Anda di halaman 1dari 7

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN HASIL IKUTAN TERNAK

“TEPUNG TULANG”

OLEH:

WANDA NOVIA PUTRI


0810612295
PARALEL 02

FAKULTAS PETERNAKAN
JURUSAN ILMU PETERNAKAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
TEPUNG TULANG

PENDAHULUAN

Tepung tulang adalah bahan hasil penggilingan tulang telah diekstrak


gelatinnya.Produk ini digunakan untuk bahan baku pakan yang merupakan sumber
mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino. Pembuatan tepung tulang juga
merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dan
dibuang di rumah pemotongan hewan. Hasil-ikutan (by-products) ternak merupakan
salah satu potensi dari subsektor petemakan yang sampai saat ini masih belum
banyak dimanfaatkan, khususnya untuk industri pangan. Tulang, tulang rawan dan
daging dari sisa deboning di industri pangan hasil ternak dan rumah pemotongan
ayam adalah contoh hasil-ikutan ternak yang cukup besar peluangnya untuk dapat
diolah kembali menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis lebih inggi.
Tepung tulang berbentuk serpihan (tepung) berwarna coklat dengan tekstur yang
kasar jika dirasakan, dengan aroma khas seperti daging sapi tapi ada juga yang tidak
berbau. Sekilas memang hampir mirip dengan tepung MBM tetapi kandungan nutrisi
yang dimiliki jelas berbeda. Dalam klasifikasi bahan pakan tepung tulang termasuk
dalam kelas VI yang merupakan sumber mineral. Karena tulang sapi kaya akan kalsium
walaupun sedikit mengandung protein.

Nutrisi yang Terkandung

Tepung ikan memiliki kandungan gizi:

 Protein=25,54%,
 Lemak=3,80%,

 Abu=61,60%,

 Serat=1,80%,

 Air=5,52%.
Dengan abu yang tinggi, sudah pasti kandungan mineralnya juga tinggi

Manfaat tepung tulang.

Dalam pembuatan pakan tepung tulang tidak terlalu banyak digunakan, dengan
kata lain tepung tulang merupakan suatu pelengkap dalam pembuatan pakan guna
melengkapi mineral yang ada dalam pakan. Begitu pula dalam pembuatan pakan ikan,
penggunaan tepung tulang biasa digunakan sebagai pendamping bagi tepung ikan yang
kaya protein. Karena mineral merupakan trace element yang tidak dibutuhkan terlalu
banyak tetapi harus ada dalam ransum pakan. Dilihat dari kandungan nutrisinya,
tepung tulang banyak mengandung kalsium. Sehingga manfaat dari tepung tulang
tidak lepas dari peranan kalsium, yaitu berperan dalam pembentukan tulang, sisik serta
sirip ikan serta menjaga dari kekeroposan akibat asupan kandungan mineral yang minim.

Pembuatan tepung tulang

1. BAHAN

1. Tulang

2. Larutan kapur 10 %. Cara membuat 1 m3 larutan kapur 10% adalah sebagai


berikut: 100 kg kapur dimasukkan ke dalam bak, kemudian ditambahkan
airsampai volumenya menjadi 1 m3. Campuran ini diaduk-aduk sampai
kapurnya larut.

2. PERALATAN
1. Keranjang semprotan. Alat ini digiunakan untuk meletakkan tulang yang
dicuci dengan semprotan air. Dasar wadah berlobang-lobang untuk
meniriskan air.
2. Wadah perendaman. Wadah ini digunakan sebagai tgempat merendam
serpihan tulang. Untuk itu dapat digunakan bak semen, bak serat gelas (fiber
glass), baskom plastik, atau ember plastik.
3. Mesin penggiling tulang. Alat ini digunakan untuk menggiling tulang hingga
menjadi sepihan dengan ukuran 1~3 cm.
4. Palu dan kayu landasan. Alat ini digunakan jika tidak tersedia mesin
penggiling tulang.
5. Wadah perebusan. Alat ini digunakan untuk merebus tulang. Drum bekas
yang dipotong dua dapat digunakan untuk keperluan ini.
6. Wadah ekstraksi gelatin. Alat ini digunakan untuk merendam tulang pada
suhu panas setelah tulang tersebut direndam dengan larutan kapur. Wadah ini
terbuat dari logam tahan karat, seperti aluminium dan stainless steel.
7. Wadah penguapan larutan gelatin. Wadah ini digunakan untuk penguapan
larutan gelatin. Wadah ini terbuat dari logam tahan karat, seperti aluminium
dan stainless steel. Bentuknya berupa bak dangkal dengan permukaan luas.
8. Tungku atau kompor
9. Cetakan. Cetakan terbuat dari plat aluminium atau stainless steel yang
bersekat-sekat.

3. Cara pembuatan

1. Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan
suhu 100 ° C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan
sepanjang 1-3 cm.

2. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci
dengan air tawar.

3. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° C


selama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam.

4. Pemrosesan selatin.
5. Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan
digiling hingga menjadi tepung.

6. Pengemasan dan penyimpanan.

Pemotongan ternak selain menghasilkan karkas juga menghasilkan sejumlah hasil


ikutan dan limbah dalam jumlah yang besar. Tulang merupakan hasil ikutan yang
jumlahnya cukup besar. Tulang dapat diolah menjadi tepung tulang yang berguna untuk
bahan tambahan pupuk padat dan cair organik. Seperti halnya tepung darah sebagai
sumber N, tepung tulang juga dapat berfungsi sebagai sumber Posfor (P) dan Kalium (K).

Proses pembuatan tepung tulang secara sederhana dapat dilakuakn dengan membakar
tulang hingga remah dan kemudian dilakukan penggilingan.

Tulang merupakan salah satu tenunan pengikat. Tulang terdiri dari sel, serat-serat
dan bahan pengisi. Bahan pengisi pada tulang adalah protein dan garam- garam mineral,
seperti kalsium fosfat 58,3%, kalsium karbonat 1,0%, magnesium fosfat 2,1%, kalsium
florida 1.9% dan protein 30,6%.

Tulang mengandung kurang lebih 50% air dan 15% sumsum merah dan kuning.
Sumsum tulang terdiri dari lemak sebesar 96%. Tulang yang telah diambil lemaknya
terdiri dari bahan organik dan garam-garam anorganik dalam perbandingan 1:2.
Penghilangan zat organik oleh panas tidak menyebabkan perubahan struktur tulang secara
keseluruhan, tetapi akan mengurangi berat tulang.

Berdasarkan asalnya, tulang dapat dibedakan menjadi dua kategori :

1. Collected bone

2. Slaugterhouse bone
Collected bone memiliki ukuran bervariasi, banyak mengandung daging, kadar lemak
tinggi (sering terhidrolisia sehingga mutu gelatin yang dihasilkan rendah). Jenis ini lebih
cocok untuk pembuatan bahan perekat dan dapat diperoleh dari penjualan daging di
pasar.

Jenis Slaugterhouse bone diperoleh dari tempat pemotongan hewan langsung mendapat
perlakuan sebelum digunakan lebih lanjut, sehingga sedikit mengalami kontaminasi.
Jenis ini cocok untuk bahan baku pembuatan gelatin (suatu hidrokoloid yang dapat
digunakan sebagai gelling, bahan pengental atau penstabil).

http://dbraint.blogspot.com/2010/01/teknologi-hasil-ternak.html

1901825_qualitysharkbonepowderi.jpg

1600 × 1200 - TEPUNG TULANG IKAN HIU STEAM. (Product Photo).

2161027_picture182.jpg
666 × 500 - Katalog Produk: Tepung Bulu Ayam, Tepung Tulang & Tepung Ikan

DAFTAR PUSTAKA

Situs Web: http://www.ristek.go.id Jakarta, Januari 2001


Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah,
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal

http://dbraint.blogspot.com/2010/01/teknologi-hasil-ternak.html

http://fpk.unair.ac.id/jurnal/download.php?id=40