
praktek-praktek. Seni yang sukses haruslah mengandung bentuk, struktur dan
konvensi yang baik. Struktur adalah cara-cara elemen seni misalnya garis, warna,
bunnyi, kata-kata ditata pada level alam bawah sadar sehingga menimbulkan

22
dampak emosional dan kognitif. Sedangakan konvensi adalah seperangkat aturan
dan gaya (style) dikontrol oleh budaya (Alland, Jr, 1977 : 99).

2.4.1. SENI SEBAGAI INTRAESTETIK DAN EKSTRAESTETIK

Seseorang ingin mengerti seni atau menghayati keindahan suatu seni


memiliki perangkat-perangkat model untuk mendekatinya. Seni rupa barat
misalnya mempunyai aturan-aturan yang digunakan untuk mendekati suatu seni.

2.4.1.1. SENI SEBAGAI INTRAESTETIK

Nilai intrinsik adalah nilai yang menyangkut aspek-aspek formalistik,


ikonografi dan fisikal. Mengapakah seni enak di pandang mata, mengapakah
musik itu sedap didengar telinga, mengapakah drama itu membuat menetes
airmata, mengapakah gerakan di dalam suatu seni tari menggugah perasaan;
pendeknya nilai yang terkandung dalam aspek-aspek fisikal yang terlihat, dapat
didengar, dapat ditonton oleh indera fisikal adalah nilai-nilai intrinsik.

Sebagai intraestetik, fenomena-fenomena seni hanya dilihat dari sudut seni


itu sendiri. Pendekatan seperti ini bersifat formalistic dalam arti hanya mendekati
suatu karya seni terbatas pada tatanan visualnya saja. Di dalam seni visual ada
prinsip-prinsip harmoni, keseimbangan, proporsi, pusat perhatian dan unity. Karya
seni yang baik adalah karya seni yang tertata menurut hukum komposisi.
Persoalan-persoalan bagaimana mengharmonikan warna, garis, titik, bidang
menjadi suatu tatanan yang menarik. Dengan demikian prinsip-prinsip
keseimbangan, yaitu dimana penataan-penataan unsure-unsur tadi haruslah
mencapai keseimbangan (dalam persepsi) di mana harus mengelompokkan unsur
tadi yang tidak berat sebelah atau (dalam persepsi) tetapi juga tidak kaku.

Masalah proposi juga penting karena hal ini menyangkut ukuran. Dalam
menggambar manusia misalnya, dibuat proposi 8-8,5 kali panjang kepala melebihi
ukuran normal 7,5 kalil panjang kepala. Pusat perhatian adalah hal yang paling
menarik dan utama didalam karya seni. Suatu karya seni harus menonjolkan

23
subject matter utamanya dengan cara membuatnya mencolok mata. Semua unsur-
unsur seni tadi haruslah berupa suatu kesatuan sehingga terbentuk suatu harmoni
di dalam karya seni. Naumn ironisnya, banyak seniman-seniman yang besar yang
mengomentari kembali hasil tulisan dari kritikus tentang hasil lukisannya.
Misalnya saja Pacasso : “ setiap orang ingin mengerti seni tetapi mengapa tidak
mencoba untuk mengerti nyanyian burung”. “ orang yang mencoba untuk
menjelaskan biaasanya menuduh orang yang tak bersalah” (Geertz,1976: 1473-
1499). Artinya pengamat atau orangn yang menilaisuatu karya seni dibekali
dengnan perangkat etik (sudut pandang pengamat)yang mempunyai jarak dengan
seniman yang mempunyai dunianya sendiri sebagai emik (sudut pandang seniman
yang tidak nyambung). Seni-seni seperti ini tidak akan berhasil dipahami
menggunakan pendekatan formalistik.

Kendati perangkat-perangkat aturan formalismetadi tidak mampu


menjelaskan semua fenomena seni sampai saat ini masih tetap digunakan dalam
kurikulum-kurikulum seni dan kritikus-kritikus formalis.

2.4.1.2. SENI SEBAGAI EKSTRAESTETIK

Nilai-nilai ekstrinsik berkenaan aspek kejiwaan, filsafat atau psikologi,


yaitu nilai-nilai yang tidak dapat dinilai oleh panca indera, serba noumena,
transendental. Nilai ekstrinsik hanya bisa dirasai oleh jiwa, intuisi dan naluri
dengan pendekatan ilmu, filsafat, kebudayaan dan sisi pribadi individu. Maka
dapat dikatakan, jika dua nilai ini bergabung dapat membuahkan hasil yang baik
dalam sebuah karya seni.

Sebagai kegiatan kesenian ekstraestetis, seni tidak dilihat dalam bingkai


hasil suatu karya seni dengan menggunakan pendekatan formalistik, tetapi dalam
memahaminya harus dilihat secara holistic yang tertanam dalam konteks
kebudayaan. Seni tidak dipandang secara baik buruk dari perangkat pengetahuan
yang didapat dari kebudayaan atau teori seni kita, melainkan harus diletakkan
dalam konteks kebudayaan dimana seni itu dilahirkan.

24
Sebagaimana diketahui bahwa seni sebagai ekstraestetis memiliki arti
penting, yaitu menempatkan seni di dalam konteks kebudayaan dimana seni
tersebut dipertontonkan, dipamerkan, dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kerangka pendidikan multikulturalis yang menekankan kesetaraan dan
keragaman salah satu pensekatannya adalah mengenal kesenian kelompok sosial
lain dimana akan timbul rasa saling memahami. Dalam konteks seni sebagai
ekstraestetis memiliki berbagai persoalan antara lain bagaimana seni digunakan,
siapa yang memiliki, kapan ia pertunjukkan, siapa yang membuat, dan lain-lain.

Sebagai kegiatan kesenian ekstraestetis, seni tidak dilihat dalam bingkai


hasil suatu karya seni dengan menggunakan pendekatan formalistik, tetapi dalam
memahaminya harus dilihat secara holistic yang tertanam dalam konteks
kebudayaan. Seni tidak dipandang secara baik buruk dari perangkat pengetahuan
yang didapat dari kebudayaan atau teori seni kita, melainkan harus diletakkan
dalam konteks kebudayaan dimana seni itu dilahirkan.

2.4.2. HUBUNGAN SENI DENGAN ILMU PENGETAHUAN

Manusia mempunyai kebutuhan yang fundamental untuk


mengasimilasikan semua pengalamannya: lingkungan eksternal dan proses
psikologis internal. Kegagalan psikologis yang tidak dicerna dengan baik
diibaratkan dapat menimbulkan keadaan “snow-baling” yang menimbulkan
disharmoni dan konflik. Seni membantu manusia mengasimilasi aspek-aspek
perceptual secara langsung dari pengalaman ke dalam struktur total harmoni dan
keindahan.

Upaya harmonisasi ilmu pengetahuan sering disalahgunakan, sehingga


menghasilkan akibat yang destruktif: perang, penjarahan, perbudakan. Untuk
menciptakan harmoni maka harus ada spirit ilmiah dan spirit ini harus diterapkan
dalam seni dan agama. Dengan belajar keharmonisan dalam alam, manusia harus
melakukan pendekatan total dalam kehidupan dengan menerapkan apa yang telah
dilakukan oleh pengetahuan, seni dan agama. Untuk menghubungkan seni dan
sains adalah dengan berorientasi kepada keindahan. Keindahan penekanannya

25
lebih kepada respon subyektif manusia didasarkan pada kesenangan akan apa
yang dilihatnya.

Seni adalah kegiatan yang terjadi oleh proses cipta, rasa dan karsa. Tidak
sama, tetapi tidak seluruhnya berbeda dengan sains dan teknologi, maka cipta
dalam bidang seni mengandung pengertian terpadu antara kreativitas (creativity),
penemuan (invention) dan inovasi (innovation) yang sangat dipengaruhi oleh rasa
(emotion atau feeling).

Namun demikian, logika dan daya nalar mengimbangi emosi dari waktu
ke waktu dan dalam kadar yang cukup tinggi. “Rasa” timbul karena dorongan
kehendak naluri yang disebut “karsa”. Karsa dapat bersifat personal atau kolektif,
tergantung dari lingkungan serta budaya masyarakat.

Apabila pernyataan ini benar tidaklah aneh bilamana ahli sains Albert
Einstein menyatakan bahwa “Imajinasi adalah lebih penting dari ilmu
pengetahuan dan teknologi.” Imajinasi melahirkan kreativitas dan kreativitas
menjadi sumber dari segala seni, ilmu pengetahuan dan seni.

Orang-orang yang hidup dalam masyarakat yang memiliki sains dan


teknologi membutuhkan seni setimpal dengan anggota masyarakat yang kaya
akan seni (kebudayaan) yang juga membutuhkan sebaliknya.

Dijelaskan Prof. Bandem, sains (ilmu pengetauan termasuk teknologi) dan


seni menyiapkan manusia pada jalan yang saling mengisi. Semuanya mengandung
pikiran kreatif dan pemecahan masalahnya.

Sains (ilmu pengetauan) mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang


aspek luar, dunia fisika; jawaban ini menjadi bentuk dasar dari teknologi. Seni
menggambarkan perkembangan dari dunia dalam kita---intuisi, emosional,
spiritual dan aspek kreatif dari manusia.

26
Dunia nyata dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan diungkap melalui
karya seni. Manusia membutuhkan keduanya yaitu ilmu pengetahuan (termasuk
teknologi) dan seni, apabila mereka ingin membuat keseimbangan lahir-bathin
dalam hidup mereka.

Sebagai penampilan ekspresif dari penciptanya, lanjut Profesor yang


dikenal sangat ramah ini, seni memiliki hubungan yang erat dengan unsur-unsur
kebudayaan yang lain. Seni lekat dengan bahasa, organisasi sosial, sistem
perekonomian, sistem teknologi, sistem kepercayaan dan sistem ilmu
pengetahuan. Sebagai bagian dari kebudayaan, seni dapat digolongkan menjadi
seni pertunjukkan, seni media rekam, dan seni sastra. Semua ini dapat menjadi
sasaran dalam penelitian seni.

2.5. BUDAYA

Budaya tidak dapat dilepaskan dan sangat terkait erat dengan pengertian
”The Humanities” yang berasal dari akar kata dalam bahasa Latin ”Humanus”
yang maknanya secara etiologis ”manusiawi”, ”berbudaya”, dan ”halus” (refined).
Jadi budaya adalah suatu sistem pengetahuan, gagasan dan ide yang dimiliki oleh
suatu kelompok masyarakat, yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman
bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku.

Secara garis besar budaya merupakan ”suatu” kekuatan yang tidak tampak
(invisible power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia untuk
bersikap dan berperilaku sesuai dengan sistem pengetahuan dan gagasan dibalik
kebudayaan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, kesenian, dan
sebagainya.

2.6. PENGARUH SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI BAGI


MANUSIA DAN BUDAYA

Pada hakekatnya manusia secara kodrati bersifat sebagai makhluk individu


sekaligus makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap

27
manusia berbeda-beda dengan manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola
pikir, kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk mencapai cita-cita. Sehingga
sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha mengeluarkan segala
potensi yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-potensi manusia sebagai
makhluk individu dapat dituangkan dalam sebuah karya seni, sains, dan teknologi.

Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan
disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains,
teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh
baik secara negatif maupun secara positif
1. Pengaruh positif
a. Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara
individu maupun kelompok) terhadap perkembangan ekonomi,
politik, militer, dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial
budaya.
b. Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat
dapat lebih mempermudah proses pemecahan berbagai masalah
yang dihadapi oleh manusia.
c. Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu
inspirasi tentang perkembangan suatu kebudayaan yang ada di
Indonesia.
2. Pengaruh negatif
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan
seni juga dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan
peradapan manusia dan budaya terutama bagi generasi muda. Selain
itu sains, teknologi dan seni telah melunturkan nilai-nilai luhur
kepribadian bangsa dan tata krama sosial yang selama ini menjadi ciri
khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir pemanfaatan dari sains,
teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental
dan budaya bangsa, seperti:

28
a) Menipisnya lapisan ozon
b) Terjadi polusi udara, air dan
tanah
c) Terjadi pemanasan global
d) Rusaknya ekosistem laut
e) Pergaulan dan seks bebas
f) dan penyakit moral.
Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat
memberikan pengaruh yang positif bagi manusia dan budaya, maka
sains, teknologi dan seni seharusnya mampu mengkolaborasikan antara
nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral dan menyesuaikan dengan
nilai-nilai religius, keagamaan, dan dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab.

29
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Sains, teknologi, dan seni dapat memberikan pengaruh yang besar bagi
kehidupan umat manusia, tidak hanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya
tetapi juga pengaruh positif dan negatif terhadap peradapan umat manusia.
Pengaruh tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Pengaruh positif
a) Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (dalam
segala aspek kehidupan)
b) Pemanfaatan yang tepat dan lebih mudah dalam
memecahkan masalah yang sedang dihadapi manusia.
c) Dapat memberikan pelayanan pada masyarakat
d) Dapat memudahkan pekerjaan manusia.
2. Pengaruh negatif
a) Dapat merusak mental manusia khususnya generasi muda
b) Dapat merubah gaya hidup manusia dalam hal berfikir,
berpakaian, dan bergaul
c) Dapat menimbulkan kerusakan hidup seperti: pemanasan
global, polusi udara, air, dan tanah.

Oleh karena itu dalam pemanfaatan sains, teknologi, dan seni haruslah di
dasari dengan sikap tanggung jawab dan moral yang tinggi supaya dapat
menetralkan pengaruh negatif dan meningkatkan pengaruh positif dari dampak
sains, teknologi dan seni itu sendiri. Dengan cara mengkolaborasikan antara yang
empiris dengan nilai-nilai keagamaan.

30
3.2. SARAN

Sebaiknya umat manusia tidak hanya mendalami pengetahuannya tentang


sains, teknologi dan seni saja, tetapi juga harus mendalami nilai-nilai religius,
keagamaan untuk menetralisir pengaruh buruk dari sains, teknologi, dan seni
untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik lagi.

31
DAFTAR PUSTAKA

Keraf, S. A. & Dua, M. 200 1. Ilmu Pengetahuan.: Sebuah Tinjauan Kritis.


Yogyakarta: Kanisius.

mailto: pusdat@pikiran-rakyat.co.id (c) 2008- pikiran rakyat bandung dikelola


oleh pusat data redaksi (Unit: Cyber Media-Dokumentasi Digital)

Tim Dosen Mata Kuliah ISBD. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Medan:
UNIMED.

http://fauzan-zifa.blogspot.com/2009/01/pengertian-teknologi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia

http://info.g-excess.com/id/online/Pengertian-Pengetahuan.info

http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/08/28/masalah-bebas-nilai-dalam-ilmu-
pengetahuan/

http://superpiwiqi.blogspot.com/2009/07/manusia-teknologi-sains-dan-seni.html

http://www.catatannaema.co.cc/2010/04/pemanfaatan-sains-teknologi-dan-seni-
di.html

http://www.scribd.com/doc/24692174/pngetahuan-bebas-nilai

http://www.scribd.com/doc/22658422/Makalah-ISBD

http://www.itb.ac.id/news/577.xhtml

http://za-doc.blogspot.com/2010/07/manusia-sains-teknologi-dan-seni.html

http://www.google.com dikutip dari wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas


berbahasa Indonesia

32
LEMBAR PENGESAHAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa makalah ini
benar kami buat secara berkelompok dengan cara berdiskusi. Adapun anggota dari
kelompok kami, yaitu kelompok VI adalah sebagai berikut:

( Aulia Wati ) ( Ficka Prameidia Utami )


NIM: 408231014 NIM: 408231027

( Ikhmam Peristiawan ) ( M. Alsya Rinaldhy )

NIM: 082244710003 NIM: 408231033

( Reza Zulmi ) ( Zainiati )


NIM: 082244710009 NIM: 082244710010

33