Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH TENTANG

DI SUSUN OLEH :

1. NABELA C. P.
2. RAMA DAHLIA
3. FAIZAL RIDHO
4. TRI ISWINTARI
5. AHMAD YANI
Halaman 1

KATA PENGANTAR

Pertama – tama kami ucapkan puji syukur atas rahmat Allah SWT karene berkat ridho-Nya kami
dapat menyelasaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat waktunya. Tidak lupa kami
ucapkan terima kasih kepada Ibu Subaryanti selaku dosen Botani yang telah member kesempatan
kepada kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
teman – teman kami yang telah bekerja sama membantu dalam pembuatan makalah ini.

Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang family Orchidaceae. Yang termasuk dalam
keluarga Orchidaceae adalah anggrek, yang merupakan keluarga terbesar diantara kelurga
tanaman hias lainnya. Orchidaceae memiliki kurang lebih 43.000 spesies dari 750 generasi yang
berbeda. Lebih dari 5.000 spesies dari keluarga Orchidaceae biasa ditemukan di Indonesia.

Dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kesalahan yang belum kami ketahui. Untuk itu
kami mohon saran dan kritik dari teman – teman maupun dosen mata kuliah Botani, demi
tercapainya makalah yang sempurna.

Jakarta, 10 Januari 2011

Penulis
Halaman 2

Daftar isi

1. Kata Penghantar 1

2. Daftar isi 2

3. BAB I Pendahuluan 3

4. BAB II Tinjauan Pustaka 4


A. Deskripsi Famili Orchidaceae 4
Ciri – Ciri Botani 4
Berdasarkan Tipe Pertumbuhan 6
Berdasarkan Tempat Tumbuhnya 7

B. Deskripsi Tanaman 10
Vanilla planifolia Andr. 10
Dendrobium crumenatum Swartz. 13
Orchis militaris L. 16
Cymbidium lancifolium Hook. 19
Dendrobium phalaenopsis Fitzg. 22

5. BAB III Kesimpulan 24

6. Daftar pustaka 26
Halaman 3

BAB I
Pendahuluan

A. Latar belakang

Dalam bahasa Yunani, kata ”orchid” berasal dari orchis yang berarti testicle atau buah
zakar. Yang termasuk dalam keluarga Orchidaceae adalah anggrek. Anggrek merupakan
keluarga besar dari kelompok (subdivisi) tanaman berbunga atau berbiji tertutup (angiospermae),
kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo Orchidales, dan family Orchidaceae
(anggrek – anggrekan). Famili ini dapat dibagi lagi menjadi lima subfamily. Menurut para ahli di
dunia ada banyak spesies anggrek alam yang terhimpun dalam beberapa genus (induk jenis atau
marga).

Penyebaran family Orchidaceae hampir meliputi seluruh dunia. Di habitatnya, anggrek biasa
ditemui tumbuh di hutan – hutan gelap,di lereng – lereng terbuka, di batu- batu karang terjal, di
batu – batu daerah pantai dengan garis pasang surut tinggi, hingga di tepi gurun pasir.
Banyaknya tempat tumbuh anggrek membuat para ahli mencoba merumuskan jenis anggrek
sesuai dengan habitanya.

B. Tujuan
Makalah ini dibuat untuk mempelajari seluk beluk deskripsi tanaman Orchidaceae, yaitu
klasifikasi & morfologi dari tanaman tersebut. Beberapa karakteristik makalah ini antara lain
isinya mudah dipakai, bahasanya sederhana, dan gambarnya jelas. Dengan demikian makalah ini
sangat berguna bagi siapa saja yang ingin mendalami morfologi bagian – bagian tumbuhan.
Halaman 4

BAB II
Tinjauan pustaka

A. Deskripsi Famili Orchidaceae


Klasifikasi
Kerajaan (Kingdom) : Plantae
Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Aspargales / Orchidales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Sub family : • Apostasioideae
 Cypripedioideae
 Epidendroideae
 Orchidoideae
 Vanilloideae

Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak.
Jenis - jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun
sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Umumnya terdiri atas terna yang sangat
berbeda – beda habitusnya. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang
berasal dari daerah tropika. Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan
membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang
cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan
air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.

Ciri - ciri botani


Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging" tebal
dengan kandungan air yang tinggi. Dengan demikian ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air
yang rendah. Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun demikian,
anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif. Anggota suku ini
Halaman 5

menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai
tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan.
Orchidaceae merupakan terna perennial dengan perawakan yang beraneka ragam, hidup
sebagian besar sebagai epifit, ada yang sebagai saprofit, ada pula yang terrestrial, mempunyai
rimpang, akar yang seperti umbi, tetapi bukan umbi lapis atau umbi sisik.
Akar serabut, tidak dalam. Jenis-jenis epifit yaitu mengembangkan akar sukulen dan
melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh,namun tidak merugikan pohon inang. Ada pula
yang tumbuh geofitis,dengan istilah lain terrestria artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar di
dalam tanah. Ada pula yang bersifat saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering dan kayu-
kayu lapuk yang telah membusuk menjadi humus. Pada permukaan akar seringkali ditemukan
jamur akar (mikoriza) yang bersimbiosis dengan anggrek.
Batang berdaun atau tidak, beruas-ruas. Anggrek yang hidup di tanah ("anggrek tanah")
batangnya pendek dan cenderung menyerupai umbi. Sementara itu, anggrek epifit batangnya
tumbuh baik, seringkali menebal membentuk umbi semu / palsu (“pseudo bulbi”) yang
mempunyai akar – akar yang mengandung klorofil dan berfungsi sebagai alat untuk asimilasi.dan
terlindungi lapisan lilin untuk mencegah penguapan berlebihan. Pertumbuhan batang dapat
bersifat "memanjang" (monopodial) atau "melebar" (simpodial), tergantung genusnya.
Daun tidak berbagi, berseling biasanya tersusun dalam 2 baris, jarang berhadapan,
seringkali agak tebal yang berfungsi sebagai penyimpan air, berdaging, biasanya oval
memanjang dengan tulang daun memanjang pula, khas daun monokotil, pangkal berubah
menjadi upih yang hampir selalu tertutup dan memeluk batang.
Bunga suku ini berbentuk khas dan menjadi penciri yang membedakannya dari anggota
suku lain. Bunga yang biasanya hampir bersifat banci (hermaprodit), jarang terdapat bunga
berkelamin tunggal berumah satu. Bunga-bunga anggrek tersusun majemuk, muncul dari tangkai
bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun. Bunga – bunga tersebut ada yang terpisah –
pisah ada yang tersusun beraneka susunan rangkaian, seperti bulir, tandan, atau malai. Bunganya
simetri bilateral. Helaian Kelopak bunga (sepal) biasanya berwarna mirip dengan mahkota bunga
(sehingga disebut tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi membentuk semacam "lidah"
yang melindungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik. Benang sari
memiliki tangkai sangat pendek dengan dua kepala sari berbentuk cakram kecil (disebut
"pollinia") dan terlindung oleh struktur kecil yang harus dibuka oleh serangga penyerbuk (atau
manusia untuk vanili) dan membawa serbuk sari ke mulut putik. Tanpa bantuan organisme
penyerbuk, tidak akan terjadi penyerbukan.
Buah berbentuk kapsul yang berwarna hijau dan jika masak mengering dan terbuka dari
samping. Bijinya sangat kecil dan ringan, sehingga mudah terbawa angin. Biji anggrek tidak
Halaman 6

memiliki jaringan penyimpan cadangan makanan (Endosperm) bahkan embrionya belum


mencapai kematangan sempurna. Perkecambahan baru terjadi jika biji jatuh pada medium yang
sesuai dan melanjutkan perkembangannya hingga kemasakan.

Berdasarkan Tipe Pertumbuhan


a. Monopodial
Anggrek ini hanya memiliki satu batang dan satu titik tumbuh saja. Bunganya tumbuh
dari ujung batang. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek batang dan biji. contoh:
Vanda sp., dan Phalaenopsis sp. (Anggrek Bulan).

Phalaenopsis sp. Vanda tricolor

Vanda sp.
Phalaenopsis Aphrodite
(Moon Orchid)

b. Simpodial
Anggek ini memiliki lebih dari satu titik tumbuh. Tunas baru muncul dari sekitar batang
utama. Bunga bisa muncul di pucuk atau sisi batang, tetapi ada juga yang muncul dari
Halaman 7

akar tinggal. Bayangnya menyimpan air cadangan makanan atau umbi semu. Anggrek ini
dapat diperbanyak dengan cara split, pemisahan keiki, biji. Contoh: Dendrobium sp.,
Cattleya sp.

Dendrobium sp. Cattleya sp.

Berdasarkan Tempat Tumbuhnya


a. Epifit
Anggrek yang tumbuh menempel di cabang, dahan, ranting, dan batang pohon baik yang
masih hidup maupun yang sudah mati dan melapuk tanpa merugikan tanaman inangnya
dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Seluruh akar fungsional merupakan
akar yang menjuntai di udara (akar gantung). Sementara itu akar yang menmpel di media
hanya berguna untuk menahan tanaman agar tetap di posisinya. Akar anggrek menyerap
makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Contoh : Cattleya sp., Dendrobium sp.,

Noble Dendrobium Cattleya (Laelia) purpurata


Halaman 8

b. Semiepifit
Anggrek semiepifit hidup dengan cara menempel di cabang, dahan, ranting, dan batang
pohon seperti halnya anggrek epifit. Perbedaannya dengan anggrek epifit adalah akar
yang menmpel di media selain berfungsi menahan, juga berfungsi memperoleh zat – zat
hara dibawah medianya.
Contoh : Brassavola sp., Epidendrum sp.

c. Terestrial
Anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung. akarnya
mengambil makanan dari tanah. Contoh : Vanda sp.

Anggrek terrestrial dibedakan menjadi 2


subtipe, yaitu terrestrial murni dan terrestrial
berumbi semu. Terestrial murni yaitu
mempunyai akar & batang yang terletak di
dalam tanah.

Coerulea Vanda , Anggrek Biru

d. Semiterestrial
Seperti anggrek terestrial, anggrek semiterestrial juga hidup di tanah.Namun anggrek
semiterestrial tidak memiliki bonggol / umbi semu, sehingga batangnya tumbuh & hidup
di atas tanah. Juga bisa tumbuh di bebatuan, tanah yang berbatu atau berpasir, dan di
tebing – tebing padas. Contoh : Vanilla, Arundina, Paphiopedilum, Aranda.
Halaman 9

e. Saprofit.
Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta
menbutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil.
Contoh : Goodyera sp.

f. Litofit
Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan atau tanah berbatu, dan tahan terhadap cahaya
matahari penuh. Anggek ini mengambil makanan dari hujan, udara, humus.
Contoh : Paphiopedilum sp., Dendrobium phalaenopsis Fitzg.

Paphiopedilum sp
Halaman 10

B. Deskripsi Tanaman

Vanilla planifolia Andr.


 Sinonim : - Vanilla viridiflora BI.  Klasifikasi
- Vanilla mexicana Mill. Kerajaan (Kingdom) : Plantae
 Nama lokal: Anggrek vanili, Panili Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Aspargales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Sub family : Vanilloideae
Tribe : Vanilleae
Sub tribe : vanillinae
Marga (Genus) : Vanilla
Jenis (Species) : Vanilla planifolia Andr.

Vanilla planifolia Andr.

 Deskripsi
1. PERAWAKAN TUMBUHAN (HABITUS)
 Semak
 Umur : Menahun
 Panjang : 10 m
 Hidup sebagai semiterestrial

2. AKAR (RADIX)
 Susunan : Serabut
 Putih, kotor

3. BATANG (CAULIS)
 Ada batang pokok
 Arah tumbuh : Merayap / menjalar (repens)
Halaman 11

 Bentuk dan sifat lain : Silindris, lunak, beruas – ruas, diameter ± 1,5 m, hijau
berbibtik putih
 Tumbuh akar pada ruasnya (Akar Aerial)
 Pola pertumbuhan : Monopodial

4. DAUN (FOLIUM)
 Susunan daun : Daun tunggal (Folium simplex)
 Merupakan daun tidak lengkap (Folium incompletus)
 Sifat-sifat daun yang diamati antara lain :
a. Circumscriptio (bentuk keseluruhan daun) : jorong (ovalis) / lanset
(lanceolatus)
b. Basis folii (pangkal daun) : rotundatus
c. Apex folii (ujung daun) : acuminatus
d. Margo folii (tepi daun) : integer (rata)
e. Nervatio / Venatio (tulang daun) : rectinervis ( sejajar )
f. Intervenium (daging daun) : carnosus
g. Sheath : Pendek
h. Panjang : 15 – 19 cm
 Tata letak : Berselang-seling pada masing-masing buku
 Bentuk dan ukuran : daun pipih, tebal berdaging, bulat telur & jorong atau
lancet dengan ujung lancip, berwarna hijau tua

5. ALAT – ALAT LAINNYA


 Alat pembelit / sulur : Akar pembelit (Cirrhus radicalis)

6. BUNGA (FLOS)
 Bunga majemuk : Tidak terbatas (Inflorescentia racemosa)
 Letak pada suatu tumbuhan : di ketiak tangkai daun (Flos lateralis / axilaris)
 Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan, yang terdiri dari 15 – 20 bunga. Betuk
bunganya duduk berwarna hijau – biru, agak pucat, panjang 4 – 8 cm, dan berbau
agak harum
Halaman 12

 Cara penyerbukan : Dengan bantuan manusia (Antropofili /


Antropogami)
 Kelamin bunga : Banci (Hermaprodit)
 Perigonium (tenda bunga) : corollinus (serupa tajuk)
 Corolla (mahkota) : putih
 Stamen (benang sari) : 1 atau 2, bersatu dengan kepala putik (stigma)
pada perpanjangan sumbu bunga, dikenal dengan nama tugu (ginostemium)

7. BUAH (FRUCTUS)
 Legumen (polong), lonjong
 Warna : Warna buah mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan
garis-garis kuning menjelang masak.Buah yang telah masak dapat berwarna coklat
tua. Jika di biarkan masak dipohon, buah akan pecah menjadi dua bagian, dan
menyebarkan aroma vanili.
 Dapat dimakan

8. BIJI (SEMEN)
 Jumlah biji dalam buah,dalam tiap ruang : Biji buah kecil-kecil,banyak sekali
jumlahnya
 Bentuk : Bulat, pipih
 Ukuran : kira-kira 0,2 mm
 Warna : putih
Halaman 13

Dendrobium crumenatum Swartz.

 Nama umum : Anggrek merpati


 Nama daerah : Anggrek Japati
 Klasifikasi
Kerajaan (Kingdom) : Plantae
Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Orchidales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Marga (Genus) : Dendrobium
Jenis (Species) : Dendrobium crumenatum Swartz.

Anggrek merpati tampak dekat Anggrek merpati dalam satu tandan bunga

 Deskripsi
1. PERAWAKAN TUMBUHAN (HABITUS)
 Terna
 Hidup sebagai EPIFIT (Anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa
merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Akar
anggrek menyerap makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar)
 Hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah
 Perkembang biakan secara vegetatif : dengan cara keiki
Halaman 14

2. AKAR (RADIX)
 Susunan : Velamen
 Bentuk dan sifat lain : lunak dan mudah patah, ujungnya meruncing, licin, dan
sedikit lengket
 Akar – akar yang sudah tua akan menjadi coklat dan kering kemudian fungsinya
digantikan dengan akar – akar baru

3. BATANG (CAULIS)
 Ada batang pokok
 Arah tumbuh : Menggantung (dependens)
 Pola pertumbuhan : Monopodial
 Bentuk dan sifat lain : Batang berumbai, mengelembung pada bagian bawah dan
pipih pada bagian atas

4. DAUN (FOLIUM)
 Susunan daun : Daun tunggal (Folium simplex)
 Merupakan daun tidak lengkap (Folium incompletus)
 Tata letak : Berselang-seling pada masing-masing buku
 Bentuk dan ukuran : daun sempit memanjang dengan ujung lancip, berwarna hijau
tua

5. ALAT – ALAT LAINNYA


 Umbi (tubera) : Umbi palsu (pseudobulb)

6. BUNGA (FLOS)
 Bunga majemuk : Tidak terbatas (Inflorescentia racemosa)
 Letak pada suatu tumbuhan : Bunga yang terbentuk diantara helaian daun
(Pleuranthae)
Halaman 15

 Cara penyerbukan : Dengan bantuan serangga (Entamofili /


Entamogami)
 Kelamin bunga : Banci (Hermaprodit)
 Corolla (mahkota) : putih, kuning

7. BUAH (FRUCTUS)
 Berbentuk kapsul dan di dalamnya terdapat banyak biji
 Tidak dapat dimakan

8. BIJI (SEMEN)
 Ukuran biji sangat kecil dan halus seperti tepung
 Tidak memiliki endosperm
Halaman 16

Orchis militaris L.
 Nama lain : Anggrek militer
 Sinonim :
- Orchis rivinii Gouan.
- Orchis cinerea Schrank.
- Orchis brachiata Gilib.
- Orchis galeata Poir.
- Orchis mimusops Thuill.
 Klasifikasi
Kerajaan (Kingdom) : Plantae
Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Orchidales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Subfamily : Orchidoideae
Marga (Genus) : Orchis
Jenis (Species) : Orchis militaris L.

 Deskripsi
1. PERAWAKAN TUMBUHAN (HABITUS)
 Terna
 Akar dalam tanah : Umbi
 Ekologi : di tanah
 Ukuran : 30 – 60 cm
 Tumbuh diketinggian sampai 2000 m dpl

2. AKAR (RADIX)
 Susunan : Velamen
 Berbentuk silindris, berdaging lunak, mudah patah, ujung meruncing, licin, dan agak
lengket
Halaman 17

 Akar bagian luar berwarna putih, dalam keadaan kering berwarna keperakan dan
hanya ujung akar yang berwarna hijau keunguan

3. BATANG (CAULIS)
 Ada batang pokok
 Arah tumbuh : Tegak lurus (arectus)
 Bentuk batang : Tunggal tidak mempunyai cabang, ramping, dan tidak
terdapat umbi
 Pola pertumbuhan : Monopodial

4. DAUN (FOLIUM)
 Susunan daun : Daun tunggal (Folium simplex)
 Merupakan daun tidak lengkap (Folium incompletus) : daun memeluk batang
 Sifat-sifat daun yang diamati antara lain :
a. Circumscriptio (bentuk keseluruhan daun) : jorong (ovalis) / lanset
(lanceolatus)
b. Basis folii (pangkal daun) : tirus
c. Apex folii (ujung daun) : rucing / lancip
d. Margo folii (tepi daun) : integer (rata)
e. Nervatio / Venatio (tulang daun) : rectinervis ( sejajar )
 Tata letak : Berselang-seling pada masing-masing buku
 Warna : hijau tua dengan bintik – bintik hitam
Halaman 18

5. ALAT – ALAT LAINNYA


 Umbi (tubera)

6. BUNGA (FLOS)
 Bunga majemuk : Tidak terbatas (Inflorescentia racemosa)
 Letak pada suatu tumbuhan : di ujung tangkai daun (Flos terminalis)
 Bentuk – bentuk bunga : Bulir (Sploa) berbentuk kerucut padat yang terdiri
dari 10–40 bunga
 Cara penyerbukan : dengan bantuan serangga (Entamofili /
Entamogami)
 Kelamin bunga : Banci (Hermaprodit)
 Corolla (mahkota) : lembayung

7. BUAH (FRUCTUS)
 Berbentuk kapsul dan di dalamnya terdapat banyak biji
 Tidak dapat dimakan

8. BIJI (SEMEN)
 Ukuran biji sangat kecil dan halus seperti tepung
 Tidak memiliki endosperm
Halaman 19

Cymbidium lancifolium Hook.

 Nama lain : Anggrek kiajag


 Klasifikasi
Kerajaan (Kingdom) : Plantae
Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Orchidales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Subfamily : Epidendroideae
Marga (Genus) : Cymbidium
Jenis (Species) : Cymbidium lancifolium Hook.

 Deskripsi
1. PERAWAKAN TUMBUHAN (HABITUS)
 Terna
 Hidup sebagai TERESTRIAL berumbi semu
 Ekologi : di Tanah
 Tumbuh di ketinggian 500 – 1.900 m dpl (dari permukaan laut)

2. AKAR (RADIX)
 Susunan : Velamen
 Berbentuk silindris, berdaging lunak, mudah patah, ujung meruncing, licin, dan agak
lengket
 Akar bagian luar berwarna putih, dalam keadaan kering berwarna keperakan dan
hanya ujung akar yang berwarna hijau keunguan
 Akar – akarnya tidak begitu dalam memasuki tanah, serta terletak di bawah lapisan
permukaan tanah
Halaman 20

3. BATANG (CAULIS)
 Ada batang pokok
 Arah tumbuh : Menggantung (dependens)
 Pola pertumbuhan : Simpodial
 Bentuk dan sifat lain : Pangkal batang berumbi semu

4. DAUN (FOLIUM)
 Susunan daun : Daun tunggal (Folium simplex)
 Merupakan daun tidak lengkap (Folium incompletus)
 Tata letak : Berselang-seling pada masing-masing buku
 Bentuk dan ukuran : daun pipih, sempit memanjang dengan ujung lancip,
berwarna hijau tua

5. ALAT – ALAT LAINNYA


 Umbi (tubera) : Umbi palsu (pseudobulb)

6. BUNGA (FLOS)
 Bunga majemuk : Tidak terbatas (Inflorescentia racemosa)
 Susunan & jumlah : Tandan & jumlah bunga 5 – 12 bunga per tandan
 Panjang : ± 35 cm
 Cara penyerbukan : Dengan bantuan serangga (Entamofili / Entamogami)
 Kelamin bunga : Banci (Hermaprodit)
Halaman 21

 Corolla (mahkota) & Calyx (kelopak) : berbentuk lanset, ramping, dan berwarna
hijau muda keputihan yang diselingi garis ungu kemerahan.
 Bibir bunga : berbentuk lonjong, berwarna putih dengan noktah ungu
kemerahan, & mudah bergoyang

7. BUAH (FRUCTUS)
 Berbentuk kapsul dan di dalamnya terdapat banyak biji
 Tidak dapat dimakan

8. BIJI (SEMEN)
 Ukuran biji sangat kecil dan halus seperti tepung
 Tidak memiliki endosperm
Halaman 22

Dendrobium phalaenopsis Fitzg.


 Nama lain : Anggrek larat
 Klasifikasi
Kerajaan (Kingdom) : Plantae
Divisi (Divisio) : Magnoliophyta
Kelas (Classis) : Liliopsida
Bangsa (Ordo ) : Orchidales
Keluarga (Family) : Orchidacheae
Marga (Genus) : Dendrobium
Jenis (Species):Dendrobium phalaenopsis Fitzg.

 Deskripsi
1. PERAWAKAN TUMBUHAN (HABITUS)
 Terna
 Hidup sebagai LITOFIT
 Ekologi : di lereng – lereng batu kapur
 Tumbuh di ketinggian 1 - 150 m dpl (dari permukaan laut)

2. AKAR (RADIX)
 Susunan : Velamen
 Berbentuk silindris, berdaging lunak, mudah patah, ujung meruncing, licin, dan agak
lengket
 Akar bagian luar berwarna putih, dalam keadaan kering berwarna keperakan dan
hanya ujung akar yang berwarna hijau keunguan

3. BATANG (CAULIS)
 Berbatang semu
 Arah tumbuh : Tegak, berbentuk kumparan memanjang
 Pola pertumbuhan : Monopodial
 Panjang : 60 cm
Halaman 23

4. DAUN (FOLIUM)
 Susunan daun : Daun tunggal (Folium simplex)
 Tata letak : Berselang-seling pada masing-masing buku
 Bentuk dan ukuran : lanset dan runcing, dengan panjang 20 cm

Gambar bunga dari dekat

5. BUNGA (FLOS)
 Bunga majemuk : Tidak terbatas (Inflorescentia racemosa)
 Susunan : berbentuk rangkaian menggantung yang muncul dari
batang semu
 Ukuran : Panjang ± 50 cm, Diameter 6 – 10 cm
 Warna : putih, merah jambu, hingga ungu
 Cara penyerbukan : Dengan bantuan serangga (Entamofili / Entamogami) &
angin (Anemofili / Anemogami)
 Kelamin bunga : Banci (Hermaprodit)
 Corolla (mahkota) : berbentuk belah ketupat dan agak meruncing di bagian
ujung
 Calyx (kelopak) : berbentuk bundar telur, lanset, dan meruncing

6. BUAH (FRUCTUS)
 Berbentuk kapsul dan di dalamnya terdapat banyak biji
 Tidak dapat dimakan

7. BIJI (SEMEN)
 Ukuran biji sangat kecil dan halus seperti tepung
 Tidak memiliki endosperm
Halaman 24

BAB III
Kesimpulan

Anggrek merupakan keluarga besar dari kelompok (subdivisi) tanaman berbunga atau
berbiji tertutup (angiospermae), kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo
Orchidales, dan family Orchidaceae (anggrek – anggrekan). Famili ini dapat dibagi lagi menjadi
lima subfamily, yaitu :
1. Apostasioideae
2. Cypripedioideae
3. Epidendroideae
4. Orchidoideae
5. Vanilloide
Penyebaran family Orchidaceae hampir meliputi seluruh dunia. Di habitatnya, anggrek biasa
ditemui tumbuh di hutan – hutan gelap,di lereng – lereng terbuka, di batu- batu karang terjal, di
batu – batu daerah pantai dengan garis pasang surut tinggi, hingga di tepi gurun pasir. Anggrek
di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara
beradaptasi terhadap musim dingin.

Namun demikian, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif.
Anggota suku ini menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan
di alam sebagai tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan.

Orchidaceae merupakan terna perennial dengan perawakan yang beraneka ragam, hidup
sebagian besar sebagai epifit, ada yang sebagai saprofit, ada pula yang terrestrial, mempunyai
rimpang, akar yang seperti umbi, tetapi bukan umbi lapis atau umbi sisik.

Berdasarkan tipe pertumbuhannya, jenis ini terbagi 2 tipe, yaitu :


 Monopodial
contoh: Vanda sp., dan Phalaenopsis sp. (Anggrek Bulan).
 Simpodial
contoh: Dendrobium sp., Cattleya sp.
Halaman 25

Berdasarkan tempat tumbuhnya terbagi 5 jenis, yaitu :


 Epifit, contohnya : Cattleya sp., Dendrobium sp
 Terestial, Contoh : Vanda sp.
 Semi terestial, . Contoh : Vanilla, Arundina, Paphiopedilum, Aranda.
 Saprofit, Contoh : Goodyera sp.
 Litofit, Contoh : Paphiopedilum sp., Dendrobium phalaenopsis Fitzg.

Demikian kesimpulan yang dapat penulis simpulkan pada makalah ini.


Halaman 26

Daftar pustaka

 Dr. Ir. Livy Winata Gunawan, 2006, Budi daya anggrek edisi revisi, hal. 8 – 14, Penebar
Swadaya, Jakarta.
 Ayub S. Parnata, 2005, Panduan budi daya & perawatan anggrek cetakan pertama, hal. 15
– 80, Agro Media, Jakarta.
 Gembong Tjitrosoepomo, 2005, Morfologi Tumbuhan, hal. 32-47, 76-81, 124-128, 222,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
 Campbell, 2003, Biologi jilid I, hal. 198, Gramedia, Jakarta.
 Gembong Tjitrosoepomo, 1994, Taksonomi tumbuhan obat – obatan cetakan pertama,
hal. 438 – 441, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
 Hutapea, R.,Johny, 1994, Inventaris Tanaman Obat Indonesia III, hal. 311, Departemen
RI Badan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.
 Ogata, Y. et al. (Committe Members), 1990, Medicinal Herbs Index in Indonesia (Second
Edition), PT. Eisai Indonesia.
 Loveless, A.R., 1989, Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik 2, hal.
230-231, PT Gramedia, Jakarta.
 Gembong Tjitrosoepomo, 1988, Taksonomi tumbuhan (Spermatophyta), hal. 454 – 460,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
 Anonim, 2011, http:// id.wikipedia.org, diakses tanggal 3 Januari 2011.
 Anonim, 2007, An Anatomical study on the stems of two species of vanilla, http://
www.wanfangdata.com, diakses tanggal 1 Mei 2007.