Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Proses tumbuh dan kembang pada anak akan berlangsung secara


bersamaan, namun setiap anak akan mengalami proses yang berbeda. Dan
setiap anak akan mengalami tahapan-tahapan dalam proses tersebut, dimulai
dari masa oral hingga remaja. Dalam masa sekolah, akan terjadi banyak
perubahan, misalnya kemandirian, pertumbuhan fisik, dan sosialisasi di
masyarakat. Tetapi proses-proses tersebut akan sangat dipengaruhi oleh faktor
lingkungan, budaya, sosial, dan keturunan. Dewasa ini banyak anak yang melalui
salah satu masa pentingnya ini dengan kurangnya dukungan dari faktor-faktor
tersebut. Sebutlah faktor lingkungan keluarga. Masa sekolah adalah masa
dimana anak akan lebih banyak mengenal interaksi dengan dunia luar. Tetapi
anak yang kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya saat ia
menjalani masa ini pada saat ia tumbuh menjadi seorang remaja atau dewasa, ia
akan tumbuh menjadi seorang anak yang cenderung tertutup dan kurang bisa
bersosialisasi dengan baik. Oleh karena itu, kami akan membahas mengenai
tumbuh kembang anak pada masa sekolah agar pembaca dapat mengetahui
mengenai hal-hal yang penting pada masa ini dan dapat menerapkannya pada
kehidupan sehari-hari.

1.2Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Tujuan dari makalah ini adalah agar seluruh pembaca dapat


mengerti tentang tumbuh kembang anak pada masa sekolah.

1.2.2 Tujuan Khusus

Dengan adanya makalah ini penyusun berharap dapat


mengerti dan mengetahui tentang tumbuh kembang anak pada
masa sekolah dan makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Keperawatan Anak.

1.3Manfaat

1
Makalah ini dapat bermanfaat sebagai pengetahuan dan referensi tentang
tumbuh kembang anak khususnya pada masa sekolah.

BAB II

ISI

2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses biologis yang saling


berkaitan dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kedua proses ini
berlangsung secara bersamaan. Pertumbuhan mempunyai dampak pada aspek
fisik sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ /
individu. Proses-proses tersebut dibagi menjadi beberapa tahap, antara lain
tumbuh kembang anak pada masa sekolah.

2.2 Tumbuh Kembang Anak Pada Masa Sekolah

Perkembangan Fisik

Masa sekolah merupakan masa pertumbuhan fisik yang relatif naik


dengan cepat, yang kemudian akan berakhir dengan suatu percepatan tumbuh
sekitar umur 10 tahun pada anak perempuan dan 12 tahun pada anak laki-laki.
Masa ini dimulai dari anak berumur 6-10 tahun. Penambahan berat badan pada
usia ini lebih kurang 2,5 kg dan untuk tinggi badan kira-kira 5 cm per tahun.
Pertumbuhan yang pesat selama kurun waktu ini sering disalah artikan karena
dikaitkan dengan seringnya kejadian pembesaran tonsil dan adenoid yang
sebenarnya normal; dalam hal ini tindakan tonsil/adenoktomi bukan pada
tempatnya dan sama sekali tidak terindikasi.

Selama masa sekolah perkembangan tulang muka terus berlanjut. Selain


itu, gigi tetap pertama, yaitu geraham pertama, tumbuh pada umur 7 tahun.
Bersamaan dengan tumbuhnya keempat geraham pertama, gigi susu mulai
tanggal secara berurutan sesuai dengan waktu erupsinya. Pergantian gigi susu
ini berlangsung dengan kecepatan kira-kira 4 gigi/tahun selama waktu 5 tahun
berikutnya. Kemudian geraham tetap ke 2 biasanya timbul pada umur 14 tahun,
sedangkan geraham tetap ke 3 baru pada umur menjelang 20 tahun.

Perkembangan Psikomotor

2
Perkembangan motorik yang terjadi pada anak sangat bervariatif, mulai
dari bersepeda, meluncur, roller blader, kemampuan berlari dan meloncat yang
meningkat, dan berenang. Sedangkan perkembangan motorik halus yang terjadi
misalnya kemampuan menulis secara bertahap, menguasai banyak
keterampilan, bermain video game, dan bermain computer.

Perkembangan Kognitif, Mental, dan Psikososial


Dalam perkembangan kognitif, anak akan mengembangkan keterampilan-
keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung. Anak juga dapat
mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan
sehari-hari. Untuk perkembangan Mental, anak akan mengembangkan hati
nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai. Selain itu perkembangan
psikososial yang terjadi adalah mengembangkan sikap terhadap kelompok-
kelompok sosial dan lembaga-lembaga, juga mencapai kebebasan pribadi.

Nutrisi

Setiap anak memerlukan nutrisi yang sehat dan seimbang agar dapat
tumbuh dan berkembang dengan baik. Kebutuhan kalori harian anak usia
sekolah menurun berhubungan dengan ukuran tubuh. Anak usia sekolah
membutuhkan rata-rata 2400 kalori per hari. Tetapi saat ini banyak makanan
fast food yang mempengaruhi nutrisi anak. Makanan fast food yang menarik
akan dengan mudah mempengaruhi anak, padahal makanan tersebut banyak
mengandung gula dan kolesterol yang tidak baik untuk pertumbuhan. Jika terlalu
banyak mengkonsumsi makanan tanpa/kurang pengawasan dari orang tua maka
akan terjadi obesitas pada anak. Apabila obesitas sudah terjadi, sulit untuk
memberikan diet pada anak, karena pada masa sekolah, anak senang mencoba
hal-hal yang baru dan mencari kesenangan lainnya. Lagipula pada masa ini
anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah daripada di rumah.
Oleh karena itu orang tuaharus lebih mengawasi makanan-makanan yang
dikonsumsi anaknya disekolah. Pihak sekolah yang menyediakan makan siang
mempunyai menu yang seimbang. Tetapi apabila pihak sekolah tidak
menyediakan makan siang, maka orang tua berperan aktif untuk memberi tahu
apa yang baik dikonsumsi di sekolah kepada anaknya.
Aktivitas untuk mengajari nutrisi pada anak usia sekolah misalnya:
• Anak mengoleksi gambar-gambar tentang snack makanan dari

3
majalah dan kategorinya baik, terkadang baik, atau tidak baik
(dapat terbuat dari poster).
• Mengoleksi artikel tentang nutrisi berhubungan dengan kesehatan
dan pencegahan penyakit.
• Diskusi nutrisi, membantu kecerdasan anak dan mengatakan apa
yang mereka tahu tentang topic seperti vitamin, gula, kolesterol,
protein, olahraga, makanan dasar, mineral, serat, sodium, fast food
dan membaca tabel.

Tabel Promosi Kesehatan bagi Anak Usia Sekolah dan Keluarga

Kemampuan Pengembangan Pencegahan Kecelakaan


Berhubungan dengan Resiko
Kecelakaan
• Meningkatkan aktivitas di luar Kendaraan Bermotor
rumah. • Mengajarkan anak untuk
• Berhubungan dengan kecepatan menggunakan sabuk pengaman
dan gerakan. ketika berada di dalam
• Dengan mudah dikacaukan oleh kendaraan.
lingkungan. • Menekankan disiplin ketika di
• Dapat berbincang untuk dalam kendaraan, contohnya
meyakinkan. tangan tetap di dalam
kendaraan tidak keluar jendela
dan tidak memainkan pintu.
• Memakai pengaman (misalnya
helm) ketika mengendarai
sepeda, motor, otopet.
Menekankan berjalan kaki
adalah perilaku yang aman.
• Cenderung untuk dilakukan. • Ajari anak berenang.
• Boleh bekerja berat untuk • Ajari peraturan dasar
menghasilkan kemampuan yang keselamatan air.
sempurna. • Pilih dan awasi tempat yang
• Mempunyai perhatian, tetapi aman untuk berenang.
tidak menakutkan, misalnya aksi • Cek kedalaman air yang cukup
motor gross, berenang. untuk menyelam.

4
• Berenang dengan rekan.
• Gunakan alat pelampung di
dalam air/boat.
• Pelajari CPR.

• Meningkatkan kebebasan. Terbakar

• Petualangan • Instruksikan kelakuan anak di

• Senang mencoba hal-hal yang area yang menyertakan kontak

baru. yang mempunyai potensi resiko


terbakar (misalnya bensin, api
unggun/barbekyu, serpihan api,
bara rokok, perkakas memasak,
alat set kimia), menghindari
memanjat/menerbangkan
layang-layang diantara kawat
bertegangan tinggi.
• Instruksikan kelakuan anak
sesuai dengan kejadian yang
berhubungan dengan api.
• Ajari anak memasak dengan
aman (gunakan panas yang
kecil, menghindari
penggorengan panas berhati-
hati dengan uap air panas,
cairan panas, letusan makanan,
khususnya dari microwave).
• Dekat dengan peraturan Racun
kelompok. • Anjurkan anak mengenani resiko
• Mungkin dengan mudah mengambil obat-obatan tanpa
dipengaruhi oleh panutan. penjelasan dan bahan-bahan
• Efek kuat untuk teman- kimia, termasuk aspirin dan
temannya. alkohol.
• Anjurkan anak untuk berkata
‘tidak’ jika ditawari produk
ilegal / obat-obat berbahaya /
alkohol.

5
• Mempertahankan potensial
produk berbahaya di bak
penampungan dengan baik yang
diberi label, terutama disimpan
diluar jangkauan anak-anak.
• Meningkatkan kemampuan fisik. Kerusakan Tubuh

• Membutuhkan pengabdian • Membantu menyediakan fasiitas


penuh untuk aktivitas fisik. untuk mengawasi tempat

• Tertarik untuk memperoleh aktivitas.

kemampuan baru dan mencapai • Mendorong bermain di tempat


kemampuan dan sempurna. yang aman

• Memberanikan diri dan • Ajari sesuai kegunaan, cara


berpetualang, khusunya dengan penggunaan pada alat-alat
panutan. dengan potensial bahaya.

• Sering bermain di tempat yang • Ajari anak untuk tidak menggoda


berisiko / mengagetkan anjing, menyerbu

• Keinginan untuk kesetiaan wilayah mereka.

kelompok dan mulai • Mengajari nama, alamat, dan


membutuhkan persetujuan nomor telepon dan bertanya
teman. untuk meminta tolong dari orang

• Mencoba perbuatan penuh yang sesuai (kasir, satpam,

resiko. polisi) jika tersesat.

• Kesenangan dalam aktivitas • Mengajari keamanan saat

fisik. berada dengan orang asing.


Misalnya jangan pernah pergi
dengan orang asing, memberi
tahu orang tua jika ada
seseorang yang membuatnya
tidak nyaman, dan mengajarkan
untuk berkata ‘tidak’ ketika
menghadapi situasi yang tidak
diharapkan.

Dengan bergesernya sebagian besar kehidupan anak dari lingkungan


rumah ke lingkungan sekolah, seorang anak akan merasakan hidup mandiri

6
serta kemudian dengan pengaruh lingkungan di luar rumah ia akan membentuk
wataknya sendiri. Berubahnya perhatian dan minat anak ini sering menimbulkan
kekesalan pada orang tua, sehingga bila masalah antara anak dan orang tua
tidak segera diselesaikan, mungkin akan terdapat kesulitan dalam penyesuaian
diri anak dengan keadaan di luar rumah.

Pertanggungan jawab yang besar dalam masa sekolah adalah timbulnya


rasa percaya diri dan tanggung jawab terhadap tugas yang akan
dilaksanakannya secara tuntas. Dalam hal ini mungkin saja orang tua atau anak
sendiri akan sangat kecewa bila prestasi yang dicapai tidak seperti yang
diharapkan orang tua. Seorang anak yang tidak dapat mencapai tingkatan sosial
yang memadai akan mulai merasakan suatu kegagalan. Kemudian mungkin bisa
menimbulkan reaksi berupa kemarahan atau kegelisahan. Selanjutnya, akibat
tidak tercapainya keinginan si anak. Ia akan bereaksi dengan perilaku anti-sosial
sebagai upaya untuk mendapatkan kembali pengenalan diri yang tidak dapat
dicapainya dengan cara yang baik.

Tabel Selama Pertumbuhan dan Pengembangan Sekolah Tahun


Umur

Umur Physcal Motor Mental Adaptif Pribadi-Sosial

(Tahun)

6 Pertumbuhan Mengetahui Menggunakan Sering


dan berat:16- apakah itu pagi pisau untuk melakukan
23,6, tinggi: atau sore menyebarkan bermain kasar,
sering kali
42-48 inci, ,mendefinisikan selai atau
mencemburui
kehilangan benda umum mentega pada adik atau
gigi pertama , seperti garpu roti suksesi kakak,
bertahap dan kursi bermain kertas melakukan
dalam dalam hal lipat, mainan, apa yang
meningkatka penggunaan, mandi tanpa dilakukan
n kecekatan mengatakan pengawasan, orang dewasa,
pengaruh
aktivitas usia; yang cantik menikmati
sekolah telah
aktivitas dan yang jelek permainan memiliki cara
konstan. dari seperti meja melakukan
serangkaian permainan, sesuatu

7
gambar dari halma, sosialisasi.
wajah,mengga permainan
mbarkan objek kartu
dalam gambar sederhana,
dari pada kadang-kadang
hanya mencuri uang
merenung, atau barang-
menghadiri barang
kelas pertama menarik.

7 Mulai tumbuh Mengulang tiga Menggunakan Tahu menjadi


sedikitnya angka ke pisau untuk anggota
dua inci belakang, memotong keluarga ,
mengambil
setahun mengembangk daging,mungki
bagian
berat:17,7-30 an konsep n perlu kelompok
kg, tinggi waktu; bantuan, dalam
111,8-129,7 membaca atau memotong kelompok
cm, lebih menonton rambut. bermain, laki-
berhati-hati biasa, tidak laki lebih
dalam berhenti di memilih
bermain
pendekatan akhir kalimat.
dengan anak
baru, laki-laki,anak
mengulangi perempuan
kinerja lebih suka
mereka untuk bermain
menguasai, dengan anak
tumbuh gigi perempuan,
menghabiskan
permanen.
banyak waktu,
tidak
memerlukan
banyak
persahabatan.
8-9 Terus tumbuh Mengetahui Menggunakan Mudah untuk
5cm (2 inci) persamaan dan alat-alat seperti mendapatkan
setahun, perbedaan palu,atau kebersamaan
di rumah,
berat: 19,6- antara dua hal, obeng ,
mengharapkan
39,6 kg, memori menggunakan hidup yg lebih
tinggi: 117- hitungan alat-alat rumah baik,
141,8 cm, mundur dari 20 tangga dengan membangun
sering sampai tugas-tugas hubungan pria
anggun 1;memahami rutin seperti dan wanita,
dimana saja; konsep yang di menyapu, akan tetapi ia
tidak mau
sering balik bertanggung
meninggalkan
melompat, menjelaskan jawab untuk keluarganya
mengetahui secara rinci, berbagi dan
diri dapat pekerjaan masyarakat
sepenuhnya, diandalkan, rumah tangga secara bebas,
mengontrol memahami yang terlihat sendiri, atau

8
kecepatan konsep-konsep setelah semua dengan teman-
motorik. ruang. kebutuhan teman, senang
sendiri bersaing dan
bermain game,
terpenuhi,
Menunjukan
membeli artikel preferensi dan
bermanfaat; teman-teman
ingin menjadi dalam
yg terbaik dari kelompok
semua bermain,
pertanyaan dan berada dengan
kelompok
takut terhadap
sendiri untuk
ke gagalan. awalnya, lalu
kelompok
campuran
untuk
mengembangk
an diri,
membandingk
an diri dengan
lainnya.
10 Anak laki: Menulis cerita Membuat Menyukai
lambat dalam singkat, artikel yang keluarga;
pertumbuhan menulis surat berguna , keluarga
, lambat dan kepada teman melakukan benar-benar
cepat atau keluarga pekerjaan yang memiliki arti
mendapatkan dengan inisiatif mempunyai
berat badan; sendiri tanggung Berharap dia
mirip orang jawab yang dapat
dewasa. Menggunakan mudah. menunjukan
telepon untuk kasih sayng
perempuan: kepentingan Kadang-kadang seperti ibunya
pubertas. praktis, anak tersebut dan seperti
Perubahan dibiarkan seorang ayah
tubuh mulai Merespon sendiri di yang dipuja
muncul; dan majalah, radio rumah selama dan idolakan,
menyempurn atau iklan satu jam atau
akan sisa gigi lainnya. lebih berhasil Menghormati
yang akan untuk menjaga orang
Membaca tua,menghorm
tumbuh dan buku-buku, kebutuhan
cenderung ke mereka sendiri, ati teman,
romantis, mereka selalu
arah lengkap perpustakaan, atau orang lain.
(kecuali gigi berbicara
petualangan, Tidak menyukai tentang
bungsu) atau hewan. perkelahian
tetapi lebih Menanggapi
menyukai anak-anak dan
persahabatan. para guru
yang mereka
inginkan

9
Hubungan harmonis,
yangg mereka penuh kasih
bina dengan orang tua.
lawan jenis
lebih kearah Sebagai
pengganti
positif.
orang tua,
guru di kelas
melakukan
banyak
kegiatan yang
sebelumnya
dianggap oleh
para orang tua
(biasanya Ibu),
seperti
mengenali
anak-anak dari
kebutuhan
pribadi
misalnya
kebutuhan
untuk pergi ke
kamar mandi.

Teori-Teori Perkembangan Anak

Perkembangan Kognitif (Piaget)

Tahap kongkret (7-11 tahun) dengan perkembangan kemampuan sebagai


berikut, anak sudah memandang realistis dari dunianya dan mempunyai
anggapan yang sama dengan orang lain, sifat egosentrik sudah mulai hilang
sebab anak mempunyai pengertian tentang keterbatasan diri sendiri, sifat
pikiran sudah mempunyai dua pandangan atau disebut reversibilitas merupakan
cara memandang dari arah berlawanan (kebalikan), sifat realistic tersebut
belum sampai kedalam pikiran dalam membuat suatu konsep atau hipotesis.

Perkembangan Psikoseksual Anak (Freud)

Pada perkembangan psikoseksual anak pertama kali di kemukakan oleh


Sigmund freud yang merupakan proses dalam perkembangan anak dengan
pertambahan pematangan fungsi struktur serta kejiwaan yang dapt
menimbulkan dorongan untuk mencari rangsangan dan kesenangan secara
umum untuk menjadikan diri anak menjadi orang dewasa.

Tahap laten terjadi pada umur 5-12 tahun dengan perkembangan sebagai

10
berikut dengan kepuasan anak mulai terintegrasi, anak masuk dalam masa
pubertas dan berhadapan langsung pada tuntutan sosial seperti suka hubungan
dengan kelompoknya atau sebaya, dorongan libido mulai mereda.

Perkembangan Psikososial Anak (Erikson)

Merupakan perkembangan anak yang di tinjau dari aspek psikososial,


perkembangan ini dikemukakan oleh Erikson bahwa anak dalam
perkembangannya selalu dipengaruhi oleh lingkungan social dan untuk
mencapai kematangan kepribadian anak perkembangan psikososial.

Tahap rajin dan rendah diri tarjadi pada umur 6-12 tahun (sekolah)
dengan perkembangan sebagai berikut anak selalu berusaha untuk mencapai
sesuatu yang diinginkan atau prestasinya sehingga anak pada usia ini adalah
rajin dalam melakukan sesuatu akan tetapi apabila harapan anak pada anak ini
tidak tercapai maka kemungkinan besar anak akan merasa rendah diri.

Masalah Kesehatan

Permasalahan kesehatan yang terjadi pada anak di masa sekolah sangat


beragam, mulai dari penyakit menular yang ditularkan di sekolah seperti
Demam Berdarah Dengue, Infeksi Tangan Mulut, Campak, Rubela (campak
jerman), Cacar Air, Gondong dan infeksi mata (Konjungtivitis Virus). Infeksi Kaki,
Tangan dan Mulut Infeksi Tangan Kuku dan Mulut disebabkan oleh virus entero,
virus coxsackie A16, ataupun virus entero 71. Masa inkubasi sekitar 3 - 6 hari.
Penularannya sangat cepat diantara usia anak. Melalui sentuhan dengan air
hidung atau mulut, kencing, ataupun pengeluaran. virus masuk melalui rongga
mulut dan saluran cerna.
Tanda dan gejala penyakit kaki tangan dan mulut adalah gelisah, demam ringan,
nyeri otot dan tulang dan hilang selera makan. Meskipun jarang infeksi virus ini
dapat menyebabkan myocarditis (infeksi otot jantung), pneumonia (infeksi paru),
meningoencephalitis (infeksi otak) dan kematian. Selain itu penyakit non infeksi
yang dapat terjadi adalah alergi yang dapat bersumber dari berbagai factor
resiko dan penyakit yang ditimbulkan karena cacing.

Gangguan perkembangan dan perilaku anak disekolah dapat berupa fobia,


gangguan belajar, gangguan konsentrasi, gangguan berbicara, gangguan emosi
hingga autism. Anak-anak juga dapat mengalami stress.

Sumber potensial stress di masa anak-anak:

11
• Sumber stress pada umur 6 tahun

o Harapan - orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya

o Sekolah - tingkat pertama mengenalkan anak untuk lebih formal,


setting akademik, mungkin akan jadi pengalaman anak yang
pertama pergi dari rumah sepanjang hari.

o Level aktivitas - mungkin menemukan kesulitan untuk tetap diam


untuk waktu yang lama, akan mendapatkan kecelakaan , seperti
menumpahkan susu.

o Kompetetisi - anak ingin menjadi yang pertama atau yang terbaik.

o Rasa malu - pada permulaanya mungkin akan malu di dalam situasi


baru tetapi biasa dapat kembali seperti semula dengan cepat.

o Agresif - akan menjadi bermusuhan atau agresif, tingkat kemarahan


mencapai puncaknya.

o Kesensitifan - di mulai dengan membaca bahasa tubuh atau


ekspresi wajah dan menjadi terganggu ketika rasa pencelaan
muncul.

o Menggoda - mengajak adalah menggoda, tetapi menjadi terganggu


ketika penerimaan di tolak

o Keputusan - memiliki koping yang sulit dengan meningkatkan


kebebasan.

o Kecemburuan - permusuhan antara saudara kandung adalah hal


yang biasa.

o Ketakutan - biasanya terjadi di tengah pembaruan, menemukan


kebebasan dan mungkin di selimuti ketakutan saat tersesat atau
ketakutan membuat kemaluan dan kesalahan besar di social.

• Sumber stress pada umur 7 tahun

o Kemurungan - sering murung, tidak bahagia, atau termenung-


menung.

12
o Penerimaan - berlanjut untuk membutuhkan pujian dan penerimaan
dari grup panutan dan orang tua.

o Kesederhanaan - permintaan privacy ketika di kamar mandi atau


memakai baju.

o Organisasi - nyaman dengan peraturan, regulasi, kebiasaan rutin


dan pesanan, menjadi terganggu ketika mereka mengacaukan.

o Interupsi - benci menjadi mengganggu ketika sangat involue di


dalam aktivitas.

o Idola - memiliki keinginan menjadi lebih di sukai lebih mengagumi


idola.

o Persahabatan - menjadi lebih selektif tentang teman bermain.

• Sumber stress pada umur 8 tahun.

o Kritikan pribadi - sangat kritikan pada kemampuan personal dan


wewenang performance.

o Orang tua - di mulai dari kemarahan wewenang orang tua.

o Kesendirian - senang berinteraksi dengan teman-teman, mungkin


benci untuk meninggalkan sekolah.

o Pujian - berlanjut untuk mencari penerimaan tetapi dapat


mengidentifikasi ketika pujian tidak di dapatkan.

o Kemerdekaan - banyak memulai untuk tinggal sendiri untuk periode


waktu tertentu dengan perintah dari orang tua dan hasil terakhir
perasaannya tidak bahagia.

• Sumber stress pada umur 9 tahun

o Pemberontakan – kadang- kadang tes kebebasan menimbulkan


pemberontakkan.

o Lawan jenis - menggunakan pemisahan lawan jenis saat bermain.

o Bermain jujur – memiliki perasaan untuk bermain jujur dan penuh


semangat.

13
• Sumber stress pada umur 10 tahun

o Pematangan seksual – perempuan, pada partikel, mungkin menjadi


konsisten diri menghormati tanda yang jelas dari pertumbuhan.

o Issu social – level baru dari pengetahuan dapat meregenerasi


perhatian, menghormati persoalan sosial.

o Ukuran – laki-laki maupun perempuan mungkin mengalami


gangguan dengan fakta bahwa para perempuan lebih tinggi.

o Kebingungan – terlalu banyak kebebasan dapat menyebabkan anak


menjadi kikuk.

o Uang – anak khawatir untuk mendapatkan dan mengendalikan


uang, tetapi sering menggunakan keputusan yang buruk.

o Dorongan panutan – menjadi termotivasi dengan penuh.

o Kritikan pribadi – anak mungkin mengkritik dengan dengan sangat


tinggi terhadap penampilan seseorang.

Upaya promosi kesehatan yang dapat dilakukan pada anak masa


sekolah antara lain:

a. Promotif dan Pencegahan


b. Pemberian nutrisi yang baik dan benar
c. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
d. Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular
e. Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah
f. Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah Deteksi dini
gangguan perilaku dan gangguan belajar
g. Imunisasi anak sekolah
h. Kuratif dan rehabilitasi
i. Penganan pertama kegawat daruratan di sekolah
j. Pengananan pertama kecelakaan di sekolah
k. Keterlibatan guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku
dan gangguan belajar

14
BAB III

KESIMPULAN

Tumbuh kembang anak pada masa sekolah di mulai dari umur 6-12 tahun.
Di masa ini pertumbuhan anak naik pesat, misalnya tinggi badan kira-kira naik 5
cm per tahun. Dengan bergesernya sebagian besar kehidupan anak dari
lingkungan rumah ke lingkungan sekolah, seorang anak akan merasakan hidup
manidiri dan pengaruh lingkungan di luar rumah akan membentuk wataknya
sendiri.

Pada masa ini, orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian yang
lebih tetapi juga memberikan kebebasan yang bertanggung jawab. Orang tua
dapat mengajari anak cara untuk mencegah kecelakaan saat ia menjalankan
aktifitasnya. Misalnya cara menanggapi orang asing yang berada di dekatnya
dan mengajari tentang pentingnya menggunakan pengaman saat berkendara.
Hal-hal tersebut penting dilakukan agar anak dapat melalui masa ini dengan baik
dan menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Tidak lupa juga untuk selalu
memperhatikan nutrisi yang ia dapat. Banyak masalah kesehatan yang dapat
dialami oleh anak pada masa sekolah misalnya demam berdarah dengue,
cacingan, alergi, gangguan kepribadian, dan stress. Oleh karena itu perlu adanya
upaya promosi kesehatan misalnya melakukan imunisasi anak sekolah.

15
DAFTAR PUSTAKA

Hidayah, A. Alimul Aziz. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta :


Salemba Medika.

Muscari, Mary E. 2005. Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC.

16