Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

2. momentum. Pengertian gerak 2. Hukum I Newton 3. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana. Memahami 2.1.2.5.1.3.4. Gerak lurus 2. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Energi dan usaha energi 6. Dapat menjelaskan 8. Impuls 6.1. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 . Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7.4.4.2. Memahami 3.3. Memahami pengertian dinamika fluida 3.2. momentum sudut 6. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5.2. Gaya gravitasi 4.3. energi dan hubungan antara usaha dengan 5.5. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4.2. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4. Sistem satuan dan faktor konversi 2.1. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7.3. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3. Memahami pengertian statika fluida 8. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8. Usaha pengertian usaha. Dapat menjelaskan 1. menemukan persamaan gerak 4.1. Kapilaritas 7. Dapat menjelaskan 5. Dapat menjelaskan 4. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1. Persamaan Kontinuitas 8. Dapat menjelaskan 6. Gerak harmonik 4. Tekanan hubungan besaran-besaran 7.1.3.2. Memahami pengertian usaha dan energi 6. Hukum II Newton 3. Gerak peluru dan gerak putar 5.3. Dapat menjelaskan 7. Memahami pengertian dimensi. Dimensi 1. Prinsip Pascal dan Archimedes 8. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7.3.2.1. Gaya gesekan 3. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2. Memahami pengertian impuls dan momentum 7. Hukum III Newton 3. Momentum linier pengertian impuls.1. sistem pengertian satuan. Kekekalan energi 5.

Penerbit ITB. 3. Bandung. Darmawan Djonoputro. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Mekanika Panas dan Bunyi. Sutrisno. Jakarta/New York. Bandung 53 . System Satuan.partikel Daftar Referensi: 1. Searh Francis Weston. Yayasan Dana Buku Franklin. 2. Penerbit ITB.

2. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis. Mekanika Panas dan Bunyi.4. Bandung 54 . Daftar Referensi: 1. Resonansi peristiwa resonansi 3. 3. Deskripsi gelombang gelombang pada tali. dispersi gelombang.4.3. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5. Pelayangan gelombang superposisi gelombang. Gelombang pada tali pengertian gelombang. 3. Sutrisno dan Tan Ik Gie. Pengertian gelombang 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.volume) 2.1. Dapat menjelaskan Memahami 2. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5. Searh Francis Weston.6.5. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4. Dispersi pelayangan gelombang.3. Kalor: pengertian kalor. Temperatur: konsep temperatur. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali. 1. Jakarta/New York. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Prinsip superposisi 3. umum gelombang 3.1. Dapat menjelaskan 4. Penerbit ITB. 3.5. Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. luas.2. Sutrisno. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1.3.2.1. 5. Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3.2. 4. dan gelombang 2. pantulan 3. air) dan transmisi gelombang.1. Dapat menjelaskan 5. Penerbit ITB. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. kalor. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur. Bandung. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika. 2. pengertian gejala 2. 1. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2. Yayasan Dana Buku Franklin.4. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4. perpindahan kalor yang berhubungan 1.

Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan. perkalian.1.3.4. pengurangan . akar utamal 1. Nilai Mutlak 1. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis.11. Pertaksamaan 1.3.11. Himpunan Semesta.1. Garis singgung pada sebuah kurva. Definisi Limit sebuah fungsi 2. Definisi Turunan (Derivative).Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti.12. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1. Sistem Bilangan Riil 1.5. Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 . 3. Kesamaan bilangan kompleks 1.10. diagram Venn dan komplemen himpunan 1.9.3. diagram Argand 1. Fungsi dan grafiknya 2. pembagian.4.7. kuasa. Teorema-teorema Limit 2. Teori Himpunan 1. teoremateorema 2. Fungsi dari suatu fungsi 3. Dapat mejelaskan Fungsi. Limit bernilai tak berhingga 2.7. akar. Sistem Bilangan Kompleks 1. Fungsi-fungsi Khusus 2.6.8.6.5. Fungsi dan Relasi 2.2.2. Koefisien Diferensial Baku 3. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1. simbul-simbul 3. memahami. Limit Sepihak 2. Limit di tak hingga.9.pembagian fungsi- 2.4.13. Limit dan Kekontinuan 3. Definisi fungsi 2. Operasi-operasi hitunganl 1. Bentuk kutub bilangan kompleks 1. Dapat menjelaskan dan 2.10.6. Definisi Kecepatan sesaat. Kekontinuan 3. menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1.5. Perkalian.8. Macam-macam fungsi 2.2. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2. 3.

jari-jari dan pusat kelengkungan 3. Persamaan garis singgung dan garis normal 3. Erlangga. I.. F. Titik balik. 4.12.8.11. ---------------. Stroud.10. “Matematika Untuk Teknik”.. K. 1997. .fungsi 3. Ayres.14. Persamaan garis lurus 3. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3. Purcell. Schaum’s Outline Of Theory. -------------. 3.A. 2. Persamaan-persamaan Parametrik 3. Erlangga.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition.7.9.13.. Jakarta 56 . ITB. Jr. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”. Harga maksimum dan minimum 3. ----------------. Bandung.Terjemahan : Erwin Sucipto. Titik belok 3. Besari. Jakarta. Kelengkungan. “Matematika Untuk Universitas”.

2ed. Soemartojo.6 Integral fungsi rasional 6. Erlangga. 3.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1..4 Deret tak berhingga 2. Stroud. Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1. NY.1 Luas bidang 8.3 Panjang busur 8. KA. atau panjang 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Erlangga Jakarta. Edisi ke-5. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3. 2. Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8.2. Menguasai metode penyelesaian integral 2. HGW. McGraw Hill. Deret Konvergen &Divergen 3. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang .1 Pengenalan Konsep Integral 6. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6. F.4 Substitusi trigonometri 6. Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4.5 Integral parsial 6.3 Inersia bidang dan benda 8. Dapat menentukan hasil8. Jakarta.4 Luas permukaan bidang perputaran 8. benda.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. Schaum’s Outline Series. Erwin Sucipto).2.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6. Jr.1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8. Yogyakarta. Deret Maclaurin 4. Integral Tak Tentu 6. (Alih Bahasa. 1984 Theory and Problems of Calculus.3 Deret pangkat bilangan asli 1.3 Mengubah variable integrasi 6. 1990.2 Volume benda putar 8. 1999. Hitung Integral – Teori. Asian Student Edition. Wardiman..2. Kalkulus. Ayres.5 Titik berat bidang dan benda 8. Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1. 4.2 Penerapan integral tertentu 8.1 Pengertian deret 1. Edisi ke-4. Soal dan Penyelesaiannya. 57 . 1996. Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3. Deret 1.2. Edisi ketiga.2.2. Matematika Untuk Teknik. Deret Binomial 2.

Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2.6 Larutan penyangga 5.5 Jenis koloid 6. 2. Penerbit PT Citra Aditya Bakti.1 Hukum Raoult 3. Hiskia Achmad. pOH 4.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6. Reaksi Kimia 2.W.1. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1.5 Garam 4. Kleinfelter. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4. Penuntun Belajar Kimia Dasar. Penerbit Erlangga. Harper and Row Publishers Inc. 1996. Jakarta 1984.5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6. J.3 Tetapan kesetimbangan 6.1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4.2. (3 buku) 58 .C.H..1 Konsentrasi larutan 2. Persen komposisi 1.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6.3 Pembuatan koloid 5. Wood.2 Sifat koligatif larutan 4.H. sifat dan 5..3 Latihan soal 3. Pudjaatmaka..4 Asam lemah 4.2 Contoh Soal 2.. Bandung. General College Chemistry..2 Penggolongan koloid kegunaannya 5.. Konsep mol 1.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6. dkk.2 PH.1 Ukuran partikel koloid.7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Terjemahan dari Keenan.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6.4 Sifat koloid 5. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2. C. A. D. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1. Mampu menghitung 6. 1980. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3. Mengenal larutan 5. Jilid 1 dan 2.3 Asam kuat dan basa kuat 4. Kimia untuk Universitas.

2. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1. Metode Newton-Raphson 3.4. Regresi polinom 2. Definisi.3. Dapat menjelaskan 2. Interpolasi kwadrat 4. interpolasi dan regresi. metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3. Metode Posisi Salah 3. Metode iterasi sederhana satu titik 3.1. solusi 4. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2. Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5.4.2. Konsep angka dan figur signifikan 2.3. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 .1.2.2.6. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1. Teori kwadrat terkecil 5. Interpolasi polinom 4. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4.5.1. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1. Interpolasi splin 5. Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5. Akurasi dan presisi 2. Interpolasi beda hingga (Newton) 4. Konsep dan manfaat metode numerik 1. Metode grafis 3.3. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3. Metode potongan tengah 3. Kompetensi Dasar 1 1.3.3.4. Regresi linear 5.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya.1. Interpolasi linear 4.2.6. Dapat menjelaskan konsep numerik.7.4. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi. Metode Irisan 4. Teori pendekatan dan penyimpangan 2.1.4. formulasi dan total kesalahan numerik 3.5.

1971.R.1. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8. Singapore 60 .3. Dapat menjelaskan 6. Inc. Metode Gauss-Siedel 7. Daftar Referensi: 5. Regresi multi linear dan variannya 6. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan.5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar.. 9. Canale. John Wiley & Sons. Kreyszig. Advanced Engineering Mathematics. Co. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. Steven C. 1988. 1983. Spigel.3. suati titik belakang dan sentral) 7. Jakarta.2. McGraw-Hill. Erlangga. Metode Numerik. 8. New York.5.2.3.1.1. Harijono Djojodihardjo. Bandung. Capra. 2003. 1985. McGraw Hill Book. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. 6th Ed.2. E. M. Informatika.4.5. Metode Jacobi 6. Rinaldi Munir.. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7. 7. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists. 6. Metode Numerik. dan Raymond P.. Konsep deferensial suatu fungsi 7. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8. Konsep integral tertentu dalam 8. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6. New York. Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6.6. Mampu menjelaskan 7.4.4 Metode Simpson 3/8 8.

Advanced Mathematics.1. 1989.1. Persamaan defferensial dan Deret fourier. Materi kuliah Matematika IV 61 . Fungsi periodik Fourier (deret 5.1. New York.1.3. Jilid 2. Pengertian PD 1. PD orde 1 3.4. Erlangga (terjemahan) Sutarja.2.. Fungsi Genap 6. Kalkulus. Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier. Dapat menyelesaikan 6. 2. Orde PD 1. John Wiley & Sons. Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4. Dapat 4.1. Varberg Dale. Penerapan PD dalam teknik nyata sipil. Dapat menjelaskan Deret 5. I Nyoman.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: . 3.2.2. PD sebagai model matematik fenomena real 2.3. 2003. 1988.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata . Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1. Purcell Edwin J.3. 5.Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1. PD orde tinggi (n) 4..2. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3. 2. PD linier homogen dan tak homogen 2.1. Daftar Referensi: 1. Operator PD 1.2. Edisi keempat. Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1. Sixth edition. Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan. Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Erwin Kreyszig. PD orde 2 3. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional 65 . Inti Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.

Malang. Mochamad. 1994. John. 2003.C.2.Dapat menjelaskan macammacam batuan.1 Site Investigation. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3.3. Blackie Academic & Professional.1 Siklus hidrologi 3. NY .E. 1995. M. A.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1.I. simbul.3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4.1 Macam-macam batuan 2.3 Proses terbentuknya bumi 1. 3.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3. John Wiley & sons.Dapat memahami peta Geologi 5. 2. 4. 1984. C. hasil dan interpretasi hasil 4..2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2. London. 66 .Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1. Clayton.2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1. proses.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3.4 Struktur Geologi 1. GB.Interpretasi peta geologi 5. Jawa Timur Pitts. A Manual of Geology for Civil Engineers. GB.. Munir. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1. Bayu Media Publishing. & N.C Matthews. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi. Geologi Lingkungan. Foundations of Engineering Geology.3 Hasil pelapukan 2.Toronto Waltham. Site Investigation.Dapat menjelaskan Site Investigation 5.1 Peta geologi : macam. London. struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1. Blackwell Science. membaca peta 5.5 Siklus Geo-kimia 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. Simons.R.

London. London. Simons. M. Blackwell Science.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2. 2. Mochamad. Geologi Lingkungan.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4.I.E. GB. John Wiley & sons. Clayton. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1.C Matthews. Foundations of Engineering Geology. Malang.C. 4. Joints.1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. John. 2003. 67 .Toronto Waltham. Folds dan Non-tectonics structures) 2. Jawa Timur Pitts. & N. 3. Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3. pelapukan pada limestone) 3. 1995. 1984. Site Investigation. Blackie Academic & Professional.. NY . Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4. A. A Manual of Geology for Civil Engineers.R. Bayu Media Publishing. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. tingkat pelapukan. 1994.1 Keruntuhan pada batuan 5. Munir. GB.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan.. C.

1.1. Sandcone 7. Pengertian tanah dan mekanika tanah 2. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2. Tekanan efektif. berat jenis. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11. Standard Proctor 6.2. pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6. kohesi dan sudut geser dalam 9. Koefisein tanah lateal (ko.3.1. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6. Segitiga Missisipi) 6. Faktor daya dukung tanah 10. Pemadatan tanah 6. Pola keruntuhan tanah 10. Menentukan parameter geser. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11.4. kadar air. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 . kp) 10. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4.5.1. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5. kadar pori. Dapat memahami 10.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9. tekanan total 7. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11.2. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9. Teori Boussinesq 11.3. tekanan air pori dan tekanan efektif 8.1.2.3. Teori pemadatan tanah.2. tekanan air pori.1.1. Jenis –jenis tanah 4. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10.3.1. Dapat memahami 11. Dapat memahami konsep tekanan total. AASTHO. ka. Kuat geser tanah 8.2.1.4. batas atterberg) 5. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3. Volumetri dan indeks properti (berat volume.5.4. Modified Proctor 6. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1. Cassagrande Chart. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8. Dapat menjelaskan 1. Tekanan di dalam tanah 7.1. Sifat-sifat umum tanah 3. Dapat memahami 9.3. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS.2.1. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.

. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. 8.D. 9.Jakarta. Jakarta Hari Chrisady H.1979 ‘Soil Mechanics.M. R. Gramedia Pustaka Utama..D.. Delhi 69 .1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.M. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. New York Sutton.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.C. 4. & W.SI Versions’ John Wiley & Sons. 7. 2. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.. Duncan. Jakarta Holtz. 5. 6.R.S. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.J. New Delhi Verna. Craig.Daftar Referensi: 1.1985.B.Mochtar.B. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.W.B.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.P. 3.. New Jersey Lambe. V.F.Kovacs.T. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.N.H.

C.W.H. Flownet di bawah tubuh bendung 1.P.1. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.1979 ‘Soil Mechanics. Jakarta Holtz.4.1. Jakarta Hari Chrisady H. 8. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.Jakarta.B. Koefisien permeabilitas di lab. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3.1. 4. Craig.6.1. 1. New York Sutton.1. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. V.3.1.R. 9.1. Memahami penyebab 3. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan.1.. Dapat menentukan 3.1.1. Mampu melaksanakan 4. Stabilitas bendung 1.1. Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1.2. Permeabilitas di lapangan 1.T.Mochtar.2.1. & W. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3. Koefisien konsolidasi Cv 2.2.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.1. 2.1.S. Bahaya rembesan 2..SI Versions’ John Wiley & Sons.4. Delhi 70 .M. Indek kompresi Cc pada tanah 2.7.1. Koef. Dapat menentukan 1. Besarnya penurunan 2.D. Dapat menentukan besar 2.N. New Jersey Lambe.3.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.2.1.1. 7.1. Dapat melakukan 4. Pengenalan flownet 1.1. Koef.2..1985. Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.1. 5. Prosentase penurunan 2.B. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4. Duncan.1. Waktu penurunan 3.M.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.J. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2.3.Kovacs.D.1.5.B. New Delhi Verna. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2.8.. Pengertian permeabilitas tanah 1. R.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. Gramedia Pustaka Utama. 6.permeabilitas tanah berlapis 1. 3.1.. Flownet di tubuh bendungan 1. besarnya dan waktu penurunan pondasi.6. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.4.9. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3. Memahami konsep 2.F. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3.5.

Mengaplikasikan 3. Craig. Jakarta Hari Chrisady H.J.T.S. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1.C. Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3.1...M.M.N.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.W. V.1.B. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. Seepage and flownet 2. pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2.F. & W.Jakarta. New Jersey Lambe.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. besarnya dan waktu penurunan pondasi.1985. Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1. Jakarta Holtz. 9. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. 2. 3. Dapat menentukan besar 3. 5.R. Dapat menentukan 4. 7.1979 ‘Soil Mechanics.B. 8. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus. kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1.P. Mengaplikasikan 2..1.SI Versions’ John Wiley & Sons.B. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1.Kovacs.D. Duncan.D.H. 4.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das. Delhi 71 . Mengaplikasikan 4. R.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.1. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. Gramedia Pustaka Utama. 6. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.Mochtar.. New Delhi Verna. New York Sutton. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4.

1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. Koerner. heavy tamping compaction.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2.. R. Holtz.2 Potensi pengembangan tanah 3.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4. New Jersey. kimia. vaccum. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat. NY.2 Teori preloading 6.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis. O..1 Pemadatan metode pemadatan 4. NY. 1972. Daftar Referensi: 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. 3. & J. Physical and Geotechnical Properties of soils. 1981. Prentice Hall. London 72 .B.3 Preloading 1 tahap 6. 1984.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4. 2. R.E. Soil Stabilization – Principles and Practice. An Introduction to Geotechnical Engineering. NJ. 1990. Butterworth. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6.G.E.1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7.M. Geosynthetics In Filtration.7. Engineering Properties of Soils and Their Measurement.. Sydney.Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3.2. R. Ingles. McGraw Hill. Metcalf. Kovacs. 5. Mekanika Tanah 1&2.1.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik.Review Mekanika tanah tentang indeks properti. McGraw Hill. & W. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1.. Bowles.1 Kembang susut tanah kembang susut tanah. Elsevier AS. Bowles. 6. 1992.D. Designing with Geosynthetics.4 Preloading bertahap 6. Darinage & Erosion Control. J. Deep compaction. M.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction. 4.2 Stabilisasi mekanis. 1986. 2.D. blasting 5 Dapat memahami 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik. Prentice Hall.. J. 3. Koerner.1 Pengenalan Preloading preloading 6.

2. 1996. 1994. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1. 3..E.. J.M. 1984.3..1. Bowles. Strap footing 3. Donald. Review tekanan tanah 4. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4. Das. Dapat mendimensi 3. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1.1. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4. Das. Prentice Hall. bentuk T.6.. J. 5. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4.E. Macam-macam pondasi 1. NY. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1.7.6. McGraw Hill. Boston. Bowles. B. Physical and Geotechnical Properties of soils. Principles of Foundation Engineering. Mochtar. PWS-Kent. Dapat menentukan 4. NY. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). B. 1993. Jakarta. 1985. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.3.M. Foundation Design – Principles & Practice. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2.1.1.4. Coduto.. 1990.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1.2. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2. P.2. New Jersey 73 . pondasi dangkal trapesium. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1. McGraw Hill. Dapat merencanakan 2.3.5. Pembebanan momen arah x dan y 3. 4.5. Mendimensi pondasi rakit 4. Penyelidikan tanah (review) 1. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3. Foundation Analysis & Design.4. Merencanakan pondasi telapak 1. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. Erlangga. 2. Daftar Referensi: 1.

pondasi sumuran.M. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1.M. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2. Principles of Foundation Engineering.. B. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3.1. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3.. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3. NY. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2. Foundation Design – Principles & Practice. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). 1996.4. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Bowles.1. Foundation Analysis & Design. 1984. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3. 2. Jenis.1. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1. P. Jakarta. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1.5. Merencanakan konstruksi turap 2. McGraw Hill. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1.3. B. McGraw Hill. 5. 4. 3. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal. 1994. Das. 1985.E. Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.. 1990.5.. 1993. J. Boston. Penjangkaran 4.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang. Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3. Erlangga.1. Coduto.4. Prentice Hall.3. PWS-Kent. Bowles.2. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4. dinding penahan tanah. Physical and Geotechnical Properties of soils. Mochtar. New Jersey 74 . Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. Das.2. Donald. J.6. NY. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1..E.

1.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang. NY. 1996. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2. McGraw Hill. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4.4. Dapat merencanakan 1.. NY. 3.3.7.8. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1. J.E. Foundation Analysis & Design. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3. Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. Dapat Menentukan 4. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. Penjangkaran 2.1. Penurunan pondasi tiang 1. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup. Bowles. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1..4.6. Dapat menentukan 2.6. Bowles. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4.3.5. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4. McGraw Hill. 4.2. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1.E.3. pondasi sumuran. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4. Kriteria perancangan pondasi tiang 1. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4. Dapat menentukan 3. Menentukan susunan dan dimensi Kap. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1.3.7. J.5. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2.1.8. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2. 75 . Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3.2. Jenis. Daftar Referensi: 1.2. 1984. 2. Physical and Geotechnical Properties of soils.1.

B. Donald. Mochtar.M.3. Das.M. New Jersey 76 . Foundation Design – Principles & Practice. Coduto. 1985. Boston. 1993. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. 4. Jakarta. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). 5. Principles of Foundation Engineering. B... 1994. Erlangga. P.. PWS-Kent. Das. 1990. Prentice Hall.

Institusional 77 .Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.

3.6. persekutuan dan perseroan 1. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1. 4. 2. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan. modal. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2. 2.1. menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. 3. menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1.3. Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2.2.4.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan. kewajiban.4. Menguasai teknik. PENDAHULUAN 1. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. 5. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1.5. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 . pendapatan dan biaya 2.sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi.2.1. Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1.

Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. Transaksi 3.1.4. Haryono Jusup. Kode biaya 6. Hedging 7. edisi 6. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. Pos overhead proyek 6.3.4. Jakarta 4.1. Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2.2. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5.2. Pradnya Paramita. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ. dan biaya pelaksanaan proyek 8.1. Ekonomi UGM 79 . upah dan alat 6.3. JURNAL DAN POSTING 3.8. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7. Maksud dan tujuan Cost Budget 6. menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5. Bukti – bukti transaksi 3. NERACA LAJUR 5. Gadjah Mada 3.3. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. Jurnal 3.2. Indriyo Gito Sudarmo.3. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5. Pos sub kontraktor 6. Asiyanto. Buku besar 4. Unsur-unsur bahan. Terbuka 2. Al.1. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak.5.2. Pos duties dan cadangan 7. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4. Pos persiapan / penyelesaian 6. Break Event Point 7. Jilid 1. Sugiharto & Suwardjono. Kebijakan pelaksanaan 6.4.5. waktu pelaksanaan proyek. 1996.6. Aspek – aspek control 7.3. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6. CONSTRUCTION COST CONTROL 6.7.1.

Analisis sensitifitas (Excel.3. Mampu memodel dan 1. Sains Manajemen. Kemampuan menghitung 2.4.6. Kompetensi Dasar 1 1. Denpasar 80 . Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Riset Operasi Suatu Pengantar. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan. Udayana. 1996. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2.1.1. Jakarta. Jakarta. Model Transportasi untuk menganalisis 2. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. -------------------. Bernard W. dan menjelaskan peranan 1. Nadjadji. 4.2. A. dll) 2.2.2. Binarupa Aksara. Kemampuan membedakan 1. 2. Memodel PL dengan excel 4.1. Model Transhipment sistem. 2005. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3.3. 3..4. Paul J. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1. John Wiley & Sons. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1.7. Model Assignment 3.1. Mampu menggunakan transportasi. 2. Menyelesaian PL dengan excel 4. Pengertian sistem dan model. transhipment 2. 1984. 3. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model. Modul Kuliah. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4. Ossenbrugen.. Salemba Empat. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear. transhipment dan assignment 4. Taha. Model program linear (PL) 2. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS.3.4. H.. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Systems Analysis for Civil Engineers. Anwar.3. Analisa Sistim dan Penelitian Operasional. 1994. Analisis Sistem.2. Taylor. Surabaya. Univ. 1996. QSB.5. 5. transportasi. New York. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3.

KEWIRAUSAHAAN 2. 4. Strategi berprestasi memahami 3. Arti.2. Strategi antisipasi atas Perubahan 4. dan memanfaatkan sumber 2. manufaktur. 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis.6. Kemampuan mhs. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6.3.1.1.3. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5. Mahasiswa mengertikan tentang 2.4. LINGKUNGAN tender. Kemampuan mhs. tujuan.4. 4. KOMUNIKASI BISNIS 5. PENGEMBANGAN PRESTASI 3. Pengembangan Pribadi dlm. Pengertian & istilah dalam AHP 1. Mobilisasi Sumber Daya jasa. Dokumen Pengadaan B/J 6. Jadwal Pengadaan B/J 81 .1. 2. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul.2. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. 3. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan. Kemampuan mhs. Maksud. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5.2. Peluang Usaha internasional.1. PENGORGANISASIAN 6.5.2. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1. Kemampuan mhs. Pengusaha Andal kewirausahaan. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.3. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan.1.2. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi.4. menanggulangi berkomunikasi secara 5. Perjanjian (dispute) yang 6. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6. dan mengelola. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. Mahasiswa dapat 4. Sistem Pengadaan B/J 6. Perusahaan dan dagang. Metoda Pengadaan B/J 6.3. Motivasi berprestasi mengembangkan 3. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5. Kompetensi Dasar 1 1. dokumentasi 4. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional.3. 1.4. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3.1. pengadaan barang/jasa 6. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4. Ruang lingkup materi AHP 2.3. Kemampuan mhs. analitis dan sistematis. & Manfaat 1.4. 3. Kemampuan mhs.2.

2 Sistem Evaluasi Kualitas 9. Kemampuan mhs.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional. Persyaratan Peserta Lelang 7. 10. Kemampuan mhs. 13.3.5 Formulasi Masalah 13.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11.4 Kontrak Pengadaan Barang 11. BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12.2.1. ORGANISASI PROFESI 13.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11.3.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11.5.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9. menhargai hasil karya 13.5 Penunjukan Langsung 9. Kemampuan mhs. PELAKSANAAN KONTRAK 11. Penunjukan Langsung serta melakukan 8.5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9. 8.4.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7. Pemilihan Langsung 8.3 Peran institusi (BANI. Kemampuan mhs. Pelelangan Ulang 8. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12. Evaluasi Penawaran 7.3 Hasil Karya Intelektual 82 . Kemampuan mhs.1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9.5. PROSEDUR PEMILIHAN.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11. 11.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10.7. Uang Muka 9. PENANGANAN SENGKETA 12. dan 12. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7.2. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi. Kemampuan mhs. FIDIC.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12. Kemampuan mhs.4. Swakelola proyek swakelola 8.1. 8.3 Bentuk/Tipe Kontrak 10.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13.6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10. PROSEDUR PENGADAAN 9. Kontrak Pengadaan B/J 8.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11.

2003 “Keppres No.18 tahun 1999” ------------. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. 80 tahun 2003. Bandung 11. Safety. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No. 7. Perubahan Juknis Keppres No. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. Jakarta Hamid Shahab. Tamita Utama. 9.Citra Aditya Bakti. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset. 83 . No. 5. Jakarta ------------.2 Profesionalisme konstruksi 14. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. Bandung Nazarkhan Yasin. 8. dan Implementasi” BPFE. 4. 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. 12. Kemampuan mhs. 2000 “Keppres No. 61 tahun 2004.Putra Timur. 3. Jakarta Mas’ud Machfoedz. 6. Jakarta ------------. dan Insurance Daftar Referensi: 1. Jakarta ------------. 1999 “UU Republik Indonesia.2000” CV. Tamitama Utama. & 30 tahun 2000” ------------. IG.4 Etika (attitude). Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi.18 th. 13. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT.sendiri maupun orang 13. Salim Siagian. 80 tahun 2003. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan. Metode. UGM. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT. 18 tahun 2000. Jakarta Rai Wijaya. 10. Jakarta Munir Fuady.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14. 29. Jakarta ------------. 14. Risk. 32 tahun 2005. 15. 2002 “Juknis Keppres No.Gramedia Pustaka Utama. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. tentang perubahan (III)” CV.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. 2000 “PP No. dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. dan Asfahani. 30 tahun 1999. 2005 “Keppres RI No.70 tahun 2005. tentang perubahan (I) atas Keppres No. 18 tahun 2002. 2. Manajemen.4 Lisensi lain secara legal 14. Perpres RI No. 28. Yogyakarta Buchari Alma. 1996 “Hukum Bangunan” PT. Rineka Cipta. 2005 “Kewirausahaan. Jakarta Djumialdji.

4. 3.5.9. Mengerti dan mampu menghitung depresiasi. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. Aliran Kas 3. 3. Pendahuluan 1.3.2. 3. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi.12. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 . Konsep nilai uang terhadap waktu 2. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest. Present Worth Factor.1. 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC. harga yang akan datang.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui. 4.1. Faktor Pembayaran tunggal 3. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1. membuat aliran kas.5. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui. Compound Interest 2. Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2. 3. Mampu menghitung Simple interest. 5.3. Menghitung RAB 2. Compound Amount Factor 3. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1. 2.7. menguasai konsep Nilai Waktu Uang.8.11. Gradient Series. 3.13. Harga Sekarang. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. Compound Interest. Ekuivalensi 2.2. Uniform Series. 3. 4.10. 5. Simple Interest 2. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3.4. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif. dan Capital Recovery Factor. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Capitalized Cost 3. Harga tahunan yang sama dan merata.6.14. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas.2. Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB. 3. Depresiasi. Kompetensi Dasar 1 1.1. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3.

5.NE.Prenhallindo.2. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng. dan ShinkingFunD 10.RJ. Shinking-fund depreciation accounting 10. 2.1.Damar Mulya Pustaka.balance depreciation accounting 9. 2002 ‘Ekonomi Teknik. konsep. Jakarta 85 . Constant puchasing power 10.Jakarta Sutojo.1. Depresiasi 9.YKPM.S. 7. SOYD.Yogyakarta Renton. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S. Fabrycky. Jakarta --------------.2. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11. 11. Consumer price index 11.AZ. Cost effective analysis 6. Bandung Fabozz. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova.5. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9.S. Jakarta Sutojo. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP.S. 8. Sudradjat.Pradnya Paramita. 10. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK.4. 5. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6. Zaenal. 6.1. Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1. Declining. Muhammad.3. Yogyakarta Purba.Grameda. Bandung Kodoati. Analisis biaya minimum 9. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi.3. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta.R.15. Analisis titik pulang pokok 6. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9.2.6. 9. Stright line depreciation accounting 9. Jakarta Asiyanto. Jakarta Husnan.AMP. WJ.S. Inflasi 10. 3. S. teknik & kasus’ PT.6. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia.Yogyakarta Thuesen. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat.4.1 Perpajakan 13. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. Jakarta. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT. 12.FJ. dengan 3 alternatif atau lebih 6. 3. 4. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6. Melbourne Suratman. Declining Balance.3. Perhitungan Rate of Return. GJ.

Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4. 3. 5. Dapat membuat 10. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9.2. Organisasi Proyek 3. Proses Penjadualan 4. S-Curve.4.3.2. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6. 5.1. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1.2. S-Curve. Slack/float time 86 .2. Dapat Mengerti arti. Manajemen Proyek Konstruksi 2. Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7.1. Pengertian manajemen 1.4.1. 6. Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract. Siklus Hidup Konstruksi 2. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1. 4. 5. Kompetensi Dasar 1 1. 3. 4. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6.1.2. Penjadualan 6. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11.2. 5. Dapat memahami siklus Perencanaan. 8. Manual PMBOK 2. Bar Chart 8. Dapat membuat penjadualan 9. dan Pengendalian 7.2.2. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve.3. Durasi (alokasi waktu) 7. Fungsi Manajemen 2. Model-Model Penjadualan 7. Perencanaan 6.3.1.2. Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7. Dummy Diagram Method (ADM) 11. Jenis-Jenis Kontrak 3. Notasi ADM 10. Merge Even 11. Pengendalian 7.1.3. Construction Management Contract 1.1. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2. 10. Siklus Perencanaan. WBS (Work Breakdown 8.1.2. Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3. Dapat Mengerti arti.2.3.1.3.3. Penjadualan. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. Dapat membuat 11. 5. ADM dan PDM dengan benar. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5.1. Penjadualan dan Pengendalian.1. Studi Kelayakan .

3. 12. 12. Notasi PDM. 13.4.3. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek. 13. Critical path.4.1. 12.1. 13.3. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11. Lead) Float .2. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13. Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag. 13.4.2. 12. 12. 87 .

Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4.2. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6. 6.1. 4.4.1. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5. Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7.2. Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.3. Spesifikasi teknis pada proyek 2. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8.2. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4. Menguasai perencanaan 3. Menentukan material yang dibutuhkan 3.2. Jadwal pelaksanaan suatu proyek. 7. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3. 7. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3.3. Kompetensi Dasar 1 1.1. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2. Dapat merencanakan 88 . Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2.2. 3. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5.1.2. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8.1. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan.2. 6. 9. Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6.1.1.1. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5. 8.1.2.5. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4.

Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9.2.2. Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12.2. 2. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto. Analisis BOW Zaenal. Manajemen Proyek Paulus Nugraha. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13. 5. Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10.1. 3. Metoda konstruksi 11. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12. 6.1.1.3. 10. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13.1. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 . Construction Cost Management Anonim. AZ.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. Imam Soeharto. 4.

Services Quality. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses.5. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. Perubahan konsep organisasi. 4. Manajemen Perubahan 11. 11. dan perbaikan proses.2.1.2. Pelaporan Biaya Kualitas. 2. Mengerti perubahan dalam organisasi. Mengidentifikasi proses. Seven Tools 12. Memahami kualitas. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas. tentang team serta koflik Konsep pelanggan. Mengerti tentang cara kualitas. Proses Training. Memahami training dan proses training 9. inspeksi. Penggunaan Biaya Kualitas 11. Team yang efektif 12. Sampling.3.2. 3. serta 6. Australia. 3. Mengerti tentang manajemen. Memahami perencanaan pelanggan. Biaya Kualitas. 4. 11. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas.5.2.2.4.1.3. Jenis-jenis team. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas.4. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. Memahami proses. 6. Perbaikan berkesinambungan. kepuasan 3. Organisasi sebagai sebuah sistim. 1996. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5. Mengerti tentang biaya kualitas 11. serta seven tools sebagai proses kontrol. perbaikan berkesinambungan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas.3. dan mampu menggunakannya 9.1. 2. Analisa Jenis training.2. latar belakang. 1. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas. Kompetensi Dasar 1 1. 11.3.3. memahami proses. sejarah dan dasardasar kualitas 1. 6. Manajemen perencanaan proyek 2. team.2. kualitas.1. AS. 5. 2. 3. Perkembangan team.1. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. 5. 7. meningkatkan kualitas 8. 3.1. Total Quality Management. 5.2. 3. serta kontrol kualitas. pelanggan. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan.2. 7. konsep dalam organisasi. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1. 6. Mengerti manajemen dan fungsinya. 90 . 11. Mengerti tentang Seven Tools.1.7. 12. Memahami pelanggan. Evaluasi training Daftar Referensi: 1.1.4. 9.6.1. 10. 12. 11.1. 3. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8. Oakland. Perencanaan proses. Kepuasan Pelanggan. 10.3. 2.JS & Soal. Konflik. 2.3.1.1.2.

McGraw Hills. McGraw Hills 91 . Quality Improvement Tools and Tecniques. 1994. Andi Offset Yogyakarta. Andi Offset Yogyakarta.2. 1999. 4. Diana A. Fandy Tjiptono S. 1995. 1996. 1996. Leavenworth. 5. Total Quality Management. Peter Mear.Grant Richard S. 3.Arnold Michael Holler. Soewarso Hardjosudarmo. McGraw Hills. Statistical Quality Control. Kenneth L. 6. S. Eugene L. Quality Assurance Methode and Technologies. Total Quality Management.

1. perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1.6.2. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1. Membangun kompetensi 2. Manajemen Sumber Daya Manusia. 5. Tanggung jawab Departemen SDM SDM. 4.4.3.4. Mengerti peran MSDM. Perkembangan historis. 6.7. 4.3. Strategi Keunggulan Kompetitif. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3.5. Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3. perencanaan taktikal dan operasional. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja. Metode penilaian 7.3. PT Indeks Jakarta 92 . Deskripsi jabatan. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3.2. 5.2.6. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Kepemimpinan tim 5. organisasi.2.2. dengan strategi 2. Organisasi SDM. Memahami 2. Mengerti MSDM. SDM kepemimpinan.4. perenanaan strategik dan taktikal. manajemen kinerja.4. Pelatihan dan pengembangan. Manajemen Sumber Daya Manusia.3. pelatihan dan pengembangan 2. Mengerti tentang 1. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3. 3. Analisis dan desain jabatan 4. Strategi SDM 4. Strategi organisasi. serta proses rekruitmen dan seleksi 6.3.1. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1. 7. jabatan.4.1.. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan.2. pengembangan. 2.5. Syafaruddin Alwi.2. analisa SWOT. Kepemimpinan perencanaan 2. Rekruitmen dan seleksi 6.4. 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM. tujuan serta metode penilaian. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5. 7.1. organisasi. Manajemen kinerja.2007. Perencanaan Strategik.3. BPFE Yogyakarta. Mengerti akan penilaian kinerja. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. Manajemen Sumber Daya Manusia. rekruitmen 2. Mengerti tentang perencanaan SDM. Memahami pelatihan dan pengembangan. 7.2001.1. Mengerti hubungan strategi 3.5. 7. 7. Strategi penilaian kinerja. 1. Definisi MSDM 1. Gary Dessler .3. Arti penting pelatihan dan pengembangan. Perencanaan SDM. Memahami analisis jabatan. Tujuan penilaian. 6.1.………. Keunggulan Kompetitif melalui 2. Analisis kebutuhan. Arah strategik. 6. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3. Susilo Martoyo. Perencanaan SDM. Tahapan dalam latihan dan pengembangan. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi. Pengembangan kemampuan 7.1. 2.

Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat.2 2. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast. pembesian. elevasi. Sifat. serta menghitung Produktivitas dan 3.2 93 . dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya.2 5. plan.1 3. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. dan kegunaannya. Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung. kerja alat.5 2. Menguasai alat berat 2. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah. bekesting. Jenis. fungsi. Struktur jalan. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. serta pemeliharaan Bangunan Sipil. menganalisis tempat kerja.2 2. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran.1 2. Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. dan pemasangan bowplank. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja. Jembatan. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan.4 2. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi.3 2. Memahami karakteristik 1. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis. Pondasi dan Dermaga. dan bentuk.Mata Kuliah Kode MK. Bentuk. dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek. cara mampu merencanakan kerja. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. 4.1 1. 4. dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat).1 4. 2. 3.6 3. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat. jenis. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran.

Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut. Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil. 8. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton. 5. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile).1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 .1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6.2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7.2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8. Memahami perencanaan 9.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Analisis portal 2-D 6.2. pembebanan. rangka batang. Analisis struktur sederhana: balok. analisis. Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7.5. Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel.4. dan keluaran (output) 7.1.6. Analisis Balok 6.langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7. portal 99 . Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6. Dasar Analisis struktur 3-D 7.

dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks.1.1. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6. Pembahasan hasil analisis & prilaku 6. Tipe struktur pelat dan cangkang 5. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu.3. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4. Dapat memodel. Tipe dan konsep pengaku bresing 3. Dapat memodel. Dapat memodel. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer.2. Metode analisis struktur komposit 2. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1. Kompetensi Dasar 1 1. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5. Dapat memodel.3.3. Materi Pokok 3 1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT.3. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3.1.2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3.1. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5. Pemodelan struktur komposit 2. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3.1. Pemodelan struktur pelengkung STT 4.2. Tipe dan konsep dinding geser 6. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4.4. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4.4. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6.4.2.4. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2.2. akibat beban tetap dan beban bergerak 5. Tipe dan konsep pelengkung STT 4. Dapat memodel.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 . Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. Definisi dan tipe struktur komposit 2.1. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3.3.

2. Cetakan keempat 1996. Smith. Anonimus. NJ 07458. included in the Program.1. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. Hibbeler. Berkeley. 7.3. Structural Analysis. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. M. Dapat memodel. and Coull. PT Eresco. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang. Chu-Kia. McGraw-Hill. 1.4. Prentice-Hall. Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. Upper Saddle River. Inc. Fourth Ed. Inc. Pemodelan struktur non-linier 8.1. 4.2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9. SNI 03-1729-2002. Computers and Structures. Membuat karya tulis 9. Prentice-Hall. Inc. Dapat memodel.C.S. 2001. Aand Levy. 7. Terjemahan oleh Januar Hakim. Manual and Tutorial of SAP2000.. 1999. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8. A. Second Edition.3. 7.4. Struktur Bertingkat Tinggi. 1998. Forth Edition. serta sumber non-linearity 8.1. 1989. 7. Badan Standardisasi Nasional. Hibbeler. Prentice Hall. & Composite Design of Tall Buildings. 6. R. Concrete. Inc.2. Taranath. Steel.7. 5. M. Presentasi karya tulis 9. Statically Indeterminate Structures. Salvadori. 8. 3. 2002. 1991. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. 1998. Structural Analysis. B. John Wiley & Sons. New Jersey 07632. Bandung. Dapat memodel. 1962. Russell C. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9. Wolfgang. High-Rise Building Structures. Tipe dan konsep non-linier. Metode analisis struktur nonlinier 8. Second Ed. 1981. Structural design in architecture. Tall Building Structures: Analysis and Design. Schuller.3. 101 . Penerbit Erlangga – Jakarta.2. New Jersey 07458. CA 94704. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7. Bungale S. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8. 1995 University Avenue.

1. Momen inersia tampang trapesium 3. Tegangan geser 6. beban geser. Pusat geser 4.11.1. Maksud dan pengertian momen inersia 3.2.6.4.3. Momen inersia pusat utama 3. Diagram Tegangan-Regangan geser 2.1. Luas penampang 2. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5.2. Momen inersia tampang jajaran genjang 3. Indikator Pencapaian 2 1. titik berat dan momen inertia. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan.1.7.5. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas. Regangan normal 6. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6.9.3.1. Hukum Hooke 7. Titik berat penampang 3. Regangan geser 7. Menghitung statis momen 3.1. Momen inersia tampang lingkaran 3.2. Dapat menghitung regangan 7. Dapat menghitung titik berat penampang 3.1. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Pengujian tarik dan tekan 7.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika.1.8. Momen inersia tampang segitiga 3. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . Inti (Kern) 3. Momen inersia tampang persegi 3. Momen inersia tampang T 3.4.10. beban puntir.2. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan. Modulus Elastisitas 8. Diagram tegangan-regangan normal 7. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1. hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Dapat menghitung luas penampang 2. Memahami konsep diagram teganganregangan normal.

Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21.1. Persamaan garis elastis 22. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10. Sudut puntir 13. Rumus lentur 17. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7.2. Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11. Konstanta torsi 14. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20. Dapat menghitung tegangan geser 16.2. Modulus Geser 10.2. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9.4. Deformasi lentur balok 17. Lentur pada balok beton bertulang 18. Penurunan rumus torsi 13. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20. Diagram bidang momen 16. Memahami transformasi regangan bidang 9.3.1. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Tegangan akibat perubahan suhu 12. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8. Prinsip Superposisi 4. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19.1. Geser pada balok 14.1.3.1. Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 .1.3. Deformasi akibat beban torsi 12.2. Memahami transformasi regangan bidang 21.2. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18. Deformasi elastis akibat beban aksial 10.1.2. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14. Lentur pada balok komposit 17. Memahami transformasi tegangan bidang 12.1.2. Tegangan geser balok 16.2.1.1. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9.2. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19.2.1. Tegangan akibat lentur 17. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6. Rumus tegangan geser 15. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11.1. Regangan bidang 20. Transformasi tegangan bidang 18. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21.2. Memahami konsep deformasi lentur balok 17.2.1.1.2. Hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5.

2.1. Penerbit Erlangga. Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26. Mechanics of Materials. terjemahan).1. Cetakan Pertama.1.2. Mekanika Bahan (terjemahan). M. Hariandja.3. 3. Kolom ideal dengan perletakan pin 25. Jakarta. Edisi ke-2.. Penerbit Erlangga. and Amstrong. Memahami stabilitas tekuk kolom 23. P. 6. 1997. Penerbit ITB. dan Timoshenko. Prentice Hall.. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. Metode Superposisi 11.4. P. Brooks/Cole-Thomson Learning. R. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25. Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1.. Penerbit Erlangga.1. M.. S. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. R. 104 . Beban kritis kolom 25. New Jersey. G. 5th Edition. Jakarta. J. Benham. C. Crawford. Bahan daktail (ductile material) 26. 7. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24. Jakarta. J.2. 2nd Edition. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. Bandung.. Mechanics of Engineering Materials. California. 1996. 1997.. Longman Publishers Ltd. 5. 4. P. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. C. Singapore.. Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. Gere. Tegangan 1... E. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24. 1996. 1996.. 1983. Kolom dengan perletakan lainnya 25. 2001. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. Popov. J.10. Soemono. Gere. B.2. P. Edisi ke-2. 3rd Edition.2. Mechanics of Materials. Hibbeler.

serta hubungan antara tegangan dan regangan 1. Dapat menganalisis 2.2 1.2 1. prinsip energi 1. teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1. Memahami prinsip 1.1 1.3 2. Dapat menganalisis 1. Memahami / 1.2 prinsip energi 1.5 4.1 Matrik kekakuan 105 .3 5.1 2. hubungan antara regangan dan displasemen.1 2.2 2. 1.4 1. Menguasai analisis 2. Memahami prinsip kerja virtual.Ritz 1.1 prinsip kerja virtual.3 1. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2.1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh .1 1. ada 2.2.2 1. struktur dengan metode elemen 3. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2.Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1.3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan . Memahami konsep 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1. Dapat menjelaskan 1.1.

2.struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1. Suhendro B.3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2. Jogjakarta Weaver. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya. W. New Jersey 106 . Finite Element for Structural Analysis. Dapat menganalisis 3.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2. Dapat menganalisis 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2. Prentice Hall.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3.R.. Program Pasca Sarjana UGM..2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1.3 Overall matrik struktur balok 6.2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1. Johnston. Dapat menganalisis 2.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1. 1984. 1992.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3. P.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3.

1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 . campuran beton pencetakan dan 2. Perhitungan komposisi pencampuran. Mampu melaksanakan 2. Mampu melaksanakan 3. pembentuk beton Semen. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.1.2. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air.3. Agregat Halus dan Agregat Kasar 2. Pengukuran berat isi 3.2. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2.1.2. Mampu melaksanakan 1. Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1. Pencampuran. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3.

Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. 4. Mahasiswa dapat 4. 3. Mahasiswa dapat 1.2.4. Gaya-gaya dalam Bidang Rata. Bidang Momen. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4. Balok Pelengkung tiga sendi. 6. hubungannya dengan gaya-gaya dalam. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. Bidang Momen. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever. Mahasiswa dapat 4. Balok Gerber. Bidang Gaya Normal.1.4. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. Bidang Gaya Lintang.3.5. 6. 3. 5. Bidang Gaya Normal. Materi Pokok 3 1. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor. momen torsi.2.1.1. 5. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. Gaya Geser atau gaya lintang. Bidang Gaya Lintang. Balok sederhana. Mahasiswa dapat 7.5. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.3. 2. gaya. resultante gaya dan resultante.1.2.4. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan. 7. 5. 4. Bidang Momen. Bidang Gaya Normal. Mahasiswa dapat 6. Balok sederhana.5. Bidang Momen. 5. Balok Konsol/ cantilever 3.3.3.5. Reaksi Perletakan. Mahasiswa dapat 3. elemen struktur.4. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Elemen Struktur. 6.6. Reaksi Perletakan. 2.1.2.2. 6. 5. uraian uraian gaya. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber. Bidang Gaya Normal. Bidang Gaya Lintang. 4. kesetimbangan 3. 3.1. 8. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. 3. Balok Sederhana. 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -. momen lentur. 2. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam. 108 . 5. Gaya Dalam: Gaya Normal. Bidang Gaya Lintang. Reaksi Perletakan. kombinasi beberapa gaya dalam.2. 6. 6.3. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. Reaksi Perletakan. 2.

7. Daftar Referensi: 1. 9. 5. Mekanika Teknik I oleh Ir. Struktur. 8. 4. 2.1. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir.1. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol. Himpunan Mahasiswa Sipil. Tjok Gde Majun. Statika oleh Soemono. Himpunan Mahasiswa Sipil. Mahasiswa dapat 9. Garis Pengaruh Balok Sederhana.tiga sendi.2. 8.2. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. Garis Pengaruh Momen 7. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Mahasiswa dapat 8. 8. Buku Ajar “ Statika”. 3.3. 8.4. Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7. oleh Daniel L Schodek 109 . 6. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana.3. Suwarno Wiryomartono. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Garis Pengaruh Momen. Garis Pengaruh Konsol. Tjok Gde Majun. 7.

Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. faktor reduksi. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa. SRPMM.8.1. Daktilitas struktur gedung.5.2. sistim struktur SRPMB. Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3. Lapisan dan kerak bumi 1. normalisasi mode getaran 2.3.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. Dapat menjelaskan 1. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2.3. Memahami dan dapat 2. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier.7. Teori terjadinya bumialam semesta 1. intensitas dan magnitude gempa 3.6. Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3. Wilayah gempa.1. Orthogonalitas mode shape.4. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 . Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2. .3. . Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. Type perambatan. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2. energi.2. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2. Sumber-sumber beban dinamis 2. Memahami .2. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3.4.1. Mengerti dan sumber.Memahami dan mengetahui konsep seismologi.9.10. Memahami dan 1. SRPMK 3. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2.

Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3.6. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 .5.3. Respons spektrum gempa rencana 3. Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3.7.8. Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.4.

Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3.2.2.3.1. 6.2.1. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6.2.5.3. 112 . Klasifikasi agregat 4. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6. Dapat menentukan 3. Mampu menjelaskan 2. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4. 4. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6.4.4. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2.2. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5. Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air.3. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5. Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3. Semen. Karakteristik agregat agregat untuk 4. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5.2.3.5.1.1. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4. Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4. Beton sebagai bahan bangunan 1.6. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2. Dapat menjelaskan 6. 5. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5. Analisa 6. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6.1. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6. Dapat menguraikan 5.1.5. Dapat menjelaskan Memahami 4.3.4. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2.

Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK. Inti Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 . Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU.Institusional Kur. Inti Kur.

Konsep dasar beton prategang 1. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1. Dapat merencanakan 5. Perencanaan elastis balok beton 3. Cara pemberian prategang 2.6. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3.1. Dapat menganalisa daya 4. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 . Mampu prategang dalam 3.5.3. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3.3. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2. Perencanaan pejangkaran 3. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3.4.3. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4. Pengertian beton prategang 1.1.3. Dapat menjelaskan 1. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5.2. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3.6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Analisa lendutan 5.5.7. Mampu 1.1. Beton prategang sebagian secara umum 5. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.2. Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4.2. Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3.1.8. Perencanaan penampang komposit 3. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1.4. Dapat menghitung 2. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2.1.9. Memahami dasarprinsip dasar beton 1. Perencanaan block akhir 3.2.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Gambar Teknik. 7. Neufert. Emst. Spencer. Architects Data Heinz Frick. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. Sambungan kuda-kuda 9. Buku Politeknik. 8. Penerbit Erlangga. Dygon. Penerbit Mandar Maju. jenis dan bentuk atap. edisi ke-sebelas. Building Construction Handbook. bagian-bagian atap. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. Rumah Sederhanan Howard Simon. 23.. Pedoman Gambar Kerja 118 . Latihan menggambar sambungan 11. 20. posisi pintu.2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1. Bandung.. 19. Hill. Novak. Teknik Menggambar Giesecke. 3. 2000 Mohd. 1999 Robert Koch. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. Mitcheel. bahan tangga. Taib Sutan Sati. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap. Butterworth-Heinemann. 3th Edition.4.18. Incorporating Current Building & Construction Regulation.2. Latihan menggambar sambungan 10. 1998. 4. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan. 22. Greeno R. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10. 8.3. frame / kosen pintu.1. 2. 21. Chudley R. Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. 5. konstruksi rangka atap.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11. Jilid I. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. 6.

Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. Working Drawings Handbook. dan konstruksi bangunan lainnya 14. Hongsui and Architecture Sugiharjo.9. Bendungan/bangunan Air. 1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. 12. British Standard. jalan Raya. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk. 3th Edition. Sukada Wenten) 119 . bandar Udara. 13. Jembatan. Ronal Hikari. 11. 10.

1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6.4 Daktilitas Perpindahan 6.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang. 6.3 Daktilitas kurvatur dan regangan. 5.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok. 3. 3. Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1. 1. Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7.3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1.2 Perilaku dinamis struktur gedung.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang. 6. 6.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6. Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4. 5. Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5. 6.1 Pembuatan layout struktur 7.2 Analisa momen kurvatur. Kompetensi Dasar 1 1. kolom dan pelat) 7. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur .

Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.1 Persyaratan Geometri elemen balok.4 Desain Kolom 12. 8. arch bridge) 13. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8.1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11. Badan Standardisasi Indonesia.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12. Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12.4 Desain terhadap beban lentur 8. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2.3 Gaya-gaya pada joint 10. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9. 2002. 13. Badan Standardisasi Indonesia.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8. 9.4 Desain terhadap beban geser 10.4 Desain Coupling Beam 12.2 Type-type joint 10.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8.3 Desain terhadap beban lentur 9.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11. Badan Standardisasi Indonesia. cable stay. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10. 2002.2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9.2 Kinerja struktur baja daktail 12. bentang panjang 8. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 .2 Persyaratan Geometri elemen balok.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7.6 Panel Zone 13.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension. Dapat merancang 8. Memahami prinsip.6.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11.1 Teori dasar joint 10.2 Pembebanan Angin dan gempa.1 Ketentuan Material 12.3 Desain Balok 12. 2002. 9.13.4 Desain joint 11.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11.5 Desain terhadap beban geser 9.

Chapman & Hall. 744 pp. Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03). 9. USA. Englekirk. G.N. Pearson-Prentice Hall. Buku Ajar. T. 4th Edition. John Wiley and Sons Inc.. IK.J. 1993..K. 767 pp. 5. 6. 8. F (Editor). and Priestley. R. 1975.. dan Andriono. Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002. R.4. 829 pp. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. J. CUR3. Reinforced Concrete Structures. J. and Wight..M. 1152 pp. T. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. UNUD 122 . Kusuma. Park. A. Jhon Wiley and Sons Inc. IM. Paulay... 10. USA. The Seismic Design Handbook. 2nd edition.K. Sudarsana. 2000. Rahmat Purwono. 2005 11. 2002. USA. John Wiley &Sons Inc. Steel Structures-Controlling Behavior Through Design.. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. 2005. M. MacGregor. 1994. T. Dan Salain. ITS Press. USA. PS Teknik Sipil. and Paulay. 7. 1992. Naem.

Dapat merencanakan 9. Kontrol tegangan dan lendutan 3. Dapat merencanakan dimensi gording 3. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3.1. Perhitungan gaya batang 5.2. Gambar denah hasil dari perencanaan 11.2.1.3. Perhitungan pelat kopel 7. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9. Perencanaan dimensi pelat.3. 2nd Ed.1. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11. Merencanakan portal 3. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5. 123 . Gambar detail kuda-kuda 11. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2.1. Perencanaan gording 2. Gambar potongan struktur baja 11. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3. Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6. Panjang tiap batang 1.1. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6. balok dan balok dan kolom kolom 10. LRFD Approach. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1.1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4.1. Inc. Dapat merencanakan 10. Dapat menggambar 11. John Wiley & Sons.. Kombinasi pembebanan 2.. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4.4.2. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6. J. Membuat gambar rencana 8.2.4. New York.1.1. 1996.2..Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3. dimensi pelat.C.1.1.3. Gambar Lay Out 1. Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8. Structural Steel Design. Dapat menggambar lay out 2. Smith.

J. C. G. Salmon.. Harper Row. Steel Structures: Design and Behavior. SNI 03-1792-2002. 3rd Ed. Badan Standarisasi Nasional 124 ..2. E. and Johnson.. Publisher. New York. Inc. 1996. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. 3.

2. 4.1. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5. Denah Struktur 1.2. Pembebanan 3. Penentuan Dimensi Awal . Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. Review Struktur Beton Bertulang 3. pola.1.6. Review Analisis Struktur 3.Dimensi Kolom 125 . Tata letak struktur 1.2. Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang.Dimensi Balok . Review Teknik Fondasi 4.3. Mutu bahan 2.4. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2. Materi Pokok 3 1. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1. Kompetensi Dasar 1 1.4.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur.1. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2. taraf dan kombinasi beban yang bekerja. kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2.3. Data lain terkait analisis struktur 3. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5. Data Tanah 2. Gambar Arsitektur 2. Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis. Bentuk dan kelangsingan bangunan 1. bentuk. Peraturan 2. 6. Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6.1.Dimensi Plat . Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak.3.1.5. Data ME 2.1.

balok anak. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Pelindung beton untuk tulangan.C dan Kusuma. Struktur Beton Bertulang.1. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Balok Anak.1.1996. 199. SA. Perencanaan Plat.. Vis. N 8. 8. Wahyudi. 126 . Gramedia Pustaka Utama. 3. Detail Penulangan 9. Penerbit Erlangga. 1994. PT.3.1. Daftar Referensi : 1. dan Rahim. Panjang Penyaluran 9. 272p Ferguson. Struktur Beton Bertulang . 2.3.. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Kolom Pondasi. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9. 5. Penerbit Erlangga. balok induk. D. Dasar-Dasar Beton Bertulang. sloof 9. G. 4. Portal (Blok. Bidang M. Jakarta.2. Badan Standarisasi Indonesia. Sloof) 9. 7. Gambar Stuktur 9. Standar Baru SNI T-15-1991-03. 7.2. Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. 1988. Jakarta. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.. L. Departemen Pekerjaan Umum. kolom. Tangga. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.5. pondasi. Analisis Struktur 7. 2002. I. W. 527p.4. Mampu merancang kekuatan plat. Jakarta. PT.

5 Keruntuhan tekuk lokal 6. 6.3 Keruntuhan tekuk global 4. Indikator Pencapaian 2 1. Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5.6 Penampang tersusun 5.4 Keruntuhan tekuk local 4.1 Elemen-elemen batang tekan 4.3 Keruntuhan leleh 3.1 Jenis-jenis struktur baja 2. 4. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2.1 Elemen-elemen struktur baja 3. jembatan dan bangunan sipil lainnya. Dapat menjelaskan material pembentuk baja. 4. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur. 2. 5.2 Keunggulan dan kekurangan 2. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD.1 Perilaku elemen kolom 6.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1.1 Material dan produksi baja. 2.2 Konsep perencanaan batang lentur 5.4 Keruntuhan lateral 5. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja.3 Keruntuhan global 5.5 Keruntuhan tekuk torsi 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung.4 Keruntuhan fracture 3. 6.2 Konsep perencanaan batang tarik 3. 1.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja.4 Metoda LRFD 3. 3. .2 Konsep perencanaan batang tekan 4.1 Elemen-elemen batang lentur 5. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3. Materi Pokok 3 1. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya.5 Penampang tersusun 4.2 Diagram teganganregangan 1. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja.

5 Analisa dng metoda keseimbangan 8. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7.2 Konsep sendi plastis 8.2 Kuat nominal baut 9.4 Konektor geser 128 . Pengenalan penampang komposit 10.6 Geser tumpu 7.3 Kuat lentur 11. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6.1 Perilaku elemen balokpelat 7.3 Keruntuhan lateral 7.4 Mekanisma sendi plastis 8.3 Perencanaan sambungan geser sentris 10.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.4 Pembesaran momen 7. 10.2 Kuat nominal las 10. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9.6 Analisa metoda energy 9.7 Pengaku geser 8.2 Lebar efektif 11.1 Jenis dan mutu las 10. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11.3 Pengaruh P-∆ 6.5 Keruntuhan geser 7.1 Moda-moda keruntuhan 8.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11.5 Perencanaan sambungan geser exentris 10.1 Aksi komposit 11. 8.3 Keruntuhan blok geser 9.3 Keruntuhan lateral 8.2 Konsep perencanaan 7. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9. Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja.4 Keruntuhan local 7.1 Jenis dan mutu baut 9.elemen kolom 7.

1. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1.2.1.1. Penulangan satu arah 6. Analisa penampang balok T 3. Tulangan Geser 4.3. 1. Tegangan dan reganan 2.2. Indikator Pencapaian 2 1. 2.1.5. Tulangan Rangkap 2. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat. Teori Geser Rangka 3. Teori Geser dg Compression Field Theory 3. 2. Trayektori tegangan 3. Pembesaran momen pada kolom 5. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6.2. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5. Lantai Cendawan 6. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5.1.4.1.3. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. Teori Geser Konvensional 3.4. Mekanisme Puntir 4.2.3.6. Konsol Pendek 3. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6. Kolom biaksial 6.5. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1. Tulangan Puntir 4. Tulangan Tunggal 2.5.3. Pondasi Telapak 6. Teori Garis Leleh 6.2.5.3. 2. Kolom langsing 5.2.4. 1. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.6.1.4. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang.3. Kolom pendek 5.4.2.1. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2. Penulangan dua arah 6. 1. 4. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 .Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002. 1.1.

2. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7. Sejarah beton prategang 9. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang . Gramedia Pustaka Utama.2. 4.1. Pelindung beton untuk tulangan 8. Badan Standarisasi Indonesia. Jakarta. Vis. Struktur Beton Bertulang.. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8. 4.C dan Kusuma. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. 130 .1. 5. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.1996.3. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo.3.4. Jakarta. 1994. Jakarta. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. PT. Kontrol retak 7.2. W. 1988. 527p. 2002.1. Introduksi 8.2. G.Metode Pelaksanaan . PT.3. SA.. Gramedia Pustaka Utama. Wahyudi. 272p Ferguson. Departemen Pekerjaan Umum. Struktur Beton Bertulang . Penerbit Erlangga. Kontrol lendutan 8. Penerbit Erlangga. 3. Standar Baru SNI T-15-1991-03. I. Detail penulangan 9.Keuntungan dan kerugian ..Prilaku lentur. dan Rahim. Jakarta. 7.Konsep analisis 9.geser . Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. L. Dasar-Dasar Beton Bertulang. 199.

1. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10.2. Latihan soal batang tekan 2. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5. Sambungan pasak baja 7. Sambungan baut tanpa mur 4.1. Latihan soal sambungan paku 6.3. Sambungan paku 5. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7.1. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5. Golongan jenis kayu 3. Bangun kayu 1.2.1.2.2. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3. Sifat fisik kayu 2. Sifat higroskopik kayu 2.2. Pendahuluan 1. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8.2 Latihan soal batang tarik 11. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4. Sifat mekanik kayu 3. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1. Batang tarik 10. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1.2.1. Alat sambung modern 8. Latihan soal sambungan pasak baja 8. Tegangan izin kayu 4. Latihan soal sambungan baut 5. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11.1.2. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3.2.2. sambungan baut dengan mur 4.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 . Batang tekan 11. Sambungan gigi tunggal 9.1.2 Sambungan gigi ganda 9. Latihan soal sambungan pasak kayu 7.1. Sambungan pasak kayu 6. Latihan soal alat sambung modern 9. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10.1. dan tegangan izin kayu 4. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2.3.3. Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu.1.1.

Komponen struktur tarik 22. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6.tekan 12. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17. Analisis struktur 19. Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12.3. Kombinasi beban 18.1 Balok susun 14. Kondisi batas tahanan 19. Latihan soal kolom susun 16. Kolom susun 15. Komponen struktur tekan dan tumpu 18. Ir.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14.2.2. Felix Yap 4.4. Konstruksi Kayu. Latihan soal jembatan komposit 17.1. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16. Ir. Latihan soal batang lentur 13.1. Batang lentur 12.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14. Kondisi acuan 21. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17.2. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20.2. Tahanan terkoreksi 22.1.1. Konstruksi Kayu.1. Luas bruto dan neto 20. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19. Keadaan batas kemampuan layan 20.2.4.1.1.1 Beban nominal 18. Perencanaan keadaan batas 19.2 Latihan soal balok susun 15. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 .2. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1. Beban berlawanan dan beban lainnya 19. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22. Suwarno 3.3. Batang mendukung momen dan gaya normal 13. Pengekang lateral 21.1.3. Jembatan komposit 16. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18. Stabilitas 20.5. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21.2.2.

1. Memahami konsep 3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung. Konsep komposit pada elemen 1. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 . aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit.3. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4.2. 3. Dapat merancang 3. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4. Teori umum aksi komposit baja beton 2.6. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4. Teori dan Konsep umum 2. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD. Shear Connectors 2.5.2.2. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok.5. Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4.1. Serviceability limit durability limit) 3. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength. Lebar efektif dan tetapan dalam 4. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2. beton 2.4. Durability limit 3.2.4. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit.5.4. Strength limit serviceability and 3. pelat dan kolom) 3. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai.1. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4.1. Review sifat material baja struktur. baja tulangan dan beton 2. Memahami konsep 1.3.3.3. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2.

Oxford. Nopember 1989.5. C. Civil Engineering Department. 5. DPG. 1994. 24102.. New York. ITB. Dirjen Bina Marga. Balok komposit parsial 4. Blackwell Scientific Publication.. Structural Steel Design. 2nd Ed.. Udayana University Saadatmanesh. 115.1. Composite Structures of Steel and Concrete. LRFD Approach. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7. Journal of Structural Engineering. Ilmu Rekayasa. 1992. 3. Jenis-jenis kolom komposit 7. Inc.P. Momen kapsitas pelat komposit 7. 1. Departemen Pekerjaan Umum. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton.1. Elemen Komposit. J. Inc. J. Steel Structures: Design and Behavior. 2000. 1996. Paper No. New York. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural). Smith.9. Harper & Row. Bandung Sugupta. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7. N0. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. 7. Salmon. 1996.. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5.2. 4. Persyaratan kolom komposit 7. G. Dapat merancang kolom komposit menerus 4.C. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6. 1989. 4. 11.8. 2000. R.. Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6. Vol. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. 2. and Johnson.3.. Lab Mekanika Struktur. 134 . 2nd Ed. Badan Standarisasi Nasional BMS No. Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams.2. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran. 9.5.7. John Wiley & Sons. Vo. E. 8.2. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5.4. 7.3. PAU. 3rd Ed. SNI 03-1792-2002. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD.. Publisher. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6. 6. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5. Johnson. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity. Faculty of Engineering.. Dapat merancang pelat komposit 7.1.

Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5. Spesifikasi jembatan 1.4.4. Presedur perencanaan jembatan 2. gempa 3.3. Beban grafitasi. pilar jembatan dan pondasinya. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6.1.3.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi.1.3. Pemilihan tipe jembatan 3. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi.1. Estetika dalam perencanaan jembatan 2.1. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4. Kompetensi Dasar 1 1.2. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 .3. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5. bebab angin. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Presentasi karya tulis 6. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1.4. 4.1. Perencanaan Abutmen 5. Jenis-jenis jembatan 1. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. pelaksanaan serta pemeliharaannya. Membuat karya tulis 6. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6.4. membahas. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3. Geometrik Jalan. Beban-beban pada abutmen 5.2.2.2. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan. Materi Pokok 3 1. Dapat merencanakan struktur abutmen. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban. Dapat merumuskan permasalahan.3.1. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. 3. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Analisis Struktur II. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan.3. Pembahasan hasil presentasi 4. Langkah-langkah perencanaan jembatan 5. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6.5. beban lalu-lintas. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4.2. Kombinasi beban 3.

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti 136 .

Memahami dan 3. serta mengaplikasi 1. catatan kaki.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. bibliografi. kesejajaran.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek. predikat. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa. referensi) dan bibliografi. titik dua. dll) 2.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3. koma.1 Pemakaian huruf (kapital. dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5. ganti. Dapat menjelaskan dan 5. gabungan. dan tebal) (EYD). dan tanda hubung) 2. menguasai 1.1 Ketepatan kata.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. Memahami dan 4. dengan menggunakan ejaan baku miring. Memahami arti. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3. Dapat menggunakan kata secara 4. catatan kaki. bertingkat dan gabungan) 6.3 Kalimat efektif (keutuhan. Dapat menjelaskan dan menulis 3. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat. kecil. dan pola kalimat efektif 5. serapan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD).2 Penulisan kata (kata dasar. dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6. struktur. kutipan.2 Ragam bahasa (ilmiah. 1. 2. kefokusan.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. Dapat membuat kalimat efektif 6. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.2 Peristilahan dan kata baku (diksi). 6. Dapat menjelaskan arti dan 1.2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan. ulang. pilihan kata yang tepat (Diksi). Dapat menulis kata dan kalimat 2.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata. frasa. 137 .2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara.3 Penulisan tanda baca (tanda titik. (Diksi) pemilihan kata 4. dan tulis resmi) bahasa. 3.

Dapat membuat paragraf sesuai 7. hubungan dan 7. Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur. kepaduan.1 Pengertian. ketepatan diksi dan ejaan) 6. kepaduan. ketuntasan. konsistensi.2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. dan keruntutan) 7. diksi dan ejaan) 4.4 Jenis.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan. hubungan dan pengembangan paragraf 138 .kehematan. Mampu menuliskan 7. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan).

Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. Measurement 1 4. Capable to explain the 9.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan. location of a building/ a location. Probability 7. Capable to explain the 3. Capable to describe the properties.1.1 Properties and Shapes 2. Measurement 4: Frequency.3 Reading 6.2.2 Structure 6. tendency of any building structures/components/ events. and unit of etc measurement in 3. To be familiar with 6.5 The TOEFL Test 7. its materialbuildings. Capable to describe the 8. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English. Capable to explain the 1. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. structure. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5.2.1 Process 2: Actions in sequence 4. room/ a place/ a land site.1 Location 3. Tendency. Capable to describe the English. Measurement 3: Proportion 5. structure of a building 4.1 Process 3: Cause and Effect 6. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works. Measurement 2: Quantity 5. preparation) Materi Pokok 3 1. Capable to use proper phrases to determine proportion.1.1 Listening 6.4 Practice test 6. 5. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet.1 Process 1: Function and Ability 139 . To be able to 9. shapes. 2. and structures components in term of its 2.1 Structure 4. frequency.

Capable to work in 6.1.1.1. 4. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1. To be able to gain 11. civil engineering topic 10. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic.1.2 Foundation 10. materials/compone nts as structure. 2.1.1.1 Engineering the impossible 11.6 Steel beam 10.3 Surveying 10. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.4 Highway 10.7 Trusses 10.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components.1. that written in English 140 .8 Dam 11.1 Presentation topics: 10.1 Soil Mechanics 10.1.5 Concrete 10. 3.1.2 Etc 7. in English 10.1.1 Film: 11.

1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x.1.1.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.1.1.1. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4.2.y.3.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5.1.1.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3. Sudut dan jarak 1.3.1.2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4. 1.1 Penetapan titik detail 4.3 Penggambaran titik kerangka. 1.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4.3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4.1.1.1.1 Metode Penampang Rata-rata 5.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6.2. T1. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.3 Penentuan titik detail lengkungan 6. titik detail dan kontur di peta 5.3.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6.1.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6. Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3.1.3.2 Metode Poligon 4. .2.2.1 Penentuan titik potong busur S 5.1.1.1.2 Metode Prismoida 5.1.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran. Kompetensi Dasar 1 1.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4.1.4 Metode garis kontur 5.3.2.3 Konsep dasar GIS 2.1 Metode segitiga 5.3. Sistem Koordinat.1. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.2 Metode garis ukur 5.4. 1.5 Metode Grafis 5.1. Maksud & Tujuan IUT.2.1. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.5.4 Metode Double Meridian Distance 5.y) 4.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4.2 Penentuan titik P.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6.2.1. Skala dan peta 2. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1.1.3 Metode Borrow-Pit 5.1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5.3 Metode koordinat 5.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3. Bidang perantara dan referensi.3.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3. T2 dan M 5.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5.2.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 .3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5.

Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.1.1 Tabulasi Data 7.2.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.informasi berbasis geografis (GIS) 7.1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7.3 Penggambaran peta situasi 142 .1.1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7.2.2 Pengukuran beda tinggi 7.2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7.2.

Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan. dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.Mata Kuliah Kode MK.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. 2.3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis. Materi Pokok 3 1.5 Penulisan laporan kerja praktek 143 . Kompetensi Dasar 1 1. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan.4 Penjadualan proyek 1.2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1. Indikator Pencapaian 2 1.

Mampu merancang 2. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. Statistika untuk Penelitian. Bandung 144 .2.2. Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3.3.2. Tarsito. Yogyakarta Sugiyono.1. W.3. L.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6. Penafsiran hasil penelitian 7. 4. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2. 2004.2.Mampu membuat judul penelitian 5. Metodelogi Penelitian. CV Alfabeta.1.2. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Latar belakang dan identifikasi masalah 2.2. 2.Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung Soeratno dan Arsyad.1. Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1. Pendekatan penelitian 2.3.. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. Mampu menjelaskan. 3. 2004.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia.1. Moleong. memahami dan melakukan kajian teori.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1. L.1. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Teknik analisis data kualitatif 6.2. Teknik penyusunan paragraph 8. Desain penelitian 2. Bagan alir penelitian 2. PT Remaja Rosdakarya. Konsep dasar penelitian 1. Memahami 1. Pengantar Penelitian Ilmiah. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3. Subyek penelitian: sampel dan populasi 6.1. Perumusan masalah 2.4. 2006. Teknik analisis data kuantitatif 6. Jenis pendekatan dalam penelitian 5.1 Pembuatan judul penelitian 5. Bandung Surakhmad... Statistika. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip. Mampu menyusun 7. Konsistensi isi laporan 8.1.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian.5. 1988.

perangkat keras.3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1. Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7. 3. sejarah komputer 2.Legenda dan Manipulasi tampilan peta . Penerbit Informatika 2.3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9. Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5.2 Pengenalan simbul. 9. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4. 145 .4 Program paket kusus teknik 4.2 Penggunaan awal Mapinfo 9. Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7. 2001.2 Kompetensi Dasar 1 1.Membuat peta-peta tematik . Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1.1 5. 8.4 Penggunaan alat GPS 9.1 Penggunaan program Microsoft word 4. Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4. Memahami apa itu komputer.1 Alat masukan 2.1 1.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9.3 . sejarah komputer. 6. Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2.1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3.1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2.Membuat Workspace . Menguasai penggunaan program Fortran 8.2 Proses 2. September 2006.Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5. Menguasai paket program microsoft office 5.1 Pengenalan program Fortran 6. Step by Step Microsoft Word.3 Pengenalan Program Mapinfo 7.2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan. Gramedia Jakarta 1.3 Output (alat keluaran) 3. ………. perangkat lunak komputer.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8. Input. proses.3 Program paket umum 3. 6. Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6.2 Pengenalan program Visual Basic 6.5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8.2 Program system operasi (operating system) 3..

Parayangan. Ltd.0. Dinastindo. Kadir. Indah Surabaya 5. Pemrograman Windows dengan Borland C++.. B. A. Simon & Schuster Pte. 2003.3. 1977. 1995. 7. Firmansyah I R. Microsoft Ecel 2002. Pamungkas. 1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation. Potts Steve & Walnum Clayton. Tosin R. Andi Yogyakarta 4. Suryoatmono. Fakultas Teknik Univ. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. Gramedia. Program Microsoft Visual Basic 6. Bandung 8. Jakarta 146 . Jakarta 6.

2.6. Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4.1. Mengerti dan 4.2. hak Indonesia dan kewajiban warga 6.1. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8.2. Pengertian perubahan Konstitusi 4.8.1.4.4.3. Mengerti dan 7.2.1. Mengerti dan 5.4. Mengerti dan 8. Warga Negara 1. Mengerti dan 3. Pengertian Konstitusi Indonesia 4. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2. Pengertian HAM di Indonesia negara 6.3.2. Orang asing 2. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia. Masalah Orang asing 4.5. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6.7. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5. Konsep Dasar HAM 6. Perubahan Konstitusi di Indonesia 5. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8.2. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 . Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1.2. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3.5.3. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3.1. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4.1.3. Nilai Konstitusi 4. Mengerti dan 6. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2. Hak dan kewajiban warga negara 7. Macam-macam perubahan Konstitusi 4.1. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6. Jaman Belanda memahami sejarah 3.2.1. Sifat Konstitusi 4. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7.

3. Implementasi Wawasan Nusantara 9.4. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10. Mengerti dan 10.3. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9.2.1. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10.8.1. Politik Strategi Nasional 148 .2. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10. Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9. Mengerti dan 9.3.4. Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8.

2.1.7.9. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5.3. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3.2. Tujuan Pendidikan Pancasila 1. Zaman Majapahit 2. Etika Politik 5.4.2.1. Zaman sebelum Majapahit 2. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3.2. Pembukaan UUD 1945 6.3.1. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6.1. Zaman Penjajahan 2. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6. memahami. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2. Landasan Pendidikan Pancasila 1. Pengertian nilai.4.5. Zaman Sriwijaya 2.5.6. norma dan moral 4. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1.8. Pengertian filsafat 3. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7. Konstitusi 7.2. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Sidang BPUPKI 2.1.1. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7. Mengerti dan 1.3. Inti isi sila-sila Pancasila 4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Beberapa pengertian Pancasila 2.4.2.2. Pengertian asal mula Pancasila 5. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3.3.3. Memahami penerapan Pancasila 4. Zaman Kutai 2. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1. Kebangkitan Nasional 2. Memahami UUD RI 149 . Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2.

4. Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 .2. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8.7.3. Memahami Pancasila 8. Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8.1. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8.3.

Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional 151 . Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

2. koefisien pengaliran 3. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5. got miring.4.3. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. ToF. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas.3.1. ruang perencanaan. Gumbel< log Pearson III 2. Tdf 3. Permasalahan drainase 1.5.1.3.1.2. Tof.5. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal. Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2. Gorong-gorong.4. Daerah berpotensi banjir 3. Mampu merencanakan drainase 3. Konsep dan definisi drainase 1.1. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1. Pola aliran terpadu 5. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3. Sherman. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air). kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2.4. Memahami konsep 1.6. Curah hujan jangka pendek. Menghitung Tc. Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan. Tabolt.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi.2. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 . Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4.4. Ishiguro. shipon 5. Curah hujan jangka panjang 2. dapat drainase menghitung intensitas hujan.2. Dapat menjelaskan 2. Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2. Analisis hujan kawasan. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4. Siklus hidrologi 2. Mononobe 2. Pemanfaatan tata guna lahan 3. Infrastruktur air perkotaan 1. Tc. Debit banjir: rumus rasional. talang.5.2.3. Dapat menjelaskan definisi drainase. Mengetahui batas-batas DAS.1. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4.

2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 .5.• • 5.5.3. Bentuk-bentuk profil saluran. penampang saluran ekonomis 5. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6.4. Sistem radial 6. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer.1. Sistem kolam 6.4.5. tersier) 6. Dapat menjelaskan dan 6. Sistem drainase khusus 6.2.1 Sistem kanal 6.3. Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6. sekunder.

Persamaan kontinuitas 2.3. Energi spesifik 5. Persamaan energi 2.2.1. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3. Perhitungan profil aliran 10. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 .2. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2. Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8.2.1. Sifat dan keadaan aliran 2. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2.1. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5.2. Kekasaran komposit 5.3.1.1. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4. Persamaan Momentum 3.1. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1.4. Tinjauan profil aliran 9. Penggunaan diagram energi spesifik 7.2.1.2. Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4. Kedalaman air kritis 6.3. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6.1. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9.1. Gaya spesifik 6. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2.1. Penampang saluran ekonomis 4. Tegangan geser 4. Memahami konsep 1. Mampu. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10. 10.

Garis tenaga dan garis tekanan 14. Triatmodjo.2. Yogyakarta 6. 1997. Hidrolika. Singapore. Beta Offset. Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12.G. Ranga Raju.3. Streeter.1. Erlangga. dkk. Chow V. Pipa dengan Pompa 14.3. Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. 2.2. Jakarta. 1998. Fluid Mecahnics. K.1. V. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13.. Panduan Pratikum Hidrolika 155 .1. Persamaan dasar aliran 14. Yogyakarta 5. 4.T. Jakarta 3. Triatmojo B. Pipa dengan Turbin 14. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1. Hidrolika I.2. Lab.GrawHill. Hidrolika Saluran Terbuka.1. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Aliran Melalui Saluran Terbuka. 1986. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. WCB-Mc. 1993. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13. Type aliran 12. Panjang loncat air 12. 1993 Hidrolika II. Erlangga. Beta Offset..2. B. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13.L.

Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. Konsep hidrometri 156 .3. Menghitung hujan rata-rata 2. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi. hidrograp dan unit hidrograp banjir.1.1.1. Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2.3. hujan.1. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2.2.4. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1. Dapat menganalisis 5. Dapat menjelaskan hidrologi. Dapat menganalisis 6. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2. dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya. Pengukuran curah hujan 2.2. infiltrasi serta perkolasi.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. Mengisi data hujan yang hilang 3. Memahami dasar.1. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5.1. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas. dapat menjelaskan neraca air dan 2.3. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4.4. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.1. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1.2. serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir.4. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3. 3. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6. Kurva masa hujan 4. Konsep dan definisi hidrologi 1.3. Perhitungan infiltrasi 5. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4. teknik sipil.2. evaporasi dan evapotranspirasi.

menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1. . Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8. Suyono. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7. Dapat menghitung 7. 3. Kensaku Takeda. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto.3. Penerbit Erlangga. Hidrologi Untuk Pengairan. 1995. Chow Ven Te. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8.2. Dapat menganalisis 8. Penerbit Erlangga Jakarta 157 . Penerbit Pradnya Paramita.4.D. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. New York Harto. Dapat menganalisis 9. Jakarta Sosrodarsono. Applied Hydrology. 1980. Pengukuran kecepatan aliran sungai 7. 5. Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8. C.1. Hidrologi Teknik.3.2. McGraw-Hill Company. E. Konsep analisis frekuensi 9.1. 1993.dan menghitung 6.2. Prinsip translasi 8. Sri.5.3. M. Menghitung. 2. 1988. Jakarta Wilson. Hidrologi Teknik. Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9. 4.2.1.

Memahami prinsip 4. 1996. Dapat menjelaskan 6. 1996. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4. Dapat menggunakan 4. Dasar-dasar Ekologi. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan.1.3. Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4.4. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2.2.2.2. Memahami dasar 7. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal. Memahami modellingkungan model 4. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4. 2. Program pengelolaan 5. Jenis ekosistem 3.4.1. Memahami umum permasalahan permasalahan 3. 158 . Komponen ekosistem 2. Siklus pengelolaan 6. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4.3.2. dasar dan prinsip3. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Definisi ekosistem 2. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3. Memahami konsep 1. Permasalahan lingkungan 3.2. Dapat menerapkan 7. Definisi ekologi 1. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5.1. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5.1. Paradigma baru pengelolaan 5.1. 6.5.1. Komponen ekologi 2. Gadjah Mada University Press. Dapat menjelaskan 2. Permasalahan lingkungan secara 3. 6. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP. Edisi Ketiga.2.3.1. Agenda 21 Indonesia. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia.

B. 9. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan.. Harlow. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. 09 Tahun 2000. Totok Gunawan dan Sudarmadji. UNUD Mitchell. Omara-Ojungu. 1991. and Development.1. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. 2000. Universitas Gadjah Mada. UU RI No. 159 . Universitas Gadjah Mada. Pedoman Penyusunan Amdal. 3. Program Studi Teknik Sipil.. Fakultas Teknik. Yogyakarta. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2. Yogyakarta. 4. World Bank (1994) Indonesia. Resource Management in Developing Countries. 7. Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press. Media Pressindo. Pemerintah Indonesia. 1985. 1997. Washington DC. Soemarwoto. Bahan Kuliah Amdal. 2006. O. 6. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 5. Environment. 2004. Longman. 8. Yogyakarta. Konsukartha & Diana Harmayani. Yogyakarta.

1 Jenis-jenis bendung 5. 5. primer. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi. serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1. . Kompetensi Dasar 1 1. gorong-gorong.2 Pola tata tanam 3.3 Bentuk DAS 2.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5.2 Perencanaan mercu Bendung 5. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 . sekunder.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya.1 Penetapan dimensi saluran 4.3 Kedalaman air sungai 2.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3.4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2. incline drop 4.5 Pintu air dan alat ukur Debit 4. 3.1 Perencanan saluran garis tinggi 2. Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2.6 Syphon.2 Kemiringan permukaan medan 2.2 Dimensi saluran ekonomis 4. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya. Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3. bangunan fasilitas.3 Perhitungan vertical drop.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi.

dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8.4 Lebar efektif Bendung 5.1 Bentuk.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7.5 Tekanan redimen 6. Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8.5 Tinggi Bendung 6.3 Perhitungan upplift pressure 6.2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur.1 Perhitungan creep line 6.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8.6.6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6.2 Kriteria hidrolis Bendung 6.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6. 161 . Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5.

Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3.7.9.1 Persamaan momentum 5.4. Tekanan uap 3. Zat cair dalam silinder berotasi 4.6.1. Gaya tekanan pada bidang terendam 3. Kekentalan zat cair 2.1.1. Kapilaritas 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair. Debit dan kecepatan aliran 4. Dimensi dan Satuan 4. kecepatan aliran. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.5. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1.3. lingkup fluida. Kemampatan zat cair 2. Dapat menguraikan 1. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5. tentang zat cair hidrostatika.4.8.4. kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2. Tekanan pada suatu titik 3. Keseimbangan benda terapung 3. kinematika zat cair 3. Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2.3. Persamaan kontinuitas 5. Mampu menghitung 2.5. Berat jenis 2.3.7. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika. Rapat massa dan rapat relatif 2.1.6.2.2.3. relatif dan absolut 3. Macam-macam tipe aliran 4. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5.2. Garis arus dan tabung arus 4. Tekanan atmosfer. Dapat membuktikan persamaan debit.3. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 . Tegangan permukaan 2.2. Hukum Newton II 1. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3.

Surabaya Chow. 2. John Wiley and Son.. New York. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6. Anggrahini. Surabaya. Erlangga. 3. Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. Dieta Pratama.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. Beta Offset. V.3. 1993. Chaundhry. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5. Bambang. Roberson. Triatmodjo. Hidrolika Saluran Terbuka.T.4. 1993. Hidrolika I.1. 1997. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. Hidraulika Saluran Terbuka. Definisi Koefisien aliran 6. Cassidy. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit.4. 4. Hydraulic Engineering.2. Yogyakarta 163 . 1998. alat pengukur kecepatan 6.

7 2.1 2. Dapat menentukan 5.4 2.3 3. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1. Mekanika Fluida.4 3.6 4.1 hubungan antar parameter 4.9 2. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5.5 3.2 berdasarkan statistik 3.2 2.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 . Dapat menentukan 3.1 perencanaan model hidraulik di 6.3 1.1 kesalahan hasil peneltitian 3.8 2.4 2. 2.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil.3 2.2 1.5 2. 2. Dapat membuat 6.1 1.10 3. Dapat menjelaskan 4. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model.6 2. Irigasi dan Bangunan Air.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium.2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6. 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik. 1.

International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE.. New York. 165 . J. Hidraulic Modelling. 1981.. Langhaar. H. 166p. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). de. M. J. 1994. Yogyakarta Sharp. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. L. Nur Yuwono. London Vries. 1957. 3. The Netherlands. 1977. Butterworths & Co. Scale Models in Hydraulics Engineering. 4.1. Delft. 2. Dimensional Analysis and Theory of Models.

Navigasi 5. Irigasi 5. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1. Menghitung dan mengidentifikasi 7. Dapat menjelaskan definisi PSDA.3. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan. Potensi dan distribusi air 2.1.1. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5.3. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5.1. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1.1. siklus hidrologi serta elemenelemennya.1. Metoda Analisis proyek PSDA 7. Mampu tempat menjabarkan 2. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3. Dapat menganalisis dan 6.2. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 . Konsep dan proses siklus hidrologi 1. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2. Matematika keuangan 6. Aliran air permukaan dan air tanah 1.1. Pengendalian banjir dll 6.4.2.5. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4. Air bersih & industri 5.2.2.1. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1.3.3.6. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2. dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3. PLTA 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan. Dapat menjelaskan dan 4. Mampu mengidentifikasi 5.2.2. Kebutuhan. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat. Konsep dan definisi PSDA 1.2. Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3.3.4.

R. Demand management 10. 1994.2.1. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10.1. 6. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10. Hydrology for Water Management. Sweden. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Supply management 10.1. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu. Undang-undang dalam PSDA 10. 1992.8. 2000.3. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8. 5.A. Stockolom. PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10. Jakarta Larry W.6. 7. 4.8.K & J. S. Roestam. Pengertian supply dan demand management 10. Robert J. 3. 2. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9. Water Resourses Enggineering. 7 Tahun 2004. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. Tentang Sumber Daya Air. Mc Graw-Hill Inc. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. Chay Asdak. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11. Thomson. Hydrosystems Engineering and Management. Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10. A A Balkema. 1992.5. Mays & Yeou-Koung Tung. Franzini. . Pengertian manajemen dalam PSDA 9.B.2. 167 . Netherlands. UU No.K. Integrated Water Resourses Management.7. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. Jakarta Global Water Partnership. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8. S 199.9.2. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10.3. New York Linsley. Erlannga.4.

1.Perhitungan Stabilitas Bendung 4.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2. Kompetensi Dasar 2 1.2.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.6. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3.1. Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.3.4.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.Perhitungan tekanan sedimen 3.2.4.5.Perhitungan Bangunan Syphon 1.Perhitungan kedalaman air sungai 2.Perhitungan Uplift pressure 3.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 .Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.1.Perhitungan lebar efektif Bendung 2.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2.Perencanaa Mercu Bendung 3.Perhitungan Tinggi Bendung 2.2.1.Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.2.Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5.Perhitungan creep line 3.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3.3. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.1. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.

5. Indikator Pencapaian 2 1.4.4.1. Stormsurge dan wave set-up 4. Survei Data Primer 2.3. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada.6. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia. Sea Level Rise 4. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2. Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3.2. Survei Data Sekunder 2. Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar. 4.2. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada. Irribarent Number 4.8.2. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya.4. Gelombang di Lokasi Bangunan 3. Analisis data 3. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1.5. Latihan Soal-soal 4. Muka Air Laut Rencana 169 .2.3. 3. 1. 1. Pembangkitan Gelombang 3. 1.1. Analisa spektrum tinggi gelombang 3.1. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai. 2. 3.3. Karakteristik Gelombang Angin 3. 1. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi.6. Hidrolika.5. Analisis distribusi arah gelombang 3. Run-up dan Run-Down Gelombang 4.1. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi.7.4. 2. 1. Kala ulang gelombang rencana 3. 2. 1.3.

6. 7. 7. 7.17. 8.5. Dapat menentukan 5. 8. 7. 6. 7.9. 7. 7. 7.7.4. 7.15.4.16.1. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5. 5. Dapat merencanakan 7. 8.1.3.4. serta penerapannya 7. 8. 7.24. 8. 8. 6. 8.5.10.6. 7. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai. 7. 7.3. 6.5. 7. 6. 7. 7. 7.18.2.6.2.11.22.12.6. 6.23. 7. di Lapangan.13.8.1. 8.2. 7. Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment. 8. 5. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 .3.7.21. bangunan perlindungan pantai 7.7.14.19.4.10. 8.8. 7.4. 7.2. 5. 6.20. 7. penanganannya.3. 6. 4.1. 8.11. 8. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai.9.

Mississipi 39180 Washington. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo. Corp of Engineers. 1996. Vicksburg. Beta Offset. R. Yogyakarta. BP.12. Teknik Pantai Volume I. Englewood Cliffs. 1987. CERC. 3. and Dalrymple 1984. 1982.13. UGM. PAU – IT UGM. John Wiley & Sons 1. Basic Coastal Engineering. I & II. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Kendala Pelaksanaan 8. 2. Penelitian Lapangan 8. Yogyakarta. PO Box 631. 5.8. G. 4. Nur Yuwono. 1984. New Jersey. Sorensen. 171 .14. R. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Yogyakarta. Pelabuhan. Shore Protection Manual. Vol. M. 1992. Dean. Prentice – Hall. Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. KMTS. Nur Yuwono.

5. 3.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2. tipe bendungan 4. 1. merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton.5 Klasifikasi bahan tanah.4 Diskusi 3.1 Klasifikasi bendungan urugan.3 Survei bahan kerikil dan pasir. 2.1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan. 3. 3.1 Pengujian lapangan Pondasi 3.7 Pengujian bahan tanah 3. Review Hidrologi dan Survey 2.8 Pondasi batuan. 2.3 Perancangan untuk bendungan urugan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air. Mampu merencana 1.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3.6 Pengujian fisik tanah. Mekanika Tanah. 1. Tipe-tipe bendungan 1.2 Karakteristik bendungan urugan.9 Pondasi pasir dan kerikil. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5. Memahami pemilihan 4. 3. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2.10 Rembesan.2 Survei bahan batu. Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton). Menghitung stabilitas 5. 172 . Pemilihan tipe bendungan. 3.1 Survei dan investigasi pendahuluan. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Flownet dan Filter 4. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3. Mengetahui/mengingat 3.1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5. 3.

2 Terowongan Pengelak 6. Varshney. R. 6. Varshney. USBR 2. R.2 Stabilitas bendungan urugan 7. Tugas Teknik Bendungan 7. Merencanakan bangunan pelengkap 6. 6.9 Bangunan penyadap standar dan menara. Design of Small Dam.S. Theory and Design of Irrigation Structure Vol.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap. Soedibyo. 1981 4. Kensaku Takeda.3 Saluran pengarah aliran.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure. Teknik Bendungan.6. Floyd E Dominy.7 Tinggi jagaan.II 6. 7. Concrete Dam 173 .. Bangunan Pelengkap 6. 6.S..3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1. 6. 6. Santosh Kumar Garg. Pradnya Paramita 3. 6. 6.11 Pintu-pintu air. 1993 5. Suyono Sosrodarsono.5 Saluran peluncur.10 Terowongan penyalur.4 Saluran pengatur aliran. Bendungan Tipe Urugan.6 Peredam energi. 6.1 Spillway 6.1 Rembesan dan Flownet 7. Khana Publisher Delhi. 6. Pradnya Paramita.

Perubahan jangka pendek.2. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil.1.5.6. Fetch. Terjadinya gelombang. 3.2 1. Peramalan Pasang Surut 4. 4. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir.4 1. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut. Definisi dan batasan 5. menengah dan jangka panjang di pantai. 1. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3. Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2. Kurva Pasang Surut 4. kecepatan angin dan durasi 3. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan .1.2.4. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Dapat menghitung dan 5.1.1 1. 2. Mawar Gelombang (wave rose) 4.2. Profil muka air laut 174 .5 2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar. Elevasi Muka Air Rencana 5.3.3 1.3. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir. 3. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada. Tipe Pasang Surut 4. Pembangkitan Pasang Surut 4. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai. Pengertian gelombang angin 3. arus dan pasang surut di Laut.4. Indikator Pencapaian 2 1. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4.3.5. Pengertian angin dan gelombang 3.2.3.1. Pengertian Pasang Surut 4.7.peraturan Kompetensi Dasar 1 1. 2.

6. Refraksi dan Shoaling 6. Perpindahan partikel 5. G.3. PO Box 631. Vol.1.4. Tekanan Gelombang 5.7. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia. 1987.5.8.7.10. 4. Gelombang laut dalam ekivalen 6. CERC.3. Dapat menghitung 8. Sorensen. Gelombang di laut dangkal. Corp of Engineers.2. 1996.6. I & II. Difraksi Gelombang menganalisis 6. 6.5. gelombang 5. Englewood Cliffs. Dapat menghitung 7. 2. Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7.3. Nur Yuwono. New Jersey.1. Latihan soal-soal 8. Gelombang Pecah hidrodinamika 6.10. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy. Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8. 3.5. UGM. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Vicksburg. Energi dan tenaga gelombang 5. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Latihan soal-soal 6. Mississipi 39180. M. R. 1982.1. Yogyakarta. KMTS. R.9. DAFTAR REFERENSI: 1. Bambang Triatmodjo.2.6. Yogyakarta. Shore Protection Manual. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7. Prentice – Hall. Wave run-up dan run-down 6.4. Beta Offset. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. BP. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7.7.4. transisi dan laut dalam 5. 5. Pelabuhan. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6. Teknik Pantai Volume I. Latihan soal-soal 7. Pemilihan Gelombang Rencana 7. 1984.8. Wave set-up pantai. 175 . Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6.2. Dean. Bottom Friction terhadap proses 6. and Dalrymple 1984.dengan Teori 5. Dapat menghitung dan 6.9. Gelombang Rencana 7. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7. Basic Coastal Engineering. John Wiley & Sons. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8.

Perencanaan kolam pelabuhan 9. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5.2.2.1. Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2. Angin 5. Definisi kolam pelabuhan 8. Wind Rose 6.2.1. Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7.2.3. Jenis-jenis pelabuhan 2.3.2. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8. Pemilihan lokasi pelabuhan 3. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5.2. Memahami definisi dan jenisdefinisi. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2.3. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 . Jenis-jenis kapal 2. Definisi elevasi muka air 6.2.3. Difraksi Gelombang 4. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9. Menguasai konsep 4.1. Sejarah 1. Perencanaan alur pelayaran 10. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7. Pasang surut 6. Mengenal fasilitas internet 6. Teori gelombang Air 4.4.2. Data Angin 5.2. Kurva pasang surut 6.1. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10. Karakteristik kapal 3. 11. Dapat menjelaskan 1. 10.3. 10.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi. Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4. Layout pelabuhan 4. Dapat memahami dan merencanakan fender 8. Memahami dasar.4. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3.3.1. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8.1. 11.2.1.1. Menguasai 11. Definisi alur pelayaran 9. Elevasi Muka air rencana 7.3. Definisi pelabuhan 1.1.1.1.

2. Dapat memahami dan 13. Mc Graw Hill. Gulf Publisher. 13.3.. 2.penambat multi media untuk mencari isi-isu 12. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”. 12.3.1. mengerti navigasi 13. 4. 3. Bambang.1. 5. 1972 Internet 177 . Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha. 1976 Quin. Design and Construction of Port and Marine”.2. A. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1. 12. T.D. 12. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11.

5 Limbah B 3 4.5 Pengolahan sludge 3. air limbah.3 Siklus pemakaian air 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1. Materi Pokok 4 1. dan penyusunan dokumen lingkungan. lingkungan global 2. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan. penanganan sampah padat.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5.5 Saringan pasir cepat 2.6 Saringan pasir lambat 2. 3.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4.4 Composting 4.2 Karakteristik air limbah 3. 5.3 Teknologi pengolahan akhir 4.7 Saringan karbon aktif.4 Pengolahan air bersih konvensional 2. Memahami konsep penyediaan air bersih 2.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1. 3. pencemaran udara.1 Komposisi udara dan atmosfir 5. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih. 4.6 Konsep 4 R 5.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2. Dapat menerangkan penanganan sampah padat . Kompetensi Dasar 2 1.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3.1 Karakteristik sampah padat 4.4 Pengolahan air limbah 3. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia.1 Sumber air limbah 3. dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .6 Oksigen dalam air 4.3 Jenis-jenis gas toksik 5.3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1.1 Persyaratan air bersih 2.2 Sumber air untuk konsumsi 2.

5. UKL/UPL 179 .5 5. Andal. hujan asam.4 6. RKL/RPL.1 6.pencemaran udara dan kebisingan.2 6. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6. Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan.7 6. 5.5 (pemanasan global. smog.3 6.6 6. lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA.

Aliran seragam pada saluran terbuka 2.5.1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida. Kecepatan jatuh 3. 6. Tegangan permukaan (surface tension) 2.2. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. Rapat massa 3.2. Berat spesifik (spesific gravity) 2. Dapat menerapkan teori 4.3. Total bed material load 5. Klasifikasi angkutan sedimen 2.6. Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6. Ukuran partikel 3. 180 . Kerapatan (density) 2.7.5.3.4. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3. Kompetensi Dasar 1 1. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4. Lapisan batas 3. Terjadinya pengangkutan 1.2. Berat jenis (specific weight) 2. Suspended load 6. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4.3.1. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen. Kekasaran alluvial 6. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1.1. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen.4. Bed load 6.1. terjadinya dan klasifikasinya 2. Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1. Bentuk partikel 3.4.2. Bulk density dan porositas 3.2.2. Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5. Perkiraan bentuk dasar 5.1.1. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1. Kekentalan (viscosity) 2.3.

Hydraulic of Sediment Transport. USA.R. 3. 9. 181 . D. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9. 1992.B.1. Sifat pengaliran 10.3. Pola distribusi endapan 10. Bentuk endapan di waduk 9. F. HMS-FT Unibraw. Perbaikan dan Pengaturan Sungai.1. M.Publications. 2. Dapat menerapkan teori 7.2. Regime sungai 8. Tominaga. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1. Perhitungan pengangkutan 8. Senturk. Pradnya Paramita. 10.2. Suyono. 4. Penggerusan akibat penyempitan 8. Graf. Sediment Transport Technology. 1987.7. Priyantoro. W. Dwi. Teknik Pengangkutan Sedimen. 1987.1.1.2. Malang. Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8. S. Jakarta Simons.

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 182 . Inti Kur.

rancangan Alinyemen horizontal dan 7.1. 6. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. 8. 3. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2. Arah angin. menguasai konsep dasar.1. merancang sistem.1. 1. 1. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. 4. 1. 4.2. Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. dasar-dasar 183 . Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi. 2.2. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan. 3. Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi. Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu. 3.3. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. 5.

1. Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5. 5. 7.1 drainase pada jalan raya 8. 11.2 Lengkung Vertikal Cembung 5.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9. Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4. 8.1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8.3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15. 6. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12.3. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13. Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 .1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8.3 Lengkung Vertikal Cekung 7. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4.2. 6. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian.

kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan.10.5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang.1 Jenis-jenis Persimpangan 16. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8. Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10.1 Penomoran panjang jalan 17. kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan.3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 . tidak sebidang 11.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10.2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang. Pada akhir kuliah ini 9. 9. tidak sebidang 10.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang .

Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan.1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. 4. Materi Pokok 3 1.2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3. Indikator Pencapaian 2 1.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection).Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan.2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control). (unsignal control at intersection and roundabout).5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 . 4. 3. 4. Kompetensi Dasar 1 1.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat.2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas. 1. Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi. 3.3 Kriteria identifikasi masalah.2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement). 3. Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan. Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki. 2. 1. 2. 4. tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. 2. Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas).1 Maksud. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas.3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran. 4. 2. 4.1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures).

187 .6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal.jalan. 4. 4.7 Inteligent Transport System (ITS).

Fungsi/kelas jalan 1.1. Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 .4. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3.4. Dapat menjelaskan perancangan sbg.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2. konsep 4. Dapat merancang geometrik alinj. Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3.2.bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2.Lengkung peralihan . Dapat menghitung panjang 3.horizontal dan alinj.vertikal 4.2 Perencanaan alinj.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu.3.Superelevasi .Pelebaran di Tikungan . Kendaraan rencana 1.1.Derajat kelengkungan . dan lingkungan Vertikal 2. Kecepatan rencana 2. Dapat merancang dg.3 Panjang jarak pandangan henti 2.Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1. menguasai.Kelandaian . Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen . serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. merancang sistem. Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap .Bagian tangen dan bagian lengkung .1 Perencanaan 2.2. Notasi titik-titik tertentu pada alinj.

Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6.2. 1977 4. Nova. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep. Hamirhan Saodang. Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6. 1987 2.Hendarsin. No. Jakarta 3. Direktorat Bina Jalan Kota. Produk Standar Untuk Jalan Kota. Buku 1 : Geometrik Jalan. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6. tentang Jalan 189 . Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Rancangan drainase jalan raya 5.1. Silvia Sukirman. Perencanaan Teknik Jalan Raya. Nova . Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1. Konstruksi Jalan Raya. Shirley L. 2004 5.3.Bandung 6.1970. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004. 036/T/BM/1997. 1994 7.U.. Departemen Pekerjaan Umum. Nova – Bandung. Memahami hubungan 5.raya 6.P. No. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia).2. Rancangan saluran samping jln. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5.1.3.13 Th.

Permasalahan transportasi kota 1.1. Kompleksitas pemodelan 4.1.2.1. Sistem transportasi makro 2. Model regresi berbasis zona 5. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1. Model faktor pertumbuhan 5.1. Kalibrasi dan validasi model 3.4.1. Ruang lingkup perenc.2.4. Dapat membuat model kategori 5. Pengertian model klasifikasi silang 6. Pemodelan pergerakan zona 7. Konsep perencanaan transportasi 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1. Daerah kajian. Mampu membuat 8. Dapat membuat 190 . Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4. Mampu membuat model Trip Distribution 7.2. Model analisis regresi secara umum 5. Metode Detroit 7. Keuntungan dan kerugian 8.2. transportasi kota 1.6. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.3. Model regresi berbasis rumah tangga 6. Galat dlm pemodelan 3. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2. Metode Rata-rata 7. Dapat membuat model regresi 6.1. Pemodelan empat tahap 3.3.3.1.3.1. Metode Furness 7. zona dan ruas 3. Pengertian metode analogi 7.5. Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4.4. Pendekatan kategori 6. Metode Fratar 7. Metode Seragam 7.3.4.2.3. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Pengertian perencanaan transportasi kota 1. Mampu membuat model Trip Generation 4. Pemodelan pergerakan individu 6.3. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.5.6. Dapat membuat model Analogi 6.7. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.4. Strategi Perencanaan Transportasi 2.2.2. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3. Pengertian pemodelan 3.

Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11.4. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10.3.4.2.5.5.3. Pengertian pemilihan moda 9.4.3. Model Kurva Diversi 13.2.2. Proses pemilihan rute 11.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8. Model JICA 13.3.5. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12. Model logit (binomial dan multinomial) 7. Konsep model pemilihan rute 11.1. Kalibrasi model gravity 9. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10. Pengertian metode proporsional 12. Model batasan kapasitas 13.1.5. Jenis model pemilihan rute 12.4.1. Mampu membuat model pemilihan moda 9. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13. Pemilihan moda dg model sintetis 10. Metode pengumpulan data 10. Jenis dan penggunaan model gravity 8. Model Keseimbangan 13. Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9.4.3. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9.2.1. Model Stokastik 13. Model All-or-Nothing 12. Fungsi hambatan 8.1. Faktor penentu utama 12. Proses pembuatan model 9.2. Mampu membuat model pemilihan rute 11. Dapat membuat model pemilihan moda 8. Dapat membuat model pemilihan rute 191 .3. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11. Cara memilih model yg tepat 12. Model logit (binomial dan multinomial) 11.4.2.

Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5.1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah.2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : . Jalan sistem Telford.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6.lapisan pondasi bawah (sub base) .1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4.7 Indek permukaan (IP) 4. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 .6 Faktor lingkungan (FR) 3.Lapisan pondasi atas (base) . Jalan batu pecah. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2. Jalan kerikil. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3. Jalan sistem penetrasi. Kompetensi Dasar 1 1.1 Beban lalu lintas 3. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4. Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4.Lapisan permukaan (surface) . yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar.3 Koefisien distribusi kendaraan 3. Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2. Jalan aspal beton 2. Jalan sistem Mac Adam.lapisan tanah dasar (subgrade) 3.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4.4 Stabilitas tanah dasar 3.

193 . 1996 ‘Highway Engineering’. 6. No.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’.S. 9. _____________. Soedarsono. 12.2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. H. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8. PH. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. _____________. 11. Paul. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7. No. McGraw-Hill. Dep. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________.3 Dasar-dasar perencanaan 8.6 Besaran rencana (umur rencana. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . ITB. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7. Aly. _____________. MA. Bandung. Wright. 1. 009/T/BNKT/1990’. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’. 10. kekuatan tanah dasar) 8. Nova. C. Inc. Sukirman. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8. _____________. 2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. PU. Dalimin. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. PU. lalu lintas.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6. Nova Bandung. Saodang. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’. 3. Dep. Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7. David. PU.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9.5 Persyaratan dan pembatasan 8. C. Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. Dep. Dep.1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. PU.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9.Asosiasi Semen Indonesia 7. 01/MN/B/1983’.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’. 4. 5.1 Fungsi perkerasan 8. John Wiley & Sons. DU.

Pekerjaan aspal dingin 2.1.3. dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3.11. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 .4. Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5.2. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan.1.9.2. Kelekatan agregat terhadap aspal 5. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2. Kompetensi Dasar 1 1. Pekerjaan aspal panas 3.6. Material pembentuk campuran aspal 2.3. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Pencampuran agregat 2. Pengujian titik lembek aspal 5.10.3. Kadar lumpur dan kadar lempung 2. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Pengujian Daktilitas 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan.1. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3. Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5. Pekerjaan galian tanah 2.1.3. Analisa saringan agregat halus 2.5.3.2. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1. 2.8. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6.2. Pekerjaan bahu jalan 2. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal.1. Pekerjaan pondasi jalan 2. Berat Jenis (BJ) filer 2. Keausan Agregat 2. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6.5. Analisa saringan agregat kasar 2.3.4.7.2.2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2. Dapat melaksanakan 5.6. Test Sand Equivalent 2. Tes kehilangan berat aspal 6. Pekerjaan timbunan tanah 2. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.4. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1.1. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3. Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3. Dapat Membuat sampel 6.

Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3. Administrasi 4.2. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 . Berkelanjutan 3. 1.2.1 Penetapan tujuan 3. 3.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3. Kompetensi Dasar 1 1. 2.2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3.4 Contoh-contoh kasus. Kondisi objektif dan Permasalahan 4.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi.1. Manajemen.2. (sosial.3 Langkah-langkah solusi masalah.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1.3.1 Konsep model terintegrasi 1. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2.studi. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4. 4.1.1.3.1 Jenis-jenis AU 4.3 Konsep perencanaan transportasi 1.3 Konsep activity based model 1.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.2 Aksesibilitas 1.2 Konsep model disagregat 1. Memahami beberapa strategi.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4. sosial-ekonomi.2.2. 2.3. 1.3.3 Kebijakan dan Program 3.1 Perenc pemb.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.3.1.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2.2.2.2 Sumber-sumber Dana 3.1 Fungsi dan aktivitas lahan.1.2. Prasarana.5 Skema pemb.1.2.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4.1.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.1. Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana.3.2. 4.2.1. 3.5 Contoh-contoh kasus.1.4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.1.2.transp.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3.3.3. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.4 Peraturan/ perundangan 3.1 Tata laksana Perencanaan.4 Contoh-contoh kasus.1 Proses dan tuj perenc.3.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan. teknis) 2. 1.3. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1.4 Pengguna dan pangsa pasar AU. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4. 1. sosial-teknik.3. dan Pengawasan.2. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2.2.3.1.2 Operasi dan Pengawasan 1.2 Peranan.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil.

Cervero. S. Modelling Transport. (2005).7. O’Flaherty.2 Timetables operasi AU. Meyer.5. The Land-Use/Transport System. aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4.3 Konfigurasi rute 4..199-219. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4.2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4. Travel Demand and The 3Ds: Density. Ltd. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4.2. Vol. Handy.1.4 Operasi kend. 5. Oxford 196 .3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4. C. London. 3. E.1 Merencanakan Headway 4. pd jaringan. Diversity and Design. West Sussex. The MIT Press. W.5. Pergamon.7. 6.6. 4.7. Elsevier Science Ltd. Transport Planning and Traffic Engineering.R and Black.6. Daftar Referensi: 1.A. England.L.4. M. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4. The IHT. Great Britain.2 Klasifikasi. Urban Transportation Planning 2nd Edition. Transport in The Urban Environment. Second Edition.J.6. John Willey & Sons. R and Kockelman K.pp. Ortuzar. (1979). pp.6.4.1 Definisi rute 4.G. Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4.4.D & Miller. Kapasitas. 8. No. M. (1997). The Institution of Highways and Transportation. Blunden. 7. Pergamon Press. Transportation Research Part D Vol. J.5.2 Jarak antar rute 4. Manheim.4. Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts.5.3.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4.A (Editor).2 No. J. New York.151-165. ButterworthHeinemann. (1984). (1996). Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. daerah pelayanan rute.1 Terbentuknya jaringan rute 4. 4. (2001). McGraw-Hill. L. 2. (1997). Massachusetss. Transportation Research Part D. Singapore.3.D & Willumsen.5. (2001).3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4.

1. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3.1. Analisis rasio dan analisis regresi 5.2. No. 5. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3.6 Transportasi Quasi 197 . Sistem kegiatan.4 Transportasi pipa 5. ekonomi. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole. Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3.Transportasi jalan darat .2 Transportasi udara 5.1. Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1.3 Transportasi laut 5.1. Pengaruh faktor geografi.Transportasi kereta api .) 2. dll. Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4. Transportasi darat . politik dan sosial terhadap transportasi 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi.2. Dapat membuat model permintaan transportasi. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3.2. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2.5 Transportasi kabel 5. 2. dll.Transportasi ASDP 5. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan. Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1. dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1. sistem jaringan. sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2. 3.1.1. Kompetensi Dasar 1 2 1. BOK: Biaya tetap. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4.

London.T. Croom Hall. Mc Graw Hill Book Company. 2.4. 1981.K. 7. Inc. KM 84 tahun 1999. 6. J. Institution of Highway and Transportation.4 Angkutan Darat 8. dan Johan K. 4. 5. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”. Contoh kasus fungsi dan 4. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6.8 Angkutan Kabel dan Quasi 8.7 Angkutan pipa 8. Tamin. Warpani. O.1. Morlok.Z. Dapat menjelaskan 5. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. Transport In The Urban Environment.5 Angkutan Laut 8.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. and E. _____________” Undang-Undang No. Penerbit ITB.Miller. 1984.1 Peranan teknologi dalam 8. Dimitriou. H. “Merencanakan Sistem Perangkutan”.6 Angkutan udara 8. 2000.1 Pengertian. 198 . 7. Bandung. New York. Chapman and Hall. “Urban Transportation Planning”.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien. 1990. Erlangga Jakarta. Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8.2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7.J. M. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. Penerbit ITB. 1997. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black. “Urban Transport Planning a Development Approach”. Dapat membedakan 7. Memahami teori.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8.9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6. 8. Hainim. 1992. New York. 1985. 1. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8. A Decision-Oriented Approach. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No.D.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7. Bandung. 3.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8. S. Meyer. 6. Essex. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. 5. E.

2 6.2 konsep perencanaan bandar 3.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5. Kompetensi Dasar 2 1.3 5.1 6. Dapat menjelaskan 3.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2. Dapat merancang 4.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3.2 7.1 7. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2.2 Badan-badan penerbangan dunia 1.3 7. panjang. 4.1 bandar udara orientasi/arah.3 suatu bandar udara 5.4 4.2 5.1 Perkembangan dunia penerbangan 1.4 Penentuan lokasi bandar udara 2. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .3 Bagian dari bandar udara 1.2.4 6. panj. Memahami faktor.3 7.2 kelandaian Runway dari 4.2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2.3 Contoh dan data pesawat terbang 1. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1.

4 Sistem tanda taxiing 14. 3.5 Marking untuk objek tetap 13.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9.2 Perencanaan terminal kargo 10. Merencana Lapangan Terbang. Basuki. Mc-Graw-Hill Book Company.5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1. Teknik Bandar Udara. Unud. Institut Teknologi Bandung. Program Studi Teknik Sipil. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8.1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11. second edition.dkk. Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13. 7. Penerbit Alumni.2 Pembagian Apron 8.5.1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9. Horonjeff. (1988). marka.2 Mandatory Instruction Sign 13.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8. I W. Merancang. HMS-ITB. Aerodrome Manual.2 Marking runway 12. 5.1 Penanganan kargo 10. Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas. 4. (1985).2 Fasilitas air side dan land side 12. Bandung-Jawa Barat. 200 .3 Marking taxiway 12.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian. ICAO (1984).1 Pengertian marka 12. London.4 Marking area yang dibatasi 12. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. Planning and Design of Airports.3 Information Sign 14. H.2 Runway lighting 14. Buku pelengkap kuliah.3 Konsep distribusi vertikal 10. Bandung. 2. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6. Denpasar.1 Definisi Apron 8.1 Approach lighting 14. Suweda. R.3 Faktor-faktor terminal kargo 11.2 Konsep penanganan pnp 9.3 Taxiway lighting 14.

1 4. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1. 5. 1.2 1. headway.3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya. spacing.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5. Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil. 4.1 2.5 2.4 Tugas Survai Kelompok 6. Kompetensi Dasar 1 1.1 1.2 2. kerapatan. Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3. komposisi lalu lintas.1 3.3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas.3 2.4 1. Headway.4 3. menguasai konsep 6. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4.2 2. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas. Mampu .2 3. Memahami komponen sistim lalu lintas 2. Mampu.2 Tata laksana dan organisasi survai 5.3 1.3 4. Menguasai Teori 6.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5. volume. Volume. Gap Hubungan kecepatan. Kerapatan. 5. Kecepatan.

2 Konsep Pengendalian persimpangan 8. 3.2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI.3 Kerangka model antrian 6. 7.6 Konplik pada persimpangan 6. Teknik Lalu Lintas 202 . McShane and R. 4. Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8. 5.2 Komponenen antrian 6. 9. Urban Road Traffic Survey Dep. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V.5 Pengertian dan type persimpangan 6.1 Pengertian persimpangan prioritas 7.C.Oppenlender (1976). Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box. 6.P. 7.4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6.8 Konsep perencanaan persimpangan.Bina Marga (1997). Overseas Road Note 11 (1993). Pekerjaan Umum. Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9. 8. Mampu merencanakan persimpangan prioritas .C and J. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999). Warpani ( ). 8. Dir.1 Sejarah Traffic Light 8.M.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1.Roess (1990). 2. Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light.P.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7.7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6. Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7. 6. 8.

Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. curing.2 Campuran aspal emulsi dingin. Slurry dan SMA.3 3.3 4. 1. 3. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant).1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus.7 Penentuan gradasi agregat.1 4. .mengerti. Porous Asphalt. Memahami jenisjenis campuran aspal panas. Kompetensi Dasar 1 1. 3. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan. dan capillary soaking. Pemadatan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : . . Tes CBR lab dan lapangan. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. 4. 5.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Test ekstraksi camp. Soaked dan dry stability test. Laston. 2.memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan.5 3.6 3. Indikator Pencapaian 2 1. 2. pemecahan agregat.2 3. . 2. Fatigue Test.2 Lataston. pemeliharaan jalan. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. 4. Test penyelimutan.memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal.5 5.3 203 .3 Campuran aspal busa (foamed asphalt). daur ulang perkerasan jalan. memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin. 2. Pengambilan sample di lapangan (core drill). 3.2 4. 2.1 Campuran cutback asphalt. HRA. Evaluasi kekuatan ultimit sample. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin. aspal.1 3. Test sand cone. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test. Creep Test. 4. Dapat menjelaskan 5.1 prinsip pengujian 5. Macadam.2 sample lanjutan. Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1. 5.4 4. Test DCP. Estimasi kadar aspal awal.4 3. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan.

2 AMP tipe batch (batch plant). Dapat menjelaskan 10.1 Identifikasi jenis kerusakan 7. 7.2. penambahan bahan stabilisasi: semen. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. teknik pemecahan secondary. kegemukan. 204 . jalan.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6. pemadatan. and open circuit. Dapat menjelaskan 9.5 Spesifikasi. tanah. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8.3 Pekerjaan penghamparan. 8. persiapan. 6. 10. tertiary.2 Urutan pemecahan: primary.Kompetensi Dasar 1 6. teknik aspal busa. Dapat menjelaskan 8. 6. lapis penetrasi (lapen).1 Pek.1 Jenis teknik pemecahan.1 AMP tipe menerus/drum mix.1 Pek. Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9. perbaikan gradasi agregat. distorsi.2. Dapat menjelaskan 6. 9.1. prime coat dan tack lapisan permukaan coat. bawah.2 Pek.2. 6. (lapisan aspal). timbunan. aspal emulsi. Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. 9. 8. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah. penambahan jalan perekat aspal.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan. pengupasan. 6. Memahami teknik pemecahan agregat.2 Pek. Dapat menjelaskan jalan: retak.2.1. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7.3 Spesifikasi. close agregat.1. galian. teknik pekerjaan 6. 7.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan. penurunan. 6. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat.1. 6. lapis pondasi atas dan jalan.2. pengausan. pemadatan. lapis pondasi.2 Dapat menjelaskan 6.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan. cacat teknik pemeliharaan permukaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful