Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

2. Dapat menjelaskan 1.5. Memahami pengertian statika fluida 8. Tekanan hubungan besaran-besaran 7. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5.2. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7. Hukum III Newton 3. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 .3.2.3.1. Pengertian gerak 2. energi dan hubungan antara usaha dengan 5. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4.1.3. menemukan persamaan gerak 4. Dapat menjelaskan 6. Kekekalan energi 5. momentum sudut 6.2. Usaha pengertian usaha. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3.3. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa.4. Dapat menjelaskan 4.1.4. Memahami 3. Dapat menjelaskan 8.1. Gerak lurus 2. sistem pengertian satuan. Memahami pengertian dinamika fluida 3. Sistem satuan dan faktor konversi 2. Momentum linier pengertian impuls. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda.1. Kapilaritas 7.4. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7. Dapat menjelaskan 5. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4.3. Hukum II Newton 3. Prinsip Pascal dan Archimedes 8. Gerak peluru dan gerak putar 5. Memahami pengertian usaha dan energi 6. Energi dan usaha energi 6. Hukum I Newton 3.3.2.2. Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7. Dapat menjelaskan 7.1. Memahami pengertian dimensi. momentum. Memahami pengertian impuls dan momentum 7. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.3. Gaya gravitasi 4. Memahami 2. Dimensi 1.1. Gaya gesekan 3. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana.2.1. Gerak harmonik 4. Persamaan Kontinuitas 8. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2. Impuls 6.2.5. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8.

System Satuan. 2. Penerbit ITB. Bandung 53 .partikel Daftar Referensi: 1. Darmawan Djonoputro. Bandung. Yayasan Dana Buku Franklin. 3. Mekanika Panas dan Bunyi. Jakarta/New York. Penerbit ITB. Searh Francis Weston. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Sutrisno.

Searh Francis Weston. 4. Pelayangan gelombang superposisi gelombang. pantulan 3. 3. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. air) dan transmisi gelombang. Dapat menjelaskan 4. 2. Kalor: pengertian kalor.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1. pengertian gejala 2. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur. Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3. 3. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. luas. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5. dan gelombang 2.3.2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika.4. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali.1.2. Bandung 54 . 1. dispersi gelombang. Prinsip superposisi 3. 5.4.1. Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. 3. 1. Penerbit ITB. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4. Pengertian gelombang 2. Deskripsi gelombang gelombang pada tali.5. Jakarta/New York. Dispersi pelayangan gelombang.volume) 2.4. Gelombang pada tali pengertian gelombang. Temperatur: konsep temperatur. Mekanika Panas dan Bunyi. kalor.6. umum gelombang 3. Bandung. Dapat menjelaskan 5.2. Yayasan Dana Buku Franklin. Daftar Referensi: 1. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur.1. perpindahan kalor yang berhubungan 1.2. Dapat menjelaskan Memahami 2.3. Penerbit ITB. Resonansi peristiwa resonansi 3.5. Sutrisno. Sutrisno dan Tan Ik Gie. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis.1. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2.3.

3.9.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Fungsi dari suatu fungsi 3. Fungsi-fungsi Khusus 2. Teorema-teorema Limit 2.5. Operasi-operasi hitunganl 1.11. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2. Fungsi dan Relasi 2. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis.2. Koefisien Diferensial Baku 3.3.3.4. diagram Venn dan komplemen himpunan 1. pembagian.8. Limit Sepihak 2. perkalian. Nilai Mutlak 1. Fungsi dan grafiknya 2.9. Definisi Kecepatan sesaat.6. Macam-macam fungsi 2.12. kuasa. akar utamal 1. Definisi Turunan (Derivative). menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. diagram Argand 1.4.2.2. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1. pengurangan . Perkalian.10. 3. Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 .13. Pertaksamaan 1.7. Himpunan Semesta. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan dan 2. Limit bernilai tak berhingga 2.11. Teori Himpunan 1. Definisi fungsi 2.8. Kesamaan bilangan kompleks 1. simbul-simbul 3. Sistem Bilangan Kompleks 1. Sistem Bilangan Riil 1. Dapat mejelaskan Fungsi. Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan.pembagian fungsi- 2.3. memahami.6. Limit dan Kekontinuan 3. Limit di tak hingga. Garis singgung pada sebuah kurva. teoremateorema 2.10.5. Kekontinuan 3.1. Definisi Limit sebuah fungsi 2.5.7. Bentuk kutub bilangan kompleks 1.4. akar.1.6.

2. Stroud.9. jari-jari dan pusat kelengkungan 3. Persamaan-persamaan Parametrik 3. Harga maksimum dan minimum 3. ----------------.13. ITB.. I. 3. Schaum’s Outline Of Theory. Titik balik. . Jr.A. Jakarta.Terjemahan : Erwin Sucipto. Ayres. “Matematika Untuk Universitas”. Bandung. “Matematika Untuk Teknik”. K. Erlangga. Persamaan garis singgung dan garis normal 3.12. Titik belok 3.8.11. -------------.fungsi 3. Jakarta 56 . ---------------. 4. F. Kelengkungan. Besari. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3.. Persamaan garis lurus 3. Purcell.7. 1997.14. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”. Erlangga.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition..10.

Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1.3 Deret pangkat bilangan asli 1. Deret 1. Hitung Integral – Teori.2 Volume benda putar 8.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.5 Integral parsial 6.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1.4 Substitusi trigonometri 6. HGW. Edisi ke-5. 2. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6. benda. 57 .6 Integral fungsi rasional 6. Wardiman.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6. McGraw Hill. Ayres. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3.. Asian Student Edition. Integral Tak Tentu 6.1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8.2. 1984 Theory and Problems of Calculus. Erwin Sucipto). Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4. 1999. Soemartojo. Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4. (Alih Bahasa.2.2 Penerapan integral tertentu 8.2.1 Luas bidang 8. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3. Edisi ketiga.4 Deret tak berhingga 2.1 Pengertian deret 1.2.2. 2ed.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. 4.5 Titik berat bidang dan benda 8. 1990. Jakarta. NY..2. 1996. Deret Binomial 2. Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1. Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8.3 Panjang busur 8.3 Inersia bidang dan benda 8. Deret Maclaurin 4. Erlangga Jakarta. atau panjang 5. Soal dan Penyelesaiannya. Edisi ke-4. Dapat menentukan hasil8.4 Luas permukaan bidang perputaran 8. Matematika Untuk Teknik. Deret Konvergen &Divergen 3. KA. F. Schaum’s Outline Series. Erlangga.3 Mengubah variable integrasi 6. Kalkulus. Yogyakarta. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang . 3. Menguasai metode penyelesaian integral 2. Jr. Stroud.1 Pengenalan Konsep Integral 6.

Bandung.1 Konsentrasi larutan 2.2 Contoh Soal 2. Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2....2 PH.H.C. Pudjaatmaka. Hiskia Achmad. Mampu menghitung 6.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6.5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6. Penerbit PT Citra Aditya Bakti. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1.1.3 Pembuatan koloid 5. 1980.2. sifat dan 5. Wood.2 Sifat koligatif larutan 4. (3 buku) 58 . dkk.7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1. Kimia untuk Universitas. pOH 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Jakarta 1984. A. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3. Harper and Row Publishers Inc. Reaksi Kimia 2. Mengenal larutan 5.4 Sifat koloid 5..5 Garam 4. 1996.2 Penggolongan koloid kegunaannya 5. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2.. Terjemahan dari Keenan.3 Tetapan kesetimbangan 6.1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4. 2. Konsep mol 1. General College Chemistry.3 Asam kuat dan basa kuat 4. C..5 Jenis koloid 6.4 Asam lemah 4.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6. Jilid 1 dan 2.W.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6.1 Ukuran partikel koloid.6 Larutan penyangga 5. Persen komposisi 1.1 Hukum Raoult 3.H. Penuntun Belajar Kimia Dasar. Penerbit Erlangga. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1. J. D.3 Latihan soal 3.3.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6. Kleinfelter.

4. Dapat menjelaskan 2. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1.3. Interpolasi beda hingga (Newton) 4.7. metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3.5. Interpolasi linear 4. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4. Interpolasi splin 5.1.6. solusi 4. Teori kwadrat terkecil 5.1. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3. Metode Posisi Salah 3. Metode iterasi sederhana satu titik 3.5. Metode grafis 3. Dapat menjelaskan konsep numerik.2.2.4. Teori pendekatan dan penyimpangan 2.3.5. interpolasi dan regresi.3. Konsep angka dan figur signifikan 2. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1. Interpolasi kwadrat 4.3. Kompetensi Dasar 1 1. formulasi dan total kesalahan numerik 3.1.1. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi. Akurasi dan presisi 2.6.4. Metode Newton-Raphson 3.2. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya. Regresi linear 5.2. Metode potongan tengah 3. Interpolasi polinom 4.4. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5. Konsep dan manfaat metode numerik 1. Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5.4.2.3. Regresi polinom 2.1. Definisi. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 . Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5. Metode Irisan 4.

1. 6. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists. Konsep deferensial suatu fungsi 7.3.4. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7.3. Mampu menjelaskan 7. 1971. Kreyszig.2. 7. Metode Numerik. Metode Jacobi 6. 1985. Daftar Referensi: 5. 8. 9.4. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8.1. New York. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8. Bandung. Dapat menjelaskan 6. Metode Numerik.4 Metode Simpson 3/8 8. 1983. New York. Singapore 60 .2.2.R. Informatika. McGraw Hill Book.5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar. Capra. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. McGraw-Hill. Rinaldi Munir. 2003.. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan.. M. Spigel. dan Raymond P. 1988. Konsep integral tertentu dalam 8. 6th Ed. Inc. Regresi multi linear dan variannya 6. Harijono Djojodihardjo. Co. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6. Canale. Steven C. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6. E.3. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8. suati titik belakang dan sentral) 7. Erlangga. John Wiley & Sons.6. Jakarta.5.. Advanced Engineering Mathematics. Metode Gauss-Siedel 7.5.1.

Penerapan PD dalam teknik nyata sipil.1.3. Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1.4. 2. PD orde tinggi (n) 4. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4. Sixth edition.2. Jilid 2.1. PD sebagai model matematik fenomena real 2. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3. 3. Erwin Kreyszig. Dapat menyelesaikan 6.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata . Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Purcell Edwin J.Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1. Orde PD 1. I Nyoman. John Wiley & Sons. New York. Advanced Mathematics. PD orde 1 3. Fungsi periodik Fourier (deret 5. Varberg Dale. PD linier homogen dan tak homogen 2. 2. Fungsi Genap 6.1. Pengertian PD 1. Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1. Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: . Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan. 1988.3.1. Materi kuliah Matematika IV 61 . Daftar Referensi: 1.1. Persamaan defferensial dan Deret fourier. Edisi keempat.2. Dapat 4. Kalkulus.2.3. Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6..2. Operator PD 1. Dapat menjelaskan Deret 5. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3.1.. 2003. PD orde 2 3. 1989.2. Erlangga (terjemahan) Sutarja. 5.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 65 . Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.

Foundations of Engineering Geology.Dapat memahami peta Geologi 5.Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1. membaca peta 5.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1. 1994.Interpretasi peta geologi 5. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1. Blackie Academic & Professional.5 Siklus Geo-kimia 2. NY . struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1.Dapat menjelaskan Site Investigation 5. simbul.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3.R. 1984. 3. proses.2. John Wiley & sons.I. C. M..E.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1.3 Proses terbentuknya bumi 1. Bayu Media Publishing.Toronto Waltham.3. 2. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3.Dapat menjelaskan macammacam batuan.3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4. Blackwell Science. John. GB. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi.C. 2003.1 Siklus hidrologi 3. GB. 4.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3. Munir.3 Hasil pelapukan 2. London.1 Peta geologi : macam.C Matthews.4 Struktur Geologi 1.2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2. Clayton. Site Investigation. Geologi Lingkungan. A Manual of Geology for Civil Engineers. & N.1 Macam-macam batuan 2.1 Site Investigation. Mochamad. A. Jawa Timur Pitts. Malang. hasil dan interpretasi hasil 4.2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1. London.. 1995. 66 . Simons.

4.1 Keruntuhan pada batuan 5. 2. 1984. London. pelapukan pada limestone) 3.. C. Blackwell Science.I.Toronto Waltham. & N. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. 1994.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4. Folds dan Non-tectonics structures) 2. 67 .1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. Blackie Academic & Professional. Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3. M. Geologi Lingkungan. 3. 2003. Mochamad. Foundations of Engineering Geology. Munir. A Manual of Geology for Civil Engineers.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. John. Clayton. NY . Simons. tingkat pelapukan. GB. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1. Malang.E.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan. Site Investigation. Joints. Bayu Media Publishing..C. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4. GB. A. Jawa Timur Pitts. John Wiley & sons.R. London. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2. 1995.C Matthews.

Tekanan efektif. tekanan air pori dan tekanan efektif 8. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6. kp) 10. Dapat memahami konsep tekanan total. Dapat memahami 9. tekanan air pori. pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6.4.3.1.2.3.2. ka.3.2.2.1.1. Cassagrande Chart. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis. batas atterberg) 5.3. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8.1. Dapat memahami 11. Segitiga Missisipi) 6. Menentukan parameter geser. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8.4. Pengertian tanah dan mekanika tanah 2. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11.1.1. Tekanan di dalam tanah 7. kohesi dan sudut geser dalam 9. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4. kadar air. Dapat menjelaskan 1. tekanan total 7.3.1.1. Volumetri dan indeks properti (berat volume.1.2. Pola keruntuhan tanah 10. Teori pemadatan tanah. Standard Proctor 6. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2.1. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5. Pemadatan tanah 6. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10.4.2. kadar pori. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11.1. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS.5. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9. AASTHO. Jenis –jenis tanah 4. Kuat geser tanah 8. Dapat memahami 10. Koefisein tanah lateal (ko. Sifat-sifat umum tanah 3. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10. Teori Boussinesq 11. berat jenis. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 . Sandcone 7. Faktor daya dukung tanah 10.5. Modified Proctor 6.

3.C.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.S. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.. 6. Delhi 69 .M.W.D. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Craig.. 8. New Delhi Verna.1985. Jakarta Holtz.Mochtar.D. 9. 4.. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga..1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.1979 ‘Soil Mechanics.P. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. R. 7.T. 5.R.B. 2. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.N.Kovacs. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Hari Chrisady H. Duncan.M.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.SI Versions’ John Wiley & Sons.H.Daftar Referensi: 1. V.. New Jersey Lambe.F.J. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. New York Sutton.B.Jakarta.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das. & W.B.

permeabilitas tanah berlapis 1. Flownet di tubuh bendungan 1.6. 8.1. Prosentase penurunan 2.Jakarta.1. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.4. R.6. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. Besarnya penurunan 2.4.2.1.1.1.Kovacs.2.1.1. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4. 9. 6.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das. Indek kompresi Cc pada tanah 2.1. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3. Delhi 70 . Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1. & W.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2. Mampu melaksanakan 4.2.1. Jakarta Hari Chrisady H. 1.1. Dapat menentukan 3..2.1.D.1979 ‘Soil Mechanics.H. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 5.J. Pengertian permeabilitas tanah 1. 2.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan.. New York Sutton.1. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2.T.1. Jakarta Holtz.M. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3.1.S. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3.4. Duncan.B. Pengenalan flownet 1.1.B.1. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.SI Versions’ John Wiley & Sons. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. Koef. Koefisien permeabilitas di lab. Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1. 4.1. Stabilitas bendung 1.D. Memahami penyebab 3. 3.F.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.C. Permeabilitas di lapangan 1.1.1. Bahaya rembesan 2.P.5.9. Flownet di bawah tubuh bendung 1.M.3.1. V.1985. Gramedia Pustaka Utama. Waktu penurunan 3. Dapat menentukan besar 2.W.1.2.R. Koef. Dapat menentukan 1.1. Craig. besarnya dan waktu penurunan pondasi.2.Mochtar.3..8. New Jersey Lambe.B.3..5. 7. Dapat melakukan 4. New Delhi Verna.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. Memahami konsep 2. Koefisien konsolidasi Cv 2.7.N. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga..

M.SI Versions’ John Wiley & Sons.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT. Dapat menentukan besar 3.. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable. 9. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall.1985.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das. Delhi 71 . Dapat menentukan 4. 5. Craig.B.Kovacs.M. Mengaplikasikan 4.P. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus.S.H. V. besarnya dan waktu penurunan pondasi.D. Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3. Jakarta Holtz.1. Gramedia Pustaka Utama.. & W.. Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1.B.D.C. 3.Jakarta..Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus.1. New Delhi Verna. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.W. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1. Jakarta Hari Chrisady H. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2.1979 ‘Soil Mechanics.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.. Seepage and flownet 2. Mengaplikasikan 3. 7.1. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.F. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. 4. New York Sutton.Mochtar. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.B.1.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. New Jersey Lambe. Duncan. 2.T.J. 6.N.R. 8. R. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1. Mengaplikasikan 2. kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1.

Mekanika Tanah 1&2. R. NY. NJ. 1984. 1986. Darinage & Erosion Control. Bowles.1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. Metcalf. 3. Designing with Geosynthetics.1 Pengenalan Preloading preloading 6.M. 2. 4. 1972. Sydney.E.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2.Review Mekanika tanah tentang indeks properti. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6. J. Prentice Hall.. 1981.E.B. blasting 5 Dapat memahami 5.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis. London 72 .1 Pemadatan metode pemadatan 4.1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7. Koerner. heavy tamping compaction.D.1. O.. Geosynthetics In Filtration. Daftar Referensi: 1. Soil Stabilization – Principles and Practice. Butterworth..2 Stabilisasi mekanis.D. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1.Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3. Physical and Geotechnical Properties of soils.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction. R.7. An Introduction to Geotechnical Engineering. Ingles.2 Potensi pengembangan tanah 3. & J. 6. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat.1 Kembang susut tanah kembang susut tanah. Deep compaction. Elsevier AS.G. Bowles.4 Preloading bertahap 6. & W. J. Koerner. McGraw Hill. 2.2 Teori preloading 6. New Jersey. Holtz.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik. Prentice Hall. 1990. M. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik. kimia.2.3 Preloading 1 tahap 6.. 1992.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4. 3. McGraw Hill. Engineering Properties of Soils and Their Measurement. Kovacs. R. NY. 5. vaccum..

B. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4.E. Merencanakan pondasi telapak 1. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1. Bowles.E.6. Prentice Hall.. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1.3. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4.3.2. Das.. J. Review tekanan tanah 4.2. Erlangga. Mendimensi pondasi rakit 4.1. Das. Penyelidikan tanah (review) 1. 1996. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1. Strap footing 3. Dapat menentukan 4. 3.4. Macam-macam pondasi 1.M. 2. PWS-Kent. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4.6.M. Dapat mendimensi 3. New Jersey 73 . 5. 1984. Pembebanan momen arah x dan y 3.4. NY. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.1.7. 1990. Mochtar. Boston. Physical and Geotechnical Properties of soils. NY. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2.. Bowles.5. J. Foundation Analysis & Design. Daftar Referensi: 1. McGraw Hill. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1. Foundation Design – Principles & Practice.2.5. 1985. Donald. 1994.3. Dapat merencanakan 2. McGraw Hill.. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). pondasi dangkal trapesium. Coduto. P. B.1. Jakarta. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2. 1993. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. 4.1. Principles of Foundation Engineering.. bentuk T.

6. J.2. McGraw Hill.. dinding penahan tanah. Bowles. Jakarta. 1993. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1. Bowles. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1. 1996. 1990. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1.1. Foundation Analysis & Design. Boston. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang. B. Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2. Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal. B. 5. 3.1. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. J. Foundation Design – Principles & Practice. 2. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2... New Jersey 74 . Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. NY.E.M. McGraw Hill. Principles of Foundation Engineering. pondasi sumuran. 1985. Merencanakan konstruksi turap 2. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Coduto. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4. Prentice Hall.4. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Physical and Geotechnical Properties of soils. Jenis. PWS-Kent. NY.2.. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).4. P. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4.E.. Mochtar.2.5. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. Donald. 1994. Das. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1. Das. 4.5. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.1. 1984.3. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3. Penjangkaran 4. Erlangga.M.3.

3.8. Foundation Analysis & Design.1. Penurunan pondasi tiang 1.6.3. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4. Dapat Menentukan 4. Dapat menentukan 3. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.7. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1.E. NY. Bowles. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4.1. 3.. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1. Penjangkaran 2. NY.6.7. Bowles. 1984. 2. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4. Daftar Referensi: 1. Menentukan susunan dan dimensi Kap. pondasi sumuran. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4.5.. Dapat merencanakan 1.3. Jenis. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2.4.2. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4. McGraw Hill.2.1. Physical and Geotechnical Properties of soils. Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. 1996. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup.1.2. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3. McGraw Hill. 75 . 4.E. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. J.8.2.3.5. J. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2.4. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4. Dapat menentukan 2. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2.

1990. Donald. B. Mochtar. 5.. Prentice Hall. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Erlangga. 1994.. P. Boston. Das. 1993. 4. Das..M. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.M. Coduto.3. Principles of Foundation Engineering. B. Jakarta. PWS-Kent. Foundation Design – Principles & Practice. 1985. New Jersey 76 .

Institusional Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional 77 .Institusional Kur.

4.6.5.3. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2.4. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1.1.sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1. Menguasai teknik. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 . 5. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan. 4.3.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil.2. 2. 2. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi. persekutuan dan perseroan 1. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1. Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2.2. modal. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan. kewajiban. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1. PENDAHULUAN 1.1. Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. pendapatan dan biaya 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan. menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva. 3.

CONSTRUCTION COST CONTROL 6. Jurnal 3.1. Aspek – aspek control 7. menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. Sugiharto & Suwardjono. Pradnya Paramita. Maksud dan tujuan Cost Budget 6. Unsur-unsur bahan.4. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4.2.3. Pos duties dan cadangan 7.4.3.3. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. Haryono Jusup. Ekonomi UGM 79 . Pos sub kontraktor 6. Al. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT.2.5. JURNAL DAN POSTING 3. NERACA LAJUR 5. Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4. Pos overhead proyek 6. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6. Terbuka 2.2.1. Asiyanto. Hedging 7. Jilid 1.5. Gadjah Mada 3. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7. Kebijakan pelaksanaan 6.1.3.3.8.1. dan biaya pelaksanaan proyek 8. Bukti – bukti transaksi 3. waktu pelaksanaan proyek. Buku besar 4.7. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. Transaksi 3.4. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5. upah dan alat 6. 1996. Kode biaya 6.1. Jakarta 4. Pos persiapan / penyelesaian 6. Indriyo Gito Sudarmo.2. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5.6. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ. edisi 6. Break Event Point 7.

Taha.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan. -------------------. Jakarta. Modul Kuliah. Model Assignment 3. Model Transhipment sistem. 3. Jakarta. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Kemampuan membedakan 1.4. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. Sains Manajemen. 5. Model program linear (PL) 2.1.2. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2. transhipment dan assignment 4. Mampu menggunakan transportasi. 3.2. Nadjadji. dll) 2. 4. Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Ossenbrugen. Udayana.4. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3. H. transportasi.1.3. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1. Salemba Empat. Systems Analysis for Civil Engineers. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3. Denpasar 80 . Analisa Sistim dan Penelitian Operasional. 2. A.1. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. dan menjelaskan peranan 1. Pengertian sistem dan model.5. QSB. Memodel PL dengan excel 4. New York. Kemampuan menghitung 2. Analisis sensitifitas (Excel.3.1. 1994. Analisis Sistem. 2005. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2.5. Taylor.. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear..6. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear. 2. 1984.4. transhipment 2. Surabaya. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model.2.. John Wiley & Sons.7. Model Transportasi untuk menganalisis 2. Anwar. Riset Operasi Suatu Pengantar. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1. Binarupa Aksara. Kompetensi Dasar 1 1. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. Menyelesaian PL dengan excel 4. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2.3.2. 1996. Mampu memodel dan 1. Univ.3. 1996. Bernard W. Paul J.

2. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. Strategi berprestasi memahami 3.2. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5.3.3. 3. 4. PENGEMBANGAN PRESTASI 3. 1. Kemampuan mhs. Mobilisasi Sumber Daya jasa. Perjanjian (dispute) yang 6. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini.3. Kemampuan mhs. Strategi antisipasi atas Perubahan 4.3. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. & Manfaat 1. analitis dan sistematis. Kompetensi Dasar 1 1. dokumentasi 4. Sistem Pengadaan B/J 6.2. Kemampuan mhs. KEWIRAUSAHAAN 2. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4. menanggulangi berkomunikasi secara 5. Kemampuan mhs. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional.3. dan memanfaatkan sumber 2. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6.1. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6. Mahasiswa mengertikan tentang 2.4. 4. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1.3. pengadaan barang/jasa 6. Peluang Usaha internasional. Mahasiswa dapat 4. PENGORGANISASIAN 6.4.5. Kemampuan mhs. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan.2. Jadwal Pengadaan B/J 81 .1.4.1. Pengertian & istilah dalam AHP 1. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan. tujuan. dan mengelola. Pengembangan Pribadi dlm. Dokumen Pengadaan B/J 6. 3.2.4. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3.4. Arti. Maksud.1.2. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5.1. Pengusaha Andal kewirausahaan. Metoda Pengadaan B/J 6.6. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Motivasi berprestasi mengembangkan 3. 2. Ruang lingkup materi AHP 2. Kemampuan mhs. Perusahaan dan dagang.1. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5. LINGKUNGAN tender. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul. KOMUNIKASI BISNIS 5. manufaktur.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis.2.

1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7. Swakelola proyek swakelola 8. menhargai hasil karya 13.3 Bentuk/Tipe Kontrak 10.5 Penunjukan Langsung 9.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11.2. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung.1. dan 12. Pelelangan Ulang 8. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9. Penunjukan Langsung serta melakukan 8. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12. FIDIC. PENANGANAN SENGKETA 12.4 Kontrak Pengadaan Barang 11.4. Kemampuan mhs.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi. BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12. 8. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7.5.3. Uang Muka 9.5 Formulasi Masalah 13. Kemampuan mhs.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11.3 Hasil Karya Intelektual 82 . 11.3. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9. 10. Pemilihan Langsung 8. Kemampuan mhs.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12.4.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10. Kemampuan mhs. Kemampuan mhs.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10. Evaluasi Penawaran 7.3 Peran institusi (BANI.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13.2 Sistem Evaluasi Kualitas 9.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional. ORGANISASI PROFESI 13. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7. 8.1.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12.6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10. Persyaratan Peserta Lelang 7.2. 13.5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9. Kemampuan mhs. PROSEDUR PENGADAAN 9.7.5. Kontrak Pengadaan B/J 8.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11. PROSEDUR PEMILIHAN.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11. Kemampuan mhs.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9. PELAKSANAAN KONTRAK 11. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10.

Manajemen. Jakarta Djumialdji. Tamita Utama. 2000 “Keppres No. Jakarta Munir Fuady. Yogyakarta Buchari Alma. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan.Gramedia Pustaka Utama. 3. 18 tahun 2000. 2005 “Kewirausahaan. 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No. Rineka Cipta. 12. 30 tahun 1999.18 tahun 1999” ------------. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. Tamitama Utama. 1996 “Hukum Bangunan” PT. Jakarta ------------. 80 tahun 2003. 32 tahun 2005. tentang perubahan (I) atas Keppres No. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset. Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi. 80 tahun 2003.2000” CV. 15. 2000 “PP No.18 th. Jakarta Mas’ud Machfoedz. 7.4 Etika (attitude). dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. 9. 18 tahun 2002. IG. 6.70 tahun 2005. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. Jakarta Hamid Shahab.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14. UGM. 2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. Perpres RI No. 28.2 Profesionalisme konstruksi 14.Putra Timur. Jakarta Rai Wijaya. 83 . Jakarta ------------. Salim Siagian. 5. Kemampuan mhs.4 Lisensi lain secara legal 14. 13.sendiri maupun orang 13. 61 tahun 2004. Jakarta ------------. dan Asfahani. Metode. 2002 “Juknis Keppres No. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT. Perubahan Juknis Keppres No. Bandung Nazarkhan Yasin. 4. Risk. dan Insurance Daftar Referensi: 1.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. 29. 14. 1999 “UU Republik Indonesia. 2. & 30 tahun 2000” ------------. 2003 “Keppres No. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT. Jakarta ------------. 8. tentang perubahan (III)” CV. No.Citra Aditya Bakti. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------. Bandung 11. 2005 “Keppres RI No. 10. dan Implementasi” BPFE. Safety.

11.3. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3. Pendahuluan 1. Compound Interest. 4. Aliran Kas 3. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3. 3. 5.5.14.1. 3.5. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1. Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2. Kompetensi Dasar 1 1. 2. menguasai konsep Nilai Waktu Uang.3. 3. Compound Amount Factor 3.4. Ekuivalensi 2. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui. 3. Simple Interest 2. Compound Interest 2.4. Harga tahunan yang sama dan merata. Faktor Pembayaran tunggal 3. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui.6.2.2. 3. Harga Sekarang. 3. harga yang akan datang. 3.7. dan Capital Recovery Factor. Konsep nilai uang terhadap waktu 2. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. Capitalized Cost 3. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 . 4. Menghitung RAB 2.1. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas.8. 5. Mampu menghitung Simple interest. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. 3. membuat aliran kas. Gradient Series. Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1.12.10.13.9.2. Mengerti dan mampu menghitung depresiasi. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif. Uniform Series.1. Present Worth Factor. Depresiasi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB.

2. Zaenal. Declining Balance. 11.S. dan ShinkingFunD 10. 2002 ‘Ekonomi Teknik. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7.6.AMP.1. Fabrycky. Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1.balance depreciation accounting 9.R.RJ.5.3. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S.Yogyakarta Thuesen. 7. Analisis titik pulang pokok 6.NE. Jakarta Asiyanto.Yogyakarta Renton.3.1 Perpajakan 13.1. Declining. Bandung Fabozz. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi. dengan 3 alternatif atau lebih 6. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT. 3.S.2. Analisis biaya minimum 9. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6. 10. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6.3. Depresiasi 9. Constant puchasing power 10. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. Jakarta 85 .15. 12.FJ. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK. 8. Sudradjat. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka. GJ. S. Jakarta Sutojo. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP. Cost effective analysis 6. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova. Shinking-fund depreciation accounting 10.YKPM. 4. Jakarta Husnan. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT. SOYD.1. Muhammad. Yogyakarta Purba. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9.4.5. 6. 9.AZ. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng. Melbourne Suratman. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat.4. 5. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia.S. Stright line depreciation accounting 9.2. teknik & kasus’ PT. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11.6. Jakarta --------------. 3. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9. Inflasi 10. Jakarta. 2.S. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta. Bandung Kodoati. WJ.Pradnya Paramita.Prenhallindo.Grameda.Damar Mulya Pustaka. Perhitungan Rate of Return. Consumer price index 11.Jakarta Sutojo. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8. konsep.

Dapat membuat 11.3. Jenis-Jenis Kontrak 3. S-Curve. Pengendalian 7. Penjadualan 6. Penjadualan dan Pengendalian. Dapat membuat penjadualan 9.1.3. 10.2. 3. Dummy Diagram Method (ADM) 11. Merge Even 11.1.2. Siklus Perencanaan.2.3. Bar Chart 8. Model-Model Penjadualan 7. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8. Notasi ADM 10.3.1. WBS (Work Breakdown 8. Dapat Mengerti arti.1. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6.3. S-Curve.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve. Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7. Organisasi Proyek 3.2.1.3. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9. Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve. Penjadualan. Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11.1. Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10.2. 5.4. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1. 5. Siklus Hidup Konstruksi 2. Studi Kelayakan .3. 6. Dapat Mengerti arti. Fungsi Manajemen 2. 5.2. Proses Penjadualan 4. 5. Pengertian manajemen 1. 5. 4. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3. dan Pengendalian 7. Slack/float time 86 . ADM dan PDM dengan benar.1.3.2. Manajemen Proyek Konstruksi 2. 4.4. Construction Management Contract 1.1.1.1. 3.1. Durasi (alokasi waktu) 7. 8.2.2. Dapat membuat 10. Dapat memahami siklus Perencanaan. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2. Perencanaan 6. Kompetensi Dasar 1 1.2. Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract.2. Manual PMBOK 2.

2. 13. Notasi PDM.3. 12. 12. 12. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11.1. Lead) Float .2.3.3. Critical path. 12. Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag.4.4. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek. 13. 87 . Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13. 13. 12.4. 13.1.

Jadwal pelaksanaan suatu proyek. 6.3. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan.1. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1.2. 6. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7.1. 8.2. Kompetensi Dasar 1 1. Menentukan material yang dibutuhkan 3. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. Menguasai perencanaan 3. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8.1. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4.1.2. Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6.4. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1.2. 7. Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2. Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3.2.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1. Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8.3. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2. Dapat merencanakan 88 . Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6.1. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4.1. Spesifikasi teknis pada proyek 2. 7.1. 4.2. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5.1. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9. 9. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5.2.2. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8. 3.5.

Manajemen Proyek Paulus Nugraha. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12. Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11.1. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 . 5. Analisis BOW Zaenal. Imam Soeharto. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1.2.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13.3. Construction Cost Management Anonim. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12. AZ. 3.1. Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9.1. 2. 6. 10.1.2.2. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto. Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12. 4. Metoda konstruksi 11.

6. 2. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7. 6. 6. 2.2. Kompetensi Dasar 1 1. Oakland. inspeksi. 2.2.3. serta kontrol kualitas. Perencanaan proses. 10. 7. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. 7.1. Mengerti perubahan dalam organisasi.1.1. 3. Total Quality Management. serta 6. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1.2. Memahami proses. Australia. Mengerti tentang manajemen. memahami proses. Manajemen Perubahan 11. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. Mengerti tentang cara kualitas. Biaya Kualitas. dan mampu menggunakannya 9.4.3. Perkembangan team. konsep dalam organisasi. tentang team serta koflik Konsep pelanggan.1. Team yang efektif 12.2.3.1. 5. Perubahan konsep organisasi.2. 11.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas. Analisa Jenis training. Mengerti tentang biaya kualitas 11. pelanggan. 11. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas. 10. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas.5. AS. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan.2. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses. 4. 1. 12. Seven Tools 12.1. kepuasan 3. 3. latar belakang. Memahami perencanaan pelanggan. Manajemen perencanaan proyek 2. 11. Mengerti manajemen dan fungsinya.1. Memahami pelanggan. Konflik.7. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi.3.1.1.5. Penggunaan Biaya Kualitas 11. 12.JS & Soal. 2. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan. Memahami training dan proses training 9. 9. 3. 3. Mengidentifikasi proses.3.4. Proses Training. kualitas. meningkatkan kualitas 8. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas. 5. perbaikan berkesinambungan. serta seven tools sebagai proses kontrol. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8.1. 11.3. Pelaporan Biaya Kualitas. 4. Organisasi sebagai sebuah sistim. Memahami kualitas. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5.2.3.2. Jenis-jenis team. 2. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas. team. dan perbaikan proses. Sampling. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. 5. Mengerti tentang Seven Tools. Services Quality. 3.1.1. 3. Evaluasi training Daftar Referensi: 1. Perbaikan berkesinambungan.2.6.2. Kepuasan Pelanggan. 11. 1996. sejarah dan dasardasar kualitas 1. 90 .

McGraw Hills. Andi Offset Yogyakarta. Quality Improvement Tools and Tecniques. 1996. 1999. Kenneth L.Arnold Michael Holler. McGraw Hills. 6. Total Quality Management. Total Quality Management. Soewarso Hardjosudarmo. Leavenworth. 4.Grant Richard S. 1995. Andi Offset Yogyakarta. 1994. 5. Statistical Quality Control. 1996. Eugene L. 3. S. McGraw Hills 91 . Diana A. Peter Mear.2. Quality Assurance Methode and Technologies. Fandy Tjiptono S.

5.4. Keunggulan Kompetitif melalui 2. Syafaruddin Alwi. Rekruitmen dan seleksi 6. perencanaan taktikal dan operasional. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1.1. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja. Deskripsi jabatan.4.3. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan.3. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi.2. jabatan. serta proses rekruitmen dan seleksi 6. Tahapan dalam latihan dan pengembangan.4.6.2007.………. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi. Mengerti akan penilaian kinerja. 5.5. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3.3. 2. Pelatihan dan pengembangan. Mengerti tentang 1.1. organisasi. pelatihan dan pengembangan 2.2. 6. tujuan serta metode penilaian. rekruitmen 2. Mengerti tentang perencanaan SDM. Strategi SDM 4.2. Perencanaan SDM.1. dengan strategi 2. 7. Memahami pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab Departemen SDM SDM. 5. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3.1. 4. 3. Membangun kompetensi 2. Arah strategik. 1. Metode penilaian 7. Definisi MSDM 1.2. Memahami 2. perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1. Mengerti peran MSDM. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1. Mengerti MSDM.1. PT Indeks Jakarta 92 .2. 7. manajemen kinerja. Perencanaan Strategik.1. 5. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. BPFE Yogyakarta.3. pengembangan. Strategi Keunggulan Kompetitif.2. organisasi.5. Mengerti hubungan strategi 3. Analisis kebutuhan. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. Organisasi SDM.4. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3. Kepemimpinan perencanaan 2.1. Perkembangan historis. Strategi penilaian kinerja. Analisis dan desain jabatan 4. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5.3. Arti penting pelatihan dan pengembangan. Gary Dessler . Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3.4. Kepemimpinan tim 5.2001. Manajemen kinerja. Memahami analisis jabatan.3. Perencanaan SDM. analisa SWOT. Susilo Martoyo. 4.7. Pengembangan kemampuan 7. Strategi organisasi.3. 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM. perenanaan strategik dan taktikal. 7. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia.4.6. Tujuan penilaian.. 7.2. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3. SDM kepemimpinan. 2. 6. 7.

Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung. jenis. kerja alat.6 3.2 2. Jenis.Mata Kuliah Kode MK.4 2. Struktur jalan. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. bekesting. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi.2 2. 4. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis.3 2. dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek. dan pemasangan bowplank. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. pembesian. serta pemeliharaan Bangunan Sipil.2 5. dan bentuk. Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat.1 1.5 2. Menguasai alat berat 2. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat. fungsi.1 4. 4. elevasi. Bentuk. 3. Jembatan. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. plan.1 2. serta menghitung Produktivitas dan 3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. cara mampu merencanakan kerja. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja. dan kegunaannya. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat. Memahami karakteristik 1. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast.2 93 . menganalisis tempat kerja.1 3. Pondasi dan Dermaga. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat. dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat). 2. Sifat.

1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5.1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6.2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8.2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6. 8.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 . Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7. Memahami perencanaan 9. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile). Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil. 5. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Analisis Balok 6.4. Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7. analisis. portal 99 .5.2.6. Analisis portal 2-D 6.langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7.1. pembebanan. dan keluaran (output) 7. Dasar Analisis struktur 3-D 7. Analisis struktur sederhana: balok. Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6. Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel. rangka batang.

Dapat memodel.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer. Dapat memodel. akibat beban tetap dan beban bergerak 5.1.1. Tipe dan konsep pelengkung STT 4. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3.3.1.4. Materi Pokok 3 1. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6.1. Dapat memodel.2. Dapat memodel. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5. Pemodelan struktur komposit 2. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3.3. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3. Tipe dan konsep dinding geser 6. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4. Tipe dan konsep pengaku bresing 3. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5.2.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 .dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4.4.2. Pemodelan struktur pelengkung STT 4.1. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3.3. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. Pembahasan hasil analisis & prilaku 6. Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5.4. Definisi dan tipe struktur komposit 2. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6.3. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6.2. Tipe struktur pelat dan cangkang 5. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4.2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2.4. Dapat memodel. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4.3. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1. Metode analisis struktur komposit 2.

Second Ed.1. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang. Inc. 1998. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. 5.7. M. Dapat memodel. 7.3. 1991.3. 1962.S. 4. Badan Standardisasi Nasional.4. Terjemahan oleh Januar Hakim. New Jersey 07458. Wolfgang. NJ 07458. Membuat karya tulis 9.2.1. 1995 University Avenue. Steel. 7. 101 . Forth Edition. Tall Building Structures: Analysis and Design. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8.C. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7. 1981. Concrete. and Coull. Prentice-Hall. Metode analisis struktur nonlinier 8. 7. Dapat memodel. 8. McGraw-Hill. Aand Levy. R. Smith. Hibbeler.2.1. Chu-Kia. High-Rise Building Structures. Taranath. Russell C. Second Edition. 1999. Prentice-Hall. Dapat memodel. 7. Computers and Structures. Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. serta sumber non-linearity 8. 1989. Structural Analysis. included in the Program. Structural Analysis. Fourth Ed. Pemodelan struktur non-linier 8. Penerbit Erlangga – Jakarta. Struktur Bertingkat Tinggi. 1. New Jersey 07632. A. Inc. Inc. 2. Berkeley. Hibbeler. John Wiley & Sons. CA 94704.4. Inc. Salvadori. Prentice Hall. Presentasi karya tulis 9. Manual and Tutorial of SAP2000. Tipe dan konsep non-linier. Cetakan keempat 1996. 2001. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. 3. Bungale S. Upper Saddle River. Bandung. & Composite Design of Tall Buildings. Structural design in architecture. M. B.. PT Eresco. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. 1998. 2002. 6. SNI 03-1729-2002. Anonimus.2. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9.3. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8. Schuller. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9. Statically Indeterminate Structures.

1.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika. Dapat menghitung titik berat penampang 3. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4.4. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas.3.6. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial.5. Diagram tegangan-regangan normal 7.1.1.7.1.1. Regangan normal 6.1. Dapat menghitung regangan 7. Momen inersia tampang segitiga 3.9. Inti (Kern) 3. Menghitung statis momen 3. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Indikator Pencapaian 2 1. Diagram Tegangan-Regangan geser 2.11. titik berat dan momen inertia. hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6. Momen inersia tampang jajaran genjang 3. Pengujian tarik dan tekan 7.2. Momen inersia pusat utama 3. Memahami konsep diagram teganganregangan normal. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1. Tegangan geser 6. Luas penampang 2.2.3. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . Regangan geser 7.1. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan.4. Pusat geser 4. Modulus Elastisitas 8. Titik berat penampang 3. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan. Momen inersia tampang T 3. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5.1.2. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1.2. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5.10.8. Momen inersia tampang trapesium 3. Momen inersia tampang lingkaran 3. Maksud dan pengertian momen inersia 3. Momen inersia tampang persegi 3. beban puntir. beban geser. Dapat menghitung luas penampang 2. Hukum Hooke 7.

2.2.2.1. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10.1. Dapat menghitung tegangan geser 16.1.2. Geser pada balok 14.1. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9. Hubungan sifat-sifat bahan 22.4. Sudut puntir 13. Prinsip Superposisi 4. Tegangan akibat perubahan suhu 12.1.1. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21.1. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20. Lentur pada balok komposit 17. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14. Regangan bidang 20.2.2.2. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18.1. Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11. Konstanta torsi 14.3. Modulus Geser 10.2. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15. Tegangan akibat lentur 17. Memahami transformasi tegangan bidang 12. Deformasi elastis akibat beban aksial 10. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 . Memahami transformasi regangan bidang 21. Rumus tegangan geser 15. Diagram bidang momen 16. Tegangan geser balok 16. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8. Deformasi lentur balok 17.1. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19. Deformasi akibat beban torsi 12. Penurunan rumus torsi 13.2. Lentur pada balok beton bertulang 18. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6.1. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9.1.1.1. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7. Memahami konsep deformasi lentur balok 17. Transformasi tegangan bidang 18.2. Persamaan garis elastis 22.3.2. Memahami transformasi regangan bidang 9.2. Rumus lentur 17. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5.3. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13.2. Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9.1.

and Amstrong. 6. Benham. 4.. 1983.. 1997. Penerbit Erlangga. Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26. Jakarta. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24. 104 .4. R. Bandung. Memahami stabilitas tekuk kolom 23. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. E. Penerbit Erlangga. Penerbit Erlangga.3. 5th Edition... J. G. 7. 1996. Kolom ideal dengan perletakan pin 25. P. Gere.. Edisi ke-2. 5. dan Timoshenko. R. Jakarta. Popov. Penerbit ITB. terjemahan). Brooks/Cole-Thomson Learning. P. 3rd Edition. 1997. J. Kolom dengan perletakan lainnya 25.. 3. 1996. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25. Mechanics of Materials. Tegangan 1.2.2. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. Metode Superposisi 11.2. Hibbeler. Gere. Beban kritis kolom 25.. Edisi ke-2. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24.2. 2.1.1. Longman Publishers Ltd. Hariandja.1. C. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1. Jakarta. S. Soemono. C. Crawford. Bahan daktail (ductile material) 26. 2001.. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. Prentice Hall. M. P. Mechanics of Materials. 1996. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. J. P.. Mechanics of Engineering Materials..10. 2nd Edition.1. B. Cetakan Pertama. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25. New Jersey. Mekanika Bahan (terjemahan). Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. M. California. Singapore.

1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh . teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2. Memahami prinsip kerja virtual.1 Matrik kekakuan 105 . ada 2. Dapat menganalisis 1.2 1. Menguasai analisis 2.3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar.2 1.1. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2.1 2. Memahami / 1. prinsip energi 1.3 1.1 prinsip kerja virtual.2 2. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan . 1.2 1.1 2.2. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1.3 2.1 1. Dapat menjelaskan 1.Ritz 1.2 prinsip energi 1. hubungan antara regangan dan displasemen.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1. Dapat menganalisis 2. Memahami konsep 1. Memahami prinsip 1.5 4. serta hubungan antara tegangan dan regangan 1. struktur dengan metode elemen 3.3 5.1 1.4 1.Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1.

Finite Element for Structural Analysis. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya. Program Pasca Sarjana UGM.3 Overall matrik struktur balok 6.struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3. Suhendro B.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3.2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2. Prentice Hall. Dapat menganalisis 3. W. Dapat menganalisis 1. Jogjakarta Weaver. 1984. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1.. P.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1. New Jersey 106 . Johnston.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2.2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1..3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2. 2. Dapat menganalisis 2.2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1. 1992.R.

Agregat Halus dan Agregat Kasar 2.1.1. pembentuk beton Semen. Pengukuran berat isi 3.1.2. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2. Mampu melaksanakan 2. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air. Perhitungan komposisi pencampuran. Pencampuran. Mampu melaksanakan 1.3. Mampu melaksanakan 3.2. Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 . Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.2. campuran beton pencetakan dan 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3.

2. Reaksi Perletakan.2. 4. Bidang Gaya Normal. 2. Balok sederhana.5. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2. Bidang Momen. 4. Bidang Gaya Lintang. gaya.1.4. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. 3.3. Materi Pokok 3 1. Bidang Gaya Normal. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. Balok Sederhana.1. 4. Mahasiswa dapat 4. 7.1. uraian uraian gaya. Mahasiswa dapat 7. 6.5. 3. 6. Reaksi Perletakan. Reaksi Perletakan. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. Bidang Momen. 3.3. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever. 8. Bidang Gaya Lintang. 6. momen torsi.3. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber. Bidang Gaya Normal. 4. 2. 5. Elemen Struktur. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam.6. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. Mahasiswa dapat 6. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever.4.4.2. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4. 108 . 5.2. Gaya Dalam: Gaya Normal. 6. Balok Gerber. 1. 5. Balok Pelengkung tiga sendi. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. Gaya Geser atau gaya lintang. 6. Bidang Momen.5.1.3. Balok sederhana. 2.2. kesetimbangan 3. Mahasiswa dapat 1. hubungannya dengan gaya-gaya dalam. 5. Mahasiswa dapat 3.2. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. resultante gaya dan resultante.1.2. kombinasi beberapa gaya dalam.5. 3. Mahasiswa dapat 4. elemen struktur.3. Bidang Gaya Lintang. 6. 5. Bidang Gaya Lintang.1. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. Balok Konsol/ cantilever 3. Gaya-gaya dalam Bidang Rata. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan. 5. Bidang Gaya Normal.4. momen lentur. Reaksi Perletakan. Bidang Momen.

Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7.1. 4. Suwarno Wiryomartono.3. 7.tiga sendi. Garis Pengaruh Konsol. 6. Tjok Gde Majun. Himpunan Mahasiswa Sipil.2. 9.1. 7. 3. Buku Ajar “ Statika”. Mahasiswa dapat 9. Daftar Referensi: 1. 8. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir.2. Himpunan Mahasiswa Sipil. Struktur. Garis Pengaruh Gaya Lintang. 2. Garis Pengaruh Balok Sederhana.4. Garis Pengaruh Momen. Mekanika Teknik I oleh Ir. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Mahasiswa dapat 8. 5. Statika oleh Soemono.3. Tjok Gde Majun. 8. oleh Daniel L Schodek 109 . 8. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. 8. Garis Pengaruh Momen 7. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol.

Sumber-sumber beban dinamis 2. Teori terjadinya bumialam semesta 1.9. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. Mengerti dan sumber. Orthogonalitas mode shape.1. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2.Memahami dan mengetahui konsep seismologi.1. Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2. faktor reduksi. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3. . Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2.1.2. Memahami dan dapat 2.3. Type perambatan. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:. Lapisan dan kerak bumi 1.5.3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. SRPMM. Memahami . energi. SRPMK 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier. sistim struktur SRPMB. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2.2. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2. . Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3.8. normalisasi mode getaran 2.3. Memahami dan 1. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 . Wilayah gempa. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. Dapat menjelaskan 1. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2.7.10.4. intensitas dan magnitude gempa 3.4.2. Daktilitas struktur gedung. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2.6.

Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.8.5. Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3.3. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 . Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3. Respons spektrum gempa rencana 3.7.4.6.

Dapat menjelaskan Memahami 4.1.1. Dapat menguraikan 5. Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6.2.1. Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5.4. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2. Dapat menjelaskan 6.2. Dapat menentukan 3.3. 5. Analisa 6.1.2. Karakteristik agregat agregat untuk 4. 4.5. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2.3. Klasifikasi agregat 4.5. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6.4. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3. Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air.4. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2.2. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5.3. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5. Semen. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1.5. Mampu menjelaskan 2.3. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1.2.1.6.1. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6.3. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4. 112 . Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4. Beton sebagai bahan bangunan 1. 6. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5.

Inti Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK.Institusional Kur. Inti Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 .Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

5. Perencanaan pejangkaran 3. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 . Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3.3.1. Analisa lendutan 5. Perencanaan elastis balok beton 3.5. Perencanaan penampang komposit 3.3. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1.2.7. Dapat menghitung 2. Mampu prategang dalam 3. Pengertian beton prategang 1. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2. Dapat menjelaskan 1.1. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5.2. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3. Konsep dasar beton prategang 1. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4.2. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.4.4.1. Perencanaan block akhir 3. Memahami dasarprinsip dasar beton 1. Cara pemberian prategang 2. Mampu 1.9. Dapat merencanakan 5. Dapat menganalisa daya 4.6. Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4.6. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3.3.2.1. Beton prategang sebagian secara umum 5. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2.2.1. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.8.3.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Buku Politeknik. 2. Mitcheel. 6. Gambar Teknik.2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1. 21. 1999 Robert Koch. 3. posisi pintu. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan. bagian-bagian atap. Novak. Architects Data Heinz Frick. 23. 7. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap.. 4. 8. Penerbit Erlangga. Building Construction Handbook. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap.2. bahan tangga. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10. Incorporating Current Building & Construction Regulation. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. Greeno R. Butterworth-Heinemann. Emst. frame / kosen pintu. Jilid I.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11. 19. Chudley R. Spencer. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. konstruksi rangka atap. Penerbit Mandar Maju. Bandung. Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. 5. 20.4. Pedoman Gambar Kerja 118 . Teknik Menggambar Giesecke. Neufert. 8. Latihan menggambar sambungan 11. jenis dan bentuk atap. 1998.1. Sambungan kuda-kuda 9. 22.18. Hill. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. Dygon. Latihan menggambar sambungan 10.. Taib Sutan Sati. Rumah Sederhanan Howard Simon. 3th Edition. 2000 Mohd.3. edisi ke-sebelas.

Jembatan. 1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. bandar Udara. Bendungan/bangunan Air. Hongsui and Architecture Sugiharjo. 12. 13. Ronal Hikari. 10. jalan Raya. British Standard. Working Drawings Handbook. dan konstruksi bangunan lainnya 14. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk.9. 3th Edition. Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. 11. Sukada Wenten) 119 .

Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3. Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa.1 Obyektif desain struktur tahan gempa.3 Daktilitas kurvatur dan regangan.4 Daktilitas Perpindahan 6.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7. 3.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur. 6.2 Analisa momen kurvatur. 6.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur . Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7.1 Pembuatan layout struktur 7. 5. Kompetensi Dasar 1 1. 6. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6. 3. 6.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1.2 Perilaku dinamis struktur gedung.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4. Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya. 1. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4.3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2. 5. kolom dan pelat) 7.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya.

1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11.1 Persyaratan Geometri elemen balok. 9.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8. Dapat merancang 8. cable stay.2 Pembebanan Angin dan gempa. Badan Standardisasi Indonesia. Badan Standardisasi Indonesia.13. 13.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12.6 Panel Zone 13. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 .2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9.4 Desain joint 11. Badan Standardisasi Indonesia.4 Desain Kolom 12. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang. Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.1 Teori dasar joint 10. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8. 8.3 Gaya-gaya pada joint 10.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10.3 Desain Balok 12.2 Type-type joint 10.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11.1 Ketentuan Material 12.2 Persyaratan Geometri elemen balok.3 Desain terhadap beban lentur 9.4 Desain Coupling Beam 12. arch bridge) 13. 2002.5 Desain terhadap beban geser 9. 2002. 2002. Memahami prinsip.4 Desain terhadap beban lentur 8.6. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9. 9.4 Desain terhadap beban geser 10.2 Kinerja struktur baja daktail 12. bentang panjang 8.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7.

Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002. ITS Press. G.K.. Pearson-Prentice Hall. M. MacGregor. The Seismic Design Handbook. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. CUR3. 744 pp. 10.. IK. 2000. 2005. Sudarsana. Dan Salain. 829 pp.J. USA. A. T. 8. Englekirk.. 4th Edition. R.. 767 pp. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. USA. IM. F (Editor). 2005 11. PS Teknik Sipil. 1152 pp. 9. Steel Structures-Controlling Behavior Through Design. and Priestley. 1994. 6.. Reinforced Concrete Structures.N. USA. 1975.. 1992. 7. Kusuma. 2nd edition. Park. Rahmat Purwono. T. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03). 5. Chapman & Hall. and Paulay. UNUD 122 .4. Paulay. and Wight. Buku Ajar. John Wiley &Sons Inc. John Wiley and Sons Inc. R. 1993. 2002. dan Andriono.. Naem. USA. J.M.K. Jhon Wiley and Sons Inc. T. J.

3. Dapat menggambar 11. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9. Gambar Lay Out 1. Perencanaan gording 2.1.3. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2.2.. dimensi pelat. Membuat gambar rencana 8.1. 2nd Ed.3.C.2. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11. Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7.1. 123 . Panjang tiap batang 1.2. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1. Structural Steel Design. Kombinasi pembebanan 2. John Wiley & Sons. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3. Dapat merencanakan 9. balok dan balok dan kolom kolom 10. Gambar denah hasil dari perencanaan 11.1.2... Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6. Dapat merencanakan dimensi gording 3. Dapat merencanakan 10. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6.1. Perhitungan gaya batang 5. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6. Smith.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menggambar lay out 2. Kontrol tegangan dan lendutan 3.1. J.2.4. 1996. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3. LRFD Approach.1.1. Merencanakan portal 3. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4. Gambar detail kuda-kuda 11.4.1. Perencanaan dimensi pelat.1. Perhitungan pelat kopel 7.1. Inc. Gambar potongan struktur baja 11. New York.

. G. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. Steel Structures: Design and Behavior. New York.. and Johnson. C. Publisher. Inc.2. 3. Badan Standarisasi Nasional 124 . J. SNI 03-1792-2002. Salmon. 3rd Ed.. 1996. E. Harper Row.

1.6. Review Teknik Fondasi 4. Penentuan Dimensi Awal .2. kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2.2. Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2. bentuk. Denah Struktur 1. Kompetensi Dasar 1 1. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5.4.1.5.Dimensi Balok . Bentuk dan kelangsingan bangunan 1. 6.1. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5.Dimensi Kolom 125 .1.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur.1. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.1. Peraturan 2. taraf dan kombinasi beban yang bekerja. 4. Gambar Arsitektur 2.3.4. Data lain terkait analisis struktur 3.2. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2. Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang.3. Data ME 2. Tata letak struktur 1.Dimensi Plat . Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6. Data Tanah 2. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1.3. Pembebanan 3. Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak. Mutu bahan 2. pola. Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis. Review Analisis Struktur 3. Review Struktur Beton Bertulang 3.

sloof 9. Pelindung beton untuk tulangan.1. PT. kolom. Jakarta. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Kolom Pondasi. Penerbit Erlangga.1.1. Jakarta.2. Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. W. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9.C dan Kusuma. Departemen Pekerjaan Umum. SA. 5. Portal (Blok. Penerbit Erlangga. Gambar Stuktur 9. Gramedia Pustaka Utama. balok induk.4. 527p. Jakarta.. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. 126 . dan Rahim. 2002. Sloof) 9. G.1996. Wahyudi. Struktur Beton Bertulang. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. Jakarta. 7.3. Tangga.. Mampu merancang kekuatan plat. N 8. Badan Standarisasi Indonesia. 1994. Dasar-Dasar Beton Bertulang. 1988. Panjang Penyaluran 9. Perencanaan Plat. Detail Penulangan 9. PT. I.2. Struktur Beton Bertulang . D. Bidang M. 3. balok anak. 4. Gramedia Pustaka Utama. 8. 2. pondasi. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Balok Anak. Daftar Referensi : 1. Vis.3.. L.5. 7. Standar Baru SNI T-15-1991-03. 199. Analisis Struktur 7. 272p Ferguson.

1.1 Elemen-elemen batang tekan 4.5 Keruntuhan tekuk torsi 4. 6. Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5.2 Konsep perencanaan batang lentur 5. 4.1 Material dan produksi baja. 2. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya.3 Keruntuhan global 5.5 Penampang tersusun 4. 3.2 Diagram teganganregangan 1.3 Keruntuhan leleh 3.4 Keruntuhan fracture 3.1 Elemen-elemen batang lentur 5.1 Elemen-elemen struktur baja 3. 5.1 Perilaku elemen kolom 6.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2.2 Keunggulan dan kekurangan 2.2 Konsep perencanaan batang tekan 4. 2. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung.6 Penampang tersusun 5. Dapat menjelaskan material pembentuk baja. .5 Keruntuhan tekuk lokal 6.4 Metoda LRFD 3.1 Jenis-jenis struktur baja 2. 4. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur. jembatan dan bangunan sipil lainnya. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2.3 Keruntuhan tekuk global 4.2 Konsep perencanaan batang tarik 3. 6. Materi Pokok 3 1.4 Keruntuhan lateral 5. Indikator Pencapaian 2 1.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1.4 Keruntuhan tekuk local 4. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja.

Pengenalan penampang komposit 10. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7.5 Analisa dng metoda keseimbangan 8. 10.2 Kuat nominal las 10.5 Keruntuhan geser 7.3 Perencanaan sambungan geser sentris 10.2 Kuat nominal baut 9. 8.elemen kolom 7.2 Lebar efektif 11.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11.1 Moda-moda keruntuhan 8.7 Pengaku geser 8.2 Konsep perencanaan 7.1 Jenis dan mutu las 10. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9. Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja.3 Pengaruh P-∆ 6. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.4 Mekanisma sendi plastis 8.3 Kuat lentur 11.2 Konsep sendi plastis 8.4 Pembesaran momen 7.3 Keruntuhan lateral 7. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6.5 Perencanaan sambungan geser exentris 10.4 Konektor geser 128 .1 Perilaku elemen balokpelat 7.6 Analisa metoda energy 9.1 Jenis dan mutu baut 9.1 Aksi komposit 11.4 Keruntuhan local 7.6 Geser tumpu 7.3 Keruntuhan lateral 8. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11.3 Keruntuhan blok geser 9. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11.

5.3. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 . Analisa penampang balok T 3. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6. Tulangan Geser 4.2.4. Kolom biaksial 6.1.4. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat.3.2. Kolom langsing 5. Tulangan Rangkap 2. Teori Geser Rangka 3.2.3.4. Tulangan Tunggal 2. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang.1. Mekanisme Puntir 4.2.4.1. Tegangan dan reganan 2. Trayektori tegangan 3. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. Teori Geser dg Compression Field Theory 3.2. 2.1. Teori Geser Konvensional 3. Tulangan Puntir 4. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1.1. 1. Penulangan satu arah 6.1. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1.3. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5.1.3.1.5. Konsol Pendek 3. 1. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.1.2. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6. 4. Pembesaran momen pada kolom 5. 2. Teori Garis Leleh 6.6.2. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2.3. Indikator Pencapaian 2 1. 1. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2.5. Penulangan dua arah 6. Lantai Cendawan 6.6.5. Kolom pendek 5. 1. 2. Pondasi Telapak 6.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.4.

G.1. 5. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang. Introduksi 8. Struktur Beton Bertulang. 4.2. Penerbit Erlangga. Gramedia Pustaka Utama. I. Jakarta. PT. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Kontrol lendutan 8.1. PT. Struktur Beton Bertulang . 272p Ferguson.C dan Kusuma.3.Konsep analisis 9.Prilaku lentur. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1. 527p.. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Penerbit Erlangga. W.3. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.. Detail penulangan 9. Gramedia Pustaka Utama.2. Pelindung beton untuk tulangan 8. 1994. Jakarta. SA. Jakarta. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur.. 2. 4. Jakarta. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8.Metode Pelaksanaan .4. Sejarah beton prategang 9. Dasar-Dasar Beton Bertulang.3. 3.1996. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7.Keuntungan dan kerugian . Vis.1. 199. Departemen Pekerjaan Umum. 1988. 2002. 7.2. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Badan Standarisasi Indonesia. Kontrol retak 7. 130 . dan Rahim. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. Wahyudi. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang . L.geser .

dan tegangan izin kayu 4.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11.3.1. Sifat mekanik kayu 3. Sambungan pasak baja 7.3.2. Sambungan paku 5. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4. Latihan soal sambungan pasak kayu 7.1. sambungan baut dengan mur 4. Latihan soal batang tekan 2. Batang tarik 10. Pendahuluan 1. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6.2. Alat sambung modern 8. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8. Tegangan izin kayu 4.1. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5.2. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3. Sifat fisik kayu 2.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10.1.2. Sambungan gigi tunggal 9.2 Sambungan gigi ganda 9. Golongan jenis kayu 3.2. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5.2. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3. Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu.1. Sifat higroskopik kayu 2. Bangun kayu 1.1. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7.1.1. Batang tekan 11. Latihan soal sambungan baut 5.2 Latihan soal batang tarik 11. Latihan soal alat sambung modern 9.1.1.1.2. Latihan soal sambungan pasak baja 8.2. Latihan soal sambungan paku 6.2. Sambungan pasak kayu 6.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 . Sambungan baut tanpa mur 4.3.

3. Batang lentur 12. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 . Felix Yap 4. Konstruksi Kayu. Komponen struktur tarik 22.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14. Kondisi acuan 21.3. Perencanaan keadaan batas 19.4. Konstruksi Kayu. Latihan soal kolom susun 16. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22.1.1. Ir.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13.2 Latihan soal balok susun 15. Stabilitas 20.2.2. Suwarno 3.1.2. Jembatan komposit 16. Pengekang lateral 21. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20.2.1. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16. Analisis struktur 19. Kondisi batas tahanan 19. Beban berlawanan dan beban lainnya 19. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2.2.4. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6.1.2.1 Balok susun 14. Latihan soal jembatan komposit 17. Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12. Keadaan batas kemampuan layan 20. Ir. Latihan soal batang lentur 13.1. Luas bruto dan neto 20.2. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18.1.2. Batang mendukung momen dan gaya normal 13.1. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21.3.1 Beban nominal 18. Kolom susun 15. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15.tekan 12. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19.2. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17. Kombinasi beban 18.5. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1. Tahanan terkoreksi 22. Komponen struktur tekan dan tumpu 18.

Shear Connectors 2.3.1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit. Teori umum aksi komposit baja beton 2. 3. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai.3.5. Konsep komposit pada elemen 1.1. Memahami konsep 3. baja tulangan dan beton 2.4. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength. Dapat merancang 3. Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung. aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit. Review sifat material baja struktur. beton 2. Serviceability limit durability limit) 3. Memahami konsep 1.2. pelat dan kolom) 3. Lebar efektif dan tetapan dalam 4. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4.4. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4.5.3.3.2.5.6.2. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1.1. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2.1. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 .4.2. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4. Strength limit serviceability and 3. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4. Teori dan Konsep umum 2. Durability limit 3.

Vol. 1. Persyaratan kolom komposit 7. and Johnson. John Wiley & Sons. New York. 1996.4. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity.2. J. Jenis-jenis kolom komposit 7.C. 11. Johnson. 1994. Paper No. Elemen Komposit. Harper & Row. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7.3.. Udayana University Saadatmanesh. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5. Lab Mekanika Struktur. 1992. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. 3rd Ed. 4. 3. SNI 03-1792-2002. Momen kapsitas pelat komposit 7. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6. Ilmu Rekayasa..5. Dapat merancang kolom komposit menerus 4.2. 7. Faculty of Engineering. LRFD Approach. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung. 24102. 115. PAU. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5. 2000. Blackwell Scientific Publication.3. 2nd Ed. 7.. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural).. 2000.8.. N0. 1989. R.7. Balok komposit parsial 4. Dirjen Bina Marga. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran. 8. 1996.9. Oxford. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. Inc.P. DPG. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. C. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD.. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5. Departemen Pekerjaan Umum. Journal of Structural Engineering. Composite Structures of Steel and Concrete. Vo. Civil Engineering Department. Nopember 1989. Publisher. Dapat merancang pelat komposit 7. 6.2. 2nd Ed. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6.. 2. Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6. Salmon. G. E. New York. 4. Inc.1. Steel Structures: Design and Behavior.1. Bandung Sugupta.. ITB. Smith.1. 9. Badan Standarisasi Nasional BMS No. 134 . Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams.5. Structural Steel Design. 5. J.

3. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2.3.1. Geometrik Jalan.3. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan. 4. Presedur perencanaan jembatan 2.4.2. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3. Estetika dalam perencanaan jembatan 2. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6.2. pelaksanaan serta pemeliharaannya. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5.1. pilar jembatan dan pondasinya.5. Materi Pokok 3 1. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan. Kombinasi beban 3. Dapat merumuskan permasalahan. bebab angin. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6. 3. Perencanaan Abutmen 5. Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5. gempa 3.1. Beban grafitasi.2. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan.3.4. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Membuat karya tulis 6. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2.3. beban lalu-lintas.3. Analisis Struktur II. Presentasi karya tulis 6. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan.1. Dapat merencanakan struktur abutmen. Beban-beban pada abutmen 5. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1.2. Spesifikasi jembatan 1.2.4. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi.1. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 . Langkah-langkah perencanaan jembatan 5. Jenis-jenis jembatan 1. Pemilihan tipe jembatan 3.4. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi.1. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1. membahas.2. Pembahasan hasil presentasi 4. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6.

Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH. Inti Kur. Inti 136 . Inti Kur.

1 Pemakaian huruf (kapital. frasa. bertingkat dan gabungan) 6. Dapat menjelaskan dan 5. 6.2 Ragam bahasa (ilmiah. (Diksi) pemilihan kata 4. Dapat menggunakan kata secara 4. Memahami dan 4. menguasai 1. dll) 2. Memahami dan 3.2 Penulisan kata (kata dasar. referensi) dan bibliografi. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. 3. ganti.2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara. dan tebal) (EYD). dan tulis resmi) bahasa. kefokusan. catatan kaki. dengan menggunakan ejaan baku miring. bibliografi.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. catatan kaki. gabungan. dan tanda hubung) 2. serta mengaplikasi 1. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat. koma. Dapat membuat kalimat efektif 6. Memahami arti.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD). 1. dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5.1 Ketepatan kata.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek. 2.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. titik dua.2 Peristilahan dan kata baku (diksi). Dapat menulis kata dan kalimat 2. predikat.3 Penulisan tanda baca (tanda titik. kesejajaran. pilihan kata yang tepat (Diksi). kutipan. serapan. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1.3 Kalimat efektif (keutuhan. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata. Dapat menjelaskan arti dan 1.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata. struktur.2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. Dapat menjelaskan dan menulis 3. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3. kecil. dan pola kalimat efektif 5. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa. 137 . dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. ulang.

Mampu menuliskan 7. diksi dan ejaan) 4. kepaduan. dan keruntutan) 7.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan. kepaduan.2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. ketepatan diksi dan ejaan) 6. konsistensi. Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7. hubungan dan 7.1 Pengertian. hubungan dan pengembangan paragraf 138 .4 Jenis. ketuntasan. Dapat membuat paragraf sesuai 7.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur.kehematan. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan).

structure of a building 4.1. Capable to explain the 1. To be able to 9. Capable to explain the 9. and unit of etc measurement in 3. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5. Measurement 1 4. structure. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8.2. Capable to use proper phrases to determine proportion. 5.1. 2. Measurement 2: Quantity 5. location of a building/ a location.1 Location 3.1 Listening 6. Capable to describe the English. Capable to describe the 8.4 Practice test 6.5 The TOEFL Test 7. its materialbuildings. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.1 Process 1: Function and Ability 139 .1 Structure 4.1 Process 2: Actions in sequence 4.2.1 Properties and Shapes 2. room/ a place/ a land site. shapes. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works. preparation) Materi Pokok 3 1. Probability 7.1 Process 3: Cause and Effect 6. frequency. Tendency. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.2 Structure 6.3 Reading 6. Measurement 4: Frequency. and structures components in term of its 2. Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. Capable to explain the 3. Capable to describe the properties. tendency of any building structures/components/ events. Measurement 3: Proportion 5. To be familiar with 6.

7 Trusses 10.1 Soil Mechanics 10. To be able to gain 11. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic.1.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components.1. 4.1.8 Dam 11. 2. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.1.5 Concrete 10. civil engineering topic 10.1 Film: 11.1 Presentation topics: 10. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1. that written in English 140 .1 Engineering the impossible 11. 3. materials/compone nts as structure.4 Highway 10.2 Etc 7.1.6 Steel beam 10.1.1.1.1. in English 10.1. Capable to work in 6.2 Foundation 10.3 Surveying 10.

3.3 Metode koordinat 5.1.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3.2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4.1 Penetapan titik detail 4.2.1.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4. Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.1.2.1.2.1.1.1.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4. Sudut dan jarak 1. titik detail dan kontur di peta 5.2.1.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4. Maksud & Tujuan IUT. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.1.1.5.1.1. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal.3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4.1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5.y.1 Metode Penampang Rata-rata 5.2 Penentuan titik P.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 .Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran.2.3. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.1.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.1. 1.1.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6. Kompetensi Dasar 1 1.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2.1.1.3 Metode Borrow-Pit 5.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6.1. Bidang perantara dan referensi.y) 4.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.1.1.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5.4 Metode garis kontur 5. 1.3 Penentuan titik detail lengkungan 6.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3.1 Penentuan titik potong busur S 5.2 Metode Poligon 4.3. T2 dan M 5.1.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3. Skala dan peta 2.2.1.4 Metode Double Meridian Distance 5.3 Penggambaran titik kerangka.3.1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5. T1.3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6. 1.2 Metode garis ukur 5.2.3.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4.2 Metode Prismoida 5.5 Metode Grafis 5.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6.2. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4. Sistem Koordinat. .3.3.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6.4.3 Konsep dasar GIS 2.1.1 Metode segitiga 5.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4.

Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.1.1 Tabulasi Data 7.3 Penggambaran peta situasi 142 .2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7.1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7.2.2.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.2 Pengukuran beda tinggi 7.informasi berbasis geografis (GIS) 7.1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7.1.2.

Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.4 Penjadualan proyek 1.5 Penulisan laporan kerja praktek 143 . 2. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan.Mata Kuliah Kode MK.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis. Materi Pokok 3 1.3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1.2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1. Kompetensi Dasar 1 1. Indikator Pencapaian 2 1.

CV Alfabeta. Latar belakang dan identifikasi masalah 2. Desain penelitian 2. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. PT Remaja Rosdakarya. Jenis pendekatan dalam penelitian 5.2.1.. Pendekatan penelitian 2.1. Memahami 1. Subyek penelitian: sampel dan populasi 6.2. Statistika untuk Penelitian. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. L. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4.2. Bandung 144 .3. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1. 3. L.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip.5.2. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2. Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3.2. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Mampu menyusun 7. Konsistensi isi laporan 8. Moleong. 2006. Teknik penyusunan paragraph 8. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3. Mampu menjelaskan.1 Pembuatan judul penelitian 5. Bandung Soeratno dan Arsyad.4.1. Penafsiran hasil penelitian 7. Bandung Surakhmad.3. Teknik analisis data kuantitatif 6. W. memahami dan melakukan kajian teori.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1.1. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7. Metodelogi Penelitian Kualitatif. 2004. 4. Metodelogi Penelitian.2. 2.3.2.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3. Teknik analisis data kualitatif 6.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian. Mampu merancang 2.1. 2004. Konsep dasar penelitian 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia. Perumusan masalah 2.. Tarsito.1. Statistika. Bagan alir penelitian 2.Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8. Yogyakarta Sugiyono.Mampu membuat judul penelitian 5..1. 1988. Pengantar Penelitian Ilmiah.

Menguasai penggunaan program Fortran 8.3 Program paket umum 3.1 Alat masukan 2.2 Penggunaan awal Mapinfo 9. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1.2 Program system operasi (operating system) 3.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9. sejarah komputer. 3. September 2006. Menguasai paket program microsoft office 5. 145 . Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7.1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7.2 Kompetensi Dasar 1 1. Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6.2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7. Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2.3 Output (alat keluaran) 3.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2. 8. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5.1 1. Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1.4 Program paket kusus teknik 4. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi.3 . Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7.3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8. 9. perangkat keras. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4. ………. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo.1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3. proses.3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9. Step by Step Microsoft Word.Membuat peta-peta tematik . Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3.Membuat Workspace .Legenda dan Manipulasi tampilan peta . Input.2 Pengenalan program Visual Basic 6.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan. 6.1 5.3 Pengenalan Program Mapinfo 7.4 Penggunaan alat GPS 9. Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4. 6. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9..5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy. Penerbit Informatika 2. Memahami apa itu komputer. perangkat lunak komputer.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8. sejarah komputer 2. 2001.Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9.1 Pengenalan program Fortran 6.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8.2 Pengenalan simbul.1 Penggunaan program Microsoft word 4.2 Proses 2. Gramedia Jakarta 1.

Microsoft Ecel 2002. 7. Ltd. A. Dinastindo. Simon & Schuster Pte. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa.0. Suryoatmono. Gramedia. Firmansyah I R.. Jakarta 6. Jakarta 146 . Pemrograman Windows dengan Borland C++. Pamungkas. Potts Steve & Walnum Clayton. B. 1995. Andi Yogyakarta 4. Indah Surabaya 5. Program Microsoft Visual Basic 6. Parayangan. Tosin R. 1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. 2003. Kadir. 1977. Bandung 8. Fakultas Teknik Univ.3.

Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6. Sifat Konstitusi 4.1. Konsep Dasar HAM 6. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4. Jaman Belanda memahami sejarah 3.2. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia. hak Indonesia dan kewajiban warga 6. Mengerti dan 6.5. Hak dan kewajiban warga negara 7. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8.3. Perubahan Konstitusi di Indonesia 5.2. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1.2.8.4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1. Orang asing 2.3.1. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5. Pengertian HAM di Indonesia negara 6. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8.2. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3.2. Pengertian Konstitusi Indonesia 4.2. Warga Negara 1. Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2.4.1. Mengerti dan 4.1.2. Mengerti dan 3. Mengerti dan 5. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 . Nilai Konstitusi 4.7. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2.1.1.6.1. Pengertian perubahan Konstitusi 4. Macam-macam perubahan Konstitusi 4.3. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1. Masalah Orang asing 4.2.4. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6. Mengerti dan 7.3. Mengerti dan 8.1.5.

4. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10. Mengerti dan 9. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10. Politik Strategi Nasional 148 .4.8.2.2.3. Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8. Implementasi Wawasan Nusantara 9. Mengerti dan 10. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10.3.1. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9.1.3. Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9.

1. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5.1.2.7. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7.2.3.5. Zaman Kutai 2.1. Pengertian asal mula Pancasila 5. Pembukaan UUD 1945 6. Kebangkitan Nasional 2.3.3.8. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6. Zaman Sriwijaya 2. Pengertian filsafat 3.5.2. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1.4. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6. Tujuan Pendidikan Pancasila 1. Zaman Penjajahan 2. Sidang BPUPKI 2. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3. Memahami penerapan Pancasila 4. Pengertian nilai.9.1. Zaman Majapahit 2. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2.2. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5.1. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3.1.2.4. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7. Inti isi sila-sila Pancasila 4. Memahami UUD RI 149 .2.3. Mengerti dan 1. Konstitusi 7. memahami. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2. Landasan Pendidikan Pancasila 1.1. Etika Politik 5. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6.3. norma dan moral 4.4. Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2. Beberapa pengertian Pancasila 2.6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Zaman sebelum Majapahit 2.

Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 .7.4. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8.3.3. Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7.1. Memahami Pancasila 8.2.

Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional 151 .Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

Tabolt. Curah hujan jangka panjang 2. Gorong-gorong. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3. Tc. Mengetahui batas-batas DAS. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4.3. Gumbel< log Pearson III 2. Mononobe 2. Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air). Pemanfaatan tata guna lahan 3. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5.4. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3. Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1. Pola aliran terpadu 5. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan.1.3. Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4.5.5. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal. Menghitung Tc. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi. Daerah berpotensi banjir 3. ToF. Mampu merencanakan drainase 3. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2. kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4.2.4. Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan. koefisien pengaliran 3. dapat drainase menghitung intensitas hujan. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2.3. ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2. ruang perencanaan. got miring.1. Konsep dan definisi drainase 1. Permasalahan drainase 1. Ishiguro. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 .6. shipon 5. Analisis hujan kawasan.5.4. Memahami konsep 1.3. Siklus hidrologi 2.1.1.2. talang.1.2.4.2. Debit banjir: rumus rasional. Dapat menjelaskan 2. Curah hujan jangka pendek. Sherman. Tdf 3. Tof. Infrastruktur air perkotaan 1. Dapat menjelaskan definisi drainase.2.

4. Sistem radial 6.2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 . Dapat menjelaskan dan 6.3.3.5.2. Sistem drainase khusus 6. Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6. Sistem kolam 6.1.1 Sistem kanal 6.4.• • 5. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer. penampang saluran ekonomis 5. Bentuk-bentuk profil saluran.5. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6.5. sekunder. tersier) 6.

Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4. Energi spesifik 5. 10. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu. Persamaan Momentum 3. Penampang saluran ekonomis 4. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8.1.3. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 .1. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2.1. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3. Persamaan energi 2. Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8.1.2.1.2. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4.1.1.2.2. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7.3. Perhitungan profil aliran 10. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5.1. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1.3. Mampu. Kekasaran komposit 5. Memahami konsep 1. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1. Kedalaman air kritis 6. Penggunaan diagram energi spesifik 7.2. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3.2.1. Tinjauan profil aliran 9. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1. Tegangan geser 4. Gaya spesifik 6. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3.4.2.1. Sifat dan keadaan aliran 2. Persamaan kontinuitas 2.

V. Hidrolika Saluran Terbuka.2.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. Garis tenaga dan garis tekanan 14. Fluid Mecahnics.2. Streeter. WCB-Mc.L. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13.1. Yogyakarta 6. Pipa dengan Turbin 14. 1993 Hidrolika II.GrawHill.. Beta Offset. Chow V. Singapore. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12. Jakarta 3. Hidrolika I. 4. Erlangga. dkk. 1997. Lab. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13.3. Panduan Pratikum Hidrolika 155 . Aliran Melalui Saluran Terbuka. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13. 2. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1. Yogyakarta 5. Pipa dengan Pompa 14. K.1.G. Hidrolika. Type aliran 12. 1986. Triatmodjo. Erlangga. 1993.. Triatmojo B. Beta Offset. 1998.1. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Jakarta.2. Ranga Raju. B. Panjang loncat air 12.3. Persamaan dasar aliran 14.1. Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11.2. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13.T.

dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya.3. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6. Dapat menjelaskan hidrologi. hujan. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5. Kurva masa hujan 4.1.1. evaporasi dan evapotranspirasi.1.1.1.3.3. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. Menghitung hujan rata-rata 2. serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan. Perhitungan infiltrasi 5. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas.2.2. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1.1. teknik sipil. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. infiltrasi serta perkolasi. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4. Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.4.1. hidrograp dan unit hidrograp banjir. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan.3.2. dapat menjelaskan neraca air dan 2. Konsep dan definisi hidrologi 1. Dapat menganalisis 5. Konsep hidrometri 156 . Dapat menganalisis 6. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2. Memahami dasar. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2. Pengukuran curah hujan 2. Mengisi data hujan yang hilang 3.2. Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2. 3.4.2.4. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5.

Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto. 1993. 5. Applied Hydrology. Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8. 1988. Kensaku Takeda. Jakarta Sosrodarsono.1. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. . E. Penerbit Erlangga Jakarta 157 . Menghitung.2. Jakarta Wilson. 2.3. Prinsip translasi 8. Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8.dan menghitung 6. 4. Dapat menganalisis 9. 1995.2.3. Sri. Dapat menganalisis 8. New York Harto. Konsep analisis frekuensi 9. Penerbit Erlangga. M. 1980.4. Penerbit Pradnya Paramita. Hidrologi Teknik.2. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9.2.1. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8. menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1. Suyono. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7. Chow Ven Te. McGraw-Hill Company.D. Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9. Hidrologi Teknik.3. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. Pengukuran kecepatan aliran sungai 7. Dapat menghitung 7.5.1. Hidrologi Untuk Pengairan. C. 3.

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan. 158 . Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4. Agenda 21 Indonesia. Siklus pengelolaan 6. Komponen ekosistem 2. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5. 6. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4. Dapat menjelaskan 6. Paradigma baru pengelolaan 5.2. Definisi ekosistem 2. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4. dasar dan prinsip3.3. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia.1.4. Dasar-dasar Ekologi.4. 6. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4. Dapat menerapkan 7. Program pengelolaan 5. Definisi ekologi 1. Dapat menggunakan 4. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2.1.2.1. Memahami modellingkungan model 4.3. Komponen ekologi 2.1. Gadjah Mada University Press. Dapat menjelaskan 2.1.1. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1.1.5. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Jenis ekosistem 3.2.2. Memahami dasar 7. 2. Memahami prinsip 4. Edisi Ketiga. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3. Permasalahan lingkungan secara 3. 1996. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal.2. Memahami konsep 1. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP. Permasalahan lingkungan 3. Memahami umum permasalahan permasalahan 3. 1996.3.2. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya.

Washington DC. Bahan Kuliah Amdal. 8. Fakultas Teknik. 6. Resource Management in Developing Countries. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup.. Environment. B. Program Studi Teknik Sipil. 7. Harlow. Universitas Gadjah Mada. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. 1997. and Development. Totok Gunawan dan Sudarmadji. Universitas Gadjah Mada. Pedoman Penyusunan Amdal. World Bank (1994) Indonesia. 5. Gadjah Mada University Press. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Media Pressindo. UNUD Mitchell. 2000. 2006. UU RI No.. 09 Tahun 2000. 3. 1985. Konsukartha & Diana Harmayani. O. Yogyakarta. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. 2004. 9. Dasar-dasar Ekologi. Soemarwoto. Pemerintah Indonesia. 159 . Yogyakarta. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2. Omara-Ojungu. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. Yogyakarta. 1991. Longman.1. 4. Yogyakarta.

4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2.3 Kedalaman air sungai 2. Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3.2 Pola tata tanam 3.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1. incline drop 4. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5. 5.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2.5 Pintu air dan alat ukur Debit 4. bangunan fasilitas.2 Dimensi saluran ekonomis 4. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 . .1 Perencanan saluran garis tinggi 2. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3.6 Syphon.2 Kemiringan permukaan medan 2.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4.3 Bentuk DAS 2. sekunder. gorong-gorong. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya. Kompetensi Dasar 1 1.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3. 3.1 Jenis-jenis bendung 5.2 Perencanaan mercu Bendung 5. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4. Indikator Pencapaian 2 1. primer. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2. serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya.1 Penetapan dimensi saluran 4.3 Perhitungan vertical drop.

5 Tinggi Bendung 6. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8.1 Bentuk. dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8.1 Perhitungan creep line 6.4 Lebar efektif Bendung 5.6.3 Perhitungan upplift pressure 6.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8. Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7.5 Tekanan redimen 6.2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur. Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5. 161 .6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6.2 Kriteria hidrolis Bendung 6.

Tekanan atmosfer. Tekanan uap 3. Dapat membuktikan persamaan debit. kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2. Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3.4.9.7.4.3. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. Kemampatan zat cair 2. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair.3.1.1.3. Hukum Newton II 1. Dapat menguraikan 1. Persamaan kontinuitas 5. Macam-macam tipe aliran 4. Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3. Dimensi dan Satuan 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1. Zat cair dalam silinder berotasi 4. Garis arus dan tabung arus 4. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5.1 Persamaan momentum 5. Keseimbangan benda terapung 3.5. Kekentalan zat cair 2.2. kecepatan aliran.5. Tegangan permukaan 2. Mampu menghitung 2. kinematika zat cair 3. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3.6. Tekanan pada suatu titik 3.1.8. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3. relatif dan absolut 3. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3. lingkup fluida. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.4. Berat jenis 2.7. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 .3. Gaya tekanan pada bidang terendam 3.2.6. tentang zat cair hidrostatika. Rapat massa dan rapat relatif 2.3. Kapilaritas 2. Debit dan kecepatan aliran 4. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1.2.1.2.

John Wiley and Son.4. Dieta Pratama. Definisi Koefisien aliran 6. Beta Offset.1. 1993. V. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit. Surabaya Chow. 3.2.3. Hidraulika Saluran Terbuka. alat pengukur kecepatan 6. Bambang. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5..4. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. Hidrolika I.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. Roberson. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6. Hidrolika Saluran Terbuka. 2. New York. Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. Yogyakarta 163 . 1997. 1993. Chaundhry. Hydraulic Engineering. 4. Anggrahini. Erlangga. Surabaya.T. 1998. Triatmodjo. Cassidy.

1 1. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model. 2.5 3. 2.3 2. Dapat menentukan 3. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium.2 1.4 2.7 2. Dapat menentukan 5.4 2. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3.3 1.1 perencanaan model hidraulik di 6. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil. Mekanika Fluida.2 2.1 kesalahan hasil peneltitian 3.3 3.4 3. 1. Irigasi dan Bangunan Air.2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5. Dapat menjelaskan 4.6 4.9 2. 6.10 3. Dapat membuat 6.1 hubungan antar parameter 4. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.5 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 .6 2.2 berdasarkan statistik 3.1 2.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5.8 2.

4.. 2. Nur Yuwono. de. H. The Netherlands. Scale Models in Hydraulics Engineering.1. 1981. J. Hidraulic Modelling. Delft. 1977. New York. L. Yogyakarta Sharp. Dimensional Analysis and Theory of Models.. Butterworths & Co. 1957. 3. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. J. London Vries. 1994. Langhaar. 165 . M. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). 166p. International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE.

dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2.2.3. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7. Kebutuhan. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2.2.1.2.1. Dapat menganalisis dan 6.4.4. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4.1. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3.5. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat. Dapat menjelaskan dan 4. Potensi dan distribusi air 2. Matematika keuangan 6. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6. Mampu tempat menjabarkan 2.3.3. siklus hidrologi serta elemenelemennya. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5. Aliran air permukaan dan air tanah 1.3. Menghitung dan mengidentifikasi 7.3. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3. Navigasi 5. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3. Konsep dan definisi PSDA 1. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1.1. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1.1. Pengendalian banjir dll 6.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan. Irigasi 5. Dapat menjelaskan definisi PSDA. Metoda Analisis proyek PSDA 7. Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3. Mampu mengidentifikasi 5.2.2. Air bersih & industri 5.1. Konsep dan proses siklus hidrologi 1. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 .2. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan. PLTA 5.1.6.

167 . 5. Hydrosystems Engineering and Management.K.2.1.1. 2000. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10. 7. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. A A Balkema. New York Linsley. 3.K & J. Sweden.2. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8. Jakarta Global Water Partnership. S 199. Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10. Integrated Water Resourses Management. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11.6. Tentang Sumber Daya Air. Hydrology for Water Management. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10. Franzini. Jakarta Larry W.B. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9.9.8.2. 2. Supply management 10. Undang-undang dalam PSDA 10. Water Resourses Enggineering. Roestam. 6. Thomson. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10. 4. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1. 7 Tahun 2004.4. Stockolom. . PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10. Mays & Yeou-Koung Tung.3. Netherlands. S. Chay Asdak.1. Mc Graw-Hill Inc.8. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu.7. Robert J.5.A. 1992. Pengertian manajemen dalam PSDA 9.3. Demand management 10. 1994. Pengertian supply dan demand management 10. 1992. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. R. Erlannga. UU No.

Perhitungan lebar efektif Bendung 2.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.3.2. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.Perhitungan Stabilitas Bendung 4.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2.1. Kompetensi Dasar 2 1.Perhitungan kedalaman air sungai 2. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.2.1.Perhitungan Tinggi Bendung 2.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 . Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2.5.Perhitungan Bangunan Syphon 1.Perhitungan tekanan sedimen 3.4.1.3.Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5.Perhitungan creep line 3.2. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3.1.1.4.Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.Perencanaa Mercu Bendung 3.Perhitungan Uplift pressure 3.1.6.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.2.

1. Analisa spektrum tinggi gelombang 3. Muka Air Laut Rencana 169 . Gelombang di Lokasi Bangunan 3. Hidrolika. Irribarent Number 4.3. 1. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada. Indikator Pencapaian 2 1.3. Analisis data 3. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi.6.5. 2. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai. 4.3.5. 2. Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar. Survei Data Sekunder 2.6. 1. Analisis distribusi arah gelombang 3. Pembangkitan Gelombang 3.4. 1.2. Karakteristik Gelombang Angin 3. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada.7.4. 2. Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3. 1. Survei Data Primer 2.4. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia.8. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya.2.1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai.1. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil. Sea Level Rise 4.2. Run-up dan Run-Down Gelombang 4. Latihan Soal-soal 4. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1. Kala ulang gelombang rencana 3.3. 1.2. 3.1. Stormsurge dan wave set-up 4.1. 3.5.4.

6. 7. 7.5.6. 8.18.5.7. di Lapangan. 7.6.4. 8. 6. 7.11.11. 7. 8.9.6. 7. 4. 7.1. 8.23.2.4. 7.19.9. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai. 7.10.16. 7. 5.22. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 .13.15. Dapat menentukan 5. 7. 8. 7. 7. 7. 6.1. Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment.17. 8.3. Dapat merencanakan 7. 5.20. 8.1. 7. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai.6. 7.5.3. 6. serta penerapannya 7. 6.10. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5.3. 5.2.2. 7.7. 7.12. 7.7.4.3. 8.8. 6. 8. bangunan perlindungan pantai 7. 8.4. penanganannya.8.1. 7.14. 7. 6.24.21. 8.4. 7.2. 8.

Dean. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo. 1996.13. KMTS. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Yogyakarta. 171 . Basic Coastal Engineering. R. New Jersey. Mississipi 39180 Washington. Nur Yuwono. Sorensen. 2. 1984.8. Kendala Pelaksanaan 8. and Dalrymple 1984. PAU – IT UGM. R. John Wiley & Sons 1.12. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Prentice – Hall. BP. Vol. 1982. Yogyakarta. Penelitian Lapangan 8. 5. I & II.14. 1987. Pelabuhan. PO Box 631. Yogyakarta. Teknik Pantai Volume I. CERC. 3. Shore Protection Manual. Vicksburg. G. UGM. Beta Offset. Corp of Engineers. Englewood Cliffs. 1992. Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. 4. M. Nur Yuwono.

Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1. 1. Memahami pemilihan 4.1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan.2 Karakteristik bendungan urugan. Mekanika Tanah. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.3 Perancangan untuk bendungan urugan.6 Pengujian fisik tanah.1 Survei dan investigasi pendahuluan. 3.1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air. Mampu merencana 1.1 Klasifikasi bendungan urugan. Menghitung stabilitas 5. tipe bendungan 4.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3.7 Pengujian bahan tanah 3. 1. 5. merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton.3 Survei bahan kerikil dan pasir. Review Hidrologi dan Survey 2. 3.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2. 2. Tipe-tipe bendungan 1.8 Pondasi batuan. 3. Pemilihan tipe bendungan.5 Klasifikasi bahan tanah. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3. 2.1 Pengujian lapangan Pondasi 3.2 Survei bahan batu. 3. Mengetahui/mengingat 3. 3.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton). 172 . Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori. 3. Flownet dan Filter 4.4 Diskusi 3. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2.9 Pondasi pasir dan kerikil.10 Rembesan.

7 Tinggi jagaan. Design of Small Dam.1 Rembesan dan Flownet 7. Teknik Bendungan.2 Stabilitas bendungan urugan 7. R. 6. Tugas Teknik Bendungan 7. 6. 6. Bangunan Pelengkap 6. USBR 2. Varshney. Pradnya Paramita 3.1 Spillway 6. 1981 4.5 Saluran peluncur. R. Pradnya Paramita. Santosh Kumar Garg. Soedibyo. Varshney. Floyd E Dominy.3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure. Khana Publisher Delhi. 6. 6. Theory and Design of Irrigation Structure Vol. 6. Kensaku Takeda.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap. Merencanakan bangunan pelengkap 6.II 6.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah. Suyono Sosrodarsono.6 Peredam energi.10 Terowongan penyalur. 7.3 Saluran pengarah aliran.4 Saluran pengatur aliran.S. 6.11 Pintu-pintu air. 6. 1993 5.2 Terowongan Pengelak 6..9 Bangunan penyadap standar dan menara..S. Bendungan Tipe Urugan.6. 6. Concrete Dam 173 .

Tipe Pasang Surut 4. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4. Pengertian angin dan gelombang 3. 3. 1.4. 3. Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2.1. Definisi dan batasan 5.2. Dapat menghitung dan 5.3 1. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai.2.2. Profil muka air laut 174 . Terjadinya gelombang. 2.1. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Pengertian gelombang angin 3. Peramalan Pasang Surut 4.5 2. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3. Mawar Gelombang (wave rose) 4. kecepatan angin dan durasi 3. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai. Pembangkitan Pasang Surut 4.7.1.3.4 1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar.3. Indikator Pencapaian 2 1. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5. Perubahan jangka pendek. Pengertian Pasang Surut 4. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir.1 1.3.5.1.3. Elevasi Muka Air Rencana 5.6. Fetch. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil. menengah dan jangka panjang di pantai.5.4. 4. 2. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut. arus dan pasang surut di Laut.2. Kurva Pasang Surut 4.peraturan Kompetensi Dasar 1 1.2 1. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan .

Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8.3. Dapat menghitung 8.5. and Dalrymple 1984.9. New Jersey. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6. Englewood Cliffs. Latihan soal-soal 7. 5. Dapat menghitung 7.4. Dapat menghitung dan 6. gelombang 5.7. I & II.7. Sorensen. Nur Yuwono. R.5. CERC. KMTS. R. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia. Wave set-up pantai. Perpindahan partikel 5. Beta Offset. Vol.6. Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6. transisi dan laut dalam 5. Wave run-up dan run-down 6. Energi dan tenaga gelombang 5. Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7.2. 3. Gelombang Rencana 7.1. Yogyakarta. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist.10. Gelombang di laut dangkal. BP.4.9.8. Departement of the Army Waterways Experiment Station.4.7. 1987. Gelombang Pecah hidrodinamika 6. Mississipi 39180. Vicksburg. 1984. 4. 1982. UGM.6. 6. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7. 2. PO Box 631.5. Refraksi dan Shoaling 6. 175 .3.6. Corp of Engineers. Latihan soal-soal 8. John Wiley & Sons. Yogyakarta. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7.1.1.dengan Teori 5. G. Teknik Pantai Volume I. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy.2. Dean. 1996.10.3. Shore Protection Manual. Prentice – Hall.2. Pelabuhan. Gelombang laut dalam ekivalen 6. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. M. Difraksi Gelombang menganalisis 6. Bambang Triatmodjo. Bottom Friction terhadap proses 6. Basic Coastal Engineering. Tekanan Gelombang 5. Pemilihan Gelombang Rencana 7.8. Latihan soal-soal 6. DAFTAR REFERENSI: 1. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7.

Mengenal fasilitas internet 6. Perencanaan alur pelayaran 10. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7.3.1. Memahami dasar. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5.1. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5. Angin 5. Wind Rose 6. Definisi kolam pelabuhan 8. Sejarah 1.2.1. Data Angin 5. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3.1. Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7.2. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 . Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5.2.4.1. Menguasai konsep 4. Definisi elevasi muka air 6. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6.1. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2.1.2.2. Perencanaan kolam pelabuhan 9. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9.2.3. Kurva pasang surut 6.4.2.1. Jenis-jenis pelabuhan 2. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3.1. 10.3. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10. Menguasai 11. Elevasi Muka air rencana 7. 10. Dapat memahami dan merencanakan fender 8.1.3. Pasang surut 6. 11. Pemilihan lokasi pelabuhan 3. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2.3.2. Jenis-jenis kapal 2. Definisi alur pelayaran 9. Layout pelabuhan 4.3. Dapat menjelaskan 1.2. Definisi pelabuhan 1. Memahami definisi dan jenisdefinisi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi.3. Teori gelombang Air 4. 11. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4.1. Difraksi Gelombang 4.2. Karakteristik kapal 3.

Gulf Publisher. 4.. 3. Bambang. 12.2. mengerti navigasi 13.2. 5. 2. Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha. 13. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1. Dapat memahami dan 13.3. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”.3.1. Design and Construction of Port and Marine”. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11. 12. 1976 Quin.D. T. A. Mc Graw Hill. 1972 Internet 177 . 12.penambat multi media untuk mencari isi-isu 12.1.

7 Saringan karbon aktif.6 Saringan pasir lambat 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan.1 Komposisi udara dan atmosfir 5.6 Konsep 4 R 5. lingkungan global 2.1 Karakteristik sampah padat 4.3 Teknologi pengolahan akhir 4. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global. 5. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah. Materi Pokok 4 1.2 Karakteristik air limbah 3.3 Jenis-jenis gas toksik 5. dan penyusunan dokumen lingkungan.4 Pengolahan air limbah 3. 4.1 Persyaratan air bersih 2.2 Sumber air untuk konsumsi 2. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan.1 Sumber air limbah 3.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1.4 Composting 4. air limbah. Dapat menerangkan penanganan sampah padat .4 Pengolahan air bersih konvensional 2.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4. penanganan sampah padat. 3. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih. Memahami konsep penyediaan air bersih 2.3 Siklus pemakaian air 3. pencemaran udara.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2.3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1. dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .5 Saringan pasir cepat 2. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1.5 Limbah B 3 4. 3.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih.5 Pengolahan sludge 3. Kompetensi Dasar 2 1.6 Oksigen dalam air 4.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5.

smog. 5. 5. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6. RKL/RPL.5 5. lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA.1 6. Andal. Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan. hujan asam.4 6. UKL/UPL 179 .7 6.6 6.5 (pemanasan global.3 6.pencemaran udara dan kebisingan.2 6.

2. Suspended load 6.2.1. Kekasaran alluvial 6.2.2. Dapat menerapkan teori 4. Tegangan permukaan (surface tension) 2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen.4. Bulk density dan porositas 3.3.3. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2.2.2. Kekentalan (viscosity) 2.5. Kompetensi Dasar 1 1.6. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4. terjadinya dan klasifikasinya 2.3.1.4. Perkiraan bentuk dasar 5. Berat spesifik (spesific gravity) 2. Berat jenis (specific weight) 2. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3. Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5. Total bed material load 5. Lapisan batas 3.3. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya.7. Kecepatan jatuh 3.1. Rapat massa 3.4. Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6.1. 6. Kerapatan (density) 2. Aliran seragam pada saluran terbuka 2. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4. Bentuk partikel 3. 180 . Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1. Bed load 6.1. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen. Terjadinya pengangkutan 1.1. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1. Klasifikasi angkutan sedimen 2. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1.5. Ukuran partikel 3.

W.1.Publications. Pola distribusi endapan 10. 1987.1. 10. 181 . Dwi. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9. Teknik Pengangkutan Sedimen. Priyantoro.3. Pradnya Paramita. D. Jakarta Simons. Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8. Suyono. USA. Graf. Penggerusan akibat penyempitan 8. Sifat pengaliran 10. M. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1. 1992. 4.B. Tominaga. Sediment Transport Technology. F. Senturk. Bentuk endapan di waduk 9. 9. Regime sungai 8. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. 1987.1. 3. Dapat menerapkan teori 7.2. Malang.7.R.2.2. 2. Hydraulic of Sediment Transport. Perhitungan pengangkutan 8. S.1. HMS-FT Unibraw.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional 182 . Inti Kur.

6. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1. 8. Arah angin.1. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. 1. Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. 3. 4.2. 3.1. 1. dasar-dasar 183 . Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi.3. 3. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. merancang sistem. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. 2. 4.4. Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1.2. 1. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan. 5.1. menguasai konsep dasar. rancangan Alinyemen horizontal dan 7. Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi.

1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8.2. 11.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 . Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4.1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5. Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5. 5. 7. 6.3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10.1. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13.3 Lengkung Vertikal Cekung 7. 8.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15. 6.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7.2 Lengkung Vertikal Cembung 5.1 drainase pada jalan raya 8. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12.3. Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9.

10.1 Penomoran panjang jalan 17. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang .1 Jenis-jenis Persimpangan 16. kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang. Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10. 9. kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan. tidak sebidang 10.2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8. Pada akhir kuliah ini 9.3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 . tidak sebidang 11.5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9.

Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan.1 Maksud. 3. 1.5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 . Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan.2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas. 3. 4.1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures). 4. 2. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement).3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran. Indikator Pencapaian 2 1. 1. 4.2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection). 2. Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan. 3.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat. (unsignal control at intersection and roundabout).2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3.3 Kriteria identifikasi masalah.2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control). Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi. 2. 2. Materi Pokok 3 1. Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas). 4. tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. 4. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas.1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki. 4.

6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal. 4.7 Inteligent Transport System (ITS). 187 .jalan. 4.

Kecepatan rencana 2. Fungsi/kelas jalan 1.Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1. Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 . Dapat merancang dg.2 Perencanaan alinj. Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap .Bagian tangen dan bagian lengkung . Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1.1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen .1.Kelandaian . Kendaraan rencana 1.3 Panjang jarak pandangan henti 2. Dapat menjelaskan perancangan sbg. Dapat menghitung panjang 3.Derajat kelengkungan .Pelebaran di Tikungan .2. menguasai.4. Notasi titik-titik tertentu pada alinj.horizontal dan alinj.Superelevasi .2. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3. merancang sistem.bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2.4.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2.3. dan lingkungan Vertikal 2.1.Lengkung peralihan .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu. konsep 4. Dapat merancang geometrik alinj. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3.1 Perencanaan 2.vertikal 4.

Bandung 6. Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6. No. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya.Hendarsin. Hamirhan Saodang.1.1. 2004 5. Rancangan saluran samping jln.. Nova . Direktorat Bina Jalan Kota.P. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5.2. Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan.3.3. 036/T/BM/1997. Shirley L.U.raya 6. 1977 4. Nova – Bandung. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep. Nova. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia).2. tentang Jalan 189 .1970. Departemen Pekerjaan Umum. Buku 1 : Geometrik Jalan. Produk Standar Untuk Jalan Kota. Rancangan drainase jalan raya 5. Jakarta 3. Memahami hubungan 5. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6. Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1. Perencanaan Teknik Jalan Raya.13 Th. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004. Konstruksi Jalan Raya. 1987 2. 1994 7. Silvia Sukirman. Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6. No.

Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4. Keuntungan dan kerugian 8. Metode Seragam 7. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2.6. Mampu membuat model Trip Distribution 7. Model regresi berbasis rumah tangga 6. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1.4.1.4. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.1. Pendekatan kategori 6.2. Pemodelan pergerakan individu 6. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1.1. Daerah kajian.3. Metode Rata-rata 7.1.5.3. Kompleksitas pemodelan 4. Model regresi berbasis zona 5.1. Dapat membuat model kategori 5. Ruang lingkup perenc. Pemodelan pergerakan zona 7. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3. Model faktor pertumbuhan 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1.1.3. Galat dlm pemodelan 3. Pengertian model klasifikasi silang 6.2.2. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Pengertian perencanaan transportasi kota 1. Metode Detroit 7. Pengertian metode analogi 7.1. Sistem transportasi makro 2. Metode Furness 7. Strategi Perencanaan Transportasi 2.2. Model analisis regresi secara umum 5. zona dan ruas 3.3. Dapat membuat 190 . Pengertian pemodelan 3.3.3.2.4. Kalibrasi dan validasi model 3.5. Pemodelan empat tahap 3. Mampu membuat 8. transportasi kota 1.2. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Konsep perencanaan transportasi 2. Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4.4. Dapat membuat model regresi 6.2. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2.6. Mampu membuat model Trip Generation 4.3. Dapat membuat model Analogi 6.1. Metode Fratar 7.4. Permasalahan transportasi kota 1.7.

Model logit (binomial dan multinomial) 11. Model JICA 13. Konsep model pemilihan rute 11.2. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13.2.4. Faktor penentu utama 12.3.5. Jenis model pemilihan rute 12.4. Dapat membuat model pemilihan rute 191 . Pengertian metode proporsional 12. Model Keseimbangan 13.1. Metode pengumpulan data 10. Pengertian pemilihan moda 9. Model batasan kapasitas 13. Proses pembuatan model 9.4. Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9. Kalibrasi model gravity 9.3. Proses pemilihan rute 11.3.4.5.1. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11.1. Jenis dan penggunaan model gravity 8.1.5.1. Mampu membuat model pemilihan moda 9. Fungsi hambatan 8. Pemilihan moda dg model sintetis 10. Model Kurva Diversi 13.2. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9.4. Model Stokastik 13. Model All-or-Nothing 12. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10.3. Dapat membuat model pemilihan moda 8. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12.2. Model logit (binomial dan multinomial) 7. Mampu membuat model pemilihan rute 11.4.3. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11.2.3.5.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8.2. Cara memilih model yg tepat 12.

Jalan sistem penetrasi. Jalan sistem Mac Adam.lapisan tanah dasar (subgrade) 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 .3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5.1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah. Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3.Lapisan pondasi atas (base) . Jalan aspal beton 2.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5. Jalan sistem Telford.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3.lapisan pondasi bawah (sub base) . Jalan kerikil. yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2.6 Faktor lingkungan (FR) 3.2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : . Jalan batu pecah. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5.1 Beban lalu lintas 3.4 Stabilitas tanah dasar 3.7 Indek permukaan (IP) 4. Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan.3 Koefisien distribusi kendaraan 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4. Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2. Kompetensi Dasar 1 1.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4.Lapisan permukaan (surface) .

1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. 6. PU. PH. Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7. Dep. 2. Dep. Aly. 1.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam. 5. Wright. H.3 Dasar-dasar perencanaan 8.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9. John Wiley & Sons. Nova Bandung.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’. 3. 4. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . Dep. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’. 009/T/BNKT/1990’. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7.1 Fungsi perkerasan 8. PU. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. _____________. PU. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. _____________. Soedarsono. ITB. C.6 Besaran rencana (umur rencana. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’. 193 . Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. 9. Bandung. Dep. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat.2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. Inc. lalu lintas. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8. _____________.5 Persyaratan dan pembatasan 8.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’. 01/MN/B/1983’.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6.Asosiasi Semen Indonesia 7. 10. Sukirman. Dalimin. 11. McGraw-Hill. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8. Nova. Paul.S. 1996 ‘Highway Engineering’. kekuatan tanah dasar) 8. C. No. David.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. DU. _____________. Saodang.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9. No. MA. 12. PU.

Analisa saringan agregat kasar 2.8.4.5.2.7. Kadar lumpur dan kadar lempung 2.4. Material pembentuk campuran aspal 2.3. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3.3.1. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan.6. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2. Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Pencampuran agregat 2.3. Pengujian Daktilitas 5. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2. Pekerjaan timbunan tanah 2. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6.11. Test Sand Equivalent 2. Pekerjaan aspal panas 3.3.3. Kelekatan agregat terhadap aspal 5. Pengujian titik lembek aspal 5.2. Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Analisa saringan agregat halus 2.6. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1.10. Dapat Membuat sampel 6. 2. dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6.1. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal.2. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5. Dapat melaksanakan 5.3. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1. Berat Jenis (BJ) filer 2.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Pekerjaan aspal dingin 2.1. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3. Kompetensi Dasar 1 1.2. Keausan Agregat 2.1.9.4. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 . Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5.2.1.2. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5. Tes kehilangan berat aspal 6.1. Pekerjaan pondasi jalan 2. Pekerjaan bahu jalan 2. Pekerjaan galian tanah 2.

Administrasi 4.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.3.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.3.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1. Kondisi objektif dan Permasalahan 4.3 Konsep perencanaan transportasi 1. (sosial.4 Peraturan/ perundangan 3.3. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.2.2 Sumber-sumber Dana 3. Berkelanjutan 3.1.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4. teknis) 2.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3.1.1 Konsep model terintegrasi 1.1.2.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4.3.2. 1.2. 1. 3.1. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3.1 Jenis-jenis AU 4.1 Penetapan tujuan 3.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.5 Skema pemb.1 Perenc pemb. sosial-ekonomi. 1.1 Proses dan tuj perenc.1.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3. 2.1.2 Aksesibilitas 1.2. Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1.2.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi.3 Konsep activity based model 1. Prasarana.2.2.3.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.1 Tata laksana Perencanaan.3.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp. 3.2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3.2.3. sosial-teknik. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan. Kompetensi Dasar 1 1.1. Manajemen.1.3.4 Pengguna dan pangsa pasar AU.1.3 Langkah-langkah solusi masalah.3.1. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 .5 Contoh-contoh kasus. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.2 Operasi dan Pengawasan 1.2.1.2.transp. Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3.4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1.3 Kebijakan dan Program 3.1.2. Memahami beberapa strategi.2.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3.1 Fungsi dan aktivitas lahan. 4. 1.3.2 Konsep model disagregat 1.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana.3.3.2 Peranan.4 Contoh-contoh kasus.2.studi. 4.4 Contoh-contoh kasus. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2. dan Pengawasan. 2.

2.3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4.4.R and Black.1 Merencanakan Headway 4.2 Timetables operasi AU. The Land-Use/Transport System. daerah pelayanan rute.3.4. Second Edition. (1984).2 Klasifikasi.G. J. M. (1997). England. New York. Travel Demand and The 3Ds: Density.A. Meyer. Transportation Research Part D. Singapore. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4.2 No. McGraw-Hill.199-219.4 Operasi kend. L. 7.A (Editor).D & Willumsen. 2. Transport Planning and Traffic Engineering. Daftar Referensi: 1.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4. ButterworthHeinemann. 4. (2001).6. West Sussex.4. Great Britain. M. Modelling Transport. S. 3.L.6. John Willey & Sons. The Institution of Highways and Transportation. Kapasitas. (1979). Oxford 196 .6. (1997).2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4.pp. Elsevier Science Ltd. Transportation Research Part D Vol. pp. (1996). O’Flaherty.7. Pergamon. Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts. W.7.7. 6. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4. Massachusetss. Transport in The Urban Environment. 4. The MIT Press. Cervero.3.6. London.5. 5. pd jaringan.3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4.2 Jarak antar rute 4. J. Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4. No. Manheim. Ltd.5.5.1 Definisi rute 4. E. Blunden. Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. Urban Transportation Planning 2nd Edition.1. (2001). Vol. Pergamon Press.151-165. The IHT.D & Miller. Ortuzar. aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4. C.5. (2005). 8..5. R and Kockelman K.1 Terbentuknya jaringan rute 4. Handy. Diversity and Design.4.3 Konfigurasi rute 4.J.

No.Transportasi jalan darat . BOK: Biaya tetap. Dapat membuat model permintaan transportasi. sistem jaringan.1. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4.1. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Analisis rasio dan analisis regresi 5.1. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan. sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1. 5. Transportasi darat .1. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole.Transportasi kereta api .2 Transportasi udara 5.Transportasi ASDP 5.2.2.1. Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi. Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3.4 Transportasi pipa 5. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3.6 Transportasi Quasi 197 . Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4. dll. 2. ekonomi. politik dan sosial terhadap transportasi 2.) 2. Kompetensi Dasar 1 2 1.3 Transportasi laut 5. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3. Pengaruh faktor geografi. dll.5 Transportasi kabel 5. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3. 3. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2. 1. Sistem kegiatan. Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1.

1985. Bandung. and E. 8. Essex.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8. “Urban Transportation Planning”. H. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. “Urban Transport Planning a Development Approach”. Dimitriou. A Decision-Oriented Approach. Dapat menjelaskan 5. Croom Hall. Hainim.D.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8. 1981.1. Bandung. New York. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. 6. Inc. London.1 Pengertian. Meyer. 198 .9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6. Morlok. Dapat membedakan 7. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. Memahami teori.4. 1984. Tamin. _____________” Undang-Undang No. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6. 1992.Miller. O.T. J. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”. 1. Mc Graw Hill Book Company.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien. 5.5 Angkutan Laut 8.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7.K.8 Angkutan Kabel dan Quasi 8. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. Penerbit ITB. Chapman and Hall. E. 7. KM 84 tahun 1999. Warpani. 2000. 3. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black.Z. 1990. 1997. S. 7. Contoh kasus fungsi dan 4. “Merencanakan Sistem Perangkutan”.7 Angkutan pipa 8.4 Angkutan Darat 8. 4. Erlangga Jakarta.2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7. Penerbit ITB.1 Peranan teknologi dalam 8. Institution of Highway and Transportation. dan Johan K. M. Transport In The Urban Environment. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8.J. 6. 2.6 Angkutan udara 8. 5. New York.

Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .4 Penentuan lokasi bandar udara 2.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2.4 6. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1.2 Badan-badan penerbangan dunia 1.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5.1 Perkembangan dunia penerbangan 1. panj.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3. Memahami faktor.1 6. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2. Dapat menjelaskan 3.2 5.3 Contoh dan data pesawat terbang 1.3 7.2 konsep perencanaan bandar 3.2. panjang.3 suatu bandar udara 5.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3. Dapat merancang 4.1 7. Kompetensi Dasar 2 1.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit. 4.2 6.2 kelandaian Runway dari 4.2 7.1 bandar udara orientasi/arah.3 5.2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2.4 4.3 7.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara.3 Bagian dari bandar udara 1.

Bandung. Merancang. HMS-ITB. second edition. Horonjeff. R. Mc-Graw-Hill Book Company. (1985).5 Marking untuk objek tetap 13. 2.1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9.3 Taxiway lighting 14.1 Penanganan kargo 10. Merencana Lapangan Terbang. 3.2 Pembagian Apron 8.2 Fasilitas air side dan land side 12.dkk. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. 5.2 Perencanaan terminal kargo 10.1 Definisi Apron 8. Planning and Design of Airports.3 Konsep distribusi vertikal 10.2 Mandatory Instruction Sign 13.3 Information Sign 14. Teknik Bandar Udara. 4. H. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6. Aerodrome Manual. (1988).3 Marking taxiway 12.4 Marking area yang dibatasi 12. Basuki. Suweda. Buku pelengkap kuliah. 7. Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas. Denpasar.1 Pengertian marka 12.2 Marking runway 12.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8.1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9. Bandung-Jawa Barat.5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1. Program Studi Teknik Sipil.2 Konsep penanganan pnp 9. Institut Teknologi Bandung. London.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian. Penerbit Alumni.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13.2 Runway lighting 14. marka. 200 .4 Sistem tanda taxiing 14. Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang. ICAO (1984).1 Approach lighting 14. Unud.3 Faktor-faktor terminal kargo 11. I W.5.

3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas. 5.4 1.3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5.3 2. Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil. Mampu.2 1. Kompetensi Dasar 1 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan. menguasai konsep 6. 4. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4.2 Tata laksana dan organisasi survai 5. kerapatan. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1.4 Tugas Survai Kelompok 6.3 1. Mampu .1 1. 5. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas. Kerapatan. 1. Volume. Gap Hubungan kecepatan. komposisi lalu lintas.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 . volume.3 4. spacing. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5.2 2.4 3. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4. Menguasai Teori 6. Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3.2 3.5 2. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya.1 2.1 4. Headway.1 3. headway.2 2. Kecepatan. Memahami komponen sistim lalu lintas 2.

Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box.Bina Marga (1997).P.C.M.1 Sejarah Traffic Light 8. 7.7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1. Urban Road Traffic Survey Dep. 6. 8.C and J.3 Kerangka model antrian 6. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V. Dir.5 Pengertian dan type persimpangan 6. 2.2 Konsep Pengendalian persimpangan 8. Overseas Road Note 11 (1993). McShane and R.8 Konsep perencanaan persimpangan. Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7.Roess (1990). Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9. Teknik Lalu Lintas 202 .P.Oppenlender (1976). Mampu merencanakan persimpangan prioritas . Pekerjaan Umum.2 Komponenen antrian 6. Warpani ( ). 9. Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8. 4. 8. 5. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999). 8. 7. Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI.1 Pengertian persimpangan prioritas 7. 6. Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA. 3.6 Konplik pada persimpangan 6.4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6.

3 Campuran aspal busa (foamed asphalt). 4. Evaluasi kekuatan ultimit sample. . 3.4 3. daur ulang perkerasan jalan. Test ekstraksi camp. 4. 2. Estimasi kadar aspal awal. curing. Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. Pengambilan sample di lapangan (core drill). memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin. Indikator Pencapaian 2 1. 2. Test sand cone.3 4. Creep Test. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin.mengerti.2 Campuran aspal emulsi dingin.5 3.7 Penentuan gradasi agregat. 1.memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal. Soaked dan dry stability test. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Pemadatan. Dapat menjelaskan 5.1 3. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test.2 3. Fatigue Test. Laston. Test DCP.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : . Kompetensi Dasar 1 1. 5. Tes CBR lab dan lapangan.4 4.1 Campuran cutback asphalt. .1 4. 2.1 prinsip pengujian 5. Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1. pemecahan agregat. Macadam.3 203 . 2. HRA. Porous Asphalt.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas.2 Lataston.1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant). dan capillary soaking.memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan.6 3. 3. 4. 5. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. Memahami jenisjenis campuran aspal panas. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. 3.3 3. pemeliharaan jalan.2 4.5 5. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan.2 sample lanjutan. Slurry dan SMA. Test penyelimutan. aspal. 2. . Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan.

perbaikan gradasi agregat.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan. Dapat menjelaskan 10. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7. bawah.2. persiapan. distorsi. 6.2 Urutan pemecahan: primary.2.1. kegemukan. tanah.2 Pek.1. close agregat. pemadatan. galian. penambahan jalan perekat aspal. 8. pengausan. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah.2 AMP tipe batch (batch plant).1.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan. Dapat menjelaskan 9.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan. pemadatan. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6.2.1 Pek. Dapat menjelaskan jalan: retak. Dapat menjelaskan 8. 6.2.1 AMP tipe menerus/drum mix.1 Jenis teknik pemecahan. penurunan.2 Dapat menjelaskan 6.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan.5 Spesifikasi. (lapisan aspal). Memahami teknik pemecahan agregat. 7.1 Pek. 204 . Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9. prime coat dan tack lapisan permukaan coat. 7. 6.3 Spesifikasi. cacat teknik pemeliharaan permukaan. jalan. Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. 8.1. 10. 6.2 Pek.1 Identifikasi jenis kerusakan 7. 6. penambahan bahan stabilisasi: semen. and open circuit.Kompetensi Dasar 1 6. timbunan. lapis penetrasi (lapen).3 Pekerjaan penghamparan. lapis pondasi. 6. 9. 9.2. teknik pekerjaan 6. lapis pondasi atas dan jalan. tertiary. Dapat menjelaskan 6. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat. teknik aspal busa. aspal emulsi. pengupasan. teknik pemecahan secondary. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful