P. 1
Majalah Manunggal Politik Kampus

Majalah Manunggal Politik Kampus

|Views: 355|Likes:
Dipublikasikan oleh Manunggal Press

More info:

Published by: Manunggal Press on Feb 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

Diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Manunggal Universitas Diponegoro Pelindung: Prof dr Susilo Wibowo MS ED SpAnd Penasehat: Prof

Dr Ignatius Riwanto SpBD, Dr H Muhammad Nasir MSi Akt, Sukinta SH MHum, Dr Muhammad Nur DEA, Dr Adi Nugroho Pemimpin Umum: Hendra Kusuma Wahyu Hardani Sekretaris Umum: Ratna Trianingsih Pemimpin Redaksi: Ridha Swasti Hapsari Pemimpin Litbang: Alan Prahutama Pemimpin Perusahaan: Arvinda Hanugraheningtias Sekretaris Redaksi: Satya Sandida Redaktur Pelaksana: Mia Aulia Hasana, Arnindya Kanti Prasasti Staf Redaksi: Hasan Anwar, Taufiq Bagus Prasojo, Anna Kurnia, Gagah Aluvi Redaktur Artistik dan Online: Siti Khatijah Staf Artistik dan Online: Furqon Abdi, Amalia Puspita Sari, Mohamad Reza Huzain, Azam David Saifullah, Widya Prabandari, Ratih Putri Budiyanty Manajer Iklan: Taufik Hidayat Staf Iklan: Hayatul Fitri, Rahman Adi Nugroho, Taufik Budiawan Manajer Rumah Tangga: Eka Mei Fajar Y Produksi dan Distribusi: Tidar Priyo Santoso, Widayanti Kadiv Data dan Informasi: Ali Budi Utomo Staf Data dan Informasi: Andri Imam Subekhi Kadiv Jaringan dan Kerjasama: Farah Melchalida Staf Jaringan dan Kerjasama: Lutfi Agung Mardiansyah Kadiv Kaderisasi: Bondika Ariandani Aprilia Staf Kaderisasi: Septian Ananggadipa Alamat Redaksi, Iklan dan Sirkulasi: Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Joglo Universitas Diponegoro Jl. Imam Bardjo, S.H. No.2 Telp. (024) 8446003 Semarang 50241 E-mail: persmanunggal@yahoo.com Web: www.manunggal.undip.ac.id

06 SAJIAN UTAMA

daftar isi
- Politik Kampus, Sarana Pendewasaan Mahasiswa - “Warna” Politik Kampus - Ekstra : Eksistensi dan Konstribusi - Tak Selamanya Politik Itu “Sampah” - Partai Oposisi itu Perlu - Raih Runner Up WMM dengan Khatulistiwa - D3 Sastra Jepang Juga Punya Mawapres... - Belajar Sembari Refreshing

12 POLING

18 FACE 2 FACE 21 PROFIL

26 PENDIDIKAN

28 ARTIKEL MAHASISWA 30 ARTIKEL DOSEN 32 CORNER

- Kami Investasi Perawat Masa Depan - Teknologi Pengelolaan Lingkungan - Panik Bukan Jalan Keluar - Tetap Keren Tanpa Rokok - Bukan Kupu-Kupu Biasa - Tegal Laka-laka - Area Kasih Sayang dan Damai - Pantai di Balik Pegunungan Karang - Tak Pernah Padam - Dansa, si Romantis yang Bikin Sehat - Usaha dari Muda Bikin Kaya - Sadar HIV, Selamatkan Diri - Gebrakan BaruAndroid

34 GAYA HIDUP

36 INTERMEZZO 38 KULINER 42 PLESIR

46 OLAHRAGA

48 BISNISIANA 50 TO BE FIT 52 TECHNO

54 KONSULTASI 56 CERPEN 59 RESENSI

- Namanya I Nyoman Soma

2

Salam... Pembaca yang setia, adalah sebuah tantangan bagi Manunggal untuk menggali berita-berita unik seputar mahasiswa dan umum. Melalui produk cetaknya, Manunggal berusaha memenuhi keinginan pembaca untuk mendapatkan informasi tentang kampus tercintanya. Kali ini majalah melakukan investigasi mengenai kehidupan politik kampus sebagai salah satu aktivitas pilihan mahasiswa. Pro kontra sebagai aktivis politik kampus menciptakan cerita baru sebagai bagian dari pengalaman hidup. Politik kampus yang dianggap sangat eksklusif bagi sebagian besar mahasiswa, ternyata memiliki filosofi tersendiri yang terus diperjuangkan . Setelah membaca pergelutan para aktivis politik kampus, tidak ada salahnya menengok berita seputar kuliner pilihan yang kami sajikan. Bagi yang ingin belajar berbisnis, cerita Reza dalam rubrik bisnisiana pasti menginspirasi untuk mengembangkan hobi menjadi hoki. Simak juga ulasan Wimar Witoelar seputar Undang-undang ITE yang banyak menciptakan fenomena. Kemudian, jangan lewatkan bagaimana tips-tips menghindari gempa. Bila membutuhkan informasi seputar tempat-tempat wisata yang bagus, Manunggal menyajikannya untuk dijadikan referensi. Selamat membaca!

3

4

4

Azzam/ Manunggal

Tak Sek adar

a Menyalurk

n Hobi

Saat mengenyam bangku perkuliaahan, mahasiswa tidak hanya berkutat pada bidang akademis. Sebagian dari mereka tentu akan disibukkan dengan berbagai organisasi. Alasannya, untuk mengisi waktu luang mereka setelah kuliah atau mengimbagi kegiatan kuliah yang monoton. Tidak hanya sekedar menyalurkan hobi dan tempat berkumpul, organisasi mahasiswa juga wadah berkreasi serta mengkritisi berbagai kebijakan kampus dan birokrasi. Dengan berorganisasi, mahasiswa akan mendapat pengalaman, ilmu dan teman. Mereka dapat memperoleh informasi seputar kampus dan luar kampus yang tidak didapat saat kuliah. Organisasi yang dikuti mahasiswa pun bisa bermacam-macam. Organisasi tersebut dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra dan ekstra kampus, atau ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Dalam hal ini, Manunggal lebih menyoroti organisasi ekstra kampus, yang merupakan sarana pendewasaan politik mahasiswa. Pelatihan kepemimpinan melalui organisasi ini sangat diperlukan. Kehidupan politik kampus memang salah satu hal menarik untuk terus kita kaji. Mahasiswa sebagai agent of change dengan kemampuan intelektual serta emosional yang cukup matang seharusnya mampu menempatkan diri sebagai oposisi parlemen dan mengkritisi kebijakan anggota dewan yang dianggap representasi rakyat. Akan tetapi, sistem pendidikan perguruan tinggi saat ini agaknya menjadi penghalang bagi aktivitas politik aktif mahasiswa. Sistem kampus mengharuskan mahasiswa cepat lulus, dengan sistem SKS yang jelas benar dirancang sebagai strategi akselerasi kelulusan akibat tuntutan pekerjaan. Hal tersebut bisa dilihat dari partisipasi mahasiswa saat diadakan Pemira untuk menentukan Presiden BEM dan anggota Senat Mahasiswa fakultas dan universitas. Selain sistem yang tersusun sedemikian rupa, alasan lain rendahnya tingkat keterlibatan mahasiswa dalam politik kampus karena tidak ada korelasi situasional dan manfaat yang langsung dirasakan serta adanya sentimen anti-ekstra yang dianggap hanya membawa kepentingan kelompok tertentu saja. Kegiatan ekstra kampus diharapkan mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional yang cakap. Mahasiswa diharapkan tidak mudah terprovokasi dan menjadi etnosentris setelah mengikuti salah satu ekstra kampus. Ini karena politik kampus merupakan pendidikan karakter, bukan sematamata untuk terjun di dunia politik praktis. (Redaksi)

Kampus senantiasa diibaratkan seperti miniatur negara. Ada proses politik yang berlangsung di dalamnya, bagaimana mengelola negara yang baik dan benar. Tak pelak, politik kampus dianggap sebagai sarana pendewasaan mahasiswa menentukan kepemimpinan yang ideal.
Kehidupan politik kampus tersebut selalu menarik untuk terus dikaji. Konflik yang timbul justru dijadikan daya tarik untuk dapat melakukan kontrol pada sistem politik yang ada. Begitu juga dengan politik kampus, tidak seekstrim politik yang ada di negeri ini, tetapi sedikit banyak ini bisa dijadikan miniatur bangsa Indonesia. Politik sendiri sebenarnya merupakan struggle for power yang ketahanan kekuatannya digunakan untuk menguasai sumber-sumber ekonomi. Namun, politik kampus lebih diterjemahkan sebagai struggle for justice and welfare, yang berjalan simultan. Tujuannya bukan sematamata kekuasaan, tetapi sebagai ajang eksistensi dan aktualisasi mahasiswa. Dalam dunia kampus, politik biasanya dibawa organisasi ekstra. Mereka umumnya terkait dengan aliran politik atau ideologi tertentu. Tidak bisa dipungkiri, pertarungan politik di organisasi kemahasiswaan berhubungan dengan organisasi ekstra. Ekstra kampus secara hirearki tidak berada di kampus, melainkan lintas kampus dan bergerak secara nasional. Sah-sah Saja Menurut Muhammad Adnan, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP, sah-sah saja bila mahasiswa ikut terjun dalam partai politik, asal harus mau menanggalkan “bajunya”. Artinya setelah berada dalam partai politik, dia tidak boleh membawa nama Undip, apalagi mencampuradukkan dunia kampus dengan partai politik. Meskipun partai politik dengan bendera partainya tidak bisa memasuki wilayah kampus, tak lantas mereka berhenti mengincar aktivis kampus. Pencarian bibit ini memang selalu dilakukan oleh partai secara individual untuk tetap eksis. Nantinya, tak jarang mahasiswa langsung direkrut sebuah partai jika sudah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan partai. Politik kampus dinilai wajar, asalkan mahasiswa masih memegang bendera kampus. Dengan demikian, moral dari generasi penerus bangsa ini masih bagus. “Politik kampus itu perlu, asal digunakan untuk hal-hal yang positif,” harap mantan calon wakil gubernur ini. Wilayah partai memang sangat identik den-

6

gan konflik, baik secara internal maupun eksternal. Untuk itu, jika partai politik masuk kampus, mereka akan membawa sampah politik ke kampus. Menurutnya, dinamika kehidupan politik kampus di Undip sendiri ini sangat fluktuatif. “Jika dibandingkan dengan sewaktu saya menjadi mahasiswa dulu, kondisinya masih lebih bagus sekarang”, tambah Ketua NU Jateng ini. Pendewasaan Politik Keberadaan ekstra di Undip merupakan sarana pendewasaan politik mahasiswa. Adnan mengungkapkan, ekstra merupakan suplemen bagi mahasiswa. Jadi, bukan merupakan sesuatu yang wajib digunakan. Ekstra kampus ada yang independen, ada yang dibawah naungan partai. Ekstra yang independen dianggap lebih tangguh dibanding ekstra yang masih menyusu pada induknya (partai politik, red). “Ekstra kampus yang independen inilah yang memiliki tempat khusus apabila dilakukan pengkaderan partai politik,” tuturnya. Apabila ingin terjun ke ranah politik, mahasiswa harus bermain secara ideal. Tak sematamata memperjuangkan keadilan mahasiswa, tetapi harus diikuti dengan cara main yang bagus. Tentunya tanpa melupakan nilai-nilai, dalam hal ini apa yang menjadi visi dan misi Undip sendiri. Jadi tak hanya untuk eksistensi dirinya, tetapi harus mampu mendinamisir kalangan mahasiswa. Selain itu, ekstra juga bisa menjadi ajang kepeminpinan. Pelatihan kepemimpinan ini sangat diperlukan untuk pendewasaan politik mahasiswa. Sehingga, tak jarang kita menemukan pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh organisasi kampus. Pengembangan diri (self development) juga dibutuhkan mahasiswa agar dapat berkecimpung di dunia ekstra. Dalam ranah kegiatan apapun, mahasiswa harus selalu melakukan pengembangan diri, tidak tergantung pada orang lain. Karena nantinya inilah yang akan mempengaruhi seseorang untuk bisa bersaing didunia

kerja. Penyalur Aspirasi Seperti pada politik praktis, Undip juga memiliki partai politik mahasiswa. Beberapa diantaranya adalah Andalan, Keluarga Mahasiswa, Semesta, Persaingan Sempurna dan Kandang. Partai politik kampus tersebut merupakan lembaga independen. Mereka diharapkan tidak hanya mewakili kepentingan tertentu, tetapi juga kepentingan mahasiswa sebagai rakyatnya dan tidak hanya muncul saat menjelang Pemira. Perdana, Menteri Sosial Politik BEM KM Undip mengungkapkan, fungsi dari politik adalah analisa kebijakan publik dengan mengambil sikap kajian, menyusun peta gerakan. “Politik kampus adalah miniatur negara tataran mahasiswa berpolitik. Setiap Presiden BEM terpilih pun selalu dibackingi organisasi ekstra kampus,” ujarnya. Di BEM, Departemen Sosial Politik sendiri bertanggung jawab terhadap penyikapan kebijakan publik dan pengambilan sikap dari sudut pandang mahasiswa, mengadakan analisa dan mengambil sikap, mengadakan kajian menyusun gerakan. Kegiatan departemen sosial politik antara lain melakukan kajian terhadap suatu isugerakan, peta gerakan. Demo salah satu kegiatan. menjalin hubungan baik dengan gerakan lain. “Politik kampus pemerintahan pada tataran pemerintahan mahasiswa mengurusi kebijakan eksternal,” tambahnya. Menurut mahasiswa Teknik Sipil 2007 ini politik adalah sarana menyuarakan aspirasi, “Harusnya politik sarana untuk membentuk pemerintahah yang baik teman-teman mahasiswa aktif bentuk partai untuk aspirasi.” “Karena fungsi partai untuk mengangkat presiden. Partai harusnya sebagai penghubung antara mahasiswa dan pemerintah mahasiswa,” tambah ketua Partai Keluarga Mahasiswa ini. (Ratna, Mia)

7

Politik Kampus
Berbicara masalah politik, kampus memiliki peran yang besar dalam proses politik yang terjadi di negara ini. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat banyaknya jumlah tokoh politik yang dibesarkan di kampus, kebijakan politik yang sering dipatahkan oleh aktivis-aktivis kampus dan pergerakan-pergerakan mahasiswa yang tak pernah absen dalam menanggapi perpolitikan yang ada di Indonesia.
Organisasi yang ada di kampus merupakan wujud nyata dari eksistensi politik di kampus. Organisasi tersebut dengan benderanya masing-masing ingin menunjukkan eksistensinya di ranah kampus. Terbentuknya suatu organisasi pastinya dilatar belakang oleh berbagai hal, yang nantinya akan membedakan organisasi satu dengan yang lain. Tak terkecuali dengan organisasi ekstra yang ada di kampus. Misalkan saja Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang awal mula munculnya karena keprihatinan mengenai kurangnya Islam masuk pada diri mahasiswa yang dianggap kurang eksis. HMI itu sendiri merupakan organisasi kader yang tujuannya 5 insan cita yaitu insan akademis, pencipta, pengabdi, insan yang bernafaskan Islam dan diridhoi Tuhan. Ideologi yang ingin dibangun disini adalah ideologi dengan patokan Islam dengan 3 prinsip, yaitu ke-Indonesiaan, keislaman, dan kemahasiswaan. Orientasi dari HMI sendiri adalah mahasiswa, maka dari itu organisasi ini lebih menekankan pada kepentingan mahasiswa. “Apa salahnya kalau kita mengamalkan pancasila, toh nggak ada salahnya kan?” ucap Sabat, ketua HMI FISIP Undip. Politik sendiri menurut Sabat adalah suatu cara untuk mencapai tujuan, tergantung cara bagaimana yang ingin dilakukan, jika menyangkut kecurangan-kecurangan, itu sudah penyimpangan. “Mungkin dari kita banyak yang menyangka bahwa organisasi ekstra sangat erat kaitannya dengan kekuasaan, tetapi ini juga tidak disalahkan oleh seorang ketua dari HMI, dan nantinya pun aka nada pembuktian selama kepengurusan. Jadi persepsi ini yang harus diperbaiki, bahwa tidak sepenuhnya ekstra itu cenderung meraih kekuasaan,” ungkap Sabat. Tentunya banyak yang tanya lagi ketika pemira nanti banyak calon-calon yang di backingi oleh ekstra. Ini dikarenakan sistem politik di FISIP sendiri kurang jelas, padahal aturan Universitas menganjurkan untuk pembentukan partai dalam pemilihanfakultas.Bagaimanamungkinseorang calon presiden dapat suara yang begitu banyak, bagaimana pengaruhnya orang itu sendiri, apakah ia juga dikenal banyak orang di kampus, ini bisa dijawab dengan adanya backingan dari ekstra kampus. Ini mungkin gantinya partai politik. Ekstra secara organisasi memang tidak ada garis struk-

“Warna”

8

turnya, tetapi, ini akan sangat mempengaruhi perilaku individu dalam berorganisasi intra, kalau dia mengikuti ekstra dan intra sekaligus karena ideologi organisasi sudah ditanamkan sejak awal. Dan ini akan tertanam kuat untuk memberikan pengaruh individu dalam memperlakukan intra. Akhmad, mahasiswa peternakan Undip berpendapat, politik adalah persaingan merebutkan kekuasaan dengan jalan yang berbeda-beda, ada yang berjalan dengan cara yang sehat dan ada yang berjalan dengan cara yang tidak sehat, menurutnya hal itu tergantung orangnya. Ia juga mendukung politik untuk diterapkan pada mahasiswa di kampus agar mahasiswa mengetahui dan dapat mengontrol setiap birokrasi pemerintahan di fakultas ataupun di tingkat universitas, sehingga tidak ada penyelewengan kekuasaan sistem birokrasi. Ia sangat tidak menyukai perpolitikan di kampusnya dulu sebelum pemerintahan tahun 2008, menurutnya itu merupakan pemerintahan yang kotor. Akhmad yang hanya mengikuti himpunan mahasiswa yang sekarang menjadi upk mengatakan bahwa mahasiswa peternakan tidak eksis dalam perpolitikan lebih cenderung apatis. Lain halnya dengan Asaf Radika, mahasiswa Sosial Ekonomi Peternakan 2008 yang mencalonkan dirinya untuk menjadi senat fakultas peternakan Undip, pada saat diwawancarai dikam-

pusnya ia berpendapat bahwa politik yaitu suatu cara persaingan untuk menjatuhkan lawan untuk kepentingan individu maupun kepentingan kelompok atau organisasi, dengan anggapan jika sebuah organisasi yang tidak berpolitik bisa mati, tidak berjalan karena tidak ada persaingan. Tak terkecuali dengan partai-partai yang ada di Undip sendiri, politik juga memainkan peranan yang penting, meskipun tidak seperti politik praktis. Terbentuknya partai-partai baru menunjukkan tingginya dinamika politik di Undip. Misalkan munculnya Partai Persaingan Sempurna (PPS) pada saat Pemira 2010 dan dibentuk pada November 2009, yang merupakan cuplikan sedikit dari ilmu ekonomi, karena basis anggotanya yang kebanyakan adalah anak ekonomi. Disini bukan bermaksud monopoli maupun persaingan dengan menghalalkan segala cara. Persaingan disini tetap menganut pada prinsip persaingan yang sehat. PPS bermaksud menyatukan semua ekstra yang bernaung dibawah Undip, mereka awal pembentukannya juga melibatkan para tokoh dari berbagai ekstra. Menurut Abra, salah satu pengurus partai persaingan sempurna, organisasi ekstra merupakan sarana efektifuntukmenciptakankesadaranmahasiswa berpolitik, karena ekstra dianggap paling melek diantara organisasi lain yang berada di kampus. (Ratna & Aluvi)

9

Eksistensi dan Kontribusi
Kesadaran politik pada dasarnya mengandung tiga dimensi. Pertama, kesadaran diri sendiri akan kewajiban akademis sebagai mahasiswa dan bentuk tanggung jawab kepada orang tua. Kedua, kesadaran mahasiswa untuk berperan sebagai aktor aktif terhadap struktur yang telah terbentuk. Dan terakhir, kesadaran lingkungan yang dapat diwujudkan dalam sikap aktif menghadapi kebijakan.
Mahasiswa sebagai agent of change dengan kemampuan intelektual serta emosional yang cukup matang seharusnya mampu menempatkan diri sebagai oposisi parlemen dan mengkritisi kebijakan anggota dewan yang dianggap representasi rakyat. Akan tetapi, sistem pendidikan perguruan tinggi saat ini agaknya menjadi penghalang bagi aktivitas politik aktif mahasiswa. Sistem kampus mengharuskan mahasiswa cepat lulus, dengan sistem SKS yang jelas benar dirancang sebagai strategi akselerasi kelulusan akibat tuntutan pekerjaan. Sistem inilah yang mendukung membudayanya sikap pragmatis mahasiswa terhadap kehidupan politik di kampusnya. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi mahasiswa saat diadakan Pemira untuk menentukan presiden BEM dan anggota Senat Mahasiswa fakultas apalagi universitas. Selain karena sistem yang tersusun sedemikian rupa, alasan lain rendahnya tingkat keterlibatan ini karena tidak ada korelasi situasional dan manfaat yang langsung dirasakan serta ada-nya sentimen anti-ekstra yang dianggap hanya membawa kepentingan kelompok tertentu saja. Sistem serta pendidikan politik yang baik akan mengakibatkan suatu perubahan. Perubahan ini akan tercapai ketika munculnya perilaku memilih tanpa ada rational dan atau situational choice. Jadi, memilih dalam Pemira adalah sebuah kesadaran dan menuntut pemenuhan. Gerilya Ekstra Disinggung tentang ekstra yang terus bergerilya mengibarkan benderamelaluiaktivitasdanlembaga mahasiswa intra kampus seperti

Ekstra:

10

BEM, Himpunan Mahasiswa, UKK, dan UKM yang pada akhirnya muncul pihak-pihak yang terintimidasi dan atau diintimidasi, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Wahid Abdulrahman menyatakan, bukan tujuan atau ideologi ekstra yang salah, tetapi eksekusi di lapangan. Bagaimanapun, sisi positifnya, ekstra mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional yang cakap, macam Akbar Tanjung dan Megawati yang di masa mudanya memang seorang aktivis. Bukan berarti yang menjadi tokoh politik nasional harus pernah menyandang gelar “terhormat” itu. Namun, harus diakui status tersebut akan memberikan pengalaman tentang kehidupan politik dari yang simpel hingga masalah-masalah kompleks. Aktivis akan terbiasa melihat masalah dari sisi politis, menganalisa dan kemudian menyelesaikannya secara politis pula. Kaderisasi Tertata Kelebihan ekstra dibandingkan organisasi intra adalah adanya ikatan alumni, kaderisasi tertata hingga tingkat nasional dan tidak terputus ketika seseorang menyandang gelar sarjana. Bandingkan dengan organisasi-organisasi intra. Ada syarat maksimal semester untuk aktif secara struktural dalam organisasi tersebut.Tidak b a -

nyak mahasiswa semester akhir yang bisa berpartisipasi. Jaringan alumni yang dibentuk akan mempengaruhi keputusan seseorang mengikuti ekstra tersebut. Misal, mahasiswa yang mengidolakan Akbar Tanjung, bisa jadi memilih Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang memang memberikan kontribusi bagi sepak terjang Akbar Tanjung. Sedangkan mereka yang mengidolakan Soekarno atau Megawati boleh jadi menjatuhkan pilihan pada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berideologikan Marhaenisme. Selain pola pikir dan proses persepsi yang dibiasakan, organisasi ekstra memberi gambaran pentingnya mesin politik untuk mencapai tujuan. Misalnya, untuk menjadi presiden BEM diperlukan modal politik (dukungan, suara), tim sukses, daya finansial. Hal yang sama yang diperlukan dalam pemilihan presiden suatu negara. Disinggung mengenai legalitas ekstra dalam dunia kampus, Wahid menjelaskan, ekstra memiliki legalitas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kesbanglinmas dan Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu bentuk organisasi kepemudaan yang disahkan dengan akta notaris. Hanya saja ketika memasuki ranah akademik maka kepentingan politik praktis yang dibawanya hendaknya dileburkan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi intra sebagai penyalur aspirasi mahasiswa. (Vinda)

POLITIK Itu
Keberadaan politik tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia, karena politik selalu terkait dengan segala aspek kehidupan kita. Misalnya, ketika manusia mencoba menentukan posisinya dalam masyarakat, meraih kesejahteraan pribadi, dan ketika berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Diperlukan suatu cara untuk memperoleh itu semua, dan politiklah alatnya.

Tak Selamanya

“SAMPAH”
Ternyata, politik juga tak bisa lepas dari kehidupan kampus yang bernuansa pendidikan. Politik kampus tidak hanya sebatas perebutan kekuasaan, tetapi juga termasuk pola-pola berteman, sikap-sikap oportunis, bahkan penyebaran gosip-gosip di kampus. Ini karena kampus sebagai salah satu center of intellectuality memberikan ruang bagi berkembangnya berbagai ranah pemikiran. Di dalamnya, mahasiswa selalu memainkan peran sentral. Setiap mahasiswa seharusnya mempunyai pengetahuan mengenai politik dalam kehidupan kampus. Sikap apatis terhadap kegiatan yang berada di kampus tidak baik dipertahankan jika ingin dirinya berkembang. Apalagi sekarang bukan lagi zaman mahasiswa pasif, selalu menunggu “suapan” informasi. Mahasiswa selayaknya menjadi “penjemput bola” untuk mendapatkan informasi. Dalam konteks ini, mahasiswa tentu paham, di kampus manapun selalu ada sistem politik kampus. Namun, politik kampus ini berbeda dengan politik praktis yang dilakukan di luar kampus (politik negara). Jangan sampai membawa “sampah” dari kepentingan-kepentingan politik di luar kampus. Karena itu, Manunggal mengadakan jajak pendapat kepada 282 responden yang semuanya adalah mahasiswa Undip, untuk menjawab

12

eksistensi dan dinamika politik kampus di Undip sendiri. 62% dari mereka menyetujui perlunya politik kampus, sisanya tidak menyetujui eksistensi politik kampus dan tidak tahu. Pengetahuan mahasiswa mengenai politik kampus sendiri masih tidak terlalu signifikan selisihnya, dari 100% responden, 56% mengetahui tentang politik kampus, dan 44% tidak mengetahui politik kampus. Bentuk nyata dari keberadaan politik kampus ini adalah adanya berbagai organisasi yang berada di kampus. Misalnya organisasi ekstra, yang dianggap paling “melek politik” diantara organisasi-organisasi yang ada di kampus. Sebanyak 51% responden mengetahui adanya organisasi ekstra yang ada di Undip, sementara 49% tidak mengetahui itu.

Dalam hal partisipasi aktif, keikutsertaan mahasiswa Undip pada organisasi ekstra masih minim. Dari 282 responden, hanya 16% yang mengikuti ekstra kampus, sementara 84% tidak mengikuti ekstra kampus.

13

Berbagai alasan muncul dari responden menganai perlunya eksistensi politik di kampus. Diantaranya, mahasiswa adalah penerus bangsa di masa depan, pembelajaran dan pelatihan sebelum terjun ke masyarakat, mengetahui informasi yang sedang terjadi di lingkungan kampus, menambah pengetahuan mahasiswa tentang dunia politik. Berdasarkan alasan tersebut, ditarik kesimpulan, politik itu penting untuk mengawasi birokrasi kampus agar menjadi lebih baik. Selain itu, politik kampus bertujuan supaya mahasiswa dapat berorganiasasi dan berinteraksi dengan mahasiswa lain. Dari semuanya ini, sebanyak 49% memberikan alasann, perlunya politik di kampus adalah menam-

bah pengetahuan mahasiswa tentang dunia politik. Dari beberapa mahasiswa yang menyatakan perlunya politik di kampus, ada juga yang menyatakan bahwa politik kampus itu tidak perlu. Alasan yang paling banyak, tugas utama mahasiswa belajar. Sedangkan alasan lain, karena politik kampus dapat membuat pusing dan ribet, dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan akan mengakibatkan pertikaian, dll, jadi merupakan hal yang sia-sia. Tugas utama mahasiswa adalah belajar. Inilah anggapan yang masih banyak muncul di kalangan mahasiswa. Padahal, sudah banyak tokoh-tokoh bangsa yang menduduki posisi pent-

Keterangan: 1. Mahasiswa adalah penerus bangsa di masa depan 2. Pembelajaran dan pelatihan sebelum terjun ke masyarakat 3. Mengetahui informasi yang sedang terjadi di lingkungan kampus 4. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang dunia politik 5. Politik penting dan merupakan bagian kehidupan 6. Mengawasi birokrasi kampus agar menjadi lebih baik 7. Berorganisasi dan berinteraksi antara mahasiswa 8. Mahasiswa dapat bersikap kritis menyalurkan aspirasi

14

ing di negara ini dulunya seorang aktivis kampus. Perlu diluruskan, belajar di kampus tidak hanya berkutat pada diktat. Cara bersosialisasi, berinteraksi dengan orang lain, juga merupakan proses belajar. Salah satunya melalui organisasi, karena saat lulus nanti mahasiswa selalu dihadapkan dengan organisasi. Kalaupun diperlukan sebuah politik, hendaknya semuanya tetap pada koridor aturan. (Litbang)

Keterangan: 1. Pusing dan bikin ribet 2. Tugas utama mahasiswa adalah belajar 3. Tidak membuat perbedaan 4. Politik beresiko dan bernilai negatif 5. Membuat gap dan memecah persatuan mahasiswa 6. Menimbulkan persaingan tidak sehat dan pertikaian 7. Tidak bermanfaat dan membuang waktu
Jajak pendapat ini dilaksanakan oleh Litbang LPM Manunggal. Pengambilan sampel dilaksanakan pada 5-12 Januari 2010 dengan responden mahasiswa sebanyak 282 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Non Probability Sampling metode Convenience Sampling. Tingkat kepercayaan yang digunakan 95% dan sampling error diperkirakan sebesar 6% dengan tidak menutup kemungkinan adanya non sampling error.

15

16

17

PARTAI OPOSISI
ITU PERLU
Politik merupakan ranah penuh konflik dengan berbagai kepentingan yang ada di dalamnya. Meskipun demikian, dunia politik tetap menjadi salah satu pijakan dalam mengatur stabilitas kehidupan masyarakat di Indonesia. Perlu strategi dan konsistensi untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Disini politik memainkan peranannya. Tentunya, politik tidak hanya dijalankan di level pemerintahan. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga memiliki jiwa politik untuk menjalani kehidupan. Berbicara tentang politik, Wimar Witoelar tentu kenyang makan asam garamnya. Kendati tak lagi menjabat juru bicara (jubir) presiden, dunia pemerintahan dan politik selalu menjadi perhatiannya. Saat ditemui dalam Seminar Nasional LPM Manunggal, Wimar mengungkapkan pendapatnya tentang kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan perpolitikan di Indonesia. Simak hasil wawancara reporter Manunggal, Ratna Trianingsih, dengan pengamat politik ini.

18

Menurut Anda, bagaimana kepemimpinan SBY yang telah berjalan? Kepemimpinan SBY selama lima tahun ini baik, tetapi masih banyak kekurangan. Ini dikarenakantimnyakurangkompak.Wakilpresidendan presiden masing-masing mempunyai keinginan berbeda, dalam hal ini bukan bertentangan.Akan baguskalaudalampemilukitahanyamemilihsatu orang saja sebagai presiden. Nantinya presiden sendiri yang memilih wakil presiden berdasarkan seleranya, begitu juga dengan kabinet. Jika saya menjadi presiden, bukan kabinet sekarang yang saya susun, tetapi yang lain, karena ini bukan selera saya. Namun, SBY orangnya responsif. Masukan dari media banyak yang ia jalankan, karena ia sendiri bukan seorang politikus yang bagus atau ekonom handal. PendapatAndatentangpemerintahandan politik yang didominasi orang-orang partai? Dalam suatu negara harus ada partai, karena memang perlu. Kalau tidak ya menjadi negara mliter saja. Partai harus memerankan dirinya sebagai mobilisator, orang yang memobilasasi atau penggerak masyarakat. Jadi bukan sekedar jargon si menteri. Partai pun harus bergerak setelah menterinya terpasang. Barangkali partai yang paling saya hargai adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), karena dia ingin memberikan suara alternatif di luar serta konsentrasinya pada peran oposisi. Kalau partai lain masih harus dibuktikan. Golkar koalisi, tetapi di luar Aburizal Bakrie, Agung Laksono dan MS Hidayat, apa anggota Golkar yang lain senang? Belum tentu. Begitu juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS), setelah dapat posisi bagus apa tetap dinamis? Partai hanya menguatkan dirinya, bagus kalau dia sudah meminjamkan posisi di pemerintahan, tetapi bukan itu tujuannya. Akan tetapi kalau presiden memilih orang partai ya logis saja, karena presiden butuh dukungan partai. Bagaimana dengan maraknya koalisi partai yang terjadi? Kita harus melihat, koalisi itu sendiri hasilnya apa. Dengan adanya koalisi, diharapkan dukun-

gan di DPR bagus, tetapi kalau DPR tidak mendukung dan bahkan menterinya saling bersaing itu tidak bagus. Bila tidak ada partai oposisi, apakah negara ini akan mengarah ke arah yang lebih baik atau sebaliknya ? Menurut pandangan saya, negara oposisi bukan hal yang dapat dilihat secara koalisi, tetapi terhadap apa yang dihasilkan. lu? Apakah eksistensi partai oposisi itu per-

Tidak ada definisi yang pasti mengenai partai oposisi, tetapi partai oposisi itu perlu. Tidak ada partai yang menginginkan oposisi, karena semua ingin mendapatkan kekuasaan. Perlu ada partai yang tidak selalu mendukung pemerintah, tetapi juga tidak selalu menentang pemerintah. Mungkintidakmendukungkebijakanpendidikan, karena pemerintah mengijinkan sekolah asing di Indonesia. Ini perlu dibahas di parlemen, jadi harus ada diskusi berdasarkan topik-topiknya. Bukan karena saya kawan presiden, lalu saya dukung presiden. Memang tidak ada partai yang mengaku sebagai partai oposisi. Indonesia barangkali tidak menggunakan istilah oposisi melawan pendukung. Jangan-jangan malah elit melawan kebanyakan. Yang mutlak harus ada adalah presiden dan DPR. Presiden dipilih berdasarkan partai, dan kabinet dipilih presiden yang tidak harus dari perwakilan partai. Mengenai pemilihan kabinet Indonesia Bersatu jilid II, apakah mereka yang terpilih benar-benar berkompeten di bidangnya? Kabinet dipilih berdasarkan hak prerogratif presiden. Jadi terserah presiden mau memilih siapa. Anak-anaknya pun boleh dipilih menjadi kabinet asal kerjanya bagus. Menjadi menteri juga tidak harus hebat, tetapi harus efektif, rajin, sabar, dan detil. Banyak orang pintar tidak suka ini, para menteri itu sebagai pekerja. Bagaimana kinerja kabinet Indonesia Bersatu jilid II? Kabinet yang sekarang belum berjalan, dan

19

saya tidak bisa menilai karena kabinet merupakan alat presiden. Beliau diberi mandat untuk memilih orang. Apakah masih banyak pelanggaran HAM yang belum dibenahi pemerintahan SBY? HAM harus diperjuangkan dan permasalahan mengenai HAM harus ditekan. SBY bukan orang yang ideal, tetapi pemilihan wakil presiden yang tepat akan menjadi satu paket yang memungkinkan untukmenangani masalah itu. Saya rasa SBY bukan orang yang melanggar HAM, jadi saya percaya proses ke depannya saja. Saya sudah jauh lebih optimis terhadap penanganan permasalahan ini, karena SBY mempunyai blog, teman-teman media, dan banyak kerjasama dengan luar negeri. Bagaimana dengan pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh dan Papua? Aceh sudah mulai reda. Tapi sewaktu saya menjadi juru bicara Gus Dur, terasa sekali denyut perjuangannya. Saya pernah memanggil kasus Trisakti, sehingga saat itu penanganan HAM mengalami kemajuan, tetapi kerjasama partai politik lemah. Pada masa pemerintahan Gus Dur, penegakan HAM kuat, berbeda dengan masa pemerintahan SBY. Tetapi, SBY bukan pelanggar HAM, Boediono juga belum pernah membunuh orang. SBY merupakan sosok pemimpin yang lebih mempercayai proses. Apa yang perlu diperbaiki dari pemerintahan SBY? Belum tahu, kan belum berjalan. Jalan dulu saja, yang penting selalu berusaha agar tujuan tercapai. Pandangan saya terhadap SBY kuat, dan saya yakin dia adalah pilihan yang tepat. Menurut prediksi saya, kepemimpinannya akan jauh lebih baik dibandingkan yang lalu.

20

Tri Wahyudi

Raih Runner-up

WMM dengan
Khatulistiwa
Setelah lulus kuliah, setiap mahasiswa pasti ingin bekerja mencukupi kebutuhan pribadinya secara mandiri. Kebanyakan bercita-cita menjadi pegawai di sebuah perusahaan atau instansi pemerintah, padahal perebutan kursi kerja setiap tahun semakin sengit karena jumlah calon pekerja bertambah sangat pesat dibanding pertumbuhan lahan pekerjaan. Namun, ada alternatif lain memperoleh penghasilan, yaitu berwirausaha.
Di Undip sendiri, sudah banyak mahasiswa yang berani mengambil risiko berwirausaha sambil kuliah. Salah satunya Tri Wahyudi, mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota. Cowok yang sering disapa Tri ini mendirikan Khatulistiwa Tour & Travel bersama teman-temannya pada April 2008. Ini pula yang mengantarkannya menjadi runner-up Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tingkat nasional 2009. Awalnya, Tri dan ketiga temannya sering berkumpul karena keempatnya memiliki hobi jalanjalan. Siapa sangka, ini merupakan cikal bakal berdirinya Khatulistiwa Tour & Travel. Saat pertama kali didirikan, perusahaan mereka tidak memiliki modal uang dan hanya menempati kantor berukuran tiga kali empat meter. Tri cs pun belum bisa mendapatkan pelanggan dan untung sama sekali. Meskipun terhimpit keadaan yang serba kekurangan mereka tetap berusaha. Sikap pantang menyerah Tri dkk untuk terus mempre-

21

sentasikan profil perusahaan kepada orang lain akhirnya menemui titik terang saat bertemu Drs Suchaiba, seorang pengusaha muda. Setelah mendengar presentasi mereka, Suchaiba yakin perusahaan yang didirikan Tri dkk berdampak positif kepada masyarakat. Akhirnya beliau memberikan dana hibah Rp 8 juta kepada Tri. Setelah berdiri satu tahun dan melalui dinamika yang panjang, Tri memberanikan diri mengikuti seleksi WMM 2009. “Pada proses seleksi, perusahaan diklasifikasikan menjadi enam kategori, tiga kategori mahasiswa dan tiga kategori umum. Untuk mahasiswa ada kategori industri jasa, boga dan makanan, dan industri kreatif. Di tiap kategori setiap perusahaan akan bersaing. Para juri terdiri dari media masa, kepala dinas, pengelola Bank Mandiri, dan finalis WMM sebelumnya,” terang Tri. Omzet perusahaan, dampak perusahaan terhadap masyarakat, dan efek perusahaan terhadap perusahaan lain akan dinilai. “Alhamdulillah omzet kita tahun lalu (2009, red) per enam bulan sekitar Rp 150 juta. Ini karena Khatulistiwa mengadakan tender yang melibatkan banyak perusahaan, mulai perusahaan batik, percetakan, cenderamata, hotel, restoran, dll. Itulah se-

benarnya benefit yang diberikan pada perusahaan lain,” jelasnya. Cowok kelahiran Langsa, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), 7 Juli 1989 ini menuturkan, kerendahan hati dalam mempresentasikan profil perusahaan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi penilaian juri. Sebab, ada wirausahawan lain dengan angkuh mempresentasikan perusahaannya yang mempunyai omzet lebih besar dari Khatulistiwa dan mempunyai banyak kelebihan. Padahal menurut juri, kelebihan itu justru kelemahan perusahaannya. Lolos di tingkat Jateng dan DIY bersama enam wirausahawan lain, Tri melanjutkan lomba di Jakarta. Di final dia bersaing dengan sebelas wirausahawan se-Indonesia tiap kategori. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, akhirnya juri menobatkan Tri sebagai juara dua WMM 2009. Tri bercerita, senang bisa berbincang bersama Wapres Boediono dan diliput beberapa stasiun tv nasional saat final WMM berlangsung. Para Wirausahawan Mandiri tidak hanya mendapat hadiah berupa uang dan sertifikat saja. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan dari Bank Mandiri selama setahun. Setelah acara final selesai, Tri mendapat undangan sebagai bintang tamu di acara Dahsyat. “Wah, orang tua saya senang karena anaknya bisa masuk televisi,” tutur Tri ketika ditanya bagaimana tanggapan orang tua terhadap prestasinya di WMM 2009.

22

Apalagi setelah itu, ia juga mendapat ucapan selamat dari Rektor dan Pembantu Rektor III Undip. Berbasis Edukasi Saat ditanya apa yang membedakan Khatulistiwa dengan jasa tour yang lain, Tri menjawab, Khatulistiwa adalah jasa tour berbasis edukasi. Menurutnya, biro lain memiliki jasa tour dan travel yang masih umum. Ini terlihat dari beberapa paket yang ditawarkan Khatulistiwa, seperti outbond travel dan student road to campus. Keduanya merupakan program untuk memfasilitasi kunjungan sekolah daerah yang belum mengetahui profil sebuah universitas. Khatulistiwa juga melayani paket wisata umum, mulai Semarang city tour, wisata Bali dan Lombok, hingga Singapura. Selain itu, Khatulistiwa mencoba inovasi baru dengan mengunjungi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan-perusahaan multinasional. Rencananya, proposal program Public Go to UKM and Multinational Company ini akan diajukan ke Kemendiknas Jateng agar bisa segera dilaksanakan. Disinggung tentang ecosystem friendly, Tri menuturkan, Khatulistiwa selalu mengingatkan para peserta tur dengan sopan agar tidak membuang sampah sembarangan. Khatulistiwa juga pernah mengadakan lomba memungut sampah di pantai Kuta. Di kantor Khatulistiwa, Ruko

Pusposari Jl Tembalang Baru, AC yang digunakan pun sesuai dengan ukuran kantor, agar global warming tidak semakin meningkat. Selain berwirausaha, Tri juga pernah aktif di BEM Fakultas Teknik dan Rohis. Cowok yang bangga bisa mengharumkan almamater Undip melalui ajang WMM ini mempunyai segudang prestasi di luar bidang wirausaha, antara lain Juara I Lomba Debat UU-BHP Universitas Diponegoro. Meskipun cowok yang bercita-cita menjadi walikota Langsa ini sibuk kuliah, berwirausaha, dan aktif di kegiatan lainnya, ia masih sempat having fun dengan teman-temannya. Berdasarkan penuturannya, ia mengaku sudah terbiasa menjadwalkan kegiatan setiap hari, disiplin, dan seimbang membagi waktu sehingga bisa aktif di berbagai macam kegiatan. Peserta terbaik LKMM Madya Undip 2009 ini berharap, kiprahnya di dunia wirausaha dapat dicontoh mahasiswa lain. “Jangan hanya memikirkan kuliah saja. Eksplorasi diri kita, karena akan terlambat bila kita memikirkan masa depan setelah lulus kuliah. Rencanakan hidup kita dari sekarang,” pungkasnya. (Afiq)

23

Zakiyah Luthfiyah, 20, cewek D3 Sastra Jepang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip semester empat ini berhasil menyabet gelar mawapres universitas tahun 2010 program D3. Cewek yang mempunyai panggilan akrab Ulfi bercerita dengan semangat bagaimana jalan dia meraih juara satu mawapres.
Awalnya cewek yang mempunyai IPK 3,72 ini hanya diberitahu oleh dosen pengajarnya bahwa dia ditunjuk untuk mewakili D3 Sastra Jepang dalam pemilihan mawapres. Ulfi cukup terkejut terhadap pemberitahuan tersebut karena acara seleksi mawapres tinggal sebentar lagi. Setelah menerima pengumuman tersebut, Ulfi segera memikirkan karya tulis yang akan dibuat untuk penilaian dalam seleksi mawapres.Tema karya tulis mawapres tahun ini adalah “Peningkatan Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Daya Saing Global” Ulfi memutuskan memuat seni kebudayaan Barongan Blora sebagai bahan karya tulisnya, dengan judul karya tulis “Perkembangan dan Pergeseran Barongan Sebagai Aset Budaya Bangsa” Pengumpulan data untuk pembuatan karya tulis yang Ulfi lakukan sangat cepat, hanya satu hari saja. Hal ini dikarenakan waktu acara pemilihan mawapres tinggal beberapa hari lagi, sehingga waktu tidak mencukupi untuk melakukan penelitian guna melengkapi data karya tulis yang Ulfi buat. Namun Ulfi tidak mengkambinghitamkan keterbatasan waktu sebagai hambatan dalam pembuatan karya tulis. Ulfi tetap berusaha mencari bahan tulisan dengan hanya mengandalkan data dari studi pustaka dan hasil wawancara. Selama pembuatan karya tulis Ulfi mendapat bimbingan dari mas ImamAlba, teman kakak kandung Ulfi. Di tahap seleksi tingkat fakultas yang diikuti paracalonmawapresdariprogramD3FIBlainnya Ulfi berhasil menduduki peringkat satu. Setelah lolos di tingkat fakultas Ulfi mengkonsultasikan karya tulisnya kepada dosen pembimbing bapak Budi Mulyadi dan Suharyo yang akan diajukan sebagai syarat seleksi mawapres universitas. FIB juga mengirim satu peserta untuk seleksi mawapres program S1 selain Ulfi yang mewakili program D3 FIB Pemilihan mawapres tingkat universitas diadakan di hotel Grand Wahid Salatiga selama tiga hari. Di tingkat universitas Ulfi bertemu dengan para mawapres dari berbagai fakultas Undip. Acara ini juga bisa digunakan para mawapres tiap fakultas untuk saling mengenal antar peserta dan saling bertukar cerita. Selama tahap seleksi peserta diuji dengan tes psikologi, wawancara, kepribadian, dan presentasi karya tulis. Presentase penilaian yang paling besar terletak

24

pada karya tulis dan cara peserta mempresentasikannya ke dewan juri. Juri juga menanyakan kegiatan intra dan ekstra kampus, indeks prestasi, dan prestasi yang pernah diraih peserta. Pada hari ketiga, hari yang mendebarkan bagi para peserta karena saat itulah dewan juri mengumumkan siapa pemenang mawapres tingkat universitas untuk program D3 dan S1. Ulfi dinobatkan oleh para juri sebagai juara mawapres tingkat universitas program D3 beserta Arvinda untuk program S1 dari FISIP. Dengan segera Ulfi menghampiri Drs. Mujid Farihul Amin, M.Pd dosen FIB yang mendampinginya saat pengumuman untuk meluapkan kegembiraan bersama beliau. Tidak lupa memberi kabar ke orang tuanya di Blora melalui handphone. Teman - teman dan para dosen FIB juga turut andil dengan hasil yang Ulfi raih berkat dukungan dan doa mereka. Kemenangan yang diraih pegiat Green Peace dan anggota ikatan alumni pondok TSI Rembang sungguh luar biasa, karena dua tahun sebelumnya D3 Sastra Jepang absen dari acara pemilihan mawapres Undip. Tidak hanya itu, ketua HMPS D3 Sastra Jepang (Sakura) yang gemar membaca novel dan bersepeda dengan teman - temannya itu juga mencetak rekor sebagai mahasiswa D3 FIB yang pertama kali meraih gelar mawapres universitas. Sungguh prestasi yang membanggakan bagi anak keempat dari pasangan Imam Muzaka dan Siti Masna dari tujuh bersaudara tersebut. (Afiq)

25

BELAJAR
B
eberapa tahun silam sebelum mengenal blackboard (papan tulis), spidol, dan layanan belajar yang lebih maju seperti sekarang, pengajar (guru) memberikan proses belajar-mengajar di halaman dan dengan suara lantang memberikan penjelasan materi kepada siswa-siswanya. Itulah berawalnya metode belajar yang belakangan ini sering disebut orang dengan outdoor study. Munculnya study outdoor ini memberikan nilai positif bagi setiap instansi, meskipun pada kenyataannya belum banyak sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang menggunakan proses belajar mengajar seperti ini. Umumnya dalam proses pembelajaran siswa bersikap pasif dalam mengikutinya, mereka baru aktif jika diberikan tugas atau disuruh oleh guru. Metode pembelajaran yang digunakan umumnya ceramah dan diskusi serta pemberian tugas. Oleh sebab itu, untuk menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif aktif diperlukan adanya pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai. Jika tidak dilakukan perubahan dalam proses pembelajaran, maka sikap siswa tetap pasif, level berpikirnyapun hanya pada tahap remembering, hafalan dan jika diberi soal berpikir dan konseptual mereka tidak mampu menyelesaikannya. Akibatnya nilai yang dicapai rendah. Itulah konsekuensi yang harus ditanggung jika tidak dilakukan upaya perubahan dan perbaikan, peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa tidak akan terwujud.

Outdoor Study

SEMBARI REFRESHING
Tujuan awal proses belajar bukanlah hanya kegiatan mengumpulkan data, tetapi membentuk makna melalui pengalaman dan proses belajar yang terjadi secara terus menerus. Ini berarti siswa harus dilatih untuk mempergunakan pengalaman dalam membentuk pengetahuan. Demikian pula siswa harus dibimbing agar mampu mandiri dalam belajar dan tidak menganggap guru sebagai sumber pengetahuan, tapi sebagai fasilitator dan moderator dalam proses pembelajaran. Perubahan sikap dan pandangan tersebut akan mendorong aktivitas mandiri dalam membentuk pengetahuan. Lebih Kritis Belajar di luar kelas dengan metode outdoor study akan mendorong terjadinya proses belajar, saling membelajarkan dan “sharing” pengalaman. Dalam kelompok belajar, siswa belajar mengungkapkan bagaimana mengkaji persoalan, menganalisis dan mencari pemecahan masalah yang dikaji. Dengan cara ini siswa akan terbantu untuk lebih kritis dan dapat melihat kekurangan, inkonsistensi pemikirannya atau stag pada cara pandang yang itu-itu saja. Dengan demikian siswa akan mampu mengembangkan dan membentuk pengetahuan secara benar. Penerapan metode ini pada dasarnya dalam bahasa anak muda ”belajar dan refreshing, bukan refreshing belajar”, secara umum akan terlihat perbedaan psikis siswa ketika melakukan proses belajar seperti ini dibandingkan dengan

26

belajar di dalam kelas, yang mana selama ini pengajaran di sekolah cenderung konvesional, bersifat hafalan, penuh jejalan teori-teori yang rumit, serta tidak ramah terhadap upaya mengembangkan kemampuan siswa. Pola semacam itu hanya membuat siswa merasa jenuh untuk belajar dan terkadang harus memaksakan mereka pada ketidaknyamanan. Mulai Diterapkan Beberapa sekolah, mulai tingkat dasar, mengah, tinggi dan universitas telah menggunakan metode belajar outdoor. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Undip salah satunya. Suasana siang yang cukup panas itu tidak menyurutkan minat mahasiswa melakukan proses belajar. Belajar dengan duduk di bawah pohon besar, ditambah dengan suasana yang bersahabat membuat mahasisiwa terlihat lebih bersemangat. Keharmonisan antara dosen dan mahasiswa terasa semakin hangat siang itu, mahasiswa juga nampak antusias dalam melakukan aktifitas belajar. Suasana yang santai tapi tetap pada koridor pengajaran sangat jelas terlihat, dosen lebih luwes dalam menyampaikan materi kuliah, tidak ada blackboard maupun spidol, jadi mahasiswa berperan lebih aktif. Cara pemberian materi tidak jauh berbeda dengan ketika berada di dalam kelas, tetapi dalam penyampainnya suasana lebih relaks dan tidak tegang. “Bagaimana? Apakah kita harus seringsering melakukan metode belajar seperti ini?” ungkap Drs. Mujid F Amin, M Pd selaku dosen mata kuliah tersebut kepada mahasiswa. Menurutnya, pemberian metode belajar outdoor seharusnya sering-sering diberikan untuk mahasiswa, hal ini diperuntukkan agar mahasiswa tidak jenuh, dan dirasa proses belajar seperti ini jauh lebih baik. Desti Murtiana, mahasiswa Sastra Indonesia 2006 menanggapi hal tersebut secara positif, dia mengatakan bahwa “metode outdoor sangat

efektif untuk digunakan dalam proses belajarmengajar, karena kita dapat terjun melihat objek yang jadi sasaran pembelajaran”. Dari sini, kita dapat ketahui proses belajar tidak harus selalu bersifat formal akademis, karena selain untuk melatih kebiasaan berbahasa para siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan kreativitas para siswa dalam berbahasa itu sendiri. Dan sebagai penyeimbang tidak harus dilakukan pembelajaran yang monoton telah membuat para siswa merasakan kejenuhan akan belajar. Dilirik Dosen Sebagai mahasiswa yang kritis terhadap segala hal, study outdoor mulai dilirik dosen dalam memberikan pembelajaran. Konsepnya menjadi pertimbangan karena penggunaan setting alam terbuka sebagai sarana kelas sehingga memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran secara menyeluruh dan sekaligus membebaskan mahasiswa dari himpitan suasana dan ritme rutinitas kuliah yang biasa mereka alami. Selain itu, bagi mahasiswa akan lebih komunikatif dan atraktif terhadap materi yang diberikan. Seusai menerima mata kuliah yang berdurasi kurang lebih 120 menit, disertai tawa dan wajah ceria mahasiswa-mahasiswa Sastra Indonesia mulai meninggalkan tempat tersebut. Hal yang jarang sekali untuk didapati ketika mereka melakukan proses belajar di kelas nampak sekali terlihat pada aura wajah mereka. Selama mengikuti kuliah ada nilai plus yang dapat diambil tanpa ada maksud mengunggulkan metode belajar ini, yaitu mahasiswa lebih aktif dalam memberikan komentar dan menjawab pertanyaan dari dosen. Setiap metode pembelajaran tentunya untuk tujuan yang sama.Namun, tidak ada salahnya mencoba metode yang satu ini. Suasana alam terbuka akan membuat pikiran lebih relaks dan akan menciptakan suasana interaksi komunikasi aktif selama proses belajar. (Nova)

27

Oleh : Mar’atush Sholihah*

Kami Investasi Perawat Masa Depan
Apa jadinya kalau seorang dokter bekerja tanpa bantuan perawat? Siapa yang akan melakukan monitoring kondisi pasien sepanjang hari? Apakah dokter mampu melakukan itu sendiri? Jawabannya pasti tidak.
Selama ini, perawat hanya dianggap pembantu dokter. Padahal, seorang perawat adalah mitra sejati dokter. Paradigma yang menyatakan perawat sebagai pembantu dokter perlu diubah. Karena itu, mahasiswa sebagai iron stock kemajuan dan perubahan bertanggung jawab mengubah paradigma ini. Sebagai mitra dokter, perawat memegang peran penting. Perawat yang menjadi mitra adalah mereka yang memiliki kompetensi dan critical thinking bagi kemajuan pasiennya. Mahasiswa keperawatan yang akan bekerja sebagai perawat profesional, tidak hanya sekadar lulus dan bekerja mencari uang, tetapi lebih dari itu. Kita harus mampu memberikan perubahan dan warna tersendiri bagi profesi keperawatan. Kerjasama Komprehensif Sistem pengorganisasian di rumah sakit tergantung pada seluruh jajaran petugas medis. Keberhasilan bukan hanya milik dokter atau perawat, tetapi milik seluruh jajaran petugas medis. Sebuahkerjasamakomprehensifantaraperawat dan dokter harus menjadi prioritas. Hal ini dilakukan demi kesejahteraan pasien dan keluarga. Seorang perawat, khususnya, harus mampu menganalisa kondisi pasien selama masa perawatan serta menegakkan diagnosa keperawatan tersendiri bagi pasien yang ia rawat.

KOMPREHENSIF COOPERATION, MONITORING PATIENT HEALTH STATUS

28

Diagnosa keperawatan adalah bukti nyata dari peran perawat sebagai care giver. Hal tersebut akan selalu menjadi pertimbangan lain bagi diagnosa dokter selanjutnya, khususnya dalam area pemantauan kondisi kesehatan pasien. Hal ini tak lantas membuat seorang perawat bisa berkoordinasi dengan dokter. Masih ada beberapa perawat yang takut berkoordinasi dengan dokter, dan biasanya terjadi di rumah sakit daerah. Ini terjadi dengan alasan yang cukup klasik, dokter akan merasa diajari dan didikte jika perawat memberikan saran dan pertimbangan. Seharusnya seorang perawat berani memberikan saran dan pendapatnya pada seorang dokter. Lalu, dimana sifat membangun kerjasama yang benar? Seorang dokter pun dituntut memiliki kemampuan membangun hubungan kemitraan dengan seorang perawat. Saat ini memang pola hubungan tersebut tidak sepenuhnya ada di setiap rumah sakit, tetapi fenomena tersebut masih sering ditemukan. Jadi, tidak ada lagi istilah siapa menjadi pembantu siapa. Atau siapa yang lebih superior. Yang ada adalah semua jajaran tim medis, termasuk perawat dan dokter, ikut andil dalam menganalisa dan menyelesaikan permasalahan pasien. Perawat adalah mitra, semua adalah mitra bagi tim kesehatan lainnya, itulah yang harus diperhatikan oleh paramedis di Indonesia. Jika tidak mengubah paradigma dari sekarang, kapan lagi kita membuat dunia kesehatan Indonesia lebih baik? Skill dan Kompetensi Mahasiswa keperawatan tidak hanya dituntut selalu pintar secara kognitif, tetapi harus memiliki good soft skill yang merupakan cerminan integritas ego dan emosional. Mahasiswa keperawatan bukan investasi menjadi perawat yang jutek dan tidak ramah. Mahasiswa keperawatan yang sesungguhnya adalah mereka yang memiliki soft skill yang baik, care dan peduli terhadap pasien, serta tahu bagaimana perannya bagi klien serta

lingkungan kesehatan. Karena itu, bersama-sama kita harus bersatu bagi kemajuan profesi. Bukan hanya sekedar aksi seperti cerita diatas, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita meningkatkan skill dan kompetensi. Generasi muda yang akan membawa perubahan dunia profesi keperawatan adalah kita, mahasiswa muda keperawatan. Kita mencintai profesi keperawatan yang merupakan jantung kekompakan dalam tubuh kebersamaan profesi.

dok. is

timew

a

Pergerakan Mahasiswa Keperawatan Mahasiswa keperawatan pun memiliki andil besar dalam memperjuangkan RUU Keperawatan yang selama ini diperjuangkan profesi. Pada 8 Juni 2009, misalnya, mahasiswa keperawatan se-Indonesia menggelar aksi di depanGedungDPRRI.Kegiatantersebutmerupakan follow-up aksi ribuan perawat se-Indonesia yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 12 Mei. Mereka meminta UU Keperawatan segera disahkan. Berbagai atribut seperti spanduk,poster,ikatkepalasampaibungacinderamata dibawa untuk menyuarakan aspirasi. Sebagai mahasiswa keperawatan, kemajuan profesi ada di tangan kita. Setujukah? *Mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro

29

Oleh : Dra. Hartuti Purnaweni, MPA*

Teknologi merupakan hasil temuan manusia, penerapan sains bagi kesejahteraan manusia. Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi sama dengan pohon tak berbuah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak berakar.
Itulah sebabnya sains dikembangkan, terutama di kalangan perguruan tinggi, yang diharapkan menjadi sumber berbagai penemuan dan pengembangan sains. Namun, ada beberapa halyang kini kian menjadi masalah publik penting yang memerlukan penanganan serius, dengan teknologi sebagai salah satu solusinya. Salah satu permasalahan tersebut adalah masalah energi. Sejauh ini, manusia mendapatkan sumber energi utama dari minyak bumi, yang potensinya kian menipis. Di sisi lain, pemanfaatan eksploitatif minyak telah membawa implikasi lingkungan yang luar biasa. Bahan sisasisa pembakaran dari kendaraan dan mesin-mesin pabrik berdampak buruk pada lingkungan. Akan tetapi, kehidupan manusia tak terbayangkan tanpa energi. Kita tengah dihadapkan pada problem energi yang serius, yang membawa rangkaian dampak pada aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. Lingkungan dalam hal ini perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat semua makhluk hidup tergantung kehidupannya pada lingkungan. Problem energi secara konseptual telah melahirkan dua kutub pandangan akademik yang berseberangan, yakni techno-economic dan techno-ecologic. Para penganut teknoekologi berpendapat eksploitasi sumber energi yang berlebihan, boros dan tidak efisien akan menimbulkan bencana lingkungan. Sebaliknya, para penganut tekno-ekonomi memandang eksploitasi sumber energi untuk kepentingan kesejahteraan manusia tidak merusak sumber daya energi dan lingkungan. Mereka yakin teknologi dan perkembangannya dapat mengatasi problem kelangkaan energi. Karena itu pemanfaatan sumber energi tidak perlu dikhawatirkan. Tesis kedua ini kini amat sulit dipercaya keniscayaannya. Problem energi yang dihadapi Indonesia adalah kesenjangan antara pasokan energi dengan jumlah kebutuhan dan konsumsi energi. Sumber daya alam membutuhkan pengelolaan yang baik, dan tidak terjadi di sini. Negeri peng-

30

hasil bahan bakar ternyata kekurangan bahan bakar, dan bahkan menjadi miskin ketika harga bahan bakar dunia melambung. Ibarat “tikus mati di lumbung padi”, sumber daya alam seolah jadi kutukan. Sungguh ironis! Dalam ranah konseptual, strategi mengatasi problema energi umumnya bertumpu pada tiga kebijakan : Pertama, meningkatkan eksploitasi sumber-sumber energi utama yang disebut Lovins (dalam Purnaweni, 2008) dengan hard energy paths (minyak dan gas, batubara dan tenaga nuklir). Kedua, mengembangkan teknologi maju untuk eksplorasi substitusi sumber-sumber energi, selain menciptakan sumber energi alternatif (soft energy), misalnya dengan pengembangan teknologi untuk menemukan sumber-sumber energi terbarukan. Ketiga, melakukan peningkatan efisiensi dan penghematan pemanfaatan energi. Untuk Indonesia, kebijakan hard energy paths dengan meningkatkan eksploitasi sumber energi utama merupakan kebijakan yang niscaya, namun harus pula dipertimbangkan tingkat ketersediaannya yang kian menipis dan implikasi negatif akibat eksploitasi yang berlebihan, apalagi yang bersifat tidak ramah lingkungan. Kebijakan kedua yang berkaitan dengan pengembangan teknologi maju untuk membangun energi alternatif, selain dihadapkan pada keterbatasan kualitas sumber daya manusia juga terdapat kesulitan dalam hal transfer teknologi dan mahalnya biaya pengembangan teknologi tersebut. Selain itu pengembangan teknologi maju dapat membawa konsekuensi ketergantungan. Kebijakan ketiga berupa peningkatan efisiensi dan penghematan pemanfaatan energi, yang dapat dilakukan dengan melalui langkahlangkah rekayasa sosial, mencakup aspek struktural maupun kultural. Rekayasa (engineering) tidak selalu berarti hal-hal fisik, karena merubah perilaku juga membutuhkan teknik-teknik ter-

tentu. Pada arah perilaku sosial, dalam rekayasa sosial hemat energi pertama-tama yang perlu dilakukan adalah internalisasi kesadaran kolektif maupun individual. Memang tidak mudah melakukan apa yang disebut Sudharto P Hadi (2000) sebagai perilaku berwawasan lingkungan. Sebagian besar dari kita abai terhadap usaha-usaha penghematan energi. Ruang kelas dan kantor di Undip yang ber-AC, misalnya, sering dibiarkan terbuka pintunya, padahal AC sering disetel pada suhu yang rendah.Atau, charger HP yang tetap ditancapkan ke stop kontak ketika proses charging sudah lama usai. Kemajuan teknologi membuat kita nyaman, dan sekaligus membuat penurunan kualitas lingkungan, yang dampaknya pasti juga akan kita rasakan. Harus selalu diingat bahwa manusia tergantung pada lingkungan. Lingkungan harus diperhatikan ketika banyak sumberdayanya sudah kita manfaatkan melalui banyak penemuan teknologi. Ketika muncul himbauan kita harus melakukan rekayasa sosial, tidak banyak mungkin yang mau berpartisipasi. Sungguh sayang! Ada harga yang harus dibayar, yang tidak semua orang mau berikan: hilangnya kenyamanan, ketidak praktisan, banyaknya tenaga yang harus dicurahkan, atau hilangnya gengsi. Akan tetapi hal ini mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, harus kita lakukan! Alangkah indahnya, ketika mahasiswa tidak hanya sigap menuntut pemerintah untuk melakukan sesuatu pada publik, akan tetapi mereka juga giat melakukan sesuatu untuk kepentingan publik. Tidak hanya mencap pemerintah sebagai sumber masalah, tetapi mengambil bagian lebih aktif dalam pemecahan masalah. Siapkah kita? Bisakah kita?Atau, lebih tepatnya, maukah kita? *Dosen Jurusan Administrasi Publik Universitas Diponegoro

31

dok. istimewa

Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Letaknya pada silang dua benua dan lingkar pegunungan api dunia menjadikan wilayah Indonesia rentan. Berturut-turut, beberapa daerah di Indonesia seperti Aceh, Yogyakarta, Tasikmalaya, Padang dan Papua diguncang gempa berskala 5-8 skala richter. 32

Gempa di Indonesia, terutama dengan skala tinggi, sering menjatuhkan banyak korban karena tidak bisa diprediksi secara pasti datangnya, bahkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Karena itu, setiap orang sebaiknya mengetahui upaya pencegahan bencana ini. Berikut tips-tips yang bisa dilakukan ketika gempa datang: 1. Bila sedang berada di dalam ruangan, cari tempat berlindung, misalnya di bawah meja atau bangku yang kuat. Jangan panik. Hindari jendela dan segala sesuatu yang terbuat dari kaca. Kemudian, tunggu guncangan berhenti dan pastikan keadaaan aman sebelum berpindah ke tempat yang lebih aman.

2.

3.

4.

5.

6.

Bila sedang di tengah keramaian, tetap tenang. Setelah dirasa cukup aman, segera pindah ke tempat terbuka (jauh dari pepohonan besar, bangunan dan jaringan listrik). Tenangkan orang-orang di sekitar kita dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Panik yang berlebihan sangat berbahaya pada situasi seperti ini, karena justru memperparah keadaan. Bila berada di gunung, sebisa mungkin hindari lereng atau jurang karena dikhawatirkan terjadi longsor. Bila berada di pantai, segera lari ke daerah yang lebih tinggi hingga beberapa ratus meter dari pantai. Bila sedang mengemudi, berhenti dan tetap di dalam mobil. Cari tempat berhenti yang tepat, jangan di bawah terowongan, dekat jembatan layang, di bawah pohon tinggi, atau di dekat tiang listrik. Terakhir, jika gempa datang pada malam hari. Risiko terburuk terjadi jika kita tidak terbangun. Bila terbangun, segera berlindung di bawah tempat tidur atau meja yang kuat. Setelah guncangan berhenti, cek anggota keluarga yang ada di rumah. Selalu siapkan senter di dekat tempat tidur, karena alat ini dapat membantu mencari jalan keluar jika listrik padam.

Jangan gunakan lilin atau lampu gas. Setelah guncangan selesai, jangan berdiam diri menunggu bantuan datang. Di bawah ini halhal yang dapat dilakukan pascagempa: 1. Jika selamat, bantu tetangga atau orang yang terjebak dalam reruntuhan. 2. Jika yang terjebak mengalami luka yang serius, jangan memaksa menolong tanpa petugas medis atau tim Search and Rescue (SAR), karena dapat memperparah keadaan. 3. Segera matikan meteran listrik dan hindari kabel listrik. 4. Segera tutup saluran gas yang bocor. Kemudian lakukan pembersihan. 5. Pada prinsipnya jangan panik, karena panik membuat kita melakukan tindakan yang memperparah keadaan. Begitulah beberapa wujud kesiapsiagaan kita. Bencana memang takdir, tetapi manusia bisa mengurangi dampak akibat bencana tersebut. Tidak perlu menyalahkan pemerintah karena kurangnya persiapan dalam menghadapi bencana. Selebihnya mari kita refleksi kewaspadaan diri, karena keselamatan bergantung pada masing-masing individu. (Anna, dari berbagai sumber)

33

Data WHO mengungkapkan, sepertiga dari orang dewasa di dunia memiliki kebiasaan merokok dan jumlah ini setara dengan 1,1 miliar orang. Diperkirakan, pada tahun 2025 jumlahnya akan meningkat menjadi 1.6 miliar. Angka ini tentu tak bisa dianggap remeh. Rokok sepertinya telah memasuki dunia kampus. Tak sedikit mahasiswa yang merokok di lingkungan kampus, misalnya di halaman parkir maupun PKL Undip Pleburan, pemandangan mahasiswa perokok dengan sangat mudah kita temukan. Kini, kebiasaan itu tak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi mahasiswi juga. Saat ditemui Manunggal, salah seorang mahasiswi yang enggan disebut namanya, mengatakan ia sudah mulai merokok dari kelas 2 SMA. Ia menjadikan merokok sebagai pelarian masalah-masalahnya. Bagi sebagian orang, merokok dapat mendatangkan efek relaksasi dan menambah percaya diri. Salah satu pemicu bertambahnya jumlah pecandu rokok di Indonesia adalah gaya

hidup. Merokok = penyakit Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan pengaruh rokok terhadap disfungsi ereksi. Hirskowitz M, Karacan I, Howell JW, Arcasoy MO, Williams RL dalam Journal of Urology melaporkan hubungan antara merokok dengan fungsi ereksi pada 314 lelaki perokok yang mengalami disfungsi ereksi. Dari penelitian tersebut didapatkan adanya keterkaitan antara ketegangan penis (penile rigidity) selama ereksi malam (nocturnal tumescence) berkorelasi terbalik dengan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari. Jadi, makin banyak rokok yang dikonsumsi per hari penile rigidity semakin lemah. Rokok menjadi penyebab impotensi karena mengandung zat nikotin, yaitu suatu zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Konsumsi nikotin untuk jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah tepi. Kerusakan ini berupa penyempitan yang disebabkan oleh

34

pengerasan dinding dan sumbatan pada pembuluh darah tersebut. Semakin tinggi kadar nikotin dalam rokok, semakin parah kerusakan yang mungkin ditimbulkan. Kerusakan pembuluh darah ini tentu akan mengurangi aliran darah ke alat genital lelaki, yang akhirnya menyebabkan disfungsi ereksi. Kalau sudah begini, bagaimana mau bergaya dalam hidup? Apakah merokok itu benar-benar bisa dijadikan salah satu gaya hidup? Tidak semua orang menyadari hal ini. Meskipun ada himbauan yang dicantumkan di setiap bungkus rokok, masih banyak saja konsumen rokok yang tetap bertahan dengan kebiasaan merokoknya. Inilah yang terjadi pada Joeniar Hadi (nama samaran) mahasiswa Fakultas Peternakan Undip saat ditemui Manunggal. Ia merokok sejak tujuh bulan yang lalu, dan dalam waktu yang singkat ini dia mampu menghabiskan tiga sampai lima batang perhari. Lingkungan merupakan salah satu penyebab kebiasaan merokoknya bertahan sampai sekarang. Sebagian besar temannya adalah perokok aktif, dan tak salah kalau sekarang ia nyaman dengan kebiasaannya ini. “Merokok hanya untuk

menghilangkan stress,” tuturnya. Meskipun dia tahu jika terus-menerus merokok, akan memperparah dampak yang ditimbulkan. Akan tetapi, masih banyak juga orang yang peduli pada kesehatannya, salah satunya dengan cara meninggalkan kebiasaan merokok. Ahmad Mahardian, mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Peternakan 2007 Undip mengaku tidak merokok atas dasar kesehatan. Jika ditanya mengenai image yang melekat pada diri seorang perokok ia berkata, “Biasa saja, tergantung gaya si perokok pada saat merokok, ada orang yang merokok dan terkesan sombong dan ada juga yang tidak.” Menurutnya, merokok mempunyai andil besar terhadap gaya hidup seseorang. Para perokok seperti inilah yang secara tidak sadar membawa dampak yang cukup parah pada lingkungan, termasuk lingkungan alam yang ternyata mendapatkan imbas karena polusi yang diciptakan. Gaya hidup tak harus membuat seseorang mengabaikan keselamatan diri sendiri. Oleh karena itu, tak ada alasan untuk tidak meninggalkan rokok. (Ratna & Aluvi)

35

Intermezzo

Bukan “Kupu-kupu” Biasa
Membaca buku memang mengasyikkan, tidak sekadar buku fiksi atau novel saja, tetapi juga komik. Komik kini telah menjelma menjadi salah satu media hiburan universal. Tak hanya anakanak, remaja dan orang dewasa pun menyukainya. Berbagai karakter dan tokoh yang ada dalam komik digandrungi para pembacanya, tak terkecuali di Indonesia. Tokoh superhero seperti Superman, misalnya saja, menjadi satu bukti betapa komik telah mempengaruhi masyarakat Indonesia. Ini dapat kita lihat dari banyaknya pembaca yang penasaran menonton film superhero khayalan tersebut. Tak hanya menonton film, aneka suvenir, mulai dari mug hingga pakaian tokoh itupun ramai diborong orang. Selain para “jagoan” dari negeri Paman Sam, tokoh fiksi dari negeri Sakura, seperti Sinchan, Doraemon, dan Candy-candy juga menjadi idola. Demam komik yang melanda Indonesia memang luar biasa, terutama demam komik Jepang (manga). Beragam cerita manga dikonsumsi berbagai golongan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Industri komik sendiri sudah begitu berkembang memasuki wilayah-wilayah media lain. Komik Dragon Ball, Conan, hingga Shinchan sudah memiliki versi film animasi, barang-barang merchandise hingga video game. Demam komik juga turut menciptakan tumbuhnya komunitas-komunitas komik di Indonesia, yang anggotanya tentu para penyuka komik. Dari sekian banyak komunitas komik yang tersebar di Indonesia, Papillon merupakan salah satu komunitas yang mempunyai keunikan tersendiri. Jika kebanyakan komunitas hanya sebagai ajang berkumpul atau bertukar info dan merchandise saja, di Papillon mereka juga berkarya dan mencoba menghasilkan komik milik mereka sendiri. Berawal dari sekelompok anak muda yang memiliki persamaan hobi membaca komik dan ngomik, pada 28 September 2002 Papillon studio resmi berdiri. Awalnya, digawangi Alfa, Adhit, Tyar dan Cahyo, mereka memberi nama Caterpilar alias si ulat. Sebelumnya mereka bergabung dengan sebuah percetakan undangan bernama Sekar Creative Printing. Seiring berjalannya waktu, Caterpilar merekrut orang-orang lain untuk bergabung hingga anggotanya pernah mencapai kurang lebih 25 orang. Karya pertama mereka yang diterbitkan adalah komik misteri Boneka Kematian dan komik Serial Tokoh Nasional (STN) Pangeran Diponegoro yang diterbitkan Elex Media. Sang “ulat” kemudian merasa sudah saatnya bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Diadaptasi dari bahasa Perancis, nama Papillon yang artinya kupu-kupu akhirnya disepakati menjadi pengganti Caterpilar. Perjalanan sang kupu-kupu ternyata tidak

36

selalu mulus. Perubahan waktu dan pergantian “musim” turut mempengaruhi kehidupannya, mulai dari perpindahan studio hingga pergantian awak. Pada 17 Juli 2007 ketika Papillon Studio masih bertempat di Ngaliyan, jumlah personelnya 8 orang. Kini, tujuh anggota aktif menempati sebuah rumah mungil di Jl Bukit Cempaka II/52, Perum Sendang Mulyo untuk menyalurkan kreativitas. Beberapa perubahan juga dilakukan dalam tubuh Papillon. Jika dulu lebih condong ke studio komik berbasis talent search atau talent scout dan menggarap proyek-proyek lokal, Papillon kini lebih sering menggarap proyek-proyek luar negeri. Ini dilakukan lewat submission/outsourcing dan proyek-proyek komik indie bersama komunitas lain, untuk membangkitkan komik Indonesia, yang terbilang mati suri. Papillon juga mempunyai logo baru dan mempunyaiAD/ART. Komik yang mereka hasilkan pun beragam, dari yang bergaya realis, semi realis, atau manga, sesuai dengan keinginan klien. Sedangkan untuk komik indie mereka lebih bebas berekspresi. Untuk pengerjaan sebuah komik, dibutuhkan waktu sekitar 1-6 bulan, tergantung kerumitan seperti detail gambar dan pewarnaan. Proses brainstroming dengan klien merupakan salah satu tahapan tersulit. Setelah lebih dari tujuh tahun berdiri, banyak komik yang telah mereka hasilkan. Klien tak hanya dari dalam negeri saja, bahkan lebih banyak berasal dari luar negeri seperti Amerika, Eropa, Jepang sampai Afrika. Karena komik buatan mereka masuk ke Indonesia sebagai produk luar negeri, maka tak mengherankan jika tidak banyak orang tahu sebenarnya Indonesia juga mempunyai orang-orang kreatif seperti mereka. Sayangnya, komikus berbakat ini kurang mendapat penghargaan dan apresiasi di negeri sendiri, sehingga mereka lebih berorientasi terhadap klien dari negeri orang. Ini juga yang menyebabkan perkomikan indonesia kurang bisa maju,

“Orang Indonesia jarang yang tahu, ini karena mereka merasa dirinya tidak bisa atau tidak mampu. Ada mental blok dan kebanyakan penerbit di Indonesia berorientasi pasar,” ungkap Fajar. Meskipun lebih beriorientasi industri, mereka tidak lupa mencoba memajukan industri perkomikan Indonesia dengan menciptakan komik indie. Beberapa komik indie yang telah mereka buat antara lain Milk Pool yang berisi nilai-nilai perjuangan dan KOMET yang sekarang bisa diisi orang non Papillon dan non komersil. Karya terbaru mereka adalah Kompilasi Komik “Cintaku Tertambat di Facebook” dan Resonansi Hati (Komik Kompilasi di Majalah Kampungan, 2009). Bagi kebanyakan orang, komik mungkin hanya sekadar media penghibur atau pengisi waktu luang. Namun bagi komikus di Papillon Studio, komik menggambarkan jiwa mereka. “Comic is my soul,” jawab mereka kompak ketika ditanya tentang arti komik. Komik tak hanya sekedar hobi saja, tapi juga sebagai sumber penghidupan. Banyak suka duka yang mereka dapat selama menggeluti dunia perkomikan. Tidak adanya kejelasan pekerjaan, bermarkas di garasi dengan hanya satu komputer, hingga senang bertemu teman-teman komikus lain se-Indonesia pernah mereka alami. Untukmempromosikankarya-karyaPapillon, ajang pameran komik selalu menjadi event wajib. Salah satunya, Pekan Komik dan Animasi Nasional yang diadakan dua tahun sekali. Media internet juga tidak kalah penting. Klien dari luar negeri bisa dijaring dari situs Papillon di www. papillonstudio.org. Papillon juga membuat serial PDF beberapa komik mereka dan menampilkannya di milis, seperti kaskus dan indowebster. Kini, komik indie Papillon Studio bisa didapatkan di sejumlah distro di Semarang dan kota lain seperti Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. (Alle)

37

Kuliner

Tegal LakaLaka
38

Berbicara tentang Tegal, orang pasti teringat dialek ngapak-ngapak masyarakatnya. Namun bila ditelusuri, kota di jalur Pantura Jawa Tengah initernyatamenyimpantradisikulineryangmenggugah selera. Salah satunya adalah lengko. Lengko terdiri dari ketupat, kubis dan taoge rebus, irisan timun mentah dan tahu kuning goreng. Siraman sambal kacang kental dan taburan kerupuk mie Tegal di atasnya membuat makanan ini semakin mantap. Dengan campuran sayur tersebut, lengko menjadi menu sarapan yang sehat dan menggugah selera. Bagi yang tidak suka ketupat, lontong atau nasi siap menjadi pengganti. Salah satu penjual lengko di Tegal adalah Ibu Lia. Dengan gerobaknya, selama 10 tahun ini Bu Lia berjualan lengko di Jalan KH Mansyur, dekat alun-alun. Makanan ini terus saja diburu pecintanya, karena harganya hanya Rp 5000, tapi cukup membuat perut kita berhenti keroncongan. Dengan konsep warung lesehan, warung ini

memungkinkan kita menikmati kuliner khas bersama teman-teman. “Saya sengaja membawa teman-teman saya yang berkunjung ke Tegal untuk merasakan lengko bu Lia yang terkenal. Yah, mumpung main ke Tegal, jadi saya ajak menikmati kuliner khas ini yang di Semarang pasti nggak ada”, tutur Asa yang mengajak kelima orang temannya sarapan lengko. Satu lagi menu yang patut dicoba ketika berkunjungataumelewatikotaini.PonggolSedep namanya. Sate daging enthok yang empuk, enak dan gurih yang dimakan dengan ketupat atau lontong. Kuahnya yang terbuat dari santan cukup kental berwarna kuning semakin menambah cita rasa kuliner satu ini. Bagi penggemar rasa pedas, tinggal menambahkan sambal cabai merah sedikit saja. Yang unik, ponggol enthok yang juga banyak dijual di malam hari dijajakan di pinggiran sawahsawah. Dengan cara makan lesehan dan lampu yang temaram, perlu kesabaran ekstra untuk menikmati makanan ini. Bukan saja karena sulit melihat piringnya, tetapi juga karena banyak nyamuk yang akan mengerumuni kita. Selain disajikan berkuah, kita dapat memesan daging enthok goreng atau ampela ati yang terjual terpisah. “Unik, baru pertama kali makan. Ternyata daging enthok nggak atos, bisa empuk kayak daging ayam. Rasanya juga enak, mungkin karena banyak mengandung lemak yah. Tapi makannya butuh perjuangan, sambil dikerubutin nyamuk soalnya.Tapi yah kapan lagi makan di tengah sawah bareng temen-temen. Seru! Kalau mampir ke Tegal lagi, pasti mampir deh!”, papar Hanan, seorang mahasiswa dari Semarang. (Arvinda)

Vinda/ Manunggal

39

Kopi Klothok SaDar

Kuliner
40

Area Kasih Sayang
Jangan mengaku penikmat kopi kalau belum mencoba nikmatnya kopi klothok. Kopi yang satu ini tidak kalah sedap dari yang disajikan coffeshop. Ditambah suasana dingin pegunungan, menyeruput secangkir kopi klothok tentu memberikan citarasa tersendiri. Bila ingin mencicipinya, cobalah mampir ke Kopi Klothok SaDar. Bertempat di alun-alun Ungaran, tepatnya di depan rumah dinas Bupati Semarang, kedai ini menyuguhkan kopi klothok sebagai menu utama. Selamat Datang di Area Kasih Sayang dan Damai, begitulah sambutan bagi pengunjung yang datang. Selain kopi klothok, kedai ini juga menyediakan berbagai jenis kopi, seperti kopi banaran creamer, kopi coklat dan kopi jahe. Bagi pengunjung yang tidak suka kopi, minuman jahe, coklat creamer, teh creamer, teh hitam kaligua dan teh jahe bisa menjadi alternatif. Berbeda dengan penyajian kopi lain, kopi klothok dimasak meng-

dan Damai
gunakan tungku arang. Inilah yang menjadi daya tarik Kopi Klothok SaDar selain tempatnya yang strategis dan harganya yang terjangka. Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Harga yang dipatok sangat variatif, dengan Rp 2.000 – Rp 5.000 Anda sudah bisa menikmati minuman yangAnda inginkan. Kita bisa menikmati Kopi Klothok SaDar setiap hari pukul 18.30 – 01.00 WIB, kecuali Kamis. Pengunjung yang datang didominasi anak-anak muda. Tidak sedikit dari mereka jauh-jauh datang dari Semarang demi menikmati minuman khas Ungaran ini. Kedai kopi ini menyisihkan Rp 200 tiap pembelian secangkir kopi untuk disumbangkan pada anak yatim piatu. Jika anda penikmat kopi sejati, jangan lewatkan kopi ala Kopi Klothok SaDar. Selain bisa menikmati sensasi kopinya, Anda juga bisa sambil beramal. MenurutWawan,pengunjungasalSemarang,

alasan dirinya datang ke kopi klothok ialah ingin menikmati sajian kopi secara tradisional namun dengan rasa yang berbeda. “Saya penasaran dengan kopi ini sejak pertama kali datang, karena itu kopi coklat menjadi menu awal untuk dipesan,” terangnya. Alumnus Undip ini juga menuturkan alasan dirinya tertarik datang karena Ungaran kota dingin sehingga cocok untuk melepas penat, imbuhnya dengan tawa. “Memang untuk merasakan kopi ini saya harus menunggu lama, namun begitu wajar saja karena pengunjung juga banyak dan terus berdatangan hingga larut malam,” ungkapnya. Sementara itu Ghozi, pemilik kedai menjelaskan, dirinya kewalahan harus melayani pengunjung yang datang karena kurangnya tenaga pembantu dan tempat yang terbatas. Meskipun demikian dia tetap sabar melayani pengunjung dengan ramah. Usaha yang telah berlangsung selama 4 tahun ini berkembang atas minat masyarakat datang ke kedainya. “Alasan utama pengunjung datang karena harga murah juga soal rasa tak jauh dari kopi yang dijajakan pada umumnya, tetapi tetap mengutamakan ciri tersendiri,” ujar Ghozi. (Ali)

41

Keindahan Pantai di Balik Pegunungan Karang
Terik matahari seolah menguap begitu saja ketika sampai di objek wisata ini. Hamparan pasir putih dan latar belakang pegunungan karang menjadikannya kian mempesona. Bahkan, keindahan pantai satu ini tak kalah menawan dari pantai-pantai milik Pulau Dewata. Pantai Nampu namanya. Wisata alam ini berlokasi di Desa Gunturharjo, Paranggupito, Wonogiri. Untuk mencapainya, diperlukan waktu dua jam dari pusat kota Wonogiri, atau sekitar lima belas kilometer dari Kecamatan Paranggupito. Perjalanan menuju Pantai Nampu juga cukup menguji nyali. Jalan yang berkelok-kelok dan naik turun akan menemani kita sepanjang perjalanan. Meskipun demikian, tak perlu khawatir karena pemandangan bukit karang nan elok serta nyiur pepohonan hijau akan membayar kelelahan kita. Sesampainya di lokasi, kita bisa bebas berpetulang dengan membayar tanda masuk Rp 2ribu per orang. Paduan air laut yang jernih dan pasir putih sepanjang garis pantai seolah menjadi jaminan keelokannya. Tak hanya itu, pemandangan pegunungan karang dan pohon-pohon bakau membuat daya tarik pantai ini semakin lengkap. Meskipun pengunjung tidak begitu banyak, kita dapat dengan mudah menemui penjual yang menjajakan dagangannya, mulai dari oleh-oleh, makanan, hingga air kelapa muda sebagai minuman khas. Ini tentu akan menghilangkan dahaga selepas bermain di pantai. Bagi pengunjung yang ingin mandi, di tepi pantai terdapat sumber mata air tawar yang menyegarkan.

42

Ratna/

Ma n u n

ggal

Pantai Kuta,” katanya. Ia juga kecewa dengan keadaan pantai yang jauh berubah. “Pertama saya kesini, Pantai Nampu masih asli, tetapi sekarang daratan di sekitar pantai telah mengalami abrasi. Saya harap pemerintah tergerak mengelola pantai ini dengan lebih serius,” tambahnya. Berjualan Rumput Laut Selain berpotensi wisata, Pantai Nampu juga memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Kondisi pantai yang masih bersih menjadikannya ladang rumput laut yang subur, sehingga memungkinkan warga mengambilnya. Pengambilan rumput laut ini dilakukan manual pada pagi hari ketika air laut surut. Agar siap jual, rumput laut hasil panen harus dijemur satu hari hingga benar-benar kering. Karena itu, tak jarang kita saksikan pemandangan rumput laut di sekitar pantai. Setelah kering, satu kilogram rumput laut dijual Rp 600. Penjualan rumput laut ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Ratna)

Minim Publikasi Sayangnya,keindahanPantaiNampubelum mampu menarik banyak wisatawan. Minimnya publikasi dinilai menjadi salah satu faktor, sehingga pengunjung sebagian besar berasal dari daerah sekitar Wonogiri saja. Informasi yang hanya dari mulut ke mulut belum efektif mengoptimalkan publikasi pantai ini. Wawan, yang mendapat informasi pantai ini dari seorang teman mengungkapkan, Pantai Nampu adalah pantai terbagus yang pernah dia kunjungi. “Bila dikelola dan dipublikasikan dengan baik, pantai ini bisa menyaingi keindahan

43

Tak Pernah Padam
Alam tak pernah kehilangan pesonanya. Tak jarang, alam juga dikelola menjadi obyek wisata. Di Indonesia sendiri banyak kita jumpai fenomena-fenomena alam yang dikelola menjadi obyek wisata oleh pemerintah daerahnya. Ini tentu tak hanya mendatangkan devisa bagi pemerintah daerah, tetapi juga berkah bagi warga di sekitarnya. Berikut ini akan kita ulas salah satu obyek wisata fenomena alam yang patut dijadikan pilihan tempat kunjungan untuk menghilangkan penat sekaligus menambah wawasan. Obyek wisata yang terletak di jalan raya Semarang-Purwodadi kurang lebih 27 km ke arah barat kota Purwodadi, tepatnya di desa Manggarmas, Kecamatan Godong ini relatif strategis karena terletak 100 meter dari tepi jalan raya. Untuk menuju ke obyek wisata ini, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, atau menggunakan bus umum jurusan SemarangBlora. Hanya dengan Rp 1000 per orang kita bisa menikmati obyek wisata di kompleks tersebut. Nama obyeknya adalah Api Abadi Mrapen. Kata mrapen diambil dari kata “prapen” yang dalam bahasa Jawa artinya perapian. Seperti namanya, obyek wisata ini menyuguhkan pesona api yang muncul dari dalam tanah dan tidak bisa padam walaupun oleh angin ataupun hujan. Konon, Mrapen dulunya adalah tempat persinggahan Sunan Kalijaga beserta para punggawanya dalam perjalanan dari kerajaan Majapahit menuju Kerajaan Demak. Karena tidak ada sumber air, maka Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya ke tanah, dan muncullah air dari dalam tanah. Sumber air tersebut digunakan untuk mandi dan minum. Ketika malam menjelang, Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya ke tanah dan munculah sumber api dari dalam tanah yang digunakan untuk memasak dan menghangatkan diri. Hingga sekarang, sumber api dan sumber air tersebut masih ada. Oleh penduduk sekitar, api tersebut diberi nama Api Abadi Mrapen dan sumber airnya diberi nama Sendang Dudo. Di kompleks tersebut tak hanya terdapat Api Abadi Mrapen dan sendang Dudo, tetapi juga terdapat batu Bobot yang dikeramatkan warga sekitar. Batu ini konon merupakan milik Sunan Kalijaga yang sengaja ditinggalkan di lokasi tersebut karena para punggawanya taak lagi sanggup untuk membawanya. Batu yang beratnya mencapai 20 kg ini ditempatkan di sebuah tempat menyerupai almari, dan diatasnya ditaburi bunga tujuh rupa. Oleh warga sekitar Batu Bobot memang dipercaya dapat mengabulkan tiap permintaan peziarah. Setiap malam Jum’at kliwon, lokasi ini selalu ramai dikunjungi peziarah. Obor PON Api yang dipakai unuk menyalakan obor PON juga diambil dari sini. Setiap PON diadakan, tim panitia penyelenggara PON datang ke sini untuk mengambil api untuk menyalakan obor. “Saat Waisak juga banyak orang yang datang ke sini untuk mengambil api abadi buat dibawa ke Borobudur,” kata Kardi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kompleks wisata Mrapen.

44

dok. istimewa

Selain dimanfaatkan oleh pemerintah daerah obyek pariwisata,ApiAbadi Mrapen memang dimanfaatkan dalam beberapa even besar yang bersifat nasional bahkan internasional. Di sekitar lokasi Api Abadi Mrapen, kita bisa menemukan beberapa tugu yang merupakan tanda pengambilan api abadi dari even nasional Ganefo dan PON. Selain itu, pada setiap upacara Waisak, selalu diadakan pengambilan api abadi perayaan Waisak yang diadakan di candi Borobudur dan dihadiri oleh umat Buddha seAsia Tenggara. Sayangnya, meskipun obyek wisata Mrapen sering digunakan untuk even nasional dan internasional, area obyek wisata ini terlihat kurang

terawat. Hal ini tentu mengurangi daya tarik dan minat wisatawan untuk berkunjung ke Mrapen. “ Seharusnya Mrapen termasuk obyek wisata yang menarik karena memiliki nilai historis yang tinggi. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengunjungi Mrapen, dan tempat ini begitu ramai, apalagi saat liburan. Tapi sekarang jarang sekali pengunjungnya, mungkin karena tempatnya kurang terawat ya,” tutur Aan, salah satu pengunjung obyek wisata Mrapen. Padahal obyek wisata Api Abadi Mrapen, sangat sayang untuk dilewatkan. Selain kita bisa melihat berbagai fenomena alam yang ada di sana, kita juga bisa menambah wawasan baru. Berminat mengunjunginya? (Sasti)

45

si Romantis yang Bikin Sehat
Alunan musik mendayu-dayu disertai gerakan lemah gemulai yang diperagakan sepasang laki-laki dan perempuan merupakan gambaran cabang olahraga yang satu ini. Ya, dansa ternyata merupakan salah satu cabang olahraga.Gerakannya yang indah, energik, dan penuh variasi menjadi ciri khas dari olahraga dansa.
“Sekitar lima tahun lalu dansa masih dianggap olahraganya kalangan elit, tetapi sekarang semua kalangan sudah tertarik dengan dansa,” tutur Ikhsan, mantan atlit dansa yang sekarang menjadi pelatih dansa. Diakuinya dansa sebagai salah satu cabang olahraga oleh KONI Pusat menjadikan penggemar dansa meningkat. Dansa saat ini sudah semakin pesat perkembangannya. “Dalam dansa, ada 10 jenis tarian yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu jenis latin dan modern. Untuk dansa latin, bisa dipilih jenis Dansa Rumba, Cha cha, Jive, Samba, dan Salsa Paso Double. Sedangkan pada dansa modern, tersedia jenis Dansa Waltz, Tango, Viennese Waltz, Quick Step, dan Slow Waltz. Cara membedakannya bisa kita dengar dari irama lagu yang mengiringinya,” tambah Iksan, ketika ditanya perihal jenis-jenis dansa. Dansa adalah olahraga yang dilakukan dengan iringan irama atau lagu-lagu yang sesuai dengan jenis-jenis dansa, sehingga memunculkan variasi yang berbeda di setiap gerakan. Selain itu dansa juga olahraga yang menyenangkan, karena selain sehat jasmani, secara psikis pun kita terbugarkan. Menurut Oot, salah satu pecinta olahraga dansa, dansa memiliki keasyikan tersendiri dibandingkan dengan olahraga lainnya. “Semua itu karena dansa selalu dimainkan dengan suka hati,” papar pria yang juga berprofesi sebagai pelatih dance ini. Berbicara mengenai dansa, olahraga yang satu ini ternyata sudah banyak dikenal di

Dansa,

46

Semarang. Ini terbukti dari adanya komunitas dansa. Ada dua jenis komunitas dansa, yaitu pedansa sosial dan pedansa kompetisi. Pedansa sosial biasa melakukannya di acara pesta pernikahan, diskotik, atau kafe-kafe dan sekadar untuk refreshing . Tentunya gerakan yang mereka lakukan pun belum tentu mengikuti aturan atau teknik yang telah dibakukan kompetisi dansa. Berbeda dengan pedansa kompetisi, pasangan yang kita lihat di televisi dan berdansa dalam sebuah kejuaraan biasa hanya berada di level tertinggi dari dansa kompetitif atau Championship Level. Hebatnya olahraga dansa, kekuatan stamina para pedansa kompetisi bisa disandingkan dengan pelari cepat, karena gerakan-gerakan yang mereka lakukan bukan sembarang gerakan, melainkan menggunakan teknik-teknik dan aturan. Mempopulerkan dansa melalui pendidikan merupakan salah satu hal yang efektif untuk ajang perkenalan kepada khalayak umum. Hal ini senada dengan penuturan Oot yang juga berprofesi sebagai guru kesenian. “Di SMP Negeri 1 Pekalongan khususnya kelas IX, dansa sudah diperkenalkan dansa lewat pelajaran ke-

senian tari.” Selain itu, Ikatan Olah Raga Dansa Indonesia (IODI) sering mengadakan perlombaan untuk memunculkan bibit pedansa yang berbakat. Tak perlu khawatir bagi yang menyukai olahraga dansa, tetapi ingin mendapatkan aksesnya. Berlatih dan mendalami dansa ternyata bisa disalurkan melalui club-club dansa. Di Semarang sendiri sudah ada ada sekitar sepuluh klub dansa. Manfaat yang dapat kita petik dari olahraga dansa pun tak sedikit, antara lain: - Meningkatkan kebugaran aerobik - Membentuk dan mengencangkan otot, - Meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas tubuh - Manajemen stress - Manajemen berat badan - Menguatkan tulang dan persendian Dengan banyaknya manfaat olahraga dansa, apakah masih menghambat pikiran Anda untuk tidak tertarik dengan olahraga ini? Olahraga yang hanya bermediakan musik, dan tentunya bisa menghilangkan stress. Mempelajari dan mahir berdansa selain akan menambah potensi dalam diri, juga bisa dijadikan alternatif untuk menyehatkan tubuh kita. (Aji)

47

Usaha
dari

Bisa Kaya!
Usia tidak menjadi penghalang meraih kesuksesan. Reza Pramudita yang masih berusia 19 tahun telah membuktikannya. Berawal dari ketertarikan berwirausaha sebagai penambah uang saku, pemuda hebat ini telah membuka usaha aksesoris mobil, cat dan body kit mobil, persewaan mobil, serta Bakmi Surabaya.
Reza menilai, bisnisnya akan terus berkembang karena semakin banyak orang bermobil di Semarang. Menurutnya, sekarang mobil sudah menjadi kebutuhan hidup. “Tiap bulan mobil harus diservis. Ganti oli, ganti ban, servis AC juga harus dilakukan secara berkala. Bahkan kadang ada pelanggan yang autolocknya rusak,” urai Reza tentang potensi usahanya. Ia menambahkan, mobil bahkan bisa menunjukkan gengsi seseorang. Karena itu, sekarang usaha variasi mobil memiliki banyak pelanggan. Hal ini tak luput dari pengamatannya. “Kelebihan bisnis saya adalah sistem audio yang bisa dibilang cukup komplit. Apalagi hobi saya di bidang otomotif, pelanggan jadi punya teman sharing atau konsultasi tentang variasi mobil,” jelasnya. Reza juga sering memberi masukan gratis bagi pelanggannya, seperti masalah audio dan interior yang cocok. “Hitung-hitung bonus, supaya mereka kembali lagi. Ternyata cara ini cukup berhasil. Bahkan, mereka tidak datang sendiri, tetapi bersama teman atau kadang-kadang komunitasnya,” papar Reza tentang usahanya yang cepat melesat.

MUDA

48

Usaha sewa mobil pun kini berkantor di area bengkelnya,PuspanjoloTimurVII.Keistimewaan dari rent car milik Reza adalah fasilitas audio canggih ala anak muda dengan harga sama dengan standar rental mobil lain tanpa audio. Sekali lagi ia cerdik melihat tren penyewa mobil kini tidak lagi didominasi keluarga, tetapi juga anak muda seperti mahasiswa. “Tidak hanya anak muda yang senang mendengarkan musik. Satu lagi, orang yang menyewa mobil kan biasanya untuk pergi jauh. Nah, sistem audio ini bisa menghibur mereka sepanjang perjalanan, jadi tidak bosan. Memainkan musik juga bisa menghindarkan kantuk,” jelasnya lagi tentang ide tersebut. Satu lagi bisnis Reza yang agak melenceng dari hobinya, yaitu usaha Bakmi Surabaya “Cak Minto” di Hanoman. Ia bercerita, awalnya hanya ingin membantu pemilik yang hampir bangkrut. Kini, niat semula yang hanya ingin membantu berubah menjadi sumber rezeki juga. Tangguh Mahasiswa semester empat ini tidak saja berani, tetapi juga tangguh. Walau sempat mengalami jatuh bangun berkali-kali sebelum menuai kesuksesan, Reza tidak menyerah. Orang tuanya selalu memberikan motivasi agar bangkit kembali. Ketangguhannya sebagai wirausaha semakin diuji ketika menemui kesulitan. Usia yang masih belia membuatnya belum dapat meminjam modal ke bank untuk mengembangkan usahanya. Kini, ia telah mengecap manis hasil kerja kerasnya. Setelah tiga tahun berwirausaha, Reza telah mempunyai karyawan dan membagi tugas mereka dengan jelas. Ia menerapkan sistem supervisor, administrasi dan marketing untuk memajukan bisnisnya. Secara teknis dan skill, Reza yang

berprinsip learning by doing mengatakan masih terus mengasahnya. Konsistensi Reza berbisnis dilakukan dengan melakukan promosi besar-besaran. Tak jarang ia masuk ke komunitas mobil, menyebarkan brosur dan memasang iklan di surat kabar. Selain itu, ia terus menonjolkan kelebihan usahanya, yaitu servis dan kualitas memuaskan dengan harga ekonomis, sesuai target konsumennya. (Arvinda)

49

Tommas/ Manunggal

Sadar HIV, Selamatkan Diri
HIV atau AIDS bukan lagi masalah kesehatan baru yang menjadi perhatian. Degradasi moral dan ketidaktahuan masyarakat tentang AIDS turut berpengaruh dalam penyebaran penyakit imunitas ini. Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia per Maret 2009, mencapai 23.632 orang.
Angka tersebut meningkat tajam bila dibandingkan jumlah penderita HIV/AIDS sepanjang 2008 yang mencapai 22.262 orang, dan tak menutup kemungkinan jumlah ini akan berlipat ganda melalui penularan-penularan baru. Jumlah sebenarnya mungkin lebih besar, karena masih banyak penderita HIV/AIDS yang tidak terdata disebabkan mereka enggan, malu, atau takut untuk memeriksakan diri. Oleh karena itu upaya promotif dan preventif harus secara terus-menerus dilakukan. Tak perlu menutup mata dan malu untuk menelisik segala sesuatu tentang AIDS. Tak pandang usia, tak pandang strata sosial, siapapun dapat terkena AIDS. Pernahkah muncul pertanyaan bedanya antara HIV dan AIDS? HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus penyebab AIDS. HIV terdapat di dalam cai-

dok. isti

mewa

ran tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani, atau cairan vagina. Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderita belum menampakan gejala-gejala sehingga tampak sehat dalam kurun waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun. Walaupun tampak sehat, akan tetapi seseorang tersebut telah mampu menularkan penyakit ini ke orang lain. Sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kumpulan berbagai gejala menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Tak heran, jika ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dengan sangat mudah dapat terserang penyakit, karena kekebalan tubuhnya terus menurun. Tidak ada alasan untuk tidak menyertakan ODHA dalam pergaulan di masyarakat. ODHA sangat membutuhkan dukungan lingkungan

50

disamping dukungan keluarga.Agar masyarakat tidak parno untuk bergaul dengan ODHA karena takut tertular, maka masyarakat perlu tahu melalui apa sajakah HIV dapat ditularkan. Ingatlah HIV terdapat pada cairan tubuh, sehingga kontak yang melibatkan cairan tubuh merupakan jalan penularan penyakit ini. Kontak yang dimaksud meliputi : hubungan seks (anal, oral, vaginal) dengan orang yang telah terinfeksi HIV, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah, ibu hamil pengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya. Harus digaris bawahi HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum yang sama, gigitan nyamuk, kontak dengan keringat/air mata, memakai jamban dan kolam renang yang sama atau tinggal serumah. Lantas, sampai kapan kita akan terus mendiskriminasi ODHA dalam lingkungan masyarakat? Telah disebutkan di atas, dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun tidak ada tanda dan gejala khusus yang memperlihatkan orang terinfeksi HIV. Sehingga pada kenyataannya, ODHA terlihat sehat dalam kurun waktu tersebut. Akan tetapi setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala seperti berikut : 1. Kehilangan berat badan secara drastis 2. Diare yang berkelanjutan 3. Pembengkakan pada leher dan atau ketiak 4. Batuk terus menerus. Tanda dan gejala di atas tak cukup menentukan orang tersebut ODHA atau bukan. Untuk memastikannya, segera hubungi layanan kesehatan terdekat guna melakukan tes darah. Ada baiknya, sesudah dan sebelum tes HIV perlu diadakan konseling (pemberian informasi secara lengkap). Konseling ini dapat dilakukan di VCT

(Voluntary Conseling Test), beberapa rumah sakit telah menyediakan layanan ini. Pengguna NAPZA dan seseorang yang memiliki riwayat berganti-ganti pasangan, perlu dicurigai adanya HIV/AIDS. Karena itulah sangat penting bagi kita, khususnya mahasiswa untuk dapat menjadi agent of control bagi lingkungan kita. Secara teori mengenai apa itu HIV/AIDS dan lain-lain telah dipaparkan di atas. Lantas, bagaimana upaya pemerintah menekan laju perkembangan penyakit ini? Secara resmi program pemerintah dituangkan dalam paradigma kesehatan reproduksi, yakni melalui kampanye ABCDE. A: Abstinen : Jangan melakukan seks bebas jika tidak ingin terkena HIV/AIDS. B : Be Faithful : Setia dengan pasangan. C : Consistent : Konsisten menggunakan alat pelindung (kondom) saat berhubungan seks. D : Drug : Jangan memakai narkoba E : Education : Sebarkan informasi tentang HIV/ AIDS dan IMS (Infeksi Menular Seksual) Sebenarnya jika ditelaah lebih lanjut, langkah preventif yang paling utama berasal dari keluarga dan lingkungan sekitar. Revitalisasi fungsi keluarga merupakan salah satu upaya untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, karena dalam keluarga yang harmonis akan mampu terjalin komunikasi yang baik antar anggotanya. Bagaimana dengan mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga? Maka yang paling berperan di sini adalah lingkungan pergaulan. Pandai-pandailah untuk memilih lingkungan. Lingkungan yang positif, akan membawa ke arah yang baik. Siapa sadar, dia akan selamat. (Anna, dari berbagai sumber)

51

Membicarakan sistem operasi, bayangan kita tentu tidak lepas jauh-jauh dari Symbian atau Java. Kini, sistem operasi tak hanya milik keduanya, seiring hadirnya Android sebagai sistem operasi baru.
Androidadalahsistemoperasi telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak ponsel. Untuk mengembangkannya dibentuk Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi. Sejak saat itu, muncul rumor Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Hal ini ditegaskan dengan pengembangan program perangkat seluler yang didukung kernel Linux. Dengan demikian, Google mengindikasikan perusahaannya tengah bersiap menghadapi persaingan pasar telepon seluler. Berikut ini perkembangan Android dari tahun ke tahun: Produk awal Sekitar September 2007, sebuah studi melaporkan Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010. Setahun berselang, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android. Seiring pembentukannya, OHAmengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis 22 Oktober 2008. Pada penghujung 2009, diperkirakan paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakanAndroid di dunia ini. Android versi 1.1 Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, pencarian suara (voice search), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email. Pertengahan Mei tahun yang sama, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan Software Development Kit (SDK) versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan, termasuk penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini. Fitur tersebut meliputi kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dengan dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan, CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-tospeech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA. Android versi 2.0/2.1 (Eclair) Desember 2009, ponsel Android kembali diluncurkan dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth

2.1. Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps-aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik. Perkembangan jumlah handset Android membuat semakin banyak pihak ketiga yang berminat menyalurkan aplikasi mereka kepada Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya MySpace dan Facebook. (Sasti, dari berbagai sumber)

Sebagai sistem operasi yang digadang-gadang bisa menyaingi sistem operasi lain, Android tentunya memiliki banyak kelebihan. Kelebihan tersebut antara lain: 1. Berkonsep sebagai software berbasis kode komputer yang didistribusikan secara terbuka (open source) dan gratis. Jadi, untuk melakukan download aplikasi, kita tidak perlu membayar alias gratis. 2. Didukung penuh oleh Google, sehingga kita dapat menikmati semua layanan Google seperti Gmail, Youtube, dan fasilitas Google lainnya. 3. Stabil dan tidak mudah eror atau hang. 4. Aman dari virus karena berbasis Linux (kernel 2.6). 5. Aplikasi game 3D-nya sangat stabil dan mantap. 6. Konektivitas lengkap, memiliki fitur Bluetooth, wifi dan GPS. 7. Harga di pasaran relatif murah. Namun, sistem operasi Android masih memiliki kekurangan yang harus segera diperbaiki, seperti: 1. Kurang nyaman untuk telepon. 2. Masih membingungkan saat dipakai pertama kali. 3. Tidak ada Microsoft Office. 4. Harus terkoneksi internet. 5. Belum banyak aplikasi yang tersedia.

Plus Minus

Ukuran Payudara Berbeda
Bagian payudara antara yang kanan dan kiri bisa saja berbeda, itu disebabkan oleh aktifitas fisik juga. Sebagai contoh seseorang banyak melakukan aktifitas menggunakan tangan kanannya, kemungkinan payudara akan lebih besar di bagian sebelah kanan. Hal ini akan berbeda masing-masing individu, perbedaan antara payudara kanan dan kiri ini pun tidak begitu kelihatan yang tahu hanya yang empunya. Coba deh perhatikan di bagian tubuh kita yang lain misalkan telunjuk kanan dan kiri kalau diperhatikan dengan seksama pasti tidak sama persis. Jadi payudara Azzam/ Manunggal yang kecil sebelah belum tentu merupakan indikasi adanya suatu penyakit. Kecuali kalau perbedaan yang terlihat begitu mencolok sampai kita merasa tidak nyaman atau disertai rasa sakit, kita harus segera periksa ke dokter tuh, siapa tahu itu salah satu gejala penyakit. Tetap cantik ya... Apa benar kalau ukuran payudara kanan dan kiri bisa berbeda besarnya? Atau payudara kecil sebelah merupakan indikasi adanya suatu penyakit?

Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Beberapa kali saya tidak mendapat menstruasi, tapi bulan berikutnya menstruasi. Siklus seperti ini normal tidak? Dan kenapa bisa terjadi? Siklus menstruasi umumnya terjadi setiap 20-35 hari. Terkadang siklus menstruasi yang dialami remaja memang belum teratur terutama pada remaja sebelum usia 20 tahun. Hal itu disebabkan berbagai hal diantaranya adalah karena belum stabilnya hormon reproduksi pada perempuan (estrogen dan progesteron), disamping itu juga bisa dipengarugi tingkat stress seseorang, dan kegiatan fisik yang cukup melelahkan yang terkadang mempengaruhi siklus menstruasi. Kalau boleh tahu, sekarang usianya berapa nih. Kalau hal tersebut membuat nggak nyaman, nggak ada salahnya kalau konsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk diperiksa kira-kira faktor apa yang mempengaruhi menstruasi yang nggak teratur ini.

Apa benar kalau pria penderita diabetes maka spermanya juga manis karena mengandung gula? Pilar belum pernah menemukan hasil studi mengenai rasa sperma pada penderita diabetes. Yang pasti, kalau seseorang menderita diabetes, sakitnya ini akan berpengaruh pada kualitas sperma yang dihasilkan. Tapi nggak perlu risau dulu, karena kualitas sperma yang turun bukan berarti nggak bisa punya keturunan. Kan masih bisa diterapi, baik diabetesnya maupun sistem reproduksinya. Asal memperbaiki pola hidup dan patuh pada aturan terapi, dunia akan tetap indah kok.

Sperma Penderita Diabetes Manis?

Azzam/ Manunggal

Banyak Rambut =Nafsu Seks Besar?
Saya pernah mendengar mitos, cewek yang punya banyak rambut tangan dan kaki nafsu seksnya besar, benar atau tidak? Munculnya rambut yang banyak di tangan dan kaki disebabkan oleh hormon yang ada pada tubuh, hormon tersebut adalah hormon androgen yang memicu banyaknya rambut di tubuh. Jadi cewek yang punya banyak bulu di tangan dan kaki bukan berarti nafsu seksnya besar, itu hanya mitos semata. Nafsu seks di pengaruhi banyak faktor diantaranya adalah keinginan dari dalam diri seseorang itu sendiri, lingkungan yang mendukung, media dan yang lainnya.

Celana Basah Saat Tidur
Jika kecapekan, kemudian tidur tanpa saya sadari ketika bangun celana saya basah dan keluar cairan, sepertinya sperma padahal saya tidak mimpi jorok. Apa itu benar sperma dan apakah ini gejala suatu penyakit? Sperma biasanya keluar jika sel sperma sudah memenuhi kantong buah sperma melalui hubungan seksual bagi yang sudah menikah. Setiap harinya seorang pria memprodukdi empat ratus juta sel sperma setiap harinya. Jika sel sperma sudah memenuhi kantong buah sperma dia akan dikeluarkan melalui mimpi basah atau diserap lagi oleh tubuh. Biasanya kantung sperma akan menjadi penuh setelah 3 hari. Terjadinya mimpi basah sendiri nggak harus didahului oleh mimpi yang erotis, karena semua itu sudah diatur oleh otak. Jadi, dalam keadaan biasa saja pun, otak tetap akan bekerja memerintah terjadinya mimpi basah. So, nggak perlu risau karena hal ini sama sekali bukan merupakan gejala adanya suatu penyakit dalam tubuh kita.

Namanya I Nyoman Soma
Desember 1973 Aku layu, aku lesu, aku malu. Masih saja kupandangi kopyahku yang juga telah kuyu. Terselip begitu saja ditumpukkan kain-kain lap. Tadinya kopyahku itu berwarna putih, sekarang telah menjelma menjadi abu-abu. Ah, tidak. Bahkan tak pantas disebut abu-abu, coklat kukira, coklat kehitam-hitaman. Aku masih ingat betul, delapan tahun yang lalu, aku masih sangat suka memakainya. Pada saat sholat, mengaji, ataupun hanya sekedar dolan di sore hari, aku selalu memakai kopyah (yang dulu) putih itu.

Oleh: Heri Irfani *)

Oktober 1965 Aku Ari, nama lengkapku Ari Hendra Suratmojo.Aku lahir di Surabaya pada tanggal 13 Mei 1957. Setidaknya, itulah yang tertulis di buku Raport SD-ku. Aku sangat suka nama belakangku, Suratmojo. Nama itu adalah nama ayahku, Kolonel Suratmojo. Seorang Perwira Menengah yang gagah.Aku sangat bangga dengan ayahku. Aku bangga dengan tentara, aku suka mereka. Kata guru di kelasku, tugas tentara sangat berat dan mulia. Itulah yang membuatku bangga mempunyai ayah seorang tentara. Suatu saat nanti, aku juga ingin jadi seorang tentara. Aku ingin jadi Mayor Jendral. Walaupun aku tidak tahu apa itu Mayor, kalau Jendral saja aku sedikit tahu. Hanya terdengar keren saja sebutan itu. Sebulan yang lalu kami sekeluarga pindah ke Klungkung, Bali, karena ayahku dipindahtugaskan ke sini. Aku tidak tahu sebabnya ayah dipindahkan ke sini. Yang aku tahu hanya aku harus meninggalkan rumahku, meninggalkan sekolahku, dan meninggalkan teman-temanku. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus mengikuti ayahku yang selalu kubanggakan. Di sini kami menempati rumah yang tidak terlalu besar, tapi cukuplah dibandingkan dengan rumah-rumah lain di sekitar kami.

56

Seperti yang kuduga sebelumnya, seminggu pertama tinggal di sini sangat membosankan. Rumah baru, sekolah baru, lingkungan baru, tapi tidak ada teman baru.Aku bukan orang yang pandai bergaul, aku bukan orang yang mudah akrab dengan orang lain. Sehari-hariku kuhabiskan dengan main-main sendiri di teras dan halaman rumah, sungguh sangat membosankan. Tidak ada yang datang ke rumahku, kecuali beberapa orang yang semuanya mengenakan pakaian hitam. Mereka sering datang untuk menemui ayahku. Aku tidak tahu siapa mereka, mau apa, dan untuk apa meraka datang ke sini. Hanya ketika aku tanpa sengaja mendengar percakapan mereka, beberapa orang menyebut-nyebut PeKa-I dan Tamin. Aku tidak tahu apa itu, aku tidak peduli. Sekolahku yang baru pun terasa aneh, tidak seperti sekolahku dulu di Surabaya. Di sana dulu masuk setiap hari, dari Senin sampai sabtu, tapi di sini banyak sekali liburnya. Seminggu bisa sampai tiga atau empat kali, kadang-kadang kelas juga mendadak dibubarkan. Aneh sekali rasanya. Minggu kedua sama saja rasanya, terasa lebih membosankan malah. Sudah semakin bosan main sendiri di sekitar rumah, sekolah sudah makin jarang masuk, teman, satu pun aku belum dapatkan di sini. Pada suatu Selasa sore, saat aku duduk sendirian di teras kanan rumahku, aku melihat anak seumuranku sedang memandangi langit, mencari-cari sesuatu. Aku tak tahu, apa yang sedang dia cari. “Kau melihat burungku? Warnanya coklat, ada garis kuning di lehernya.” Tanyanya kepadaku. “Dari tadi aku duduk di sini, tapi aku tidak melihat burung apapun”, jawabku, acuh. Pura-pura tidak peduli dengannya. “Kau punya kantong kresek?” Lagi-lagi dia bertanya, belum mau pergi rupanya. “Ada, di rumahku. Memangnya untuk apa? Aku balik bertanya. “Kita menangkap burung, yuk!” ajaknya bersemangat. Aku masih diam, bingung. Heran, rupanya ada anak yang sangat gampang akrab dengan anak lain. Kukira semua anak sepertiku, yang sangat sulit dekat dengan anak lain.

“Di mana?” aku mencoba menyambut ajakannya “Di belakang rumahku banyak sekali burungburung.” Ucapnya sambil menarik tanganku. *** Hari itulah aku pertama kali mengenalnya. Namanya Soma, I Nyoman Soma. Nama yang aneh sekali kedengarannya di telingaku. Anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakanya sudah menikah semua. Ibunya sudah meninggal sejak ia berumur 4 tahun. Bapaknya ternyata tukang sayur yang biasa lewat depan rumahku. Rumahnya tidak jauh, hanya berjarak empat rumah dari tempatku. Dia anak yang baik sekali. Sejak saat itu, aku tidak pernah merasa bosan lagi. Aku sudah tidak peduli dengan sekolah baruku yang semakin aneh, yang semakin sering libur. Minggu kemarin tidak masuk sama sekali. Hari ini pun baru jam 08.30, sekolah sudah bubar. Aku juga sudah tidak peduli dengan orangorang yang mengenakan pakaian serba hitam yang semakin sering datang ke rumah, hampir tiap hari mereka menemui ayahku. Aku tidak peduli semua itu, dari dulu pun aku tidak peduli. Saat ini aku hanya ingin terus bermain dengan Soma, teman baruku, satu-satunya anak yang bisa membunuh bosanku. Aku malah senang ketika sekolah jarang masuk, aku juga senang ketika orang-orang berpakaian hitam itu semakin sering datang ke rumah. Itu artinya aku memiliki banyak waktu untuk bermain dengan Soma. Dia tidak pernah membosankan, selalu ada saja permainan-permainannya, gurauan-gurauannya, sangat menyenangkan. Ayahnya pun sangat baik dan ramah kepadaku. Dia pandai bergurau dan berkelakar seperti anaknya. Tak pernah terlihat suntuk, selalu tersenyum, walau capek pulang dari menjual sayuran. Tidak seperti ayahku yang selalu kubanggakan, yang selalu serius, seperti tak pernah tersenyum rasanya. *** Suatu selasa pagi, ketika keadaan semakin aneh, sekolah sudah tidak pernah masuk lagi,

57

orang-orang berpakain hitam selalu datang setiap hari, aku dan Soma seperti biasa sedang main di halaman samping rumahku. Kami sedang adu menggambar dengan ranting di atas tanah. Siapa yang gambarnya paling bagus, berarti dialah pemenangnya. Aku menggambar seorang tentara, lengkap dengan senjatanya, hampir seperti tentara sebenarnya yang sangat kubanggakan dan kucita-citakan. Gambar kubuat sebagus mungkin. Aku yakin, akulah yang akan menang nantinya. Setelah gambarku selesai, aku melihat gambar Soma. Bingung, aku tidak mengerti apa yang telah digambarnya. Hanya sebuah kotak yang di dalamnya ada bentuk lekukan seperti bulan sabit bergagang kemudian ada garis-garis seperti palu, keduanya saling menyilang. Ketika kutanya gambar apa itu, dia malah menggeleng. “Aku tidak tahu gambar apa ini, aku hanya pernah melihatnya di jalan.” jawabnya sambil cengar-cengir. Karena masih penasaran, kupanggil ayahku, barangkali dia tahu gambar apa ini. Ketika gambar itu kutunjukkan padanya, ayah malah membentakku, “Siapa yang menggambar ini?” “Soma, Yah. Bukan aku.” “Sekarang juga, kamu masuk ke rumah!!!” bentak ayahku lagi.

Karena sangat takut dengan sikap ayah waktu itu, aku langsung lari masuk ke dalam rumah, meninggalkan ayahku dan Soma yang masih kebingungan. November 1965 Di sini semakin aneh. Bukan hanya sekolah yang sekarang tidak pernah masuk lagi. Ayahku semakin sibuk dengan orang-orang berpakaian hitam itu. Jalanan yang dulu rame sekarang sepi. Rumah-rumah juga sepi, jendela-jendela tertutup. Yang paling aneh, sudah dua minggu aku tidak pernah bertemu dengan Soma, ayahnya pun tidak. Rumahnya pun sepi. Semuanya aneh, semuanya sepi. Kecuali orang-orang berpakaian serba hitam yang selalu ada setiap saat di rumahku sekarang. Desember 1973 Aku malu dengan diriku, aku kecewa dengan ayahku. Aku malu, aku kecewa, aku marah, aku jijik. Masih memandang kopyah yang delapan tahun lalu masih suka kupakai, semakin menghitam. Aku tidak mau menggunakannya lagi. Mereka yang berkopyah, ternyata lebih keji dari mereka yang komunis. *) Mahasiswa Sastra Indonesia 2008

Catatan penulis: Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah korban pembantaian PKI pada November 1965 itu, khususnya di Bali yang memang secara proporsi paling besar. Perkiraan jumlah yang paling rendah adalah 40.000 dan tertinggi adalah 100.000memberikan angka 80.000 sebagai perkiraan yang paling konservatif. Pembantaian yang begitu besar itu terjadi hanya dalam kurun waktu minggu saja. Pembantaian yang terjadi di Bali tidak dilakukan oleh tentara (berbeda dengan di Jawa), melainkan oleh kelompok Tamin (ada yang mengasumsikannya sebagai Tameng Marhaenis Indonesia), yaitu sekolompok warga sipil terutama dari partai lawan politik PKI yang secara sukarela menjadi algojo. Para Tamin ini bertugas mencari informasi, mendata, mendaftar, memburu, menangkap dan membunuh para simpatisan PKI. Mereka tanpa ragu melakukan semua itu karena telah mendapat legimitasi dari pemuka agama (baik Hindu Maupun Islam).

58

Bukan Pasir Waktu, Tapi Kita!
Bagi pecinta games komputer, Prince of Persia bukanlah barang baru. Sejak dirilis pertama kali, Prince of Persia selalu mendapat sambutan luar biasa. Setiap tahun, para gamer senantiasa menunggu rilis terbaru Prince of Persia. Mengharap kesuksesannya setara dengan versi games, Walt Disney Pictures mengemasnya dalam format layar lebar, dengan judul Prince of Persia The Sands of Time.
Cerita diawali dengan serangan tentara Persia ke negeri suci Alamut, yang dipimpin seorang puteri bernama Tamina (Gemma Arterton) yang sangat cantik. Serangan Persia tersebut dibantu tiga pangeran, Tus (Richard Coyle), Garsiv (Toby Kebbell), dan Dastan (Jake Gyllenhaal). Tus dan Garsiv merupakan anak kandung raja Persia bernama Sharaman, sedangkan Dastan merupakan anak angkat yang ditemukan raja di jalanan dan berhasil menarik hati raja Sharman karena keberaniannya. Karena hidup di jalanan, perilaku Dastan sebagai pangeran berbeda dengan saudaranya. Meskipun demikian, dia sangat bertanggung jawab dalam menjaga kerajaannya. Penyerangan ke Alamut dilakukan karena Nizam (Sir Ben Kingsley), adik raja Sharaman. Ia mengatakan negeri suci itu membantu pasokan senjata bagi musuh-musuh Persia, padahal sebenarnya serangan ini dimaksudkan untuk mengambil sebuah pisau belati istimewa. Akhirnya, Alamut berhasil ditaklukkan tentara Persia dan pangeran Dastan menemukan sebuah belati istimewa. Dalam pesta perayaan kemenangan Persia, Dastan, atas usul Tus dan Nizam, memberikan hadiah jubah pada raja yang sudah disiapkan oleh Tus dan Nizam. Setelah mengenakan baju dari Dastan, raja tewas seketika karena baju tersebut mengandung racun. Sehingga Dastan diburu dan diancam hukuman mati karena dijebak oleh Nizam dan Tus. Nizam melakukan itu semua karena ingin merebut belati yang ditemukan Dastan. Ternyata belati tersebut mempunyai kekua-

Jenis Film : Action/fantasy Produser : Jerry Bruckheimer Produksi : Walt Disney Pictures Rating LSF : Dewasa (adult) Durasi : 116 menit Pemain : Jake Gyllenhaal Gemma Arterton Ben Kingsley Alfred Molina Sutradara : Mike Newell Penulis : Jordan Mechner Boaz Yakin

tan untuk membuka wadah pasir waktu yang bisa mengembalikan waktu ke masa lampau. Akhirnya terjadi perang dan petualangan yang hebat demi menyelamatkan belati tersebut dari orang-oarang jahat. Karena di negeri Alamut percaya jika belati tersebut jatuh ke tangan orang jahat , waktu akan diputarbalikan sesukanya sehingga akan membuat dewa-dewa marah dan bisa menimbulkan bencana besar. Secara keseluruhan, jalan cerita film garapan Mike Newell ini sangat menarik dan membuat penonton menebak-nebak bagaimana akhir ceritanya. Intinya, bukan pasir waktu yang bisa mengubah nasib kita, tetapi diri kita sendiri. Dastan pun berseru pada Tamina, we make our own destiny! (Alan)

59

My World, Debut Sang Idola Baru
Release Recorded Genre Label : 17 November 2009 : 2008-2009 : Pop, teen pop, RnB, dance-pop : Island, RBMG

Justin Bieber memang fenomenal. Tidak ada yang menyangka video yang dia upload ke dunia maya melalaui situs YouTube membuatnya terkenal seperti sekarang ini.
Cowok bernama lengkap Justin Drew Bieber ini memulai karir musik dengan mengikuti ajang musik lokal di kotanya, Startford, Kanada. Setelah melihat penampilannya di YouTube, produser terkenal Scooter Braun melirik bakat Justin dan mengontraknya. Single pertamanya, One Time, berhasil nangkring di posisi 26 tangga lagu paling tersohor, The Billboard Hot 100. Setelah sukses dengan debut single, Justin mengeluarkan album pertamanya, My World, November silam, dan album lanjutannya dikeluarkan pada Maret 2010. Ia tidak main-main menggarap album perdananya. Buktinya, dalam album ini Justin bekerjasama dengan musisi-musisi top Hollywood, seperti Usher, Tricky Stewart, The Dream, Midi Mafia, dll. My World terdiri dari tujuh lagu plus dua bonus track. One Time mengawali album ini. Selanjutnya, ada Favorite Girl, Down to Earth, Bigger, One Less Lonely Girl, First Dance, Love Me, Common Denominator dan One Less Lonely Girl. Dari segi musik, album ini adalah perpaduan pop dan RnB. Edisi standar dari My World bisa dipisahken menjadi dua bagian tersendiri. Irama beat sedang RnB dan pop dari lagu One Time, Favorite Girl, Bigger dan Love Me cukup menghentak. Irama menjadi lebih lambat pada lagu First Dance, One Less Lonely Girl dan Down to Earth, yang memasuki nada rendah RnB. Ini menciptakan sebuah keseimbangan pada album produksi Island, RBMG, tersebut. Bila ingin mendengarkan kolaborasi Justin dengan penyanyi terkenal Usher, simak lagu First Dance. Beat yang oke membuat lagu ini enak dijadikan iringan dance. Ada juga Down to Earth, dengan lirik yang terinspirasi dari perceraian orangtuanya. Justin menuturkan, banyak anak yang orangtuanya berpisah, dan mereka harus tahu, bukan merekalah penyebabnya. Album ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Dalam minggu pertama, penjualan album berdurasi 25 menit ini mencapai 137 ribu. Ini menjadikannya opening release terbaik dari seorang pemula pada 2009, sebelum dikalahkan Susan Boyle dangan I Dreamed a Dream. Secara keseluruhan, My World bercerita tentang cinta, topik yang tidak ada habisnya untuk dikupas. Namun, cinta yang ditawarkan Justin tentu cinta ala anak ABG yang easy listening. Selain itu, Justin juga menulis sendiri lagu-lagu dalam album perdananya ini. Tertarik mendengarkan? (Makrus)

60

Listen Up!, Perpaduan Sepakbola dan Budaya Afrika
Tsamina mina, eh eh… Waka waka, eh eh… Tsamina mina zangalewa… This time for Africa…
Siapa tak kenal lagu Waka Waka diatas? Ya, sepenggal lirik tersebut tentu fasih dilantunkan berjuta orang di dunia, seiring dengan terselenggaranya momen akbar FIFA World Cup 2010. Rilis pada 31 Mei silam, Listen Up! merupakan official album Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, dengan Waka Waka sebagai salah satu lagunya. Album ini merupakan kolabirasi dari penyanyi ternama dan penyanyi serta penulis lagu Afrika. Tak heran, album ini dianggap perpaduan sepakbola dan budaya Afrika yang khas. Mengawali album, Sign of Victory yang dibawakan R Kelly and Soweto Spiritual Singers siap menggebrak. Sesuai judulnya, lagu ini sangat segar dan memotivasi,. Duet penyanyi tersebut menciptakan harmoni yang cantik. Dipadu dengan drum Afrika, Sign of Victory menghasilkan crescendo dramatis yang menawan. Bila Sign of Victory adalah lagu pemanasan, maka Waka Waka (This Time for Africa) bisa dikatakan sebagai inti album. Bersama Freshlyground, band asal Afrika Selatan, Shakira menyanyikan lagu tersebut. Lagu ini lebih merupakan pemompa semangat, bukan selebrasi layaknya official song even olahraga lain. Waka Waka kental dengan ciri khas musik Afrika. Alunan gitar tradisional Afrika Selatan dipadu irama musik Afro-Kolombia dan beat Soca (musik asli Trinidad & Tobago) sangat

Judul album : Listen Up! The Official 2010 FIFA World Cup Album Rilis : 31 Mei 2010 Produksi : Sony Music Entertainment Genre : Dance Bahasa : English, Portuguese Label : Epic
terasa dalam alunan lagu tersebut. Track yang menggambarkan kesenangan dalam sepak bola ini mengambil refrain lagu grup band Kamerun, Golden Sound alias Zangalewa. Golden Sound lahir di Afrika dan beranggotakan orang-orang Afrika. Single mereka yang paling terkenal adalah Zangalewa, sehingga Golden Sound tenar dengan nama tersebut. Sebelumnya, Shakira dinilai tidak layak membawakan lagu itu karena musiknya dianggap tidak bercorak warga Afsel. Shakira juga bukan warga Afsel. Namun, Shakira dinilai sukses membawakan lagu ini sebagai theme song Piala Dunia 2010. Selain Sign of a Victory dan Waka Waka, album ini berisi dua belas lagu, antara lain, Viva Africa, Game On, Move On Up, Shosholoza 2010, Hope, dll. Konon, hasil penjualan album ini akan didonasikan kepada Lembaga Amal 20 Centres for 2010 Campaign. Kegiatan ini meliputi bantuan dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta akademi sepak bola. (Mia)

61

Larut Dalam Mantera Sakti “Man Jadda Wajada”
Apa yang dimaksud Negeri 5 Menara? Negeri yang memiliki lima buah menara kah? Atau hanya istilah? Pertanyaan ini baru akan segera terjawab setelah membaca buku setebal 422 halaman ini.
Cerita dibuka dengan pertemuan kembali Alif Fikri (tokoh utama) yang sedang bekerja di Washington dengan kawan lamanya di pondok pesantren. Kemudian, Fuadi sang pengarang membawa kita larut ke dalam kisah asyik dua sekawan tersebut selama di Pondok Madani. Sama seperti teman-temannya,Alif Fikri yang baru lulus SMP ingin melanjutkan pendidikan ke SMA. Di sisi lain,Amak, ibundaAlif, menyarankan agar dia bersekolah di madrasah aaliyah untuk mendalami ilmu agama. Padahal,Alif bercita-cita menjadi seorang pemikir seperti BJ Habibie. Amak tetap tidak mengizinkan, hingga Alif memutuskan untuk merantau ke Jawa Timur. Ia bersekolah di Pondok Madani yang menganut dormintory system atas saran pamannya. Baginya, lebih baik bersekolah pesantren yang jauh dari tanah Minang daripada harus masuk sekolah agama lagi di daerah yang sama. Lembar baru kehidupan Alif dimulai. Seorang anak asli Maninjau yang tidak pernah keluar dari kampungnya harus bermalam tiga hari di bus, melintasi jalur trans Sumatera-Jawa, menyeberangi selat, dan menuju Pondok Madani di Jawa Timur. Selama menjalani pendidikan di Pondok Madani, pertemuannya dengan Dulmajid dari Sumenep dan Raja dari Medan membawa mereka ke dalam petualangan yang mengasyikan. Said Jufri, Atang dan Baso dari Gowa juga turut serta dalam pertualangan tersebut. Pengalaman demi pengalaman seru pun mereka lalui bersama. Mulai dari melanggar peraturan pondok dan insiden jewer kuping, hingga mengarang cerita kepada Ustad Torik agar dii-

Informasi buku Judul : Negeri 5 Menara Pengarang : A. Fuadi Halaman : 422 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan Pertama : Juli 2009
zinkan keluar dari pondok untuk refreshing. Aktivitas pondok yang jarang diekspos novelis lain, tergambar jelas dalam novel ini. Suasana shalat berjamaah, pelajaran menghafalAl-Quran, mempelajari tafsir, hingga pelajaran bahasa Arab dan Inggris digambarkan secara mendetail. Nilai-nilai spiritualitas terasa kentara sekali disini, tapi tidak membuat novel ini lantas kehilangan semangat untuk membuat pribadi menjadi lebih baik. Melalui penyampaian materi dari Ustad Salman, kita diajak untuk mempersiapkan diri untuk sukses. Caranya adalah dengan going to the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata dan tidak mengijinkan diri dipengaruhi oleh unsur di luar diri. Pelajaran ini menempaAlif dan kawankawan menjadi pribadi yang tangguh dan tidak gampang menyerah. Dengan semangat yang hampir sama dengan buku Laskar Pelangi, novel ini juga mengajarkan tentang indahnya perbedaan, nilai-nilai agama yang dapat dengan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, motivasi, kerja keras, dan semangat untuk menggapai mimpi. Mantera sakti “Man Jadda Wajada” atau yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil” telah menjelma seperti tagline bagi Negeri 5 Menara itu sendiri. (Afid)

62

Barisan rumah-rumah bercerobong terlihat mengeluarkan asap saat Manunggal menelusuri daerah pengasapan ikan di Kelurahan Bandarharjo, Semarang. Pemandangan masyarakat yang sedang bergelut dengan ikan bisa kita temui di dalam rumah-rumah tersebut. Kegiatan pengasapan ikan dimulai setelah subuh. Pekerja pria bertugas memotongmotong ikan mentah hingga kecil dan tak menyisakan duri. Selanjutnya, perempuan-perempuan inilah yang mulai mengolahnya menjadi ikan panggang yang nikmat. Tangan-tangan mereka terampil mengolah ikan, mulai dari proses pencucian, pengeringan hingga pemanggangan. Meskipun bau amis dan kepulan asap menyelimuti tubuh, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyajikan makanan laut ini. Foto dan teks: Satya Sandida

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->