Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

Memahami pengertian impuls dan momentum 7. Hukum I Newton 3. Memahami pengertian usaha dan energi 6. Persamaan Kontinuitas 8.1. Dapat menjelaskan 7.4. Gaya gesekan 3. momentum. momentum sudut 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2.2.3. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1.3.3.2.5. Tekanan hubungan besaran-besaran 7. Dapat menjelaskan 4.1. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa.4.1. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4.2.5.1.4. Memahami 2. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5.1. Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7.3. menemukan persamaan gerak 4. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3. Usaha pengertian usaha. Dapat menjelaskan 5.1. Gerak peluru dan gerak putar 5. Dapat menjelaskan 6. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 . Memahami pengertian dinamika fluida 3. Kekekalan energi 5. Prinsip Pascal dan Archimedes 8. Hukum III Newton 3. Dapat menjelaskan 8. sistem pengertian satuan. Energi dan usaha energi 6. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7. energi dan hubungan antara usaha dengan 5.2.2. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8. Gerak lurus 2. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana.2. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4. Impuls 6. Hukum II Newton 3.3. Momentum linier pengertian impuls. Gerak harmonik 4.2. Memahami 3.1. Pengertian gerak 2. Sistem satuan dan faktor konversi 2. Memahami pengertian dimensi. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2.3. Dimensi 1.1. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda.3. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7. Memahami pengertian statika fluida 8. Dapat menjelaskan 1. Kapilaritas 7. Gaya gravitasi 4.

partikel Daftar Referensi: 1. Mekanika Panas dan Bunyi. 2. Searh Francis Weston. Sutrisno. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Darmawan Djonoputro. System Satuan. Penerbit ITB. Bandung. Yayasan Dana Buku Franklin. Bandung 53 . Jakarta/New York. 3. Penerbit ITB.

Bandung 54 . Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. 5. Deskripsi gelombang gelombang pada tali. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika. Sutrisno dan Tan Ik Gie.1. Penerbit ITB.2. pengertian gejala 2. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur.4. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur. Searh Francis Weston. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4. umum gelombang 3.3. 2.1. Jakarta/New York. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5.2. Dapat menjelaskan 5.2. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. dispersi gelombang. Dapat menjelaskan Memahami 2. Pengertian gelombang 2. Gelombang pada tali pengertian gelombang. luas. Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3. 4. Resonansi peristiwa resonansi 3. pantulan 3. Yayasan Dana Buku Franklin.3. Daftar Referensi: 1. dan gelombang 2. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2. Sutrisno. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis. air) dan transmisi gelombang. Pelayangan gelombang superposisi gelombang. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. Dispersi pelayangan gelombang. Dapat menjelaskan 4. Kalor: pengertian kalor. Bandung.6. kalor.volume) 2.3. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali.2. Penerbit ITB.1. Temperatur: konsep temperatur.5. Mekanika Panas dan Bunyi. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1. 3. 1. Prinsip superposisi 3. perpindahan kalor yang berhubungan 1. 3.4.5. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.1. 1.4. 3.

Fungsi dan grafiknya 2. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2.11.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti.pembagian fungsi- 2. Koefisien Diferensial Baku 3.9. Fungsi-fungsi Khusus 2. Himpunan Semesta.6.8.2. Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 .7. Dapat mejelaskan Fungsi. Definisi fungsi 2.6. Pertaksamaan 1. Definisi Kecepatan sesaat. Definisi Turunan (Derivative). Limit Sepihak 2. Nilai Mutlak 1. Bentuk kutub bilangan kompleks 1.12. kuasa.6.2. Teori Himpunan 1. Fungsi dari suatu fungsi 3.13.1. pengurangan . akar.5.10.9. Kekontinuan 3.3. Operasi-operasi hitunganl 1. simbul-simbul 3. 3. perkalian. teoremateorema 2.4. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis. Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan.3. akar utamal 1. Sistem Bilangan Riil 1. Sistem Bilangan Kompleks 1. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1.4. Limit bernilai tak berhingga 2. Definisi Limit sebuah fungsi 2. Dapat menjelaskan dan 2. Limit dan Kekontinuan 3.5. menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Kesamaan bilangan kompleks 1. pembagian.3.10.4.11. Macam-macam fungsi 2. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1. Teorema-teorema Limit 2. Fungsi dan Relasi 2.5. diagram Argand 1. Limit di tak hingga.1. 3. diagram Venn dan komplemen himpunan 1. Garis singgung pada sebuah kurva. memahami. Perkalian.2.7.8.

I. Ayres.. Jakarta.11.. Schaum’s Outline Of Theory. “Matematika Untuk Universitas”.10.12. jari-jari dan pusat kelengkungan 3. -------------. ---------------. 4. 3. Titik balik.. Bandung. Besari. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”. Persamaan-persamaan Parametrik 3.Terjemahan : Erwin Sucipto. 2. K.13.8. “Matematika Untuk Teknik”. Kelengkungan. Persamaan garis lurus 3.14. ----------------. 1997. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1.A. Harga maksimum dan minimum 3. Stroud.9.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition.7. F. Persamaan garis singgung dan garis normal 3.fungsi 3. Jr. Erlangga. Titik belok 3. . Jakarta 56 . Purcell. ITB. Erlangga. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3.

Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4. Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4.2. 1984 Theory and Problems of Calculus. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang . Deret Konvergen &Divergen 3. Asian Student Edition. Jakarta.1 Luas bidang 8. Soal dan Penyelesaiannya. Deret Binomial 2. Wardiman.3 Panjang busur 8. Integral Tak Tentu 6. 2ed.2. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3.1 Pengertian deret 1. McGraw Hill. Hitung Integral – Teori.2 Penerapan integral tertentu 8. Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1.5 Titik berat bidang dan benda 8.2.3 Deret pangkat bilangan asli 1. Erlangga Jakarta. 2. HGW.2.4 Substitusi trigonometri 6. 1996. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1.2.5 Integral parsial 6. Stroud.3 Inersia bidang dan benda 8. Edisi ketiga.1 Pengenalan Konsep Integral 6. Matematika Untuk Teknik. KA. Erwin Sucipto).. Deret 1. F. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1.2 Volume benda putar 8. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3. Dapat menentukan hasil8. 4. Ayres. Edisi ke-5. NY. 3.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6. (Alih Bahasa. 57 .4 Deret tak berhingga 2. Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8. atau panjang 5. Jr.3 Mengubah variable integrasi 6. Schaum’s Outline Series. Menguasai metode penyelesaian integral 2.1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. Yogyakarta. Erlangga. Kalkulus. Deret Maclaurin 4. 1990.4 Luas permukaan bidang perputaran 8.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. 1999.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6. Edisi ke-4. Soemartojo.6 Integral fungsi rasional 6.. benda.2.

W. dkk. Kleinfelter. Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2.2 Sifat koligatif larutan 4.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6. 1996. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6.. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4... Terjemahan dari Keenan.1 Konsentrasi larutan 2.H. Penerbit PT Citra Aditya Bakti. Pudjaatmaka.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6.3.3 Latihan soal 3.3 Asam kuat dan basa kuat 4.. sifat dan 5.7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1.1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4. Konsep mol 1.5 Jenis koloid 6.. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1.1. 2. A. Mengenal larutan 5. Persen komposisi 1. Kimia untuk Universitas.5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6. J.1 Ukuran partikel koloid. Harper and Row Publishers Inc. C. (3 buku) 58 .6 Larutan penyangga 5. Penerbit Erlangga. Reaksi Kimia 2. D. pOH 4.3 Pembuatan koloid 5.2 Contoh Soal 2.5 Garam 4.. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3.H.C. Mampu menghitung 6. Wood. 1980. General College Chemistry.2 Penggolongan koloid kegunaannya 5. Jakarta 1984.3 Tetapan kesetimbangan 6.2 PH. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1. Jilid 1 dan 2.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6.1 Hukum Raoult 3. Penuntun Belajar Kimia Dasar. Bandung. Hiskia Achmad.4 Sifat koloid 5.2.4 Asam lemah 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1.

Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5.4. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4.1. Regresi linear 5. solusi 4. metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 . Teori pendekatan dan penyimpangan 2.1.1.1.4. Metode Irisan 4.4. Dapat menjelaskan 2. Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1. Konsep angka dan figur signifikan 2.5. Definisi. Akurasi dan presisi 2. Interpolasi kwadrat 4. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1.4.2.3.3.5. Metode Posisi Salah 3.2. Konsep dan manfaat metode numerik 1. Teori kwadrat terkecil 5. Interpolasi linear 4. Metode Newton-Raphson 3.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya.4.3. Metode potongan tengah 3. Metode grafis 3. Regresi polinom 2.1. Kompetensi Dasar 1 1. interpolasi dan regresi. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi. Metode iterasi sederhana satu titik 3. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5. Interpolasi splin 5.3. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3.2. formulasi dan total kesalahan numerik 3.2. Interpolasi polinom 4.2.6. Interpolasi beda hingga (Newton) 4.5. Dapat menjelaskan konsep numerik.7. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1.6.

Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7. Kreyszig.3. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan. Informatika.1.5. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6. 1971. Regresi multi linear dan variannya 6. John Wiley & Sons. Rinaldi Munir.5. Metode Jacobi 6. dan Raymond P. 1985. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. 6th Ed. 2003. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists.6. E. 7. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8. 9. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8. 6. Harijono Djojodihardjo.2.2.1. Konsep deferensial suatu fungsi 7. 8. Mampu menjelaskan 7. Daftar Referensi: 5.. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6.2.1. New York. Capra.3. Inc.3. Jakarta. Konsep integral tertentu dalam 8. McGraw Hill Book. Metode Numerik.5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar. Advanced Engineering Mathematics. Dapat menjelaskan 6. New York. Metode Numerik. McGraw-Hill.4 Metode Simpson 3/8 8. Canale.4.. Bandung.R. Co. Metode Gauss-Siedel 7. 1983.. suati titik belakang dan sentral) 7.4. 1988. M. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. Spigel. Steven C. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8. Erlangga. Singapore 60 .

Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1. PD orde 2 3. Edisi keempat. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3. Advanced Mathematics. 1989. 5. PD sebagai model matematik fenomena real 2.4. Dapat menjelaskan Deret 5. John Wiley & Sons. Jilid 2. PD linier homogen dan tak homogen 2. PD orde tinggi (n) 4. Fungsi Genap 6. Erwin Kreyszig.1. 2. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4.1. 2003. Daftar Referensi: 1.3. Dapat 4. Fungsi periodik Fourier (deret 5. Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3. Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier. New York. Purcell Edwin J. Dapat menyelesaikan 6.3. Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6. Orde PD 1. Pengertian PD 1..1.1.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata .3. I Nyoman.2. 3.2.1. Operator PD 1. Materi kuliah Matematika IV 61 .2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: .Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1. Erlangga (terjemahan) Sutarja. 1988. Penerapan PD dalam teknik nyata sipil.2. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3. Persamaan defferensial dan Deret fourier.1. PD orde 1 3.2. Varberg Dale. Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Kalkulus. 2. Sixth edition. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1.. Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional 65 . Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.

Toronto Waltham.I.5 Siklus Geo-kimia 2. John Wiley & sons..1 Peta geologi : macam. GB. Blackwell Science. struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1. 3.1 Macam-macam batuan 2.2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2. Jawa Timur Pitts.2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1.3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4.1 Siklus hidrologi 3. Foundations of Engineering Geology. 2. 1994. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi. London.Dapat menjelaskan macammacam batuan. NY . 4. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3.3 Proses terbentuknya bumi 1. Malang. Munir. 2003.C. hasil dan interpretasi hasil 4. membaca peta 5. 1984. proses.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1.1 Site Investigation.C Matthews. A. A Manual of Geology for Civil Engineers.4 Struktur Geologi 1. C. 1995. & N. 66 . Mochamad.Dapat menjelaskan Site Investigation 5. Clayton. simbul.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3.E. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1.Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1. Bayu Media Publishing.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3. Geologi Lingkungan.2.Dapat memahami peta Geologi 5. Blackie Academic & Professional..Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1.3 Hasil pelapukan 2. M. GB.R. Simons.3. London. Site Investigation.Interpretasi peta geologi 5. John.

Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3. Mochamad. M. A Manual of Geology for Civil Engineers. Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4.R. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. 1994. Joints. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1. tingkat pelapukan. 3. 4. A. John.1 Keruntuhan pada batuan 5. Munir. Simons. C.I. Blackwell Science.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. 2003. Blackie Academic & Professional. Site Investigation.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2.Toronto Waltham.. & N.1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. 2. London.C. Bayu Media Publishing. Foundations of Engineering Geology. Clayton. 1984. John Wiley & sons. GB. Geologi Lingkungan. Jawa Timur Pitts.C Matthews. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5. Folds dan Non-tectonics structures) 2.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan. pelapukan pada limestone) 3.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4. Malang. GB.E. 67 . NY . London. 1995..

pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6.4.1. Modified Proctor 6. kohesi dan sudut geser dalam 9.1.1. Volumetri dan indeks properti (berat volume.1. Segitiga Missisipi) 6. AASTHO.3.5.3. Tekanan efektif. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10. Kuat geser tanah 8. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11. berat jenis. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2.2. Koefisein tanah lateal (ko.4.2.3. tekanan air pori.1.4. Dapat memahami konsep tekanan total. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11.1. tekanan total 7. Standard Proctor 6. Sandcone 7.1.2. Pengertian tanah dan mekanika tanah 2. tekanan air pori dan tekanan efektif 8.2. batas atterberg) 5. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 . Jenis –jenis tanah 4. Dapat menjelaskan 1. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3. Menentukan parameter geser. ka. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9. kadar air. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6.2. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS. Tekanan di dalam tanah 7. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8. Dapat memahami 10. Pola keruntuhan tanah 10.5.2.3. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8. Pemadatan tanah 6. Faktor daya dukung tanah 10. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10.1. Cassagrande Chart. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat memahami 9.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis.1.1. kp) 10. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11. Dapat memahami 11. Sifat-sifat umum tanah 3. kadar pori.3. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5. Teori Boussinesq 11.1. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4. Teori pemadatan tanah.

Duncan. 5.Jakarta..1985. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.Kovacs. 4. 8. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.T.P. R.D.SI Versions’ John Wiley & Sons. Jakarta Hari Chrisady H. 3.Daftar Referensi: 1.S. 2.. Delhi 69 . New York Sutton.J.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.C.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.W. 6.R.B.M. New Delhi Verna. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.B. 7. Jakarta Holtz. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.. V.D. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Craig. Gramedia Pustaka Utama.B. 9.. & W.Mochtar.H..1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.1979 ‘Soil Mechanics.M.F.N. New Jersey Lambe. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.

W.1979 ‘Soil Mechanics.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.4. Pengenalan flownet 1. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4. V. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3.4. Waktu penurunan 3. Dapat melakukan 4.S. Koefisien konsolidasi Cv 2.D.1. Stabilitas bendung 1.3.1.M.1.B.5. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. New Jersey Lambe. Dapat menentukan 3.F.1. 4. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1. Delhi 70 .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan.SI Versions’ John Wiley & Sons. 1.1.1.2.7.8. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.2. & W.P.6.1. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. Dapat menentukan besar 2.1. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.T.1.D. Mampu melaksanakan 4.C. Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1.. Craig.Kovacs. Duncan. Pengertian permeabilitas tanah 1. 5.1.1.M.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das. Indek kompresi Cc pada tanah 2. Jakarta Hari Chrisady H.1.R. 8.1.permeabilitas tanah berlapis 1.B. Prosentase penurunan 2.. Flownet di bawah tubuh bendung 1..1. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.2. Flownet di tubuh bendungan 1.3.H. 2.1. Memahami penyebab 3. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Besarnya penurunan 2. New Delhi Verna. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.5.N. New York Sutton. Koef. R. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3. Bahaya rembesan 2.3.2. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3. 6.1. Memahami konsep 2. Koef.. 9.1.9.2.1985.1.J.B. Permeabilitas di lapangan 1. Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1.2.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. Jakarta Holtz.1.1. 7. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3.1.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. besarnya dan waktu penurunan pondasi.. Koefisien permeabilitas di lab. 3.1.Mochtar. Dapat menentukan 1.1.4.6.

1.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. 7..B.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.S.T. kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das.W. Mengaplikasikan 2. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.. Duncan. Mengaplikasikan 3. Delhi 71 . Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3.1.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.B. Jakarta Hari Chrisady H.J. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4.F. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. 5. Dapat menentukan 4.R. Dapat menentukan besar 3. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. New Delhi Verna.1985.1979 ‘Soil Mechanics.Mochtar. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.N.1.M.M. besarnya dan waktu penurunan pondasi... pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2. Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1.C.H. Craig. 9. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus.SI Versions’ John Wiley & Sons. V. 8. R. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1.B. 3. 2. & W. Mengaplikasikan 4. New York Sutton. 4. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. Gramedia Pustaka Utama.Kovacs.P.. Jakarta Holtz.1. 6.D.Jakarta. New Jersey Lambe. Seepage and flownet 2. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable.D.

1 Pengenalan Preloading preloading 6. & W.1. Bowles.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis. Metcalf. heavy tamping compaction. Ingles.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik.1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. Kovacs. R.D. Sydney. Daftar Referensi: 1. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1. kimia.E. R.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2. M. R.. J. Physical and Geotechnical Properties of soils. J. blasting 5 Dapat memahami 5. 1992. Koerner.Review Mekanika tanah tentang indeks properti. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat.M. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction.2 Teori preloading 6.3 Preloading 1 tahap 6. 1972. 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik. 2.1 Kembang susut tanah kembang susut tanah. New Jersey. 1986.. Designing with Geosynthetics.1 Pemadatan metode pemadatan 4. NJ. McGraw Hill.7. 1990. Engineering Properties of Soils and Their Measurement. Holtz. Geosynthetics In Filtration. vaccum. 6. Bowles. 1984. Mekanika Tanah 1&2. O.B. Butterworth.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4. NY. McGraw Hill.2.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4..1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7. 2.4 Preloading bertahap 6. Prentice Hall.. Elsevier AS.2 Stabilisasi mekanis. Deep compaction. 1981.E. Soil Stabilization – Principles and Practice. NY. Prentice Hall. An Introduction to Geotechnical Engineering.Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3.G. London 72 .2 Potensi pengembangan tanah 3. 3. Darinage & Erosion Control. Koerner. 4.D.. & J. 5. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6.

1996. Das. B. Coduto.. McGraw Hill. Review tekanan tanah 4. Bowles. Dapat merencanakan 2. J.. 1993.1.5. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2. 2. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4. Principles of Foundation Engineering. 1984. pondasi dangkal trapesium.3. PWS-Kent.4. 3. Mochtar. Das.. Penyelidikan tanah (review) 1. Macam-macam pondasi 1. B. Boston.1. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1..2. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. Prentice Hall. Pembebanan momen arah x dan y 3. Dapat mendimensi 3.7. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2. Physical and Geotechnical Properties of soils.6. Merencanakan pondasi telapak 1. Erlangga. Bowles. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4. Foundation Analysis & Design..1. 1990.3. 5.3. Donald. J.E.5. 1985.4. bentuk T. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4. NY. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1.2. Daftar Referensi: 1. McGraw Hill.1. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). 1994.E. 4.M. P. Dapat menentukan 4. Mendimensi pondasi rakit 4. Foundation Design – Principles & Practice.6. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. Jakarta. Strap footing 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. New Jersey 73 .2.M. NY.

Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.M. P. Merencanakan konstruksi turap 2. Boston.4. Das.2. 3. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4. 5. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. McGraw Hill. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2. 1994. Bowles. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1. Principles of Foundation Engineering. NY.4. B.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang. 1996. Erlangga.3. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal. NY. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3. Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3.2. Foundation Analysis & Design.2. Coduto.1. 2. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4. Physical and Geotechnical Properties of soils.1. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3.E.. Kriteria perancangan pondasi tiang 1. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3..6. Das. Prentice Hall. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).1. J. 1990. Donald. B. Jakarta. 4. New Jersey 74 . Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2.1.. Mochtar.M. J. Bowles. Foundation Design – Principles & Practice. 1993.3. PWS-Kent.5. 1984.E. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1. 1985.. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Jenis. pondasi sumuran.. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1. Penjangkaran 4. dinding penahan tanah. McGraw Hill.5.

Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2..3. J.2.2. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1. Dapat Menentukan 4. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4.1.4. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1.2. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4.7. McGraw Hill. Physical and Geotechnical Properties of soils.. Menentukan susunan dan dimensi Kap.2. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3. Foundation Analysis & Design. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.8.5.1.6. Penurunan pondasi tiang 1. pondasi sumuran. Daftar Referensi: 1. NY. 75 .1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3. 2. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1.8.3. Dapat menentukan 3. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4.3.5. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup. Bowles. Dapat merencanakan 1. Dapat menentukan 2. NY. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4. Jenis. 4.E. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4. Penjangkaran 2. J.E. Bowles.3. 3.7. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4. 1984.4. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. 1996.6.1. McGraw Hill.

Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. B. B.3. Mochtar. Coduto. 1994. 1985. Donald. 5. 1990. Jakarta. Das.M. P.. Boston. Erlangga. Das. Prentice Hall. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). 1993. Principles of Foundation Engineering. Foundation Design – Principles & Practice. PWS-Kent. New Jersey 76 . 4.M...

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 77 .Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2.sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil.2. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan.3. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 . menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1.1. 2. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1. 3. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien.1.4. pendapatan dan biaya 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan. kewajiban. 2.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. Menguasai teknik.6.4. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1. persekutuan dan perseroan 1. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1. 4. Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. PENDAHULUAN 1. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan.2. 5.3. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika.5. modal. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2. menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil.

3. Pos duties dan cadangan 7.5. Kode biaya 6. Jurnal 3. Aspek – aspek control 7.2. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6.1.2.6. Al. Sugiharto & Suwardjono.4. Asiyanto. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7. Pos overhead proyek 6. Unsur-unsur bahan.1. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. Buku besar 4.5. Break Event Point 7. Ekonomi UGM 79 . dan biaya pelaksanaan proyek 8.3.1. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5. Hedging 7.2. Jakarta 4. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ.3. Pos persiapan / penyelesaian 6. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5. edisi 6.3.4. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. 1996.4. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4. Jilid 1.3. Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5. upah dan alat 6. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak.2. CONSTRUCTION COST CONTROL 6.1. Terbuka 2.8.1. NERACA LAJUR 5. Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ. menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT. Maksud dan tujuan Cost Budget 6. Haryono Jusup. JURNAL DAN POSTING 3. waktu pelaksanaan proyek. Bukti – bukti transaksi 3. Pos sub kontraktor 6. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. Transaksi 3. Kebijakan pelaksanaan 6. Gadjah Mada 3.7. Pradnya Paramita. Indriyo Gito Sudarmo.

Riset Operasi Suatu Pengantar. Surabaya. 2005.6. Systems Analysis for Civil Engineers. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3.1. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4.1.. transportasi. 1996. Binarupa Aksara.2. A. Salemba Empat. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1.2. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3. Mampu menggunakan transportasi. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3. Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Model program linear (PL) 2. Taha.3. 2. Memodel PL dengan excel 4. Kompetensi Dasar 1 1. 2. Mampu memodel dan 1. QSB. Kemampuan menghitung 2. Denpasar 80 . -------------------.2. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model. Anwar. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear. 1984. Analisis sensitifitas (Excel. 5. H. Analisa Sistim dan Penelitian Operasional. Nadjadji. 1994. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear. Jakarta.2. Univ. Pengertian sistem dan model.3. Kemampuan membedakan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan. Modul Kuliah. 1996. Sains Manajemen.3. New York. Ossenbrugen..1. Analisis Sistem.4.4. John Wiley & Sons. Menyelesaian PL dengan excel 4. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. Model Transportasi untuk menganalisis 2. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. Jakarta. Model Assignment 3. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2.4. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. 3. dan menjelaskan peranan 1. Bernard W.5.1.7. dll) 2.. transhipment 2. 3. Paul J. transhipment dan assignment 4.5. Taylor. Model Transhipment sistem. 4. Udayana.3.

pengadaan barang/jasa 6. 4. Strategi antisipasi atas Perubahan 4. Kemampuan mhs. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4. Kemampuan mhs. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Ruang lingkup materi AHP 2. Kemampuan mhs.3. Kemampuan mhs.3. Kompetensi Dasar 1 1. 2.3. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1.6. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan. Mahasiswa dapat 4.4. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. Jadwal Pengadaan B/J 81 .2. PENGEMBANGAN PRESTASI 3. KEWIRAUSAHAAN 2.1. manufaktur. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6. Peluang Usaha internasional. Metoda Pengadaan B/J 6. analitis dan sistematis. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi.2. Sistem Pengadaan B/J 6. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3.1.4. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5. Kemampuan mhs.3. & Manfaat 1. dokumentasi 4. 4.3. Maksud. PENGORGANISASIAN 6.1. 1. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan. Strategi berprestasi memahami 3. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul. dan mengelola. Perjanjian (dispute) yang 6. menanggulangi berkomunikasi secara 5.2.2.2.1. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini. tujuan. Perusahaan dan dagang. Pengertian & istilah dalam AHP 1. 3.5. Motivasi berprestasi mengembangkan 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis.1. Arti. Dokumen Pengadaan B/J 6.4. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional. Pengusaha Andal kewirausahaan. Mobilisasi Sumber Daya jasa.4. 3. Mahasiswa mengertikan tentang 2.4. Pengembangan Pribadi dlm.3. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6. 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5. Kemampuan mhs. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5. KOMUNIKASI BISNIS 5.2. dan memanfaatkan sumber 2. LINGKUNGAN tender.1.

5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9.2.3 Peran institusi (BANI.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13. Evaluasi Penawaran 7.4.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9.4 Kontrak Pengadaan Barang 11.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional. Kemampuan mhs. PROSEDUR PENGADAAN 9.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung. ORGANISASI PROFESI 13. Kemampuan mhs.5 Penunjukan Langsung 9.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9. Swakelola proyek swakelola 8.1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11.3 Bentuk/Tipe Kontrak 10.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12. FIDIC.6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10. 8. 13. Kontrak Pengadaan B/J 8.1. Pelelangan Ulang 8. Kemampuan mhs. 11. Uang Muka 9. PENANGANAN SENGKETA 12.3.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9. Kemampuan mhs. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7.3 Hasil Karya Intelektual 82 .5 Formulasi Masalah 13. 8. PELAKSANAAN KONTRAK 11. Kemampuan mhs.1. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7.7. 10.3. Kemampuan mhs.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.2 Sistem Evaluasi Kualitas 9.5. Kemampuan mhs. Penunjukan Langsung serta melakukan 8. Persyaratan Peserta Lelang 7. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12. dan 12.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10. PROSEDUR PEMILIHAN.5.4. BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11.2.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11. menhargai hasil karya 13. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12. Pemilihan Langsung 8.

2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. UGM. 2. Kemampuan mhs. 10. tentang perubahan (III)” CV. dan Implementasi” BPFE.18 th. 2002 “Juknis Keppres No. 13. 15. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. Bandung 11. & 30 tahun 2000” ------------. Jakarta Hamid Shahab. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan. Tamita Utama. Rineka Cipta. tentang perubahan (I) atas Keppres No. 8.Putra Timur. Salim Siagian. Manajemen.sendiri maupun orang 13. 2005 “Keppres RI No. 2000 “Keppres No. 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No. No. 14. 80 tahun 2003. 80 tahun 2003. Perpres RI No. Risk. dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. Jakarta ------------. 83 . 18 tahun 2002. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 9.4 Etika (attitude).Citra Aditya Bakti. Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi. 28. 18 tahun 2000. IG. 6.4 Lisensi lain secara legal 14. Jakarta Mas’ud Machfoedz. 3. Metode. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. 2003 “Keppres No. Jakarta Rai Wijaya. 1996 “Hukum Bangunan” PT. Jakarta Munir Fuady. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset. 2000 “PP No. dan Insurance Daftar Referensi: 1.18 tahun 1999” ------------.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14. 29. dan Asfahani. 1999 “UU Republik Indonesia. Jakarta ------------. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT. 7.70 tahun 2005. 5. Yogyakarta Buchari Alma.Gramedia Pustaka Utama. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------. 2005 “Kewirausahaan. 4. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. 61 tahun 2004. Bandung Nazarkhan Yasin. 30 tahun 1999. Perubahan Juknis Keppres No. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. Jakarta Djumialdji. Jakarta ------------.2 Profesionalisme konstruksi 14.2000” CV. Jakarta ------------. Tamitama Utama. 12. Safety. 32 tahun 2005.

3. Harga Sekarang. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui. Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2. 3.10. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas. 3. Simple Interest 2. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3. Compound Interest 2. Menghitung RAB 2. Gradient Series.11.2. Kompetensi Dasar 1 1. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3.5.12.4.3. Depresiasi.14. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 . Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. Present Worth Factor. Mengerti dan mampu menghitung depresiasi. Ekuivalensi 2. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. Capitalized Cost 3. 3. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest.1.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi. 3. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3. 4. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1.13.3. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi.1. membuat aliran kas. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC. 4.8. Faktor Pembayaran tunggal 3. Uniform Series.2.9. 3. 3. harga yang akan datang.1. 5.6. Konsep nilai uang terhadap waktu 2. dan Capital Recovery Factor. Compound Amount Factor 3. Aliran Kas 3. Compound Interest. menguasai konsep Nilai Waktu Uang.5.4. Mampu menghitung Simple interest.7. 3. Harga tahunan yang sama dan merata. 2. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1.2. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Pendahuluan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB. 5.

teknik & kasus’ PT.Pradnya Paramita. Jakarta --------------.2. Jakarta Husnan. GJ.S. Sudradjat.1 Perpajakan 13. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT. Declining Balance.6. 12. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7.Yogyakarta Thuesen. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova.2.R.S.4. 2. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia.5. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8. Muhammad. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP. 3. Yogyakarta Purba. dengan 3 alternatif atau lebih 6. Constant puchasing power 10.Yogyakarta Renton.Jakarta Sutojo. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9. Melbourne Suratman. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6. Cost effective analysis 6. Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1. dan ShinkingFunD 10. Fabrycky. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK.2.3. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S.3. Inflasi 10. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11. 3.1. 6. 7.1. Analisis titik pulang pokok 6. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka. Bandung Kodoati. WJ. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi.Prenhallindo. 5. 9.5.FJ. Zaenal. 8. Perhitungan Rate of Return. Jakarta Sutojo. Jakarta 85 .NE. Jakarta Asiyanto. S. Shinking-fund depreciation accounting 10.S.1.Grameda. 4.15. 11.YKPM. Depresiasi 9. Declining. SOYD. konsep. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta. 2002 ‘Ekonomi Teknik. 10. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT.6. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng. Consumer price index 11. Bandung Fabozz.3.4. Jakarta.Damar Mulya Pustaka. Analisis biaya minimum 9.S.RJ.AZ. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9. Stright line depreciation accounting 9.balance depreciation accounting 9.AMP.

S-Curve.1.2. Model-Model Penjadualan 7. Kompetensi Dasar 1 1.1.2. Pengertian manajemen 1.2. WBS (Work Breakdown 8. 10. Pengendalian 7. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1. Manual PMBOK 2. Bar Chart 8.1. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. 3. 4. Organisasi Proyek 3. 4. 6.1.2.1. Siklus Perencanaan. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6. 3. 5.2.1. Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract. Dapat memahami siklus Perencanaan. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2. Notasi ADM 10. Dapat membuat penjadualan 9. Proses Penjadualan 4. Dapat membuat 10.1. Penjadualan. 5. Dapat Mengerti arti. Siklus Hidup Konstruksi 2.2. Penjadualan 6.3.1. ADM dan PDM dengan benar.1.1. 5. Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7.3. 5. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6.3. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8.2. Durasi (alokasi waktu) 7.2.3. Slack/float time 86 . Construction Management Contract 1.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve. Jenis-Jenis Kontrak 3. 8. dan Pengendalian 7. Dapat Mengerti arti.2. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9.4.3. S-Curve. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3.3. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11. 5. Manajemen Proyek Konstruksi 2. Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5. Penjadualan dan Pengendalian. Studi Kelayakan . Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7.3.1. Dapat membuat 11. Dummy Diagram Method (ADM) 11. Merge Even 11. Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10. Fungsi Manajemen 2.2. Perencanaan 6. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve.3.2.

87 .4. 12. Lead) Float .4. 12. 13. Notasi PDM. Critical path.4.3.3.3. 13. Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag.1.2.1. 12. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek. 12. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11.2. 13. 12. 13.

2.1. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4.1.3. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1.2.2. 3. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5. Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. 9.2.2. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6.4. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5. 6. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2.2. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4. 7. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3. Dapat merencanakan 88 .5. Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5. Spesifikasi teknis pada proyek 2. Jadwal pelaksanaan suatu proyek. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7.1. Kompetensi Dasar 1 1. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1. 7.1. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan.2.1. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. 6. Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8. Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6.1.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8.3.1. Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4. Menguasai perencanaan 3. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2. 4. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3.1. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5.2. 8. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8. Menentukan material yang dibutuhkan 3.

Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9. Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10. 5. 2. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13. Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11. Imam Soeharto.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. AZ. 6.1. 3.1. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12.2. 4.2.2.3. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11. 10. Manajemen Proyek Paulus Nugraha.1. Metoda konstruksi 11.1. Construction Cost Management Anonim. Analisis BOW Zaenal. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 .

2. 9.5. 2. 3. 11. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan.1.1. 5.1. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses. konsep dalam organisasi.2. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. Mengerti tentang manajemen. kualitas. Mengerti perubahan dalam organisasi. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1.3.3.1. kepuasan 3. 10. Manajemen Perubahan 11.3.6. Biaya Kualitas. latar belakang.3. Sampling. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan. 1. 12. 12.7. pelanggan. serta 6.1. 5. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5.1. 3. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas. Memahami kualitas.1. 10. 11.1.2.4. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas. 6. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. 7.2. Mengerti tentang cara kualitas. Kepuasan Pelanggan. 7. 11. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10.1.2. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas.4.2. inspeksi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas. Jenis-jenis team. 1996. serta kontrol kualitas. 11.1.2. sejarah dan dasardasar kualitas 1.3.2. Evaluasi training Daftar Referensi: 1.3. AS. Memahami proses. 2. tentang team serta koflik Konsep pelanggan. Memahami pelanggan. 11. Kompetensi Dasar 1 1. 3. 3. Oakland. team. Team yang efektif 12. 6. Total Quality Management. Konflik. 5.4. 90 .1. Perubahan konsep organisasi. Manajemen perencanaan proyek 2.3. memahami proses. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas. Perkembangan team. Penggunaan Biaya Kualitas 11. Australia. 6. Mengidentifikasi proses. Perencanaan proses. 4. Memahami training dan proses training 9. Organisasi sebagai sebuah sistim. Analisa Jenis training. Mengerti manajemen dan fungsinya. Memahami perencanaan pelanggan.2. dan mampu menggunakannya 9. Perbaikan berkesinambungan.2. Pelaporan Biaya Kualitas. perbaikan berkesinambungan. Mengerti tentang Seven Tools. Seven Tools 12. 2. 3. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7. serta seven tools sebagai proses kontrol.JS & Soal. Proses Training. meningkatkan kualitas 8. Mengerti tentang biaya kualitas 11. 4.1. Services Quality. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8. dan perbaikan proses.2. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. 3.5. 2. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi.

5. Quality Assurance Methode and Technologies. 1995. Leavenworth. Total Quality Management. Fandy Tjiptono S. McGraw Hills. S. 4. Eugene L. Soewarso Hardjosudarmo. McGraw Hills. 1999. Kenneth L. Quality Improvement Tools and Tecniques. Andi Offset Yogyakarta.Arnold Michael Holler. Total Quality Management. 3. McGraw Hills 91 . Diana A. 1994. 1996.2. 1996. 6. Andi Offset Yogyakarta. Peter Mear. Statistical Quality Control.Grant Richard S.

5.1.6. Pelatihan dan pengembangan. 4. Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3. Definisi MSDM 1. Metode penilaian 7. 7. SDM kepemimpinan. tujuan serta metode penilaian. Tahapan dalam latihan dan pengembangan. Mengerti tentang perencanaan SDM. pelatihan dan pengembangan 2. PT Indeks Jakarta 92 . perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1.1.2. Mengerti hubungan strategi 3. Manajemen kinerja. Kepemimpinan perencanaan 2. dengan strategi 2. BPFE Yogyakarta.3. Analisis dan desain jabatan 4. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3. Strategi Keunggulan Kompetitif. Organisasi SDM. manajemen kinerja.3. pengembangan.4. 7.2.3.1. 6.. Memahami analisis jabatan. Perencanaan SDM. Mengerti akan penilaian kinerja. Rekruitmen dan seleksi 6. organisasi. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja. Memahami pelatihan dan pengembangan. Arti penting pelatihan dan pengembangan. Pengembangan kemampuan 7. perencanaan taktikal dan operasional.4.2. Strategi SDM 4. 7. jabatan. analisa SWOT.1. 2. Strategi organisasi. Syafaruddin Alwi. Strategi penilaian kinerja. 7.7.……….6. 5.2.5. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Mengerti peran MSDM. Perkembangan historis. Memahami 2. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3.1. Membangun kompetensi 2.3. Tujuan penilaian.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM.4. 3. 6. Gary Dessler . organisasi. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1. Perencanaan SDM.2001. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. Manajemen Sumber Daya Manusia.2. 5. Arah strategik.3.4. 2. Keunggulan Kompetitif melalui 2. 7. Manajemen Sumber Daya Manusia. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan. 1. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3.2.1.5. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Deskripsi jabatan.3. Mengerti MSDM. Perencanaan Strategik. Tanggung jawab Departemen SDM SDM. Susilo Martoyo. serta proses rekruitmen dan seleksi 6.2. Kepemimpinan tim 5. 6. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3.3. Analisis kebutuhan. rekruitmen 2.1. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5.5.4. Mengerti tentang 1. perenanaan strategik dan taktikal. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi.2007. 4. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1.

cara mampu merencanakan kerja. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran. Jembatan. 3. dan kegunaannya.Mata Kuliah Kode MK. Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. 4. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja.4 2. pembesian. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah. dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat). dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek. 4.2 93 . serta menghitung Produktivitas dan 3. Struktur jalan.3 2.1 4. jenis. plan.1 3. Bentuk. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya.5 2. dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat.2 2. fungsi. elevasi. Jenis. Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung. dan bentuk. kerja alat. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung.6 3. menganalisis tempat kerja.1 1. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2 5. Menguasai alat berat 2. 2. bekesting.2 2. Sifat. Pondasi dan Dermaga. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran. serta pemeliharaan Bangunan Sipil. Memahami karakteristik 1.1 2. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi. dan pemasangan bowplank.

serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 .1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6. 8. Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton. Memahami perencanaan 9.1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7. 5. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile).2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6. Dasar Analisis struktur 3-D 7. Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7. Analisis portal 2-D 6. pembebanan.1.5. analisis.2. rangka batang.langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7.6. dan keluaran (output) 7. Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel.4. Analisis Balok 6. portal 99 . Analisis struktur sederhana: balok.

Tipe dan konsep pelengkung STT 4.2. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2. Pemodelan struktur komposit 2.1. Dapat memodel. Kompetensi Dasar 1 1. Dapat memodel.1. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5.3.2. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4. Metode analisis struktur komposit 2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT. Tipe struktur pelat dan cangkang 5.3. Materi Pokok 3 1. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4.2. Pemodelan struktur pelengkung STT 4.3. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5. Definisi dan tipe struktur komposit 2.3. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer. Tipe dan konsep pengaku bresing 3. Dapat memodel. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5.4. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3.dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks.3. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3.1. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2.4.1.2. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3. Tipe dan konsep dinding geser 6.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 . Pembahasan hasil analisis & prilaku 6. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6.4. akibat beban tetap dan beban bergerak 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3. Dapat memodel.1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4.1. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6.4. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2. Dapat memodel.

Russell C. 1999. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9. included in the Program. 7. 3. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8. Struktur Bertingkat Tinggi. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9. 6. Upper Saddle River. Second Edition. 1989. Metode analisis struktur nonlinier 8.1. Hibbeler. 1962. Smith. Aand Levy. Dapat memodel. and Coull. 1998. Dapat memodel.3.1. Prentice-Hall. & Composite Design of Tall Buildings. NJ 07458.2. 7. Salvadori. 8. Tipe dan konsep non-linier.2. Dapat memodel. John Wiley & Sons. High-Rise Building Structures. 4. 1981. Inc. PT Eresco. 7. 2. SNI 03-1729-2002. Statically Indeterminate Structures. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. New Jersey 07632. Inc. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. Computers and Structures. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. Prentice Hall. New Jersey 07458.3. serta sumber non-linearity 8. Taranath. Chu-Kia. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. Fourth Ed. R. Forth Edition. 1.. Membuat karya tulis 9.4. CA 94704. 1991. 101 . Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. Inc. Anonimus. Hibbeler. Cetakan keempat 1996. Tall Building Structures: Analysis and Design.S. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang. A. 1998. Structural design in architecture. 2002.7. M. Bandung. M. McGraw-Hill.3. 1995 University Avenue. Structural Analysis. 2001. Second Ed. 7. Bungale S. B. 5. Inc. Manual and Tutorial of SAP2000. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7. Concrete. Schuller.2.4. Steel. Penerbit Erlangga – Jakarta. Berkeley. Prentice-Hall. Badan Standardisasi Nasional. Pemodelan struktur non-linier 8. Structural Analysis. Terjemahan oleh Januar Hakim.1.C. Wolfgang. Presentasi karya tulis 9.

Maksud dan pengertian momen inersia 3.1. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan.9. Momen inersia pusat utama 3. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . Menghitung statis momen 3.5. Dapat menghitung regangan 7. Pusat geser 4. Titik berat penampang 3. Inti (Kern) 3.3.1. beban geser.11. Dapat menghitung titik berat penampang 3. hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Memahami konsep diagram teganganregangan normal.7.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika. titik berat dan momen inertia. Momen inersia tampang T 3.2. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Momen inersia tampang persegi 3.4. Momen inersia tampang lingkaran 3.1. Regangan normal 6. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4. Luas penampang 2.1.1. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6. Regangan geser 7. Momen inersia tampang jajaran genjang 3. Tegangan geser 6.2.6. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1. Indikator Pencapaian 2 1.8.2. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Modulus Elastisitas 8. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menghitung luas penampang 2.3. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas. Diagram Tegangan-Regangan geser 2. beban puntir. Pengujian tarik dan tekan 7.1. Diagram tegangan-regangan normal 7. Momen inersia tampang segitiga 3.2.1.4.10. Momen inersia tampang trapesium 3. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan.1. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Hukum Hooke 7.

2. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13.2.1. Tegangan akibat lentur 17. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20. Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11. Sudut puntir 13.1.3. Regangan bidang 20. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19. Penurunan rumus torsi 13.2. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15.1. Deformasi elastis akibat beban aksial 10.2.4.2.2.1. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5. Tegangan akibat perubahan suhu 12. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18.2. Memahami konsep deformasi lentur balok 17. Memahami transformasi tegangan bidang 12. Diagram bidang momen 16.2. Prinsip Superposisi 4. Rumus lentur 17. Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21. Rumus tegangan geser 15. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7.1.1. Tegangan geser balok 16. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19. Lentur pada balok beton bertulang 18.2. Hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9.1.2.2. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21.1.1. Konstanta torsi 14.1. Modulus Geser 10.1. Persamaan garis elastis 22. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11. Lentur pada balok komposit 17.1.2. Deformasi lentur balok 17. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9.3. Transformasi tegangan bidang 18. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 . Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11.1. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11. Memahami transformasi regangan bidang 21.3. Geser pada balok 14.2. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Dapat menghitung tegangan geser 16. Deformasi akibat beban torsi 12.1. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8. Memahami transformasi regangan bidang 9.

J.1. Hibbeler. Jakarta. Jakarta... New Jersey. Penerbit Erlangga. S. 1996. Hariandja.. Mechanics of Materials. Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. M. Cetakan Pertama. Soemono. Mechanics of Engineering Materials. 5th Edition. 7.. Penerbit Erlangga. Bahan daktail (ductile material) 26. Crawford. California. 6.3. Singapore. Benham. Kolom dengan perletakan lainnya 25. Kolom ideal dengan perletakan pin 25. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. 104 . Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26. 1997. dan Timoshenko. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. C..1. Gere. 5.2. Edisi ke-2. Tegangan 1. 1997. 1983.1. 2.10. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25. P.2. Popov. Longman Publishers Ltd. Brooks/Cole-Thomson Learning.. and Amstrong.1. J. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. Bandung.4. M. Gere. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25.. Penerbit Erlangga. Prentice Hall. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. C.2. Jakarta. 2nd Edition. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24. R. Mechanics of Materials.2. 4. 1996. 2001. Edisi ke-2. 1996. B. terjemahan).. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24. Memahami stabilitas tekuk kolom 23. P. 3rd Edition. 3. P. J. E. Metode Superposisi 11. Mekanika Bahan (terjemahan). Beban kritis kolom 25. R.. Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1. Penerbit ITB.. P. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. G.

2 1.2 2.Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1. Memahami / 1.1 1.2 1.1 Matrik kekakuan 105 .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2.1 1.3 5. Memahami prinsip kerja virtual.1 prinsip kerja virtual. Memahami konsep 1. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan .3 2.1 2.2 prinsip energi 1. struktur dengan metode elemen 3. hubungan antara regangan dan displasemen.2 1. serta hubungan antara tegangan dan regangan 1. teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2.4 1.3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar.3 1. Dapat menjelaskan 1.1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh .1 2. Dapat menganalisis 1. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1. Menguasai analisis 2.2.5 4.1. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2. Dapat menganalisis 2. Memahami prinsip 1. 1.Ritz 1. prinsip energi 1. ada 2.

1992. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3. Prentice Hall. Suhendro B..2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2.2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1. 2.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2. New Jersey 106 .2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3. Dapat menganalisis 1. W. P. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1. Finite Element for Structural Analysis.R. Johnston. 1984.. Program Pasca Sarjana UGM.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3. Dapat menganalisis 3.3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2.3 Overall matrik struktur balok 6. Jogjakarta Weaver. Dapat menganalisis 2.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1.struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1.

Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 . Pencampuran. pembentuk beton Semen.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. Mampu melaksanakan 3.1. Pengukuran berat isi 3.3. Perhitungan komposisi pencampuran.2.2. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air.1. Agregat Halus dan Agregat Kasar 2. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2.2. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3. campuran beton pencetakan dan 2. Mampu melaksanakan 2. Mampu melaksanakan 1. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1.

3. Mahasiswa dapat 6. 5. Bidang Gaya Lintang.5. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. Bidang Momen.1. 8. momen torsi. Bidang Gaya Normal. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam. 2. 3. Balok Pelengkung tiga sendi. Reaksi Perletakan. elemen struktur. Reaksi Perletakan. 3. gaya. Reaksi Perletakan. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4. 7. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. 108 . 4. 4.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -. Mahasiswa dapat 4. Reaksi Perletakan. Bidang Gaya Normal. Gaya-gaya dalam Bidang Rata. Materi Pokok 3 1. Balok Konsol/ cantilever 3.4. momen lentur. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2. 6. 5.2. Elemen Struktur.2. 6. 3. Bidang Gaya Lintang. 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Mahasiswa dapat 3.4.1.2. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. 2. Gaya Geser atau gaya lintang. uraian uraian gaya.3.2. Bidang Momen. Bidang Gaya Lintang. Bidang Gaya Normal. Bidang Gaya Lintang.1. Balok sederhana. Bidang Gaya Normal.5. 5. Balok sederhana. kesetimbangan 3. Mahasiswa dapat 4. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor.3. Mahasiswa dapat 1. Bidang Momen. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. Balok Gerber. 5. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan.1.6.1. 6.3. kombinasi beberapa gaya dalam. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever. 4. Bidang Momen.5. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber. Gaya Dalam: Gaya Normal. 2. 6.1. hubungannya dengan gaya-gaya dalam. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. 4. 5. 2. Balok Sederhana. resultante gaya dan resultante. 6.4. 5.2. 3. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. 6.3.4.5. Mahasiswa dapat 7. 5.

7. Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7. oleh Daniel L Schodek 109 . 8. Garis Pengaruh Momen. 7. 6. 5.2. 8. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Garis Pengaruh Balok Sederhana. Garis Pengaruh Konsol. Statika oleh Soemono. Tjok Gde Majun. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol. Himpunan Mahasiswa Sipil. 8. Mahasiswa dapat 9. 8. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Struktur. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana. Mahasiswa dapat 8. 4.3. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. 2. Suwarno Wiryomartono.1. Himpunan Mahasiswa Sipil. Tjok Gde Majun. Mekanika Teknik I oleh Ir. Daftar Referensi: 1. 9.tiga sendi. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir. Buku Ajar “ Statika”. 3. Garis Pengaruh Momen 7.1.4.3.2.

1.3. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2. Lapisan dan kerak bumi 1. .Memahami dan mengetahui konsep seismologi.4. Memahami . Dapat menjelaskan 1.8. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa. Orthogonalitas mode shape. normalisasi mode getaran 2. SRPMM. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2.1. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2. .2. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. Sumber-sumber beban dinamis 2. energi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier.2. faktor reduksi.5. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 . Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.10. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2. Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2. Mengerti dan sumber. intensitas dan magnitude gempa 3. Teori terjadinya bumialam semesta 1.3. sistim struktur SRPMB. Memahami dan dapat 2.4. Type perambatan.2. Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. Wilayah gempa. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2.9.1. SRPMK 3. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. Daktilitas struktur gedung. Memahami dan 1.7. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3.3. Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3. Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2.6.

3.6. Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3. Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 . Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.8. Respons spektrum gempa rencana 3.4.7.5.

2. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5.2.1. Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2.5. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2.5. Dapat menentukan 3. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6.2. Dapat menjelaskan Memahami 4. Beton sebagai bahan bangunan 1. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6. Analisa 6. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1.3. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2. Mampu menjelaskan 2. Klasifikasi agregat 4. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5. Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5. 6. 5. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5.4.2. 112 . Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air.2. Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4.3.3.1.1.4. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1. 4.6.3. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6.1. Dapat menjelaskan 6.2. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3. Semen.5. Karakteristik agregat agregat untuk 4.3.4. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3.1.1. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6. Dapat menguraikan 5.

Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 .Institusional Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.

6. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3. Cara pemberian prategang 2.6. Perencanaan pejangkaran 3. Perencanaan block akhir 3.4. Mampu prategang dalam 3.3. Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4. Dapat menjelaskan 1. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2.2. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3. Perencanaan elastis balok beton 3.2. Perencanaan penampang komposit 3. Dapat merencanakan 5. Pengertian beton prategang 1. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3.7.3.9. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3. Dapat menganalisa daya 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3. Analisa lendutan 5. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 .5.2. Konsep dasar beton prategang 1. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1.5. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5.1. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1.4.1.3.2. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.1.3.1.2. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2. Beton prategang sebagian secara umum 5.8.1. Mampu 1. Dapat menghitung 2. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4. Memahami dasarprinsip dasar beton 1.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. 7. 1999 Robert Koch. Rumah Sederhanan Howard Simon. Teknik Menggambar Giesecke. Architects Data Heinz Frick.1. Chudley R.4. Bandung. Taib Sutan Sati. Neufert.. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. bagian-bagian atap. bahan tangga. 2000 Mohd. posisi pintu. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. konstruksi rangka atap. Mitcheel. 3th Edition. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10. 4. Dygon.2.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11. 1998.3. Building Construction Handbook. Sambungan kuda-kuda 9. Emst. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap.2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1. 8. Incorporating Current Building & Construction Regulation. Novak. 3.. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. 8. 21. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. Spencer. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap. Pedoman Gambar Kerja 118 . 6. Latihan menggambar sambungan 11. Hill. 5. Gambar Teknik. jenis dan bentuk atap. Jilid I. Greeno R. Penerbit Erlangga. Penerbit Mandar Maju.18. edisi ke-sebelas. 20. 2. frame / kosen pintu. Butterworth-Heinemann. 22. 23. Latihan menggambar sambungan 10. 19. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan. Buku Politeknik.

British Standard. jalan Raya.9. dan konstruksi bangunan lainnya 14. 1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. 11. 10. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk. Ronal Hikari. Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. Working Drawings Handbook. bandar Udara. 12. Bendungan/bangunan Air. 3th Edition. Hongsui and Architecture Sugiharjo. Sukada Wenten) 119 . 13. Jembatan.

Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur . 6. 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang. 1.1 Pembuatan layout struktur 7.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4. Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa. 6.4 Daktilitas Perpindahan 6.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya. 5. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang. Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6. Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7.3 Daktilitas kurvatur dan regangan. 5. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1.3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2.2 Perilaku dinamis struktur gedung. kolom dan pelat) 7.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5. Kompetensi Dasar 1 1.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. 3.2 Analisa momen kurvatur. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2. 6. 6.

bentang panjang 8. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7. Badan Standardisasi Indonesia.1 Ketentuan Material 12.4 Desain Coupling Beam 12. Dapat merancang 8. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9.2 Persyaratan Geometri elemen balok. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension. 13. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10. Badan Standardisasi Indonesia.3 Desain Balok 12. Memahami prinsip. arch bridge) 13.3 Gaya-gaya pada joint 10.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8. 8.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8.1 Teori dasar joint 10. 2002. 2002.4 Desain joint 11.4 Desain terhadap beban lentur 8.2 Kinerja struktur baja daktail 12.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11.4 Desain terhadap beban geser 10. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang. Badan Standardisasi Indonesia.2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11.6 Panel Zone 13.2 Pembebanan Angin dan gempa.3 Desain terhadap beban lentur 9. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2.4 Desain Kolom 12. 9.2 Type-type joint 10.1 Persyaratan Geometri elemen balok. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12. 2002.13.5 Desain terhadap beban geser 9.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11. cable stay. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang.1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 . 9.6.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1. Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.

10. 2nd edition. Steel Structures-Controlling Behavior Through Design. 829 pp. Englekirk. 5. Sudarsana. J. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. and Wight. R.K. John Wiley and Sons Inc. 1992. 2002. John Wiley &Sons Inc. T. Naem. 1994. USA. MacGregor. F (Editor). R. Dan Salain. Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03).. Kusuma. G. USA. Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002. 1152 pp. 4th Edition. 1993. 767 pp. The Seismic Design Handbook.. Park.. Jhon Wiley and Sons Inc. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. ITS Press. UNUD 122 . M. and Paulay. 744 pp. IM.. PS Teknik Sipil. A. Paulay. T. Rahmat Purwono. Pearson-Prentice Hall.4. and Priestley. 6. 2005 11. USA. 8. 7. 2005. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. T.M.. dan Andriono. 2000..K. 9..J. Buku Ajar. USA. Chapman & Hall. IK. J. Reinforced Concrete Structures.N. 1975. CUR3.

Kontrol tegangan dan lendutan 3.. Perencanaan dimensi pelat. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5. Gambar Lay Out 1.3. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4. Kombinasi pembebanan 2. Gambar potongan struktur baja 11. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3.. Dapat merencanakan 10. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2.1. New York. Perencanaan gording 2. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4.4. Membuat gambar rencana 8.4. Perhitungan gaya batang 5. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3.2. Inc. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6. LRFD Approach. Dapat menggambar lay out 2.1.2.3. Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8.1. Panjang tiap batang 1. Dapat merencanakan 9.. 2nd Ed.1. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1.1. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6.1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3.1. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6. Perhitungan pelat kopel 7. 1996.C.2. balok dan balok dan kolom kolom 10. Dapat merencanakan dimensi gording 3. Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7. dimensi pelat. John Wiley & Sons.1. Gambar denah hasil dari perencanaan 11.1.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1. J. 123 . Dapat menggambar 11.1. Smith.2.1. Gambar detail kuda-kuda 11. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9.2. Merencanakan portal 3. Structural Steel Design.

Salmon.. Harper Row. J.. Badan Standarisasi Nasional 124 . Inc. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. 1996. SNI 03-1792-2002. C.2. G. E. Publisher. 3. New York.. Steel Structures: Design and Behavior. and Johnson. 3rd Ed.

Penentuan Dimensi Awal . bentuk. Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak. Data ME 2. Data lain terkait analisis struktur 3.Dimensi Plat . Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis. Review Struktur Beton Bertulang 3.1.5. Gambar Arsitektur 2. Review Analisis Struktur 3. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5.4.1.6.Dimensi Balok . 4. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur. Tata letak struktur 1. Mutu bahan 2. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1.1. Data Tanah 2. Bentuk dan kelangsingan bangunan 1. Materi Pokok 3 1.1. pola.2.1. Peraturan 2.1. Pembebanan 3. Denah Struktur 1. kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2. 6.2.3.2.Dimensi Kolom 125 .3. Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang. Review Teknik Fondasi 4.3. Kompetensi Dasar 1 1. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2. taraf dan kombinasi beban yang bekerja. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5.4. Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6.

sloof 9. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Sloof) 9. 2002. Mampu merancang kekuatan plat. dan Rahim. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.3. D. Balok Anak. Struktur Beton Bertulang. 3. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Jakarta. Portal (Blok.5. 126 . N 8. Gramedia Pustaka Utama. Tangga. Vis. W. G. 199. kolom. Bidang M.3. Kolom Pondasi. 5. 4. L. Jakarta. Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. 7. 527p.C dan Kusuma. 8. PT. Daftar Referensi : 1.1. Struktur Beton Bertulang .2. balok anak. SA. 2.4. Penerbit Erlangga. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. 1988. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Dasar-Dasar Beton Bertulang..2.1996.. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9. Wahyudi. Detail Penulangan 9. 272p Ferguson. PT. I. Penerbit Erlangga. Gambar Stuktur 9. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo.1. Panjang Penyaluran 9. 7.1. Badan Standarisasi Indonesia. Jakarta. Departemen Pekerjaan Umum. Analisis Struktur 7. Pelindung beton untuk tulangan. Perencanaan Plat. pondasi. 1994. balok induk..

1 Elemen-elemen struktur baja 3.4 Metoda LRFD 3.1 Material dan produksi baja.5 Keruntuhan tekuk lokal 6. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja. .4 Keruntuhan fracture 3. 6.3 Keruntuhan tekuk global 4. Indikator Pencapaian 2 1.4 Keruntuhan lateral 5.1 Elemen-elemen batang tekan 4.4 Keruntuhan tekuk local 4. 6. jembatan dan bangunan sipil lainnya. Materi Pokok 3 1. 4.6 Penampang tersusun 5.1 Perilaku elemen kolom 6. 5.5 Penampang tersusun 4.1 Elemen-elemen batang lentur 5. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3. 1.3 Keruntuhan leleh 3.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1. 3. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja. Dapat menjelaskan material pembentuk baja.2 Konsep perencanaan batang lentur 5.2 Diagram teganganregangan 1.2 Konsep perencanaan batang tarik 3. Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5.2 Keunggulan dan kekurangan 2. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2.3 Keruntuhan global 5.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur. 2. 2.5 Keruntuhan tekuk torsi 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung. 4.2 Konsep perencanaan batang tekan 4. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja.1 Jenis-jenis struktur baja 2.

6 Geser tumpu 7.3 Keruntuhan lateral 8.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.2 Konsep sendi plastis 8. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7.5 Perencanaan sambungan geser exentris 10.2 Lebar efektif 11. 10.2 Konsep perencanaan 7.5 Keruntuhan geser 7.5 Analisa dng metoda keseimbangan 8.3 Perencanaan sambungan geser sentris 10.4 Konektor geser 128 .1 Aksi komposit 11.elemen kolom 7.6 Analisa metoda energy 9. Pengenalan penampang komposit 10.3 Keruntuhan blok geser 9.4 Pembesaran momen 7.1 Moda-moda keruntuhan 8.1 Perilaku elemen balokpelat 7. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6. Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja.4 Mekanisma sendi plastis 8.1 Jenis dan mutu baut 9.2 Kuat nominal las 10.1 Jenis dan mutu las 10.3 Pengaruh P-∆ 6.3 Keruntuhan lateral 7.4 Keruntuhan local 7.2 Kuat nominal baut 9. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9.3 Kuat lentur 11.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9.7 Pengaku geser 8. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11. 8.

2. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3.4.1.1. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1.2. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2.4. Teori Geser Rangka 3.1.3. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang. 2.1.3.1. 1. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2.4. 1. Tulangan Puntir 4.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.2. Kolom biaksial 6. Trayektori tegangan 3. Kolom pendek 5.4.1.1. Tulangan Geser 4. Pondasi Telapak 6. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5. Analisa penampang balok T 3. Tulangan Tunggal 2. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5. Pembesaran momen pada kolom 5.5. Mekanisme Puntir 4. 1. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 .5. Indikator Pencapaian 2 1.3. Penulangan satu arah 6.1.5. 1. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.6. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat. Lantai Cendawan 6.4.2. Tulangan Rangkap 2. Konsol Pendek 3. Teori Garis Leleh 6. 2. Teori Geser dg Compression Field Theory 3.2. 4. Kolom langsing 5.3. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.2.6.1. Tegangan dan reganan 2. Teori Geser Konvensional 3. 2.5.3. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1.2.3. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6. Penulangan dua arah 6.

1. Jakarta.Keuntungan dan kerugian .1. 4. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang . 272p Ferguson. Penerbit Erlangga.2.C dan Kusuma. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7. 2.Prilaku lentur. Dasar-Dasar Beton Bertulang. Jakarta. W. Struktur Beton Bertulang . 2002. 3.geser . Struktur Beton Bertulang. L. Pelindung beton untuk tulangan 8.3.. Kontrol lendutan 8. Jakarta. 7. 527p. dan Rahim. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1. 199. Vis.. 4. Penerbit Erlangga. I.1.4. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8. 130 . Standar Baru SNI T-15-1991-03.Metode Pelaksanaan . SA. 5. Badan Standarisasi Indonesia.3. Detail penulangan 9. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Departemen Pekerjaan Umum. Introduksi 8.. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.2. PT. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8. Gramedia Pustaka Utama. Wahyudi. Jakarta. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.Konsep analisis 9. Sejarah beton prategang 9.3. Gramedia Pustaka Utama. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Kontrol retak 7. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. G. 1994. 1988.2.1996. PT.

Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2.1.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8. Latihan soal sambungan pasak kayu 7. Sambungan paku 5. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1.2 Latihan soal batang tarik 11. Sambungan pasak kayu 6. Latihan soal sambungan paku 6.2. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4.1. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3.2.2. Golongan jenis kayu 3. Sifat mekanik kayu 3. Sambungan baut tanpa mur 4. Latihan soal sambungan baut 5.2.2.3.3.1.1. Sambungan gigi tunggal 9.3. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6.1. Sifat fisik kayu 2. dan tegangan izin kayu 4.1. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Bangun kayu 1. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10. Latihan soal alat sambung modern 9. Batang tarik 10.2. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3. Tegangan izin kayu 4.1.1.2 Sambungan gigi ganda 9. sambungan baut dengan mur 4.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5. Sifat higroskopik kayu 2.1.2. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7. Sambungan pasak baja 7.1. Pendahuluan 1.2.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 . Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10. Latihan soal sambungan pasak baja 8. Alat sambung modern 8. Latihan soal batang tekan 2. Batang tekan 11.1.

2. Kondisi acuan 21.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16.1. Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12. Latihan soal batang lentur 13. Suwarno 3.2. Konstruksi Kayu. Latihan soal kolom susun 16.3. Keadaan batas kemampuan layan 20. Komponen struktur tekan dan tumpu 18. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21.1.4.1 Beban nominal 18. Pengekang lateral 21.3. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20.1.1. Batang mendukung momen dan gaya normal 13.2. Tahanan terkoreksi 22.tekan 12.1.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2.2. Kondisi batas tahanan 19. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17.4. Komponen struktur tarik 22.1. Analisis struktur 19. Batang lentur 12.3. Ir. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22.5. Kolom susun 15. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 . Beban berlawanan dan beban lainnya 19. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19. Luas bruto dan neto 20. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1.2.2. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15. Ir. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17. Perencanaan keadaan batas 19. Stabilitas 20.1 Balok susun 14.1. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14.2. Latihan soal jembatan komposit 17.2 Latihan soal balok susun 15. Felix Yap 4.1. Kombinasi beban 18. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6.2.2. Jembatan komposit 16. Konstruksi Kayu.

Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2.5. aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit.4.1.2. Lebar efektif dan tetapan dalam 4. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 . Dapat merancang 3. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1.1. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1.3.3.6. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok.4. Strength limit serviceability and 3.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung. Teori umum aksi komposit baja beton 2. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength.1. Durability limit 3. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4. Review sifat material baja struktur. 3. Konsep komposit pada elemen 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Serviceability limit durability limit) 3.3.2. Memahami konsep 3. beton 2.1. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit. baja tulangan dan beton 2. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4. Teori dan Konsep umum 2.3. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4.5. pelat dan kolom) 3. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD.2.2. Memahami konsep 1. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4.5. Shear Connectors 2.

LRFD Approach. Departemen Pekerjaan Umum. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7. N0.8. Persyaratan kolom komposit 7. Blackwell Scientific Publication. PAU. Smith. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural). Elemen Komposit. Inc. Ilmu Rekayasa. E. 1992. Structural Steel Design. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. Salmon.1. 134 .3. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran. 8. C. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7. J. Oxford.7.. Dapat merancang pelat komposit 7. 6. DPG. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. SNI 03-1792-2002. 115. 5. 2000. 2nd Ed. John Wiley & Sons. 11. 2nd Ed. Bandung Sugupta. Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. 4.2. 3. 7. G. 3rd Ed.2. Vo.9. Harper & Row. Publisher. ITB. R. 1996. Composite Structures of Steel and Concrete..C. 24102.. 2000.3. Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung.. 1996. Dirjen Bina Marga. Udayana University Saadatmanesh.2. New York. 2. 9. Civil Engineering Department..P. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity. Journal of Structural Engineering.1. Nopember 1989. 4. Vol. New York. and Johnson. Inc. Johnson. 1994. 1. Paper No. Jenis-jenis kolom komposit 7...1. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton. Dapat merancang kolom komposit menerus 4. Faculty of Engineering.5. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5. 7. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6. J.4.5. Steel Structures: Design and Behavior. Balok komposit parsial 4. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Lab Mekanika Struktur. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5. Badan Standarisasi Nasional BMS No.. 1989. Momen kapsitas pelat komposit 7. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6.

3. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3. Dapat merencanakan struktur abutmen. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2.1. Analisis Struktur II. Presentasi karya tulis 6. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi. 4. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5.3. Membuat karya tulis 6. Materi Pokok 3 1.2.2.1. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6. Pemilihan tipe jembatan 3. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi.2. bebab angin. pelaksanaan serta pemeliharaannya.1. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5.4. Pembahasan hasil presentasi 4. beban lalu-lintas. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi.3.2. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. Jenis-jenis jembatan 1. Beban-beban pada abutmen 5. Perencanaan Abutmen 5. Spesifikasi jembatan 1. gempa 3. Estetika dalam perencanaan jembatan 2. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan.2. membahas.1. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 .3.3. 3. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. Presedur perencanaan jembatan 2.1.4.4. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6. Kombinasi beban 3. pilar jembatan dan pondasinya. Beban grafitasi. Geometrik Jalan. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1.3.4. Dapat merumuskan permasalahan. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Kompetensi Dasar 1 1. Langkah-langkah perencanaan jembatan 5. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6.5. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5.1.2.

Inti Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH.Institusional Kur. Inti 136 . Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER.

serta mengaplikasi 1. dan tebal) (EYD).2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan. Memahami dan 3. catatan kaki. dll) 2.1 Pemakaian huruf (kapital.2 Peristilahan dan kata baku (diksi). Dapat menjelaskan dan menulis 3. bibliografi.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. kutipan.3 Penulisan tanda baca (tanda titik.1 Ketepatan kata. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. referensi) dan bibliografi. 6. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa. Dapat menggunakan kata secara 4. frasa. dan pola kalimat efektif 5.2 Ragam bahasa (ilmiah. (Diksi) pemilihan kata 4.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD). koma.3 Kalimat efektif (keutuhan.2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara. Dapat menjelaskan arti dan 1. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata. titik dua. bertingkat dan gabungan) 6.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. dan tulis resmi) bahasa. menguasai 1. gabungan. Dapat menjelaskan dan 5. Memahami dan 4. dan tanda hubung) 2. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3. dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5. 1.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. Memahami arti. catatan kaki. predikat. ulang. ganti. struktur. kecil. pilihan kata yang tepat (Diksi). 3. dengan menggunakan ejaan baku miring. serapan. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat. dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6. Dapat menulis kata dan kalimat 2. 137 . Dapat membuat kalimat efektif 6.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3. kefokusan.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. 2.2 Penulisan kata (kata dasar.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. kesejajaran.

hubungan dan pengembangan paragraf 138 . kepaduan. Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7. hubungan dan 7. Dapat membuat paragraf sesuai 7.1 Pengertian.4 Jenis. kepaduan. diksi dan ejaan) 4.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan. dan keruntutan) 7. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan). ketuntasan.2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. Mampu menuliskan 7. ketepatan diksi dan ejaan) 6.kehematan. konsistensi.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur.

Capable to describe the English. To be able to 9. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. shapes.1 Structure 4. Measurement 3: Proportion 5. Capable to explain the 1. room/ a place/ a land site. Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. and structures components in term of its 2. Capable to describe the 8.1 Location 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English. Tendency.1 Properties and Shapes 2.1. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet. location of a building/ a location.2. Measurement 4: Frequency. Probability 7. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works. structure.2. tendency of any building structures/components/ events. preparation) Materi Pokok 3 1.1. To be familiar with 6. Capable to describe the properties. Measurement 1 4. 5. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8.1 Process 3: Cause and Effect 6. and unit of etc measurement in 3. Measurement 2: Quantity 5.1 Process 2: Actions in sequence 4. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil. 2. Capable to explain the 3. structure of a building 4.1 Listening 6. its materialbuildings.1 Process 1: Function and Ability 139 .5 The TOEFL Test 7.4 Practice test 6. Capable to explain the 9. frequency. Capable to use proper phrases to determine proportion.3 Reading 6. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5.2 Structure 6.

1.3 Surveying 10.1.1. 2.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components. Capable to work in 6. To be able to gain 11. in English 10. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.1 Presentation topics: 10. materials/compone nts as structure.1.5 Concrete 10.1.1. 4.8 Dam 11.1.1.2 Foundation 10.1. that written in English 140 .6 Steel beam 10.2 Etc 7. 3.1. civil engineering topic 10.7 Trusses 10.1 Soil Mechanics 10.1 Engineering the impossible 11.4 Highway 10.1 Film: 11.

3 Penggambaran titik kerangka.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5.1.1.3.1.1.3 Metode Borrow-Pit 5. Bidang perantara dan referensi.1. Maksud & Tujuan IUT. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.2 Metode Poligon 4.3.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4.2 Metode Prismoida 5.1.2. Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.1.3 Penentuan titik detail lengkungan 6.4 Metode Double Meridian Distance 5.5.2.1.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5.3 Metode koordinat 5.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6.1.1.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4.1. Sudut dan jarak 1. .1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5.2. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4.1 Metode segitiga 5.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.1 Penetapan titik detail 4. 1.1.3.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.1.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2.1 Penentuan titik potong busur S 5.4.1.2.1.1. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 . T2 dan M 5.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6.3.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6.4 Metode garis kontur 5.1.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4.1.1.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4.2.2.3.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6.1.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3.3 Konsep dasar GIS 2.2.5 Metode Grafis 5.2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.1. titik detail dan kontur di peta 5. 1.y) 4. Kompetensi Dasar 1 1. Skala dan peta 2.y. T1.1.2.3.2 Penentuan titik P.1 Metode Penampang Rata-rata 5.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran.3. Sistem Koordinat.1.1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x.2 Metode garis ukur 5.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4.3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4. 1. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5.

1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7. Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7.1 Tabulasi Data 7.2.2.2 Pengukuran beda tinggi 7.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.2.informasi berbasis geografis (GIS) 7.1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7.3 Penggambaran peta situasi 142 .1.1.

2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1.Mata Kuliah Kode MK. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan.4 Penjadualan proyek 1.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. Materi Pokok 3 1.3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan. Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. 2. Indikator Pencapaian 2 1.5 Penulisan laporan kerja praktek 143 . Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2. Kompetensi Dasar 1 1. dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.

Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1.Mampu membuat judul penelitian 5.. Memahami 1. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia.2. Statistika.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2. Desain penelitian 2.2.2. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4.2. Yogyakarta Sugiyono. Metodelogi Penelitian..5.3. 4. L. Bagan alir penelitian 2. Mampu menjelaskan.1. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. Perumusan masalah 2. Pendekatan penelitian 2. 2004. 2004. Bandung 144 .1. Jenis pendekatan dalam penelitian 5.1. 2.1.. Metodelogi Penelitian Kualitatif.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian. Teknik penyusunan paragraph 8. 3. Teknik analisis data kuantitatif 6. Bandung Surakhmad.1.2. 1988.4. Teknik analisis data kualitatif 6.1. Subyek penelitian: sampel dan populasi 6.3. Latar belakang dan identifikasi masalah 2. Mampu menyusun 7.2.Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6. 2006.2. PT Remaja Rosdakarya. Mampu merancang 2. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7.1 Pembuatan judul penelitian 5. Penafsiran hasil penelitian 7. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3. Tarsito. memahami dan melakukan kajian teori. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Moleong. Konsep dasar penelitian 1. Konsistensi isi laporan 8. Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3.3. W. Statistika untuk Penelitian. Bandung Soeratno dan Arsyad.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1.1. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. Pengantar Penelitian Ilmiah. CV Alfabeta. L.

Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6.1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7.2 Pengenalan simbul.2 Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2. Input.1 1. Step by Step Microsoft Word. Memahami apa itu komputer. Penerbit Informatika 2.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8.4 Program paket kusus teknik 4. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo.3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9.3 Program paket umum 3. September 2006.3 Pengenalan Program Mapinfo 7.1 Penggunaan program Microsoft word 4. ……….4 Penggunaan alat GPS 9. Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7. Menguasai paket program microsoft office 5.5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9. Gramedia Jakarta 1. Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2. 6.2 Pengenalan program Visual Basic 6. Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7. proses. perangkat keras. Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1.1 Pengenalan program Fortran 6.3 . sejarah komputer..Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9.2 Penggunaan awal Mapinfo 9.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8.1 5. 3.3 Output (alat keluaran) 3. 2001.3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8. Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3.2 Program system operasi (operating system) 3. 6.1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3. 145 . Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1.1 Alat masukan 2. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9. sejarah komputer 2.Legenda dan Manipulasi tampilan peta . perangkat lunak komputer. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5.Membuat peta-peta tematik . Menguasai penggunaan program Fortran 8.2 Proses 2.Membuat Workspace . 8.2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi. 9.

1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation. Firmansyah I R.. B. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. Andi Yogyakarta 4. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa. Program Microsoft Visual Basic 6. Parayangan. 2003. Microsoft Ecel 2002. Gramedia. Bandung 8. Ltd. Kadir. Indah Surabaya 5.3. A. 7. Jakarta 146 . 1977.0. Pemrograman Windows dengan Borland C++. Potts Steve & Walnum Clayton. Suryoatmono. Jakarta 6. Simon & Schuster Pte. Dinastindo. Pamungkas. Tosin R. Fakultas Teknik Univ. 1995.

2. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1. Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4.1. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 . Pengertian perubahan Konstitusi 4. Perubahan Konstitusi di Indonesia 5. Orang asing 2.2. hak Indonesia dan kewajiban warga 6.6.3. Jaman Belanda memahami sejarah 3. Hak dan kewajiban warga negara 7. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8.1. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3. Mengerti dan 8.3. Macam-macam perubahan Konstitusi 4. Mengerti dan 5. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2. Pengertian HAM di Indonesia negara 6. Pengertian Konstitusi Indonesia 4. Nilai Konstitusi 4.2. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6. Mengerti dan 6.3.2.2. Sifat Konstitusi 4. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8.2.5.8. Konsep Dasar HAM 6.2.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2.1.4.2.1. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7.4. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1.5.1. Warga Negara 1. Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2. Mengerti dan 4.1.4. Mengerti dan 3. Masalah Orang asing 4. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3.1.1. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3. Mengerti dan 7.7.

2.8.3. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10.4.2.1.4. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10. Mengerti dan 10. Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9. Mengerti dan 9. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10.3.3.1. Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8. Politik Strategi Nasional 148 . Implementasi Wawasan Nusantara 9.

Konstitusi 7. Pembukaan UUD 1945 6.2.1. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5.5. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3.9.2.4. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6.3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Inti isi sila-sila Pancasila 4. Zaman Majapahit 2. Memahami penerapan Pancasila 4. Kebangkitan Nasional 2. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3.4. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3. Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2. Pengertian filsafat 3. norma dan moral 4.1.3. memahami.1. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6. Landasan Pendidikan Pancasila 1.2.1. Mengerti dan 1. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3. Pengertian nilai.7.2. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2.4.3.1.2.1.2. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5.8. Zaman Kutai 2. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Zaman Penjajahan 2.3. Tujuan Pendidikan Pancasila 1. Zaman Sriwijaya 2. Beberapa pengertian Pancasila 2. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6. Memahami UUD RI 149 . Etika Politik 5. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3. Sidang BPUPKI 2.1.3. Zaman sebelum Majapahit 2.2.6. Pengertian asal mula Pancasila 5.5.

1. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8. Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 .4. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8.3.3. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8.2. Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7.7. Memahami Pancasila 8.

Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional 151 . Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.

Permasalahan drainase 1. Konsep dan definisi drainase 1. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4.1. koefisien pengaliran 3. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 .1.4.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3. shipon 5. Menghitung Tc.5. ruang perencanaan. Gorong-gorong. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1. Sherman. ToF.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1. ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2. Tabolt. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2. Memahami konsep 1. Tof. Dapat menjelaskan definisi drainase.4. got miring. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal.5.3. Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4.2. Analisis hujan kawasan. Curah hujan jangka pendek. Infrastruktur air perkotaan 1. dapat drainase menghitung intensitas hujan.2. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4.2. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4. Daerah berpotensi banjir 3. Mampu merencanakan drainase 3.2.6. Dapat menjelaskan 2. Mengetahui batas-batas DAS. Mononobe 2. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2. talang. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air). Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1. Tdf 3. Pemanfaatan tata guna lahan 3. Gumbel< log Pearson III 2. kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4. Curah hujan jangka panjang 2.2.5. Pola aliran terpadu 5.4.3.3. Tc. Siklus hidrologi 2.3. Debit banjir: rumus rasional. Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan.1.4. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5. Ishiguro. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan.

1.5.2. Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6. Sistem kolam 6.3.5.3.2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 . Dapat menjelaskan dan 6. Sistem radial 6. sekunder.5. tersier) 6. penampang saluran ekonomis 5. Bentuk-bentuk profil saluran.1 Sistem kanal 6. Sistem drainase khusus 6.4. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer.• • 5. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6.4.

Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9.1. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3. Tegangan geser 4. Gaya spesifik 6. Penampang saluran ekonomis 4.1.1. Memahami konsep 1.3. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 . Persamaan kontinuitas 2. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8.1. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3. Mampu. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2.1.2.1. Persamaan energi 2. Kekasaran komposit 5. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1.1. Kedalaman air kritis 6.2. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu.1. Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Tinjauan profil aliran 9.2. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.4. Sifat dan keadaan aliran 2.1. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10. Penggunaan diagram energi spesifik 7.3. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1.2.2.2. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2.3. 10. Perhitungan profil aliran 10. Persamaan Momentum 3. Energi spesifik 5.2.

Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11. Jakarta. Hidrolika I. V. Beta Offset.. 1997.1. Triatmodjo.. Panjang loncat air 12. 1993.G. Triatmojo B. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13. Hidrolika Saluran Terbuka.3.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. Fluid Mecahnics. Garis tenaga dan garis tekanan 14. Type aliran 12. 1993 Hidrolika II. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Lab. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13.2. Erlangga. Pipa dengan Pompa 14.GrawHill. Hidrolika. 2. dkk.2. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13. 1998. Jakarta 3. Yogyakarta 6. Yogyakarta 5.T.1. 1986. Persamaan dasar aliran 14.1. Chow V.L.2. Erlangga. Pipa dengan Turbin 14. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1.2. Ranga Raju. 4. Panduan Pratikum Hidrolika 155 . Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13.1. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. Aliran Melalui Saluran Terbuka. WCB-Mc.3. Singapore. Beta Offset. K. Streeter. B.

Konsep hidrometri 156 . hidrograp dan unit hidrograp banjir. Konsep dan proses siklus hidrologi 1. hujan. Memahami dasar.3. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir.1. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4.1. dapat menjelaskan neraca air dan 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan. infiltrasi serta perkolasi. Dapat menganalisis 5.3.1. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan. Dapat menjelaskan hidrologi. serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Perhitungan infiltrasi 5. Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2.4.2. Pengukuran curah hujan 2. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi.2.1.3. teknik sipil. Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. Menghitung hujan rata-rata 2. Dapat menganalisis 6.4.1.3.2. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3. evaporasi dan evapotranspirasi.2.1. Mengisi data hujan yang hilang 3. Konsep dan definisi hidrologi 1.2. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2. Kurva masa hujan 4. 3. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4.4. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6.

2. Kensaku Takeda.1. 1993. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. Dapat menganalisis 9. Suyono. . M. Hidrologi Untuk Pengairan. Dapat menganalisis 8. Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8. 2.4. Penerbit Pradnya Paramita. Penerbit Erlangga.2. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7. Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8. Konsep analisis frekuensi 9. Jakarta Wilson. Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9. Sri. Dapat menghitung 7. McGraw-Hill Company.1. 1988.3.5.2. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. Applied Hydrology.dan menghitung 6. New York Harto. Penerbit Erlangga Jakarta 157 . Pengukuran kecepatan aliran sungai 7.2. 4. 1995. E. menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8. Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto.1. Hidrologi Teknik. 5. 1980. Hidrologi Teknik.D. C. 3. Prinsip translasi 8. Jakarta Sosrodarsono.3.3. Menghitung. Chow Ven Te.

4.5.1. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5.3. Paradigma baru pengelolaan 5. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Memahami prinsip 4. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5.1.2. Program pengelolaan 5. Definisi ekologi 1. 1996.3. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya.2. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1. 2.1. Dapat menjelaskan 6. Jenis ekosistem 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan.1. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4.2. Memahami dasar 7.1.4. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP. Dapat menggunakan 4. Dasar-dasar Ekologi. dasar dan prinsip3.1. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia. Permasalahan lingkungan secara 3. Memahami umum permasalahan permasalahan 3.3. 6. Dapat menjelaskan 2. Siklus pengelolaan 6. Memahami konsep 1. Komponen ekologi 2. Memahami modellingkungan model 4. Dapat menerapkan 7. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4. 1996.2. 6. Edisi Ketiga. 158 . Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4.2. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1. Permasalahan lingkungan 3. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Agenda 21 Indonesia.2. Definisi ekosistem 2. Gadjah Mada University Press. Komponen ekosistem 2.

159 . 7. Gadjah Mada University Press. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. Universitas Gadjah Mada. 1997. World Bank (1994) Indonesia. Media Pressindo. Pemerintah Indonesia. Yogyakarta. Dasar-dasar Ekologi. Soemarwoto. Yogyakarta. 1985. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. Omara-Ojungu. Harlow. 2006. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2. 9. Totok Gunawan dan Sudarmadji. 2000. 5. 3. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. Bahan Kuliah Amdal. Program Studi Teknik Sipil. 2004. Environment. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Teknik. Washington DC. Konsukartha & Diana Harmayani. O. Longman. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU RI No. 8. and Development. UNUD Mitchell. 09 Tahun 2000.. B. Yogyakarta. 6. Resource Management in Developing Countries. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. 1991. 4.. Yogyakarta.1. Pedoman Penyusunan Amdal.

Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3.3 Bentuk DAS 2. primer.1 Perencanan saluran garis tinggi 2.1 Penetapan dimensi saluran 4. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier.2 Perencanaan mercu Bendung 5.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3.2 Pola tata tanam 3. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 . incline drop 4.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4. 5.3 Perhitungan vertical drop. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3. 3. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya. gorong-gorong.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1. . serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi. Indikator Pencapaian 2 1.4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2.3 Kedalaman air sungai 2. Kompetensi Dasar 1 1.2 Kemiringan permukaan medan 2.2 Dimensi saluran ekonomis 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya. sekunder. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya.1 Jenis-jenis bendung 5.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2.6 Syphon. bangunan fasilitas.5 Pintu air dan alat ukur Debit 4.

dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8. 161 .2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur.6. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8. Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7.5 Tekanan redimen 6.2 Kriteria hidrolis Bendung 6.4 Lebar efektif Bendung 5.5 Tinggi Bendung 6. Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7.3 Perhitungan upplift pressure 6.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8.1 Perhitungan creep line 6.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6.6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6.1 Bentuk.

5. kecepatan aliran.1. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1.1. Kapilaritas 2. Gaya tekanan pada bidang terendam 3. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1.7. lingkup fluida. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3.3.7.3. Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3. Tekanan atmosfer. Macam-macam tipe aliran 4. Dapat membuktikan persamaan debit. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 . Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2. Tekanan uap 3.2. Kemampatan zat cair 2.6.1 Persamaan momentum 5. Berat jenis 2.4. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5. Tegangan permukaan 2. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3.2. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika. Tekanan pada suatu titik 3. Hukum Newton II 1.5. Dimensi dan Satuan 4.3. Debit dan kecepatan aliran 4. Dapat menguraikan 1. Garis arus dan tabung arus 4.4.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika. kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika. Mampu menghitung 2. relatif dan absolut 3. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3. Kekentalan zat cair 2. tentang zat cair hidrostatika. Zat cair dalam silinder berotasi 4.3.1. Keseimbangan benda terapung 3.6.1.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5.2.3.9.8. Rapat massa dan rapat relatif 2. Persamaan kontinuitas 5. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2. kinematika zat cair 3. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3.2.

4. Bambang. Yogyakarta 163 . Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit.4. 1997. Roberson. Triatmodjo. Beta Offset. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5. John Wiley and Son.4. alat pengukur kecepatan 6. 2. Chaundhry. 3. Anggrahini.T. 1998.2. Erlangga. Surabaya.. Definisi Koefisien aliran 6. Hydraulic Engineering. 1993.1. New York. Hidrolika Saluran Terbuka. Hidrolika I. Dieta Pratama. Cassidy. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. Surabaya Chow.3.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. V. Hidraulika Saluran Terbuka. 1993.

9 2.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik.3 3.3 1.1 2. Dapat menentukan 3. 2.2 1.6 2. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil. 6. Dapat menentukan 5.1 perencanaan model hidraulik di 6.1 1.6 4.5 2.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium.8 2.2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1.4 2.4 2. Dapat menjelaskan 4.1 kesalahan hasil peneltitian 3.4 3.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 . 2. 1.10 3.1 hubungan antar parameter 4. Irigasi dan Bangunan Air.7 2. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model.3 2.2 berdasarkan statistik 3.5 3. Dapat membuat 6.2 2. Mekanika Fluida. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.

165 . Dimensional Analysis and Theory of Models. 1977. London Vries.. The Netherlands. International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE. 1994. J. Delft. de. M. J.1. Langhaar. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). Butterworths & Co. Nur Yuwono. Hidraulic Modelling. 3. 2. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. Yogyakarta Sharp. 166p. 4. 1957. Scale Models in Hydraulics Engineering. H. L. New York.. 1981.

3. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2. Potensi dan distribusi air 2. Konsep dan definisi PSDA 1.3. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5.3.1. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan. Navigasi 5. siklus hidrologi serta elemenelemennya. Kebutuhan. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan.1. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3. dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3. Mampu tempat menjabarkan 2. Dapat menjelaskan definisi PSDA. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 . Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3.2. Matematika keuangan 6. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7.6.1.1.4.1. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.2.5. Irigasi 5. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat. PLTA 5.2.3.3.2. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3. Pengendalian banjir dll 6. Menghitung dan mengidentifikasi 7.4. Metoda Analisis proyek PSDA 7. Dapat menjelaskan dan 4.1. Air bersih & industri 5. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2. Mampu mengidentifikasi 5.1. Dapat menganalisis dan 6. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5.2. Aliran air permukaan dan air tanah 1.2.

9. Undang-undang dalam PSDA 10.4. Mc Graw-Hill Inc. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9. 3. Erlannga. Pengertian manajemen dalam PSDA 9. 167 . Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12. Hydrosystems Engineering and Management. Franzini. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10. 7 Tahun 2004. Stockolom. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.K & J. Roestam. Supply management 10. Tentang Sumber Daya Air. Jakarta Larry W. Water Resourses Enggineering.2. Thomson. S.3.1. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1.A.7.2. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8.8. 1994. Sweden.3. Pengertian supply dan demand management 10. 7.8. Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10.6. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11. A A Balkema. Jakarta Global Water Partnership. 2.1. R. 1992. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. 2000. S 199. Demand management 10. 4. 5. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10. Mays & Yeou-Koung Tung.5.2. Netherlands.B. Chay Asdak. New York Linsley. Robert J.K. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10.1. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10. Hydrology for Water Management. PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10. Integrated Water Resourses Management. . 6. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. UU No. 1992.

Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.2.2. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.3.6.Perhitungan Tinggi Bendung 2.Perhitungan lebar efektif Bendung 2. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.Perhitungan creep line 3.4.1.3.Perhitungan Bangunan Syphon 1.1.2.2. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2.Perencanaa Mercu Bendung 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.5.Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.4.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 .Perhitungan Uplift pressure 3.1.Perhitungan kedalaman air sungai 2.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2. Kompetensi Dasar 2 1. Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1.Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3.Perhitungan tekanan sedimen 3.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3.1.1. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.Perhitungan Stabilitas Bendung 4.1.

Karakteristik Gelombang Angin 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi. Muka Air Laut Rencana 169 .2.3. Survei Data Sekunder 2. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi.2.3. Latihan Soal-soal 4. 2. Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar.8.5. 1. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya. Gelombang di Lokasi Bangunan 3. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1.4. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai.1.6.5. 2. 3.4.4. Run-up dan Run-Down Gelombang 4. Kala ulang gelombang rencana 3.1. Analisis distribusi arah gelombang 3.4. 3. 4. 1. Pembangkitan Gelombang 3. Analisa spektrum tinggi gelombang 3. Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3. 1.1. Irribarent Number 4.2. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai. Hidrolika.3. 1.6. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada. Survei Data Primer 2.2. Analisis data 3. Sea Level Rise 4. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada. Stormsurge dan wave set-up 4. 1.7.3. 2. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia. 1.5. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil. Indikator Pencapaian 2 1.1. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2.

5.4.8. 6.4.24. 7. 7.2. 7.3. 7. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai.15.6.6.10.1.10. 7.5. 7.7. 5.14.11. 7.9.1. 4.19. 6. 7. 7.8. 6. 7. 8. 7. Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment. 8.5. 7.1.12.22.1. 8. Dapat merencanakan 7. 8.21. 5. 6. 8.2.11. 8. 7. 7. Dapat menentukan 5.18. bangunan perlindungan pantai 7. 8. 7.2.7. 7.23. 7. 8.20. 5.4. 8. 7. 8. 7. 7.13. 6. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai. di Lapangan. 6. 8.16. penanganannya. 7. 6.3. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 .17.3.4.7.6.9.6.3. 8.2.4. serta penerapannya 7. 7.

Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. G. Kendala Pelaksanaan 8. 3. 2. Penelitian Lapangan 8. Beta Offset. CERC. R. Nur Yuwono. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo. Nur Yuwono. Shore Protection Manual. Dean. PAU – IT UGM. Teknik Pantai Volume I. BP.14. 1982. PO Box 631. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Yogyakarta. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Yogyakarta. John Wiley & Sons 1. 5. Vol. Englewood Cliffs. Pelabuhan. 1996. UGM. 1992. Sorensen. I & II. and Dalrymple 1984.8. 1984. KMTS. Yogyakarta. New Jersey. Prentice – Hall. 171 . Corp of Engineers. 4. R. M. 1987. Mississipi 39180 Washington.12. Basic Coastal Engineering.13. Vicksburg.

merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton. Mampu merencana 1.1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan. 2. 3.3 Perancangan untuk bendungan urugan.8 Pondasi batuan.7 Pengujian bahan tanah 3. tipe bendungan 4.1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5. 3. 2. Review Hidrologi dan Survey 2.2 Survei bahan batu.5 Klasifikasi bahan tanah.2 Karakteristik bendungan urugan.10 Rembesan. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2. 172 . Tipe-tipe bendungan 1.9 Pondasi pasir dan kerikil.3 Survei bahan kerikil dan pasir. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3. 3.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2.1 Pengujian lapangan Pondasi 3. 1. 3. Menghitung stabilitas 5.4 Diskusi 3.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3. 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air. 1. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5.1 Klasifikasi bendungan urugan. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori. 3.6 Pengujian fisik tanah. 3.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton). Mekanika Tanah. Flownet dan Filter 4. Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Pemilihan tipe bendungan. Memahami pemilihan 4. Mengetahui/mengingat 3.1 Survei dan investigasi pendahuluan.

6. 6. Soedibyo.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap. 6.. Tugas Teknik Bendungan 7.1 Rembesan dan Flownet 7.S. Merencanakan bangunan pelengkap 6.3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1. Pradnya Paramita 3. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure. 1981 4.2 Stabilitas bendungan urugan 7.II 6.. Bendungan Tipe Urugan. Kensaku Takeda. 6. Khana Publisher Delhi. 6. 6.10 Terowongan penyalur. 1993 5.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah.7 Tinggi jagaan. Santosh Kumar Garg. Varshney. Design of Small Dam. 6.3 Saluran pengarah aliran. R. Teknik Bendungan. Varshney.2 Terowongan Pengelak 6. Bangunan Pelengkap 6. Concrete Dam 173 .S. Floyd E Dominy. Pradnya Paramita. 7.1 Spillway 6.5 Saluran peluncur.6 Peredam energi. USBR 2.11 Pintu-pintu air. 6. Suyono Sosrodarsono. Theory and Design of Irrigation Structure Vol.4 Saluran pengatur aliran.9 Bangunan penyadap standar dan menara. 6. R. 6.

5.3. Perubahan jangka pendek. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada. Kurva Pasang Surut 4. Pengertian angin dan gelombang 3. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut.4 1.1.1.2 1. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan . Peramalan Pasang Surut 4.2. Indikator Pencapaian 2 1. Fetch.2. 2. Pengertian Pasang Surut 4. Elevasi Muka Air Rencana 5. Definisi dan batasan 5. Pembangkitan Pasang Surut 4. Mawar Gelombang (wave rose) 4.2. Dapat menghitung dan 5. Profil muka air laut 174 . Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2.6. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir. Terjadinya gelombang.3. 1.3. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3.4.4. Pengertian gelombang angin 3. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil. kecepatan angin dan durasi 3.2. 3.1 1. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4.1. 2. 4.3 1. 3.peraturan Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar.7. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai.5. Tipe Pasang Surut 4.5 2.1. arus dan pasang surut di Laut. menengah dan jangka panjang di pantai.3.

1996. R. Bambang Triatmodjo. John Wiley & Sons.1. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Wave set-up pantai. Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6. KMTS.10. PO Box 631.3. Englewood Cliffs. Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7.8. Yogyakarta. Gelombang Pecah hidrodinamika 6. Dapat menghitung dan 6.10. I & II. Pelabuhan.5. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8. G.3.7. 4. transisi dan laut dalam 5. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8. Sorensen. M. Latihan soal-soal 8.4. and Dalrymple 1984. Dapat menghitung 7. Vol.1. 6.5. Tekanan Gelombang 5. Difraksi Gelombang menganalisis 6. Prentice – Hall.9. 2.7. Latihan soal-soal 6.6. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7. New Jersey. Gelombang laut dalam ekivalen 6. Beta Offset.6.4.2. CERC. Mississipi 39180. Energi dan tenaga gelombang 5.8. gelombang 5.4.dengan Teori 5.2. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia. UGM. DAFTAR REFERENSI: 1. Refraksi dan Shoaling 6. Shore Protection Manual. Latihan soal-soal 7. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. 175 .7. Yogyakarta. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy. 1987. Gelombang Rencana 7. Corp of Engineers. Dapat menghitung 8. 1982. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7.6.5.3. Gelombang di laut dangkal.1.9. BP. 1984. Teknik Pantai Volume I. Nur Yuwono. Vicksburg. 5. Pemilihan Gelombang Rencana 7.2. R. Basic Coastal Engineering. 3. Dean. Perpindahan partikel 5. Bottom Friction terhadap proses 6. Wave run-up dan run-down 6.

11.3. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3. Pemilihan lokasi pelabuhan 3. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Menguasai 11.2.3.2. Difraksi Gelombang 4. Jenis-jenis kapal 2.1. Teori gelombang Air 4. Layout pelabuhan 4.1. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9. Mengenal fasilitas internet 6. Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2.1. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5. Perencanaan alur pelayaran 10.1.2.3.1. Memahami dasar.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi.1.3.3. Definisi kolam pelabuhan 8. 10. Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5.2. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5. Definisi pelabuhan 1. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 . Perencanaan kolam pelabuhan 9.3.1.1. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3.2. Definisi alur pelayaran 9.2. Kurva pasang surut 6. Data Angin 5. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8.1. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5.4. Sejarah 1.2. Definisi elevasi muka air 6. Wind Rose 6. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1. Elevasi Muka air rencana 7. 11. Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7.2. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7.2. Angin 5. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4.4. Dapat menjelaskan 1. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6.3.1. Karakteristik kapal 3. Pasang surut 6.2. Memahami definisi dan jenisdefinisi. Jenis-jenis pelabuhan 2.1. Menguasai konsep 4. Dapat memahami dan merencanakan fender 8. 10.

3. A. 12. Dapat memahami dan 13. 12. 13.2. Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11. Mc Graw Hill.D. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”. 12. 2. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1. Gulf Publisher.penambat multi media untuk mencari isi-isu 12. Bambang. mengerti navigasi 13. T. Design and Construction of Port and Marine”. 4.1.3.1. 5.. 1972 Internet 177 . 3.2. 1976 Quin.

dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .7 Saringan karbon aktif.6 Oksigen dalam air 4. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5. 5.4 Pengolahan air limbah 3.4 Pengolahan air bersih konvensional 2. Materi Pokok 4 1. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih.3 Teknologi pengolahan akhir 4. lingkungan global 2.1 Karakteristik sampah padat 4. Kompetensi Dasar 2 1.6 Saringan pasir lambat 2.3 Siklus pemakaian air 3.6 Konsep 4 R 5. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3.5 Saringan pasir cepat 2. penanganan sampah padat.3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1.5 Limbah B 3 4.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2.2 Karakteristik air limbah 3. 4.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1.1 Sumber air limbah 3. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1.3 Jenis-jenis gas toksik 5. Memahami konsep penyediaan air bersih 2.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2. pencemaran udara. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih.1 Komposisi udara dan atmosfir 5. 3. dan penyusunan dokumen lingkungan.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4. 3.1 Persyaratan air bersih 2. Dapat menerangkan penanganan sampah padat .2 Sumber air untuk konsumsi 2. air limbah.5 Pengolahan sludge 3. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah.4 Composting 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4.

2 6. 5.4 6. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6. hujan asam.1 6.6 6.5 5. 5.3 6.7 6. smog. Andal.5 (pemanasan global. UKL/UPL 179 . Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan. RKL/RPL.pencemaran udara dan kebisingan. lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA.

Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6. terjadinya dan klasifikasinya 2. Tegangan permukaan (surface tension) 2.1.1. Perkiraan bentuk dasar 5. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1. Aliran seragam pada saluran terbuka 2.1. Bed load 6.1.2.4. Suspended load 6. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1. Kekentalan (viscosity) 2.2.5.1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3.1. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4.2. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen. Klasifikasi angkutan sedimen 2.3. Kompetensi Dasar 1 1. Berat spesifik (spesific gravity) 2. Terjadinya pengangkutan 1. Total bed material load 5.4.4. 180 . Lapisan batas 3. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2. Bentuk partikel 3. Kekasaran alluvial 6. Dapat menerapkan teori 4. Kecepatan jatuh 3. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. Bulk density dan porositas 3. 6.3.2.2. Berat jenis (specific weight) 2.5. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya.2.3. Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1. Rapat massa 3. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen.3.7. Kerapatan (density) 2.6. Ukuran partikel 3. Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5.

1.R. Hydraulic of Sediment Transport. M. Dwi.Publications. Jakarta Simons. Teknik Pengangkutan Sedimen. Pradnya Paramita. USA. S. Malang. 3. HMS-FT Unibraw. 10. Graf. Bentuk endapan di waduk 9. Perhitungan pengangkutan 8.1. W. 2. Sifat pengaliran 10.1. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Pola distribusi endapan 10. D. Priyantoro. 181 .3.1. Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8.2.2. Senturk. 1987. 1992. Suyono. Penggerusan akibat penyempitan 8. 4. Tominaga.2. Dapat menerapkan teori 7. F. Sediment Transport Technology. Regime sungai 8.7. 9. 1987. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9.B.

Institusional Kur.Institusional 182 .SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.

1. 2.2.2. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. 1. 3. Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi. merancang sistem.1. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan.1. 4. 6. 8. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1. Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2.3. 5. 1. Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2. 3. Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi. rancangan Alinyemen horizontal dan 7. menguasai konsep dasar. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. Arah angin. 3. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. dasar-dasar 183 .4. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. 4.

6.2.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13.1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5.3.1.1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8. Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5.1 drainase pada jalan raya 8. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4. Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10. 7.3 Lengkung Vertikal Cekung 7. Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12.3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8. 11.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9. 8.2 Lengkung Vertikal Cembung 5.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 . 6. 5.

1 Penomoran panjang jalan 17. kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan.5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9.2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang. tidak sebidang 11.1 Jenis-jenis Persimpangan 16.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8.10. Pada akhir kuliah ini 9. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang. 9.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang . Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10. kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang. tidak sebidang 10.3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 .

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement).1 Maksud. 4.3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran. Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas). 4.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat. Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi. 4.5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 . 2. Indikator Pencapaian 2 1. 4.2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control). 2. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas. 3. 1. (unsignal control at intersection and roundabout).2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas. 4. Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan.2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang.2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection). 4. 2.1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures).1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. Kompetensi Dasar 1 1. tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. 2. Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan. 1. Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki. Materi Pokok 3 1.3 Kriteria identifikasi masalah. 3. 3.

jalan. 4.6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal. 4.7 Inteligent Transport System (ITS). 187 .

konsep 4.horizontal dan alinj. Kecepatan rencana 2. dan lingkungan Vertikal 2. Notasi titik-titik tertentu pada alinj.Bagian tangen dan bagian lengkung . Dapat menghitung panjang 3. Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3.Kelandaian .3 Panjang jarak pandangan henti 2.4.bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2.Superelevasi .Lengkung peralihan . Kendaraan rencana 1.1. Fungsi/kelas jalan 1.1 Perencanaan 2. Dapat merancang geometrik alinj. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menjelaskan perancangan sbg. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3.Derajat kelengkungan . menguasai.2 Perencanaan alinj.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap .3.Pelebaran di Tikungan .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu. Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen .1. Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1.vertikal 4. Dapat merancang dg. merancang sistem. Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 .2.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2.2.4.Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1.

Perencanaan Teknik Jalan Raya. 1994 7..1970. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6. Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1.3. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia).13 Th. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan.1. 2004 5. Silvia Sukirman. 1977 4. Hamirhan Saodang. Konstruksi Jalan Raya.1. Departemen Pekerjaan Umum. Nova . Jakarta 3.Hendarsin. tentang Jalan 189 . Produk Standar Untuk Jalan Kota.P. Buku 1 : Geometrik Jalan. Rancangan drainase jalan raya 5. Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6.3. Memahami hubungan 5. No.U. No. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep. Rancangan saluran samping jln. Shirley L. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004.raya 6.Bandung 6. Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5. 1987 2. 036/T/BM/1997. Nova. Direktorat Bina Jalan Kota. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya. Nova – Bandung.2.2.

Konsep perencanaan transportasi 2. Pengertian perencanaan transportasi kota 1.1.1. Pemodelan pergerakan zona 7.1.1.3.3. Dapat membuat model regresi 6. zona dan ruas 3.5. Daerah kajian. Pengertian model klasifikasi silang 6. Kalibrasi dan validasi model 3.3. Mampu membuat 8. Metode Seragam 7. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Metode Fratar 7. Metode Rata-rata 7. Dapat membuat model kategori 5.1.2.1.3.6.4.2. Dapat membuat model Analogi 6.2. Metode Furness 7. Pendekatan kategori 6. Dapat membuat 190 . Model regresi berbasis zona 5. Galat dlm pemodelan 3. Mampu membuat model Trip Distribution 7. Permasalahan transportasi kota 1. Model analisis regresi secara umum 5.4. Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1. Ruang lingkup perenc. Model regresi berbasis rumah tangga 6. Pemodelan empat tahap 3. Model faktor pertumbuhan 5. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.7. Pengertian pemodelan 3.3. Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.3.4. Keuntungan dan kerugian 8.1. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.5.2.3. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2. Pengertian metode analogi 7. Kompleksitas pemodelan 4.2. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4.2.1.4.4. Mampu membuat model Trip Generation 4.6.2. Pemodelan pergerakan individu 6. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1. Metode Detroit 7. Sistem transportasi makro 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1. transportasi kota 1. Strategi Perencanaan Transportasi 2.

5.1.1. Dapat membuat model pemilihan moda 8.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8.2. Proses pemilihan rute 11. Model All-or-Nothing 12.5. Model Kurva Diversi 13.4. Proses pembuatan model 9. Fungsi hambatan 8. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10. Cara memilih model yg tepat 12. Jenis model pemilihan rute 12. Model Keseimbangan 13. Kalibrasi model gravity 9. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10.3.2. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9.1. Mampu membuat model pemilihan moda 9.1.3. Model logit (binomial dan multinomial) 11. Metode pengumpulan data 10.4.2. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12.4. Model Stokastik 13.3. Dapat membuat model pemilihan rute 191 . Jenis dan penggunaan model gravity 8.5.4.3.2.3. Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9.2. Mampu membuat model pemilihan rute 11.5.3. Pemilihan moda dg model sintetis 10. Pengertian metode proporsional 12.4. Model JICA 13. Model logit (binomial dan multinomial) 7.2. Model batasan kapasitas 13. Pengertian pemilihan moda 9. Faktor penentu utama 12.4. Konsep model pemilihan rute 11.1. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan. Jalan sistem penetrasi. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5.1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3. Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2. Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4.3 Koefisien distribusi kendaraan 3.4 Stabilitas tanah dasar 3. Jalan sistem Telford.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5. Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 .2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : .3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4.7 Indek permukaan (IP) 4.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6. Jalan kerikil. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2.6 Faktor lingkungan (FR) 3. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5.Lapisan pondasi atas (base) .lapisan pondasi bawah (sub base) .lapisan tanah dasar (subgrade) 3.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4.Lapisan permukaan (surface) . Jalan sistem Mac Adam.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3. Jalan batu pecah. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6.1 Beban lalu lintas 3. Jalan aspal beton 2. Kompetensi Dasar 1 1.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2. yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar.

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9. 12. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________. Bandung.3 Dasar-dasar perencanaan 8. Nova.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’. 3. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. _____________. kekuatan tanah dasar) 8. No.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam.1 Fungsi perkerasan 8. PU. John Wiley & Sons. 2. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’. Wright. 11. 009/T/BNKT/1990’. Dep. Dep. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8. 193 . Dep. Saodang.6 Besaran rencana (umur rencana. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’.S. C. 5.5 Persyaratan dan pembatasan 8. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. PU. 6. C. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. H. lalu lintas.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8. _____________. 1.Asosiasi Semen Indonesia 7. Aly. Paul.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’. DU. Soedarsono.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. 1996 ‘Highway Engineering’. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7. 10. ITB. Nova Bandung. PU. MA. Sukirman. Dalimin. Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7. David. 01/MN/B/1983’.1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. PU. Inc. Dep.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6. McGraw-Hill. Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. 9. _____________. PH.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9. _____________. 4. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8. No.2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’.

Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3.4. Pekerjaan timbunan tanah 2. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1. Pekerjaan aspal panas 3. Pencampuran agregat 2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2.2. Pengujian Daktilitas 5.1. Material pembentuk campuran aspal 2. Keausan Agregat 2.9.1. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.3.3. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1. Kompetensi Dasar 1 1.3.6. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6. Berat Jenis (BJ) filer 2.3. Analisa saringan agregat kasar 2.6.11.5. Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Analisa saringan agregat halus 2.2. Test Sand Equivalent 2.1. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6. Pekerjaan bahu jalan 2.5. Pekerjaan pondasi jalan 2. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3.10. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5.2. Kelekatan agregat terhadap aspal 5. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3.7.1.1. Dapat Membuat sampel 6. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 . dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3. Pekerjaan galian tanah 2.3.1. Pekerjaan aspal dingin 2.2. Kadar lumpur dan kadar lempung 2. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5.3. 2.4.4. Tes kehilangan berat aspal 6.8.2. Dapat melaksanakan 5.2. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal. Pengujian titik lembek aspal 5.

studi. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 . 1.1 Fungsi dan aktivitas lahan.3.2.3.2. 1. 1.1.3 Konsep perencanaan transportasi 1. (sosial. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.3 Langkah-langkah solusi masalah. 4. 3. sosial-teknik.2. 3.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.2.3.3.3. 2.2.2 Peranan.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.1.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.4 Contoh-contoh kasus.4 Peraturan/ perundangan 3. sosial-ekonomi. 4. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan.3.1. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1. Kompetensi Dasar 1 1.1 Perenc pemb. teknis) 2.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3. 2.2.2.4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1. Manajemen.3.3.4 Pengguna dan pangsa pasar AU.1. Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3. Administrasi 4.3. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.1 Konsep model terintegrasi 1.1 Jenis-jenis AU 4. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4.2. Prasarana.2 Aksesibilitas 1. Memahami beberapa strategi.1 Penetapan tujuan 3.2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3.3.2.3.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1.1 Tata laksana Perencanaan.1.1 Proses dan tuj perenc.1.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2.1.2 Konsep model disagregat 1.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi. Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi.4 Contoh-contoh kasus.1.1.1.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.2. dan Pengawasan.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4.5 Skema pemb.5 Contoh-contoh kasus.3 Konsep activity based model 1.2.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3. 1.3.1.2 Sumber-sumber Dana 3.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4. Kondisi objektif dan Permasalahan 4.2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana.transp. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2.2 Operasi dan Pengawasan 1.3 Kebijakan dan Program 3.2. Berkelanjutan 3.1.2.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil.

Cervero.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4. daerah pelayanan rute.5.2 Jarak antar rute 4. Massachusetss. The MIT Press. C. Urban Transportation Planning 2nd Edition. L.4. The Land-Use/Transport System.6. Daftar Referensi: 1.R and Black.1 Definisi rute 4. R and Kockelman K.A. West Sussex. The Institution of Highways and Transportation. (2005). aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4. (1996).1 Merencanakan Headway 4. Transportation Research Part D.3 Konfigurasi rute 4.7.D & Miller. Handy.3. Great Britain. W.2. 4. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4. Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts.3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4. Modelling Transport. Singapore.D & Willumsen. (2001). pp. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4. Pergamon Press.6.L.7. 6. M. ButterworthHeinemann.3.A (Editor).5. England. New York. E. London. The IHT. (1997). Blunden.J. 4. Ltd.. pd jaringan.pp. Meyer. Kapasitas.4 Operasi kend.6. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4. J. Travel Demand and The 3Ds: Density. (1979). Vol. 3.1.2 No. M. J.G. Diversity and Design.4. Transportation Research Part D Vol.7. Manheim.5.2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4. Transport in The Urban Environment.6.4. Oxford 196 . (1997). (2001). Transport Planning and Traffic Engineering.1 Terbentuknya jaringan rute 4. 5. 8.151-165. Second Edition. McGraw-Hill.3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4. O’Flaherty. S. Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4. No. Pergamon. 7. John Willey & Sons.199-219. Ortuzar.2 Timetables operasi AU.5.4.2 Klasifikasi. Elsevier Science Ltd. (1984). 2.5.

Transportasi darat . dll.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi.3 Transportasi laut 5.Transportasi jalan darat . 2.1. Analisis rasio dan analisis regresi 5. Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4.2 Transportasi udara 5. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4. Sistem kegiatan. BOK: Biaya tetap. Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3.Transportasi kereta api . dll.) 2. sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3. politik dan sosial terhadap transportasi 2. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. Kompetensi Dasar 1 2 1.5 Transportasi kabel 5.1. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3. 3. 1.1.2. 5. Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1.Transportasi ASDP 5. ekonomi. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2. sistem jaringan.6 Transportasi Quasi 197 . Dapat membuat model permintaan transportasi.1. No.2. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3. Pengaruh faktor geografi.2.1. Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1.4 Transportasi pipa 5. dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1.

“Merencanakan Sistem Perangkutan”. Transport In The Urban Environment. Penerbit ITB. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd.D. Bandung. 8. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black.J. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6. 1990. Erlangga Jakarta. New York.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8. J.8 Angkutan Kabel dan Quasi 8.1 Pengertian. Bandung. London.4 Angkutan Darat 8.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8.9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6. _____________” Undang-Undang No. and E. 198 .2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7. 6.1. Memahami teori. 2.5 Angkutan Laut 8. 1984. Dapat membedakan 7.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7. Meyer.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. Contoh kasus fungsi dan 4.Miller. 1985. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. Inc.1 Peranan teknologi dalam 8. Penerbit ITB.Z. 5. Warpani. 4. O.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. Mc Graw Hill Book Company. 1992. dan Johan K. 6. Hainim. New York. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. M. H. Chapman and Hall. A Decision-Oriented Approach.7 Angkutan pipa 8. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. Dimitriou. 3. S.T.6 Angkutan udara 8.K. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien. 1997. “Urban Transportation Planning”. “Urban Transport Planning a Development Approach”. Institution of Highway and Transportation. 7. 2000. 5.4. Croom Hall. 1981. Essex. 1. Morlok. Dapat menjelaskan 5. E. 7. Tamin. Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8. KM 84 tahun 1999.

2 6. Dapat menjelaskan 3. Dapat merancang 4.3 suatu bandar udara 5.3 5.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3.2 kelandaian Runway dari 4. Kompetensi Dasar 2 1.3 7.3 7.1 bandar udara orientasi/arah.2 konsep perencanaan bandar 3.4 6.3 Contoh dan data pesawat terbang 1. panjang. Memahami faktor. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2.2.1 7. panj.2 5.3 Bagian dari bandar udara 1.4 Penentuan lokasi bandar udara 2.2 7.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3.1 Perkembangan dunia penerbangan 1.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit.2 Badan-badan penerbangan dunia 1. 4.4 4.1 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara.2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .

5. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8. 7.5.2 Runway lighting 14. Basuki. Aerodrome Manual.1 Definisi Apron 8. R. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. Unud.2 Perencanaan terminal kargo 10. Program Studi Teknik Sipil. Institut Teknologi Bandung.2 Mandatory Instruction Sign 13.3 Konsep distribusi vertikal 10.1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9. (1985). Teknik Bandar Udara.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9. Horonjeff. Merencana Lapangan Terbang.3 Marking taxiway 12. Denpasar. Bandung. H. 3.2 Konsep penanganan pnp 9.dkk.5 Marking untuk objek tetap 13. Merancang. Bandung-Jawa Barat. 200 . marka.4 Sistem tanda taxiing 14.3 Information Sign 14.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian. 2.5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1.4 Marking area yang dibatasi 12. HMS-ITB. (1988). Suweda. ICAO (1984). Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas. second edition.3 Taxiway lighting 14.2 Marking runway 12.2 Fasilitas air side dan land side 12. London.1 Approach lighting 14. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6. 4.3 Faktor-faktor terminal kargo 11.1 Pengertian marka 12. Buku pelengkap kuliah. I W. Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang. Penerbit Alumni.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13.1 Penanganan kargo 10. Planning and Design of Airports. Mc-Graw-Hill Book Company.2 Pembagian Apron 8.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8.1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11.

4 1. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1. 4.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 . Kerapatan. menguasai konsep 6.5 2.2 1. Gap Hubungan kecepatan.3 4. kerapatan. 5. komposisi lalu lintas. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas.4 Tugas Survai Kelompok 6. Menguasai Teori 6.2 2.3 1. spacing.1 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan.1 4. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4. volume. 1. headway. Mampu.2 2.1 1. Mampu . Kecepatan.3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5.2 3. Headway.1 3. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3.3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5. Volume.4 3. Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3.2 Tata laksana dan organisasi survai 5. Memahami komponen sistim lalu lintas 2. 5. Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil. Kompetensi Dasar 1 1. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas.3 2. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4.

Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9. 8.Bina Marga (1997).7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6. McShane and R. 5. 4. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999). Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8. Mampu merencanakan persimpangan prioritas .1 Sejarah Traffic Light 8. Pekerjaan Umum.4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6. Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light.2 Komponenen antrian 6.8 Konsep perencanaan persimpangan.C and J. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.P.3 Kerangka model antrian 6. 8. 6. 7. 9. 6. Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box.1 Pengertian persimpangan prioritas 7. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V. Teknik Lalu Lintas 202 .Roess (1990).2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI. 7.Oppenlender (1976). 2. Dir. 8. Warpani ( ). Urban Road Traffic Survey Dep.5 Pengertian dan type persimpangan 6.C. Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7.2 Konsep Pengendalian persimpangan 8.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7. 3. Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1.P.6 Konplik pada persimpangan 6. Overseas Road Note 11 (1993).M.

2. 3. pemecahan agregat. Test ekstraksi camp. memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test. Soaked dan dry stability test. 1.2 3.memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. . Test sand cone. Kompetensi Dasar 1 1.2 Lataston.1 4.5 5. pemeliharaan jalan.memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan. Test DCP. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal.5 3. daur ulang perkerasan jalan.1 3. Estimasi kadar aspal awal. aspal. 2.3 3.2 sample lanjutan. HRA. 5. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. Slurry dan SMA.3 Campuran aspal busa (foamed asphalt). Dapat menjelaskan 5.2 4.1 prinsip pengujian 5. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan. 2. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin. 2. Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1. Porous Asphalt. Pemadatan. 3.mengerti. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. 3. Memahami jenisjenis campuran aspal panas.6 3. 2. Tes CBR lab dan lapangan.3 203 .7 Penentuan gradasi agregat. Creep Test.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Test penyelimutan. Pengambilan sample di lapangan (core drill). Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. Fatigue Test. Evaluasi kekuatan ultimit sample.2 Campuran aspal emulsi dingin.4 3. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant).4 4. 5.1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus. Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. 4.3 4. . Macadam. 4.1 Campuran cutback asphalt. . curing.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : . Indikator Pencapaian 2 1. 4. dan capillary soaking. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Laston.

1 Identifikasi jenis kerusakan 7. penurunan. prime coat dan tack lapisan permukaan coat.2 Pek.2. 6. 7. 6. persiapan. cacat teknik pemeliharaan permukaan. timbunan. pemadatan.3 Pekerjaan penghamparan.3 Spesifikasi. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6.5 Spesifikasi. Memahami teknik pemecahan agregat. distorsi. kegemukan.1. penambahan jalan perekat aspal. 7. 10. pemadatan. Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7. Dapat menjelaskan 9. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat.2. lapis penetrasi (lapen).2.2 Pek. close agregat. Dapat menjelaskan 10. pengupasan. 9. 6. aspal emulsi. galian. tanah.1 Pek. 6. 8.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan. penambahan bahan stabilisasi: semen.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan.Kompetensi Dasar 1 6. and open circuit.1 Pek. bawah. lapis pondasi. 8.2 Urutan pemecahan: primary. pengausan. teknik pemecahan secondary. (lapisan aspal). teknik aspal busa. 6.2 AMP tipe batch (batch plant). Dapat menjelaskan 8. lapis pondasi atas dan jalan. 9.1. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan. perbaikan gradasi agregat.1.2 Dapat menjelaskan 6. 204 . Dapat menjelaskan jalan: retak. tertiary. teknik pekerjaan 6.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan. Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. Dapat menjelaskan 6.1 Jenis teknik pemecahan.2. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10.1.1 AMP tipe menerus/drum mix. jalan.2. 6.