Anda di halaman 1dari 28

METODE PENELITIAN KUALITATIF Bab II Perspektif Teoritis dan Kajian Pustaka

A. Pengantar Bab III Metode Penelitian


Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, Pendekatan
tema, topik, dan judul penelitian berbeda Batasan Istilah
secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik Unit Analisis
substansial maupun materil kedua penelitian Deskripsi Setting Penelitian
itu berbeda berdasarkan filosofis dan Pengumpulan Data
metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum Analisis Data
memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi Keabsahan data
yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Bab IV Hasil dan pembahasan
Akan tetapi masalah-masalah kualitatif Bab VI Kesimpulan dan saran
berwilayah pada ruang yang sempit dengan Daftar pustaka
tingkat variasi yang rendah namun memiliki Lampiran
kedalaman bahasan yang tak terbatas. Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses yang ada dalam penelitian kualitatif, yaitu:
penelitian dan pemahaman yang berdasarkan 1. Judul, singkat dan jelas serta
pada metodologi yang menyelidiki suatu mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian
fenomena sosial dan masalah manusia. Pada penelitian. Penulisan judul sedapat mungkin
pendekatan ini, peneliti membuat suatu menghindari berbagai tafsiran yang
gambaran kompleks, meneliti kata-kata, bermacam-macam dan tidak bias makna.
laporan terinci dari pandangan responden, dan 2. Abstrak, ditulis sesingkat mungkin tetapi
melakukan studi pada situasi yang alami mencakup keseluruhan apa yang tertulis di
(Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor dalam laporan penelitian. Abstrak penelitian
(Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa selain sangat berguna untuk membantu
metodologi kualitatif merupakan prosedur pembaca memahami dengancepat hasil
penelitian yang menghasilkan data deskriptif penelitian, juga dapat merangsang minat dan
berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari selera orang lain untuk membacanya.
orang-orang dan perilaku yang diamati. 3. Perspektif teoritis dan kajian pustaka,
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi perspektif teori menyajikan tentang teori yang
alamiah dan bersifat penemuan. Dalam digunakan sebagai perpektif baik dalam
penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen membantumerumuskan fokus kajian penelitian
kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki maupun dalam melakukan analisis data atau
bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa membahas temuan-temuan penelitian.
bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi Sementara kajian pustaka menyajikan tentang
obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. studi-studi terdahulu dalam konteks fenomena
Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan masalah yang sama atau serupa.
dan terikat nilai. Penelitian kualitatif 4. Metode yang digunakan, menyajikan secara
digunakan jika masalah belum jelas, untuk rinci metode yang digunakan dalam proses
mengetahui makna yang tersembunyi, untuk penelitian.
memahami interaksi sosial, untuk 5. Temuan–temauan penelitian, menyajikan
mengembangkan teori, untuk memastikan seluruh temuan penelitian yang
kebenaran data, dan meneliti sejarah diorganisasikan secara rinci dan sistematis
perkembangan. sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian
penelitian. Temuan-temuan penelitian yang
B. Sistematika Penelitian Kualitatif disajikan dalam laporan penelitian merupakan
Judul serangkaian fakta yang sudah direduksi secara
Abstrak cermat dan sistematis, dan bukan kesan
Kata Pengantar selintas peneliti apalagi hasil karangan atau
Daftar Isi manipulasi peneliti itu sendiri.
Daftar Gambar 6. Analisis temuan– temuan penelitian. Hasil
Bab I Pendahuluan temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut
Konteks Penelitian dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan
Fokus Kajian Penelitian makna di balik fakta. Dalam melakukan
Tujuan Penelitian pembahasan terhadap temuan-temuan
Manfaat Penelitian penelitian, peneliti harus kembali mencermati
secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif sebuah penelitian. Sebagai proses, etnografi
teoritis yang digunakan. melibatkan pengamatan yang cukup panjang
terhadap suatu kelompok, dimana dalam
C. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam
Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis keseharian hidup responden atau melalui
penelitian, yaitu: wawancara satu per satu dengan anggota
1. Biografi kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti
Penelitian biografi adalah studi tentang atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan
individu dan pengalamannya yang dituliskan interaksi dalam kelompok.
kembali dengan mengumpulkan dokumen dan 5. Studi kasus
arsip-arsip. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian studi kasus adalah studi yang
mengungkap turning point moment atau mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan
epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat terperinci, memiliki pengambilan data yang
mempengaruhi atau mengubah hidup mendalam, dan menyertakan berbagai sumber
seseorang. Peneliti menginterpretasi subjek informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu
seperti subjek tersebut memposisikan dirinya dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa
sendiri. program, peristiwa, aktivitas, atau individu.
2. Fenomenologi
Penelitian fenomenologi mencoba D. Metode Pengumpulan Data
menjelaskan atau mengungkap makna konsep Beberapa metode pengumpulan data dalam
atau fenomena pengalaman yang didasari oleh penelitian kualitatif, yaitu:
kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. 1. Wawancara
Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang Wawancara merupakan alat re-cheking atau
alami, sehingga tidak ada batasan dalam pembuktian terhadap informasi atau
memaknai atau memahami fenomena yang keterangan yang diperoleh sebelumnya.
dikaji. Menurut Creswell (1998:54), Tehnik wawancara yang digunakan dalam
Pendekatan fenomenologi menunda semua penelitian kualitatif adalah wawancara
penilaian tentang sikap yang alami sampai mendalam. Wawancara mendalam (in–depth
ditemukan dasar tertentu. Penundaan ini biasa interview) adalah proses memperoleh
disebut epoche (jangka waktu). Konsep keterangan untuk tujuan penelitian dengan
epoche adalah membedakan wilayah data cara tanya jawab sambil bertatap muka antara
(subjek) dengan interpretasi peneliti. Konsep pewawancara dengan informan atau orang
epoche menjadi pusat dimana peneliti yang diwawancarai, dengan atau tanpa
menyusun dan mengelompokkan dugaan awal menggunakan pedoman (guide) wawancara, di
tentang fenomena untuk mengerti tentang apa mana pewawancara dan informan terlibat
yang dikatakan oleh responden. dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
3. Grounded theory Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang
Walaupun suatu studi pendekatan menekankan peneliti saat mewawancarai responden adalah
arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas
individu, tujuan pendekatan grounded theory pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan
adalah untuk menghasilkan atau menemukan nonverbal. Dalam mencari informasi, peneliti
suatu teori yang berhubungan dengan situasi melakukan dua jenis wawancara, yaitu
tertentu . Situasi di mana individu saling autoanamnesa (wawancara yang dilakukan
berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam dengan subjek atau responden) dan
suatu proses sebagai respon terhadap suatu aloanamnesa (wawancara dengan keluarga
peristiwa. Inti dari pendekatan grounded responden). Beberapa tips saat melakukan
theory adalah pengembangan suatu teori yang wawancara adalah mulai dengan pertanyaan
berhubungan erat kepada konteks peristiwa yang mudah, mulai dengan informasi fakta,
dipelajari. hindari pertanyaan multiple, jangan
4. Etnografi menanyakan pertanyaan pribadi sebelum
Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu building raport, ulang kembali jawaban untuk
budaya atau sistem kelompok sosial. peneliti klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol
menguji kelompok tersebut dan mempelajari emosi negatif.
pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup. 2. Observasi
Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil
observasi adalah ruang (tempat), pelaku, pengumpulan data yang umumnya dilakukan
kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau pada penelitian kualitatif dengan tujuan
peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti menemukan makna sebuah tema menurut
melakukan observasi adalah untuk menyajikan pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini
gambaran realistik perilaku atau kejadian, digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari
untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang
mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi terpusat pada suatu permasalahan tertentu.
yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek FGD juga dimaksudkan untuk menghindari
tertentu melakukan umpan balik terhadap pemaknaan yang salah dari seorang peneliti
pengukuran tersebut. terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.
Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa
bentuk observasi yang dapat digunakan dalam E. Teknik Analisis Data
penelitian kualitatif, yaitu observasi Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif
partisipasi, observasi tidak terstruktur, dan di dasarkan pada pendekatan yang digunakan.
observasi kelompok tidak terstruktur. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian
a. Observasi partisipasi (participant kualitatif, yaitu:
observation) adalah metode pengumpulan data 1. Biografi
yang digunakan untuk menghimpun data Langkah-langkah analisis data pada studi
penelitian melalui pengamatan dan biografi, yaitu:
pengindraan dimana observer atau peneliti a. Mengorganisir file pengalaman objektif
benar-benar terlibat dalam keseharian tentang hidup responden seperti tahap
responden. perjalanan hidup dan pengalaman. Tahap
b. Observasi tidak berstruktur adalah observasi tersebut berupa tahap kanak-kanak, remaja,
yang dilakukan tanpa menggunakan guide dewasa dan lansia yang ditulis secara
observasi. Pada observasi ini peneliti atau kronologis atau seperti pengalaman
pengamat harus mampu mengembangkan daya pendidikan, pernikahan, dan pekerjaan.
pengamatannya dalam mengamati suatu objek. b. Membaca keseluruhan kisah kemudian
direduksi dan diberi kode.
c. Observasi kelompok adalah observasi yang c. Kisah yang didapatkan kemudian diatur
dilakukan secara berkelompok terhadap suatu secara kronologis.
atau beberapa objek sekaligus. d. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan
mengkaji makna kisah yang dipaparkan, serta
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencari epipani dari kisah tersebut.
observasi adalah topografi, jumlah dan durasi, e. Peneliti juga melihat struktur untuk
intensitas atau kekuatan respon, stimulus menjelaskan makna, seperti interaksi sosial
kontrol (kondisi dimana perilaku muncul), dan didalam sebuah kelompok, budaya, ideologi,
kualitas perilaku. dan konteks sejarah, kemudian memberi
3. Dokumen interpretasi pada pengalaman hidup individu.
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan f. Kemudian, riwayat hidup responden di tulis
dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. dengan berbentuk narasi yang berfokus pada
Sebagian besar data yang tersedia adalah proses dalam hidup individu, teori yang
berbentuk surat-surat, catatan harian, berhubungan dengan pengalaman hidupnya
cenderamata, laporan, artefak, foto, dan dan keunikan hidup individu tersebut.
sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas 2. Fenomenologi
pada ruang dan waktu sehingga memberi Langkah-langkah analisis data pada studi
peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal- fenomenologi, yaitu:
hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara a. Peneliti memulai mengorganisasikan semua
detail bahan dokumenter terbagi beberapa data atau gambaran menyeluruh tentang
macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, fenomena pengalaman yang telah
buku atau catatan harian, memorial, klipping, dikumpulkan.
dokumen pemerintah atau swasta, data di b. Membaca data secara keseluruhan dan
server dan flashdisk, data tersimpan di membuat catatan pinggir mengenai data yang
website, dan lain-lain. dianggap penting kemudian melakukan
4. Focus Group Discussion (FGD) pengkodean data.
Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik c. Menemukan dan mengelompokkan makna
pernyataan yang dirasakan oleh responden a. Mengorganisir file.
dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap b. Membaca keseluruhan informasi dan
pernyataan pada awalnya diperlakukan memberi kode.
memiliki nilai yang sama. Selanjutnya, c. Menguraikan setting sosial dan peristiwa
pernyataan yang tidak relevan dengan topik yang diteliti.
dan pertanyaan maupun pernyataan yang d. Menginterpretasi penemuan.
bersifat repetitif atau tumpang tindih e. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel,
dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya gambar, atau uraian.
horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk 5. Studi kasus
atau penyusun dari phenomenon yang tidak Langkah-langkah analisis data pada studi
mengalami penyimpangan). kasus, yaitu:
d. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan a. Mengorganisir informasi.
ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran b. Membaca keseluruhan informasi dan
tentang bagaimana pengalaman tersebut memberi kode.
terjadi. c. Membuat suatu uraian terperinci mengenai
e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian kasus dan konteksnya.
secara keseluruhan dari fenomena tersebut d. Peneliti menetapkan pola dan mencari
sehingga menemukan esensi dari fenomena hubungan antara beberapa kategori.
tersebut. Kemudian mengembangkan textural e. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi
description (mengenai fenomena yang terjadi dan mengembangkan generalisasi natural dari
pada responden) dan structural description kasus baik untuk peneliti maupun untuk
(yang menjelaskan bagaimana fenomena itu penerapannya pada kasus yang lain.
terjadi). f. Menyajikan secara naratif.
f. Peneliti kemudian memberikan penjelasan F. Keabsahan Data
secara naratif mengenai esensi dari fenomena Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan
yang diteliti dan mendapatkan makna kebenarannya karena beberapa hal, yaitu
pengalaman responden mengenai fenomena subjektivitas peneliti merupakan hal yang
tersebut. dominan dalam penelitian kualitatif, alat
g. Membuat laporan pengalaman setiap penelitian yang diandalkan adalah wawancara
partisipan. Setelah itu, gabungan dari dan observasi mengandung banyak kelemahan
gambaran tersebut ditulis. ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi
3. Grounded theory tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang
Langkah-langkah analisis data pada studi kurang credible akan mempengaruhi hasil
grounded theory, yaitu: akurasi penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan
a. Mengorganisir data beberapa cara menentukan keabsahan data,
b. Membaca keseluruhan informasi dan yaitu:
memberi kode. 1. Kredibilitas
c. Open coding, peneliti membentuk kategori Apakah proses dan hasil penelitian dapat
informasi tentang peristiwa dipelajari. diterima atau dipercaya. Beberapa kriteria
d. Axial coding, peneliti mengidentifikasi dalam menilai adalah lama penelitian,
suatu peristiwa, menyelidiki kondisi-kondisi observasi yang detail, triangulasi, per
yang menyebabkannya, mengidentifikasi debriefing, analisis kasus negatif,
setiap kondisi-kondisi, dan menggambarkan membandingkan dengan hasil penelitian lain,
peristiwa tersebut. dan member check.
e. Selective coding, peneliti mengidentifikasi Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil
suatu jalan cerita dan mengintegrasikan penelitian, yaitu:
kategori di dalam model axial coding. a. Memperpanjang masa pengamatan
Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan memungkinkan peningkatan derajat
dan menggambarkan suatu acuan yang kepercayaan data yang dikumpulkan, bisa
menerangkan keadaan sosial, sejarah, dan mempelajari kebudayaan dan dapat menguji
kondisi ekonomi yang mempengaruhi informasi dari responden, dan untuk
peristiwa. membangun kepercayaan para responden
4. Etnografi terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri
Langkah-langkah analisis data pada studi peneliti sendiri.
etnografi, yaitu: b. Pengamatan yang terus menerus, untuk
menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam California.
situasi yang sangat relevan dengan persoalan http://www.penalaran-
atau isu yang sedang diteliti, serta memusatkan unm.org/index.php/forum-nalar.html?
diri pada hal-hal tersebut secara rinci. func=view&catid=13&id=10
c. Triangulasi, pemeriksaan keabsahan data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar  Metode Penelitian Kualitatif
data untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data tersebut. Metodologi penelitian merupakan
d. Peer debriefing (membicarakannya dengan sesuatu yang berusaha membahas konsep
orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara teoritik berbagai metode, kelebihan dan
atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk kelemahannya–yang dalam karya ilmiah
diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. dilanjutkan dengan pemillihan metode yang
e. Mengadakan member check yaitu dengan digunakan. Dalam hal ini metode lebih bersifat
menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang teknis pelaksanaan lapangan sedangkan
berbeda dan mengembangkan pengujian- metodologi lebih pada uraian filosofis dan
pengujian untuk mengecek analisis, dengan teoritisnya. Oleh karena itu penetapan sebuah
mengaplikasikannya pada data, serta metodologi penelitian mengandung implikasi
denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan inheren di dalam diri filsafat yang dianutnya.
tentang data. Sebab filsafat ilmu yang melandasi berbagai
2. Transferabilitas yaitu apakah hasil metodologi penelitian yang ada. Maka dari itu 
penelitian ini dapat diterapkan pada situasi dengan mengetahui metodologi penelitian
yang lain. yang digunakan, filsafat ilmu dan kajian
3. Dependability yaitu apakah hasil penelitian teoritisnya, kelemahan dan kelebihannya
mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam diharapkan akan mampu memberikan
mengumpulkan data, membentuk, dan kesesuaian metodologi dengan fokus masalah
menggunakan konsep-konsep ketika membuat penelitian.
interpretasi untuk menarik kesimpulan.
4. Konfirmabilitas yaitu apakah hasil Istilah penelitian kualitatif menurut
penelitian dapat dibuktikan kebenarannya Kirk dan Miller (1986:9) pada mulanya
dimana hasil penelitian sesuai dengan data bersumber pada pengamatan kualitatif yang
yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam dipertentangkan dengan pengamatan
laporan lapangan. Hal ini dilakukan dengan kuantitatif. Lalu mereka mendefinisikan
membicarakan hasil penelitian dengan orang bahwa metodologi kualitatif adalah tradisi
yang tidak ikut dan tidak berkepentingan tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang
dalam penelitian dengan tujuan agar hasil secara fundamental bergantung pada
dapat lebih objektif. pengamatan pada manusia dalam kaasannya
G. Reliabilitas sendiri dan berhubungan dengan orang-orang
Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi tersebut dalam bahasanya dan dalam
oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan peristilahannya .[1] Penelitian kualitatif
definisi yang dirumuskan berbeda-beda memiliki ciri atau karakteristik  yang
menurut pengetahuan peneliti, metode membedakan dengan penelitian jenis lainnya.
pengumpulan dan analisis data, situasi dan Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan
kondisi sosial, status dan kedudukan peneliti Moleong atas hasil dari mensintesakan
dihadapan responden, serta hubungan peneliti pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30)
dengan responden.(IAHS) dengan Lincoln dan Guba (1985 :39-44) ada
sebelas ciri penelitian kualitatif[2] , yaitu:
Daftar Pustaka
Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif. 1. Penelitian kualitatif menggunakan latar
Prenada Media Group: Jakarta. alamiah atau pada konteks dari suatu
keutuhan (enity).
Bungin, B. 2003. Analisis Data Penelitian
Kualitatif. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta. 2. Penelitian kualitatif intrumennya adalah
manusia, baik peneliti sendiri atau
Creswell, J. W. 1998. Qualitatif Inquiry and dengan bantuan orang lain.
Research Design. Sage Publications, Inc:
3. Penelitian kualitatif menggunakan Munculnya penelitian kualitatif adalah
metode kualitatif. karena reaksi dari tradisi yang terkait dengan
positivisme dan postpositivisme yang
4. Penelitian kualitatif menggunakan berupaya melakukan kajian budaya dan
analisis data secara induktif. interpretatif sifatnya. Berbagai jenis metode
dan pendekatan  dalam penelitian kualitatif,
5. Penelitian kualitatif lebih menghendaki tingkat perkembangan dan kematangan
arah bimbingan  penyusunan  teori masing-masing metode ditentukan juga oleh
subtantif yang berasal dari data. bidang keilmuan yang memiliki sejarah
6. Penelitian kualitatif  mengumpulkan perkembangannya. Setiap uraian mengenai
data deskriptif (kata-kata, gambar) penelitian kualitatif harus bekerja didalam
bukan angka-angka. bidang historis yang kompleks. Penelitian
kualitatif mempunyai pengertian yang
7. Penelitian kualitatif lebih berbeda-beda untuk setiap momen, meskipun
mementingkan proses dari pada hasil. demikian definisi secara umum : penelitian
kualitatif merupakan suatu metode berganda
8. Penelitian kualitatif menghendaki dalam fokus, yang melibatkan suatu
adanya batas dalam penelitian nya atas pendekatan interpretatif  dan wajar terhadap
dasar fokus  yang timbul sebagai setiap pokok permasalahannya. Ini berarti
masalah dalam peneltian. penelitian kualitatif bekerja dalam setting yang
alami, yang berupaya untuk memahami,
9. Penelitian kualitatif meredefinisikan member tafsiran pada fenomena yang dilihat
validitas, realibilitas, dan objektivitas dari arti yang diberikan orang-orang
dalam versi lain dibandingkan dengan kepadanya. Penelitian kualitatif melibatkan 
yang lazim digunakan dalam penelitian penggunaan dan pengumpulan  berbagai bahan
klasik. empiris, seperti studi kasus, pengalaman
pribadi, instropeksi, riwayat hidup,
10. Penelitian kualitatif menyusun desain
wawancara, pengamatan, teks sejarah,
yang secara terus menerus disesuaikan
interaksional dan visual: yang benggambarkan
dengan kenyataan lapangan (bersifat
momen rutin dan problematis, serta maknanya 
sementara).
dalam kehidupan individual dan kolektif
11. Penelitian kualitatif menghendaki agar (denzin dan Lincoln,1994;2).[4]
pengertian  dan hasil interpretasi yang
diperoleh dirundingkan dan disepakati Penelitian kualitatif secara inheren
oleh manusia yang dijadikan sumber merupakan multi-metode di dalam satu fokus,
data. yaitu yang dikendalikan oleh masalah yang
diteliti. Penggunaan multi-metode atau yang
Kajian penelitian kualitatif berawal dari lebih dikenal tringulation, mencerminkan
kelompok ahli sosiologi dari “mazhab suatu upaya untuk mendapatkan pemahaman
Chicago” pada tahun 1920-1930, yang yang lebih mendalam mengenai fenomena
memantapkan pentingnya penelitian kualitatif yang sedang diteliti. Yang bernama realitas
untuk mengkaji kelompok kehidupan manusia. obyektif sebetulnya tidak pernah bisa
Pada waktu yang sama, kelompok ahli ditangkap. Tringulation bukanlah alat atau
antropologi menggambarkan outline dari strategi untuk pembuktian, tetapi hanyalah
metode karya lapangan; yang melakukan suatu alternatif terhadap  pembuktian.
pengamatan langsung ke lapangan untuk Kombinasi yang dilakukan dengan multi-
mempelajari adat dan budaya masyarakat metode, bahan-bahan empiris, sudut pandang
setempat. Dari awal, tampak bahwa penelitian dan pengamatan yang teratur tampaknya
kualitatif merupakan bidang penyelidikan menjadi strategi yang lebih baik untuk
tersendiri. Bidang ini bersilang dengan disiplin menambah kekuatan, keluasan dan kedalaman
dan pokok permasalahan lainnya. Suatu suatu penelitian.[5]
kumpulan istilah, konsep, asumsi yang
kompleks dan saling terkait meliputi istilah Konsep penelitian kualitatif sebenarnya
penelitian kualitatif.[3] menunjuk dan menekankan pada proses, dan
berarti tidak diteliti secara ketat atau terukur
( jika memang dapat diukur), dilihat dari No Fase/langkah Uraian
kualitas, jumlah, intensitas atau frekuensi.
Penelitian kualitatif menekankan sifat realita 1 Peneliti sebagai Penelitian bersifat
yang dibangun secara sosial, hubungan yang subjek penelitian historis dan
intim antara peneliti  dengan yang diteliti dan 2 yang multi- penelitian tradisi,
kendala situasional yang membentuk kultural konsep dari diri dan
penyelidikan. Penelitian kualitatif menekan 3 semuanya,
bahwa sifat peneliti itu penuh dengan nilai Paradigma teoritis tergantung pada
(value-laden). Mereka mencoba menjawab 4 dan Interpretatif etika dan politik
pertanyaan yang menekankan bagaimana peneliti.
pengalaman sosial diciptakan dan diberi arti. 5 Strategi Peneliti
[6] Positivisme,
Metode pospositivisme,
Sejarah penelitian kualitatif pengumpulan data konstruktivisme,
mengungkapkan bagaimana disiplin ilmu dan analisisan feminis (e), Model
sosial modern telah menampilkan  misinya data empiris etnik, Model
untuk ”menganalisis dan memahami perilaku Marxis, Model
yang terpola dan proses sosial dari Pengembangan Studi Budaya.
masyarakatnya”. Asumsi yang diberikan interpretatif dan
adalah bahwa ilmuwan sosial memiliki pemaparan Desain studi, studi
kemampuan  untuk mengamati dunia ini kasus, etnografi,
secara objektif, dan metode kualitatif observasi
merupakan alat utama dari penamatan itu.[7] partisipasi,
fenomenologi,
Sepanjang sejarah penelitian kualitatif grounded theory,
selalu mendefinisikan karya mereka dilihat metode biografi,
dari sudut harapan dan nilai-nilai, keyakinan metode historis,
agama, ideologi okupasional dan penelitian aksi dan
profesionalisasi. Penelitian kualitatif (seperti penelitian klinis.
halnya  semua penelitian)  selalu dinilai
berdasarkan atas “standar apakah karya Interview,
tersebut mengkomunikasikan atau mengatakan observasi, artefak,
sesuatu mengenai diri kita ?” berdasarkan atas dokumen dan
bagaimana kita mengkonseptualisasikan realita rekaman, metode
dan gambaran kita mengenai dunia. Standar fisual, metode
evaluasi itu dilakukan dengan cara berpikir  pengalaman
epistimologi, yaitu mengkaji hakikat ilmu pribadi, metode
pengetahuan  dari sudut sumber, batas, management data,
struktur dan keabsahan pada umumnya.[8] analisis data
komputer dan
Kegiatan generik  dalam penelitian analisis tekstual.
kualitatif selalu menampilkan lima fase tataran
yang dimiliki oleh masing-masing Kriteria dari
pendekatan;  (1) peneliti dan apa yang diteliti kesepakatan,seni
sebagai subjek multi-kultural; (2) paradigma dan politik
penting dan sudut pandang interpretatif; (3) penafsiran,
strategi penelitian; (4) metode pengumpulan penafsiran tulisan,
data dan penganalisisan bahan empiris dan (5) strategi analisis,
seni menginterpretasi dan memaparkan hasil tradisi evaluasi  dan
penelitian.[9] Untuk lebih jelasnya lihat tabel penelitian terapan.
berikut:
Diambil  dari Denzin dan Lincoln
(1994),”Introduction: Entering the Field of
Penelitian Kualitatif: Sebagai Proses
Qualitative Research”  in Handbook of
Qualitative Research, hlm.12. Dikutip penulis Negara penghutang (debitor) nomor 6,
dari Agus Salim (2001), hal.26. Negara terkorup nomor 3, peringkat SDM
ke 112 dari 127 negara, dengan penduduk
Dibalik lima fase generik itu, terdapat yang hidup di bawah garis kemiskinan
peneliti yang berada secara biografis. Individu mencapai 30% dan pengangguran terbuka
ini memasuki proses penelitian dari dalam mencapai 12 juta (Mulyasa, 2007:3).
suatu masyarakat interpretatif yang
Sehingga berbagai upaya perbaikan
memasukkan tradisi penelitiannya sendiri ke
dalam suatu sudut pandang yang berbeda. ditempuh sebagai harapan bagi pembaruan
Sudut pandang ini mengakibatkan para peneliti paradigma pendidikan Indonesia yang
mengadopsi pandangan “sebagai yang lain” lebih bermutu dan kompetitif sesuai
yang dipelajari. Pada saat yang sama, politik dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan etika peneliti juga harus  dipertimbangkan, dan tekhnologi.( Hidayati, 2009)
karena permasalahan ini menembus fase Peningkatan kualitas pendidikan dilakukan
penelitian. secara bertahap dan berkesinambungan
pada berbagai komponen pendidikan
Dari bentuknya yang interpretatif, antara lain adalah menyempurnakan
penelitian kualitatif dihadapkan pada masalah kurikulum, dan menggunakan model
yang cukup mengganggu. Di satu sisi, peneliti pembelajaran, serta bahan ajar yang tepat.
kualitatif telah mengasumsikan  bahwa peneliti
Pembaruan dalam bidang kurikulum yang
yang memiliki kualifikasi tertentu dan
kompeten akan bisa melaporkan hasl telah dilakukan pemerintah adalah
temuannya secara objektif, jelas dan akurat penyempurnaan kurikulum 1994 yang
mengenai pengamatan mereka sendiri cenderung berpusat pada siswa menjadi
mengenai dunia sosial, termasuk pengalaman konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi,
orang lain. Di sisi lain, para peneliti berpegang kemudian dilakukan perbaikan lagi
pada keyakinan terhadap subjek yang terhadap KBK menjadi kurikulum Tingkat
sebenarnya. Dengan berbekal pada hal Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum
tersebut, para peneliti bisa mencampurkan Tingkat Satuan Pendidikan adalah
pengamatan mereka dan pengamatan yang “kurikulum operasional yang disusun oleh
diberikan subjek melalui wawancara dan cerita dan dilaksanakan di masing-masing satuan
kehidupan, pengalaman pribadi, studi  kasus
pendidikan” (BSNP, 2006:5).
dan dokumen lain.[10]
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan
http://rifqiemaulana.wordpress.com/20 yang bernilai edukaif. Nilai edukatif
09/02/10/metode-penelitian-kualitatif/ mewarnai interaksi yang terjadi antara
guru dengan anak didik. Interaksi yang
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR bernilai edukatif dikarenakan kegiatan
Oleh Ismanita belajar mengajar yang dilakukan,
PENDAHULUAN diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu
A. Latar Belakang yang tela dirumuskan sebelum pengajaran
Salah satu faktor yang sangat strategis dan dilakukan. Guru dengan sadar
substansial dalam upaya peningkatan merencanakan kegiatan pengajarannyan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara sistematis dengan memanfaatkan
suatu bangsa adalah pendidikan. Pada saat segala sesuatu guna kepentingan
ini pendidikan menjadi fenomena pengajaran (Djamarah, 2002). Untuk itulah
permasalahan yang sangat penting di maka dalam makalah ini penulis akan
Indonesia. Hal ini dilihat dari keadaan membahas tentang bahan ajar yang
SDM di bangsa Indonesia yang kurang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
siap menghadapi millennium goals, era dari hasil perencanaan seorang guru
globalisasi, dan era informasi, menurut sebelum mengajar di kelas.
Pikiran Rakyat tahun 2006 menyatakan
bahwa di tingkat dunia Indonesia termasuk
B. Rumusan Masalah mencapai standar kompetensi yang telah
Adapun rumusan masalah yang akan ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis
dibahas dalam makalah ini yaitu : materi pembelajaran terdiri dari
1. Apa pengertian Bahan Ajar ? pengetahuan (fakta, konsep, prinsip,
2. Bagaimana prinsip-prinsip pemilihan prosedur), keterampilan, dan sikap atau
bahan ajar ? nilai.
3. Bagaimana menentukan langkah- Gambar berikut menggambarkan
langkah pembuatan bahan ajar ? kedudukan bahan ajar atau materi didalam
4. Bagaimana menentukan cakupan urutan sistem pemelajaran :
bahan ajar ?
5. Bagaimana menentukan sumber Gambar 1 : Kedudukan bahan ajar didalam
belajar ? sistem pembelajaran
6. Bagaimana penerapan Strategi Dalam B. Prinsip-prinsip dalam memilih bahan
Memanfaatkan Bahan Ajar ? ajar
7. bagaimana menentukan Materi prasyarat Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi
dan perbaikan, dan pengayaan pembelajaran meliputi: (a) prinsip
relevansi, (b) konsistensi, dan (c)
C. TUJUAN kecukupan. Prinsip relevansi artinya
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini materi pembelajaran hendaknya relevan
yaitu untuk mengkaji lebih dalam memiliki keterkaitan dengan pencapaian
mengenai bahan ajar. Dengan kajian ini standar kompetensi dan kompetensi dasar.
diharapkan mahasiswa sebagai calon Prinsip konsistensi artinya adanya
pendidik mampu melakukan keajegan antara bahan ajar dengan
pengembangan bahan ajar sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai
spesifikasi mata pelajaran yang diasuhnya. siswa. Misalnya, kompetensi dasar yang
harus dikuasai siswa empat macam, maka
PEMBAHASAN bahan ajar yang harus diajarkan juga harus
A. Pengertian Bahan Ajar meliputi empat macam. Prinsip kecukupan
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan artinya materi yang diajarkan hendaknya
teks yang diperlukan guru/instruktur untuk cukup memadai dalam membantu siswa
perencanaan dan penelaahan implementasi menguasai kompetensi dasar yang
pembelajaran. diajarkan. Materi tidak boleh terlalu
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.
yang digunakan untuk membantu guru/ Jika terlalu sedikit akan kurang membantu
instruktur dalam melaksanakan kegiatan mencapai standar kompetensi dan
belajar mengajar di kelas. Bahan yang kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu
dimaksud bisa berupa bahan tertulis banyak akan membuang-buang waktu dan
maupun bahan tidak tertulis. (National tenaga yang tidak perlu untuk
Center for Vocational Education Research mempelajarinya.
Ltd/National Center for Competency C. Langkah-langkah dalam memilih bahan
Based Training). ajar
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang Materi pembelajaran yang dipilih untuk
disusun secara sistematis baik tertulis diajarkan oleh guru dan harus dipelajari
maupun tidak sehingga tercipta siswa hendaknya berisikan materi atau
lingkungan/suasana yang memungkinkan bahan ajar yang benar-benar menunjang
siswa untuk belajar. tercapainya standar kompetensi dan
Bahan ajar atau materi pembelajaran kompetensi dasar. Secara garis besar
(instructional materials) adalah langkah-langkah pemilihan bahan ajar
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang meliputi :
harus dipelajari siswa dalam rangka
Gambar 2 : Langkah-Langkah penyusunan pemberian respon, penerimaan
bahan ajar (apresisasi), internalisasi, dan penilaian.
Materi pembelajaran aspek motorik terdiri
a. mengidentifikasi aspek-aspek yang dari gerakan awal, semi rutin, dan rutin.
terdapat dalam standar kompetensi dan • Memilih jenis materi yang sesuai dengan
kompetensi dasar yang menjadi acuan atau standar kompetensi dan kompetensi dasar.
rujukan pemilihan bahan ajar, Materi yang akan diajarkan perlu
b. mengidentifikasi jenis-jenis materi diidentifikasi apakah termasuk jenis fakta,
bahan ajar, konsep, prinsip, prosedur, afektif, atau
c. memilih bahan ajar yang sesuai atau gabungan lebih daripada satu jenis materi.
relevan dengan standar kompetensi dan Dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi
kompetensi dasar yang telah teridentifikasi yang akan diajarkan, maka guru akan
tadi., dan mendapatkan kemudahan dalam cara
d. memilih sumber bahan ajar. Secara mengajarkannya. Setelah jenis materi
lengkap, langkah-langkah pemilihan bahan pembelajaran teridentifikasi, langkah
ajar dapat dijelaskan sebagai berikut: berikutnya adalah memilih jenis materi
• Mengidentifikasi aspek-aspek yang tersebut yang sesuai dengan standar
terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi atau kompetensi dasar yang
kompetensi dasar. Sebelum menentukan harus dikuasai siswa. Identifikasi jenis
materi pembelajaran terlebih dahulu perlu materi pembelajaran juga penting untuk
diidentifikasi aspek-aspek standar keperluan mengajarkannya. Sebab, setiap
kompetensi dan kompetensi dasar yang jenis materi pembelajaran memerlukan
harus dipelajari atau dikuasai siswa. Aspek strategi pembelajaran atau metode, media,
tersebut perlu ditentukan, karena setiap dan sistem evaluasi/penilaian yang
aspek standar kompetensi dan kompetensi berbeda-beda. Misalnya, metode
dasar memerlukan jenis materi yang mengajarkan materi fakta atau hafalan
berbeda-beda dalam kegiatan adalah dengan menggunakan “jembatan
pembelajaran. Sejalan dengan berbagai keledai”, “jembatan ingatan”
jenis aspek standar kompetensi, materi (mnemonics), sedangkan metode untuk
pembelajaran juga dapat dibedakan mengajarkan prosedur adalah
menjadi jenis materi aspek kognitif, “demonstrasi”.
afektif, dan psikomotorik. Materi • Memilih sumber bahan ajar.Setelah
pembelajaran aspek kognitif secara jenias materi ditentukan langkah
terperinci dapat dibagi menjadi empat berikutnya adalah menentukan sumber
jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan bahan ajar. Materi pembelajaran atau
prosedur (Reigeluth, 1987). Materi jenis bahan ajar dapat kita temukan dari
fakta adalah materi berupa nama-nama berbagai sumber seperti buku pelajaran,
objek, nama tempat, nama orang, lambang, majalah, jurnal, koran, internet, media
peristiwa sejarah, nama bagian atau audiovisual, dsb.
komponen suatu benda, dan lain D. Menentukan cakupan dan urutan bahan
sebagainya. Materi konsep berupa ajar
pengertian, definisi, hakekat, inti isi. a. Menentukan cakupan bahan ajar
Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus, Dalam menentukan cakupan atau ruang
postulat adagium, paradigma, lingkup materi pembelajaran harus
teorema.Materi jenis prosedur berupa diperhatikan apakah jenis materinya
langkah-langkah mengerjakan sesuatu berupa aspek kognitif (fakta, konsep,
secara urut, misalnya langkah-langkah prinsip, prosedur) aspek afektif, ataukah
menelpon, cara-cara pembuatan telur asin aspek psikomotorik. Selain itu, perlu
atau cara-cara pembuatan bel listrik.Materi diperhatikan pula prinsip-prinsip yang
pembelajaran aspek afektif meliputi: perlu digunakan dalam menentukan
cakupan materi pembelajaran yang langkah-langkah menelpon, langkah-
menyangkut keluasan dan kedalaman langkah mengoperasikan peralatan kamera
materinya. Keluasan cakupan materi video. Sedangkan pendekatan hierarkis
berarti menggambarkan berapa banyak menggambarkan urutan yang bersifat
materi-materi yang dimasukkan ke dalam berjenjang dari bawah ke atas atau dari
suatu materi pembelajaran, sedangkan atas ke bawah. Materi sebelumnya harus
kedalaman materi menyangkut seberapa dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk
detail konsep-konsep yang terkandung di mempelajari materi berikutnya.
dalamnya harus dipelajari/dikuasai oleh E. Sumber Bahan Ajar
siswa. Sumber bahan ajar merupakan tempat di
Prinsip berikutnya adalah prinsip mana bahan ajar dapat diperoleh. Dalam
kecukupan (adequacy). Kecukupan mencari sumber bahan ajar, siswa dapat
(adequacy) atau memadainya cakupan dilibatkan untuk mencarinya, sesuai
materi juga perlu diperhatikan dalam dengan prinsip pembelajaran siswa aktif
pengertian. Cukup tidaknya aspek materi (CBSA). Berbagai sumber dapat kita
dari suatu materi pembelajaran akan sangat gunakan untuk mendapatkan materi
membantu tercapainya penguasaan pembelajaran dari setiap standar
kompetensi dasar yang telah ditentukan. kompetensi dan kompetensi dasar.
Cakupan atau ruang lingkup materi perlu Sumber-sumber dimaksud dapat
ditentukan untuk mengetahui apakah disebutkan di bawah ini:
materi yang harus dipelajari oleh murid a. Buku teks yang diterbitkan oleh
terlalu banyak, terlalu sedikit, atau telah berbagai penerbit. Gunakan sebanyak
memadai sehingga sesuai dengan mungkin buku teks agar dapat diperoleh
kompetensi dasar yang ingin dicapai. wawasan yang luas,
b. Menentukan urutan bahan ajar b. Laporan hasil penelitian yang
Urutan penyajian (sequencing) bahan ajar diterbitkan oleh lembaga penelitian atau
sangat penting untuk menentukan urutan oleh para peneliti sangat berguna untuk
mempelajari atau mengajarkannya. Tanpa mendapatkan sumber bahan ajar yang atual
urutan yang tepat, jika di antara beberapa atau mutakhir,
materi pembelajaran mempunyai c. Jurnal penerbitan hasil penelitian dan
hubungan yang bersifat prasyarat pemikiran ilmiah. Jurnal-jurnal tersebut
(prerequisite) akan menyulitkan siswa berisikan berbagai hasil penelitian dan
dalam mempelajarinya. Misalnya materi pendapat dari para ahli di bidangnya
operasi bilangan penjumlahan, masing-masing yang telah dikaji
pengurangan, perkalian, dan pembagian. kebenarannya,
Siswa akan mengalami kesulitan d. Pakar atau ahli bidang studi penting
mempelajari perkalian jika materi digunakan sebagai sumber bahan ajar yang
penjumlahan belum dipelajari. Siswa akan dapat dimintai konsultasi mengenai
mengalami kesulitan membagi jika materi kebenaran materi atau bahan ajar, ruang
pengurangan belum dipelajari. Materi lingkup, kedalaman, urutan, dsb.,
pembelajaran yang sudah ditentukan ruang e. Profesional yaitu orang-orang yang
lingkup serta kedalamannya dapat bekerja pada bidang tertentu. Kalangan
diurutkan melalui dua pendekatan pokok , perbankan misalnya tentu ahli di bidang
yaitu: pendekatan prosedural, dan ekonomi dan keuangan,
hierarkis. f. Buku kurikulum penting untuk
Pendekatan prosedural yaitu urutan materi digunakan sebagai sumber bahan ajar.
pembelajaran secara prosedural Karena berdasar kurikulum itulah standar
menggambarkan langkah-langkah secara kompetensi, kompetensi dasar dan materi
urut sesuai dengan langkah-langkah bahan dapat ditemukan. Hanya saja materi
melaksanakan suatu tugas. Misalnya yang tercantum dalam kurikulum hanya
berisikan pokok-pokok materi, penyampaian simultan; (2)Strategi urutan
g. Penerbitan berkala seperti harian, penyampaian suksesif; (3) Strategi
mingguan, dan bulananyang banyak penyampaian fakta; (4) Strategi
berisikan informasi yang berkenaan penyampaian konsep; (5) Strategi
dengan bahan ajar suatu matapelajaran, penyampaian materi pembelajaran prinsip;
h. Internet yang yang banyak ditemui dan (6) Strategi penyampaian prosedur.
segala macam sumber bahan ajar. Bahkan 1. Strategi urutan penyampaian simultan
satuan pelajaran harian untuk berbagai yaitu jika guru harus menyampaikan
matapelajaran dapat kita peroleh melalui materi pembelajaran lebih daripada satu,
internet. Bahan tersebut dapat dicetak atau maka menurut strategi urutan
dikopi, penyampaian simultan, materi secara
i. Berbagai jenis media audiovisual keseluruhan disajikan secara serentak, baru
berisikan pula bahan ajar untuk berbagai kemudian diperdalam satu demi satu
jenis mata pelajaran. Kita dapat (Metode global);
mempelajari gunung berapi, kehidupan di 2. Strategi urutan penyampaian suksesif,
laut, di hutan belantara melalui siaran jika guru harus manyampaikan materi
televisi, dan pembelajaran lebih daripada satu, maka
j. Lingkungan ( alam, sosial, senibudaya, menurut strategi urutan panyampaian
teknik, industri, ekonomi). Perlu diingat, suksesif, sebuah materi satu demi satu
dalam menyusun rencana pembelajaran disajikan secara mendalam baru kemudian
berbasis kompetensi, buku-buku atau secara berurutan menyajikan materi
terbitan tersebut hanya merupakan bahan berikutnya secara mendalam pula.
rujukan. Artinya, tidaklah tepat jika hanya 3. Strategi penyampaian fakta, jika guru
menggantungkan pada buku teks sebagai harus manyajikan materi pembelajaran
satu-satunya sumber bahan ajar. Tidak termasuk jenis fakta (nama-nama benda,
tepat pula tindakan mengganti buku nama tempat, peristiwa sejarah, nama
pelajaran pada setiap pergantian semester orang, nama lambang atau simbol, dsb.),
atau pergantian tahun. Buku-buku 4. Strategi penyampaian konsep, materi
pelajaran atau buku teks yang ada perlu pembelajaran jenis konsep adalah materi
dipelajari untuk dipilih dan digunakan berupa definisi atau pengertian. Tujuan
sebagai sumber yang relevan dengan mempelajari konsep adalah agar siswa
materi yang telah dipilih untuk diajarkan. paham, dapat menunjukkan ciri-ciri, unsur,
Mengajar bukanlah menyelesaikan satu membedakan, membandingkan,
buku, tetapi membantu siswa mencapai menggeneralisasi, dsb.Langkah-langkah
kompetensi. Karena itu, hendaknya guru mengajarkan konsep: Pertama sajikan
menggunakan banyak sumber materi. Bagi konsep, kedua berikan bantuan (berupa inti
guru, sumber utama untuk mendapatkan isi, ciri-ciri pokok, contoh dan bukan
materi pembelajaran adalah buku teks dan contoh), ketiga berikan latihan (exercise)
buku penunjang yang lain. misalnya berupa tugas untuk mencari
F. Strategi Dalam Memanfaatkan Bahan contoh lain, keempat berikan umpan balik,
Ajar dan kelima berikan tes;
Secara garis besarnya, dalam 5. Strategi penyampaian materi
memanfaatkan bahan ajar terdapat i dua pembelajaran prinsip, termasuk materi
strategi, yaitu: (a) Strategi penyampaian pembelajaran jenis prinsip adalah dalil,
bahan ajar oleh Guru dan (b) Strategi rumus, hukum (law), postulat, teorema,
mempelajari bahan ajar oleh siswa. dsb.
a. Strategi penyampaian bahan ajar oleh 6. Strategi penyampaian prosedur, tujuan
guru mempelajari prosedur adalah agar siswa
Strategi penyampaian bahan ajar oleh dapat melakukan atau mempraktekkan
guru, diantaranya: (1) Strategi urutan prosedur tersebut, bukan sekedar paham
atau hafal. Termasuk materi pembelajaran Selain itu, penguasaan atas suatu konsep
jenis prosedur adalah langkah-langkah digunakan untuk menggeneralisasi dan
mengerjakan suatu tugas secara urut. membedakan. Penerapan atau penggunaan
prinsip adalah untuk memecahkan masalah
b. Strategi mempelajari bahan ajar oleh pada kasus-kasus lain. Penggunaan materi
siswa prosedur adalah untuk dikerjakan atau
Ditinjau dari guru, perlakuan (treatment) dipraktekkan. Penggunaan materi sikap
terhadap materi pembelajaran berupa adalah berperilaku sesuai nilai atau sikap
kegiatan guru menyampaikan atau yang telah dipelajari. Misalnya, siswa
mengajarkan kepada siswa. Sebaliknya, berhemat air dalam mandi dan mencuci
ditinjau dari segi siswa, perlakuan setelah mendapatkan pelajaran tentang
terhadap materi pembelajaran berupa pentingnya bersikap hemat.
mempelajari atau berinteraksi dengan 3. Menemukan. Yang dimaksudkan
materi pembelajaran. Secara khusus dalam penemuan (finding) di sini
mempelajari materi pembelajaran, adalahmenemukan cara memecahkan
kegiatan siswa dapat dikelompokkan masalah-masalah baru dengan
menjadi empat, yaitu : (1) menghafal; (2) menggunakan fakta, konsep, prinsip, dan
menggunakan; (3) menemukan; dan (4) prosedur yang telah dipelajari.
memilih. Menemukan merupakan hasil tingkat
1. Menghafal (verbal parafrase). Ada dua belajar tingkat tinggi. Gagne (1987)
jenis menghafal, yaitu menghafal verbal menyebutnya sebagai penerapan strategi
(remember verbatim) dan menghafal kognitif. Misalnya, setelah mempelajari
parafrase (remember paraphrase). hukum bejana berhubungan seorang siswa
Menghafal verbal adalah menghafal persis dapat membuat peralatan penyiram pot
seperti apa adanya. Terdapat materi gantung menggunakan pipa-pipa paralon.
pembelajaran yang memang harus dihafal Contoh lain, setelah mempelajari sifat-sifat
persis seperti apa adanya, misalnya nama angin yang mampu memutar baling-baling
orang, nama tempat, nama zat, lambang, siswa dapat membuat protipe, model, atau
peristiwa sejarah, nama-nama bagian atau maket sumur kincir angin untuk
komponen suatu benda, dsb. Sebaliknya mendapatkan air tanah.
ada juga materi pembelajaran yang tidak 4. Memilih di sini menyangkut aspek
harus dihafal persis seperti apa adanya afektif atau sikap. Yang dimaksudkan
tetapi dapat diungkapkan dengan bahasa dengan memilih di sini adalah memilih
atau kalimat sendiri (hafal parafrase). untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
Yang penting siswa paham atau mengerti, Misalnya memilih membaca novel dari
misalnya paham inti isi Pembukaan UUD pada membaca tulisan ilmiah. Memilih
1945, definisi saham, dalil Archimides, menaati peraturan lalu lintas tetapi
dsb. terlambat masuk sekolah atau memilih
2. Menggunakan/mengaplikasikan (Use). melanggar tetapi tidak terlambat, dsb.
Materi pembelajaran setelah dihafal atau G. Materi prasyarat dan perbaikan, dan
dipahami kemudian digunakan atau pengayaan
diaplikasikan. Jadi dalam proses Dalam mempelajari materi pembelajaran
pembelajaran siswa perlu memiliki untuk mencapai kompetensi dasar terdapat
kemampuan untuk menggunakan, beberapa kemungkinan pada diri siswa,
menerapkan atau mengaplikasikan materi yaitu siswa belum siap bekal
yang telah dipelajari. Penggunaan fakta pengetahuannya, siswa mengalami
atau data adalah untuk dijadikan bukti kesulitan, atau siswa dengan cepat
dalam rangka pengambilan keputusan. menguasai materi pembelajaran.
Penggunaan materi konsep adalah untuk Kemungkinan pertama siswa belum
menyusun proposisi, dalil, atau rumus. memiliki pengetahuan psyarat.
Pengetahuan prasyarat adalah bekal membangun pendidikan Indonesia yang
pengetahuan yang diperlukan untuk lebih baik.
mempelajari suatu bahan ajar baru.
Misalnya, untuk mempelajari perkalian DAFTAR PUSTAKA
siswa harus sudah mempelajari Djamarah. 2002. Strategi Belajar
penjumlahan. Untuk mengetahui apakah Mengajar. Rinneka Cipta. Jakarta.
siswa telah memiliki pengetahuan Hidayati, 2009. Pengembangan modul
prasyarat, guru harus mengadakan tes pembelajaran kimia SMA/MA Kelas x
prasyarat (prequisite test). Jika berdasar tes semester 1 pada pokok bahasan ikatan
tersebut siswa belum memiliki kimia Model learning cycle 5-e sebagai
pengetahuan prasyarat, maka siswa penunjang kurikulum tingkat satuan
tersebut harus diberi materi atau bahan pendidikan. Skripsi. Jurusan Kimia
pembekalan. Bahan pembekalan Fakultas Matematika Dan Ilmu
(matrikulasi) dapat diambil dari materi Pengetahuan Alam Universitas Negeri
atau modul di bawahnya. Dalam Malang
menghadapi kemungkinan kedua, yaitu http://Akhmad Sudrajat. Let’s talk About
siswa mengalami kesulitan atau hambatan Education. Pengembangan bahan Ajar.
dalam menguasai materi pembelajaran, Depdiknas. 2006. Pedoman pemilihan
guru harus menyediakan materi perbaikan bahan ajar. html.
(remedial). Muhaimin dkk, 2009. Pengembangan
Materi pembelajaran remedial disusun model Kurikulum Tingkat Satuan
lebih sederhana, lebih rinci, diberi banyak Pendidikan (KTSP) pada Sekolah dan
penjelasan dan contoh agar mudah Madrasah. Raja wali press. Jakarta.
ditangkap oleh siswa. Untuk keperluan Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006.
remedial perlu disediakan modul remidial. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Dalam menghadapi kemungkinan ketiga,
yaitu siswa dapat dengan cepat dan mudah http://ismanita.wordpress.com/2010/0
menguasai materi pembelajaran, guru 4/13/pengembangan-bahan-ajar/
harus menyediakan bahan pengayaan
(enrichment). 13
Materi pengayaan berbentuk pendalaman
dan perluasan. Materi pengayaan baik PENGERTIAN BAHAN AJAR
untuk pendalaman maupun perluasan
wawasan dapat diambilkan dari buku
Dari uraian tentang pengertian sumber
rujukan lain yang relevan atau disediakan
belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa
modul pengayaan. Selain pengayaan, perlu
bahan ajar merupakan bagian dari sumber
dipertimbangkan adanya akselerasi alami
belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk
di mana siswa dimungkinkan untuk
bahan yang digunakan untuk membantu
mengambil pelajaran berikutnya. Untuk
guru/instruktor dalam melaksanakan
keperluan ini perlu disediakan bahan atau
kegiatan belajar mengajar. Bahan yang
modul akselerasi.
dimaksud bisa berupa bahan tertulis
maupun bahan tidak tertulis.
PENUTUP
Demikian pembahasan secara mendalam
Bahan ajar atau teaching-material, terdiri
mengenai pengertian, prinsip-prinsip
atas dua kata yaitu teaching atau mengajar
pemilihan, langkah-langkah pembuatan,
dan material atau bahan.
cakupan urutan, sumber belajar,
Memanfaatkan, Materi prasyarat dan
perbaikan, dan pengayaan bahan ajar.
Menurut University of Wollongong NSW 2522,
Semoga bisa bermanfaat untuk
AUSTRALIA pada website-nya, WebPage last pembelajaran.
updated: August 1998, Teaching is defined as Pendapat lain mengatakan sebagai berikut;
the process of creating and sustaining an
effective environment for learning. Definition of teaching material
They are the information, equipment and text
Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai for instructors that are required for planning
proses menciptakan dan mempertahankan and review upon training implementation.
suatu lingkungan belajar yang efektif. Text and training equipment are included in
the teaching material.( Anonim dalam Web-
Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan site)
tentang material yaitu:
Books can be used as reference material, or Bahan ajar merupakan informasi, alat dan
they can be used as paper weights, but they teks yang diperlukan guru/instruktor untuk
cannot teach. perencanaan dan penelaahan implementasi
pembelajaran.
Buku dapat digunakan sebagai bahan rujukan,
atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang
yang berbobot. digunakan untuk membantu guru/instruktor
dalam melaksanakan kegiatan belajar
Dalam website Dikmenjur dikemukakan mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa
pengertian bahwa, bahan ajar merupakan berupa bahan tertulis maupun bahan tidak
seperangkat materi/substansi pembelajaran tertulis. (National Center for Vocational
(teaching material) yang disusun secara Education Research Ltd/National Center for
sistematis, menampilkan sosok utuh dari Competency Based Training).
kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam
Dari berbagai pendapat di atas dapat
kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar
disarikan bahwa bahan ajar adalah
memungkinkan siswa dapat mempelajari
merupakan seperangkat materi yang disusun
suatu kompetensi atau KD secara runtut dan secara sistematis sehingga tercipta
sistematis sehingga secara akumulatif mampu lingkungan/suasana yang memungkinkan
menguasai semua kompetensi secara utuh siswa untuk belajar.
dan terpadu.
http://andy-
sapta.blogspot.com/2009/01/pengembangan-
Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar
bahan-ajar-3.html
berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi Guru yang akan manfaat bahan ajar
mengarahkan semua aktivitasnya dalam
proses pembelajaran, sekaligus merupakan Bahan ajar adalah segala bentuk bahan
substansi kompetensi yang seharusnya yang digunakan untuk membantu
diajarkan kepada siswa. guru/instruktor dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan
b. Pedoman bagi Siswa yang akan
yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis
mengarahkan semua aktivitasnya dalam
maupun bahan tidak tertulis.
proses pembelajaran, sekaligus merupakan (National Center for Vocational Education
substansi kompetensi yang seharusnya Research Ltd/National Center for
dipelajari/dikuasainya. Competency Based Training).
c. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang yang efektif antara guru dengan peserta
disusun secara sistematis baik tertulis didik karena peserta didik akan merasa
maupun tidak sehingga tercipta lebih percaya kepada gurunya.
lingkungan/suasana yang memungkinkan 6. Menambah angka kredit jika
siswa untuk belajar. dikumpulkan menjadi buku dan
Bagaimana bentuk dan cakupan bahan ajar diterbitkan.
? Bagaimana pemetaan bahan ajar?
Bagaimana pula alur analisis penyusunan Manfaat bagi Peserta Didik
bahan ajar? Apa bedanya bahan ajar 1. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih
dengan buku teks? Bagaimana ciri-ciri menarik.
bahan ajar yang baik? 2. Kesempatan untuk belajar secara
mandiri dan mengurangi ketergantungan
Mengapa guru perlu mengembangkan terhadap kehadiran guru.
Bahan Ajar? 3. Mendapatkan kemudahan dalam
Guru harus memiliki atau menggunakan mempelajari setiap kompetensi yang harus
bahan ajar yang sesuai dengan : dikuasainya
kurikulum,
karakteristik sasaran, Prinsip Pengembangan
 tuntutan pemecahan masalah belajar. 1. Mulai dari yang mudah untuk
memahami yang sulit, dari yang kongkret
Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan untuk memahami yang abstrak,
Ajar 2. Pengulangan akan memperkuat
pemahaman
Bahan ajar disusun dengan tujuan: 3. Umpan balik positif akan memberikan
1. Menyediakan bahan ajar yang sesuai penguatan terhadap pemahaman peserta
dengan tuntutan kurikulum dengan didik
mempertimbangkan kebutuhan peserta 4. Motivasi belajar yang tinggi merupakan
didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan salah satu faktor penentu keberhasilan
karakteristik dan setting atau lingkungan belajar
sosial peserta didik. 5. Mencapai tujuan ibarat naik tangga,
2. Membantu peserta didik dalam setahap demi setahap, akhirnya akan
memperoleh alternatif bahan ajar di mencapai ketinggian tertentu.
samping buku-buku teks yang terkadang 6. Mengetahui hasil yang telah dicapai
sulit diperoleh akan mendorong peserta didik untuk terus
3. Memudahkan guru dalam melaksanakan mencapai tujuan
pembelajaran.
Jenis Bahan Ajar
Manfaat bagi guru 1. Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas
bahan cetak (printed) seperti antara lain
1. Diperoleh bahan ajar yang sesuai handout, buku, modul, lembar kerja siswa,
tuntutan kurikulum dan sesuai dengan brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan
kebutuhan belajar peserta didik, non cetak (non printed), seperti
2. Tidak lagi tergantung kepada buku teks model/maket.
yang terkadang sulit untuk diperoleh, 2. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset,
3. Memperkaya karena dikembangkan radio, piringan hitam, dan compact disk
dengan menggunakan berbagai referensi, audio.
4. Menambah khasanah pengetahuan dan 3. Bahan ajar pandang dengar (audio
pengalaman guru dalam menulis bahan visual) seperti video compact disk, film.
ajar, 4. Bahan ajar multimedia interaktif
5. Membangun komunikasi pembelajaran (interactive teaching material) seperti CAI
(Computer Assisted Instruction), compact 8. Kompetensi yang akan
disk (CD) multimedia pembelajaran dicapai
interaktif, dan bahan ajar berbasis web 9. Informasi pendukung
(web based learning materials). 10. Latihan-latihan
11. Petunjuk kerja
Teknik Penyusunan Bahan Ajar 12. Penilaian
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar
1. Analisis SK-KD-Indikator 3. Penyusunan Peta Bahan
2. Analisis Sumber Belajar Ajar:
3. Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar

Penyusunan Bahan Ajar Cetak


memperhatikan
1. Susunan tampilan,
2. Bahasa yang mudah,
3. Menguji pemahaman,
4. Stimulan,
5. Kemudahan dibaca,
6. Materi instruksional,

1. Bahan ajar adalah seperangkat


materi yang disusun secara
sistematis baik tertulis maupun
tidak sehingga tercipta
lingkungan/suasana yang
memungkinkan siswa untuk
belajar.

1. Bentuk Bahan Ajar

1. Bahan cetak seperti; hand


out, buku, modul, lembar
kerja siswa, brosur, leaflet,
wallchart,
2. Audio Visual seperti;
video/film,VCD
3. Audio seperti; radio, kaset, 4. Peran Bahan Ajar
CD audio, PH
4. Visual: foto, gambar,  Siswa dapat belajar tanpa harus ada
model/ maket. guru atau teman.
5. Multi Media; CD interaktif,  Siswa dapat belajar kapan & di
computer Based. mana saja.
 Siswa dapat belajar dengan
2. Cakupan Bahan Ajar kecepatannya masing-masing.
 Siswa dapat belajar melalui urutan
6. Judul, MP, SK, KD, yang dipilihnya sendiri.
Indikator, Tempat  Membantu mengembangkan
7. Petunjuk belajar (Petunjuk potensi siswa untuk menjadi
siswa/guru) pembelajar mandiri.
 Pedoman guru dalam mengarahkan Struktur LKS secara umum adalah sebagai
semua aktivitas pembelajaran berikut:
(substansi kompetensi yg
seharusnya diajarkan ke siswa).  Judul, Mata Pelajaran, Semester,
Tempat
5. Manfaat Bahan Ajar  Petunjuk belajar
 Kompetensi yang akan dicapai
1. Membantu guru dalam proses  Indikator
pembelajaran.  Informasi pendukung
2. Guru tidak perlu terlalu banyak  Tugas-tugas dan langkah-langkah
berceramah dalam menyajikan kerja
materi di kelas.  Penilaian
3. Guru mempunyai lebih banyak
waktu untuk memberi bimbingan http://eduzona.blogspot.com/2010/
kepada siswa. 08/pengembangan-bahan-ajar.html
4. Siswa tidak terlalu tergantung
kepada guru sebagai satu-satunya
sumber informasi. Bahan Ajar dan
Pengembangan
Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
Bahan Ajar
Bentuk bahan ajar sederhana yang
kemungkinan terbuka untuk dilaksanakan 22 11 2009
oleh semua guru yaitu Lembar Kegiatan
Siswa. Lembar Kegiatan Siswa (student A. Pengertian
work sheet) adalah lembaran-lembaran
berisi petunjuk, intrupsi, tugas/kegiatan Guna menghasilkan tamatan yang
yang harus dikerjakan oleh siswa. mempunyai  kemampuan sesuai standard
kompetensi lulusan, diperlukan
 Lembar kegiatan berisi petunjuk, pengembangan pembelajaran untuk setiap
langkah-langkah untuk kompetensi secara sistematis, terpadu, dan
menyelesaikan suatu tugas. tuntas (mastery learning).
 Lembar kegiatan dapat digunakan
untuk semua mata pelajaran. Pada pendidikan menengah umum, di
samping buku-buku teks, juga dikenalkan
 Tugas-tugas yang yang diberikan
adanya lembar-lembar pembelajaran
kepada siswa dapat berupa teoritis
(instructional sheet) dengan nama yang
dan atau tugas-tugas praktis.
bermacam-macam, antara lain: lembar
tugas (job sheet), lembar kerja (work
Langkah-langkah penulisan LKS sebagai
sheet), lembar informasi (information
berikut:
sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak
maupun non-cetak. Semua bahan yang
 Melakukan analisis kurikulum; SK,
digunakan untuk mendukung proses
KD, Indikator dan materi pokok.
belajar itu disebut sebagai bahan ajar
 Menyusun peta kebutuhan LKS (teaching material).
 Menentukan judul LKS
 Menulis LKS Untuk pembelajaran yang bertujuan
 Menentukan alat Penilaian mencapai kompetensi sesuai profil
kemampuan tamatan pada Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
diperlukan kemampuan guru untuk dapat atau kombinasi dari berbagai format yang
mengembangkan yang tepat. Dengan dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.
pendekatan belajar tuntas (mastery
learning) diharapkan siswa dapat Sadiman mendefinisikan sumber belajar
menguasai kompetensi-kompetensi secara sebagai segala sesuatu yang dapat
utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya. digunakan untuk belajar, yakni dapat
Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik,
agar siswa lebih aktif dalam kegiatan dan latar (Sadiman, Arief S.,
pembelajaran mencapai  kompetensi. Pendayagunaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah,
Terdapat dua istilah yang sering digunakan 2004)
untuk maksud yang sama namun
sebenarnya memiliki pengertian yang Menurut Association for Educational
sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan Communications and Technology (AECT,
bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini 1977), sumber belajar adalah segala
akan dijelaskan terlebih dahulu tentang sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan
pengertian sumber belajar dan bahan ajar. oleh guru, baik secara terpisah maupun
dalam bentuk gabungan, untuk
1. Pengertian Sumber Belajar kepentingan belajar mengajar dengan
tujuan meningkatkan efektivitas dan
Sering kita dengar istilah sumber belajar efisiensi tujuan pembelajaran.
(learning resource), orang juga banyak
yang telah memanfaatkan sumber belajar, Dengan demikian maka  sumber belajar
namun umumnya yang diketahui hanya juga diartikan sebagai segala tempat atau
perpustakaan dan buku sebagai sumber lingkungan sekitar, benda, dan orang yang
belajar. Padahal secara tidak terasa  apa mengandung informasi dapat digunakan
yang mereka gunakan, orang, dan benda sebagai wahana bagi peserta didik untuk
tertentu adalah termasuk sumber belajar. melakukan proses perubahan tingkah laku.

Sumber belajar dalam website bced Dari pengertian tersebut maka sumber
didefinisikan sebagai berikut: Learning belajar dapat dikategorikan sebagai
resources are defined as information, berikut:
represented and stored in a variety of
media and formats, that assists student 1. Tempat atau lingkungan alam
learning as defined by provincial or local sekitar yaitu dimana saja seseorang
curricula. This includes but is not limited dapat melakukan belajar atau
to, materials in print, video, and software proses perubahan tingkah laku
formats, as well as combinations of these maka tempat itu dapat
formats intended for use by teachers and dikategorikan sebagai tempat
students. belajar yang berarti sumber belajar,
http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ misalnya perpustakaan, pasar,
asleares.htm January 28, 1999. museum, sungai, gunung, tempat
pembuangan sampah, kolam ikan
Sumber belajar ditetapkan sebagai dan lain sebagainya.
informasi yang disajikan dan disimpan 2. Benda yaitu segala benda yang
dalam berbagai bentuk media, yang dapat memungkinkan terjadinya
membantu siswa dalam belajar sebagai perubahan tingkah laku bagi
perwujudan dari kurikulum.  Bentuknya peserta didik, maka benda itu dapat
tidak terbatas apakah dalam bentuk dikategorikan sebagai sumber
cetakan, video, format perangkat lunak
belajar. Misalnya situs, candi, Bahan ajar atau teaching-material, terdiri
benda peninggalan lainnya. atas dua kata yaitu teaching atau mengajar
3. Orang yaitu siapa saja yang dan material atau bahan.
memiliki keahlian tertentu di mana
peserta didik dapat belajar sesuatu, Menurut University of Wollongong NSW
maka yang bersangkutan dapat 2522, AUSTRALIA  pada website-nya,
dikategorikan sebagai sumber WebPage last updated: August 1998,
belajar. Misalnya guru, ahli Teaching is defined as the process of
geologi, polisi, dan ahli-ahli creating and sustaining an effective
lainnya. environment for learning.
4. Bahan yaitu segala sesuatu yang
berupa teks tertulis, cetak, rekaman Melaksanakan pembelajaran diartikan
elektronik, web, dll yang dapat sebagai proses menciptakan dan
digunakan untuk belajar. mempertahankan suatu lingkungan
5. Buku yaitu segala macam buku belajar yang efektif.
yang dapat dibaca secara mandiri
oleh peserta didik dapat Paul S. Ache lebih lanjut
dikategorikan sebagai sumber mengemukakan tentang material
yaitu:Books can be used as
belajar. Misalnya buku pelajaran, reference material, or they can be
buku teks, kamus, ensiklopedi, used as paper weights, but they
fiksi dan lain sebagainya. cannot teach.Buku dapat digunakan
6. Peristiwa dan fakta yang sedang sebagai bahan rujukan, atau dapat
digunakan sebagai bahan tertulis
terjadi, misalnya peristiwa yang berbobot.
kerusuhan, peristiwa bencana, dan
peristiwa lainnya yang guru dapat
Dalam website Dikmenjur dikemukakan
menjadikan peristiwa atau fakta
pengertian bahwa, bahan ajar merupakan
sebagai sumber belajar.
seperangkat materi/substansi pembelajaran
(teaching material) yang disusun secara
Sumber belajar akan menjadi bermakna
sistematis, menampilkan sosok utuh dari
bagi peserta didik maupun guru apabila
kompetensi yang akan dikuasai siswa
sumber belajar diorganisir melalui satu
dalam kegiatan pembelajaran. Dengan
rancangan yang memungkinkan seseorang
bahan ajar memungkinkan siswa dapat
dapat memanfaatkannya sebagai sumber
mempelajari suatu kompetensi atau KD
belajar. Jika tidak maka tempat atau
secara runtut dan sistematis sehingga
lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan
secara akumulatif mampu menguasai
atau buku hanya sekedar tempat, benda,
semua kompetensi secara utuh dan
orang atau buku yang tidak ada artinya
terpadu.
apa-apa.
Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar
2. Pengertian Bahan Ajar
berfungsi sebagai:
Dari uraian tentang pengertian sumber
1. Pedoman bagi Guru yang akan
belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa
mengarahkan semua aktivitasnya
bahan ajar merupakan bagian dari sumber
dalam proses pembelajaran,
belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk
sekaligus merupakan substansi
bahan yang digunakan untuk membantu
kompetensi yang seharusnya
guru/instruktor dalam melaksanakan
diajarkan kepada siswa.
kegiatan belajar mengajar. Bahan yang
2. Pedoman bagi Siswa yang akan
dimaksud bisa berupa bahan tertulis
mengarahkan semua aktivitasnya
maupun bahan tidak tertulis.
dalam proses pembelajaran,
sekaligus merupakan substansi Sciences de l’Education Université de
kompetensi yang seharusnya Genève.
dipelajari/dikuasainya.
3. Alat evaluasi Media tulis, audio visual, elektronik, dan
pencapaian/penguasaan hasil interaktif  terintegrasi  yang kemudian
pembelajaran. disebut sebagai medienverbund (bahasa
jerman yang berarti media terintegrasi)
Pendapat lain mengatakan sebagai berikut; atau mediamix.

Definition of teaching material Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994


dalam buku Lernen mit Bildmedien
They are the information, equipment and mengelompokkan menjadi tiga besar,
text for instructors that are     required pertama auditiv yang menyangkut radio
for planning and review  upon training (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan
implementation.  Text and training hitam (Schallplatte).  Kedua yaitu visual
equipment are included in the teaching (visuell) yang menyangkut Flipchart,
material.( Anonim dalam Web-site) gambar (Wandbild), film bisu
(Stummfilm), video bisu (Stummvideo),
Bahan ajar merupakan informasi, alat dan program komputer (Computer-
teks yang diperlukan guru/instruktor untuk Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan
perencanaan dan penelaahan implementasi tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne
pembelajaran. Abbildung).  Ketiga yaitu audio visual
(audiovisuell) yang menyangkut berbicara
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan dengan gambar (Rede mit Bild),
yang digunakan untuk membantu pertunjukan suara dan gambar
guru/instruktor dalam melaksanakan (Tonbildschau),dan film/video.
kegiatan belajar mengajar di kelas.  Bahan
yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis Dari berbagai pendapat di atas dapat
maupun bahan tidak tertulis.   (National disarikan bahwa bahan ajar adalah
Center for Vocational Education Research merupakan seperangkat materi yang
Ltd/National Center for Competency disusun secara sistematis sehingga tercipta
Based Training). lingkungan/suasana yang memungkinkan
siswa untuk belajar.
Pengelompokan bahan  ajar menurut
Faculté de Psychologie et des Sciences de Sebuah bahan ajar paling tidak  mencakup
l’Education Université de Genève dalam antara lain :
website adalah sebagai berikut :
1. Petunjuk belajar (Petunjuk
Integrated media-written, audiovisual, siswa/guru)
electronic, and interactive-appears in all 2. Kompetensi yang akan dicapai
their programs under the name of 3. Content atau isi  materi
Medienverbund or Mediamix (Feren pembelajaran
Universitaet and Open University 4. Informasi pendukung
respectively). 5. Latihan-latihan
6. Petunjuk kerja, dapat berupa
http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeo Lembar Kerja (LK)
ple/peraya.html>http:// 7. Evaluasi
tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfa-people/ 8. Respon atau balikan terhadap hasil
peraya.html, Faculté de Psychologie et des evaluasi
B. Mengapa guru perlu itu maka guru perlu membuat bahan ajar
mengembangkan Bahan Ajar? untuk menjadi pedoman bagi siswa.

Terdapat sejumlah alasan, mengapa guru Pertimbangan lain adalah karakteristik


perlu untuk mengembangkan bahan ajar, sasaran. Bahan ajar yang dikembangkan
yakni antara lain; ketersediaan bahan orang lain seringkali tidak cocok untuk
sesuai tuntutan kurikulum,  karakteristik siswa kita. Ada sejumlah alasan
sasaran, dan tuntutan pemecahan masalah ketidakcocokan, misalnya, lingkungan
belajar. Pengembangan bahan ajar harus sosial, geografis, budaya, dll. Untuk itu,
memperhatikan tuntutan kurikulum, maka bahan ajar yang dikembangkan
artinya bahan belajar yang akan kita sendiri dapat disesuaikan dengan
kembangkan harus sesuai dengan karakteristik sasaran. Selain lingkungan
kurikulum. Pada kurikukulum tingkat sosial, budaya, dan geografis, karakteristik
satuan pendidikan, standard kompetensi sasaran juga mencakup tahapan
lulusan telah ditetapkan oleh pemerintah, perkembangan siswa, kemampuan awal
namun bagaimana untuk mencapainya dan yang telah dikuasai, minat, latar belakang
apa bahan ajar yang digunakan diserahkan keluarga dll. Untuk itu, maka bahan ajar
sepenuhnya kepada para pendidik sebagai yang dikembangkan sendiri dapat
tenaga profesional. Dalam hal ini, guru disesuaikan dengan karakteristik siswa
dituntut untuk mempunyai kemampuan sebagai sasaran.
mengembangkan bahan ajar sendiri. Untuk
mendukung kurikulum, sebuah bahan ajar Selanjutnya, pengembangan bahan ajar
bisa saja menempati posisi sebagai bahan harus dapat menjawab atau memecahkan
ajar pokok ataupun suplementer. Bahan masalah ataupun kesulitan dalam belajar.
ajar pokok adalah bahan ajar yang Terdapat sejumlah materi pembelajaran
memenuhi tuntutan kurikulum. Sedangkan yang seringkali siswa sulit untuk
bahan ajar suplementer adalah bahan ajar memahaminya ataupun guru sulit untuk
yang dimaksudkan untuk memperkaya, menjelaskannya. Kesulitan tersebut dapat
menambah ataupun memperdalam isi saja terjadi karena materi tersebut abstrak,
kurikulum. rumit, asing, dsb. Untuk mengatasi
kesulitan ini maka perlu dikembangkan
Apabila bahan ajar yang sesuai dengan bahan ajar yang tepat. Apabila materi
tuntutan kurikulum tidak ada ataupun sulit pembelajaran yang akan disampaikan
diperoleh, maka membuat bahan belajar bersifat abstrak, maka bahan ajar harus
sendiri adalah suatu keputusan yang bijak. mampu membantu siswa menggambarkan
Untuk mengembangkan bahan ajar, sesuatu yang abstrak gersebut, misalnya
referensi dapat diperoleh dari berbagai dengan penggunaan gambar, foto, bagan,
sumber baik itu berupa pengalaman skema, dll. Demikian pula materi yang
ataupun pengetahauan sendiri, ataupun rumit, harus dapat dijelaskan dengan cara
penggalian informasi dari narasumber baik yang sederhana, sesuai dengan tingkat
orang ahli ataupun teman sejawat. berfikir siswa, sehingga menjadi lebih
Demikian pula referensi dapat kita peroleh mudah dipahami.
dari buku-buku, media masa, internet, dll.
Namun demikian, kalaupun bahan yang C. Tujuan dan Manfaat Penyusunan
sesuai dengan kurikulum cukup melimpah Bahan Ajar
bukan berarti kita tidak perlu
mengembangkan bahan sendiri. Bagi 1. Tujuan
siswa, seringkali bahan yang terlalu
banyak membuat mereka bingung, untuk Bahan ajar disusun dengan tujuan:
1. Menyediakan bahan ajar yang dalam mempelajari setiap kompetensi
sesuai dengan tuntutan kurikulum yang harus dikuasainya.
dengan mempertimbangkan
kebutuhan siswa, yakni bahan ajar D. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar
yang sesuai dengan karakteristik
dan setting atau lingkungan sosial Pengembangan bahan ajar hendaklah
siswa. memperhatikan prinsisp-prinsip
2. Membantu siswa dalam pembelajaran. Di antara prinsip
memperoleh alternatif bahan ajar di pembelajaran tersebut adalah:
samping buku-buku teks yang
terkadang sulit diperoleh. Mulai dari yang mudah untuk memahami
3. Memudahkan guru dalam yang sulit, dari yang kongkret untuk
melaksanakan pembelajaran. memahami yang abstrak,

2. Manfaat Siswa akan lebih mudah memahami suatu


konsep tertentu apabila penjelasan dimulai
Ada sejumlah manfaat yang dapat dari yang mudah atau sesuatu yang
diperoleh apabila seorang guru kongkret, sesuatu yang nyata ada di
mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni lingkungan mereka. Misalnya untuk
antara lain; pertama, diperoleh bahan ajar menjelaskan konsep pasar, maka mulailah
yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai siswa diajak untuk berbicara tentang pasar
dengan kebutuhan belajar siswa, kedua, yang terdapat di tempat mereka tinggal.
tidak lagi tergantung kepada buku teks Setelah itu, kita bisa membawa mereka
yang terkadang sulit untuk diperoleh, untuk berbicara tentang berbagai jenis
ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya pasar lainnya.
karena dikembangkan dengan
menggunakan berbagai referensi, keempat, Pengulangan akan memperkuat
menambah khasanah pengetahuan dan pemahaman
pengalaman guru dalam menulis bahan
ajar, kelima, bahan ajar akan mampu Dalam pembelajaran, pengulangan sangat
membangun komunikasi pembelajaran diperlukan agar siswa lebih memahami
yang efektif antara guru dengan siswa suatu konsep. Dalam prinsip ini kita sering
karena siswa akan merasa lebih percaya mendengar pepatah yang mengatakan
kepada gurunya. bahwa 5 x 2 lebih baik daripada 2 x 5.
Artinya, walaupun maksudnya sama,
Di samping itu, guru juga dapat sesuatu informasi yang diulang-ulang,
memperoleh manfaat lain, misalnya tulisan akan lebih berbekas pada ingatan siswa.
tersebut dapat diajukan untuk menambah Namun pengulangan dalam penulisan
angka kredit ataupun dikumpulkan bahan belajar harus disajikan secara tepat
menjadi buku dan diterbitkan. dan bervariasi sehingga tidak
membosankan.
Dengan tersedianya bahan ajar yang
bervariasi, maka siswa akan mendapatkan Umpan balik positif akan memberikan
manfaat yaitu, kegiatan pembelajaran penguatan terhadap pemahaman siswa
menjadi lebih menarik.  Siswa akan lebih
banyak mendapatkan kesempatan untuk Seringkali kita menganggap enteng dengan
belajar secara mandiri dan mengurangi memberikan respond yang sekedarnya atas
ketergantungan terhadap kehadiran guru.  hasil kerja siswa. Padahal respond yang
Siswa juga akan mendapatkan kemudahan diberikan oleh guru terhadap siswa akan
menjadi penguatan pada diri siswa.
Perkataan seorang guru seperti ’ya benar’ Ibarat menempuh perjalanan jauh, untuk
atau ‚’ya kamu pintar’ atau,’itu benar, mencapai kota yang dituju, sepanjang
namun akan lebih baik kalau begini…’ perjalanan kita akan melewati kota-kota
akan menimbulkan kepercayaan diri pada lain. Kita akan senang apabila pemandu
siswa bahwa ia telah menjawab atau perjalanan kita memberitahukan setiap
mengerjakan sesuatu dengan benar. kota yang dilewati, sehingga kita menjadi
Sebaliknya, respond negatif akan tahu sudah sampai di mana dan berapa
mematahkan semangat siswa. Untuk itu, jauh lagi kita akan berjalan. Demikian pula
jangan lupa berikan umpan balik yang dalam proses pembelajaran, guru ibarat
positif terhadap hasil kerja siswa. pemandu perjalanan. Pemandu perjalanan
yang baik, akan memberitahukan kota
Motivasi belajar yang tinggi merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, bagaimana
salah satu faktor penentu keberhasilan cara mencapainya, kota-kota apa saja yang
belajar akan dilewati, dan memberitahukan pula
sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi
Seorang siswa yang memiliki motivasi perjalanan. Dengan demikian, semua
belajar tinggi akan lebih berhasil dalam peserta dapat mencapai kota tujuan dengan
belajar. Untuk itu, maka salah satu tugas selamat. Dalam pembelajaran, setiap anak
guru dalam melaksanakan pembelajaran akan mencapai tujuan tersebut dengan
adalah memberikan dorongan (motivasi) kecepatannya sendiri, namun mereka
agar siswa mau belajar. Banyak cara untuk semua akan sampai kepada tujuan
memberikan motivasi, antara lain dengan meskipun dengan waktu yang berbeda-
memberikan pujian, memberikan harapan, beda. Inilah sebagian dari prinsip belajar
menjelas tujuan dan manfaat, memberi tuntas.
contoh, ataupun menceritakan sesuatu
yang membuat siswa senang belajar, dll. E. Jenis Bahan Ajar

Mencapai tujuan ibarat naik tangga, Berdasarkan teknologi yang digunakan,


setahap demi setahap, akhirnya akan bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi
mencapai ketinggian tertentu. empat kategori, yaitu bahan cetak
(printed) seperti antara lain handout, buku,
Pembelajaran adalah suatu proses yang modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet,
bertahap dan berkelanjutan. Untuk wallchart, foto/gambar, model/maket.
mencapai suatu standard kompetensi yang Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset,
tinggi, perlu dibuatkan tujuan-tujuan radio, piringan hitam, dan compact disk
antara. Ibarat anak tangga, semakin lebar audio. Bahan ajar pandang dengar
anak tangga semakin sulit kita melangkah, (audio visual) seperti video compact disk,
namun juga anak tangga yang terlalu kecil film. Bahan ajar multimedia interaktif
terlampau mudah melewatinya. Untuk itu, (interactive teaching material)  seperti
maka guru perlu menyusun anak tangga CAI (Computer Assisted Instruction),
tujuan pembelajaran secara pas, sesuai compact disk (CD) multimedia
dengan karakteristik siswa. Dalam bahan pembelajarn interaktif, dan bahan ajar
ajar, anak tangga tersebut dirumuskan berbasis web (web based learning
dalam bentuk indikator-indikator materials).
kompetensi.
Selanjutnya pada buku pedoman ini hanya
Mengetahui hasil yang telah dicapai akan akan dibahas tentang bahan ajar cetak.
mendorong siswa untuk terus mencapai Untuk bahan ajar non-cetak akan dibahas
tujuan pada buku pedoman tersendiri.
1. Bahan Ajar Cetak (Printed) Handout biasanya diambilkan dari
beberapa literatur yang memiliki relevansi
Bahan cetak dapat ditampilkan dalam dengan materi yang diajarkan/ KD dan
berbagai bentuk.  Jika bahan ajar cetak materi pokok yang harus dikuasai oleh
tersusun secara baik maka bahan ajar akan peserta didik.  Saat ini handout dapat
mendatangkan beberapa keuntungan diperoleh dengan berbagai cara, antara lain
seperti yang dikemukakan oleh Steffen dengan cara down-load dari internet, atau
Peter Ballstaedt, 1994 yaitu: menyadur dari sebuah buku.

1. Bahan tertulis biasanya b. Buku


menampilkan daftar isi, sehingga
memudahkan bagi seorang guru Buku adalah bahan tertulis yang
untuk menunjukkan kepada peserta menyajikan ilmu pengetahuan buah
didik bagian mana yang sedang pikiran dari pengarangnya. Oleh
dipelajari pengarangnya isi buku didapat dari
2. Biaya untuk pengadaannya relatif berbagai cara misalnya: hasil penelitian,
sedikit hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman,
3. Bahan tertulis cepat digunakan dan otobiografi, atau hasil imajinasi seseorang
dapat dipindah-pindah secara yang disebut sebagai fiksi.   Menurut
mudah kamus oxford hal 94, buku diartikan
4. Susunannya menawarkan sebagai: Book  is number of sheet of
kemudahan secara luas dan paper, either printed or blank, fastened 
kreativitas bagi individu together in a cover. Buku adalah sejumlah
5. Bahan tertulis relatif ringan dan lembaran kertas baik cetakan maupun
dapat dibaca di mana saja kosong yang dijilid dan diberi kulit. Buku
6. Bahan ajar yang baik akan dapat sebagai bahan ajar merupakan  buku yang
memotivasi pembaca untuk berisi suatu ilmu pengetahuan hasil
melakukan aktivitas, seperti analisis terhadap kurikulum dalam bentuk
menandai, mencatat, membuat tertulis.
sketsa
7. Bahan tertulis dapat dinikmati Buku yang baik adalah buku yang ditulis
sebagai sebuah dokumen yang dengan menggunakan bahasa yang baik
bernilai besar dan mudah dimengerti, disajikan secara
8. Pembaca dapat mengatur tempo menarik dilengkapi dengan gambar dan
secara mandiri keterangan-keterangannya, isi buku juga
menggambarkan sesuatu yang sesuai
Kita mengenal berbagai jenis bahan ajar dengan ide penulisannya.  Buku pelajaran
cetak, antara lain hand out, buku, modul, berisi tentang ilmu pengetahuan yang
poster, brosur, dan leaflet. dapat digunakan oleh peserta didik untuk
belajar, buku fiksi akan berisi tentang
a. Handout fikiran-fikiran fiksi si penulis, dan
seterusnya.
Handout adalah bahan tertulis yang
disiapkan oleh seorang guru untuk c. Modul
memperkaya pengetahuan peserta didik. 
Menurut kamus Oxford hal 389, handout Modul adalah sebuah buku yang ditulis
is prepared statement given. Handout dengan tujuan agar peserta didik dapat
adalah pernyataan yang telah disiapkan belajar secara mandiri tanpa atau dengan
oleh pembicara. bimbingan guru, sehingga modul berisi
paling tidak tentang:
 Petunjuk belajar (Petunjuk cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu
siswa/guru) tempat.  Keuntungan adanya lembar
 Kompetensi yang akan dicapai kegiatan adalah bagi guru, memudahkan
 Content atau isi materi guru dalam melaksanakan pembelajaran,
 Informasi pendukung bagi siswa akan belajar secara mandiri dan
 Latihan-latihan belajar memahami dan menjalankan suatu
 Petunjuk kerja, dapat berupa tugas tertulis.
Lembar Kerja (LK)
Dalam menyiapkannya guru harus cermat
 Evaluasi
dan memiliki pengetahuan dan
 Balikan terhadap hasil evaluasi
keterampilan yang memadai, karena
sebuah lembar kerja harus memenuhi
Sebuah modul akan bermakna kalau
paling tidak kriteria yang berkaitan dengan
peserta didik dapat dengan mudah
tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai
menggunakannya. Pembelajaran dengan
oleh peserta didik.
modul memungkinkan seorang peserta
didik yang memiliki kecepatan tinggi
e. Brosur
dalam belajar akan lebih cepat
menyelesaikan satu atau lebih KD
Brosur adalah bahan informasi tertulis
dibandingkan dengan peserta didik
mengenai suatu masalah yang disusun
lainnya.  Dengan demikian maka modul
secara bersistem atau cetakan yang hanya
harus menggambarkan KD yang akan
terdiri atas beberapa halaman dan dilipat
dicapai oleh peserta didik, disajikan
tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang
dengan menggunakan bahasa yang baik,
berisi keterangan singkat tetapi lengkap
menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.
tentang perusahaan atau organisasi
(Kamus besar Bahasa Indonesia, Edisi
d. Lembar kegiatan siswa
Kedua, Balai Pustaka, 1996).   Dengan
demikian, maka brosur dapat dimanfaatkan
Lembar kegiatan siswa (student
sebagai bahan ajar, selama sajian brosur
worksheet) adalah lembaran-lembaran
diturunkan dari KD yang harus dikuasai
berisi tugas yang harus dikerjakan oleh
oleh siswa. Mungkin saja brosur dapat
peserta didik.  Lembar kegiatan biasanya
menjadi bahan ajar yang menarik, karena
berupa petunjuk, langkah-langkah untuk
bentuknya yang menarik dan praktis. Agar
menyelesaikan suatu tugas.  Suatu tugas
lembaran brosur tidak terlalu banyak,
yang diperintahkan dalam lembar kegiatan
maka brosur didesain hanya memuat satu
harus jelas KD yang akan dicapainya. 
KD saja.  Ilustrasi dalam sebuah brosur
Lembar kegiatan dapat digunakan untuk
akan menambah menarik minat peserta
mata pembelajaran apa saja.  Tugas-tugas
didik untuk menggunakannya.
sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat
dikerjakan oleh peserta didik secara baik
f. Leaflet
apabila tidak dilengkapi dengan buku lain
atau referensi lain yang terkait dengan
A separate sheet of printed matter, often
materi tugasnya.   Tugas-tugas yang
folded but not stitched (Webster’s New
diberikan kepada peserta didik dapat
World, 1996) Leaflet adalah bahan cetak
berupa  teoritis dan atau tugas-tugas
tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi
praktis.   Tugas teoritis misalnya tugas
tidak dimatikan/dijahit.  Agar terlihat
membaca sebuah artikel tertentu,
menarik biasanya leaflet didesain secara
kemudian membuat resume untuk
cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan
dipresentasikan.  Sedangkan tugas praktis
menggunakan bahasa yang sederhana,
dapat berupa kerja laboratorium atau kerja
singkat serta mudah dipahami.   Leaflet
lapangan, misalnya survey tentang harga
sebagai bahan ajar juga harus memuat bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa
materi yang dapat menggiring peserta petunjuk cara menggunakannya dan atau
didik untuk menguasai satu atau lebih KD. bahan tes.

g. Wallchart Sebuah gambar yang bermakna paling


tidak memiliki kriteria sebagai berikut:
Wallchart adalah bahan cetak, biasanya
berupa bagan siklus/proses atau  grafik  Gambar harus mengandung sesuatu
yang bermakna menunjukkan posisi yang dapat dilihat dan penuh
tertentu.  Agar wallchart terlihat lebih dengan informasi/data. Sehingga
menarik bagi siswa maupun guru, maka gambar tidak hanya sekedar
wallchart didesain dengan menggunakan gambar yang tidak mengandung
tata warna dan pengaturan proporsi yang arti atau tidak ada yang dapat
baik. Wallchart biasanya masuk dalam dipelajari.
kategori alat bantu melaksanakan  Gambar bermakna dan dapat
pembelajaran, namun dalam hal ini dimengerti. Sehingga, si pembaca
wallchart didesain sebagai bahan ajar.  gambar benar-benar mengerti,
Karena didesain sebagai bahan ajar, maka tidak salah pengertian.
wallchart harus memenuhi kriteria sebagai  Lengkap, rasional untuk digunakan
bahan ajar antara lain bahwa memiliki dalam proses pembelajaran,
kejelasan tentang KD dan materi pokok bahannya diambil dari sumber
yang harus dikuasai oleh peserta didik, yang benar. Sehingga jangan
diajarkan untuk berapa lama, dan sampai gambar miskin informasi
bagaimana cara menggunakannya. yang berakibat penggunanya tidak
Sebagai  contoh wallchart tentang siklus belajar apa-apa.
makhluk hidup binatang antara ular, tikus
dan lingkungannya. http://meetabied.wordpress.com/2009/
11/22/bahan-ajar-dan-pengembangan-bahan-
h. Foto/Gambar ajar

Foto/gambar memiliki makna yang lebih Pengertian Buku Teks


baik dibandingkan dengan tulisan.
Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja
diperlukan satu rancangan yang baik agar
>> Jumat, 27 Maret 2009
setelah selesai melihat sebuah atau
pengertian buku teks pelajaran
serangkaian foto/gambar siswa dapat
adalah ”buku acuan wajib” yang
melakukan sesuatu yang pada akhirnya
digunakan di sekolah, memuat materi
menguasai satu atau lebih KD.
pembelajaran yang diharapkan mampu
Menurut Weidenmann dalam buku Lehren meningkatkan keimanan dan ketakwaan,
mit Bildmedien menggambarkan bahwa budi pekerti dan kepribadian, kemampuan
melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi penguasaan ilmu pengetahuan dan
maknanya dari pada membaca atau teknologi, kepekaan dan kemampuan
mendengar. Melalui membaca yang dapat estetis, potensi fisik dan k Persoalannya
diingat hanya 10%, dari mendengar yang sekarang, kata “dapat menggunakan” di
diingat 20%, dan dari melihat yang diingat dalam Permen mengindikasikan bahwa
30%.  Foto/gambar yang didesain secara Depdiknas tidak tegas dalam
baik dapat memberikan pemahaman yang ‘memerintahkan’ para guru untuk
lebih baik. Bahan ajar ini dalam menyiapkan bahan ajar mereka sendiri,
menggunakannya harus dibantu dengan atau setidaknya, memperkaya buku teks
yang mereka pakai di kelas dengan buku- untuk menunjang suatu program
buku atau sumber-sumber yang lain. pengajaran dalam pengertian modern dan
yang umum dipahami (Buckingham,
Oleh karena itu, jika belum mampu 1958 : 1523)”.
mengembangkan bahan ajar sendiri, atau
kebijakan sekolah kebetulan Dari Telaah Buku Teks, Tarigan &
mengharuskan guru untuk Tarigan, 1986.
memberlakukan satu buku teks bagi
siswa-siswanya, maka disarankan berikut Buku Teks
ini beberapa hal yang patut
dipertimbangkan guru atau sekolah terkait Buku teks atau buku pelajaran
bagaimana memilih buku teks, yaitu: (1) berisi informasi tentang ilmu pengetahuan
harga buku, (2) ketersediaan buku di atau pelajaran tertentu, mulai dari SD
pasaran, (3) desain dan tata wajah buku, hingga perguruan tinggi. Buku teks ini
(4) metodologi pembelajaran yang termasuk dalam golongan nonfiksi. Buku
dipakai, (5) keterampilan bahasa, (6) urut- teks sering dipergunakan oleh para
urutan silabus, (7) topik-topik yang dipilih, ilmuwan untuk meyebarkan hasil
(8) buku mengandung atau tidak unsur penelitian atau penemuan mereka.
diskriminasi terkait SARA atau jender, dan
(9) ketersediaan dan kualitas buku buku teks pelajaran merupakan
panduan guru (teacher’s guide). buku yang dipakai untuk memelajari atau
mendalami suatu subjek pengetahuan dan
Ada yang mengatakan bahwa ilmu serta teknologi atau suatu bidang
“buku teks adalah rekaman pikiran rasial studi, sehingga mengandung penyajian
yang disusun buat maksud-maksud dan asas-asas tentang subjek tersebut,
tujuan-tujuan intruksional” (Hall-Quest, termasuk karya kepanditaan (scholarly,
1915). literary) terkait subjek yang bersangkutan.

Ahli yang lain menjelaskan bahwa http://www.duniasosiologi.co.cc/2009/


“buku teks adalah buku standar/buku 03/pengertian-buku-teks.html
setiap cabang khusus studi” dan dapat
terdiri dari dua tipe yaitu buku
pokok/utama dan suplemen/tambahan
(Lange, 1940).

Lebih terperinci lagi, ada ahli yang


mengemukakan bahwa “buku teks adalah
buku yang dirancang buat pengguanaan
di kelas, dengan cermat disusun dan
disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam
bidang itu dan diperlengkapi dengan
sarana-sarana pengajaran yang sesuai
dan serasi” (Bacon, 1935)

Dan ahli yang lain lagi


mengutarakan bahwa “buku teks adalah
sarana belajar yang biasa digunakan di
sekolah-sekolah dan diperguruan tinggi