Handout Mata Kuliah Sosiologi Pertanian

Dr.agr Sri Peni W dan Subejo,SP,M.Sc (Kelas F) Prog. Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Jur. Sosial Ekonomi Pertanian, Fak. Pertanian UGM

E-learning Sosiologi Pertanian
Semua bahan kuliah (diktat, handout, dll) dapat diakses melalui : www.elisa.ugm.ac.id Nama komunitas: Sosper_Peni_Subejo Silahkan mengakses!!

Sosiologi Pertanian ??

Sosiologi ?

Pertanian ?

Pedesaan ?

Mata kuliah Sosiologi Pertanian diselenggarakan dengan cara : 1. Evaluasi midterm dan evaluasi akhir . Tanya jawab.Tatap muka yang mencakup: (a) pendahuluan/ penjelasan umum kegiatan perkuliahan dan evaluasi dan (b) penyajian dan pembahasan materi yang berupa ceramah. Sosiologi Pertanian ini merupakan mata kuliah wajib untuk mahasiswa Fakultas Pertanian UGM dengan Kode PNP 1100 dan bobot 2/0 SKS.DESKRIPSI MK. diskusi kel. dan presentasi kelompok. penayangan materi dengan LCD. dan 2. SOSIOLOGI PERTANIAN (1) MK.

DESKRIPSI MK. . interaksi dan struktur sosial yang terjadi di masyarakat pedesaan yang sebagian besar berprofesi dalam bidang pertanian. SOSIOLOGI PERTANIAN (2) Mata kuliah Sosiologi Pertanian merupakan salah satu pengetahuan dasar yang harus dimiliki atau dikuasai oleh mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk memenuhi standar kompetensi seorang sarjana pertanian. Mata kuliah ini mempelajari tentang aspek-aspek sosial kehidupan masyarakat pedesaan yang antara lain mencakup proses-proses.

Skema Hubungan Antar Pokok Bahasan gi iolo n: s a ang tian So er Ket enger an . m dala 9 6 7 8 3 4 5 2 1 . Pen mbang Sosia i k m Kele kteristi Ekono 5. S asya Wan n n M n ania ana guna r rt . i ta n Sist uasaa an Per 4. P rtanian ndekat 1 Pe d e Pe o Met ologi 2. uda ses B ro ani dan P esaan lam Pet tur da ed ruk rakat P a Tani t it 7. a l Kar ya dan osia S 6. g a l. Pe mban n Pe s a s i 8 a Pe bangun lobali Pem Era G 9. i n Sos nian ania an a rt Pert tur Pe nian d k Stru m Perta Tanah nian 3.

Ruang lingkup sosiologi pertanian d. Kegunaan mempelajari sosiologi pertanian 2. Penelitian sosiologi pertanian . Peninjauan dari pengembangan analisis d. Pengertian sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian c. Pengertian Sosiologi Pertanian a. Pengertian sosiologi b.Materi Pembelajaran : 1. Metode Pendekatan Sosiologi Pertanian a. Hubungan sosiologi pedesaan dan ilmu pertanian b. Peninjauan dari obyek material c.

Pertanian sosialistik h. Pertanian kolektif g. Struktur Pertanian a. Perladangan berpindah c. Penggembalaan berpindah b. hak dan b. Sistim Pertanian dan Penguasaan Tanah a. Pertanian feodalistik (feodalisme persewaan dan latufundia/hacienda) d. Pertanian keluarga e. Pertanian kapitalistik f. faktor yang mempengaruhi pemilikan dan penggunaan tanah) .3. Fragmentasi tanah d. Pertanian komunistik 4. Penggunaan tanah (pola penanaman. Penguasaan atas tanah (persewaan dan bagi hasil) e. Pemilikan tanah (cara memperoleh hak milik. Kewajiban pemilik tanah) c.

Sistim nilai budaya masyarakat pedesaan c. Budaya dan Ekonomi Petani a. Kebutuhan dasar manusia dan kelembagaan sosial dan ekonomi c. Social capital di daerah pedesaan 6. Kelembangaan Pertanian a. Struktur sosial agraris di pedesaan b. Karakteristik ekonomi dan dinamika perubahan agraris . Karakteristik Sosial. Pengertian kelembagaan pertanian b. Kelompok sosial dan organisasi sosial e.5. Lembaga tradisional & lembaga modern di pedesaan d.

Stratifikasi sosial c. Proses sosial f. Globalisasi dan krisis pangan c. Revolusi hijau sebagai strategi modernisasi sektor pert. Sistim nilai b. Pengembangan SDM petani dan pemberdayaan masyarakat tani .7. Interaksi sosial e. Struktur dan Proses Sosial Masyarakat Pedesaan a. b. Pengembangan agribisnis dan permasalahan petani e. Paradigma baru pembangunan pertanian d. Pendekatan-pendekatan studi gender c. Pembangunan Pertanian dalam Era Globalisasi a. Pengertian gender b. Pola kepemimpinan d. Mobilitas sosial 8. 9. Alokasi waktu & peran wanita pedesaan di sektor pert. Peranan Wanita Tani dalam Pembangunan a.

ju s) de ih d t (textb source leb ou 9 ) nd dll. K gas.g yan okok s nce tiap p : e i aka a/refer a se sua n. k tu .3 si ? a r h el. ust tak d e P a us akan p ariasi s hasa P a a v igun an ber i pemb at pad d r s ih aha n mate pat dil rnal. K isiati :pen : (15% n in lina iran p disi ehad e 3. t u g j E en n dan u skusi i 1. b nga etail da ook. a a valu guas ia n . P si p a s: d si ulan ita %) f ump ) eati f (20 g r 2. opo r artik n: (p i:ujian ) ilaia ater n 65% ( e s i/ p a a n m khir as.

Outcome Pembelajaran Sosiologi Pertanian: a. Knowledge and understanding •Memahami aspek-aspek sosial masyarakat pedesaan •Memahamai konsep tentang proses. . Intellectual (thinking) •Memahami persoalan-persoalan sosial masyarakat pedesaan yang sebagaian besar berprofesi sebagai petani •Memiliki pengetahuan dan wawasan dasar tentang struktur dan interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat pedesaan c. Practical skill Mampu menerapkan konsep/ilmu yang terkait dengan aspek-aspek sosial dan interaksi dalam masyarakat pertanian untuk menyelesaiakan persoalan-persoalan tersebut dalam kegiatan praktis di lapangan. interaksi dan struktur sosial masyarakat pedesaan b.

Paradigm Shifting from Teacher Centered Learning (TCL) to Student Centered Learning (SCL) Teacher Subject Student Learner Subject Teacher .

norma atau kebiasaan yang terstruktur dan terpola serta dipraktekkan terus menerus untuk memenuhi kebutuhan anggota masyarakat yang terkait erat dengan penghidupan dari bidang pertanian di pedesaan Kelembagaan pertanian di pedesaan tradisionalterkait erat antara kegiatan ekonomi dan sosial masyaratnya Kelembagaan pertanian-. dll Kelembagaan pert modern. koperasi. kel. dll . tradisional. kel. tani.pemasaran. Pemakai air.Pengertian Kelembagaan Pertanian Kelembagaan pertanian (agricultural institutions).bentuk-bentuk kerjasama dan pertukaran tenaga.tradisional dan modern Kelembagaan pert.kel.

M. Celland. (2) rasa aman.linier. (4) pangakuan. CellandTeori Motivasi: (1) kebutuhan untuk berprestasi.flexible (tergantung pada situasi dan kondisi) . (3) hubungan sosial. (5) pengembangan pengakuan Koreksi terhadap Teori Maslow oleh M. (2) kebutuhan untuk kekuasaan dan (3) kebutuhan untuk bergabung/afiliasi Teori Maslow.Kebutuhan Dasar Manusia dan Kelembagaan Sosial Ekonomi Kelembagaan sosial ekonomi masyarakat--dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kehidupannya Teori Maslow (kebutuhan berjenjang individu): (1) fisiologis.

92) menjaga keutuhan masyarakat dan (3) pengendalian sosial Lembaga sosial tradisional-.memiliki kekuatan mengikat terhadap anggota (cara. tata kelakuan. adat) Lembaga modern. ada kepemimpinan yang resmi . kebiasaan.Lembaga TradisionaL dan Lembaga Modern di Pedesaan Pembentukan sosial institutions bertujuan untuk: (1) pedoman bagi masyarakat.memiliki struktur yang jelas dan cenderung formal.

tindakan berdasar kedudukan dan peran masing-masing.Kelompok Sosial dan Organisai Sosial Kelompok sosial. tujuan . kekuasaan. terdapat rasa ketergantungan satu dengan yang lain Organisasi sosial. (2) ada pusat kekuasaan. hubungan diatur oleh norma.sejumlah orang yang mengadakan hubungan tatap muka secar berkala kerena mempunyai tujuan dan sikap bersama. (3) ada kaderisasi Dalam organisasi sosial ada koordinasi.pengelompokan manusia yang disengaja dibentuk untuk tujuan tertentu. Ciri organisasi : (1) pembagian kerja.

Sosiologi -. kel. ekonomi. komunitas.“ilmu tentang berkawan” atau “ilmu tentang bagaimana manusia berkawan”. groups and socities” Roucek dan Waren ---. . Giddens (2004:2) mendefinisikan bahwa “sociology is the study of human social life. 2003:20) Priyotamtomo (2001). pemerintah. sosiologi mepelajari perilaku masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnnya. (Kelompok--.sosiologi adalah ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. kel.Pengertian Sosiologi Berdasar akar kata. termasuk perubahan-perubahan sosial (Soekanto.dua kata Yunani:“socius” ---“kawan atau teman” dan “logos”-.keluarga. politik.sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dan kelompok-kelompok (Soekanto.Sosiologi ---. dsb). organisasi sosial. suku.“ilmu atau pengetahuan”. 2003:19) Soemarjan dan Soemardi ---.

Tetapi ini hanya berlaku jika penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Pengertian “pedesaan” mencakup wilayah yang disebut “rural” dibedakan dengan “urban”. Menurut Planck (1993:3) Sosiologi Pertanian (Agricultural Sociology) sering disamakan dengan Sosiologi Pedesaan (Rural Sociology). Secara lengkap pedesaan diartikan sebagai kawasan tempat tinggal dan kerja yang secara jelas dapat dipisahkan dari kawasan yang lain yang disebut “kota”. semakin pantas sosiologi pertanian dipisahkan dari sosiologi pedesaan.Pengertian Sosiologi Pedesaan dan Pertanian (1) Priyotamtomo (2001) -.sosiologi pedesaan merupakan suatu studi yang melukiskan hubungan manusia di dalam dan antar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan. Tumpang tindih dan saling terkait antara kedua pendekatan bidang sosiologi tersebut akan sangat mungkin terjadi di pedesaan Indonesia. dalam praktek agak sulit untuk membedakan secara tegas pokok bahasan dan agenda kajian tentang sosiologi pedesaan dan pertanian. Dengan mempertimbangkan kasus-kasus di pedesaan Indonesia yang umumnya sektor pertanian masih relatif dominan baik sebagai sektor primer maupun sekunder. . Semakin sedikit kehidupan penduduk di desa ditandai oleh kegiatan pertanian.

bahan ajar ini menggunakan dua disiplin ilmu itu (Sosiologi Pertanian dan Sosiologi Pedesaan) sebagai pendekatan. Dalam pembahasan selanjutnya.Pengertian Sosiologi Pedesaan & Pertanian (2) Sektor pertanian masih dominan di berbagai negara berkembang. masih terdapat sejumlah masyarakat desa kita yang masih terbelakang. Di lain pihak telah terdapat sejumlah desa yang telah maju sehingga lebih tepat untuk dijelaskan lewat kerangka Sosiologi Pertanian. Dilihat dari tingkat perkembangannya. maka dapat dipahami bahwa kebanyakan batasan sosiologi pedesaan masih selalu berkisar pada aspek pertanian. sehingga masih tepat untuk dianalisis lewat kerangka Sosiologi Pedesaan. Pertimbangan utamanya adalah mengingat kemajemukan masyarakat pedesaan Indonesia. Dengan mengingat pentingnya faktor pertanian bagi keberadaan desa. .

bis s t n egu ogi per teoritis ? 2.Tugas Minggu Depan: an : usk n m n ru p kajia n da gku ? irka g lin ian ri Pik an rtan elaja e Ru gi p emp lo 1. bisa a osio aan m anian ( . tulis d cari ndou eri : tion ari ha n dib a mat tten in d A as d …sela la se kert …… m dala a/NIM… … … nam reasi… berk . K siol ran raktis) so tata an p lain alam tatar r d m mbe u dala ari s t.

elisa.id~Sosper_P .ugm.ac.Metode Pendekatan Sosiologi Pertanian Subejo e-mail: Subejo@lycos.com e-learning address: www.

Sebuah aspek yang sangat penting adalah posisi sosial petani dalam masyarakat.keseluruhan penduduk yang bertani tanpa memperhatikan jenis tempat tinggalnya. .).Planck (1993:4) sosiologi yang membahas fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian. Sosiologi pedesaan lebih menggunakan pendekatan lokasi dalam hal ini “pemukiman”. (struktur pert. bentuk organisasi pert.seluruh penduduk di pedesaan yang terus-menerus atau sementara tinggal di sana (masyarakat pedesaan dan pertanian yang dilihat dari sudut pandang hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat) Obyek sosiologi pertanian -.Ruang Lingkup Sosiologi Pertanian (1) Obyek sosiologi pedesaan -.. Tema utama sosiologi pertanian adalah UU pertanian. organisasi sosial pert. Sosiologi pertanian --. Sosiologi memusatkan hampir semua perhatiannya pada petani dan permasalahan hidup petani. usaha pertanian. dan masalah sosial pert.

Keseluruhan tata sosial ini disebut sebagai hukum agraria yang dalam arti sempit dimaknai sebagai hukum pertanahan (land tenure). •sistim ekonomi dan masyarakat yang ada diatas mereka (tata kekuasaan). .Ruang Lingkup Sosiologi Pertanian (2) Situasi kehidupan manusia yang tergantung pada pertanian ditentukan terutama oleh: •hubungan mereka dengan tanah (tata tanah). •hubungan pekerjaan mereka satu dengan lainnya (tata kerja).

penduduk desa mencari penjelasan mengenai proses sosial di pedesaan dan menuntut pembaharuan untuk masa depan. Petani mengharapkan sosiologi pertanian dalam usahanya menemukan suatu kesadaran baru. sikap. . perasaan.Kegunaan Mempelajari Sosiologi Pertanian (1) •Mengumpulkan secara sistimatis atau secara bermakna tentang keterangan-keterangan mengenai masyarakat pedesaan dan masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan menelaah hubungan-hubungannya. •Mengambil lukisan seteliti-telitinya tentang tingkah laku.meperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan dan pertanian pada khususnya. Planck (1993:9) -. motif dan kegiatan-kegiatan petani yang umumnya hidup dalam lingkungan pedesaan---.

mengenai penyakit dalam masyarakat dan keadaan darurat. fungsi kelompok/organisasi sosial •Menemukan tenaga pendorong. . mengenai kecenderungan perkembangan sosial. obyek dan indikator sosial •Menjelaskan hubungan sesama manusia dan perilakunya •Meneliti aturan. mengenai harapan dan tuntutan sosial mereka dalam perencanaan tata ruang. Sumbangan sosiologi pertanian dalam politik kemasyarakatan memang masih terbatas.Kegunaan Mempelajari Sosiologi Pertanian (2) Sosiologi pertanian harus memberikan data mengenai---struktur pedesaan. Sosiologi pertanian dapat membantu pengambilan keputusankeputusan yang dibuat dengan cara: •Menjelaskan definisi. mekanisme dan proses perubahan sosial dan lain sebagainya.

METODE PENDEKATAN SOSIOLOGI PERTANIAN Hubungan Sosiologi Pedesaan dan Ilmu Pertanian Kegiatan usaha pertanian yang sebagian dikembangkan dengan mendasarkan pada perkembangan ilmu-ilmu pertanian modern untuk kasus Indonesia sebagian besar berlokasi di daerah pedesaan. .BAB II. Memang tidak bisa dipungkiri ada usaha tani yang dikembangkan di daerah perkotaan yang umumnya dikembangkan dengan cara dan pengelolaan yang lebih modern Mengingat masyarakat tani di Indonesia sebagai besar merupakan warga pedesaan maka keterkaitan ilmu pertanian dengan sosiologi pedesaan amatlah dekat.

Hubungan antara Sosiologi Pedesaan dengan Ilmu Pertanian .Sosiologi Pedesaan Masyarakat Pedesaan Ilmu Pertanian Masyarakat Tani Usaha Tani Gambar 1.

tanaman dan lain sebagainya). Sebaliknya sosiologi pedesaan dan pertanian banyak mendapatkan sumbangan pemikiran dari ilmu pertanian ketika perilaku masyarakat tani harus dibahas dari segi relasinya dengan alam (kondisi geografis.Peninjauan dari Obyek Material Dilihat dari obyek material ilmu. iklim. . maka obyek material ilmu pertanian tercakup dalam obyek material sosiologi pedesaan karena masyarakat tani khususnya kegiatan usaha taninya ada di dalam lingkungan/kawasan masyarakat pedesaan. Peninjauan dari Pengembangan Analisis Ilmu pertanian khususnya bidang sosial ekonomi pertanian banyak menggunakan hasil analisis sosiologi pedesaan dan pertanian untuk menjelaskan gejala-gejala atau kejadian-kejadian berkaitan dengan perilaku masyarakat tani sehubungan diperkenalkannya hal-hal baru/inovasi di bidang usaha tani.

event). Seperti juga cabang ilmu lainnya. penelitian sosiologi pertanian dilakukan dengan memahami dua tujuan utama sebagai ilmu yaitu: (1) untuk menerangkan secara jelas dan tepat tentang suatu fenomena (gejala. tidak seperti yang lainnya Penelitian sosiologi pedesaan juga mengikuti prosedur penelitian yang telah dipolakan. peristiwa.Penelitian Sosiologi Pertanian Penelitian sosiologi pertanian dibangun dari sikap ilmiah dari yaitu mencari pembuktian empiris berupa data obyektif yang bisa dituangkan dalam angka-angka. . (2)untuk menjelaskan secara tuntas pula mengapa fenomena itu terjadi seperti itu.

Social groups. 6.menciptakan lembaga yang produktif 5.nilai-nilai. solidaritas. Social stratification.identifikasi kelompok yang progresif dalam pemb.sangat penting 2.unsur yang mendukung pembangunan 7. Social interction models--.Manfaat Penelitian Sosiologi (Termasuk Sosiologi Pertanian) dalam Proses Pembangunan (Soekanto.ada kelompok informal yang menjadi sumber opini masyarakat lokal 3. kerjakeras.diperlukan data yang lengkap mengenai masyarakat yang akan dibangun 1. Social changes--. Exp.penting untuk menciptakan suasana yang mendukung pembangunan. dll 4. Social institutions--. Kebudayaan--.impact of development program on community live (wether positive or negative?) . Pola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat-.2004:412-414) Tahap pembangunan--. Pola interaksi yang menekankan efisiensi-.ada nilai yang mdnukung pembangunankerjasama.

tuan tanah. kekayaan. atau juga obyek martabat. ekonomi. basis kekuasaan. STRUKTUR PERTANIAN Pendahuluan Negara. tempat tinggal. suku. komoditi. perubahan dalam satu faktor dapat memicu perubahan pada faktor lainnya. tabungan hari tua. sarana produksi. Faktor-faktor tersebut terikat dalam suatu struktur. dan etika yang terdapat dalam sektor pertanian dan daerah pedesaan yang berorientasi pada sistim sosial dan ekonomi . penguasa kolonial-menentukan struktur pertanian di suatu wilayah Struktur pertanian juga terkait dengan struktur sosial masyarakat dan tujuan ekonomi masyarakat Tujuan ekonomi masyarakat tercermin dari fungsi lahan dasar pemenuhan kebutuhan seseorang. organisasi sosial. Struktur pertanian -sistim yang komplek dimana struktur tersebut terdiri dari pola institusi. komune.II.

Penggembalaan Berpindah Merupakan tipe penggembalaan dimana ternak digiring secara periodik ke padang rumput Dua sistim utama penggembalaan berpindah :(1) Sistim tranchumance.cadangan pemenuhan kebutuhan sendiri dan saat nomadik serta sebagai simbol martabat Penggembalaan berpindah nampaknya masih bisa dilacak di wilayah Indonesia bagian timur terutama untuk daerah-daerah padang rumput di Nusa Tenggara Timur . (2) Sistim pastoral nomadism--.penggembalaan oleh kelompok sosial (suku atau keluarga besar) dengan hewan gembalanya melewati wilayah suku berupa padang rumput yang umumnya dimiliki atas dasar tradisi dan kekuasaan Ternak-.imigrasi secara periodik kawanan hewan milik orang yang hidup menetap.1.

Irian dan sebagian kecil Sumatra) Lahan adalah milik bersama dan dikuasai oleh kelompok sosial ( suku). Pekerjaan dilakukan keluarga.2. mengolah dan yang lebih maju lagi menangani pemasaran hasil pertanian. Kalimantan. pembagian kerja menurut adat istiadat. Pria membuka lahan. Kepala suku/adat umumnya menentukan lahan yang boleh dimanfaatkan oleh setiap keluarga/anggota sukunya. Perladangan Berpindah Lahan ditanami berpindah secara berkala. sehingga lahan yang telah dipanen sebelumnya dibiarkan bera dan menjadi hutan kembali kemudian akan ditanami lagi setelah siklus waktu tertentu Dijumpai di wilayah hutan tropik basah (di Indonesia: di sebagian daerah Sulawesi. . kalau hal itu berlangsung cukup lama dan jumlah penduduk sedikit. wanita bertanggung jawab menanami. Masa regenerasi perpindahan akan mempertahankan kesuburan lahan.

terjadi konsentrasi pemilikan modal Bagi tuan tanah.UU kolonial yang memperbolehkan kerja paksa/ pemberian hadiah lahan bagi jasa kemiliteran Lahan merupakan sumber kehormatan.lahan sbg. Feodalisme Persewaan-. Amerika Latin). kekayaan untuk disewakan dan juga martabat dan kekuasaan . Bentuk hacienda (facenda). Petani kecil. Pertanian Feodalistik Feodalisme-. tergantung secara pribadi pada pemilik aset besar.3.terpaksa membayar sewa tinggi.stratifikasi sosial. dan spekulasi ekonomi. dasar tuan tanah untuk menguasai petani kecil dan landless.kekuasaan ekonomi sbg.kepemilikan aset Dua tipe pertanian feodalistik yaitu (1) feodalisme persewaan dan (2) latufundia (hacienda). kekuasaan. .pemilikan lahan yang luar biasa luasnya (exp.baca buku James Scott (Moral Economy). Latufundia .

Pertanian Keluarga Hak milik dan hak pakai ada di tangan masing-masing keluarga. melainkan dimanfaatkan dan kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya (keberlanjutan generasi)---keep in mind of family farming in Japan case !!!! Jika luas cukup-. faktor produksi. lahan tidak dijual. Sesuai dengan tradisi. kemakmuran dan tempat tinggal. Pengelolaan dan pekerjaan dilakukan oleh keluarga yang memiliki lahan pertanian. sehingga cocok bagi kegiatan koperasi---.4. dan dengan demikian tidak terikat kepada kelompok sosial yang lebih besar Lahan adalah faktor pemersatu dalam sistim sosial pedesaan sekaligus sebagai landasan kehidupan.memenuhi kebutuhan kel. tani-pertanian keluarga merip sistim yang stabil dengan perbedaan sosial kecil.dapat dikelola secara komersial .

sawit. kopi. . Sebuah perkebunan ialah sebuah pertanian yang berskala besar yang mengutamakan tanaman tahunan misalnya pohon. karet. dll Hasilnya biasanya diolah secara industri di pabrik pengolahan perkebunan itu sendiri dan diarahkan untuk ekspor---. semak atau perdu. cengkeh. seringkali sistim penanamannya satu jenis (monokultur)--. Pertanian Kapitalistik Tipe pertanian kapitalistik yang paling penting di negara yang sedang berkembang adalah plantation/esatate/“perkebunan”.lebih mendahulukan kepentingan asing dan merupakan suatu gugus yang tertutup -.only has small economic impact to the peasant/villagers.ada persepsi-.5.

etika atau . berdasarkan politik.7. Pertanian kolektif umumnya bukan hanya merupakan sistim ekonomi tetapi lebih merupakan pandangan hidup secara keseluruhan. Pertanian Kolektif Didalam pertanian kolektif . produksi telah diserahkan kepada rakyat dan produksi direncanakan oleh negara.

Contoh-China komune/masyarakat memunyai satu bentuk kolektif yang meliputi semua sektor kehidupan dan ekonomi tidak hanya terbatas peda sektor pert. saja. Kebutuhan dasar diatur atas persamaan hak dan dipenuhi oleh upah dasar dalam bentuk uang kontan dan natura berupa makanan pokok maupun pembebanan biaya pendidikan. jasa. kebudayaan. pelayanan kesehatan dan sebagainya. pendidikan. Tata kerja diatur ketat menyerupai militer.tekanan politik maupun keadaan darurat . Perbedaan pendapatan --.8.menjamin peran serta masyarakat. Pertanian Komunistik Sindrom politik atau etika keagamaan. pelayanan kesehatan. administrasi dan masalah-masalah politik maupun aspek-aspek konsumsi dan kehidupan pribadi.antar komune Penggunaan paksaan -. Kesatuan ini dapat mencapai luas sebuah desa mancakup produksi pertanian dan industri.

pengawasan dan birokrasi komplek dan tingkat produksi rendah . pengendalian produksi dibawah pengaruh negara namun negara tidak diharuskan menanggung resiko ekonomi membawa perbaikan pada sebagian kelompok rumah tangga yang berpenghasilan rendah Kelemahan: terjadi penumpukan unskilled workers.9.kolkhoz. Pertanian Sosialistik Ideologi sosialistik--.pemikiran pribadi atas lahan mengarah pada “pemerataan”. Pertanian sosialistik memiliki konsepsi bahawa pertanian kecil telah ketinggalan oleh kemajuan teknik dan oleh karena itu harus digabungkan dengan unit-unit ekonomi yang besar -perencanaan produksi yang ketat oleh pemerintah Contoh: Rusia .

saudara.dipengaruhi kebiasaan dan norma sosial setempat Jual beli tanah-. pembeli-. usaha-.faktor penting yang mempengaruhi penentuan keputusan mengenai strategi yang diambil dlm.SISTEM PERTANIAN DAN PENGUASAAN TANAH Kepemilikan luas tanah-. teman. (2) jualbeli dan (3) hibah Sistem pewarisan tanah : (1) pembagian secara merata antar ahli waris. dll-.tata cara. (2) pewarisan berdasarkan gender/pewaris pria mendapat 2 kali lebih banyak Pewarisan.di pedesaan.memenuhi kebutuhan hidup Cara memperoleh hak atas tanah : (1) warisan. dan lain-lain . waktu.diutamakan kerabat dekat. kerabat jauh.dipengaruhi oleh jenis hubungan sosial-.

. untuk kota melalui balik nama sertifikat tanah Pemindahan hak milik tanah bisa disebakan oleh “hadiah/hibah” dengan alasan dan tujuan khusus Di pedesaan Jawa…ada beberapa kasus.umumnya untuk keperluan yang sangat mendesak/emergency dan perlu uang dalam jumlah besar Ada pretensi penjualan diprioritaskan kepada saudara walaupun dengan harga yang lebih rendah dibanding kalau dibeli oleh pihak lain Jual beli tanah umumnya terdokumentasi di kantor desa..........) . saudara yang tinggal bersama satu keluarga .......diberi hadiah berupa tanah…..(diskusikan atau ada contoh kasus di daerah lain…dengan alasan yang spesifik pula!..Tanah yang dijual diprioritaskan berupa sawah dan atau tegal. pekarangan merupakan prioritas terakhir Alasan penjualan tanah-...

) Pemilik tanah sawah berhak mengakses sumber air/irigasi…. Jika tanah ditelantarkan-..di negara maju sangat tegas…..banyak kasus alih fungsi lahan pertanian--...mendayagunakan tanah “berdasar peruntukannya” sehingga hasil-hasil atas tanah dapat digunakan untuk kepentingan ekonomi dan atau sosial (belum ada peruntukan yang jelas!!) Peruntukan tanah belum jelas….misalnya harus melalui prosedur yang complicated dan pajak tanah naik berlipat-lipat.dikembalikan pada negara.Hak dan Kewajiban Pemilik Tanah Hak pemilik tanah-. UUPA 1960--. hak milik bisa di cabut (realisasi?.. membayar iuran pemakain air (kalau ada) .pemilik tanah wajib mengolah tanah itu sendiri atau dengan bagi hasil.belum ada realisasi sistem sanksi yang tegas…………..(there is conflict of interest caused by involvement of private corporation) Kewajiban pemilik tanah: membayar pajak (berdasarkan kelas tanah). tanah tidak ditelantarkan.

agricultural involution (lihat/baca Geertz) Fragmentasi juga dipengaruhi oleh tradisi.belum efektif.. sutra dan textile…..rural industry ( kasus di pedesaan Jepang…. rekayasa sosial sistem pewarisan... persewaan dan penyakapan/tenancy UUPA 1960-.. Solusi : reformasi agraria (?...pembatasan luas sawah garapan minimum dan maksimum----.. dll... hibah...Fragmentasi Tanah Tanah pertanian di Indonesia-.grew and improved in rural area) . lahan pertanian dipaksa menampung tenaga yang terus bertambah dengan prodkutifitas yang mendekati maksimal---. Alernatif lapangan kerja luar pertanian masih sangat terbatas... off-farm job opportunities……pioneering entrepreneurship for.. jual-beli...mengecil dan menyebar-perpecahan/division dan perpencaran/fragmentation Fragmentasi lahan karena: pewarisan..industri sake.... adat.).

0-4.14 2.40 2.0-3.34 1.49 0.0-1.1-0.93 2.65 24.00 Jumlah 1973 (%) 45.07 5.1995:19) “Penguasaan” Luas (ha) 0.55 2.00 1983 (%) 40.73 18.14 100.93 1.99 >5.99 3.78 25.43 100.03 19.99 4.99 2.0-2.00 .5-0.99 1.Pertanian Rakyat Berdasar Luas Tanah (Mubyarto.88 7.

99 % (73) 60.70 6.81 19.1995:20) Pulau Jawa-Madura Luas/ha (73) 0.41 2.0 % (83) 58.17 0.93 0.53 2.31 2. Bali Maluku Irian Total .64 0.67 1.80 100.59 1.95 5.8 7.8 100.14 7.3 19.0 Sumatra Kalimantan Sulawesi NTT.65 1.6 0.66 1.98 Luas/ha (83) 0.7 6.Rerata “Penguasaan” Lahan Pertanian Berdasar Pulau (Mubyarto.67 0.65 2.65 1.87 1.8 4.

86 4.34 28.80 17.“Pemilikan” Tanah Pertanian Rakyat Tahun 1983 (Mubyarto.79 .00-1.50-0.99 > 2.1995:20) Luas (ha) 0.49 0.1-0.21 14.99 1.00 Tidak punya lahan % Rumah Tangga 34.

kontradiksi-.potensial untukjagung.26 ha.35 ha lahan kering dan 13 ha alang-alang---.86 ha (Sensus Pend.rerata penguasaan lahan 0.peluang ekstensifikasi 117.9 ha Alih fungsi lahan pert.have not been implemented) Rerata penguasaan luas lahan pertanian tahun 1993: 0.lahan tdk.users pay.30th 1 jt sawah irigasi teknis (Jawa). jali.will support food selfsufficiency program .1 ha harus diganti 3 ha sawah di Luar Jawa !!! (Kompas. Jawa-. 17 Sept 2004) Kompas 8 Oktober 2004-.produktif/terbengkalai.lebih jauh lb.1993--. (polluters pay-.Note: Water resources use.sempit!! Kompas 13 Juni 2003-.Siswono-. juwawut.4 ha (tanaman pangan dan perkebunan). sorgum.investor pertanian rata-rata menguasai 11. dll--. produktifitas 3x luar Jawa-. 1993).

land use and land conflict).P. please read in detail the following book! “Dua Abad Pengusaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa”. published by PT.Attention: If you are interested on “land tenure. edited by Soediono M. Tjondronegoro and Gunawan Wiradi. Gramedia and Yayasan Obor Indonesia .

elisa/ugm/ac/id Nama Komunitas: Sosper_Peni_Subejo E-mail: Subejo@lycos.com .POKOK BAHASAN VI. BUDAYA DAN EKONOMI PETANI E-learning: www. KARAKTERISTIK SOSIAL.

3. 2. Struktur Sosial Agraris di Pedesaan Sistim Nilai Budaya Masyarakat Pedesaan Karakteristik Ekonomi dan Dinamika Perubahan Agraris .Sub-Pokok Bahasan: 1.

komplek Warga masyarakat memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang beragam. pada struktur sosialnya. sederhanasistim kekerabatan.pola hak dan kewajiban pelaku dalam sistim interakasi sosial yang relatif stabil dalam suatu jangka waktu tertentu Struktur sosial. Masy maju. tgt. Int.frekuensi dan keeratan hubungan Orang cenderung memilih pola hubungan yang paling menguntungkan dengan jml yang terbatas . status dan peran pelaku. (masy. sosial.juga membahas hak.Struktur Sosial Agraris Pedesaan Pola kehidupan masy.sederhana—>komplek) Masy sederhana-.struktur sos.

Masyarakat dengan pola interkasi sosial yang luas.Di pedesaan umumnya pola interaksi yang terkuat adalah dengan kerabat dan tetangga terdekatnya Anggota masy. individual.masy modern.overlapping atas neighborship. sosial yang lebih luas Studi empiris (Subejo.menghindari konflik.mudah menerima perubahan baru termasuk inovasi di bidang pertanian . 2004) interkasi sosial di pedesaan--. yg memiliki mobilitas tinggi mampu membangun int. respon terhadap pengaruh luar kolektif bagi masy tradisional. Sosial. Keeratan hub. luwes dan longgar. kinship dan friendship.

warung kucing. sakap) Tenaga kerja keluarga berperan penting Tenaga kerja luar kel. hubungan kerja tradisional yang beragam .. bakul bakso.Struktur sosial agraris di pedesaan (Wiradi) Pertanian dengan luas garapan sempit Pemilikan lahan cenderung merata (???) Status dan bentuk pemilikan tanah beragam Petani pemilik penggarap ? (landless.pertanian dominan Pembagian kerja lentur (orang Bayat.dll) Kelemb. GK--stl.upahan?labor exchange !! Landless banyak (Jawa. m. luar Jawa????) Pendapatan non-pertanian penting??? Di daerah yg off-farm jobs terbatas…. tanam ke Jogja-.

93 2.00 Jumlah 1973 (%) 45.78 25.1-0.0-3.99 1.73 18.14 2.00 1983 (%) 40.Pertanian Rakyat Berdasar Luas Tanah (Mubyarto.40 2.07 5.55 2.14 100.65 24.88 7.5-0.99 4.0-4.0-2.1995:19) “Penguasaan” Luas (ha) 0.99 3.99 2.0-1.43 100.00 .49 0.99 >5.03 19.34 1.93 1.

67 1.64 0.81 19.65 1.8 4.0 % (83) 58.17 0.80 100.8 7.53 2.59 1.93 0.31 2.98 Luas/ha (83) 0.99 % (73) 60.8 100.Rerata “Penguasaan” Lahan Pertanian Berdasar Pulau (Mubyarto.41 2.0 Sumatra Kalimantan Sulawesi NTT.65 2.66 1.67 0.3 19.14 7.7 6.1995:20) Pulau Jawa-Madura Luas/ha (73) 0.70 6.65 1.87 1.95 5. Bali Maluku Irian Total .6 0.

“Pemilikan” Tanah Pertanian Rakyat Tahun 1983 (Mubyarto,1995:20)

Luas (ha) 0,1-0,49 0,50-0,99 1,00-1,99 > 2,00 Tidak punya lahan

% Rumah Tangga 34,80 17,21 14,34 28,86 4,79

Note: Water resources use- users pay; (polluters pay-- have not been implemented) Rerata penguasaan luas lahan pertanian tahun 1993: 0,86 ha (Sensus Pend. 1993), Jawa-- lebih jauh lb.sempit!! Kompas 13 Juni 2003-- 1993--- rerata penguasaan lahan 0,26 ha; kontradiksi-- investor pertanian rata-rata menguasai 11,9 ha Alih fungsi lahan pert- 30th 1 jt sawah irigasi teknis (Jawa); produktifitas 3x luar Jawa-- 1 ha harus diganti 3 ha sawah di Luar Jawa !!! (Kompas, 17 Sept 2004) Kompas 8 Oktober 2004-- Siswono-- lahan tdk.produktif/terbengkalai- peluang ekstensifikasi 117,4 ha (tanaman pangan dan perkebunan)- 35 ha lahan kering dan 13 ha alang-alang---- potensial untukjagung, sorgum, juwawut, jali, dll--- may support food selfsufficiency program if seriously managed under gov.

Implikasi Struktur Sosial Agraris Inefisiensi secara ekonomi dalam usahatani Mekanisasi pertanian kurang berhasil- luas lahan sempit; hambatan dari hubungan kerja tradisional??? Hampir tidak ada istilah tuan tanah/landlord Lembaga tradisonal yang mendekatkan pemilik— penggarap patron-client

Sistim Nilai Budaya Masyarakat Pedesaan Pola kebudayaan tradisional. (3) sitim produksi yg diterpakan Kebudayaan tradisional tecipta jika masyarakat amat tergantung pada pertanian. tingkat teknologi rendah dan produksinya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga/subsisten Pola adaptasi yang pasif pada alam.tingkat inovasi rendah (????.produk dari besarnya pengaruh alam terhadap kebudayaan masyarakat Besar kecilnya pengaruh ditentukan oleh: (1) sejauhmana ketergantungan pada pertanian. kasus pertanian organik????) . (2) tingkat teknologi.

hidup organis. praktis. rendahnya pengetahuan . sumber ekonomi langka. kesadaran pada waktu rendah. (2) kemampuan mengendalikan alam. lamban. standar moral. Pola kebudayaan tsb akan semakin pudar seiring dengan: (1) kemajuan tekologi. terus terang. suka bersahabat. bersahaja. jujur.Gambaran budaya masy pedesaan: tingkat inovasi rendah. (3) tujuan produksi semakin komersial Rendahnya tingkat inovasi peasant (Rogers): mengandalkan cara-cara yang sudah diketahui. percaya takhayul.

sosialkulturalnya .peasant berproduksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis saja tetapi juga untuk membiaya keh.tergantung alokasi sumberdaya yang dimiliki oleh petani dalam proses produksi untuk menghasilkan produk bagi kebutuhan konsumsi dan untuk dipasarkan Wolf.Karakteritik Ekonomi & Dinamika Perubahan Agraris Karakteristik ekon. pedesaan.

Sistim ekonomi di pedesaan/pertanian dipengaruhi oleh faktor : (1) keluarga, (2) tanah, dan (3) pasar Keluarga sebagai unit ekonomi/produksi (dalam proses produksi pertanian); ada pembagian tugas/pekerjaan angg. kel. Tanah- sempit, penggarapan intensif Pasar- tempat terjadinya transaksi jual beli barang (modern???), jaringan dan ketergantungan antar komunitas, ada spesialisasi pedagang, komplek,

Karakteristik Proses Produksi Pert.
Aktifitas Pembiayaan Sarana prod. Sumber Naker Pemanenan Pemasaran Teknologi Masy. Tradisional Kel, kerabat, tetangga Produksi sendiri Keluarga, lab.exc Bawon Konsumsi sendiri Tradisional Masy. Modern Kel, lemb. Keuangan modern Input dari luar Keluarga, upahan Tebasan Konsumsi sendiri, dijual Modern (traktor, input dr.pabrik)

Struktur dan Proses Sosial Masyarakat Pedesaan
Subejo
e-mail: Subejo@lycos.com

2.VII. 4. MASYARAKAT PEDESAAN 1. 3. STRUKTUR DAN PROSES SOSIAL. 5. Sistim Nilai Statifikasi Sosial Pola Kepemimpinan Interaksi Sosial Proses Sosial Mobilitas Sosial . 6.

menjaga integrasi dan sistim pengendali sosial .“value/norms”--.tuntunan. Sistim Nilai Nilai.(1) cara. (2) kebiasaan.sebagai pedoman tingkah laku. Berdasar kekuatan mengikatnya-.1. dan (4) adat istiadat Fungsi norma--. perilaku manusia dalam berinteraksi dlm. aturan. (3) tata kelakuan. lingkungan sosialnya.

Contoh: cara makan. berbicara. dll Kabiasaan yang berulang dan disukai. pelanggaran: pengucilan. pelanggaran: celaan. Contoh: adat istiadat menjaga ketertiban bersama . pengusiran. Contoh: kebiasaan menghormati senioritas Tata Kelakukan Kebiasaan sebagai norma pengatur. Contoh: tata kelakukan menjaga solidaritas Adat Istiadat Sifat yang dipelihara kelompok sebagai alat pengawas. berjalan.Karakteristik Norma/Nilai Nilai/Norma Cara Karakteristik Bentuk perbuatan. Pelanggaran: pengucilan. gosip. minum. kenampakan kurang suka. Kebiasaan pelanggaran: teguran.

(2) previlege/hak istimewa. pendidikan. jabatan. Statifikasi Sosial Pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hirarkis Alat pembeda-.sesuatu yang dianggap “bernilai” (garis keturunan. pekerjaan. kekayaan materi.2. dll) Dimensi startifikasi sosial (1) kekuasaan. (3) prestise/kehormatan .

Open Stratification System Closed Stratification System .

(4) delegasi . (2) demokratis.3. (3) partsipasi. (2) non-formal Ciri kepemimpinan . Pola Kepemimpinan Kepemimpinan.kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tsb. (3) leizessfaire Gaya kepemimpinan: (1) instruksi. (2) konsultasi. (1) otoriter. bertingkah laku sesuai yang diinginkan oleh pemimpinnya Sifat kepemimpinan ada 2 : (1) formal.

4.cenderung perkembangannya lebih lamban . (2) Communication Manusia sebagai makhluk sosial cenderung untuk berhubungan dengan orang lain Masyarakat yang anggotanya kurang interaktif-. Interakasi Sosial Interakasi sosial: proses bertindak/bereaksi/ respon terhadap orang-orang disekitarnya (hubungan timbal balik) Dasar interaksi sosial: (1) Social contact.

(4) pangakuan. sedangkan Teori M. (5) pengembangan pengakuan Koreksi terhadap Teori Maslow oleh M.Kebutuhan Dasar Manusia dan Kelembagaan Sosial Ekonomi Interaksi sosial. ekonomi -.flexible (tergantung pada situasi dan kondisi) . (2) rasa aman.linier. (2) kebutuhan untuk kekuasaan dan (3) kebutuhan untuk bergabung/afiliasi Teori Maslow. (3) hubungan sosial.pengembangan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat--dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kehidupannya Teori Maslow (kebutuhan berjenjang individu): (1) fisiologis. Celland---. CellandTeori Motivasi: (1) kebutuhan untuk berprestasi.

5. Proses Sosial Proses sosial: pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama (hubungan sosial yang dinamis/bentuk khusus interaksi sosial) Terjadi jika orang yang “berinteraksi” memberikan pengaruh timbal balik kepada kedua pihak (interaksi yg sangat intensif) Jenis proses sosial : (1) asosiatif/ mempersatukan/memantapkan dan (2) disosiatif/merubah sistim yang ada .

Mobilitas Sosial Mobilitas sosial: perubahan status yang terjadi pada seseorang Jenis mobilitas sosial : (1) vertikal dan (2) horisontal Mobilitas sosial vertikal: perubahan status dari tingkatan yang lebih rendah menuju yang lebih tinggi atau sebaliknya. Contoh: petani biasa karena kemampuannya menjadi perangkat desa. Mobilitas horisontal: perpindahan kedudukan tanpa merubah stratanya. Contoh: sorang buruh tani pindah ke kota menjadi tukang becak atau penjual makanan keliling .6.

High Level Stratification Vertical mobility Horizontal mobility Low Level Stratification .

1990) Jenis Pekerjaan Pria Padi Wanita 10 14 0 27 49 50 71 96 Non-padi Pria 0 88 84 70 78 93 55 71 Wanita 0 0 36 63 0 85 80 74 Pekerjaan pria Menyemai bibit Mencangkul Menyirami Memupuk Menyemprot hama 91 86 0 73 51 0 9 71 Pekerjaan Wanita Menanam Menyiangi Memanen .Proporsi Pekerjaan Pria dan Wanita dalam Produksi Padi dan Non-padi (Kodiran.

0 .5 11.1 18.5 100.4 11.5 27. 1990) Wewenang Pengambilan Keputusan memilih jenis tanaman Suami yang paling berwenang Istri yang paling berwenang Suami dan istri berwenang setara Total Lahan garapan Sempit 65.Hubungan Luas Lahan dengan Wewenang Memutuskan Pilihan Jenis Tanaman (Kodiran.1 100.0 Luas 70.

suami 32%) Waktu panen (istri 30%.Pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian (Hariadi. suami 38%) Pemeliharaan (istri 5%. suami 27%) Penetapan upah (istri 38%. Waktu tanam (istri 18%. 1991) Penentuan jumlah sarana produksi: (istri 7%. (istri (12%. suami 10%) . suami 75%). suami 8%) Penjualan hasil (istri 55%. suami 52%) Penetapan tenaga (istri 40%. Investasi alat pert. suami 70%).

Kelembagaan Masyarakat Pedesaan Subejo e-mail: Subejo@lycos.com .

saat ini banyak ahli menaruh perhatian besar pada peranan “social capital” Pada awal tahap pembangunan.Social Capital dan Pembangunan Masyarakat Desa Dalam proses pembangunan termasuk di daerah pedesaan. Selanjutnya muncul “human capital” yang dianggap penting karena dengan kemampuan pengetahuan “human” pelaku k i t ti i k . gudang. capital sekedar dimaknai sebagai modal tidak bergerak misalnya tanah. dll.

. Social capital dianggap mempunyai peranan sentral karena memiliki 3 mekanisme : (1) sharing informasi antar anggota.Satu-dua dekade akhir muncul paradigma baru bahwa ada jenis capital lain yang sangat penting yaitu “social capital” yang mencakup: individual talents. organization and culture. (2) mengurangi oppotunistic behaviors dan (3) memfasilitasi pembuatan keputusan kolektif. accumated knowledges of sociaties. society interactions.

and related assets that influence cooperative behavior Shared knowledge. cultural. obligations. social structure and society’s institutional arrangements which enable members to achieve their individual and community objectives Social capital refers to the institutions. that can improve the efficiency of society by facilitating coordinated actions The rules. psychological. and they facilitate certain actions of actors--wheter persons or corporate actors--within the structure Features of social organization. norms.Pengertian dan Elemen dasar Social Capital (Subejo. and norms that shape the quality and quantity of a society’s social interactions Social capital can be considered as an accumulation of various types of intangible social. and networks (of civil engagement). institutional. understandings. reciprocity and trust embedded in social relations. and social networks to ensure the intended results Putnam et. relationships.al (1993) Narayan (1997) World Bank (1998) Uphoff (1999) Dhesi (2000) . values. the norms. such as trust. norms (or reciprocity). 2004) Sumber Coleman (1988) Pengertian dan Elemen Dasar dari Social Capital Social capital consits of some aspects of social structures.

Social capital mencakup: institutions. Pewarisan nilai social capital--.proses adaptasi. (3) trust dan (4) network Social akan tumbuh dan berkembang kalau digunakan bersama (shared together) dan akan mengalami kepunahan kalau tidak dilembagakan secara bersama. pembelajaran. (2) reciprocity. serta pengalaman dalam praktek nyata (bukan pewarisan genetik) . relationships. attitudes dan values yang mengarahkan dan menggerakan interkasi-interaksi antar orang dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi. Elemen social capital : (1) norms.

Tradisi dan praktek gotong royong (1) memiliki aturan yang disepakati bersama (norms).Praktek Social Capital di Daerah Pedesaan Semangat kerjasama dan saling tolong menolong merupakan manivestasi “social capital” di daerah pedesaan (secara umum tercakup dalam tradisi “gotong royong”). (3) ada nilai saling percaya (trust) dan (4) diikat oleh pertalian hubungan antar pelaku (network). (2) pihak terlibat memberikan kontribusi dan mendapat manfaat (reciprocity). .

F or pri va te pu rpo se s Ro ta tio na l sa vi ng g rou p Tra d i ti o na l so ci a l sa fe ty ne t E qua l iz e d i nh e ri ta nc e syste m S ha re te n a n cy syste m G ove rnm e nt a ffa i rs Source: ©Subejo and Iwamoto. 2004 .Social Stabilizers and the Institutions for Mutual Help S oc ia l se rvi ce s g rou p A. Fo r p ub l ic p urp ose s La bo r i n sti tuti on s for m utu a l he lp Social Stabilizers B .

and circumcision. Hired labor paid in cash or in kind. Mutual help for ceremonial activities such as funeral. wood bringing. (requsted joint works) Exchange labor among small group members for farming operation and domestic works (yearly cycle) Simplified type of Krubutan (seasonally cycle) Joint sales of labor to get cash income or to make joint assets for the group. irrigation channels. house destruction. marriage. graveyards and guardhouses. roads. springs. . etc. meeting rooms. terrace making. etc. Mutual help for house construction/repairing. Characteristics of labor institutions Type Gerakan Characteristics Joint activities by community members to maintain public facilities such as mosques. land slides. Gugur Gunung Rewang/Layatan Sambatan Krubutan Gantian Prayaan Hired Labor Source: Interview in 2002. Joint activities by community members to cope with emergencies such as fires.Types of labor institutions Table 4.

STRUKTUR DAN PROSES SOSIAL.VII. Sistim Nilai Statifikasi Sosial Pola Kepemimpinan Interaksi Sosial Proses Sosial Mobilitas Sosial . MASYARAKAT PEDESAAN 1. 5. 4. 6. 2. 3.

tuntunan. lingkungan sosialnya. menjaga integrasi dan sistim pengendali sosial . aturan. dan (4) adat istiadat Fungsi norma--. (3) tata kelakuan. perilaku manusia dalam berinteraksi dlm. (2) kebiasaan.(1) cara.“value/norms”--. Sistim Nilai Nilai. Berdasar kekuatan mengikatnya-.1.sebagai pedoman tingkah laku.

Pelanggaran: pengucilan.Karakteristik Norma/Nilai Nilai/Norma Cara Karakteristik Bentuk perbuatan. Contoh: cara makan. pelanggaran: pengucilan. Contoh: kebiasaan menghormati senioritas Tata Kelakukan Kebiasaan sebagai norma pengatur. pelanggaran: celaan. Kebiasaan pelanggaran: teguran. minum. kenampakan kurang suka. Contoh: tata kelakukan menjaga solidaritas Adat Istiadat Sifat yang dipelihara kelompok sebagai alat pengawas. berbicara. pengusiran. gosip. berjalan. Contoh: adat istiadat menjaga ketertiban bersama . dll Kabiasaan yang berulang dan disukai.

(2) previlege/hak istimewa. Statifikasi Sosial Pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hirarkis Alat pembeda-. pekerjaan. (3) prestise/kehormatan .sesuatu yang dianggap “bernilai” (garis keturunan.2. dll) Dimensi startifikasi sosial (1) kekuasaan. pendidikan. kekayaan materi. jabatan.

Pola Kepemimpinan Kepemimpinan. (1) otoriter. (2) demokratis. bertingkah laku sesuai yang diinginkan oleh pemimpinnya Sifat kepemimpinan ada 2 : (1) formal. (3) partisipasi. (2) konsultasi. (2) non-formal Ciri kepemimpinan . (4) delegasi . (3) leizessfaire Gaya kepemimpinan: (1) instruksi.3.kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tsb.

cenderung perkembangnannya lebih lamban . Interakasi Sosial Interakasi sosial: proses bertindak/bereaksi/ respon terhadap orang-orang disekitarnya (hubungan timbal balik) Dasar interaksi sosial: (1) kontak sosial. (2) komunikasi Manusia sebagai makhluk sosial cenderung untuk berhubungan dengan orang lain Masyarakat yang anggotanya kurang interaktif-.4.

5. Proses Sosial Proses sosial: pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama (hubungan sosial yang dinamis/bentuk khusus interaksi sosial) Terjadi jika orang yang “berinteraksi” memberikan pengaruh timbal balik kepada kedua pihak (interaksi yg sangat intensif) Jenis proses sosial : (1) asosiatif/ mempersatukan/memantapkan dan (2) disosiatif/merubah sistim yang ada .

Contoh: petani biasa karena kemampuannya menjadi perangkat desa. Mobilitas Sosial Mobilitas sosial: perubahan status yang terjadi pada seseorang Jenis mobilitas sosial : (1) veritikal dan (2) horisontal Mobilitas sosial vertikal: perubahan status dari tingkatan yang lebih rendah menuju yang lebih tinggi atau sebaliknya.6. Mobilitas horisontal: perpindahan kedudukan tanpa merubah stratanya. Contoh: sorang buruh tani pindah ke kota menjadi tukang becak atau penjual makanan keliling .

1910 – 2006 (±100 tahun) Selama 100 tahun apakah ada perubahan yang nyata dalam kehidupan petani kita????? Wajah pertanian seperti apa yang akan kita t j ???? .

000 ha) Perluasan areal tanam di daerah rawa.Swasembada Beras di tengah keterpurukan nasib petani (Suara Pembaharuan 29 Des 2004) Produksi nasional beras tahun 2004 diperkirakan 54.97 ha (naik 482. prediksi surplus 3 juta ton Areal panen : 11. daerah pasang surut. dll Produktivitas: 4.54 ton/ha Income petani???????nilai tukar????? .34 juta ton (BPS) Diklaim mencapai swasembada (Deptan). lebak.

8 3.Produksi Padi Tahun 2004 (Source: Suara Pembaharuan 29 Des 2004) Daerah produksi Produksi (juta ton) Jawa dan Madura 29. NTB Kalimantan Bali.53 2. Nusa Tenggara 12.15 . NTT.75 5.67 0.42 (54%) Sumatera Sulawesi Bali.

2 juta ton 4.7 juta ton 1.5 juta ton 1.3 juta ton 1 juta ton 1.Impor Produk Pertanian Indonesia 2003 (Source: Kompas 7 Juli 2004) Produk Beras *) Gula Kedele Bungkil Jagung Gandum Garam Singkong Impor per tahun 3.5 juta ton 0.85 juta ton Keterangan No 1 dunia No 2 dunia ??? ??? ??? ??? .6 juta ton 1.

5 .6 1.Ekspor Produk Pertanian 2003 (Source: WTO. Kompas 9 Des 2004) Ranki Negara ng 1 EU 2 5 7 9 11 USA China Thailand Malaysia Indonesi a Miliar US$ 284 76 22 15 11 10 % 42 11 4 2 1.

2003:153) .Pemasaran Pelayanan Perbankan Penyimpanan Asuransi Angkutan Dan lain-lain Produksi Komoditas Pertanian Pengolahan (agroindustri) Penelitian Penyuluhan Pengaturan Kebijakan Pengadaan dan penyaluran sarana produksi. alsintan Fokus program selama ini??? Keterkaitan antar sub-sistim dana sistim agribisnis (Source: Arifin.

dll) Transmisi harga rendah (kenaikan harga di tingkat konsumen tidak serta merta menaikan harga di tingkat produsen) Struktur pasar monopsonis (pedagang/pembeli yang sangat kuat bargaining power-nya) . lokasi.Karakter Komoditas Agribisnis Bersifat musiman Mudah rusak Makan tempat/bulky Sangat beragam (waktu ketersediaan/panen. kualitas.

.Isu strategis terkait keraguan dalam persiapan pasar bebas pertanian Posisi petani dilemahkan secara ekonomi dan politik: nilai tukar produk pertanian rendah (bukan jml rp tapi nilai). kontrol pemerintah kuat dgn HKTI (pengurus birokrasi dan militer).. petani sbg produsen prod pert tetapi juga konsumen bibit Saat ini.. pangan murah.even ext. officer??? (Source: Dwi Putro--LP3ES... Kompas 10 Juli 2002) .petani kebanyakan: they do not know what does free market and globalization in agriculture mean????.. stabilisasi harga. Revolusi hijau: ketergantungan pada industri pertanian (saprodi) Revolusi genetik: rantai produk pertanian dikuasai dan dipatenkan MNC.

Community Empowerment • Self-organizing • Self-reliance Production Mechanism Rural Community Social Mechanism Economy/ Market Mechanism External Factors/Activities Internal Factors/Activities Ecology Mechanism Sustainable Development Gambar 1. Proses dan Keterkaitan Pemberdayaan Masyarakat dan Sustainable Development .

Peringkat produk pertanian Indonesia di dunia (Kompas. 20 Mei 2006) Biji-bijian = 6 Beras = 3 Teh = 6 Kopi = 4 Cokelat = 3 Pala = 1 Sawit = 2 Lada = 1 Karet alam = 2 .

fokus pada yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan mayoritas Pendidikan.fokus pada sektor yang menghidupi mayoritas penduduk Mayoritas-.petani Industrialisasi.penduduk di pedesaan.General Lecture Josep E. Stiglitz (14 Des 2004) Pengembangan ekonomi.prasyarat utama (harus dapat dijangkau mayoritas) Bukan sekedar memproduksi komoditi. tapi penciptaan nilai tambah (value added) Industrialisasi harus terkait dengan kepentingan petani .

karet. dll) Sumberdaya alam………>mendukung industrialiasi..... bukan dijual sbg. Stiglitz (14 Des 2004) Sebagian besar hasil pertanian masih diolah di luar Indonesia.General Lecture Josep E. Why?????. barang mentah (contoh minyak???????????) Swastanisasi/privatisasi perlu persiapan. liberalisasi yang terburu-buru…berbahaya!!! Peran pemerintah tetap diperlukan.. bukan sepenuhnya “market mechanism” (invisible hand) Perlu keseimbangan antara kepentingan pasar dan peran pemerintah .(CPO.

Ton 20.Luas Panen dan Produksi Beras Indonesia 1990-2003 35.000 15.000 Ha.000 30.000 10.000 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Tahun Luas Panen (000 ha) Produksi Beras (000 ton) .000 25.000 5.

Produktivitas Padi Indonesia (ton/ha) tahun 1990-2003 4.50 4.30 4.00 3.90 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Produktivitas (ton/ha) Tahun Note: produktivitas padi 5 ton/ha sudah dicapai oleh para petani Jepang tahun 1950 dan petani Korea dan Taiwan tahun 1960-an (Hayami.20 4.40 4.10 4. 2003: 109) .60 Produktivitas (Ton/ha) 4.

000 4.Impor Beras Indonesia 1990-2003 (000 ton) 7.000 Impor (000 Ton) 5.000 3.000 2.000 6.000 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 Impor Beras (000 ton) Tahun .000 1.

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Sumatera (1995-1999) Surplu s Aceh Sumut Sumba r Sumsel Lampu ng Total Ton 231 284 386 40 179 1.216 Total -244 +877 Defisit Riau Jambi Bengk ulu Ton -222 -11 -12 +/- .

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Jawa (1995-1999) Surplu s Jabar Jateng DIY Jatim Ton 431 1483 81 1305 Defisit DKI Ton -834 +/- Total 3301 Total -834 +2467 .

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Bali. NTB dan NTT (1995-1999) Surplu s Bali NTB Ton 89 189 Defisit NTT Ton -137 +/- Total 278 -137 +140 .

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Kalimantan (1995-1999) Surplu s Kalsel Ton 304 Defisit Kalten g Kaltim Kalbar Ton -30 -58 -1 +/- Total 304 Total -89 +214 .

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Sulawesi (1995-1999) Surplus Sulteng Sulsel Ton 57 1025 Defisit Sultra Sulut Ton -120 -35 +/- Total 1082 Total -155 +926 .

Daerah Surplus dan Defisit Beras di Maluku dan Irian19951999) Surplus Ton Defisit Maluku Irian Total Ton -145 -109 -254 +/- -254 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful