Lampiran 7

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK BASIC SCIENCE

Kode Mata Kuliah
MA-2108 FI-1114 FI-1215 MA-1106 MA-1207 KI-1113 MA-3110 MA-2209 MA-1211 FISIKA DASAR I

Mata Kuliah
ALJABAR LINIER FISIKA DASAR II KALKULUS I KALKULUS II KIMIA DASAR MATEMATIKA NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL STATISTIKA

SKS
3 2 3 3 3 3 3 3 3

Klp MK
MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKK

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti

49

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Aljabar Linier : MA-2108 : 3 SKS : III (Tiga) : Kalkulus I dan Kalkulus II

Standar Kompetensi: Menerapkan metoda-metoda yang diberikan dengan tepat dan benar untuk menyelesaikan permasalahan menyangkut Pengoperasian Matriks dan Determinan dengan cara manual maupun dengan piranti modern, Pemecahan Sistem Persamaan Linear (SPL) dan Pengoperasian Vektor dengan benar.
Kompetensi Dasar 1 1. Memahami teori matrik dan determinan serta vektor Indikator Pencapaian 2 1. Dapat mengerti teori matrik 2. Dapat mengerti dan menghitung aljabar matrik Materi Pokok 3 1.1. Definisi Matrik

2. Menerapkan metode-metode matrik dan 3. Dapat mengerti jenisdeterminan untuk jenis matrik bujur memecahkan suatu sangkar sistem persamaan 4. Dapat mengerti linier, eigen vektor determinan matrik dan eigen value secara manual maupun serta teori vektor dengan komputer untuk memecahkan 5. Dapat memecahkan pengoperasian sistem persamaan linier vektor dalam dengan cara matrik, dimensi ruang 2 dan determinan dan 3 eliminasi Gauss 3. Mampu menggunakan piranti modern untuk menghitung determinan dan invers matrik

2.1. Penjumlahan dan pengurangan matrik 2.2. Perkalian matrik 2.3. Transpose matriks, adjoin, invers 3.1. Jenis-jenis matrik bujur sangkar 3.2. Anak matrik 4.1. Determinan matrik 4.2. Sifat-sifat deteminan 4.3. Kesejalanan suatu sistem persamaan 5.1 Sistem persamaan linier dengan cara matrik 5.2. Sistem persamaan linier dengan cara determinan 5.3. Sistem persamaan linier dengan cara Eliminasi Gauss 6.1. Eigen Value 6.2. Eigen Vector

6. Dapat menghitung Eigen Value dan Eigen Vector 7. Dapat mengerti teorivektor dan jenisjenisnya

8. Dapat mengerti definisi vektor ruang 2 dan 3 9. Dapat menghitung penjumlahan dan perkalian vektor

7.1. Definisi Vektor, besaran vektor, besaran skalar 7.2. Penggambaran vektor 7.3. Kesamaan dua vektor 7.4. Jenis-jenis vektor 8.1. Definisi dan komponen vektor ruang 2 dan 3 9.1. Penjumlahan vektor 9.2. Panjang vektor 9.3. Perkalian skalar antara dua vektor 9.4. Perkalian vektor antara 2 vektor

50

10. Dapat menghitung 10.1. cosinus arah vektor dan 10.2. sudut antara dua vektor

Cosinus arah Vektor Sudut antara dua vektor

51

4. Sistem satuan dan faktor konversi 2.2. Dapat menjelaskan 4. energi dan hubungan antara usaha dengan 5.3. Dapat menjelaskan 5. Dapat menjelaskan 6. kinematika gerak peluru dan gerak putar partikel dan dapat menemukan keterkaitan antar variabel dalam kinematika partikel 3.2. Dimensi 1.1. momentum. dan faktor konversi sistem satuan internasional 2.2. Gaya gravitasi 4. Gerak harmonik terpaksa harmonik sederhana dan persamaan superposisi gerak harmonik sederhana. Memahami pengertian statika fluida 8.5. Memahami pengertian dinamika fluida 3. Memahami pengertian usaha dan energi 6. Gerak lurus 2.4.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar I : FI-1114 : 2 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip gerak dan energi suatu benda Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Gerak harmonik teredam gerak harmonik terpaksa. Usaha pengertian usaha. Gaya gesekan 3. Dapat menjelaskan pengertian pengertian dinamika parikel dinamika dan keterkaiatan antar variabel partikel dalam dinamika partikel 4. Statika fluida pengertian statika fluida dan 7.2.2. Hukum I Newton 3.2. Tegangan permukaan fisis dalam fluida statis 7. Dapat menjelaskan 8. Memahami pengertian impuls dan momentum 7. Persamaan Bernoulli hubungan besaran-besaran fisis dalam fluida dinamis 52 . Tekanan hubungan besaran-besaran 7. Memahami 3.3. Impuls 6. Pengertian gerak 2. Kapilaritas 7.5.3. Dapat menjelaskan pengertian pengertian gerak suatu benda. Gerak harmonik 4. Dapat menjelaskan 1. Kekekalan energi 5. Hukum III Newton 3. Memahami 2.3. Persamaan Kontinuitas 8. Prinsip Pascal dan Archimedes 8.1.4.1. Momentum linier pengertian impuls. Momentum sudut dan Hukum Kekekalan Momentum 7.2.1. serta menerapkan persamaan gerak harmonik teredam 5.1.3. menemukan persamaan gerak 4.1.1. Gerak periodik pengertian gerak harmonik dan 4. momentum sudut 6. sistem pengertian satuan. Aliran fluida pengertian dinamika fluida dan 8.2. Hukum II Newton 3. Gerak peluru dan gerak putar 5.1. Memahami pengertian gerak harmonik Materi Pokok 3 1. Memahami pengertian dimensi. Energi dan usaha energi 6. Dapat menjelaskan 7.3.

Sutrisno. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Mekanika Panas dan Bunyi. 3.partikel Daftar Referensi: 1. Searh Francis Weston. Bandung 53 . Bandung. Penerbit ITB. Yayasan Dana Buku Franklin. Darmawan Djonoputro. 2. System Satuan. Jakarta/New York. Penerbit ITB.

Bandung.2.volume) 2. Prinsip superposisi 3.5. Dapat menjelaskan prinsip Memahami sifat 3. Temperatur: konsep temperatur. 2. luas. 4.3. 5. Yayasan Dana Buku Franklin.3. Resonansi peristiwa resonansi 3.3. Pantulan dan transmisi gelombang (pada tali. Penerbit ITB. kalor skala temperatur pengertian dan berbagai sifat zat yang temperatur.2. Pengertian gelombang 2. Sutrisno. 1.1. Sifat-sifat zat: expansi termal dengan panas (linier. Mekanika Panas dan Bunyi.5. Interferensi gelombang Memahami pengertian interferensi 4.1. air) dan transmisi gelombang. 3. pantulan 3.4. Daftar Referensi: 1. 3. Penerbit ITB.1. Pelayangan gelombang superposisi gelombang. Dapat menjelaskan Memahami 2.4. Bandung 54 . Gelombang pada permukaan air peristiwa gelombang pada permukaan air dan dapat merumuskan persamaan gelombang 3. dispersi gelombang. Dapat menjelaskan 4. Gelombang pada tali pengertian gelombang. Difraksi gelombang peristiwa gelombang dan difraksi interferensi dan gelombang difraksi gelombang 5. Kalor: pengertian kalor. Dapat menjelaskan Memahami pengertian temperatur. Pengertian polarisasi Memahami pengertian polarisasi dan 5. perpindahan kalor yang berhubungan 1. umum gelombang 3. 3.2. Dispersi pelayangan gelombang.1. Daya dan intensitas pada gerak gelombang dan dapat gelombang menentukan daya dan intensitas pada gerak gelombang 4. kalor. 1. Dapat menjelaskan 5.6. Jakarta/New York.2. pengertian gejala 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Fisika Dasar II : FI-1215 : 2 SKS : II (dua) :- Standar Kompetensi: Menguasai konsep-konsep dan dapat menjelaskan prinsip-prinsip panas maupun gelombang Kompetensi Dasar 1 1. Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Seri Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika.4. kalor berhubungan dengan panas dan sifat-sifat zat jenis. dan gelombang 2. Sutrisno dan Tan Ik Gie. Cara membuat gelombang peristiwa polarisasi cara membuat gelombang terpolarisasi gelombang terpolarisasi 2. Searh Francis Weston. Deskripsi gelombang gelombang pada tali.

simbul-simbul 3. Koefisien Diferensial Baku 3. diagram Venn dan komplemen himpunan 1. pengurangan .4. Garis singgung pada sebuah kurva. Himpunan Semesta. Perkalian. pembagian. 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus I : MA-1106 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mengerti. Pertaksamaan 1.9. Definisi fungsi 2.7.8. Fungsi dan Relasi 2.1. Dapat mejelaskan Fungsi. Bentuk kutub bilangan kompleks 1. perkalian.6.2. Bentuk eksponen bilangan kompleksl 2.11.8. kuasa. Limit Sepihak 2.13. Definisi Turunan (Derivative).3. akar. akar utamal 1. Macam-macam fungsi 2.4. Limit di tak hingga. Limit bernilai tak berhingga 2. Fungsi-fungsi Khusus 2.7.11. Definisi Limit sebuah fungsi 2.2.10. Menguasai dan menerapkan Diferensiasi mampu menerapkan dalam bidang teknik konsep-konsep Sipil kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Mhs 55 . Fungsi dan grafiknya 2. menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep kalkulus diferensial dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1. Teorema-teorema Limit 2. Operasi-operasi hitunganl 1. Dapat menjelaskan Konsep Kalkulus Materi Pokok 3 1. Definisi Kecepatan sesaat.2.3.5.6. Operasi-operasi bilangan kompleks: penjumlahan. memahami.6. Kekontinuan 3.9. Pernyataan bilangan kompleks secara grafis. Kesamaan bilangan kompleks 1.5. Nilai Mutlak 1. teoremateorema 2.10. Limit dan Kekontinuan 3. Mengerti dan memahami konsep-konsep kalkulus diferensial Indikator Pencapaian 2 1. 3. Fungsi dari suatu fungsi 3. Dapat menjelaskan dan 2.3.pembagian fungsi- 2. Sistem Bilangan Kompleks 1. Sistem Bilangan Riil 1. diagram Argand 1.12.5.1. Teori Himpunan 1.4.

. Stroud.12.11. ---------------. Ayres. 1997.A. . Persamaan garis singgung dan garis normal 3.14. Penerapan Diferensial parsial: pertambahan terkecil Daftar Referensi: 1.10.fungsi 3. 2.9.. 3. Bandung. Koefisien Diferensial parsial pertama dan kedua 3. Persamaan-persamaan Parametrik 3. I. Erlangga. Purcell. Jakarta.7. Titik belok 3.13. F. “Matematika Untuk Teknik”.” Problems Differential and Integral Calculus” 2nd Edition. “Matematika Untuk Universitas”. “Kalkulus Dan Geometri Analitik”. ITB. Harga maksimum dan minimum 3. Besari. Jakarta 56 . 4. Jr.. Erlangga. -------------.8. jari-jari dan pusat kelengkungan 3. Schaum’s Outline Of Theory. Persamaan garis lurus 3. K.Terjemahan : Erwin Sucipto. Kelengkungan. Titik balik. ----------------.

Memahami konsep dasar deret Indikator Pencapaian 2 1. McGraw Hill. 1984 Theory and Problems of Calculus.2 Metode penyelesaian bentukbentuk integral tak tentu 6.5 Titik berat bidang dan benda 8.2.1 Luas bidang 8. Dapat menguji kekonvergenan suatu deret 3.4 Deret tak berhingga 2. NY.6 Integral fungsi rasional 6. Integral Tertentu hasil pengintegralan tertentu 8..2. 1996. Menguasai metode penyelesaian integral 2. Deret Konvergen &Divergen 3. Dapat menentukan bentuk dan hasil dari deret – deret sederhana Materi Pokok 3 1. 1990. Dapat mengetahui berbagai metode dalam penyelesaian bentuk-bentuk integral 4. 2ed. HGW.7 Substitusi khusus 7 Reduksi 6. benda. KA. Erwin Sucipto).2 Volume benda putar 8. Ayres.2 Deret Hitung & Deret Ukur 1. Erlangga.4 Luas permukaan bidang perputaran 8. Dapat menentukan hasil8.2. 57 . Soal dan Penyelesaiannya. Kalkulus. Edisi ke-4.4 Substitusi trigonometri 6. Deret 1.3 Mengubah variable integrasi 6. Schaum’s Outline Series. Stroud.1 Pengertian deret 1. (Alih Bahasa. Dapat menerapkan dalam menghitung nilai pendekatan 5. Yogyakarta. F.3 Panjang busur 8. 4. Penerapan deret Maclaurin & deret Binomial 6. Edisi ketiga. 1999.2 Penerapan integral tertentu 8.5 Integral parsial 6. 2. Deret Maclaurin 4. Asian Student Edition. Soemartojo.1 Pengenalan Konsep Integral 6..2.3 Inersia bidang dan benda 8.3 Integral ganda dan penerapannya Daftar Refrensi : 1. Jr. atau panjang 5.1 Pengertian & penyelesaian integral tertentu 8. Dapat menentukan berbagai bentuk fungsi atau pasangan fungsi dalam bentuk deret 4.3 Deret pangkat bilangan asli 1.2. Jakarta.2. Memahami fungsi – fungsi merupakan suatu deret 3. Matematika Untuk Teknik. 3. Edisi ke-5. Menerapkan integral tertentu dalam penyelesaian besaran bidang . Integral Tak Tentu 6. Erlangga Jakarta.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Kalkulus II : MA-1207 :3 : II (dua) : Kalkulus I Standar Kompetensi: Mahasiswa mampu menerapkan deret dan integral dalam menyelesaikan masalah ketekniksipilan dengan baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Deret Binomial 2. Wardiman. Hitung Integral – Teori.

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : KIMIA DASAR : KI-1113 : 3 SKS : I (satu) :- Standar Kompetensi: Mampu memecahkan persoalan-persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang digunakan di Teknik Sipil Kompetensi Dasar 1 1.3 Asam kuat dan basa kuat 4. C. Mampu menghitung 6. Penerbit PT Citra Aditya Bakti.2 Contoh Soal 2. Mahasiswa mampu menghitung perubahan sifat koligatif larutan 4. Jakarta 1984.5 Garam 4.4 Satuan tetapan kesetimbangan 6. dkk.1 Derajat ionisasi&tetapan ionisasi 4. 1980.H.1 Hukum kesetimbangan tetapan kesetimbangan dan 6.3 Pembuatan koloid 5. J.4 Asam lemah 4. Kleinfelter. Jilid 1 dan 2. Penuntun Belajar Kimia Dasar. D. (3 buku) 58 . A.2 Sifat koligatif larutan 4. Bandung.2...7 Tetapan kesetimbangan &temperatur Daftar Referensi: 1. pOH 4. Mahasiswa memahami perbedaan asam-basagaram dan mampu menghitung konsentrasinya Materi Pokok 3 1.. Terjemahan dari Keenan.1 Hukum Raoult 3. General College Chemistry. 2.W.2 PH.4 Sifat koloid 5. 1996.5 Manfaat tetapan kesetimbangan 6.5 Jenis koloid 6. Konsep mol 1.1 Ukuran partikel koloid.. Pudjaatmaka. Mampu memecahkan persoalan dasar kimia untuk memahami perilaku bahan dan zat yang berhubungan dengan teknik sipil Indikator Pencapaian 2 1. Harper and Row Publishers Inc. Wood..2 Penggolongan koloid kegunaannya 5. Mengenal larutan 5. Memahami konsep dasar kimia untuk ilmu bahan dan teknik lingkungan 2. Hiskia Achmad.3. Mahasiswa mampu menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai bentuk pernyataan 3. Penerbit Erlangga.2 Kesetimbangan heterogen memahami manfaatnya 6.H..C.6 Larutan penyangga 5. Kimia untuk Universitas.3 Latihan soal 3. Reaksi Kimia 2. sifat dan 5. Persen komposisi 1.1 Konsentrasi larutan 2.3 Tetapan kesetimbangan 6.1.6 Hubungan tetapan kstb dgn derajat disosiasi 6. Mahasiswa dapat menyelesaikan soal-soal persamaan reaksi dengan benar 2.

Teori kwadrat terkecil 5. Metode Posisi Salah 3. Persamaan dan akarnya serta cara pemecahan dengan metode tertutup dan terbuka 3.4. Interpolasi linear 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Matematika Numerik : MA-3110 : 3 SKS : V (Lima) : Kalkulus II Standar Kompetensi: Menguasai konsep numerik dan mampu memecahkan persoalan matematik yang komplek dengan metode numerik serta mampu mengevaluasi hasil dan kesalahan numeriknya.1.6. Dapat menjelaskan 2. Pemanfaatan regresi linear untuk hubungan non-linear 5. Dapat menjelaskan diferensial dan konsep interpolasi dan integral menghitung suatu nilai dengan cara interpolasi 5.4. Konsep dan aplikasi regresi dalam statistik dan aplikasi dalam penelitian keteknikan 5.5. Dapat menjelaskan konsep numerik. Metode Irisan 4.4. Kompetensi Dasar 1 1. Konsep angka dan figur signifikan 2. Teori pendekatan dan penyimpangan 2. Interpolasi kwadrat 4.2. Interpolasi beda hingga (Newton) 4. Regresi polinom 2. Metode potongan tengah 3.3. Contoh bentuk-bentuk matematik yang sulit dipecahkan dengan metode eksak 1.4.1. Konsep dan manfaat metode numerik 1. Konsep interpolasi dalam keteknikan 4. Metode grafis 3.3. interpolasi dan regresi. solusi 4. Mampu konsep dan memecahkan menghitung akar-akar persoalan persamaan matematika yang komplek dengan metode numerik seperti: mencari akar persamaan derajat tinggi.2.2. Dapat menjelaskan konsep regresi dan memanfaatkan untuk menentukan persamaan yang mewakili data dengan teori regresi 59 . metode eksak dan metode numerik dan kesalahan numerik Materi Pokok 3 1.1.3. Metode iterasi sederhana satu titik 3. Metode Newton-Raphson 3. Regresi linear 5.3.2.2.1.1. Manfaat metode numerik dalam keteknikan 2. Memahami konsep matematika numerik Indikator Pencapaian 2 1. Interpolasi splin 5.5. Interpolasi polinom 4. Definisi. formulasi dan total kesalahan numerik 3.5. Akurasi dan presisi 2. Dapat menjelaskan teori dan rumusan kesalahan numerik 3.3.6.4. Perbedaan metode eksak dan metode numerik 1.7.

5 Integral fungsi yang tersaji dalam daftar. 2003. McGraw Hill Book.3. Regresi multi linear dan variannya 6. 9. Rinaldi Munir.1.5. Numerical Methods for Engineers with Personal Computer Applications. Metode Gauss-Siedel 7. Metode Trapesium (tunggal dan integral suatu fungsi multi segmen) yang komplek 8. M. Steven C. dan Raymond P.1. Capra. 1971. Review deret Taylor untuk konsep diferensial dan meramal nilai fungsi mampu menghitung nilai 7. Spigel.2. Metode Jacobi 6.3. Harijono Djojodihardjo. Canale. suati titik belakang dan sentral) 7. 7. Daftar Referensi: 5. Kreyszig. Advanced Engineering Mathematics. Konsep integral tertentu dalam 8.5. 1988.6. 6th Ed.. Mutasi deret Taylor untuk diferensial persamaan menurunkan rumus numerik dalam 2D dan 3D pada diferensial (selisih depan.R. Singapore 60 . Informatika. Metode Simpson 1/3 ((tunggal dan multi segmen) 8. McGraw-Hill. Advanced Mathematics for Engineers & Scientists. Jakarta. Bandung.1.2.. Dapat menjelaskan 6. Erlangga. John Wiley & Sons. Metode eleminasi Gauss-Jordan (SPL) dan Mampu 6. 8. 1985. 1983..4 Metode Simpson 3/8 8. Mampu menjelaskan 7. New York. Dapat menjelaskan persoalan geometrik dan konsep integral dan keteknikan mampu menghitung nilai 8. Rumus diferensial numerik dengan cara beda hingga 8.2. Konsep dan bentuk SPL sistim persamaan linear 6. Inc.3. Metode Numerik. E.4. Konsep deferensial suatu fungsi 7. New York. Co. Metode dekomposisi LU mencari solusi SPL (dekomposisi Gauss dan Crout) 6. Metode Numerik.4. 6.

Orde PD 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Persamaan Diferensial : MA-2209 : 3 SKS : IV (Empat) : Kalkulus II Standar Kompetensi: . 2. Contoh kasus keteknikan menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan. Erlangga (terjemahan) Sutarja. 2.2. 2003. Operator PD 1. PD orde 1 3. PD orde 2 3. Dapat menjelaskan dasar-dasar Persamaan Diferensial (PD) Materi Pokok 3 1.1.1. Advanced Mathematics. Fungsi periodik Fourier (deret 5. I Nyoman. Jilid 2. Sixth edition.3. Erwin Kreyszig.4. Dapat menyelesaikan Persamaan Deferensial 3. New York.2..Mampu menerapkan Deret Fourier (deret trigonometri yaitu sinus dan cosinus) dalam menentukan solusi fungsi-fungsi yang berhubungan dengan keteknikan Kompetensi Dasar 1 1. Penyelesaian Masalah Nilai menginterpretasikan PD Awal (syarat batas) dalam penyelesaian 4..2. Dapat 4. Fungsi Ganjil Deret Fourier dan 6. Fungsi Genap 6. Mampu merumuskan fenomena alam kedalam bahasa matematik ( Persamaan Deferensial dan Fungsi/Deret Fourier) 3.3. Materi kuliah Matematika IV 61 . PD orde tinggi (n) 4. Persamaan defferensial dan Deret fourier.1.1. PD linier homogen dan tak homogen 2. 1989.2. Purcell Edwin J.2.Mampu merumuskan fenomena alam menjadi model matematik dalam bentuk persamaan deferensial dan dapat mengintepretasikan dalam penyelesaian nyata . Formula Euler untuk Deret trigonometri) Fourier 6. 3.1. Memahami dasardasar Persamaan Diferensial dan Deret Fourier.1. PD sebagai model matematik fenomena real 2. 5. Mampu menyelesaikan Persamaan Defferensial dan Fungsi/Deret Fourier dengan baik dan benar dan dapat menginterpretasikan dalam penyelesaian nyata Indikator Pencapaian 2 1.3. John Wiley & Sons. Penerapan PD dalam teknik nyata sipil. Varberg Dale. Pengertian PD 1. Kalkulus. Daftar Referensi: 1. Dapat menjelaskan Deret 5. 1988. Dapat menyelesaikan 6. Edisi keempat. Dapat merumuskan fenomena real kedalam PD 3.

Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat

: Statistika : MA.2214 : 3 SKS : III (Tiga) :

Standar kompetensi : Memahami, menguasai konsep dan mampu menyajikan, menganalisis dengan piranti modern dan menyimpulkan data berdasarkan sampel dari populasi.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan aturan-aturan serta dan menghitung menghitung besar peluang probabilitas suatu pristiwa akan percobaan random, terjadi permutasi dan kombinasi Materi Pokok 3 1.1. PROBABALITAS 1.2. Percobaan Random 1.3. Probabilitas 1.4. Aturan-aturan Probabilitas 1.5. Permutasi dan Kombinasi 1.6. Hukum-hukum Probabilitas 1.7. Probabilitas bersyarat 1.8. Probabilitas bivariat 1.9. Teorema Bayes 2.1. Variabel Random 2. Dapat menjelaskan 2. Memahami, konsep-konsep variabel 2.2. Distribusi probabilitas untuk menguasai konsep, variabel random diskrit random diskrit ,serta dan menghitung 2.3. Ekspektasi (Expectation) untuk menghitung variabel random, Variabel Random Diskrit distribusinya distribusi 2.4. Distribusi Gabungan Variabel probabilitas untuk Diskrit (Jointly Distributed variabel random Discrete Random Variables) 2.5. Distribusi Binominal 2.6. Distribusi Hipergeometris 2.7. Distribusi Possion 3.1. Variabel Random Kontinyu 3. Dapat menjelaskan 3. Memahami, konsep-konsep variabel 3.2. Distribusi Probabilitas untuk menguasai konsep, Variabel Random Kontinyu random kontinyu dan dan menghitung 3.3. Ekspetasi untuk Variabel menghitung variabel random Random Kontinyu probabilitasnya kontinyu dan 3.4. Distribusi gabungan Variabel distribusi Random Kontinyu probabilitasnya 4.1. Distribusi normal 4. Dapat menjelaskan 4. Memahami, 4.2. Distribusi Student- t dan menghitung menguasai konsep 4.3. Distribusi Gamma probabilitas interval distribusi 4.4. Distribusi Beta variabel random probabilitas khusus 4.5. Distribusi Eksponensial dan kontinu 4.6. Distribusi Chi kuadrat 4.7. Distribusi F 4.8. Distribusi normal sebagai perkiraan terhadap distribusi binomial dan poisson 4.9. Sampling Dari Suatu Populasi 4.10. Distribusi Sampling Dari Mean Sampel 4.11. Distribusi Sampling Dari Proporsi Sampel

62

5. Memahami, menguasai konsep estimasi parameter populasi menggunakan data sampel 6. Memahami, menguasai konsep, memformulasikan estimasi interval parameter populasi

7. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern uji hipotesis

8. Memahami, menguasai konsep merumuskan, memformulasikan, menganalisis dengan piranti modern hubungan antara dua variabel

9. Memahami, menguasai konsep, merumuskan,

4.12. Distribusi Sampling Dari Varian Sampel 5.1. Estimasi titik 5. Dapat menjelaskan 5.2. Estimator Tak Bias (Unbiased dan melakukan Estimator penaksiran titik, sehingga menghasilkan 5.3. Efisiensi 5.4. Estimator yang Konsisten estimator efisien dan tidak bias 6.1. Estimasi interval 6. Dapat menjelaskan 6.2. Derajat Kepercayaan untuk dan menghitung Mean Distribusi Normal: Varian estimator interval suatu Populasi Diketahui parameter populasi berdasarkan informasi 6.3. Confidence Interval untuk Mean Populasi Normal: Varian sampel Populasi Tidak Diketahui 6.4. Confidence Interval untuk Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.5. Confidence Interval untuk Varian Populasi Normal 6.6. Confidence Interval untuk Beda Mean Dari Dua Populasi Normal 6.7. Confidence Interval Perbedaan Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 6.8. Estimasi Ukuran Sampel 7.1. Uji hipotesis 7. Dapat menjelaskan, merumuskan hipotesis 7.2. Konsep Uji Hipotesa dan uji hipotesa serta 7.3. Uji hipotesa mean distribusi normal varian populasi diketahui dapat menyimpulkan 7.4. Uji mean distribusi normal: hasil uji tsb varian populasi tidak diketahui dan sampel kecil 7.5. Uji varian distribusi normal 7.6. Uji proporsi populasi (Sampel Besar) 7.7. Uji Beda Dua Mean 7.8. Uji Beda Dua Proporsi Populasi (Sampel Besar) 7.9. Uji Kesamaan Varian Dua Populasi normal 8.1. Korelasi 8. Dapat menjelaskan 8.2. Rank Correlation dan menghitung 8.3. Model Regresi linier sederhana hubungan antara dua 8.4. Estimasi kuadrat terkecil variabel dan kekuatan hubungan tersebut serta 8.5. Asumsi standar untuk model regresi linier menguji hipotesis awal 8.6. Teorema Gauss-Markov 8.7. Explanatory Power Persamaan Regresi linier 8.8. Confident interval dan uji hipotesa 9. Dapat menjelaskan 9.1. Model regresi berganda dan menghitung 9.2. Estimasi kuadrat terkecil kekuatan hubungan 9.3. Asumsi standar untuk model

63

antara variabel bebas memformulasikan, dengan variabel terikat menganalisis dengan piranti modern hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas yang lebih dari satu 10. Dapat menghitung 10. Memahami, dan membandingkan menguasai konsep mean dari K populasi merumuskan, yang memiliki varian memformulasikan, sama bedasarkan menganalisis sampel dengan piranti modern membandingkan mean dari k populasi yang memiliki varian sama

regresi berganda 9.4. Teorema Gauss-Markov 9.5. Confident interval dan uji hipotesa parameter regresi 9.6. Peramalan

10.1. Analisa Varian 10.2. Perbandingan antara beberapa mean populasi 10.3. Analisa Varian satu arah 10.4. Analisa varian dua arah

64

Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK GEOLOGI TEKNIK Kode Mata Kuliah TS-1253 TS-5041 TS-2154 TS-2255 TS-5042 TS-5044 TS-2256 TS-3157 TS-5043 Mata Kuliah GEOLOGI TEKNIK GEOLOGI TEKNIK LANJUT MEKANIKA TANAH I MEKANIKA TANAH II MEKANIKA TANAH LANJUT METODE PERBAIKAN TANAH TEKNIK PONDASI I TEKNIK PONDASI II TEKNIK PONDASI LANJUT SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional 65 .

1994. faktorfaktor dan hasil pelapukan 3.Dapat menjelaskan Site Investigation 5. hasil dan interpretasi hasil 4.3 Proses terbentuknya bumi 1. A. Jawa Timur Pitts. proses. Simons.1 Site Investigation.2.Dapat memahami peta Geologi 5. NY .2 Fungsi batuan/tanah dalam bangunan teknik sipil 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik : TS-1253 : 2 SKS : II(dua) :- Standar Kompetensi : Menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. Site Investigation. Blackwell Science.1 Macam-macam batuan 2.Dapat menjelaskan siklus hidrologi 3. 2003. struktur geologi dan siklus geo-kimia Materi Pokok 3 1.. C.I. Malang. M. GB.E. Blackie Academic & Professional.3 Respons teknik terhadap pengaruh air permukaan 4. John Wiley & sons. Foundations of Engineering Geology. Bayu Media Publishing. Mochamad. 3. GB. 66 .Dapat menjelaskan macammacam batuan. Dapat menentukan fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Indikator Pencapaian 2 1.C..Interpretasi peta geologi 5. A Manual of Geology for Civil Engineers.5 Siklus Geo-kimia 2. Dapat menjelaskan pengertian Geologi dan Geologi Teknik serta proses terbentuknya bumi.1 Pengertian Geologi dan Geologi Teknik 1. Geologi Lingkungan.Pengenalan cara pemilihan site dari hasil interpretasi peta Daftar Referensi: 1. 4. London. 1995.C Matthews.4 Struktur Geologi 1. 1984. & N.3.Toronto Waltham. Clayton. membaca peta 5. 2.3 Hasil pelapukan 2. Munir.R.2 Bentuk-bentuk air permukaan 3.1 Siklus hidrologi 3.2 Proses dan faktor-faktor pelapukan 2.1 Peta geologi : macam. John. London. simbul.

1995. A.Toronto Waltham.1 Pelapukan Batuan (Pelapukan pada batuan. A Manual of Geology for Civil Engineers. London. 3. Munir. Dapat menginterpretasikan peta geologi untuk kebutuhan teknik sipil Daftar Referensi: 1. Jawa Timur Pitts. tingkat pelapukan.R.I. Malang. Mochamad. Blackwell Science. Site Investigation.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geologi Teknik Lanjut : TS-5041 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik Standar Kompetensi : Menerapkan/memberikan respon teknis terhadap fenomena-fenomena geologi yang berhubungan dengan bidang ketekniksipilan Kompetensi Dasar 1 1. John. Menerapkan respon teknis terhadap fenomenafenomena geologi Indikator Pencapaian 2 1.1 Keruntuhan pada batuan 5.1 Kekuatan Masa Batuan dan pengukurannya 4. Blackie Academic & Professional. NY . C.1 Proses dinamika bumi – Struktur Geologi (Fracture : Faults. GB. Bayu Media Publishing.. pelapukan pada limestone) 3. 67 . 2.E. 1984. John Wiley & sons. Folds dan Non-tectonics structures) 2. Dapat mengukur kekuatan masa batuan 4. Foundations of Engineering Geology.C Matthews. Dapat memahami proses pelapukan dan tingkat pelapukan 3. Dapat menganalisa keruntuhan pada batuan 5. Dapat memahami proses dinamika bumi Materi Pokok 3 1. M.. Geologi Lingkungan. London. 1994. & N. 4. 2003. Clayton. Joints. GB. Simons.C.1 Peta geologi dan Intepretasinya 2.

1. Teori Rankine dan Coulomb dan koefisiennya 9.1. kohesi dan sudut geser dalam 9. Penyebaran beban 2 : 1 tekanan dalam tanah 11. Dapat memahami 11.1.2. Standard Proctor 6.1. kadar pori.2. Teori kuat geser Mohr-Coulomb 8.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah I : TS-2154 : 2 SKS : III (Tiga) : Geologi Teknik Standar Kompetensi: Memahami jenis-jenis. Teori pemadatan tanah. Tekanan di dalam tanah 7.3.3. Dapat memahami 10. Teori Terzaghi tentang daya dukung tanah 10. Menentukan parameter geser. Modified Proctor 6. Penyebaran tekanan dalam tanah pola penyebaran 11.4.2.1.1. tekanan air pori dan tekanan efektif 8. Tekanan efektif. Teori daya dukung lainnya : Mayerhoff 11. kp) 10. Teori penyebaran beban lainnya : Newmark dll 68 . Pemadatan tanah 6. Segitiga Missisipi) 6. Dapat mengetahui sifat – sifat umum tanah 3.2. Kuat geser tanah 8. Koefisein tanah lateal (ko. Cassagrande Chart.4. Pengertian tanah dan mekanika tanah 2.4. kadar air. batas atterberg) 5. Dapat memahami konsep dan metode pemadatan tanah Materi Pokok 3 1. Pola keruntuhan tanah 10. berat jenis. Tekanan tanah lateral tekanan tanah lateral 9. sifat fisik dan mekanik tanah yang berhubungan dengan bidang teknik sipil Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Daya dukung tanah daya dukung tanah 10. Dapat menjelaskan sifat fisik dan mekanik tanah 5. Teori Boussinesq 11.2. ka.3.1. Nama tanah dan klasfikasi tanah (USCS.1. tekanan air pori.1. Dapat memahami 9. Faktor daya dukung tanah 10.3.5. Sandcone 7. Dapat mengetahui jenis –jenis tanah 4. Volumetri dan indeks properti (berat volume. Memahami pengertian tanah dan jenis – jenis dan mekanika tanah sifat – sifat umum tanah 2. Dapat memahami konsep tekanan total.1.3. Dapat menjelaskan 1.5. AASTHO. Sifat-sifat umum tanah 3. Jenis –jenis tanah 4. Dapat menjelaskan nama dan klasifikasi tanah 6.2. pemadatan tanah di laboratorium dan di lapangan 6. tekanan total 7. Dapat memahami kuat geser dari suatu masa tanah 8.

H.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. Gramedia Pustaka Utama.N. V.J.1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT..B.P.B.Jakarta.Kovacs. 7. 5. Craig. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers. R. Jakarta Holtz.Daftar Referensi: 1.1979 ‘Soil Mechanics..1985.S. 9.D. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons.W. Delhi 69 ..prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. 8.M..R.F. & W. 2. 6..M. 4. New Delhi Verna. Jakarta Hari Chrisady H.D. 3.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.B. New York Sutton. New Jersey Lambe.C.Mochtar. Duncan.SI Versions’ John Wiley & Sons.T.

1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.2. Jakarta Hari Chrisady H. 5. Prosentase penurunan 2. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy. Pengertian permeabilitas tanah 1. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.2.1.J. 3.1. & W. 9.. Dapat menentukan besar 2.T. 1.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah II : TS-2255 : 2 SKS : IV (Empat) : Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menentukan besarnya gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan.2. Flownet di tubuh bendungan 1.1. Stabilitas lereng terjadinya keruntuhan kemantapan lereng pada 3. Dapat melakukan 4.4.SI Versions’ John Wiley & Sons.R.P.1976 ‘ An Engineering Manual For Settlement Studies ‘ Das.6. Cara –cara perhitungan stabilitas lereng 4. Pengertian stabilitas lereng lereng kondisi tertentu 3. Delhi 70 . Duncan. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. Memahami konsep besarnya rembesan dan rembesan pada bahaya rembesan pada bendung dan bendung atau bendungan bendungan dan bahaya yang mungkin terjadi Materi Pokok 3 1.1. Praktikum Penyelidikan Tanah pengujian dan pengujian dan penyelidikan sifat fisik penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah dan mekanik tanah Daftar Referensi: 1. 2.Mochtar.1. 4.. Koefisien konsolidasi Cv 2.9.2.5.2.8. Memahami penyebab 3. besarnya dan waktu penurunan pondasi. Memahami konsep 2.1. Flownet di bawah tubuh bendung 1.3. Koefisien permeabilitas di lab. 6..N. Dasar – dasar perhitungan stablitas lereng 3. R.S. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.6. Konsolidasi dan Penurunan konsolidasi dan dan waktu penurunan 2.3.1.1. Dapat menentukan 3. Craig.1. Besarnya penurunan 2.1. Permeabilitas di lapangan 1.1.Jakarta. Pengertian prinsip konsolidasi penurunan yang terjadi suatu bangunan 2. 7.Kovacs.1. Koef.M. Gramedia Pustaka Utama.B.1.1.3. Rembesan (Aliran air dalam tanah) 1.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip.W.permeabilitas tanah berlapis 1. 8.D. Koef.1.1. New Jersey Lambe.C.2.1. Jakarta Holtz.1. Indek kompresi Cc pada tanah 2.1985. Stabilitas bendung 1. New Delhi Verna.B.1.. Bentuk – bentuk keruntuhan lereng 3.7.4.M.H. New York Sutton.1. Waktu penurunan 3. V.D. Mampu melaksanakan 4.1.1979 ‘Soil Mechanics. kemantapan lereng Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1..F. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.1. Dapat menentukan 1.B.4.1. Bahaya rembesan 2. Pengenalan flownet 1.

1979 ‘Soil Mechanics. Mengaplikasikan 4.B. Mengaplikasikan daya dukung tanah untuk perencanaan pondasi khusus Indikator Pencapaian 2 1.B.M. R. kemantapan lereng Kompetensi Dasar 1 1.1985. Kapasitas daya dukung pada kasus khusus seperti : pondasi bentuk khusus.M. Jakarta Holtz.T. New Jersey Lambe. 2. flaxis) • Cara – cara menanggulangi keruntuhan lereng Daftar Referensi: 1. 3. 1975 ‘ Problems In Soil Mechanics’ Khanna Publishers.S.. 6.N.H.prinsip Rekayasa Geoteknik)’ Erlangga. 8. Dapat menentukan 4. V. 7. Dapat menentukan besarnya daya dukung tanah pada kondisi khusus Materi Pokok 3 1. 1981 ‘An Introduction to Geotechnical Engineering’ Prentice Hall. 9.1. pondasi berdekatan bangunan yang sudah ada dll 2. 5. Dapat menentukan besar 3.1993 ‘Mekanika Tanah (Prinsip. gaya rembesan dan bahayanya pada bendungan. Jakarta Hari Chrisady H.SI Versions’ John Wiley & Sons.C.D. Mengaplikasikan 3. 4. Delhi 71 ..1992 ‘ Mekanika Tanah I ‘ PT.B.R.J.. Stabilitas lereng metode perbaikan kemantapan lereng pada • Cara – cara menentukan lereng kondisi tertentu garis keruntuhan dan menghitung kemantapannya • Penggunaan program dalam perhitungan kemantapan (stable. 1989 ’Mekanika Tanah’ Erlangga.D. New Delhi Verna. Seepage and flownet 2. 1975 ’Solution of Problems in Soil Mechanics’ Glasgow college of building Murthy.. & W.P. Craig.Kovacs.Jakarta.Mochtar. besarnya dan waktu penurunan pondasi..1.W.1.F. Konsolidasi dan penurunan konsep konsolidasi dan waktu penurunan dan penurunan yang suatu bangunan terjadi pada tanah 4. Gramedia Pustaka Utama. 1977 ‘ Soil Mechanics and Foundation Engineering’ Dhanpat Rai & Sons. Mengaplikasikan 2. New York Sutton.1. Duncan. Dapat menentukan konsep rembesan pada besarnya rembesan dan bendung dan bahaya rembesan pada bendungan dan bendung atau bendungan bahaya yang mungkin terjadi 3. Terjemahan Jilid 1 & 2 : Noor Endah & Indrasurya B.1976 ‘An Engineering Manual For Settlement Studies‘ Das.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Tanah lanjut : TS-5042 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Mekanika Tanah I dan II Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara-cara menentukan besarnya kapasitas daya dukung tanah pada kondisi khusus.

NY. O. McGraw Hill. Bowles. McGraw Hill. Teknik Pondasi 1&2 Standar Kompetensi: Menganalisa metode perbaikan tanah dengan tepat. 2.3 Preloading 1 tahap 6. An Introduction to Geotechnical Engineering.E.Review Mekanika tanah tentang indeks properti. Sydney. R. Koerner.5 Preloading kombinasi dengan vertical drains 7 Dapat memahami jenis. 1992. vaccum. Prentice Hall.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metode Perbaikan Tanah : TS-5044 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Geologi Teknik.. dan bahan sintetik 6 Dapat memahami teori 6.1 Kembang susut tanah kembang susut tanah.2 Teori preloading 6.3 Heave (daya angkat) tanah 4 Dapat memahami 4. Engineering Properties of Soils and Their Measurement. New Jersey. J.. Physical and Geotechnical Properties of soils. Koerner. NJ. R. 3.. Soil Stabilization – Principles and Practice. London 72 . 3.2. Butterworth. Holtz.1 Pengenalan Preloading preloading 6. 1986.1 Pemadatan metode pemadatan 4.1 Stabilisasi tanah metode stabilisasi tanah 5. 2. 1984. R. Bowles. & W. Mekanika Tanah 1&2.. 6. & J.3 Pemadatan khusus: vibrocompaction.2 Potensi pengembangan tanah 3. J. Menganalisa 1 Dapat menjelaskan 1.B. kimia. NY.D. 1990.M. 1981. M.. heavy tamping compaction. 1972. Darinage & Erosion Control.G.D. Deep compaction.2 Stabilisasi mekanis.E. Designing with Geosynthetics.Indeks Properti tanah 3 Dapat menentukan 3.7. Ingles. blasting 5 Dapat memahami 5. Geosynthetics In Filtration. Daftar Referensi: 1.1 Pengenalan Geosintetik jenis dan fungsi 7.1.2 Review teori pemadatan khusus pada tanah 4. Prentice Hall. 4. 5.4 Preloading bertahap 6. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Kovacs. Metcalf.2 Jenis-jenis dan fungsi geosintetik geosintetik. Elsevier AS.1 Metode perbaikan tanah metode metode perbaikan tanah perbaikan tanah 2 Dapat memahami 2.

3. B.E.. pondasi dangkal trapesium. McGraw Hill.3.3. Merencanakan pondasi telapak 1. 3.2. Prentice Hall. 4. Das. P. Foundation Analysis & Design. Daya dukung pondasi rakit pondasi rakit 3.M. Principles of Foundation Engineering.1. Strap footing 3.7. Dapat menentukan 4. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).. J. 1993.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi I : TS-2256 : 2 SKS : IV(empat) : Mekanika Bahan dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa beberapa alternatif pondasi dangkal bangunan gedung dan bangunan teknik sipil lainnya dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1.5. Bowles. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. Dapat mendimensi 3. 1994. J.1. Jakarta. Boston. PWS-Kent. Donald.4. Menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah Materi Pokok 3 1.4. 1990. Dinding type Gravity Retaining Wall terhadap indikator 4. McGraw Hill. Perhitungan stabilitas dan dimensi stabilitasnya 4.1. B.6.6. Macam-macam pondasi 1. Pengaruh pondasi pada tanah (pengertian pondasi) 1. NY. Macam-macam dinding penahan dimensi Konstruksi tanah Dinding Penahan Tanah 4. Das. bentuk T. Review tekanan tanah 4. Jenis-jenis tanah dan Tegangan ijin tanah (review) 1. Foundation Design – Principles & Practice. Pembebanan momen arah x dan y 3.M. 1996. 2. Dapat menganalisis hasil penyelidikan tanah dan menentukan tegangan ijin tanah dan dapat mendimensi pondasi telapak 2... New Jersey 73 . 1985. Physical and Geotechnical Properties of soils. Dinding penahan tanah type cantilever Merencanakan dimensi dan kontrol stabilitas Indikator Pencapaian 2 1. Tekanan yang terjadi di bawah pondasi Merencanakan 2. Coduto. Erlangga. Bowles. Macam-macam muatan yang bekerja – (ijin dan ultimit) 1. 5. Tekanan tanah aktif dan pasif dan pemeriksaan 4. NY. Dapat merencanakan 2. Penyelidikan tanah (review) 1..1. Mendimensi pondasi rakit 4.2.5. Daftar Referensi: 1. Merencanakan pondasi kaki berbagai jenis pondasi kaki gabungan gabungan : Bentuk segi empat. 1984.E. Mochtar.

Tugas Teknik Pondasi (Sekurang-kurangnya 4 kali bimbingan dengan dosen asisten yang ditunjuk dan mendapatkan surat puas sebagai syarat dikeluarkannya nilai Teknik Pondasi II) 2.2. Physical and Geotechnical Properties of soils. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. 4. Merencanakan Pondasi Sumuran 3. turap dan pondasi dalam Daftar Referensi: 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi II : TS-3157 : 2 SKS : V(Lima) : Teknik Pondasi I dan Mekanika Tanah I Standar Kompetensi: Menganalisa konstruksi pondasi tiang. New Jersey 74 . Coduto. Das.1. McGraw Hill.4. J. B. Dapat menentukan kapasitas daya dukung (ultimit dan ijin) pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Materi Pokok 3 1..2. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 2..1. Donald. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 3. 1996. McGraw Hill. 1990. Dapat Merencanakan konstruksi Turap dengan benar 4. 1985. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 3. PWS-Kent. Merencanakan pondasi tiang tunggal dan pondasi tiang kelompok Indikator Pencapaian 2 1.5..6.3. Kriteria perancangan pondasi tiang 1. Penjangkaran 4. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. 1984. Das. Merencanakan konstruksi turap 2. NY.4. Peruntukan dan Kriteria Perancangan Turap 3. 5. NY. 3. Foundation Analysis & Design. P. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1. Bowles. 1994.E. pondasi sumuran. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Sumuran 2. Erlangga.1. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 3. Foundation Design – Principles & Practice. Bowles. Merencanakan berbagai konstruksi geoteknik 4. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis).3. J.. Jakarta. Dapat menentukan pilihan dan merencanakan konstruksi pondasi dangkal.M.E. Boston. Mochtar.1. Prentice Hall. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1. dinding penahan tanah. Dapat menentukan dimensi pondasi sumuran 3. Merencanakan dimensi pondasi Sumuran 3. 2.5. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 3..2.M. dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar 1 1. Jenis. 1993. B. Principles of Foundation Engineering.

8. Dapat Menentukan 4. Dapat merencanakan 1. McGraw Hill. Susunan dan Efisiensi grup tiang 1. Bowles.2. Penjangkaran 2.6.3.E.3. NY. Daya pondasi tiang dengan Dukung pondasi berbagai macam tiang tunggal ijin formula dan tiang tunggal dalam grup. Turap kantilever pada tanah berbutir kasar 4. 3. 1996. J. NY. 4.3. Dapat menentukan 2. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir halus 4. Kontrol Stabilitas Merencanakan 4. 1984. Kriteria perancangan pondasi tiang 1.1.4.2. dan mampu merencanakan pondasi tiang Materi Pokok 3 1. Turap berjangka dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir kasar 4.5.6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pondasi Lanjut : TS-5043 : 2 SKS : VIII (delapan) : Teknik Pondasi I dan II Standar Kompetensi: Menentukan pilihan dan merencanakan pondasi tiang. Penurunan pondasi tiang 1. Bowles.8. Kapasitas Daya Dukung tiang dalam grup 1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi Caisson dimensi pondasi Caisson Caisson dan kontrol 3. Caisson dan Turap dengan cermat dan benar Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2.7. 2. Peruntukan dan Kriteria konstruksi turap kedalaman konstruksi Perancangan Turap Turap 4. Menentukan susunan dan dimensi Kap. Merencanakan Pondasi Sumuran terhadap upliftnya 2. Kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal berdasarkan hasil tes tanah di laboratorium 1.E. Kapasitas Daya Dukung Pondasi pondasi dimensi pondasi Sumuran Sumuran sumuran dan kontrol 2.4. Turap kantilever pada tanah berbutir halus 4. Kapasitas tiang horisontal Merencanakan 2. Merencanakan Pondasi Caisson terhadap stabilitasnya 3.5.1.3. Daftar Referensi: 1.. J. Kapasitas Daya Dukung tiang berdasarkan rumus dinamis 1. 75 .2. Kapasitas Uplift Pondasi Sumuran Merencanakan 3. Foundation Analysis & Design. pondasi sumuran. Turap berjangkar dengan perletakan bebas pada tanah berbutir kasar 4.1.7.1.. Turap berjangkar dengan perletakan terjepit pada tanah berbutir halus 4. Jenis. Physical and Geotechnical Properties of soils. McGraw Hill. Dapat menentukan 3. Kapasitas Daya Dukung tiang aksial berdasarkan tes pembebanan di lapangan 1.

. Das. PWS-Kent. Boston. 1994... Mochtar. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). New Jersey 76 . Prentice Hall.M.3. B. 1990. P.M. Principles of Foundation Engineering. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B. 1993. Coduto. 1985. 5. 4. Foundation Design – Principles & Practice. B. Jakarta. Das. Donald. Erlangga.

Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK MANAJEMEN KONSTRUKSI Kode Mata Kuliah TS-5055 TS-5052 TS-4278 TS-2271 TS-4172 TS-5051 TS-5053 TS-5054 TS-4170 Mata Kuliah AKUNTANSI BIAYA PROYEK ANALISIS SISTIM ASPEK HUKUM PEMBANGUNAN EKONOMI TEKNIK MANAJEMEN KONSTRUKSI MANAJEMEN KONSTRUKSI LANJUT MANAJEMEN MUTU TERPADU MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA METODE PELAKSANAAN DAN PEMELIHARAAN KONSTRUKSI SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.Institusional 77 .Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.

Menyebutkan perbedaan antara perusahaan perorangan. 5. dan prinsip-prinsip akuntansi yang harus diikuti dalam menyusun laporan keuangan Materi Pokok 3 1.1. laporan keuangan periodik yang disusun akuntan. 4. DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN 2. Menjelaskan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyusun laporan keuangan yang sederhana 1. pekerjaan– pekerjaan yang dilakukan akuntan.keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung prosesproses penyelesaian bidang teknik sipil. kewajiban. menyebutkan saldo yang biasa terjadi pada rekening-rekening aktiva.1.3. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika. menerapkan aturan pendebetan dan pengkreditan dan pencatan transaksi 2. Mahasiswa mampu dan dapat menganalisa bagaimana pengaruh transaksi keuangan dicatat dan disimpan dalam catatan akuntansi 78 . 2. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien. Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi yang diperkenalkan dalam bab ini 1. Memperjelas fungsi akuntansi dan sifat serta tujuan informasi yang dihasilkan 1.5. 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Akuntansi Biaya Projek : TS-5055 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Dapat membaca dan memahami laporan keuangan sebagai input informasi hasil dari kegiatan proyek Kompetensi Dasar 1 Mengerti dan memahami pendekatan.metode dan kaidah ilmiah dalam bidang Teknik Sipil. 3. Mengenali dan mampu menunjukkan pengaruh transaksi perusahaan terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi 2.2.4. modal.3. PENDAHULUAN 1.sains dan teknologi dalam aplikasinya dibidang Teknik Sipil. menjelaskan mekanisme metoda pembukuan berpasangan dan menerangkan mengapa transaksi dicatat dengan cara mendebet dan mengkredit dengan jumlah yang 1. Mahasiswa mampu menganalisa profesi akuntansi. Menguasai teknik.4. persekutuan dan perseroan 1. pendapatan dan biaya 2.2. menyebutkan nama rekening yang sering dipergunakan dan hal yang dicatat dalam rekening tersebut 2.6. Pengetahuan tentang isu-isu terkin Indikator Pencapaian 2 1. Menyebutkan bidang-bidang akuntansi dan menguraikan pekerjaan yang dilakukan dalam masing-masing bidang 1.

Diskusi dan contoh kasus DAFTAR REFERENSI: 1.2. Gadjah Mada 3. Melakukan penyesuaian pembukuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian 5. JURNAL DAN POSTING 3. edisi 6. Pos sub kontraktor 6. Pradnya Paramita. Asiyanto. NERACA LAJUR 5. ’Dasar – Dasar Akuntansi’ Univ. Mahasiswa dapat memasukkan salah satu tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan 5. Mahasiswa mampu dan dapat memasukkan data dari transaksi yang terjadi kedalam buku besar 4.3. Membuat Neraca Lajur untuk suatu perusahaan jasa 5.8.3. Bukti – bukti transaksi 3. Jurnal 3. edisi 4 ’Manajemen Keuangan’ Fak. 1996.4. Menyusun laporan keuangan dari suatu neraca lajur 6. Mahasiswa dapat menganalisis kegiatan pembelanjaan selama proses pelaksanaan proyek sehingga mencapai salah satu sasaran yaitu efisiensi 7. Mahasiswa dapat menentukan pemakaian dan untuk menunjukkan pengaruh penyesuaian yang telah dilakukan dan mengorganisasi data sebagai persiapan untuk menyusun laporan keuangan sama 2.3.1. Transaksi 3. Menjelaskan mengapa ‘’ Neraca Lajur’’ diperlukan 5.6. Pos overhead proyek 6.5. Indriyo Gito Sudarmo.4. Aspek – aspek control 7. Buku besar 4. Pos duties dan cadangan 7. Unsur-unsur bahan. waktu pelaksanaan proyek. 2003 ’Construction Project Cost Management’ PT.7.1. PENYESUAIAN PEMBUKUAN 4.4. menyebutkan tujuan dan proses pembuatan neraca saldo 3. Jakarta 4.2. Jilid 1. Mahasiswa dapat menganalisis dan menghitung pengendalian proyek dengan 3 (tiga) variabel yaitu kualitas proyek. CONSTRUCTION COST CONTROL 6. Maksud dan tujuan Cost Budget 6.1. Haryono Jusup.1. Terbuka 2. Pos persiapan / penyelesaian 6. upah dan alat 6.3. dan biaya pelaksanaan proyek 8. Sugiharto & Suwardjono. Kode biaya 6.1. Al. Kebijakan pelaksanaan 6. Break Event Point 7. ’Pengantar Akuntansi I’ Univ.3.2. Hedging 7. Ekonomi UGM 79 .5. Mahasiswa dapat menganalisis studi kasus yang terkait dengan biaya project 7.2.

4. Kemampuan menghitung 2. H. dan menjelaskan peranan 1. Salemba Empat. -------------------. Bernard W. 2.5. Kasus ketekniksipilan dengan model transportasi 3. Kemampuan memodel sistem ketekniksipilan dengan program linear. Menyelesaikan model dengan QSB Daftar Referensi: 1. Fakultas Teknik Jurusan Sipil. Ossenbrugen. Kemampuan menggunakan Excel dan QSB untuk menganalisis pemodelan sistem ketekniksipilan 3.1. Model Assignment 3.7. Modul Kuliah. Kasus ketekniksipilan dengan model assignment 4. Model Transhipment sistem. 1996.2. Anwar. Jakarta. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. 1984.1. Jenis-jenis model ketekniksipilan 2. A.1. Surabaya.2.5. Model program linear (PL) 2. Mampu menjelaskan pengertian sistem dan model.2. Kasus ketekniksipilan dengan model transshipment 3. Systems Analysis for Civil Engineers. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Mampu menggunakan transportasi.. Udayana. dll) 2. QSB. Perbedaan sistem dan model sistem dan model dalam 1. Riset Operasi Suatu Pengantar.4. 2. Penyelesaian PL dengan Metode simpleks aplikasi komputer dan assignment 2. transportasi. Taha.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Analisis Sistim : TS-5052 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Pemrograman Komputer Standar Kompetensi : Mampu menganalisis sistem ketekniksipilan dengan baik dan benar untuk mendukung pengambilan keputusan.. Analisis sensitifitas (Excel. Analisis Sistem.4. Univ. New York.3. transhipment 2. Elemen-elemen sistem menganalisis sistem 1.3. Nadjadji.6.. Sains Manajemen.3. Model Transportasi untuk menganalisis 2. Taylor. Menyelesaian PL dengan excel 4. 1994. Kasus ketekniksipilan dengan model PL 3. 2005. John Wiley & Sons.2. 3. Menyelesaikan PL secara grafis model program linear. 1996. Mampu memodel dan 1. Memodel PL dengan excel 4. Paul J.3. Peranan model dalam teknik teknik sipil sipil 2. Jakarta.1. 5. 4. transhipment dan assignment 4. Binarupa Aksara. Pengertian sistem dan model. Denpasar 80 . Kompetensi Dasar 1 1. 3. Analisa Sistim dan Penelitian Operasional. Kemampuan membedakan 1.

Kemampuan mhs. Negosiasi pengelolaan bisnis perselisihan 5. Harga Perkiraan Sementara (HPS) 6. Kontrak Rencana Program belajar AHP dalam Pembelajaran waktu satu semester 1. Arti.1. Strategi antisipasi atas Perubahan 4. dan memanfaatkan sumber 2. LINGKUNGAN tender. Strategi berprestasi memahami 3. Etika Bisnis etis dalam kemungkinan 5. dokumentasi 4.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Aspek Hukum Pembangunan TS-4278 2 SKS VIII (Delapan) - Standar Kompetensi: Mampu berfikir secara logis.5. PENGORGANISASIAN 6. untuk mengantisipasi isu-isu global terkini. 1. serta dapat menyusun strategi KEWIRAUSAHAAN membuat kontrak untuk perkembangan 4.2. PENGANTAR KULIAH AHP merencanakan strategi 1. analitis dan sistematis.1.1. 4.1. Kemampuan mhs.4.3. Jadwal Pengadaan B/J 81 . Ruang lingkup materi AHP 2. menanggulangi berkomunikasi secara 5.6.2.4. Perjanjian (dispute) yang 6.2. PENGEMBANGAN PRESTASI 3. Mobilisasi Sumber Daya jasa. Kemampuan mhs. Maksud. Perencanaan & Pengendalian mengendalikan Usaha daya secara optimal perusahaan bidang 2. Pengertian & istilah dalam AHP 1. kerja dalam negeri usaha kedepan Usaha maupun 4. terjadi dalam PENGADAAN BARANG/JASA mengorganisasi kontrak kerja 6. 3. pengadaan barang/jasa 6.2. Peluang Usaha internasional.4. & Manfaat 1. Pengusaha Andal kewirausahaan. Mahasiswa dapat 4. 4. tujuan. Fungsi & cirri-ciri mampu Kewirausahaan karakteristik mendirikan.3. KOMUNIKASI BISNIS 5.4. Pengembangan Pribadi dlm. Sistem Pengadaan B/J 6. Mahasiswa dapat prestasi untuk menjadi 3. Motivasi berprestasi mengembangkan 3. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Perusahaan dan dagang. Mahasiswa dapat memahami keseluruhan peraturan yang berkaitan dengan pembangunan. menanggulangi masalah pembangunan secara legal dan profesional. Perencanaan Pengembangan mengendalikan Kewirausahaan dan 5. Kemampuan mhs. Mahasiswa mengertikan tentang 2.4. Metoda Pengadaan B/J 6.3. 3. manufaktur.1. Kemampuan mhs. 2. Kualifikasi Wirausaha unggul wirausahawan yang prosedur dan unggul.3. dan mengelola. Kemampuan mhs.2. KEWIRAUSAHAAN 2. 2. Dokumen Pengadaan B/J 6.3.3. Panitia Pengadaan B/J kebutuhan dalam konstruksi.2. Azas Kebersamaan (arbitrase) 5. Kompetensi Dasar 1 1.

3 Bentuk/Tipe Kontrak 10.1 Dasar Ketentuan melaksanakan dan 11. PROSEDUR PELELANGAN B/J 7.3 Kontrak Jasa Konsultasi pengawasan thd kontrak dengan baik 11. 8. Evaluasi Penawaran 7. dan 12.2 Sistem Evaluasi Kualitas 9. melakukan prosedur PENUNJUKAN & SWAKELOLA PENYEDIA B/J pemilihan dan penunjukan langsung. Uang Muka 9. Kemampuan mhs. 10.6 Pengadaan Jasa Konsultasi Perorangan 10. Pelelangan Ulang 8.7.2.5 Kontrak Pengadaan Jasa lain 11. 11.5 Formulasi Masalah 13.1 Ragam Perselisihan dalam kontrak kerja 12.3 Hasil Karya Intelektual 82 . Swakelola proyek swakelola 8. BIDANG KONSTRUKSI merumuskan masalah Perikatan dan perselisihan/sengketa 12. Kontrak Pengadaan B/J 8.3. JASA KONSULTASI mengikuti tender 9. PENYUSUNAN KONTRAK menyusun kontrak 10.2 Litigasi vs Arbitrase konstruksi. PROSEDUR PENGADAAN 9. PELAKSANAAN KONTRAK 11.2 Tugas dan Tanggung-jawab Profesi seorang professional.4.2. Kemampuan mhs.4 Kontrak Pengadaan Barang 11.4 Sistem Evaluasi Pagu Anggaran 9.1 Dokumen Pengadaan Jasa pengadaan jasa Konsultasi konsultasi 9. mengetahui peranan Himpunan Profesi) pihak ketiga 12.3 Sistem Evaluasi Teknis dan Biaya 9.5.1.1 Maksud dan Tujuan yang benar 10.2 Aspek-aspek dalam Kontrak 10. 8. Kemampuan mhs.4 Peran Saksi Ahli dan Forensik 12.5 Penunjukan Langsung 9. menhargai hasil karya 13. PENANGANAN SENGKETA 12. Kemampuan mhs. Kemampuan mhs. 13. Penetapan Pemenang Penyedia B/J 7. FIDIC. Pemilihan Langsung 8. Penunjukan Langsung serta melakukan 8.4 Kerangka Kontrak Dokumen Kontrak 11.3 Peran institusi (BANI. Penjelasan Lelang (Aanwijzing) 7. ORGANISASI PROFESI 13.1. PROSEDUR PEMILIHAN. Kemampuan mhs.3.6 Pengawasan dan Pemeriksaan 7.2 Kontrak Jasa Pemborongan melakukan 11. Kemampuan mhs. mengikuti prosedur pengadaan / pelelangan barang/jasa 12.4.5 Sistem Evaluasi Biaya Terendah 9. Persyaratan Peserta Lelang 7.1 Kegiatan Profesi menjalankan tugas dan tanggung-jawab 13.5.

Jakarta Hamid Shahab. 6. 5.4 Etika (attitude). 29.3 Biaya Kegagalan Konstruksi 14.2 Profesionalisme konstruksi 14. Rineka Cipta. 2000 “PP No. Manajemen. 28. Metode. No. 80 tahun 2003.Citra Aditya Bakti. 18 tahun 2002. Kemampuan mhs. 2000 “Keppres No. 10. tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” Sinar Grafika Offset.4 Lisensi lain secara legal 14. 7. tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” ------------.sendiri maupun orang 13.70 tahun 2005. 14. & 30 tahun 2000” ------------. 15. 12. 2002 “Kontrak Pemborongan Mega Proyek” PT. 13. Jakarta Mas’ud Machfoedz. dan Asfahani. KEGAGALAN KONSTRUKSI 14. 1995 “Kewirausahaan Indonesia” PT. dan Juknis tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barasng/Jasa Instansi Pemerintah” Restu Agung. Jakarta Djumialdji. 32 tahun 2005. 1996 “Hukum Bangunan” PT. 1999 “Undang-Undang Jasa Konstruksi No. (Failure) bersikap professional dalam mencegah dan 14. Jakarta ------------. Tamitama Utama. 2005 “Keppres RI No.1 Penanggulangan Kegagalan Konstruksi menangani kegagalan 14. 80 tahun 2003. Perpres RI No. UGM. tentang perubahan (III)” CV. tentang perubahan (II) dan Perpres RI No.18 tahun 1999” ------------.Putra Timur. Jakarta Rai Wijaya. Safety. 9. Risk. 2002 “Hukum Perusahaan” Kasaint Blanc. 1999 “UU Republik Indonesia. Tamita Utama. IG. tentang perubahan (I) atas Keppres No. dan Implementasi” BPFE. 3. 8.18 th. Jakarta Munir Fuady. 61 tahun 2004. 2002 “Juknis Keppres No. Perubahan Juknis Keppres No. Catatan: SILABUS ini perlu dievaluasi tiap tahun melibatkan Stakeholder Perguruan Tinggi. Jakarta ------------. 18 tahun 2000.Gramedia Pustaka Utama. Bandung Nazarkhan Yasin. 2003 “Mengenal Kontrak Konstruksi di Indonesia” PT. Salim Siagian. 2006 “Kewirausahaan” Alfabeta. 4. 83 . Bandung 11. 2003 “Keppres No. 2. 2005 “Kewirausahaan. Yogyakarta Buchari Alma. Jakarta ------------. dan Insurance Daftar Referensi: 1.2000” CV. 30 tahun 1999. Jakarta ------------. 1996 “Aspek Hukum dalam Sengketa Bidang Konstruksi” Djambatan.

11. Dapat memilih alternatif investasi dengan metoda PV dan EUAC.3. Mengerti dan mampu menilai dan memilih alternatif suatu investasi.dan Inflasi serta mampu menerapkannya dalam analisis investasi. 3. Mampu menghitung Simple interest. Menghitung RAB 2. Mengerti dan mampu menghitung Simple Interest. Mengerti dan mampu menghitung depresiasi. Membandingkan alternatif yang umurnya berbeda dengan Present Worth 3. Mampu menghitung RAB dengan Microsoft Excel 2. Sinking Fund Factor dan Uniform Series. Compound Interest dan membuat aliran kaS Materi Pokok 3 1. Dapat menghitung biaya modal dengan metoda PV 84 .4. Aliran Kas 3. Compound Amount Factor 3. Depresiasi. Capitalized Cost 3. Perhitungan Tingkat suku bunga yang tidak diketahui.14.5. Konsep nilai uang terhadap waktu 2.5. Pendahuluan 1. 3. inflasi dan pajak serta menerapkannya dalam analisis investasi Indikator Pencapaian 2 1. menguasai konsep Nilai Waktu Uang.1. 3. Membandingkan Capitalized Cost dari dua alternatif.2. Evaluasi dengan Present Worth dan Capitalized Cost. Harga Sekarang. dan Capital Recovery Factor. 3.2. 2. 3.10. 3. Uniform Series. Present Worth Factor. Membandingkan alternatif yang umurnya sama dengan Present Worth 3.3.13. 3. 3. Mengerti dan mampu menghitung berbagai jenis RAB. 5. 4.6. Kompetensi Dasar 1 1. Simple Interest 2. Harga tahunan yang sama dan merata.4.8. Mengerti dan mampu memilih alternatif dari berbagai aliran kas. Ekuivalensi 2.12. Dapat menentukan metoda pembayaran menggunakan rumus – rumus suku bunga majemuk. Faktor Pembayaran tunggal 3.7.1. Compound Interest 2. Gradient Series. membuat aliran kas.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ekonomi Teknik : TS-2271 : 2 SKS : IV (Empat) : Menggambar Teknik Standar Kompetensi : Memahami dan mampu menghitung RAB.2. 5. Compound Interest. 4. Notasi Standar dan penggunaan Tabel Bunga 3.9.1. Perhitungan untuk tahun yang tidak diketahui. Present Worth dan Equivalent Uniform Annual Worth dari Uniform Conventional Gradient 3. harga yang akan datang.

Dapat menghitung pajak secara sederhana dan menerapkannya dalam analisis investasi DAFTAR REFERENSI : 1.AMP.Yogyakarta Renton.Yogyakarta Thuesen. 3. 2002 ‘Ekonomi Teknik.Prenhallindo. SOYD. Jakarta. Financial accounting Principles and Cost Systems’ Pearson Education Asia – PT. WJ.1.S. Zaenal. Jakarta Sutojo. Declining. Consumer price index 11. Yogyakarta Purba. 1992 ’Menghitung Anggaran Biaya Bangunan’ PT. Analisis titik impas untuk 3 alternatif atau lebih 6.RJ. 1999 ‘Manajemen investasi’ Salemba Empat. teknik & kasus’ PT. 5. dengan 3 alternatif atau lebih 6.1.Damar Mulya Pustaka. Dapat menganalisis efektivitas biaya dengan kriteria BCR 8. 6. Analisis titik pulang pokok 6.S. Jakarta --------------. S. Depresiasi 9.FJ. 1999 ‘Analisa BOW (Analisa Upah & Bahan)’ M2S.6.6.YKPM.Pradnya Paramita. 9. Stright line depreciation accounting 9. 2000 ‘Studi Kelayakan Proyek’ UPP. Cost effective analysis 6. Evaluasi dengan Equivalent Uniform Annual Worth 6. Bandung Fabozz. 2003 ‘Construction Project Cost Management’ PT.4. Muhammad. Sum of the year digits (SOYD) depreciation accounting 9.2.5.Jakarta Sutojo. Mampu menganalisis laju pengembalian modal dengan menghitung IRR 7. Constant puchasing power 10. konsep.NE. 2.3.AZ. dan ShinkingFunD 10. Dapat menghitung laju inflasi dengan mengkonversi aliran kas kedalam daya beli tetap 11. Jakarta Asiyanto. Keriteria perbandingan CBR untuk dua alternatif 6. Jakarta 85 .3. 1994 ’Analisa (cara modern)Anggaran Biaya Pelaksanaan’ Nova.15. Bandung Kodoati. Dapat menganalisis BEP untuk tiga alternatif proyek atau lebih 9. Fabrycky. Analisis biaya minimum 9. 3.1.R. 11. 2000 ‘Understanding investment Property’ information Australia. GJ. 12. Inflasi 10. Perhitungan Rate of Return. 1997 ‘Analisa Biaya dan Manfaat(cost benefit analysis)’ Rineka Cipta.2. 8. 2000 ’Pembiayaan Investasi Proyek’ Damar Mulia Pustaka. 1995 ‘Analisis Ekonomi Teknik’ Andi. Melbourne Suratman. Shinking-fund depreciation accounting 10.4.2.S. 10. 7.5. Sudradjat. 2001 ‘Studi Kelayakan proyek’ J &J Learnng.balance depreciation accounting 9. Declining Balance. 2000 ‘Studi Kelayaan ProyeK. Jakarta Husnan.1 Perpajakan 13.3.S. Dapat menghitung depresisi proyek investasi dengan metoda Stright Line. 4.Grameda.

Perencanaan dan Perancangan Produksi/Konstruksi Masa operasional dan Pemeliharaan Proses Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi Dokumen kontrak Build Contract Design/Build Contract. Dapat membuat penjadualan dengan Bar Chart/ S-Curve.2. 5. Penjadualan dengan Model Bar Char & SCurve 7. 3. Dapat Mengerti siklus dalam proyek Konstruksi Konstruksi 4.2.3.2.1.1. Prinsip Dasar Managemen Indikator Pencapaian 2 Materi Pokok 3 1. 10. 4.3. 5. Pengertian manajemen 1.3.2. Durasi (alokasi waktu) 7. Studi Kelayakan .3. Perencanaan 6. Dapat Mengerti siklus Konstruksi 5. Model-Model Penjadualan 7. Dapat Mengerti arti.2.1. Dapat membuat 10. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 2. Penjadualan 6. Proses Penjadualan 4.2. Kompetensi Dasar 1 1. Organisasi Proyek 3. WBS (Work Breakdown 8. Manajemen Proyek Konstruksi 2.1.1.1.1. Dapat memahami siklus Perencanaan.1. dan Proses Managemen dan hubungannya pada proyek konstruksi 3.3. Dapat mengerti jenis-jenis perjanjian kerja (kontrak) yang umum dipakai dibidang jasa konstruksi dan menjelaskan kelebihan/kekurangan antar jenis kontrak 6.3.4.1. Model Penjadualan Arrow Diagram Method (ADM) 6. S-Curve. Manual PMBOK 2.4. 6. ADM dan PDM dengan benar. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Siklus Hidup Konstruksi 2.3. Dummy Diagram Method (ADM) 11.2. dan Pengendalian 7. Burst Even Penjadualan dengan Arrow 11. 5. Construction Management Contract 1. Penjadualan proyek dengan Model Precedence Diagram Method (PDM) 9. Slack/float time 86 . Adminstrasi-administarsi yang Penjadualan dengan Arrow terdapat pada suatu proyek Diagram Method (ADM) konstruksi 10. Penjadualan. Logika ketergantungan (Predecessor/Successor) 7.2. Pengendalian 7. 4.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi : TS-4172 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Ekonomi Teknik Standar Kompetensi : Mahasiswa Jurusan Sipil FT UNUD dapat menerapkan fungsifungsi manajemen dalam keteknikan dan membuat penjadualan proyek konstruksi dengan model Bar Chart/S-curve.2. 8.1. Penjadualan dan Pengendalian. Merge Even 11. Dapat membuat penjadualan 9. Bar Chart 8. Notasi ADM 10. 3. Siklus Perencanaan. Fungsi Manajemen 2.1. Jenis-Jenis Kontrak 3. 5. Dapat membuat 11. Dapat Mengerti arti.2.3. Dapat menerapkan modelmodel penjadualan dan menjelaskan elemen dan konsep dalam penjadualan 8. S-Curve. Bar Chart dengan Bar Chart/ S-Curve 9. 5.

Perbandingan PDM/ADM Merge Even Burst Even Constrain (Lag.1. 13. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 11. 12. Notasi PDM.4. 13. Dapat membuat Penjadualan proyek dengan model Precedence Diagram Method (PDM) 13.3.2.1. 12. 13. 87 . Critical path.3.4. Critical path Jadwal pelaksanaan suatu proyek.4. Lead) Float . 12. 12. 13.3.2. 12.

Dapat mengerjakan administarsi Menguasai metoda pada proyek konstruksi perencanaan kebutuhan Sumber Daya manusia Memahami Informasi 7. 3. 7. 6. Dapat merencanakan pembelian material pembelian sampai kebutuhan proyek konstruksi dengan penyimpanan material yang akan digunakan dalam proyek konstruksi Menguasai perencanaan 4. Merencanakan jumlah kebutuhan material 3.4. 7.2. Dapat merencanakan 88 . Menentukan waktu yang dibutuhkan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6. Perhitungan-perhitungan yang dipergunakan unutk mennetukan jumlah fasilitas yang dibutuhkan 3. Dapat merencanakan Pengawasan/supervisi biaya pelaksanaan proyek 9. Menguasai perencanaan 3. Menentukan material yang dibutuhkan 3.2.1. Adminstrasi-administrasi yang terdapat pada suatu proyek konstruksi 7.2. Dapat merencanakan pemberian kode/label serta yang digunakan dalam cara penyimpanan yang proyek konstruksi benar Memahami pelaksanaan 6.1. Menentukan jenis-jenis peralatan yang akan digunakan.2. Dapat menjelaskan fasilitasfasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi Materi Pokok 3 1.1. 8. Biaya pelaksanaan proyek konstruksi 8. Penyimpanan barang/material kebutuhan proyek konstruksi 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Konstruksi Lanjut : TS-5051 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Manajemen Konstruksi Standar Kompetensi : Mahasiswa dapat/mampu merumuskan dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pengelolaan suatu proyek dengan pelaksanaan dilapangan.2. Menentukan waktu material tersebut dibutuhkan sesuai denga areal kerja 5.1.1. Menganilisis rencana biaya dengan realisai biaya proyek 9. 4.1. Jadwal pelaksanaan suatu proyek.3. Dapat merencanakan suatu proyek kontruksi Pengawasan/Supervisi waktu pelaksanaan proyek 8. Pentingnya orgnisasi proyek pada suatu proyek konstruksi 1. Menganalisis jadwal pelaksanaan proyek antara rencana dengan realisasi 8. Spesifikasi teknis pada proyek 2.1. Macam-macam organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi 2. Menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan 6. Dapat merencanakan peralatan konstruksi yang supervisi/pengawasan dibutuhkan serta pengaturan proyek peralatan tersebut dalam Menguasai metoda pelaksanaannya konstruksi yang digunakan dalam suatu proyek konstruksi 5. Pengaturan peralatan yang digunakan dalam proyek konstruksi 6.1.5. Menentukan areal dimana material tersebut dibutuhan 4. Dapat menjelaskan macammacam organisasi pada proyek kontruksi 2.3. Kompetensi Dasar 1 1.2. Memahami organisasi yang terdapat pada proyek konstruksi Memahami fasilitas yang dibutuhkan pada proyek konstruksi Indikator Pencapaian 2 1.2.1. Macam-macam fasilitas yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 2. 9. Merencanakan waktu pengadaan material yang dibutuhkan 4. Penentuan kode barang/material yang dibutuhkan 5.2. Dapat menentukan areal dan pengaturan kebutuhan material tersebut peralatan pada proyek konstruksi Memahami administrasi 5. 6.

Cara melakukan kontrol kualitas/mutu dilapangan 10. Metoda konstruksi 11. Informasi yang dibutuhkan pada proyek konstruksi 12. Manajemen Proyek Konstruksi Wulfran I Ervianto. Sumber daya manusia yang dibutuhkan 11. 6. Manajemen Proyek Paulus Nugraha. AZ. Macam-macam informasi pada suatu proyek konstruksi 13. 3.2. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan 89 .2. Construction Cost Management Anonim.1. Imam Soeharto.1.3. 4. Dapat membuat informasi yang dibutuhkan pada suatu proyek konstruksi 13. 10. Perhitungan kebutuhan sumber daya manusia 12. Dapat menentukan metoda kontruksi yang tepat untuk digunakan pada proyek konstruksi 11.1.Pengawasan/supervisi mutu proyek konstruksi 9. 5. Penggunaan komputer untuk informasi proyek konstruksi Daftar Referensi: 1. Dapat merencanakan kebutuhan sumber daya manusia pada proyek konstrsuksi 12. Analisis BOW Zaenal. Manajemen Proyek Konstruksi Asiyanto. 2.1.2. Dapat menggunakan Komputer untuk memberikan informasi untuk proyek konstruksi kontruksi Metoda-metoda yang dipergunakan untuk mencapai mutu yang sudah ditetapkan 9.

3. dan manajemen kualitas Indikator Pencapaian 2 1.1.2. konsep dalam organisasi.2. Memahami perencanaan pelanggan. Kompetensi Dasar 1 1. Proses Training. tentang team serta koflik Konsep pelanggan.1. 12. 5. Organisasi sebagai sebuah sistim. Proses Kontrol Statistik Meningkatkan kualitas. 3. Perubahan konsep organisasi. 11. dan perbaikan proses. Dasar-dasar kualitas Perencanaan sistim kualitas. 6. dan mampu menggunakannya 9.2. 7. Mengerti tentang biaya kualitas 11. 5. pelanggan. 10.1. 6.6.2. 2. Pacific River Edition Butterworth Heinuewan. 12.3. kepuasan 3. Total Quality Management. Biaya Kualitas. 2.2. Manajemen Perubahan 11. Sampling.3. 3. 11. AS. Mengerti perubahan dalam organisasi. Memahami pelanggan.1.1. Kepuasan Pelanggan. Perbaikan berkesinambungan. Analisa untuk melakukan perbaikan berkesinambungan 10.1. 4. Mengerti manajemen perencanaan proyek 5. 2.3. Analisa untuk meningkatkan kualitas 8.7. Mengidentifikasi proses. Pembentukan fokus pada pelanggan Inspeksi.3.2. latar belakang. Memahami kualitas.2. 3. serta kontrol kualitas. Mengerti tentang cara kualitas. Services Quality.3.1. team.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Mutu Terpadu : TS-5053 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Mengerti manajemen kualitas.2. meningkatkan kualitas 8. 9. 1996.1. Mengerti cara-cara konflik dan training melakukan inspeksi dan yang berhubungan sampling dengan peningkatan 7.1.4. 6. Penggunaan Biaya Kualitas 11. memahami proses. 11. Mengerti tentang manajemen. 7. Perencanaan proses. Evaluasi training Daftar Referensi: 1.3. Oakland. Australia. dan seven tools dalam mencapai kepuasan pelanggan. 2. Materi Pokok 3 Pengertian Manajemen Fungsi Manajemen Pengertian Kualitas. 3. Manajemen perencanaan proyek 2. Mengerti tentang Seven Tools. 10. serta 6. Mengerti tentang perbaikan berkesinam bungan dan melakukan analisa 10. 5.1. 1. inspeksi. 90 . 11. Konflik. Memahami proses. 2. Analisa Jenis training.3.4.2. 3.1. Pengertian Services Quality Pengertian tentang proses. Latar belakang perlunya TQM Sejarah singkat kualitas. 11.2. Team yang efektif 12. perbaikan berkesinambungan. Mengerti manajemen dan fungsinya.5. Mengerti perubahan kepuasan pelanggan.5.1. Jenis-jenis team.JS & Soal. Seven Tools 12. kualitas. 4. Pelaporan Biaya Kualitas. Memahami training dan proses training 9. Perkembangan team. dan perencanaan berkesinambu ngan proses. serta seven tools sebagai proses kontrol.4. sejarah dan dasardasar kualitas 1.

McGraw Hills. 6. Quality Improvement Tools and Tecniques. McGraw Hills. Diana A. 1995. Total Quality Management. Andi Offset Yogyakarta. 1996. 3. 5. S.Arnold Michael Holler. Eugene L. Kenneth L.Grant Richard S. Peter Mear. Andi Offset Yogyakarta. Soewarso Hardjosudarmo. Total Quality Management. Quality Assurance Methode and Technologies.2. Statistical Quality Control. Fandy Tjiptono S. 1996. Leavenworth. 1999. 1994. 4. McGraw Hills 91 .

1. PT Indeks Jakarta 92 . Strategi penilaian kinerja.2. Memahami analisis jabatan. Mengerti tentang 1. pelatihan dan pengembangan 2. Kepemimpinan tim 5. 6. 2.2. Hubungan strategi bisnis dan Strategi SDM bisnis dan strategi SDM dan kinerja yang 3.2001.1. Mengerti peran MSDM.2. 4. Memahami 2.1.2.5. analisis kebutuhan dan pengembangan kebutuhan dan karir 3.4.4. BPFE Yogyakarta. identifikasi lingkungan dan pelatihan dan 3. manajemen kinerja. Pengembangan karir Daftar Referensi: 1.7. 7. 2. 7. analisa SWOT.3. Gerakan Scientific Manajemen berhubungan 1. 6. SDM sebagai elemen kunci membangun komitmen dan tentang analisis 2. Strategi SDM 4. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1..5. Rekruitmen dan seleksi 6. 6. dengan strategi 2. Manajemen Sumber Daya Manusia. Analisis dan desain jabatan 4. Susilo Martoyo. perenanaan strategik dan taktikal. Strategi Keunggulan Kompetitif.4. Mengerti hubungan strategi 3.3.……….1. Pelatihan dan pengembangan.3. Metode penilaian 7. 4.4. Perencanaan SDM.1. Mengerti MSDM. tujuan serta metode penilaian. perencanaan taktikal dan operasional. Tujuan penilaian. Pengembangan kemampuan 7. analisis jabatan dalam merencanakan SDM dan mampu melakukan strategi terhadap penilaian kinerja. organisasi.3. Tanggung jawab Departemen SDM SDM. 7. jabatan. serta proses rekruitmen dan seleksi 6. 7. Arah strategik. Definisi MSDM 1. Perkembangan historis. pengertian dan strategi organisasi melalui berkaitan dengan formulasi.4. Gary Dessler . 5. rekruitmen 2. Identifikasi lingkungan dan analisa SWOT 3. 1. Arti penting pelatihan dan pengembangan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Sumber Daya Manusia : TS-5054 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi : Memahami MSDM. Mengerti tentang perencanaan SDM.2. SDM kepemimpinan. Keunggulan Kompetitif melalui 2. 5. Tahapan dalam latihan dan pengembangan. Manajemen Sumber Daya Manusia.5. Deskripsi jabatan. Perencanaan SDM. pengembangan. Membangun Komitmen dan seleksi serta strategi penilaian 3. deskripsi jabatan dan kepemimpinan tim 5. Strategi organisasi. Perencanaan Strategik.6.6. Organisasi SDM. Manajemen Sumber Daya Manusia. 5. Syafaruddin Alwi.3. Memahami pelatihan dan pengembangan.2. Manajemen kinerja. Mengerti akan penilaian kinerja.3. 3. Membangun kompetensi 2. Peran MSDM rekruitmen serta seleksi.1. Analisis kebutuhan.2. yang berhubungan dengan pelatihan dan pengembangan. perkembangan serta MSDM yang tanggung jawab Departemen 1.3. Kepemimpinan perencanaan 2.1.4.2007. 7. organisasi.

serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. 4. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Jembatan Beton dan Jembatan Gantung.2 5. Memahami karakteristik 1. dan kelompok kerja alat kombinasi dan jadwal berat. menganalisis tempat kerja.4 2. fungsi.1 1.2 93 .1 3. Tipetipe sambungan) Metode Pelaksanaan Jembatan Beton (Box Girder prategang sist cantilever dan Pelengkung dg sist cantilever) Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung (Cable 1. pembesian.2 2. Bentuk. 4. serta menghitung Produktivitas dan 3. Jembatan. dan factor kembang susut tanah) Analisis Tempat Kerja (Pemeriksaan keadaan lapangan. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Menguasai alat berat 2. Menguasai konsep pelaksanaan dalam merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung.2 2.5 2. plan. Pondasi dan Dermaga. dan pengecoran) Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Precast (Flowchart pelaksanaan di pabrik dan di proyek. Sifat. Dapat memahami dan menjelaskan gambaran. elevasi. Jadwal kerja alat berat pada pelaksanaan proyek konstruksi Produktivitas Alat Berat Biaya Kepemilikan dan Produksi/ Operasi Alat Metode Pelaksanaan Bangunan Gedung Biasa (pengaturan lokasi kerja. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. dan pemasangan bowplank. cara mampu merencanakan kerja. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gedung Biasa dan Precast. serta pemeliharaan Bangunan Sipil.6 3. 3. bekesting.3 2. Jenis. Struktur jalan. Dapat memahami karakteristik tanah dan menjelaskan tanah dan analisis keadaan lapangan tempat tempat kerja kerja. Materi Pokok 3 Karakteristik Tanah (Jenis. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Metode Pelaksanaan dan Pemeliharaan Konstruksi TS-4170 2 SKS VII (Tujuh) Mekanika Tanah.1 2. jadwal kerja alat berat pada suatu pekerjaan konstruksi serta menghitung Produktivitas dan Biaya Alat. kerja alat. 2. dan bentuk. Dapat merencanakan kombinasi peralatan dan Biaya Alat.1 4. Teknologi Bahan Standar Kompetensi : Mampu menghitung produktivitas dan biaya produksi alat berat. dan merencanakan metode dan peralatan pelaksanaan proyek konstruksi.Mata Kuliah Kode MK. jenis. dan kegunaannya. serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya. perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan) Alat Berat dan Kegunaannya (Gambaran. dan Fungsinya) Cara Kerja dan Penggunaan Alat Berat Manajemen Peralatan dan Pelaksanaan (Kelompok kerja dan kombinasi alat).

2 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan Beton 6. 5. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. 8.1 Metode Pelaksanaan Struktur Jalan (Hot-Mix) 5. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pondasi Tiang (Driven Pile dan Bore Pile). serta dapat merencanakan metode pelaksanaannya 7.State)Metode Pelaksanaan Jembatan Baja 6.1 Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang (Driven Pile) 6.1 Metode Pelaksanaan Dermaga (pembangunan dermaga dan Trestle) 7.2 Metode pelaksanaan Pondasi Tiang (Bore Pile) 7. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Struktur Jalan Hot-mix dan Jalan Beton.1 Pemeliharaan Bangunan Sipil 94 . Memahami perencanaan 9. serta dapat merencanakan metode pelaksanaan-nya. Dapat memahami dan menjelaskan konsep pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Dermaga dan fasilitas pelabuhan laut. Dapat memahami dan dan pelaksanaan menjelaskan konsep pemeliharaan Bangunan pemeliharaan dan Sipil melaksanakan pemeliharaan Bangunan Sipil.2 Fasilitas Pelabuhan Laut 8.

SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

KELOMPOK MEKANIKA TEKNIK

Kode Mata Kuliah
TS-2219 TS-3120 TS-5011 TS-2123 TS-5012 TS-2222 TS-1218 TS-3230 TS-2121

Mata Kuliah
ANALISIS STRUKTUR I ANALISIS STRUKTUR II ANALISIS STRUKTUR LANJUT MEKANIKA BAHAN PENGANTAR METODE ELEMEN HINGGA PRAKTEK TEKNOLOGI BAHAN STATIKA TEKNIK GEMPA TEKNOLOGI BAHAN

SKS
3 3 2 3 2 1 3 3 2

Klp MK
MKK MKK MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB

Kurikulum Inti / Institusional
Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur. Inti

95

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Analisis Struktur I : TS-2219 : 3 SKS : IV (Empat) : Mekanika Bahan

Standar Kompetensi: Memahami konsep struktur statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan beberapa metode serta membuat diagram gaya-gaya dalamnya.
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Memahami konsep 1. Dapat menjelaskan pengertian struktur statis struktur statis tak tak tentu, membedakan tentu dan mengenal penggolongan struktur penggolongan dan dapat menentukan struktur derajat ketidaktentuannya 2. Dapat menjelaskan konsep struktur statis tertentu serta dapat menghitung dan menggambar gaya-gaya dalamnya 3. Dapat menjelaskan konsep rangka batang statis tertentu dan dapat menghitung gaya normal (axial) 4. Dapat menjelaskan 2. Mampu konsep-konsep dalam menganalisa perhitungan lendutan struktur statis tak dan dapat menghitung tentu dengan lendutan balok dan menggunakan rangka batang beberapa metode dan membuat diagram gaya-gaya dalamnya Materi Pokok 3 1.1. Pengantar struktur statis tertentu dan tak tentu 1.2. Penggolongan struktur statis tak tentu: balok, kerangka dan rangka batang 1.3. Derajat ketidaktentuan struktur statis tak tentu 2.1. Contoh struktur statis tertentu; balok dan kerangka 2.2. Reaksi perletakan 2.3. Gaya-gaya dalam; momen, gaya lintang dan gaya normal 2.4. Gambar bidang M, D dan N 3.1. Metode kesetimbangan titik simpul 3.2. Metode kesetimbangan grafis 3.3. Metode potongan (Ritter)

4.1. Teori dan konsep umum perhitungan lendutan 4.2. Review perhitungan lendutan dengan metode integrasi dan cara luas momen 4.3. Perhitungan lendutan dengan metode unit satuan, balok konyugasi, Theorema Maxwell tentang Reciprocal Displacement; Betti's Law 4.4. Review lendutan balok 4.5. Lendutan rangka batang 5.1. Konsep metode konsisten deformasi 5. Dapat menjelaskan 5.2. Reaksi lebih dan komponen reaksi konsep-konsep dalam lainnya analisa balok statis tak 5.3. Metode konsisten deformasi pada tentu dan mampu beberapa balok statis tak tentu menganalisanya dengan 5.4. Penggambaran bidang Momen (M) menggunakan metode dan Gaya lintang (D) gaya (konsisten deformasi) 6. Dapat menjelaskan 6.1. Konsep metode slope deflection konsep-konsep dalam 6.2. Momen ujung–ujung batang dan analisa balok statis tak perhitungan komponen-komponen tentu dan mampu reaksi

96

menganalisanya dengan menggunakan metode displacement (slope deflection) 7. Dapat menjelaskan konsep-konsep dalam analisa rangka batang statis tak tentu dan mampu menganalisanya dengan menggunakan metode konsisten deformasi dan Castigliano

6.3. Penggambaran bidang Momen (M) dan Gaya lintang (D)

7.1. Pengertian rangka batang statis tak tentu luar dan statis tak tentu dalam 7.2. Konsep konsisten deformasi pada rangka batang 7.3. Konsep Castigliano pada rangka batang 7.4. Menentukan reaksi lebih pada rangka batang statis tak tentu luar 7.5. Menentukan gaya batang lebih pada rangka batang statis tak tentu dalam 7.6. Menghitung gaya-gaya batang 8.1. Pemakaian konsisten deformasi pada 8. Dapat menjelaskan kerangka statis tak tentu konsep-konsep dalam 8.2. Pemakaian slope deflection pada analisa kerangka statis kerangka statis tak tentu tak tentu dan mampu menganalisanya dengan 8.3. Pemakaian metode slope deflection pada portal tanpa pergoyangan menggunakan metode konsisten deformasi dan 8.4. Pemakaian metode slope deflection pada portal dengan pergoyangan metode slope deflection 8.5. Penggambaran bidang Momen (M), Gaya lintang (D) dan Gaya Normal (N) 9.1. Konsep dan penggambaran garis 9. Dapat menjelaskan pengaruh pada balok konsep dan mampu 9.2. Konsep dan penggambaran garis menggambarkan garis pengaruh pada rangka batang pengaruh reaksi pada balok dan rangka batang statis tak tentu 10.1. Pengertian struktur balok dengan 10. Dapat elemen non prismatis menganalisa struktur 10.2. Analisa struktur dengan elemen dengan elemen non non prismatis prismatis

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. Wang, C.K, 1996, Statically Indeterminate Structures, ‘Terjemahan oleh Soemitro, H.W ; Struktur Statis Tak Tentu’ , Erlangga, Jakarta. Hulse, R. & Cain, J., 2000 ‘Structural Mechanics’ 2nd Edition, Palgrave Macmillan, New York. Gere, J.M. & Timoshenko, S.P., 1999 ‘Mechanics of Materials’ 4th Edition, Stanley Thornes Ltd, United Kingdom Durka, F., Morgan, W. & Williams, D. T., 2000 ‘Structural Mechanics’ 5th Edition, Addisin Wesley Longman Ltd, England. Majun, T.G., ‘Mekanika Teknik’

97

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat

: Analisis Struktur II : TS-3120 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I, Matematika Numerik

Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar analisis struktur metode matriks (fleksibilitas & stiffness) dan mampu menganalisis struktur 2-D (rangka batang, balok, portal, balok silang) dengan metode matriks stiffness, mengenal analisis struktur 3-D, serta mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi.
Kompetensi Dasar 1 1. Menguasai matriks dan memahami deformasi elemen struktur rangka Indikator Pencapaian 2 1. Dapat Menjelaskan matriks, operasi matrik untuk menyelesaikan persamaan linier, Dapat memahami deformasi elemen struktur rangka (frame) 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar analisis struktur Materi Pokok 3 1.1. Review: Matriks dan Jenis-jenis matriks 1.2. Operasi matrik: Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Invers matriks 1.3. Jenis Struktur Rangka 1.4. Deformasi elemen struktur rangka: aksial, lentur, geser, torsi 2.1. Hubungan antara Aksi, Deformasi dan Displacement 2.2. Prinsip dasar analisisis struktur: Kesetimbangan statis, Kinematis (compatibility), superposisi, Ketidak-tentuan statis & kinematis, beban join & beban join ekivalen 3.1. Pengertian flexibility & stiffness, dan perumusan persamaan matriks metode flexibility & stiffness. 3.2. Analisis struktur metode Gaya (force-flexibility) vs metode perpindahan (Displacementstiffness). 4.1. Dasar metode matriks fleksibilitas untuk analisis struktur STT: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.1. Dasar metode matriks stiffness untuk analisis struktur: balok kontinu, rangka batang, portal sederhana. 5.2. Matrik stiffness batang prismatis. 5.3. Formalisasi metode Matrik stiffness 6.1. Perumusan metode matriks Direct stiffness untuk analisis struktur. 6.2. Matrik stiffness batang prismatis. 6.3. Analisis Rangka batang 2-D

2. Menguasai prinsip dasar analisis struktur

3. Memahami rumusan persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness 4. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode gaya (flexibility) 5. Menguasai dasar-dasar analisis struktur metode kekakuan (stiffness)

3. Dapat merumuskan analisis struktur dalam persamaan linier matrik fleksibilitas & stiffness

4. Dapat menganalisis struktur statis tak-tentu dengan metode matrik fleksibilitas

5. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik stiffness

6. Menguasai analisis struktur 2-D dengan metode kekakuan

6. Dapat menganalisis struktur dengan metode matrik Direct stiffness

98

Pengenalan software komputer untuk analisis struktur: cara memodel. Analisis Balok 6.6. Analisis portal 2-D 6. Analisis struktur sederhana: balok. portal 99 . Dasar Analisis struktur 3-D 7. Mengenal software komputer analisis struktur untuk verifikasi metode konvensional 6. pembebanan. rangka batang.2.1.5. dan keluaran (output) 7.langsung (direct stiffness) dan mengenal analisis struktur 3-D 7. analisis.4. Dapat menganalisis struktur sederhana dengan memakai software komputer untuk verifikasi 7.

Pemodelan struktur pelengkung STT 4. Tipe dan konsep dinding geser 6. Review: Analisis struktur Statis Tertentu vs statis tak-tentu dan Jenis-jenis struktur kompleks 2. Metode analisis struktur Pelengkung STT 4. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelat dan cangkang 5.1.3. Pemodelan struktur pelat dan cangkang 5.1.1.3. Kompetensi Dasar 1 1. Metode analisis struktur komposit 2. Dapat memodel.2. Dapat memodel. Dapat memodel. Dapat memodel. Pemodelan struktur rangka dg bresing 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Analisis Struktur Lanjut : TS-5011 : 2 SKS : VII (delapan) : Analisis Struktur II Standar Kompetensi: Menguasai prinsip dasar prilaku struktur kompleks dengan analisis struktur menggunakan program komputer.4. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur komposit (majemuk) 3. Pembahasan hasil analisis & prilaku 5. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku (bresing) 4.3. Definisi dan tipe struktur komposit 2.4.2. Tipe struktur pelat dan cangkang 5. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku (bresing) 3.4. Pembahasan hasil analisis & prilaku 6.1.3. Pembahasan hasil analisis & prilaku 4. Pembahasan hasil analisis & prilaku 3. Mampu menganalisis prilaku Struktur rangka dg pengaku dinding geser 6. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelat dan cangkang 6. Metode analisis struktur rangka dg dinding geser 6. Materi Pokok 3 1. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur pelengkung STT.2. Mampu menganalisis prilaku Struktur pelengkung Statis Tak Tentu (STT) 4. Pemodelan struktur rangka dg dinding geser 6. akibat beban tetap dan beban bergerak 5.dan mengetahui jenisjenis struktur kompleks. Tipe dan konsep pelengkung STT 4. Dapat memodel. Menguasai struktur statis tertentu (ST) dan pengenalan struktur kompleks 2. Tipe dan konsep pengaku bresing 3.3.2.4 Pembahasan hasil analisis & prilaku 100 . Pemodelan struktur komposit 2.4. Metode analisis struktur rangka dg bresing 3. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur rangka dg pengaku dinding geser 2.1.1. Mampu menganalisis prilaku Struktur komposit (majemuk) Indikator Pencapaian 2 1.2. Metode analisis struktur pelat dan cangkang 5. Dapat Membedakan struktur Statis Tertentu vs Statis Tak Tentu.

New Jersey 07632. 101 . Inc. Dapat memodel. Statically Indeterminate Structures. 5. Computers and Structures. 1995 University Avenue. 7.1. Schuller. Manual and Tutorial of SAP2000. 1962. Terjemahan oleh Januar Hakim. Concrete.. Terjemahan oleh Herman Widodo Soemitro: Struktur Statis Tak Tentu. Struktur Bertingkat Tinggi. Bungale S. Metode analisis struktur nonlinier 8. 1999. 8. 1998. John Wiley & Sons.4. Russell C. 3. 4. Second Ed. Salvadori. Structural Analysis. McGraw-Hill. Aand Levy. Dapat memodel. 6. Inc. Bandung. Anonimus. Smith. Berkeley. 1991. 2002. Membuat karya tulis 9. Prentice-Hall. & Composite Design of Tall Buildings.C.3.3. Tipe dan konsep non-linier. Taranath. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 9. R. 7. 1. High-Rise Building Structures. Inc. 2001. B. Tall Building Structures: Analysis and Design. M.S. 1998. New Jersey 07458. M. Presentasi karya tulis 9. 1989. Cetakan keempat 1996. Structural design in architecture. A. CA 94704. Memahami konsep analisis struktur linier & non-linier 8.2. Second Edition. Upper Saddle River. Pembahasan hasil presentasi Daftar Referensi: Wang. Mampu menganalisis prilaku Struktur grid 7. 2. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur dg konsep analisis linier & non-linier 9. SNI 03-1729-2002. Fourth Ed. Prentice-Hall. Hibbeler. PT Eresco. Chu-Kia. NJ 07458. 1981. 7. serta sumber non-linearity 8. Tata cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. included in the Program.3. Forth Edition. Prentice Hall. Pembahasan hasil analisis & prilaku 9. Pemodelan struktur non-linier 8. Hibbeler. Inc. Badan Standardisasi Nasional. Tipe dan konsep struktur grid Metode analisis struktur grid Pemodelan struktur grid Pembahasan hasil analisis & prilaku 8. Penerbit Erlangga – Jakarta. and Coull.4.1.1. Wolfgang.7. 7. menganalisis dan menjelaskan prilaku struktur grid 7.2. menganalisis dan menjelaskan serta menyajiakan dalam karya tulis tentang masalah prilaku struktur kompleks 8.2. Steel. Structural Analysis. Dapat memodel.

1. Tegangan normal akibat gaya aksial 5. Pengujian tarik dan tekan 7.4. Juga memberikan pemahaman tentang stabilitas tekuk dan kriteria keruntuhan bahan. Diagram tegangan-regangan normal 7. Dapat menghitung momen inertia Kompetensi Dasar 1 1. dapat menghitung tegangan dan regangan yang terjadi dalam penampang sebagai akibat bekerjanya beban-beban seperti beban aksial. Momen inersia tampang persegi 3.1.4. Modulus Elastisitas 8. Kalkulus II : Memahami konsep dan dapat menghitung beberapa sifat penampang seperti luas. Momen inersia tampang segitiga 3.5. beban geser.Mata Kuliah Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Mekanika Bahan TS-2123 3 III (Tiga) Statika. Titik berat penampang 3.1.1. Memahami diagram tegangan-ragangan geser 102 . Dapat menghitung luas penampang 2. Dapat menghitung titik berat penampang 3. Keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Diagram Tegangan-Regangan geser 2.2.1. Momen inersia pusat utama 3. Inti (Kern) 3. Momen inersia tampang trapesium 3.11.9. Luas penampang 2. Indikator Pencapaian 2 1. Momen inersia tampang jajaran genjang 3. titik berat dan momen inertia. Memahami konsep dan perhitungan tegangan dan regangan 4.10. hukum Hooke dan modulus elastisitas 8. Memahami konsep diagram teganganregangan normal. Dapat menghitung regangan 7.8.3. Momen inersia tampang lingkaran 3. Regangan geser 7. Menghitung statis momen 3. Dapat menghitung tegangan normal dan tegangan geser 6. dan beban lentur serta memahami transformasi tegangan-regangan. Maksud dan pengertian momen inersia 3.3.2. Pusat geser 4. Momen inersia tampang T 3. Memahami konsep keseimbangan benda yang berdeformasi 5. Regangan normal 6.2.7.2.1.1. Tegangan geser 6. Hukum Hooke 7.6. beban puntir.1. Memahami konsep dan perhitungan sifatsifat penampang Materi Pokok 3 1.

Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Integrasi 20. Memahami konsep deformasi akibat torsi dan penurunan rumus torsi 13.4.2.2.1.3. Tegangan utama dan tegangan geser maksimum 19. Prinsip Superposisi 4.1. Sudut puntir 13. Lentur pada balok beton bertulang 18.2. Penurunan rumus torsi 13.2. Deformasi elastis akibat beban aksial 10. Analisa Metode Gaya untuk elemen menerima beban aksial 11. Dapat menghitung tegangan utama dan tegangan geser maksimum dan memahami lingkaran Mohr tegangan bidang 20.1. Persamaan umum transformasi regangan bidang 21.1. Dapat menghitung sudut puntir dan konstanta torsi 14. Poisson’s Ratio (Angka Poisson) 9.2. Memahami transformasi regangan bidang 9. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban geser transversal 6. Lingkaran Mohr – Regangan bidang 21. Transformasi tegangan bidang 18. Lentur pada balok komposit 17.2. Hubungan sifat-sifat bahan 22.1. Diagram bidang momen 16. Memahami konsep putaran sudut dan lendutan 18. Persamaan umum transformasi tegangan bidang 19. Tegangan akibat lentur 17. Dapat menghitung tegangan pada elemen yang menerima beban aksial 9.1. Tegangan geser balok 16.3.1. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban lentur 7. Dapat menghitung tegangan geser 16.2. Regangan bidang 20.1. Lingkaran Mohr – Tegangan bidang 8. Memahami transformasi tegangan bidang 12. Geser pada balok 14.2. Modulus Geser 10. Konstanta torsi 14. Memahami konsep deformasi elastis akibat beban aksial dan prinsip Superposisi 11. Memahami konsep geser pada balok dan penurunan rumus tegangan geser 15. Deformasi akibat beban torsi 12. Tegangan akibat perubahan suhu 12. Memahami transformasi regangan bidang 21.1.2. Memahami konsep deformasi lentur balok 17. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Integrasi 103 . Deformasi lentur balok 17.1.2. Dapat menghitung tegangan lentur pada balok 11.2. Rumus lentur 17. Memahami lingkaran Mohr-regangan bidang dan hubungan sifat-sifat bahan 22. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban aksial 9.1.1.3.1. Elemen menerima beban aksial statis tak tentu 11.2. Dapat menghitung angka Poisson dan modulus geser 10. Persamaan garis elastis 22. Rumus tegangan geser 15.1. Memahami transformasi tegangan bidang 19. Memahami perhitungan tegangan yang terjadi pada penampang yang menerima beban puntir/torsi 5.2.

Memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 26. Penerbit ITB. Mechanics of Engineering Materials. 1997. 5th Edition. Dapat menghitung beban kritis kolom 23. Kolom ideal dengan perletakan pin 25.. 1996. Jakarta... 1983. Memahami stabilitas tekuk kolom 23. Benham... Penerbit Erlangga.. E. R. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Integrasi 24. Brooks/Cole-Thomson Learning.2. California. 4. Longman Publishers Ltd. Hibbeler. Metode Superposisi 11. Popov. and Amstrong. Prentice Hall. Crawford. Jakarta. Mekanika Bahan dan Teori Elastisitas. 1996. C.1.4. Edisi ke-2.. 5. Cetakan Pertama. Gere. P. 3rd Edition.1. Bahan getas (brittle material) DAFTAR PUSTAKA: 1. J. 1996. Bahan daktail (ductile material) 26.. R.3. 6. G. Mechanics of Materials. Mechanics of Materials. Putaran sudut dan lendutan dengan Metode Momen Area 23. dan Timoshenko.. 2001. Penerbit Erlangga. M. Mekanika Bahan (terjemahan). Kolom dengan perletakan lainnya 25. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan metode Integrasi dan Momen Area 25. Hariandja. Dapat menghitung putaran sudut dan lendutan dengan metode Momen Area dan Superposisi 24. M. Tegangan 1. 3. P. Mekanika Teknik (Mechanics of Materials. Bandung. 2. Beban kritis kolom 25. Kolom dengan beban konsentris dan eksentris 26.2. 104 . Soemono. New Jersey. 2nd Edition. J. 7. 1997. P. S. Dapat memahami tentang kriteria keruntuhan suatu bahan 24. C. B. Singapore. Edisi ke-2.2. Putaran sudut dan lendutan balok statis tak tentu dengan Metode Momen Area 25.1.1. Jakarta. J. Penerbit Erlangga. P.2. terjemahan).10.. Gere.

2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengantar Metode Elemen Hingga : TS-5012 : 2 SKS : VIII ( Delapan ) : Analisis Struktur 2 Standar kompetensi : Memahami dan menguasai konsep dasar Metode Elemen Hingga dan mampu menganalisis struktur untuk mencari gaya – gaya dalam dengan metode elemen hingga Kompetensi Dasar 1 Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan 1. Menguasai analisis 2.2 1.1 Metode Ritz struktur dengan metode Rayleigh .2 1. struktur dengan metode elemen 3. Memahami konsep 1.3 5.1 1. analisis struktur Materi Pokok 3 Pengertian metode elemen hingga Konsep dasar metode elemen hingga Elemen satu dimensi Elemen dua dimensi Elemen tiga dimensi Pengertian dan Jenis matrik Operasi Matrik Partitioning Matrik Konsep Dasar Metode Matrik Metode Matrik Kekakuan Langsung General State of Stress Persamaan Kesetimbangan 3 D Persamaan Regangan – Displasemen Persamaan Compatibility Persamaan Tegangan .2.4 1.Ritz 1. prinsip energi 1. konsep dasar metode elemen hingga dalam 1. Memahami prinsip kerja virtual.3 1. serta hubungan antara tegangan dan regangan 1. Dapat menganalisis 2. 1.1 prinsip kerja virtual. ada 2.3 Dapat menggunakan metode matrik kekakuan langsung dalam analisis struktur Dapat menjelaskan respon suatu benda (struktur) akibat beban luar. teori Elastisitas Dapat menentukan jenis –jenis elemen yang dipakai dalam analisis struktur Dapat menggunakan operasi operasi aljabar matrik 2.1. hubungan antara regangan dan displasemen.2 prinsip energi 1.2 2. Memahami / 1.1 2. dasar analisis struktur dengan metode elemen hingga dan mengenal jenis – jenis elemen yang 2.5 4.1 Matrik kekakuan 105 . Memahami prinsip 1. Dapat menjelaskan 1.Regangan Prinsip kerja virtual dan energi Energi potensial dalam struktur Prinsip energi potensial Rayleigh – 1. mengingat kembali materi Aljabar Matrik dan Metode Kekakuan Langsung dalam analisis 2.1 2.1 1.3 2. Dapat menganalisis 1.

Johnston.2 Struktur dengan elemen dua dimensi software yang berbasis elemen hingga DAFTAR PUSTAKA : 1.2 Matrik transformasi stiffness bidang segitiga) pada 2. P. Prentice Hall.1 Struktur elemen satu dimensi struktur satu dan dua dimensi menggunakan 1. Jogjakarta Weaver. Menguasai soft-ware analisis struktur yang berbasis metode elemen hingga dengan 1.struktur dengan menggunakan metode elemen hingga batang struktur dengan elemen satu dimensi (elemen 1.1 Matrik elemen bidang persegi struktur dengan elemen dua dimensi (elemen 3.3 Overall matrix rangka batang kekakuan 2. Dapat menganalisis 3. 1984. Dapat menganalisis 1.3 Overall matrik struktur balok 6.2 Matrik transformasi stiffness bidang persegi) pada 3.R. New Jersey 106 .2 Matrik transformasi stiffness batang) pada struktur 1. 2.3 Overall matrik struktur balok kekakuan 3. Dapat menganalisis 2. 1992. W... Suhendro B.1 Matrik elemen bidang segitiga struktur dengan elemen dua dimensi ( elemen 2. Metode Elemen Hingga dan aplikasinya. Finite Element for Structural Analysis. Program Pasca Sarjana UGM.

Mampu melaksanakan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Teknologi Bahan : TS-2222 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan dan pengujian kualitas beton Kompetensi Dasar 1 1. Mampu mempraktekkan tata cara pengujian kualitas beton 107 . campuran beton pencetakan dan 2.2. Pengukuran berat isi 3. Mampu melaksanakan 3. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton serta pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton keras 2.2. Tata cara pemeriksaan kualitas karakteristik bahan bahan pembentuk beton : Air.1. pencetakan dan perawatan beton perawatan beton 3. pembentuk beton Semen.1. Lingkup pemeriksaan bahan pembentuk beton pemeriksaan terhadap 1.2. Mampu melaksanakan 2. Pengukuran slump pengukuran berat isi dan slump beton segar 3.3. Mampu mempraktekkan tata cara pengerjaan beton Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1. Perhitungan komposisi pencampuran.1. Agregat Halus dan Agregat Kasar 2. Pencampuran.

3. 2.1. Bidang Gaya Lintang. Bidang Gaya Normal. Mahasiswa dapat menjelaskan dengan 2. menganalisis Konstruksi Konstruksi 4.3. 2. Bidang Momen. Mahasiswa dapat 6. 4. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis pelengkung tiga sendi. Reaksi Perletakan. 6. 5. Gaya Geser atau gaya lintang. Mahasiswa dapat menjelaskan konsepkonsep kesetimbangan. Mahasiswa dapat 1. Mahasiswa dapat menghitung/ menganalisis Konstruksi Statis Tertentu Konst. Bidang Gaya Normal. 1.2. Reaksi Perletakan. 5. 5.2.2. 6. Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menganalisis gaya-gaya dalam konstruksi statis tertentu baik akibat beban statis maupun gaya yang bergerak. Mahasiswa bisa menghitung resultante benar konsep-konsep gaya dan uraian gaya. 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Statika : TS-1218 : 3 SKS : II (Dua) : -. Reaksi Perletakan.2. Konsep Kesetimbangan Hukum Newton. 5. Gaya-gaya dalam Bidang Rata. 5. resultante gaya dan resultante. 4. Mahasiswa menjelaskan Gayamengetahui elemen gaya dalam. Reaksi Perletakan. Balok Pelengkung tiga sendi. Konstruksi Statis Tertentu Balok gerber. 5. jenis struktur dan jenis struktur serta struktur statis tertentu. 3.4. 5. Jenis struktur statis tertentu dan perletakan. 6. Balok Konsol/ cantilever 3.1. momen torsi. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.4.1. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis gerber. Materi Pokok 3 1. Konstruksi Statis Tertentu Pelengkung 3. Review materi fisika dasar satu dan matematika I yang berhubungan dengan mata kuliah ini. gaya. Balok Gerber. 6. 2. momen lentur.3.1. 6.3.5.3. Bidang Gaya Lintang. 8. Bidang Gaya Lintang. 3.2.6.4. Balok sederhana. Bidang Gaya Normal.5. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Konsol/cantilever. Bidang Gaya Lintang. 7. Balok Sederhana. Mahasiswa dapat 7. Balok sederhana.5. uraian uraian gaya. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep menghitung gaya/vektor. Bidang Momen.4. 3. 4. kombinasi beberapa gaya dalam. Bidang Momen. 2. Mahasiswa dapat 3. Mahasiswa dapat 4.5. Bidang Momen. elemen struktur. hubungannya dengan gaya-gaya dalam.2. 6.1. Konstruksi Statis Tertentu Balok Konsol/cantilever. kesetimbangan 3. Gaya Dalam: Gaya Normal.3. 108 . Bidang Gaya Normal.1. Elemen Struktur. Mahasiswa dapat 4.

tiga sendi. 8. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi konsol menganalisis Garis yang menerima beban pengaruh Konstruksi bergerak Statis Tertentu Konsol. 5. Himpunan Mahasiswa Sipil. Garis Pengaruh Balok Sederhana.4. Mahasiswa dapat menganalisis menghitung/ Konstruksi Balok menganalisis Garis Sederhana yang Pengaruh menerima beban Konstruksi Statis bergerak Tertentu Balok Sederhana. 6. Garis Pengaruh Konsol. Struktur. Diktat “ Mekanika Teknik I “ oleh Ir. 8. 9. 3. 8. 4. Buku Ajar “ Statika”. Garis Pengaruh Momen 7. Garis Pengaruh Reaksi Perletakan 7. Himpunan Mahasiswa Sipil. Tjok Gde Majun. 2. Diktat “ Mekanika Teknik II “ oleh Ir. Statika oleh Soemono.3. 7. 7. Mahasiswa dapat 8. Suwarno Wiryomartono. Tjok Gde Majun.2.3. Garis Pengaruh Momen.1.1. Mahasiswa dapat 9. Mekanika Teknik I oleh Ir. Garis Pengaruh Gaya Lintang. Daftar Referensi: 1. oleh Daniel L Schodek 109 . Garis Pengaruh Gaya Lintang.2. 8.

Mengerti dan sumber.10. Sumber-sumber beban dinamis 2. Respon damped dan undamped untuk getaran bebas dan beban impuls 2. Dapat menghitung respon respon persamaan persamaan dinamis SDOF maupun dinamis sistem MDOF SDOF maupun MDOF Materi Pokok 3 1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.3. .Memahami dan mengetahui konsep seismologi. Memahami dan dapat 2. Orthogonalitas mode shape.1.8. Teori terjadinya bumialam semesta 1. Perumusan persamaan dinamis sistem MDOF 2. Respon spektrum dan desain elastis serta inelastis 2. Penyebab dan menghitung jarak sumber gempa 1. Frekuensi dan mode shape dengan direct dan Stodola 2.2. Type perambatan. Dapat menjelaskan 1. faktor reduksi. serta dapat menganalisa respon suatu struktur derajat kebebasan tunggal maupun derajat kebebasan banyak akibat beban dinamis maupun akibat percepatan tanah akibat gempa. Perumusan persamaan dinamis sistem SDOF 2. Mengetahui kerusakan bangunan akibat gempa 1. Memahami dan dapat menghitung besarnya mampu gaya gempa yang menerapkan SNI bekerja pada bangunan 03-1726-2002 berdasarkan SNI 03dalam 1726-2002 menghitung beban gempa 2.5. penyebab memahami gempa dan seismologi yang perambatan gempa berhubungan 2. percepatan puncak batuan dasar dan muka tanah 110 . Memahami dan 1. energi. Lapisan dan kerak bumi 1. Frekuensi dan periode getaran damped dan undamped 2. Mengetahui dan dapat dengan gempa menghitung besaran gempa 3. SRPMK 3. Analisis respon MDOF tanpa dan dengan redaman 2.2.3. Memahami . Respon spektrum analisis pada gedung bertingkat 3.Memahami dan dapat menghitung besarnya gaya gempa pada bangunan berdasarkan analisa dinamis maupun SNI 03-17262002. intensitas dan magnitude gempa 3.7. Daktilitas struktur gedung.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Gempa : TS-3230 : 3 SKS : VI (Enam) : Aljabar Linier. Gempa rencana dan faktor keutamaan gedung 3.3.9. merumuskan persamaan menguasai dinamis dari hubungan konsep dasar suatu bangunan dengan persamaan beban dinamis atau dari dinamis dan suatu percepatan akibat dapat gempa menghitung 2.6. Wilayah gempa.2. Analisis Struktur I Standar Kompetensi:.4.1. normalisasi mode getaran 2.4. .1. sistim struktur SRPMB. SRPMM.

Respons spektrum gempa rencana 3.3. Waktu getar alami dan analisis statik ekivalen 3.6.4. Pengaruh momen puntir terhadap gaya geser tingkat 111 .7. Titik pusat masa dan kekakuan struktur 3.5.8. Beban geser dasar nominal dan beban gempa nominal statik ekivalen 3.

Semen.3. Aplikasi dan koreksi rancangan campuran beton 4. Klasifikasi agregat 4.1. Dapat menentukan 3. 112 . Langkah-langkah membuat rancangan campuran beton 3. Gradasi agregat karakteristik dan karakteristik dan 4. Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton 2.5. Sifat dan persyaratan bahan pembentuk beton : Air. 5.5. Perhitungan Volumetrik dan Test Marshall 6. 6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknologi Bahan : TS-2121 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: • Memahami sifat dan persyaratan dari bahan pembentuk beton dan campuran aspal panas • Mampu membuat rancangan campuran beton dan campuran aspal panas Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menjelaskan sifat dan persyaratan 1. Dapat menjelaskan Memahami 4.2.3. Pencampuran dan pemadatan lab panas 6.4. Spesifikasi sifat-sifat campuran aspal 3.6.2.3. Penentuan gradasi agregat memahami teknik teknik pencampuran 6. dari bahan pembentuk Agregat Halus dan Agregat beton Kasar 2. 4.4. Dapat menguraikan 5. Spesifikasi aspal jalan Mengerti dan 6. Pencampuran agregat persyaratan agregat persyaratan untuk bahan perkerasan 4. Beton sebagai bahan bangunan 1.2.1. Faktor air semen dan campuran rancangan workability campuran beton Mampu membuat 3. Data untuk membuat rancangan rancangan komposisi bahan campuran beton campuran beton campuran beton 3. Dapat menjelaskan 6. Deviasi standar membuat rancangan membuat 2.2. Mampu menjelaskan 2.2. Karakteristik agregat agregat untuk 4. Teknik memvariasi kadar aspal pencampuran aspal aspal panas 6. Proses produksi aspal karakteristik dan persyaratan aspal untuk 5.2.1. Kuat tekan karakteristik dan Memahami kuat tekan rata-rata beton ketentuan dalam ketentuan dalam 2. Analisa 6. Jenis-jenis aspal persyaratan aspal bahan perkerasan jalan 5.3. Sifat-sifat aspal untuk perkerasan 5.5.1.1. Spesifikasi agregat jalan serta teknik bahan perkerasan pencampuran agregat jalan serta teknik 5.1.4.3. Proses terjadinya aspal Memahami karakteristik dan 5. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 1.

Institusional Kur.Institusional TS-5015 BETON PRATEGANG TS-1117 MENGGAMBAR TEKNIK. Inti Kur. T TS-5014 STRUKTUR KOMPOSIT TS-4129 TEKNIK JEMBATAN 113 .Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. T TS-5013 PERANCANGAN STRUKTUR TS-4127 PERANCANGAN STRUKTUR BAJA TS-3225 PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3226 STRUKTUR BAJA TS-3124 STRUKTUR BETON BERTULANG TS-3128 STRUKTUR KAYU. Inti Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK PERANCANGAN STRUKTUR Kode Mata Kuliah Mata Kuliah SKS 2 3 2 1 2 3 3 3 2 2 Klp MK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.

1. Mampu prategang dalam 3. Keuntungan dan kerugian beton merencanakan prategang dan menganalisis 2.2.3. Penerapan prategang secara dasar beton prategang secara umum umum prategang untuk 1. Kehilangan gaya prategang prategang jangka panjang 3. Perencanaan lentur tidak menggunakan kondisi elastis diijinkan tegangan tarik piranti modern 3. Kehilangan gaya prategang elemen dan sistim kehilangan gaya jangka pendek struktur dari beton prategang 2.6.2.3.9.1. Dapat menganalisa daya 4.3.2. Analisa momen retak lentur layan balok beton 4. Kaji ulang momen nominal balok beton prategang balok beton biasa dan balok sebagian beton prategang 5. Perencanaan penampang komposit 3. Perencanaan elastis balok beton 3. Perencanaan lentur diijinkan dalam tegangan tarik tetapi tidak merencanakan dan diperhitungkan kekuatannya menganalisis 3.4.1.1. Perencanaan balok beton prategang akibat gaya geser 3.5. Perencanaan pejangkaran 3. Konsep dasar beton prategang 1.2. Mampu 1.7.4.3. Dapat merencanakan 5. Pengertian beton prategang 1. Cara pemberian prategang 2. Dapat menjelaskan 1. Kombinasi beton bertulang biasa dan beton prategang 114 . Perencanaan lentur elastis metoda beban imbang 4.6. Analisa lendutan 5.1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Beton Prategang : TS-5015 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi: Mampu merencanakan dan menganalisis elemen dan sistim struktur dari beton pratekan sesuai standar yang berlaku secara manual maupun dengan bantuan piranti moderen Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Analisa momen nominal dan prategang akibat lentur batas 4. Ide dan perkembangan beton bidang teknik prategang sipil 1. Beton prategang sebagian secara umum 5.8. Dapat menghitung 2.5. Memahami dasarprinsip dasar beton 1. Perencanaan lentur diijinkan elemen dan sistim tegangan tarik dan struktur beton diperhitungkan kekuatannya prategang 3.2. Perencanaan block akhir 3. Dapat merencanakan balok sederhana beton prategang secara umum 3.

6. Dapat merencanakan balok menerus beton prategang

7. Dapat merencanakan tiang beton prategang 8. Dapat merencanakan balok precast beton prategang

6.1. Balok menerus beton prategang secara umum 6.2. Keuntungan dan kerugian balok menerus 6.3. Konsep disain balok menerus 6.4. Menghitung dan menggambar kedudukan garis tekan ( C-line) 6.5. Transpormasi linier 6.6. Langkah-langkah disain balok menerus beton prategang 7.1. Penggunaan tiang beton prategang secara umum 7.2. Disain tiang beton prategang 8.1. Penggunaan balok precast beton prategang secara umum 8.2. Disain balok precast beton prategang

Daftar Referensi:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Badan Standardisasi Indonesia, 1971, Peraturan Beton Bertulang Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum Badan Standardisasi Indonesia, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, (SKNI- 2002) Lin., T. Y. dan Burns, N.H, 2000, Disain Struktur Beton Prategang, Terjemahan Mediana, Binarupa Aksara Jakarta. Raju., N.K., 1993, Beton Prategang, Terjemahan Suryadi, Erlangga Jakarta Walter Podolny JR., Jean M. Muller, Construction and Design of Prestressed Concrete Segmental Bridge, 1982, John Wiley & Sons. Park and Paulay, Reinforced Concrete Structures, , 1975, John Wiley & Sons. Bangash M.Y.H., Structural Details in Concrete, 1992, Blackwell Scientific Publications. Sutarja., IN., 2003, Beton Pratekan, Buku Ajar, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana

115

Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat

: Menggambar Teknik : TS-1117 : 3 SKS : I (Satu) : -

Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu menggambar sesuai ketentuan standar gambar teknik secara mutlak tentang Gambar Konstruksi Bangunan Teknik Sipil
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Dapat menjelaskan 1. Memahami dan konsep dasar menguasai menggambar teknik pengertian tentang 2. Dapat menjelaskan pentingnya konsep dasar dimana menggambar tujuan akhir gambar teknik teknik sebagai paket informasi dokumen otentik Materi Pokok 3 1.1. Pendahuluan. Pengertian dasar ttg menggambar teknik, bahasa gambar, pengertian gambar artistik dan gambar teknik, sejarah gambar teknik masa awal, gambar teknik modern, proses pembuatan rencana, standar gambar 1.2. Pengertian gambar teknik sebagai informasi data otentik yg sangat penting pada dunia industri ketekniksipilan terkait integrasi antara drawing (gambar teknik), specification (peraturan-peraturan, standar/code) dan Bills of Quantities (Volume Pekerjaan) 2.1. Penggunaan kertas gambar dan berbagai ukuran sesuai ketentuan 2.2. Penggunaan alat gambar seperti meja gambar, alat tulis berupa penggaris, pensil, pen dan lainnya 2.3. Latihan menggunakan semua alat tulis yang ada dengan teknik yang benar

2. Mengenal dan memahami penggunaan alatalat gambar

3. Mengenal dan memahami macam-macam garis, skala dan ukuran gambar serta mengaplikasikan dalam menggambar teknik 4. Mengenal dan memahami tanda gambar serta

3. Dapat menjelaskan penggunaan alat gambar sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran secara efektif dalam menggambar teknik 4. Dapat menjelaskan alat-alat gambar sebagai sarana mencapai sasaran dalam membuat gambar (ketepatan, kecepatan, keterbacaan, kebersihan) 5. Dapat menjelaskan dan menguraikan macammacam abjad garis dan penggunaannya 6. Dapat menjelaskan skala system metric dan skala metric, skala insinyur sipil serta menentukan skala pada kertas gambar 7. Dapat menjelaskan tentang tanda gambar, simbol-simbol

3.1. Pengertian dan maksud penggunaan berbagai jenis garis dan abjad dalam gambar 3.2. Penggunaan skala dalam gambar 3.3. Latihan membut objek dengan menggunakan garis sketsa serta menggunakan skala yang tepat dalam kertas gambar 4.1. Pengertian dan maksud penggunaan tanda gambar, simbol-simbol topografi, standar konstruksi beton,baja, dll dalam gambar

116

mampu menggunakan bentuk huruf dan angka dengan baik 8.

9. 5. Mengenal dan memahami proyeksi sederhana serta memahami 10. penggunaan system irisan penampang (potongan)

6. Mengenal, memahami dan mampu membuat denah objek sederhana serta mampu menggunakan system irisan penampang (potongan) pada denah/plan sederhana

11.

12.

13. 7. Mengenal, dan memahami gambar konstruksi pada bangunan sipil 14. (Sub struktur, Super struktur dan Upper struktur semua jenis bangunan sipil) 15.

16.

17.

topografi, standar konstruksi beton,baja, dll. Bentuk berbagai huruf dan angka dan penggunaanya pada pelbagai kondisi gambar-gambar kerja Dapat menjelaskan dan mengidentifikasi macam-macam proyeksi Dapat mengidentifikasi macammacam jenis potongan dan cara memotong pada obyek gambar. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan Dapat menjelaskan pengertian denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potonganpotongan standar pada bangunan terkait Dapat menjelaskan hubungan denah dengan potongan dengan cara memotong pada obyek gambar Menjelaskan pondasi, pengertian pondasi, bahan pondasi, jenis pondasi Menjelaskan pengertian dan kegunaan konstruksi dinding, dinding batu alam, dinding batu buatan, pelapis dinding Kolom, sloof, pasangan-pasangan pada bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan balok dan pelat lantai, serta komponen struktur pada berbagai bangunan sipil lainnya Pengertian dan kegunaan tangga,

4.2. Penggunaan berbagai huruf yang mendukung tanda gambar serta symbol yang menyertainya 4.3. Latihan membuat objek dengan menggunakan huruf dan berbagai simbul

5.1. Pengertian proyeksi dan identifikasi macam-mcam proyeksi 5.2. Pengertian potongan dan cara memotong pada obyek gambar 5.3. Mengenal konstruksi geometri dalam proyeksi dan potongan 5.4. Latihan membuat proyeksi dan potongan dari obyek gambar

6.1. Pengertian berbagai denah bangunan sipil, jembatan, jalan, gedung, bangunan air, dll, serta potongan-potongan standar pada bangunan terkait 6.2. Hubungan denah dengan potongan pada berbagai jenis bangunan teknik sipil 6.3. Latihan membuat denah obyek bangunan sederhana

7.1. Pengertian dan penggunaan semua komponen struktur bangunan teknik sipil yang berkaitan dengan tugas menggambar teknik: 7.2. Pondasi 7.3. Pasangan dinding

8.1. Kolom dan sloof bangunan 8.2. Balok dan Pelat lantai

9.1. Tangga 9.2. Atap bangunan

117

Bandung. Building Construction Handbook. dengan referensi yang sudah ada Merencanakan dan menggambar denah sederhana. Emst. Penerbit Mandar Maju. 2. posisi pintu.. Latihan menggambar sambungan 11. 8. bagian-bagian atap. Asistensi tugas secara kolektif Asistensi potonganpotongan bangunan tugas serta detail-detail terkait Menjelaskan Computational Added Design (CAD) dan penggunaannya. 22. Chudley R.1 Pengertian dasar menggambar grafis dengan alat bantu komputer 11. Greeno R. edisi ke-sebelas. 1999 Robert Koch. Butterworth-Heinemann. konstruksi rangka atap. bentuk tangga Pengertian dan kegunaan atap. Neufert. Mengenali dan mengertikan konstruksi sambungan serta menggambarkan detail sambungan Pengertian pintu dan fungsi pintu. 6. Penerbit Erlangga. 1998. Rumah Sederhanan Howard Simon. Sambungan yng ada pada komponen kosen dan pintu 10. 3.4.2. Spencer. 21. 8. Incorporating Current Building & Construction Regulation. Teknik Menggambar Giesecke. Mengenal dan memahami penggunaan CAD sebagai alat bantu menggambar teknik 24. Novak. frame / kosen pintu. Latihan menggambar sambungan 10.. 4. Menggambar dan mengenali jenis-jenis penutup atap. 20. Hill. Menggambar pintu dan detail sambungan pintu Pengertian denah bangunan. bahan tangga. 2000 Mohd. 23.18. Jilid I. 3th Edition. Pedoman Gambar Kerja 118 .3. Sambungan kuda-kuda 9.1. Buku Politeknik. Menggunakan piranti komputer (praktek menggambar dengan software AUTOCAD) 9. Ilmu Konstruksi Bangunan I dan II Heinz Frick. Taib Sutan Sati. 7. 5. Architects Data Heinz Frick. Dygon. Mitcheel. sambungan-sambungan pada konstruksi atap kuda-kuda. Gambar Teknik. jenis dan bentuk atap.2 Mencoba berlatih dengan software CAD DAFTAR REFERENSI: 1. 19.

10. bandar Udara. Ronal Hikari. 12. jalan Raya. Sumber kumpulan handout Menggambar Teknik (Bpk. Gambar-gambar Dasar Bangunan Stykes Keith. 1998 Sumber buku-AUTOCAD Sumber buku yang mengnalkan berbagai konstruksi Gedung. Hongsui and Architecture Sugiharjo. Jembatan. Sukada Wenten) 119 . Working Drawings Handbook.9. 3th Edition. 13. dan konstruksi bangunan lainnya 14. Bendungan/bangunan Air. British Standard. 11.

3 Kinerja struktur menurut SNI 03-1726-2002 2. Kompetensi Dasar 1 1.1 Obyektif desain struktur tahan gempa.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur : TS-5013 : 2 SKS : VIII : Struktur Beton Bertulang. Memahami perbedaan berbagai system struktur gedung tinggi 3.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 4.4 Daktilitas Perpindahan 6. Dapat membuat model struktur dengan salah satu software analysis struktur . Dapat menjelaskan tipe kegagalan struktur gedung akibat gempa. 5.2 Analisa momen kurvatur. 6.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi daktilitas elemen struktur 7. 3. Menguasai perhitungan daktilitas elemen struktur 2. 6.1 Pembuatan layout struktur 7. 5.2 Pemodelan elemen-elemen struktur (balok.1 Pengalaman empiris gempa sebelumnya.2 Daktilitas dan tingkat pelelehan 6.1 Pembebanan Statis dan dinamis 1. 1. 6. Memahami perilaku dinamis struktur gedung Indikator Pencapaian 2 1.1 Obyektif desain struktur tahan gempa. Struktur Baja dan Teknik Gempa Standar Kompetensi : Mampu merancang struktur gedung dari beton bertulang dan baja yang tahan gempa dan memahami perilaku dinamis struktur bangunan sipil kompleks lainnya. Dapat menjelaskan perbedaan perilaku statis dan dinamis Materi Pokok 3 1. 3.3 Latihan di laboratorium komputer 120 2.3 Daktilitas kurvatur dan regangan.2 Perilaku dinamis struktur gedung. Memahami prinsipprinsip pemodelan elemen struktur dalam program komputer 7. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban lateral 5.1 Tipe-tipe komponen struktur pemikul beban lateral 5. kolom dan pelat) 7.5 Hubungan daktilitas perpindahan dengan kurvatur 6. Dapat menganalisis daktilitas elemen struktur penampang segiempat beton bertulang. 6. Dapat menjelaskan sistem struktur pemikul beban gravitasi 4. Dapat mejelaskan konsep daktilitas struktur.

Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) 3.6 Panel Zone 13.4 Desain Kolom 12.1 Teori dasar joint 10.2 Lokasi dan Konfigurasi Dinding Struktur(DS) 11. 8. Dapat merancang elemen balok dari SRPMK beton bertulang.1 Persyaratan Geometri elemen balok.4 Desain terhadap beban geser 10. Tata Cara Perencanaan Struktur baja untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1729-2002) 121 .2 Kinerja struktur baja daktail 12. Menguasai perancangan dinding struktur (DS) beton bertulang kantilever 11.2 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 9. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002) 2.2 Persyaratan Geometri elemen balok. Badan Standardisasi Indonesia.1 Tipe-tipe dinding struktur (DS) 11. Menguasai perancangan dan analysis elemenelemen struktur rangka beton bertulang tahan gempa (SRPMK) menurut SNI 032847-2002 8. 2002. Badan Standardisasi Indonesia.2 Type-type joint 10.3 Desain tulangan vertical dan horizontal 11. Dapat merancang elemen kolom dari SRPMK beton bertulang 10. arch bridge) 13.5 Desain terhadap beban geser 9.1 Ketentuan Material 12.1 Persyaratan Material (beton dan baja) 8. 2002. bentang panjang 8. Dapat merancang 8. Dapat merancang dinding struktur (DS) beton bertulang 12. 9.3 Persyaratan Tulangan lentur dan geser 8.3 Ketentuan DS dalam SNI 03-2847-2002 11.5 Balok Lemah-Kolom Kuat 12.2 Pembebanan Angin dan gempa. Badan Standardisasi Indonesia. Memahami prinsip. 13.13.4 Desain terhadap beban lentur 8.3 Desain Balok 12.3 Perilaku dinamis DAFTAR REFERENSI: 1.1 Review tipe-tipe jembatan bentang panjang (suspension.4 Desain Coupling Beam 12. 9. Dapat merancang pertemuan balok dan kolom (joint) 7. 2002.3 Gaya-gaya pada joint 10.4 Desain joint 11. Dapat menjelaskan pembebanan dan prinsip pembebanan perilaku dinamis dan perilaku jembatan bentang dinamis jembatan panjang. cable stay.3 Desain terhadap beban lentur 9.6. Menguasai struktur rangka baja perancangan tahan gempa elemen-elemen struktur rangka baja daktail (SRPMK) menurut SNI 031729-2002 9.

R.M.4. J. 10. CUR3. and Wight.K. T. Englekirk. 1993. T. Pearson-Prentice Hall. USA. Jhon Wiley and Sons Inc. 2002.. and Paulay. MacGregor. 2005 11. Sudarsana.. 2005. 9. Perencanaan Tahan Gempa Struktur Beton Bertulang (Sesuai SK SNI T15-1991-03). Steel Structures-Controlling Behavior Through Design.. Reinforced Concrete-Mechanics and Design. A. Buku Ajar. dan Andriono. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. F (Editor). PS Teknik Sipil. 6. IM. Paulay.. USA. R. 1975. Naem. Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings. G.. ITS Press. John Wiley and Sons Inc. T. Reinforced Concrete Structures. 829 pp.K. The Seismic Design Handbook. 1994. 8.J. J. 767 pp. IK. Dan Salain. Chapman & Hall. 1992. 5. and Priestley. 744 pp. Park. Kusuma. Perencanaan Struktur Beton bertulang Tahan Gempa Menurut SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002. John Wiley &Sons Inc. 2000. 1152 pp. USA. 2nd edition.. M. USA.N. UNUD 122 .. 7. Rahmat Purwono. 4th Edition.

3..2.1. Perencanaan gording 2. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban angin 4. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tekan 6. Merencanakan struktur atap Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menggambar 11. Merencanakan portal 3. Dapat merencanakan pembebanan pada portal Daftar Referensi: 1.1. Gambar potongan struktur baja 11. 1996.1.4. Smith.2. Inc. Structural Steel Design. 123 . John Wiley & Sons. Perhitungan dan kontrol dimensi batang tarik 6. Perhitungan sambungan pada titik buhul kuda-kuda 2. Gambar detail sambungan balok dan kolom 4.1.1. Gambar detail kuda-kuda 11. LRFD Approach.1.3. J. Dapat merencanakan pembebanan pada rangka batang Materi Pokok 3 1.. Membuat gambar rencana 8.2. New York. Dapat merencanakan batang tekan dan pelat kopel 7. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hujan 3. Dapat menggambar lay out 2. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban hidup 3. Perhitungan pelat kopel 7.1. Kombinasi pembebanan 2. Pembebanan dan distribusi beban akibat beban mati 3. Gambar Lay Out 1. Perhitungan kombinasi pembebanan pada portal sesuai dengan SNI 9. Dapat merencanakan dimensi batang tarik 6. Perencanaan dimensi pelat. Dapat menghitung gaya-gaya batang 5.4. Panjang tiap batang 1.1. Dapat merencanakan sambungan pada titik buhul 8.C. Dapat merencanakan 10.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Struktur Baja : TS-4127 : 1 SKS : VII (tujuh) : Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang struktur baja yang diterapkan pada struktur gedung Kompetensi Dasar 1 1. dimensi pelat. Kontrol tegangan dan lendutan 3. Perhitungan gaya batang 5.1.2. Gambar denah hasil dari perencanaan 11. Dapat merencanakan 9. balok dan balok dan kolom kolom 10.2.3. 2nd Ed. Dapat merencanakan dimensi gording 3.1.. Perencanaan sambungan balok sambungan balok dan dan kolom kolom 11.1.

Salmon. New York. Badan Standarisasi Nasional 124 . J.. Steel Structures: Design and Behavior. Publisher.2. G. E. and Johnson. 3rd Ed. SNI 03-1792-2002. 1996. Inc... Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. Harper Row. C. 3.

Review Analisis Struktur 3. Materi Pokok 3 1.1.Dimensi Balok . Gambar Arsitektur 2. Data lain terkait analisis struktur 3.2.4. taraf dan kombinasi beban yang bekerja.Dimensi Kolom 125 . Mutu bahan 2. Tata letak struktur 1.1.1. pola.1. kelangsingan dan distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan 2.Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Perancangan Struktur Beton Bertulang TS-3225 2 SKS VI (Enam) Struktur Beton Bertulang Standar Kompetensi : Mampu merancang kekuatan struktur bangunan beton bertulang 2 lantai dan seluruh hasil rancangan mampu dituangkan dalam bentuk gambar struktur. Dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar perancangan struktur 2.6.3.2. bentuk. Bentuk dan kelangsingan bangunan 1. Review Struktur Beton Bertulang 3. Denah Struktur 1. Penentuan Dimensi Awal . 6. Mampu memperkirakan dimensi elemen struktur beton bertulang baik yang berdiri sendiri atau merupakan satu kesatuan struktur sesuai jenis. Kompetensi Dasar 1 1.5. Mampu menjelaskan konsep disain elemen beton beton bertulang 5. 4. Data ME 2. Pembebanan 3.Dimensi Plat . Dapat menjelaskan datadata yang dibutuhkan dalam perancangan struktur beton bertulang. Konsep Kekuatan dan kemampuan layan Struktur Beton Bertulang 5. Peraturan 2. Dapat menjelaskan prinsip dasar dalam penentuan tata letak.1. Mampu menjelaskan halhal yang diperlukan / harus dipersiapan dalam perancangan struktur Indikator Pencapaian 2 1.3.3. Review Teknik Fondasi 4.1. Data Tanah 2.4. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang. Mampu menjelaskan beban-beban yang diterima struktur sesuai data arsitektur maupun yang disyaratkan peraturan serta memahami hirarki pembebanan 6.2. Distribusi kekuatan sepanjang tinggi bangunan (seragam dan menerus) 2.

D.. 199. Vis. Penerbit Erlangga. Mampu merancang kekuatan plat. Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.C dan Kusuma.4. G. Tangga. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur. Departemen Pekerjaan Umum. 8. Sloof) 9. 1988. 1994. 4. balok anak. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. Jakarta. 2. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. Dasar-Dasar Beton Bertulang. Jakarta. I. 7. Daftar Referensi : 1.3.1. 272p Ferguson.1996. Struktur Beton Bertulang.2. Pelindung beton untuk tulangan..1. Standar Baru SNI T-15-1991-03. 2002. Gramedia Pustaka Utama. PT. Penerbit Erlangga. Badan Standarisasi Indonesia. balok induk. kolom. 7. Balok Anak. Portal (Blok. W.5.. Analisis Struktur 7. sloof 9. Bidang M. Gramedia Pustaka Utama. Mampu menerapkan beban serta kombinasinya baik elemen maupun struktur secara keseluruhan. PT. pondasi.2. 527p. Struktur Beton Bertulang . Penjangkaran dan penyambungan tulangan 9. Jakarta. 3. N 8. Wahyudi.1. Kolom Pondasi.3. Perencanaan Plat. 126 . 5. SA. Detail Penulangan 9. dan Rahim. L. Panjang Penyaluran 9. Jakarta. Gambar Stuktur 9.

2 Keunggulan dan kekurangan 2.4 Keruntuhan lateral 5. Dapat merencanakan elemen kolom pada struktur baja. 2. Materi Pokok 3 1. . Memahami konsep perancangan elemen batang lentur Memahami konsep perancangan 5. Memahami konsep perancangan struktur baja dan metoda LRFD. 4.1 Elemen-elemen batang tekan 4. Indikator Pencapaian 2 1. 2.2 Konsep perencanaan batang tarik 3.1 Jenis-jenis struktur baja 2.5 Keruntuhan tekuk lokal 6.1 Material dan produksi baja. Memahami karakteristik baja sebagai bahan struktur. 4.5 Keruntuhan tekuk torsi 4. 6.4 Keruntuhan fracture 3.5 Penampang tersusun 4.3 Keruntuhan global 5. Memahami konsep perancangan elemen batang tarik Memahami konsep perancangan elemen batang tekan 3.1 Elemen-elemen batang lentur 5. Dapat merencanakan elemen batang tarik pada struktur baja.2 Diagram teganganregangan 1.6 Penampang tersusun 5. Dapat menjelaskan material pembentuk baja. 1. Dapat merencanakan elemen batang lentur pada struktur baja.1 Perilaku elemen kolom 6.4 Metoda LRFD 3. Dapat merencanakan elemen batang tekan pada struktur baja.2 Konsep perencanaan kolom 127 Kompetensi Dasar 1 1.4 Keruntuhan tekuk local 4.3 Metoda Elastis dan Ultimit 2.2 Konsep perencanaan batang lentur 5.2 Konsep perencanaan batang tekan 4. 3. jembatan dan bangunan sipil lainnya. 6.3 Keruntuhan tekuk global 4. proses pembuatan profil baja dan sifat-sifat mekanis nya.1 Elemen-elemen struktur baja 3.3 Sifat-sifat mekanis lainnya 2. 5. Dapat menjelaskan dasar pemakaian struktur baja metodametoda analisanya.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Struktur Baja : TS-3226 : 3 SKS : VI (Enam) : Analisis Struktur : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen-elemen struktur rangka baja beserta sambungannya pada bangunan gedung.3 Keruntuhan leleh 3.

2 Kuat nominal baut 9.2 Kuat nominal las 10.1 Jenis dan mutu las 10.3 Perencanaan sambungan geser sentris 10.3 Keruntuhan lateral 8.4 Pembesaran momen 7.2 Konsep sendi plastis 8. Dapat merencanakan elemen balok-pelat dan pengakunya pada struktur baja.1 Jenis dan mutu baut 9. Memahami konsep perencanaan sambungan baut 11.5 Analisa dng metoda keseimbangan 8.6 Analisa metoda energy 9.1 Aksi komposit 11.3 Kuat lentur 11. Pengenalan penampang komposit 10.1 Moda-moda keruntuhan 8.7 Pengaku geser 8.5 Perencanaan sambungan geser exentris 10. Memahami konsep perancangan elemen balokpelat 7.2 Konsep perencanaan 7. Dapat memahami konsep keruntuhan plastis pada struktur dan menghitung gayagaya dalam pada keruntuhan tersebut 9.4 Keruntuhan local 7.4 Konektor geser 128 .5 Keruntuhan geser 7.3 Keruntuhan blok geser 9. Memahami konsep metoda keruntuhan plastis pada analisa struktur baja Memahami konsep perencanaan sambungan baut 8.4 Perencanaan sambungan geser exentris 11. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan las 11. 8.3 Keruntuhan lateral 7. 10.1 Perilaku elemen balokpelat 7.4 Perencanaan sambungan geser sentris 9. Dapat memahami konsep dan mampu merencanakan sambungan baut 9.4 Mekanisma sendi plastis 8.elemen kolom 7. Dapat memahami perilaku penampang komposit 6.3 Pengaruh P-∆ 6.2 Lebar efektif 11.6 Geser tumpu 7.

Mata Kuliah ( MK ) Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Struktur Beton Bertulang TS-3124 3 SKS V (Lima) Mekanika Bahan Standar Kompetensi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.6.4.2. Trayektori tegangan 3.4.2.5.1.5. 1.1. Kolom biaksial 6. Penulangan satu arah 6. Penulangan dua arah 6. Konsol Pendek 3.4. 1. Mampu merancang kekuatan puntir balok beton bertulang 5.3.6. Materi Pokok 3 Introduksi Ruang Lingkup Acuan Normatif Bahan dan sifat beton Bahan dan sifat baja Lentur pada balok beton Analisa penampang balok empat persegi : 2.2. Mampu merancang kekuatan elemen struktur Plat.1.2. 1. Teori Geser Rangka 3. Indikator Pencapaian 2 1. Tulangan Puntir 4. 2. Kolom langsing 5.2.2. Memahami konsep serta prilaku secara umum struktur beton bertulang.1. Teori Geser Konvensional 3. Tulangan Geser 4.3. 2.1. Mampu merancang kekuatan geser balok beton bertulang.5.3. Tulangan Tunggal 2. Tulangan Rangkap 2.3.1. Lantai Cendawan 6.1. Pondasi Telapak dan Konsol Pendek 129 .3.4. Tulangan Geser-Lentur dan Puntir 5.2. Mekanisme Puntir 4. Tegangan tarik miring dan Lingkaran Mohr 3. Pelat empat persegi tertumpu dikeempat sisi : 6. Tegangan dan reganan 2.1. 2. Pondasi Telapak 6. Menguasai perancangan dan analisis elemenelemen struktur beton bertulang.4.1. Dapat menjelaskan karakteristik material beton dan baja 2. 4. Seluruh hasil rancangan dapat dituangkan dalam bentuk gambar struktur Kompetensi Dasar 1 1. 1. Teori Geser dg Compression Field Theory 3. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang dengan kombinasi lentur dan aksial 6. Mampu menganalisis dan menerapkan konsepkonsep perancangan penampang terlentur 1. Teori Garis Leleh 6. Analisa penampang balok T 3. Pembesaran momen pada kolom 5.3.5. Kolom pendek 5.

Pelindung beton untuk tulangan 8. Kontrol lendutan 8. 130 . Sejarah beton prategang 9. Dasar-Dasar Beton Bertulang.3.3. Penjangkaran dan penyambungan tulangan 8.4.. 7. 2002. Penerbit Erlangga. Badan Standarisasi Indonesia. W.1. PT.Keuntungan dan kerugian . Jakarta. Struktur Beton Bertulang . Dasar-Dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03. 199. Mampu membuat gambar struktur elemen / portal beton bertulang.1. Jakarta. dan Rahim. 4. Wahyudi. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002) Dipohusodo. 3. Mampu menganalisis kemampuan layan elemen struktur beton bertulang 8. Introduksi 8. Standar Baru SNI T-15-1991-03. Kontrol retak 7.3. Memahami prinsipprinsip struktur beton prategang 7... Penerbit Erlangga.Prilaku lentur. 1988. Jakarta. Jakarta.1996.Metode Pelaksanaan . Gramedia Pustaka Utama. Dapat menjelaskan prinsipprinsip Beton Prategang Daftar Referensi : 1. 4. Struktur Beton Bertulang. Vis.2. L. SA.1. 527p. I. Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03.2. Detail penulangan 9. 2. G.geser . 272p Ferguson.Konsep analisis 9. 5. 1994. PT. Perbandingan beton bertulang dengan beton prategang . Departemen Pekerjaan Umum. Mampu menuangkan hasil rancangan / analisis dalam bentuk gambar struktur.2.C dan Kusuma. Sifat Bahan Beton dan Baja 9. Gramedia Pustaka Utama.

Tegangan izin kayu 4.1. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktu dengan sambungan gigi 5. Dapat menjelaskan konsep tentang bangun kayu dan sifat fisik kayu 2. Batang tarik 10. dan tegangan izin kayu 4.Dapat menghitung atau mendemensi batang 131 .2. Sifat fisik kayu 2.2. Batang tekan 11.2.1.3.1. Golongan jenis kayu 3. Dapat menghitung kebutuhan baut pada sambungan kayu 5. Latihan soal batang tekan 2.2.2.1.1. Latihan soal sambungan pasak kayu 7. Sifat mekanik kayu 3. Dapat menghitung kebutuhan paku pada sambungan kayu 6. Sambungan baut tanpa mur 4. Dapat menghitung kebutuhan pasak baja pada sambungan kayu 8. Latihan soal alat sambung modern 9.1.Mata kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Kayu. Memahami bangun kayu dan sifat-sifat kayu Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 7.2.1. Sifat higroskopik kayu 2. Latihan soal sambungan baut 5.1. Sambungan gigi tunggal 9. Alat sambung modern 8. Latihan soal sambungan gigi tunggal dan dan sambungan gigi ganda 10. Sambungan pasak kayu 6.1. sambungan baut dengan mur 4.2. T : TS-3128 : 3 SKS : V (Lima) : Analisis Struktur I Standar Kompetisi : Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur kayu yang diterapkan pada atap bangunan dan struktur bangunan sipil yang sesuai Kompetensi Dasar 1 1.2. Dapat menjelaskan tentang golongan jenis kayu.1. Dapat menghitung kebutuhan pasak kayu pada sambungan kayu 9. Bangun kayu 1.Dapat menghitung atau mendemensi batang tarik 11. Latihan soal sambungan pasak baja 8.3. Menguasai perancangan dan analisis alat penyambung kayu 4. Menguasai perancangan dan analisis elemen struktur kayu 10. Dapat menghitung sambungan gigi Materi Pokok 3 1. Memahami golongan Jenis kayu dan tegangan izin kayu 3.2.2 Latihan soal batang tarik 11.2 Sambungan gigi ganda 9. Sambungan paku 5. Sambungan pasak baja 7.1.3. Latihan soal sambungan paku 6. Pendahuluan 1. Dapat menjelaskan konsep tentang sifat higroskopik dan sifat mekanik kayu 3.

Tahanan terkoreksi 22. Perencanaan keadaan batas 19.tekan 12.1. Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia (SNI) 132 . Konstruksi Kayu. Larihan soal batang mendukung momen dan gaya normal 14. Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung balok susun 15. Keadaan batas kemampuan layan 20.3. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 21. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 PKKI 1961 2. Kuat acuan berdasarkan pemilahan secara visual 18. Dapat menjelaskan masalah kuat acuan 12.Dapat menghitung atau mendemensi batang lentur 13.1 Beban nominal 18.3.1.4.1. Dapat menjelaskan komponen struktur Daftar Referensi : 1.1.1. Batang lentur 12. Ir.5.2. Kondisi acuan 21.2.1. Dapat menghitung atau mendemensi jembatan komposit 6.2. Dapat menghitung atau mendemensi kolom susun 16. Batang mendukung momen dan gaya normal 13. Komponen struktur tekan dan tumpu 18. Suwarno 3.4.1 Balok susun 14. Dapat menjelaskan syarat-syarat perencanaan 22. Kuat acuan berdasarkan pemilihan secara mekanis 17. Felix Yap 4.3. Jembatan komposit 16. Konstruksi Kayu. Memahami tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia 17. Latihan soal batang lentur 13.2. Dapat menjelaskan dasar-dasar perencanaan 20.2. Latihan soal jembatan komposit 17.Dapat menghitung atau mendemensi batang yang mendukung momen dan gaya normal 14.2.2. Komponen struktur tarik 22. Dapat menjelaskan kombinasi pembebanan 19.1.1. Pengekang lateral 21.2. Kondisi batas tahanan 19. Latihan soal kolom susun 16. Ir. Beban berlawanan dan beban lainnya 19. Luas bruto dan neto 20.2 Latihan soal balok susun 15. Kolom susun 15.2. Analisis struktur 19. Stabilitas 20. Kombinasi beban 18.

3.3. baja tulangan dan beton 2. Memahami konsep 3. LRFD/Limit State elemen struktur perancangan struktur Design) komposit komposit (strength.4. beton 2.1.4. Durability limit 3. Dapat menjelaskan konsep aksi komposit.5. Angka keamanan dan tetapantetapan dalam berbagai peraturan yang dirujuk 4. Komponen yang ada dalam struktur komposit 2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Struktur Komposit : TS-5014 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Struktur Beton dan Struktur Baja Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur komposit yang diterapkan pada struktur gedung. Momen kapasitas penampang balok komposit penuh dalam menerima momen negatif 4.5.1.5. Dapat menjelaskan konsep komposit antara baja dan beton serta dapat menentukan material yang diperlukan untuk membentuk aksi komposit Materi Pokok 3 1. Konsep komposit pada elemen 1.2. Shear Connectors 2.4. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Teori umum aksi komposit baja beton 2. Gaya-gaya yang terlibat pada aksi komposit (regangan slip dan panjang slip) 2. Contoh material dan elemen struktur yang bersifat komposit 1. pelat dan kolom) 3. Dapat merancang 3.2. Review sifat material baja struktur. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok 133 .3. Serviceability limit durability limit) 3. Memahami konsep 1.1.1. aksi komposit elemen yang bersifat secara umum dan komposit dan gayamengenal struktur gaya yang berperan komposit baja dalam aksi komposit.2. Momen kapasitas penampang dengan konsep analisis elemenbalok komposit penuh dalam distribusi tegangan elemen struktur menerima momen positif merata secara lengkap komposit 4. Lebar efektif dan tetapan dalam 4. Menguasai peraturan balok komposit perancangan dan 4.2.3. Jenis elemen struktur komposit yang umum (balok.3. Teori dan Konsep umum 2. Perhitungan dan pemasangan Shear connector pada balok tertumpu sederhana 4. jembatan dan struktur bangunan sipil yang sesuai. Strength limit serviceability and 3. Lendutan pada balok komposit penuh dan parsial dengan konsep penampang transformasi 4. Dapat menjelaskan perhitungan struktur komposit perancangan konsep-konsep dalam (ASD.6.

LRFD Approach. N0. Vo. 2. Konsep perhitungan (kolom menerima gaya aksial dan biaksial) 7.8. Momen kapsitas pelat komposit 7.. Perhitungan dan pemasangan shear connectors 5. Composite Structures of Steel and Concrete. Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan – Bridge Management System 7 (Perencanaan Baja Struktural).3. 134 . 5.3. Materi Kursus Singkat Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Nopember 1989. New York.5.2. 2000. Johnson. Civil Engineering Department. and Johnson. G.. 24102. Departemen Pekerjaan Umum. Persyaratan kolom komposit 7. Guidelines for Flexural Design of Prestressed Composite Beams. John Wiley & Sons.1. Journal of Structural Engineering. Inc. DPG. 2nd Ed. 3rd Ed. 3. 2nd Ed. J. Structural Steel Design. 9. 6.. 4. Paper No.4. Vol. Oxford. 4.2. 1996. Publisher. Balok komposit parsial 4.. Badan Standarisasi Nasional BMS No.. Dapat merancang balok komposit dengan konsep distribusi tegangan linear secara lengkap 6. Dapat merancang pelat komposit 7.7. Composite Construction – Features and Methods to Increase Beam Members’ Capacity.. Inc. Momen kapasitas penampang balok komposit dengan shear connectors 5.. 1996. Momen kapasitas penampang balok komposit tanpa shear connectors (baja terbungkus oleh sebagaian atau total) 6. Steel Structures: Design and Behavior. ITB. Desain kolom komposit baja terbungkus beton bertulang 7. 1. E. Smith. Momen kapasitas Balok komposit parsial dan lendutannya 5. Aksi komposit antara baja dek dan beton secara cara-cara meningkatkan aksi lekatan 6. New York.9. R. Jenis-jenis kolom komposit 7. Badan Standarisasi Nasional SNI 03-1726-2002. Ilmu Rekayasa.P. Udayana University Saadatmanesh. 7. 11. Elemen Komposit. Harper & Row. 2000. Berbagai perhitungan pada berbagai variasi penampang sehubungan dengan pemakaian baja deck pada pelat beton. 1989. Salmon.C. Direktorat Bina Program Jalan Iswadi Imran.1. Desain kolom komposit tabung baja diisi beton Daftar Referensi: 1. 115. 7. Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Gedung. PAU.2. Faculty of Engineering. J.. SNI 03-1792-2002.1. 1994.5. Blackwell Scientific Publication. Dirjen Bina Marga. Lab Mekanika Struktur. 8. Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung. Dapat merancang kolom komposit menerus 4. Bandung Sugupta. C. 1992.

2. Spesifikasi jembatan 1. Presedur perencanaan jembatan 2. kombinasi beban dan dapat merencanakan pembebanan jembatan 4.4. Dapat merencanakan struktur pelat lantai jembatan.1. Pengaruh kegagalan jembatan 2. Perencanaan Abutmen 5. Pembahasan hasil presentasi 4. 3.1.5.3. pelaksanaan serta pemeliharaannya. Pengertian Beban dan jenis-jenis beban pada jembatan. Dapat merencanakan struktur abutmen. Beban grafitasi. Gaya-gaya dalam pada komponen jembatan. Dapat menjelaskan berbagai jenis beban.3. menjelaskan diagram alir perencanaan struktur atas jembatan 5.2. Membuat karya tulis 6. dan menyajikan dalam karya tulis tentang masalah teknik jembatan 135 .2. Menguasai prinsip dasar presedur perencanaan jembatan dan estetika jembatan 3. membahas. Presentasi karya tulis 6.3.4.3. Materi Pokok 3 1.2. Jenis-jenis jembatan 1.1. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. pilar jembatan dan pondasinya. Analisis Struktur II. Dapat merumuskan permasalahan.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasayarat : Teknik Jembatan : TS-4129 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Sistem Transportasi. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur atas jembatan 5. Kombinasi beban 3. Fungsi jembatan dalam sistim trasportasi 1. Menguasai perencanaan pembebanan jembatan Indikator Pencapaian 2 1.2.1. Dapat menguraikan presedur perencanaan jembatan dan pertimbangan estetika pada perencanaan jembatan 3.3.3.2.4. spesifikasi dan kegagalan jembatan 2. Pelimpahan beban dari/ke unsur struktur jembatan 4. Menguasai langkahlangkah perencanaan struktur bawah jembatan 6. Estetika dalam perencanaan jembatan 2. Perencanaan pelat lantai kendaraan 4.1.1. Perencanaan pondasi abutmen/pilar 6.4. Memahami peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Dapat Menjelaskan peran penting jembatan dalam sistim transportasi. Kompetensi Dasar 1 1. Geometrik Jalan. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Menguasai konsep dasar perencanaan struktur jembatan. bebab angin. Beban-beban pada abutmen 5. 4. beban lalu-lintas. Langkah-langkah perencanaan jembatan 5. Pemilihan tipe jembatan 3. gempa 3. Mampu menyajikan hasil karya tulis tentang masalah teknik jembatan 6. Jenis abutmen dan diagram alir perencanaan abutmen 5. Langkah-langkah perencanaan pilar 5. Perencanaan Balok/gelegar jembatan 4.

Institusional Kur. Inti Kur. L PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN PANCASILA SKS 2 3 3 3 2 2 2 2 Klp MK MPK MPK MKB MBB MKB MKB MPK MPK Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SIPIL UMUM Kode Mata Kuliah KU-1104 KU-1105 TS-2144 TS-4182 TS-4116 MA-1112 KU-1203 KU-4202 Mata Kuliah BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS ILMU UKUR TANAH.Institusional Kur. Inti 136 .Institusional Kur.Institusional Kur. L KERJA PRAKTEK METODOLOGI PENELITIAN PEMROGRAMAN KOMPUTER. Inti Kur.

dan pola kalimat efektif 5. dan tanda hubung) 2. koma. dan jenis) dan klausa dalam menyusun 5. 2.1 Kutipan (disertai dan tanpa kutipan. ganti. 3.3 Contoh-contoh tulisan ragam pemakaian ejaan bahasa baku (EYD) 2. bibliografi. dan perubahan makna menguasai sebuah kalimat.1 Arti dan Fungsi bahasa fungsi bahasa. serta mengaplikasi 1. Memahami dan 4. dan tulis resmi) bahasa. Dapat menjelaskan dan menulis 3. Dapat menulis kata dan kalimat 2. titik dua. struktur. pidato fungsi dan ragam ragam bahasa.1 Ketepatan kata.3 Bibliografi (penulisan dan penyusunan) 3.3 Kalimat efektif (keutuhan. ulang.3 Penulisan tanda baca (tanda titik. referensi) dan bibliografi. catatan kaki. kutipan. Dapat menjelaskan arti dan 1.1 Pengertian dan Unsur-unsur kalimat (subyek.2 Struktur dan Pola kalimat menganalisis kesalahan kalimat. Dapat membuat kalimat efektif 6. kesesuaian tepat dan sesuai dalam menulis kata.2 Penulisan kata (kata dasar. kefokusan. kesejajaran. frasa.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : : : : : Bahasa Indonesia KU-1103 2 (SKS) I (Satu) - Standar Kompetensi : Menguasai Ejaan baku (EYD). catatan kaki. serapan. gabungan. Dapat menggunakan kata secara 4. dan mampu menuliskan ide ilmiah kedalam suatu paragraf dengan kalimat efektif. 1. 137 .2 Ragam bahasa (ilmiah. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok 1 2 3 1. Memahami dan 3. menguasai 1. bertingkat dan gabungan) 6. (Diksi) pemilihan kata 4.2 Catatan kaki (penulisan dan kutipan. predikat. dengan menggunakan ejaan baku miring. kecil. catatan kaki dan catatan kaki) menguasai penulisan menyusun bibliografi 3.1 Kelas kata dan Frasa (Fungsi mengaplikasi kelas kata. dan tebal) (EYD). dll) 2. pilihan kata yang tepat (Diksi).1 Pemakaian huruf (kapital. 6. dengan memperhatikan struktur obyek dan pelengkap) kalimat yang benar dan dapat 6.2 Peristilahan dan kata baku (diksi).2 Klausa (kalimat majemuk kalimat setara. Dapat menjelaskan dan 5. Memahami arti.

diksi dan ejaan) 4. Dapat membuat paragraf sesuai 7.4 Jenis. ketuntasan.4 Analisis kesalahan kalimat (struktur. konsistensi. Mampu menuliskan 7. topik suatu paragraf kalimat efektif dan keruntutan).2 Pikiran utama dan kalimat menggunakan paragraf (kesatuan. ketepatan diksi dan ejaan) 6. hubungan dan 7. hubungan dan pengembangan paragraf 138 . Ciri-ciri dan Fungsi ide ke dalam suatu dengan kaidah bahasa dengan paragraf paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat 7.3 Syarat paragraf yang baik pengembangan paragraf (Kesatuan.kehematan. dan keruntutan) 7. kepaduan. kepaduan.1 Pengertian.

its materialbuildings.1.1 Process 2: Actions in sequence 4.2. Capable to properties and shapes of describe buildings materials than commonly or civil works and used in civil works. preparation) Materi Pokok 3 1.2. Capable to explain the 9. Capable to describe the 8.1 Structure 4. baik kedalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. shapes.4 Practice test 6.3 Reading 6. 5.1 Process 3: Cause and Effect 6. Tendency. structure.1.2 Structure 6.1 Properties and Shapes 2. Capable to describe the English. Capable to explain the 1. Capable to describe the properties.1 Location 3.1 Listening 6. and unit of etc measurement in 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Bahasa Inggris : KU-1105 : 3 SKS : I (Satu) :- Standar Kompetensi: Mampu menjelaskan secara verbal dan non-verbal/tulisan. Measurement 4: Frequency. and structures components in term of its 2. To be able to function and ability of describe the function and ability buildings of any kind of civil structures in English 8. Capable to explain the 3. Probability 7. both into English and Bahasa) Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. 2. (Capable to communicate in verbal and non-verbal the content of given civil engineering topics that written in English. Measurement 1 4. To be able to 9. isi/makna dari literatur/teks berbahasa Inggris dengan topic-topik di bidang teknik sipil. frequency. Capable to determine the type of measurements used for site area and quantity. room/ a place/ a land site. To be able to sequence of activities in a describe the particular civil work sequence/process of civil work in English 5.5 The TOEFL Test 7. To be familiar with 6. To be able to write the TOEFL test answer to the right section (TOEFL of the answer sheet.1 Process 1: Function and Ability 139 . Capable to use proper phrases to determine proportion. tendency of any building structures/components/ events. Measurement 2: Quantity 5. location of a building/ a location. Measurement 3: Proportion 5. structure of a building 4.

2. that written in English 140 .2 Etc 7.1.1. To be able and group and do presentation confident to give a of a particular civil presentation of a engineering topic.1.1. materials/compone nts as structure.3 Surveying 10. Capable to reinformation from a explain particular civil engineering information such as film process / activities in sequence from a film (video) Daftar Referensi: 1.1. in English 10. Capable to work in 6.1 Film: 11.1 Presentation topics: 10.4 Highway 10.7 Trusses 10.1 Engineering the impossible 11.5 Concrete 10. 3. 4.cause-effect of force that describe the cause resulted by a building and effect related structure component to to the used other components.8 Dam 11. civil engineering topic 10.6 Steel beam 10.1. To be able to gain 11.1 Soil Mechanics 10. Buku Ajar: English For Civil Engineering Grammar in Use Recommended reading book: Structure Any textbooks/articles in civil engineering field.1.1.1.2 Foundation 10.1.

1 Metode Penampang Rata-rata 5. 1.y.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Ilmu Ukur Tanah TS-2144 3 SKS III (Tiga) - STANDAR KOMPETENSI : Memahami konsep dasar pengukuran. 1. . Memahami metode yang sederhana untuk pengukuran jarak dan sudut 3.2.3 Konsep dasar GIS 2. Memahami aplikasi ilmu ukur tanah untuk teknik sipil 5. Memahami konsepkonsep pengukuran horizontal.1.1. Maksud & Tujuan IUT.1 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi horizontal (x.3.1.3.3. Sudut dan jarak 1.1 Dapat menjelaskan variabel pengukuran dan parameter penentuan posisi dengan GPS 6.1.2.2 Konsep dasar penentuan posisi dengan GPS 6.3 Penentuan titik detail lengkungan 6.y) 4. Memahami cara kerja peralatan ukur tanah theodolit dan sipat datar (waterpas) 4.1.2 Pengukuran jarak dan beda tinggi secara optis 4.3 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan titik detail dan teknik penggambaran di peta 5. Sistem Koordinat.2.1 Dapat menjelaskan komponen dan fungsi serta cara kerja theodolit dan sipat datar Materi Pokok 3 1.4 Metode Double Meridian Distance 5.1.4 Metode garis kontur 5.1.2 Pengukuran jarak di lapangan dengan pita ukur 3.1 Dapat menjelaskan teknik pengukuran sudut siku-siku dan jarak dengan metode dan peralatan sederhana 3.1 Dapat menjelaskan maksud dan tujuan ilmu ukur tanah dan konsep dasar pemetaan muka bumi 2.1.3 Metode Pengikatan Ke Muka dan Belakang 4.5 Metode Grafis 5. T1.1. 1.2. vertikal dan situasi serta penyajiannya di peta 4.1.1.2 Metode Poligon 4.1.1. pengolahan dan penyajian data geografis dan aplikasinya di bidang teknik sipil serta mampu melakukan pengukuran ukur tanah di lapangan.h) dengan metode GPS dan konsep dasar teknologi 141 .3.4 Metode Triangulasi dan Trilaterasi 4.2 Penentuan titik P.3. Skala dan peta 2.1.1 Metode segitiga 5.3 Penggambaran titik kerangka.2 Dapat menjelaskan metodemetode dan peralatan ukur tanah yang digunakan untuk penentuan posisi vertikal (h) 4.2.2 Sistem sumbu horizontal dan vertikal pada alat ukur tanah 3.3 Dapat menjelaskan teknik pematokan kembali titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat 6.2.4.2 Metode Prismoida 5.5.1 Istilah-istilah di dalam metode GPS dan GIS 6.1.3 Metode Borrow-Pit 5. Memahami konsepkonsep dasar dari Ilmu Ukur Tanah (IUT) Indikator Pencapaian 2 1.1.3 Metode koordinat 5.1.2. Kompetensi Dasar 1 1.1 Metode penentuan beda tinggi dan penentuan tinggi titik 4.1.1 Penentuan titik potong busur S 5.2 Metode garis ukur 5.1.1 Bagian-bagian dari alat theodolit dan sipat datar 3.1.3.2 Macam-macam pekerjaan sipat datar 4.1 Penetapan titik detail 4.3 Sipat datar luas dan penggambaran garis kontur 4.1 Penentuan koordinat satu dan lebih dari satu titik 4.1 Membuat garis lurus dan sudut siku-siku di lapangan 2.1.2 Dapat menjelaskan metode pengelolaan data geografis 6. T2 dan M 5.3.1.3 Pengenalan titik kerangka horizontal dan vertikal sebagai titik ikat dan istilahistilah terkait 4.1 Dapat menjelaskan teknik perhitungan luas tanah dari data ukur 5.1.2. Memahami konsep dasar penentuan posisi atau koordinat (x.2 Dapat menjelaskan teknik perhitungan volume tanah dari data ukur 5. titik detail dan kontur di peta 5. Bidang perantara dan referensi.

2 Dapat melakukan metode pengolahan dan penyajian data ukur tanah 7.2 Pengukuran beda tinggi 7.2.1 Dapat melakukan teknik pengukuran dengan praktek pengukuran langsung di lapangan dengan alat theodolit dan waterpas 7.1.1 Pengukuran titik kerangka dan situasi 7.informasi berbasis geografis (GIS) 7.2 Perhitungan koordinat horizontal dan vertikal 7.3 Penggambaran peta situasi 142 .2. Memahami konsep dan metode pengukuran tanah di lapangan serta pengolahan data dengan teknologi GIS 7.2.1 Tabulasi Data 7.1.

Memahami administrasi dan proses pelaksanaan/ pengawasan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan.Mata Kuliah Kode MK. / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Kerja Praktek TS-4182 3 SKS VII 90 SKS Standar Kompetensi : Memahami administrasi proyek dan proses pelaksanaan kegiatan/pekerjaan proyek di lapangan.4 Penjadualan proyek 1. Indikator Pencapaian 2 1.1 Praktek kerja di proyek konstruksi 1. Dapat menguasai dan menyajikan proses pelaksanaan kegiatan/ pekerjaan proyek di lapangan dalam bentuk laporan tertulis.2 Administrasi proyek dan sistem pelaporan 1. Menulis laporan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan /pekerjaan proyek di lapangan. Kompetensi Dasar 1 1. 2. Dapat memahami dan menjelaskan proses administrasi dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan di lapangan 2.5 Penulisan laporan kerja praktek 143 . Materi Pokok 3 1.3 Teknik pelaksanaan pekerjaan 1. dan mampu menyajikannya dalam dalam bentuk laporan tertulis.

1 Pembuatan judul penelitian 5. 2006.Dapat menentukan pendekatan dan penentuan subyek penelitian 6.4. Tarsito. 90 SKS Standar Kompetensi: menguasai konsep dasar penelitian dan mampu menyusun proposal dan laporan penelitian Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2.5. Teknik analisis data kuantitatif 6. Kajian teori dalam rangka penyusunan variabel dasar penelitian 3. Moleong. Latar belakang dan identifikasi masalah 2. Statistika.Mampu menjelaskan penelitian dalam dan memahami desain bidang teknik sipil penelitian. Bandung 144 .2.1.1. Jenis pendekatan dalam penelitian 5. 4. Bandung Soeratno dan Arsyad. L. Statistika untuk Penelitian. UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.2.2..1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Metodologi Penelitian : TS-4116 : 2 SKS : VII (tujuh) : Bahasa Indonesia.1. Teknik penyusunan paragraph 8.1. Pendekatan penelitian 2. Teknik analisis data kualitatif 6.1.1. Mampu merancang 2.Mampu membuat judul penelitian 5. Mampu menjelaskan. W. CV Alfabeta. Yogyakarta Sugiyono. Pengantar Penelitian Ilmiah. Perumusan masalah 2.2. Desain penelitian 2. 2004.Mampu menyusun laporan penelitian Materi Pokok 3 1. Mampu menyusun 7. 1988. Teknik penyajian dan pengolahan data Daftar Referensi: 1. Subyek penelitian: sampel dan populasi 6. Perumusan kerangka pikir dan perumusan hipotesis 4. Konsep dasar penelitian 1. Penafsiran hasil penelitian 7.3. PT Remaja Rosdakarya. Perumusan tujuan dan manfaat penelitian 3.. 3.Dapat menentukan teknik dan prosedur analisis data 3. Kajian empirik hasil penelitian yang relevan 3. 2004. memahami dan melakukan kajian teori. konsep metode penelitian dan metode penelitian 2. Bandung Surakhmad. Metodelogi Penelitian. 2.. Bagan alir penelitian 2.Dapat menjelaskan berbagai jenis dan prinsip-prinsip. dapat mendeskripsikan dan memahami bagan alir penelitian dan kaitan dengan focus penelitian dan manfaat hasilnya 3. Memahami 1. Format proposal penelitian dan laporan ilimiah 7.3.2.Mampu menyusun proposal dan proposal penelitian laporan penelitian 8. kajian empirik dan penyusunan kerangka pikir dalam konteks variable untuk penyusunan hipotesis 4.3. Metodelogi Penelitian Kualitatif. L.2. Konsistensi isi laporan 8.

September 2006. 6.. sejarah komputer.2 Pengenalan simbul. Input. Step by Step Microsoft Word. Memahami tentang diagram alir (flow Cart) 6. komputer saat ini Materi Pokok 3 Definisi Perkembangan teknologi komputer : Klasifikasi.1 Pengenalan program Fortran 6. Dapat menggunakan paket program Mapinfo 7. Penerbit Informatika 2.1 Aturan – aturan dalam bahasa Program Visual Basic 8.1 Pendahuluan Mapinfo Profesional 9. perangkat lunak komputer.1 Aturan – aturan dalam bahasa fortran 7.5 Transfer data GPS ke Mapinfo Daftar Referensi : Prahasta Eddy. 145 .4 Program paket kusus teknik 4. ……….1 1.3 Program paket umum 3.1 Alat masukan 2. 8. Memahami dan mengetahui paket pemrograman komputer 7. output Aturan dan cara pembuatan flowchart 4.1 Penggunaan program Microsoft word 4.2 Mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Program Visual Basic 8.2 Pengenalan program Visual Basic 6.2 Proses 2.2 Penggunaan awal Mapinfo 9.2 Penggunaan program Microsoft axcel 5. Belajar dan Memahami Sistem Informasi Geografis Mapinfo. Dapat menjelaskan tentang perangkat keras computer (hard ware ) Dapat menjelaskan perangkat lunak komputer 2. 9.2 Kompetensi Dasar 1 1. 2001. Dapat menjelaskan sejarah komputer dan komputer saat ini 1. Gramedia Jakarta 1.Bekerja dengan tabel-tabel basis data 9.3 Contoh-contoh soal dalam bahasa Program Visual Basic 9. Dapat menggunakan paket program microsoft office Dapat menjelaskan tentang diagram alir (flow Cart) Dapat menjelaskan dan mengetahui paket pemrograman komputer Dapat menggunakan program Fortran Dapat menggunakan program Visual Basic 5. Menguasai penggunaan program Visual Basic 9. sejarah komputer 2.Mata Kuliah (MK) Kode MK SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : Pemrograman Komputer MA-1112 2 SKS I (Satu) - : Mengetahui dan menguasai pengetahuan yang cukup mengenai pengenalan.1 5.3 contoh-contoh soal dalam bahasa fortran 8. proses.4 Penggunaan alat GPS 9.2 Program system operasi (operating system) 3. Memahami perangkat lunak komputer dan jenis-jenisnya 4. Memahami apa itu komputer. Memahami tentang perangkat komputer (hard ware) 3. perangkat keras. Menguasai penggunaan paket program Mapinfo 2. diagram alir dan mampu membuat program sederhana Indikator Pencapaian 2 1.Legenda dan Manipulasi tampilan peta .1 Pengenalan perangkat lunak komputer 3.Membuat peta-peta tematik .3 Output (alat keluaran) 3.3 Pengenalan Program Mapinfo 7.3 .2 mengetahui stateman – statemen dalam bahasa Fortran 7. Menguasai paket program microsoft office 5. Menguasai penggunaan program Fortran 8. 6.Membuat Workspace . 3.

1977. Dinastindo. 2003. Suryoatmono. 1990 Bahasa Fortran dari Fortran IV hingga Fortran Powerstation.0.. Flowchart untuk siswa dan mahasiswa. Program Microsoft Visual Basic 6. Pemrograman Windows dengan Borland C++. Gramedia. Potts Steve & Walnum Clayton. Kadir. Indah Surabaya 5. A. Ltd. B. Tosin R. Parayangan. Fakultas Teknik Univ. Microsoft Ecel 2002. 7. 1995. Bandung 8. Firmansyah I R. Simon & Schuster Pte. Jakarta 146 . Jakarta 6. Pamungkas. Pemrograman C++ berorientasi Obyek. Andi Yogyakarta 4.3.

6. Mengerti dan 5. Hak dan kewajiban warga negara 7.1. Warga Negara 1.1.2.5. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB 3.1. Istilah Konstitusi memahami konstitusi 4. Sistem kewarganegaran berdasarkan perkawinan 2. Mengerti dan 7.4. Jaman Belanda memahami sejarah 3.2.3.3.2.2. Mengerti dan 3. Pengertian Wawasan Nusantara memahami Wawasan 8.2.3. Perkembangan pemikiran HAM memahami hak dan 6. Macam-macam perubahan Konstitusi 4. Sistem kewarganegaran berdasarkan naturalisasi 3. Pengertian Konstitusi Indonesia 4. Kerangka pemikiran HAM di asasi manusia.2. Sistem kewarganegaran berdasarkan kelahiran 2. Nilai Konstitusi 4. Orang asing 2. Tinjauan umum Otonomi daerah memahami Otonomi 7. Mengerti dan memahami konsep dasar warga negara 2. Sejak Proklamasi kewarganegaraan 3. hak Indonesia dan kewajiban warga 6. Mengerti dan memahami kewarganegaraan Indikator Pencapaian 2 1. Sifat Konstitusi 4. Konsep dasar demokrasi memahami demokrasi 5. Mengerti dan memahami kewarganegaraan sistem Materi Pokok 3 1.4. Konsep Dasar HAM 6. Perubahan Konstitusi di Indonesia 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Kewarganegaraan : KU-1203 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara Kompetensi Dasar 1 1.7.1. Mengerti dan 4.8. Pengertian HAM di Indonesia negara 6.5. Pemerintah daerah menurut daerah Undang-undang 8.1.3.2. Mengerti dan 8.4. Mengerti dan 6. Faktor-faktor yang Nusantara mempengaruhi Wawasan Nusantara 147 .2. Pembagian dan klasifikasi Konstitusi 4. Pengertian perubahan Konstitusi 4.1. Masalah Orang asing 4. Sejarah pekembangan dan di Indonesia pelaksanaan demokrasi di Indonesia 6.1.1.

Unsur-unsur dasar Wawasan Nusantara 8.8.4.1.3.3.2.4. Latar belakang dan landasan memahami Ketahanan Ketahanan Nasional Nasional 9. Pengaruh aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara 10. Mengerti dan 9. Ruang lingkup Ketahanan Nasional 9.3.1. Penyusunan Politik Strategi Nasional Nasional 10. Implementasi Wawasan Nusantara 9.2. Pengaruh HAM demokrasi dan lingkungan terhadap 9. Pengertian istilah Politik memahami Implikasi dan Strategi Politik Strategi 10. Politik Strategi Nasional 148 . Mengerti dan 10.

Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila 6. Zaman Kutai 2.1. Pengertian nilai.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pendidikan Pancasila : KU-4202 : 2 SKS : VIII (Delapan) :- Standar Kompetensi: Mengerti.9. Mengerti dan 1. Etika Politik 5. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945 7. Zaman Penjajahan 2. norma dan moral 4.2. Kebangkitan Nasional 2.2. Kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat 3. Memahami penerapan Pancasila sebagai etika politik 5. memahami. menghayati dan mengamalkan Pancasila Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.5.6.3. Inti isi sila-sila Pancasila 4. Memahami Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Materi Pokok 3 1. Memahami UUD RI 149 .3.8. Zaman Sriwijaya 2.1. Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI 3. Landasan Pendidikan Pancasila 1. Perbandingan Idiologi Pancasila dengan paham idiologi besar lainnya di dunia 6. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 2.2. Beberapa pengertian Pancasila 2.3. Struktur Pemerintah RI berdasarkan UUD 1945 3. Dapat mengerti memahami Tujuan dan memahami pendidikan Pancasila Tujuan pendidikan Pancasila 2.1.1.7. Masa setelah Proklamasi kemerdekaan 3. Zaman Majapahit 2.2. Memahami penerapan Pancasila 4.2. Rumusan kesatuan sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem 3. Memahami Pancasila sebagai Idiologi Nasional 6. Memahami Pancasila sebagai sistem filsafat 2.3. Pembukaan UUD 1945 6. Kedudukan dan fungsi Pancasila 5.5.4.1.4. Sidang BPUPKI 2.1.2.1.4. Tujuan Pendidikan Pancasila 1. Pengertian asal mula Pancasila 5.2. Hubungan antara UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 6. Konstitusi 7. Zaman sebelum Majapahit 2. Pengertian filsafat 3. Memahami Pancasila dalam ketatanegaraan RI 7.3.

3. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam Reformasi bermasyarakat 8.1. Isi pokok Batang Tubuh UUD 1945 7.3. Hubungan antara lembagalembaga negara berdasarkan UUD 1945 8.2.7. Pancasila sebagai paradigma pembangunan sebagai paradigma 8.4. Kampus sebagai moral Force berbangsa dan pengembangan hukum dan bernegara HAM 150 . Memahami Pancasila 8.

Inti Kur. Inti Kur.Institusional 151 . Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK SUMBER DAYA AIR Kode Mata Kuliah TS-3239 TS-2137 TS-2138 TS-4179 TS-3140 TS-1236 TS-5034 TS-5032 TS-3241 TS-4143 TS-5031 TS-3142 TS-3251 TS-4180 TS-5033 DRAINASE HIDROLIKA HIDROLOGI ILMU LINGKUNGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR MEKANIKA FLUIDA MODEL HIDRAULIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR PERANCANGAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR PERENCANAAN BANGUNAN PANTAI TEKNIK BENDUNGAN TEKNIK PANTAI TEKNIK PELABUHAN TEKNIK PENYEHATAN LINGKUNGAN TRANSPORTASI SEDIMEN Mata Kuliah SKS 2 3 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 Klp MK MKB MKK MKK MKK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur. Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.

6.5.1. Dapat menjelaskan definisi drainase. talang. Tabolt.4. Pemanfaatan tata guna lahan 3.1.3. TdF dan kurve IDF Materi Pokok 3 1. ruang perencanaan. Gumbel< log Pearson III 2. Curah hujan jangka pendek. Tc. Prasarana dan sarana (infrastruktur) perkotaan 1. ruang lingkup dan lingkup drainase permasalahan drainase secara umum dan permasalahan drainase 2. Tof. Permasalahan drainase 1.3.3.4. dapat drainase menghitung intensitas hujan. Kondisi existing pola aliran saluran drainase 4.2. Dapat menjelaskan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi limpasan 3.4. Mampu pengertian tentang data menjabarkan curah hujan. Analisis hujan kawasan. Infrastruktur air perkotaan 1. Menghitung intesnitas hujan dan kurve IDF 2.4.2. Mampu merencanakan drainase 3. Pola aliran terpadu 5. Hidrolika Standar Kompetensi: Mampu merencanakan drainase perkotaan khususnya dan drainase lainnya pada umumnya Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Curah hujan jangka panjang 2. kemiringan sungai dan mnghitung kemiringan suatu saluran drainase 4. kharakteristik wilayah • Pemanfaatan lahan • DAS • Kemiringan saluran drainase 4. Mononobe 2.1. Menghitung Tc. koefisien pengaliran 3. Dapat menjelaskan dan mengetahui/menghitung • Bangunan fasilitas penunjang drainase 152 . Dapat menjelaskan dan menghitung: • Identifikasi wilayah. shipon 5. Menjalankan rumus-rumus intensitas hujan.5. Topografi dan kondisi suatu wilayah 3.5. Daerah berpotensi banjir 3. analisis sebagi dasar dalam frekuensi dan merencanakan probabilitas. Memahami konsep 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Drainase : TS-3239 : 2 SKS : VI (Enam) : Hidrologi. Gorong-gorong. Tdf 3. Analisis frekunesi dan probabilitas : Distribusi Normal. Konsep dan definisi drainase 1. Sherman. dapat konsep menganalisis hujan perencanaan kawasan (daerah elemen hidologi tangkapan air).3. ToF.2. Ishiguro.1. Pembagian sistem dan sub sistem drainase 4. Siklus hidrologi 2. Dapat menjelaskan dan mengetahui: • Sistem drainase • Pembagiaan Sistem drainase • Penanganan Sistem drainase 5.2. got miring.2. Mengetahui batas-batas DAS. Debit banjir: rumus rasional. Kajian dan contoh aplikasi Hidrologi Perkotaan 2.1. Pengertian peta wilayah dan luas wilayah perencanaan 4.

sekunder.2.3. Saluran drainase sistem jaringan mengetahui cara 6. Mendimensi dan menghitung saluran drainase (primer. tersier) 6.2 Sistem polder Debit banjir Analisis penampamg saluran dainase 153 .1.• • 5.4.1 Sistem kanal 6. Dapat menjelaskan dan 6.4.5.5.3. Sistem kolam 6. Sistem drainase khusus 6.5. Sistem radial 6. penampang saluran ekonomis 5. Bentuk-bentuk profil saluran. Sistem rumusan resapan pengolahan air hujan 6.

1. Persamaan Momentum 3. Tegangan geser 4. Dapat menghitung tipe pemipaan aliran dengan kedalaman air kritis dan penggunaan diagram energi spesifik 7. Sifat dan keadaan aliran 2.1. Menguasai dan dapat menerapkan teori sifat-sifat aliran Melalui saluran terbuka dan sifat pengaliran pada pipa dalam perhitungan dan mampu mendemontrasikannya pada percobaan di laboratorium Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrolika : TS-2137 : SKS : III (Tiga) : Mekanika Fluida Standar Kompetensi: Mampu. Gaya spesifik 6. Perhitungan profil aliran 10.4. Mampu beraturan menggunakan piranti modern dalam menghitung 5. Memahami konsep 1.3.1. Kedalaman air kritis 6. Dapat mehitung profil aliran akibat pembendungan 10.1. Energi spesifik 5.1.3.3. Distribusi kecepatan pada suatu tampang vertikal 4.1.2.1.2. Dapat menjelaskan aliran pada saluran prinsip tegangan geser terbuka maupun pada dinding saluran pada sistem 4. Klasifikasi aliran berdasarkan fungsi waktu dan ruang 1. Kekasaran komposit 5. Bentuk persamaan umum aliran permanen tidak beraturan dan penerapannya 8. sifat / prinsip dasar dan kondisi aliran aliran untuk saluran terbuka dan aliran dalampipa 2. Mampu. Persamaan empiris kecepatan rata-rata 4. Dapat menjelaskan aliran pada saluran teori energi spesifik terbuka maupun dan gaya spesifik pada sistem 6. Persamaan energi 2. Dapat menjelaskan hitungan Parameter Aliran Untuk berbagai Bentuk saluran 9.1.2. dasar aliran pada mengusai dan saluran terbuka menerapkan teori 3.2. Tinjauan profil aliran 9. Dapat menghitung pemipaan dimensi penampang pada aliran permanen 3. Persamaan kontinuitas 2.2. Persamaan Loncat hidrolis Type loncat hidrolis 154 . Dapat menjelaskan persamaan umum aliran permanen tidak beraturan 8. Definisi aliran saluran terbuka dan aliran dalam pipa 1.1.2. Penggunaan diagram energi spesifik 7. 10. Dapat menjelaskan prinsip persamaan 2. Dapat menjelaskan prinsip dan menerapkan loncat Materi Pokok 3 1.1.2. Dapat menjelaskan klasifikasi aliran. Penampang saluran ekonomis 4. Gaya-gaya yang bekerja dan prinsip kesetimbangan 3.

Aliran Melalui Saluran Terbuka. WCB-Mc.1. dkk. Jakarta 3. K. Triatmodjo. Yogyakarta 5. Erlangga. Panjang loncat air 12. Lab. Chow V. V. Dapat menghitung permanen melalui sistem pipa 13.3. Type aliran 12. Yogyakarta 6.1. Terjemahan oleh Nensi Rosalina. Garis tenaga dan garis tekanan 14. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran laminar 13. Beta Offset. 1993 Hidrolika II. Dapat menjelaskan dan menerapkan teori kehilangan tenaga 11. Tinggi tenaga yang hilang pada loncat hidrolis 11. 1997. Sistem Pemipaan Daftar Referensi:: 1. Jakarta. Triatmojo B.GrawHill.3.hidrolis dan type loncat hidrolis 11. Ranga Raju. 1998. Beta Offset.1. Persamaan dasar aliran 14.2. Hidrolika Saluran Terbuka. Singapore.2. Pipa dengan Pompa 14. Hidrolika.G. 1993.2. 1986.. Tinggi energi yang hilang pada Pengaliran Turbulen 13.T.. Dapat menjelaskan tipe aliran dan persamaan dasar pada pengaliran pipa 13.1.2. 4. Hidrolika I.L. B. Panduan Pratikum Hidrolika 155 . Streeter. Erlangga. Fluid Mecahnics. Dapat menjelaskan teori kehilangan tenaga pada loncat air 12. 2. Pipa dengan Turbin 14.

2. Perhitungan besar evaporasi dan evapotranspirasi dengan 3 alternatif atau lebih 5. teknik sipil.1. hujan. Proses presipitasi dan berbagai jenis presipitasi 2. 3. Pengukuran infiltrasi dan perkolasi 6.2.1.2.1. berbagai cara dalam evaporasi dan mengukur besarnya evapotranspirasi.4. Perhitungan infiltrasi 5.1. Rumus-rumus dan menghitung intensitas-durasi hujan 3. Pengukuran curah hujan 2. Dapat menganalisis 6. Konsep dan definisi hidrologi 1. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.3.1.3. Dapat menganalisis 5. Kurva masa hujan 4. Skema siklus hidrologi dan aliran air tanah 1. Dapat menjelaskan elemen hidrologi proses presipitasi dan seperti hujan. dapat menjelaskan neraca air dan 2. Dapat menjelaskan definisi hidrologi. Memahami dasar. Konsep evaporasi dan evapotranspirasi 4. dasar hidrologi siklus hidrologi serta untuk bidang elemen-elemennya. Mampu modern kurva menggunakan intensitas dan durasi piranti modern hujan kurva masa dalam menghitung hujan berbagai elemen 4. dan menghitung secara manual maupun menggunakan grafik besar evaporasi dan evapotranspirasi Materi Pokok 3 1. Menguasai menghitung neraca air perhitungan dalam waduk dengan cermat dan benar berbagai 2. hidrograp dan unit hidrograp banjir.2. mengisi data yang hidrograp dan unit hilang hidrograp banjir.3. Konsep hidrometri 156 . serta probabilitas kejadian dari hujan maupun banjir Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. infiltrasi serta perkolasi. menghitung infiltrasi serta hujan rata-rata dan perkolas. Dapat menjelaskan hidrologi. Menghitung hujan rata-rata 2. Konsep infiltrasi dan perkolasi dan menghitung 5. Dapat menghitung serta probabilitas dan menggambarkan kejadian dari hujan secara manual maupun banjir maupun dengan menggunakan piranti 3. Mengisi data hujan yang hilang 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Hidrologi : TS-2138 : 2 SKS : III (Tiga) : Statistika Standar Kompetensi: Menguasai perhitungan secara manual maupun dengan piranti modern berbagai elemen hidrologi seperti hujan.1. Laju infiltrasi dan sifat transmisi infiltrasi dan perkolasi tanah 5.4.4.1.2.3. Rumus neraca air dan menghitung neraca air waduk 2. Pengukuran evaporasi dan evapotranspirasi 4. evaporasi dan evapotranspirasi.

Dapat menghitung 7. C. Penerbit Erlangga. 3. Hidrologi Teknik. 5. Jakarta Sosrodarsono. Hidrologi Untuk Pengairan. Menghitung dan maupun menggunakan menggambarkan hidrograp piranti modern Rating banjir Curve dan Hidrograp banjir 8. Penerbit Pradnya Paramita. 1988.3.2. Menghitung. Mengenal Dasar-Dasar Hidrologi Terapan Soemarto.1. 1993. Sri. Kensaku Takeda.5.1. 2. Menghitung dan dan menggambarkan menggambarkan rating curve secara manual 7.2. 1995.dan menghitung 6. Dapat menganalisis 8. Unit hidrograp dan banjir serta dapat 8.D. Konversi unit hidrograp menghitung konversi 8. Unit hidrograp sintetik unit hidrograp dan unit hidrograp sintetik 9. Applied Hydrology. Aplikasi statistik untuk hidrologi dan menghitung 9.4. New York Harto.2. McGraw-Hill Company. Hidrologi Teknik. 4. Dapat menganalisis 9. Pengukuran kecepatan aliran sungai 7. Prinsip translasi 8. E. M. Penerbit Erlangga Jakarta 157 .3. 1980.2. Prinsip tampungan dan menghitung hubungan antara hujan 8. Pengukuran tinggi muka air elemen-elemen sungai 6. Jakarta Wilson. .3. Chow Ven Te. Suyono. menganalisis serta frekuensi data dan menggambarkan dengan dapat menjelaskan Sebaran Normal dan Gumbel konsep statistik untuk hidrologi serta dapat menghitung dan menggambarkan dengan sebaran Normal dan Gumbel Daftar Referensi: 1.1. Konsep analisis frekuensi 9.

Definisi ekosistem 2. Memahami prinsip 4.2. Permasalahan lingkungan lokal lingkungan baik lingkungan 3. 6.4.2. Memahami konsep 1.1. Permasalahan lingkungan 3. Dapat menjelaskan dan ruang lingkup konsep dan ruang ekologi dan lingkup ekologi ekosistem 2. Model perencanaan lingkungan model-model perencanaan lingkungan untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Komponen ekologi 2.3.2.1. dasar dan prinsip3. 2.1. Dapat menggunakan 4. Komponen ekosistem 2.3. Permasalahan lingkungan secara 3.1. Dapat menerapkan 7. Memahami dasar 7. Aspek-aspek penting dalam perencanaan pengelolaan lingkungan pengelolaan 5.5. Tata cara pelaksanaan analisis analisis dampak dasar-dasar analisis mengenai dampak lingkungan lingkungan dampak lingkungan Daftar Referensi: 1. Dapat menjelaskan 6.1. Memahami modellingkungan model 4. 6. 1996. Tantangan pengelolaan dari pengelolaan lingkungan di masa depan lingkungan di Indonesia.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Ilmu Lingkungan : : 2 SKS : III (Tiga) : Standar Kompetensi: Dapat menginterpretasikan permasalahan lingkungan dan menggunakan pendekatan pengelolaan lingkungan serta dapat menggunakan model-model perencanaan lingkungan. Agenda 21 Indonesia. Permasalahan lingkungan global regional dan global prinsip pengelolaan 4.2. Memahami lingkungan secara lingkungan holistik pendekatan pengelolaan 4. Memahami umum permasalahan permasalahan 3. Siklus pengelolaan 6.4. Agenda 21 Rio (1972) dan UNEP. Jenis ekosistem 3. 1996. 158 .2. Dapat menjelaskan konsep ekosistem Materi Pokok 3 1. Edisi Ketiga. Dasar-dasar Ekologi. Pengelolaan lingkungan lingkungan untuk pengelolaan menyelesaikan masalah 4. Program pengelolaan 5.1.1. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. dapat menguraikan program lingkungan yang ada di Indonesia beserta hambatan-hambatannya. Definisi ekologi 1. Dapat menjelaskan 2. Memahami konsep permasalahan regional lingkungan lokal. Paradigma baru pengelolaan 5. Gadjah Mada University Press. Beberapa pendekatan lingkungan di pengelolaan lingkungan lingkungan Indonesia 4.2. Dapat menjelaskan lingkungan lingkungan di Indonesia pengertian dan tujuan 5.3.

Yogyakarta. Konsukartha & Diana Harmayani. Omara-Ojungu. Universitas Gadjah Mada. Pemerintah Indonesia. 2004. Program Studi Teknik Sipil. 5. and Development. 2006. Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. Fakultas Teknik. Resource Management in Developing Countries. Bahan Materi Kuliah Matrikulasi S2. Totok Gunawan dan Sudarmadji. 8. Pedoman Penyusunan Amdal. Soemarwoto. 7. Yogyakarta. 2000. World Bank (1994) Indonesia. 3. 1997. 4. 9. Universitas Gadjah Mada. UU RI No. Harlow. 6. 09 Tahun 2000. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta. Environment. UNUD Mitchell. 159 .. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Media Pressindo. B. 1985. Longman.. Washington DC.1. Gadjah Mada University Press. 1991. O. Keputusan Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan no. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta. Buku Ajar Ilmu Lingkungan. Bahan Kuliah Amdal.

gorong-gorong. Indikator Pencapaian 2 1.4 Perhitungan kapasitas saluran irigasi 4. 3.4 Menghitung kemiringan dasar sungai sesuai dengan kondisi countur 2. alat ukur debit serta perencanaan bendung dan bangunan fasilitas penunjangnya.5 Pintu air dan alat ukur Debit 4. Menguasai konsep perhitungan kebutuhan air untuk tanaman (Net Farm Requirement) 3.2 Pola tata tanam 3.5 Kendala yang dihadapi dalam perencanaan terase saluran 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Irigasi Dan Bangunan Air : TS-3145 : 2 SKS : V(Lima) : Hidrologi dan Ukur Tanah Standar Kompetensi: Menguasai Konsep jaringan irigasi dan bangunan-bangunan fasilitas penunjang irigasi lainnya. .2 Dimensi saluran ekonomis 4. sekunder.3 Bentuk DAS 2.1 Perencanan saluran garis tinggi 2.3 Perhitungan Kebutuhan air tanaman (Net Farm Requirement) 3. 4 Dapat menghitung profil ekonomis saluran irigasi. primer. Dapat menjelaskan terase salauran sesuai dengan topografi.1 Teori Evaporasi dan Evapotranspirasi) serta data klimatologi lainnya.2 Kemiringan permukaan medan 2.3 Perhitungan vertical drop. Dapat menghitung Bendung tetap secara definitif 160 .1 Penetapan dimensi saluran 4.4 Perencanaan dan perhitungan bgi sadap 4. 5.1 Bentukpermukaan medan perencanaan irigasi 1. Dapat menghitung kebututhan air tanaman / NFR (Net Farm Requirement) 3.1 Jenis-jenis bendung 5.6 Syphon.3 Kedalaman air sungai 2. Dapat menjelaskan konsep perencanaan irigasi dan bangunan fasilitas penunjang irigasi 2. Dapat merencanakan dimensi profil saluran irigasi tersier. Memahami konsep tentang ilmu irigasi dan bangunan air dalam perencanaan dan perhitungan jaringan irigasi dan bangunan fasilitas irigasi lainnya. bangunan bagi sadap maupun bangunan penunjang lainnya secara lengkap 5.2 Perencanaan mercu Bendung 5. Kompetensi Dasar 1 1. bangunan fasilitas.2 Perencanaan Saluran garis punggung 2. incline drop 4. serta dapat menentukan batasan wilayah DAS(Daerah Aliran Sungai) Materi Pokok 3 1.

6 Perhitungan pintu pengambilan dan penguras 6. Dapat menghitung panjang lantai muka Bendung (appron floor) 7.4 Lebar efektif Bendung 5.3 Perhitungan upplift pressure 6.2 Perhitungan kemiringan kantong pengendap lumpur.6.6 Dapat menghitung stabilitas bendung 7. 161 . Dapat menghitung kantong pengendap lumpur (Sand trap) 5.5 Tinggi Bendung 6.2 Kriteria hidrolis Bendung 6.1 Perhitungan panjang kantong pengendap lumpur 8.4 Tekanan hidrostatis air untuk mab dan man 6.1 Bentuk.5 Tekanan redimen 6.1 Perhitungan creep line 6. dimensi dan stabilitas retainingwall bagian U/S dan D/S 8. Dapat menghitung retainingwall U/S dan D/S 8.

Dapat membuktikan persamaan debit.1. Persamaan Bernoulli untuk zat cair riil 162 .1.7. Tekanan uap 3. Mampu menghitung 2. Tekanan pada suatu titik 3.2.3. tentang zat cair hidrostatika. Garis arus dan tabung arus 4. Hukum Newton II 1. gaya tekanan hidrostatis pada beberapa perilaku 3. Mampu zat cair dalam keadaan menerapkan teori diam ke dalam contoh kasus yang ada kaitannya dengan teori zat cair Materi Pokok 3 1.1. Tekanan dinyatakan dalam tinggi zat cair 3. satuan dalam hitungan praktis dengan benar 2.2.8.6.4.3.1.6. Persamaan kontinuitas 5. Berat jenis 2. Macam-macam tipe aliran 4. Dimensi dan Satuan 4. Debit dan kecepatan aliran 4.9. Kinematika zat cair dan Hidrodinamika Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Zat cair dalam silinder berotasi 4. Kapilaritas 2. Dapat membuktikan persamaan Bernoulli dan persamaan momentum pada perilaku zat cair dalam 2. Tekanan atmosfer. kinematika zat cair 3.5. Definisi & Ruang Lingkup Fluida 1.4. Dapat membuktikan dengan cermat dan teori sifat-sifat fluida benar berbagai khususnya zat cair perhitungan untuk digunakan dalam tentang sifat-sifat perhitungan praktis zat cair. Dapat menguraikan 1.1 Persamaan momentum 5.3.2. kecepatan aliran. lingkup fluida. Zat cair dalam keseimbangan relatif 3. relatif dan absolut 3. Memahami teori definisi & ruang dasar hidrostatika. Rapat massa dan rapat relatif 2. Kekentalan zat cair 2.4. Dapat membuktikan dan prisnsip tekanan dan hidrodinamika. Aplikasi gaya tekanan hidrostatis pada teknik sipil 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Mekanika Fluida : TS-1236 : 2 SKS : II (Dua) :- Standar Kompetensi: Mampu menghitung dengan cermat dan benar tentang fluida khususnya fluida cair/zat cair yang menyangkut Hidrostatika. kinematika zat cair Hukum Newton II dan serta dimensi dan hidrodinamika.2 Persamaan Bernoulli untuk zat cair ideal 5.2. Gaya tekanan pada bidang terendam 3. Keseimbangan benda terapung 3. kontinuitas pada perilaku zat cair dalam keadaan mengalir sebagai dasar kinematika zat cair 5. Tegangan permukaan 2.5.3. Kemampatan zat cair 2. Distribusi tekanan pada zat cair diam 3.3.7.

Roberson. 2. Hidrolika I. alat pengukur kecepatan 6. 1997. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat peluap Daftar Referensi: 1. V. Chaundhry. Hydraulic Engineering. Beta Offset. 4. Definisi Koefisien aliran 6. New York..T. Aplikasi persamaan Bernoulli pada alat pengukur debit.4. Cassidy. Waktu Pengosongan Tangki dan Aliran antar Tangki 6. Hidrolika Saluran Terbuka.keadaan mengalir sebagai dasar teori hidrodinamika 6. 1993. Dieta Pratama. Erlangga. Anggrahini.2.4. 3. 1998. Hidraulika Saluran Terbuka. Dapat menghitung dengan benar persoalanpersoalan aliran melalui lubang dan peluap 5.3. Surabaya. Surabaya Chow. 1993.1. Yogyakarta 163 . Triatmodjo. John Wiley and Son. Bambang. Aplikasi persamaan Bernoulli pengaliran lewat lubang 6.

1 2.9 2. Dapat membentuk kembali masalah atau problem yang ada di prototipe dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk model.3 Perencanaan Model Dengan Dasar Berubah DAFTAR REFERENSI: 164 .2 Laboratorium Materi Pokok 3 Definisi Model Hidraulik Peranan Model Hidraulik Jenis-jenis Model Hidraulik Aplikasi Laboratorium Prinsip Modelisasi Kalibrasi Alat dan Model Prinsip Scaling Sebangun Geometrik Sebangun Kinematik Sebangun Dinamik Bilangan Reynold Bilangan Froude Bilangan Weber Bilangan Cauchy Analisis Dimensi Cara Basic Echelon Matrix Cara Buckhingham (phi theorem) Cara Rayleigh Cara Stepwise Cara Langhaar Hukum Skala Persyaratan Skala Reproduksi Model pada Aliran Muka Air Bebas Reproduksi Model pada Proses Morfologi Perencanaan Model Hodraulik Dengan Dasar Tetap perencanaan Model Hidraulik Untuk Gerusan Lokal 6. 2. Dapat menjelaskan 4.3 3.10 3. Dapat menjelaskan definisi model hidraulik dan penerapannya di Laboraorium.2 yang akan dipergunakan untuk pembuatan model 5.2 1.1 perencanaan model hidraulik di 6.3 2.4 2. Irigasi dan Bangunan Air. 6. Mampu menggunakan piranti modern dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam percobaan yang dilakukan di Laboratorium Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menentukan 3.1 hubungan antar parameter 4.2 2.5 3.4 3. Mampu menghitung dengan cermat dan benar pembuatan model dari berbagai desain bangunan air di Laboratorium 3.1 1.4 2.2 berdasarkan statistik 3.6 2. Dapat menentukan 5.7 2.2 pembuatan fenomena alam yang dimodelkan di Laboratorium.6 4.3 1. 1.5 2. 2.1 langkah-langkah yang akan dilakukan dalam 5. Mekanika Fluida.1 kesalahan hasil peneltitian 3. Dapat membuat 6. Memahami dasardasar pembuatan model hidraulik di Laboratorium untuk bidang teknik sipil.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Model Hidraulik : TS-5034 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Statistik. Pengamanan Pantai Standar Kompetensi: Mampu memecahkan permasalahan dalam pembuatan model dalam perencanaan bangunan air secara baik dan benar Kompetensi Dasar 1 1.8 2.

Dimensional Analysis and Theory of Models. Yogyakarta Sharp. Hidraulic Modelling. 3. Scale Models in Hydraulics Engineering. 1957. 165 .. Butterworths & Co. H. Perencanaan Model Hidraulik (Hydraulic Modelling). 4. Nur Yuwono. 1977. The Netherlands. 166p.1. Laboratorium Hidraulik dan Hidrologi PAU-IT UGM. 1994. Langhaar. Delft. de. J. London Vries. New York. 1981. 2. L. J. M.. International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering IHE.

Hubungan data hidrologi dengan keperluan perencanaan 3.4.3.3.4. DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 3.2. Navigasi 5. Dapat menjelaskan dan terkini mengidentifikasi perencanaan DAS dan Wilayah Sungai Materi Pokok 3 1. Konsep perencanaan DAS& Wilayah Sungai 3.6. Daerah Aliran Sungai dan Wilayah Sungai 2. Konsep dan proses siklus hidrologi 1.1. Mampu mengidentifikasi 5.3.1. Konsep dan definisi PSDA 1.2. Dapat menjelaskan definisi PSDA.3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Pengembangan Sumber Daya Air : TS-5032 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi: Mampu menjabarkan sesuai dengan isu-isu terkini tentang konsep perencanaan. Potensi dan distribusi air 2. serta dapat pengembangan mengidentifikasi manfaat. Air bersih & industri 5.1.1.1.2. Mampu tempat menjabarkan 2. Dapat menjelaskan dan 4.1. dapat menjelaskan potensi dan distribusi air disuatu 2.5.2. Matematika keuangan 6. Perencanaan proyek pada DAS & Wilayah Sungai 5. Menghitung dan mengidentifikasi 7.2. dan pengelolaan kebutuhan data dan sumber daya air pengukuran hidrologi sesuai dengan terkait dengan keperluan perkembangan perencanaan pengetahuan 3. manfaat data dan pengukuran data hidrologi 2. Pengertian tentang analisis menghitung matematika ekonomi dan anlisis proyek dalam keuangan PSDA 6. Sasaran perencanaan DAS & menganalisis perencanaan Wilayah Sungai DAS dan Wilayah Sungai 4. Memahami konsep pengembangan sumber daya air Indikator Pencapaian 2 1. Aliran air permukaan dan air tanah 1.2.3. siklus hidrologi serta elemenelemennya. Proyek tunggal guna dan dan menganalisis berbagai serbaguna jenis proyek PSDA 5. Metoda Analisis proyek PSDA 7. Dapat menghitung dan cost dan benefit menganalisis proyek 7. Dapat mengidentifikasi konsep DAS dan wilayah sungai perencanaan.2. Irigasi 5. Menghitung dan menganalisis PSDA (B&C Analisis) alokasi dana dan melakukan alokasi dana 166 . Kebutuhan. Kegiatan perencanaan DAS & Wilayah Sungai sebagai sistem perencanaan 4. pengembangan dan pengelolaan sumber daya air Kompetensi Dasar 1 1. Dapat menganalisis dan 6. PLTA 5. Pengendalian banjir dll 6.1.

3. 3.2. S 199. Erlannga. Jakarta Larry W.6. Undang-undang dalam PSDA 10.B.2.3. R. Mampu menganalisis dan mengidentifikasi kasus nyata berkaitan dengan manajemen PSDA 8. Pengelolaan PSDA secara Terpadu 10. Pengertian Regulasi dalam PSDA 10.1. 2000.A. Mengidentifikasi joint dan spesific cost 8. 6. Menghitung dan menganalisis alokasi dana 9. Demand management 10. Mays & Yeou-Koung Tung. 167 . 1992.5. Hydrosystems Engineering and Management. Pengertian manajemen dalam PSDA 9. Franzini. 7 Tahun 2004. 4. Chay Asdak.9. Netherlands.7. Stockolom. A A Balkema. Hydrology for Water Management. Pengertian supply dan demand management 10. New York Linsley. . 5. 1994.8. Robert J.1. Tentang Sumber Daya Air.2. Mampu menganalisis dan menjelaskan pengelolaan ketersediaan dan permintaan air 11.K. UU No. Dapat menghitung dan melakukan alokasi dana 9. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Jakarta Global Water Partnership. Mahasiswa melakukan presentasi DAFTAR REFRENSI: 1. Mc Graw-Hill Inc. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek manajemen dan pengelolaan SDA secara berkelanjutan 10.4. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek institusional dalam PSDA 12. 2. Peran pemerintah dan swasta dalam PSDA 10. 1992. S. Mampu menganalisis dan menjelaskan aspek regulasi dalam PSDA 13. 7.K & J. Water Resourses Enggineering. Integrated Water Resourses Management.8. Thomson. Roestam. Supply management 10. PSDA dalam satu DAS & wilayah Sungai 10. Sweden. Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu.1. Pengelolaan PSDA secara berkelanjutan 9. Pengertian kelembagaan dalam PSDA 10.

3.1.2.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Irigasi dan Bangunan Air : TS-3241 : 1 SKS : VI (Enam) : Irigasi dan Bangunan Air Standar Kompetensi : Mampu merencanakan dengan cermat dan benar Bangunan air beserta fasilitas pelengkapnya.Perhitungan Stabilitas Bendung 4.6.3.Perhitungan Talang Air dan Gorong-gorong 2.Perhitungan Pintu Pengambilan dan Penguras 3.Perhitungan kapasitas sungai dengan hidrograf 2.1.Perhitungan kedalaman air sungai 2. Perhitungan kemiringan kantong lumpur.1.Perhitungan Bangunan Syphon 1.2.Dapat menentukan jenis mercu dan menghitung Bendung tetap 1.2.Dapat menghitung Stabilitas Bendung 4.4.Perencanaa Mercu Bendung 3.Dapat menghitung debit rencana dan menggambarkan 2.Perhitungan Uplift pressure 3.Perhitungan Tinggi Bendung 2. Kompetensi Dasar 2 1.1.Dapat menghitung kantong lumpur (Sandtrap) 168 .2.Perhitungan Stabilitas Retaining wall 5.Perhitungan creep line 3.4. Mampu merencanakan elemen-elemen Irigasi dan Bangunan air Indikator Pencapaian 3 1.Perhitungan tekanan sedimen 3.5.Perhitungan Tekanan hidrostatis air 3. Menggambar hasil perencanaan Bendung 3.Dapat menghitung Retaining wall u/s dan d/s 5. Mampu merencanakan Bendung beserta Bangunan-bangunan pelengkapnya 1.1. Perhitungan panjang kantong lumpur 5.Perhitungan lebar efektif Bendung 2. Dapat menghitung Irigasi dan Bangunan fasilitas penunjang irigasi Materi Pokok 4 1.1.

1.4.4. 4. Pembangkitan Gelombang 3. 2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Perencanaan Bangunan Pantai TS-4143 2 SKS VII (Tujuh) Hidrologi.7.5.3. 1. Dapat menghitung Elevasi Mercu Bangunan Pengaman pantai.1. 1. Hidrolika. Muka Air Laut Rencana 169 . Distribusi probabilitas tinggi gelombang 3. Survei Lokasi dan Pendahuluan 2.5. Memahami dasar-dasar perencanaan bangunan pengaman pantai untuk bidang teknik sipil. Analisa spektrum tinggi gelombang 3. 3.3. Kala ulang gelombang rencana 3. Gelombang di Lokasi Bangunan 3. Sea Level Rise 4. Latihan Soal-soal 4. 2. Analisis distribusi arah gelombang 3. 1. 1. Survei Data Primer 2. 3.4. Mampu menghitung dan merencanakan dengan cermat serta benar berbagai desain bangunan pengaman pantai yang ada.2.5.8.3. Analisis data 3. 1. Dapat melakukan dan menganalisis data primer dan sekunder yang diperlukan dalam merencanakan bangunan pengaman pantai secara manual maupun dengan piranti lunak yang tersedia. Indikator Pencapaian 2 1.4. 2.3. Run-up dan Run-Down Gelombang 4. Irribarent Number 4.2. Stormsurge dan wave set-up 4.1. 1. Survei Data Sekunder 2. Ilmu Ukur Tanah dan Mekanika Tanah Mampu merencanakan bangunan pengamanan pantai dengan baik dan benar.2.1.6. Abrasi dan Akresi Proses Perubahan Alami Pantai Dampak Lingkungan Wilayah Pantai Peraturan dan Standarisasi Perencanaan Diskusi Standar Kompetensi : Kompetensi Dasar 1 1. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung dan menganalisis data maupun desain bangunan pengaman pantai. Materi Pokok 3 Definisi bangunan pengaman pantai Proses Erosi. Karakteristik Gelombang Angin 3. Dapat menjelaskan definisi bangunan pengaman pantai dan proses yang terjadi di Pantai serta peraturanperaturan yang terkait dengan perencanaan bangunan pengaman pantai secara teknis yang sudah ada. Dapat menghitung dan menganalisis gelombang desain yang dipakai dalam perencanaan bangunan pengaman pantai serta deformasinya.6.2.

Elevasi Bangunan Latihan soal-soal Identifikasi permasalahan Kriteria kerusakan dan penyebabnya Pembobotan dan Skala prioritas Usulan penanganan kerusakan pantai Lingkungan Wilayah pantai dan Sempadan Pantai Karang Pantai Pasir Pantai Lumpur Vegetasi Darat di Pantai Biota Pantai Definisi Bangunan Pengaman Pantai Permeable Revetment Impermeable Revetment Dasar Perencanaan Revetment Parameter Stabilitas Block Revetment Perencanaan blok beton revetment. 5. 8.23.14. 4. 7. 7.7. Studi Kasus Concrete Block Revetment Latihan Soal Revetment Dasar Perencanaan Seawall Model konstruksi Seawall Perhitungan Stabilitas Sea Wal Studi kasus Seawall Latihan Soal Seawall Dasar perencanaan groyne Tinggi Groyne Panjang Groyne Jarak Groyne Tipe Groyne Tata letak groyne Studi Kasus Groyne Rubblemound Breakwaters Monolith Breakwaters Composite Breakwaters Studi Kasus Breakwaters Definisi Reklamasi dan Pengerukan Kriteria Perencanaan Material urugan Analisis Dampak Lingkungan Tata cara Reklamasi Macam pengerukan Skema Pengerukan Kapasitas Pengerukan Awal Datum Pelaksanaan Pengerukan Basic Cost 170 . 8.19. 7. 7. 6.8. 7. 6. 8.3.2. 8. 6.1.6. 7.9.5. 7.21. 7. 6. 7.18. 6. serta penerapannya 7.1. 5.20.1. 7. 8.7. 6. Dapat menentukan 5. 8.13.5.2.6.2. 7. 8. 7. 8.4. Dapat merencanakan 7. 7.16.10. 7.8. di Lapangan. 7. 5.4.3.7.3.12.4. 7.1. 7. 8.22. bangunan perlindungan pantai 7.4. 6. Dapat mengetahui perlindungan alami pantai serta lingkungan yang terkait dengan wilayah pantai. 8.4. 7. 8.10. 8. Dapat merencanakan sistem reklamasi dan pengerukan yang dilakukan di suatu wilayah pantai. 7.17.11.6.9.15.6. 7.3.5. kriteria-kriteria kerusakan pantai dan usulan 5.11.2.24. penanganannya. 7. 7.

171 . 1982. 4. G. Nur Yuwono. 3. 2. Penelitian Lapangan 8. R. Vicksburg. Departement of the Army Waterways Experiment Station. Basic Coastal Engineering. Beta Offset. 1996. 1984. 5. Prentice – Hall. Corp of Engineers. Vol. New Jersey. Shore Protection Manual. Englewood Cliffs. M. Nur Yuwono. Cara Pengukuran DAFTAR REFERENSI: Bambang Triatmodjo.13. PAU – IT UGM. and Dalrymple 1984. R. 1987. I & II. Dean. Pelabuhan. PO Box 631.8. John Wiley & Sons 1. Kendala Pelaksanaan 8. KMTS. Mississipi 39180 Washington. Teknik Pantai Volume I.14.12. UGM. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. Yogyakarta. Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Pantai. Yogyakarta. Sorensen. 1992. Yogyakarta. BP. CERC.

5 Klasifikasi bahan tanah.1 Survei dan investigasi pendahuluan.10 Rembesan. 3. Mekanika Tanah.3 Survei bahan kerikil dan pasir. 3.4 Diskusi 3. Stabilitas Bendungan Urugan dan bendungan urugan dan Bendungan Beton beton 5. 3. 3.3 Perancangan untuk bendungan urugan. Memahami tipe-tipe bendungan dan menghitung stabilitas bendungan baik tipe urugan maupun beton 2. Mampu merencana 1.6 Pengujian fisik tanah. 172 .1 Klasifikasi bendungan urugan. 1.8 Pondasi batuan. Review Hidrologi dan Survey 2. 1. 3. Memahami pemilihan 4. Review Mekanika Tanah dan kembali Mekanika Teknik Pondasi Tanah dan Teknik 3. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1.2 Pengukuran dan pemetaan topografi dan geologi 2. 5.1 Pengujian lapangan Pondasi 3.2 Survei bahan batu.9 Pondasi pasir dan kerikil.1 Analisis dan perhitungan stabilitas tubuh bendungan. merencanakan dan menghitung stabilitas bendungan tipe urugan maupun bendungan beton.2 Rencana teknis tubuh bendungan (tipe urugan dan bendungan beton).1 Bahan untuk penimbunan tubuh bendungan dan metode pemilihannya 5. tipe bendungan 4. Mengetahui/mengingat 3. Flownet dan Filter 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Bendungan : TS-5031 : 2 SKS : VII (Tujuh) : Irigasi dan Bangunan Air.7 Pengujian bahan tanah 3.3 Survei meteorologi dan hidrologi 3.2 Karakteristik bendungan urugan. 2. 3. Pemilihan tipe bendungan. 2. Menghitung stabilitas 5. Teknik Pondasi Standar Kompetensi: Mahasiswa dapat menerapkan teori. Tipe-tipe bendungan 1. Mengetahui/mengingat kembali survey hidrologi Materi Pokok 3 1.

R.6. Varshney. Kensaku Takeda.4 Saluran pengatur aliran. Irrigation Engineering and Hidraulics Structure. 6. Pradnya Paramita. R.. Khana Publisher Delhi. Floyd E Dominy. Varshney.S. 6.2 Stabilitas bendungan urugan 7.12 Fasilitas pelengkap pada bangunan penyadap.2 Terowongan Pengelak 6.11 Pintu-pintu air. 6. Bendungan Tipe Urugan. 6. 1981 4. Merencanakan bangunan pelengkap 6.6 Peredam energi.9 Bangunan penyadap standar dan menara. 6. 6.10 Terowongan penyalur.. Pradnya Paramita 3. 6. 7.1 Rembesan dan Flownet 7. Suyono Sosrodarsono.8 Pengujian kapasitas bangunan pelimpah. USBR 2. Concrete Dam 173 .5 Saluran peluncur. 1993 5. Tugas Teknik Bendungan 7.3 Saluran pengarah aliran.S. Santosh Kumar Garg.3 Stabilitas bendungan beton Daftar Referensi: 1.II 6. Teknik Bendungan. Bangunan Pelengkap 6. Soedibyo.1 Spillway 6. 6.7 Tinggi jagaan. 6. Theory and Design of Irrigation Structure Vol. Design of Small Dam.

peraturan Kompetensi Dasar 1 1.3 1. Penurunan persamaan Laplace menyelesaikan dan Bernoulli untuk potensial permasalahan kecepatan gelombang yang terjadi di Laut 5. Materi Pokok 3 Definisi pantai dan pesisir Ruang lingkup teknik pantai Wilayah pesisir. 2.1 1.3. Mawar Gelombang (wave rose) 4.4.4. 2. Dapat menjelaskan definisi pantai dan pesisir.2. 3. Pengertian angin dan gelombang 3.6.2. Skala Beaufort dan Mawar Angin (Wind Rose) 3. Elevasi Muka Air Rencana 5.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Teknik Pantai TS-3142 2 SKS V (Lima) Hidrolika dan Mekanika Fluida Mampu menganalisis proses-proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai secara baik dan benar. Perubahan jangka pendek. 4. Terjadinya gelombang. Dapat menghitung dan menggambarkan secara manual maupun dengan menggunakan piranti modern mawar angin dan mawar gelombang dari data angin yang ada. Dapat menjelaskan dan menghitung pengaruh pasang surut terhadap muka air laut.3.5.3. Pembangkitan Pasang Surut 4. Mampu menggunakan piranti modern dalam menghitung berbagai proses hidrodinamika pantai.1.1. Mekanisme angkutan sediment sejajar pantai dan tegak lurus pantai 2. kecepatan angin dan durasi 3.2 1. Definisi dan batasan 5. Mampu menghitung dengan cermat dan benar berbagai proses hidrodinamika yang terjadi di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan wilayah Pesisir 3.2. 3.1.7. Memahami dasar-dasar teknik pantai untuk bidang teknik sipil. Tipe Pasang Surut 4. menengah dan jangka panjang di pantai. Profil muka air laut 174 . Kurva Pasang Surut 4. lingkungan pesisir pantai dan kawasan yang terkait yang berpengaruh terhadap lingkungan pantai dan konservasi yang dilakukan 2. Definisi Elevasi Muka Air Laut 4. Pengertian gelombang angin 3. Indikator Pencapaian 2 1.5 2. Fetch.5.2.4 1. Dapat menjelaskan terjadinya proses hidrostatis dan hidrodinamis di Pantai serta pengaruhnya terhadap lingkungan pantai. arus dan pasang surut di Laut. Dapat menghitung dan 5. pantai dan samudera Sempadan dan Lingkungan Pantai Peraturan . Pengertian Pasang Surut 4. 1. Peramalan Pasang Surut 4.1.3.

7. Latihan soal-soal 6.1. Wave set-up pantai. Shore Protection Manual.5. Pembangkitan gelombang angin dengan benar 7.8.6. Dapat menghitung 7. Nur Yuwono. Teknik Pantai Volume I. Kecepatan dan percepatan partikel air 5. 4. transisi dan laut dalam 5. Basic Coastal Engineering. Gelombang laut dalam ekivalen 6. Tinggi gelombang signifikan dan gelombang maksimum bangunan pantai 7. Angkutan sediment sejajar pantai angkutan sedimen 8. M.7. and Dalrymple 1984. 1984.3.9. Yogyakarta. Departement of the Army Waterways Experiment Station. 6.5. R. KMTS.6. Pelabuhan. Energi dan tenaga gelombang 5. Water Wave Mechanics for Engineers and Scientist. CERC. Gelombang Rencana 7. Refleksi Gelombang deformasi gelombang di laut 6. Peramalan tinggi gelombang di Laut Dalam 7. Dean. G.4.6. 1996. BP. Bottom Friction terhadap proses 6. Latihan soal-soal 8. 1987. Refraksi dan Shoaling 6. Gelombang Pecah hidrodinamika 6.1. 3. PO Box 631. Corp of Engineers. DAFTAR REFERENSI: 1.8. Tekanan Gelombang 5. Wave run-up dan run-down 6. Angkutan sediment tegak lurus sepanjang pantai pantai secara manual 8. Vicksburg. Beta Offset.9. Difraksi Gelombang menganalisis 6. R. Mississipi 39180. Pemilihan Gelombang Rencana 7.4. Bambang Triatmodjo. Englewood Cliffs.4. 2. UGM. gelombang 5. Yogyakarta.2.3. latihan soal-soal maupun dengan bantuan piranti lunak yang tersedia. 5.3. 175 . Perhitungan tinggi gelombang rencana dengan metode statistika gelombang rencana dalam perencanaan 7. I & II. Vol.10. Cepat rambat dan panjang Gelombang Airy.7.2. Dapat menghitung dan 6.dengan Teori 5. 1982. Transmisi Gelombang dan pengaruhnya 6.2. Prentice – Hall. Gelombang di laut dangkal.1. Perpindahan partikel 5.5. Dapat menghitung 8. New Jersey. Sorensen. Latihan soal-soal 7.10. John Wiley & Sons.

Teori gelombang Air 4.2. Memahami dasar.3. Dapat mengerti dan merencanakan alur pelayaran 10.2. Jenis-jenis kapal 2.2. Pasang surut 6. Menguasai 11.1. Definisi elevasi muka air 6. Menguasai software untuk merencanakan atau mempresentasikan tugas tentang fasilitas pelabuhan 8.2. Menguasai konsep perencanaan fasilitas pelabuhan 7. Dapat mengerti dan memahami pengaruh angin dalam Materi Pokok 3 1. Perencanaan kolam pelabuhan 9. Angin 5. Sejarah 1.3. Elevasi Muka air rencana 7.2.1. Perencanaan alur pelayaran 10.4.1.1. Memahami definisi dan jenisdefinisi. Jenis-jenis pelabuhan 2.1.2. Mampu menggunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai bentuk layout pelabuhan dan dapat merencanakan lay out sebuah pelabuhan 8. Ukuran dan bentuk pelabuhan 3. Definisi kolam pelabuhan 8.3.2. Kurva pasang surut 6.2.1. Karakteristik kapal 3. Definisi pelabuhan 1.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Pelabuhan : TS-3251 : 2 SKS : VI (Enam) : Teknik Pondasi. Dapat memahami dan fasilitas internet/ merencanakan alat 6.1.1.3. Dapat menjelaskan serta karakteristik jenis-jenis kapal dan kapal karakteristik kapal 2. 11. Dapat menjelaskan 1. 10. 11.2. Mengenal fasilitas internet 6. Tinggi glombang dalam kolam pelabuhan 5. Menguasai konsep 4. Data Angin 5. Dapat menghitung karakteristik / faktor yang gelombang berpengaruh dalam perencanaan pelabuhan 5. Dapat memahami dan merencanakan fender 8. Definisi fender Jenis-jenis fender Perencanaan fender Definisi alat penambat Jenis-jenis alat penambat 176 .1. Mendisain lay out sebuah pelabuhan 5.3. Dapat mengerti dan memahami pengaruh pasang surut dalam perencanaan pelabuhan 7. 10.1. jenis-jenis jenis pelabuhan pelabuhan dan jenis-jenis kapal 2. Teknik Pantai Standar Kompetensi: Mengerti dan memahami konsep / faktor yang mempengaruhi perencanaan pelabuhan dan mampu merencanakan sebuah pelabuhan Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian 1 2 1. Wind Rose 6.4.3. Pengaruh angin dalam perencanaan pelabuhan 5.1.2. Pemilihan lokasi pelabuhan 3. Dapat menjelaskan dasar perencanaan dasar-dasar sebuah pelabuhan perencanaan sebuah pelabuhan 3. Difraksi Gelombang 4. Definisi alur pelayaran 9. Persyaratan dan perlengkapan pelabuhan 4. Dapat mengerti dan merencanakan kolam pelabuhan 9.3. Layout pelabuhan 4.

A.. mengerti navigasi 13. 13. Bambang. 1972 Internet 177 . Gulf Publisher. T. 5.D.3. Dapat memahami dan terbaru tentang mengerti gaya-gaya pelabuhan dan yang bekerja pada fasilitasnya dermaga 11. 12. 3.1.1. Design and Construction of Port and Marine”. Teknik Pelabuhan Budiartha dan Arnatha.2. Pelabuhan Per Buun “Port Engineering”. pelayaran pada pelabuhan Perencanaan alat penambat Jenis-jenis dermaga Faktor yang mempengaruhi perencanaan dermaga Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga Alat Pandu Pelayaran Keselamatan Pelayaran Daftar Referensi: 1. 12. Dapat memahami dan 13.penambat multi media untuk mencari isi-isu 12. 1976 Quin. 4. Mc Graw Hill. 2. 12.3.2.

4 Pengolahan air limbah 3.4 Composting 4.7 Saringan karbon aktif.4 Pengolahan air bersih konvensional 2. 5. Dapat menerangkan penanganan sampah padat .1 Persyaratan air bersih 2.2 Sumber air untuk konsumsi 2.2 Karakteristik air limbah 3.6 Saringan pasir lambat 2. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan penyediaan air bersih.4 Pengaruh gas toksik thd kesehatan manusia. Memahami konsep pencemaran udara dan kebisingan 5.6 Konsep 4 R 5.1 Pendahuluan : Pengertian umum tentang ekologi dan pencemaran lingkungan hidup 1.1 Karakteristik sampah padat 4. pencemaran udara. Dapat menguraikaan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberi contoh usaha penyehatan lingkungan.1 Komposisi udara dan atmosfir 5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Teknik Penyehatan Lingkungan : TS-4180 : 2 SKS : VII (Tujuh) :- Standar Kompetensi : Menguasai konsep dasar teknik penyehatan lingkungan. 3.1 Sumber air limbah 3. lingkungan global 2.3 Siklus air dan siklus pemakaian air 2. 3.6 Oksigen dalam air 4. Dapat menguraikan pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dan lingkungan global.2 Jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup 1.3 Teknologi pengolahan akhir 4.2 Tahap-tahap pengolahan sampah padat 4. penanganan sampah padat. air limbah.3 Jenis-jenis gas toksik 5. Memahami konsep pencemaran lingkungan Indikator Pencapaian 3 1. Memahami tahapan pengolahan air limbah 3. Dapat menguraikan tahap-tahap pengolahan air limbah.5 Limbah B 3 4.3 Siklus pemakaian air 3. Memahami konsep penyediaan air bersih 2. Kompetensi Dasar 2 1. Materi Pokok 4 1. dan menguraikan usahausaha penangggulangan 178 .5 Pengolahan sludge 3.5 Saringan pasir cepat 2.2 Sumber-sumber pencemaran udara 5. mengetahui tahap-tahap pengolahan air bersih. dan penyusunan dokumen lingkungan. 4. Memahami tahapan penanganan sampah padat 4.4 Istilah-istilah khusus dalam lingkungan hidup 2.3 Peranan ilmu teknik sipil dalam usaha penyehatan lingkungan 1.

UKL/UPL 179 . hujan asam. Memahami konsep dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha kegiatan 6. 5.1 6.4 6. RKL/RPL.5 5. 5. smog. Andal.2 6.6 6. Dapat memnjelaskan dokumen lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk berbagai usaha/kegiatan.pencemaran udara dan kebisingan. lubang ozon) Usaha-usaha penanggulangan pencemaran udara akibat kegiatan transportasi & industri Energi alternatif untuk mengurangi kadar pencemaran udara Kebisingan Tujuan dan manfaat pengelolaan lingkungan hidup Daftar kegiatan wajib amdal Tahapan & diagram alir pembuatan amdal Ukuran dampak penting Penyusunan KA.3 6.5 (pemanasan global.7 6.

2. Mahasiswa dapat menerapkan teori sifatsifat air dalam perhitungan angkutan sedimen Materi Pokok 3 1. Terjadinya pengangkutan 1.1.4.7. Dapat menerapkan teori permulaan gerakan butiran dalam perhitungan angkutan sedimen 3. Ukuran partikel 3. Suspended load 6.3. Kekasaran alluvial 6.5. Kekentalan (viscosity) 2.2.3. Total bed material load 5. 6.6. Kerapatan (density) 2. Lapisan batas 3.2. Klasifikasi angkutan sedimen 2.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Transportasi Sedimen TS-5033 2 SKS VIII (Delapan) Mekanika Fluida. Dapat menerapkan teori pengukuran angkutan sedimen secara langsung 4. Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya diantaranya sungai dan penggerusannya. Dapat menerapkan teori 4. Perkiraan bentuk dasar 5.5. Berat spesifik (spesific gravity) 2. Kompetensi Dasar 1 1.1.4.1. Bed load 6. proses sedimentasi di waduk dan angkutan sedimen dari bahan letusan gunung Indikator Pencapaian 2 1. Berat jenis (specific weight) 2.2. Tegangan permukaan (surface tension) 2.2. Aliran seragam pada saluran terbuka 2. Bulk density dan porositas 3. Tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen 1.3. Dapat menguraikan tujuan dan kegunaan pengangkutan sedimen. Analisa sedimen non permulaan gerakan kohesif butiran dalam 4. Dapat menerapkan teori sifat-sifat bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 4. Dapat menerapkan teori sifat-sifat air dan bahan yang terangkut dalam perhitungan angkutan sedimen 2.2.4.1.3. Angkutan material di dasar sungai (Bed material transport) 6.1. terjadinya dan klasifikasinya 2. Hidrolika Mampu menjabarkan konsep-konsep pengendalian angkutan sedimen dan menghitung dengan cermat dan benar berbagai tipe proses angkutan sedimen.1. Bentuk partikel 3. Rapat massa 3. Kecepatan jatuh 3. 180 . Stabilitas batuan perhitungan angkutan sedimen Dapat menguraikan bentuk-bentuk dasar dan kekasaran alluvial Dapat menganalisis persoalan-persoalan dalam angkutan sedimen berdasarkan sifat bahan angkutannya 5.

Pengkuran dengan pengukuran angkutan pengambilan contoh sedimen secara langsung Dapat menganalisis secara hidraulik terjadinya variasi regime sungai dan penggerusan Dapat menganalisis terjadinya proses sedimentasi di waduk 8. Perbaikan dan Pengaturan Sungai.2. S. W. Senturk.Publications. Dapat menerapkan teori 7. Sediment Transport Technology. Hydraulic of Sediment Transport. Sifat pengaliran 10. HMS-FT Unibraw.1. Malang. M. Penggerusan lokal di hilir bangunan hidraulik 9. Perhitungan pengangkutan 8. 4. 1992. Penggerusan akibat penyempitan 8.R. Graf. Teknik Pengangkutan Sedimen. Suyono. 9.1. 181 . Jakarta Simons. 10.B. Tominaga. 1987. D. Bentuk endapan di waduk 9.2. Priyantoro. Pradnya Paramita. 1987. Dapat menganalisis terjadinya angkutan sedimen dari bahan letusan gunung DAFTAR REFRENSI : 1. USA. Dwi.3. Pola distribusi endapan 10. Regime sungai 8. 2. 3.7.2.1.1. F.

Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur.Institusional Kur.Institusional Kur. Inti Kur.Institusional 182 . Inti Kur. Inti Kur.Institusional Kur. Inti Kur.SILABUS MATA KULIAH BERDASARKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KELOMPOK TRANSPORT Kode Mata Kuliah TS-2246 TS-5021 TS-3147 TS-5022 TS-3248 TS-2249 TS-5024 TS-2245 TS-3252 TS-3250 TS-5023 Mata Kuliah GEOMETRIK JALAN MANAJEMEN LALU LINTAS PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN PERENCANAAN TRANSPORTASI KOTA PERKERASAN JALAN PRAKTEK BAHAN PERKERASAN JALAN SISTEM TRANSPORTASI LANJUT SISTIM TRANSPORTASI TEKNIK BANDAR UDARA TEKNIK LALU LINTAS TEKNOLOGI PERKERASAN DAN PEMELIHARAAN JALAN SKS 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 Klp MK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB MKB MKB Kurikulum Inti / Institusional Kur.

Indikator Pencapaian 2 Dapat menjelaskan fungsí dan klasifikasi jalan raya Dapat menjelaskan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 1. Mahasiswa dapat memahami dan dapat menggambarkan. Materi Pokok 3 Fungsi Jalan : Klasifikasi Jalan Karakteristik Lalu-lintas Kondisi Lingkungan Jalan 2. Mahasiswa dapat : • Menganalisis Dasardasar perancangan dan Pedoman umum perancangan Alinemen • Dapat Menggambarkan dalam 2 dimensi. sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang layak secara teknis 1.1.2. 4. 3. Arah angin. 3. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1. 6. Data-data Perencanaan yang diperlukan • Data Primer : Survei Trase Jalan • Data Sekunder : Peta Topografi. 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Geometrik Jalan : TS-2246 : 2 SKS : IV (Empat) : Ilmu Ukur Tanah Standar Kompetensi : Mampu.4. 1. Mahasiswa dapat menjelaskan/menguraika n dengan benar: • Ruang penguasaan jalan • Data-data perencanaan yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder. merancang sistem. 2.3.1. 3. 8. 5. rancangan Alinyemen horizontal dan 7.1. menguasai konsep dasar. Parameter Perencanaan Mahasiswa dapat Geometrik Menganalisis Parameter Perencanaan Geometrik ♦ Kendaraan Rencana Jalan Raya ♦ Macam-macam Dapat Menggambarkan Kecepatan dalam 2 dimensi ♦ Kecepatan Rencana Parameter Perencanaan Jalan Geometrik Jalan Raya ♦ Volume Lalu-lintas ♦ Tingkat Pelayanan Jalan ♦ Kelas Jalan ♦ Jarak Pandangan Gaya Sentrifugal Pada kuliah ini Lengkung Peralihan mahasiswa dapat Diagram Super elevasi menjelaskan DasarBentuk Lengkung dasar perancangan dan Horisontal pedoman umum Pedoman Umum perancangan Alinemen Perencanaan Alinyemen horizontal Horisontal menggambarkan/model dua dimensi. Mahasiswa dapat menjelaskan dan menggambarkan: • Parameter Perencanaan Geometrik Jalan. dasar-dasar 183 . 1. 1.2. • Fungsí dan klasifikasi jalan raya • Karakteristik LalulIntas • Kondisi Lingkungan Jalan 2. Ruang Penguasaan Jalan : Mahasiswa dapat menjelaskan dan • Rumaja menggambarkan: Ruang • Rumija penguasaan jalan dan • Ruwasja data-data Perencanaan 2.

3 dampak pengurugan lembah pd lingkungan 8.3. Mahasiswa dapat : • menjelaskan/ menguraikan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen 9. 11.4 dampak lingkungan pembangunan jalan yang 184 .1 Kelandaian pada Alinyemen Vertikal 5.1. parameter lengkung cembung dan cekung pada Alinyemen Vertikal Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan penggambarkan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) Pada kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan dan panduan untuk proses koordinasi alinyemen Pada akhir kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 4.1 Pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal (pada tikungan gabungan) 8.1 Ketentuan untuk perancangan trase yang berhubungan dengan keamanan pengguna jalan 7. 6. Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal 4. Mahasiswa dapat : • Menganalisis dan menggambarkan perancangan Alinyemen vertikal 12. 5. Jarak Pandangan pada Lengkung Horisontal 5. 6. Mahasiswa dapat : menganalisis dan merancang bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan raya yang akrab lingkungan 14.2 Ketentuan dan Panduan untuk proses koordinasi Alinyemen 15.2.2 Lengkung Vertikal Cembung 5. Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat: Menggambarkan dan menjelaskan diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung Pada akhir kuliah ini mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan kelandaian.1 drainase pada jalan raya 8. 7. Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pelebaran perkerasan pada lengkung horisontal 13. 8. Mahasiswa dapat: • Menjelaskan pemilihan Jenis Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Pelebaran Perkerasan pada Lengkung Horisontal • Menganalisis dan menggambarkan Jarak Pandangan pada Lengkung 10.3 Lengkung Vertikal Cekung 7.2 pemotongan bukit/tebing pd lingkungan 8.Pedoman umum rancangan Alinemen perancangan dan pedoman umum perancangan Alinemen horizontal 9. Diagram Alir/Flowchart pemilihan Jenis Lengkung Horisontal 4.

2 Geometrik persimpangan mahasiswa mampu Sebidang.1 Jenis-jenis Persimpangan 16. kelebihan dan menjelaskan Jenis-jenis kekurangannya persimpangan. kelebihan dan kekurangan geometrik persimpangan sebidang. 9.3 Geometrik persimpangan kelebihan dan Tidak Sebidang .3 Cara menggambarkan pengukuran/pematokan pematokan dan jika terjadi halangan di penomoran jalan lapangan 185 .1 Penomoran panjang jalan 17.10. tidak sebidang 11.2 Pematokan (Stake Out) menganalisis dan 10. Mahasiswa mampu menjelaskan Jenis-jenis persimpangan. Pada akhir kuliah ini (Stationing) mahasiswa mampu 10. Mahasiswa dapat menganalisis dan menggambarkan pematokan dan penomoran jalan melalui hutan 8. Pada akhir kuliah ini 9. tidak sebidang 10. kelebihan kekurangan geometrik dan kekurangannya persimpangan sebidang.5 Rancangan jalan yang akrab lingkungan dan berkelanjutan 9.

2 Teori arus lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. 2.1 Konteks manajemen lalu lintas dan strategi pengembangan sistem transportasi. tujuan dan manfaat manajemen lalu lintas dalam pemecahan masalah transportasi. 2. 4. Kompetensi Dasar 1 1. 1. 3. 2. Dapat merencanakan dan merancang manajemen lalu lintas lokal (LTM) atau kawasan (ATM) dengan dukungan data yang dibutuhkan dan kemampuan analisis yang dimiliki.3 Kriteria identifikasi masalah. Dapat menjelaskan hasil pengukuran fisik/geometrik jalan dan teknis pelaksanaan survai lalu lintas serta mampu menganalisis data lalu lintas berhubungan dengan manajemen lalu lintas yang diusulkan.1 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan regulasi (regulatory measures). 4. (unsignal control at intersection and roundabout). Memahami konsep pengukuran fisik/geometrik jalan dan pengumpulan data lalu lintas (survai lalu lintas). 4. Dapat menjelaskan manajemen lalu lintas sebagai solusi jangka pendek dan biaya relatif murah dalam pemecahan masalah transportasi.3 Pengendalian lalu lintas pada simpang prioritas dan bundaran.5 Sistem informasi bagi pengemudi dan pengguna 186 .2 Manajemen lalu lintas dengan pendekatan fisik (physical control).Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Manajemen Lalu Lintas : TS-5021 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknik Lalu Lintas (Traffic Engineering) Standar Kompetensi : Menguasai teori dan konsep manajemen lalu lintas serta mampu menganalisis dan menerapkan manajemen lalu lintas sesuai dengan permasalahan dan kondisi lingkungan.2 Elemen dan alat manajemen lalu lintas. 1. 3. Memahami konsep manajemen lalu lintas dalam strategi pengembangan sistem transportasi jalan di wilayah perkotaan. 4. 3.1 Metode pengukuran geometrik jalan dan simpang dengan berbagai alat. 2.4 Pengendalian lalu lintas dengan APILL pada simpang (Signal control at intersection). Indikator Pencapaian 2 1. Materi Pokok 3 1. Dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai permasalahan dan bentuk/elemen manajemen lalu lintas. Menguasai teknis perencanaan dan perancangan manajemen lalu lintas berdasarkan analisis lokasi dan alternatif tindakan manajemen lalu lintas (traffic management measurement).1 Maksud. 4. 4.2 Perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi (predict and provide/predict and prevent) 3.

4. 187 .6 Pembatasan lalu lintas langsung dan tidak langsung dengan pendekatan fiskal.jalan.7 Inteligent Transport System (ITS). 4.

4. Memahami dasar perancangan secara logis Materi Pokok 3 1. serta mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah Geometrik Jalan (baik secara manual maupun menggunakan piranti modern) Kompetensi Dasar 1 1.Jari2 lengkungan geometrik /tikungan jalan dengan baik dan lengkap .1 Perencanaan 2.1.2.Horizontal jalan yang layak secara teknis 2.Pelebaran di Tikungan .Bagian tangen dan bagian lengkung . Memahami hubungan antar komponen geometrik jalan 188 . Kecepatan rencana 2. Panjang jarak pandangan menyiap Koordinasi inter dan antar alinjemen 3.vertikal 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Perancangan Geometrik Jalan : TS-3147 : 1 SKS : V ( Lima ) : Geometrik Jalan Standar Kompetensi : Mampu.Superelevasi . merancang sistem. Dapat merancang dg.2 Perencanaan alinj. Penentuan medan dari suatu trase jalan 1.1.3 Panjang jarak pandangan henti 2. Fungsi/kelas jalan 1.3. dan lingkungan Vertikal 2.2. Dapat menjelaskan perancangan sbg. konsep 4. Dapat merancang geometrik alinj.Derajat kelengkungan .4.bagian dari suatu perencanaan konstruksi jalan 2.horizontal dan alinj. Dapat menghitung panjang 3. Notasi titik-titik tertentu pada alinj. Kendaraan rencana 1.Lengkung peralihan . menguasai. Penomoran / yang dirancang Stationing panjang Jalan 3.1 Komponen geometrik jalan : distribusi komponen .Daerah bebas Samping Indikator Pencapaian 2 1.Kelandaian .

Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan.2. Rancangan drainase jalan raya 5. Menghitung volume galian dan timbunan Daftar Pustaka : 1. Direktorat Jenderal Bina Marga Dep. Konstruksi Jalan Raya. Membuat potongan melintang dan memanjang jalan 6.13 Th. Departemen Pekerjaan Umum. No.raya 6. Direktorat Bina Jalan Kota.P. No. Silvia Sukirman. 2004 5.Hendarsin. tentang Jalan 189 .1. Memahami hubungan 5. Produk Standar Untuk Jalan Kota. Perencanaan Teknik Jalan Raya.1. Nova – Bandung. 1987 2. 1977 4. Nova .1970.U.. Buku 1 : Geometrik Jalan. 036/T/BM/1997. Hamirhan Saodang. Nova.3. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004. MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). Jakarta 3. Dapat merancang bangunan Pelengkap jalan raya antar komponen geometrik jalan dengan kelengkapan perancangan lainnya 6. 1994 7.3. Shirley L. Rancangan saluran samping jln. Dapat menghitung luas penampang melintang dan menghitung volume galian dan volume timbunan 5.Bandung 6. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya.2. Menghitung luas penampang dengan metode yang ada 6.

3.4. Dapat membuat model faktor pertumbuhan 5. Pengertian metode sintetis (model Kompetensi Dasar 1 1. Mampu membuat model Trip Distribution 7. Permasalahan transportasi kota 1. Keuntungan dan kerugian 8.1. Kalibrasi dan validasi model 3.1. Konsep perencanaan transportasi 2. Dapat membuat model regresi 6. Definisi dan klasifikasi pergerakan 4. Dapat membuat 190 . Galat dlm pemodelan 3. Dapat membuat model kategori 5. Pemodelan empat tahap 3.2. Memahami konsep perencanaan transportasi perkotaan 3. Metode Furness 7. transportasi kota 1. Pemodelan pergerakan individu 6. Dapat menjelaskan konsep perencanaan transportasi perkotaan 3.2. Mampu membuat model Trip Generation 4. Metode Seragam 7.1.2.3.2. Pengertian metode analogi 7.1.3.1. zona dan ruas 3.6.4. Metode Rata-rata 7.2. Metode Detroit 7.4. Dapat menjelaskan permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Model regresi berbasis zona 5. Pengertian perencanaan transportasi kota 1.3. Memahami konsep pemodelan Indikator Pencapaian 2 1. Dapat membuat model Analogi 6. Mampu membuat 8. Daerah kajian.3.3. Model regresi berbasis rumah tangga 6. Pengertian pemodelan 3. Dapat menjelaskan konsep pemodelan transportasi perkotaan 4. Faktor-faktor yg mempengaruhi bangkitan pergerakan 4. Metode Fratar 7.7. Sistem transportasi makro 2.5.3. Memahami permasalahan dan peranan perencanaan transportasi perkotaan 2. Pendekatan kategori 6. Model analisis regresi secara umum 5. Pengertian model klasifikasi silang 6.4. Aksesibilitas dan mobilitas 3. Pemodelan pergerakan zona 7. Ruang lingkup perenc. Kompleksitas pemodelan 4.4.5.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : : : : : : Perencanaan Transportasi Kota TS-5022 2 SKS VIII (Delapan) Teknik Lalu Lintas dan Sistem Transportasi Menguasai konsep dan mampu merencanakan sistem transportasi perkotaan dengan pemodelan empat tahap Materi Pokok 3 1.6.1. Peranan perencanaan transportasi kota dlm sistem suatu kota 2.2.2.1. Model faktor pertumbuhan 5.1. Strategi Perencanaan Transportasi 2.

Keterkaitan pemilihan moda dengan model empat tahap lainnya 9. Model All-or-Nothing 12. Dapat menjelaskan jenis-jenis model pemilihan rute 13.3.4. Faktor penentu utama 12. Proses pembuatan model 9.model pilihan moda model Sintetis (Gravitasi) gravity) 8. Model Keseimbangan 13. Dapat menjelaskan konsep pemilihan moda 10.3. Pemilihan moda dg model kebutuhan langsung 10.2.1. Pengertian pemilihan moda 9.4. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan rute 11. Model Kurva Diversi 13. Cara memilih model yg tepat 12. Jenis model pemilihan rute 12.4.5. Model Stokastik 13.1. Dapat menjelaskan konsep model pemilihan rute 12. Model batasan kapasitas 13.4. Mampu membuat model pemilihan rute 11. Proses pemilihan rute 11.1.4. Pemilihan moda dg model pemilihan diskret 10. Metode pengumpulan data 10.3. Mampu membuat model pemilihan moda 9.5. Model JICA 13. Konsep model pemilihan rute 11.3. Pemilihan moda dg model sintetis 10. Dapat membuat model pemilihan moda 8. Kalibrasi model gravity 9.3. Faktor-faktor yg mempengaruhi pemilihan moda 9.1. Model logit (binomial dan multinomial) 7. Jenis dan penggunaan model gravity 8. Fungsi hambatan 8.2. Hubungan kecepatan-arus dan biaya-arus 11.3.2.4.2.2.5.1.5. Model logit (binomial dan multinomial) 11.2. Dapat membuat model pemilihan rute 191 . Pengertian metode proporsional 12.

Jalan batu pecah. Dapat menjelaskan sejarah perkembangan konstruksi perkerasan jalan Materi Pokok 3 1.lapisan tanah dasar (subgrade) 3.5 Kwalitas bahan lapisan perkerasan dan koefisien kekuatan relative (a) 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 4.2 Susunan dan konstruksi lapisan perkerasan lentur : .1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 5.7 Indek permukaan (IP) 4. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 5.1 Pengertian Konstruksi Perkerasan Lentur 2.Lapisan pondasi atas (base) . Jalan kerikil. Memahami konsep konstruksi perkerasan lentur 2. yang meliputi konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement) dan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan benar.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 5.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 5. Dapat menjelaskan konsep konstruksi perkerasan lentur 3. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan metode pendekatan AASHTO 6. Jalan sistem Telford. Jalan sistem penetrasi. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan metode Analisa Komponen 3. Memahami sejarah perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1. Jalan sistem Mac Adam.2 Perkerasan bertahap (stage pavement) 4.3 Koefisien distribusi kendaraan 3.1 Sejarah perkembangan perkerasan jalan : Jalan tanah. Dapat menjelaskan Paramater disain konstruksi perkerasan lentur 4.3 Perkuatan perkerasan (overlay) 6. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur 5.2 Angka ekivalen beban sumbu kendaraan (FE) 3.lapisan pondasi bawah (sub base) . Jalan aspal beton 2.1 Perkerasan langsung (full depth pavement) 4.6 Faktor lingkungan (FR) 3.Lapisan permukaan (surface) . Dapat merencanakan konstruksi perkerasan 192 . Kompetensi Dasar 1 1.1 Perkuatan perkerasan (overlay) 2.1 Beban lalu lintas 3.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah / SKS SKS Semester Prasyarat : : : : : Perkerasan jalan TS-3248 2 SKS VI (Enam) Teknologi Bahan.4 Stabilitas tanah dasar 3. Mekanika Tanah Standar Kompetensi: Menguasai konsep dan mampu merencanakan konstruksi perkerasan jalan.

Soedarsono. Nova Bandung. McGraw-Hill. DU. 009/T/BNKT/1990’. Wright. No. Menguasai perencanaan perkerasan kaku dengan cara Bina Marga lentur metode Benkelman Beam (BB) 7. No. Nova. 9. Dapat menjelaskan paramater disain konstruksi perkerasan kaku 7.6 Besaran rencana (umur rencana. 12. MA.S.1 Fungsi perkerasan 8. 5. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan kaku dengan cara Bina Marga DAFTAR REFRENSI: _____________. Menguasai perencanaan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 7. Dep. Inc. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. _____________. C. 4. 1995 ’Perkerasan Lentur Jalan Raya’. 193 . David.1987 ‘Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen’. 1998 ‘Design And Performance Of Road Pavement’.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan 8. 6.dengan metode Benkelman Beam (BB) 6.1 Aplikasi soft were RDS pada perencanaan perkuatan perkerasan (overlay) 8.1990 ‘Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku Beton Semen. H. Perancangan Perkerasan Jalan Raya’. 1. PU.Asosiasi Semen Indonesia 7. 01/MN/B/1983’. 1997 ‘Analisa Struktur Perkerasan Jalan’.5 Persyaratan dan pembatasan 8. Sukirman. Dep. Aly. Dalimin. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. PH. Saodang. 11. 10.7 Penulangan dan teknik penyambungan 9. C. kekuatan tanah dasar) 8. ITB.1983 ‘Manual Pemeriksaan Perkerasan Jalan Dengan Alat Benkelman Beam. _____________. PU. Dep. PU.3 Dasar-dasar perencanaan 8. ‘Pedoman Perencanaan Perkerasan Kaku’. Bandung. 2005 ‘Konstruksi Jalan Raya. lalu lintas. John Wiley & Sons. 2001’Visualisasi Konstruksi Perkerasan Jalan Berbasis Semen’ . _____________. 2. 1983 ‘Pelaksanaan Pembangunan Jalan’ 8. Paul. Dapat merencanakan konstruksi perkerasan lentur dengan soft were RDS 8.1 Perencanaan konstruksi perkerasan kaku 9. 3. 1996 ‘Highway Engineering’.1987 ’Konstruksi Jalan Raya’. _____________. Dep.2 Struktur dan jenis perkerasan kaku 8. PU.

Pekerjaan aspal panas 3. Pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 194 .6.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Praktek Bahan Perkerasan Jalan : TS-2249 : 1 SKS : IV (Empat) : Teknologi Bahan Standar Kompetensi: Mampu melaksanakan dan mengevaluasi hasil pengujian serta menuangkannya dalam bentuk laporan pengujian bahan perkerasan jalan. Dapat menjelaskan konsep penyebaran beban kendaraan pada struktur lapis perkerasan jalan.3. Pekerjaan pondasi jalan 2. Tes kehilangan berat aspal 6. Dapat melaksanakan 5. Keausan Agregat 2.3.2. Pekerjaan galian tanah 2. Perkerasan jalan untuk lalu lintas 1.2. 2. Dapat Membuat sampel 6. Pemgujian titik nyala dan titik bakar aspal 5.1.2.10. Test Sand Equivalent 2. Kadar lumpur dan kadar lempung 2. Dapat melaksanakan cara pencampuran dan pengujian agregat Materi Pokok 3 1. Pekerjaan aspal dingin 2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat kasar 2. Berat Jenis (BJ) Penyerapan agregat halus 2.11.1. Pengujian Daktilitas 5.3. Pekerjaan timbunan tanah 2. Material pembentuk campuran aspal 2. Dapat menjelaskan persyaratan teknis material perkerasan jalan serta spesifikasi teknisnya 3. Pembuatan sampel campuran aspal campuran aspal dengan dengan metodamarshall metoda Marshall beserta 6.3.5. dan pembuatan sampel campuran serta pengujian sampel campuran aspal dengan metoda Marshall 3.2.7.5. Menguasai cara pencampuran agregat dengan aspal. Kompetensi Dasar 1 1.1. Pengujian Kepadatan sampel pengujianya 6. Berat Jenis (BJ) filer 2. Pengujian titik lembek aspal 5. Memahami konsep persyaratan teknis perkerasan jalan 3. Jenis jenis Material perkerasan jalan 2. Dapat menjelaskan spesifikasi teknis bahan perkerasan serta uji materialnya 4. Konsep penyebarab beban pada perkerasan jalan 1.4. Memahami konsep umum perkerasan jalan Indikator Pencapaian 2 1.1. Pengujian Berat Jenis (BJ) aspal 5. Pengujian penetrasi aspal pengujian aspal 5.4.6. Analisa saringan agregat halus 2.1. Pekerjaan Lapis pengikat dan resap pengikat 3.2.3.1.2. Analisa saringan agregat kasar 2.4.8.3. Pekerjaan bahu jalan 2. Kelekatan agregat terhadap aspal 5. Pencampuran agregat 2.9.

4 Perbedaan model-model tsb dengan model konvensional 1. aplikasi dan indikator keberhasilan dalam pengembangan TGL & Transportasi 3. Memahami beberapa strategi. Berkelanjutan 3.2 Peranan.2. sosial-teknik.1. 2.2 Operasi dan Pengawasan 1. Dapat menjelaskan sistem Angkutan Umum (AU) dalam Transportasi 4.3.4 Contoh-contoh kasus.2. 1. 4. 1.2.2 Konsep model disagregat 1. Menguasai konsep-konsep yg dpt dipergunakan untuk menghitung secara kuantitatif keterkaitan Tata Guna Lahan dan Transportasi Indikator Pencapaian 2 1.3 Kebijakan dan Program 3. 2.1.3.1 Proses dan tuj perenc. 3. Nilai Pajak dan Tarif transportasi 3.1 AU dlm konteks kota/wilayah 4. Dapat menjelaskan Struktur Organisasi dan Kelembagaan Penyelenggara Angkutan Umum 195 .2 Sumber-sumber Dana 3.3 Langkah-langkah solusi masalah. Manajemen.2. Kondisi objektif dan Permasalahan 4.3.1 Dapat menjelaskan berbagai alternatif suplai dan peningkatan partisipasi masyarakat 3.2 Aksesibilitas 1. (sosial. Jumlah dan Kualitas Penyediaan Informasi.1 Model/konsepTGL-Transportasi 1.2.3.3 Berbagai pendekatan solusi masalahmasalah transp.2. Kompetensi Dasar 1 1.1. Dapat menjelaskan indikatorindikator keberhasilan dalam pembangunan lahan dan transportasi 4. Menguasai bentuk-bentuk suplai sebagai solusi thd berbagai permasalahan transportasi 2. Memahami dan mampu merancang secara sederhana sistem operasional Angkutan Umum 4.2.2 Standard operasi dan kualitas pelayanan 4.1 Jenis-jenis AU 4.1 Dapat menjelaskan strategi pengembangan TGL dan transportasi perkotaan 3.1 Penetapan tujuan 3.5 Contoh-contoh kasus.3. Dapat menjelaskan karakteristik Pelayanan Sistem Angkutan Umum 4.2 Dapat menjelaskan komponen model konvensional dalam menentukan permintaan transportasi 1.transp. model disagregat dan activity based model dengan model konvensional 2.3 Kinerja Pengukuran Vs Tujuan Pembangunan 4.2 Tipe-tipe perjalanan dlm suatu wil.3 Teori-teori keterkaitan TGL dan Transportasi.3.2.1 Perenc pemb.studi.3 Konsep perencanaan transportasi 1.3.1.2.1.3. 1.3.2.4 Peraturan/ perundangan 3.2.1.1 Dapat menjelaskan keterkaitan Sistem aktivitas/tata guna lahan dan sistem jaringan/transportasi Materi Pokok 3 1.1.1 Strategi Pengembangan berdasarkan Pengukuran : Guna Lahan.2. Administrasi 4.Mata Kuliah (MK) Kode Mata Kuliah SKS Semester Prasyarat : : : : : Sistem Transportasi Lanjut TS-5024 2 SKS VIII (Delapan) Sistem Transportasi STANDAR KOMPETENSI Memahami pengaruh jangka panjang perubahan tata guna lahan terhadap transportasi dan sebaliknya serta mampu merencanakan sistem pengoperasian Angkutan Umum secara sederhana.3.2 Pengukuran indikator pengembangan TGL dan Transp 3.3.2 Dapat menjelaskan aplikasi strategi dalam pembangunan yang berkelanjutan 3.1 Konsep model terintegrasi 1.1.3.4 Pengguna dan pangsa pasar AU.1. Prasarana.5 Skema pemb.2 Tahap-tahap pelibatan partisipasi masyarakat 2.3 Dapat menjelaskan komponen dan perbedaan model terintegrasi.4 Contoh-contoh kasus. 4.3 Angkutan Umum vs Kendaraan Pribadi 4.1 Fungsi dan aktivitas lahan. sosial-ekonomi.2.1.1. teknis) 2.1 Tata laksana Perencanaan.2. 1.3 Konsep activity based model 1.1. 3. dan Pengawasan.

4.1 Merencanakan Headway 4.5. Singapore. Kapasitas. Great Britain. (2001).3. John Willey & Sons.7.A. 3.2 Jarak antar rute 4.2 Timetables operasi AU. pd jaringan. S. Oxford 196 . The MIT Press.6. Transport Planning and Traffic Engineering. Transportation Research Part D. Manheim. The Land-Use/Transport System.5.pp. Blunden. (1997). (2005). Dapat merancang Sistem Operasional Angkutan Umum 4. McGraw-Hill. R and Kockelman K. Diversity and Design.151-165. L.. 4. Elsevier Science Ltd. Meyer. 4. (1997). 5.3 Konfigurasi rute 4. Handy. No. aksesibilitas masyarakat terhadap rute 4. O’Flaherty. Massachusetss. daerah pelayanan rute.J.6. Vol. Ltd.5. Dapat merancang Perhentian dan Terminal Angkutan Umum 4. J. The IHT. England.1 Terbentuknya jaringan rute 4. Pergamon. Ortuzar.3 Fungsi dan aktivita pd terminal AU 4.199-219. E.1 Perhentian dan jarak antar perhentian 4.5. Travel Demand and The 3Ds: Density.2 Klasifikasi.D & Willumsen.4. London. Transport in The Urban Environment.6.4. West Sussex. Urban Transportation Planning 2nd Edition.2 No.R and Black.2.2 Tipe-tipe perhentian dan tata letak shelter 4.L. W. Methodologies for Exploring the Link Between Urban Form and Travel Behaviour. Daftar Referensi: 1.7.7.4. Modelling Transport. Cervero. M.4 Operasi kend. Transportation Research Part D Vol. 6. 8. Dapat merancang Jaringan Rute Sistem Angkutan Umum 4. C. pp. New York. J.A (Editor). Pergamon Press. (2001). M. (1979). ButterworthHeinemann.D & Miller. 2.G. Dapat merancang lintasan rute sistem angkutan umum 4. (1996).5. 7.1 Definisi rute 4.3.1. Second Edition. (1984). Fundamentals of Transportation System Analysis Volume I: Basic Concepts. The Institution of Highways and Transportation.3 Pihak-pihak terlibat dan Model-model Kelembagaan 4.6.

Dapat mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dan menjelaskan berbagai bentuk transportasi suatu wilayah 3. 3. politik dan sosial terhadap transportasi 2.Transportasi ASDP 5. Biaya perjalanan/transit dan Biaya transportasi 4. dll.1.) 2. 1. Memahami keberadaan berbagai moda transportasi dan mampu mengidentifikasi jenis/bentuk transportasi terefisien dalam 3. Dapat mengidentifikasi berbagai bentuk keterkaitan antara tata guna lahan dengan transportasi 1.2. Dapat membedakan jenis-jenis biaya serta faktor-faktor berpengaruh yang dikeluarkan dalam transportasi 4. Kompetensi Dasar 1 2 1. biaya tidak tetap dan biaya tak terduga 3. BOK: Biaya tetap. ekonomi. Mahasiswa dapat menunjukkan pentingnya sistem transportasi dalam menunjang pembangunan 2.2.Transportasi jalan darat . dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Hubungan tataguna lahan – transportasi (Teori Black Hole. Pengaruh faktor geografi.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat : Sistem Transportasi : TS-2245 : 2 SKS : IV (Empat) : --- Standar Kompetensi: Memahami arti dan peranan penting transportasi dalam menyediakan jasa pemindahan bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi. 2. No. Analisis rasio dan analisis regresi 5.3 Transportasi laut 5. peranan dan kedudukan sistem transportasi dalam sistem transportasi Makro 1. Transportasi darat . Sistem kegiatan. Sejarah pertumbuhan dan tahapan perkembangan transportasi dikaitkan dengan penemuan-penemuan dan kegiatan ekonomi 1.4 Transportasi pipa 5.5 Transportasi kabel 5. pemerataan dan mempercepat pembangunan serta keamanan.Transportasi kereta api .1. Memahami konsep biaya dan mampu memprediksi kebutuhan transportasi dimasa depan 3.1.6 Transportasi Quasi 197 .2. 5.1. Memahami Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 sejarah. sistem pergerakan dan sistem kelembagaan 2. dll.1. sistem jaringan. Dapat membuat model permintaan transportasi.2 Transportasi udara 5.

Erlangga Jakarta.T. Tamin. 1985. 4. Inc. New York. S. Mayhew Mc Crimmon Printers Ltd.3 Fasilitas utama dan fasilitas transportasi darat komponen sistem penunjang dalam terminal transportasi 7. Institution of Highway and Transportation. 2. H.J. 7. O. 1997. _____________” Undang-Undang No.4 Kriteria Lokasi terminal angkutan penumpang 7. Morlok. “Merencanakan Sistem Perangkutan”. Contoh kasus fungsi dan 4. 6.4 Angkutan Darat 8. M.2 Indikator kemajuan teknologi dengan berbagai terhadap transportasi indikatornya mengenai perkembangan 8.2 Perhitungan pemilihan lintasan yang efisien. 22 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Perhubungan No. Croom Hall.Miller. and E. “Urban Tranport Planning Theory and Practice”. Bandung.5 Penilaian lokasi dan kondisi terminal (Contoh perhitungan) 8. 7. 8. Penerbit ITB.D. 2000. Penerbit ITB. 3. 1984. E.1. Dimitriou. Hainim.3 Potensi pengaruh/peranan berbagai bentuk berbagai bentuk teknologi terhadap moda transportasi angkutan di wilayah berbagai bentuk dan Indonesia: kemajuan transportasi 8.9 Angkutan kota (masal) kaitan dengan lintasannya 6. dan Johan K. klasifikasi terminal tipe-tipe dan konsep kebutuhan 7. Memahami pembangunan transportasi pengaruh teknologi gambaran umum 8. 5.2 Hubungan terminal dengan melakukan penilaian dan persyaratan jaringan trayek terhadap terminal terminal sebagai 7. Mc Graw Hill Book Company. New York. 6. Meyer. 1.1 Peranan teknologi dalam 8.5 Angkutan Laut 8. “Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”.7 Angkutan pipa 8.4. Bandung. 1990. “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. Permasalahan dalam pemilihan lintasan 6. “Urban Transport Planning a Development Approach”. London.K.6 Angkutan udara 8. 198 .8 Angkutan Kabel dan Quasi 8. Dapat membedakan 7. A Decision-Oriented Approach. Warpani. Dapat menjelaskan 5. KM 84 tahun 1999. J. Chapman and Hall. “Urban Transportation Planning”. Memahami teori.1 Pengertian.Z. Essex. 5. 1981. 1992. Transport In The Urban Environment. Dapat menghitung dan menjelaskan lintasan transportasi yang efisien Daftar Referensi: Black.

3 Bagian dari bandar udara 1.3 Perencanaan udara komponenkomponen utama 3.1 Perkembangan dunia penerbangan 1.2 kelandaian Runway dari 4. Indikator Pencapaian 3 Materi Pokok 4 1.2.2 6. Dapat menjelaskan 3. panjang.2 konsep perencanaan bandar 3.2 5. panj.3 7.1 bandar udara orientasi/arah.3 7.3 5.2 Hal-hal penting pada pesawat terbang untuk perencanaan 2. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan Taxiway dari suatu bandar udara 199 .4 6.2 Badan-badan penerbangan dunia 1.2 7.3 Contoh dan data pesawat terbang 1.1 7. 4.1 faktor-faktor dan data faktor dan konsepyang dibutuhkan dalam 3.r/w bandara Syarat kelandaian longitudinal r/w Lengkung vertical Contoh perhitungan Definisi Taxiway Jenis Taxiway Geometric Taxiway Lokasi/layout Taxiway 5.1 Faktor –faktor dalam perenc & peranc bandar udara Contoh data perencanaan Perencanaan Imaginary Surface Bandar udara Bagian landing area Data angin dan arah r/w Contoh perhitungan penentuan arah/orientasi r/w Hubungan antara pemilihan untuk kritik dengan runway konvensional atau non konvensional Klasifikasi runway dan standar geometrik lainnya Analisa panjang dasar runway Contoh perhit.4 4. Dapat merancang 4.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar : Teknik Bandar Udara : TS-3252 : 2 SKS : VI (enam) : Sistim Transportasi Kompetensi: Memahami faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perencanaan suatu bandar udara dan menguasai pengetahuan tentang perencanaan struktur komponen-komponen utama bandar udara. Mengetahui dan dapat Memahami menjelaskan pengetahuan dasar karakteristik pesawat dan mengenai pesawat terbang dan bandar komponen utama bandar udara serta menentukan udara faktor-faktor lokasi bandar udara 2. Memahami faktor.3 suatu bandar udara 5.4 Penentuan lokasi bandar udara 2.1 Jenis-jenis pesawat terbang 2. Kompetensi Dasar 2 1.1 6.

1 Persyaratan administrasi pengoperasian 11. Unud. (1985). Merancang. Planning and Design of Airports. HMS-ITB. 3. 4. 7.5. Mc-Graw-Hill Book Company. (1988).5 Alat bantu navigasi lainnya Daftar Referensi: 1. Penerbit Alumni. Dapat menjelaskan Memahami kebutuhan fasilitas.2 Konsep penanganan pnp 9. 2. second edition.3 Marking taxiway 12.2 Pembagian Apron 8.4 Passanger corveyence to/from aircraft 9. Horonjeff. Dapat menjelaskan faktor-faktor dan konsep perencanaan terminal/building suatu bandar udara 3. Bandung. Pelengkap Kuliah Lapangan Terbang.2 Mandatory Instruction Sign 13.1 Definisi Apron 8.1 Approach lighting 14. R.3 Faktor-faktor terminal kargo 11.3 Faktor-faktor utama yang menentukan luas apron 8.3 Information Sign 14.2 Marking runway 12.3 Taxiway lighting 14.4 Marking area yang dibatasi 12.4 Sistem tanda taxiing 14.1 Penanganan kargo 10.dkk.3 Konsep distribusi vertikal 10. London. Denpasar.5 Marking untuk objek tetap 13. Basuki. H. fasilitas rambu dan sistem pengoperasian perlampuan suatu pada bandar udara bandar udara yang harus dipenuhi 8.syarat fasilitas-fasilitas pengoperasian.2 Perencanaan terminal kargo 10. Institut Teknologi Bandung.1 Pengertian marka 12.2 Fasilitas air side dan land side 12.2 Runway lighting 14. I W.1 Persyaratan teknis rambu bandara 13. Suweda. Program Studi Teknik Sipil. 200 .1 Fasilitas untuk pengelolaan airport & kantor pemerintah 9. Dapat menjelaskan pengertian dan kebutuhan perencanaan apron dan bagianbagiannya 6. Bandung-Jawa Barat. Teknik Bandar Udara. Buku pelengkap kuliah. marka. Merencana Lapangan Terbang. Aerodrome Manual. 5. ICAO (1984).

Mampu. 5. 1.2 3. Kompetensi Dasar 1 1. Gap Hubungan kecepatan.2 1. Dapat menjelaskan pengertian unsur/komponen arus lalu lintas dan mampu menerapkan dibidang teknik sipil.1 4. menguasai konsep 6. headway. Dapat menjelaskan konsep dasar sistim lalu lintas 3.3 4.5 2. perencanaan geometric dan perkerasan jalan dan studi transportasi lainnya.1 1.1 2.4 Tugas Survai Kelompok 6. Volume. Headway. spacing.3 1. Memahami konsep dan pengertian teknik lalu lintas Indikator Pencapaian 2 1. Menguasai Teknik Survai Lalu lintas 5. Mampu . Kecepatan.3 Materi Pokok 3 Pengertian Teknik Lalu Lintas Pengertian Trasportasi Hubungan Masyarakat dengan transportasi Lingkup Teknik lalu Lintas Issu Lalu Lintas terkini Sistim Fasilitas Sistim Demand Sistim Kinerja fasilitas Cara mempengaruhi demand (manajemen lalu lintas) Sistim Jaringan Jalan Sistim Pemakai Jalan Sistim Kendaraan Pengertian karakteristik lalu lintas Unsur lalu lintas. komposisi lalu lintas. Memahami Komponen Sistim lalu Lintas Memahami unsur-unsur arus lalu lintas dan hubungannya 3.2 Tata laksana dan organisasi survai 5.4 1.3 2.2 2.1 Pengertian dan manfaat antrian 201 .3 Teknik Survai : • Survai inventori • Survai Spot speed • Survai Travel Speed • Survai Pencatatan Volume kendaraan • Survai Pergerakan lalu lintas di Persimpangan • Survai arus pejalan kaki • Survai Asal dan Tujuan • Survai Parkir • Survai Angkutan umum 5. Kerapatan.2 2.4 3.Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar Kompetensi : Teknik Lalu lintas : TS-3250 : 2 SKS : VI (Enam) : : Menguasai karakteristik lalu lintas dan teknik survai yang diterapkan pada analisis persimpangan.1 Maksud dan tujuan survai Lalu lintas 5. Dapat menjelaskan pengertian teknik lalu lintas. volume. transportasi dan lingkup teknik lalu lintas. Memahami komponen sistim lalu lintas 2. Dapat menjelaskan pengertian bagian dari sistim lalu lintas 4. 5. kerapatan. Menguasai Teori 6.1 3. 4. menguasai teknik survai lalu lintas untuk perencanaan dan perancangan fasilitas transportasi 4.

2.C. 5. Mampu merencanakan persimpangan prioritas . 7.Oppenlender (1976). Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (1999).2 Analisis persimpangan prioritas dengan metode MKJI.P. Dir. Traffic System Analysis for Engineer and Planners Webster (1968) Traffic Signal Setting Box.6 Konplik pada persimpangan 6. 6. Morlok ( ) Perencanaan Transportasi 9.4 Analisis Model antrian tunggal dan majemuk 6. 4. 6.Bina Marga (1997).1 Pengertian persimpangan prioritas 7. Traffic Engineering Martin Wohl and Brian V. Pekerjaan Umum. 8.Roess (1990). 8. Mampu merencanakan persimpangan dengan Traffic light. Manual of Traffic Engineering Study TRL and ODA.M. Overseas Road Note 11 (1993).5 Pengertian dan type persimpangan 6. 9.8 Konsep perencanaan persimpangan.2 Konsep Pengendalian persimpangan 8. Teknik Lalu Lintas 202 . Pedoman Pengumpulan Data Lalu Lintas 8.Antrian antrian dan menerapkan dibidang transportasi 7.7 Type pengendalian persimpangan dan ciri-ciri 6. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Warpani ( ). Memahami konplik arus lalu lintas dan perencanaan persimpangan Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Tanpa lampu Menguasai konsep dan analisis Persimpangan Dengan Traffic Light 7.1 Sejarah Traffic Light 8. Urban Road Traffic Survey Dep. 7.2 Komponenen antrian 6.3 Analisis Traffic light dengan MKJI Daftar Referensi 1. McShane and R.C and J.3 Kerangka model antrian 6. 8.P. 3.

5 3. aspal.2 Campuran aspal emulsi dingin.1 3. Indikator Pencapaian 2 1. Dapat menjelaskan pengujian lapangan pekerjaan jalan. 5.1 prinsip pengujian 5. Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) Test. Mengetahui jenis pengujian sample lanjutan. Slurry dan SMA. pemeliharaan jalan.3 4. . 3. pemecahan agregat. Menguasai perencanaan campuran aspal emulsi dingin.3 203 . Laston. Memahami jenisjenis campuran aspal panas.1 4. 2. daur ulang perkerasan jalan. Creep Test. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik campuran aspal dingin. Evaluasi kekuatan ultimit sample.7 Penentuan gradasi agregat. Pengambilan sample di lapangan (core drill). 2.memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan. Variasi dan penentuan kadar aspal resedu optimum. memahami teknik merencanakan campuran aspal emulsi dingin. Estimasi kadar aspal awal.2 Lataston.2 sample lanjutan.6 3. Tes CBR lab dan lapangan. Memahami pengujian lapangan pekerjaan jalan. 4. dan pengujian lanjutan sample campuran aspal. Macadam. 4.4 3.memahami dan dapat menjelaskan tentang jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. Dapat menjelaskan teknik perencanaan campuran aspal emulsi dingin Materi Pokok 3 1. Test penyelimutan.1 Campuran cutback asphalt. .Mata Kuliah Kode SKS Semester Prasyarat Standar kompetensi : Teknologi Perkerasan dan Pemeliharaan Jalan : TS-5023 : 2 SKS : VIII (Delapan) : Teknologi Bahan dan Praktek Bahan Perkerasan Jalan : .mengerti. Dapat menjelaskan jenis-jenis dan karakteristik umum campuran aspal panas. 1. Dapat menjelaskan 5. Pemadatan.2 3. 2. dan capillary soaking. Memahami jenisjenis campuran aspal dingin. curing. 3. Soaked dan dry stability test.3 Campuran aspal busa (foamed asphalt). Test DCP. 4. HRA. Test ekstraksi camp. 5. Fatigue Test.3 3. 2.2 4.4 4.5 5.1 Konsep campuran gradasi senjang dan menerus. .memahami dan dapat menjelaskan pengujian lapangan. Test sand cone. instalasi pemcampur aspal (asphalt mixing plant). Porous Asphalt. 2. Kompetensi Dasar 1 1. 3.

7.3 Pekerjaan penghamparan. 9.1. penambahan bahan stabilisasi: semen.1 Teknik daur ulang panas: tentang teknik daur penggarukan.1 Pek.2. penurunan. Memahami perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. Dapat menjelaskan 9. pemadatan. Memahami teknik pemeliharaan jalan 8. 9. persiapan. penambahan jalan perekat aspal. jalan. perbaikan ulang perkerasan gradasi agregat.1 Pek.1. close agregat. Indikator Pencapaian Materi Pokok 2 3 6. and open circuit. Memahami dan mengerti teknik pelaksanaan pekerjaan jalan 7.1. teknik aspal busa. tanah.Kompetensi Dasar 1 6. teknik pemecahan secondary. dan teknik pekerjaan pemadatan tanah.3 Spesifikasi.2. lapis penetrasi (lapen). 10. 6. 8.2. kegemukan. Dapat menjelaskan 8. galian. teknik pekerjaan 6. pemadatan. 6. distorsi. 6. Memahami teknik pemecahan agregat. Dapat menjelaskan 6. bawah.2 AMP tipe batch (batch plant).2 Urutan pemecahan: primary.2 Dapat menjelaskan 6. Memahami teknik daur ulang perkerasan jalan 9.1 Jenis teknik pemecahan.2 Teknik daur ulang dingin: penggarukan. Dapat menjelaskan jalan: retak. 6.2 Pek. aspal emulsi.1 AMP tipe menerus/drum mix. Dapat menjelaskan 10.1.2 Pemilihan teknik perbaikan jalan. cacat teknik pemeliharaan permukaan. 6. timbunan. 6.2. lapis pondasi atas dan jalan.4 Pekerjaan pemadatan/penggilasan.5 Spesifikasi. perbaikan gradasi agregat. 7. lapis pondasi. prime coat dan tack lapisan permukaan coat. perihal Asphalt Mixing Plant (AMP) 10. 204 . tertiary. (lapisan aspal).2.1 Identifikasi jenis kerusakan 7. pengupasan. pengausan.2 Pek. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful