P. 1
Silabus-Teknik-Sipil-Universitas-Udayana

Silabus-Teknik-Sipil-Universitas-Udayana

|Views: 2,831|Likes:
Dipublikasikan oleh Raja Alam

More info:

Published by: Raja Alam on Feb 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

3. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana. Persamaan Kontinuitas 8.2.2.1.3. Memahami pengertian statika fluida 8. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4. Memahami 3. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8.1. Kapilaritas 7. menemukan persamaan gerak 4. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 .1. Hukum III Newton 3. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda.4. Memahami pengertian impuls dan momentum 7. Memahami pengertian dinamika fluida 3. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1.3.1. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5. Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7. Gaya gesekan 3.1. Energi dan usaha energi 6. Dapat menjelaskan 8. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7.3.2. Gaya gravitasi 4. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4. Memahami 2. Memahami pengertian usaha dan energi 6. momentum. momentum sudut 6. Gerak peluru dan gerak putar 5.4. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2. sistem pengertian satuan. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3. Dapat menjelaskan 6. Dapat menjelaskan 7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7. Tekanan hubungan besaran-besaran 7.2.3. energi dan hubungan antara usaha dengan 5. Dapat menjelaskan 4. Dapat menjelaskan 1. Impuls 6.1. Memahami pengertian dimensi. Sistem satuan dan faktor konversi 2.5. Hukum II Newton 3. Momentum linier pengertian impuls.3.2. Pengertian gerak 2. Usaha pengertian usaha. Hukum I Newton 3.3.2. Dapat menjelaskan 5. Gerak lurus 2.1. Prinsip Pascal dan Archimedes 8.5.2.4. Gerak harmonik 4. Dimensi 1. Kekekalan energi 5.2.

Bandung 53 . Penerbit ITB. 2. Darmawan Djonoputro. Sutrisno. Mekanika Panas dan Bunyi. 3. Penerbit ITB. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Jakarta/New York. Searh Francis Weston. System Satuan.partikel Daftar Referensi: 1. Yayasan Dana Buku Franklin. Bandung.

pengertian gejala 2. 1. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur. luas. Deskripsi gelombang gelombang pada tali. 2.2. 3. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. 4. Bandung 54 . Pelayangan gelombang superposisi gelombang. Penerbit ITB. Temperatur: konsep temperatur.3.4. Gelombang pada tali pengertian gelombang. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5. umum gelombang 3.1. pantulan 3. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4.1. Dapat menjelaskan 4. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur. Yayasan Dana Buku Franklin.4. Daftar Referensi: 1. Kalor: pengertian kalor.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1. 3.1.2. Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3. perpindahan kalor yang berhubungan 1. Dispersi pelayangan gelombang. Sutrisno. Dapat menjelaskan 5.2. Bandung. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. 3.5. 1.5. 5. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. dan gelombang 2.3. Jakarta/New York.volume) 2. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2.3. Resonansi peristiwa resonansi 3. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika. Penerbit ITB.6. Dapat menjelaskan Memahami 2.2. Prinsip superposisi 3. Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. Mekanika Panas dan Bunyi. Searh Francis Weston.4. kalor. air) dan transmisi gelombang. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali. Sutrisno dan Tan Ik Gie. dispersi gelombang. Pengertian gelombang 2.

akar utamal 1.13. Operasi-operasi hitunganl 1. pengurangan . Koefisien Diferensial Baku 3. Limit dan Kekontinuan 3. Definisi Limit sebuah fungsi 2.10. Fungsi dari suatu fungsi 3. Teori Himpunan 1.8. 3. Sistem Bilangan Kompleks 1.5. Dapat menjelaskan dan 2.4. kuasa.6. diagram Argand 1. Sistem Bilangan Riil 1. Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2. Dapat mejelaskan Fungsi. Pertaksamaan 1. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis. Garis singgung pada sebuah kurva. Definisi Turunan (Derivative). memahami.5.6. Definisi fungsi 2. Kekontinuan 3.2. diagram Venn dan komplemen himpunan 1. Perkalian. teoremateorema 2. Nilai Mutlak 1.3. Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 . Limit bernilai tak berhingga 2. simbul-simbul 3. akar.4.3. Teorema-teorema Limit 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti.4.11.pembagian fungsi- 2. menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Fungsi dan Relasi 2.3. Fungsi dan grafiknya 2.1. Kesamaan bilangan kompleks 1. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1.7. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1. pembagian.1.7.9.2.2. Fungsi-fungsi Khusus 2.12.6.11. Bentuk kutub bilangan kompleks 1.10. 3. Macam-macam fungsi 2. Definisi Kecepatan sesaat.8. Himpunan Semesta. perkalian.9. Limit Sepihak 2.5. Limit di tak hingga.

Purcell. jari-jari dan pusat kelengkungan 3. Persamaan-persamaan Parametrik 3. Titik balik. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3.. 1997. Kelengkungan. “Matematika Untuk Universitas”. 3.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition.11. ----------------. Schaum’s Outline Of Theory. Jakarta 56 . ---------------.A. Stroud. F. K. Jakarta. “Matematika Untuk Teknik”.13. Bandung. -------------.Terjemahan : Erwin Sucipto. 2. Jr. Erlangga. I..10.7..9. Persamaan garis lurus 3.12.8. 4. Erlangga.14. ITB. . Ayres. Persamaan garis singgung dan garis normal 3. Harga maksimum dan minimum 3. Besari. Titik belok 3.fungsi 3.

Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8. Deret Maclaurin 4.3 Deret pangkat bilangan asli 1. Schaum’s Outline Series.3 Inersia bidang dan benda 8. 1984 Theory and Problems of Calculus.. HGW.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6.2.3 Mengubah variable integrasi 6.6 Integral fungsi rasional 6. 1990. 2ed. Menguasai metode penyelesaian integral 2.5 Titik berat bidang dan benda 8.2.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. Matematika Untuk Teknik. 1996. 3.2. 2. Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4. Edisi ke-5. Edisi ke-4. 1999. Soemartojo. Jr. Deret 1.2. Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1. Yogyakarta. Deret Binomial 2.4 Substitusi trigonometri 6. Asian Student Edition. Jakarta.2. Hitung Integral – Teori. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang . (Alih Bahasa. Dapat menentukan hasil8. Kalkulus. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6. atau panjang 5.1 Luas bidang 8. Stroud.. Deret Konvergen &Divergen 3.1 Pengertian deret 1.2 Volume benda putar 8. Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4. 57 .4 Luas permukaan bidang perputaran 8. 4. Ayres. Erlangga. KA. Edisi ketiga.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3.1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8.3 Panjang busur 8.4 Deret tak berhingga 2. McGraw Hill. NY.2.2 Penerapan integral tertentu 8. Erwin Sucipto). Integral Tak Tentu 6. Soal dan Penyelesaiannya. Erlangga Jakarta.1 Pengenalan Konsep Integral 6. Wardiman. benda.5 Integral parsial 6. F. Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3.

. Terjemahan dari Keenan. 1980.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6.2 PH. Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1..1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4.C. Reaksi Kimia 2.1 Hukum Raoult 3.6 Larutan penyangga 5. Wood. Konsep mol 1. Jakarta 1984.2 Sifat koligatif larutan 4. (3 buku) 58 .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1.5 Garam 4. Kleinfelter.5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6. A. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3. pOH 4.. Penuntun Belajar Kimia Dasar.H.1.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6.2. Pudjaatmaka. Kimia untuk Universitas. Persen komposisi 1.4 Asam lemah 4. Mengenal larutan 5.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6.7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1.3 Latihan soal 3.5 Jenis koloid 6.3 Tetapan kesetimbangan 6. Mampu menghitung 6.3 Asam kuat dan basa kuat 4.. General College Chemistry.1 Ukuran partikel koloid.4 Sifat koloid 5. J. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1. Penerbit Erlangga. Harper and Row Publishers Inc. C.W..3. Hiskia Achmad.2 Contoh Soal 2. 1996.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6. 2. Jilid 1 dan 2.2 Penggolongan koloid kegunaannya 5. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4.H. Penerbit PT Citra Aditya Bakti.3 Pembuatan koloid 5..1 Konsentrasi larutan 2. Bandung. D. dkk. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2. sifat dan 5.

4. Dapat menjelaskan konsep numerik.2. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5.3.6.7. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 . Akurasi dan presisi 2.3.1.4. Konsep dan manfaat metode numerik 1. Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5. Definisi. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3. Teori pendekatan dan penyimpangan 2. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1. Interpolasi polinom 4. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2. Metode Irisan 4.4. Regresi polinom 2.1.2.1. Interpolasi splin 5.5. Metode potongan tengah 3. formulasi dan total kesalahan numerik 3. metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1. Metode grafis 3.2. interpolasi dan regresi.1.3. Metode Newton-Raphson 3. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3. Teori kwadrat terkecil 5. Dapat menjelaskan 2. Metode Posisi Salah 3.1. solusi 4.2. Kompetensi Dasar 1 1. Interpolasi kwadrat 4.4. Interpolasi linear 4.5. Metode iterasi sederhana satu titik 3. Regresi linear 5.6.5. Interpolasi beda hingga (Newton) 4. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya.2. Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5.4.3. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4. Konsep angka dan figur signifikan 2. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1.

Metode Numerik. Regresi multi linear dan variannya 6. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. New York. Steven C. Rinaldi Munir. Konsep integral tertentu dalam 8. Capra.5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar. McGraw Hill Book. Advanced Engineering Mathematics. New York. Bandung.4 Metode Simpson 3/8 8. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6. E. Jakarta.R. suati titik belakang dan sentral) 7. Harijono Djojodihardjo.4. 6th Ed. 9. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8. Dapat menjelaskan 6. Informatika.3. dan Raymond P.2. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6. M. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7. 1983. Metode Numerik. John Wiley & Sons. Daftar Referensi: 5.. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8. 1985. Kreyszig. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists.. Canale.5. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8. Inc. 6. Singapore 60 .1. McGraw-Hill. 8. Erlangga.2.5.1. Metode Gauss-Siedel 7. Spigel. 1971. 7..6. Metode Jacobi 6.4.1. Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6. Co. Konsep deferensial suatu fungsi 7. Mampu menjelaskan 7.3.3. 1988. 2003.2.

4. Sixth edition. PD sebagai model matematik fenomena real 2. Daftar Referensi: 1.2. Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1.1.1. Dapat menjelaskan Deret 5. Dapat 4. New York. Varberg Dale. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3. PD orde 2 3. Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier.. Fungsi periodik Fourier (deret 5. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3. 2.3. Pengertian PD 1. Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan. Kalkulus. Fungsi Genap 6.Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1.2. John Wiley & Sons.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: . 2003.2. Edisi keempat. 1989.3. Erlangga (terjemahan) Sutarja. Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6. 1988. Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3. Dapat menyelesaikan 6.3. PD orde 1 3. Materi kuliah Matematika IV 61 . Penerapan PD dalam teknik nyata sipil. Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Orde PD 1.1.2. 5. Jilid 2.2. Persamaan defferensial dan Deret fourier.1.1. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1. Erwin Kreyszig. PD linier homogen dan tak homogen 2. 3.. Operator PD 1.1. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4. 2. I Nyoman. PD orde tinggi (n) 4.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata . Advanced Mathematics. Purcell Edwin J.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Inti Kur. Inti Kur.Institusional 65 . Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.

2. simbul. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi. NY . Malang. Clayton. Blackie Academic & Professional.1 Siklus hidrologi 3.. A. 2003.1 Site Investigation.. 66 . M.Dapat memahami peta Geologi 5.3.5 Siklus Geo-kimia 2.4 Struktur Geologi 1.E.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3. 1984. 1995.Toronto Waltham. London. proses. Munir.C. Geologi Lingkungan. Blackwell Science. 2.2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2. Bayu Media Publishing. Foundations of Engineering Geology. John Wiley & sons.R.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. membaca peta 5.1 Macam-macam batuan 2. 1994. GB. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1.Dapat menjelaskan macammacam batuan.Dapat menjelaskan Site Investigation 5. C.C Matthews. Jawa Timur Pitts. 3.1 Peta geologi : macam. John. A Manual of Geology for Civil Engineers.3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4.Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1.3 Proses terbentuknya bumi 1.2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1. hasil dan interpretasi hasil 4. Site Investigation. London. & N. 4. struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1.I.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3. Mochamad.Interpretasi peta geologi 5.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3. GB. Simons.3 Hasil pelapukan 2.

London. London. GB. Blackie Academic & Professional. tingkat pelapukan. A Manual of Geology for Civil Engineers.C. NY .C Matthews. Joints. 1984.. & N.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. Bayu Media Publishing. Jawa Timur Pitts.1 Keruntuhan pada batuan 5. C. Foundations of Engineering Geology. Geologi Lingkungan. Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4.1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. Site Investigation. GB. Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3. Munir. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. Simons.E. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5. Malang. John Wiley & sons. John.R. pelapukan pada limestone) 3.I. Clayton. Folds dan Non-tectonics structures) 2. Blackwell Science. 3. 4. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1.. 1994.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2. A. 1995. 2003.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan. 2.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4. M. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. 67 . Mochamad.Toronto Waltham.

5.3. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3. kp) 10.1. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11. Cassagrande Chart.2. Faktor daya dukung tanah 10. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2. ka. pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6. Modified Proctor 6. Tekanan di dalam tanah 7. tekanan total 7. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5. Dapat memahami 11. tekanan air pori. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9.2. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8. Menentukan parameter geser. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10.3. Kuat geser tanah 8. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 . Pengertian tanah dan mekanika tanah 2. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11. Dapat menjelaskan 1. Standard Proctor 6.2. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6. Teori pemadatan tanah.1. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10.1. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9.1. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1. Jenis –jenis tanah 4. batas atterberg) 5. Teori Boussinesq 11. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2.1. Dapat memahami konsep tekanan total. Koefisein tanah lateal (ko. kohesi dan sudut geser dalam 9.1.1. Pola keruntuhan tanah 10. tekanan air pori dan tekanan efektif 8.1. kadar air. Dapat memahami 10.4. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8. AASTHO. Sifat-sifat umum tanah 3.2. kadar pori.1.2.3. berat jenis. Tekanan efektif.5.3. Sandcone 7. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS. Segitiga Missisipi) 6.4.4. Volumetri dan indeks properti (berat volume. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11.1.1.3. Pemadatan tanah 6. Dapat memahami 9.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis.

New York Sutton. 2.M.P. 7.1979 ‘Soil Mechanics. Gramedia Pustaka Utama.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.H. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.F. 8..prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.J.B.Mochtar.. R. Craig. 9. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.D. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.D.Jakarta..1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.M. V.T. 6.B.R.1985. Duncan. New Jersey Lambe.C..W. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. Jakarta Holtz. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.S. 3. & W. New Delhi Verna. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Jakarta Hari Chrisady H. Delhi 69 .Daftar Referensi: 1.SI Versions’ John Wiley & Sons.B. 4. 5.Kovacs.N..

& W. Delhi 70 . Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1.H. 7.1. 6. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4.1.1.1. Dapat menentukan besar 2.D.1.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. 1. Koefisien permeabilitas di lab. Jakarta Hari Chrisady H. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. Pengertian permeabilitas tanah 1. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2. Flownet di tubuh bendungan 1.B.. 8.J.R. Waktu penurunan 3. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3.1..1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das. Koef. Dapat menentukan 1.1.1. Duncan..4.1985.2.1. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. 5..1.M. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3. 9.1.SI Versions’ John Wiley & Sons.1.1.2. New York Sutton. Dapat melakukan 4. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.M. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.2. New Delhi Verna..3. Dapat menentukan 3. Stabilitas bendung 1.1.1. 3.T.W.B. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3.B. Bahaya rembesan 2.2.1. Besarnya penurunan 2.9. Koefisien konsolidasi Cv 2. Pengenalan flownet 1. Memahami penyebab 3.7. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 4. 2. Koef.P.C.4. Memahami konsep 2.Mochtar.3. V.6. Gramedia Pustaka Utama.4.6. Jakarta Holtz.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.Jakarta. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. Flownet di bawah tubuh bendung 1. Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1. New Jersey Lambe.1979 ‘Soil Mechanics. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2.2.F.1.8.Kovacs. Indek kompresi Cc pada tanah 2.3.S. Craig.D.1.5. besarnya dan waktu penurunan pondasi. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. R. Permeabilitas di lapangan 1.1.2.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.1.N. Mampu melaksanakan 4.1. Prosentase penurunan 2.permeabilitas tanah berlapis 1.1.5.

Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1. 2. 9.R. New Jersey Lambe.Kovacs. 6. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1. 7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. V. Craig. Mengaplikasikan 2. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable.M.T.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.D. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2. New York Sutton.1979 ‘Soil Mechanics. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1. Mengaplikasikan 3.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das. 3.B. Dapat menentukan besar 3. Gramedia Pustaka Utama.D. Duncan. Jakarta Hari Chrisady H.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. Mengaplikasikan 4. Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.H. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1. Delhi 71 .B. 5. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.SI Versions’ John Wiley & Sons. Dapat menentukan 4. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4. 8.P.1. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.J.Jakarta.F..1. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.M.N. & W. Jakarta Holtz. New Delhi Verna.. besarnya dan waktu penurunan pondasi..1985.. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. 4.1.S.Mochtar..B.1. Seepage and flownet 2. R.C. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus.W.

2 Stabilisasi mekanis. heavy tamping compaction.B. Deep compaction.Review Mekanika tanah tentang indeks properti.3 Preloading 1 tahap 6.. kimia.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik. 1986.. R. blasting 5 Dapat memahami 5.1 Kembang susut tanah kembang susut tanah.E. 2. Physical and Geotechnical Properties of soils.1 Pengenalan Preloading preloading 6. 3. 3. O.2 Potensi pengembangan tanah 3. McGraw Hill. M.. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. R. Prentice Hall. Geosynthetics In Filtration.E. Metcalf. Prentice Hall. Elsevier AS.1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. Darinage & Erosion Control. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1. NY. 1972.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4. Holtz. J.D. 6. R. NJ.Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis. 1992. McGraw Hill.2 Teori preloading 6. Daftar Referensi: 1.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4. 4. Butterworth.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2. 1981. NY.D.G. 2.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction. Soil Stabilization – Principles and Practice. New Jersey.M. Bowles.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik.7. London 72 . Bowles. Ingles.. Designing with Geosynthetics. & W.1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7..2. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6. 1990. Koerner. vaccum. Koerner. Mekanika Tanah 1&2. 1984.4 Preloading bertahap 6. & J. An Introduction to Geotechnical Engineering. Engineering Properties of Soils and Their Measurement. J. Sydney. 5.1. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat.1 Pemadatan metode pemadatan 4. Kovacs.

Jakarta. J.M. B.. 1994. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4. Principles of Foundation Engineering.. Pembebanan momen arah x dan y 3. P. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4. McGraw Hill.1. 1996. 2. New Jersey 73 . McGraw Hill. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4. 1990.4. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2. Dapat merencanakan 2.5. Daftar Referensi: 1..2. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. 1984. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1. 1993.1. Erlangga. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1. Strap footing 3. Bowles..3. Das. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4. Bowles.M.5.2. 3. Boston.E. B. Donald.. Merencanakan pondasi telapak 1.4.6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3. Foundation Design – Principles & Practice. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1.3. NY. Mochtar. 1985. Review tekanan tanah 4. bentuk T. 4.7. Prentice Hall.1.6. Foundation Analysis & Design. pondasi dangkal trapesium. NY.E. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2. PWS-Kent. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1. Mendimensi pondasi rakit 4.2. Coduto. 5. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Das. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1.3. Penyelidikan tanah (review) 1. Dapat mendimensi 3. J. Dapat menentukan 4. Physical and Geotechnical Properties of soils.1. Macam-macam pondasi 1.

Prentice Hall.. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3. McGraw Hill. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2. McGraw Hill. Physical and Geotechnical Properties of soils. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4.M. Erlangga. 1984. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Kriteria perancangan pondasi tiang 1. 1994. New Jersey 74 . Mochtar.4.2.. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. P. B. 1985. Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3.6. Donald. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3. Merencanakan konstruksi turap 2. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. 3. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3.1. Foundation Analysis & Design. Bowles. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3. Penjangkaran 4. Bowles. J.1. pondasi sumuran. Das. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. NY. 1990. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2. dinding penahan tanah.5.. Foundation Design – Principles & Practice. Jakarta. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1.1.1.M. PWS-Kent. 1996. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Jenis. Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2. 1993. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1.E. J.3. 5.. NY.. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1. Principles of Foundation Engineering. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4.4. B. 4. Coduto.5. Das.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang.2. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. 2.3.E. Boston.2.

5.1. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1.6.. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2. Dapat menentukan 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang.1.5.3. Bowles. Dapat Menentukan 4.2. Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. pondasi sumuran.7. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4. 4. McGraw Hill. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4.6. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4.7.3. Penjangkaran 2. Menentukan susunan dan dimensi Kap.2. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4. 75 .2. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.1. 1984..E. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1. Penurunan pondasi tiang 1.2. 1996. J. Jenis. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. Dapat menentukan 2.1. NY. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3. Foundation Analysis & Design. 3.3. J.8.E. Daftar Referensi: 1. Physical and Geotechnical Properties of soils.8. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4.3. NY. Bowles. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1. 2.4. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4. Dapat merencanakan 1. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1.4. McGraw Hill.

Foundation Design – Principles & Practice. B. 1994. 1990. 4. Donald. Principles of Foundation Engineering.. Jakarta. Prentice Hall. B. 1985. 1993. Mochtar. 5. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).M. Boston.. Coduto.3.. P. Erlangga.M. Das. New Jersey 76 . PWS-Kent. Das. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 77 .Institusional Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.

4.3. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1. Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2. 2. 2. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1. menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. 3.6.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil.3. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan. menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 .sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil.1. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2.4. modal. pendapatan dan biaya 2. Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi.2.5. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1.1. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. persekutuan dan perseroan 1. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1. 5.2.4. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika. PENDAHULUAN 1. kewajiban. Menguasai teknik.

Pos persiapan / penyelesaian 6.1.4.3.6. Indriyo Gito Sudarmo. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ. Buku besar 4. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT.1. Pos overhead proyek 6. Jilid 1. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4. JURNAL DAN POSTING 3. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak. Pos duties dan cadangan 7. Ekonomi UGM 79 . menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. Gadjah Mada 3. Jakarta 4. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5. Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1.2. Unsur-unsur bahan.3. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7.2. edisi 6. Pradnya Paramita. Bukti – bukti transaksi 3. Asiyanto. Sugiharto & Suwardjono. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4. Aspek – aspek control 7. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6. Al. Maksud dan tujuan Cost Budget 6. upah dan alat 6. Hedging 7. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ. Break Event Point 7.1. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5. Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2. Kode biaya 6. dan biaya pelaksanaan proyek 8.5. Jurnal 3. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5.5. waktu pelaksanaan proyek. Haryono Jusup. Terbuka 2. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. CONSTRUCTION COST CONTROL 6.2.2.1.3. Pos sub kontraktor 6.7.4. 1996.1. NERACA LAJUR 5.3.8. Kebijakan pelaksanaan 6. Transaksi 3.3.4.

5. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2. Jakarta. Pengertian sistem dan model. dan menjelaskan peranan 1. Model Transportasi untuk menganalisis 2. Menyelesaian PL dengan excel 4.3. Mampu menggunakan transportasi. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Bernard W. 1984. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1.3. 4. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3.3. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. Denpasar 80 . Kompetensi Dasar 1 1. 5. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. transhipment 2.. Modul Kuliah. Ossenbrugen. Surabaya. Univ. Sains Manajemen. 1996. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3.2. Kemampuan menghitung 2. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4. 3. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3..1.4. dll) 2.4.1. A. 2. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear. Udayana. Kemampuan membedakan 1. Nadjadji. transhipment dan assignment 4. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1. Model program linear (PL) 2.2.. 1994. Taha. Salemba Empat. John Wiley & Sons. Systems Analysis for Civil Engineers. New York. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model. Fakultas Teknik Jurusan Sipil.2. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2. H. Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Binarupa Aksara. 3. Anwar. 2005. Taylor. Model Assignment 3. Paul J. Analisis Sistem. Riset Operasi Suatu Pengantar.2. Jakarta.7. Model Transhipment sistem. Analisis sensitifitas (Excel.1. -------------------.5. Mampu memodel dan 1. 1996.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan.1. transportasi. QSB. Analisa Sistim dan Penelitian Operasional. 2.4.3. Memodel PL dengan excel 4.6.

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis. pengadaan barang/jasa 6. PENGORGANISASIAN 6.2.4. Peluang Usaha internasional. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3. Mahasiswa dapat 4. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6. dan memanfaatkan sumber 2. 4. KEWIRAUSAHAAN 2.2. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1.2.5. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan. Maksud. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5. menanggulangi berkomunikasi secara 5.4. Strategi berprestasi memahami 3. Mahasiswa mengertikan tentang 2. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4.3. Dokumen Pengadaan B/J 6. Motivasi berprestasi mengembangkan 3. analitis dan sistematis. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6. Perjanjian (dispute) yang 6. Kemampuan mhs. Jadwal Pengadaan B/J 81 . PENGEMBANGAN PRESTASI 3. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4.4. dokumentasi 4. KOMUNIKASI BISNIS 5. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional. Perusahaan dan dagang.1.3. 1.2. LINGKUNGAN tender. Kemampuan mhs. tujuan. Metoda Pengadaan B/J 6. & Manfaat 1. 3. Mobilisasi Sumber Daya jasa. 4. Kemampuan mhs. manufaktur. Pengembangan Pribadi dlm. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.2.3. 3. Arti. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini. Kemampuan mhs. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. dan mengelola. Pengertian & istilah dalam AHP 1. 2. Strategi antisipasi atas Perubahan 4. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Kompetensi Dasar 1 1. Ruang lingkup materi AHP 2.4.2.1. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi. Kemampuan mhs.3.3.1.4. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul.1.1. Kemampuan mhs. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan.6.1. 2. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5.3. Pengusaha Andal kewirausahaan. Sistem Pengadaan B/J 6.

6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12.2 Sistem Evaluasi Kualitas 9. Kontrak Pengadaan B/J 8. Evaluasi Penawaran 7. Pemilihan Langsung 8.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9. dan 12. 8. Swakelola proyek swakelola 8. PROSEDUR PEMILIHAN.3.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13. BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12. Uang Muka 9.2. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9. Kemampuan mhs.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11. menhargai hasil karya 13. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7.1. 11.7. Kemampuan mhs. Kemampuan mhs.4. 13.1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10.5.3 Bentuk/Tipe Kontrak 10. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7.4 Kontrak Pengadaan Barang 11.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10. Kemampuan mhs.4.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9. PROSEDUR PENGADAAN 9.3 Peran institusi (BANI.5. Persyaratan Peserta Lelang 7.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11. Kemampuan mhs.5 Penunjukan Langsung 9. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11. PENANGANAN SENGKETA 12.5 Formulasi Masalah 13. 10. FIDIC. PELAKSANAAN KONTRAK 11. 8.5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9. Kemampuan mhs.2. Pelelangan Ulang 8.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi.3. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7.3 Hasil Karya Intelektual 82 .1. ORGANISASI PROFESI 13. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12. Kemampuan mhs. Penunjukan Langsung serta melakukan 8.

83 .2000” CV. Risk. 18 tahun 2002.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14.Citra Aditya Bakti. Yogyakarta Buchari Alma. 2002 “Juknis Keppres No. No.Gramedia Pustaka Utama. Tamitama Utama. 30 tahun 1999. 2000 “Keppres No. 18 tahun 2000. 1999 “UU Republik Indonesia. 2005 “Keppres RI No. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No.sendiri maupun orang 13.4 Etika (attitude). 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. 80 tahun 2003. Bandung 11. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------. 1996 “Hukum Bangunan” PT. 7. Jakarta Rai Wijaya. & 30 tahun 2000” ------------. Safety. 2. 14. 9. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT. Jakarta ------------. 15. Jakarta Mas’ud Machfoedz.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. 10. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. 12. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. Jakarta ------------. dan Implementasi” BPFE. Salim Siagian.2 Profesionalisme konstruksi 14. 80 tahun 2003. dan Asfahani. Manajemen. dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. dan Insurance Daftar Referensi: 1. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. Tamita Utama. Bandung Nazarkhan Yasin. Perubahan Juknis Keppres No. 61 tahun 2004. 2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 28.70 tahun 2005. Jakarta Hamid Shahab. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT. 6. 29. Perpres RI No. Metode.18 th. UGM. Jakarta Djumialdji. 4. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan. 8. 13. tentang perubahan (I) atas Keppres No.Putra Timur. Kemampuan mhs. Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi. 5.18 tahun 1999” ------------. Jakarta ------------. 2003 “Keppres No. 32 tahun 2005. Jakarta Munir Fuady. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset. Rineka Cipta. IG.4 Lisensi lain secara legal 14. tentang perubahan (III)” CV. 2005 “Kewirausahaan. 2000 “PP No. Jakarta ------------. 3.

Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2.2. 5. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. Simple Interest 2. membuat aliran kas. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas. 3. 3.13.7. Mengerti dan mampu menghitung depresiasi. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. menguasai konsep Nilai Waktu Uang. Pendahuluan 1. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 . Compound Amount Factor 3. 3. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3. 3. 4. Aliran Kas 3. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3.8.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi.9.11.1. Gradient Series. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest. Compound Interest.10.3. Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB. 2. Capitalized Cost 3. Present Worth Factor.12. Kompetensi Dasar 1 1.5.3.5. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui. Konsep nilai uang terhadap waktu 2. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui. Harga Sekarang.1.4. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC. 3.14. Mampu menghitung Simple interest. harga yang akan datang. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3. 5. Uniform Series. 3. Harga tahunan yang sama dan merata. dan Capital Recovery Factor. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Faktor Pembayaran tunggal 3. Menghitung RAB 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB.6.4. Compound Interest 2. 4.1. Depresiasi.2. Ekuivalensi 2. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif. 3. 3.2. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1.

GJ. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6. S. 2002 ‘Ekonomi Teknik. Consumer price index 11. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP. Declining. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK.S.4.2. Analisis titik pulang pokok 6. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT. Cost effective analysis 6. Declining Balance.Pradnya Paramita. Inflasi 10. Melbourne Suratman. teknik & kasus’ PT.3. Bandung Kodoati. Analisis biaya minimum 9. 11. Sudradjat. Jakarta Husnan.FJ.AMP. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka.Damar Mulya Pustaka. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta. 3.3.4. Zaenal.5.Yogyakarta Thuesen. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova.Prenhallindo.3. dengan 3 alternatif atau lebih 6. 12. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9. Perhitungan Rate of Return.1. Fabrycky. Jakarta 85 .1. Jakarta Asiyanto.balance depreciation accounting 9. 7. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line.2. SOYD. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia.15.R. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9. 5.RJ. Shinking-fund depreciation accounting 10. 4. Stright line depreciation accounting 9. dan ShinkingFunD 10. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8. WJ.6.AZ.NE. Constant puchasing power 10.Jakarta Sutojo. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat. konsep. 8.YKPM. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6.1 Perpajakan 13. Muhammad.6.S. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi. Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1. Jakarta Sutojo. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT.5. 2.2.S. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng. 10. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT. Jakarta. 9. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11. 6. Yogyakarta Purba. Bandung Fabozz. 3.1.Grameda.S. Jakarta --------------. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7.Yogyakarta Renton. Depresiasi 9.

1. Dapat Mengerti arti. 5.3. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11. Fungsi Manajemen 2. Bar Chart 8. Proses Penjadualan 4. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3.1. 4. Perencanaan 6. 6. 5.4. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve. 3. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. Kompetensi Dasar 1 1.2. Dapat membuat 11. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9. Siklus Hidup Konstruksi 2. Organisasi Proyek 3. Pengendalian 7.2.1. Construction Management Contract 1. Studi Kelayakan .2. Dapat membuat 10. S-Curve. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve.3. Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7.1. S-Curve.2. WBS (Work Breakdown 8.3. Pengertian manajemen 1. 3.3. 5. 8. Durasi (alokasi waktu) 7. Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7. Model-Model Penjadualan 7. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1.3.2. Manajemen Proyek Konstruksi 2. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8. Merge Even 11.1.1. Penjadualan 6. Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4.1.1. Manual PMBOK 2. Jenis-Jenis Kontrak 3. 10.3. 4.2.1.3. Dummy Diagram Method (ADM) 11. Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract.3. Dapat memahami siklus Perencanaan. ADM dan PDM dengan benar. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6. dan Pengendalian 7.2.1. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2. 5. Siklus Perencanaan.2.4. Dapat membuat penjadualan 9. Slack/float time 86 . Penjadualan.2. Notasi ADM 10. Penjadualan dan Pengendalian.2.1. Dapat Mengerti arti. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. 5. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5. Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10.2.

Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag.1.4. 87 .4. 12.3.1.3. 13. 12. Lead) Float . Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13. Notasi PDM. 12.2. 12. Critical path. 13.4. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11.2.3. 13. 12. 13. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek.

Spesifikasi teknis pada proyek 2.1. Dapat merencanakan 88 . Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.2. 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan. Kompetensi Dasar 1 1.1. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. 3. 7. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5. Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6. 4. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4.1. Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7.1.3.2. 7. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2. Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8.2. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1.1. Jadwal pelaksanaan suatu proyek.1. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3.1.2.5.2.3. Menentukan material yang dibutuhkan 3. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3.2. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7.4. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4. 6. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan. 9. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5.1.2.1. Menguasai perencanaan 3. 8. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9.2. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4.

2. Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 . 10. 4.2. 5. 3. Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12.2. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13. AZ.1. 6. 2. Analisis BOW Zaenal. Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11.3. Construction Cost Management Anonim. Metoda konstruksi 11. Manajemen Proyek Paulus Nugraha. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12.1.1. Imam Soeharto.1. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto.

4. Services Quality. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas.3. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10. 3.2. 5.2. Perkembangan team. 4. dan mampu menggunakannya 9. serta 6. 10. Penggunaan Biaya Kualitas 11. Manajemen Perubahan 11. Mengerti manajemen dan fungsinya. Total Quality Management.2.4. Mengerti tentang Seven Tools. sejarah dan dasardasar kualitas 1.5. 11.1. 3. perbaikan berkesinambungan. 12.3.2.JS & Soal. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. serta kontrol kualitas. 2.1. team.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas. Organisasi sebagai sebuah sistim.1. 12. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan.1.3. 3. 5.2. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi.1.7. Perubahan konsep organisasi. Mengerti tentang biaya kualitas 11. Konflik. 7. Memahami training dan proses training 9. 3. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. Mengerti tentang manajemen.1. 11.3.2. 2.1.3. kualitas. 3. Kompetensi Dasar 1 1. Kepuasan Pelanggan. 11. 7. inspeksi. Mengidentifikasi proses. Analisa Jenis training. Memahami kualitas. memahami proses.6. 2. Memahami perencanaan pelanggan. 11.2. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas. pelanggan. Manajemen perencanaan proyek 2. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7. 5. Mengerti perubahan dalam organisasi. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan.1. 90 .4. Evaluasi training Daftar Referensi: 1. 6. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. meningkatkan kualitas 8. AS. Memahami proses.3. 10.2. Perencanaan proses. 11.4. 6. tentang team serta koflik Konsep pelanggan. 3. Biaya Kualitas. Perbaikan berkesinambungan. Sampling. 2. Memahami pelanggan. Jenis-jenis team. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas.1. Australia. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses. Mengerti tentang cara kualitas. 1996.1. latar belakang. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8. 6.2. Oakland. 2.5. dan perbaikan proses. serta seven tools sebagai proses kontrol. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5. Seven Tools 12. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1.3. konsep dalam organisasi.1. kepuasan 3. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas.2. Pelaporan Biaya Kualitas.1. Proses Training. Team yang efektif 12. 1. 9.

6. Leavenworth. 1995. Kenneth L. Andi Offset Yogyakarta. 1996. Total Quality Management. 3. S. 1999. Fandy Tjiptono S. Total Quality Management. Quality Assurance Methode and Technologies. Andi Offset Yogyakarta. McGraw Hills. McGraw Hills. Statistical Quality Control. 1994.2. 1996. McGraw Hills 91 . 4.Arnold Michael Holler. Diana A. Peter Mear. Eugene L. 5.Grant Richard S. Quality Improvement Tools and Tecniques. Soewarso Hardjosudarmo.

5.2. 4. Mengerti tentang 1. tujuan serta metode penilaian. Perencanaan Strategik.……….2. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3. Tanggung jawab Departemen SDM SDM.1.5. analisa SWOT. Strategi penilaian kinerja. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3. 5.5. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1. 5. organisasi. dengan strategi 2. manajemen kinerja. 7. Mengerti tentang perencanaan SDM.4.3.1.3.4. Tujuan penilaian. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.3.2007. Organisasi SDM. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja.3. Strategi SDM 4. Susilo Martoyo. Memahami pelatihan dan pengembangan.4.1.1.1. Perencanaan SDM. Arti penting pelatihan dan pengembangan.2. Mengerti MSDM. 7.2001. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3. Manajemen Sumber Daya Manusia.4. jabatan. PT Indeks Jakarta 92 .1. organisasi. perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1. Mengerti akan penilaian kinerja. Metode penilaian 7. 2. Syafaruddin Alwi. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1. perenanaan strategik dan taktikal. Mengerti hubungan strategi 3. Pengembangan kemampuan 7. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3. Tahapan dalam latihan dan pengembangan. Manajemen kinerja. 7. Manajemen Sumber Daya Manusia. serta proses rekruitmen dan seleksi 6.2. 6. Rekruitmen dan seleksi 6. Memahami 2. 7. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. 6. 2.4. perencanaan taktikal dan operasional.2.3. Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3. Kepemimpinan tim 5. Strategi Keunggulan Kompetitif. pengembangan. Analisis dan desain jabatan 4. 7. Definisi MSDM 1.1. Manajemen Sumber Daya Manusia. Deskripsi jabatan. Pelatihan dan pengembangan.6. Strategi organisasi. Analisis kebutuhan. pelatihan dan pengembangan 2. Keunggulan Kompetitif melalui 2.. 4. BPFE Yogyakarta. Memahami analisis jabatan. 6.3. Perkembangan historis. 5.4. rekruitmen 2. Gary Dessler . 1.7.2. Arah strategik. Kepemimpinan perencanaan 2. Mengerti peran MSDM.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM.3. 3. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi. Perencanaan SDM. Membangun kompetensi 2.2. SDM kepemimpinan.6.

dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat). elevasi.2 5. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran.2 2. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya.6 3. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. fungsi. menganalisis tempat kerja.2 93 . 2. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast.3 2. dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat.2 2. Struktur jalan. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung. bekesting.1 3.4 2. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat. dan kegunaannya. cara mampu merencanakan kerja. Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat. Jenis. jenis. pembesian. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja. serta menghitung Produktivitas dan 3. dan bentuk. 4. Jembatan. plan. Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. Memahami karakteristik 1. 4.1 2.1 1.1 4. dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek.5 2. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Pondasi dan Dermaga. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat. dan pemasangan bowplank. Sifat.Mata Kuliah Kode MK. 3. Menguasai alat berat 2. kerja alat. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah. serta pemeliharaan Bangunan Sipil. Bentuk. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran.

5. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile). Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 .1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6.2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7.2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5. 8.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut.1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. Memahami perencanaan 9. Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Dasar Analisis struktur 3-D 7.1. analisis.4. portal 99 . Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7.6. pembebanan. dan keluaran (output) 7. Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6. Analisis struktur sederhana: balok. Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel. Analisis portal 2-D 6.5.langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7.2. rangka batang. Analisis Balok 6.

4.4. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3.4. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6. Dapat memodel. Dapat memodel. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4. Dapat memodel.4.1.3. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5.2.2. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3.3. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3.2. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4.1. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3.1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4. Dapat memodel.2. Dapat memodel. akibat beban tetap dan beban bergerak 5. Tipe dan konsep pelengkung STT 4.2. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. Tipe struktur pelat dan cangkang 5. Definisi dan tipe struktur komposit 2. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6. Pemodelan struktur komposit 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer. Tipe dan konsep dinding geser 6.dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks.3. Pembahasan hasil analisis & prilaku 6. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5.1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2.1. Tipe dan konsep pengaku bresing 3.3. Kompetensi Dasar 1 1.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 . Pemodelan struktur pelengkung STT 4.1. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2. Metode analisis struktur komposit 2. Materi Pokok 3 1.3.

5. Prentice Hall. 2002. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8. Prentice-Hall.2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7. Chu-Kia. Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. PT Eresco. Bandung. 1995 University Avenue. McGraw-Hill. 1962. Wolfgang. Steel.1. Structural design in architecture. Dapat memodel. Metode analisis struktur nonlinier 8. 1. Membuat karya tulis 9. Inc. Badan Standardisasi Nasional. 101 . 8. 3. Russell C.7.S. 7. New Jersey 07632. Second Ed. Forth Edition. Salvadori. 2.1. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. Structural Analysis. 1989. Terjemahan oleh Januar Hakim. Cetakan keempat 1996.. Prentice-Hall. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8. Dapat memodel. High-Rise Building Structures. Inc. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. Fourth Ed. Tall Building Structures: Analysis and Design. Schuller. Inc. Berkeley. serta sumber non-linearity 8. R. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. 6. Structural Analysis. Presentasi karya tulis 9. Pemodelan struktur non-linier 8.1. 1998. M. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9. 1981. M. Manual and Tutorial of SAP2000. Statically Indeterminate Structures. & Composite Design of Tall Buildings.3. Hibbeler. SNI 03-1729-2002. Bungale S. Penerbit Erlangga – Jakarta.3. Inc. NJ 07458.4. 7. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang.2. Tipe dan konsep non-linier.4.2. Dapat memodel. B. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9. 1999. John Wiley & Sons. included in the Program. 1991. Hibbeler. Aand Levy. Second Edition. New Jersey 07458. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. 1998. Computers and Structures. A. 7. 2001. 7. Smith. CA 94704. Concrete. Taranath.3. and Coull. Struktur Bertingkat Tinggi.C. 4. Upper Saddle River. Anonimus.

Indikator Pencapaian 2 1.2. Momen inersia pusat utama 3. Inti (Kern) 3. Pengujian tarik dan tekan 7. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Momen inersia tampang segitiga 3.1. Luas penampang 2. titik berat dan momen inertia.1. Dapat menghitung regangan 7. Diagram tegangan-regangan normal 7.1. hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Pusat geser 4.1.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika.1. Momen inersia tampang trapesium 3. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1.10. Dapat menghitung luas penampang 2.8.2. Momen inersia tampang T 3.5. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6.4. Momen inersia tampang lingkaran 3.1. Menghitung statis momen 3. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . beban puntir. Memahami konsep diagram teganganregangan normal.9. Tegangan geser 6. Modulus Elastisitas 8. Dapat menghitung titik berat penampang 3. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan.3. Regangan geser 7. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Maksud dan pengertian momen inersia 3.2.4. Regangan normal 6.7.3.2. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan.11.1.6. Momen inersia tampang jajaran genjang 3. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas.1. beban geser. Hukum Hooke 7. Titik berat penampang 3. Momen inersia tampang persegi 3. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial. Diagram Tegangan-Regangan geser 2. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4.

Tegangan geser balok 16. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9. Rumus lentur 17.1. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20. Transformasi tegangan bidang 18. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13.2.1.1.2. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10.1. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14.2. Deformasi elastis akibat beban aksial 10. Hubungan sifat-sifat bahan 22.1. Prinsip Superposisi 4.4. Memahami transformasi regangan bidang 21. Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21.2. Penurunan rumus torsi 13.2.1. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19.1.3.1. Deformasi lentur balok 17.1.2.2.2. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 . Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11.2. Konstanta torsi 14.2. Memahami transformasi regangan bidang 9.1. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21. Memahami konsep deformasi lentur balok 17. Deformasi akibat beban torsi 12. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6. Regangan bidang 20. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9. Lentur pada balok beton bertulang 18. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8. Geser pada balok 14.2.2. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9.1. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19. Memahami transformasi tegangan bidang 12.1. Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11. Tegangan akibat perubahan suhu 12. Modulus Geser 10.3. Dapat menghitung tegangan geser 16. Persamaan garis elastis 22. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15.3.1. Lentur pada balok komposit 17. Rumus tegangan geser 15.1. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Tegangan akibat lentur 17. Sudut puntir 13. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20.2. Diagram bidang momen 16.

Memahami stabilitas tekuk kolom 23. 1983.. C... B.4. Kolom dengan perletakan lainnya 25. 2. New Jersey. 1997. Gere. C. Mechanics of Materials. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25. P. Cetakan Pertama. P.1. Hibbeler. Soemono.. Penerbit ITB. Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26.2.. California. and Amstrong. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24.. Jakarta. Kolom ideal dengan perletakan pin 25.. 4. 2001. Crawford. Jakarta. P. terjemahan). J. Hariandja.1. Gere. 5. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. Tegangan 1. Penerbit Erlangga. R. P...2. Mekanika Bahan (terjemahan). 6. Popov. Metode Superposisi 11. M. Prentice Hall. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. Penerbit Erlangga. Beban kritis kolom 25. 104 . Jakarta.1. M. Bandung.2.3. 3. E. Edisi ke-2. 1996. 1996. 1997. Benham. 3rd Edition.10.2. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. Mechanics of Materials. S. Mechanics of Engineering Materials. 1996.1. Bahan daktail (ductile material) 26. Longman Publishers Ltd. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24.. R. Edisi ke-2. Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. 7. J. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25. J. Penerbit Erlangga. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. Singapore. G. 5th Edition. Brooks/Cole-Thomson Learning. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. 2nd Edition. Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1. dan Timoshenko.

3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar.5 4. Memahami prinsip 1.1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh . teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2.3 5.2. struktur dengan metode elemen 3.4 1. Memahami prinsip kerja virtual. Memahami / 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1.1 Matrik kekakuan 105 . Memahami konsep 1.3 1.1 2. hubungan antara regangan dan displasemen. serta hubungan antara tegangan dan regangan 1.2 1.2 prinsip energi 1.Ritz 1. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan .1 1. prinsip energi 1.1 1.3 2.1. 1. Menguasai analisis 2. ada 2.Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1. Dapat menganalisis 1. Dapat menjelaskan 1.1 prinsip kerja virtual. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2.2 1. Dapat menganalisis 2.2 2.1 2.2 1. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2.

Dapat menganalisis 1. 1984.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3. P.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya.. 1992. Dapat menganalisis 2. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1. Jogjakarta Weaver.. Finite Element for Structural Analysis.3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2.R. W. Prentice Hall. New Jersey 106 .struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3. Program Pasca Sarjana UGM.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2. Johnston. Suhendro B.2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1. Dapat menganalisis 3.2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1. 2.3 Overall matrik struktur balok 6.

Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1.2. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3. pembentuk beton Semen. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. Mampu melaksanakan 1.1. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3. Pencampuran. campuran beton pencetakan dan 2. Agregat Halus dan Agregat Kasar 2.2.1. Mampu melaksanakan 2. Mampu melaksanakan 3. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.3. Pengukuran berat isi 3.1.2. Perhitungan komposisi pencampuran. Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 .

5.4. Bidang Gaya Lintang. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. Bidang Gaya Normal.5.3.2. Bidang Momen. Mahasiswa dapat 4. momen lentur. 6.5.1. 4. 7. 5. Reaksi Perletakan.2. Balok Pelengkung tiga sendi. 1.6. Balok sederhana. Bidang Gaya Normal. kombinasi beberapa gaya dalam. Balok Gerber.4.3. 108 . 6. kesetimbangan 3. 3.1. 5. 2. Bidang Gaya Lintang. 5. Balok sederhana. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. Reaksi Perletakan. Gaya Dalam: Gaya Normal. Bidang Gaya Lintang.2. Reaksi Perletakan.3. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Balok Konsol/ cantilever 3.4. 5. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever. 3. Bidang Gaya Normal. 2. Bidang Momen.3. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever. Mahasiswa dapat 6. Reaksi Perletakan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -.2. Materi Pokok 3 1. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor. Gaya Geser atau gaya lintang. Gaya-gaya dalam Bidang Rata.5. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. 3. Bidang Momen. Balok Sederhana. Elemen Struktur.4. 6. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. hubungannya dengan gaya-gaya dalam.1.2. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. gaya. 5. 6.3. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. resultante gaya dan resultante. Mahasiswa dapat 1. Mahasiswa dapat 3. 6. Bidang Gaya Lintang. Bidang Momen.1. 4. 2. momen torsi. 3. 2. 8.1. 5. Mahasiswa dapat 4. elemen struktur. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam. 6.1.5. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. Bidang Gaya Normal. 4. uraian uraian gaya. Mahasiswa dapat 7.

3. Suwarno Wiryomartono. Daftar Referensi: 1.2. Struktur.tiga sendi.2. Tjok Gde Majun.3. 5. Himpunan Mahasiswa Sipil. 8. 7. 8. Statika oleh Soemono. Himpunan Mahasiswa Sipil. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir. Buku Ajar “ Statika”. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Tjok Gde Majun. 2.1. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol. Mahasiswa dapat 8. Garis Pengaruh Momen 7. 4. Garis Pengaruh Momen. oleh Daniel L Schodek 109 . Mekanika Teknik I oleh Ir. 3. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7. Mahasiswa dapat 9. 9. Garis Pengaruh Konsol. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana. 7. 6.1. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. 8. Garis Pengaruh Balok Sederhana. 8.4.

. Mengerti dan sumber. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2. Type perambatan. Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2.Memahami dan mengetahui konsep seismologi. Dapat menjelaskan 1.2. SRPMM. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2.3.7.4.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. Lapisan dan kerak bumi 1. faktor reduksi.3. . Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. energi. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa. intensitas dan magnitude gempa 3. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2. Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. Memahami . Orthogonalitas mode shape.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier.1. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:.8. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2.9. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2.1. Memahami dan dapat 2. sistim struktur SRPMB. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3. normalisasi mode getaran 2. Daktilitas struktur gedung.2.2. Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3. Wilayah gempa. Memahami dan 1.6. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 .3.10.4. Sumber-sumber beban dinamis 2.5.1. SRPMK 3. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2. Teori terjadinya bumialam semesta 1. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2.

3. Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.5.8.4. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 .7. Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3. Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3.6. Respons spektrum gempa rencana 3.

5. Klasifikasi agregat 4. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6. 5. 112 . Beton sebagai bahan bangunan 1. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2.4.2.2. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6.5. Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air. Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5. Dapat menentukan 3. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2.2.6.1. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2.1. Dapat menjelaskan 6. Mampu menjelaskan 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5.2. 4. Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3.1. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5.2.3.1.4.1. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3. Dapat menguraikan 5.5.3.3. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4. Semen. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2.4. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6.2. 6. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3.3. Dapat menjelaskan Memahami 4.1. Analisa 6. Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4.3. Karakteristik agregat agregat untuk 4. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3.

Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK. Inti Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU. Inti Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 .Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

7. Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3. Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4. Konsep dasar beton prategang 1.2.8.9.5. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2.5.3. Mampu 1. Pengertian beton prategang 1. Memahami dasarprinsip dasar beton 1. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3.1.1. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4.6. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4.2. Perencanaan elastis balok beton 3. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.6.3. Dapat merencanakan 5. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2. Dapat menjelaskan 1. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3. Perencanaan pejangkaran 3. Beton prategang sebagian secara umum 5. Analisa lendutan 5.1. Cara pemberian prategang 2. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1.4. Dapat menganalisa daya 4. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 . Dapat menghitung 2.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.4.1. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1.2.2.1. Perencanaan block akhir 3.3. Perencanaan penampang komposit 3. Mampu prategang dalam 3. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5.3.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Incorporating Current Building & Construction Regulation. edisi ke-sebelas. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan. frame / kosen pintu. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. bahan tangga. 8.2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1.1. Gambar Teknik. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. Bandung. jenis dan bentuk atap. 2. Latihan menggambar sambungan 10.18. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10. 5. Chudley R.. Hill. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. 1998. bagian-bagian atap. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap. konstruksi rangka atap. 2000 Mohd. Buku Politeknik.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11. 6. Penerbit Mandar Maju. Jilid I. Penerbit Erlangga. Neufert. Spencer. 7. Building Construction Handbook. Butterworth-Heinemann. 19. Pedoman Gambar Kerja 118 . 23. Emst. 4. 1999 Robert Koch. Teknik Menggambar Giesecke.3.4. Rumah Sederhanan Howard Simon. Taib Sutan Sati. Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap. 21. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. 3. Latihan menggambar sambungan 11. Architects Data Heinz Frick. Novak.2. 8. 22. 20. posisi pintu. Dygon.. 3th Edition. Sambungan kuda-kuda 9. Greeno R. Mitcheel.

1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk. 10. jalan Raya. dan konstruksi bangunan lainnya 14. 3th Edition. 11. Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. British Standard. Bendungan/bangunan Air. Ronal Hikari.9. Sukada Wenten) 119 . Hongsui and Architecture Sugiharjo. 12. Jembatan. Working Drawings Handbook. bandar Udara. 13.

Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang. 6.1 Pembuatan layout struktur 7. 3.3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur. Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur .6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7. 1. Kompetensi Dasar 1 1. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. 3. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2. 6.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6.2 Perilaku dinamis struktur gedung.4 Daktilitas Perpindahan 6.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6. kolom dan pelat) 7.3 Daktilitas kurvatur dan regangan.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5. 6.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2. 5. 6.2 Analisa momen kurvatur. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4. Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya. 5.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang.

2 Pembebanan Angin dan gempa. 2002.4 Desain joint 11. cable stay.6 Panel Zone 13. bentang panjang 8. Badan Standardisasi Indonesia. Badan Standardisasi Indonesia. arch bridge) 13.5 Desain terhadap beban geser 9.2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8.2 Type-type joint 10. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8.4 Desain Coupling Beam 12. 13.1 Persyaratan Geometri elemen balok. Badan Standardisasi Indonesia.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11.3 Desain terhadap beban lentur 9. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11.4 Desain Kolom 12.1 Teori dasar joint 10. 9. 2002.6.4 Desain terhadap beban lentur 8. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang.1 Ketentuan Material 12. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9. Memahami prinsip.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11.2 Persyaratan Geometri elemen balok. 8. Dapat merancang 8.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11.4 Desain terhadap beban geser 10. Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12.3 Desain Balok 12. 2002.13.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12.1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11.3 Gaya-gaya pada joint 10.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1. 9.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8.2 Kinerja struktur baja daktail 12. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 .

1152 pp. J. 2000. Chapman & Hall. John Wiley and Sons Inc. 7. Park. and Wight. 6. Rahmat Purwono. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. Englekirk. Naem. Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002. Paulay.. M. 10.. and Priestley.K. Kusuma. USA. R. 744 pp. The Seismic Design Handbook.M. UNUD 122 . CUR3.N. USA.J. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa.. ITS Press. dan Andriono. Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03). 9. T... 1994. 2002. USA. 1992. Jhon Wiley and Sons Inc. Buku Ajar. A.. Reinforced Concrete Structures. IK. Pearson-Prentice Hall. T. Dan Salain. T. John Wiley &Sons Inc. MacGregor.4. and Paulay. 4th Edition. 1993. 829 pp. 8. Steel Structures-Controlling Behavior Through Design. PS Teknik Sipil. Sudarsana. IM. R. F (Editor). 2nd edition. J. USA. 767 pp. G. 5.K.. 2005 11. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. 2005. 1975.

Dapat menggambar lay out 2. New York.1.. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3.1. Panjang tiap batang 1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4.2. Merencanakan portal 3. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6.3. Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7. Smith.1.2..1. Dapat merencanakan 9. Perhitungan pelat kopel 7. 1996. LRFD Approach. J.1.4. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6.1.. Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5. Dapat merencanakan dimensi gording 3. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1. Dapat merencanakan 10. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11.C. Membuat gambar rencana 8.3. Perhitungan gaya batang 5.4.1. Perencanaan gording 2. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3.1. Kontrol tegangan dan lendutan 3.1. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3. Inc. John Wiley & Sons. balok dan balok dan kolom kolom 10.2. Kombinasi pembebanan 2. 2nd Ed.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1. Gambar potongan struktur baja 11.3. Gambar detail kuda-kuda 11. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1. Gambar Lay Out 1. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9.1. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2. dimensi pelat.2. Dapat menggambar 11. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1. Perencanaan dimensi pelat.1. Structural Steel Design. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6. 123 . Gambar denah hasil dari perencanaan 11.2.

Harper Row. New York. Steel Structures: Design and Behavior. 3rd Ed.. Inc. Publisher. J.. E. Salmon.. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. G.2. 3. 1996. Badan Standarisasi Nasional 124 . C. SNI 03-1792-2002. and Johnson.

5. Materi Pokok 3 1. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5. Penentuan Dimensi Awal . kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2. Mutu bahan 2.6.4.1. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur. 6. Review Analisis Struktur 3.Dimensi Balok . Denah Struktur 1. Review Teknik Fondasi 4. Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak. Peraturan 2. Data Tanah 2.Dimensi Kolom 125 . Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang.2.3.2. Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1.1.4.2.Dimensi Plat . Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6. Kompetensi Dasar 1 1.1.1.1. Pembebanan 3. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2.3. 4. Data ME 2.3. Gambar Arsitektur 2. taraf dan kombinasi beban yang bekerja. Data lain terkait analisis struktur 3. pola. bentuk. Tata letak struktur 1. Bentuk dan kelangsingan bangunan 1. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5. Review Struktur Beton Bertulang 3. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.1.

Daftar Referensi : 1. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo.C dan Kusuma. Vis. 527p. 8. Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. Struktur Beton Bertulang . Penerbit Erlangga. Jakarta. Portal (Blok. SA. Penerbit Erlangga. Detail Penulangan 9. 4. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. PT. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9.3. N 8. Bidang M. 7.. G.1. Pelindung beton untuk tulangan. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Kolom Pondasi. Mampu merancang kekuatan plat. L. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. Jakarta.1. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta. balok anak. Sloof) 9. Struktur Beton Bertulang.. pondasi. Dasar-Dasar Beton Bertulang. 126 . Analisis Struktur 7. 2. 3. PT. Gramedia Pustaka Utama. balok induk. Gramedia Pustaka Utama. Perencanaan Plat.. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. 199. 2002. D. 272p Ferguson. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Tangga. sloof 9. W. kolom.1. Balok Anak.5.1996. Jakarta. Wahyudi. Badan Standarisasi Indonesia. 1994.2.2. I. 7.4. dan Rahim. Panjang Penyaluran 9. 1988.3. Gambar Stuktur 9. 5.

2.1 Material dan produksi baja.3 Keruntuhan tekuk global 4.1 Elemen-elemen batang lentur 5.4 Keruntuhan lateral 5.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2. 3. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja. 5. 6.5 Keruntuhan tekuk lokal 6.1 Elemen-elemen struktur baja 3. Indikator Pencapaian 2 1. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD.2 Konsep perencanaan batang lentur 5.3 Keruntuhan leleh 3. .1 Elemen-elemen batang tekan 4.2 Diagram teganganregangan 1.4 Keruntuhan fracture 3. 2.6 Penampang tersusun 5.2 Konsep perencanaan batang tarik 3.4 Keruntuhan tekuk local 4. Dapat menjelaskan material pembentuk baja. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja.3 Keruntuhan global 5. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja.2 Konsep perencanaan batang tekan 4.2 Keunggulan dan kekurangan 2. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung. 4.4 Metoda LRFD 3. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3.1 Jenis-jenis struktur baja 2. Materi Pokok 3 1. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1. jembatan dan bangunan sipil lainnya. 4. 1. 6.1 Perilaku elemen kolom 6.5 Penampang tersusun 4.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya.5 Keruntuhan tekuk torsi 4. Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5.

5 Perencanaan sambungan geser exentris 10.5 Analisa dng metoda keseimbangan 8.3 Kuat lentur 11.1 Aksi komposit 11.5 Keruntuhan geser 7.4 Pembesaran momen 7. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11.7 Pengaku geser 8.2 Konsep sendi plastis 8.3 Keruntuhan lateral 8.6 Analisa metoda energy 9.4 Konektor geser 128 .3 Perencanaan sambungan geser sentris 10. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.1 Perilaku elemen balokpelat 7.4 Keruntuhan local 7.6 Geser tumpu 7. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7.elemen kolom 7. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9.4 Mekanisma sendi plastis 8. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9.3 Keruntuhan blok geser 9.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11.1 Jenis dan mutu baut 9. 10.3 Pengaruh P-∆ 6.3 Keruntuhan lateral 7.2 Konsep perencanaan 7.2 Kuat nominal las 10. Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja. Pengenalan penampang komposit 10. 8.1 Moda-moda keruntuhan 8.2 Lebar efektif 11.2 Kuat nominal baut 9. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9.1 Jenis dan mutu las 10.

2. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.4. Tulangan Rangkap 2. Penulangan satu arah 6. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.2.3. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. 1. Kolom langsing 5.1. 1. Pembesaran momen pada kolom 5.3. Tulangan Geser 4. Kolom biaksial 6.1. Teori Geser dg Compression Field Theory 3.1.2. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2. Teori Geser Rangka 3.2.4. 2.2.1.1. Penulangan dua arah 6. Konsol Pendek 3. Indikator Pencapaian 2 1.5. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2.6. Kolom pendek 5.4. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 .3. Tegangan dan reganan 2. 4. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5. Lantai Cendawan 6. 2.5.2. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6.3. Trayektori tegangan 3. Tulangan Tunggal 2. 1. Tulangan Puntir 4. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1.5. Teori Geser Konvensional 3. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3.1. 2.2. Mekanisme Puntir 4. Pondasi Telapak 6. 1.4.1.5.4.1. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang.1. Analisa penampang balok T 3.3. Teori Garis Leleh 6. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6.3. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat.6.

Gramedia Pustaka Utama. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Detail penulangan 9.C dan Kusuma. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.Metode Pelaksanaan . Dasar-Dasar Beton Bertulang. Kontrol retak 7. Jakarta. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. PT. 3. I.2.3. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7. 1994.1.Konsep analisis 9.. Departemen Pekerjaan Umum. Penerbit Erlangga. 272p Ferguson. G. Wahyudi. Pelindung beton untuk tulangan 8. dan Rahim. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1. Vis. Struktur Beton Bertulang .1. 2. Introduksi 8. Standar Baru SNI T-15-1991-03. SA.Prilaku lentur. Jakarta.3. Badan Standarisasi Indonesia. 4. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8. Struktur Beton Bertulang.3. Sejarah beton prategang 9.1996. 130 . 4.geser . Kontrol lendutan 8.. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8. 527p.4. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang . 199.Keuntungan dan kerugian .. L. Gramedia Pustaka Utama. PT. 7. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. W. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Penerbit Erlangga. 1988. 2002. Jakarta.2. Jakarta.2.1. 5.

1.2. Latihan soal sambungan pasak baja 8. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8.2.1.3. Sambungan gigi tunggal 9. Sambungan pasak kayu 6.1.3. Sambungan baut tanpa mur 4. Batang tarik 10.1.2. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7.1. Sifat mekanik kayu 3. Bangun kayu 1. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11.2. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Tegangan izin kayu 4. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4.1. Sifat fisik kayu 2.2. Latihan soal sambungan paku 6. dan tegangan izin kayu 4.2. Latihan soal sambungan baut 5.1. Latihan soal batang tekan 2. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3. Sifat higroskopik kayu 2. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10. Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu. Golongan jenis kayu 3. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1. sambungan baut dengan mur 4. Pendahuluan 1.2.2 Latihan soal batang tarik 11. Alat sambung modern 8. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5.1.1. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. Latihan soal sambungan pasak kayu 7. Sambungan pasak baja 7.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu.1. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2.3.2 Sambungan gigi ganda 9. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6.2. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3. Sambungan paku 5.2.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 . Latihan soal alat sambung modern 9. Batang tekan 11.1.

Luas bruto dan neto 20. Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12.2.1 Balok susun 14.1 Beban nominal 18. Suwarno 3. Latihan soal kolom susun 16. Kondisi batas tahanan 19.2.2. Batang mendukung momen dan gaya normal 13.2. Konstruksi Kayu.3. Latihan soal jembatan komposit 17.1.5.1. Perencanaan keadaan batas 19.1. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17. Ir. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 . Latihan soal batang lentur 13. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16. Komponen struktur tarik 22. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18. Jembatan komposit 16. Keadaan batas kemampuan layan 20. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15.2.1.1.1.3.2. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2. Konstruksi Kayu.2 Latihan soal balok susun 15.tekan 12.1. Beban berlawanan dan beban lainnya 19. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6. Batang lentur 12. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14. Analisis struktur 19. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20. Felix Yap 4.2.2. Kolom susun 15.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14.4.4.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13. Kondisi acuan 21. Stabilitas 20.1. Ir. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21. Pengekang lateral 21. Kombinasi beban 18. Tahanan terkoreksi 22.3.2. Komponen struktur tekan dan tumpu 18.

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Shear Connectors 2.1. beton 2.4. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4. Durability limit 3.3. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength.3. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2. Memahami konsep 1. Strength limit serviceability and 3. Memahami konsep 3.3. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4.1. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4. aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD.3. Teori dan Konsep umum 2. Dapat merancang 3. pelat dan kolom) 3.2.1.2. Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4.5.2.4. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 . 3. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok.5. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4. Lebar efektif dan tetapan dalam 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung.2. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai.1.5. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit. Serviceability limit durability limit) 3. Review sifat material baja struktur. Teori umum aksi komposit baja beton 2. Konsep komposit pada elemen 1. baja tulangan dan beton 2.6. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1.4.

2.. Salmon..7. Inc.. Structural Steel Design. Steel Structures: Design and Behavior. Lab Mekanika Struktur. John Wiley & Sons. J. Johnson.. Smith. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. 9. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton. C. Nopember 1989. Jenis-jenis kolom komposit 7. Civil Engineering Department. G. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5.1. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity. Dapat merancang pelat komposit 7.3. 1989. 1996. LRFD Approach.. SNI 03-1792-2002. Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6. Dapat merancang kolom komposit menerus 4. ITB. Balok komposit parsial 4.2. DPG. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. Udayana University Saadatmanesh. 11. 1992. 7. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7. N0. Paper No. and Johnson. Faculty of Engineering.5. Dirjen Bina Marga.. Bandung Sugupta.2.P. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. E. 2000. Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams. New York. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6. 2nd Ed. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. Journal of Structural Engineering.. 1.8. 6. 2nd Ed. 3. Vol. Badan Standarisasi Nasional BMS No. 4. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5.. Vo. Elemen Komposit. 5. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7. 4. Harper & Row.3. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5. R. 24102. 1996. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung. 2000. 134 .9. Blackwell Scientific Publication. 8. 3rd Ed. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural).C. New York. 7.1. 115. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran. Departemen Pekerjaan Umum. Publisher. Oxford. PAU. Momen kapsitas pelat komposit 7. Persyaratan kolom komposit 7.5.1. 1994. J. 2. Ilmu Rekayasa.4. Inc. Composite Structures of Steel and Concrete.

3. Analisis Struktur II. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi. Spesifikasi jembatan 1. beban lalu-lintas.2.3. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 . membahas.5.3. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. Jenis-jenis jembatan 1. 3. Geometrik Jalan.3. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan.3.4.1.2. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5.1. pelaksanaan serta pemeliharaannya.2.4. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5.1. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4. Pemilihan tipe jembatan 3. Beban grafitasi. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3.2. bebab angin.3. Membuat karya tulis 6.4. Langkah-langkah perencanaan jembatan 5.1. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan.2.2. Materi Pokok 3 1. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5. Estetika dalam perencanaan jembatan 2. Dapat merumuskan permasalahan.1.1. Perencanaan Abutmen 5. Beban-beban pada abutmen 5. Dapat merencanakan struktur abutmen. 4. gempa 3. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban.4. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. Presedur perencanaan jembatan 2. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan. Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1. Pembahasan hasil presentasi 4. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6. Presentasi karya tulis 6. pilar jembatan dan pondasinya. Kombinasi beban 3.

Institusional Kur. Inti Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER.Institusional Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH.Institusional Kur. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti 136 . Inti Kur.

dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5.1 Pemakaian huruf (kapital. frasa. (Diksi) pemilihan kata 4.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. Dapat membuat kalimat efektif 6. Memahami arti.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. struktur.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD).3 Penulisan tanda baca (tanda titik. kutipan. 6. dengan menggunakan ejaan baku miring. titik dua. referensi) dan bibliografi. kesejajaran. 2. dll) 2. pilihan kata yang tepat (Diksi).1 Ketepatan kata. predikat. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3. kecil. Dapat menulis kata dan kalimat 2. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa. 137 . Dapat menggunakan kata secara 4.2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara.2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan.2 Peristilahan dan kata baku (diksi). Dapat menjelaskan arti dan 1. ganti. dan tanda hubung) 2. kefokusan. dan tebal) (EYD). Dapat menjelaskan dan menulis 3. ulang. serta mengaplikasi 1. dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6. catatan kaki. 1.2 Ragam bahasa (ilmiah. catatan kaki. 3.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. dan tulis resmi) bahasa. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. serapan.2 Penulisan kata (kata dasar. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata. dan pola kalimat efektif 5. bibliografi. Memahami dan 3. koma.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. bertingkat dan gabungan) 6. Dapat menjelaskan dan 5.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Memahami dan 4. menguasai 1. gabungan.3 Kalimat efektif (keutuhan.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek.

1 Pengertian. hubungan dan pengembangan paragraf 138 . dan keruntutan) 7. Dapat membuat paragraf sesuai 7. diksi dan ejaan) 4. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan). konsistensi.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur. Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7.4 Jenis.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan. kepaduan.kehematan.2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. ketuntasan. kepaduan. ketepatan diksi dan ejaan) 6. hubungan dan 7. Mampu menuliskan 7.

1 Process 2: Actions in sequence 4. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English.1 Location 3. Probability 7. room/ a place/ a land site. Capable to use proper phrases to determine proportion. 2.2. Capable to describe the properties. To be able to 9.2 Structure 6. Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. structure.1. Measurement 1 4. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet.4 Practice test 6. Tendency. Capable to explain the 3. structure of a building 4. and structures components in term of its 2. its materialbuildings.3 Reading 6.5 The TOEFL Test 7. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.1 Process 3: Cause and Effect 6.1.1 Listening 6.1 Properties and Shapes 2. Measurement 4: Frequency. and unit of etc measurement in 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan. Measurement 2: Quantity 5. preparation) Materi Pokok 3 1. Capable to describe the 8. Capable to explain the 1. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil. location of a building/ a location. Capable to describe the English. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8. Capable to explain the 9. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1 Process 1: Function and Ability 139 . tendency of any building structures/components/ events. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works.2. 5.1 Structure 4. frequency. Measurement 3: Proportion 5. shapes. To be familiar with 6.

1.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components. 2.1 Presentation topics: 10.1. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1.3 Surveying 10.1 Film: 11.5 Concrete 10. To be able to gain 11.8 Dam 11.1.1 Soil Mechanics 10.2 Foundation 10.1. that written in English 140 . Capable to work in 6.1.1.1.6 Steel beam 10.1. 3.1.7 Trusses 10. materials/compone nts as structure.1. in English 10.1 Engineering the impossible 11. 4. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic. civil engineering topic 10.4 Highway 10.2 Etc 7. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.

3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4.1. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5.2 Metode garis ukur 5.2.1.5.3 Metode koordinat 5.1.1 Metode Penampang Rata-rata 5.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2. T2 dan M 5.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4. 1.1. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.4 Metode Double Meridian Distance 5.3 Metode Borrow-Pit 5.2.1 Metode segitiga 5. Skala dan peta 2.3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5.2.1.2 Metode Poligon 4.3.5 Metode Grafis 5.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6.1 Penetapan titik detail 4.1.4 Metode garis kontur 5.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.1. 1.1.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.1.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3. .3. Kompetensi Dasar 1 1.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 .2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4.3 Konsep dasar GIS 2.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6.1.2.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6.3.3.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4. T1. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.1.y) 4.1.3 Penggambaran titik kerangka.2.2.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6. titik detail dan kontur di peta 5.3.3.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4.1 Penentuan titik potong busur S 5.1. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1. 1.1. Sistem Koordinat. Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3.1. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5.1.2.1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x.1.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3.y.1.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3.4. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4.1.1. Maksud & Tujuan IUT.2 Metode Prismoida 5.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.2 Penentuan titik P.1.2.3.1.1.3 Penentuan titik detail lengkungan 6. Sudut dan jarak 1.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4. Bidang perantara dan referensi.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran.

1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7.1 Tabulasi Data 7.2 Pengukuran beda tinggi 7.1.informasi berbasis geografis (GIS) 7.2.2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7. Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.2.3 Penggambaran peta situasi 142 .1.1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7.2.

5 Penulisan laporan kerja praktek 143 . Indikator Pencapaian 2 1. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan. Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan.4 Penjadualan proyek 1.3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis. Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. Materi Pokok 3 1. dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. 2.Mata Kuliah Kode MK. Kompetensi Dasar 1 1.

1..Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8.3.1. Mampu menyusun 7.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip. 4. Konsistensi isi laporan 8. Yogyakarta Sugiyono. Bandung Soeratno dan Arsyad.. Subyek penelitian: sampel dan populasi 6.5. 1988.2. Tarsito.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3. PT Remaja Rosdakarya. Desain penelitian 2.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3. Penafsiran hasil penelitian 7. Statistika untuk Penelitian.1 Pembuatan judul penelitian 5. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. 2004. Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3.2. Konsep dasar penelitian 1. 3. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. W. 2004.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6. Jenis pendekatan dalam penelitian 5. Bandung Surakhmad.2. L. 2006. Perumusan masalah 2.1.1. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.2.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1.Mampu membuat judul penelitian 5. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.4.3.2. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4. Teknik analisis data kuantitatif 6. Mampu merancang 2. L. Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1. Bagan alir penelitian 2. Mampu menjelaskan.2. Latar belakang dan identifikasi masalah 2.3. Teknik penyusunan paragraph 8. Teknik analisis data kualitatif 6.1. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7. memahami dan melakukan kajian teori. Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Pendekatan penelitian 2.1. 2. Statistika. CV Alfabeta.2. Metodelogi Penelitian. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian. Bandung 144 . Memahami 1. Pengantar Penelitian Ilmiah.1..

3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9.3 Pengenalan Program Mapinfo 7. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo. sejarah komputer.1 5. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9. Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1. Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8. Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3. September 2006.3 Program paket umum 3.. perangkat lunak komputer. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2. Menguasai paket program microsoft office 5.2 Pengenalan program Visual Basic 6.Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9.3 Output (alat keluaran) 3. 9.3 . proses.2 Penggunaan awal Mapinfo 9.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8.2 Kompetensi Dasar 1 1.2 Proses 2. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi. Memahami apa itu komputer. Penerbit Informatika 2. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1.3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8.1 Alat masukan 2.1 Penggunaan program Microsoft word 4.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9.4 Program paket kusus teknik 4.1 1.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan.4 Penggunaan alat GPS 9. Input. Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4.5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy.1 Pengenalan program Fortran 6.Membuat Workspace .Legenda dan Manipulasi tampilan peta .1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7. Step by Step Microsoft Word. 6. Menguasai penggunaan program Fortran 8.2 Program system operasi (operating system) 3. 8. 3. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5.1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3. 2001. ………. Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7. perangkat keras. 145 . 6.2 Pengenalan simbul. Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2. Gramedia Jakarta 1. sejarah komputer 2. Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7.2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7.Membuat peta-peta tematik .

Potts Steve & Walnum Clayton. Ltd. Bandung 8. 2003. Program Microsoft Visual Basic 6.3. Microsoft Ecel 2002. 7. B. Kadir. Pamungkas. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa. A. Indah Surabaya 5. 1995. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. Andi Yogyakarta 4. Fakultas Teknik Univ. 1977. Pemrograman Windows dengan Borland C++. 1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation. Suryoatmono. Simon & Schuster Pte.0. Jakarta 6. Gramedia. Tosin R. Jakarta 146 . Firmansyah I R. Dinastindo. Parayangan..

Perubahan Konstitusi di Indonesia 5.5.2. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1. hak Indonesia dan kewajiban warga 6.7. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia.1. Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4. Mengerti dan 7.5. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4.3.4.1.4. Orang asing 2.1. Sifat Konstitusi 4.3.1. Hak dan kewajiban warga negara 7.4. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8. Jaman Belanda memahami sejarah 3.8. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2.2. Masalah Orang asing 4.1.2. Nilai Konstitusi 4. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3.2. Mengerti dan 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 . Macam-macam perubahan Konstitusi 4. Mengerti dan 8.2. Konsep Dasar HAM 6. Mengerti dan 6.2. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8. Mengerti dan 3. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2.2.3.1. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3. Pengertian Konstitusi Indonesia 4.1.3. Mengerti dan 4.6. Warga Negara 1. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3.2. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7. Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2.1. Pengertian HAM di Indonesia negara 6. Pengertian perubahan Konstitusi 4. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6.

Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9.1.2.4.1.8. Mengerti dan 10. Mengerti dan 9. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10.3. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10.4. Politik Strategi Nasional 148 . Implementasi Wawasan Nusantara 9. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9. Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8.3.2. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10.3.

3.1. Zaman Penjajahan 2. norma dan moral 4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Pembukaan UUD 1945 6.2.1. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6.2.5.1. Pengertian filsafat 3. Tujuan Pendidikan Pancasila 1.1.4.3. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3.2.2. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3. Kebangkitan Nasional 2. Etika Politik 5. Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2. Memahami penerapan Pancasila 4. Pengertian asal mula Pancasila 5. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7. Mengerti dan 1. memahami. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1. Konstitusi 7. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5. Inti isi sila-sila Pancasila 4. Zaman Majapahit 2.1. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3.4. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3. Landasan Pendidikan Pancasila 1.6. Pengertian nilai.2.3.2.7. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5.2. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6.5.1.4.3.1. Memahami UUD RI 149 .8. Zaman sebelum Majapahit 2. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2. Beberapa pengertian Pancasila 2.3. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6.9. Zaman Sriwijaya 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3. Zaman Kutai 2. Sidang BPUPKI 2.

Memahami Pancasila 8. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8.3. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8.7.3.2.4.1. Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 . Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8.

Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional 151 . Inti Kur.Institusional Kur.

Konsep dan definisi drainase 1. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan.2. Gorong-gorong. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Curah hujan jangka panjang 2. dapat drainase menghitung intensitas hujan. Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. Tabolt. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal. Infrastruktur air perkotaan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi. Dapat menjelaskan 2.4.5. Menghitung Tc. Ishiguro. Mononobe 2. Daerah berpotensi banjir 3.4. koefisien pengaliran 3. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2.5. ToF. Siklus hidrologi 2. Memahami konsep 1. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas. Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4.3. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2. ruang perencanaan.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3.2. Debit banjir: rumus rasional.2. Permasalahan drainase 1. Sherman.2. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air). Dapat menjelaskan definisi drainase. shipon 5.6. Analisis hujan kawasan. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1.1.3. Gumbel< log Pearson III 2. Mampu merencanakan drainase 3. ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2.1.4. Tdf 3. kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4.2. Pola aliran terpadu 5. Tc.1.4.1. got miring.3.1. Mengetahui batas-batas DAS. Curah hujan jangka pendek. Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1. Tof. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 . Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan. Pemanfaatan tata guna lahan 3. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4. talang.3. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4.

Sistem radial 6.3. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer.5.1 Sistem kanal 6. Dapat menjelaskan dan 6.5. Sistem kolam 6.• • 5. Bentuk-bentuk profil saluran.5. Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6. penampang saluran ekonomis 5. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6.1. sekunder. Sistem drainase khusus 6.3.4.4. tersier) 6.2.2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 .

Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Tegangan geser 4. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3. Penampang saluran ekonomis 4.2.4.1.3. Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5.3. Mampu. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7. Memahami konsep 1. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10. Kekasaran komposit 5.2. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6. Sifat dan keadaan aliran 2.2. Energi spesifik 5. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 .1.1. Kedalaman air kritis 6.1.1. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8. Gaya spesifik 6.1. Persamaan kontinuitas 2. Perhitungan profil aliran 10. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu.1. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2. Persamaan Momentum 3. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4.2. Persamaan energi 2.1.1.1. 10. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3.2. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1.2.3. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1. Tinjauan profil aliran 9. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4. Penggunaan diagram energi spesifik 7.2.

1. Yogyakarta 6. V.T. WCB-Mc.3. Triatmojo B. Aliran Melalui Saluran Terbuka. 1998. Jakarta 3. Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11. Pipa dengan Turbin 14.G. Fluid Mecahnics. 1993. 1997. B. 1993 Hidrolika II. 1986..2.L. Beta Offset. Triatmodjo. Jakarta. Erlangga. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. 2. Garis tenaga dan garis tekanan 14. Singapore. Panduan Pratikum Hidrolika 155 . K.1. dkk. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13.3.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. Yogyakarta 5.2. Pipa dengan Pompa 14. Chow V. Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13.1. Hidrolika Saluran Terbuka.GrawHill.2.2. 4.1. Beta Offset. Lab.. Hidrolika I. Hidrolika. Panjang loncat air 12. Ranga Raju. Type aliran 12. Persamaan dasar aliran 14. Streeter. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13. Erlangga. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13.

2.2.3.4. infiltrasi serta perkolasi. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1. Konsep dan proses siklus hidrologi 1. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir. Mengisi data hujan yang hilang 3. Memahami dasar. serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi.1.3. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. hujan. Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2. hidrograp dan unit hidrograp banjir.1.2. evaporasi dan evapotranspirasi. Konsep dan definisi hidrologi 1.2. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4. dapat menjelaskan neraca air dan 2. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas. teknik sipil.4. Pengukuran curah hujan 2.3. Dapat menganalisis 5. Menghitung hujan rata-rata 2.3.1. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1.1. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. Perhitungan infiltrasi 5. 3. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4. Konsep hidrometri 156 . Dapat menganalisis 6. dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5.1.4.1. Dapat menjelaskan hidrologi.1. Kurva masa hujan 4.

Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9.3. Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto.D. M. Chow Ven Te. Dapat menganalisis 8. Hidrologi Teknik. 4. 2. Sri. 1995.3. 5. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7. Jakarta Sosrodarsono. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1.dan menghitung 6. Hidrologi Teknik. Dapat menghitung 7. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9. 1993. E. 3.2.4. Menghitung. 1988. Penerbit Erlangga Jakarta 157 . Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8.2.1.2. Applied Hydrology. McGraw-Hill Company. Konsep analisis frekuensi 9. Suyono. Hidrologi Untuk Pengairan. Prinsip translasi 8. C.2. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8.1. 1980. Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. . Penerbit Erlangga.5. Kensaku Takeda.1. Jakarta Wilson. Dapat menganalisis 9.3. New York Harto. Pengukuran kecepatan aliran sungai 7. Penerbit Pradnya Paramita.

1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan.2.2.3.1. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4.1. 6.1. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP. 1996. Memahami prinsip 4. Gadjah Mada University Press. Edisi Ketiga. Memahami umum permasalahan permasalahan 3.2. Jenis ekosistem 3. Siklus pengelolaan 6. Permasalahan lingkungan secara 3. Program pengelolaan 5. Komponen ekosistem 2. dasar dan prinsip3. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1. Definisi ekologi 1. Memahami dasar 7. 1996. Dasar-dasar Ekologi. Dapat menggunakan 4. Komponen ekologi 2.3. 6.2.4. Paradigma baru pengelolaan 5. Dapat menjelaskan 6. Dapat menerapkan 7.5.1. 2.1. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5. Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4.3. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya. Memahami konsep 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4. Definisi ekosistem 2. Memahami modellingkungan model 4. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal. Agenda 21 Indonesia.2. 158 .4.1. Dapat menjelaskan 2. Permasalahan lingkungan 3. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4.2.

Pedoman Penyusunan Amdal. 6. Pemerintah Indonesia. 5. Universitas Gadjah Mada. 2004. 7. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. Totok Gunawan dan Sudarmadji. Dasar-dasar Ekologi. 4. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2. Bahan Kuliah Amdal. Yogyakarta. Konsukartha & Diana Harmayani. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. 2000. 159 . Washington DC.. Media Pressindo.1. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. 1997. 09 Tahun 2000. Environment. Soemarwoto. Yogyakarta. Yogyakarta.. Yogyakarta. O. Longman. Universitas Gadjah Mada. Gadjah Mada University Press. UNUD Mitchell. Resource Management in Developing Countries. 2006. and Development. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 1985. World Bank (1994) Indonesia. 8. 9. Harlow. Program Studi Teknik Sipil. 3. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. Fakultas Teknik. B. Omara-Ojungu. UU RI No. 1991.

gorong-gorong. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi. Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3.3 Perhitungan vertical drop. primer.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya.5 Pintu air dan alat ukur Debit 4.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2.4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2. serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1. incline drop 4.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5.2 Dimensi saluran ekonomis 4.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2. 3.2 Pola tata tanam 3.1 Penetapan dimensi saluran 4.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 . bangunan fasilitas. sekunder.2 Perencanaan mercu Bendung 5. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier.1 Jenis-jenis bendung 5.3 Bentuk DAS 2.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4.1 Perencanan saluran garis tinggi 2. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3. Indikator Pencapaian 2 1.6 Syphon. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi. Kompetensi Dasar 1 1.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya. . 5.2 Kemiringan permukaan medan 2.3 Kedalaman air sungai 2.

3 Perhitungan upplift pressure 6. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8.5 Tekanan redimen 6.1 Bentuk. Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7. 161 .6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6.5 Tinggi Bendung 6.4 Lebar efektif Bendung 5.6.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7. dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8.2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur.1 Perhitungan creep line 6.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6. Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5.2 Kriteria hidrolis Bendung 6.

tentang zat cair hidrostatika. Hukum Newton II 1. Tekanan pada suatu titik 3.3.1. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3.1.3. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5. Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2. Zat cair dalam silinder berotasi 4. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 .5. kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika. Tekanan atmosfer.3. Gaya tekanan pada bidang terendam 3.4.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika.2. Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5.7. Debit dan kecepatan aliran 4.2.3. Rapat massa dan rapat relatif 2.7. Macam-macam tipe aliran 4. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1. Mampu menghitung 2.3. Kekentalan zat cair 2.1. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. relatif dan absolut 3.2. Tekanan uap 3. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3. Dapat menguraikan 1. Keseimbangan benda terapung 3.5. kecepatan aliran. Garis arus dan tabung arus 4.8.2.1 Persamaan momentum 5. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Kemampatan zat cair 2.9. Persamaan kontinuitas 5. Kapilaritas 2.6. kinematika zat cair 3. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2. Tegangan permukaan 2. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1. Dapat membuktikan persamaan debit. lingkup fluida. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika.6. Dimensi dan Satuan 4. Berat jenis 2. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair.4. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3.1.

Dieta Pratama. Erlangga. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. Anggrahini. 3. Cassidy. New York. Beta Offset.4. Surabaya Chow.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5. Triatmodjo. Roberson. V. 1993. Hydraulic Engineering.3. 4. 1998. Yogyakarta 163 . Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. 1997. 2. Hidrolika I. alat pengukur kecepatan 6. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit.2. Surabaya. Hidrolika Saluran Terbuka. Chaundhry. Definisi Koefisien aliran 6. 1993.. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6.4.T. John Wiley and Son. Bambang. Hidraulika Saluran Terbuka.1.

8 2.2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6.5 2.3 2.3 3.7 2.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5. Mekanika Fluida.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik.3 1. 2. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil.5 3.1 kesalahan hasil peneltitian 3.10 3. Dapat menentukan 5.4 3. 1.2 1. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1.1 2.1 1.6 4.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model. Irigasi dan Bangunan Air.9 2. Dapat menjelaskan 4.2 berdasarkan statistik 3.2 2.4 2. Dapat menentukan 3.1 hubungan antar parameter 4. 2.1 perencanaan model hidraulik di 6. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Dapat membuat 6.6 2.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 .4 2. 6.

J. 4.. Yogyakarta Sharp. Delft. L. H. 3. de. M. 2. 1957. 1981. Butterworths & Co. Nur Yuwono. London Vries. New York. 166p. 1994. The Netherlands. J.. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE.1. 1977. Hidraulic Modelling. Dimensional Analysis and Theory of Models. Scale Models in Hydraulics Engineering. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). Langhaar. 165 .

2. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2. Konsep dan proses siklus hidrologi 1. Kebutuhan. Aliran air permukaan dan air tanah 1.3. Irigasi 5. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4.1. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3.1. Matematika keuangan 6. Dapat menjelaskan dan 4. Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3.5. siklus hidrologi serta elemenelemennya.1. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3. Metoda Analisis proyek PSDA 7.2. Air bersih & industri 5. Mampu tempat menjabarkan 2. Dapat menjelaskan definisi PSDA.2. Pengendalian banjir dll 6.2.4.3.1. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1. Mampu mengidentifikasi 5. Konsep dan definisi PSDA 1.2. Dapat menganalisis dan 6.3. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat.2. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3.1. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6. PLTA 5.1. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2.3. Navigasi 5. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1.2.3. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 .1.4. dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2. Menghitung dan mengidentifikasi 7.6. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5. Potensi dan distribusi air 2.

2.7. Pengertian supply dan demand management 10. 7. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10. Water Resourses Enggineering.1. Hydrology for Water Management.3. . Integrated Water Resourses Management.2. S. 4. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10. S 199.2. 3. Jakarta Larry W.3. 7 Tahun 2004.6.K.8. Thomson.B. Sweden.A. Mc Graw-Hill Inc. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10. Robert J. Stockolom. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. Erlannga.8. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu.2. Pengertian manajemen dalam PSDA 9. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. Tentang Sumber Daya Air. 167 . Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8.9.1. 2000. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10. Demand management 10. PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10.5. 1994. Netherlands. Franzini. 5. UU No. A A Balkema. 6. 1992.K & J. Supply management 10. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9. R. Undang-undang dalam PSDA 10. Jakarta Global Water Partnership.1. Hydrosystems Engineering and Management. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8. 1992.4. Roestam. New York Linsley. Mays & Yeou-Koung Tung. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11. Chay Asdak.

2.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3.1.Perhitungan creep line 3.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.1.Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5.1.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2. Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1. Kompetensi Dasar 2 1.Perhitungan Tinggi Bendung 2.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2.Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.Perhitungan kedalaman air sungai 2.Perhitungan tekanan sedimen 3.1.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.Perhitungan Stabilitas Bendung 4. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.Perhitungan Uplift pressure 3.2.Perhitungan Bangunan Syphon 1. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3.2.1.4.3.4.Perhitungan lebar efektif Bendung 2. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 .Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5.1.5.2.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.6. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.Perencanaa Mercu Bendung 3.3.

1. Gelombang di Lokasi Bangunan 3. Irribarent Number 4. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya. Stormsurge dan wave set-up 4.2.4. 3. 1.7. 2. 2.3. Run-up dan Run-Down Gelombang 4.6. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2.8. Survei Data Sekunder 2. Hidrolika. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi.1. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia. 1. 2. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil.4.1.3. Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3. Indikator Pencapaian 2 1. 4. Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar. Analisa spektrum tinggi gelombang 3. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada. Karakteristik Gelombang Angin 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi.3. Analisis data 3.5.5. Analisis distribusi arah gelombang 3. Kala ulang gelombang rencana 3.2. Survei Data Primer 2.3. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1. Pembangkitan Gelombang 3. 1. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada.2. Sea Level Rise 4.4. 3.4. Latihan Soal-soal 4.6.1.1. 1. 1.2. Muka Air Laut Rencana 169 .5.

7.9.5. 7. 7. 8. 8.4.13. 8. 8.4. 8. 7.1. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5. 8. 7. 7.8.8. di Lapangan.6. 5.3. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai. 7.6.7. 8. 7. 8.4.17. 7. 5. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai. 7. 8. 7. 6. 6. 7. 8.5. 6. 6. 7. Dapat menentukan 5. Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment. 7.1.5. 6.1. 5.22. 7. 6.20.7.14. 7.6.11. bangunan perlindungan pantai 7.2. penanganannya. 7.7. 4. 6. 8. 8.3.24. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 . 7.19.15.3.1.2.16. Dapat merencanakan 7. serta penerapannya 7.23.10.2.3.4.10.6.9.21.12.11. 7.4.2. 7. 7. 7.18.

14. R. New Jersey. 1984. 2. 1992. and Dalrymple 1984. Basic Coastal Engineering. 4. R. M. Penelitian Lapangan 8. Beta Offset. Mississipi 39180 Washington. 1982. G. Dean. Nur Yuwono. Vicksburg.8. Corp of Engineers. UGM. John Wiley & Sons 1. PAU – IT UGM. Shore Protection Manual. Kendala Pelaksanaan 8. KMTS. 1996. BP.12. 171 . 1987. Yogyakarta. PO Box 631. Sorensen. Englewood Cliffs. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo. Yogyakarta. 5. Pelabuhan. 3. I & II. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Vol. Prentice – Hall. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Yogyakarta. Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. CERC.13. Teknik Pantai Volume I. Nur Yuwono.

2 Karakteristik bendungan urugan. Menghitung stabilitas 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air. 1. Tipe-tipe bendungan 1. 172 .1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan.9 Pondasi pasir dan kerikil.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2.4 Diskusi 3. Mampu merencana 1.3 Survei bahan kerikil dan pasir.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3.1 Pengujian lapangan Pondasi 3. 1.1 Klasifikasi bendungan urugan.5 Klasifikasi bahan tanah. merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton).3 Perancangan untuk bendungan urugan. 3. 3. 3. tipe bendungan 4.7 Pengujian bahan tanah 3. Review Hidrologi dan Survey 2. 3. 2. Pemilihan tipe bendungan. 3. Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1.8 Pondasi batuan. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2 Survei bahan batu. Flownet dan Filter 4. 3.10 Rembesan. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori. Mekanika Tanah.1 Survei dan investigasi pendahuluan.6 Pengujian fisik tanah.1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5. 5. 2. Memahami pemilihan 4. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3. Mengetahui/mengingat 3.

4 Saluran pengatur aliran.. Theory and Design of Irrigation Structure Vol. Varshney.II 6. Tugas Teknik Bendungan 7.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap. Pradnya Paramita 3. 6. 6. Soedibyo. Varshney.2 Stabilitas bendungan urugan 7. USBR 2.1 Rembesan dan Flownet 7. 6.6.6 Peredam energi.10 Terowongan penyalur. Santosh Kumar Garg. R. 6.S. Merencanakan bangunan pelengkap 6. 1993 5.2 Terowongan Pengelak 6. Khana Publisher Delhi. R. 6. Pradnya Paramita. Bangunan Pelengkap 6. Suyono Sosrodarsono.9 Bangunan penyadap standar dan menara.7 Tinggi jagaan.S. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure. 1981 4. Teknik Bendungan. 6. Design of Small Dam. Kensaku Takeda. 6. Bendungan Tipe Urugan.1 Spillway 6. Concrete Dam 173 . 7.3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1. 6.11 Pintu-pintu air. Floyd E Dominy.. 6.3 Saluran pengarah aliran.5 Saluran peluncur.

3. Definisi dan batasan 5. 4. Indikator Pencapaian 2 1. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil.1.1.2.6. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan .4.peraturan Kompetensi Dasar 1 1. 2.2 1. Pengertian gelombang angin 3.7. menengah dan jangka panjang di pantai. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai. Mawar Gelombang (wave rose) 4. Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2. Terjadinya gelombang.4. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir.5.5.1 1. Elevasi Muka Air Rencana 5.1. Fetch. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir. Profil muka air laut 174 . 1. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5.1. Perubahan jangka pendek. Dapat menghitung dan 5. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut.3 1. arus dan pasang surut di Laut.5 2.3. 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar.3. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada. Tipe Pasang Surut 4. Pengertian Pasang Surut 4. Peramalan Pasang Surut 4. kecepatan angin dan durasi 3. Pembangkitan Pasang Surut 4. 2.4 1. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3. Pengertian angin dan gelombang 3. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4.2.2.2. Kurva Pasang Surut 4. 3.3.

4. 2. transisi dan laut dalam 5. Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6. 1987. Sorensen. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. Departement of the Army Waterways Experiment Station.dengan Teori 5. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7. Perpindahan partikel 5. 6. Shore Protection Manual. Englewood Cliffs. Vicksburg. Basic Coastal Engineering. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7. Dean. Tekanan Gelombang 5. Latihan soal-soal 7.2. 3.7.1. and Dalrymple 1984. John Wiley & Sons. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy. Yogyakarta. 1984.3.6. Bambang Triatmodjo. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6.9. Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8.8. Latihan soal-soal 8. 175 .10. Prentice – Hall.9.5.3. Yogyakarta.1. Teknik Pantai Volume I. Energi dan tenaga gelombang 5.1. Beta Offset. M. Difraksi Gelombang menganalisis 6.4. I & II. 1982. Corp of Engineers. G. Gelombang di laut dangkal. Pemilihan Gelombang Rencana 7.7. R. gelombang 5. CERC. Mississipi 39180.6. Wave run-up dan run-down 6. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8. Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7. PO Box 631.6.3. New Jersey.5. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Gelombang Rencana 7. Wave set-up pantai. Bottom Friction terhadap proses 6.10. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia. Dapat menghitung 8. Vol. Latihan soal-soal 6. BP. UGM. KMTS. Gelombang Pecah hidrodinamika 6.8. Dapat menghitung 7.4. Pelabuhan.2. Nur Yuwono. Gelombang laut dalam ekivalen 6. DAFTAR REFERENSI: 1.7. R.5.2. Dapat menghitung dan 6. Refraksi dan Shoaling 6. 1996. 5. 4.

Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7.2. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8.3. Angin 5.1.2.3. 11.2.2. Difraksi Gelombang 4. Jenis-jenis pelabuhan 2.1. Layout pelabuhan 4. Memahami definisi dan jenisdefinisi. Elevasi Muka air rencana 7. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9.1. Menguasai konsep 4. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6.1.3. Dapat memahami dan merencanakan fender 8. Definisi alur pelayaran 9. Perencanaan kolam pelabuhan 9. Menguasai 11. Pemilihan lokasi pelabuhan 3.2. 10. Memahami dasar. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 . 11. Sejarah 1. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5. Jenis-jenis kapal 2. Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5.2. Wind Rose 6. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5.1. Dapat menjelaskan 1.1. Definisi pelabuhan 1. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Karakteristik kapal 3. 10. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8.2. Pasang surut 6.1. Definisi elevasi muka air 6.3.3.1. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3.1.2. Definisi kolam pelabuhan 8.1. Data Angin 5. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi. Kurva pasang surut 6.1.3. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7.3. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5.4. Teori gelombang Air 4.2.2. Mengenal fasilitas internet 6. Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10.4. Perencanaan alur pelayaran 10.

A. 1972 Internet 177 . 12.D. Bambang. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”. 13. 2.penambat multi media untuk mencari isi-isu 12..3. 12. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11.3. Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha. Dapat memahami dan 13. Mc Graw Hill. 1976 Quin. Design and Construction of Port and Marine”. 5. T. 4.1. Gulf Publisher. 3.1.2. 12. mengerti navigasi 13. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1.2.

3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1.6 Konsep 4 R 5. penanganan sampah padat. lingkungan global 2.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4. Kompetensi Dasar 2 1. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih. pencemaran udara. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global.3 Jenis-jenis gas toksik 5. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1. 3.5 Saringan pasir cepat 2.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2.1 Karakteristik sampah padat 4.1 Persyaratan air bersih 2.2 Karakteristik air limbah 3. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4. Memahami konsep penyediaan air bersih 2. Materi Pokok 4 1. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5.1 Komposisi udara dan atmosfir 5.3 Teknologi pengolahan akhir 4.2 Sumber air untuk konsumsi 2. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan.4 Pengolahan air limbah 3.5 Pengolahan sludge 3.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1.4 Pengolahan air bersih konvensional 2. dan penyusunan dokumen lingkungan. Dapat menerangkan penanganan sampah padat . air limbah. 3.1 Sumber air limbah 3.7 Saringan karbon aktif.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2.6 Oksigen dalam air 4. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah. 4.4 Composting 4. 5.3 Siklus pemakaian air 3.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5.5 Limbah B 3 4. dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1.6 Saringan pasir lambat 2.

RKL/RPL. 5. Andal. UKL/UPL 179 .pencemaran udara dan kebisingan. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6. lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA. 5.3 6.1 6.4 6.6 6.5 5.7 6. smog. hujan asam.5 (pemanasan global.2 6. Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan.

3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida.2. terjadinya dan klasifikasinya 2. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1. Kekasaran alluvial 6.7. Aliran seragam pada saluran terbuka 2. Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1. Kerapatan (density) 2. Lapisan batas 3.2. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen. Suspended load 6. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya.5.1. Kecepatan jatuh 3.2. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1. 6.3.4.3. Bed load 6. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2. Dapat menerapkan teori 4. Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5. Berat jenis (specific weight) 2.1.4. Kekentalan (viscosity) 2. Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6.2. Klasifikasi angkutan sedimen 2.1. Bentuk partikel 3.3. Terjadinya pengangkutan 1. Kompetensi Dasar 1 1.2.4. Perkiraan bentuk dasar 5.1.1. 180 . Ukuran partikel 3.2. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4. Bulk density dan porositas 3. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3. Total bed material load 5. Berat spesifik (spesific gravity) 2.1. Rapat massa 3. Tegangan permukaan (surface tension) 2.5.6.

S. 4.2. 9. Regime sungai 8. 1987. Dapat menerapkan teori 7.3.1. Penggerusan akibat penyempitan 8. Senturk. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9. Hydraulic of Sediment Transport.1. Pola distribusi endapan 10. F. Tominaga. 181 .1. USA. Dwi. M. Bentuk endapan di waduk 9.2.1. Sediment Transport Technology.7. 10. Sifat pengaliran 10. 1987. Graf. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. Suyono.B. Teknik Pengangkutan Sedimen. D. 2. Jakarta Simons. 3. Perhitungan pengangkutan 8. W. Priyantoro.Publications. Malang. HMS-FT Unibraw.2. Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1. 1992. Pradnya Paramita.R.

Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 182 .

3. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. rancangan Alinyemen horizontal dan 7. 6. 3. menguasai konsep dasar.1. Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. 3. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi. Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi.2. merancang sistem.4. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. dasar-dasar 183 . Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2.1.1. 4. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu. Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2. 8. 1. Arah angin. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan.3. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1. 4. 1. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. 2.2. 1. 5.

5.3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14. 6.3.2. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian. 6. 11. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 . Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8.1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8.1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5. Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10. 8.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9. Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4.3 Lengkung Vertikal Cekung 7.2 Lengkung Vertikal Cembung 5. 7.1.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15.1 drainase pada jalan raya 8. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4.

kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan.10.1 Jenis-jenis Persimpangan 16. kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang.2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang. 9.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang .1 Penomoran panjang jalan 17. Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10. tidak sebidang 11. tidak sebidang 10. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10.5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9.3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 . Pada akhir kuliah ini 9.

3. Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi.1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. 4. 1. 4. 3.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat.2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control). 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan. Kompetensi Dasar 1 1.1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures). 4. Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan. 2. 4. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement).3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran. Indikator Pencapaian 2 1. 3. Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan. 2. 1.2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas.2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas. (unsignal control at intersection and roundabout). Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki.3 Kriteria identifikasi masalah. Materi Pokok 3 1.1 Maksud.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection). 4.2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas). 2.5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 . 4.

187 . 4.jalan. 4.6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal.7 Inteligent Transport System (ITS).

Pelebaran di Tikungan . Dapat merancang dg. Fungsi/kelas jalan 1. Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 . Dapat menghitung panjang 3.Bagian tangen dan bagian lengkung . Dapat menjelaskan perancangan sbg.Lengkung peralihan .3. Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1.1 Perencanaan 2. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2.2.2 Perencanaan alinj.4. menguasai.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap . Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3.vertikal 4. Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.1.2.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu. Dapat merancang geometrik alinj. merancang sistem.bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2. Kecepatan rencana 2. konsep 4. Kendaraan rencana 1. Notasi titik-titik tertentu pada alinj.Kelandaian . dan lingkungan Vertikal 2. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3.Derajat kelengkungan .4.horizontal dan alinj.Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1.1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen .3 Panjang jarak pandangan henti 2.Superelevasi .

Hendarsin. Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6. Rancangan saluran samping jln. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). Jakarta 3.2. Produk Standar Untuk Jalan Kota.U. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep. Rancangan drainase jalan raya 5. 1987 2. Direktorat Bina Jalan Kota. 2004 5. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya. tentang Jalan 189 . Silvia Sukirman.3. Buku 1 : Geometrik Jalan.raya 6. Nova . Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1. Konstruksi Jalan Raya. 1994 7. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6. Nova – Bandung. Departemen Pekerjaan Umum. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5.2.1. Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6. Hamirhan Saodang. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004.13 Th.Bandung 6.1970.3. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Perencanaan Teknik Jalan Raya. No.P. 036/T/BM/1997.. Nova. 1977 4. Shirley L.1. Memahami hubungan 5. No.

Kompleksitas pemodelan 4. Dapat membuat model kategori 5. Dapat membuat model Analogi 6.1.3. Model regresi berbasis zona 5.3.1. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Konsep perencanaan transportasi 2. Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4.7. Pemodelan empat tahap 3.4. Pemodelan pergerakan zona 7. Strategi Perencanaan Transportasi 2.6.5.4. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.3. Metode Seragam 7. Mampu membuat model Trip Generation 4. Kalibrasi dan validasi model 3. Sistem transportasi makro 2.4. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Permasalahan transportasi kota 1.1.4.2. transportasi kota 1. Galat dlm pemodelan 3. Daerah kajian. Pengertian model klasifikasi silang 6. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1. Mampu membuat 8.2.1.2. Pengertian pemodelan 3. Metode Rata-rata 7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1.2.2. Dapat membuat model regresi 6.1. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Metode Fratar 7. Model analisis regresi secara umum 5.3.3.1.5.6. Pengertian perencanaan transportasi kota 1.2. Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4. Metode Furness 7.4. Pendekatan kategori 6. Mampu membuat model Trip Distribution 7. zona dan ruas 3. Dapat membuat 190 . Model regresi berbasis rumah tangga 6.3. Ruang lingkup perenc. Pengertian metode analogi 7.2.1. Metode Detroit 7. Pemodelan pergerakan individu 6. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2. Keuntungan dan kerugian 8.3. Model faktor pertumbuhan 5. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4.1. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.

2.2. Faktor penentu utama 12. Model Keseimbangan 13. Pengertian metode proporsional 12.2. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11. Model Stokastik 13.5. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12. Jenis dan penggunaan model gravity 8. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13. Jenis model pemilihan rute 12. Fungsi hambatan 8.4. Proses pemilihan rute 11. Mampu membuat model pemilihan moda 9. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11. Konsep model pemilihan rute 11. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10.3.1. Kalibrasi model gravity 9. Cara memilih model yg tepat 12.1.4. Model batasan kapasitas 13. Proses pembuatan model 9.1. Mampu membuat model pemilihan rute 11.5. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10.4. Dapat membuat model pemilihan rute 191 . Pengertian pemilihan moda 9.1.3.3. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9. Model All-or-Nothing 12. Dapat membuat model pemilihan moda 8.2.5. Model JICA 13.3. Model logit (binomial dan multinomial) 11.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8. Metode pengumpulan data 10.2.1. Pemilihan moda dg model sintetis 10.4. Model logit (binomial dan multinomial) 7.4.2.3.3.5.4. Model Kurva Diversi 13. Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9.

Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3.1 Beban lalu lintas 3.Lapisan permukaan (surface) .1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah. Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3.2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : .1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan. Jalan sistem Telford. Jalan sistem Mac Adam.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4. Kompetensi Dasar 1 1.3 Koefisien distribusi kendaraan 3.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.6 Faktor lingkungan (FR) 3. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3. Jalan aspal beton 2.Lapisan pondasi atas (base) .lapisan tanah dasar (subgrade) 3.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5. Jalan sistem penetrasi.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4. yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 . Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan. Jalan kerikil.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2. Jalan batu pecah. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5.lapisan pondasi bawah (sub base) .7 Indek permukaan (IP) 4.4 Stabilitas tanah dasar 3.

10. Sukirman. 1996 ‘Highway Engineering’. 3. _____________. 193 . 11. Nova Bandung. No.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6. 1. C. McGraw-Hill. 01/MN/B/1983’.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’. PU.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8. PH. 2.2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. 009/T/BNKT/1990’. David. Badan Penerbit Pekerjaan Umum.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7. DU. No. Inc. Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. John Wiley & Sons. 4. Dep. Dep. C. 6. _____________.6 Besaran rencana (umur rencana. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’.3 Dasar-dasar perencanaan 8. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . _____________. Bandung.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8. Soedarsono. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’.5 Persyaratan dan pembatasan 8. Wright.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’. _____________. lalu lintas.1 Fungsi perkerasan 8. PU. kekuatan tanah dasar) 8. Dep.S. MA.1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. Dalimin. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. Nova. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. ITB.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. H. Paul. Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7. Saodang. PU. 12. Dep. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7. 5.Asosiasi Semen Indonesia 7. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. Aly. PU. 9.

2.1. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6.7.3.5. Pengujian Daktilitas 5.3. Pengujian titik lembek aspal 5. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3.4. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Tes kehilangan berat aspal 6. Pekerjaan aspal panas 3. Analisa saringan agregat halus 2. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal. Pekerjaan bahu jalan 2. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3. Pekerjaan aspal dingin 2. Berat Jenis (BJ) filer 2. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2. Kelekatan agregat terhadap aspal 5.3. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2. Keausan Agregat 2. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Pekerjaan galian tanah 2. Pekerjaan pondasi jalan 2.2.1.8. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5.5. 2.2. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1. Kompetensi Dasar 1 1.6.2. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 . dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3. Analisa saringan agregat kasar 2. Kadar lumpur dan kadar lempung 2. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1. Test Sand Equivalent 2.3. Material pembentuk campuran aspal 2. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5. Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3.3.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan.2.1. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan.10.4. Dapat melaksanakan 5.2.4. Pekerjaan timbunan tanah 2.1. Dapat Membuat sampel 6.6.1.11. Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5. Pencampuran agregat 2.3.9.

2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3. teknis) 2.1.2 Konsep model disagregat 1. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 .2.5 Contoh-contoh kasus. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2.1.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1.3.1 Penetapan tujuan 3.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2. 2.4 Contoh-contoh kasus.1 Jenis-jenis AU 4.2 Aksesibilitas 1. sosial-teknik.4 Peraturan/ perundangan 3. 3.2 Operasi dan Pengawasan 1. sosial-ekonomi.1.1.1.2.1 Tata laksana Perencanaan.3 Kebijakan dan Program 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana. (sosial. 1.1. Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3.2.2 Peranan.1.2.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.4 Contoh-contoh kasus.1. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3.1.2.3.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3.4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan. Kompetensi Dasar 1 1. Prasarana.2. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.3.1.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil. 1. Administrasi 4. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2.1 Proses dan tuj perenc.1 Fungsi dan aktivitas lahan.3. 1.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi.2.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4.4 Pengguna dan pangsa pasar AU.2.2.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.2.3.2.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3.2 Sumber-sumber Dana 3. Memahami beberapa strategi. 4.3. 4.3 Konsep activity based model 1.1 Konsep model terintegrasi 1. Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3.3.3.3 Langkah-langkah solusi masalah. dan Pengawasan. 2.2.2.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.transp.3. 3.2. 1.3. Kondisi objektif dan Permasalahan 4. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.1 Perenc pemb.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp. Berkelanjutan 3.3.studi. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4. Manajemen.1. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4.5 Skema pemb.3 Konsep perencanaan transportasi 1.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.3.1. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1.

3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4.1 Merencanakan Headway 4. Transportation Research Part D. (2001). Transport Planning and Traffic Engineering.2 Jarak antar rute 4. E.2 Timetables operasi AU. Vol. Meyer.4. J. C. Great Britain. Oxford 196 . Travel Demand and The 3Ds: Density. L. The IHT.4.. Modelling Transport. McGraw-Hill.2.5.2 Klasifikasi. West Sussex.6. Diversity and Design.7. (1984).3 Konfigurasi rute 4.6. daerah pelayanan rute.3.3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4.5.J. (1997).2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4.4. Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. 8. Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4. (1996).199-219. The Land-Use/Transport System. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4.7. S. Pergamon.D & Miller. 2. 4. Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts. Kapasitas. 7. Second Edition. John Willey & Sons. pd jaringan. No. Manheim.5.7. England.1 Definisi rute 4. (2005).1. Blunden. Ortuzar.3. aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4. Transport in The Urban Environment.L. Elsevier Science Ltd. Singapore.R and Black. O’Flaherty. 6. (1979).D & Willumsen. Urban Transportation Planning 2nd Edition. Daftar Referensi: 1. ButterworthHeinemann.151-165. Pergamon Press.A. M. 5. (1997). (2001).5.pp.2 No. J. London. Cervero. Transportation Research Part D Vol. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4.4 Operasi kend.G. pp. 3. The MIT Press.A (Editor).5. 4.4.6. Handy.6. Ltd. M. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4. R and Kockelman K. Massachusetss. New York. W.1 Terbentuknya jaringan rute 4. The Institution of Highways and Transportation.

2. 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi. Analisis rasio dan analisis regresi 5.) 2. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. Transportasi darat . Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1. dll. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3. politik dan sosial terhadap transportasi 2. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole.6 Transportasi Quasi 197 .2 Transportasi udara 5. sistem jaringan. Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3.2. sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2. Sistem kegiatan.Transportasi kereta api . Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1.2.1.5 Transportasi kabel 5. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan. Kompetensi Dasar 1 2 1. Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4. Pengaruh faktor geografi.1.Transportasi ASDP 5. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1.1. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3.4 Transportasi pipa 5.Transportasi jalan darat . No. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3.1. dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2.3 Transportasi laut 5. Dapat membuat model permintaan transportasi.1. BOK: Biaya tetap. 3. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4. dll.2. 5. ekonomi.

1981.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8. 1990.2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”. Chapman and Hall. Erlangga Jakarta. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. Tamin. E.9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6.1 Peranan teknologi dalam 8. 1985. 8.7 Angkutan pipa 8. “Merencanakan Sistem Perangkutan”.J. S. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6. Dimitriou. New York.T. M.Z.1 Pengertian.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. Meyer.6 Angkutan udara 8.5 Angkutan Laut 8. 1984. Bandung. Mc Graw Hill Book Company. 5. KM 84 tahun 1999. “Urban Transportation Planning”. “Urban Transport Planning a Development Approach”. Penerbit ITB.K. Bandung. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. 2. 4. 198 . 1992. Warpani. 7. Croom Hall. 1997.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. 2000. O. New York. and E. 7. Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd. Transport In The Urban Environment. 3. 1.4. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black. A Decision-Oriented Approach.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7. _____________” Undang-Undang No. Memahami teori.8 Angkutan Kabel dan Quasi 8. dan Johan K. London. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. Institution of Highway and Transportation. H. Penerbit ITB. J. Essex. 6.D.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8. Morlok. 6. Contoh kasus fungsi dan 4.1.Miller. Dapat menjelaskan 5. Dapat membedakan 7.4 Angkutan Darat 8. Inc. Hainim. 5.

panj.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1.3 Contoh dan data pesawat terbang 1.4 Penentuan lokasi bandar udara 2. Dapat merancang 4.2 7.2 6. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .3 Bagian dari bandar udara 1.3 5.3 suatu bandar udara 5. 4.2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3.2 kelandaian Runway dari 4. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3.2 konsep perencanaan bandar 3.1 6.1 Perkembangan dunia penerbangan 1.3 7. Kompetensi Dasar 2 1.2 5.4 4.1 7. panjang. Memahami faktor.1 bandar udara orientasi/arah.3 7.2.2 Badan-badan penerbangan dunia 1. Dapat menjelaskan 3.4 6.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2.

1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11. (1988). Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang.2 Marking runway 12. Horonjeff. 2. Basuki. (1985).5. 5. Bandung-Jawa Barat. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. 3. Buku pelengkap kuliah. Unud.1 Penanganan kargo 10. HMS-ITB.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9. R.3 Information Sign 14. Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas. Bandung. Program Studi Teknik Sipil. I W.5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1.2 Mandatory Instruction Sign 13. Merancang. London.1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9.4 Marking area yang dibatasi 12. Mc-Graw-Hill Book Company. Suweda. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8.5 Marking untuk objek tetap 13. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13.2 Konsep penanganan pnp 9.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8. ICAO (1984). marka. H. Denpasar.1 Approach lighting 14. 200 .3 Faktor-faktor terminal kargo 11.2 Runway lighting 14. Institut Teknologi Bandung.2 Pembagian Apron 8. second edition.1 Pengertian marka 12.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian. Merencana Lapangan Terbang.2 Fasilitas air side dan land side 12.1 Definisi Apron 8.4 Sistem tanda taxiing 14. Penerbit Alumni.3 Taxiway lighting 14. 4. Aerodrome Manual. Teknik Bandar Udara. Planning and Design of Airports.dkk.3 Konsep distribusi vertikal 10.2 Perencanaan terminal kargo 10.3 Marking taxiway 12. 7.

komposisi lalu lintas.1 4. Mampu . Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3.3 4. Headway.2 1. Menguasai Teori 6. 5.3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas.4 3.3 1. menguasai konsep 6.4 1. Kerapatan. volume. 1. Gap Hubungan kecepatan.1 3.4 Tugas Survai Kelompok 6. Memahami komponen sistim lalu lintas 2.1 2. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4. 5. Kompetensi Dasar 1 1. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4.2 Tata laksana dan organisasi survai 5.2 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 . spacing. Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil. kerapatan.1 1.3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5. Kecepatan. headway. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya. Volume. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas.5 2. 4.2 2. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3.3 2. Mampu.2 3. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5.

Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box. 4. Pekerjaan Umum.C and J. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999). 8. 8. Warpani ( ). Teknik Lalu Lintas 202 .6 Konplik pada persimpangan 6. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.M. Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA.2 Komponenen antrian 6. Mampu merencanakan persimpangan prioritas .1 Sejarah Traffic Light 8.Oppenlender (1976).4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6.3 Kerangka model antrian 6. Urban Road Traffic Survey Dep. 7.2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI. Dir. Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7.P. 7. 3. McShane and R. 9.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1. 8. Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light. 5. Overseas Road Note 11 (1993). Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7. 6.Bina Marga (1997). 6.7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6.Roess (1990).P. Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9. 2.C.5 Pengertian dan type persimpangan 6. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V.2 Konsep Pengendalian persimpangan 8.8 Konsep perencanaan persimpangan.1 Pengertian persimpangan prioritas 7.

aspal.3 4. 4. 2. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. HRA. 5. 3.3 Campuran aspal busa (foamed asphalt).7 Penentuan gradasi agregat. 5. Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. 2. 4.1 Campuran cutback asphalt.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Porous Asphalt.2 sample lanjutan.6 3. Indikator Pencapaian 2 1. Slurry dan SMA. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal.5 5.4 4. 3. 2.1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus. Memahami jenisjenis campuran aspal panas. pemeliharaan jalan.mengerti.memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan. Test DCP.3 3. dan capillary soaking.5 3. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. Pengambilan sample di lapangan (core drill).1 3. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant). 2. Pemadatan. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan. Laston. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan.4 3.1 4.2 3.3 203 . Test penyelimutan. Macadam.1 prinsip pengujian 5. curing. 4. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin. memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin. 2. . Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1.2 4. Creep Test. Kompetensi Dasar 1 1. Test sand cone. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. Dapat menjelaskan 5.2 Campuran aspal emulsi dingin. 1. Estimasi kadar aspal awal. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test. Evaluasi kekuatan ultimit sample. 3. pemecahan agregat.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : .memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. .2 Lataston. Soaked dan dry stability test. Fatigue Test. Tes CBR lab dan lapangan. . Test ekstraksi camp. daur ulang perkerasan jalan.

8. 9. lapis pondasi. lapis penetrasi (lapen). bawah. 10.2 Urutan pemecahan: primary. Dapat menjelaskan 8. Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. tertiary.3 Pekerjaan penghamparan.2. galian.2 AMP tipe batch (batch plant).Kompetensi Dasar 1 6. prime coat dan tack lapisan permukaan coat. pemadatan.1 Identifikasi jenis kerusakan 7. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7.1 AMP tipe menerus/drum mix.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan. Dapat menjelaskan 6.1.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan.2 Dapat menjelaskan 6. 6. teknik pemecahan secondary. penambahan jalan perekat aspal. 6. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah. 204 .2 Pek. teknik aspal busa. kegemukan. 6. 9. close agregat. persiapan. Dapat menjelaskan 10. perbaikan gradasi agregat. 7.2.3 Spesifikasi.1 Pek. tanah.2 Pek. 7. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat. and open circuit. Dapat menjelaskan jalan: retak. aspal emulsi. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8. pengausan.1 Jenis teknik pemecahan. 6. penambahan bahan stabilisasi: semen. teknik pekerjaan 6. (lapisan aspal). lapis pondasi atas dan jalan. 8. 6. Memahami teknik pemecahan agregat.1 Pek.5 Spesifikasi. cacat teknik pemeliharaan permukaan.2.2.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan. penurunan. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10.1.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan.1.2. timbunan. distorsi. 6. pengupasan. Dapat menjelaskan 9.1. pemadatan. jalan. Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->