Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Manusia adala makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri dan harus
berinteraksi dalam menjalani proses kehidupan, dinamika dalam proses
interaksi tersebut tidak jarang menimbulkan gesekan-gesekan yang
menimbulkan konflik antar masyarakat yang bisa menghambat lajunya
pembangunan.

Tidak bisa dipungkiri era reformasi dan globalisasi saat ini telah memberi
andil yang cukup besar terhadap peningkatan gangunan keamanan dan
ketertiban masyarakat dan ini tidak hanya terjadi di kota saja bahkan sudah
merambah dalam kehidupan perdesaan. Salah satu upaya penting untuk
mengatasinya yaitu dibutuhkannya peningkatan kualitas aparat keamanan
yang maksimal. Dalam peningkatan keamanan dan ketertiban kita tidak
semata-mata hanya mengandalkan kinerja dari aparat keamanan saja,
namun peran serta masyarakat kesehariannya dalam upaya memajukan
desa dan mendidik masyarakat yang taat hukum.

Desa atau keluarahan merupakan bagian yang kecil dari sebuah dari sitem
pemerintahan Indonesia, sebagai bagian dari sebuah sisitem pemerintah
yang menyangkut hidup orang banyak tidak terlepas dari kewajiban sebuah
pemerintah untuk menjadikan desa atau kelurahan itu sebuah system yang
dapat memberikan, memenuhi kebutuhan material dan spiritual
masyarakatnya.

Sejalan dengan perkembangan demokrasi yang hampir menyentuh semua


kalangan maka kehidupan berdemokarasi perlu juga diberikan kepada
Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”
1
masyarakata desa, system kekerabatan dan kekeluargaan yang masih kental
perlu diberikan formula agar dapat membendung budaya luar yang kadang-
kadang tidak sesuai dengan corak kehidupan masyarakat desa.

Dalam menciptakan ketertiban sebuah desa harus didukung oleh setiap


golongan dengan memberikan sebuah aturan yang dapat mengikat semua
orang tanpa pandang bulu dengan memperhatikan agama, adat istiadat,
budaya dan kebiasan-kebiasaan masyarakatnya agar kelak tidak terjadi
pertentangan dimasa yang akan datang.

Sebuah peraturan perundang-undangan tentang ketertiban dibuat bukanlah


untuk mempertahankan sebuah kekuasaan dipusat, daerah maupun
diwilayah tersebut tetapi dibentuk untuk membuat sebuah tatanan
kehidupan yang benar-benar dapat memberikan rasa aman tenang, adil
makmur dan sejahtera yang menyangkut semua segi kehidupan. Kehidupan
secara agamis, politis, sosialis dengan akar budaya yang ada dimasing-
masing daerah itu.

Konflik yang timbut ditengah masyarakat tidak hanya berasal dari internal
biasa ditimbulkan akibat dari kebiasaan-kebiasaan yang berbeda antar
masyarakat namun juga dikarenakan factor external seperti pengaruh
budaya luar, seperti penyakit masyarakat yang bergaya hidup bebas,
narkoba yang dapat memicu keresahan ditengah masyarakat.

Tentu setiap gangguan sekecil apapun bisa menghambat pertumbuhan dan


kemajuan satu daerah sehingga untuk meminimlisir permasalahan seperti
ini pemerintah desa berakit merasa perlu membuat satu aturan yang
mengatur tentang ketertiban desa.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


2
Ganguan keamana dan ketertiban masyarakat seperti ini tentunya akan
breakibat buruh terhadap proses pembangunan daerah itu sendiri karena
dalam sebuah pembangunan diperlukannya keamanan dan kerukunan
dalam kehidupan beebangsa dan bernegara.

1.2. Maksud dan Tujuan

1.2.1. Maksud

Peraturan desa tentang ketertiban sangat penting diuat untuk


menjadi suatu dasar dan pedoman bagi aparat desa dalam
mewujudkan lingkungan masyarakat desa yang aman dan tertib
sehingga program pemabagunan desa dapat berjalan dengan
masksimal.

Desa yang juga merupakan bagian dari pemerintahan, maka agar


pemerintahan itu bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa
hidup damai tanpa ada gangguan, ada beberapa factor yang
dibutuhkan salah satunya adalah factor keamanan, maka untuk
mewujudkan hal itu, Desa berakit perlu mengatur itu dengan
menuangkannya dalam satu peraturan desa yang mengatur tentang
ketertiban desa yang mengikat semua masyarakat desa tanpa
pandang bulu demi terciptanya sebuah kehidupan yang aman,
damai, adil dan sejahtera seperti yang diamanatkan dalam
konstitusi.

Kemajuan teknologi dan informasi yang telah merambah dalam


kehidupan desa perlu diberi filter atau saringan untuk membendung
arus masuknya sebuah peradaban baru yang kadang-kadang
Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”
3
bertentangan dengan budaya setempat seperti minuman keras,
narkoba, sex bebas dan lain sebagainya.

1.2.2. Tujuan

Hukum memiliki berbagai tujuan yang diarahkan pada usaha untuk


memberikan perlindungan kepada kepentingan individu ataupun
masyarakat secara seimbang. Hak dan kewajiban orang dalam
suatu hal diatur oleh hukum, agar tidak ada orang yang mengambil
hak orang lain secara paksa. Warga Negara diharapkan memenuhi
kewajiban yang harus dijalankan sebagai anggota masyarakat
sebagaimana telah diterapkan oleh hukum yang berlaku. Jika kita
dapat menjalankan aturan yang telah ditetapkan dalam suatu
hokum yang adil, tujuan untuk mewujudkan hidup yang tertib akan
tercapai.

Dari maksud yang telah diuraikan diatas maka tujuan dibuatnya


rancangan peraturan tentang ketertiban desa ini adalah untuk
menjamin adanya aturan desa yang mengatur tentang ketertiban
desa yang nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian
hukum untuk setiap untuk elemen masyarakat desa berakit.
Peraturan ini nantinya diharapakan akan memberikan rasa aman
kepada masyarakat dan mencegah hal-hal yang buruk terjadi di
desa Berakit.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


4
BAB II
TELAAH AKADEMIK

2.1 Kajian Filosofis

Pancasila merupakan filosofi dan ideologi negara Indonesia yang


seharusnya menjiwai setiap peraturan perundang- undangan dalam sistem
hukum Indonesia.

Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat mencakup


faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain
yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk
memperkembangkan diri karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-
nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa
Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan, pasti akan ditolak oleh
Pancasila.

Karena Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara merupakan kesatuan


yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan
bangsa, bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas
keselarasan dan keseimbangan baik dalam hidup warga sebagai pribadi,
dalam hubungan warga dengan warga, dalam hubungan warga dengan
alam, dalam hubungan warga dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam
Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”
5
mewujudkan kesejahteran sosial di Desa Berakit sangat dipengaruhi oleh
tingkat partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, Peraturan Desa ini
merupakan milik dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat.

Sebagai bangsa yang berideologikan pancasila maka setiap tidakan dan


perbatan yang bertentangan dengan pancasila tentunya tidak bisa diterima
dan tentunya melanggar norma-norma yang telah ditetapkan. Selain itu juga
sebagai bangsa yang beragama tentu segalan tindakan yang bertentangan
dengan nilai-nilai agama tentu tidak bisa diterima dan berkembang di
negeri ini.

Demi menciptakan keamanan dan ketertiban bersama sesuai dengan


semangat pancasila dengan nilai-nilai sebagai mansia yang berketuhanan
maka diperlukan suatu aturan khusus yang mengatur tentang segala
tindakan pelanggaran yang bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan di
masyarakat yang berdasarkan pancasila.

2.2 Kajian Yuridis

Seiring dengan semangat otonomi berdasarkan Undang-undang Nomor 32


Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, didalamnya juga mengatur
tentang otonomi daerah yang intnya pemerintah mengatur rumah tangganya
sendiri termasuk dalam membuat aturan. Pemeriatah Desa Berakit memiliki
kewenangan untuk mengatur dirinya, termasuk dalam mengatur ketertiban
Desa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam
mewujudkan ketertiban masyarakat perlu dibina nilai-nilai dan norma-
norma sosial yang sesuai dengan adat, budaya dan, agama disamping

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


6
memperhatikan aspek-aspek dinamika sosial budaya yang berkembang
sesuai dengan kemajuan zaman.

Dalam pembuatan peraturan desa ini banyak aspek yang diperhatikan


sehingga peraturan ini benar-benar bisa dijalankan dan diterapkan di
masyarakat termasuk kajian secara yuridis sehingga peraturan desa ini
diharapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
diatasnya. Dan juga diharapkan dengan adanya kajian yuridis ini maka
peraturan desa ini memiliki dasar dab aturan yang jelas.

Sebagai wujud dari pelaksanaan Otonomi Daerah dimana daera diberi


kewenangan untuk mengatur dan mengurus daerahnya sendiri, begitu
halnya dnegan pemerintahan desa sepeti yang diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang desa, dimana Kepada Desa
bersama BPD merumuskan dan menetapkan suatu peraturan tentang desa
dalam menjalankan pemerintahan.

Dalam PP tersebut juga dikatakan bahwa tentang kewenangan desa yang


mencakup beberapa aspek dalam rangka pembantuan dari Pemerintah
Kabupaten./Kota maupun Provinsi.

Aturan lain yang mendasari dalam pembuatan peraturan ini adalah Pasal 18
ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dimana disebutkan Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan
daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas
pembantuan, dalam hal ini pemerintahan desa juga memiliki hak untuk
membuat suatu peraturan untuk mengatur daerahnya demi terciptanya
masyarakat yang taat hukum.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


7
2.3 Kajian Politis

Salah satu tujuan dalam suatu peraturan perundang-undangan adalah


mengatur segala tatanan kehidpan yang ada, karena dengan adanya aturan
maka diharapkan akan terciptanya masyarakat yang patuh dan taat terhadap
ukum.

Jelas sudah bahwa tujuan cita-cita bangsa Indonesia adalah menciptakan


kesejahteraan bagi rakyatnya, maka salah satu upaya untuk menciptakan
tujuan tersebut adalah dengan membaut peraturan perundang-undangan,
sebuah peraturan yang dibuat adalah wajib untuk ditaati dan dijalankan oleh
masyarakat yang menjadi okjek dari sebuah peraturan sehingga peraturan
yang dibuat tidak menjadi sia-sia.

2.4 Kajian Sosiologi


Kenyataan masyarat tidak bisa lepas dari ketentuan hukum dan aturan yang
mengatur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mejadikan
masyarakat bisa hidup tenang dan damai sehingga masyarakat dan hokum
adalah sesuatu yang tidak bisa pisahkan.

Masyarakat desa Berakit pada umumnya memiliki latar belakang budaya


yang berbeda, ini dikarenakan begitu majemuknya masyarakat yang ada
didesa berakit, sehingga ini sangat rentan akan terjadinya perbedaan yang
bisa menimbulkan perselisihan antar warga, belum lagi kebiasaan-
kebiasaan masyarakat pendatang yang tidak sesuai dengan kebiasaan
masyarakat setempat. Masalah seperti ini bisa saja menimbulkan
perselisihan antar warga jika tidak ada aturan-aturan yang mengatur tentang
ketertiban desa.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


8
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

Agar sebuah peraturan bisa berjalan dan bisa dipertanggungjawabkan


maka diperlukan sebuah penelitian guna mencari masukan dan saran dari
masyarakat yang merupakan objek dari sebuah produk hukum, untuk itu dalam
penyusunan naskah akademik ini kami juga melakukan penelitian secara langsung
ditengah masyarakat dalam hal ini masyarakat desa berakit dengan cara
menanyakan secara langsung terkait hal-hal yang berhubungan dengan peraturan
ini.

Dalam penilitian ini motode yang dipilih adalah metode Penelitian kualitatif
karena metode ini adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif
subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori
dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di
lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran
umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian
kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian
berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan
terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti
bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan
berakhir dengan suatu “teori”.

Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif
dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi,
terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup
fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka
Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”
9
berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai
secara mendalam..

Dalam penelitian ini dalam menanyakan kepada responden tentang perlu atau
tidaknya peraturan ini adalah dengan menanyakan bebrapa orang yang kami
anggap mewakili dari seluruh masyarakat berakit, dan tanggapan atau respon dari
masyarakat tersebut bahwa mereka sangat membuatuhkan dan setuju sekali jika
dibuat aturan tentang Ketertiban Desa.
3.2 Hasil Penelitian

Setelah kami mengadakan peninjaun secara langsung ke Desa Berakit


Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, maka kesimpulan yang dapat kami
rumuskan bahwa peraturan desa ini sangat diperlukan dan diterapkan, karena
dengan pertumbuihan penduduk yang begitu cepat kemudian tidak saja satu suku
budaya yang mendominasi dan mendiami wilayah hukum desa Berakit tapi
banyak suku-suku lain juga dan juga tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat
yang sudah maju sehingga merubah pola pikir masyarakat sehingga diperlukan
suatu aturan yang tertulis dan dapat mengikat semua orang tanpa pandang bulu
terkait dengan ketertiban desa.

Pembuatan peraturan desa ini dipandang perlu karena sudah banyak


masyarakat yang mengeluhkan hal-hal yang terkait dengan masalah ketertiban, ini
bisa dilihat dari beberapa responden yang kami tanyakan termasuk kepala desa
sendiri dan masyarakat sangat mendukung dan mengharapakan adanya suatu
aturan yang mengatur ketertiban desa sehingga kenyamanan dan kemananan
masyarakat dapat terwujud.

Lebih dari pada itu bahwa peraturan yang akan dibuat ini sangat sesuai
dengan kaedah dan norma-norma yang berlaku ditengah masyarakat sehingga
kehadiran peraturan ini begitu diharapkan oleh masyarakat desa berakit.
Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”
10
Kenyataan bahwa masyarakat pada umumnya ingin selalu hidup aman dan
damai dalam sebuah kelompok atau komunitas tanpa ada gangguan-gangguan,
menjadi alasan bahwa

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


11
Ketertiban dan keamanan dalam tatanan kehidpan adalah sebuah
keharusan demi terciptanya suasana yang harmonis dan dinamis ditengah
masyarakat sehingga roda kehidupan dapat berputar sebagaimana
mestinya. Menciptakan suasana keamanan dan ketertiban ditengah
masyarakat bukan hanya menjadi tugas para penegak hukum namun lebih
dari pada itu peran penting masyarakat itu sendiri sangat dibutuhkan.

Guna menciptkan suasana yang harmonis dan dinamis tentu tidak bisa
begitu saja, karena beragam adat dan kebiasaan dari masyarakat bisa
menjadi pemicu untuk terciptanya gangguan keamanan dan ketertiban,
untuk itu sebuah peraturan yang dibuat dan untuk dijalankan adalah salah
solusi untuk menciptakan suasana seperti yang digambatkan diatas.

Pemerintah Desa Berakit dalam hal ini memandang perlu untuk membuat
satu peraturan guna mengakomodir semua kepentingan masyarakat
khususnya dalam hal penciptaan keamanan dan ketertiban, maka bersama
dengan perangkat desa lainnya serta pihak-pihak yang terkait telah
membuat suatu kajian dan telaah akademik untuk peraraturan desa ini,
sehingga nantinya dengan diberlakunya peraturan ini apa yang menjadi
harpan masyarakat yang mendasari dibuatnya peraturan ini bisa
dilaksanakan.

4.2. Saran

Dalam sebuah peraturan perundang-undangan walaupun sudah memiliki


sebuah kajian akademis yang didalamnya memuat berbagai aspek mulai
dari asfek filosopis hingga asfek politis namun tentunya tidak terlepas dari
kekurangan sehingga masih menimbulkan pro dan kontra sehingga sangat
diperlukan saran dan kritik dari berbgai pihak demi kesempurnaan
peraturan ini.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


12
Semoga dengan lahirnya peraturan ini apa yang menjadi tujun dan harapan
kita bersama bisa dicapai dan dilaksanakan agar tujuan dari bangsa ini
menjadikan masyarakat yang adil dan sejahtera bisa terwujud.

Naskah Akademik Peraturan Desa Berakit tentang “ Ketertiban Desa”


13