Anda di halaman 1dari 11

Gurita

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari


Untuk kegunaan lain dari Gurita, lihat Gurita (disambiguasi)
?
Gurita

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Moluska
Kelas: Cephalopoda
Upakelas: Coleoidea
Superordo: Octopodiformes
Ordo: Octopoda
Leach, 1818
Familia
14 dalam dua subordo, lihat teks.

Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala),
ordo Octopoda dengan terumbu karang di samudra sebagai habitat utama. Gurita terdiri
dari 289 spesies yang mencakup sepertiga dari total spesies kelas Cephalopoda. Gurita
dalam bahasa Inggris disebut Octopus (Yunani: Ὀκτάπους, delapan kaki) yang sering
hanya mengacu pada hewan dari genus Octopus.

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Deskripsi
o 1.1 Bentuk fisik
o 1.2 Kecerdasan
o 1.3 Pertahanan diri
o 1.4 Reproduksi
o 1.5 Alat indera
o 1.6 Cara bergerak
• 2 Manfaat
o 2.1 Bahan makanan
o 2.2 Hewan peliharaan
• 3 Klasifikasi
• 4 Referensi

• 5 Pranala luar

[sunting] Deskripsi
[sunting] Bentuk fisik

Gurita memiliki 8 lengan (bukan tentakel) dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan
cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap
mangsa. Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya
terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Tidak seperti hewan
Cephalopoda lainnya, sebagian besar gurita dari subordo Incirrata mempunyai tubuh
yang terdiri dari otot dan tanpa tulang rangka dalam. Gurita tidak memiliki cangkang
sebagai pelindung di bagian luar seperti halnya Nautilus dan tidak memiliki cangkang
dalam atau tulang seperti sotong dan cumi-cumi. Paruh adalah bagian terkeras dari tubuh
gurita yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya
menjadi bagian-bagian kecil.

Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah
batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan
pemangsa seperti belut laut Moray. Gurita yang kurang dikenal orang dari subordo
Cirrata memiliki dua buah sirip dan cangkang dalam sehingga kemampuan untuk
menyelip ke dalam ruangan sempit menjadi berkurang.

Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup
selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang
beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi
lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan
hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama
setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu
bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.

Selubung bagian perut tubuh gurita disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat
seperti kantung. Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung
untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke
seluruh bagian tubuh. Darah gurita mengandung protein Hemosianin yang kaya dengan
tembaga untuk mengangkut oksigen. Dibandingkan dengan Hemoglobin yang kaya
dengan zat besi, Hemosianin kurang efisien dalam mengangkut oksigen. Hemosianin
larut dalam plasma dan tidak diikat oleh sel darah merah sehingga darah gurita berwarna
biru pucat. Gurita bernafas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua
buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon. Gurita memiliki insang
dengan pembagian yang sangat halus, berasal dari pertumbuhan tubuh bagian luar atau
bagian dalam yang mengalami vaskulerisasi.

[sunting] Kecerdasan

Gurita spesies Octopus cyanea sedang mengamati keadaan sekeliling

Gurita sangat cerdas dan kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua
hewan invertebrata. Kecerdasan gurita sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli
biologi [1] [2] [3]. Hasil percobaan mencari jalan di dalam maze dan memecahkan masalah
menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka
panjang, walaupun masa hidup gurita yang singkat membuat pengetahuan yang bisa
dipelajari gurita menjadi terbatas.

Gurita mempunyai sistem saraf yang sangat kompleks dengan sebagian saja yang
terlokalisir di bagian otak. Dua pertiga dari sel saraf terdapat pada tali saraf yang ada di
kedelapan lengan gurita. Lengan gurita bisa melakukan berbagai jenis gerakan refleks
yang rumit, dipicu oleh 3 tahapan sistem saraf yang berbeda-beda. Beberapa jenis gurita
seperti gurita mimic bisa menggerakkan lengan-lengannya untuk meniru gerakan hewan
laut yang lain.

Pada percobaan di laboratorium, gurita dapat mudah diajar untuk membedakan berbagai
bentuk dan pola. Gurita juga bisa membuka tutup toples dengan belajar dari melihat
saja[4], walaupun penemuan ini sering dipertentangkan berdasarkan berbagai alasan[1] [2].

Gurita pernah ditemukan sedang melakukan gerakan yang menurut sebagian orang
seperti sedang bermain-main. Secara berkali-kali, gurita melepaskan botol dan mainan di
tengah-tengah arus air melingkar di dalam akuarium dan lalu berusaha menangkapnya.[5].
Gurita sering memecahkan akuarium yang ditinggalinya dan kadang-kadang bertandang
ke akuarium lain untuk mencari makanan. Gurita juga diketahui sering memanjat kapal
penangkap ikan dan membuka ruangan penyimpan ikan untuk memakani kepiting.[3]

Di beberapa negara, gurita termasuk hewan percobaan yang tidak boleh dibedah tanpa
anestesi. Di Britania Raya, Cephalopoda seperti gurita termasuk hewan yang dilindungi
Animals (Scientific Procedures) Act 1986 dan undang-undang anti kekejaman terhadap
binatang. Walaupun tidak bertulang belakang, gurita sebagai hewan percobaan mendapat
perlindungan yang sama seperti halnya hewan bertulang belakang yang lain.[6]

Ada kepercayaan bahwa gurita yang sedang dalam keadaan stress akan memakan lengan-
lengannya sendiri. Penelitian yang masih terbatas dalam bidang ini menunjukkan bahwa
kelakuan abnormal gurita mungkin disebabkan virus pemakan sel (autophagy) yang
menyerang sistem saraf gurita. Kelakuan memakan lengan sendiri mungkin dapat
dianggap sebagai penyakit saraf (neurological disorder).[rujukan?]

[sunting] Pertahanan diri

Gurita spesies Octopus ocellatus sedang bersembunyi di dalam kulit kerang

Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan
memutuskan lengan.

Gurita berwarna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit bisa diubah sesuai warna dan
pola lingkungan sekitar dengan maksud melakukan kamuflase (penyamaran). Pada kulit
gurita terdapat kromatofora berupa lapisan kantung-kantung pewarna yang lentur dan
bisa mengubah warna, opasitas dan refleksitas jaringan epidermis. Otot-otot di sekeliling
kromatofora bisa membuat kantung-kantung pewarna menjadi kelihatan atau hilang.
Kromatofora berisi pigmen berwarna kuning, oranye, merah, coklat, atau hitam. Sebagian
besar spesies gurita memiliki 3 warna dari seluruh pilihan warna kromatofora yang ada,
walaupun ada juga spesies yang memiliki 2 atau 4 warna. Sel-sel lain yang bisa berubah
warna adalah sel iridophore dan sel leucophore (warna putih).[7] Kemampuan berganti
warna digunakan gurita untuk berkomunikasi atau memperingatkan gurita lain. Gurita
cincin biru berubah warna menjadi kuning cerah dengan bulatan-bulatan berwarna biru
jika merasa terancam sekaligus memperingatkan musuh bahwa dirinya sangat beracun.[8]

Beberapa spesies gurita dapat memutuskan lengannya sendiri (ototomi) mirip cicak dan
beberapa spesies kadal yang memutuskan ekor sewaktu melarikan diri. Lengan gurita
yang sedang merangkak juga berfungsi sebagai pengalih perhatian bagi calon pemangsa
dan berguna pada saat kawin.

Beberapa spesies gurita seperti gurita mimic memiliki sistem pertahanan ke-4 berupa
kemampuan meniru bentuk hewan laut berbahaya seperti lionfish dan belut berkat tubuh
yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna. Gurita mimic juga pernah
didapati mengganti tekstur mantel agar kamuflase menjadi lebih sempurna. Mantel gurita
mimic bisa terlihat runcing-runcing seperti rumput laut atau benjol-benjol seperti tekstur
batu karang.

[sunting] Reproduksi

Gurita jantan bereproduksi dengan meletakkan kantong spermatofora ke dalam rongga


mantel gurita betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. Lengan
kanan ketiga biasanya menjadi hectocotylus. Pada beberapa spesies, gurita betina bisa
menjaga sperma agar tetap hidup sampai telur menjadi matang. Setelah dibuahi, gurita
betina bisa bertelur hingga sekitar 200.000 butir. Jumlah telur gurita bisa berbeda-beda
bergantung pada masing-masing individu, familia, genus atau spesies. Gurita betina
menggantung kumpulan telur berbentuk kapsul yang membentuk untaian di langit-langit
sarang. Setelah telur menetas, larva gurita untuk sementara waktu melayang bersama
kawanan plankton sambil memangsa pakan berupa copepod, larva kepiting dan larva
bintang laut sampai cukup besar dan berat untuk berada di dasar laut. Beberapa spesies
gurita dengan habitat di laut dalam tidak perlu melewati siklus melayang bersama
kawanan plankton. Periode sebagai larva merupakan saat penuh bahaya karena larva
gurita mudah dimangsa pemakan plankton sewaktu menjadi bagian dari kawanan
plankton.

[sunting] Alat indera

Mata gurita sepesies Octopus vulgaris

Gurita memiliki penglihatan yang baik. Pupil gurita berbentuk seperti lubang celengan
sehingga dikuatirkan menderita kelainan refraksi berupa astigmat, tapi ternyata tidak jadi
masalah bagi gurita yang berburu dengan penerangan yang kurang. Mata gurita "bisa"
membedakan polarisasi cahaya tapi sepertinya buta warna. Dua organ khusus yang
disebut statocyst yang terhubung dengan otak berfungsi sebagai alat pendeteksi posisi
horizontal. Orientasi mata gurita dijaga oleh gerak otonomik (refleks) sehingga bukaan
pupil selalu horizontal.

Gurita memiliki indera perasa yang luar biasa tajam. Alat hisap pada lengan gurita
dilengkap dengan kemoreseptor sehingga gurita bisa merasakan benda yang disentuh.
Lengan-lengan gurita memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi lengan mana saja yang
sedang dijulurkan, tapi memiliki kemampuan proprioseptif (perasaan posisi dan
pergerakan badan) yang sangat rendah. Sensor tekanan tidak cukup memberi informasi ke
otak perihal posisi badan dan lengan gurita. Sebagai akibatnya, gurita tidak memiliki
kemampuan mengenal benda secara tiga dimensi (stereognosis) dari benda yang
disentuhnya. Gurita bisa merasakan variasi tekstur pada benda yang disentuh tapi tidak
bisa memadukan informasi untuk menerka bentuk benda yang sedang disentuh.

Gurita sedang merangkak

Susunan saraf otonom yang dimiliki setiap lengan menyebabkan gurita sulit mengetahui
akibat dari gerakan yang dilakukan. Otak gurita mengeluarkan perintah tingkat tinggi
untuk menggerakkan lengan, tapi instruksi yang lebih terinci untuk menggerakkan lengan
diberikan oleh tali syaraf. Gurita tidak memiliki susunan syaraf yang memberi umpan
balik ke otak tentang keberhasilan perintah otak untuk menggerakan lengan, sehingga
mengamati gerakan lengan secara visual merupakan satu-satunya cara bagi gurita untuk
mengetahui lengan yang diinginkan sudah bergerak atau belum.

[sunting] Cara bergerak

Gurita berenang dengan kepala di depan diikuti dengan lengan-lengannya

Gurita bergerak dengan cara merangkak atau berenang. Gurita cukup merangkak
ditambah sedikit berenang jika ingin bergerak secara perlahan dan hanya berenang jika
ingin bergerak cepat-cepat. Gurita bisa bergerak cepat sekali sewaktu sedang lapar atau
sewaktu dalam bahaya. Kadar oksigen dalam darah diperkirakan hanya sekitar 4%
sehingga gurita mempunyai stamina rendah yang akibatnya merugikan kehidupan gurita
di alam bebas.

Gurita merangkak dengan setiap lengan yang dimiliki, dan sering menggerakkan
beberapa lengan secara sekaligus sewaktu bergerak pada permukaan yang padat sambil
sekaligus menyangga bagian badan. Pada tahun 2005 ada laporan yang menulis bahwa
sebagian gurita bisa berjalan dengan dua lengan pada permukaan yang padat sambil
meniru bentuk buah kelapa atau kumpulan rumput laut.[9]

Gurita berenang dengan semburan air seperti mesin jet yang berasal dari hasil kontraksi
bagian mantel, sedangkan arah semburan air diatur dengan menggunakan tabung siphon.

[sunting] Manfaat
Moluska bermanfaat

Hasil laut ("seafood")

Abalon

Remis

Kerang

Periwinkel

Kupang

Tiram

Simping

Cumi-cumi

Gurita

Sotong

Industri perikanan

Budidaya perairan

Kotak info ini: lihat • bicara • sunting


Gurita di Pasar ikan Tsukiji, Tokyo

Gurita sering ditangkap untuk digunakan sebagai bahan makanan, dipelihara di akuarium
sebagai spesimen yang dipertontonkan, atau dipelihara sebagai hewan peliharaan.

[sunting] Bahan makanan

Berbagai spesies gurita merupakan makanan bagi penduduk sejumlah negara di dunia.
Lengan dan berbagai bagian tubuh gurita bisa menjadi berbagai macam variasi makanan.

Gurita merupakan makanan laut bagi penduduk di negara-negara Mediterania, Meksiko,


dan bahan utama berbagai makanan Jepang, seperti sushi, tempura, takoyaki dan
akashiyaki.

[sunting] Hewan peliharaan

Gurita sedang mencoba meloloskan diri lewat sela-sela akuarium yang sempit

Gurita bisa dijadikan hewan peliharaan walaupun sulit untuk menjaganya agar tidak
kabur. Gurita merupakan hewan cerdas dan memiliki kemampuan memecahkan masalah
sehingga sering dilaporkan melarikan diri dari akuarium yang tertutup rapat. Beberapa
gurita dalam satu spesies yang sama mempunyai banyak variasi ukuran dan umur. Gurita
berukuran kecil bisa saja berukuran kecil karena memang baru lahir tapi bisa juga sudah
dewasa, sehingga sulit menentukan harapan hidup gurita peliharaan. Spesies Octopus
bimaculoides (California Two-spot Octopus) biasa dijadikan hewan peliharaan, karena
sewaktu masih anak-anak berukuran sebesar bola tenis sehingga lama hidup sebagai
hewan peliharaan bisa diperkirakan.

Gurita adalah binatang yang sangat kuat bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
Gurita yang dipelihara sebagai hewan peliharaan bisa membuka tutup akuarium dan
bertahan hidup cukup lama di luar air sebelum masuk ke akuarium di dekatnya dan
menyantap ikan-ikan yang ada di dalamnya. Gurita juga bisa menangkap dan memangsa
beberapa spesies ikan hiu.[10]

[sunting] Klasifikasi

Gurita yang sedang dijemur

Wikispecies mempunyai informasi mengenai


Octopoda

• KELAS CEPHALOPODA
o Subkelas Nautiloidea: nautilus
o Subkelas Coleoidea
 Superordo Decapodiformes: squid, cuttlefish
 Superordo Octopodiformes
 Ordo Vampyromorphida: Vampire Squid
 Ordo Octopoda
 Subordo Cirrata: finned deep-sea octopus
 Familia Opisthoteuthidae: umbrella octopus
 Familia Cirroteuthidae
 Familia Stauroteuthidae
 Subordo Incirrata
 Familia Amphitretidae: telescope octopus
 Familia Bolitaenidae: gelatinous octopus
 Familia Octopodidae: benthic octopus
 Familia Vitreledonellidae: Glass Octopus
 Superfamilia Argonautoida
 Familia Alloposidae: Seven-arm
Octopus
 Familia Argonautidae: argonauts
 Familia Ocythoidae: Tuberculate
Pelagic Octopus
 Familia Tremoctopodidae: blanket
octopus
[sunting] Referensi
1. ^ a b What is this octopus thinking? oleh Garry Hamilton.
2. ^ a b Is the octopus really the invertebrate intellect of the sea? By Doug Stewart. dalam:
National Wildlife. Feb/Mar 1997, vol.35 no.2.
3. ^ a b Giant Octopus—Mighty but Secretive Denizen of the Deep
4. ^ Kecerdasan gurita: membuka toples
5. ^ What behavior can we expect of octopuses?. Dr. Jennifer Mather, Department of
Psychology and Neuroscience, University of Lethbridge and Roland C. Anderson, The
Seattle Aquarium.
6. ^ United Kingdom Animals (Scientific Procedures) act of 1986
7. ^ Meyers, Nadia. Tales from the Cryptic: The Common Atlantic Octopus. Southeastern
Regional Taxonomic Center. Diakses pada 8 September 2006
8. ^ Sheedy, Jon dan Beasley, Sam. Hapalochlaena: The Blue-Ringed Octopus. Diakses
pada 8 September 2006
9. ^ 'Science', vol. 307, p. 1927 (lihat pranala luar " Gurita berjalan dengan dua kaki: video
dan laporan penelitian" jika tidak berlangganan Science online)
10. ^ Arsip video Google, gurita menangkap ikan hiu

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Gurita"


Kategori: Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan | Cephalopoda

• Halaman ini terakhir diubah pada 07:58, 19 Januari 2009.

Pengetahuan dasar tentang mutiara ada dua jenis mutiara yang membedakan yaitu Mutiara Airtawar dan
Air Asin (Laut) dari nama jenis tersebut dapat kita ketahui bahwa mutiara itu dihasilkan oleh kerang yang
hidupnya di Air yang berbeda dan juga jenis kerangnya pun berbeda.
Mutiara air laut juga mempunyai perbedaan jenis kerang dan asal kerang misalnya

1. Akoya Pearl dihasilkan oleh jenis kerang Akoya (Pinctada Fucata Martensii) Jepang yang pertama
membudidayakan jenis kerang ini namun sekarang negara seperti China, Korea, Srilangka juga
membudidaya jenis kerang tersebut.dan mutiara yang dihasilkan oleh kerang ini tidak bisa besar
karena ukuran kerang kecil sehingga "gonad" kelenjar reproduksi kerang dimana neclues atau
inti mutiara ditanam yang akhirnya menghasilkan mutiara.
2. South Sea Pearl mutiara yang dibudidayakan dilaut selatan dari spesies kerang laut selatan
(Pinctada maxima) varian spesies kerang ini pun banyak seperti Pinctada Margaritiera sejenis
kerang laut selatan (Pinctada maxima) namun mempunyai warna bibir kerang hitam atau black
lipped yang menghasilkan mutiara hitam yang terkenal dengan Black Tahitian Pearl dan konon
jenis kerang black lipped ini hanya bisa hidup di air dengan PH tertentu seperti ditahiti ,
sedangkan yang menghasilkan warna selain hitam dikatakanWhite-lipped oysters , ada juga
Yellow lipped oyster yang menghasilkan mutiara keemasan "gloden south sea pearl". ada juga
Rainbow-lipped oyster (Pteria Sterna) , begitu banyak varian kerang ini sehingga memperkaya
warna mutiara laut yang ada sekarang. Mutiara yang dihasilkan kerang ini bisa mencapai 20mm
lebih karena memang jenis kerang ini lebih besar fisiknya dibanding dengan kerang Akoya
sehingga gonad nya pun besar dan mutiara yang bisa dihasilkan pun besar.
3. dan ada beberapa jenis mutiara atau istilah yang kurang dikenal seperti :

• conch pearls yaitu mutiara dari siput (bukan kerang) laut (Strombus gigas) dan jarang sekali
keberadaan mutiara ini dan belum bisa dibudidayakan mungkin dari 50,000 siput hanya ada satu
yang ada mutiaranya.

• Keshi Pearls yaitu mutiara yang dihasilkan dari proses budidaya mutiara baik itu tawar atau asin ,
jadi pada saat panen mutiara budidaya kadang ada butiran-butiaran kecil mutiara yang
bentuknya tidak beraturan dan mempunyai warna yang mengilap dan mutiara tersebut tidak
mempunyai inti mutiara sehingga bentuknya tidak beraturan
• Mabe Pearl mutiara setengah bulat yang menempel kulit mutiara (penjelasan lebih lengkap ada
dikolom berita yang lain )
• Dan banyak macam mutiara seperti Biwa Pearl, Melo Pearl dll.

Sementara Mutiara airtawar atau Freshwater Pearl adalah mutiara yang dibudidayakan di Air tawar seperti
Sungai dan Danau yang dikembangkan adalah kerang air tawar margaritifera ( masih banyak lagi jenis
kerang air tawar lainya )dan mumpunyai variasi warna yang lebih banyak dari mutiara laut, mutiara air
tawar tidak memiliki inti mutiara sehingga bentuk umum mutiara ini tidak bulat atau jarang sekali yang
bulat , dan dalam satu cangkang kerang bisa ditanam potongan "mantle tisue" jaringan tubuh kerang
tersebut yang akan menghasilkan atau menjadi butiran mutiara , saat sekarang ini mutiara air tawar
dibudidayakan secara besar-besaran oleh China sehingga produksi mutiara tawar sangat banyak dan
mengakibatkan harga mutiara tersebut sangatlah murah dibanding mutiara laut selain masing masing
mutiara mempunyai karakter yang berbeda sehingga masing masing juga mempunyai nilai yang berbeda
pula.

Kerang palsu yang dibuat dari kulit kerang memang ada dan biasaya didalam penyebutanya juga
disebutkan asal jenis kerang tersebut seperti mutiara buatan dari kulit kerang (Pinctada maxima) akan
disebut dengan " South Sea Shell Pearl " coba anda cari di search engine dengan kata kunci tersebut
maka akan ada dapati ribuan site yang kata tsb. dan setahu saya mutiara tersebut tidak ada beredar
dilombok.

memang jenis kecurangan yang terjadi dikalangan pedagang mutiara dilombok juga ada seperti misalnya
memberi warna mutiara dengan dicelupkan di zat pewarna namun menurut saya hal itu mudah untuk
membedakan mana mutiara hasil celupan dan mana yang tidak atau kalau mutiara laut biasanya dengan
mengosoknya sehingga kelihatan mulus dll.

Kembali lagi tentang tuduhan yang dimuat beritanya oleh saudara Kris Fathoni diweb detikNews bahwa
pedagang asogan dipantai senggigi lombok yang menjual mutiara palsu , setahu saya kebanyakan
mereka jual adalah mutiara tawar atau fresh water pearl , dan kalau mutiara tersebut dikatakan palsu
oleh pemandu wisata yang menginformasikan kepada penulis berita tersebut maka saran saya sebelum
menjadi pemandu wisata ya baiknya banyak-banyak dulu lah belajar dari pada memberikan informasi
yang menyesatkan dan bagi sipenulisnya sebelum menulis berita alangkah baiknya mencari narasumber
yang lebih memahami tentang topik tulisan dari pada hanya sekedar menulis sajahttp://www.toko-
mutiara.com/news/8/Mutiara-Palsu-Dari-Lombok-Detik-News-Oleh-Kris-Fathoni-W