Standar Pelayanan Minimal

Oleh
Sampara Lukman Kementerian Dalam Negeri RI Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Disampaikan di Badan DIKLAT Prov. SUMUT pada Tgl. 27 Juli 2010
Kontak Person: HP. 0812 9351 777 E-mail : samparalukman@yahoo.co.id

Berfikir. duli. Memberikan solusi. Customer Focus : 1. jujur. Inovatif. Disiplin. Kompeten & bertanggung jawab. Trust : 1. Penyelenggaraan Pelayanan: 1. Integrity : 1. Profesionalism : 1. Excellence : Saling menghargai. 2. tulus. Keberhasilan Penyelenggaraan Takel Kepemerintahan . 2. 4. berkata & bertindak terpuji 2. Mengutamakan pelayanan & kepuasan 3. pro aktif & cepat tanggap.Hal2 Yang Menjadi Komitmen Dlm. Orientasi pada nilai tambah & perbaikan. 2. & terbuka. 5. 2.

2005) Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. .Standar Pelayanan Minimal (PP No. 65 Thn.

hasil dan/atau manfaat pelayanan. proses.Indikator SPM (PP No. 65 Thn. . 2005) Indikator SPM adalah tolok ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu. berupa masukan.

2005) Pelayanan Dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial. .Pelayanan Dasar (PP No. 65 Thn. ekonomi dan pemerintahan.

2005) (1) SPM disusun sebagai alat Pemerintah dan Pemerintahan Daerah untuk menjamin akses dan mutu pelayanan dasar kepada masyarakat secara merata dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib. (4) SPM bersifat sederhana. prioritas dan kemampuan keuangan nasional dan daerah serta kemampuan kelembagaan dan personil daerah dalam bidang yang bersangkutan. 65 Thn.PRINSIP-PRINSIP STANDAR PELAYANAN MINIMAL (PP No. mudah diukur. (2) SPM ditetapkan oleh Pemerintah dan diberlakukan untuk seluruh Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. terjangkau dan dapat dipertanggungjawabkan serta mempunyai batas waktu pencapaian. terbuka. . (5) SPM disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan. konkrit. (3) Penerapan SPM oleh Pemerintahan Daerah merupakan bagian dari penyelenggaraan pelayanan dasar nasional.

(2) Penyusunan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur urusan wajib. (3) Dalam penyusunan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan jenis pelayanan dasar. 65 Thn. .PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (PP No. 2005) (1) Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah NonDepartemen menyusun SPM sesuai dengan urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2). indikator SPM dan batas waktu pencapaian SPM.

(3) Pemerintahan Daerah menyusun rencana pencapaian SPM yang memuat target tahunan pencapaian SPM dengan mengacu pada batas waktu pencapaian SPM sesuai dengan Peraturan Menteri. 65 Thn. (2) SPM yang telah ditetapkan Pemerintah menjadi salah satu acuan bagi Pemerintahan Daerah untuk menyusun perencanaan dan penganggaran penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. . 2005) (1) Pemerintahan Daerah menerapkan SPM sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri.PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (PP No.

Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) sesuai klasifikasi belanja daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD).PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (PerMendagri 06 Thn. (5) Target tahunan pencapaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dituangkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kebijakan Umum Anggaran (KUA). 2007) (4) Rencana pencapaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategi Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). .

b. Indikator dan nilai SPM. c. Jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM. dan d. . Pengorganisasian penyelenggaraan SPM. Batas waktu pencapaian SPM.Ruang lingkup penyusunan dan penetapan SPM oleh Menteri/Lembaga Pemerintah Non Departemen : a.

c. termasuk implikasi kelembagaan dan pembiayaannya. dan politik warga. ekonomi.Penentuan jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM: (PerMendagri 06 Thn. 2007) a. dan d. dan konvensi internasional yang sudah diratifikasi. Terutama yang tidak menghasilkan keuntungan materi. rencana jangka panjang nasional. b. Merupakan bagian dari pelaksanaan urusan wajib. Didukung dengan data dan informasi terbaru yang Iengkap secara nasional serta latar belakang pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pelayanan dasar sebagaimana dimaksud pada huruf b. . tanpa memandang latar belakang pendapatan. dengan berbagai implikasinya. sosial. Merupakan pelayanan yang sangat mendasar yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal sehingga dijamin ketersediaannya oleh konstitusi.

seperti sarana dan prasarana. meliputi pelayanan yang diberikan. pembiayaan. . c. pemerintah dan pemerintahan daerah. pengelolaan dan keluaran. Tingkat kemanfaatan yang dirasakan sebagai nilai tambah. termasuk kualitas hidup. seperti program atau kegiatan yang dilakukan. termasuk upaya pengukurannya. kepuasan konsumen atau masyarakat. Wujud pencapaian kinerja. mencakup waktu. penetapan. dan e. Keterkaitannya dengan keberadaan sistem informasi. dunia usaha. Tahapan yang digunakan. dan perubahan perilaku masyarakat. pelaporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjamin pencapaian SPM dapat dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah secara berkelanjutan. hasil dan dampak. 2007) a. Tingkat atau besaran sumberdaya yang digunakan. lokasi.Penentuan indikator SPM Menggambarkan: (PerMendagri 06 Thn. d. persepsi. b. dan personil. dana.

Cakupan jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM secara nasional dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan nasional dan daerah serta kemampuan kelembagaan dan personil daerah dalam bidang pelayanan dasar yang bersangkutan. 2007) a. serta keterkaitannya dengan SPM dalam suatu bidang pelayanan yang sama dan dengan SPM dalam bidang pelayanan yang lain. b.Penentuan nilai SPM mengacu pada: (PerMendagri 06 Thn. termasuk kondisi geografisnya. . Kualitas berdasarkan standar teknis dari jenis pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM dengan mempertimbangkan standar pelayanan tertinggi yang telah dicapai dalam bidang pelayanan dasar yang bersangkutan di daerah dan pengalaman empiris tentang cara penyediaan pelayanan dasar yang bersangkutan yang telah terbukti dapat menghasilkan mutu pelayanan yang hendak dicapai. variasi kondisi daerah.

2007) a. dan d. c. Sasaran dan tingkat pelayanan dasar yang hendak dicapai. potensi. Variasi faktor komunikasi. . Kemampuan. serta prioritas nasional dan daerah. b. Status jenis pelayanan dasar yang bersangkutan pada saat ditetapkan. demografi dan geografi daerah.Penentuan batas waktu pencapaian SPM mempertimbangkan : (PerMendagri 06 Thn.

Konsensus. Terjangkau. yaitu disepakati bersama oleh komponen-komponen atau unit-unit kerja yang ada pada departemen/Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang bersangkutan. Terukur. yaitu dapat dicapai bersama SPM jenis-jenis pelayanan dasar lainnya dengan menggunakan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia. 2007) a. . Terbuka. b. e. g. Bertahap. yaitu dapat dihitung atau dianalisa. f. dan personil dalam pencapaian SPM. kelembagaan. yaitu memiliki dimensi ruang dan waktu serta persyaratan atau prosedur teknis. yaitu mengikuti perkembangan kebutuhan dan kemampuan keuangan. c. Nyata. yaitu mudah dimengerti dan dipahami. dan h. d. yaitu dapat diakses oleh seluruh warga atau lapisan masyarakat.PRINSIP PENYUSUNAN DAN PENETAPAN SPM (PerMendagri 06 Thn. Sederhana. Akuntabel. yaitu dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

. b. Tim Konsultasi Penyusunan SPM melakukan pembahasan atas usulan SPM yang disampaikan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen bersama perwakilan Departemen/ Lembaga Pemerintah Non-Departemen yang bersangkutan.Tatacara penyusunan dan penetapan SPM oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen: (PerMendagri 06 Thn. c. Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen menyusun usulan SPM jenis pelayanan dasar pelaksanaan urusan wajib dalam lingkup tugas dan fungsinya. 2007) a. Usulan SPM yang disusun tersebut pada huruf a disampaikan kepada Tim Konsultasi Penyusunan SPM yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri untuk dibahas kesesuaian dan kelayakannya serta keterkaitannya dengan SPM jenis pelayanan dasar yang lain.

Berdasarkan rekomendasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf d. Direktur Jenderal Otonomi Daerah kepada Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah melalui Sekretariat DPOD untuk mendapatkan rekomendasi. Hasil pembahasan sebagaimana dimaksud pada huruf c disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri cq. . usulan SPM disampaikan oleh Tim Konsultasi Penyusunan SPM kepada Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen untuk ditetapkan oleh Menteri terkait sebagai SPM jenis pelayanan dasar yang bersangkutan. dan e. 2007) d.Tatacara penyusunan dan penetapan SPM oleh Menteri/Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Departemen: (PerMendagri 06 Thn.

dan efektivitas dari pelayanan dasar terhadap kebijakan dan pencapaian tujuan nasional. b. Menganalisa dampak. RPJM. Mengkaji standar jenis pelayanan dasar yang sudah ada dan/atau standar teknis yang mendukung penyelenggaraan jenis pelayanan dasar yang bersangkutan.Langkah-Langkah Penyusunan usulan SPM (PerMendagri 06 Thn. efisiensi. . 2007) a. RKP dan dokumen kebijakan nasional lainnya. serta konvensi/perjanjian internasional yang telah diratifikasi. c. Menyelaraskan jenis pelayanan dasar yang bersangkutan dengan pelayanan dasar yang tertuang dalam konstitusi.

Langkah-Langkah Penyusunan usulan SPM d. Menyusun rancangan SPM sementara. Menganalisa pembiayaan pencapaian SPM secara nasional dan daerah. e. f. Menggali masukan dari masyarakat dan kelompokkelompok profesional terkait. Melakukan konsultasi dengan sektor-sektor terkait dan daerah. Menganalisa data dan informasi yang tersedia. Mengkaji status pelayanan dasar saat ini. termasuk tingkat pencapaian tertinggi secara nasional dan daerah. h. . i. g. Menganalisa dampak kelembagaan dan personil penerapan SPM oleh pemerintahan daerah. dan j.

Jangka waktu pencapaian SPM. meliputi: (PerMendagri 06 Thn. 2. dan 3. 2007) 1. Hak dan kewajiban dari pihak penyelenggara SPM.persyaratan teknis dan administratif bagi lembaga penyelenggara pelayanan dasar yang berpedoman pada SPM. . Besaran dan rincian biaya pencapaian SPM.

(5) Format laporan umum tahunan kinerja penerapan dan pencapaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (2). (4) Berdasarkan laporan umum tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Gubernur menyusun laporan umum tahunan kinerja penerapan dan pencapaian SPM. dan ayat (3) mengacu pada Lampiran II Peraturan ini. 2007) (1) Bupati/Walikota menyusun dan menyampaikan laporan umum tahunan kinerja penerapan dan pencapaian SPM kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur. ayat (2). dan ayat (3).PELAPORAN SPM (PerMendagri 06 Thn. (3) Gubernur menyampaikan ringkasan laporan umum tahunan kinerja penerapan dan pencapaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) kepada Menteri Dalam Negeri. Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi. .

5 Kunci Sukses Dalam mewujudkan Pelayanan Minimal 1. Kelayakan Tujuan dan idealisme 5. Pengetahuan dan kesadaran diri . Kedamaian pikiran 2. Kesehatan dan energi 3. Hubungan penuh cinta 4.

sampai jumpa dilain waktu Kontak Person: HP. mohon maaf atas hilaf & salah.id .TERIMA KASIH.co. 0812 9351 777 E-mail: samparalukman@yahoo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful