Anda di halaman 1dari 15

› 



http://www.abamgustav.ppds-obsgyn.com

| 
› 

›afe Motherhood adalah usaha-usaha yang


dilakukan agar seluruh perempuan menerima
perawatan yang mereka butuhkan selama
hamil dan bersalin.
G ^eluarga Berencana
G Antenatal Care
G Persalinan yang aman
G Pelayanan Obstetri Esensial

| 
› 

m. ^ELUARGA BERENCANA
 ^onsep ^B pertama kali diperkenalkan di Matlab,
Bangladesh tahun m .
 Tujuan ^B : merencanakan waktu yang tepat untuk
hamil, mengatur jarak kehamilan, dan menentukan
jumlah anak.
 Diharapkan tidak ada lagi kehamilan
yang tidak diinginkan sehingga angka
aborsi akan berkurang.
 Pelayanan ^B harus menjangkau siapa
saja baik ibu, calon ibu atau perempuan
remaja
| 
› 

^ELUARGA BERENCANA
 Perlu diadakan konseling yang terpusat pada
kebutuhan ibu.
 Tersedia berbagai pilihan metode ^B termasuk
kontrasepsi darurat.
 Angka kebutuhan tak terpenuhi (unmet
need) dalam pemakaian kontrasepsi
masih tinggi, angka pemakaian
kontrasepsi (contraceptive prevalence
rate) di Indonesia baru mencapai 54,2 %
pada tahun 200 ----- ^B terlaksana
dengan baik maka menurunkan
intervensi obstetri khusus.
| 
› 

2. Antenatal Care

A ›angat penting untuk mendeteksi lebih


dini komplikasi kehamilan.
A ›arana edukasi bagi perempuan tentang
kehamilannya.

Powerpoint Templates | 


› 

^omponen Antenatal Care :


 ›krining dan pengobatan anemia,
malaria, dan PM›.
 Deteksi dan penanganan komplikasi
seperti kelainan letak, hipertensi, edema
dan preeklampsia.
 Penyuluhan tentang komplikasi yang
potensial, serta kapan dan bagaimana
memperoleh pelayanan rujukan.
Powerpoint Templates | 
› 
£. Persalinan yang aman :
 Bertujuan untuk memastikan setiap penolong kelahiran/
persalinan mempunyai kemampuan, keterampilan dan
alat untuk memberikan pertolongan yang bersih dan
aman.
 Memberikan pelayanan nifas pada ibu dan bayi
 Memastikan pelayanan obstetri esensial diberikan pada
tingkat pelayanan dasar oleh bidan atau dokter umum.
 Bila komplikasi yang dialami ibu tidak dapat ditangani di
tingkat pelayanan dasar, bidan atau dokter umum harus
segera merujuk dengan terlebih dahulu melakukan
pertolongan pertama.
 Memastikan setiap wanita yang mengalami komplikasi
obstetri mendapat pelayanan gawat darurat secara cepat
dan tepat waktu a 

› 

4. Pelayanan Obstetri Esensial :

Adalah tersedianya pelayanan secara terus


menerus dalam waktu 24 jam untuk bedah
sesar, pengobatan penting (anestesi,
antibiotik dan cairan infus), transfusi darah,
pengeluaran placenta secara manual dan
aspirasi vakum untuk abortus inkomplet.

| 
› 

›trategi Pelayanan Obstetri Esensial :

 Melibatkan anggota masyarakat, khususnya wanita dan


pelaksanaan pelayanan setempat dalam upaya
memperbaiki kesehatan ibu.
 Bekerjasama dengan masyarakat, wanita, keluarga dan
dukun beranak untuk mengubah sikap terhadap
keterlambatan mendapat pertolongan.
 Menyediakan pendidikan masyarakat untuk
meningkatkan kesadaran tentang komplikasi obstetri
serta kapan dan dimana mencari pertolongan.

| 
› 

Peranan Puskesmas
- ›ebagai tempat memperoleh layanan kesehatan secara
umum yang murah, sederhana dan mudah terjangkau
terutama bagi kalangan kurang mampu.
- ›ebagai unit pelaksana teknis pelayanan tingkat
pertama/ terdepan dalam ›istem ^esehatan Nasional.
- Berupaya menurunkan A^I melalui program2nya yang
mengacu pada 4 pilar ›afe Motherhood

| 
› 

Pelayanan Obstetri Esensial Darurat


(POED)

G Melakukan pertolongan persalinan sungsang


G Melakukan pertolongan persalinan vakum
ekstraksi
G Melakukan manual placenta
G Memasang infus dan memberikan obat
parenteral
G Meneruskan sistem rujukan bila fasilitas tidak
memadai
Powerpoint Templates
| 
› 

Pelayanan Obstetri dan Neonatus


Esensial Darurat
(PONED)
G Merupakan pelayanan POED ditambah dengan
melakukan pelayanan neonatus yang
mengalami asfiksia ringan, sedang, dan berat.
G Melaksanakan konsep sayang ibu dan sayang
bayi.

Powerpoint Templates
| 
› 

Making Pregnancy ›afer (MP›)


Adalah suatu strategi sektor kesehatan dalam penurunan
kematian/ kesakitan ibu dan perinatal, dengan 4 strategi :
m) Meningkatkan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan
bayi baru lahir berkualitas yang cost-effective dan evidence based.
2) Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas
program, lintas sektor, dan mitra lainnya dalam melakukan
advokasi untuk memaksimalkan ›DM yang tersedia, serta
memantapkan koordinasi perencanaan & kegiatan MP›
£) Mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga melalui
peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang
menunjang kesehatan ibu/ bayi baru lahir serta pemanfaatan
pelayanan yang tersedia.
4) Mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjamin penyediaan
dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

| 
Target Indonesia ›ehat
‡ Penurunan A^I dari 450/m00.000 ^ (m )
menjadi m25/m00.000 ^ di tahun 20m0 dan
mm5/m00.000 ^ di tahun 20m5
‡ Bidan desa di tiap desa
‡ Perawatan kehamilan 5%
‡ Persalinan oleh tenaga kesehatan 0%
‡ Penanganan ibu Risti dan komplikasi
persalinan 0%
‡ ^etersediaan informasi mengenai ^B 0%
‡ Imunisasi TT pada ibu hamil 0%
| 

 

http://www.abamgustav.ppds-obsgyn.com

|