Anda di halaman 1dari 6

Anatomi Dasar Sistem Pernafasan

Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru-
paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam
rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan rongga
perut olehdiafragma.

Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan


a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh
bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan
saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang
mengganggu jalan napas.
b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.
c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan
nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.
e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut
pleura.
f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus,
bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat
menghangatkan udara sebelum sampai ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan
yang memungkinkan kotoran atau benda asing yang masuk dapat dikeluarkan baik
melalui batuk ataupun bersin.
Paru-paru dibungkus olehpleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru,
disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding
rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura
yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan
paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada.
Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel
tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan
dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
- Tulang rusuk terangkat ke atas
- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga
udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
- Diafragma datar
- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada
mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan
a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan
oleh
bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah
penyempitan
saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami
kontraksi yang
mengganggu jalan napas.
b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.
c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang
mempersempit jalan
nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.
e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau
disebut
pleura.
f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
Proses PeMbuataN Tape KetaN Hitam

Alat daN bahan


1. Pengukus nasi (langseng) 1 buah
2. Panci atau baskom 1 buah
3. Tampah 1 buah
4. Cukil kayu 1 buah
5. Kipas 1 buah
6. Keler/daun pisang/plastik
7. Beras ketan hitam atau ketan putih
8. Ragi tape
Prosedur kerja
1. Cuci bersih semua peraltan yang akan digunakan, lalu keringkan

2. Cuci bersih beras ketan yang akan digunakan

3. Rendamlah beras ketan tersebut selama 12 jam


4. Setelah direndam selama 12 jam, angkat beras ketan
tersebut lalu bilas dengan air beberapa kali

5. Kukus beras ketan tersebut sampai matang


6. Angkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom,
dinginkan dengan cara mengipasinya

7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan


aduk sampai merata

8. Bungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau
masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Simpan selama 2-3 hari
catatan:
1. Banyaknya ragi yang digunakan disesuaikan dengan jumlah beras ketan. Bila terlalu
banyak akan mempercepat proses fermentasi dan menyebabkan rasa tape menjadi pengar,
bila terlalu sedikit dapat menyebabkan tape yang terbentuk tidak manis dan terasa keras
2. Takaran ragi yang tepat biasanya diperoleh berdasarkan pengalaman
3. Kualitas tape yang baik turut ditentukan oleh jenis ragi yang digunakan dan asal ragi
tersebut.
Cara membuat Tape singkong

Bahan:
Singkong 5 kg
Ragi 5 butir

Cara pembuatan:
Singkong dipotong-potong ukuran sedang, kupas dan cuci bersih.
Kukus sebentar sampai agak empuk, jangan sampai mekar. Angkat dan biarkan agak
dingin.
Haluskan/hancurkan ragi tape (biasanya ragi tape berbentuk bola putih sebesar baso, atau
lebih kecil lagi, dan dijual dalam plastik kecil berisi 3-4 bola ragi).
Taburkan secara merata ke seluruh permukaan singkong. Tutup dengan daun pisang (atau
pembungkus plastik yang dilubangi di beberapa tempat dan tutup dengan kain serbet).
Simpan di tempat hangat selama 1-2 hari sampai singkong menjadi empuk.

Proses pembuatan tape singkong adalah:


1. Pilihlah singkong yang bagus dan rata, kemudian dikupas, dipotong- potong
sesuai selera dan dicuci bersih.
2. Kemudian potongan singkong tersebut direbus sampai matang kemudian
ditiriskan.
3. Tunggu singkong tersebut sampai dingin, bias juga pakai kipas angin.
4. Sediakan ragi tape yang bias dibeli di took obat makanan, kemudian ditumbuk
halus dan diayak pakai ayakan atau saringan.
5. Taburkan ragi halus ke singkong-singkong yang sudah dingin sampai rata.
6. Sediakan tempat untuk menyimpan singkong yang sudah ditaburi ragi tersebut,
bias memakai plastic ataupun memakai daun pising atau daun jati.
7. Peram bungkusan singkong tersebut kurang lebih 3 hari
8. Setelah 3 hari bukalah bungkusan singkong tersebut, dan tape singkong siap.
PertaNyaaN

1. Proses apakah yang terjadi pada saat pembuatan tape ?

Jawab ; FerMentasi

2. Apa fungsi ragi pada saat pembuatan tape ?

Jawab ; Untuk membantu proses fermentsi.

3. DiManakah terdapat jamur sakaronameter dan apa fungsinya ?

Jawab ; Ragi yang berfungsi untuk merubah karbohidrat yang terdapat pada
singkong beras ketan hitam menjadi gula sederhana ( Polysakarida) .