Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

Memahami 2. Dapat menjelaskan 8. Hukum III Newton 3. Dimensi 1. Usaha pengertian usaha.2. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4.1. Persamaan Kontinuitas 8. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1.2. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3. sistem pengertian satuan.3.5. Memahami pengertian usaha dan energi 6. menemukan persamaan gerak 4. Pengertian gerak 2. momentum. Tekanan hubungan besaran-besaran 7. Hukum II Newton 3.3. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana. Gaya gesekan 3.2. Dapat menjelaskan 4. Momentum linier pengertian impuls. Memahami pengertian dimensi. Dapat menjelaskan 5.1.2. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 .1. Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7.2.2. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa.3. Memahami pengertian statika fluida 8. Gerak harmonik 4. Prinsip Pascal dan Archimedes 8.2. Energi dan usaha energi 6.4.1.1. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7.3. Hukum I Newton 3. Gerak lurus 2. Dapat menjelaskan 6. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5.3. Impuls 6. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7.1. momentum sudut 6. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8.4.5. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4.1. Kapilaritas 7.1.2. Memahami pengertian dinamika fluida 3. Gerak peluru dan gerak putar 5. Memahami 3. energi dan hubungan antara usaha dengan 5. Sistem satuan dan faktor konversi 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Kekekalan energi 5.4. Gaya gravitasi 4. Memahami pengertian impuls dan momentum 7.3. Dapat menjelaskan 7.3.

Bandung. Searh Francis Weston. Penerbit ITB.partikel Daftar Referensi: 1. Darmawan Djonoputro. 2. Sutrisno. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Penerbit ITB. Mekanika Panas dan Bunyi. 3. Bandung 53 . Jakarta/New York. System Satuan. Yayasan Dana Buku Franklin.

3.4. Bandung 54 . Daftar Referensi: 1.volume) 2.5.1. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5. 2. Deskripsi gelombang gelombang pada tali.6. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. luas. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur. Resonansi peristiwa resonansi 3. dispersi gelombang. Prinsip superposisi 3.2. Dapat menjelaskan 4. 3.3. umum gelombang 3. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3. Sutrisno. Temperatur: konsep temperatur. 5. Dispersi pelayangan gelombang. Dapat menjelaskan 5. Pelayangan gelombang superposisi gelombang. Gelombang pada tali pengertian gelombang.2. Yayasan Dana Buku Franklin. 4. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2. air) dan transmisi gelombang. Kalor: pengertian kalor. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5. Pengertian gelombang 2. Mekanika Panas dan Bunyi. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika.1. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali.4. pengertian gejala 2. Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. Dapat menjelaskan Memahami 2.2.1.4. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4. Penerbit ITB.3. perpindahan kalor yang berhubungan 1. pantulan 3. 1. 1. Bandung.1. dan gelombang 2. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur.2. Sutrisno dan Tan Ik Gie. kalor. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis. 3.5. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4. Jakarta/New York. Searh Francis Weston.3. Penerbit ITB.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1.

Definisi Turunan (Derivative). Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 . Limit di tak hingga.8. kuasa.10. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1. Kekontinuan 3.4.2.13.6. Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan.6.3. Sistem Bilangan Kompleks 1.1. diagram Venn dan komplemen himpunan 1. Limit Sepihak 2. menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Definisi Kecepatan sesaat. Definisi fungsi 2.7. Kesamaan bilangan kompleks 1. Himpunan Semesta. akar utamal 1. pembagian.6.5. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis. Limit bernilai tak berhingga 2. Teori Himpunan 1.1.7. simbul-simbul 3. Teorema-teorema Limit 2. Perkalian.3. memahami. Definisi Limit sebuah fungsi 2. Sistem Bilangan Riil 1. Fungsi dan grafiknya 2. Fungsi dari suatu fungsi 3. Limit dan Kekontinuan 3.2.11.9. Fungsi dan Relasi 2.5.8. Operasi-operasi hitunganl 1.3. Bentuk kutub bilangan kompleks 1.9. teoremateorema 2.10. 3.4.5. pengurangan . Dapat mejelaskan Fungsi. diagram Argand 1. Koefisien Diferensial Baku 3.pembagian fungsi- 2.11. akar. 3. Garis singgung pada sebuah kurva. perkalian.12. Pertaksamaan 1.2. Nilai Mutlak 1. Macam-macam fungsi 2.4. Dapat menjelaskan dan 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Fungsi-fungsi Khusus 2. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1.

Persamaan garis lurus 3. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3. Stroud. Jakarta.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition. Bandung. 3. Jr. ---------------. Erlangga. -------------. “Matematika Untuk Universitas”.9. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1. Purcell. I. 4.8.14. Ayres.11. Besari. . Titik balik. Kelengkungan.A. ITB.. Persamaan-persamaan Parametrik 3. Erlangga. F. “Matematika Untuk Teknik”. Persamaan garis singgung dan garis normal 3.13.Terjemahan : Erwin Sucipto. K.. Schaum’s Outline Of Theory. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”.12. Jakarta 56 .. 1997. ----------------. jari-jari dan pusat kelengkungan 3.7. Titik belok 3.fungsi 3.10. Harga maksimum dan minimum 3. 2.

Deret 1. 1990..1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8. Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1. Edisi ke-5.2. Kalkulus. McGraw Hill. Hitung Integral – Teori. Wardiman. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang . Edisi ke-4. Jakarta. Erlangga Jakarta. Asian Student Edition.2. Dapat menentukan hasil8.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1. (Alih Bahasa. Edisi ketiga. 1984 Theory and Problems of Calculus.3 Deret pangkat bilangan asli 1. Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1. 1996.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. HGW. Ayres. Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8. Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4. F. benda.2 Penerapan integral tertentu 8.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6.1 Pengenalan Konsep Integral 6. Deret Maclaurin 4.2. Soal dan Penyelesaiannya. Yogyakarta.5 Integral parsial 6. 4.. Matematika Untuk Teknik.5 Titik berat bidang dan benda 8. Schaum’s Outline Series. Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4.2.3 Inersia bidang dan benda 8.3 Panjang busur 8. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3. Deret Binomial 2.1 Luas bidang 8. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Deret Konvergen &Divergen 3.3 Mengubah variable integrasi 6.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6. atau panjang 5. NY. 2. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3.1 Pengertian deret 1. 1999. Stroud. 57 .6 Integral fungsi rasional 6.4 Luas permukaan bidang perputaran 8.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. 2ed. Jr. Soemartojo. Integral Tak Tentu 6. Erlangga.4 Deret tak berhingga 2.2. Erwin Sucipto).2.4 Substitusi trigonometri 6. KA.2 Volume benda putar 8. 3. Menguasai metode penyelesaian integral 2.

3 Tetapan kesetimbangan 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1..H. J.2 Sifat koligatif larutan 4.4 Asam lemah 4. D. sifat dan 5. Wood. Kimia untuk Universitas.3. Bandung. Mampu menghitung 6.. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1.7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1. Kleinfelter. Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2. 2. 1980. Penerbit Erlangga..1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4. A.5 Garam 4.W. Penerbit PT Citra Aditya Bakti. Hiskia Achmad. General College Chemistry. dkk.1 Konsentrasi larutan 2.1. Harper and Row Publishers Inc.1 Hukum Raoult 3.2 Contoh Soal 2. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2.6 Larutan penyangga 5. C.4 Sifat koloid 5. Mengenal larutan 5.H. (3 buku) 58 .C.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6. Terjemahan dari Keenan.. Jilid 1 dan 2. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3.2.3 Asam kuat dan basa kuat 4. Pudjaatmaka. Konsep mol 1. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4. Reaksi Kimia 2..2 PH.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6. Jakarta 1984. pOH 4. 1996. Penuntun Belajar Kimia Dasar.3 Latihan soal 3.1 Ukuran partikel koloid.5 Jenis koloid 6. Persen komposisi 1.3 Pembuatan koloid 5.2 Penggolongan koloid kegunaannya 5..5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6.

4. Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5.2.3.5. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4. Regresi linear 5.2.4. Metode iterasi sederhana satu titik 3.2.3. Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5. interpolasi dan regresi. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1. Teori pendekatan dan penyimpangan 2. metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1. Metode Posisi Salah 3.1. Metode Newton-Raphson 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya. Akurasi dan presisi 2.3. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3. Metode Irisan 4.2. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi. Interpolasi beda hingga (Newton) 4. Definisi.5. Interpolasi polinom 4.3.2. formulasi dan total kesalahan numerik 3. Interpolasi linear 4. Interpolasi kwadrat 4. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 .4.4.1. solusi 4. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5. Dapat menjelaskan 2.1. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3. Dapat menjelaskan konsep numerik.6. Metode grafis 3. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2.1. Teori kwadrat terkecil 5. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1. Metode potongan tengah 3. Konsep dan manfaat metode numerik 1.5. Interpolasi splin 5.1. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1.4. Konsep angka dan figur signifikan 2. Regresi polinom 2.3.6. Kompetensi Dasar 1 1.7.

1. suati titik belakang dan sentral) 7. Co.1. Metode Gauss-Siedel 7.3. 9. Dapat menjelaskan 6. Inc. 2003.4.2. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8. Metode Numerik. Bandung.3. McGraw Hill Book.. M. Singapore 60 .6. Rinaldi Munir. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8.1. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6.5. 6th Ed. 1988.2. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan. Canale. Harijono Djojodihardjo. 1971. dan Raymond P. Daftar Referensi: 5. Metode Jacobi 6. Erlangga. 1985. Spigel. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. Mampu menjelaskan 7. Metode Numerik. Konsep integral tertentu dalam 8. 7. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. McGraw-Hill.. Regresi multi linear dan variannya 6. Kreyszig.4 Metode Simpson 3/8 8..5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar. Capra.2. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7.5. Jakarta.R. Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6.4. 8. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8. Informatika. New York.3. 1983. John Wiley & Sons. Steven C. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6. E. New York. Advanced Engineering Mathematics. Konsep deferensial suatu fungsi 7. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists. 6.

Orde PD 1.4. Edisi keempat.2. Penerapan PD dalam teknik nyata sipil.1. Operator PD 1. 5. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4. Fungsi periodik Fourier (deret 5. Dapat menjelaskan Deret 5. Purcell Edwin J.3. 1989. PD orde 2 3.Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1. Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1. PD orde 1 3. 1988. I Nyoman.3.2..3.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata . Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier.2. Sixth edition. 3. Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3. Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3.1. Materi kuliah Matematika IV 61 . Daftar Referensi: 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: . Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6.1. Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Fungsi Genap 6.1.1. New York. Erlangga (terjemahan) Sutarja. Kalkulus. 2.. Advanced Mathematics. PD sebagai model matematik fenomena real 2.2. Persamaan defferensial dan Deret fourier. Jilid 2. PD linier homogen dan tak homogen 2. Varberg Dale. 2. PD orde tinggi (n) 4. Erwin Kreyszig. Pengertian PD 1. John Wiley & Sons. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1. Dapat menyelesaikan 6.1. Dapat 4. 2003.2.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Institusional Kur.Institusional 65 . Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1.3 Proses terbentuknya bumi 1.Toronto Waltham. Simons. Foundations of Engineering Geology. C. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1.2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1. London.. GB.R. membaca peta 5. Malang. Site Investigation. A. 1984.2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3. & N. 2003. Blackwell Science.C.Dapat menjelaskan Site Investigation 5.1 Site Investigation.1 Macam-macam batuan 2.Dapat menjelaskan macammacam batuan. Geologi Lingkungan. 1995.1 Peta geologi : macam. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3. hasil dan interpretasi hasil 4. Clayton. M.C Matthews. London. Munir.Interpretasi peta geologi 5. John Wiley & sons.1 Siklus hidrologi 3. Jawa Timur Pitts. 1994.3. simbul. proses.E. GB.I. 4. A Manual of Geology for Civil Engineers. Bayu Media Publishing. John.3 Hasil pelapukan 2. Mochamad. 3. NY .4 Struktur Geologi 1.5 Siklus Geo-kimia 2. 66 .3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4.2. 2.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1. Blackie Academic & Professional..Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1.Dapat memahami peta Geologi 5. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi.

Blackwell Science.E. tingkat pelapukan. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. 1994.. NY . Geologi Lingkungan. London.. Mochamad.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1. London. Jawa Timur Pitts. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. 1995.R. Folds dan Non-tectonics structures) 2. A. 67 . 1984. Simons.Toronto Waltham. Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4. pelapukan pada limestone) 3.1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. A Manual of Geology for Civil Engineers. Munir. Blackie Academic & Professional. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2. John. Joints.I. GB.C. Malang. 4. & N. 2. GB. M. John Wiley & sons. 3. Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. C. Clayton.C Matthews.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan. Bayu Media Publishing. Foundations of Engineering Geology. Site Investigation. 2003.1 Keruntuhan pada batuan 5.

Sandcone 7. Segitiga Missisipi) 6. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Teori pemadatan tanah. kohesi dan sudut geser dalam 9. berat jenis. Tekanan di dalam tanah 7.1. Modified Proctor 6.1. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 .3. Dapat memahami konsep tekanan total. kadar pori. Dapat memahami 10. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11.2.4.2.2. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1.3. pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6. Pola keruntuhan tanah 10. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS. Kuat geser tanah 8. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8.3. Dapat memahami 9.1.3.1.1. kadar air. Jenis –jenis tanah 4. Teori Boussinesq 11. Faktor daya dukung tanah 10. Pemadatan tanah 6.3.4.1. tekanan air pori. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6. AASTHO. Dapat memahami 11. kp) 10. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9.1. Standard Proctor 6. Volumetri dan indeks properti (berat volume.5. Cassagrande Chart. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10.1. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9.1. tekanan air pori dan tekanan efektif 8. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11. Sifat-sifat umum tanah 3. Dapat menjelaskan 1.1. batas atterberg) 5. Koefisein tanah lateal (ko.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis. ka. Pengertian tanah dan mekanika tanah 2. Menentukan parameter geser.4. tekanan total 7.2.1. Tekanan efektif. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5.2. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4.5.2. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8.

N.D.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das. 7. Duncan.M. 9.B. Gramedia Pustaka Utama.1985.F.J.Jakarta.. 2. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. Jakarta Hari Chrisady H. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. R.Kovacs. 3.P. 6.B. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. 8.Mochtar. Jakarta Holtz.M.W. Craig.C.R.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.T. 4. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. New Delhi Verna. 5.. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. Delhi 69 . V.D.1979 ‘Soil Mechanics...H.. & W. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.Daftar Referensi: 1.SI Versions’ John Wiley & Sons.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. New Jersey Lambe. New York Sutton.S.B.

2. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3. Stabilitas bendung 1.1. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2.B. Mampu melaksanakan 4. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. Memahami penyebab 3.1. 3. Gramedia Pustaka Utama.. Pengenalan flownet 1.M.Mochtar.8.C.4.2. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4.F. Dapat melakukan 4.. Koefisien konsolidasi Cv 2.1.3. 4.1. R. Jakarta Holtz.Kovacs. 6.1.J. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3.P. Flownet di bawah tubuh bendung 1. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. & W.1979 ‘Soil Mechanics. New York Sutton.N. besarnya dan waktu penurunan pondasi. Koef. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. Craig.1. V.1.1. Besarnya penurunan 2.1.1.SI Versions’ John Wiley & Sons.1. Duncan. Prosentase penurunan 2. Koefisien permeabilitas di lab. Pengertian permeabilitas tanah 1.1.7.1985. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.R.1. Flownet di tubuh bendungan 1. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. 1. Koef.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2.4. Dapat menentukan besar 2.D. New Delhi Verna. Waktu penurunan 3.2.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.3. 8.1.B. Dapat menentukan 3.1.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.T. 2.permeabilitas tanah berlapis 1.2. Permeabilitas di lapangan 1.2. 5.5.3.1.H. Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1.4. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3.6. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3. Bahaya rembesan 2.1. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. Dapat menentukan 1. Memahami konsep 2. 7.B. Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1.9.1.1.1. Delhi 70 . Indek kompresi Cc pada tanah 2.W..5.D.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.M. Jakarta Hari Chrisady H..6.S. 9.1.Jakarta.1. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1. New Jersey Lambe.2.1.

6. Mengaplikasikan 4. Delhi 71 . kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1. New Jersey Lambe.Mochtar.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.M. Mengaplikasikan 2.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. New York Sutton.B.Kovacs.1.R. 9.Jakarta.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das. 3. Dapat menentukan 4. Dapat menentukan besar 3. R.1. 2. & W.F. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4.1. 7. Jakarta Hari Chrisady H.1979 ‘Soil Mechanics. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. 4.B.B. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Craig. Mengaplikasikan 3. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable. Seepage and flownet 2.1.H....D.1985. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1. 5.SI Versions’ John Wiley & Sons. besarnya dan waktu penurunan pondasi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus.M.N. 8. Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1.T. Duncan. Gramedia Pustaka Utama. New Delhi Verna. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.W.. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.C.J. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. Jakarta Holtz. pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1.D.S. V.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus.P..

2.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik.1. kimia.. J.2 Potensi pengembangan tanah 3. Designing with Geosynthetics. Koerner. 1984. Prentice Hall. blasting 5 Dapat memahami 5. 3. Geosynthetics In Filtration.B.E.1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. Soil Stabilization – Principles and Practice.. heavy tamping compaction. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Darinage & Erosion Control. Koerner..1 Kembang susut tanah kembang susut tanah. Mekanika Tanah 1&2.2 Stabilisasi mekanis.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction.M. NY. NY. 2. London 72 .Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1. 1992. & J. 6.1 Pemadatan metode pemadatan 4. & W. M.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis.3 Preloading 1 tahap 6.4 Preloading bertahap 6. O. Holtz.2 Teori preloading 6. Elsevier AS.1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7. Kovacs.2. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat. Bowles.G. Engineering Properties of Soils and Their Measurement. R. R. J. Daftar Referensi: 1.D. 4. Butterworth. Physical and Geotechnical Properties of soils. NJ. Ingles.1 Pengenalan Preloading preloading 6.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4. An Introduction to Geotechnical Engineering. Metcalf.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2. Bowles. McGraw Hill. McGraw Hill.Review Mekanika tanah tentang indeks properti.D. 1986. vaccum. Sydney. 1972.E. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6. R. Deep compaction.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik. 5. Prentice Hall. 1981. 3. 1990..7.. New Jersey.

.5. Macam-macam pondasi 1. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.6.3. 1984. Physical and Geotechnical Properties of soils.E. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2. Strap footing 3. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).E. 1993. NY. bentuk T. J. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1.. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1. Penyelidikan tanah (review) 1. McGraw Hill.1. B. Foundation Analysis & Design. Erlangga. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4.1. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1. Bowles. Merencanakan pondasi telapak 1. 1985. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2. 5. 3.5. New Jersey 73 . Boston. Dapat menentukan 4. Review tekanan tanah 4.. Dapat mendimensi 3. Coduto. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1.3..2.4. Das.1.4. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3. 1990.1. 2. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. Daftar Referensi: 1.6. Dapat merencanakan 2. NY. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4.3. Jakarta.. Mendimensi pondasi rakit 4.7. J. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1. P. 4.2. Pembebanan momen arah x dan y 3. Das. B. McGraw Hill. 1994. PWS-Kent.2.M.M. Donald. pondasi dangkal trapesium. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4. Bowles. Prentice Hall.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4. 1996. Mochtar. Principles of Foundation Engineering. Foundation Design – Principles & Practice.

Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3. 1993.1. 1994. Penjangkaran 4. Donald. PWS-Kent. Foundation Design – Principles & Practice.E. Das. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). dinding penahan tanah. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2.4. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3. Foundation Analysis & Design.1. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1.3. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. Principles of Foundation Engineering.E. P. Erlangga. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4. McGraw Hill. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. 4. Boston.2.1. Prentice Hall. Bowles. 3. McGraw Hill. New Jersey 74 . 1984. pondasi sumuran.M. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1. Jakarta. 1985. NY. B.. 1990. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.5. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2. NY. 5. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1.1.6. J. Physical and Geotechnical Properties of soils. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. Jenis. Mochtar. Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2.4. J... Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3..Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang. 2.M.2.2.5. Merencanakan konstruksi turap 2. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4. Das. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3. Bowles. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3.. B.3. Coduto. 1996. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1.

Dapat menentukan 3.3.E.1. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4.. Menentukan susunan dan dimensi Kap. Dapat menentukan 2.3. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4. McGraw Hill. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1.2. NY. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1.6.7. 3.2.5. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4.1.6.4. Daftar Referensi: 1.8.5. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.E. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. 4. Kriteria perancangan pondasi tiang 1. McGraw Hill. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2. Foundation Analysis & Design.1. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4.3. 75 .2. 2.3. 1984. pondasi sumuran. Jenis. Penurunan pondasi tiang 1. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3. 1996. Dapat Menentukan 4. Penjangkaran 2. J.. Dapat merencanakan 1. NY.7. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2. Bowles. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4.8.1. Bowles.4. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup.2. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4. J. Physical and Geotechnical Properties of soils. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1.

1993. Foundation Design – Principles & Practice. 1994. Das. 5. Prentice Hall. Boston. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. Mochtar. P. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). B. 4. PWS-Kent. Erlangga. Donald. Coduto.M. B.. Principles of Foundation Engineering..3.M. 1990. 1985.. New Jersey 76 . Das. Jakarta.

Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 77 .Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.

menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva.3. 2. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2. Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan. 2. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan. 5.1.5. 4. Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1. kewajiban.4. 3.2. pendapatan dan biaya 2. persekutuan dan perseroan 1. menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1.1. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. modal. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 .4.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. Menguasai teknik. PENDAHULUAN 1.6. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1.3.2.sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1.

Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2. Pos sub kontraktor 6. edisi 6.2. Pradnya Paramita.3. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ. Pos persiapan / penyelesaian 6. dan biaya pelaksanaan proyek 8. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4. Asiyanto.1. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4. Kebijakan pelaksanaan 6. Ekonomi UGM 79 .2.4.1. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5. Unsur-unsur bahan.7. Terbuka 2. menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. Kode biaya 6. Maksud dan tujuan Cost Budget 6. Hedging 7. 1996. Break Event Point 7.8. Aspek – aspek control 7. Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1. NERACA LAJUR 5.3.4.1.1. Indriyo Gito Sudarmo. Al.6.2.5. Bukti – bukti transaksi 3. Haryono Jusup. Jurnal 3.3. Pos overhead proyek 6.3. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7. Sugiharto & Suwardjono. Jakarta 4. Transaksi 3.3. upah dan alat 6. JURNAL DAN POSTING 3. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. CONSTRUCTION COST CONTROL 6.4.2.5. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT. Gadjah Mada 3. Pos duties dan cadangan 7. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ. Jilid 1. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. waktu pelaksanaan proyek.1. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak. Buku besar 4.

transhipment dan assignment 4. H. transhipment 2. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3. Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Taha. Riset Operasi Suatu Pengantar. Surabaya. Menyelesaian PL dengan excel 4. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear.1.2. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model. Mampu memodel dan 1. New York. Mampu menggunakan transportasi. 1994. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. Model Transhipment sistem. Udayana. Paul J. Kompetensi Dasar 1 1.6. 3.3. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. Binarupa Aksara. Univ.7. 2. Modul Kuliah. A.3. Systems Analysis for Civil Engineers. 2. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2. Kemampuan menghitung 2.5. Analisis Sistem.2. Taylor. 1996. QSB. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear.. Denpasar 80 .4. Sains Manajemen.4. Analisis sensitifitas (Excel. Analisa Sistim dan Penelitian Operasional.5. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4. Model program linear (PL) 2.3. 5. Pengertian sistem dan model.1. Kemampuan membedakan 1.3. 3. dll) 2. -------------------.2. Bernard W. Jakarta. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.1. 4. Memodel PL dengan excel 4. transportasi. 1996. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3. Anwar.. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1. Ossenbrugen. Nadjadji.. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2. John Wiley & Sons. Model Transportasi untuk menganalisis 2.2.1. Jakarta. dan menjelaskan peranan 1. Model Assignment 3. 1984.4. Salemba Empat.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan. 2005.

3.3. Kompetensi Dasar 1 1.1. 4. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6. Perusahaan dan dagang. 3.4.1.3. Kemampuan mhs. dokumentasi 4. Strategi berprestasi memahami 3. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4. manufaktur. Kemampuan mhs.2. KEWIRAUSAHAAN 2. analitis dan sistematis.3. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5.3.6. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4.2. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3. Pengertian & istilah dalam AHP 1. LINGKUNGAN tender. Motivasi berprestasi mengembangkan 3.4.4.1. menanggulangi berkomunikasi secara 5. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5.3.1. pengadaan barang/jasa 6.3. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan. Jadwal Pengadaan B/J 81 . Perjanjian (dispute) yang 6.2.4. PENGORGANISASIAN 6. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. dan mengelola.4.1.1. Kemampuan mhs.2. Maksud. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul.5.2. Pengembangan Pribadi dlm. Mahasiswa dapat 4. 4. & Manfaat 1. Pengusaha Andal kewirausahaan. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan. dan memanfaatkan sumber 2. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6. PENGEMBANGAN PRESTASI 3. Ruang lingkup materi AHP 2. Arti. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional. Kemampuan mhs. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1. Kemampuan mhs.2. Mobilisasi Sumber Daya jasa.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis. tujuan. 2. Metoda Pengadaan B/J 6. Kemampuan mhs. 1. Strategi antisipasi atas Perubahan 4. Dokumen Pengadaan B/J 6. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5. Mahasiswa mengertikan tentang 2. Peluang Usaha internasional. KOMUNIKASI BISNIS 5. Sistem Pengadaan B/J 6. 2.

Pelelangan Ulang 8.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9.5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9. menhargai hasil karya 13. 11. Persyaratan Peserta Lelang 7. Penunjukan Langsung serta melakukan 8.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11.5 Formulasi Masalah 13.5. PROSEDUR PEMILIHAN. ORGANISASI PROFESI 13. Kemampuan mhs. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7. Kemampuan mhs.6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11. dan 12.5 Penunjukan Langsung 9. PENANGANAN SENGKETA 12.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10.3 Bentuk/Tipe Kontrak 10. Uang Muka 9.2. PELAKSANAAN KONTRAK 11. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12. Pemilihan Langsung 8.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12. Kemampuan mhs.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9. PROSEDUR PENGADAAN 9. 13.4.4 Kontrak Pengadaan Barang 11.2 Sistem Evaluasi Kualitas 9.1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9.3 Peran institusi (BANI. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9.2. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13.7.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12.1.5.3 Hasil Karya Intelektual 82 . BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12. Evaluasi Penawaran 7.1. Swakelola proyek swakelola 8.3.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11. 10. Kemampuan mhs. Kemampuan mhs. Kemampuan mhs. 8. Kemampuan mhs.3.4. FIDIC.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10. 8. Kontrak Pengadaan B/J 8.

8. Metode. 13.4 Lisensi lain secara legal 14. 18 tahun 2002.4 Etika (attitude).2 Profesionalisme konstruksi 14. Manajemen. 5. 6. 2005 “Kewirausahaan. Tamitama Utama. dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. Jakarta Hamid Shahab. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset. 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. 2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. tentang perubahan (III)” CV. 2002 “Juknis Keppres No. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi. Yogyakarta Buchari Alma.2000” CV. 32 tahun 2005. Bandung Nazarkhan Yasin. 4. Rineka Cipta. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT. 9. Safety. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. 2000 “Keppres No. dan Implementasi” BPFE. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. 2003 “Keppres No.18 th. 12. 1999 “UU Republik Indonesia.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14. Jakarta ------------. Perpres RI No. 83 . 10. Bandung 11. 30 tahun 1999. tentang perubahan (I) atas Keppres No. & 30 tahun 2000” ------------. Jakarta ------------. Jakarta ------------. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. IG. 61 tahun 2004. Perubahan Juknis Keppres No. UGM.Citra Aditya Bakti. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------. 3. 15.Putra Timur.Gramedia Pustaka Utama. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No.sendiri maupun orang 13.18 tahun 1999” ------------. 29. dan Insurance Daftar Referensi: 1. No. dan Asfahani. Jakarta ------------. 80 tahun 2003. 18 tahun 2000. Jakarta Mas’ud Machfoedz. 7. 14. 2. Jakarta Djumialdji.70 tahun 2005. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan. 28. 2005 “Keppres RI No. Jakarta Munir Fuady. 1996 “Hukum Bangunan” PT. Kemampuan mhs. Salim Siagian. Risk. 80 tahun 2003. Tamita Utama. 2000 “PP No. Jakarta Rai Wijaya.

Compound Interest 2. dan Capital Recovery Factor. 3.6. Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB.8. Harga tahunan yang sama dan merata. Gradient Series. 3.9.12. Compound Amount Factor 3. 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB. Menghitung RAB 2.2.3. Pendahuluan 1. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1. 4. 3. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2. Mampu menghitung Simple interest. 3. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas. Konsep nilai uang terhadap waktu 2.11. menguasai konsep Nilai Waktu Uang.14. 3.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi. Depresiasi. Ekuivalensi 2. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. Simple Interest 2.4. Kompetensi Dasar 1 1. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui. 5.1.5.5. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 . Mengerti dan mampu menghitung depresiasi.2. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif.1. membuat aliran kas. Faktor Pembayaran tunggal 3. Aliran Kas 3. Compound Interest. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1.2. Uniform Series. Capitalized Cost 3. Present Worth Factor.4. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC.10. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3.7. harga yang akan datang.1. 3.3. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. 3.13. 4. 2. Harga Sekarang. 3.

10.S. WJ. 3. Analisis biaya minimum 9.1.1 Perpajakan 13. Shinking-fund depreciation accounting 10. SOYD. Jakarta 85 . Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1. teknik & kasus’ PT.1. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat. Sudradjat. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. Analisis titik pulang pokok 6. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9.2.5. Consumer price index 11. Jakarta. Muhammad. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT.AZ. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia. Jakarta Sutojo. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11. 11.6.FJ. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi. Zaenal. Fabrycky. Jakarta --------------. Depresiasi 9. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S. 7. dan ShinkingFunD 10. Constant puchasing power 10.Damar Mulya Pustaka. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP.5. konsep.6. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta.3.Yogyakarta Thuesen. Perhitungan Rate of Return.2.S. Melbourne Suratman.S. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6.balance depreciation accounting 9. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova. Bandung Kodoati. 6.YKPM. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line. Declining. S.RJ. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng.AMP.1. Bandung Fabozz.4. 4. GJ. Cost effective analysis 6.2.S. 5.4. Stright line depreciation accounting 9. Jakarta Asiyanto. dengan 3 alternatif atau lebih 6. 12.3. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka. 2002 ‘Ekonomi Teknik. Jakarta Husnan.15. 2. 8.R.Jakarta Sutojo.Yogyakarta Renton.Pradnya Paramita. Declining Balance. 9.Prenhallindo. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT.NE. Inflasi 10. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT. 3.Grameda. Yogyakarta Purba.3. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8.

Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. Organisasi Proyek 3. Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10. Perencanaan 6. 5. 6. Pengertian manajemen 1.2. dan Pengendalian 7. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract. 5.3. WBS (Work Breakdown 8. S-Curve. 5. Proses Penjadualan 4.4.1. 4. Manajemen Proyek Konstruksi 2. Notasi ADM 10.1.3. Siklus Hidup Konstruksi 2. Dapat membuat penjadualan 9. Durasi (alokasi waktu) 7. Merge Even 11. 10. Dapat membuat 11. 5. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve.1. Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5. Jenis-Jenis Kontrak 3. Construction Management Contract 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve. Studi Kelayakan . Siklus Perencanaan.1. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2.3. Fungsi Manajemen 2. 5. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6.2.1.2.2. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3.3.3.3.4. Dapat membuat 10. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1. Model-Model Penjadualan 7.1. Dapat Mengerti arti. Dapat memahami siklus Perencanaan.2. Manual PMBOK 2. 8. 3.1.1. ADM dan PDM dengan benar.1.3. Dummy Diagram Method (ADM) 11.2.2. Pengendalian 7. 4.2. Penjadualan. Dapat Mengerti arti. 3. Bar Chart 8.2. Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7. Penjadualan 6.1. Penjadualan dan Pengendalian. S-Curve.2. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11. Slack/float time 86 . Kompetensi Dasar 1 1. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6.2.1.3.

12.1. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11. Critical path.2. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13. 12. Lead) Float .4.3. 12. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek.3. 13. 87 .3.4. 12. 12.4.2. 13. Notasi PDM. 13.1. 13. Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag.

1. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1.2. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5. Dapat merencanakan 88 . Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6.1. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4.2.2. 6. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3.5. Jadwal pelaksanaan suatu proyek. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan. Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7. 9.2.2. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5. Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.1. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.1. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7. 3.3. Menentukan material yang dibutuhkan 3. 7. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5. 6. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9.2.1. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6.2. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2. 4. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1.1.2.1.3. 7. Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8. Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1. Menguasai perencanaan 3.1. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5.4. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6. Spesifikasi teknis pada proyek 2. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8. 8.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan.1. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2.

Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11. Imam Soeharto. 5.1. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13. 3. Manajemen Proyek Paulus Nugraha. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto. Construction Cost Management Anonim. 10. AZ. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto.2. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 .1.2. 4.2. 2.1. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12. Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11. 6. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13.1. Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10.3. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1. Metoda konstruksi 11. Analisis BOW Zaenal. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12.

1996. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5. serta seven tools sebagai proses kontrol. Pelaporan Biaya Kualitas.JS & Soal. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas. 11. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas. Kompetensi Dasar 1 1.1. Evaluasi training Daftar Referensi: 1.2. Kepuasan Pelanggan. memahami proses. 6. pelanggan. Team yang efektif 12. 2.2. 90 . Perencanaan proses.4.1. 12. Mengidentifikasi proses.1. Jenis-jenis team. Oakland. Perubahan konsep organisasi. kepuasan 3. 3. Penggunaan Biaya Kualitas 11.3. Mengerti manajemen dan fungsinya. 9. Memahami training dan proses training 9. 6.3. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10. AS. Konflik. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas.2.5. 3. dan mampu menggunakannya 9. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7.2.2.1. 3.1.1. Mengerti tentang biaya kualitas 11. 2. 3. Organisasi sebagai sebuah sistim.2. Seven Tools 12. 5. Manajemen Perubahan 11. 5.2. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan. 11. Manajemen perencanaan proyek 2. 1. inspeksi. 6. Memahami proses.3. sejarah dan dasardasar kualitas 1. Australia. 12. Sampling. 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas.1. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1.2. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses. 2. 11. Perbaikan berkesinambungan. Services Quality. 2.3.2.2. 2. dan perbaikan proses. serta kontrol kualitas.1.1. 3. Proses Training. Analisa Jenis training. team. Memahami perencanaan pelanggan. tentang team serta koflik Konsep pelanggan. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi. Mengerti tentang manajemen. Total Quality Management.6. latar belakang. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. kualitas. 11. Biaya Kualitas. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan.5. 10. 5. meningkatkan kualitas 8.3. 4. 10.1. 7. 7. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8. Mengerti tentang cara kualitas. konsep dalam organisasi. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. Memahami pelanggan. 11. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. Mengerti perubahan dalam organisasi.7. perbaikan berkesinambungan. 4. Perkembangan team. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas. Mengerti tentang Seven Tools.4.3.1.3.4.1. Memahami kualitas. serta 6.

McGraw Hills 91 . Kenneth L. McGraw Hills. Total Quality Management. Quality Assurance Methode and Technologies. Quality Improvement Tools and Tecniques. Andi Offset Yogyakarta. Total Quality Management. 1996. 1994. S. McGraw Hills. Eugene L. Peter Mear. 1999. Fandy Tjiptono S. 1995. 6. 3.2. Diana A. 1996. Statistical Quality Control.Arnold Michael Holler. 4. Soewarso Hardjosudarmo. Leavenworth.Grant Richard S. Andi Offset Yogyakarta. 5.

2. perencanaan taktikal dan operasional. Tujuan penilaian.4. Definisi MSDM 1. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3. 3.2. analisa SWOT. BPFE Yogyakarta. rekruitmen 2.3. SDM kepemimpinan.3.1. Membangun kompetensi 2. 7. Metode penilaian 7. Pelatihan dan pengembangan.5. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5. Kepemimpinan tim 5.6. Mengerti tentang 1. serta proses rekruitmen dan seleksi 6.2001. 7.2. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3. jabatan.3.1.4.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM. Rekruitmen dan seleksi 6.5.1. Susilo Martoyo. Mengerti tentang perencanaan SDM. manajemen kinerja. tujuan serta metode penilaian. Perkembangan historis.1. dengan strategi 2. organisasi.2. Manajemen Sumber Daya Manusia. perenanaan strategik dan taktikal. 6. PT Indeks Jakarta 92 . 6. 2.2. pengembangan. Analisis kebutuhan. 4. 7.1. Pengembangan kemampuan 7. Perencanaan SDM. Strategi Keunggulan Kompetitif. Deskripsi jabatan. 6. Organisasi SDM. perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1. Mengerti hubungan strategi 3.2. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1. 1. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3.3. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. 7. Mengerti MSDM. Manajemen Sumber Daya Manusia.3. 7.2007. Perencanaan Strategik.2. 5. Tahapan dalam latihan dan pengembangan. pelatihan dan pengembangan 2.1. Gary Dessler . 5. Strategi organisasi. Strategi penilaian kinerja. Analisis dan desain jabatan 4. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1.………. Kepemimpinan perencanaan 2.3. Mengerti akan penilaian kinerja. Manajemen kinerja.1. Manajemen Sumber Daya Manusia. Arti penting pelatihan dan pengembangan. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3. Mengerti peran MSDM. Keunggulan Kompetitif melalui 2. Arah strategik.2.4.6.7.5. Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3. Strategi SDM 4. 5. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi..3. 4.4. Memahami 2. Syafaruddin Alwi.4. Memahami pelatihan dan pengembangan. Perencanaan SDM. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja. Memahami analisis jabatan. Tanggung jawab Departemen SDM SDM. organisasi.

2.Mata Kuliah Kode MK. menganalisis tempat kerja. bekesting. Jembatan. dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat. Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat. cara mampu merencanakan kerja. Struktur jalan. 4.1 3. Jenis. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis.1 2. Bentuk. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah.2 2. 3. Menguasai alat berat 2.2 2. fungsi. Pondasi dan Dermaga. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran. plan. dan kegunaannya. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi. serta menghitung Produktivitas dan 3. jenis. 4.6 3. serta pemeliharaan Bangunan Sipil. dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat.1 1. Sifat.3 2.2 93 . Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast. pembesian.4 2. kerja alat. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat. Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. dan pemasangan bowplank. Memahami karakteristik 1.2 5.1 4. dan bentuk. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat).5 2. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung. elevasi. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran.

Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile).1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7.2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 . 8. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7. Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. Memahami perencanaan 9. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5.1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6. 5.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Analisis Balok 6.6.2. Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6.4. dan keluaran (output) 7. rangka batang. Analisis struktur sederhana: balok. analisis. portal 99 .langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7.1. Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel. Dasar Analisis struktur 3-D 7. Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7. pembebanan.5. Analisis portal 2-D 6.

4. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3. Tipe dan konsep dinding geser 6. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6.2.1.1.2. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6.3. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3. Tipe dan konsep pengaku bresing 3. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3.3. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6.1. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4.1. Dapat memodel. Dapat memodel.2. Pembahasan hasil analisis & prilaku 6.dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2.2. Materi Pokok 3 1. Dapat memodel.4. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4. Tipe dan konsep pelengkung STT 4. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5. Dapat memodel. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3. Definisi dan tipe struktur komposit 2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer. akibat beban tetap dan beban bergerak 5. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2. Metode analisis struktur komposit 2. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5.1. Kompetensi Dasar 1 1. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu. Tipe struktur pelat dan cangkang 5.1.3. Pemodelan struktur pelengkung STT 4.4. Pemodelan struktur komposit 2.3. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 .4. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4. Dapat memodel.2.3.

1991. Structural Analysis. B. Upper Saddle River. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8. 1989. Struktur Bertingkat Tinggi. Prentice-Hall. Metode analisis struktur nonlinier 8.2. 1962. 1. John Wiley & Sons. included in the Program. R. Terjemahan oleh Januar Hakim. Anonimus. Pemodelan struktur non-linier 8. Smith. 2002. M. Statically Indeterminate Structures. Prentice Hall. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7.S. NJ 07458.2. & Composite Design of Tall Buildings. Bungale S. 1998. 7. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8. Inc. Computers and Structures. 7. Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. 101 . Second Ed. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. A. M. 1995 University Avenue.3. Aand Levy. 7. Badan Standardisasi Nasional. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. 2. PT Eresco. Hibbeler.3. Inc. Concrete.C. McGraw-Hill.7. 2001. Membuat karya tulis 9. Structural design in architecture.4. 8. SNI 03-1729-2002. CA 94704. Penerbit Erlangga – Jakarta. Inc.2. Taranath. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang. Dapat memodel.1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9.1. Inc. Steel. Presentasi karya tulis 9. 1998. Manual and Tutorial of SAP2000. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Tall Building Structures: Analysis and Design. New Jersey 07458. 7. Second Edition. Hibbeler. Bandung. 1981. Prentice-Hall. 6. Wolfgang. Forth Edition. Cetakan keempat 1996. 3.3. Chu-Kia. serta sumber non-linearity 8. and Coull. Structural Analysis. 5. High-Rise Building Structures. 1999. Tipe dan konsep non-linier.1. Russell C. 4. Dapat memodel. Berkeley. New Jersey 07632.4. Fourth Ed. Schuller. Dapat memodel. Salvadori.. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9.

hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Regangan normal 6.1.11.2. Hukum Hooke 7. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas.2. beban geser.4. Regangan geser 7. Dapat menghitung titik berat penampang 3.2. Diagram tegangan-regangan normal 7. Inti (Kern) 3.9. Pengujian tarik dan tekan 7. Indikator Pencapaian 2 1. Momen inersia tampang persegi 3. Momen inersia tampang lingkaran 3.8.1. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6. Momen inersia tampang trapesium 3. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan. Memahami konsep diagram teganganregangan normal. Titik berat penampang 3. Modulus Elastisitas 8.1. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Menghitung statis momen 3. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan.3.7. beban puntir. Dapat menghitung regangan 7. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1.1.3.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika.4. Luas penampang 2. Dapat menghitung luas penampang 2. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . Momen inersia tampang jajaran genjang 3. Momen inersia tampang segitiga 3. Diagram Tegangan-Regangan geser 2. Tegangan geser 6.6.1.5. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial. Momen inersia tampang T 3. titik berat dan momen inertia.1.1. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5.10. Maksud dan pengertian momen inersia 3. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4. Momen inersia pusat utama 3. Pusat geser 4.2. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5.1. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1.

Deformasi elastis akibat beban aksial 10. Lentur pada balok komposit 17.2.2.1.1. Tegangan akibat lentur 17. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11.2. Modulus Geser 10.2. Deformasi lentur balok 17. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18.1. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13.1. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5. Diagram bidang momen 16.2.1.1.2.2. Regangan bidang 20.4. Sudut puntir 13. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Deformasi akibat beban torsi 12. Memahami transformasi tegangan bidang 12.1. Tegangan akibat perubahan suhu 12. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19.1. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8.2.1. Rumus tegangan geser 15.3.2. Hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami konsep deformasi lentur balok 17. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7.2.2. Tegangan geser balok 16. Transformasi tegangan bidang 18. Lentur pada balok beton bertulang 18. Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21.3. Dapat menghitung tegangan geser 16. Geser pada balok 14. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19. Penurunan rumus torsi 13. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15. Memahami transformasi regangan bidang 9.1.2. Konstanta torsi 14. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 . Rumus lentur 17. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21. Memahami transformasi regangan bidang 21. Persamaan garis elastis 22.1.1. Prinsip Superposisi 4. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20.1.2. Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14.1.3. Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11.

Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1. E. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. Longman Publishers Ltd.4. 1983. Beban kritis kolom 25. Tegangan 1. Penerbit Erlangga. R. California. Brooks/Cole-Thomson Learning. Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26. Mekanika Bahan (terjemahan). Kolom ideal dengan perletakan pin 25. Edisi ke-2. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25. P. 1997. 1996.. 2001. Penerbit ITB.. Mechanics of Materials.2. P. Benham.10. M. J. Gere. P. 2nd Edition.1. Jakarta. 3rd Edition.. M. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24. dan Timoshenko. 3. R.2. G. Cetakan Pertama. Bahan daktail (ductile material) 26. Mechanics of Materials.2. Kolom dengan perletakan lainnya 25.. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25. 5th Edition. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. B.2.. P. J. Singapore. terjemahan). Memahami stabilitas tekuk kolom 23. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24. Gere.. Jakarta.1. Penerbit Erlangga. Hariandja.. Jakarta. C.. Popov. S. Crawford.. Soemono. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. C. 1997. 4. Metode Superposisi 11. 104 .1. 2. J. 1996. Mechanics of Engineering Materials. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. Penerbit Erlangga.1. and Amstrong.3. Edisi ke-2. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. 6. New Jersey. Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. Hibbeler. 1996. Bandung. Prentice Hall. 7. 5..

Dapat menganalisis 1.1 2. Memahami konsep 1.3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar. teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2. struktur dengan metode elemen 3. Memahami / 1. ada 2.2 1.1.3 5.2 1.2 2. Dapat menganalisis 2.1 2.4 1. Menguasai analisis 2. Memahami prinsip kerja virtual.Ritz 1.2.2 1. prinsip energi 1.3 1. serta hubungan antara tegangan dan regangan 1. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1.1 1.5 4. 1.1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1. hubungan antara regangan dan displasemen.3 2. Dapat menjelaskan 1. Memahami prinsip 1. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2.2 prinsip energi 1.1 prinsip kerja virtual. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan .Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1.1 1.1 Matrik kekakuan 105 .

Jogjakarta Weaver. New Jersey 106 .2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3. 2.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3. Finite Element for Structural Analysis.struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1. Prentice Hall..R. Dapat menganalisis 3. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1. Program Pasca Sarjana UGM.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1. Dapat menganalisis 1.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya. 1992. Dapat menganalisis 2.3 Overall matrik struktur balok 6. W.3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2. P.2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1. 1984. Johnston.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3. Suhendro B.2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2..

Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 . Pencampuran. Agregat Halus dan Agregat Kasar 2.2. Mampu melaksanakan 3. Mampu melaksanakan 1. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air. Perhitungan komposisi pencampuran. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. campuran beton pencetakan dan 2.1. Pengukuran berat isi 3.3. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3.2.1. Mampu melaksanakan 2.1.2. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2. pembentuk beton Semen.

Gaya Dalam: Gaya Normal. 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -.4. 5. Materi Pokok 3 1. 5.3. 2.2. 2. Bidang Gaya Normal. Balok sederhana. 6.5. uraian uraian gaya.1. Elemen Struktur. 4. 5. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 8.3. kesetimbangan 3.1.2. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4.4.1. 6.4. gaya. resultante gaya dan resultante. Reaksi Perletakan.1. Mahasiswa dapat 7.5. Gaya-gaya dalam Bidang Rata. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber.5. 6. Bidang Momen.2. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan. Balok Konsol/ cantilever 3. Bidang Gaya Lintang.2. 5. Bidang Gaya Lintang. 6. Reaksi Perletakan. kombinasi beberapa gaya dalam. 2.2. 3. Gaya Geser atau gaya lintang. Reaksi Perletakan. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan.3. Bidang Momen. Bidang Gaya Normal.4. 5. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. Bidang Gaya Lintang. 108 . Balok Sederhana. Reaksi Perletakan. 4. 5. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. hubungannya dengan gaya-gaya dalam. Bidang Gaya Normal. 3. 2. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. Mahasiswa dapat 4. Balok Pelengkung tiga sendi.1.6. 3. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor. elemen struktur. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam.2. Balok sederhana. momen torsi. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. 7. 5. Mahasiswa dapat 4. Bidang Gaya Normal. 3.1. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2.5. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. momen lentur. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. Balok Gerber. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever.3. Bidang Gaya Lintang. 4. Mahasiswa dapat 3. 6. Mahasiswa dapat 6.3. 6. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. Mahasiswa dapat 1. Bidang Momen. Bidang Momen.

2. 6. 8. Struktur. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir. oleh Daniel L Schodek 109 . Garis Pengaruh Balok Sederhana. Mahasiswa dapat 8. Mekanika Teknik I oleh Ir. Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7.3. 3. Himpunan Mahasiswa Sipil. 7. Statika oleh Soemono. 8. Tjok Gde Majun.1.4.1.tiga sendi. Garis Pengaruh Momen.3. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol. Suwarno Wiryomartono.2. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. Daftar Referensi: 1. 2. 5. Buku Ajar “ Statika”. Tjok Gde Majun. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana. Garis Pengaruh Momen 7. 9. Himpunan Mahasiswa Sipil. Garis Pengaruh Gaya Lintang. 4. Garis Pengaruh Konsol. Mahasiswa dapat 9. 8. 7. 8.

Memahami dan dapat 2. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2. .Memahami dan mengetahui konsep seismologi.3. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3. Dapat menjelaskan 1. Orthogonalitas mode shape. Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2.4. Teori terjadinya bumialam semesta 1. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2.5. Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2. Wilayah gempa. Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3.4. Type perambatan. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2.1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. normalisasi mode getaran 2. . Memahami .1. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3.2. faktor reduksi. intensitas dan magnitude gempa 3.2. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:.8.3.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. Lapisan dan kerak bumi 1.2. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2.7. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2. SRPMM.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa. sistim struktur SRPMB. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2. Daktilitas struktur gedung.10. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2.3.1. SRPMK 3. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 . Mengerti dan sumber. Memahami dan 1. Sumber-sumber beban dinamis 2.6. energi.9.

5.3. Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3.4.7. Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.8.6. Respons spektrum gempa rencana 3. Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 .

1. Dapat menguraikan 5. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2.1. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3.3.4. Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4.3. Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3.1.3. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4.4.2.3. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4.3. Dapat menjelaskan 6. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5. 6. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5. 112 .2.1. Analisa 6.2.1. Dapat menjelaskan Memahami 4. Beton sebagai bahan bangunan 1. 5. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2. Karakteristik agregat agregat untuk 4. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5. Semen. 4. Mampu menjelaskan 2.2. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2.5. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1.1.5. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2.2. Dapat menentukan 3.5. Klasifikasi agregat 4. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3. Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6.6. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6. Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1.4.

Institusional Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU. Inti Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 .Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.

1. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 .5. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3.3.1. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1.1.8. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3.6. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4. Perencanaan pejangkaran 3. Dapat menghitung 2.2. Perencanaan elastis balok beton 3.3. Beton prategang sebagian secara umum 5.3. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5.5. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Mampu prategang dalam 3.1. Mampu 1.1. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3.6.2. Dapat menjelaskan 1. Pengertian beton prategang 1.4.4. Perencanaan block akhir 3. Dapat merencanakan 5. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2. Analisa lendutan 5. Cara pemberian prategang 2. Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3.9.7. Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3.2.2. Perencanaan penampang komposit 3. Memahami dasarprinsip dasar beton 1.3.2. Dapat menganalisa daya 4. Konsep dasar beton prategang 1.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Greeno R. Sambungan kuda-kuda 9. Penerbit Mandar Maju. Neufert. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10.4. 2. 3. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. edisi ke-sebelas. 6. Architects Data Heinz Frick. 1999 Robert Koch. Penerbit Erlangga. 21. Gambar Teknik. posisi pintu.3. 22.1. 1998. Butterworth-Heinemann. Bandung. Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. Spencer. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. Buku Politeknik. Taib Sutan Sati. Hill. Latihan menggambar sambungan 10. frame / kosen pintu.18. Incorporating Current Building & Construction Regulation. Jilid I. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan.2. Building Construction Handbook. Dygon. 19. Chudley R.. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. jenis dan bentuk atap. Rumah Sederhanan Howard Simon. bahan tangga. 8. 2000 Mohd. 4. bagian-bagian atap. konstruksi rangka atap. 7. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap. 5. 8. Novak. Latihan menggambar sambungan 11. 23. Pedoman Gambar Kerja 118 .2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1. Mitcheel. 20. 3th Edition.. Teknik Menggambar Giesecke. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap. Emst.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11.

Sukada Wenten) 119 . 10. 11. bandar Udara. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk. British Standard. Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. jalan Raya. 13.9. Ronal Hikari. 1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. 12. Bendungan/bangunan Air. 3th Edition. Jembatan. Hongsui and Architecture Sugiharjo. dan konstruksi bangunan lainnya 14. Working Drawings Handbook.

1. 6. kolom dan pelat) 7. 6. 6. 3.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya. Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang. Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7.2 Perilaku dinamis struktur gedung. 5.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6. Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya.1 Pembuatan layout struktur 7.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2. 3. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4. Kompetensi Dasar 1 1.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok. Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3.3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6.3 Daktilitas kurvatur dan regangan.4 Daktilitas Perpindahan 6. 6. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur .2 Analisa momen kurvatur.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1. 5.

Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12. 2002.1 Persyaratan Geometri elemen balok. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7.6. 9. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8. 8.3 Gaya-gaya pada joint 10. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 . Dapat merancang 8.2 Type-type joint 10. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang.3 Desain Balok 12. 2002.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12.1 Ketentuan Material 12. 13. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10.1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11. cable stay.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1. bentang panjang 8.6 Panel Zone 13.4 Desain joint 11.2 Pembebanan Angin dan gempa.5 Desain terhadap beban geser 9.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11.2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang. Badan Standardisasi Indonesia.2 Kinerja struktur baja daktail 12.4 Desain Kolom 12. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.4 Desain Coupling Beam 12.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11.2 Persyaratan Geometri elemen balok.13. 9. Badan Standardisasi Indonesia. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11. 2002. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8. arch bridge) 13. Badan Standardisasi Indonesia.4 Desain terhadap beban geser 10.4 Desain terhadap beban lentur 8.3 Desain terhadap beban lentur 9. Memahami prinsip.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8.1 Teori dasar joint 10.

K. 10. T. R.. Paulay. and Priestley.. USA. 2002. 7. 5. Englekirk. 1152 pp. F (Editor). Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03). 8. R. IK. 2nd edition. G. Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002...4. Naem. 2005. Pearson-Prentice Hall. ITS Press. Chapman & Hall. 767 pp. 1992. John Wiley and Sons Inc. MacGregor. 2005 11. USA.K. J. Steel Structures-Controlling Behavior Through Design.. 1993.M. Park. 1994. A.J.. 6. 4th Edition. Sudarsana. and Paulay. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. USA. 1975. Kusuma. Dan Salain. Rahmat Purwono. dan Andriono. UNUD 122 . CUR3. Jhon Wiley and Sons Inc. M. 829 pp. The Seismic Design Handbook. J.N. Reinforced Concrete Structures.. USA. T. Buku Ajar. 744 pp. PS Teknik Sipil. T. 2000. John Wiley &Sons Inc. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. IM. 9. and Wight.

Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5. Dapat menggambar lay out 2.3. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6. Gambar potongan struktur baja 11.. Structural Steel Design. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11. John Wiley & Sons.1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3. Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8.. 1996.4. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9. Perhitungan pelat kopel 7. 123 . New York. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1.2.2. J.1. Inc. Perencanaan dimensi pelat. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3.2. Gambar denah hasil dari perencanaan 11. Perencanaan gording 2. dimensi pelat. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6. Gambar detail kuda-kuda 11. Perhitungan gaya batang 5. Merencanakan portal 3. balok dan balok dan kolom kolom 10. Dapat menggambar 11..2. Dapat merencanakan dimensi gording 3. LRFD Approach. Kombinasi pembebanan 2.1.2. 2nd Ed.1.1. Kontrol tegangan dan lendutan 3. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1. Dapat merencanakan 10.1. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1.1. Gambar Lay Out 1. Dapat merencanakan 9.1.3.1.1.C. Panjang tiap batang 1. Membuat gambar rencana 8.3.1. Smith.4. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2.

and Johnson. Harper Row.. Inc. SNI 03-1792-2002.2. G.. Salmon. Publisher. 3. E. New York. 3rd Ed. J. Badan Standarisasi Nasional 124 . C. Steel Structures: Design and Behavior. 1996.. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung.

Data Tanah 2. Peraturan 2. bentuk.3. Mutu bahan 2.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur. Tata letak struktur 1.5. Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak. pola.2. Bentuk dan kelangsingan bangunan 1.1. Pembebanan 3. Materi Pokok 3 1.1. Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang.Dimensi Plat . Review Teknik Fondasi 4.Dimensi Kolom 125 . taraf dan kombinasi beban yang bekerja.2. Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2. Review Analisis Struktur 3.1.1. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. 6. kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2. Denah Struktur 1. Data lain terkait analisis struktur 3. Kompetensi Dasar 1 1.Dimensi Balok .2. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5. Penentuan Dimensi Awal . Data ME 2.3. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5. Gambar Arsitektur 2.6.4. 4.3.4.1. Review Struktur Beton Bertulang 3.1. Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis.

Panjang Penyaluran 9. Jakarta. Badan Standarisasi Indonesia. 1994. 7. 272p Ferguson. Balok Anak. D. kolom. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9.1996. 1988. Kolom Pondasi.1. 8. Vis. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.3. 2002. 3. Gambar Stuktur 9.1. Jakarta. Wahyudi. W. Bidang M. Jakarta. balok induk. balok anak. Penerbit Erlangga.. SA. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Pelindung beton untuk tulangan.2. Sloof) 9. sloof 9.1. Detail Penulangan 9. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. pondasi. L. Gramedia Pustaka Utama. Gramedia Pustaka Utama.. PT. Daftar Referensi : 1. Tangga. I. 7. 4. Penerbit Erlangga. Jakarta. dan Rahim. Dasar-Dasar Beton Bertulang. 126 . Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. Struktur Beton Bertulang .5. 2. Analisis Struktur 7.. G. Portal (Blok. Struktur Beton Bertulang. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. PT. 527p. 5. Perencanaan Plat.4. N 8. 199.2. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. Departemen Pekerjaan Umum.3.C dan Kusuma. Mampu merancang kekuatan plat.

1 Perilaku elemen kolom 6. 3. Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5.3 Keruntuhan leleh 3.2 Konsep perencanaan batang lentur 5. Dapat menjelaskan material pembentuk baja. 5. Materi Pokok 3 1. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung.1 Elemen-elemen struktur baja 3. 2.5 Keruntuhan tekuk torsi 4.1 Material dan produksi baja. 2.2 Diagram teganganregangan 1.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2.3 Keruntuhan global 5. jembatan dan bangunan sipil lainnya. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya.3 Keruntuhan tekuk global 4.4 Keruntuhan lateral 5. Indikator Pencapaian 2 1.1 Elemen-elemen batang tekan 4.2 Keunggulan dan kekurangan 2.2 Konsep perencanaan batang tarik 3. 4.4 Keruntuhan fracture 3.4 Metoda LRFD 3.4 Keruntuhan tekuk local 4. 4.5 Keruntuhan tekuk lokal 6.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2. 1.5 Penampang tersusun 4.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1.6 Penampang tersusun 5. 6.2 Konsep perencanaan batang tekan 4. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja.1 Jenis-jenis struktur baja 2. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja.1 Elemen-elemen batang lentur 5. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur. . 6.

Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja.4 Konektor geser 128 .3 Keruntuhan blok geser 9. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11.5 Analisa dng metoda keseimbangan 8.elemen kolom 7.7 Pengaku geser 8.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11.3 Pengaruh P-∆ 6. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9.4 Pembesaran momen 7.2 Kuat nominal las 10.1 Jenis dan mutu las 10.2 Lebar efektif 11. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6.1 Moda-moda keruntuhan 8. Pengenalan penampang komposit 10. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9.1 Aksi komposit 11.3 Perencanaan sambungan geser sentris 10.5 Perencanaan sambungan geser exentris 10.6 Analisa metoda energy 9.4 Mekanisma sendi plastis 8.3 Keruntuhan lateral 7.2 Konsep sendi plastis 8.3 Kuat lentur 11.3 Keruntuhan lateral 8.2 Konsep perencanaan 7. 10.1 Perilaku elemen balokpelat 7.1 Jenis dan mutu baut 9.6 Geser tumpu 7. 8.2 Kuat nominal baut 9.4 Keruntuhan local 7.5 Keruntuhan geser 7. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.

4.1.3.2. Kolom langsing 5. Penulangan satu arah 6.5.3. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6. 2. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.1.3. Kolom pendek 5.2.4.5. Konsol Pendek 3.3. Pembesaran momen pada kolom 5.3. Tulangan Geser 4. 1. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6. 2.2. Trayektori tegangan 3. Lantai Cendawan 6. Teori Geser Rangka 3.5.1.2. Tulangan Rangkap 2.6. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 . Tegangan dan reganan 2. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1.2. Analisa penampang balok T 3.4. 2. Teori Geser dg Compression Field Theory 3. Indikator Pencapaian 2 1.3.1. 1. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5.1. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.4. Kolom biaksial 6. Mekanisme Puntir 4. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1.1.6.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.5. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2. Tulangan Tunggal 2.2.1. Pondasi Telapak 6. 1. 1. Tulangan Puntir 4. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5.4. Teori Geser Konvensional 3. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang. Penulangan dua arah 6.1. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3. Teori Garis Leleh 6. 4. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2.2.1.

Introduksi 8.. Jakarta. Vis.. Badan Standarisasi Indonesia. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Wahyudi.Konsep analisis 9. PT. 4. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8. Jakarta. L.1.. Gramedia Pustaka Utama. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.3. 1988. Pelindung beton untuk tulangan 8. Detail penulangan 9. SA. 2002. 2.Prilaku lentur. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.2. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Departemen Pekerjaan Umum. I.1996. Penerbit Erlangga. 7. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. Kontrol retak 7.2.1. 527p. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1.3. 1994. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7.Keuntungan dan kerugian . 272p Ferguson. 5. Struktur Beton Bertulang. 199.1. Struktur Beton Bertulang . 4. Jakarta. Kontrol lendutan 8. 130 . Penerbit Erlangga. dan Rahim. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Dasar-Dasar Beton Bertulang. PT. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang .3.C dan Kusuma. 3. W. G.Metode Pelaksanaan .geser . Sejarah beton prategang 9. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo.4.2.

Sambungan baut tanpa mur 4. Bangun kayu 1.2. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5. Latihan soal alat sambung modern 9. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8.1.1. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2.1. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3. Latihan soal sambungan baut 5. Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu.1.1. Sifat higroskopik kayu 2. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10. Latihan soal sambungan paku 6.2.2. Pendahuluan 1.2. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11.1. sambungan baut dengan mur 4.1. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3. Sifat mekanik kayu 3. Tegangan izin kayu 4. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. Golongan jenis kayu 3. Sifat fisik kayu 2. Sambungan gigi tunggal 9.1. Latihan soal sambungan pasak baja 8.1.3.2.3.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 . Batang tekan 11. Sambungan pasak kayu 6. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1.1.3. Sambungan pasak baja 7.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10.2 Sambungan gigi ganda 9. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5.2. Batang tarik 10. Alat sambung modern 8.2.1. Latihan soal sambungan pasak kayu 7. Sambungan paku 5.2 Latihan soal batang tarik 11. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1. dan tegangan izin kayu 4. Latihan soal batang tekan 2. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7.

Beban berlawanan dan beban lainnya 19.3.1. Batang lentur 12.2. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18.3.2. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22. Latihan soal kolom susun 16.1.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13. Konstruksi Kayu. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6.4.2. Kombinasi beban 18. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17.2.1 Balok susun 14. Ir. Jembatan komposit 16. Felix Yap 4. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20.1. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15.4.1.tekan 12.3. Keadaan batas kemampuan layan 20. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 . Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19.2. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16. Suwarno 3.2.1 Beban nominal 18. Tahanan terkoreksi 22.2. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2.1. Konstruksi Kayu. Latihan soal batang lentur 13.1. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17.2. Stabilitas 20. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14.2 Latihan soal balok susun 15.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14. Batang mendukung momen dan gaya normal 13. Ir. Kolom susun 15. Pengekang lateral 21.1. Kondisi acuan 21. Luas bruto dan neto 20.5. Analisis struktur 19. Komponen struktur tekan dan tumpu 18. Perencanaan keadaan batas 19. Kondisi batas tahanan 19.1. Komponen struktur tarik 22. Latihan soal jembatan komposit 17.

6. 3. Shear Connectors 2.2. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2. Teori dan Konsep umum 2.2.3. Memahami konsep 3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2. Lebar efektif dan tetapan dalam 4.2.4. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok. Review sifat material baja struktur.5. Strength limit serviceability and 3.1. Memahami konsep 1. pelat dan kolom) 3.5. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4.5. Serviceability limit durability limit) 3. beton 2. aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit.3. Durability limit 3. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1. Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4.3.1.3. baja tulangan dan beton 2. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai. Dapat merancang 3. Konsep komposit pada elemen 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung.1. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 . Teori umum aksi komposit baja beton 2. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2.4. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4.4.1. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4.

. Dirjen Bina Marga. and Johnson. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran. R. Vol. New York. Persyaratan kolom komposit 7. Dapat merancang pelat komposit 7. Civil Engineering Department. 7. Balok komposit parsial 4. ITB. 4.3. Departemen Pekerjaan Umum. 9.. 1989. 3rd Ed. Blackwell Scientific Publication. Johnson. 2000. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5.9. 7.P. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7. E. 2. Oxford. C. 2000. Inc. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung. Udayana University Saadatmanesh. 1992.. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. Faculty of Engineering. 24102. Harper & Row. Vo.. Inc. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton. 115.5. LRFD Approach. Steel Structures: Design and Behavior.2. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. 3.4. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural). Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6.2. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5.C. 1996.7. N0. Salmon. Bandung Sugupta. G. 1994. Elemen Komposit. Composite Structures of Steel and Concrete. Nopember 1989. 1.. Structural Steel Design. Momen kapsitas pelat komposit 7. 134 . SNI 03-1792-2002. Dapat merancang kolom komposit menerus 4. Publisher.. Smith.1. 6. PAU. J. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams.8. J. 11. John Wiley & Sons.2. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7. Jenis-jenis kolom komposit 7.3. Lab Mekanika Struktur. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5.. Ilmu Rekayasa. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6. Paper No.. 2nd Ed.1. Badan Standarisasi Nasional BMS No. 2nd Ed.5. 1996. 4. DPG. 5. Journal of Structural Engineering. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity. New York.1. 8. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD.

Langkah-langkah perencanaan jembatan 5. Materi Pokok 3 1.2. beban lalu-lintas. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3. Estetika dalam perencanaan jembatan 2. Kompetensi Dasar 1 1. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan.3. membahas.2.4. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan.1. Pemilihan tipe jembatan 3. Dapat merencanakan struktur abutmen.1. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4.4.4. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. bebab angin.1. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1.1.3. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 .3. Beban-beban pada abutmen 5. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban. pelaksanaan serta pemeliharaannya.4. Presedur perencanaan jembatan 2. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan. Perencanaan Abutmen 5. 4.2. Dapat merumuskan permasalahan. Geometrik Jalan.2. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2.1. Jenis-jenis jembatan 1.2. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Pembahasan hasil presentasi 4. Spesifikasi jembatan 1.2. Kombinasi beban 3. gempa 3. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. Beban grafitasi. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6.5. pilar jembatan dan pondasinya.1. 3. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5.3. Presentasi karya tulis 6. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3.3. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4.3. Analisis Struktur II. Membuat karya tulis 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6.

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH.Institusional Kur.Institusional Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti 136 .

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD).1 Pemakaian huruf (kapital. bertingkat dan gabungan) 6. Memahami dan 3.2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan. dengan menggunakan ejaan baku miring.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. titik dua. frasa.2 Peristilahan dan kata baku (diksi). Dapat menjelaskan dan 5.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3. dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5. kecil. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. 137 .1 Ketepatan kata. serta mengaplikasi 1. serapan. dan pola kalimat efektif 5.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. 1.2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara. catatan kaki. 3. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa. pilihan kata yang tepat (Diksi). catatan kaki.3 Penulisan tanda baca (tanda titik. Dapat menjelaskan arti dan 1.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata. koma. bibliografi. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3. referensi) dan bibliografi. Dapat menggunakan kata secara 4. Memahami dan 4.2 Ragam bahasa (ilmiah. predikat. Dapat menjelaskan dan menulis 3. 2.2 Penulisan kata (kata dasar.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. gabungan. dan tanda hubung) 2. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat. ganti. kefokusan. dan tulis resmi) bahasa. struktur. kesejajaran. (Diksi) pemilihan kata 4. dll) 2. ulang. dan tebal) (EYD). menguasai 1.3 Kalimat efektif (keutuhan. Dapat membuat kalimat efektif 6. Memahami arti. Dapat menulis kata dan kalimat 2. 6. kutipan.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek. dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6.

4 Jenis. hubungan dan 7.2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. kepaduan. konsistensi. Mampu menuliskan 7.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan. hubungan dan pengembangan paragraf 138 .1 Pengertian. Dapat membuat paragraf sesuai 7. ketuntasan. kepaduan. ketepatan diksi dan ejaan) 6.kehematan. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan). dan keruntutan) 7.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur. Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7. diksi dan ejaan) 4.

Capable to describe the 8.1 Listening 6. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works. its materialbuildings.1 Process 1: Function and Ability 139 .3 Reading 6. Capable to explain the 3.2 Structure 6. Probability 7. frequency. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil.2.1 Location 3.2. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5. Measurement 2: Quantity 5. 5.1 Properties and Shapes 2. location of a building/ a location. 2. Capable to describe the properties. Measurement 3: Proportion 5. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan.4 Practice test 6. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet. and structures components in term of its 2. structure. room/ a place/ a land site. Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. preparation) Materi Pokok 3 1. shapes. and unit of etc measurement in 3. Capable to describe the English. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8. structure of a building 4. Measurement 1 4.1. tendency of any building structures/components/ events. Capable to use proper phrases to determine proportion. Capable to explain the 9. To be able to 9. To be familiar with 6. Tendency.1.1 Structure 4.1 Process 3: Cause and Effect 6. Capable to explain the 1.1 Process 2: Actions in sequence 4.5 The TOEFL Test 7. Measurement 4: Frequency.

1 Engineering the impossible 11. civil engineering topic 10. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic.5 Concrete 10. Capable to work in 6. 3.1.7 Trusses 10.1 Film: 11.6 Steel beam 10.4 Highway 10.1. To be able to gain 11. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1.1.2 Foundation 10.1. that written in English 140 . in English 10.2 Etc 7.1. 4. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.1.1.8 Dam 11. 2.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components.1.1.3 Surveying 10. materials/compone nts as structure.1.1 Soil Mechanics 10.1 Presentation topics: 10.

2 Metode Prismoida 5.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.1 Penetapan titik detail 4.3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5.4 Metode garis kontur 5.2. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.1. T1.1.1 Metode Penampang Rata-rata 5.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6.1.3.2 Metode Poligon 4.3. Maksud & Tujuan IUT. 1.1.3.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6. Kompetensi Dasar 1 1.1.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3.1 Metode segitiga 5.4 Metode Double Meridian Distance 5.1.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2.3.1.2.1. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1.1. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5.3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4.3 Metode koordinat 5. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal.3.1. titik detail dan kontur di peta 5. Sistem Koordinat. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4.1.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.1.2.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3.1.3.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x.1.2 Penentuan titik P.1 Penentuan titik potong busur S 5.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4.3 Metode Borrow-Pit 5.2.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5.1. 1. 1.1. Sudut dan jarak 1. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.3 Konsep dasar GIS 2.2.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6. Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.1.5 Metode Grafis 5.y.3 Penggambaran titik kerangka.1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5.1.2.1. .2.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 .1.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6.3 Penentuan titik detail lengkungan 6.y) 4.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran.5.3.1.2 Metode garis ukur 5.2.4.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4. T2 dan M 5.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3.1.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4.1.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4. Skala dan peta 2.2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4. Bidang perantara dan referensi.

2.2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7.1.1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7.2.1 Tabulasi Data 7.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.informasi berbasis geografis (GIS) 7.1.1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7. Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.2 Pengukuran beda tinggi 7.3 Penggambaran peta situasi 142 .2.

dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1. Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2. Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis.4 Penjadualan proyek 1.Mata Kuliah Kode MK.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. Kompetensi Dasar 1 1. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan. Indikator Pencapaian 2 1. 2. Materi Pokok 3 1.5 Penulisan laporan kerja praktek 143 .3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan.

Subyek penelitian: sampel dan populasi 6.3. Bandung 144 . Moleong.2. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3.3. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Mampu menyusun 7.. Yogyakarta Sugiyono. 4. Memahami 1. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. L.3. PT Remaja Rosdakarya.1 Pembuatan judul penelitian 5.2. 2006. Mampu menjelaskan. Tarsito.5.1.2. W.2. Teknik analisis data kuantitatif 6.1.4.1. 2004.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2. 2004. Pendekatan penelitian 2.1. Statistika. Penafsiran hasil penelitian 7.1.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7. memahami dan melakukan kajian teori. Pengantar Penelitian Ilmiah.2. Latar belakang dan identifikasi masalah 2. L... Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3. Konsep dasar penelitian 1. Bandung Surakhmad. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia. 1988.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6. Perumusan masalah 2.1. Jenis pendekatan dalam penelitian 5.2. Bandung Soeratno dan Arsyad. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Mampu merancang 2. 3. Statistika untuk Penelitian. CV Alfabeta. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian. Desain penelitian 2. Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1.Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8. Metodelogi Penelitian. Bagan alir penelitian 2. Teknik penyusunan paragraph 8. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3.2. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. Konsistensi isi laporan 8.Mampu membuat judul penelitian 5. Teknik analisis data kualitatif 6. 2.1.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip.

3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8.Membuat peta-peta tematik .2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7. Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7. Input.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9.2 Program system operasi (operating system) 3. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2. 3.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8. Step by Step Microsoft Word.Membuat Workspace . Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4. 6.3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4. Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3. Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7.2 Proses 2. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo.5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5. sejarah komputer. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi. sejarah komputer 2.Legenda dan Manipulasi tampilan peta . Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2.1 Pengenalan program Fortran 6. 8.1 Alat masukan 2.2 Pengenalan program Visual Basic 6.3 Program paket umum 3.2 Kompetensi Dasar 1 1. September 2006.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5.4 Program paket kusus teknik 4. Menguasai penggunaan program Fortran 8. 2001.3 . 6. perangkat keras. Gramedia Jakarta 1. Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6. Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1.2 Penggunaan awal Mapinfo 9.1 Penggunaan program Microsoft word 4.3 Pengenalan Program Mapinfo 7. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9. Memahami apa itu komputer. ……….1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3.1 1.2 Pengenalan simbul.Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9. 9. 145 .3 Output (alat keluaran) 3. proses. Penerbit Informatika 2.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8..4 Penggunaan alat GPS 9.1 5. Menguasai paket program microsoft office 5. perangkat lunak komputer.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan.1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7.

3. Parayangan. Kadir. Fakultas Teknik Univ. Potts Steve & Walnum Clayton. Tosin R. Bandung 8. Andi Yogyakarta 4. Ltd. Dinastindo. 1977. 1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation. Simon & Schuster Pte. Jakarta 6. 7. Jakarta 146 . Gramedia.0. Suryoatmono.. Microsoft Ecel 2002. B. Firmansyah I R. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. Program Microsoft Visual Basic 6. A. 1995. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa. 2003. Pemrograman Windows dengan Borland C++. Pamungkas. Indah Surabaya 5.

Hak dan kewajiban warga negara 7. Nilai Konstitusi 4.2. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6. Macam-macam perubahan Konstitusi 4. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8.1. Mengerti dan 8.8. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 .1. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3.2. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2. Masalah Orang asing 4. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8. Orang asing 2. Mengerti dan 4. Sifat Konstitusi 4. Mengerti dan 5. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7. Mengerti dan 7.4. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4.7. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia. Pengertian perubahan Konstitusi 4. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2.1. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3. Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2. Pengertian Konstitusi Indonesia 4. Konsep Dasar HAM 6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1. Jaman Belanda memahami sejarah 3.1.4. Pengertian HAM di Indonesia negara 6.2.6.1. Mengerti dan 6.2.5.5.3.3. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3. Mengerti dan 3.3.2.4. Warga Negara 1. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1.1.2. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6.2. hak Indonesia dan kewajiban warga 6. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5.1. Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4.1.3. Perubahan Konstitusi di Indonesia 5.

1. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10. Mengerti dan 10.3. Mengerti dan 9.4. Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9. Politik Strategi Nasional 148 .3.4.8. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10.3.1. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10. Implementasi Wawasan Nusantara 9. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9.2. Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9.2.

1. Memahami UUD RI 149 .2.9.5. Beberapa pengertian Pancasila 2. Pengertian asal mula Pancasila 5.1.2. Mengerti dan 1. Zaman Kutai 2. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6.2.3. Pengertian nilai. Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2.4.1. Tujuan Pendidikan Pancasila 1.6. Zaman Sriwijaya 2. Inti isi sila-sila Pancasila 4.3.1.3. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Landasan Pendidikan Pancasila 1. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7.2.1. Memahami penerapan Pancasila 4. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5. memahami. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7.3. Konstitusi 7.1.2. Zaman sebelum Majapahit 2. Zaman Majapahit 2. norma dan moral 4.5. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6. Kebangkitan Nasional 2. Pembukaan UUD 1945 6.2.4. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5. Zaman Penjajahan 2.1. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2.4.2.8. Sidang BPUPKI 2. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3.7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti.3. Pengertian filsafat 3. Etika Politik 5.

4. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8.2. Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8.1.3. Memahami Pancasila 8.7. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8.3. Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 .

Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional 151 .Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.

Curah hujan jangka panjang 2. Mampu merencanakan drainase 3. Permasalahan drainase 1. Tc.3. Mengetahui batas-batas DAS. Debit banjir: rumus rasional. koefisien pengaliran 3. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4.2. Gumbel< log Pearson III 2. dapat drainase menghitung intensitas hujan. Tdf 3. ruang perencanaan. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2.4. Curah hujan jangka pendek. kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan. Infrastruktur air perkotaan 1.4.4. Menghitung Tc. Sherman.3. Mononobe 2.3. Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1.3. shipon 5. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3. Dapat menjelaskan 2. ToF.1. Tabolt. Siklus hidrologi 2.2. Tof. Konsep dan definisi drainase 1. Ishiguro. Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4. Analisis hujan kawasan. Gorong-gorong.5.1. Dapat menjelaskan definisi drainase. talang. Memahami konsep 1. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2.4. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air). ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 . Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1.2.2.5. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4. Daerah berpotensi banjir 3. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal.5.2. Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. Pola aliran terpadu 5.1.1. got miring.6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi. Pemanfaatan tata guna lahan 3.1.

tersier) 6. Bentuk-bentuk profil saluran. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer.4. Sistem kolam 6. penampang saluran ekonomis 5.4. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6. Dapat menjelaskan dan 6.5. Sistem radial 6. Sistem drainase khusus 6.2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 . Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6.5.1 Sistem kanal 6.3.1.• • 5.2.3.5. sekunder.

Memahami konsep 1.3. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1. Sifat dan keadaan aliran 2. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9.3.1.2. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Mampu.2. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1. Perhitungan profil aliran 10. Penggunaan diagram energi spesifik 7.1.4.2. 10.2. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6. Persamaan energi 2. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2.1.1. Penampang saluran ekonomis 4. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5. Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4.1.1.3.2. Tegangan geser 4. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2.2. Persamaan Momentum 3. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8. Kekasaran komposit 5. Gaya spesifik 6. Kedalaman air kritis 6. Tinjauan profil aliran 9. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3.2. Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8. Energi spesifik 5. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 .1. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7. Persamaan kontinuitas 2. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3.1. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4.1.

1.3. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13. Streeter.2. Pipa dengan Pompa 14.L. Beta Offset. Panduan Pratikum Hidrolika 155 . Type aliran 12.T.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. 2. Jakarta 3. Persamaan dasar aliran 14. Fluid Mecahnics. Garis tenaga dan garis tekanan 14. Singapore. Erlangga.GrawHill. Hidrolika. B.. Pipa dengan Turbin 14. Jakarta. Chow V. WCB-Mc. Ranga Raju.1. 1993 Hidrolika II. Erlangga. 1998. Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11. Panjang loncat air 12. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13.1. dkk. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13. Hidrolika Saluran Terbuka. Aliran Melalui Saluran Terbuka. Yogyakarta 5.2. 1993. 4. Triatmodjo. Beta Offset. 1986. Yogyakarta 6. V. Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12.G. Triatmojo B.2. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1. K. Hidrolika I. Lab.3.. 1997.1. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13.2.

Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2.1. serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan. Kurva masa hujan 4.3. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5.1. hidrograp dan unit hidrograp banjir. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. Konsep dan proses siklus hidrologi 1. dapat menjelaskan neraca air dan 2. teknik sipil.1. Dapat menjelaskan hidrologi. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. Menghitung hujan rata-rata 2.1. 3.1. evaporasi dan evapotranspirasi.4. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3.3.2. Konsep dan definisi hidrologi 1. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas. infiltrasi serta perkolasi.3. Dapat menganalisis 6.4. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5. Dapat menganalisis 5.2. Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. hujan. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Perhitungan infiltrasi 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan.2.1. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1. dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya.2. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1.2. Mengisi data hujan yang hilang 3. Memahami dasar.3. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4. Konsep hidrometri 156 .4. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi.1. Pengukuran curah hujan 2.

Jakarta Wilson. Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8. Dapat menganalisis 9. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8. 2. . New York Harto. Chow Ven Te. Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto. E. Penerbit Pradnya Paramita. Hidrologi Teknik. 1993. Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8.1. Penerbit Erlangga Jakarta 157 . Hidrologi Untuk Pengairan. 5. McGraw-Hill Company.4. M. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7.2. Menghitung. Prinsip translasi 8. C. 3. Konsep analisis frekuensi 9.3. 1980. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. Applied Hydrology.D.3. 1988. Jakarta Sosrodarsono.2. 1995.2. 4.1. Suyono.3. Dapat menghitung 7. Penerbit Erlangga.1. Dapat menganalisis 8. Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9.5. Pengukuran kecepatan aliran sungai 7.dan menghitung 6.2. menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1. Sri. Kensaku Takeda. Hidrologi Teknik.

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan. 2. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Siklus pengelolaan 6. 158 . 6. Dapat menjelaskan 6.1. Dasar-dasar Ekologi. Definisi ekologi 1.1. 1996. Edisi Ketiga. Paradigma baru pengelolaan 5. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 6.1. Memahami modellingkungan model 4.3.3. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5. Memahami prinsip 4.2. Memahami umum permasalahan permasalahan 3. Agenda 21 Indonesia.2. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2. Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4.1.5.2. Dapat menjelaskan 2. Permasalahan lingkungan 3. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal. Permasalahan lingkungan secara 3. Jenis ekosistem 3. Definisi ekosistem 2.4. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3.4. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4.1. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5. Memahami konsep 1. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP.2. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya. Dapat menerapkan 7.1. Program pengelolaan 5. Memahami dasar 7. dasar dan prinsip3. Komponen ekosistem 2. 1996. Komponen ekologi 2. Gadjah Mada University Press.3.2.2. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1.1. Dapat menggunakan 4.

UNUD Mitchell. Yogyakarta. Environment. Omara-Ojungu. Bahan Kuliah Amdal. 4. 2006. Dasar-dasar Ekologi. Washington DC. 1991. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2.. Universitas Gadjah Mada. Longman. 159 . Yogyakarta. Pemerintah Indonesia. 1997. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 9.1.. Pedoman Penyusunan Amdal. 1985. Totok Gunawan dan Sudarmadji. Media Pressindo. Yogyakarta. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. 09 Tahun 2000. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. World Bank (1994) Indonesia. Gadjah Mada University Press. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Gadjah Mada. and Development. 2000. Yogyakarta. Konsukartha & Diana Harmayani. 8. Soemarwoto. O. 7. Harlow. UU RI No. B. 6. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. 5. Fakultas Teknik. Resource Management in Developing Countries. 3. 2004.

5 Pintu air dan alat ukur Debit 4. primer.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya. Kompetensi Dasar 1 1. serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5. .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 .2 Dimensi saluran ekonomis 4. 5. 3.6 Syphon. gorong-gorong. bangunan fasilitas.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier. sekunder.1 Jenis-jenis bendung 5. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya.2 Kemiringan permukaan medan 2. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4.1 Penetapan dimensi saluran 4. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2.2 Perencanaan mercu Bendung 5. incline drop 4. Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3. Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3.1 Perencanan saluran garis tinggi 2.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3.3 Bentuk DAS 2.4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2.3 Perhitungan vertical drop.2 Pola tata tanam 3.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2.3 Kedalaman air sungai 2.

161 . Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7.5 Tinggi Bendung 6.5 Tekanan redimen 6.6.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6.6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6.2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8. dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8.3 Perhitungan upplift pressure 6.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7. Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5.4 Lebar efektif Bendung 5.1 Bentuk.2 Kriteria hidrolis Bendung 6. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8.1 Perhitungan creep line 6.

kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika. kinematika zat cair 3.2. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3.4.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3.1. Tekanan uap 3. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3. kecepatan aliran. Tekanan atmosfer.7.6. Rapat massa dan rapat relatif 2. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1. Kapilaritas 2.5. Debit dan kecepatan aliran 4. Garis arus dan tabung arus 4.2. Tekanan pada suatu titik 3. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair. Mampu menghitung 2.1.9.3. Hukum Newton II 1. tentang zat cair hidrostatika. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5.6. Kemampatan zat cair 2. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1. Gaya tekanan pada bidang terendam 3.1.5.2. Kekentalan zat cair 2. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Berat jenis 2. Dimensi dan Satuan 4. relatif dan absolut 3.1 Persamaan momentum 5. lingkup fluida. Zat cair dalam silinder berotasi 4.7.2. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3.4. Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3.3.1. Macam-macam tipe aliran 4. Tegangan permukaan 2. Keseimbangan benda terapung 3. Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 .3. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. Dapat membuktikan persamaan debit.3. Dapat menguraikan 1. Persamaan kontinuitas 5.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika.4.8.

Dieta Pratama. Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. John Wiley and Son. 1993. Triatmodjo. 1997. New York. Chaundhry. 1993. Bambang. Anggrahini. Hidrolika Saluran Terbuka. 3. Hidrolika I.4. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. Roberson.4. Definisi Koefisien aliran 6. Surabaya Chow.2. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. Cassidy. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit. Hydraulic Engineering.1. Surabaya.3. Erlangga. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5. Beta Offset. alat pengukur kecepatan 6. 1998. 4.. Yogyakarta 163 . V. 2. Hidraulika Saluran Terbuka.T.

6 4.5 3.2 1.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil.4 3. 2. Dapat menentukan 3.1 perencanaan model hidraulik di 6. Dapat menjelaskan 4.4 2.7 2.1 hubungan antar parameter 4.1 2.3 2.2 berdasarkan statistik 3.6 2. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium.10 3.2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5.3 1.1 kesalahan hasil peneltitian 3.4 2.5 2. 6. Mekanika Fluida. 2. Irigasi dan Bangunan Air. Dapat membuat 6. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium.9 2.8 2. 1.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 .3 3. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3.2 2. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1.1 1. Dapat menentukan 5.

M. 2. 165 . 166p. de. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). J. Nur Yuwono.. International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE. 1994. Hidraulic Modelling. 4. Butterworths & Co.1.. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. The Netherlands. Dimensional Analysis and Theory of Models. L. Delft. 3. New York. H. 1957. London Vries. J. 1981. Langhaar. Scale Models in Hydraulics Engineering. Yogyakarta Sharp. 1977.

1. PLTA 5. Dapat menganalisis dan 6.2.3.3.3. Mampu tempat menjabarkan 2. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1. Pengendalian banjir dll 6.2.2.1. Navigasi 5.2. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3.1.4. siklus hidrologi serta elemenelemennya. Dapat menjelaskan definisi PSDA.5. Konsep dan definisi PSDA 1. dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan. Matematika keuangan 6. Dapat menjelaskan dan 4. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3.6. Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2. Aliran air permukaan dan air tanah 1. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.2. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7.2. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan.3.1. Menghitung dan mengidentifikasi 7.1. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5. Air bersih & industri 5. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1.2. Potensi dan distribusi air 2. Irigasi 5.3.1. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 . Metoda Analisis proyek PSDA 7.4. Kebutuhan. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4.1. Mampu mengidentifikasi 5.

Robert J.6. Water Resourses Enggineering. 5. 1992. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10. Thomson. A A Balkema. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12.2. S. Supply management 10. 3. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11. Pengertian supply dan demand management 10. 1994.K. Franzini. Netherlands. Pengertian manajemen dalam PSDA 9. Undang-undang dalam PSDA 10. Chay Asdak. S 199.1.3.5.9. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9. Hydrology for Water Management.K & J. 2000. Hydrosystems Engineering and Management. 7. . Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. Sweden. 4.2.B. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10.8. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. Mc Graw-Hill Inc. UU No. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1.2.1. Tentang Sumber Daya Air. R.7. PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10. Integrated Water Resourses Management. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu. Demand management 10. 167 .A.8. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10. Mays & Yeou-Koung Tung. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8. Stockolom. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Jakarta Global Water Partnership. Jakarta Larry W. 2.4.3. 1992. 6. New York Linsley. Erlannga. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8.1. 7 Tahun 2004. Roestam. Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10.

Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5.2.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3.1.4.Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5.3. Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1.Perhitungan Tinggi Bendung 2.1.6.Perhitungan creep line 3.1.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.5.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.1.Perencanaa Mercu Bendung 3.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.Perhitungan Uplift pressure 3.Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.Perhitungan kedalaman air sungai 2.Perhitungan lebar efektif Bendung 2. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2.4.3.Perhitungan tekanan sedimen 3.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 .1.Perhitungan Bangunan Syphon 1.2. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.1.Perhitungan Stabilitas Bendung 4.2.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.2. Kompetensi Dasar 2 1.

4. Survei Data Sekunder 2. 2. Sea Level Rise 4.4. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi. Irribarent Number 4.8. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya. Karakteristik Gelombang Angin 3. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2.1. 1. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada. Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3.3. Kala ulang gelombang rencana 3. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada.5.6. Indikator Pencapaian 2 1.5. 2.4. Run-up dan Run-Down Gelombang 4. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi. Muka Air Laut Rencana 169 . Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar.1.3. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil.3. Analisis data 3. Latihan Soal-soal 4. Hidrolika. 3. 1.5. 1. Analisa spektrum tinggi gelombang 3. 4.1. Survei Data Primer 2.1.2.3. Stormsurge dan wave set-up 4. Analisis distribusi arah gelombang 3.2. Pembangkitan Gelombang 3. 1. 1.6.4. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1. 1.2. Gelombang di Lokasi Bangunan 3.7. 2. 3.2.

5.24. 7. 7.1.12. 7. 6.1. 7. Dapat merencanakan 7. 8. 7. 7. 8.15. 8. 7. 5. 8.4.23.4. 7. 6. 7. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai.11.8. 8.6. 8.10. 5. Dapat menentukan 5. 7.3.5.3. 8.19. 7. serta penerapannya 7. penanganannya.16. 8.2.9. 5.3.21.22. 7.4. 7. Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment. bangunan perlindungan pantai 7. 7.7.18.6.5. 7. 8. 8.4. 7. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 . 8.7.9. 4.2. 7. 6. di Lapangan.6. 6.17.14.2. 8.20. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5.13.10. 7. 7.1.1. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai.6. 7. 6. 6. 7.2.7.3. 6.4. 7.8.11.

Mississipi 39180 Washington.12. Shore Protection Manual. Pelabuhan. Yogyakarta. Vicksburg. Englewood Cliffs. John Wiley & Sons 1. PAU – IT UGM. Basic Coastal Engineering. 1987. Dean. Corp of Engineers. 1982. UGM. Vol. Teknik Pantai Volume I.14. Sorensen. Nur Yuwono. BP. Yogyakarta. R. I & II. Nur Yuwono. 2. 1996. Departement of the Army Waterways Experiment Station. 171 . Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. PO Box 631. New Jersey. 3.8. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo. M. G. R. 4. Yogyakarta. Penelitian Lapangan 8. KMTS. Kendala Pelaksanaan 8. and Dalrymple 1984. CERC. 1984. 5. Beta Offset. Prentice – Hall.13. 1992.

Memahami pemilihan 4. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2.2 Karakteristik bendungan urugan. Tipe-tipe bendungan 1. 1.1 Pengujian lapangan Pondasi 3. Mengetahui/mengingat 3. 3. Flownet dan Filter 4.3 Perancangan untuk bendungan urugan.1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan. Mekanika Tanah. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2. Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1. 172 . merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton. Pemilihan tipe bendungan. 3. tipe bendungan 4.1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton).10 Rembesan.8 Pondasi batuan. Menghitung stabilitas 5.5 Klasifikasi bahan tanah. 2.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3.6 Pengujian fisik tanah.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air. Mampu merencana 1. 3. Review Hidrologi dan Survey 2. 3.7 Pengujian bahan tanah 3.4 Diskusi 3.1 Survei dan investigasi pendahuluan.3 Survei bahan kerikil dan pasir. 5. 3.2 Survei bahan batu. 1.1 Klasifikasi bendungan urugan. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3.9 Pondasi pasir dan kerikil. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5. 2. 3.

5 Saluran peluncur. Varshney. 6. Suyono Sosrodarsono. 6. 1981 4. Design of Small Dam. Tugas Teknik Bendungan 7.9 Bangunan penyadap standar dan menara.2 Stabilitas bendungan urugan 7. Bangunan Pelengkap 6. Concrete Dam 173 . Pradnya Paramita 3. Pradnya Paramita. Merencanakan bangunan pelengkap 6.II 6. 6. R.3 Saluran pengarah aliran.S. USBR 2. Varshney..4 Saluran pengatur aliran. 6. Floyd E Dominy. Santosh Kumar Garg. Theory and Design of Irrigation Structure Vol. Khana Publisher Delhi.1 Rembesan dan Flownet 7. Soedibyo.7 Tinggi jagaan. R.2 Terowongan Pengelak 6.S.1 Spillway 6. 6.10 Terowongan penyalur.6 Peredam energi. 1993 5.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure.. Bendungan Tipe Urugan.11 Pintu-pintu air. 6.6.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap. 7. Teknik Bendungan. Kensaku Takeda. 6. 6. 6.3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1.

5 2.2.5. 3. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Pengertian angin dan gelombang 3. Dapat menghitung dan 5. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai. Pengertian Pasang Surut 4.3. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5. Pengertian gelombang angin 3.peraturan Kompetensi Dasar 1 1.4.1.7. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir. 1. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada.5.1.4 1. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4.1. arus dan pasang surut di Laut. Peramalan Pasang Surut 4. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3. 4. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar. 2. 3.6. Terjadinya gelombang. menengah dan jangka panjang di pantai. Indikator Pencapaian 2 1.2 1.4. kecepatan angin dan durasi 3. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai.3 1. Elevasi Muka Air Rencana 5.2.1 1. Definisi dan batasan 5.3. Profil muka air laut 174 . Fetch. Tipe Pasang Surut 4.1.3. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan . Kurva Pasang Surut 4.2. Perubahan jangka pendek.2. 2. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil. Pembangkitan Pasang Surut 4. Mawar Gelombang (wave rose) 4. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir.3.

BP. Prentice – Hall.6. Basic Coastal Engineering. PO Box 631. Dapat menghitung 7. KMTS.2. Corp of Engineers.7.8. and Dalrymple 1984. Wave set-up pantai. Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8. Vicksburg.1. Dean. Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7. Yogyakarta. New Jersey. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia.8. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. 6. Teknik Pantai Volume I. 1982. Gelombang Rencana 7. Gelombang laut dalam ekivalen 6. Sorensen. R. Pemilihan Gelombang Rencana 7. 4.3.3. Dapat menghitung dan 6. Latihan soal-soal 8.3. 5. G.6.7.5. Pelabuhan. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7. CERC. DAFTAR REFERENSI: 1.5. Vol.1. 2. Latihan soal-soal 6. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7. Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6. R.1. Shore Protection Manual.2. Bambang Triatmodjo. Englewood Cliffs. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy.dengan Teori 5. 1996. Gelombang di laut dangkal. Gelombang Pecah hidrodinamika 6. 3. Perpindahan partikel 5.9. Mississipi 39180.4. 175 . Refraksi dan Shoaling 6.2. gelombang 5. Beta Offset. Latihan soal-soal 7. Yogyakarta.4.6. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Departement of the Army Waterways Experiment Station.7. UGM. transisi dan laut dalam 5. 1984.5.10.4. John Wiley & Sons. Wave run-up dan run-down 6.10. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8. I & II. Energi dan tenaga gelombang 5. Bottom Friction terhadap proses 6. Tekanan Gelombang 5. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7. 1987. Nur Yuwono. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6. Dapat menghitung 8. Difraksi Gelombang menganalisis 6.9. M.

Kurva pasang surut 6. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2. 10. Karakteristik kapal 3.2.2. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5.3. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3. Pasang surut 6.1. Definisi alur pelayaran 9. Definisi kolam pelabuhan 8. Definisi pelabuhan 1.3.2.1.1.2.3. Memahami definisi dan jenisdefinisi.1.1. Menguasai konsep 4. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6. Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5. Difraksi Gelombang 4.1.2. Jenis-jenis pelabuhan 2. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1. Elevasi Muka air rencana 7. Perencanaan kolam pelabuhan 9. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8. Menguasai 11. Data Angin 5. Memahami dasar.4. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7.3.1.2.3. Pemilihan lokasi pelabuhan 3. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4.1. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi.2. Perencanaan alur pelayaran 10. Definisi elevasi muka air 6. Sejarah 1.2. Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7.3. Angin 5.4. Mengenal fasilitas internet 6. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5. Dapat memahami dan merencanakan fender 8. 11.2.2. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 . Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2. Wind Rose 6. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9.1. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 10.3. 11.1. Jenis-jenis kapal 2. Layout pelabuhan 4. Dapat menjelaskan 1. Teori gelombang Air 4.

Mc Graw Hill.2. 5. T.. 13.1. 12.3. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1. A. Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha. 12. 12. Bambang. mengerti navigasi 13. Dapat memahami dan 13.2. Gulf Publisher. Design and Construction of Port and Marine”. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”.D. 4. 2. 1976 Quin. 3. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11.1. 1972 Internet 177 .penambat multi media untuk mencari isi-isu 12.3.

4 Pengolahan air bersih konvensional 2. 3.1 Sumber air limbah 3. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5. Dapat menerangkan penanganan sampah padat . dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .3 Jenis-jenis gas toksik 5.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia.6 Konsep 4 R 5.1 Karakteristik sampah padat 4. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3.7 Saringan karbon aktif. 5.6 Oksigen dalam air 4.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5.4 Composting 4. Kompetensi Dasar 2 1.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih. air limbah.6 Saringan pasir lambat 2. Materi Pokok 4 1. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih.5 Saringan pasir cepat 2.4 Pengolahan air limbah 3.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah. penanganan sampah padat.1 Komposisi udara dan atmosfir 5. dan penyusunan dokumen lingkungan. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4.1 Persyaratan air bersih 2. 3. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1. pencemaran udara. lingkungan global 2.2 Sumber air untuk konsumsi 2. 4.3 Teknologi pengolahan akhir 4.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1.5 Pengolahan sludge 3.3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1.5 Limbah B 3 4. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan.3 Siklus pemakaian air 3. Memahami konsep penyediaan air bersih 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2.2 Karakteristik air limbah 3.

lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA.7 6. RKL/RPL. UKL/UPL 179 .3 6.6 6. Andal.4 6.pencemaran udara dan kebisingan.1 6. 5. smog. 5. hujan asam.2 6.5 5. Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan.5 (pemanasan global. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6.

Total bed material load 5. Kompetensi Dasar 1 1. Ukuran partikel 3. Aliran seragam pada saluran terbuka 2. Kerapatan (density) 2. Klasifikasi angkutan sedimen 2. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3.3. terjadinya dan klasifikasinya 2. Lapisan batas 3.1. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2. Perkiraan bentuk dasar 5. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4.4. Berat jenis (specific weight) 2.3.1.4.2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya.3. Bed load 6.2.2.2.5. 180 . Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1. Bulk density dan porositas 3.7.2.4. Dapat menerapkan teori 4.1. 6. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen. Suspended load 6. Terjadinya pengangkutan 1. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6. Bentuk partikel 3. Kekentalan (viscosity) 2. Kekasaran alluvial 6.1.1.6. Tegangan permukaan (surface tension) 2. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1.3.5. Rapat massa 3. Berat spesifik (spesific gravity) 2. Kecepatan jatuh 3.1.2. Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen.

Regime sungai 8. Bentuk endapan di waduk 9. 1987. M. Tominaga.R.7. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1.B. 181 . D. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9.2.1. Malang. Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8. Dapat menerapkan teori 7. Hydraulic of Sediment Transport. 3. Pola distribusi endapan 10. 4. Perhitungan pengangkutan 8. 9.Publications. Suyono. F. 2. HMS-FT Unibraw. Dwi. Priyantoro. Sediment Transport Technology. Penggerusan akibat penyempitan 8.2. Pradnya Paramita.2. Jakarta Simons. 1992. 1987.1. Sifat pengaliran 10.3. Perbaikan dan Pengaturan Sungai.1. S. W. USA. 10.1. Teknik Pengangkutan Sedimen. Senturk. Graf.

Institusional 182 .Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.

1. 8. 3. 3. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan.2. 2. 4. 1.1. rancangan Alinyemen horizontal dan 7. Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. merancang sistem. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1. Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2. 5.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu. menguasai konsep dasar.2. 1. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi.4. dasar-dasar 183 . Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi. 3. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. 6. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. Arah angin. 1. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1.3. Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi. 4.

Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian. 11.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15. 7. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12.3 Lengkung Vertikal Cekung 7.1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9.2. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4. 8.1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 . Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9.1 drainase pada jalan raya 8.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7. 6.3.2 Lengkung Vertikal Cembung 5. 6.3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8.1. Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4. 5. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4.

5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9.1 Penomoran panjang jalan 17.3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 . kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang . tidak sebidang 11.2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang. tidak sebidang 10. Pada akhir kuliah ini 9. Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10.1 Jenis-jenis Persimpangan 16.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10. kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang.10. 9.

3 Kriteria identifikasi masalah. Kompetensi Dasar 1 1.2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control).1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures). tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. 3. 3. Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan. 4. 2.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection).5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 .1 Maksud. 2.2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3. 4. Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan. Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki. 1.1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas.3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran. 2.2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi. 3. 4. (unsignal control at intersection and roundabout). Indikator Pencapaian 2 1. Materi Pokok 3 1. 4. 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan. Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas). 4.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat. 1. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement). 4.2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas.

7 Inteligent Transport System (ITS).jalan.6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal. 187 . 4. 4.

konsep 4.horizontal dan alinj.3 Panjang jarak pandangan henti 2. menguasai.2 Perencanaan alinj.Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1. merancang sistem. Dapat merancang geometrik alinj. Dapat menjelaskan perancangan sbg.2.Bagian tangen dan bagian lengkung .Derajat kelengkungan . Dapat menghitung panjang 3.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap .1. Kecepatan rencana 2.1 Perencanaan 2.4.Kelandaian . dan lingkungan Vertikal 2.vertikal 4. Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.4. Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3.Pelebaran di Tikungan .1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen .bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2. Notasi titik-titik tertentu pada alinj.3.2.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu.Lengkung peralihan . Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1.1. Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 . Kendaraan rencana 1.Superelevasi . Fungsi/kelas jalan 1. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3. Dapat merancang dg.

No. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5.3. Hamirhan Saodang. Silvia Sukirman.Bandung 6. 2004 5. Nova. Departemen Pekerjaan Umum.13 Th. Nova . Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan.. Rancangan saluran samping jln. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). tentang Jalan 189 . Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6.1.U. 1977 4.2. Jakarta 3. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004. Rancangan drainase jalan raya 5.1.3. Produk Standar Untuk Jalan Kota.raya 6. 036/T/BM/1997. No.Hendarsin.1970. Perencanaan Teknik Jalan Raya. Nova – Bandung. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6.P. Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6. Direktorat Bina Jalan Kota. Konstruksi Jalan Raya. 1987 2. Buku 1 : Geometrik Jalan. 1994 7. Shirley L. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep.2. Memahami hubungan 5.

1. Metode Rata-rata 7. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Metode Fratar 7.2. Mampu membuat model Trip Generation 4. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4.1. Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4. Pendekatan kategori 6. Permasalahan transportasi kota 1.2. Dapat membuat model Analogi 6.1.6.1. Pemodelan pergerakan individu 6. Kompleksitas pemodelan 4. Dapat membuat model kategori 5.3. Pengertian perencanaan transportasi kota 1. Mampu membuat model Trip Distribution 7. Metode Seragam 7.3. Model analisis regresi secara umum 5.3.5. Model faktor pertumbuhan 5.5.1.1. Daerah kajian. Model regresi berbasis rumah tangga 6. Ruang lingkup perenc.2. Dapat membuat 190 . Model regresi berbasis zona 5. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.2.3.2. Pemodelan empat tahap 3. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1. Dapat membuat model regresi 6. Galat dlm pemodelan 3.4.2.7. Metode Furness 7. Strategi Perencanaan Transportasi 2. Kalibrasi dan validasi model 3. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.1. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2.2.3. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.4. zona dan ruas 3.4.6. transportasi kota 1. Mampu membuat 8. Pengertian metode analogi 7. Sistem transportasi makro 2. Pengertian model klasifikasi silang 6. Konsep perencanaan transportasi 2.4.1. Pemodelan pergerakan zona 7. Metode Detroit 7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1.3.4. Pengertian pemodelan 3.3. Keuntungan dan kerugian 8.

Model Keseimbangan 13. Model batasan kapasitas 13. Mampu membuat model pemilihan rute 11.4.2.3.4. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11.5.2.5.2. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10.1.3. Model logit (binomial dan multinomial) 11.5. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12.3. Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9. Dapat membuat model pemilihan rute 191 . Pengertian pemilihan moda 9.1. Dapat membuat model pemilihan moda 8.3. Model Kurva Diversi 13.4.3. Jenis dan penggunaan model gravity 8.2. Pengertian metode proporsional 12. Faktor penentu utama 12. Proses pembuatan model 9.1. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10. Cara memilih model yg tepat 12. Mampu membuat model pemilihan moda 9.4.1.1.3. Kalibrasi model gravity 9. Metode pengumpulan data 10. Model All-or-Nothing 12.4. Jenis model pemilihan rute 12.2. Pemilihan moda dg model sintetis 10. Model logit (binomial dan multinomial) 7.4. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10. Model Stokastik 13.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8. Fungsi hambatan 8.2. Konsep model pemilihan rute 11. Proses pemilihan rute 11. Model JICA 13. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9.5.

Jalan sistem Telford. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.6 Faktor lingkungan (FR) 3.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan.lapisan pondasi bawah (sub base) .2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : .Lapisan pondasi atas (base) . Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 .7 Indek permukaan (IP) 4. Jalan sistem Mac Adam. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5.Lapisan permukaan (surface) . Jalan aspal beton 2. Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4. Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6.4 Stabilitas tanah dasar 3. Jalan kerikil.lapisan tanah dasar (subgrade) 3. Jalan batu pecah.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2. Kompetensi Dasar 1 1.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4.1 Beban lalu lintas 3.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3. Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3. Jalan sistem penetrasi. yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5.1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3.3 Koefisien distribusi kendaraan 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3.

2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. 009/T/BNKT/1990’. MA. 4. David. Soedarsono. PU. No. H. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7. kekuatan tanah dasar) 8. C. _____________. PU. C.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8. 193 . Nova Bandung.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6. McGraw-Hill. 1. Dep.1 Fungsi perkerasan 8. 12. Dalimin. No.5 Persyaratan dan pembatasan 8. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7. 01/MN/B/1983’. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’.S. ITB. Wright. 9. Bandung.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. PH. Inc. Sukirman. Dep. Nova. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. lalu lintas. John Wiley & Sons. _____________. Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. Dep. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. 10. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. Dep. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8.6 Besaran rencana (umur rencana. DU. 6. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________.Asosiasi Semen Indonesia 7. _____________.1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7. _____________. 2.3 Dasar-dasar perencanaan 8.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9. Saodang.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. Paul. PU. 5. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’. 3. 1996 ‘Highway Engineering’. PU. 11. Aly.

Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Keausan Agregat 2.4. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3.8.1.4.2.5. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2.1. Test Sand Equivalent 2. Pengujian Daktilitas 5. Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5.3.6. Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3. Pekerjaan aspal dingin 2.1.3.1. Pengujian titik lembek aspal 5. Tes kehilangan berat aspal 6. Material pembentuk campuran aspal 2. dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3.2. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6.3. Dapat melaksanakan 5. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal. Kompetensi Dasar 1 1. Kelekatan agregat terhadap aspal 5. Analisa saringan agregat kasar 2. Berat Jenis (BJ) filer 2.2. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan.2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Analisa saringan agregat halus 2. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5.2.3. 2.3.1. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1.10.11. Pencampuran agregat 2. Kadar lumpur dan kadar lempung 2. Pekerjaan bahu jalan 2. Pekerjaan galian tanah 2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Pekerjaan pondasi jalan 2. Dapat Membuat sampel 6. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.2.7. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3.3. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5.1.6.4.9. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1. Pekerjaan aspal panas 3. Pekerjaan timbunan tanah 2. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 .

3 Kebijakan dan Program 3.1.1.1.2.3.2 Operasi dan Pengawasan 1.2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3.3 Konsep activity based model 1. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1.2. 1.4 Pengguna dan pangsa pasar AU.2 Aksesibilitas 1.1 Konsep model terintegrasi 1.5 Contoh-contoh kasus. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.2. sosial-teknik. 1.2.3.1. Administrasi 4.3 Konsep perencanaan transportasi 1. 3.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.4 Peraturan/ perundangan 3.1 Penetapan tujuan 3.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.2. (sosial.2.transp.1 Jenis-jenis AU 4.3 Langkah-langkah solusi masalah.3. 3.1.1.1.3. sosial-ekonomi.2 Peranan.2 Sumber-sumber Dana 3.1. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2.3.2.2.3.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.2. Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3.3.4 Contoh-contoh kasus.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3.2.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3.1 Proses dan tuj perenc. Prasarana. 4. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4. Memahami beberapa strategi.1 Tata laksana Perencanaan.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil.2.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4. 1. Kondisi objektif dan Permasalahan 4.3. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3.3.1 Fungsi dan aktivitas lahan. Manajemen.3.4 Contoh-contoh kasus.1 Perenc pemb.2. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana.2.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.1. 2. 4. dan Pengawasan. 1.3.5 Skema pemb.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2. Kompetensi Dasar 1 1.3.studi. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 . Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi.1.1. teknis) 2. Berkelanjutan 3.4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1. 2.1.2. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4.2 Konsep model disagregat 1.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan.

6.A.4.1 Terbentuknya jaringan rute 4. Singapore. 5. 3.6. West Sussex.D & Miller.7. pp. J. Elsevier Science Ltd. London.4. New York. E.5. pd jaringan. Urban Transportation Planning 2nd Edition. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4. The MIT Press. Great Britain.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4. S. Modelling Transport.5.pp. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4. The IHT.5. Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts. ButterworthHeinemann. Transport in The Urban Environment. Pergamon.3.3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4. M. Pergamon Press.6.R and Black. Meyer..4. Massachusetss.G. Transportation Research Part D Vol. daerah pelayanan rute. Ltd.3 Konfigurasi rute 4. (2005). Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4. Transportation Research Part D. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4.3. Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. Ortuzar. Travel Demand and The 3Ds: Density. (2001). (1997). R and Kockelman K. (1984). 4.6. The Land-Use/Transport System.2 Timetables operasi AU. Oxford 196 .5. M. (1996). 4. (1979). Diversity and Design. C. 2. McGraw-Hill.1 Merencanakan Headway 4. W. Blunden.7. John Willey & Sons.7.5.199-219. Vol.2 Klasifikasi. Daftar Referensi: 1. Kapasitas. The Institution of Highways and Transportation.1 Definisi rute 4. 8. aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4.4 Operasi kend. J.2. (1997). O’Flaherty.2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4.1.L.2 No. England. No. 6. (2001). Cervero.A (Editor).4.D & Willumsen. Transport Planning and Traffic Engineering.J. Second Edition.151-165. Handy. Manheim.3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4. 7.2 Jarak antar rute 4. L.

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi. Kompetensi Dasar 1 2 1.1. sistem jaringan. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1. Analisis rasio dan analisis regresi 5.Transportasi ASDP 5. Pengaruh faktor geografi. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole.5 Transportasi kabel 5. ekonomi. politik dan sosial terhadap transportasi 2. BOK: Biaya tetap.6 Transportasi Quasi 197 . sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2.Transportasi kereta api .2. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1.2 Transportasi udara 5. No. 5. Sistem kegiatan. Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1. Dapat membuat model permintaan transportasi.2. dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. dll. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3.) 2. Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3.4 Transportasi pipa 5. Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan. 3. Transportasi darat .2.1.1. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2. 1.Transportasi jalan darat .3 Transportasi laut 5. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4. dll.1.1. 2.

Tamin. 6. 1985. E. Erlangga Jakarta. 2000. Inc. Dapat menjelaskan 5. 2.Z.7 Angkutan pipa 8. Morlok. 6.4. 4. 7. “Urban Transport Planning a Development Approach”. London.1 Pengertian.1. Meyer. Memahami teori.4 Angkutan Darat 8. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No.2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7. O. H. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black. Dimitriou. “Urban Transportation Planning”. 8. Mc Graw Hill Book Company.K. Chapman and Hall.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6. 1981.1 Peranan teknologi dalam 8. 1. 1990.D. Transport In The Urban Environment.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. 1997. A Decision-Oriented Approach. 3. New York. M. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. S. Warpani.5 Angkutan Laut 8. KM 84 tahun 1999. Bandung. Penerbit ITB. 7. Croom Hall. Contoh kasus fungsi dan 4. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd. dan Johan K.9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6. Bandung. and E. _____________” Undang-Undang No. Hainim. Essex. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. 198 . Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8. 1984.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8.T. 1992.Miller. “Merencanakan Sistem Perangkutan”. New York.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”.6 Angkutan udara 8. Institution of Highway and Transportation. J. Dapat membedakan 7.J. Penerbit ITB. 5.8 Angkutan Kabel dan Quasi 8. 5.

3 7.1 Perkembangan dunia penerbangan 1. Dapat merancang 4.3 7.1 7.2.2 6. Kompetensi Dasar 2 1.3 5.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3. Dapat menjelaskan 3.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara.3 suatu bandar udara 5.3 Contoh dan data pesawat terbang 1.1 6.1 bandar udara orientasi/arah. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2.4 4. panj.4 6. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1.2 7.2 konsep perencanaan bandar 3. panjang.2 kelandaian Runway dari 4.2 5.2 Badan-badan penerbangan dunia 1.4 Penentuan lokasi bandar udara 2. Memahami faktor. 4.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3.3 Bagian dari bandar udara 1.

2 Konsep penanganan pnp 9.dkk. Basuki.5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1.1 Definisi Apron 8.2 Perencanaan terminal kargo 10. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. (1985). 2. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6.1 Approach lighting 14.1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11. Denpasar. second edition. Program Studi Teknik Sipil. HMS-ITB. 200 . Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas.2 Runway lighting 14.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8.1 Pengertian marka 12.5. 7. Merancang. R.2 Fasilitas air side dan land side 12.1 Penanganan kargo 10. H. London. marka. Planning and Design of Airports. Merencana Lapangan Terbang. Unud. Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang. Horonjeff. Aerodrome Manual. Buku pelengkap kuliah. I W. Institut Teknologi Bandung. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8. Bandung-Jawa Barat.5 Marking untuk objek tetap 13. (1988).3 Konsep distribusi vertikal 10.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian.2 Marking runway 12.3 Information Sign 14. Teknik Bandar Udara.2 Mandatory Instruction Sign 13. 3.3 Marking taxiway 12.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13.1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9. 4.3 Faktor-faktor terminal kargo 11. 5.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9.4 Marking area yang dibatasi 12.2 Pembagian Apron 8. Suweda.4 Sistem tanda taxiing 14. Bandung.3 Taxiway lighting 14. Mc-Graw-Hill Book Company. ICAO (1984). Penerbit Alumni.

Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4. 4. 1. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3. 5.4 1. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas. Menguasai Teori 6. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya.2 2. Gap Hubungan kecepatan.4 3. komposisi lalu lintas. Kompetensi Dasar 1 1.3 2.4 Tugas Survai Kelompok 6. Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3.1 1. kerapatan. 5. Mampu.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 . Mampu . headway. Volume. Kerapatan.1 3. Memahami komponen sistim lalu lintas 2.3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas. menguasai konsep 6.3 4.2 3.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5. Headway.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan.5 2. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1.3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4.3 1.2 1. volume.2 Tata laksana dan organisasi survai 5. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas. Kecepatan.2 2.1 4.1 2. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5. spacing.

1 Pengertian persimpangan prioritas 7. 7.Bina Marga (1997). Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA.3 Kerangka model antrian 6.Oppenlender (1976).P.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7.2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI.C and J.2 Konsep Pengendalian persimpangan 8. Pekerjaan Umum.C. 6.Roess (1990). Overseas Road Note 11 (1993). Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Warpani ( ). 8. 8. Teknik Lalu Lintas 202 .2 Komponenen antrian 6.6 Konplik pada persimpangan 6.M. 2.5 Pengertian dan type persimpangan 6.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1. Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8. Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box. Dir. Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7. 7. 9.1 Sejarah Traffic Light 8. Urban Road Traffic Survey Dep. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999).7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6. 4.4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6. McShane and R. Mampu merencanakan persimpangan prioritas .P. 3. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V. 6. 8. 5.8 Konsep perencanaan persimpangan. Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9.

3 3. Test penyelimutan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : . 4. pemecahan agregat. .4 3. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan.mengerti.5 5. 2. pemeliharaan jalan. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. 2. daur ulang perkerasan jalan. Pemadatan.2 Campuran aspal emulsi dingin. Laston. Test ekstraksi camp. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test.1 3. . 2. curing. aspal. 2. Soaked dan dry stability test. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. Indikator Pencapaian 2 1. 5. Dapat menjelaskan 5.3 Campuran aspal busa (foamed asphalt). Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal.3 4. Fatigue Test. . Tes CBR lab dan lapangan. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. 3. Test DCP.7 Penentuan gradasi agregat. 4. memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin.4 4. Memahami jenisjenis campuran aspal panas. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan.memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan. Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1. 5.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas.2 sample lanjutan. dan capillary soaking. Macadam. Evaluasi kekuatan ultimit sample. Pengambilan sample di lapangan (core drill).5 3. 3. Test sand cone.3 203 . Kompetensi Dasar 1 1. 1. 2. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin.2 4. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. Slurry dan SMA. 4. 3.1 Campuran cutback asphalt.6 3.1 4.2 Lataston.memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. Creep Test.2 3. Estimasi kadar aspal awal.1 prinsip pengujian 5.1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant). Porous Asphalt. HRA.

(lapisan aspal). Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. kegemukan.1 AMP tipe menerus/drum mix.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan. Dapat menjelaskan 9. penurunan.1. prime coat dan tack lapisan permukaan coat. 8. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7.1 Identifikasi jenis kerusakan 7. aspal emulsi. persiapan. Memahami teknik pemecahan agregat.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan.2 Dapat menjelaskan 6.2 AMP tipe batch (batch plant). pengausan. 6.2. close agregat. 6. teknik pekerjaan 6. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah. distorsi. 8. pemadatan. Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9. penambahan bahan stabilisasi: semen. lapis pondasi atas dan jalan. pengupasan. galian. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. lapis penetrasi (lapen).5 Spesifikasi.Kompetensi Dasar 1 6. tanah.1.2. 7. jalan. 6. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6. 10. timbunan. Dapat menjelaskan 8. teknik pemecahan secondary. 7.3 Pekerjaan penghamparan.1 Pek.3 Spesifikasi.1 Pek. Dapat menjelaskan jalan: retak.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan.2 Urutan pemecahan: primary. lapis pondasi.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan. pemadatan. tertiary. and open circuit. 6. penambahan jalan perekat aspal. 9.2.1. 204 . teknik aspal busa. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat.2 Pek. Dapat menjelaskan 6. perbaikan gradasi agregat.1 Jenis teknik pemecahan. cacat teknik pemeliharaan permukaan. bawah. 9.2. 6. 6.2 Pek.1. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8. Dapat menjelaskan 10.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful