Anda di halaman 1dari 16

Kronologis ePROCUREMENT

Kabupaten Banjar
DASAR HUKUM
 Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (Lampiran I Bab IV poin
D tentang Pengadaan Barang / Jasa dengan eProcurement)
 Perpres Nomor 8 Tahun 2006 tentang Penyempurnaan
Keppres No.80/2003 (Bab II Pasal 10 ayat 2a tentang
Procurement Unit)
 Inpres Nomor 5 Tahun 2005 tentang Percepatan
Pemberantasan KKN yang mengamanatkan pemanfaatan
eProcurement
 Himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang
mendorong pengadaan barang/jasa pemerintah menggunakan
eProcurement
 RUU – ITE (INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK)
 Peraturan Bupati Banjar No. 04 tahun 2008 tentang Pedoman
Pelaksanaan Proses Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan
sistem e-procurement
PRINSIP– PRINSIP DASAR PENGADAAN
BARANG/JASA PEMERINTAH

Sistem eProcurement sangat membantu


terwujudnya prinsip-prinsip dasar pengadaan
yang :
• Efisien dan efektif
• Terbuka dan bersaing
• Adil/tidak diskriminatif
• Transparan dan akuntabel
PENGERTIAN / ISTILAH

• eProcurement : sistem pengadaan barang/jasa


pemerintah yang proses pelaksanaannya dilakukan
secara elektronik yang berbasis website;
• Website eProcurement dikelola oleh Sekretariat
Layanan eProcurement Pemerintah Kabupaten Banjar
dan seluruh pihak yang terkait akan berinteraksi dalam
melakukan proses pengadaan barang/jasa secara
online;
• Sekretariat Layanan eProcurement bertugas
sebagai pengelola sistem dan fasilitator/pelayanan bagi
pengguna sistem eProcurement agar sistem berjalan
dengan baik.
MANFAAT IMPLEMENTASI
EPROC

 Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


diinformasikan secara terbuka (transparan)
melalui website eProcurement.
 Terjadi persaingan yang sehat bebas dari sistem
arisan dan praktik diskriminatif lainnya.
 Mempercepat Waktu Proses Pengadaan.
 Meminimalisir biaya pengadaan barang/jasa.
 Sistem administrasi pengadaan yang lebih baik
 Pelayanan yang baik dalam proses pengadaan.
Perjalanan Awal
• Komitmen Bupati Banjar untuk mewujudkan Sistem
Pengadaan Barang/Jasa yang transparan dan akuntabel
(pertengahan 2007)
• Searching sistem aplikasi eProc yang telah berjalan (eProc
PU, SPSe, eProc Surabaya  pertengahan 2007)
• Studi lapangan ke Pemkot Surabaya (Akhir 2007)
• TOT tim Pelaksana (Akhir 2007)
• MoU implementasi eGov dengan Pemkot Surabaya (Awal
2008)
• Soft Launching eProcurement Maret 2008  6 Paket Jasa
Pemborongan Konstruksi Dinas PU.
Kunci Sukses

• Komitmen Leadership (eLeadership)


• Komitmen Pelaksana
• Tim Inti (10 orang terdiri dari 3 tim teknis
TI dan 7 Tim Ahli Pengadaan)
• Strategi dan Taktik Implementasi.
• Sosialisasi dan Bintek Menyeluruh
eProc Surabaya, Why?

• Sistem Aplikasi eProc yang berkembang baik


saat itu (2007) baru eProc PU dan Surabaya.
• Akhir 2007 LPSE LKPP belum ada yang
implementasi.
• Orientasi eGovernment  Tata Kelola
Pemerintahan Yang Baik dengan
eDevelopment

Kewenangan LKPP sesuai keppres 106 tahun 2007


Persiapan eProc
• Regulasi (Peraturan Bupati)
• Infrastruktur Sekretariat Layanan/LPSE
(Server dan Koneksi)
• Pembentukan Tim Pelaksana eProcurement
dan Tim Sekretariat eProcurement.
• TOT dan Pendampingan
• Sosialisasi dan Bintek (PA, PPKm,
Penyedia, Panitia)
Perkiraan Pembiayaan
KEGIATAN VOLUME SATUAN JUMLAH
Pembentukan Sekretariat Layanan
Pembentukan Tim Teknis Pengadaan
TOT Tim Teknis Pengadaan 1 paket 50.000.000 50.000.000
Pendampingan Teknis eProcurement 1 paket 50.000.000 50.000.000
Infrastruktur Sekretariat Layanan 131.700.000
Peralatan Ruang Sekretariat Layanan
- Ruang Layanan Panitia + Server Router 103.250.000
- Ruang Layanan Penyedia 14.550.000
- Ruang Layanan IKP 7.200.000
TOTAL 356.700.000

Operasional dan Honorarium Tim  ± 25jt tergantung kebutuhan


Instansi.

± 380 jt
FULL EPROC dan Semi
EPROC
 Sistem eProcurement Kabupaten Banjar dapat
dikategorikan Semi eProc karena sekitar 10% dari
keseluruhan proses masih manual seperti Pemasukan
Penawaran, Pembukaan Lelang dan Aanwijzing Offline.
 Kendala penerapan Full Eproc adalah belum adanya
perubahan Keppres 80 yang mengatur secara tegas
prosedur Full Eproc terutama pada proses pemasukan
penawaran dan saksi pembukaan penawaran.
 Kendala lain belum adanya PP atau regulasi turunan UU
ITE yang mengatur keabsahan tandatangan, materai dan
dokumen digital.
HASIL PELAKSANAAN EPROC
TA.2008 dan 2009

 Jumlah paket pekerjaan yang telah dilelang Pemkab


Banjar th. 2008 sebanyak 256 paket dan th. 2009
sebanyak 291 paket
 Total dana yang di lelang th.2008 ±Rp163 milyar dan
th. 2009 ±Rp264 milyar
 Nilai Sisa Anggaran hasil selisih antara pagu anggaran
dan penawaran yang tercatat tahun 2008 sebesar ±
Rp10 Milyar dan tahun 2009 sebesar ± Rp17,2 Milyar
 Jumlah Penyedia yang terdaftar sampai sekarang
±1.200 dari dalam dan luar Kabupaten Banjar.
DAMPAK EPROC
 Semakin mudahnya mendapat informasi lelang
dan prosesnya secara up to date selama 24 jam
hanya melalui internet.
 Penyedia dapat berkomunikasi dengan panitia
secara online melalui menu aanwijzing online.
 Penyedia tidak dikenakan lagi biaya pembelian
dokumen lelang karena bebas melakukan
download.
 100% pengadaan barang/jasa diatas 100 juta
rupiah dilelang dengan eproc.
 Kualitas SDM semakin meningkat seiring
peningkatan kemampuan penguasaan teknologi
informasi.
PERMASALAHAN &
TANTANGAN
 Penyedia Barang / Jasa belum akrab dengan
teknologi internet;
 Pemahaman penyedia tentang Keppres 80 serta
peraturan lain terkait pengadaan barang/jasa
masih kurang merata.
 Masih kurangnya kesadaran tentang kerahasiaan
user, password dan kunci lainnya oleh pengguna;
 Ketersediaan fasilitas koneksi internet dan
fasilitas pendukung lainnya masih sangat terbatas
untuk Panitia Pengadaan di lingkungan
Pemerintah Kab. Banjar;
RENCANA TINDAK LANJUT
 Membuka kesempatan kerjasama dengan berbagai pihak
dalam melakukan pelatihan, sosialisasi, bintek kepada user
eProcurement khususnya tenaga instruktur dan materi
pelatihan.
 Membuat manual aplikasi dan tambahan menu bantuan
untuk mengatasi keluhan;
 Menambah koneksi jaringan internet dan fasilitas
pendukung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar;
 Menganalisa kemungkinan memasukkan paket pekerjaan di
atas 50 juta rupiah kedalam sistem eProcurement.
 Melakukan pengembangan secara berkelanjutan dengan
melakukan survey kepuasan pengguna dan melakukan
analisis terhadap data yang diperoleh demi meningkatkan
kepuasan pengguna.